All language subtitles for Wyszynski.Zemsta.czy.Przebaczenie.2021.POLISH.BRRip.x264-VXT

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

RECEHOKI.NET - PERTAMA DI INDONESIA! SITUS SLOT ONLINE DENGAN MODAL RECEH

==== RECEHOKI.NET ==== DEPOSIT 5 RIBU RAIH BONUS SPEKTAKULER!

Daftar sekarang di recehoki.net MENANGKAN RATUSAN JUTA RUPIAH!

Puszcza Kampinoska, hutan besar sekitar sepuluh mil dari Warsawa.

Hutan itu menyaksikan pertarungan sengit Pemberontakan Warsawa.

Partisan lokal, Grupa Kampinos, adalah unit 3000-kuat Home Army.

Letnan Wyszyński, salah satu dari 3 pendeta di unit tersebut,

Imam Katolik dengan nama lain "Radwan III".

Wyszyński juga menjabat sebagai pendeta di rumah sakit pemberontak di Laski,

di kelola dan dijalankan oleh biarawati, Ibu Czacka.

BERDASARKAN KISAH NYATA

Aku menemukannya di hutan.

Kenapa dengan dia?

Kakinya! Dia kehilangan banyak darah.

Subtitle by RhainDesign Palu, 2 Maret 2022

Kenapa ada perang yang terjadi di jantung alam?

Kenapa alam menentang dirinya sendiri?

Bumi berjuang melawan laut.

Mungkinkah ada kekuatan balas dendam di alam?

Apa kematian satu-satunya jalan keluar?

Bagaimana cara memaafkan musuh?

Orang yang menyakitimu?

Apa kau harus pergi berperang untuk mencari pengampunan?

Berperang dengan diri sendiri?

Kukira kita harus pergi ke kota, bukan?

Terima kasih Kasia. Aku akan ambil cucian basah.

Aku akan menyelesaikan pakaian kering.

- Halo, teman-teman. - Hai, Kasia.

Kubawakan kalian susu.

Oke, tinggalkan di sini.

Ensign Brzoza.

- Kumpulkan pasukan. - Ya, pak.

Pasukan, bentuk dua barisan.

Perhatian!

- Terima kasih, Istirahatkan. - Tenang!

Tugas yang sulit sedang menunggu kita hari ini.

Kita harus dirikan pos-pos di pinggiran Laski.

Pengintai dan piket ke arah Truskaw, Izabelin, Wólka.

Pengintaian akan dipimpin oleh Kadet Brzoza.

Ada sukarelawan?

Relawan maju.

Kau pilih lima sukarelawan.

Cari tahu di mana posisi pasukan Hongaria dan Jerman.

Setelah kembali, segera laporkan.

Kalian berangkat satu jam lagi.

Kata sandi untuk malam ini:

Wisa

Jawabannya: Wola

Jangan coba keberuntungan dalam bentuk apa pun, jangan ada baku tembak.

Kalian harus kembali hidup-hidup.

- Paham? - Ya, pak.

Bagus.

Satu hal lagi.

Unit kita baru saja bergabung

dengan pendeta-letnan Stefan Wyszyński alias Radwan III.

Dia salah satu dari kalian. Kalian sebagian sudah mengenalnya.

Terima kasih, Komandan.

Tuan-tuan, tanpa basa-basi lagi.

Merupakan suatu kehormatan bagiku melayani Tanah Air di jajaranmu.

Itu layak untuk diperjuangkan.

Aku memujimu dalam doa, aku siap membantumu.

Semoga Tuhan Yang Baik memimpin kita untuk berperang.

Tuhan memberkatimu, Pendeta.

Sejauh ini aku telah berfokus pada orang sakit dan buta.

Tugas baru dari unit Pastor

menimbulkan banyak pertanyaan dalam diriku.

Bagaimana aku bisa jadi tentara?

Pendeta berseragam,

seragam yang untuk alasan yang bisa dimengerti

aku tak bisa memakainya.

Apa aku harus bertarung satu lawan satu?

seperti yang dilakukan leluhurku dalam Pemberontakan Januari?

Aku telah ditanya berapa kali bagaimana kau bisa menebus pembunuhan musuh.

Bagaimana jika aku membunuh seseorang?

Tapi, aku prajurit sekarang, aku seharusnya berperang.

Tapi berperang dalam pertahanan.

Berperang dengan rosario atau tinju?

Iman memerintahkanku mengasihi sesama, tapi bagaimana bisa kulakukan saat perang?

Siapa sebenarnya pendeta militer itu?

Aku mengampuni dosamu dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

Letnan, aku minta ditempatkan di baris pertama.

- Kau punya senjata? - Ya, pistol Vis.

Baik, kau akan bergabung dengan Kadet Brzoza.

- Kau menembak sesuai perintah. - Ya, pak.

Ingatlah untuk jaga jarak.

Ayo!

Tembak!

Granat, sekarang!

Tiarap!

Sudah dimulai. Pasukan kita menyerang di Warsawa.

Semoga mereka punya kekuatan yang cukup.

Akan ada yang terluka.

Kita akan bersiap untuk itu, Pendeta.

Medis!

Bagaimana dengan peralatan bedah?

Ada tiga set lengkap.

Itu mungkin tak cukup, kita butuh lebih banyak.

- Tapi tak ada tempat mendapatkannya. - Kau yakin?

Bukankah kita punya toko pertukangan? Ada pahat dan gergaji.

Ini aku, ibu.

Kumpulkan semuanya dan tunjukkan

pada Dr. Cebertowicz, dia akan memilih.

Tentu saja, Ibu.

Jerman lakukan perlawanan yang lebih besar di Warsawa dari yang kita duga.

Mereka dapatkan bantuan.

Serangan kita terhadap bandara gagal.

Bapa Pendeta,

menurutmu pemberontakan masih punya peluang?

Komando pikir begitu.

Apa yang tampak pasti kemarin, tak begitu pasti hari ini.

Hampir seratus orang yang terluka datang dari bandara.

- Tempat tidur tak cukup. - Aku akan ke sana secepatnya.

Bapa yang Terhormat?

Mereka bicara soal penembakan massal,

eksekusi,

dan Jerman memperlakukan tawanan kita seperti penjahat.

Aku tahu.

Aku tahu, Ibu.

Aku tahu dan aku penasaran bagaimana kita harus hadapi mereka.

Dengan cara yang sama?

Mata untuk mata?

Kurasa, Bapa Yang Mulia kalau kita harus lakukan tugas kita.

Sisanya milik Takdir.

Takdir.

Beri jalan!

Biar kubantu.

Pegang.

Bapa,

Bapa, aku mau mengaku.

Tanggal tiga Agustus, hari ini.

Ulang tahun Radwan kita.

Dia rayakan hari ini?

Yang keempat puluh tiga,

kalau tak salah.

Kuharap profesor kita tak akan tahu kami mempersiapkan kejutan untuknya.

Profesor datang.

Siap?

Selamat ulang tahun.

Selamat ulang tahun.

Semoga panjang umur.

Ya ampun. Aku telah ditipu.

Aku berterima kasih pada kalian karena mengingatnya,

tapi ini bukan waktu tepat rayakan Ultah, sementara pemberontakan terus berlangsung.

Benar, tapi di masa-masa sulit ini mari kita cari sedikit kegembiraan.

Kami sudah membuat kue.

Kami berharap kau diberkati Tuhan,

di beri kesehatan dan kemakmuran,

sehingga kau bisa memimpin kami semua,

menuju kekudusan pada saat kesakitan dan penderitaan.

Tetap bersama kami selamanya.

Ibu tersayang,

Kuharap, kelak

Tuhan mau kita bertemu sebagai orang suci di surga.

Aku berdoa tiap hari agar Tuhan memberi kita semua kekuatan,

kekuatan untuk memikul salib ini.

Mari kita bawa suguhan ini pada yang sakit dan terluka.

- Dan bunganya? - Bunganya bawa ke kapel.

Akan kurayakan Misa hari ini untuk semua orang yang berjuang untuk kebebasan.

Sekali lagi, terima kasih untuk semuanya.

Itu dari salah satu prajurit.

Semoga itu melayanimu dengan baik selama pengembaraan masa perang.

Salam salib, satu-satunya harapan kita.

- Amin. - Amin.

Aku telah melihat banyak salib,

tapi tak pernah ada yang seperti ini.

Terbuat dari peluru.

Apa peluru dari cangkang ini membunuh atau melukai siapa pun?

Apa artinya: "Kasihilah musuh kita",

sekarang kami harus menembak mereka?

Cinta Tanah Air butuh pengorbanan.

Sangat dibutuhkan saat ini.

Berjuang untuk bebaskan ibu kota, kebebasan itu yang kau inginkan.

Dan sebagai bangsa Polandia, kita punya hak penuh untuk itu.

Jika kita yakin melawan segala rintangan,

kita jangan menyerah karenanya

bahkan saat kita semua binasa.

Alasannya akan tetap ada,

seperti juga hak atas kebebasan ini.

Semoga itu menginspirasi kalian di saat-saat bahaya.

Pikirkan sendiri.

Itulah kemenangan terbesar kita.

Lihatlah Anak Domba Tuhan,

Lihatlah, dia yang menghapus dosa dunia.

Berbahagialah mereka yang memakan Anak domba tersebut.

Itu Nona Zosia.

Silahkan.

Kukumpulkan sendiri.

Perintah datang dari Warsawa.

Mayor Okoń akan ambil alih komando gantikan Kapten Szymon yang terluka.

- Berita ini ada di radio. - Bagaimana komandan Dolina?

Harusnya dia yang gantikan.

Ini perintah dari kantor pusat, perintah tak perlu dipertanyakan.

Pasukan!

Ikuti aku, berbaris!

Kau mengingatkanku pada Pastor Skorupka, yang tewas tahun 1920, membela Warsawa.

Itu Keajaiban di Vistula.

Dan aku ingat kami mempelajarinya di seminari.

Usiaku 19 tahun saat itu.

Aku tahu dia. Dia panutan yang hebat bagiku.

Kuharap keajaiban terjadi sekarang untuk kita semua hidup kembali.

- Aman? - Ya, Ensign.

Tak ada siapa-siapa.

Jadi, tetap seperti ini.

Itulah bagusnya.

Setelah mandi malam, baunya sangat harum, akhirnya.

Sekarang kau bisa mengharapkan Zośka mendatangimu.

Lihat saja, anak pintar.

Bagaimana dengan paramedis unitmu?

Tak ada gunanya bicarakan orang itu.

Sebaiknya dengarkan apa yang walikota desa Granica bilang padaku.

Dua veteran Perang Besar bisa bertemu.

Tuan yang lebih tua, mereka bicara tentang

memiliki sklerosis dan masalah kenangan.

Yang satu bilang pada yang lain, Aku tak mengetahuinya lagi,

apa aku bertugas di divisi kedua pasukan pertama

atau di divisi pertama pasukan kedua?

Yang lain menjawabnya,

Aku pribadi tak ingat apa aku dipukul dengan bola di kemaluanku,

atau dengan sekop di antara buah zakarku.

Kau dengar itu?

Kondisi apa yang akan dialami generasi muda setelah perang?

Kami, Jerman, lainnya...

Mereka mencuci batu-batuan kota ini dengan darah mereka.

Begitukah seharusnya menyanyangi?

Bagaimana yang terluka akan menjadi ayah dari keluarga,

ayah seperti apa mereka?

Bagaimana seseorang bisa menjelaskan, perbedaan antara:

Jangan membunuh, menyanyangi dan maafkan?

Kau bercanda?

Kita perlu mengirim patroli besok.

Terkadang kau harus melakukan itu jika tidak, kau bisa gila.

Zosia akan bergabung dengan patrolimu saat matahari terbit.

Dengan mereka, bawa dia sedekat mungkin ke rumah sakit.

Baik

Malam yang indah.

Benar.

Sangat sulit untuk percaya ada perang di luar sana.

Kau merindukan keluargamu?

Ya, mereka tinggal di perkebunan sementara aku pergi berperang.

Kau membantu di pertanian?

Ya, benar.

Sebelum aku berangkat ke Warsawa untuk belajar di sana.

Kulakukan segala macam hal, membantu mereka, saat memanen.

Dan sekarang para suster membantu mereka.

Apa yang kau lakukan sebelum perang?

Banyak.

Aku cari uang tambahan di percetakan kota.

Kemudian aku dilatih jadi penulis.

Dan keluarga?

Ayahku meninggalkanku dengan ibuku pada tahun 1932,

kemudian kudengar dia bertempur di Spanyol selama Perang Saudara,

dan kami tak pernah mendengar soal dia lagi.

Inilah kenapa "Radwan", pendeta kita seperti Ayah bagiku di sini.

Ini waktunya tidur.

Kita ada perjalanan jauh besok.

Ya.

Ayo, teman-teman!

Lagu terakhir dan kita pergi tidur.

Malam akan datang.

Matahari sudah meninggalkan pegunungan yang terbelah dengan ladang, meluncur dari laut.

Akankah semua hal yang ingin kukatakan pada mereka, didengar, Tuhan?

Apa semua orang ingin mendengarkan suaramu dari mulutku?

Kita sudah lewati Pociecha, kita di sini sekarang.

Ini Laski, kita menuju Wólka.

Tujuan pengintaian kita,

kita harus sampai di persimpangan hutan ini.

Jerman sudah ada di seluruh area ini.

Kita bisa bertemu orang-orang Hongaria, kita berteman baik dengan mereka.

Ada beberapa kerusakan di Izabelin, tapi untungnya rumah sakit kita aman.

Staś, kau akan berada di barisan depan. Tomek, kau akan melindunginya.

Kita akan berjalan dengan Zosia, yang membawa laporan lebih jauh, agak jauh.

- Semua jelas? - Ya, pak.

Awasi belakangmu!

Untuk apa kau berdoa?

Demi kesehatan kita dan Brzoza. Dan kau tak berdoa?

Aku tak punya waktu untuk itu.

- Aku punya kekhawatiran lain. - Buang alasan itu.

Obat terbaik untuk kekuatiran adalah doa.

- Tuhan akan mendengarkan semua orang. - Mungkin, ke orang Jerman juga.

Mereka memakainya di ikat pinggang "Tuhan beserta kita".

Kita boleh pakai cara sendiri.

Tapi doa sebentar mungkin tak akan menyakitimu.

Kau harus bicara dengan pendeta kita.

Kau mau mengubahku?

Dan mungkin Radwan akan mendengar pengakuanku.

Semoga perang sialan ini berakhir dan dengan cepat.

Aku tak berpikir akan merindukan kuliah.

- Kau belajar apa? - Arsitektur

Setelah perang, aku akan jadi insinyur.

Jadi mungkin kau akan membangun kembali rumahku di oliborz.

Bukan hanya rumahmu. Aku mau membangun panti asuhan.

Ini akan berguna untuk anak-anak.

Kita berpisah di sini.

Sedikit lebih jauh lewat sini, Kau akan melihat rumah sakit.

- Semoga Tuhan bersamamu. - Semoga beruntung.

- Dan yang kesepuluh? - Atau apa pun dari tetanggamu.

Bagus.

Mikołaj kau tahu pesawat ini tak punya mesin?

Aku tahu.

Kalau begitu pergi ke toko pertukangan dan beri tahu si tukang kayu,

Ibu Czacka memintanya untuk membuat mesin.

- Oke. - Pergilah.

- Kau di sini Bapa Pendeta? - Ya, benar.

Kenapa Bapa begitu pendiam?

Patroli berangkat kemarin.

Mereka belum kembali.

- Kau khawatirkan mereka? - Ya, sedikit.

Tak ada gunanya.

Ini masalah takdir.

Aku merasa seperti ayah yang menunggu anak pulang sekolah.

Kau mau memarahi mereka?

Tidak.

Aku mau menyelesaikan percakapan tertentu.

Terutama dengan Jaś.

- Yang mana itu? - Yang berkumis.

Berkumis...

Maaf.

Beri tahu aku saat mereka kembali.

Aku ada di rumah sakit.

Akan kuberi tahu.

Ada apa?

Jerman, dua orang tentara dan kendaraan.

- Jauh? - Lihat sendiri.

Bagaimana kalau kita kejutkan mereka.

Tak mungkin.

Perintah Letnan Zetes sudah jelas.

Jangan ada tembakan.

Kita ada tugas.

Waktunya akan tiba bagi para bajingan itu.

Tapi kenapa menunggu saat ada kesempatan?

Kita akan dapatkan kendaraan.

Ya, kita akan ambil.

Staś, kau ikut denganku.

Tomek, kau lindungi kami dari kanan. Dan diam-diam...

Tembak!

Lindungi aku.

Jasiek!

Stasiek, tolong!

Tolong!

Ada yang tertembak!

Dokter!

Ada yang tertembak!

- Di mana dia di tembak? - Di perut.

Kami bertemu Jerman.

Kami berhasil kabur, Janek melindungi kami.

Dia masih sempat buang granat.

Ke ruang operasi.

Pada hitungan kedua!

Ayo!

Santa Maria, Bunda Tuhan, doakanlah kami yang berdosa ini,

sekarang dan saat kami mati. Amin.

Pergi dan bawa Pastor Radwan ke sini.

Aku tak mau sendirian.

Jika aku tak segera mulai kau akan mati kehabisan darah.

Radwan!

Morfin!

- Suntik morfin. - Radwan!

Aku disini.

Tak apa, Jasiu.

Jarum suntik!

Semuanya baik baik saja.

Hari ini adalah hari darah dan kemuliaan.

Bangkitlah Polandia...

Sudah berakhir.

Tidak!

Baginya, ini baru permulaan.

Apa aku sudah cukup berkorban?

Bagaimanapun juga, orang lain yang binasa.

- Permisi, Pendeta. - Ya?

Kau bisa bahasa Jerman? Ada permintaan untuk pengakuan.

- Orang Jerman? - Ya, ada pertempuran kecil di hutan.

Kami kumpulkan yang terluka, jadi kami membawanya juga.

Kau sungguh mau mengaku?

Ya, kumohon.

Aku sudah lakukan banyak kejahatan.

Apa yang telah kau lakukan?

Tuhan mendengarkanmu.

Aku mengambil keuntungan dari seorang gadis.

Gadis muda Polandia.

Kau memperkosanya?

Tidak, aku bohong padanya.

Aku janji menikahinya.

Tapi aku sudah punya istri.

Kau mau memberi tahu Tuhan hal lain?

Tidak.

Hanya itu.

Kau membunuh orang?

Tentu saja, sama seperti orang lain.

Kau menyesalinya?

Apa yang harus kusesali?

Kami selamatkan dunia dari kaum Bolshevik dan manusia yang lebih rendah dari binatang.

Mereka musuh Tuhan.

Yahudi juga?

Ya.

Bagaimanapun, mereka babi Bolshevik.

Tetapi Yesus seorang Yahudi.

Jika kau sadar...

Jika kau menyadari kata-katamu,

maka aku tak bisa mengampuni dosa-dosamu.

Kenapa?

Kenapa?

Kenapa?

Bagaimana mungkin aku bisa menyanyangi mereka yang membunuh kami?

Hari ini kita ucapkan selamat tinggal

ke salah satu dari kita.

Tanah Airnya adalah jiwanya dan kebebasan adalah keinginannya.

Biarlah semangatnya jadi kesaksian bagi kita semua

tentang pengorbanan seorang prajurit,

keberanian pemuda.

Biarkan dia jadi contoh bagi kita

dan bagi mereka yang akan datang setelah kita.

Semoga kenangannya tetap bersama kita selamanya.

Perhatian!

Angkat senjata!

Hormat senjata!

Tidur nyenyak di kuburan yang gelap,

mimpikan Polandia yang merdeka.

Semoga Tuhan memberimu minum dari Air Kehidupan.

Teman-teman,

ingat, apa yang akan kuberitahu.

Hanya elang yang terbang di atas pegunungan berbatu

dan jangan takut akan jurang, angin kencang atau badai.

Kalian harus seperti elang jauh di dalam.

Hati elang

dan pandangan elang

ditetapkan menuju masa depan.

Mari kita mengingat saudara kita, dengan mengheningkan cipta sejenak.

Untuk menghormati kenangannya!

Atas nama Bapa,

dan Putra,

dan dari Roh Kudus.

Lanjutkan.

Beri penghormatan, Kokang senjata!

Siap menembak!

Tembak!

Siap!

Angkat senjata!

Belik kanan!

Ikuti aku, berbaris!

Selamat tinggal, Jasiu.

Ini berita Polandia dari Radio BBC, London.

Sebentar lagi kami akan baca pesan dari Paus Pius XII untuk kota yang berperang.

Warsawa, Berapa dalam kita merasa kasihan

saat melihat begitu banyak penderitaan,

kami merasakan kekaguman yang lebih besar,

dimana kami dengan rendah hati salut pada keberanian para pejuang dan korban.

Para korban dan pejuang ini menunjukkan pada dunia

seberapa tinggi kepahlawanan dapat meningkat

ditopang oleh kehormatan yang mulia

dan oleh keyakinan iman Kristen yang kuat.

"Roma telah berbicara."

Itu penting Bapa Suci mengungkapkan pandangannya.

Semoga kata-kata ini menyebar ke pelosok Warsawa

dan membangkitkan semangat prajurit kita yang putus asa.

Bantuan yang dijanjikan tak datang.

Soviet sedang menunggu.

Hanya kita dan Jerman sekarang.

Dan Tuhan,

ada Tuhan.

Ini telah terjadi sebelumnya.

Di St. Krakowskie Przedmieście Sosok Kristus yang terbalik muncul lagi.

Menunjuk ke langit dengan tangannya.

Kita hanya butuh satu hal.

Harapan.

Profesor Pendeta, apa menurutmu Brzoza menyukaiku

Sayang, kenapa kau tanya padaku?

Pergi dan tanyakan padanya.

Dia terus-menerus bertugas, dan aku masih di rumah sakit ini.

Bersabarlah, kau akan segera bertemu.

Kita segera sampai di sana Zosiu. Kau punya kesempatan bicara.

- Apa kita sudah sampai? - Segera. Brzoza sudah menunggu.

- Berhenti! Dokumen! - Dokumen.

Witczyński?

Wyszyński.

Apa ini? Kau mau kemana?

Hans.

Kenapa dia?

Demam tipus?

Bukan, melahirkan.

Kami akan ke rumah sakit.

Dia akan melahirkan.

Bernapaslah dengan tenang.

- Pergi sekarang! - Terima kasih.

Bernapaslah, tenang!

Bertahanlah!

Semuanya baik baik saja.

Kerja bagus!

Untung kau sampai.

Jerman sedang rencanakan sesuatu, jalan penuh dengan patroli.

Kenapa lama sekali?

Jerman menghentikan kami.

Andai kau melihat wajah Professor, yang bahkan tak mengedipkan mata,

saat Jerman menodongkan senjata ke wajahnya.

- Kau membawanya? - Ya, itu diambil.

Komandan Dolina memerintahkan kami membawa beberapa kotak.

Mereka akan membawanya dengan amunisi dalam perjalanan ke oliborz.

Zosia!

Siap melayani.

Kenapa kau terpaku? Ayo ambil kotaknya.

- Kenapa tak periksa isinya? - Mari kita periksa.

Begitu banyak peluru!

Bagus.

Ada sesuatu yang lain di sini.

Kita bisa bertempur dengan senjata seperti ini.

Pastor, kau mau memberkati senjata?

Nak, aku bisa memberkatimu

tapi tidak senjata.

Seberapa besar perang mengubah kami?

Bisakah kebohongan, yang secara sadar kuucapkan,

di lihat sebagai akal sehat dengan itikad baik?

Kadet bahkan tak tahu trik apa yang mereka ajarkan pada kami di CYA wanita.

Aku sudah kabur dari Jerman tiga kali.

Apa yang kau sembunyikan di sana? Surat, mungkin?

Dari tunanganmu?

Perang bukanlah waktu untuk romansa.

Kadet akan terkejut.

Aku punya sesuatu yang jauh lebih baik di sini.

Ya?

Boleh kulihat?

Ini...

- Dari mana? - Itu punya ayahku.

Dia meninggalkan pistol untuk ibuku pada Agustus 1939.

Dan elang ini...

Itu dari topi perwiranya.

Dia di internir di kamp Kozelsk.

Jerman nyatakan kalau dia dibunuh Soviet di Katy pada musim semi 1940.

Jerman datang Kadet, tiga kendaraan!

Lari ke sisi lain.

- Cepat. - Gunakan piano sebagai penutup!

Bantu aku!

Rapikan!

Tuhan memberkatimu.

Tuhan memberkatimu.

Apa kau mau merawat yang terluka?

Tidak, terima kasih, Bapa.

Kami diberitahu ada musuh di daerah ini.

Jadi...

Apa kau menyembunyikan seseorang di sini?

Tidak.

Hanya ada warga sipil yang sakit dan biarawati di sini.

Mereka tak mengganggu siapa pun.

Kami akan memeriksanya sekarang.

Geledah!

Cepat, ayo!

- Cuaca yang indah, bukan? - Ya.

Ayo masuk ke dalam. Kau duluan.

Kau tahu kata-kata dari Faust:

"Seni itu abadi, hidup itu singkat"?

Tidak?

Kau memberikan konser untuk orang sekarat di sini?

Ya, itu membantu bangkitkan semangat mereka.

Ya.

Setidaknya untuk membungkam pemboman dan penembakan yang terus-menerus ini.

Aku akan tekankan di sini untuk memberimu nada yang lebih baik.

Apa yang kau lakukan di sini?

Aku pendeta di tempat ini.

Aku juga membantu orang buta.

Mereka membutuhkanku.

Dan ini, apa?

Ini sangat menarik perhatianku.

Tifus!

Itu milik seseorang yang menderita tifus.

Ada banyak orang di sini dengan kecurigaan terjangkit tifus.

Sayangnya, kondisi kami sulit

dan kami kekurangan obat-obatan.

Maaf, tapi aku tak bisa membantumu.

Kami tak menemukan sesuatu yang mencurigakan.

Semua warga sipil yang sakit dan terluka Kolonel.

Instrumen yang indah.

Jaga baik-baik.

Kusarankan kau tak mendukung musuh kami.

Dan jangan lupa:

"Hidup ini singkat, dan seni itu abadi."

Ya?

Tak apa sekarang sudah berakhir.

"Instrumen yang bagus, jaga baik-baik."

Dan di mana kepedulian terhadap kehidupan manusia?

Apa aku boleh berpikir bahwa musuh kami tak punya kemanusiaan?

Seberapa besar perang mengubah kami?

Aku telah berbohong lagi.

Aku jadi lebih mahir berbohong.

Tifus, pura-pura melihirkan, apa yang terjadi selanjutnya?

Ibu, maafkan ketakutanku, tipu dayaku.

Untuk apa?

Jika aku berdiri dalam kebenaran,

apa aku akan menyelamatkan nyawa orang-orang ini?

Hari ini aku tak yakin apa-apa.

Ibu!

Jaga mereka yang binasa!

Yang muda dan yang tua.

Jaga penyiksa kami, musuh kami.

Dan beri aku kekuatan,

untuk menghadapi tantangan perang dan mengobati orang sakit.

Terpujilah Yesus Kristus.

- Ini dokumen dari yang terluka. - Terima kasih, Suster.

Mereka menyerang. Cepat!

Bawa yang terluka ke ruang bawah tanah! Berlindung!

Apa orang Jerman melupakanmu?

Aku jalani operasi.

Mereka tak melihatku.

Apa Tuhan melihat manusia?

Kau mau Dia melihatmu?

Kau mau?

Hari September lainnya berlalu dengan tenang.

Kehidupan di rumah sakit pemberontak mengajarkanku melayani yang membutuhkan.

Dokter Cebertowicz melakukan apa yang dia bisa, untuk membantu semua yang terluka.

Dan Ibu Czacka?

Dia dapat makanan entah bagaimana, untuk membuat kami tetap makan.

Berbagai pasukan datang, beberapa tinggal lebih lama di rumah sakit kami,

yang lain hanya membalut luka dan kemudian melanjutkan pertempuran.

Pemberontakan akan segera berakhir.

Persediaan semakin berkurang.

Terkadang tentara kami sangat membutuhkan obat-obatan.

Kemudian kucoba ambil apa pun yang kudapat dari rumah sakit.

Kupaksa melewati garis depan membawa apa saja untuk selamatkan hidup mereka.

Terkadang berhasil.

Tapi tak selalu.

Turun! Cepat!

Jalan!

Cepat!

Wanita untuk kerja paksa!

Dan biarkan para bajingan itu dieksekusi segera!

- Menyingkir! - Jangan ganggu istri kami!

Apa yang dia lakukan di sini?

Pendeta tertangkap dalam patroli kami.

Tuan Perwira,

Tuan Perwira,

tolong lepaskan orang-orang itu.

Mereka warga sipil, mereka tak melakukan kesalahan.

Pendeta!

Kau beruntung, aku orang yang beriman.

Kau akan melihat mereka mati.

Ayo!

Menghadap dinding semuanya!

Menghadap dinding, ke dinding! Cepat!

Tolong, jangan bunuh mereka!

Ya Tuhan...

Ya Tuhan...

Ya Tuhan...

Ya Tuhan...

Tuhan...

Beri aku kekuatan,

beri aku kekuatan,

beri aku kekuatan,

untuk menyanyangi musuhku.

Beri aku kekuatan,

untuk menyanyangi musuhku.

Beri aku kekuatan,

untuk menyanyangi musuhku.

Karena aku tak bisa, bisa kau mendengarku?

Aku tak bisa.

Aku tak bisa melakukannya sendiri,

Tuhan, beri aku kekuatan, beri aku kekuatan.

Jubah ini menyelamatkanku.

Ini tak benar.

Ibu, sepotong kain menyelamatkan hidupku.

Bukan peran imam untuk menilai Kuasa Tuhan.

Kenapa Tuhan mengampuniku?

Aku juga pernah harus menjawab

pertanyaan kenapa Tuhan memilihku.

Aku muda,

cantik dan kaya.

Dari keluarga yang terhormat.

Seluruh hidupku ada di depanku.

Sementara itu, dalam perjalanan kudaku tersandung dan aku jatuh.

Kelihatannya bukan masalah besar, tapi saat malam tiba,

aku mulai melihat bintik-bintik di depan mataku.

Beberapa hari kemudian dokter mata bilang

kalau retina di kedua mataku terlepas.

Saat itu tak ada obat untuk itu.

Kemudian kupikir, sama sepertimu, Bapa.

Kenapa Tuhan melakukan ini?

Sekarang aku tahu.

Ini punya tujuan.

Selama setahun, saat aku masih bisa melihat, aku berkeliling Eropa,

aku belajar bagaimana membantu orang buta dan kemudian, menjadi buta,

Aku mulai bertindak,

membangun pekerjaan ini.

Mungkin sama denganmu, Bapa?

Mungkinkah Tuhan telah menyiapkan rencana besar untukmu?

Orang seharusnya hanya bertanya pada-Nya, apa rencana-Nya?

Aku tak bisa melakukannya.

Bapa Yang Terhormat, kau diselamatkan karena suatu alasan.

Dan itu harus dicapai.

Polandia sekarang akan berada di bawah kekuasaan Soviet.

Dan mereka membenci Yesus.

Benarkah aku harus berani berpikir bahwa Tuhan menyelamatkanku

karena dia punya rencana yang lebih penting bagiku daripada bagi mereka yang meninggal?

Kita harus percaya pada-Nya.

Inilah saatnya kita harus memikirkan masa depan.

Betapapun gelapnya itu.

Mereka mengevakuasi Warsawa.

Membakar sekalanya.

Apa alasannya?

Mereka sudah menang.

Untuk memberi peringatan.

Sehingga tak ada satu batu pun yang tertinggal di sana.

Angin meniup abu dari Warsawa yang terbakar.

Kita harus berjuang untuk bertahan hidup,

demi kelangsungan hidup bangsa.

Bapa!

Ya?

Aku mau Tuhan melihatku.

Apa yang mau kau katakan pada-Nya?

Aku...

Aku bertobat.

Aku membebaskanmu,

dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus. Amin.

Jerman akan kalah.

Apa yang menunggu kami untuk semua kejahatan ini.

Apa ada harapan untuk kami?

Selalu ada harapan.

Tapi di depan kita masih ada sesuatu yang sangat sulit.

Apa itu?

Penebusan dosa...

Penebusan bagi orang-orang yang terbunuh yang tak terhitung jumlahnya.

Sayangilah musuhmu.

Tak ada yang lebih berharga yang bisa kami ambil dari Warsawa yang sekarat.

Ini pesan yang paling suci, itu wasiat,

dari pertempuran ibukota pada kami dan ke seluruh dunia.

Subtitle by RhainDesign Palu, 2 Maret 2022

Hanya itu yang bisa kulakukan.

Dia selamat.

- Terima kasih pada Bapa Pendeta. - Terima kasihlah pada Tuhan.

Secarik kertas yang setengah gosong bertuliskan "KAU HARUS MENYANYANGI",

ditemukan pada bulan September 1944 oleh Wyszynski, dia tetap di Laski hingga hari ini...

20 tahun setelah Perang Dunia Kedua, selama Konsili Vatikan Kedua,

sebuah gerakan menjadi terkenal di dunia.

Itu pesan yang dikirimkan para uskup Polandia pada para uskup Jerman.

Bagian yang paling terkenal di dalamnya adalah:

"Kami memberikan pengampunan dan meminta pengampunanmu".

Sikap ini memprakarsai gagasan rekonsiliasi dalam hubungan Polandia-Jerman...

UNTUK IMAM SEKARANG DAN MASA DEPAN

RECEHOKI.NET - PERTAMA DI INDONESIA! SITUS SLOT ONLINE DENGAN MODAL RECEH

==== RECEHOKI.NET ==== DEPOSIT 5 RIBU RAIH BONUS SPEKTAKULER!

Daftar sekarang di recehoki.net MENANGKAN RATUSAN JUTA RUPIAH!

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.