Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sebelumnya di Robin Hood.
Bebaskan dia dari tugasmu. Katakan satu hal padaku,
bahwa kau tak mencintaiku./ Pertanyaannya,
apakah aku ingin mencintaimu, dan jawabannya tidak.
Antarkan ini kepada Ratu, dan kau takkan melihatku lagi.
Tetap dekat dengan pangeran.
Lihat apa lagi yang ia ungkapkan.
Mencari restu Paus?/ Kubaca dari tulisannya sendiri.
Apa yang kau lakukan?/ John punya banyak wajah,
namun sedikit yang sejati.
Sekadar bisik pemberontakan bisa menyeret Raja Henry ke galai.
Desamu akan terbakar, rakyatmu akan berdarah.
Karena dirimu, Saxon yang baik akan digantung.
Robin Hood, kurasa.
Si buronan membebaskan mereka. Tak tersisa satu pun.
Bagus. Kini aku punya mata dan telinga di perkemahan Robin Hood.
Terjemahan oleh Dust
Baron Warick.
Kita bertemu lagi.
Berlutut.
Aku pernah mengampunimu, Baron.
Seharusnya kau membiarkannya.
Raja akan mendengar apa yang kau lakukan.
Dan saat itu terjadi, dia akan mengejarmu!
Dasar Saxon!
Itu yang kuharapkan.
Bawa dia. Orang Sheriff segera datang.
Jalan.
Di sini, sebuah gua besar.
Dua ratus Saxon menjadikannya rumah.
Dan mereka menerimamu?
Ya, mereka melihat petani yang dizalimi.
Dan Locksley?/ Hidup dan baik-baik saja.
Mantap sebagai pemimpin mereka.
Kembalilah kepada mereka.
Bunuh dia...
sebelum aku kembali dari London...
dan kau menghemat banyak urusanku.
Ini sekarang,
dua kali lipat jika kau berhasil.
Koin itu... lebih berat dari emas, ya?
Marian?
Ya, Paduka?
Kau ceroboh bekerja karena pikiranmu melayang.
Pada sebuah koin.
Ini bukan sembarang koin.
Ada segel...
Baron Warick.
Bagaimana kau mendapatkannya?
Robert dari Locksley.
Robin Hood.
Dan dia memberikannya padamu?
Di sini?
Ya, ia memintaku memberikannya padamu.
Anak yang cerdik.
Dan kau tak langsung memberikannya padaku?
Aku mencoba, tapi Paduka sudah berangkat ke pedesaan.
Koin itu sebuah pesan, bukan?
Pesan apa?
Kabar buronan di Midlands sampai ke sini.
Aku tahu Rob memimpin mereka.
Dan kini aku bertanya-tanya
apakah ia melakukannya dengan restumu,
Paduka.
Selalu berani, Marian.
Terus mempertanyakan seorang ratu.
Aku hanya menjalankan tugasmu, untuk melihat dan melapor,
dan yang kulihat, pemberontakan di Nottingham
bisa melayani lebih dari satu tujuan.
Koin itu bukti...
bahwa ia melakukan apa yang ia sumpahkan padaku.
Menyerang sekutu Raja.
Dan dengan itu ia meraih kebebasannya?
Ya, tapi itu bukan yang ia inginkan.
Ia menawar kebebasanmu,
dan itu satu-satunya harga yang ia sebutkan.
Bahkan kurasa ia tak melakukannya demi rakyatnya.
Aku berani bertaruh, ia melakukannya demi dirimu.
Rob.
Kenapa kau membawa Warick ke sini?
Tolong... aku bisa membayarmu mahal.
Dengan apa? Emasmu sudah kami ambil.
Aku punya lagi. Tersembunyi.
Bebaskan aku, akan kutunjukkan.
Lalu apa lagi yang kau janjikan? Permata mahkota?
Kau tak punya apa-apa lagi./ Jangan bodoh.
Kematianku tak memberimu apa pun.
Aku akan membayar.
Kami mencari bayaran dengan cara lain.
Biarawan! Ampun, kumohon, tolong.
Ampun?
Apakah kau menunjukkan ampun
saat membakar ladang Saxon
dan membiarkan anak-anak kelaparan?
Saat mengusir pria dan wanita dari rumah mereka?
Saat menodai putri-putri mereka?
Tidak, kau tidak melakukannya.
Orang sepertimu tak pernah berhenti.
Sampai kubur menelanmu.
Kau meminta penuntasan.
Jangan, hentikan! Cukup!
Rob, aku tak punya simpati pada pria ini, tapi dia tak bersenjata.
Ayahku juga begitu.
Rob, ini tak benar.
Dia bersalah.
Kita semua juga.
Atas sesuatu!
Amarah... kesombongan...
kelemahan, kegagalan di mata Tuhan.
Tuhan akan mengadili kita atas perbuatan hari ini.
Ini bukan urusanmu!
Ini urusan Saxon.
Dan ini bukan tempatmu... Biarawan.
Sebaiknya kau pergi.
Serahkan pisaunya, Ralph.
Berikan padaku, Nak.
Tak apa.
Berikan pisaunya.
Apa yang kau lakukan?
Dia membunuh adikku.
Aku berdoa semoga Tuhan bisa...
Paduka, Sheriff Nottingham.
Sheriff.
Paduka.
London bersinar lebih terang dengan putrimu di sini.
Kuharap kau tak datang untuk membawanya kabur.
Tidak, Yang Mulia.
Celene.
Jadi, apa yang membawamu sejauh ini?
Janji yang kubuat padamu di Nottingham,
kini kutepati.
Aku tahu tempat Robin Hood bersembunyi.
Dan setelah serangannya yang terang-terangan,
aku akan membuatnya membayar.
Sebuah gua jauh di hutan.
Lokasinya terlindungi
di antara Sungai Meden
dan Punggung Bukit Selatan ini.
Inilah sarang mereka.
Dan kau menginginkan prajurit.
Dua ratus.
Sisanya akan kusediakan.
Itu akan cukup untuk mengakhiri ini.
Baiklah, Sheriff, ketekunanmu diperhatikan,
namun waktumu kurang tepat.
Raja telah mengutus Guy of Gisborne...
untuk memulihkan ketertiban di Nottingham.
Saat kau kembali, dia akan menunggumu
dengan 350 orang
dan mandat bertanda Mahkota.
Langkah yang dimainkan dengan baik.
Tujuanmu tercapai.
Seandainya niatku sesederhana itu.
Gisborne pria kejam, bejat.
Seperti kawanan belalang,
dia tak menyisakan apa pun selain kehancuran.
Kehadirannya menghambatku sekaligus mengancammu.
Mengancamku?
Nottingham tak butuh dua penguasa.
Jika Gisborne berhasil,
gelarmu akan jadi tak lebih dari...
hiasan sulam.
Anehnya,
kepentingan kita kini sejalan.
Untuk tujuan apa?
Kau bukan orang bodoh.
Kau tahu mengapa aku ke Nottingham.
Ya, memaksa Raja kembali ke Inggris.
Yang jelas kau coba cegah.
Kini keprihatinanmu...
lebih sederhana.
Gelar, jabatanmu...
lehermu.
Kau melihat jalan yang menguntungkan kita berdua?
Begitu pula kau.
Kau harus mempertahankan milikmu.
Gisborne bukan orang biasa.
Dia Kesatria Kerajaan.
Anjing perang kesayangan Raja.
Namun anjing terganas pun harus disingkirkan...
jika mengancam tuan yang salah.
Kau meniliku mampu berkhianat dengan begitu santai?
Menurutku kau cerdas.
Seseorang yang melakukan apa yang perlu,
saat yang lain tak berani.
Menurutku kau mencintai Nottingham
dan semua yang telah kau bangun.
Gisborne akan membakarnya hingga rata.
Aneh bagaimana takdir menata para pemainnya.
Kau dan aku, berdampingan.
Dunia yang aneh untuk dihuni.
Begitu banyak kejutan.
Aku belum menyetujui tawaranmu.
Nanti.
Jangan takut, Sheriff.
Sejarah punya sebutan lebih lembut bagi pengkhianat yang menang.
Negarawan.
Hei, Tuck, tunggu.
Apa yang kau lakukan?
Aku tak bisa lagi jadi bagian dari ini.
Bagian dari apa, keadilan?
Dari kebusukan, Rob.
Dari melihatmu menghancurkan dirimu sendiri
dan semua yang mengikutimu.
Kau sudah lupa siapa dirimu sebenarnya.
Dan pria seperti apa itu?
Pria yang memimpin Saxon menuju sesuatu yang lebih besar.
Aku berusaha memimpin mereka menuju kebebasan, Tuck.
Dan jika mereka meraihnya namun kehilangan jiwa,
itu hanya penjara lain,
dan kaulah yang membangunnya.
Dengarkan dirimu sendiri.
Kau pergi lalu menyebutnya kebajikan, padahal bukan. Kau pengecut.
Tak lebih dari itu.
Kau diciptakan untuk lebih dari ini.
Lebih dari dirimu sekarang.
Ayah pergi?
Kupikir Ayah akan tinggal makan malam bersama Marshal dan aku.
Setelah semua ini selesai.
Untuk saat ini, kau tetap di sini,
sampai Nottingham aman kembali.
Aman?
Mengapa Ayah datang menemui Ratu?
Urusan negara.
Tak lebih?
Bukankah itu cukup?
Ayah... apa yang terjadi?
Hood bersembunyi di sebuah gua
di antara Meden dan Punggung Bukit Selatan.
Ayah datang untuk menghimpun pasukan,
namun Raja telah mengirim Gisborne dan pasukannya.
Aku paham./ Untuk saat ini, kau tetap di sini.
Tak perlu khawatir.
Ayah akan menanganinya.
Nasib Hood telah ditentukan.
Dan Gisborne?
Priscilla...
tak perlu khawatir.
Aku menyayangimu, Ayah.
Dan Ayah menyayangimu.
Tinggallah di sini hingga kau mendengar dariku.
Gisborne.
Kedamaian telah melembutkanmu, rupanya.
Dan kau masih bepergian dengan raksasa.
Namun setidaknya kau kehilangan hasrat membuat pintu masuk megah.
Hah, masih tajam.
Dan masih berlagak di daerah terpencil.
Belum sepenuhnya Tuan.
Hanya seorang Earl.
Kita akan memperbaikinya.
Kau akan kelelahan.
Jika tak ada yang patah lebih dulu.
Kita butuh kayu.
Biarawan itu tak seharusnya di sini.
Biarkan dia pergi. Tutup dindingnya dan lanjutkan.
Tapi bagaimana jika dia benar?/ Tentang?
Tentang Warick.
Warick itu sampah.
Musuh kita, dan dia memilihnya.
Tewas di pertempuran atau di gua, apa bedanya?
Karena kita,
keluarga Saxon tidur lebih aman.
Cara kita bertarung tak penting?
Kedengaran seperti Norman.
Karena kau terus mendengarkan mereka.
Tuck tak bertarung.
Dia berkhotbah.
Jadi apa gunanya bagi kita?
Kau banyak bicara.
Itu hanya kebisingan yang menyamar sebagai kepastian, John.
Inilah yang pasti.
Mereka yang memulai.
Denganmu. Denganku.
Mereka membunuh orang-orang kita.
Mereka merampas sesuka hati selama seabad,
dan kini kita melawan.
Kotor atau bersih, tak masalah.
Kau pikir ada jalan keluar yang bersih?
Tidak ada.
Sayangnya, anggur Inggris tak begitu istimewa.
Mungkin kau lebih suka menikmati anggur di Roma.
Kudengar kau akan pergi ke sana segera.
Aula ini punya telinga, ya?
Istana selalu bergema, John, nyaring.
Dan apa kata gema itu?
Cukup untuk membangkitkan kekhawatiran seorang ibu.
โKekhawatiran.โ
Kau sungguh paham apa yang kau minta?
Restu Paus tak diberikan,
itu dibayar dengan darah, jasa, dan waktu.
Butuh setahun bagi ayahmu untuk meraihnya,
dan itu pun terjadi melalui cara yang kuatur.
Jadi takhta itu hasil perbuatanmu.
Tak kusangka Ibu menganggap dirimu ratu sekaligus badut istana.
Ayahmu tak merebut mahkotanya.
Dia menerimanya dari tangan yang lebih cakap darinya.
Ibu bisa menawarkan bantuan serupa.
Tapi tidak.
Ibu hanya akan mengulur,
mengalihkan perhatian,
memasang jebakan,
bersekongkol di balik pintu tertutup agar aku jauh dari satu hal
yang akan Ibu berikan pada Richard kesayanganmu tanpa ragu.
Lagipula...
Ibu keliru mengira pria yang bergerak sebagai pria yang membutuhkan.
Jika kau sungguh percaya
restu Paus begitu berkuasa...
seberapa besar menurutmu bobot ketidakrestuannya?
Ayah benar tentang dirimu.
Ibu lebih seperti ular daripada istri atau ibu.
Tak heran dia menjauhkanmu sejauh satu benua.
Marian.
Aku membawa kabar./ Apa itu, Tuan?
Aku akan meninggalkan London lebih cepat dari rencana.
Sudahkah kau memikirkan tawaranku lagi
untuk mengunjungi taman di Fontainebleau?
Sudah.
Maaf, aku tak bisa.
Tugasku mengikatku.
Begitu rupanya.
Namun...
Aku ingin memberimu sesuatu.
Hadiah.
Hadiah?
Kau kira aku tak akan sadar anjing kesayangan ibuku
mengendus urusanku?
Mengais rahasia seperti sisa di lantai?
Cium, cium, cium!
Saat aku menjadi raja, akan kubelah perutmu
dan kuberikan kau pada babi, namun hanya setelah
aku memanfaatkanmu untuk kesenanganku.
Aku bersumpah.
Kau mengerti?
Kau mengerti?!/ Ya!
Ya... apa?
Ya, Pangeran.
...mengelilingi dirinya dengan para kaki tangan!
Bertingkah bukan seperti sheriff, melainkan seperti raja!
Raja Nottingham!
Tak kusangka kau akan menetap sejauh ini.
Nottingham, dari semua tempat.
Aku tidak menetap.
Terjebak. Rupanya darah tak lagi membeli segalanya.
Dan jadi...
seorang Earl dari lubang busuk.
Masih lebih tinggi daripada bajingan bersenjata pinjaman.
Masuk akal.
Henry bilang Sheriff sangat menghargai tempat ini.
Apa yang dia lihat yang tak kulihat?
Dua hari ke Wash, dua ke York, Dover.
Tak jauh, tempat sempurna
untuk mengendalikan perdagangan, setidaknya begitu kata Sheriff,
seolah ia membangun London berikutnya.
Namun dia membiarkan seorang penjahat berkeliaran.
Dia bicara soal keadilan,
tapi kehilangan nyali untuk menuntutnya.
Aneh.
Perang mengeraskan kebanyakan orang.
Tidak dengannya, tampaknya.
Kalau menurutku...
Satu-satunya yang ia bawa pulang dari Perang Salib hanyalah alasan.
Raja tak sependapat.
Kesabarannya habis.
Ia ingin pemberontakan ini diakhiri sebelum meluas.
Dengan harga berapa?
Tak ada yang mengingat biayanya,
hanya siapa yang menang.
Seharusnya kau menyulut bagian yang kering.
Bukan sekadar membenturkannya dan berharap berhasil.
Aku tahu cara menyalakan api.
Benarkah?
Lihat itu.
Nona Isabel.
Sang Nona Api.
Kau dari mana, Spragart?
Kurasa aku tak tahu.
Tak tahu, sungguh.
Tak begitu ingat sejauh itu.
Kecuali hal pertama yang kucuri.
Kue jelai.
Kau tak pernah serius, ya?
Aku sangat serius. Aku lapar,
sendirian, dan harus makan.
Di mana ibumu? Ayahmu?
Ayahku tak pernah ada.
Ibuku... tak mampu bayar pajak.
Para prajurit membawanya di depan mataku.
Ia melawan, tapi sia-sia.
Ia hanya bertahan sebulan di penjara.
Banyak orang mati cepat dengan belenggu.
Berapa umurmu?
Lima?
Itu terlalu muda untuk hidup sendiri.
Aku baik-baik saja.
Aku mau cari sedikit makan malam.
Kau bukan cuma seorang pencuri... Spragart.
Bukan?
Kau pria yang mencoba merebut kembali sesuatu.
Tuck!
Tidak!
Tuck, bagaimana kau sampai sini?
Aku berjalan di jalur. Seperti kau.
Kau mau ke mana?
Menunggang. Menjernihkan pikiranku.
Kau berbohong.
Sejak kapan seorang Nona menyiapkan kudanya sendiri?
Bibirmu.
Apa yang terjadi?/ Tidak penting.
Aku harus pergi./ Pergi?
Ratu tak akan izinkan.
Dia tak akan tahu./ Akan kuberitahu.
Tidak, kau takkan memberitahunya.
Tidak kalau kau sayang padaku.
Kau terdengar gila.
Lari dari tugasmu pada sang Ratu.
Kau bahkan mau ke mana?
Ke Sherwood. Cari Rob.
Kau memang gila.
Meninggalkan sprei sutra dan piala perak
untuk mengejar buronan di lumpur.
Dia lebih dari itu.
Memang, dia pembunuh.
Dia hampir membunuhku, Marian.
Kenapa sekarang?
Kulihat sekeliling, yang kulihat cuma lelaki yang mengambil.
Rob memberi.
Janjinya. Kesetiaannya.
Itu tak penting.
Sudah selesai, Marian. Nasib Rob sudah ditentukan.
Apa maksudmu?
Raja telah mengirim ratusan orang untuk membunuh Rob dan kelompoknya.
Bagaimana kau tahu?/ Ayahku.
Dia bertemu Eleanor hari Selasa.
Mereka tahu tempat Rob bersembunyi.
Di mana?
Tidak akan kukatakan.
Priscilla, kumohon.
Rob dalam bahaya besar./ Tidak.
Rob sudah mati./ Di mana dia?
Kalau kau pergi, kau akan mati.
Priscilla...
Di mana? Tolong.
Sebuah gua, jauh di hulu sungai, tersembunyi di antara
Punggung Selatan dan Sungai Meden.
Janji padaku...
kau tak akan bilang pada siapa pun.
Aku menyayangimu.
Aku juga.
Aku akan menemuimu lagi.
Tak akan, Marian manis.
Maafkan aku.
Karena diriku, kau sampai membunuh seseorang.
Aku tidak membunuh.
Aku hanya membela diri dari pria yang ingin membunuhku.
Benci dan bertahan hidup, Rob.
Yang satu bisa kau jelaskan, yang lain tidak.
Lalu kenapa kau memilih menyelamatkanku?
Aku tidak memilih.
Tuhan yang memilih.
Baiklah... kenapa Tuhan memilih menyelamatkanku?
Mungkin apa yang Ia tetapkan untukmu
masih di depan sana.
Kau bilang aku busuk.
Memang, tapi itu tidak harus menjadi akhir hidupmu.
Kau masih bisa memilih.
Kau bisa berubah./ Mungkin.
Atau mungkin kita memang siapa kita sejak awal.
Tidak, itu dusta yang Setan katakan,
bahwa siapa kita hari ini akan sama selamanya.
Tuhan memanggilmu untuk sesuatu yang lebih.
Lebih dari balas dendam, lebih dari darah.
Kau tak akan mengalahkan Norman
sampai kau kalahkan dulu kegelapan di dalam dirimu.
Kau tak boleh dikuasai benci, Rob.
Itu memakan kita.
Lalu menguasai kita.
Itulah yang ingin kau pahami.
Gisborne sudah di sini.
Ayo.
...pilih apa saja.
Sang Sheriff Nottingham kembali.
Bolehkah kuperkenalkan Sir Guy dari Gisborne?
Sekarang, kurasa kau tahu namanya.
Tentu saja.
Sheriff.
Aku sudah banyak mendengar.
Huntingdon bilang kau memimpin pasukan di Ascalon.
Raja sangat bergantung pada keluargamu saat itu.
Dan masih sampai sekarang.
Aku tak ingat melihatmu di sana.
Tak semua dari kami punya kemewahan bertempur dari balik menara.
Aku bertempur di tanah, bersama mereka yang sekarat.
Bagaimanapun juga... kau pasti bertarung dengan baik
sampai diberi semua ini./ Tak satu pun milikku.
Aku memerintah hanya atas nama Raja.
Ya, sungguh sebuah kehormatan memegang kekuasaan atas nama Henry.
Itulah alasan aku datang.
Raja percaya
Nottingham membutuhkan pengelolaan yang lebih tegas.
Yang Mulia telah mempercayaiku
dengan wewenang penuh dan mutlak
untuk memulihkan ketertiban.
Seperti yang kau katakan.
Kalau begitu, mari bersulang.
Untuk hukum dan ketertiban.
Sebagaimana adanya.
Untuk hukum dan ketertiban.
Marshal.
Sepatah kata.
Yang Mulia.
Aku telah memberitahu putraku apa yang kita ketahui.
Bolehkah aku bertanya kenapa?
Karena aku tahu dia akan bereaksi dan bergerak,
tanpa persiapan dan tergesa-gesa.
Keuntungan kecil tanpa biaya,
dan dia melakukan persis itu.
John telah berangkat ke Roma.
Agen kita di sana sudah tahu. Mereka akan bertindak demi kepentinganmu.
Tidak dengan ketepatan yang kubutuhkan.
Jika John mendapat dukungan Paus
dan merebut mahkota,
Inggris akan binasa,
reruntuhan berselimut cerpelai.
Aku takkan membiarkan masa depan itu tumbuh.
Kau akan pergi ke Roma, dan kau akan mengakhiri
ambisi putraku di sana.
Pergi ke Roma? Perlukah itu?
Kau ragu.
Apakah Priscilla punya pengaruh hingga kau lupa tujuanmu?
Tidak.
Takdirku ada di tanganmu.
Kalau begitu dengarkan baik-baik, kau akan menghentikan putraku
agar tidak menerima restu Paus.
Dengan cara apa?
Cara apa pun yang dibutuhkan saat itu.
Dan, Marshal,
sekarang bukan saatnya fokusmu terpecah.
Atau kau terdistraksi.
Putri Sheriff itu...
jangan kau bawa dia ke Roma.
Itu akan menarik terlalu banyak perhatian.
Berhenti!/ Tahan!
Aku Maid Marian, dari Locksley.
Antarkan aku pada Robin Hood.
Setiap detik Gisborne dan orang-orangnya bertahan
adalah satu langkah lagi menuju melenyapkan kita.
Setiap utang, setiap koin yang kita andalkan.
Semuanya terancam.
Aku tidak membangun kekuasaanku di atas koin.
Aku membangunnya di atas ketertiban.
Dan ketertiban...
apa pun niat sepupuku,
akan dirusak oleh Gisborne.
Lalu kenapa biarkan dia melangkah lebih jauh?
Kesatria kesayangan Raja takkan tumbang oleh kekuatan.
Dia akan jatuh oleh bebannya sendiri,
kesombongannya, ambisinya, hasratnya untuk terlihat.
Kau punya rencana?
Tentu saja.
Tapi itu tak bisa terjadi di siang hari.
Ia harus hidup dalam asap dan api,
dalam kekacauan perang,
di mana bilah yang menggorok lehernya
tak terlihat.
Dia akan berdarah...
dan tak seorang pun tahu dari mana belati itu datang.
Makanlah, kau belum makan seharian.
Aku ingin membunuhnya, Warick.
Tapi ada sesuatu yang menahanku.
Itu namanya nurani, Ralph.
Pada saat itu...
kau dan Tuck lebih kuat dari kami semua.
Kau lebih baik dari kami.
Marian?
Rob.
Apa yang kau lakukan di sini?
Sheriff tahu di mana kau berada.
Tak ada Norman yang tahu tempat ini.
Lalu bagaimana aku menemukannya?
Pria yang mencoba membunuhmu pasti orang Sheriff.
Bukan hanya Sheriff.
Raja mengirim Guy dari Gisborne dan ratusan prajurit.
Baik, biarkan mereka datang. Kami tidak akan lari.
Kau tak mengerti. Gisborne bukan datang untuk bertarung.
Dia datang untuk membantai.
Anak buahnya bukan kesatria, mereka algojo.
Drew, siapkan dua kuda.
Kau dan aku akan berkuda ke Nottingham.
Kita lihat kebenarannya dengan mata kepala sendiri.
Menemukannya tak akan mudah.
Hood bergerak seperti bayangan.
Setiap serangan dari kelompoknya datang
dari sisi hutan yang berbeda.
Ia mustahil dipastikan!
Mengapa kita buang waktu mencarinya,
kalau kita bisa memancingnya keluar?
Bagaimana, Tuanku?/ Di Tanah Suci,
orang-orang Saracen sering menolak pertempuran terbuka.
Mereka menyerang, lalu menghilang ke perbukitan.
Namun mereka punya desa.
Keluarga.
Orang dan tempat yang berarti bagi mereka.
Kau menyarankan kita menyerang orang tak bersalah.
Aku menyarankan kita membunuh musuh kita.
Takkan merugikan kita, namun menghancurkan segalanya baginya.
"Kebenaran"? Kau tidak memercayaiku?
Kau orang Norman. Mereka tidak mempercayaimu.
Jangan abaikan aku, kita harus bicara.
Sepertinya kau sudah mengatakan semuanya di London.
Kini aku mengerti. Ratu memanfaatkanmu
seperti ia memanfaatkanku,
namun kebenaran seharusnya datang darimu, bukan darinya.
Kau seharusnya memberitahuku./ Aku sudah memberitahumu.
Tentang kesepakatanmu dengan Ratu.
Kau tak pernah memberiku kesempatan.
Kau berbohong padaku, aku marah.
Bukan soal perasaanku./ Kalau begitu soal Aronne.
Aku tak tahu harus berbuat apa.
Kau bisa mempercayaiku./ Apakah sesederhana itu?
Apa itu benar?
Yang dikatakan Eleanor?
Bahwa kau melakukan ini demi aku?
Mengapa?
Karena aku tahu...
kau takkan pergi bersamaku selama kau terikat pada Ratu.
Tanyakan sekarang.
Untuk pergi bersamamu.
Aku tak bisa pergi sekarang./ Mengapa?
Karena keadaan telah berubah.
Marian, segalanya telah berubah.
Kau punya masa depan di Westminster.
Kembalilah ke sana, Marian, ini bukan duniamu.
Duniaku adalah dirimu.
Kau tak seharusnya di sini.
Aku seharusnya bersamamu. Aku mencintaimu.
Aku selalu mencintaimu.
Kau bilang cinta tak cukup.
Dan aku keliru.
Cinta selalu cukup.
Dan akan selalu cukup.
Aku harus pergi sekarang. Aku tak bisa meninggalkan rakyatku.
Jangan sisakan seorang pun!
Kumohon... kami tak tahu di mana Robin Hood berada.
Aku bersumpah.
Bunuh mereka semua!
Ratu mengutusmu ke Roma.
Aku tak mengerti. Mengapa aku harus tertinggal?
Apa yang kau sembunyikan dariku?
Waktu kita bersama...
apa yang kita jalani berarti bagiku, kau berarti.
Aku melayani tujuan yang lebih besar, dan aku mengucapkan sumpah itu
jauh sebelum aku bertemu denganmu.
Kau meninggalkanku.
Aku tak punya pilihan.
Kau menghilang dalam kewajiban, dan aku...
hanya sekadar sisipan./ Itu tidak benar.
Lalu apa? Katakan apa ini.
Katakan siapa aku bagimu./ Kau adalah
satu-satunya perempuan yang pernah membuatku lupa siapa diriku...
dan sumpah yang kuikrarkan.
Namun Ratu mengingatkanku,
kini aku harus pergi.
Kau bilang kau mencintaiku.
Aku mencintaimu.
Kalau begitu, tinggallah./ Aku tak bisa.
Aku tak tahu apakah aku akan kembali,
dan aku tak tahu apakah aku akan pergi bila ada dirimu untuk kembali.
Kau akan mencoba membuatnya pergi.
Aku mengerti alasannya.
Karena bila ia tak pergi, ia mungkin mati di hutan ini.
Namun Rob takkan pergi.
Apa pun dirinya...
ia orang Saxon.
Pada akhirnya, satu hal
yang takkan pernah ditinggalkan seorang Saxon...
adalah darahnya.
Drew.
Itu bukan pasukan.
Itu kota.
Rob.
Apa kita benar-benar bisa bertahan?
Kita tak sejauh ini untuk lari.
Kau bukan orang yang gemar diam.
Jadi katakan apa yang ingin kau katakan.
Aku keliru menilaimu.
Bukan berarti aku tak menyukaimu.
Hanya saja kau seorang Kristen
dan seorang Norman.
Itu berat.
Namun kau menyelamatkan Rob.
Dan itu tanda dari Godda yang paling jelas pernah kulihat.
Tanda tentang apa?
Bahwa tempatmu di sini.
Bersama kami.
Godda tidak nyata, kau tahu itu, bukan?
Teruskan, dan aku akan menguburmu.
Bersama Alkitabmu.
Ada apa?
Gisborne...
dan Huntingdon.
Ya?
Desa milik Forester.
Semuanya. Para perempuan, anak-anak.
Mereka membunuh semuanya.
Rob.
Kau tak bisa tinggal di sini.
Kau benar, pasukan Gisborne terlalu banyak.
Jadi kau harus pergi.
Tidak tanpa kau./ Aku tak bisa pergi.
Setelah melihat itu. Aku tak bisa meninggalkan...
Aku tak bisa meninggalkan rakyatku.
Rob...
apa kau tak mengerti?
Jika kau tinggal, mereka tinggal.
Dan jika mereka tinggal...
mereka akan mati.
Kau tidak meninggalkan mereka.
Kau menyelamatkan mereka.
Baik. Kita pergi bersama.
Kurasa kau gagal memahami pikiran Saxon.
Apa yang kau lakukan hari ini
hanya akan menghimpun lebih banyak pasukan untuk Hood.
Bagus, berarti kita menyingkirkan yang membangkang,
dan mereka mati bersamanya.
Sheriff, kau datang untuk memarahiku,
atau ada yang kau perlukan?
Aku tahu di mana Hood berada,
dan kekuatannya, 200 orang.
Dan tiap jam menambah jumlahnya.
Meski begitu, dia tak punya peluang.
Lebih banyak Saxon berarti lebih banyak Norman mati.
Raja takkan memaafkan kerugian akibat keragu-raguan.
Jadi kita bergerak... bersama.
Bersama?
Musuh yang sama...
menuntut tangan yang sama.
Dan apa yang kau dapat dari aliansi ini?
Sama sepertimu.
Akhir...
dari pemberontakan terkutuk ini, kembalinya ketertiban.
Ketertiban, ya,
tapi jangan salah, Sheriff...
saat ini berakhir...
berakhir pula wewenangmu.
Satu-satunya kepedulianku adalah masa depan Nottingham.
Kalau begitu kita rencanakan serangan besok.
Selama Saxon berdarah,
aku akan berdiri di sisi siapa pun.
Akhirnya...
seorang penguasa yang tahu cara memenangkan perang.
Dengan mengorbankan segalanya.
Marian...
itu rumahku.
Apa pun pilihanmu...
aku memilihmu.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.