Afrikaans
Akan
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Film ini telah disetujui oleh Angel.
Komunitas dengan lebih dari 1,5 juta anggota.
Bekerja sama dengan Minno
BERDASARKAN KISAH DAUD DARI 1 DAN 2 SAMUEL
TUHAN TELAH MENCARI SEORANG YANG BERKENAN DI HATI-NYA
1 SAMUEL 13:14
Ya ampun.
Ya ampun, ya ampun, ya ampun.
Saatnya!
Minggir, minggir, Gibor!
Terima kasih, Abirra. Terima kasih, Yala.
Hei, Shira.
Tenang, aku di sini.
Kau agak lebih cepat, bukan, Nak?
Mundur semua.
Kawanan ini akan bertambah satu.
Tak apa, Nak, kau baik-baik saja.
Tarik napas.
Kita keluarkan yang kecil ini,
lalu aku janji...
aku akan membawamu pulang.
Tetap bersama.
Kalau kita rapat, tetap dekat,
ia tak bisa memisahkan siapa pun.
Aku tak bisa sendiri.
Tidak, tunggu!
Tetap diam, Nak.
Dia belum melihatmu.
Itu dia.
Tatap aku.
Tatap...
aku.
Tidak, tidak, tidak!
Tidak!
Tidak!
Tuhan berbicara padaku.
Ya, begitulah jadi nabi.
Ia mengatakan dengan jelas
aku harus datang ke rumah ini
dan mengurapi putra Isai
sebagai raja berikutnya.
Namun
bukan salah satu dari mereka.
Yang itu punya potensi.
Atau mungkin, kau punya putra lain?
Oh tidak.
Shira.
Shira!
Tidak!
Shira.
Aku sungguh minta maaf.
Apa?
Shira?
Shira, kau hidup?!
Itu akibatnya mengusik dombaku.
Aku senang kau tak apa-apa.
Dan siapa yang kecil ini?
Dia anak dombaku?
Tali.
Baik, Tali.
Ayo kenalkan kau pada yang lain dan pulang.
Tunggu di sini, Nak.
Sekarang, di mana yang lain?
Hei! Tak apa, dia sudah pergi, kau aman.
Kau bisa keluar.
Tak mau keluar?
Bertemu bayi baru?
Aku tahu itu menakutkan,
tapi bukankah itu membuatmu hidup?
Dan tahukah kau?
Aku tak melihat domba ketakutan.
Tahukah apa yang kulihat?
Kuda perkasa! Siap menaklukkan dunia!
Aku juga kadang takut,
namun jauh di dalam, aku tahu...
Ada cahaya di kejauhan
Dan bila kau dengarkan
Kau kan dengar namamu dipanggil
Butuh berani untuk melangkah
Percayalah dan ayo bergerak
Kau kan lihat dunia mulai berubah
Jadi jangan buang waktu berdiam
Terlalu terpaku pada masalah
Yang mungkin menghadang
Saat gelap datang
Jangan biarkan hatimu lupa
Berlari, berlari, menuju petualang
Apa pun yang datang menghadang
Ayo kecap rasa kebebasan
Yang hanya ada di alam liar
Tak peduli orang menyebut kita gila
Apa serunya selalu bermain aman
Aku ingin lari, lari, lari
Rasakan angin berhembus
Mentari di matamu
Hirup rahmat yang terasa baru
Ayo, takkah kau lihat
Langit luas terbentang
Ia memanggil, kakiku pun melangkah
Aku tak dipanggil terkurung empat dinding
Inilah tempat yang kuingini
Jika masa depanku di tanganku
Yang kuinginkan hanyalah bebas
Aku ingin lari, lari bersama kuda
Menembus air dan nyala api
Apa yang perlu ditakuti saat Surga bersamaku
Saat yang tak dikenal memanggil namaku
Aku ingin mendaki gunung tertinggi
Menghadapi apa pun yang datang
Aku ingin lari, lari, lari
Baik.
Baiklah, teman-teman.
Jadi, hitungan ketiga...
kita semua akan lari.
Aku belum bilang tiga!
Hei!
Baik, pelan-pelan! Aku menyusul!
Aku ingin lari, lari menuju petualang
Apa pun yang datang menghadang/ Daud datang!
Aku ingin kecap rasa kebebasan
Yang hanya ada di alam liar/ Tiap hari!
Tak peduli orang menyebutku gila
Kau gila!
Apa serunya selalu bermain aman
Minggir!
Aku ingin lari, lari, lari
Oh tidak.
Makanannya! Tolong jangan makanan!
Masuk!
David!
Seekor kambing? Sejak kapan kita punya kambing?
Syalom.
Bukan aku.
Dan kalau pun iya, aku bisa jelaskan.
Mungkin.
Apa yang terjadi?
Ingat saat kukatakan Tuhan punya rencana besar untukmu?
Ternyata mungkin lebih besar dari dugaanku.
Daud,
putra Isai.
Apakah kau siap untuk petualangan besar?
Ya!
Sebagai Raja Israel.
Apa? Tidak.
Tidak?
Tidak, tidak, tidak.
Jangan merusak ini untukku, Daud.
Kalau kau raja, aku jadi putri.
Aku tak bisa jadi raja.
Kita sudah punya raja.
Benar.
Artinya ini pengkhianatan.
Sekarang jadi pengkhianatan?
Lalu, tadi apa saat ia mempertimbangkanmu?
Aku prajurit di pasukan Saul!
Aku selalu setia kepada ayahku,
Raja Saul, dan Tuhan!
Itu luar biasa.
Teruslah seperti itu.
Kau tak bisa mengambil si bungsu
dan mengangkatnya di atas kami semua!
Apa kau ingin aku menggantikannya
dan menggembala lagi?
Tidak, Ozem yang akan menggembala.
Tunggu, apa?
Tidak. Nethanel saja.
Aku tidak mau.
Si kembar saja.
Jangan libatkan kami./ Ya.
Anak-anak./ Terserah.
Jangan lihat aku.
Mantap./ Mantap, Daud.
Anak-anak.
Maaf.
Aku suka. Ulangi.
Aku datang ke sini bukan tanpa alasan.
Hati seluruh bangsa sedang dipertaruhkan.
Ada kegelapan di atas negeri ini.
Orang Filistin?
Orang Filistin memang ancaman.
Mereka menindas kita dengan kuasa dan kesombongan.
Namun ada bahaya yang lebih besar.
Orang Amalek?
Orang Amalek hanyalah pemangsa.
Dan mereka selalu mengintai,
selalu menunggu di bayangan.
Seperti saat mereka menerkam yang lemah
ketika kita lari dari Firaun,
mereka menunggu kita terpecah,
saat kawanan tercerai,
dan mereka akan menyerang lagi.
Namun pertempuran sejati kita bukan melawan daging dan darah,
melainkan di dalam hati.
Apakah musuh membuat kita berpaling dari Tuhan?
Tidak. Kita yang menuntut raja.
Maka Tuhan memberi kita Raja Saul,
yang cintanya pada mahkota telah menguasainya.
Dan kini kita melihat harga
dari menaruh iman pada manusia.
Orang Filistin, orang Amalek,
Saul.
Kita terdesak dari segala sisi.
Namun akhirnya,
Tuhan telah memilih yang lain.
Seseorang yang sehati dengan-Nya.
Tapi aku tak ingin jadi raja.
Itu kriteria yang sangat baik bagi seorang raja.
Aku hanya seorang gembala.
Rakyat tersesat, Daud.
Terseret badai.
Seorang gembala
itulah yang mereka butuhkan.
Tapi Tuhanlah gembalaku. Dialah yang kita butuhkan.
Setiap alasan yang kau beri
justru alasan mengapa harus kau.
Tapi.../ Ya?
Berdirilah di hadapanku, putra Isai.
Jadi, apa yang terjadi sekarang?
Apakah Saul dan Daud bertarung sampai mati?
Tidak. Tidak.
Ini anugerah yang harus dirahasiakan.
Kami mendengar tentang bakat Daud.
Ia harus segera menghadap Raja Saul.
Tak mungkin mereka tahu.
Apa yang kau datangkan pada rumah kami?
Mereka tak boleh tahu aku di sini.
Jika Saul tahu, tak seorang pun aman.
Zeruiah, jangan!
Siapa di sana?
Ini aku, Putri Zeruiah.
Apakah Daud ada di sini?
Pergi dari sini. Kami akan mengalihkannya.
Syalom.
Raja Saul sangat gelisah.
Daud harus ikut aku sekarang.
Begini, Daud...
Di sini.
Aku di sini.
Anak malang.
Ia akan melahapmu hidup-hidup.
Selamat datang di Gibeah.
Hei, kau.
Stroberi!
Stroberi segar! Baru dipetik!
Buah segar di sini!
Baik, ayo.
Hitungan ketiga./ Ayo.
Tambahkan tegangannya, anak-anak!
Baik.
Akhirnya kau datang!
Yang ini kau taruh di mana?
Begitu saja. Bagus.
Ini dari Betlehem, Paduka.
Di mana alat musikmu?
Alat musik?
Kau tak bisa memainkan untuk suamiku
tanpa alat musik.
Memainkan?
Dan kau tak bisa menghadap seperti ini.
Apa di rambutmu?
Minyak?
Maaf.
Tidak apa-apa.
Justru, kemari, berdirilah di depanku.
Baik.
Tunggu sebentar.
Ke mana kau mau kau pergi?
Pangeran Yonatan,
kami harus segera bertemu ayahmu.
Sekarang bukan waktu yang tepat.
Urusan negara tak bisa ditunda
hanya untuk menenangkan ayahmu.
Kau kira ini membantuku?!
Baik, urusan negara kita tunda.
Jelas ini bukan saatnya.
Ada apa ini?
Saul memanggil semua pemusik negeri.
Musik dulu menenangkannya.
Pergi, dan jangan kembali!
Ya, Paduka.
Bagaimana kalau kau gantikan posisiku?
Silakan. Di depanku.
Tidak, aku bersikeras. Ambil tempatku.
Jangan sampai menghalangi./ Ke depan.
Hei, nak.
Apa yang kau lakukan di sini?
Berikutnya!
Sepertinya giliranmu.
Mereka pikir seorang anak bisa menolongku?
Kau mau bernyanyi, atau bagaimana?
Aku tidak membawa...
Kalau aku bisa...
Keluar!
Berikutnya.
Tidak, tunggu!
Boleh pinjam ini? Terima kasih.
Kau mau masuk lagi?
Tentu saja.
Kenapa kau kembali?
Karena sekarang aku punya ini.
Tinggalkan aku dengan tenang.
Aku akan mencoba.
Saat aku tersesat
Dan diliputi takut
Saat bayangan menyembunyikan matahari
Saat hatiku berat
Dan doa terasa sulit
Kuingat kata ibu yang selalu berkata
Shalom
Shalom
Damai menyertaimu
Ke mana pun kau pergi
Shalom
Shalom
Biarkan melodi ini
Mulai membawamu pulang
Dalam keputusasaan
Saat pandanganmu pudar
Kau berseru dengan segenap jiwa
Masih ada gembala
Bahkan saat kau bersembunyi
Yang mengangkatmu dan memelukmu hingga kau temukan
Shalom shalom
Damai menyertaimu ke mana pun kau pergi
Shalom shalom
Biarkan melodi ini membawamu pulang
Biarkan melodi ini membawa
Shalom
Dia tidak menyukainya.
Siapa namamu?
Daud.
Daud, aku tak ingat
kapan terakhir kali aku merasa seperti itu...
Bebas.
Tahukah kau, aku tak pernah meminta ini.
Aku tak ingin jadi raja.
Aku juga.
Maksudku, aku bisa membayangkan.
Bisakah kau, Daud?
Satu saat kau menggembala keledai ayahmu,
lalu Samuel mengurapimu menjadi raja Israel.
Lalu, setelah semua tahun ini,
setelah semua yang kulakukan bagi Israel,
dia mencoba merebutnya dariku,
katanya akan memberikannya kepada orang lain.
Kalau aku menangkap nabi itu.
Jika aku tahu siapa yang dipilih Samuel menggantikanku...
Namun kemudian kau datang.
Ayah, orang Filistin. Mereka berkumpul untuk perang.
Hari ini hari buruk untuk mencari gara-gara.
Siapkan kudaku.
Daud, kau telah berjasa besar bagi rajamu.
Kembalilah ke ladangmu.
Dan saat di sana, tulislah lagu kemenangan untuk kepulanganku.
Ini bukan yang kuharapkan.
Jadi ini takkan berakhir baik.
Ayo, para prajurit.
Semangat, kalian prajurit perkasa dalam tentara Israel.
Kalau perkasa maksudnya takut,
dan prajurit maksudnya petani, maka ya, itu kami.
Kau meremehkan siapa yang berpihak pada kita.
Kau lihat ini, Yonatan?
Kita bahkan belum menghadapi Filistin.
Aku melakukannya sendiri, dengan ini.
Ini bahkan bukan senjata sungguhan.
Maaf sekali. Kau tak apa?
Ya, kita tamat./ Sedikit berimanlah.
Aku punya sedikit iman, sangat sedikit.
Saul, Saul, Saul.
Kupikir kita punya kesepakatan.
Aku mengizinkanmu dan suku-suku kecilmu
tinggal di negeri ini dan kau...
Aku tahu kesepakatan kita, Akhis.
Kami membayar pajakmu,
kami menajamkan alat pada pandai besimu.
Namun harus kukatakan, banyak alatmu
terlihat sangat runcing.
Itu bukan bagian dari kesepakatan kita.
Mungkin sudah waktunya membuat kesepakatan baru.
Itu kata-kata perang, Saul.
Pasukanmu jelas
tak sebanding denganku.
Aku lebih memilih
tak membunuh calon pekerja ladangku,
jadi mengapa tak kita permudah saja?
Jagoan terbaikmu melawan jagoanku?
Ayah, kau lebih dari cukup untuk melawan Filistin mana pun.
Lagipula, Tuhan berperang di pihak kita.
Baiklah.
Pilih orangmu untuk bertarung, Akhis.
Bagus.
Sangat bagus. Sangat, sangat, sangat bagus.
Sepakat.
Bawa keluar Goliat.
Dia besar sekali.
Bukan dia. Itu pembawa perisainya.
Dia besar sekali./ Seperti gunung.
Dia yang terbesar yang pernah kulihat,
dan aku pernah melihat paus.
Aku suka kuda.
Tak banyak lagi yang bisa membuatku kenyang.
Hari ini, Goliat menantang barisan Israel.
Pilih seorang untuk melawanku.
Jika dia menang, orang Filistin akan menjadi rakyatmu.
Jika aku mengalahkannya, kalian akan melayani kami.
Panggil para penasehatku.
Jangan khawatir, jangan buru-buru.
Goliat tak ada apa-apanya kecuali
sabar.
Shimea, ambil satu efa gandum.
Apa itu efa?
Ozem, dombanya.
Ibu, Ibu, lihat.
Ya, sayang. Indah sekali.
Menenun karena stres lagi?
Aku boleh.
Eliab dan Abinadab dipanggil berperang,
aku masih belum tahu apa yang terjadi dengan...
Daud.
Daud!
Aku rindu kalian.
Kau sudah jadi raja? Punya mahkota?
Boleh kupakai?
Tidak.
Daud.
Syukurlah melihatmu masih utuh.
Kau baik-baik saja?
Apakah dia tahu tentang pengurapan itu?
Kau sudah makan?
Apakah keluarga dalam bahaya?
Mereka menyentuh rambutmu.
Apa yang terjadi dengan Saul?
Tak terjadi apa-apa.
Apa yang terjadi di sini?
Kota diminta menyediakan logistik perang.
Di mana persediaannya?
Aku lapar.
Dari rumah ke keledai?
Kau mau ke mana?
Kau belum cerita apa pun.
Tak apa, semuanya baik-baik saja.
Aku hanya ingin kembali ke ladang.
Saul gelisah dan aku memainkan musik untuknya,
itu saja.
Aku... selama di Gibeah,
tak ada yang masuk akal.
Haruskah aku berbohong?
Haruskah aku menolong Saul, atau membencinya,
atau menaatinya, atau melawannya?
Aku sungguh tak tahu!
Di luar sana semuanya sederhana.
Semuanya masuk akal.
Namun dengan pengurapan itu, dengan urusan raja ini,
aku sungguh tak mengerti apa yang Tuhan lakukan.
Ibu juga.
Dan itulah sebabnya Ibu melakukan ini.
Menenun karena stres lagi?
Bukan itu maksudnya.
Lihat ini. Indah, bukan?
Ini bukan yang terbaik.
Setiap benang punya tujuan.
Semuanya punya tempat.
Terlihat berantakan, tapi saat kau melihat gambarnya selesai
di sisi lain, semuanya jadi masuk akal.
Kau seperti salah satu benang ini.
Apakah aku ada di sana?
Ya, ini kau, dan itu Tali.
Ya, Ozem, kau juga.
Ibu.
Ibu menyayangimu.
Ibu!
Hei, biar kulihat.
Tidak, belum selesai.
Mainkan sesuatu.
Tapi...
Ayo, yang baru.
Aku tak tahu harus memainkan apa
Tak apa
Ini hanya frasa acak
Namun tetap terdengar enak
Tak ada lagu lahir langsung tertulis
Tak ada bejana tercipta langsung jadi
Apa Ibu menyebutku bejana?
Kurang lebih...
Namun kau jauh lebih dari itu
Domba-domba tak tahu ke mana mereka pergi
Namun mereka mengikuti gembala ke mana pun ia memimpin
Bunga tak tahu bagaimana ia bertumbuh
Namun hujan tetap turun memberinya yang ia perlu
Ada alasan bagi warna dalam kisahmu
Ada gambar meski kau belum melihatnya
Setiap benang punya tujuan dan segera kau kan lihat
Peranmu dalam permadani ini
Hei, hei!
Saat kau merasa tak ada yang terhubung
Dan kau mencari jawaban yang tak kau temukan
Ingatlah tiap helai saling bersilangan
Menyingkap rancangan Sang Pencipta
Setiap mahakarya butuh waktu
Ada alasan bagi warna dalam kisahmu
Jika memang ada alasan
Aku tak menemukannya/ Ada gambarnya
Yang belum kau lihat/ Ya, aku percaya
Tiap helai punya tujuan
Tapi aku tak melihatnya/ Nanti kau akan melihat
Peranmu dalam tenunan ini
Angkatlah pandanganmu melampaui bukit
Lebih tinggi, terus lebih tinggi
Andai kau melihat dari sudut surga
Semua rencana untukmu terbentang
Seperti cara kami menggerakkan alat tenun
Ia merajutmu sejak dalam kandungan
Tiap helai dipakai dalam rancangan-Nya
Aku angkat mataku melampaui bukit
Meski belum jelas, aku tahu nanti
Kan kulihat pandangan surga
Dan melangkah ke rencana-Nya bagiku
Akan kutahu ke mana
Kisah ini menuju/ Sekarang kau lihat
Aku belum sampai
Tapi kini aku tahu/ Percayalah
Dia yang membawa
dunia ini hidup
Telah melihat segalanya
sebelum waktunya/ Waktu sempurna
Jadi siap atau tidak, apa pun yang datang
Akan kuhadapi apa pun yang menantang
Sebab segalanya dipakai dalam rancangan-Nya
Ada alasan bagi warna dalam kisahku
El Shaddai menjadi penuntun saat kau tak melihat
Tiap helai punya tujuan dan aku percaya
Aku bagian dari/ Kau bagian dari
Tenunan ini
Kita bagian dari
Tenunan ini
Kalian berdua menyanyi untuk apa?
Masih ada barang yang harus dibawa.
Seseorang harus mengantar perbekalan ke pasukan.
Tak sempat dengan Nethanel, mungkin Ozem?
Ibu tahu siapa yang bisa, ya?
Ini, jaga Tali untukku, ya?
Baik.
Tunggu, David ke mana?
Perbekalan segar di sini.
Hei, nak, ke sini!
Aku tertawa saat kalian meringkuk.
Mau ke mana?
Permisi.
David!
Apa yang kau lakukan di sini?
Aku membawa keju dan roti.
Dan buah ara.
Aku mengalahkanmu tanpa mengangkat jari.
Siapa yang berteriak-teriak itu?
Kau membahayakan seluruh keluarga
dengan berada di sini untuk apa? Menonton pertempuran?
Tenanglah, Eliab, siapa yang tak ingin melihat
pasukan Israel beraksi dengan gagah?
Kalian pasukan pengecut.
Dia tidak salah./ Benar, benar.
Bahkan Tuhanmu tak bisa menyelamatkanmu
dari kedahsyatan orang Filistin.
Oh ya? Kemarilah dan kita lihat.
Goliat bisa mendengarmu.
Siapa Goliat?
Bayangkan prajurit terbesar yang pernah kau lihat.
Baik?
Sekarang bayangkan ada yang memakannya.
Tak peduli sebesar apa dia.
Dengan Tuhan di pihak kita, bahkan aku bisa melawannya.
Kau?/ Ya.
Dia pikir bisa mengalahkan Goliat!
Jika Tuhan berperang bagi kita, bisa kau, atau kau, atau kau.
Aku?
Yah, sepertinya giliranmu.
Aku tak sabar melihat siapa yang kau kirim melawanku.
Bagaimana dengan usulan perjanjian baru kita?
Tuanku, dengan segala hormat,
Raja Akhis tahu ia memegang kendali.
Ia tak akan tertarik pada perjanjian baru.
Ya, tapi apakah sudah disampaikan kepadanya?
Apa katanya?
Katanya, "Aku memegang kendali,
dan aku tak tertarik pada perjanjian baru."
Ayah, kita sudah kehabisan pilihan.
Aku akan maju dan melawannya.
Aku tak akan mengirim putraku ke misi bunuh diri.
Orang Filistin ini tak sebanding dengan Tuhan Israel.
Aku bilang tidak!
Kau lagi?
Lagu tak banyak berarti di sini, Nak.
Aku tak datang untuk bernyanyi.
Lalu mengapa kau di sini?
Aku akan melawan Goliat.
Aku serius. Aku akan melawan Goliat.
Daud. Sekali lagi kau menyegarkan suasana hatiku.
Kehadiranmu di sini sangat kami sambut.
Kau sangat kecil.
Apa arti ukuran bagi seorang raksasa?
Akan kucabik dia anggota demi anggota.
Kau tak takut maju sendirian?
Aku tak sendirian.
Ini konyol. Lihat saja dia.
Ya, lihat aku.
Aku pernah melawan singa dan beruang!
Tuhan melindungiku saat mereka menyerang domba ayahku,
dan Dia akan melakukan hal yang sama melawan Goliat.
Dan aku melihatnya menjinakkan satu binatang lain
saat tak ada yang mampu.
Jadi itukah aku sekarang, seekor binatang?
Aku tahu siapa dirimu sebenarnya.
Dia yang dipilih Tuhan untuk memimpin umat-Nya.
Aku tahu Ayah masih mengenali suara-Nya.
Apa yang Ia katakan padamu?
Tuanku, Anda tak mungkin mempertimbangkan...
Kenakan perlengkapannya.
Tapi Tuanku...
Atau kau saja yang maju, kalau mau?
Siapkan dia.
Aku mengalahkanmu tanpa...
Perlu sekali begitu? Baiklah.
Hari ini kita akan melihat apakah Tuhan masih bersama kita...
atau tidak.
Aku tak bisa maju dengan ini.
Kau benar, masih terlalu banyak celah.
Di sini, di sini, dan di sini.
Jauh lebih baik.
Ya, tapi bisakah dia bergerak?
Tentu saja bisa.
Kau bisa, bukan?
Daud?
Ya ampun.
Jadi siapa, Saul?
Aku tak akan takut...
Daud, bodoh.
Diam.
Kau mau ke mana?
Ini sebuah penghinaan.
Ya, penghinaan besar.
Penghinaan yang harus kau hancurkan.
Seorang anak? Kau harap aku melawan anak kecil?
Tidak. Tidak, tidak, tidak.
Tidak, tidak mungkin. Tentu saja tidak.
Tapi ya, itulah yang kuharapkan kau lakukan.
Kau pikir ini permainan?
Akan kujadikan kau makanan burung gagak.
Atau mungkin mereka akan berpesta raksasa.
Rasanya sayang
sudah datang sejauh ini untuk tanpa apa-apa.
Mengagumkan.
Meleset.
Kau yakin ingin melanjutkan ini, Nak?
Kau bahkan tak punya senjata sungguhan.
Mungkin dia tak bisa mengangkatnya.
Kau kira senjatamu bisa berbuat apa pun
melawan Tuhan yang membelah laut?
Tuhan yang hadir dalam tiang api?
Tunggu, apa yang kau katakan?
Kau datang melawanku dengan pedang dan tombak,
namun aku datang melawanmu
dalam nama Tuhan langit dan bumi.
Pertempuran ini milik-Nya, dan Dia akan menyerahkanmu ke tangan kami.
Demi Dagon. Tadi aku kira
Saul mengirim seorang anak untuk melakukan tugas lelaki.
Padahal sebenarnya, ia menyiapkanku melawan Tuhan.
Nah, itu baru lebih pas.
Ini bisa kuhadapi.
Siapa yang ingin melihat Goliat melawan Tuhan!
Aku menerima tantangan-Mu.
Dan kini kutantang Engkau menampakkan diri dan bertarung.
Turunlah kemari, Tuhan Israel,
dan akan kubuat Engkau berlutut di hadapan kedahsyatan Goliat!
Kau sungguh pikir satu batu
cukup untuk mengalahkan seluruh pasukanku?
Kau lihat itu, Eliab.
Itu saudara kita!
Tuhan menyertainya, Ayah.
Tuhan menyertainya!
Sudah kubilang.
Namun kini ia akan lebih membutuhkan Tuhan dari sebelumnya.
Tolong. Jagalah dia.
Itu raja!
Raja datang!
Daud! Daud! Daud!
Daud, kau menyelamatkan kami!
Aku meminjamkan kecapiku, tahu?
Kau pahlawan kami!
Ia berani, ia setia.
Tidak!
Tidak?/ Tidak?
Tidak! Ini bukan tentang aku.
Dan ia begitu rendah hati!
Daud! Daud! Daud!
Tidak!
Jangan lihat aku, lihat Tuhan.
Lihat caranya menatap Tuhan.
Tidak, kau tidak paham.
Apa yang tak kami pahami?
Kami tak paham./ Katakan!
Tapi dia paham!
Ya, katakan.
Baik, baik, dengar, dengar!
Semua tenang!
Daud akan berbicara!
Boleh iringi?
Ada cahaya yang selalu kuikuti
Saat kucari arah langkahku
Saat kucari jawaban
Di kala takut menyelimutiku
Ada bisik di angin, kisah di langit
Saat kucari lentera menyinari malamku
Jika kau ingin rahasia bebas dan hidup bermakna
Kau harus ikuti cahaya
Ikuti cahaya
Rasakan angin kencang saat kau berlari ke rimba
Itu dia, ya!
Kita lihat mentari terbit
Dari abu yang tersisa
Saat bayang datang, kita tak lari dari laga
Ayo, ikuti cahaya
Ayo, ikuti cahaya
Satu hal yang kutahu, aku hanyalah insan
Berhati singa, berjiwa domba
Setiap laga yang kumenang, setiap raksasa yang kuhadapi
Aku tak pernah sendiri, bahkan di hari tergelap
Jika kau ingin rahasia bebas dan hidup bermakna
Kau harus ikuti cahaya
Ikuti cahaya
Rasakan angin kencang saat kau berlari ke rimba
Kita lihat mentari
Terbit dari abu
Saat kita tak menahan apa pun
Saat bayang datang, kita tak lari dari laga
Jadi ayo, ikuti cahaya
Ayo, ikuti cahaya
Ayo, ikuti cahaya
Api!/ Satu langkah, satu lompatan iman
Lihat!/ Melepas adalah kuncinya
Berlari bersama Dia yang dengar suaramu
Dan mengguncang gunung
Saat kau tak lihat jalan, ada api di jiwamu
Percaya dan biarkan ia menuntun ke mana pun
Kau harus ikuti cahaya
Ikuti cahaya
Rasakan angin kencang saat kau berlari ke rimba
Kita lihat mentari
Terbit dari abu
Saat kita tak menahan apa pun
Saat bayang datang, kita tak lari dari laga
Jadi ayo, ikuti cahaya
Ayo, ikuti
Ayo, ikuti cahaya
Ayo, ikuti cahaya
Daud!
Kau memberi bangsa kami
harapan kembali!
Kami tak pernah sebersatu ini.
Kini saatnya menegakkan sepenuhnya
kemuliaan kerajaan kita!
Kita akan menyerang setiap pos Filistin.
Dimulai dari Ziklag.
Kita akan menggilas mereka,
seperti dulu mereka menggilas kita!
Dan siapa yang lebih pantas memimpin kita berperang selain Daud!
Rajaku, maukah kami bertanya kepada Tuhan
apakah ini kehendak-Nya?
Akulah raja pilihan Tuhan.
Perintahku adalah kehendak-Nya.
Apa yang terjadi pada orang Filistin?
Tempat ini ditinggalkan.
Mereka meninggalkan semuanya.
Mengapa mereka pergi begitu tergesa?
Apa itu?
Orang Amalek.
Hentikan!
Ayah?
Saul.
Tidak.
Ayah? Ada apa?
Ayah?
Kita harus pergi dari sini.
Sekarang./ Tapi ayah.
Kukatakan sekarang!
Saul.
Sudah terlambat, Saul.
Tidak, tolong, jangan.
Orang Amalek lolos!
Kerajaan ini telah tercabik.
Saul! Saul! Saul!
Bukankah aku membawa kemenangan?
Lihat bagaimana kami memuliakan Tuhan dengan persembahan ini!
Kau memuliakan dirimu sendiri!
Saat kau berpesta, orang Amalek melarikan diri!
Sama seperti dulu mereka menyerang dan membunuh yang paling lemah di antara kami
saat kami lari dari Firaun!
Kau telah menempatkan seluruh bangsamu dalam bahaya
karena kesombonganmu.
Kami takkan pernah benar-benar bebas selama kau duduk di takhta.
Jangan membelakangiku!
Sudah terlambat, Saul.
Hari ini kerajaan direnggut darimu
dan diberikan kepada orang lain.
Ini kau.
Ini kau yang dipilih Samuel untuk menggantikanku!
Katakan padaku...
Katakan itu tidak benar.
Aku tak bisa.
Aku mengundangmu ke rumahku!
Rajaku.
Aku mencintaimu seperti anakku sendiri!
Aku tak melakukan apa pun selain melayanimu.
Kaulah raja yang diurapi.
Yonatan adil.
Jangan!
Katakan.
Kata-katamu, lagu-lagumu,
semuanya telah menyihirku!
Lanjutkan.
Apa kau tak cukup jantan untuk merebut takhta dariku?
Aku tak pernah menginginkan takhta.
Dusta!
Kau telah mencuri hati rakyatku.
Bahkan keluargaku sendiri lebih mencintaimu daripada aku.
Apa lagi yang tersisa untuk kau ambil
selain mahkotaku?
Mahkota itu milik Tuhan.
Tuhan!
Tuhan telah membelakangiku,
dan kini Ia juga membelakangimu!
Tangkap dia, dia mencoba membunuhku!
Hei, kau!
Itu dia!
Tangkap dia!/ Kembali ke sini!
Dia mencoba membunuh raja!
Berhenti!
Ayah, apa yang terjadi?
Dia mencoba membunuhku!
Siapa?
Kembali ke sini!
Hentikan dia!/ Jangan biarkan dia lolos!
Panah, Nak, panah!
Jangan biarkan dia kabur!
Daud?/ Daud?
Dialah, Yonatan.
Dialah yang dipilih Samuel untuk menggantikanku.
Menggantikanmu.
Seorang pengkhianat yang merayap ke dalam hati kita.
Akhiri ini, sekarang!
Selama Daud hidup, kau dan Ayah takkan aman.
Mahkota itu milik kita.
Awas!
Mahkota itu milik Tuhan.
Selamat tinggal, saudaraku.
Tutup kota ini.
Tak seorang pun masuk atau keluar sampai dia ditemukan.
Jangan lepaskan dia dari pandanganmu!
Kembali ke sini!
Tak ada tempat untuk lari!
Orang-orang. Ikuti aku.
Hei, Daud!
Daud, kau mau ke mana?
Cari dia!
Habisi dengan pedang siapa pun yang menolongnya!
Mereka yang setia pada Daud...
Berarti tidak setia padaku!
Cari Daud!
Dia mencoba membunuh Saul!
Itu Daud!
Lari, cepat!
Ada apa ini?
Daud mencoba membunuh Saul!
Daud?/ Tidak! Mustahil!
Hei! Pencuri!
Tangkap pencurinya!
Hei, hati-hati!
Daud?
Apa yang kau lakukan?
Tak ada!
Kepung pengkhianat itu!
Di mana dia?
Itu tak terdengar seperti tak ada apa-apa!
Eliab, kumohon.
Tidak. Ini harus berhenti malam ini.
Kau membahayakan kita semua.
Jika kau tak mau melakukan yang benar
demi melindungi keluarga kita, aku yang akan.
Lepaskan aku.
Aku harus pergi.
Ikuti aku.
Lari! Lari!
Di mana dia?
Ke sana.
Apa itu tadi?
Pergilah ke Betlehem dan selamatkan keluarga kita.
Aku tak mengerti
Apa yang harus kulakukan tanpa terang-Mu
Sebab aku tak paham bagaimana ini bisa dibenarkan
Aku tak pernah meminta ini, tak mengejar semua ini
Kini aku diburu seperti binatang
Padahal aku tak bersalah
Aku tersesat bila pergi dan mati bila bertahan
Jalan mana pun, aku tetap takkan menang
Haruskah kutempuh sendiri
Akankah aku pernah aman
Mengapa Tuhan, mengapa Kau tinggalkan aku kini
Aku berusaha merasakan-Mu
Saat aku lari dari bayang-bayang maut
Kembali ke padang belantara
Mengapa Tuhan, mengapa Kau menuntunku
Kau beri sekilas harapan lalu menghilang
Aku berusaha bertahan
Oh mengapa Tuhan
Ibu!
Ibu!
Saat kami tak dapat melihat seberang
Jadilah bintang penuntun di malam gelap
Hingga mentari terbit, o Adonai
Dengarlah jerit kami
Saat kami tersesat dan takut jadilah jalan dan terang
Tunjukkan kuasa-Mu saat kami melangkah di api
Pemimpin Israel, El Shaddai-ku
Tuhanku, Kau tak meninggalkan kami kini
Kau akan menyatukannya
Entah bagaimana
Saat kami lari dari bayang-bayang maut
Kembali ke padang belantara
Tuhanku/ Mengapa Tuhan
Aku tahu Kau menuntun kami/ Meski tak kurasakan
Bersama-Mu kami tak pernah sendiri
Aku tak mendengar-Mu/ Kaulah Dia
Yang membawa shalom bagi kami
Tuhanku/ Mengapa Tuhan
Apakah Kau di sana
Aku tahu Kau mendengarku
Tuhanku
Bangun.
Bangun, orang mati.
Bangun, bangun!
Benar-benar mati.
Bagus.
Baik.
Jangan tiba-tiba hidup kembali
saat aku ambil sandalmu, ya?
Mayat hidup kembali,
itu menakutkan.
Apa kataku tadi?
Hei, apa yang kau temukan, Zaydel?
Mayat yang belum cukup mati.
Kau merampok orang tak berdaya lagi?
Tidak, aku menjarah mayatnya.
Beda jauh.
Itu Daud!
Apa? Apa yang kau lakukan?
Jangan beri dia apa-apa!
Itu kebalikan dari yang sedang kulakukan.
Tuhan berkenan hari ini kita bertemu dia.
Perkenanan Tuhan tak seperti yang kubayangkan.
Tolong aku.
Tunggu, dia masih memakai sandal baruku!
Elhanan, Abisai, apa yang kalian lakukan di sini?
Saul tak suka siapa pun yang setia padamu.
Atau para pencuri.
Dia tak menyukai mereka.
Sandal yang bagus.
Terima kasih!
Sudah lama kupakai.
Kami senang kau baik-baik saja.
Hei kau.
Ayo, yang lain ingin menemuimu.
Yang lain?
Siapa semua orang ini?
Semua yang melarikan diri dari Saul.
Daud!
Ibu!
Aku sangat merindukanmu!
Keluarga aman?
Daud!
Zeruya!
Kau menunggu sampai kita diusir
dari kerajaan untuk reuni?
Kalian semua di sini?
Yah, rumah jadi agak penuh
dengan para prajurit itu.
Beri dia makanan.
Kau datang padaku dengan pedang dan tombak.
Bukan begitu cara umban bekerja.
Sebentar lagi kau mati, raksasa.
Sekarang ucapkan barismu!
Hei! Hati-hati.
Bagaimana hasil permadanimu?
Oh ya, Ibu tahu...
Jauh lebih buruk dari dugaanku!
Rasanya bukan sedang ditenun,
melainkan ditusuk-tusuk!
Ibu sangat menyayangimu.
Kadang benang ditarik begitu kencang
hingga kau kira akan putus.
Tapi percayalah pada sang penenun.
Kurasa aku sudah putus sejak lama, Ibu.
Maka percayalah Dia akan menyatukanmu kembali.
Bagaimana kau bisa tertawa saat kita diburu Saul?
Apa kau tak dengar apa yang dia lakukan pada para imam?
Itu salahku.
Semua ini salahku.
Tidak, Daud.
Awalnya Ayah tak mengerti.
Tapi jelas raja kita telah kehilangan akal.
Lihat sekelilingmu.
Mereka semua setia padamu.
Tak mungkin pengurapan itu sia-sia.
Ayah!
Apa katanya?/ Daud diurapi?
Ini gila!/ Apa maksudnya?
Benarkah?
Itu benar!
Nabi Samuel sendiri datang ke rumahku!
Kau raja berikutnya?
Ya.
Daud?/ Daud? Raja?
Ini luar biasa!/ Kita bisa pulang!
Apa itu berarti banyak uang?
Denganmu sebagai raja, akhirnya kita akan bebas.
Saul takkan menyerah tanpa perlawanan.
Perang saudara?
Apa yang bisa kita lakukan melawan pasukan Saul?
Saul harus membayar atas perbuatannya.
Daud akan menyelamatkan kita.
Tuhan telah memilih Daud.
Dia adalah yang diurapi Tuhan!
Dia yang diurapi Tuhan.
Dia yang diurapi Tuhan.
Yang diurapi Tuhan.
Dia yang diurapi Tuhan.
Saul.
Ada apa, Tuanku?
Tidak apa-apa.
Aku hanya perlu sejenak menjauh dari matahari terkutuk ini.
Tentu.
Daud akan menyelamatkan kita!
Saul harus membayar atas perbuatannya!
Kita akan mengumpulkan pasukan.
Kita akan menggulingkan Gibea.
Akhirnya kita bebas dari Saul.
Daud adalah raja yang sah...
Kami akan menyisir daerah ini saat Tuanku beristirahat.
Bayanganku ini, suara-suara yang menyiksaku.
Mereka tidak mau meninggalkanku.
Ada hasil?
Tidak ada tanda-tanda, Tuanku.
Tuanku Raja.
Mengapa kau memburuku?
Bukankah Tuhan baru saja menyerahkan kau ke tanganku?
Ada yang mendorongku membunuhmu,
tetapi aku tidak akan menyentuhmu.
Jika orang Filistin mengejarku
atau orang Amalek memburuku, aku tahu harus berbuat apa.
Aku bisa membela diri.
Tetapi ini kau...
Rajaku.
Aku tidak berniat merebut takhta.
Daud, aku.
Aku...
Aku tahu, aku tahu, tidak apa-apa.
Apa?
Daud, dia melakukannya./ Akhirnya, udara segar.
Dia pergi, kita bisa keluar.
Aku bisa pulang, terima kasih./ Terima kasih, terima kasih.
Kita harus merayakannya!
Jangan.
Eliab.
Tidakkah kau akan mengikuti rajamu?
Aku salah mengikuti Saul.
Tunjukkan padaku bahwa mengikuti kau bukan kesalahan.
Permintaan maaf diterima.
Dia tidak akan berhenti memburumu.
Ada satu tempat yang kutahu dia tidak akan datangi.
Yah, aku tidak akan menyebutnya nyaman.
Kau yakin dengan ini?
Yakin Saul setidaknya tidak akan mengejar kita ke sini.
Aku rasa aku lebih memilih mengambil risiko dengan Saul.
Benar adanya, Paduka Yang Mulia.
Bangsa Israel mulai terpecah.
Saul tidak lagi memiliki jagoannya.
Luar biasa.
Mari kita kunjungi mereka, bagaimana?
Daud, Daud!
Orang Filistin bergerak menyerang Saul!
Pasukan terbesar yang pernah kulihat!
Filistin!
Rasakan itu!
Zeruya, tunggu.
Daud?
Senang rasanya tahu pilihanmu soal lawan atau lari.
Maaf.
Jadi menurutmu bagaimana?
Menurutku kau sudah gila.
Ibu, Ibu, ini aku.
Maaf, refleks.
Daud, apa yang kau lakukan?
Kau hampir membuatku kena serangan jantung.
Orang Filistin sedang bergerak menyerang Saul.
Kita akan menyusup ke pasukan mereka
dan berbalik menyerang saat mereka menyerang.
Saat kita memberi Saul kemenangan ini,
dia akan tahu tanpa ragu bahwa aku berpihak padanya.
Semuanya akan kembali seperti dulu.
Rakyat terpecah, Daud.
Samuel berkata kita akan rapuh jika...
Aku sedang berusaha menyatukan kita.
Apa itu salah?
Aku tidak akan membiarkan Saul mati begitu saja.
Hentikan itu.
Baik.
Itu pasukan besar.
Jumlah mereka tidak penting.
Kita hanya perlu mencapai Raja Akhis dan para jenderalnya
dan pasukan itu akan runtuh.
Saul, kami dengar kau kehilangan jagoanmu.
Saatnya tanding ulang.
Seorang penunggang mendekat.
Di mana ayahmu?
Takut menghadapi kami, ya?
Dia muak dengan ocehanmu, Akhis.
Apa terlihat seperti kami datang untuk berbincang?
Kupikir kita datang untuk berbincang.
Ya, berbincang dulu, lalu bertempur.
Sekarang aku paham.
Cukup bicara.
Kami tidak datang untuk berbincang!
Jumlah kami sepuluh kali lipat pasukanmu.
Di mana Tuhan Israel sekarang?
Di sini, dan Dia membuat kalian menjalankan kehendak-Nya.
Apa maksudmu?
Aku tidak takut.
Jika kami menang, itu karena tangan Tuhan.
Jika tidak, hari ini kalian menempatkan Daud di atas takhta.
Apa pun hasilnya, kalian kalah.
Kembali ke sini, kita belum selesai berbicara!
Kupikir kau bilang tidak datang untuk berbincang.
Ayo, pasukan./ Apa kata mereka?
Mereka gemetar ketakutan.
Ayah...
Ayah minta maaf telah menyeretmu ke ini.
Aku lebih memilih berada di sini di sisimu,
daripada membiarkan kau menghadapinya sendirian.
Asap hitam.
Lihat, asap hitam.
Orang Amalek pasti menemukan orang-orang malang.
Bukankah itu dari Ziklag?
Kita harus kembali.
Keluarga kita.
Ini bagus, sangat bagus.
Apa mereka tidak bertanya mengapa kita meninggalkan kota itu?
Bagaimanapun, tidak penting.
Sepertinya orang Amalek mengurus mereka untuk kita.
Tidak.
Ayo, serbu!
Demi Tuhan dan kehormatan!
Kita tidak seharusnya meninggalkan mereka.
Keluarga kita, kita harus kembali.
Di mana mereka?
Anak-anakku.
Mereka dibawa pergi.
Mengapa, Tuhan, mengapa?
Mengapa?
Ini semua salah Daud!
Keluarga kita.
Kami percaya padamu!
Tempat ini tidak aman.
Kau punya kesempatan membunuh Saul di gua.
Di mana Tuhan sekarang?/ Kita seharusnya tidak
meninggalkan mereka!
Mengapa aku mempercayaimu?
Ingat saat Ibu bilang,
Tuhan punya rencana besar untukmu?
Mungkin lebih besar dari yang kupikirkan.
Hari ini kalian menempatkan Daud di atas takhta.
Pertempuran sejati kita
bukan melawan daging dan darah,
melainkan di dalam hati kita.
Apa yang Kau inginkan dariku?
Aku hanya seorang gembala.
Justru gembala itulah yang mereka butuhkan
untuk memimpin mereka pulang.
Ke mana kau pergi?
Untuk membawa umat kita pulang.
Orang Amalek akan membunuhmu.
Aku gembala, Eliab.
Apa lagi yang bisa kulakukan selain menjaga dombaku?
Dan aku percaya gembalaku akan menjagaku.
Bagaimana jika tidak?
Aku lebih memilih mengikuti terang,
daripada memilih hidup dalam gelap.
Kau memilih yang mana, Eliab?
Bergerak.
Kalian pengecut!
Pemulung.
Raja bertarung, domba tercerai.
Kami memungut sisanya.
Daud akan datang.
Dia akan menyelamatkan kita.
Tuhan adalah terangku
Sudah kukatakan.
Siapa yang kutakuti
Kubu hidupku
Siapa yang kutakuti
Itu Daud.
Nah, sekarang giliranmu./ Walau panah beterbangan
Berlutut./ Malam dan siang
Aku tidak akan takut
Di mana yang lain?
Dia sendirian?
Bodoh kau datang sendirian.
Apa terlihat aku sendirian?
Umatku ada di sini,
dan aku datang menunjukkan jalan pulang.
Apa katanya?
Mengapa dia tidak bertarung?
Saat aku melawan Goliat,
bukan seorang bocah melawan raksasa.
Itu raksasa melawan Sang Pencipta langit dan bumi.
Maka berdirilah.
Kalian tidak sendirian.
Tetapi aku takut./ Kita tidak bisa.
Aku tahu kalian takut,
tetapi aku tidak melihat orang-orang penakut.
Aku melihat pria dan wanita perkasa...
Tidak!
Aku melihat budak.
Tidak, lepaskan aku.
Dia anakku, kumohon.
Ambil aku saja.
Ini tidak mungkin terjadi.
Tidak.
Tidak.
Tuhan, tolong.
Tidak.
Mengapa, Tuhan?
Satu-satunya yang kuinginkan
Hanyalah tinggal bersama Tuhan
Jika hari ini kami tak menang
Dia tetap upahku
Apa pun yang terjadi
Apa pun yang kita hadapi
Aku tidak akan takut
Aku tidak akan takut
Aku tidak akan takut
Aku tidak akan takut
Aku tidak akan takut
Aku tidak akan takut
Aku tidak akan takut
Aku tidak akan takut
Aku tidak akan takut
Aku tidak akan takut
Aku tidak akan takut
Ikuti terang
Ikuti terang
Ikuti terang
Ikuti terang
Ikuti terang
Ikuti terang
Rasakan angin menerjang saat kau berlari ke alam bebas
Aku tidak akan takut
Ikuti terang
Ayo!
Ikuti terang
Bertahan!
Saat bayangan datang
Kita tidak lari dari pertempuran
Aku tidak akan...
Shalom, shalom
Damai menyertaimu ke mana pun kau pergi
Ayo, ikuti terang
Tuhanku, Engkau tidak meninggalkan kami
Ikuti terang
Apa pun yang terjadi
Apa pun yang kita hadapi
Aku tidak akan takut
Kau lihat aku? Aku tadi seperti...
Jadi siapa yang ke Hebron?
Aku tidak mau. Raddai saja.
Aku selalu tahu Daud memilikinya.
Kulihat kau menemukan selera humor,
dan juga iman.
Menenun karena stres lagi?
Daud.
Maaf, maaf.
Hanya saja, kau baik-baik saja.
Aduh lagi.
Tahan saja.
Keluarga yang lain, Ayah, Zeruya?
Kami semua baik-baik saja.
Hei, hati-hati.
Tali?
Bagus, Nak.
Daud, kemarilah!
Ada beberapa orang lain yang ingin bertemu denganmu.
Daud, Daud, Daud!
Sempurna.
Kami kembali...
Dalam tangan-Mu.
Terjemahan oleh Dust
Dipersembahkan untuk Janet Cunningham (dan para ibu di seluruh dunia)
yang menginspirasi anak-anak dan kerabatnya
untuk melawan singa dan beruang dan dengan kekuatan Tuhan
menumbangkan raksasa yang menentang mereka
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.