Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
PENGAWAL DARI BEIJING.
Laporkan, bagaimana "cuaca" di dalam sana?
Cuaca cerah, tak berawan.
Tak ditemukan adanya "hiu".
- Bagaimana keadaan boss? - Boss terlihat sangat senang.
Semuanya aman dan terkendali.
Bagaimana keadaan di luar?
Kami masih mengamati situasi.
Benar, berenang satu setengah jam setiap hari bagus untu kesehatanmu.
Formasi awan! Perlindungan maksimum!
Cepat!
Semuanya cepat mundur!
Cepat! Cepat!
Menunduk!
Ikuti aku!
Sekarang semua orang berbisnis properti.
Aku sudah bicara dengan boss untuk mendukungku di sini.
- Apakah mereka temanmu? - Aku tidak kenal.
Coba kau tanya padanya?
Maaf tuan, mungkin kau salah orang? Mengapa kau duduk di sini?
Jika kau tak keberatan, kami ingin bicara sesuatu...
Bawa masuk dia ke mobil. Pergi!
Pergi secepatnya!
- Aku yang bertanggung jawab di sini. - Dia bersamaku, atau kutembak kepalanya.
Dia tak akan ikut mobil ini!
Cepat! Cepat!
Adakah seseorang di kelas ini
yang tidak tahu bedanya antara seorang pelindung dan seorang pembunuh?
Karena aku akan mendapat kesulitan.
Jika saja ini bukan sebuah simulasi,
Saat ini aku pasti sudah memegang surat pengunduran diriku.
Kau lihat!
Buku panduan mana yang menyuruh
menodongkan senjata ke kepala orang yang justru harus kau lindungi?
Kau ini seorang pengawal atau seorang penculik?
Kau harusnya gunakan otakmu!
Chang, coba kau beritahu pada kami
apa sih yang ada dalam pikiranmu?
Pak, salah satu pelajaran yang ku terima darimu,
jika berada dalam situasi kritis,
kau harus siap mengorbankan nyawamu
demi untuk melindungi klien. Aku sadar aku harus siap untuk mati.
Masih banyak yang bisa dilakukan oleh seorang pengawal daripada sekedar bergerak cepat dan siap untuk mati.
Pada akhirnya, tujuan utamamu adalah untuk menyelamatkan nyawa klienmu.
Tapi kau juga harus mendapatkan kepercayaannya, dan itulah sesuatu yang harus kau pelajari.
Terima kasih Pak.
Apa tugasku selanjutnya?
Apa aku harus melindungi orang lagi?
Ku pikir aku bisa menempatkanmu di Selatan.
Tapi sebelum kau pergi bekerja ke Selatan.
Aku punya tugas singkat untukmu, di Hong Kong.
Hong Kong? Tugas apa?
Itu adalah James Shong, chairman dari Tai Fung group,
sebuah perusahaan yang banyak menghasilkan devisa untuk negara.
Kau ditugaskan untuk melindungi kekasih orang itu.
Pada sore tanggal 27 Mei,
seorang pria dijerat sampai mati di Clear Water Bay Yacht Club.
Korbannya adalah Lu Kin-chue, seorang akuntan senior.
Tersangkanya adalah Chui Kwok-man, seorang boss dari mafia Liang.
Polisi yakin peristiwa ini berhubungan kasus yang sedang diselidiki oleh
C.A.C (Komisi Anti Korupsi) -
yang melibatkan 100 juta dollar Hong Kong hasil pencucian uang dari penjualan narkoba.
Yang melaporkan kejadian ini adalah
Michelle Yeung, 24 tahun, dia melihat pembunuhan itu saat mengendarai mobil.
Ada dua saksi lain yang melihat kejadian ini.
Seorang pelaut, Chan, Tai-keung, 28 tahun, dan seorang Satpam, Chu Tung-ming, 51 tahun.
Dua hari setelah kejadian itu,
Chan, Tai-keung...
Tewas dalam sebuah kecelakaan di lift.
Dan sore harinya di hari yang sama,
Chu Tung-ming tewas dalam sebuah ledakan bom.
Tanggal 1 Juni,
saat Michelle Yeung bersiap untuk mandi,
dia menemukan air bak mandinya dialiri oleh listrik.
Dia berhasil selamat,
dan sekarang hanya dia satu-satunya saksi yang selamat dari kasus pembunuhan akuntan tersebut.
Silahkan duduk.
Nona Yeung, ini Sersan Lau. dia yang bertanggung jawab atas penyelidikan ini.
Identifikasi hari ini diketuai olehnya.
Tentu saja.
Ken, kemarilah.
- Apa? - Aku mau pasang taruhan.
Ku dengar hasil prediksi di radio, katanya...
Nomor 2 yang akan menang, percayalah padaku.
Tidak bisa. Nomor 4 lebih favorit.
Lupakan saja itu, percayalah padaku.
Mengapa aku harus mempercayaimu?
Nona Yeung, ini teh-mu.
Terima kasih.
Kebanyakan wanita cantik sepertimu biasanya takut untuk menjadi saksi.
Apa yang harus kulakukan? Aku adalah seorang saksi.
Okelah kalau begitu.
Nona Yeung, apakah ada diantara orang ini yang kau kenal?
Nona Yeung, tidakkah kau sadar
dengan segala bahaya yang mungkin terjadi
karena terlibat dalam indentifikasi tersangka pembunuhan ini?
Tuan Shong bilang pilihlah yang nomor satu.
Aku mengerti, katakan pada James aku sudah dewasa biar aku sendiri yang memutuskan.
Jika kau takut, kau boleh pergi.
Iya, kalau kau takut, pergi saja.
Mereka tak dapat melihat nona Yeung.
Nomor 2.
Aku mengenalinya.
James sangat khawatir padamu.
Nona Yeung, apa kau pikir dua saksi yang lain mati secara kebetulan?
Mereka dihabisi oleh Gregory Chui.
Tak ada saksi yang hidup.
Ku harap kau berpikir lagi untuk menjadi saksi.
Halo, Nona Yeung.
Ku dengar kau mendapat masalah dengan listrik.
Ku harap kau lebih berhati-hati.
Aku tahu, terima kasih banyak.
Baiklah, selamat tinggal.
Aku bisa menuntutmu karena telah menyerang seorang polisi.
- Apa tuduhannya? - Kau jangan ikut campur.
- Kau... - Mau apa?
- Siapa yang menang? - Nomor 4.
- Kita menang banyak dong. Berapa? - Aku bertaruh atas kudamu.
Mengapa kau percaya padaku?
Namanya adalah John Chang. Dia dilatih di Beijing
untuk menjadi anggota pasukan elit khusus pengawal yang di sebut "Defenders".
Mereka adalah yang terbaik di dunia. Aku mau yang terbaik untukmu.
Aku tak butuh pengawal.
Mengapa kau tak bisa datang menemaniku disini? Hanya kau yang aku butuhkan.
Ayolah Michelle.
Jika saja aku bisa, aku akan segera datang kesana.
Saat ini aku sangat sibuk.
Sekarang aku sedang menunggu untuk tanda tangan kontrak.
Kita sudah biasa seperti ini.
Baiklah aku sudah paham maksudmu. Sampai jumpa.
Halo! Halo! Halo!
Dasar bodoh, tentu saja sudah putus.
Rumah yang megah.
Orang kaya Shong ini yang membangunnya.
Kau tahu, dia menyewa salah satu pengawal yang terbaik dari pasukan elit "Defenders".
Mungkin dia ingin menunjukkan pada kita
bagaimana cara melakukan tugas dengan lebih baik.
Lantas apa? Mungkin kau dan aku,
bisa menunjukkan padanya bagaimana caranya bersenang-senang.
Kapitalis dan Komunis. Bergandengan tangan.
Apa ini? sebuah parade?
Sersan, orang ini bilang tak usah khawatir. Dia yang akan mengambil alih.
Halo.
- Senang berjumpa denganmu. - Aku mengerti bahasa Kanton.
Letnan Chang Yang Hua, dari satuan pengawal khusus "Defenders".
Seragam tentara yang kau pakai itu membuat pakaianku kelihatan aneh.
- Siapa kau? - Aku adalah polisi Hong Kong.
Charlie Lau.
- Mana tanda pengenalmu? - Apa? Tanda pengenal?
Benar.
Tunjukkan dulu tanda pengenalmu.
- Biar kutunjukkan juga tanda pengenalku. - Tak ada yang bertanya. Singkirkan punyamu.
Pergilah.
Kau John Chang? Senang berjumpa denganmu.
Aku pengacara Tuan Shong.
David Le, silahkan masuk.
Tuan Shong memberi $200.000,
untuk biaya operasional. Kau ingin menghitungya dulu?
Tidak usah.
Silahkan tanda tangan.
Itu uang yang sangat banyak. Dia pasti sangat hebat.
Kau tidak mengerti ya?
Dia adalah yang terbaik di antara ribuan tentara China.
Sementara kita hanyalah dua cecunguk diantara ratusan polisi Hong Kong
yang menyedihkan.
Pengacara Le, Tuan Shong ada menitipkan pesan untukku?
Iya.
- Apa katanya? - Jangan sentuh uangku.
Kau bilang padanya, tak usah khawatir!
Jangan tunjukkan itu, nanti dia melihatnya.
Aku tak mendengar kau minta ijin untuk memeriksa barang-barang pribadiku.
Kau pikir ini sebuah permainan?
Ini adalah tugasku, mohon kerjasama-mu.
Tugas apa? Aku bahkan tak tahu siapa kamu.
Tapi aku tahu siapa kamu.
Michelle Yeung, anak bungsu dari keluarga Yeung Kham, tinggi 165cm,
berat badan 48kg, golongan darah O.
Lahir di tahun anjing.
Berbintang Virgo.
Oke.
Apa aku harus merasa terkesan?
Tapi aku harus bilang bahwa kau tidak di terima di sini.
Tanggung jawabku adalah untuk melindungimu.
Kalau boleh aku bicara terus terang.
Kau masih sangat muda, belum berpengalaman.
Ini pasti tugas pertama-mu.
- Ada apa? - Orang ini polisi palsu.
Jangan bergerak!
Tahan. Coba lakukan sesuatu dan aku akan menembak kepalamu.
Aku tak bermaksud begitu. Aku cuma bercanda.
Wow... Hebat sekali!
Kau tak boleh memasukan minuman kaleng ke dalam microwave. Bisa meledak.
Untung tidak kebakaran.
Kak, kau tidak apa-apa?
Kau tidak apa-apa, Nona Yeung?
Hey, apa yang kau lakukan? Mereka cuma mau melindungiku.
Pistolnya kosong.
Kenapa bisa pistolku kosong?
Billy, kau yang mengambil peluru-ku?
Kau yang mengambilnya ya?
Aku ingin tahu bagaimana cara kerja pistol itu.
Siapa sangka tiba-tiba terjadi "perang", aku minta maaf.
- Kau tidak boleh bermain dengan senjata api. - Maaf.
- Kau ingin minum air? - Terima kasih.
Jangan minum.
Tak ada air atau apapun sampai kuperiksa kalau itu aman.
Mulai sekarang, makan, minum dan tidur, harus di bawah pengawasanku
- Semua harus seijinmu? - Benar.
Sen Cing Ping!
Aku akan menelpon James.
Berapa banyak polisi yang ditugaskan di rumah ini?
Yang kelihatan ada...
Ku hitung dulu. 1, 2, 3.
Wah... Aku lupa.
1, 2, 3, 4, 5, 6
- 7, 8... - Terima kasih.
- 9, 10... - Terima kasih.
Ini bayaran untuk kalian. Dia tidak membutuhkan kalian lagi.
Tak masalah, terima kasih, Sersan.
Bukan aku yang memutuskan, tapi dia yang jadi presiden di sini.
Kakak, kalau perlu tenaga lagi kau bisa panggil aku.
Pasti aku akan memanggil kalian lagi.
- Pergilah. - Ayo pergi.
Kamerad Chang.
Mengapa kau memecat seluruh pasukan sekuriti kita?
Bukankah makin banyak pengawal makin baik?
Semakin sedikit orang yang berada di sekitar Nona Yeung semakin baik.
Aku cuma ingin mengingatkanmu saja.
Kata pemimpin Mao, Massa yang banyak punya kekuatan yang besar.
Sekarang kau mengurangi orang-orang kita.
Aku tidak minta uang padamu.
Melindungi Nona Yeung adalah tugasku.
Jangan coba-coba untuk membeliku. Aku punya integritas yang sama denganmu.
Aku cuma bercanda, ayolah.
Tolong jaga jarak dengan Nona Yeung, Sersan.
Dia itu benar-benar profesional, bukan?
Akan kutunjukkan bagaimana seorang profesional.
Karena aku juga seorang profesional. Lihat!
Aku sudah menembakmu berkali-kali kenapa kau tidak roboh juga?
Karena tak ada peluru dalam senjatamu.
- Nona Yeung? - Ini kamar tidurku, kau tidak boleh masuk.
Bagiku, kamarmu adalah tempat kerjaku.
Aku tak akan membuka pintu.
- Hey! - Kunci ini harus di ganti.
Keluar dari kamarku atau ku telpon polisi.
- Aku sudah menelpon mereka. - Apa?!
Nona Yeung, jangan berdiri dekat jendela, kau bisa jadi target yang gampang untuk di serang.
Apa? Kau tak bisa seenaknya seperti ini.
Jendela-jendela ini perlu di beri teralis.
Dan selalu matikan lampu ini, di sana juga.
Sekarang aku ingin ganti baju, keluarlah cepat!
- Sekarang! - Aku masih belum selesai.
Aku akan menuntutmu karena telah melanggar HAM.
Pemanas air ini harus diganti dengan yang tidak menggunakan listrik.
Sekarang aku mau mandi, keluarlah sekarang.
Kau tak bisa mengambil barang-barang kepunyaanku.
Kembalikan! Kau dengar tidak?
Aku mau mandi!
Sial!
Pakai ini.
Ku beri kau kesempatan sekali lagi,
untuk minta maaf padaku.
Apa yang kau lakukan? Kau ingin melindungiku atau mau mengintipku?
Aku tidak perduli dengan privasimu.
Keselamatanmu adalah hal yang paling penting.
Sama sekali tak boleh ada kesalahan.
Di Beijing, kau memasang CCTV di kamar tidur wanita?
Sudah 300 CCTV kupasang di kamar tidur wanita yang minta perlindunganku.
Kalau di Hong Kong cuma kamu.
Sudah selesai.
Ku beri kau "jimat elektronik" ini.
Tekan "batu"nya jika kau dapat masalah.
Pergilah dari hadapanku!
Lewat atas kepala.
Tepat di tengah!
Hebat bukan?
- Cukup mengesankan. - Sudah ku bilang padamu.
Aku juga punya bakat untuk menjadi,
seorang "bodyguard" yang sejati.
Mari kita lihat apa dia bisa seperti itu.
Nah... Itu baru hebat.
Apanya yang hebat? Tidak ada yang hebat dengan apa yang dilakukannya itu.
Terus? Apa kau bisa melakukan seperti yang dilakukannya tadi?
Dia hanya melempar anak panahnya dan papan target itu sendiri yang menangkap panahnya.
Tuan Chang, aku adiknya Michelle.
Ku beri kau 50 dollar untuk mengajariku kung fu.
Bagaimana kalau 100 dollar?
Tidak mau? Bagaimana dengan kartu Dragonball edisi khusus ini?
Tuan Chang, bicaralah padaku.
Tuan Shong memberiku ini sebagai hadiah ulang tahunku.
Harganya paling sedikit 100 dollar.
Tuan Chang, bagaimana?
Tuan Chang.
Dia betul-betul laki-laki yang keren.
Halo? Aku segera kesana.
Mengapa kau duduk di mobilku?
Pengawal profesional-mu itu yang menyuruhku.
Kau tanya saja padanya.
Aku tak percaya semua ini.
Aku juga tak percaya semua ini.
Mobil bagus, ini baru kelas atas.
Ku beri mereka sedikit asap.
Kalian ikuti aku ya?
Charlie. Kau bisa mendengarkanku?
Lewat terowongan tua. Itu lebih aman.
Dan kita bisa menghemat 1,7 kilometer.
Wah... Benar-benar cerdik.
Baru saja aku ingin bersenang-senang.
Jangan bilang aku tak mengingatkanmu,
ada pengendara motor sedang membuntutimu.
Paman gendut, hati-hati. Motor itu sekarang mengejarmu.
Aku sudah tahu, aku melihatnya.
Dia mengira kakakku yang ada di mobil itu, makanya dia mengejarmu.
- Kau takut ya? - Kau bercanda?
Orang ini bodoh. Apa aku terlihat seperti kakakmu?
Jangan bergerak, kau ingin mati ya?
Mobilmu jalannya tidak seimbang.
Kau yakin mobilku yang tidak seimbang?
Bagaimana jika tanganku yang tidak seimbang dan menembak kepalamu?
Jangan... Jangan pak!
Pergi sana!
Cuma latihan mudah. 1, 2, 3...
Kau pergi terburu-buru sekali.
Seolah-olah aku tak butuh bantuan.
Ku pikir kau bisa mengatasinya.
Tugasku adalah melindungi gadis itu, bukan mengurus kecelakaan lalu lintas.
Kau terlalu serius dalam menjalankan tugasmu.
Cobalah untuk sedikit lebih santai.
Seorang polisi bisa saja gagal saat bertugas dan tak kehilangan pekerjaannya.
Seorang pengawal harus fokus pada misinya. Jika gagal, dia tidak boleh jadi pengawal lagi.
Antar aku menemui kepala sekolahnya.
Ada apa Pak?
Begini, aku ingin bertanya padamu tentang...
Dia membuatku seolah-olah menjadi seorang tahanan.
Pihak sekolah memberiku cuti 2 minggu karena dia.
Ketika aku ingin ke salon, dia mengirim "hairstylist" ku ke rumah.
Aku ingin pergi ke gym,
dia membawa semua peralatannya ke rumah.
Dia menyuruhku dan Billy diam di rumah saja.
James, aku sudah tak tahan lagi. Aku ingin dia memberiku sedikit kebebasan.
Jangan marah, Michelle. Biar aku bicara padanya.
Pengawal! Telepon!
Halo?
John, bisakah kau memberi sedikit kebebasan untuk Michelle?
Kenapa harus begitu?
Jika aku ingin berhasil untuk melindungi Nona Yeung,
Aku harus mempersempit ruang aktifitasnya.
Ini juga tidak lama, mungkin hanya sekitar satu minggu atau lebih.
Hanya sampai saat Nona Yeung memberi kesaksiannya.
Tapi jika kau tak senang dengan apa yang kulakukan, aku akan berhenti.
Lupakan saja kontraknya.
Aku tak bermaksud seperti itu.
Aku puas dengan kerjamu.
Aku ingin kau teruskan pekerjaanmu. Michelle memang kadang-kadang susah diatur.
Memang tidak mudah jika dalam program perlindungan-ku,
bisa membuat stress.
Aku yakin dia akan baik-baik saja.
Tolong berikan teleponnya pada Michelle.
Nona Yeung, telepon.
Bagaimana? Dia sudah kau pecat?
Tidak, tapi aku sudah memarahinya, dia sudah mengaku salah.
Michelle, jika aku memecatnya sekarang,
dan dia pulang ke Beijing,
atasannya bisa marah besar, dan dia akan dikeluarkan dari kesatuannya.
Baiklah, aku memaafkannya.
Jadi jam berapa besok kita bisa bertemu?
- Tidak bisa. - Kita'kan sudah membicarakannya?
Jangan marah.
Besok aku akan membelikanmu hadiah, apa yang kau inginkan?
Apa kau pikir semuanya bisa diselesaikan dengan hadiah?
Kamarku sudah penuh dengan hadiah darimu.
Sebentar lagi hari ulang tahunmu.
Bagaimana kalau kubelikan sebuah rumah, oke?
Jangan berlebihan ya?
Ku peringatkan kau, James! Kau pikir kau bisa membeliku dengan uangmu?!
Silakan tidur.
- Nomor 5! Nomor 5! - Nomor 6! Nomor 6!
Nomor 6! Nomor 6!
Mari lihat apa yang kita dapat. Apa? 7 lawan 1. Oh, Tuhan!
- Kalau kau dengarkan aku, kau sudah dapat banyak uang. - Iya.
- Kau tidak pakai uangku untuk kuda-mu kan? - Iya.
Tak bisa dipercaya! Dasar gendut bodoh! Aku ingin uangku!
Dari mana aku dapat uang? Uangku habis bersama uangmu. Ini pertama kalinya aku dapat "feeling" bagus.
Kau pertaruhkan semua uangku untuk kuda-mu?
- Iya. - Ludes semuanya?
Aku tahu ini semua salahku.
Tabunganku semua atas nama istriku.
Biar ku coba meminjam darinya.
Oh Tuhan, sialan kau gendut!
Kau sudah menghabiskan semua uang untuk pendidikan anakku. Sampai sen terakhir.
Dari mana aku bisa dapat uang?
Lihat dulu saldo tabunganku.
Seharusnya aku tidak bertaruh begitu banyak.
Halo, apa?
Aku tahu sudah terlambat.
Kau akan dapat uangmu sebelum akhir semester. Lebih dari setengahnya.
Iya aku punya, tapi atas nama istriku.
Sekarang masih dalam deposito. Nanti akan ku tarik uangnya.
Kalau saja tadi aku bertaruh untuk kuda nomor 6.
Siapa itu? Siapa di sana?
Apa yang kau inginkan? Apa? Keluar!
Beraninya kau!
Kenapa? Apa? Siapa?!
Maaf. Maaf, aku tak sengaja menekan tombolnya.
Tapi Nona Yeung tidak apa-apa'kan? Baiklah, aku pergi.
Boss, dia memakai pengawal dari Beijing. Kami tak dapat mendekatinya
Apa katamu? Apa aku harus turun tangan sendiri?
Jangan khawatir, kami sudah punya rencana.
Dua hari lagi kasus-ku akan di sidang, aku tak ingin melihat ada saksi satupun.
Piala Dunia sudah lewat, buat apa main bola lagi?
Aku punya sesuatu untukmu. Lihatlah...
Ini sangat mirip dengan pistol sungguhan.
Wow... Keren!
Siapa yang mau main bola lagi?
Nona Yeung, kau mau pergi kemana?
Aku ada urusan penting.
- Aku akan ikut denganmu. - Baiklah.
Cuma tinggal satu hari lagi, tidak bisakah kau bersabar?
Jika kau keluar dan terjadi sesuatu,
aku akan jadi orang pertama dari pasukan elit "Defenders" yang gagal dalam menjalankan tugas!
Mengapa kau begitu paranoid?
Aku ingin keluar karena temanku,
dia ingin melakukan bunuh diri lagi.
Jika dia sampai mati dan aku tak dapat menyelamatkannya? Bagaimana?!
Kau berpakaian seperti ini untuk menyelamatkan temanmu?
Temanmu mengadakan pesta untuk merayakan ulang tahunmu.
Semua telepon di rumah ini sudah ku sadap.
Kau menyadap teleponku. Mendengarkan semua percakapanku.
Di Hong Kong ini ada Undang-Undang HAM.
Kau harus menghormati privasi orang lain bukan?
Tak seorangpun, apa lagi kau, bisa mengambil kebebasanku.
Termasuk pacarku!
Jika bukan karena pacarmu, kau pasti sudah mati sekarang.
Nona Yeung, jangan kau pikir hanya karena pacarmu punya banyak uang...
semua orang harus mendengarkan apa katamu.
Hei dengar ya!
Pacarku punya banyak uang, itu urusannya.
Aku adalah aku, anak dari keluarga Yeung!
Jika bukan karena uang dari Tuan Shong,
apakah kau akan dapat perlindungan?
Apa? Apa katamu?
Itulah yang sebenarnya.
Nona Yeung, gadis cantik sepertimu memang pantas mendapat pacar orang kaya.
Memang seperti itu...
Pergi! Ku peringatkan kau!
Dari sekarang jangan lagi bilang aku cantik.
Apakah salah jika aku terlahir cantik?
Aku jatuh cinta dengan pria yang kaya.
Apa salahku? Mengapa orang memandang rendah padaku?
Aku menyukainya bukan karena uangnya.
Mengapa tak ada yang percaya padaku?
- Nona Yang, aku percaya padamu. - Aku tak butuh simpati-mu.
Apa yang kalian lihat? Aku menangis bukan karena kalian!
Nona Yang, setelah kau bersaksi di pengadilan,
maka tugasku di sini telah selesai.
Terima kasih atas kerjasama-mu selama ini, mungkin kita akan bertemu lagi di lain waktu.
Semoga saja kita tak akan pernah bertemu lagi.
Jika kalian terus mengobrol kita akan terlambat.
- Ayo cepatlah. - Baik, mari pergi.
Ayo Billy, kita pergi.
Apa yang kau lakukan? Muncul tiba-tiba seperti hantu.
Gregory Chui (tersangka) terkena "Gastroenteritis".
Dia harus masuk rumah sakit.
Sidang di tunda sampai bulan depan.
Oh Tuhan!
James, aku sekarat di sini!
Aku harus di sini sebulan lagi.
Aku bisa "meledak"!
Apa yang harus kulakukan sekarang?
Kau harus menggantinya!
Menggantinya!
Jadi apa tugasku sekarang?
Aku tak mau dengar, kau yang harus mendengarkanku.
Aku ingin keluar dan belanja! Sekarang aku ingin keluar dan belanja!
Baiklah, jika itu yang kau mau!
Hari ini aku merasa seperti orang yang baru keluar dari penjara.
Aku ingin beli baju dan belanja sepanjang hari.
Aku juga, aku ingin bermain video game.
Kalian pergi kemana?
Aku membeli makanan untuk kalian, tapi aku ditinggal sendiri.
Tidak apa-apa.
Billy, ayo kemari.
Kau lihat, tas ini bagus'kan?
Nona Yeung, tempat ini terlalu ramai, kita jangan terlalu lama di sini .
Ku pikir kalian akan melindungiku.
Jangan khawatir, jika terjadi sesuatu,
ada dua orang pengawal elit dari Kepolisian Hong Kong yang akan melindungimu.
Masalah teratasi.
Siapa?
Bukan di depan, tapi di atas.
- Billy, aku sudah tahu itu. - Cuma ngetes aja.
Kakak, aku ingin pergi bermain game.
Nanti kita bertemu di pintu depan.
Baiklah, hati-hati ya.
Aku akan bermain game bersamanya, kau jaga Nona Yeung.
Tak masalah, kau pergilah, jangan khawatirkan aku.
Nona Yeung, lift ini terlalu penuh, kita naik yang lain saja.
Jangan bergerak!
- Billy, kau dari mana saja? - Kalian dari mana?
Cuma pistol air, sudah ketinggalan jaman.
Aku punya pistol yang asli.
Pistol sungguhan?
Nona Yeung, liftnya sudah kosong, ayo naik.
- Nona Yeung, pasti jarang berduaan naik lift, bukan? - Iya.
Lomba kesatu, kuda nomor 7. Lomba ketujuh, kuda nomor 1.
Bukan, bukan lomba kesatu, kuda nomor satu.
Lomba ketujuh, kuda nomor 1, dan lomba kesatu, kuda nomor 7.
Ya Tuhan, tidak ingat juga? Haruskah ku ulangi lagi?
Lomba ketujuh, kuda nomor 1, dan lomba kesatu, kuda nomor 7.
Apa yang kau lakukan?
Pistolmu jatuh, tapi kau tidak tahu.
Terima kasih, lain kali aku akan hati-hati.
Lomba kesatu sudah di mulai?
Lihat ini? Ini pistol polisi kaliber 38.
Benarkah? Kaliber 38?
Jangan bercanda, masa kau bisa dapat pistol polisi begitu gampang?
Mari kita coba, jangan bergerak.
Itu pistol asli, ada pelurunya.
Billy, aku tahu ini cuma pistol mainan.
Jangan tembak, jangan tembak.
Aku takut... Jangan tembak. Tembak saja aku!
Jangan tembak.
Aku takut.
Jangan tembak. Jangan tembak.
- Jangan main-main dengan pistol seperti itu! - Apa urusannya denganmu?
Ku tembak dia.
Diam.
Untung saja dia tak melihat.
Ken, singkirkan mayat orang ini.
Ayo pergi!
Mari bergabung dengan orang banyak.
Sambil mencari tempat yang aman.
Jangan tembak, itu pistol asli.
- Kita akan segera mengetahuinya. - Jangan tembak!
Paman gendut, ini pistolmu!
Pergi!
Menunduk! Semuanya menunduk!
Hati-hati!
- Kau tidak apa-apa? - Aku baik-baik saja.
Paman gendut! Paman gendut!
Jangan bergerak, Polisi Hong Kong, tunjukkan kartu identitas-mu!
Paman gendut, pistolmu di sini!
Jangan main-main!
Paman gendut!
- Paman gendut, paman tidak apa-apa? - Pergilah... Pergi!
Paman gendut, jangan bikin aku takut.
Setelah ini jangan main-main dengan pistolku lagi, untung aku memakai rompi anti peluru.
- Sakitkah? - Sakit sekali.
Sekarang bagaimana?
Tidak apa-apa... Aku tak apa-apa.
Terima kasih.
Sama-sama.
Mengapa kau menangis?
Aku minta maaf.
Untuk apa? Karena telah mencuri pistol?
Aku punya teman yang bernama Ye Tung, dia belajar di kuil Shaolin.
Dia diserahkan ke kuil Shaolin sejak dia berusia 9 tahun.
Gurunya sangat menyayanginya.
Gurunya selalu memaafkan apapun kesalahan yang telah diperbuatnya,
selama Ye Tung mengatakan, "Aku minta maaf".
Dari pada memberikan hukuman,
gurunya hanya minta Ye Tung mengatakan bahwa dia merasa menyesal,
tak perduli apapun kesalahannya.
Ye Tung menjadi sangat pintar dalam meminta maaf.
Hingga suatu hari,
dia bermain dengan beberapa buah lilin
di dalam kuil.
Dia menjatuhkan sebuah lilin, dan selanjutnya yang dia tahu,
api telah membakar semuanya tanpa terkendali.
Dia hanya berlari sejauh mungkin yang dia bisa...
hingga sesuatu membuatnya berhenti berlari.
Dia merasa sangat bersalah.
Dia ingin kembali ke kuil,
dan membayangkan hukuman apa yang akan diberikan oleh gurunya padanya.
Dia pulang dan berharap dia masih diberi kesempatan untuk minta maaf pada gurunya.
Dia sangat yakin jika permintaan maafnya akan menenangkan gurunya.
Tapi sayang, sudah tak ada lagi kesempatan untuk mengatakan kalimat tersebut.
Gurunya telah tewas terbakar di dalam kuil.
Sejak saat itu,
Ye Tung tak pernah lagi berkata, "Aku minta maaf".
Tunggu dulu, John Chang.
Atau haruskah ku panggil kau Ye Tung?
John Chang, aku justru harus belajar untuk mengatakan...
Aku minta maaf.
Di mana mayat itu? Bicaralah!
Dia di sana, di dalam pendingin.
Mau kau bawa kemana mayat itu? Itu melanggar hukum.
Tidak, tidak, tunggu.
Ini untuk uang tutup mulutmu.
Kakak!
Adik!
- Adik, kau tidak apa-apa? - Tidak apa-apa.
Saudaraku, aku bersumpah pada langit
tak akan kubiarkan siapapun menembakmu lagi.
Tuan Chui tidak membayarmu untuk mengadakan prosesi pemakaman.
Dia membayarmu untuk membunuh wanita itu,
dan kau tidak berhasil.
Tuan Chui merasa sangat tidak puas.
Ku tanya kau, mana yang lebih penting, kematian saudaramu atau tugas...
Jangan pernah bicara tentang kematian saudaraku.
Atau tugas dari Tuan Chui.
Sebelum semua ini berakhir, dia pasti sudah mati.
Aku sudah menerima uang dari boss-mu, aku pasti akan melaksanakan tugasku.
Dan jika kau tak mebayarku dengan cukup, kau juga bisa mati.
Begitu juga boss-mu.
Bentuk lukanya sangat aneh, seperti segi tiga.
Sangat kecil tapi lukanya mengeluarkan banyak darah dan mengakibatkan kematian yang sangat cepat.
Senjata macam apa ini?
Mereka di bunuh dengan bayonet dari Tentara China.
Bayonet dengan tiga sudut menyebabkan darah mengalir deras.
- Terima kasih dokter. - Tak masalah.
Dia membunuh orang-orang ini cuma untuk mengambil mayat.
Mengapa?
Aku juga tak tahu.
Oh ya, terima kasih sudah menyelamatkanku. Jika tidak, aku pasti sudah mati.
Eh, bagaimana dengan tanganmu?
Sudah tidak ada masalah.
Mari ku traktir kau makan, aku benar-benar ingin berterima kasih padamu.
Baiklah.
Tuan Chui, apa kau kenal dengan orang ini?
Jika kau tak mau jawab, aku akan menuntutmu.
Klien-ku punya hak untuk tidak menjawab.
Jika kalian mengancam klien-ku.
Kalian bisa ku tuntut.
Kau ingin main-main denganku? Kau akan menyesal!
"Kita berasal dari tempat yang sama, kau mengenalku dan aku juga mengenalmu. Wang Jianjun."
Kau sudah terima foto yang ku kirim?
Ku pikir dia adalah seorang veteran.
Tolong kirimkan data-data tentang dia. Terima kasih.
Dia mantan anggota Tentara Merah China.
Korps 33, Brigade 17.
Usia 27 tahun.
tinggi 1,72 meter.
Dialah yang mengambil mayat orang yang telah menembak Charlie.
Apa yang sedang kalian lihat?
Makan dulu.
- Siapa dia? - Kami akan segera menangkapnya.
- Terima kasih. - Kau kebasahan.
Berbahaya kalau kau memanjat kesini.
Melindungiku lebih berbahaya lagi.
Itu sudah jadi tanggung jawabku.
Aku hanya ingin berterima kasih karena sudah melindungiku.
Aku sudah banyak membuat masalah.
Bisakah kita menjadi teman?
Maksudku, apa saja yang kau lakukan selain menjadi pengawal?
Sebenarnya aku tak tahu hal yang lain selain melindungi orang.
Itu karena tak ada orang yang memberitahumu.
Ceritakan tentang orang tuamu.
Kau punya saudara laki-laki atau perempuan?
Apa kau selalu mendapat nilai A?
Jangan tanya masalah itu.
Itu informasi negara...
yang paling rahasia ya?
Hati-hati!
- Terima kasih. - Peluk aku, pelan-pelan.
Kau sudah punya pacar?
Mungkin kau belum punya...
atau bagaimana jika aku jadi pacarmu?
Aku suka berjalan di tengah hujan, kau?
Ada apa?
- Itu dia! - Siapa dia?
Dia menggunakan gelombang elektromagnetik untuk mengganggu sinyal kita.
Ken!
Lindungi Nona Yeung!
"Kali ini kau masih selamat, lain kali aku akan mencabut nyawamu".
Berat juga! Kaca apa ini?
Kaca anti peluru.
- Peluru tak akan bisa menembusnya. - Peluru tak bisa menembusnya?
Tentu saja!
Ambilkan itu.
Kau membuatku gugup.
Sampai begitu seriuskah?
Pembunuh itu sudah mengenal kita.
Dia kenal dengan orang-orang di rumah ini.
Dia tahu semuanya.
Suruh Ken untuk selalu waspada.
Eh, kakak, jangan beritahu Nona Yeung tentang hal ini.
Aku tak ingin mengganggu acara ulang tahunnya.
Tempat ini tidak aman untuk merayakan ulang tahunnya.
Terima kasih.
Maaf.
Aku membelikan baju untukmu.
Kau suka atau tidak? Ambillah.
Halo?
Bagaimana, kau masih ingin ganti pengawal?
Tunggu sebentar.
A Chang, apakah kau harus segera kembali ke Beijing?
James bertanya apa aku mau ganti pengawal.
Tidak usah, pakai yang satu ini saja. Selamat tinggal.
Halo?
- Tidurlah. - Selamat malam.
Selamat Ulang Tahun.
Semuanya terlihat sempurna.
Jika saja ada bunga mawar, lebih sempurna lagi.
Billy, ini saja sudah cukup.
Tapi saat kau memetik sebuah bunga mawar, kau telah membunuhnya. Dan dia menjadi zombie.
Apa yang biasa diucapkan saat ulang tahun?
- Buatlah permohonan. - Baik.
Selamat ulang tahun, ini dariku.
- Terima kasih. - Aku tahu kesukaanmu bukan?
Itu mayat bunga mawar yang banyak,
Kakak, mereka akan jadi zombie sekarang.
Mengapa harus takut dengan mawar?
Sini, biar ku beri air.
Jangan bergerak!
- Apa ini? - Tuan Shong menyuruhku mengirim bunga kemari.
Tuan Shong yang menyuruh?
Terima kasih, kau membuatku takut saja.
- Hadiah dari Tuan Shong. - Berikan padaku.
Bunga Tuan Shong membuat bunga-mu terlihat lucu.
Siapa yang minta pendapatmu?
- Halo? - Selamat Ulang Tahun.
Terima kasih atas bunganya.
Kau punya waktu untuk makan malam denganku?
Makan malam? Tapi, kau kan sangat sibuk?
Boss-ku akan pulang ke Beijing besok, jadi kita bisa keluar makan malam. Aku sudah ada di luar.
Apa? Kau sudah ada diluar?
Kau jangan mempermainkan aku.
Coba kau lihat dari jendela.
Hai, James.
Cepatlah ganti baju, ku tunggu kau di mobil.
Aku ganti baju dulu, tunggu aku, Bye-bye.
Tuan Shong, kapan kau memesan meja?
Kemarin.
Adakah orang lain yang tahu anda makan malam di sini dengan Nona Yeung?
- Kau tidak percaya padaku? - Bukan itu maksudnya.
John hanya memastikan kalau aku tidak berada dalam bahaya.
Agar tak ada orang yang bisa membahayakanku.
Kalian berdua tampaknya sudah saling mengenal dengan baik.
Cheers.
Tuan Shong, jangan di minum dulu.
Pak, tolong kau coba dulu.
Aku? Kau yakin?
Silahkan.
Tuan Shong, silahkan minum.
Dia sangat waspada.
Yeah, dia sangat berhati-hati.
- Tak pernah berbuat kesalahan? - Benar, tidak pernah salah.
Jika dia berbuat kesalahan sekali saja, maka dia tak boleh jadi pengawal lagi.
Jadi dia benar-benar seorang ahli.
- Ma'am. - Thank you.
Kau mau makan apa?
Aku tak tahu mau makan apa.
Michelle, mengapa?
Biar ku lihat...
Michelle! Michelle!
Michelle!
Baiklah, pesan saja makanan pembuka.
Bagaimana makanannya?
Enak, Terima kasih.
- Champagne? - Tidak.
Aku mau ke kamar mandi.
- Nona Yeung. - Terima kasih.
Nona Yeung.
- Apa? - Dia terjatuh.
Bantu kami.
- Pacarmu benar-benar orang yang baik. - Terima kasih.
Kakak, kami sudah selesai. Bisa kita pulang?
Billy, jangan kurang ajar dengan James.
Tidak, aku tidak bilang apa-apa.
Mungkin ini bukan restoran favorit Billy.
Michelle, besok aku harus mengantar boss-ku pulang ke Beijing.
- Jadi aku tak bisa mengantarmu pulang. - Baiklah.
Aku akan pulang hari Jumat.
Baik.
John, minggu depan sidangnya di mulai.
Tugasmu sudah hampir selesai.
Terima kasih karena sudah menjaga Michelle.
Sama-sama, itu sudah menjadi tugasku.
Selamat malam.
Kau mau kemana?
Ada kamera yang rusak, aku mau memperbaikinya.
Hadiah untukmu.
Terima kasih.
Sini kupasangkan.
Ini arloji otomatis, jadi kau tak perlu menyetelnya tiap hari.
Wah, pas sekali.
Terima kasih.
- Selamat malam. - Selamat malam.
Setelah ini apa kita masih bisa bertemu?
Aku tidak tahu.
Kau juga tak tahu, selamat malam.
Selamat malam.
Kau tidak apa-apa?
Maaf, tombolnya terpencet tak sengaja.
Tidak apa-apa.
Aku ingin mengatakan sesuatu padamu.
Tapi tak tahu harus mulai dari mana.
Aku mencintaimu.
Apakah itu berarti kau tak ingin menciumku?
Aku?
Aku tak tahu.
Aku tak bermaksud seperti itu.
Nona Yeung, selamat malam.
Aku tak tahu kau suka ngemil.
Aku agak lapar.
Kau tidak lapar, tapi banyak pikiran.
Seperti aku, jika banyak yang kupikirkan aku akan merokok.
Apa yang kau pikirkan?
Cuma masalah uang.
Anakku punya kesempatan untuk sekolah kedokteran di Amerika.
Tapi aku tak punya uang untuk mengirimnya kesana.
Aku sudah berusaha untuk mendapatkan uang sampai mempertaruhkan uang Ken.
Ku dengar di China daratan gampang untuk cari uang, kalau kau punya kerjaan yang bagus ingat aku ya?
Kau tak ingin jadi polisi lagi?
Polisi di sini gajinya kecil.
Kenapa kau memilih jadi polisi?
Aku ingin jadi pahlawan besar, makanya aku jadi polisi.
Tahun pertamaku, aku menggagalkan perampokan bank. 4 orang sandera selamat dan perampoknya tewas.
Semua orang di kepolisian menyebutku si jenius.
- Pasti kau sangat bangga bukan? - Tentu.
Bahkan mereka memberiku sebuah medali.
Itulah saat pertama kali aku bertemu dengan istriku.
Coba kau lihat, istriku sangat cantik.
- Pasti banyak yang suka padanya. - Iya.
Tapi dia memilih aku.
Sebelum aku menghancurkan semuanya.
Aku terlalu mengejar reputasi, sampai tak lagi perduli padanya.
Kami sudah menikah 9 tahun, ulang tahunnya pun aku tak ingat.
Bahkan saat dia melahirkan, aku tak ada di sampingnya.
Suatu hari dia bilang padaku,
ada seorang pengusaha suka padanya.
Ku pikir dia cuma bercanda, jadi tak kuhiraukan.
Ku bilang, "Kau tahu, pekerjaanku memang tak cocok untukmu".
"Pekerjaanku penuh resiko, besok bisa aja aku mati."
"Jadi silahkan kau berpikir lagi"
Akhirnya dia pergi dengan pengusaha itu.
Ku pikir dia ingin pria yang lebih baik.
Itu memang semua salahku.
Tapi sekarang semua telah berakhir.
Kau seperti aku saat muda dulu.
Tuan Chang, kesempatan itu cuma datang satu kali,
dia akan lewat jika tak kau tangkap.
Kau pikir berapa banyak kesempatan bagi orang seperti kita untuk bisa bahagia?
Semua ilmu kungfu di dunia ini tak akan bisa menaklukkan hati wanita.
Karena itu kau harus mengambil kesempatanmu.
Atau kau akan menyesal.
Dia gadis yang layak untuk diperjuangkan.
Tidak hanya cantik, sexy, juga pintar.
Kesempatan jangan disia-siakan, atau akan berlalu begitu saja.
Jangan bilang kalau kau tak punya perasaan padanya.
Tak usah malu untuk mengakuinya.
Aku tak ingin konsentrasiku terpecah.
Pekerjaan adalah pekerjaan, jangan dicampur-aduk dengan masalah pribadi.
Pekerjaan, lagi-lagi pekerjaan.
Jangan menolak perasaanmu,
melawan perasaanmu hanya akan membuatmu menderita.
Pager-mu berbunyi... Lihat, dia memanggilmu lagi.
Bukan, pager-ku lagi rusak.
Aku tahu kau lagi bimbang.
Sudah, pergilah dan bicara dengan gadis itu sekarang.
Ken!
Ken!
Kau terluka?
Kau adalah penembak tercepat yang pernah aku temui.
Cuma sayang...
Kau kehabisan peluru.
Charlie, ambil uang ini.
Ayolah. Pertaruhkan semua. Untuk Kuda nomor 3, lomba ke-enam.
Jangan, Ken. Kau tahu aku tak bisa melakukan itu.
Ayolah. Itu untuk biaya sekolah anakmu.
Kalau aku anggup, aku akan bertaruh sendiri.
Jika menang berikan uangnya untuk anakku.
Pasti akan kuberikan padanya.
Utangku pasti akan kubayar.
Nona Yeung.
Sesungguhnya...
Aku telah mencuri fotomu.
Bolehkah aku minta tanda tanganmu?
Ken! Bertahanlah!
Aku akan membalas dendam untuknya.
A Chang, aku di sini.
Sekarang seluruh rumah sudah penuh dengan gas.
Aku sudah mengunci semua pintu, semua kaca jendela anti peluru.
Sebuah percikan kecil saja.
Kita semua akan mati.
Aku sudah siap, kau takut mati, pengawal?
Tugasku selalu berdekatan dengan maut.
Kau tidak membuatku takut.
Aku berperang di Vietnam, siap untuk mati setiap saat.
Ambil posisi saudara-saudara, siap untuk menembak.
Bunuh dia, oke?
Mereka semua takut mati?
Kalau saudara-ku tak takut mati,
aku juga tak takut mati.
Cuma kamu bantuan yang dia miliki?
Adikku tewas karena ditembak oleh dia.
Chang Yang Hua, kau ingin mati? Baiklah...
Ku bawa kau menemui adikku.
Kakak, jangan!
Ken, bertahanlah.
Aku prajurit yang terbaik.
Aku sudah terlatih untuk membunuh.
Sedangkan kau hanyalah seorang pengawal.
Hari ini, hanya satu di antara kita yang boleh hidup.
- Paman! - A Chang!
Bau gas apa ini?
Michelle.
Tolong lepaskan dia!
Berapapun Chui membayarmu, ku bayar 3 kali lipat!
Kau kira bisa membeliku?
Jauhi dia. Pergi kesana!
Ku bilang pergi kesana!
Sekarang kau takut'kan?
Dia sudah menembak adikku sebanyak 7 kali.
Sekarang aku juga akan menembaknya... 7 kali!
Sudah tak ada lagi yang melindungimu.
Jangan bunuh dia. Aku punya banyak uang. Berapa yang kau mau?
Sekali lagi kau bicara, ku tembak dia!
Tawaranmu tak ada gunanya...
kecuali kau sanggup membayar seseorang untuk menerima peluru untuknya.
Ayo, terima peluru untuknya. Selamatkan sendiri gadis-mu.
Aku...
Apa kau takut mati?
Kau hebat, kau punya nyali yang besar.
Michelle.
Kau tidak takut mati bukan?
A Chang!
Cerita masih belum selesai.
- A Chang, jangan mati. - Masih ada 6 peluru lagi.
Jangan lakukan itu.
Jianguo, ku kirim dia untuk menemuimu.
Jangan!
A Chang!
A Chang, jangan tinggalkan aku.
Paman? Paman gendut.
Paman? Paman!
A Chang, jangan tinggalkan aku.
Ini adalah senjata Yang Hua, Kuserahkan padamu.
James, cepatlah!
Tuan Shong, John Chang sudah terlatih untuk menerima peluru.
Kau menunduk karena insting-mu.
Itu adalah reaksi yang normal, jadi kau tak perlu merasa bersalah.
Ini dari Kamerad Chang untuk Sersan Lau.
Aku ingin bertemu dengannya untuk yang terakhir kali.
Aku ingin bicara dengannya.
"Charlie, ini hanya antara kau dan aku...
...Uang ini untuk pendidikan anakmu. Jangan dipakai untuk berjudi ya?"
Si bodoh itu, mengapa memberiku uang begitu banyak?
A Chang! A Chang!
Berhenti di sini.
A Chang!
- Aku ada paspor. - Hanya kau yang boleh.
Tolonglah, tak bisakah kalian mengijinkan aku lewat?
A Chang!
Dia sudah pergi, dia meninggalkan ini untukmu.
A Chang!
A Chang!
Diterjemahkan Oleh : Ry@Di, Samarinda, 1 Desember 2014.
Resync Oleh: Teuku Azhar, 26 Agustus 2025.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.