Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Kini ramalan cuaca terbaru untuk daerah barat laut Koriko.
Langit akan cerah, dikarenakan adanya tekanan tinggi...
...yang bergerak dari wilayah pegunungan.
Angin sejuk akan bertiup dari bagian barat...
...sehingga malam ini akan cerah.
Akan terjadi bulan purnama juga malam ini.
Besok... cerah. Lusa... cerah.
Berita lainnya sesaat lagi.
Pertama, iklan dari sponsor hari ini.
Translated By NVM Edit Timing By MeraihMimpi
Jiji, sudah kuputuskan! Aku akan melakukannya malam ini!
Mama!
Oh, hai, Ny. Dora. Malam ini cuacanya akan cerah.
Aku mendengarnya dari ramalan cuaca. Akan ada bulan purnama.
Kiki, kamu meminjam radio Ayah tanpa seizinnya lagi?
Tidak apa-apa, kan?
Senang melihat anda, Ny. Dora.
Ma, sudah kuputuskan. Malam inilah saatnya.
Bukannya kamu bilang bulan depan?
Tapi bulan purnama berikutnya mungkin di malam yang mendung.
Aku ingin memastikan pergi di malam yang tepat.
Kiki, tunggu!
Wah, wah, wah. Ada apa ini?
Ini salah satu tradisi lama kami.
Saat berumur 13 tahun, Penyihir harus meninggalkan rumah untuk latihan tahunan.
Putrimu sudah berumur 13 tahun?
Ya ampun. Waktu begitu cepat berlalu, ya?
Begitulah. Tapi tak ada yang meninggalkan rumah semuda itu lagi.
Aku masih ingat dengan baik...
...hari pertama kamu datang ke kota ini.
Seorang gadis cilik turun dari langit...
...mengendarai gagang sapunya, matanya bersinar.
Kurasa kamu menanggung beban terlalu berat.
Tapi Kiki masih harus banyak belajar. Tak ada ramuanku yang dikuasainya.
Setelah aku meninggal, siapa yang akan membuat obat ini lagi?
Seiring dengan waktu.
Semuanya berubah, sedikit demi sedikit.
Tapi harus kuakui, tak ada yang sebaik obat untuk penyakit rematikku.
Kamu selalu mengatakan padaku untuk cepat! Sekarang siapa yang lamban?
Kurasa lebih baik pergi dengan persiapan yang matang.
Jika kita menundanya bulan depan, dan aku punya pacar yang tampan, selanjutnya?
Kita tak akan pernah pergi!
Aku khawatir mengenai hal ini. Sekali kamu memutuskan, tak ada jalan untuk kembali.
Tentu saja. Aku tahu itu.
Bagus. Ada di dalam.
Aku sangat bersemangat! Ini seperti mendapat hadiah ulang tahun!
Ayah!
Sudah kuputuskan untuk pergi malam ini!
- Malam ini? - Ya! Baru saja kuputuskan!
Baiklah, tapi bagaimana dengan wisata kamping kita akhir pekan ini?
Maafkan aku, Yah!
Kiki, tunggu.
Ya. Terima kasih. Akan kuhubungi nanti.
Hai, Ma. Aku ingin memastikan kalau Mama sudah tahu Kiki akan pergi malam ini.
Ya, tengah malam.
- Bagus juga. - Kuharap bajunya berwarna lain.
Para Penyihir selalu mengenakan warna ini.
Kucing hitam, pakaian hitam.
Tidak begitu penting warna apa yang kamu kenakan.
Yang terpenting adalah hati di dalamnya.
Aku tahu memiliki hati yang baik itu sangat penting.
Kuharap aku bisa tunjukkan pada Mama kalau hatiku sudah siap.
Ikutilah kata hatimu dan tersenyumlah selalu.
Baiklah.
Jangan lupa segera memberi kabar setelah kamu menemukan tempat baru.
Ayah, boleh aku bawa radionya?
Ma, Mama bilang aku boleh membawa radio Ayah.
- Ya. - Radionya milikmu sekarang.
Baiklah. Sekarang izinkan Ayah melihat Penyihir kecil Ayah.
Kamu mirip seperti Ibumu saat Ia masih muda.
Ayah...
...maukah Ayah mengangkatku seperti aku masih kecil dulu?
Baiklah.
Bisanya Ayah tak menyadari kamu tumbuh besar begitu cepat.
Kamu bisa pulang kapan saja jika semuanya tak sesuai rencana.
Kembali ke kamar lamaku? Tidak, terima kasih.
Ayah harap kamu menemukan kota yang bagus.
Aku yakin pasti sangat berat hidup seorang diri di kota.
Jangan cemas. Kiki akan baik-baik saja.
- Kota bagaimana yang kamu cari? - Kota besar?
Ya. Dekat lautan, kuharap.
- Wow! - Aku sangat iri padamu!
Tapi aku pergi bukan untuk bersenang-senang. Aku dalam masa pelatihan sedikitnya setahun.
Ya, tapi di sana ada diskotik, kan?
- Kiki, sudah waktunya! - Baik!
Itukah sapu yang kamu gunakan?
Ya. Aku baru membuatnya. Cukup bagus, kan?
Benar, tapi kamu tidak bisa berangkat dengan sapu yang terlalu kecil. Pakailah punya Mama.
Tapi Ma, yang itu sudah tua.
Karena itulah kamu harus menggunakannya.
Sapunya tak akan kehilangan arah, meskipun dalam badai.
Kiki, percayalah pada Mama.
Tapi aku berusaha keras membuatnya. Benar kan, Jiji?
Sapu Ibumu akan lebih baik.
Dasar kucing jelek.
Jiji benar. Kamu bisa membuat sapu lagi saat sudah menetap.
Mm-hmm.
Hati-hatilah.
- Jadilah anak yang kuat. - Dah.
Ayo, Kiki! Ayo, Kiki!
Dia masih belum bisa mengendalikan sapunya.
Dia berhasil melewati danau dan kondisinya baik-baik saja.
Aku akan merindukan suara bel-bel kecil itu.
Kita akan pergi ke mana?
Kurasa selatan, menuju lautan.
Jiji, naiklah dan nyalakan radionya. Aku tak bisa melakukannya.
Kiki's Delivery Service [Layanan Antar/Jasa Pengiriman Kiki]
Produser Eksekutif: Yasuyoshi Tokuma
Mikihiko Tsuzuki Morihisa Takagi
Pendamping Produser Eksekutif: Tatsumi Yamashita
Hideo Ogata Iwai Seto
Cerita Asli: Eiko Kadono
Kepala Animator: Shinji Otsuka
Katsuya Kondo Yoshifumi Kondo
Pengarah Artistik: Hiroshi Ono Desain Karakter: Katsuya Kondo
Musik: Joe Hisaishi
Desain Warna: Michiyo Yasuda Pengawas Kamera: Juro Sugimura Editor: Takeshi Seyama
Penata Suara: Naoko Asari Perekam & Pemadu Suara: Shuji Inoue Efek Suara: Kazutoshi Sato
Produksi: Toru Hara Produser Pendamping: Toshio Suzuki
Diproduksi, Ditulis & Disutradarai oleh: Hayao Miyazaki
Selamat malam!
Itu tadi.
Kamu anak baru, kan?
Benar. Aku baru saja meninggalkan rumah malam ini.
Apa kamu keberatan mematikan musiknya?
Aku lebih suka terbang tanpa gangguan.
Apakah sangat sulit untuk tinggal di tempat yang baru?
Benar sekali. Banyak hal yang tidak terduga.
Tapi karena aku hebat dalam meramal, aku bisa mengatasi semuanya.
Meramal?
Lagipula, aku telah mulai meramal tentang cinta baru-baru ini.
Apa keahlian khususmu?
Aku belum memikirkannya.
Masa latihanku hampir selesai.
Aku akan segera pulang dan menunjukkan keahlian baruku.
Itu kotaku di bawah sana.
Kotanya tidak besar atau menarik, tapi aku menyukainya.
- Semoga berhasil. - Terima kasih.
Dah!
Sombong sekali.
Aku harus punya keahlian khusus.
Bagaimana ini ramalan cuacanya?
Jangan bilang kamu akan ke...
Kita akan tidur di sini sampai badainya berlalu.
- Apa tidak akan menimbulkan masalah? - Tidak, jika tak ada yang menemukan kita.
Aduh, aku basah kuyup.
Apa kamu merasakan ada yang bergerak?
Baunya sangat enak.
Maaf. Kami tak bermaksud tidur di atas makan pagimu.
Wahhh!
Jiji, kamu harus melihat lautannya.
Menakjubkan! Lautannya sangat luas!
- Hanya kolam besar bagiku. - Aw, ayolah.
Kota yang itu besar sekali. Mungkinkah sudah ada Penyihir lain di sana?
Bagaimana aku bisa tahu?
Ayo!
Jiji, kamu baik-baik saja di belakang?
Lihat. Kotanya dikelilingi lautan.
Seperti yang kuharapkan. Menara jam dan semuanya!
Bagaimana jika ada Penyihir yang sudah tinggal di sini?
Itu tidak mungkin.
- Aku akan betah di sini! - Kota ini terlalu besar bagiku.
Diberkatilah jamku! Jika dia bukan seorang Penyihir!
Selamat pagi!
Apakah ada Penyihir lain di kota ini?
Tidak. Aku tak pernah melihat satu pun dari mereka belakangan ini.
Kamu dengar itu, Jiji? Ayo kita segera mendarat.
- Terima kasih, Pak! Dah! - Sama-sama!
- Katakan kita tak akan mendarat di sana. - Tentu saja tidak.
Semua orang memandangi kita.
Aku tahu. Tersenyumlah dan buat kesan pertama yang baik.
Seperti yang kalian lihat, aku seorang penyihir. Namaku Kiki.
Ini kucing hitamku Jiji.
Suatu kehormatan bila kami dapat tinggal di sini.
Kami akan senang tinggal di sini. Kalian punya menara jam yang menakjubkan.
Kami senang kamu menyukainya, sayangku.
Hei, nak, apa maksudmu melawan arus seperti itu?
Kamu hampir menyebabkan kecelakaan.
Kamu pasti sudah gila, terbang rendah di keramaian.
Aku Penyihir baru, Pak. Kami memang terbiasa terbang.
Kamu harus mematuhi peraturan sama seperti penduduk lainnya.
Siapa namamu dan di mana alamatmu?
- Apa Bapak akan memberitahu orang tuaku? - Tentu saja, jika itu diperlukan.
Harus kulakukan. Tanpa terkecuali.
Pencuri! Tolong hentikan dia! Berhenti, pencuri!
Tetap di sana!
Kiki.
Tunggu sebentar! Tadi itu berhasil dengan baik, kan?
Siasat yang bagus untuk kabur dari polisi itu kan? Akulah yang teriak Maling tadi.
Kamu penyihir sungguhan, kan?
Aku melihatmu terbang.
Boleh kulihat sapunya?
Hei, Tombo!
Bukannya terlalu pagi berburu anak perempuan?
Hei, kalian, diamlah.
Izinkan aku melihat sapumu. Boleh? Hanya sebentar.
Aku tidak minta bantuanmu.
Kurasa aku harus ucapkan terima kasih...
...tapi kamu tidak sopan karena tak perkenalkan diri terlebih dulu.
Betapa kunonya. Kamu terdengar seperti Nenekku.
Pergilah dan jangan ganggu aku!
Penyihir yang galak.
Tinggal di sini sendirian? Aku tak mengerti. Apa orang tuamu ada di sini bersamamu?
Tidak. Aku Penyihir, jadi sejak umur 13 tahun, aku harus hidup mandiri.
Boleh kulihat tanda pengenalmu?
Lupakan saja kalau begitu.
- Apa kamu akan memakanya? - Kamu boleh memakannya.
Sebentar lagi akan gelap.
Ayo pergi.
Ayo cari kota lain saja.
Pasti ada yang kota yang lebih bagus.
Nona! Dotmu!
Nona, dotmu ketinggalan!
Saat bayinya bangun dan tak memakai ini, dia akan menangis.
Maaf, Pak, bisakah anda tunggu sebentar? Aku akan segera kembali.
- Aku bisa mengantarkan itu padanya. - Apa?
Wanita yang membawa kereta bayi, kan?
Itu sangat membantu.
- Terima kasih banyak. - Dengan senang hati.
Jiji, ayo.
Wow!
Maaf karena mengejutkan anda, dot milikmu ketinggalan di toko roti.
Terima kasih banyak.
Yang biasa?
Hai! Masuklah!
Terima kasih.
Berikutnya!
Terima kasih. Dah.
Hati-hati di jalan.
Harus kuakui, tadi aku hampir pingsan saat melihatmu melesat terbang.
Wanita itu memintaku untuk menyampaikan pesan ini padamu.
Hmm?
"Dot yang kamu kirim sudah kuterima."
"Gadis kurir barumu sangat unik."
"Terima kasih."
Kurasa aku harus pergi.
Tunggu sebentar!
Mau ke mana kamu secepat itu? Aku ingin mengucapkan terima kasih.
Naiklah.
Silakan duduk dan bersantailah. Akan kubuatkan kopi.
Baik.
- Terima kasih banyak. - Dan ini untukmu.
Jadi begitu. Kamu harus menemukan kotamu.
Ya, tapi orang-orang kelihatannya tidak menyukai Penyihir di kota ini.
Ada berbagai macam orang di kota besar seperti ini.
Aku contohnya. Aku sangat menyukaimu.
Sudah menemukan tempat untuk tinggal?
Kamu pasti belum menemukannya.
Kami punya kamar kosong di loteng yang bisa kamu tempati.
Kamu akan memberikanku kamar?
Dengan senang hati.
Izinkan aku perkenalkan diri. Namaku Osono.
Namaku Kiki.
Ini kucing hitamku, Jiji.
Kamarnya sangat kotor saat ini, tapi sekarang kamar ini milikmu.
Terima kasih.
Kamar mandi dan air ada di bawah.
- Jangan sungkan jika butuh bantuan lainnya. - Terima kasih.
Tepung di mana-mana.
Hmm.
Dengan kondisi begini, besok pagi aku akan jadi kucing putih.
Jiji, kemari dan lihatlah lautannya dari sini.
Haruskah kita cari kota lain?
Freedom Adventurer telah memulai penerbangan perdana menuju Antartika.
Dasar kucing sombong.
Kurasa hal yang menggembirakan melihat sejenak balon udaranya...
...mengudara di langit kita.
Jadi, mari kita dengarkan laporan Scoot langsung dari Markas Besar Freedom.
Sudah kuputuskan untuk tinggal sementara.
Mungkin aku bisa menemukan Osono-Osono lain...
...yang akan menyukai dan menerimaku apa adanya.
Tapi yang paling menakjubkan adalah belum pernah ada balon udara...
...sebesar dan seaman ini sebelumnya.
Menurutmu berapa biaya memasang telpon di sini?
- Telpon? - Ya. Untuk bisnisku.
- Selamat pagi, semuanya. - Pagi juga. Apa tidurmu nyenyak?
Ya!
- Aromanya harum. Boleh aku membantu? - Ya.
Waahh!
Layanan antar, ya?
Aku punya satu keahlian, yaitu terbang. Jadi kurasa layanan antar ide yang bagus.
Semua orang akan menyukainya. Layanan Antar Terbang Kiki.
Dan kamu bisa memulai bisnisnya dari kamarmu di atas.
Sungguh?
Terima kasih.
- Aku ingin memasang telpon di atas. - Tapi telpon butuh biaya.
- Aku punya sedikit tabungan. - Jangan dihabiskan.
Mengapa tidak gunakan telpon kami saja?
Butuh waktu mendapatkan pelanggan.
Jika kamu bisa membantu toko roti ini,...
...kamu tak perlu bayar sewa dan tagihan telponnya.
Aku sangat membutuhkan bantuan karena aku akan memiliki bayi.
Dan juga aku akan memberikan sarapan gratis.
Wahh... Terima kasih!
Aku akan melakukan yang terbaik untukmu.
Ohh.
Osono, kamu orang yang sangat baik!
Uhh...
Jiji, ayo! Aku sudah selesai!
Saatnya pergi belanja.
Berhentilah menyebrang jalan seenaknya. Kita tidak sedang di rumah.
Maaf. Aku tidak akan mengulanginya lagi.
Aku tak pernah merasa semalu ini.
Sungguh mengerikan!
- Bukan begitu? - Ya!
Aku berharap punya sesuatu yang cantik untuk dikenakan.
Ya ampun, mahalnya.
Kiki, lihat!
Masih ada uang yang tersisa?
Kita akan makan roti saja untuk sementara waktu.
Cantiknya...
Tunggu! Menepi sebentar!
Hai gadis Penyihir!
Tidak terbang hari ini?
Apa kubilang? Hitam adalah ciri khasnya.
Tungguh! Kembali! Maaf! Aku hanya bercanda!
Kiki, kebetulan sekali.
Ada wanita yang ingin mengirimkan sesuatu. Dia adalah pelanggan perdanamu.
Pelanggan perdana? Aku segera kembali!
Petanya!
Nona ini adalah pelanggan kita.
Kami sedang membicarakan tentang layanan antarmu.
- Kamu penyihir kecil yang manis. - Namaku Kiki, Bu.
Bisakah kamu antarkan ini malam nanti?
Ya!
Sekarang hari ulang tahun keponakanku.
Tapi aku tak bisa datang untuk memberikan langsung hadiahnya.
Ibu ingin mengirimkannya ke mana?
Bukannya itu aku.
Tempatnya tidak terlalu jauh, kan?
Aku bisa langsung terbang ke sana.
- Berapa biayanya? - Aku belum memasang tarif.
Apa segini cukup?
Ini lebih dari cukup. Terima kasih banyak, Bu.
Wahh...
Aku harus melihatnya!
Hebat sekali!
- Aku berharap bisa terbang. - Ibu kenal gadis itu?
Kiki, mau terbang seberapa tinggi kamu?
Ini pengirimanku yang pertama. Aku tak ingin dihentikan oleh Pak Polisi itu.
Jangan lihat ke bawah, baru saja ada pesawat melintas di bawah kita.
Ya, tinggal melewati pesisir itu.
Ini dia!
Jiji, aku jadi semakin suka dengan kota ini.
Aku tidak yakin.
Akhirnya aku bisa mengabari Mama.
Itu kawanan burung bangau. Indahnya!
Mereka terbang bersama kita!
- Sepertinya mereka marah. - Mereka bilang ada angin datang.
Mereka juga bilang akan terbang lebih tinggi.
Oh, tidak!
Maaf. Aku... Oww!
Maafkan aku! Aku tak bermaksud mencuri telur-telurmu!
Oh, syukurlah.
Ini salahmu. Mereka memperingatkan kita tentang anginnya, tapi kamu tak mau dengar.
Kamu benar.
Cantiknya. Mereka bisa terbang setinggi itu karena anginnnya.
Kiki!
Bonekanya hilang!
Oh tidak!
Kita harus kembali ke tempat kita terjatuh tadi!
Mereka bilang: "Si pencuri telur datang lagi!"
Apa yang harus kita lakukan?
Hei! Hentikan itu!
Jangan lakukan itu!
Hentikan!
Kita dalam masalah. Mereka masih marah.
Penyihir tak dihormati lagi sekarang ini.
Burung-burung gagak biasanya menjadi pelayan para Penyihir.
Itu dahulu kala, paham?
Bagaimana bila kita masuk ke sana saat malam?
Kita tak akan berhasil mengantarkannya tepat waktu.
Jiji, hanya ada satu cara melakukannya.
Mereka akan menyadari kalau aku palsu.
Setelah aku menemukannya, aku akan segera menjemputmu.
- Itukah tempatnya? - Ya. Kamu tak boleh bergerak.
- Bolehkah aku bernafas? - Tahanlah selama yang kamu bisa.
Berikan hadiahku!
Aneh sekali.
Sedikit terlambat, ya?
Sehabis kakakku menelpon, kami khawatir kamu ada di mana.
Maaf.
Boleh kuminta tanda tanganmu, Bu?
Mama, boleh aku tempatkan burung kenarinya di dalam sini?
Uh-huh, tapi hati-hati jangan sampai ada yang terlepas.
Baik.
Terima kasih banyak.
Kemari, burung nakal!
Aku akan menempatkanmu di sangkar yang lebih besar!
Kumohon cepatlah, Kiki.
Aku yakin jatuhnya di sini, jadi mainannya pasti ada di sekitar sini.
Itu dia!
Permisi! Apa ada orang di rumah?
Bisakah kamu membantuku? Halo?
Apa ada orang di sini?
Ya! Aku tak bisa turun sekarang.
Mengapa kamu tidak naik saja?
Ada yang kamu inginkan?
Boneka kucing hitam yang kamu letakkan di pinggiran jendela itu?
Maaf, tapi ini milikku. Aku menjatuhkannya.
Jangan nakal, dan jangan bergerak dulu.
Aku menemukannya di hutan.
Maukah kamu mengembalikannya padaku?
Tunggu sebentar. Aku harus menyelesaikan ini dulu.
Bagus sekali.
Sebentar lagi selesai.
Mengapa kamu tidak bilang kalau sedang terburu-buru.
- Aku mulai menyukai boneka ini. - Maafkan aku.
Oh...
Kepalanya terlepas.
Pasti karena burung-burung gagak itu. Mereka merusak mainan itu.
Bagaimana ini? Aku tak bisa mengantarkannya seperti ini.
Nah! Bagaimana kalau kita buat kesepakatan?
Menarik sekali. Dan kamu masih berumur 13 tahun.
Hidup mandiri. Hebat sekali.
- Bisakah kamu memperbaikinya? - Percayalah padaku.
Ketto, waktunya mandi.
Keto, cepatlah! Sebentar lagi teman-temanmu datang!
Ketto!
- Selesai. - Terima kasih.
Sebaiknya kamu segera menolong Jiji sebelum terlambat.
- Tapi aku belum selesai mengepel. - Sudah cukup. Cepatlah tolong dia.
Terima kasih!
Jeff malah yang lebih suka dengan hadiah untukku!
Aneh sekali.
Dia menyukai boneka kucing itu. Dia tak mau meninggalkannya.
Dia pikir boneka itu adalah anak anjing.
Kakakmu akan kecewa mendengar hal itu.
Tak apa-apa. Aku memang menghadiahkannya untuk Jeff.
Jangan lupa mengucapkan terima kasih pada Bibi.
Ya.
Kamu harus bersikap baik padanya. Jeff sudah menjadi bagian dari keluarga kita.
Tapi Nek, yang dia lakukan hanyalah tidur!
Kurasa itu benar.
Ketto, bukakan pintunya. Jeff ingin keluar.
Baik.
Jangan lupa menutup pintunya jika sudah selesai.
- Jiji! - Kiki, mengapa kamu lama sekali?
Maafkan aku.
Anjing hebat itu yang menolongku keluar.
Katanya, dia senang bisa menolong kita.
Tolong bawalah boneka ini ke dalam.
Ada apa?
- Aku sangat lapar. - Ya, aku juga.
Dan aku juga lelah.
Tapi ini petualangan yang sangat hebat.
Dan pelukis yang menemukan boneka kucing itu...
...ingin melukis aku.
- Telanjang? - Jangan bodoh!
Kiki's Delivery Service [Layanan Antar Kiki]
Bosannya.
Hei! Bukankah seharusnya kamu menjaga toko?
Benar, tapi tak ada yang datang hari ini.
- Biasanya jam segini sedang ramai-ramainya. - Aku tahu, tapi yang kumaksud pelangganku.
Jiji, jika tak ada yang datang...
...selamanya aku akan makan roti,...
...sehingga jadi gemuk, gemuk, gemuk!
Jadi, apa yang harus kulakukan?
Kurasa roti makanan yang enak, disajikan jika tidak dibakar.
Kamu ini sama saja. Saat kamu jadi gemuk, lihatlah apa aku akan peduli.
Cantiknya. Katanya dia adalah seorang desainer pakaian.
Secara pribadi, aku tidak suka dengan kucingnya yang sombong.
Halo. Toko Roti Gutiokipan.
Maaf? Baik, Bu.
Sebentar lagi kita akan dapat pelanggan.
Pukul 4:30, waktu yang pas untuk mengambilnya.
Dan alamatnya?
Ya. Atap biru. Baik.
Ya, terima kasih banyak.
Dengan senang hati, Bu.
Hai.
Aku ambil yang ini.
Ya?
Terima kasih banyak.
Apa kamu masih marah padaku?
Kami mengadakan pesta klub malam ini.
Namanya klub penerbang, dan kami ingin sekali kamu bisa datang.
Ini undanganmu.
Gadis Penyihir
Ini klub sungguhan.
Semua orang akan senang sekali jika kamu bisa datang.
Ada yang bisa kubantu?
Mereka bilang kamu melayani pengiriman barang.
Oh. Maafkan aku. Ya, tentu saja.
Paket ini harus sampai malam ini. Bisakah?
Tentu saja kami bisa...
Kamu baik-baik saja?
- Uh-huh. - Boleh kubantu?
Eiigg.
Aku akan menjemputmu pukul 6:00, jadi pikirkanlah baik-baik.
Berapa biayanya?
Alamatnya di dalam atau di luar kota?
- Sudah kutulis di kotaknya. - Di kotaknya? Oh, maaf.
Osono!
Aku dapat undangan ke pesta klub terbangnya Tombo.
Bagus sekali! Itu akan jadi pengalaman yang bagus.
Tapi apa yang harus aku kenakan?
Kiki, tak perlu risau. Pakaian yang kamu kenakan itu sudah bagus.
Membuatmu terlihat cantik dan misterius.
- Sungguh? - Masih ada kerjaan lagi?
Aku hampir lupa! Ini sudah pukul 4:00!
Oh, tidak!
Tolong jaga tokonya sampai aku kembali.
Jiji! Jiji!
Mengapa kamu datang ke pesta ini jika kamu masih marah padanya?
Aku harus konsentrasi. Paket ini berat. Diamlah.
Terima kasih banyak.
Ayo, Jiji!
Pengiriman kita selanjutnya pukul 4.30.
Translated By NVM Shaman.NVM@gmail.com
Oh, itu rumah beratap birunya.
Namaku Kiki. Ada yang menelpon untuk minta layanan antar, jadi aku kemari.
Lewat sini, sayang.
- Kamu datang tepat waktu. - Ya.
Nyonya, gadis *kurirnya sudah datang. [*pengantar]
Apa? Ya ampun!
Sudah datang ya? Anggaplah seperti rumah sendiri.
- Masuklah. - Ya.
- Boleh kubawakan sapunya? - Terima kasih.
Sapu dan kucing hitam.
Ini sama seperti yang selalu Nenek buyutku ceritakan.
Namaku Kiki, dan aku adalah Penyihir.
Ya ampun, ternyata kamu anak yang manis.
Maaf, tapi kue yang seharusnya kamu antar belum matang.
Suhunya tidak mau naik.
Ada yang tidak beres.
Mesinnya tak berfungsi dengan baik saat sudah tua seperti aku.
Tadinya kuharap kamu bisa mengantarkannya selagi panas untuk pesta ulang tahun cucuku.
Ini salah satu resep kesukaanku. Ikan haring dan kue labu.
Kurasa aku harus meminta maaf.
Aku akan menelpon cucuku dan minta maaf padanya.
Aku jadi merasa bersalah karena kamu sudah kemari tanpa hasil.
Barsa!
Barsa!
Tolong ambilkan uang untuk Kiki.
Baik, Bu.
Semuanya. Bayarkan sesuai dengan perjanjian kita.
- Tolong jangan! - Tak perlu sungkan.
Ini bukan salahmu karena kuenya belum matang.
Hari ini aku tidak ada kerjaan lagi. Mungkin aku bisa membantu Nenek.
Apa oven yang itu masih berfungsi?
Maksudmu yang itu?
Dulunya hanya oven itulah yang kugunakan, tapi sudah lama aku tak membukanya.
Jika bisa gunakan kayu bakar, aku bisa membantu.
Dulu aku sering melakukannya untuk membantu Ibuku.
Tapi itu pekerjaan berat untuk menyalakan ovennya.
Itu ide yang sangat bagus, Nyonya.
Aku tak pernah suka dengan oven listrik itu, dan kita punya banyak kayu bakar.
Aku bisa menyalakannya.
Sungguh? Baiklah kalau begitu. Ayo kita coba.
Bukankah ini akan membuatmu telat datang ke pesta?
Aku tak bisa begitu saja menerima uang.
Ayo, Jiji. Kita harus cepat.
Nyonya, lihat apa yang kutemukan.
Kamu gadis yang pintar, sayangku. Ibumu pasti mendidikmu dengan baik.
Ya ampun, ternyata berhasil.
Ini lebih baik daripada yang pakai listrik.
Tinggal menunggu waktu.
Ya, bagus sekali. Kamu berhasil.
Dan sekarang, kita tinggal menunggu saja.
- Sekitar 40 menit atau lebih. Benar, kan? - Tepat sekali.
- Jadi mengapa kita tak istirahat sebentar? - Apa Nenek butuh bantuan lainnya?
Oh ya, jika kamu tidak keberatan.
Terima kasih banyak.
Sama-sama.
- Kamu akan terlambat datang ke pestanya. - Berhentilah khawatir.
Hanya butuh 15 menit untuk sampai di sana jika terbang dengan cepat.
Apa kamu ingin minum secangkir teh? Aku baru saja membuatnya.
Nenek baru ingat. Apa kamu tidak telat datang ke pesta?
Itu bukan masalah. Hanya butuh 15 menit dari sini.
Tapi sayangku, jam itu terlambat 10 menit.
- Bagaimana ini? - Lihatlah apa kuenya sudah matang.
Barsa! Barsa!
- Apa ini sudah matang? - Sudah harum, jadi sebaiknya kamu bergegas.
Segeralah berangkat!
- Baiklah. - Jangan lupa uangmu.
- Ini terlalu banyak. - Tapi tidak sebanyak bantuanmu.
Cepatlah Kiki, atau kamu akan terlambat!
- Selamat bersenang-senang. - Hati-hatilah di jalan.
Kenapa jadi mendung begini?
Sungutku bergetar.
- Apa sebaiknya kita berteduh saja? - Tidak! Nanti kita bisa terlambat!
Lagipula, makanannya akan jadi dingin jika kita berteduh.
Ya?
Ada kiriman.
Tapi sudah basah semua.
Maaf. Turun hujan dalam perjalanan. Tapi kuenya tidak kena hujan.
Aku sudah bilang pada Nenek aku tidak menginginkannya.
Ada apa?
Nenek mengirimkan kue ikan haring jeleknya lagi!
Oh ya, tolong tanda tangani tanda terima ini.
Aku benci kue buatan Nenek.
Dia tidak pantas jadi cucunya Nenek itu.
Menurutmu kita masih bisa datang tepat waktu?
Kiki, lihat! Ada Tombo di bawah sana!
Kita masih bisa datang.
Kiki? Kami sangat mencemaskanmu.
Bocah itu menunggumu sangat lama.
Tidak penting lagi. Aku tak bisa pergi dengan pakaian basah kuyup begini.
Kiki, ada apa?
Apa kamu sakit?
Kita harus makan. Aku sangat lapar.
Kiki!
Kurang enak badan, ya?
- Kamu demam. - Kepalaku sakit sekali.
Ya ini karena kamu kehujanan semalam.
Apa aku akan mati, Osono?
Kamu hanya deman. Aku akan mengambilkan obat.
Dan kamu harus makan.
Aku tidak lapar.
Sebaiknya kamu makan sekarang.
Bagaimana kalau aku buatkan bubur? Kamu juga mau, Jiji?
Bubur obat paling mujarab untuk demam.
Ini, Jiji.
Hati-hati masih panas.
Makanlah buburmu sebelum jadi dingin.
Haruskah aku makan?
Kalau kamu ingin cepat sembuh.
Bocah itu tadi datang ke toko.
Saat kubilang kamu sedang sakit, dia bilang ternyata Penyihir juga bisa sakit.
Oh ya. Dia juga bilang akan menjengukmu nanti.
Oh, tidak!
Sudah kuduga kamu akan bilang begitu, jadi aku menolaknya dengan sopan.
Kamu kelelahan. Istirahatlah.
Aku akan buka jendalanya biar udara segar bisa masuk.
- Osono. - Hmm?
Um, tidak apa-apa.
Jiji!
Jiji!
Apa?
Jiji! Sarapannya sudah siap!
Kiki?
- Merasa lebih baikkan? - Jauh lebih baik, terima kasih.
Maaf. Aku tidak sadar bangun kesiangan.
Tidak apa-apa. Turunlah nanti. Aku ingin meminta bantuan.
Baik.
"Koppori". Benar begitu?
Uh-huh. Apa segini cukup?
Tidak usah. Tempatnya dekat dari sini.
Jangan sungkan. Kerja tetap kerja.
Dan jangan lupa antarkan langsung kepada orangnya.
Jiji!
- Kamu ada kerjaan? - Ini tidak jauh.
Siapa temanmu itu?
Namanya Lily. Aku akan turun.
Tidak usah. Aku akan segera kembali. Senang bertemu denganmu, Lily.
Indahnya.
Hei! Gadis Penyihir!
Lagi jalan-jalan?
Uh.. Uh-uh.
Aku lagi mencari seseorang yang bernama Koppori.
Hei, itu namaku!
Tunggulah di bawah sana. Aku akan segera menemuimu.
Ohh...
Pasti Osono yang merencanakan ini.
Terima kasih.
Aku mau minta maaf karena telah membuatmu menunggu tadi malam.
Maaf, karena aku kamu jadi sakit.
Mau masuk ke dalam? Ada yang ingin kutunjukkan padamu.
Ayo! Cepatlah!
Pesta semalam itu untuk merayakan keberhasilan pembuatan ini.
Ini adalah pesawat bermesin manusia.
Kamu menyukainya?
Kami akan merakit sayap dan rangkanya di rumah temanku.
Aku berencana menerbangkan ini selama liburan musim panas.
Hei! Ayo kita pergi ke tempat balon udara yang mendarat darurat itu!
Balon udara?
Kamu tidak melihatnya di TV?
- Aku tidur. - Kalau begitu kita harus melihatnya!
- Kita akan pergi menggunakan ini? - Kenapa tidak?
Aku harus latihan bagaimana pun juga. Melatih kedua kakiku.
Baiklah. Kamu siap?
Aku belum pernah naik sepeda sebelumnya.
Astaga! Rasanya menyenangkan!
Tahan sepedanya dengan kakimu sampai baling-balingnya berputar.
Ayo!
Naikkan kakimu!
- Haruskah aku turun? - Jangan!
Lebih cepat! Ayo!
Keren sekali!
Rebahkan badanmu ke dalam saat kita masuk tikungan.
Jika tidak sepedanya tak bisa belok dengan baik.
Sekarang!
Bagus! Kamu melakukannya dengan baik!
Yipie! Ini hebat!
Wahh...
- Itukah balon udaranya? - Ya.
Kita terbang!
Tombo, kamu tidak apa-apa?
- Ya. Kamu baik-baik saja? - Aku baik-baik saja.
Apa wajahku terlihat selucu itu?
Maaf, tapi saat kita terbang melewati jurang itu, aku sangat ketakuan!
Aku juga sangat ketakutan.
Aku yakin kamu menggunakan suatu sihir.
Aku tidak yakin. Aku sangat ketakutan.
Aduh sepedamu... Jadi rusak.
Oh, tidak! Aku dalam masalah!
- Tolong jaga sepedaku. - Ada apa?
Aku mengayuhnya terlalu kuat!
Tunggulah di sana!
Pasti menyenangkan mengelilingi dunia dengan sebuah balon udara seperti itu.
Bagaimana rasanya, saat kamu terbang pertama kali?
Aku tidak ingat. Aku masih terlalu kecil untuk mengingatnya.
Tapi kata Ibuku, aku tak takut sedikit pun.
Oh Tuhan, aku ingin sekali terlahir dari keluarga Penyihir.
Kamu tinggal terbang dengan gagang sapu, sedangkan aku...
...hanya ini yang bisa kulakukan. [mengayuh sepeda]
Aku merasa terbang tak semenyenangkan itu. Bagiku ini hanyalah bagian dari pekerjaan.
Tapi menurutku itu hal hebat di mana bakatmu bisa digunakan untuk kerja.
Aku hanya merasa kurang percaya diri.
Aku senang sekali bersamamu hari ini.
Rasanya jadi lebih baik dengan duduk di pinggir lautan.
Aku bisa mengajakmu ke sini kapan pun sekalian aku latihan juga.
- Kamu orang yang sangat baik. - Baru tahu, ya?
Dulu kukira kamu anak nakal.
Ibuku juga bilang begitu.
"Dasar anak nakal! Berhenti pandangi langit dan kembali baca buku-bukumu!"
- Tombo! - Hah?
- Hei! Tebaklah! - Apa?
Ada yang menarik! Kemarilah!
Aku segera kembali. Tunggu di sini.
Mereka bilang kita bisa masuk ke dalam. Kamu mau ikut?
Mereka apa? Wow! Tentu saja!
Hei, siapa pacarmu itu?
Dia Kiki si Penyihir. Kiki, kemarilah!
Mereka akan menunjukkan bagian dalam balon udara itu!
Tidak, terima kasih.
Ah, ayolah. Pasti menyenangkan.
Gadis kurir. Aku salut padanya.
- Maksudmu dia sudah bekerja? - Wah, betapa mandirinya.
Ayo, aku kenalkan pada mereka.
Tidak, terima kasih. Selamat tinggal.
Ada apa?
Tu... Tunggu.
Apa yang membuatmu begitu marah?
Aku sama sekali tidak marah.
Ada banyak pekerjaan yang harus kuselesaikan, jadi jangan ganggu aku.
Tombo, ayo pergi!
Jiji, kurasa ada yang aneh pada diriku.
Aku bertemu banyak teman, tapi tiba-tiba aku jadi tidak betah bersama mereka.
Itu sisi lain diriku, sisi yang periang dan jujur pergi entah ke mana.
Kamu sudah punya teman baru.
Jiji, tidak apa-apa jika kamu sudah punya pacar.
Tapi kamu tidak boleh telat bila waktunya makan.
Dan cucilah piringmu sendiri!
Apa maksudmu me-ngeong seperti itu?
Jiji.
Oh, tidak! Bicaralah padaku!
Maksudmu kamu tak bisa bicara lagi?
Jiji!
Aku heran apa yang terjadi padanya.
Aku tak bisa memahami apa yang dikatakannya lagi.
Astaga!
Kekuatanku hilang.
Aduh!
Kamu tak bisa terbang lagi? Kamu kehilangan sihirmu?
Kekuatanku melemah, jadi kurasa aku harus istirahat dulu mengirim barang.
Tapi aku akan giat bekerja di toko roti,...
...jadi kumohon izinkan aku tetap tinggal di kamarku.
Tentu saja kamu boleh tinggal.
Apa kekuatanmu akan kembali?
Aku tidak tahu. Mungkin saja. Aku bisa buat sapu lagi, tapi...
Lihat!
Kiki. Ini aku, Tombo. Kamu melihatku tadi?
Aku melambai ke arahmu dari balon udara.
Pak Kapten mengajakku untuk *test flight. *penerbangan percobaan
Rasanya hebat sekali!
Halo? Kiki, kamu masih di sana?
Tolong jangan menghubungiku lagi.
Apa? Aku bisa mendengarmu dengan jelas.
Pak Kapten bilang Ia ingin bertemu denganmu.
Halo, halo! Halo!
Ada apa, Kiki? Kamu terlihat murung.
Aku masih berlatih untuk jadi seorang Penyihir.
Jika aku kehilangan sihirku, itu artinya aku kehilangan segalanya.
Kiki!
Hai!
Karena kamu tidak juga mengunjungiku, jadi aku harus mengunjungimu.
- Maaf. - Aku kemari sekalian berbelanja.
Masuklah. Pekerjaanku sudah selesai sekarang. Kita bisa istirahat sejenak.
Dengan senang hati.
- Kamarmu bagus. - Silakan dimakan.
- Aku mau membuat teh. - Aku tidak, terima kasih. Ada susu?
Tentu.
Tak dapat dipercaya.
Versi hidup dari boneka kucing itu. Kamu Jiji, kan?
Bagaimana kabar bisnis pengirimannya?
- Buruk, ya? - Aku tidak melayani pengiriman lagi.
Sepertinya kamu sedang sedih.
Aku tak tahu hal seperti itu bisa menimpa para Penyihir.
Mengapa tidak berkunjung dan tinggal di tempatku?
Mintalah cuti pada bosmu. Dia akan mengerti.
Jiji, bagaimana menurutmu?
Lebih memilih bersama pacarmu?
Ayo! Kita pergi!
Bisnya mau berangkat!
Aku lelah sekali.
Alangkah indahnya.
Translated By NVM Shaman.NVM@gmail.com
Pasti dia sudah buta, melewatkan begitu saja dua gadis cantik di depannya.
Apa maksudmu, kamu mengira aku laki-laki?
Ya, lihatlah caramu berpakaian.
Katakan pria mana yang punya kaki semulus ini, Pak.
- Burung-burung gagak! - Kami sudah jadi seperti sahabat.
Wahh...
Halo semuanya. Kami pulang.
Selamat siang. Maaf aku telah mengganggu kalian sebelumnya.
Anggap saja seperti rumah sendiri selagi aku mengambil air.
Kamu suka?
Luar biasa.
Idenya datang saat pertama kali kita bertemu.
Tapi wajahnya belum kulukis dengan benar.
Sudah lama aku menunggumu kembali.
- Maksudmu, itu aku? - Ya.
Maukah kamu jadi modelku?
Tapi aku tidak cantik.
Kamu punya wajah yang menawan.
Lagipula, sekarang kamu semakin cantik dari sebelumnya.
Ayo. Duduklah. Di sebelah sana.
Naikkan sedikit kepalamu.
Pandangan lurus ke depan. Jangan bergerak. Bagus sekali.
Melukis dan kekuatan sihir kelihatannya sangat mirip.
- Terkadang ada yang tak bisa kulukis. - Benarkah? Lalu apa yang terjadi?
Kiki, jangan melihat ke arah sini.
Tanpa harus pikirkan bagaimana, biasanya aku bisa langsung terbang.
Sekarang aku bahkan tidak ingat caranya terbang.
Di saat seperti itu, yang kulakukan adalah melukis.
Dengan begitu rasa frustasiku bisa hilang.
- Tapi tetap saja, bila aku tak bisa terbang... - Tinggal berhenti saja.
Pergi jalan-jalan, melihat pemandangan, tidur-tiduran di siang hari.
Jangan hanya melakukan satu kegiatan.
Lalu, tiba-tiba... Aku bisa melukis lagi.
Mungkin itu akan membantu.
Percaya padaku. Itu akan berhasil. Ayo, jangan merusak gayanya.
Saat aku seumuranmu, cita-citaku menjadi artis.
Tapi aku sangat suka melukis. Begitu sukanya sampai aku lupa tidur.
Kemudian pada suatu hari, tiba-tiba aku tak bisa melukis lagi.
Tapi terus mencoba, tapi hasilnya tetap mengecewakan.
Aku menyadari kalau aku hanya meniru lukisan orang.
Meniru lukisan yang pernah kulihat sebelumnya.
Lalu aku bersumpah akan membuat lukisan karyaku sendiri.
Pasti itu sangat berat.
Tapi setelah itu... Aku menemukan jawabannya.
Kurasa aku menemukan arti dari melukis, apa dan mengapa aku melukis.
Untuk terbang, kamu tidak mengucapkan mantra atau semacamnya, kan?
Mmm. Kami terbang bersama jiwa kami.
Jiwa Penyihir? Itu dia! Itulah apa yang kumaksud.
Jiwa Penyihir. Jiwa Artis.
Jiwa Pembuat Roti!
Kurasa itu pasti kekuatan yang dianugerahi Tuhan.
Terkadang kekuatan itu membuatmu sedih.
Kurasa aku harus lebih mendalaminya.
Sebelumnya aku tidak pernah melatih kekuatanku.
Aku senang sekali kamu jauh-jauh datang untuk menemuiku.
Kamu membuatku mengerti apa arti kekuatan itu.
Sering kali aku merasa ragu dengan hasil lukisan itu...
...setelah membandingkan dengan lukisan lainnya.
Kenapa? Lukisan itu sangat bagus.
Saat aku melihatmu hari ini...
Aku melihat wajah sedihmu dan terbesit, "Aku telah menemukannya!".
- Aku tahu aku bisa melukismu. - Tidak adil!
Tentu saja itu adil.
- Mari kita tidur. - Ya.
- Maaf aku memakai tempat tidurmu. - Jangan dipikirkan.
Bolehkah kapan-kapan aku mengunjungimu?
Tentu saja. Kapan pun selama musim panas. Aku juga akan sempatkan mengunjungimu.
Balon udara *Freedom Adventure... *Petualang Kebebasan
...barusan ini jatuh dalam pendaratan darurat...
...dikarenakan hujan lebat tepat di luar batas kota...
...saat ini telah berhasil diperbaiki.
Halo. Toko Roti Gutiokipan.
Ah, Kiki.
Kalau begitu hati-hatilah dan jangan lupa istirahat.
Oh ya...
...Nenek yang dulu kamu bantu punya pekerjaan untukmu.
Haruskah aku menolaknya?
Sudah kubilang padanya kamu pergi untuk sementara waktu, tapi Ia tetap memaksa.
Kalau begitu mampirlah ke sana saat kamu pulang. Dah.
- Selamat siang. - Wah, wah.
Kami sudah menunggumu. Masuklah.
Lima menit lagi sebelum lepas landas.
- Senang sekali bertemu dengan Nenek lagi. - Aku senang kamu datang.
Maaf karena aku tidak berdiri, karena kakiku sedang sakit.
Barsa, bawakan paketnya.
Ya!
Mudah-mudahan balon udaranya belum berangkat.
Belum.
Barsa suka sekali melihat balon udara itu.
Aku penyuka petualangan.
Tolong kecilkan suaranya.
Kiki, maukah kamu membuka kotaknya?
Ya.
Apa ini?
Maukah kamu mengantarkannya pada seorang gadis bernama Kiki?
Saat ini dia sangat butuh bantuan.
Ini sebagai tanda rasa terima kasihku.
Dan maukah kamu menanyakan padanya kapan dia akan berulang tahun lagi?
Jadi aku bisa membuatkan dia kue lainya.
Kiki.
Tentu saja. Dan aku yakin, Kiki pasti ingin tahu kapan ulang tahun wanita itu...
...jadi dia akan bisa memberikan suatu hadiah padanya.
Kamu sudah sepakat.
- Apa yang terjadi? - Ada bencana hebat.
Oh, tidak! Tali-tali penahan balon udaranya putus!
Balonnya tepat mengarah ke depan juru kamera kami.
Ya Tuhan, balonnya akan...
Oh! Mereka selalu saja membuatku penasaran pada adegan krusialnya!
Angin ini selalu datang di pertengahan musim panas.
Anginnya segera menerjang kita.
Anginnya akan berlalu dengan cepat. Jangan cemas.
Oh, sudah mengudara lagi.
Balonnya benar-benar tegak lurus!
Freedom Adventurer sedang diterjang badai...
...angin kencang bertiup dari lautan!
Ya ampun, sungguh mengerikan.
Balonnya terlepas dari tali penahannya dan membuatnya dalam posisi vertikal.
Sungguh mengerikan,...
...usaha terakhir dilakukan untuk menurunkan balon udaranya.
Serta mencegahnya terbang.
Sangat diragukan apakah usaha ini akan berhasil... Astaga! Tidak berhasil!
Itu temanku Tombo, yang bergelantungan pada tali itu!
Balon udaranya terangkat seringan mainan!
Terdapat seorang bocah berpegangan pada tali itu!
Dia terbawa terbang bersama mobil polisi itu!
Tak bisa kupercaya atas apa yang kulihat! Oh, astaga!
- Kamu yakin dia temanmu? - Aku harus pergi!
- Hati-hatilah! - Oh, sayang. Apa yang terjadi?
Bertahanlah, nak! Tetaplah berpegangan yang erat!
Lepaskan heliumnya dari bagian belakang!
Seluruh warga kota diharapkan tetap tenang. Jangan panik.
Gas helium yang ada di dalam balon udara tidak akan meledak.
Tombo.
Ada kabar dari anak yang berpegangan pada tali itu?
Kabar terakhir mobil polisinya jatuh ke dalam kolam!
Tolong kosongkan jalanannya! Naiklah ke trotoar!
Jangan menutupi jalanannya!
Kamu baik-baik saja?
Kumohon, Pak, boleh kupinjam sapu anda?
- Hah? - Aku janji akan segera mengembalikannya.
- Kalau begitu gunakanlah. - Terima kasih banyak!
Terbang.
Oh, ya ampun!
Terbanglah yang benar, atau aku akan membakarmu!
Ternyata anak itu selamat...
...tapi balon udaranya dalam jalur tabrakan dengan menara jam!
Jika arah angin tidak berubah...
...Freedom Adventurer dipastikan menabrak menaranya!
Kita harus terbang lebih tinggi! Kita akan menabrak menaranya!
Heliumnya tidak cukup!
Sebelum kita menabrak, lompatlah ke menara!
Siap, Kapten!
Hei! Sebelah sini! Ayo!
- Awas! - Pegang ini!
Lebih cepat!
Jangan berani kamu!
Itu suara gas helium yang bocor.
Entah bagaimana kondisi anak itu. Dari tempat aku berdiri... Oh, tidak!
Terlalu banyak gas yang keluar, dan balonnya jatuh!
Balonnya menabrak gedung lainnya!
- Hei, lihat! Di sebelah sana! - Ini keajaiban!
Anak itu memutuskan untuk tetap berpegangan pada tali.
Tapi sekarang bagaimana cara menyelamatkannya?
Anak itu berpegangan demi hidupnya.
Sesuatu baru saja terbang melintas!
Burungkah?
Bukan, bukan, itu seorang gadis! Seorang Penyihir!
Benar, ada gadis cilik melayang tinggi di udara!
Wow! Ayo, Kiki!
Dia sudah bisa terbang sekarang!
Ayo!
Tombo!
Kiki!
Jadilah sapu yang baik dan bantulah aku!
Bertahanlah, nak! Jangan menyerah!
Bertahanlah! Sedikit lagi!
Tombo!
Kiki!
Bertahan! Jangan menyerah!
Jangan menyerah, nak.
Jangan menyerah! Jangan menyerah!
Dia menangkapnya di udara!
Tak pernah kulihat kejadian menakjubkan seperti ini!
Mereka mendarat dengan selamat. Pemandangan yang sungguh indah!
Semua orang di atas kapal tampak baik-baik saja.
Sapu itu milikku. Aku sendiri yang memberikan sapu itu padanya.
Dia berhasil! Dia berhasil!
Kamu sangat berani, Kiki.
Kamu melakukan pekerjaan hebat!
Sebaiknya hubungi Rumah Sakit. Aku sudah mau melahirkan.
Jiji!
Translated By NVM Edit Timing By MeraihMimpi
Pengisi Suara: Minami Takayama Rei Sakuma
Mieko Nobuzawa Keiko Toda
Kappei Yamaguchi Hiroko Seki
Koichi Miura Haruko Kato
Pengarah Musik: Isao Takahata Pelantun Lagu Tema: Yumi Arai
Sebuah Film Dari Studio Ghibli
Kita baru saja dapat surat dari Kiki!
"Ayah dan Ibu tercinta, bagaimana kabar kalian?"
"Aku dan Jiji dalam keadaan sehat."
Segala sesuatu di tempat kerja kelihatannya berjalan dengan baik.
Aku bahkan lebih percaya diri sekarang.
Masih ada saat-saat di mana aku merasa sedih,...
...tapi dari kesemuanya, aku sangat menyukai kota ini.
TamaT
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.