Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
KANTOR OSIS
Kami kembali.
Selamat datang kembali. Terima kasih...
Kau membawa sesuatu yang bagus.
Imut, 'kan?
Ya, imut...
tapi kau tak berniat menaruhnya di sini, 'kan?
Boleh, ya?
Tidak. Jangan mendesakku.
Ini keperluan yang kami beli.
Mari kita lihat.
Ini hanya keperluan biasa.
Kuze, kau sangat membantu.
Jika Kujou sendiri, entah apa jadinya.
Kantor OSIS akan berubah menjadi istana boneka.
Bagaimana, Kuze?
Masih tak berminat ikut OSIS?
Itu...
Aku tak keberatan membantu sesekali.
Kalau begitu,
setidaknya masukkan namamu ke daftar anggota, ya?
Kau juga setuju, Kujou?
Tidak, memasukkan namaku...
Kalau dipikir, aku maklum kalau itu Yuki,
tapi Ketua, kenapa kau sangat ingin aku ikut?
Kenapa kau tak mau ikut OSIS?
Kurasa bekerja keras bukan satu-satunya alasan.
Karena aku
tak cocok menjadi anggota OSIS.
Tapi menurutku sebaliknya.
Lagi pula, bukankah kau banyak prestasi
sebagai wakil ketua OSIS SMP yang luar biasa?
Karena itulah aku tidak cocok.
Lagi pula,
aku memperjuangkan posisi itu bukan untuk tujuan besar.
Apa salahnya itu?
Apa?
Kau tahu?
Aku menjadi ketua demi mendapatkan gadis yang kusukai.
Bukankah motif ini lebih kotor daripada motifmu?
Begitukah?
Lihat ini.
Apa ini adikmu?
Ini saat aku kelas sembilan.
Apa?
Kau terkejut?
Ya.
Bagaimana, ya? Kau sudah banyak berubah.
Dua tahun lalu, aku seperti yang kau lihat.
Nilaiku buruk sekali.
Juga payah olahraga.
Sejujurnya, aku tak suka sekolah.
Tapi meski tak cocok,
aku suka salah satu dari dua gadis cantik
di kelas yang sama.
Maksudmu pacarmu, Ketua?
Ya. Wakil ketua saat ini,
Chisaki Sarashina.
Demi menjadi pria yang pantas untuknya,
aku berjuang mengubah diri.
Mengambil alih posisi ketua juga bagian dari rencanaku.
Bagaimana?
Kurang kotor?
Benar.
Itu sebabnya
hal-hal seperti motif itu tak penting.
Termasuk Kujou di sana,
dia ikut OSIS hanya karena Chisaki mengajaknya.
Begitukah?
Benar.
Aku juga tertarik ikut OSIS.
Kurasa apa pun motifmu,
tak masalah selama meninggalkan rekam jejak bagus.
Baik cinta atau persahabatan,
sebagai anggota OSIS,
selama bisa mengadakan berbagai kegiatan untuk SISWA,
tak masalah.
Begitukah?
Ya.
Kalau tidak,
hanya orang suci yang bisa menjadi politisi.
Itu benar juga.
Benar.
Sebagai wakil ketua, di SMP,
kau banyak berprestasi dengan Suou.
Tidak perlu malu
atau merasa bersalah.
PEMILIHAN OSIS SMP SEIREN
Kakak.
Tetaplah di sisiku selamanya.
Mustahil. Itu terlalu merepotkan.
Hei, bukankah kau kakakku?
Ikut OSIS demi menjadikan seseorang ketua
itu yang kubisa.
Aku, Chisaki, dan Kujou menyambutmu.
Tak ada yang akan mengkritikmu.
Aku akan memikirkannya.
Pikirkan baik-baik.
Khawatir adalah hak istimewa anak muda.
Kau juga masih muda, Ketua.
Sejujurnya, kau tak terlihat seperti anak kelas dua.
Banyak yang bilang.
Aku dikira mahasiswa S2 tempo hari.
- Menjadikan seseorang ketua? - Kau memang tampak berkarisma.
Begitukah?
Hei, di mana Alya?
Dia mengurus masalah antara klub bisbol dan sepak bola.
Masalah?
Di periode ini,
klub bisbol memakai lapangan untuk persiapan
kompetisi antarsekolah tahunan.
Tapi tahun ini, klub sepak bola masuk penyisihan regional.
Jadi, klub bisbol diminta menyerahkan hak memakai lapangan.
Jadi, Alya menengahi itu?
Ya.
Tak ada yang mau mengalah.
Tampaknya pencari bakat akan datang untuk klub bisbol.
Aku ingat,
aku pernah melihat kapten klub bisbol di TV.
Sebagai harapan klub bisbol, dia cukup terkenal.
Chisaki biasanya mengurus masalah klub seperti ini.
Tapi dia sibuk dengan klub kendo hari ini.
Kupikir akan menjadi pengalaman bagus, jadi, aku mengirim adik Kujou.
Namun, sepertinya tak semudah itu.
Aku permisi.
KANTOR OSIS
Aku hanya akan memastikan
apa mereka bertengkar.
Makanya,
lebih baik berlatih sepak bola di kandang.
Percuma bilang begitu.
Kami melakukannya setiap tahun.
Tempatnya sudah lama dipesan.
Pertandingan itu
seperti tanding persahabatan, 'kan?
Tidak!
Tolong tenanglah.
Saling mengkritik begini tak ada gunanya.
Kau punya solusi lain?
Bagaimana kalau gunakan
tepi sungai terdekat sebagai lapangan latihan lain?
Apa? Tepi sungai?
Ada lapangan bisbol di tepi sungai, 'kan?
Berarti beres.
Kalian bercanda?
Ada lapangan sepak bola juga, 'kan?
Kondisi lapangan sekolah lebih baik.
Kami juga berpikir begitu!
Ini pertandingan yang penting bagi masa depan kami!
Jangan hanya memikirkan diri sendiri!
Lagi pula,
anggota klub sepak bola lebih banyak dari kalian.
Karena tempatnya jauh, kalian harus segera pergi.
- Berhenti. Tolong tenang. - Jangan membual!
- Masa depan kami... - Tidak ada
- yang mendengarkanku. - Kami harus berlatih.
Aku
tak bisa menyentuh hati orang-orang.
Jika ini hasil
dari berharap pada seseorang,
lebih baik kulakukan sendiri.
Lagi pula,
tak ada yang mau mengikutiku.
Salahku karena meremehkan orang lain,
menjauhkan mereka,
dan menolak mendekati siapa pun.
Ini harga yang harus kubayar.
Siapa yang akan mendengarkan orang seperti ini?
Orang sepertiku yang selalu merendahkan
dan blak-blakan.
Aku selalu
sendirian.
Aku mengerti.
Semuanya.
Itu pilihanku sendiri.
Tapi...
Tapi...
Bantu aku.
Seseorang,
tolong bantu aku.
Halo.
Maaf mengganggu diskusi kalian.
Aku dari OSIS.
Aku petugas urusan umum,
Kuze Masachika.
Ini pertandingan yang penting bagi masa depan kami!
Jangan hanya memikirkan diri sendiri!
Lagi pula,
anggota klub sepak bola lebih banyak dari kalian.
Karena tempatnya jauh, kalian harus segera pergi.
Berhenti. Tolong tenanglah.
Percuma mengatakan itu, Alya.
Kedua pihak sedang marah.
Lebih baik memulai diskusi dari awal.
Aku kasihan padamu,
tapi itu pengalaman.
Semangat, Alya.
Bantu aku.
Seseorang,
tolong bantu aku.
Itu sebabnya kau selalu sendirian.
Menangis minta tolong, tanpa bisa dipahami.
Baiklah.
Aku mengerti.
Kuze?
Kuze?
Kuze yang jadi wakil ketua saat SMP?
Aku sudah diberi tahu oleh Ketua.
Kalian memperdebatkan
pembagian lapangan sekolah dan lapangan latihan tepi sungai?
Ya, benar.
Terima kasih kerja samanya.
Bagaimana kalau begini?
Mengingat jumlah orangnya,
klub bisbol akan berlatih di tepi sungai.
Namun, klub sepak bola yang lebih banyak orangnya
mengirim seseorang ke klub bisbol sebagai bantuan.
Bantuan? Apa maksudmu?
Kenapa kami yang didepak ke tepi sungai?
Benar.
Peralatan kami banyak.
- Tenanglah. - Aku tak terima.
Jumlah kami lebih banyak.
Ini melelahkan.
Tapi peralatan kami banyak.
Permisi.
Kalau begitu,
biarkan kami, para manajer, membantu klub bisbol.
Setuju?
Ya.
Jika itu bisa menyelesaikan masalah.
Baiklah.
Jika para manajer bersedia,
itu akan membantu.
Benar.
Mereka baru saja mengeluh.
Mereka sudah mau mengalah.
Berkorbanlah sedikit.
Baiklah, kita tak punya pilihan.
Kami akan menerima syarat ini.
Bagaimana?
Baiklah.
Kalau begitu, sudah diputuskan.
Mohon datang besok
ke kantor OSIS dan isi formulir pendaftarannya.
Maafkan aku.
Aku mengganggu mediasimu tadi.
Aku mempermalukanmu, ya?
Tidak juga.
Kenapa kau mengusulkan rencana itu?
Secara logis,
klub bisbol tak akan menerima proposal itu.
Kalau kulihat,
sepertinya kau tahu para manajer akan setuju.
Hebat kau menyadarinya.
Tentu aku tahu.
Karena saat klub bisbol protes,
kau menatap senior itu.
Sebenarnya, senior itu
memacari kapten klub bisbol.
Apa?
Rupanya kau tidak tahu.
Sang Harapan klub bisbol dan si manajer cantik adalah pasangan.
Saat mereka membenarkan hubungan mereka,
itu menyebabkan kegemparan.
Begitu, ya.
Kapten klub bisbol
tak mengatakan apa pun selama diskusi, 'kan?
Dia mengkhawatirkan pacarnya,
tapi tak bisa mencampur klubdengan cinta.
Di sisi lain, pacarnya bingung
karena tahu klub sepak bola keras kepala.
Makanya aku tahu kalau mengusulkan itu,
dia pasti akan mengikutinya.
Dengan kata lain, itu anugerah?
Begitulah bagi mereka.
Meski begitu,
klub bisbol wajar senang karena dibantu para gadis cantik.
Klub sepak bola juga senang karena bisa memonopoli lapangan.
Mereka berdua
bisa menerobos batas klub dan pacaran saat latihan.
Ini sama-sama menguntungkan.
Ketua?
Negosiasinya berjalan lancar?
Ya.
Ini semua berkat Kuze.
Begitu rupanya. Bagus, Alya.
Semua sesuai rencanamu, 'kan?
Tak ada rencana apa pun.
Kau tak membantah dengan, "Apa maksudmu?"
Berarti sudah jelas kau sengaja.
Aku ketahuan, ya.
Jadi, bagaimana?
Sudah memutuskan?
Ya, begitulah.
Namaku Masachika Kuze.
Aku ingin menjadi anggota OSIS.
Senang bekerja denganmu.
Tanpa basa-basi, ikutlah denganku ke kantor.
Aku terus merasa seperti jatuh ke dalam perangkap Ketua.
Seperti menuai apa yang ditabur.
Ini sudah sore.
Mari ambil dokumen yang tepat besok.
Artinya kalau punya waktu,
aku diminta mengisi dan menyerahkan hari ini?
Hei.
Apa? Ada apa?
Apa kau benar-benar akan ikut OSIS?
Ya.
Apakah
agar kau bisa ikut pemilihan ketua OSIS dengan Suou?
Memang kenapa?
Kau akan bagaimana?
Menyerah mencalonkan sebagai ketua?
Tidak.
Aku akan menjadi ketua OSIS.
Meskipun kau menjadi lawanku,
aku tidak akan pernah menyerah.
Benar.
Lagi pula, kau selalu seperti ini.
Maju dengan berani.
Begitu rupanya.
Kalau begitu,
aku akan membantumu menjadi ketua OSIS.
Apa?
Jika kau mau,
aku akan berjuang agar kau terpilih.
Juga tak membiarkanmu sendirian.
Mulai sekarang,
aku akan mendukungmu di sisimu.
Jadi...
Diam dan pegang tanganku, Alya!
Mohon kerja samamu mulai kini, Alya.
Terima kasih.
Apa yang terjadi?
Naiklah ke sini, Masachka.
Sungguh?
Jadi, aku masih merasakannya?
Sakit!
Kenapa meremasku?
Baru saja
kau memikirkan wanita lain, ya?
Tahu dari mana?
Gawat!
Memikirkan wanita dari masa lalu saat pengakuan
itu hal nomor dua yang dilarang protagonis komedi romantis, 'kan?
NOMOR SATU, TANYA "APA KATAMU?"
Hei.
Ya?
Tadi,
kau bilang akan mendukungku mulai sekarang, 'kan?
Ya, aku memang bilang begitu.
Setelah bilang begitu,
apa kau diam-diam memikirkan Suou?
Tidak, aku tak memikirkan Yuki.
Hei, sakit sekali!
Kuze!
Ya?
Jika mau kumaafkan,
terima saja tamparan ini!
Tamparan yang bagus.
Bodoh.
Ayo pulang.
Baiklah.
Astaga.
Ini kali pertamaku ditampar oleh seorang gadis.
Pengalamanku sebagai pria makin bertambah.
Apa kepalamu terbentur saat terjatuh?
Tidak ada yang aneh dengan otakku.
Benar.
Otakmu miring sejak awal.
Kau sebut apa genius yang pernah dijuluki
anak ajaib ini?
Anak ajaib?
Kau tidak percaya.
Bagaimana pipimu?
Butuh kompres dingin?
Tidak, aku baik-baik saja.
Tapi pipi kiriku kebas.
Artinya kau tak baik-baik saja, 'kan?
Tidak, aku hanya bercanda.
Hanya sedikit mati rasa.
Begitukah?
Apa?
Kenapa melamun?
Itu hanya ciuman pipi.
Bukankah itu sentuhan pipi?
Benar.
Tidak, tapi...
Baru saja terasa...
Tidak, yang mana?
Kalau begitu, sampai besok.
Sampai besok.
Apa?
Baru saja.
Yang mana?
Alya!
Beri tahu aku jawabannya dalam bahasa Rusia!
Aku menyukaimu.
Suka?
Suka itu...
Apa? Menyukai Kuze?
Aku?
Tidak!
Tidak!
Mustahil!
Itu tidak mungkin!
Aku tidak suka Kuze.
Aku hanya terbawa suasana.
Itu saja.
Anggap itu benar,
mundur selangkah,
tidak, mundur jauh,
meski aku menyukai Kuze,
ada hal lebih penting
yang harus kulakukan,
yaitu menjadi ketua OSIS.
Yang harus kulakukan
adalah memenuhi harapan itu.
Jika mengabaikan ini
dan menyatakan cinta kepadanya...
Apa? Kau menyukaiku?
Maafkan aku.
Bukan itu maksudku saat bilang akan "mendukungmu".
Sebenarnya aku juga
tidak menyukaimu!
Aku pulang.
Selamat datang, Masha.
Masha.
Apa terjadi sesuatu?
Apa? Apa maksudmu?
Kau balik tanya?
Ya, hal baik terjadi.
Aku mengalami pertemuan yang indah.
Apa?
Lihat!
Ini Alya Meong.
Alya Meong?
Lihat.
Bukankah dia mirip denganmu?
Bagaimana bisa?
Misalnya matanya?
Mata atau apa pun, aku tak mirip dia, 'kan?
Apa?
Omong-omong, Alya.
Tentang Kuze...
Ada apa?
Bukan apa-apa.
Menurutku dia baik.
Pantas kau jatuh cinta kepadanya.
Sudah kubilang, aku tidak menyukainya.
Masa?
Kau menyebalkan.
Begitu rupanya.
Aku mengerti.
Kau imut bahkan saat tidak jujur.
Apa?
Tapi kalau suka, kau harus segera menyatakannya.
Jangan sampai didahului orang lain.
Apa maksudmu?
Masa muda.
Astaga.
Apa maksudnya?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.