All language subtitles for Alya.Sometimes.Hides.Her.Feelings.in.Russian.S01E04.JAPANESE.WEBRip.NF.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ) Download
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

KANTOR OSIS

Kami kembali.

Selamat datang kembali. Terima kasih...

Kau membawa sesuatu yang bagus.

Imut, 'kan?

Ya, imut...

tapi kau tak berniat menaruhnya di sini, 'kan?

Boleh, ya?

Tidak. Jangan mendesakku.

Ini keperluan yang kami beli.

Mari kita lihat.

Ini hanya keperluan biasa.

Kuze, kau sangat membantu.

Jika Kujou sendiri, entah apa jadinya.

Kantor OSIS akan berubah menjadi istana boneka.

Bagaimana, Kuze?

Masih tak berminat ikut OSIS?

Itu...

Aku tak keberatan membantu sesekali.

Kalau begitu,

setidaknya masukkan namamu ke daftar anggota, ya?

Kau juga setuju, Kujou?

Tidak, memasukkan namaku...

Kalau dipikir, aku maklum kalau itu Yuki,

tapi Ketua, kenapa kau sangat ingin aku ikut?

Kenapa kau tak mau ikut OSIS?

Kurasa bekerja keras bukan satu-satunya alasan.

Karena aku

tak cocok menjadi anggota OSIS.

Tapi menurutku sebaliknya.

Lagi pula, bukankah kau banyak prestasi

sebagai wakil ketua OSIS SMP yang luar biasa?

Karena itulah aku tidak cocok.

Lagi pula,

aku memperjuangkan posisi itu bukan untuk tujuan besar.

Apa salahnya itu?

Apa?

Kau tahu?

Aku menjadi ketua demi mendapatkan gadis yang kusukai.

Bukankah motif ini lebih kotor daripada motifmu?

Begitukah?

Lihat ini.

Apa ini adikmu?

Ini saat aku kelas sembilan.

Apa?

Kau terkejut?

Ya.

Bagaimana, ya? Kau sudah banyak berubah.

Dua tahun lalu, aku seperti yang kau lihat.

Nilaiku buruk sekali.

Juga payah olahraga.

Sejujurnya, aku tak suka sekolah.

Tapi meski tak cocok,

aku suka salah satu dari dua gadis cantik

di kelas yang sama.

Maksudmu pacarmu, Ketua?

Ya. Wakil ketua saat ini,

Chisaki Sarashina.

Demi menjadi pria yang pantas untuknya,

aku berjuang mengubah diri.

Mengambil alih posisi ketua juga bagian dari rencanaku.

Bagaimana?

Kurang kotor?

Benar.

Itu sebabnya

hal-hal seperti motif itu tak penting.

Termasuk Kujou di sana,

dia ikut OSIS hanya karena Chisaki mengajaknya.

Begitukah?

Benar.

Aku juga tertarik ikut OSIS.

Kurasa apa pun motifmu,

tak masalah selama meninggalkan rekam jejak bagus.

Baik cinta atau persahabatan,

sebagai anggota OSIS,

selama bisa mengadakan berbagai kegiatan untuk SISWA,

tak masalah.

Begitukah?

Ya.

Kalau tidak,

hanya orang suci yang bisa menjadi politisi.

Itu benar juga.

Benar.

Sebagai wakil ketua, di SMP,

kau banyak berprestasi dengan Suou.

Tidak perlu malu

atau merasa bersalah.

PEMILIHAN OSIS SMP SEIREN

Kakak.

Tetaplah di sisiku selamanya.

Mustahil. Itu terlalu merepotkan.

Hei, bukankah kau kakakku?

Ikut OSIS demi menjadikan seseorang ketua

itu yang kubisa.

Aku, Chisaki, dan Kujou menyambutmu.

Tak ada yang akan mengkritikmu.

Aku akan memikirkannya.

Pikirkan baik-baik.

Khawatir adalah hak istimewa anak muda.

Kau juga masih muda, Ketua.

Sejujurnya, kau tak terlihat seperti anak kelas dua.

Banyak yang bilang.

Aku dikira mahasiswa S2 tempo hari.

- Menjadikan seseorang ketua? - Kau memang tampak berkarisma.

Begitukah?

Hei, di mana Alya?

Dia mengurus masalah antara klub bisbol dan sepak bola.

Masalah?

Di periode ini,

klub bisbol memakai lapangan untuk persiapan

kompetisi antarsekolah tahunan.

Tapi tahun ini, klub sepak bola masuk penyisihan regional.

Jadi, klub bisbol diminta menyerahkan hak memakai lapangan.

Jadi, Alya menengahi itu?

Ya.

Tak ada yang mau mengalah.

Tampaknya pencari bakat akan datang untuk klub bisbol.

Aku ingat,

aku pernah melihat kapten klub bisbol di TV.

Sebagai harapan klub bisbol, dia cukup terkenal.

Chisaki biasanya mengurus masalah klub seperti ini.

Tapi dia sibuk dengan klub kendo hari ini.

Kupikir akan menjadi pengalaman bagus, jadi, aku mengirim adik Kujou.

Namun, sepertinya tak semudah itu.

Aku permisi.

KANTOR OSIS

Aku hanya akan memastikan

apa mereka bertengkar.

Makanya,

lebih baik berlatih sepak bola di kandang.

Percuma bilang begitu.

Kami melakukannya setiap tahun.

Tempatnya sudah lama dipesan.

Pertandingan itu

seperti tanding persahabatan, 'kan?

Tidak!

Tolong tenanglah.

Saling mengkritik begini tak ada gunanya.

Kau punya solusi lain?

Bagaimana kalau gunakan

tepi sungai terdekat sebagai lapangan latihan lain?

Apa? Tepi sungai?

Ada lapangan bisbol di tepi sungai, 'kan?

Berarti beres.

Kalian bercanda?

Ada lapangan sepak bola juga, 'kan?

Kondisi lapangan sekolah lebih baik.

Kami juga berpikir begitu!

Ini pertandingan yang penting bagi masa depan kami!

Jangan hanya memikirkan diri sendiri!

Lagi pula,

anggota klub sepak bola lebih banyak dari kalian.

Karena tempatnya jauh, kalian harus segera pergi.

- Berhenti. Tolong tenang. - Jangan membual!

- Masa depan kami... - Tidak ada

- yang mendengarkanku. - Kami harus berlatih.

Aku

tak bisa menyentuh hati orang-orang.

Jika ini hasil

dari berharap pada seseorang,

lebih baik kulakukan sendiri.

Lagi pula,

tak ada yang mau mengikutiku.

Salahku karena meremehkan orang lain,

menjauhkan mereka,

dan menolak mendekati siapa pun.

Ini harga yang harus kubayar.

Siapa yang akan mendengarkan orang seperti ini?

Orang sepertiku yang selalu merendahkan

dan blak-blakan.

Aku selalu

sendirian.

Aku mengerti.

Semuanya.

Itu pilihanku sendiri.

Tapi...

Tapi...

Bantu aku.

Seseorang,

tolong bantu aku.

Halo.

Maaf mengganggu diskusi kalian.

Aku dari OSIS.

Aku petugas urusan umum,

Kuze Masachika.

Ini pertandingan yang penting bagi masa depan kami!

Jangan hanya memikirkan diri sendiri!

Lagi pula,

anggota klub sepak bola lebih banyak dari kalian.

Karena tempatnya jauh, kalian harus segera pergi.

Berhenti. Tolong tenanglah.

Percuma mengatakan itu, Alya.

Kedua pihak sedang marah.

Lebih baik memulai diskusi dari awal.

Aku kasihan padamu,

tapi itu pengalaman.

Semangat, Alya.

Bantu aku.

Seseorang,

tolong bantu aku.

Itu sebabnya kau selalu sendirian.

Menangis minta tolong, tanpa bisa dipahami.

Baiklah.

Aku mengerti.

Kuze?

Kuze?

Kuze yang jadi wakil ketua saat SMP?

Aku sudah diberi tahu oleh Ketua.

Kalian memperdebatkan

pembagian lapangan sekolah dan lapangan latihan tepi sungai?

Ya, benar.

Terima kasih kerja samanya.

Bagaimana kalau begini?

Mengingat jumlah orangnya,

klub bisbol akan berlatih di tepi sungai.

Namun, klub sepak bola yang lebih banyak orangnya

mengirim seseorang ke klub bisbol sebagai bantuan.

Bantuan? Apa maksudmu?

Kenapa kami yang didepak ke tepi sungai?

Benar.

Peralatan kami banyak.

- Tenanglah. - Aku tak terima.

Jumlah kami lebih banyak.

Ini melelahkan.

Tapi peralatan kami banyak.

Permisi.

Kalau begitu,

biarkan kami, para manajer, membantu klub bisbol.

Setuju?

Ya.

Jika itu bisa menyelesaikan masalah.

Baiklah.

Jika para manajer bersedia,

itu akan membantu.

Benar.

Mereka baru saja mengeluh.

Mereka sudah mau mengalah.

Berkorbanlah sedikit.

Baiklah, kita tak punya pilihan.

Kami akan menerima syarat ini.

Bagaimana?

Baiklah.

Kalau begitu, sudah diputuskan.

Mohon datang besok

ke kantor OSIS dan isi formulir pendaftarannya.

Maafkan aku.

Aku mengganggu mediasimu tadi.

Aku mempermalukanmu, ya?

Tidak juga.

Kenapa kau mengusulkan rencana itu?

Secara logis,

klub bisbol tak akan menerima proposal itu.

Kalau kulihat,

sepertinya kau tahu para manajer akan setuju.

Hebat kau menyadarinya.

Tentu aku tahu.

Karena saat klub bisbol protes,

kau menatap senior itu.

Sebenarnya, senior itu

memacari kapten klub bisbol.

Apa?

Rupanya kau tidak tahu.

Sang Harapan klub bisbol dan si manajer cantik adalah pasangan.

Saat mereka membenarkan hubungan mereka,

itu menyebabkan kegemparan.

Begitu, ya.

Kapten klub bisbol

tak mengatakan apa pun selama diskusi, 'kan?

Dia mengkhawatirkan pacarnya,

tapi tak bisa mencampur klubdengan cinta.

Di sisi lain, pacarnya bingung

karena tahu klub sepak bola keras kepala.

Makanya aku tahu kalau mengusulkan itu,

dia pasti akan mengikutinya.

Dengan kata lain, itu anugerah?

Begitulah bagi mereka.

Meski begitu,

klub bisbol wajar senang karena dibantu para gadis cantik.

Klub sepak bola juga senang karena bisa memonopoli lapangan.

Mereka berdua

bisa menerobos batas klub dan pacaran saat latihan.

Ini sama-sama menguntungkan.

Ketua?

Negosiasinya berjalan lancar?

Ya.

Ini semua berkat Kuze.

Begitu rupanya. Bagus, Alya.

Semua sesuai rencanamu, 'kan?

Tak ada rencana apa pun.

Kau tak membantah dengan, "Apa maksudmu?"

Berarti sudah jelas kau sengaja.

Aku ketahuan, ya.

Jadi, bagaimana?

Sudah memutuskan?

Ya, begitulah.

Namaku Masachika Kuze.

Aku ingin menjadi anggota OSIS.

Senang bekerja denganmu.

Tanpa basa-basi, ikutlah denganku ke kantor.

Aku terus merasa seperti jatuh ke dalam perangkap Ketua.

Seperti menuai apa yang ditabur.

Ini sudah sore.

Mari ambil dokumen yang tepat besok.

Artinya kalau punya waktu,

aku diminta mengisi dan menyerahkan hari ini?

Hei.

Apa? Ada apa?

Apa kau benar-benar akan ikut OSIS?

Ya.

Apakah

agar kau bisa ikut pemilihan ketua OSIS dengan Suou?

Memang kenapa?

Kau akan bagaimana?

Menyerah mencalonkan sebagai ketua?

Tidak.

Aku akan menjadi ketua OSIS.

Meskipun kau menjadi lawanku,

aku tidak akan pernah menyerah.

Benar.

Lagi pula, kau selalu seperti ini.

Maju dengan berani.

Begitu rupanya.

Kalau begitu,

aku akan membantumu menjadi ketua OSIS.

Apa?

Jika kau mau,

aku akan berjuang agar kau terpilih.

Juga tak membiarkanmu sendirian.

Mulai sekarang,

aku akan mendukungmu di sisimu.

Jadi...

Diam dan pegang tanganku, Alya!

Mohon kerja samamu mulai kini, Alya.

Terima kasih.

Apa yang terjadi?

Naiklah ke sini, Masachka.

Sungguh?

Jadi, aku masih merasakannya?

Sakit!

Kenapa meremasku?

Baru saja

kau memikirkan wanita lain, ya?

Tahu dari mana?

Gawat!

Memikirkan wanita dari masa lalu saat pengakuan

itu hal nomor dua yang dilarang protagonis komedi romantis, 'kan?

NOMOR SATU, TANYA "APA KATAMU?"

Hei.

Ya?

Tadi,

kau bilang akan mendukungku mulai sekarang, 'kan?

Ya, aku memang bilang begitu.

Setelah bilang begitu,

apa kau diam-diam memikirkan Suou?

Tidak, aku tak memikirkan Yuki.

Hei, sakit sekali!

Kuze!

Ya?

Jika mau kumaafkan,

terima saja tamparan ini!

Tamparan yang bagus.

Bodoh.

Ayo pulang.

Baiklah.

Astaga.

Ini kali pertamaku ditampar oleh seorang gadis.

Pengalamanku sebagai pria makin bertambah.

Apa kepalamu terbentur saat terjatuh?

Tidak ada yang aneh dengan otakku.

Benar.

Otakmu miring sejak awal.

Kau sebut apa genius yang pernah dijuluki

anak ajaib ini?

Anak ajaib?

Kau tidak percaya.

Bagaimana pipimu?

Butuh kompres dingin?

Tidak, aku baik-baik saja.

Tapi pipi kiriku kebas.

Artinya kau tak baik-baik saja, 'kan?

Tidak, aku hanya bercanda.

Hanya sedikit mati rasa.

Begitukah?

Apa?

Kenapa melamun?

Itu hanya ciuman pipi.

Bukankah itu sentuhan pipi?

Benar.

Tidak, tapi...

Baru saja terasa...

Tidak, yang mana?

Kalau begitu, sampai besok.

Sampai besok.

Apa?

Baru saja.

Yang mana?

Alya!

Beri tahu aku jawabannya dalam bahasa Rusia!

Aku menyukaimu.

Suka?

Suka itu...

Apa? Menyukai Kuze?

Aku?

Tidak!

Tidak!

Mustahil!

Itu tidak mungkin!

Aku tidak suka Kuze.

Aku hanya terbawa suasana.

Itu saja.

Anggap itu benar,

mundur selangkah,

tidak, mundur jauh,

meski aku menyukai Kuze,

ada hal lebih penting

yang harus kulakukan,

yaitu menjadi ketua OSIS.

Yang harus kulakukan

adalah memenuhi harapan itu.

Jika mengabaikan ini

dan menyatakan cinta kepadanya...

Apa? Kau menyukaiku?

Maafkan aku.

Bukan itu maksudku saat bilang akan "mendukungmu".

Sebenarnya aku juga

tidak menyukaimu!

Aku pulang.

Selamat datang, Masha.

Masha.

Apa terjadi sesuatu?

Apa? Apa maksudmu?

Kau balik tanya?

Ya, hal baik terjadi.

Aku mengalami pertemuan yang indah.

Apa?

Lihat!

Ini Alya Meong.

Alya Meong?

Lihat.

Bukankah dia mirip denganmu?

Bagaimana bisa?

Misalnya matanya?

Mata atau apa pun, aku tak mirip dia, 'kan?

Apa?

Omong-omong, Alya.

Tentang Kuze...

Ada apa?

Bukan apa-apa.

Menurutku dia baik.

Pantas kau jatuh cinta kepadanya.

Sudah kubilang, aku tidak menyukainya.

Masa?

Kau menyebalkan.

Begitu rupanya.

Aku mengerti.

Kau imut bahkan saat tidak jujur.

Apa?

Tapi kalau suka, kau harus segera menyatakannya.

Jangan sampai didahului orang lain.

Apa maksudmu?

Masa muda.

Astaga.

Apa maksudnya?

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.