Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
NETFLIX MEMPERSEMBAHKAN
Apa kau...
Apa kau percaya pada berkah?
Misalnya, membuat permohonan ulang tahun,
atau mendoakan seseorang selamat di perjalanan,
atau bahkan Selamat Natal.
Mungkin itu hanya pemikiran
atau pengingat.
Faktanya, kita semua secara tak sadar
percaya niat kita bisa membawa hasil yang baik.
Namun, tahukah kau bahwa niat benar-benar bisa mengubah hasil?
Mari kita lakukan eksperimen.
Dalam pikiranmu, buat kincir rianya berputar ke kanan,
lalu ke kiri.
Kiri.
Kanan.
Kiri.
Kanan.
Arah kereta yang bergerak ini
juga bisa mengarah ke depan atau belakang.
Cobalah mengendalikannya dengan pikiranmu.
Kau melihatnya?
Niat kita diam-diam membentuk dunia ini.
Beginilah cara kerja berkah.
Namaku Li Ronan.
Enam tahun lalu, aku melanggar tabu yang mengerikan.
Siapa pun yang terlalu dekat
pasti tertimpa kemalangan yang tak bisa kujelaskan.
IBU DAN AYAH.MP4
Dewa apa?
Kau melihat yang ada di kamera itu?
Bukankah Master sudah bilang? Jangan dengar, jangan lihat, jangan tanya.
Lagi-lagi Master.
- Lantas, berhenti bertanya! - Berhenti percaya omong kosong itu!
Dengan kutukan ini,
makin kita mengerti, makin itu mengganggu kita.
Aku Li Kuo-sheng.
Tidak!
SALURAN 1, WAKTU REKAMAN
SALURAN 1, WAKTU REKAMAN
Aku membuat video ini
karena kuharap semua orang bisa membantu menuntaskan kemalangan putriku.
Jika kau bersedia tetap menonton,
untuk berjaga-jaga,
tolong lihat simbol ini
sampai kau menghafalnya.
Sepuluh.
Sembilan.
Delapan.
Tujuh.
Enam.
Lima.
Empat.
Tiga.
Dua.
Satu.
Jika kau bisa,
tolong bacakan ini bersamaku.
Dalam hati juga boleh.
HOU-HO-XIU-YI, SI-SEI-WU-MA
Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma.
Hai, Dodo.
Halo, Dodo.
Halo, Dodo.
Halo, ini kamera video baruku.
Aku...
Lumayan.
Ini lebih baik daripada dugaanku.
Ini, ambillah.
Selamat.
Kau akhirnya bisa membawa pulang Dodo pekan depan.
Terima kasih.
Kenapa kau merekam?
Bukan apa-apa.
Aku hanya ingin
merekam momen
saat Dodo ada di sini.
Lalu, menjadikannya buku harian kehidupan barunya.
Begitu rupanya.
Kuharap kau tak berpikir aku ikut campur.
Aku tahu kau ibunya Dodo,
tapi jika kau tak lulus masa evaluasi,
pengadilan tak akan memberimu hak asuh.
Lagi pula, kau masih punya catatan dari masa lalumu.
Jangan cemas, aku akan bersikap kooperatif.
Sebaiknya begitu.
Bagaimana cara menyalakannya?
Kau tak mematikannya tadi, jadi, kau bisa terus merekam.
Kenapa kau tak tersenyum?
Ayo, lewat sini.
Intiplah ke dalam.
Aku bisa merekam dari sini.
Masuklah dan bermain dengan mereka. Ayo.
Kalau begitu, sebaiknya aku masuk.
Ya.
- Halo. - Hai.
Ronan?
Ya, aku Ronan.
Ayo. Ayo sapa ibumu.
- Hai, aku Ming. - Hai.
Selamat.
Buku harian kehidupan baru. Pernah dengar?
"Buku harian kehidupan baru"?
Aku hanya
merekam momen spesial ini.
Sapalah ibumu.
Tak apa-apa. Ini...
Ini untukmu.
Katakan terima kasih.
"Terima kasih."
Terima kasih.
Tak apa-apa.
Aku akan ke sana.
Pencahayaan ini...
Kami merekam "buku harian kehidupan baru" untuk Dodo.
Ya, kenang-kenangan.
Baiklah.
- Baiklah. - Baiklah.
Kenapa kau ingin mengelola panti asuhan?
Aku tak pernah memikirkannya.
Mungkin...
Mungkin untuk...
Mungkin karena aku ingin tahu seperti apa rasanya menjadi seorang ayah.
Begitu, ya.
Ya.
- Aku ikut? - Ya, aku akan mengantarmu.
Ayo.
Bu Hsia, sampai kapan kau akan merekam?
Sampai baterainya habis.
Apa itu kameramu, Ronan?
Ya, aku baru membelinya.
Dodo.
Apa ini mainan favoritmu?
Ya.
Siapa namanya?
Guguk.
- Duduklah. - Dodo.
Ibu, boleh kami bawa Guguk pulang?
Tentu.
Dodo.
Biarkan Guguk tetap di sini, ya?
Dia harus tetap di sini untuk anak-anak lain.
Namun, ayah berjanji
akan terus mencari
Guguk baru.
Setuju?
Setuju?
Guk guk.
Guk guk.
Guk guk.
- Guk guk. - Guk guk.
Guk.
Sepakat.
- Mari kita cap. - Ya.
Dia berbeda.
Dodo itu istimewa.
Dia memanggilku Ayah.
Anak-anak lain tidak.
ENAM TAHUN LALU
Bu Li Ronan.
Untuk menindaklanjuti,
kami akan merekam sesi berikut.
Tentu.
REKAMAN DARI DOKTER WU RUMAH SAKIT JIWA TIMUR BARU
Baiklah.
Jadi, menurutmu
"terowongan terlarang" ini
telah membawa kemalangan bagi orang-orang di sekitarmu.
Benarkah itu?
Ya.
Jadi, berdasarkan perkataanmu,
bayi yang kau kandung sudah...
meninggal?
Aku menyerahkannya.
Aku agak penasaran. Bisa jelaskan
kenapa tak ada yang terjadi kepadamu dan bayimu?
Karena kau pernah bilang
bahwa tahu terlalu banyak akan membawa kesialan.
Ya.
Kau juga akan mati, jika menjawab namamu.
Bahkan hanya menonton video yang direkam di dalam terowongan ini
sudah cukup.
Yang kutahu
tentang dewa ini
adalah makin kau memahaminya,
makin besar kemungkinan kau akan mengalami kemalangan.
SELAMAT DATANG
Ayo...
- Ramai sekali. Aku malu. - Tak apa-apa.
Baiklah.
Katakan, "Senyum."
- Senyum! - Senyum!
Ini foto atau video?
Tak berfungsi?
Hati-hati.
Kuncinya.
- Kini, aku... - Ada apa?
- Kuncinya ada? - Tadi tak kukunci.
Sampai jumpa.
Coba kulihat.
Kau keterlaluan.
Ada di dalam mobil.
Dasar pelupa.
Tak apa-apa.
Dengarkan ibumu.
Aku tahu.
Baiklah.
- Nyalakan mobilnya. - Ayo.
- Dah! - Dah!
- Hati-hati di jalan. - Baiklah.
Hei.
Apa?
Permisi, apa kau melupakan sesuatu?
Terima kasih, Bu Hsia.
Tunggu.
Ada toko roti di sana.
Roti apa yang kau suka?
Kau suka roti?
Aku suka semuanya.
Begitu rupanya.
Kau suka semuanya?
Ini hari pertama di rumah baru kami.
Kau harus membaliknya.
Kau bisa melihatku?
Ya?
Kamar Dodo.
Ini dia!
Kau menyukainya?
Ibu, kenapa kita merekam?
Begini...
Karena dahulu ibu sakit
dan tak bisa merawatmu.
Namun, kita bisa bersama sekarang,
jadi, ibu ingin merekam ini
agar kita bisa menontonnya bersama saat kau dewasa.
Mengerti?
Baiklah.
Baiklah.
Bagaimana kalau ibu ajari cara menulis namamu?
Tulis nama yang sangat gemuk.
Baik!
Chen...
Do...
Do...
Baiklah. Ini.
Mari tunjukkan ke kamera.
Ini nama lengkap Dodo.
Bacalah bersama ibu.
"Chen Dodo".
"Chen Dodo".
Baiklah. Mari kita baca lagi dengan suara gemuk.
"Chen Dodo".
- "Chen Dodo". - "Chen Dodo".
Tunggu di sini. Jangan ke mana-mana.
Ibu belum menyentuhnya.
Apakah tersentuh? Sakit?
Ya, lihat ke atas.
Apa ini?
Ini hari pertama Dodo di rumah baru kami.
Dia baru saja tertidur.
Dia tersenyum kepadaku hari ini,
jadi, aku merasa telah melakukannya dengan baik.
Halo?
Dodo.
Dodo?
Dodo?
Dodo!
Dodo?
Dodo.
Do...
Chen Dodo...
Chen Dodo...
Chen Dodo.
Chen Dodo.
Dodo.
Dodo.
Dodo, ada apa?
Dodo, lihat ibu. Lihat ibu.
Dodo!
Dodo, kau...
Ibu di sini.
Dodo.
PEMBASMI HANTU (ENAM TAHUN LALU)
Apa?
Jelek sekali.
Enyahlah.
45% SELESAI KANAL GUMAMAN ANEH
Selamat datang di Kanal Gumaman Aneh.
Aku Yuan.
Aku Ronan.
Dia mahasiswa NTU, Dom.
Dom.
Kini kami berada di gunung yang aneh.
Tak ada sinyal ponsel sama sekali.
Bagaimana bisa masih ada sinyal di "terowongan terlarang"?
Yang benar saja.
Baiklah.
Dalam episode Pembasmi Hantu kali ini,
kami akan membawa kalian semua melihat terowongan tanpa sinyal
dan tak boleh dimasuki.
Pemirsa.
Kalian siap menghancurkan takhayul ini bersama kami?
- Ayo! - Ayo!
- Ada apa? - Ada apa?
Sial!
Apa-apaan ini?
Apa?
Lihat?
Sial.
Apa-apaan ini?
Apa ini?
Patung Buddha?
Sepertinya begitu.
Apa katamu yang dipuja Paman Buyut?
Kurasa semacam...
Bunda Buddha atau dewi. Entahlah.
Bunda Buddha?
Seorang wanita?
Ada apa?
- Kau tak apa? - Dia kerasukan.
Sudah dimulai?
Secepat ini?
Pemirsa,
ini siaran langsung kerasukan.
- Ceritakan perasaanmu. - Hentikan!
Sial.
Banyak sekali.
Hati-hati, Dom.
Tak apa-apa.
Apa itu Paman Buyut?
Ya.
Dom, Yuan.
Paman Buyut.
Lama tak jumpa. Kalian sudah besar sekarang.
- Tempat ini sulit ditemukan, ya? - Sangat sulit.
Siapa ini?
Dia bukan dari keluarga kita.
Bukan.
- Yuan. - Ya?
Apa yang kau rekam?
Bukan apa-apa, ini hanya mainan.
Aku baru membelinya.
Mungkin ucapan paman buyut tak jelas di telepon,
tapi ini ritual keluarga pribadi.
Orang luar dilarang masuk.
Paman Buyut, dia bukan orang luar.
Dia pacarnya.
Pacar.
Nona.
Kau bisa mengemudi?
Kau bisa kembali
setelah selesai.
- Apa? - Apa maksudnya?
Aku tak pernah mengemudi sendirian.
Kalian selesaikanlah sendiri.
Kau ingin dia mengemudi sendiri, Paman Buyut?
- Kenapa dia terus menatapku? - Entahlah.
- Siapa dia? - Ada apa ini?
Siapa dia?
Aku menyuruhmu bertanya, tapi tak kau lakukan. Lihat.
Bagaimana aku tahu?
Paman Buyut.
Nona, maaf.
Bisakah kami memeriksa tanganmu?
- Tanganmu. - Tanganku?
Kau pasti lelah setelah mengemudi.
Sangat lelah.
Pergilah mandi.
Ini kali pertama kalian. Berdoalah dahulu.
Secepat ini?
Bukankah Paman Buyut bilang tengah malam?
Kita berdoa lagi nanti.
Dom, dengarkan aku.
Yang meraba tangan pacarmu tadi
adalah bibi buyut tertua keluarga Chen.
- Permisi. - Dia sering bicarakan kedua putra Su-e.
Bibi Buyut di sana.
Baiklah.
Bibi Buyut.
Ini cucu keponakanmu.
Yang tertampan di keluarga Chen.
Tak mungkin.
- Halo. - Sapalah bibi buyutmu.
Bibi Buyut.
Yuan, kenapa kau merekam?
Apa yang bisa direkam di sini?
Bukan apa-apa.
Paman Buyut, apa ada terowongan di sekitar sini?
Astaga.
Dengarkan paman buyutmu.
Kita di sini untuk berdoa, bukan bermain-main.
Merek apa ini?
Luar biasa.
Kenapa luar biasa?
Bahkan hidungku terlihat lebih mancung.
Cukup.
Bagaimana rasanya mendapatkan putrimu kembali?
Lumayan. Semuanya berjalan lancar.
Hei.
Apa ini?
Serangga?
Berhentilah bermain-main. Kita sedang bekerja.
Ada serangga. Lihat, ada di mana-mana.
Apa?
Tasnya. Di dalam tasnya.
Menjijikkan sekali.
Menjijikkan sekali.
- Ada di bajumu! - Di mana?
Di pinggir...
Kau menghancurkannya.
- Halo? - Kotor.
- Menjijikkan. - Ya, itu aku.
Hai, Kepala Sekolah.
- Di mana? Mana yang terluka? - Dodo.
- Keluarlah. Ya, Dodo? - Chang Che-wei, kau tak apa-apa?
- Keluarlah dan minta maaf. - Tak apa-apa.
Mari oleskan obat, ya?
Ayolah.
- Hati-hati. - Di mana ibunya?
- Kau sungguh akan pergi? - Ya, terima kasih.
- Kau melihat kunciku? - Sudah memberi tahu klien?
Mana aku tahu di mana kuncimu?
- Setidaknya kau harus memberi tahu klien. - Tidak, bantu aku, terima kasih.
- Bantu aku, terima kasih. - Bantu apa?
- Terima kasih. - Li Ronan!
Berhenti bermain-main!
Kami akan pulang sekarang.
Hati-hati di jalan, ya?
Aku tahu kau sangat sibuk.
Jika Dodo butuh sesuatu,
pastikan kau memberitahuku.
Aku benci pergi ke PAUD.
Kenapa?
Karena Chang Che-wei di kelasku terus menggodaku.
Kenapa dia terus menggodamu?
Dia bilang aku gila.
Gila?
Kudengar Dodo menggigit seseorang di sekolah.
Bagaimana bisa?
Dia tak pernah seperti ini di panti asuhan atau pusat kami.
Apa kau dalam masalah?
Kau konyol.
Kenapa kau pergi tanpa memberi tahu klien?
Kau tahu klien kita harus berdandan sendiri hari ini?
Dia mencarimu sekarang. Kau sendirian.
Aku sudah sembuh.
Aku tak takut lagi.
Satu, dua, tiga.
Tak perlu cemas, jika kau tak cemas.
Ya, benar.
Aku sudah lama sembuh.
Amitฤbha.
Tolong bebaskan aku dari yang jahat.
- Amitฤbha... - Memulai pembersihan.
Tolong pindahkan alasnya ke lokasi baru untuk memulai.
Turunlah!
Turun!
Ibu!
Ibu!
Ada apa, Dodo?
Penjahat.
Siapa?
Di atas sana.
Tak ada apa-apa.
Di mana penjahatnya?
Di atas sana! Suruh dia turun!
Tunggu.
Penjahat!
Turunlah. Cepat, Penjahat!
Ibu harus menuntunnya dengan tangan.
Baiklah.
Lalu...
Apa ibu memegang tangannya?
Lebih tinggi.
Sekarang bagaimana?
Sedikit lebih tinggi.
Apa ibu dapat tangannya sekarang?
Ya?
Ibu mendapatkannya.
Baiklah.
Kalau begitu,
kita akan pergi sekarang.
Penjahat.
Ayo keluar dan jangan di kamar Dodo.
Mengerti?
Kita keluar sekarang.
Turunlah!
Turunlah!
Turunlah!
Dodo, sedang apa?
TK CHIN CHIN
TK CHIN CHIN
Dodo sangat teralihkan di kelas.
Dia tak memengaruhi murid lain,
tapi dia menatap langit-langit dan bicara sendiri.
Teman sekelasnya bilang
dia melihat penjahat tanpa wajah...
Kepala Sekolah, maafkan aku.
Dodo memberitahuku sesuatu kemarin. Dia bilang...
Bukankah kita punya mainan baru sekarang?
- Ya. - Ibu Dodo memberikannya kepada kita.
Apa yang harus kita katakan kepada ibu Dodo?
- Terima kasih. - Terima kasih.
Chen Dodo,
aku tak akan memanggilmu gila lagi.
Mulai sekarang, kita semua berteman
karena ibumu sangat keren.
Mari terus berteman baik dengan Dodo, ya?
Baiklah.
TK CHIN CHIN
Mari bermain petak umpet.
Siap!
Tiga, dua, satu. Lari!
Di mana kau bersembunyi, Dodo? Di mana?
Dodo?
PUTAR ULANG
PUTAR ULANG
PUTAR ULANG
Dodo.
Kau sedang apa?
Bermain.
Lalu, kenapa boneka ini ditutupi?
Karena mereka tak mau melihat penjahatnya.
Dengarkan ibu.
Dahulu ibu juga melihat penjahat.
Benarkah?
Jika kau terus memikirkan monster,
monster akan hidup di dalam kepalamu.
Aku harus bagaimana, Dokter? Aku takut sekali.
Biarkan Dokter Kelinci memberitahumu.
Jika kau merasa takut,
pikirkan saja tiga hal favoritmu.
Lalu, tutup matamu dan sebutkan dengan keras.
Maka kau tak akan takut lagi.
Aku suka nanas.
Nanas adalah favoritmu?
Kau tak menyukaiku lagi?
Apa kau menyukaiku?
Aku juga menyukaimu.
Bagaimana denganku?
Guk guk guk.
Guk guk guk.
- Nanas, kelinci, guk guk guk. - Nanas, kelinci, guk guk guk.
Lakukan saja ini mulai sekarang kapan pun kau takut.
Mengerti?
Baiklah.
Sekali lagi.
Lalu, langsung tidur.
Jika kau tak tidur,
monster itu akan mencarimu!
Monster itu akan menggelitikmu!
Ibu.
Apa Ibu membuangku
karena takut monster juga?
Ibu...
Ibu tak takut lagi.
Baiklah.
Tidurlah.
LI RONAN
Siapa namamu?
Berikan kepadaku.
Siapa namamu?
Siapa namamu?
HOU-HO-XIU-YI, SI-SEI-WU-MA
Ayo.
Mari berdoa.
Kau harus kembali untuk menyembah Bunda Buddha setiap sepuluh tahun.
Setelah mempersembahkan nama aslimu,
kau tak bisa menggunakannya di sini lagi.
Jangan pernah memikirkannya.
Bunda Buddha menyukai
gadis kecil di dalam perutmu.
Begitu dia punya nama, namanya juga harus dipersembahkan.
Mengerti?
Pemirsa, lihat ini.
Makan malam ini disiapkan oleh klan Chen yang hebat.
Mari kita coba sekarang.
Sial.
Ayo makan.
Kenapa kau tak makan?
Cobalah.
Aku tak lapar.
Kurasa ini cukup enak.
Cobalah, Ronan.
Aku sedang makan.
Kau pasti bercanda.
Ayolah, kita pembasmi hantu.
Kau percaya gadis kecil itu?
Siapa bilang ada yang percaya?
Dia percaya!
- Dia hanya merasa tak sehat. - Benar!
Lihat betapa gugupnya dia.
- Bisakah kau menghentikannya? - Dia tak kerasukan.
Dia hamil.
Urus masalahmu sendiri.
Sudah kuduga.
Pemirsa.
Lihat baik-baik.
Ini seorang buaya darat.
Inilah wajah seorang buaya darat.
Kau baik-baik saja?
- Ya. - Kau yakin?
Aku tak apa-apa.
Sial, berhenti bermesraan.
Cepat! Ini akan segera berakhir.
Ayo.
- Maafkan aku. - Keluar. Ayo!
Ayo.
- Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma. - Apa yang mereka gumamkan?
- Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma. - Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma.
-Hou-ho-xiu-yi, -Hou-ho-xiu-yi,
- si-sei-wu-ma. - Aneh sekali.
Gadis kecil itu. Dia di sana.
Bagus, rekam dia.
Aneh sekali.
- Sial. - Apa?
Entahlah. Tunggu.
Sial.
Kalian menyelinap keluar untuk bermain?
Ya.
Di sana?
Mau pergi ke tempat yang menyenangkan?
- Ke mana? - Tentu.
Gadis kecil, di sana tampak sangat menyenangkan.
Apa ada terowongan?
Kalian tak boleh masuk ke sana.
- Kenapa? - Kita mau ke mana?
Gadis kecil.
Kau tak boleh masuk.
Kenapa aku tak boleh, tapi dia boleh?
Pokoknya tak boleh.
Baiklah, jangan cemas.
Kau sedang apa?
Mengambil ini.
Aku bisa merekam dengan ini.
Tunggu aku.
Kau mau ke mana?
Apa ini?
Kemarilah.
Lihat.
Apa itu?
Beri makan.
Namun...
Ini rambut.
Beri makan.
Baik, tunggu.
Akan kulempar sekarang.
PEMBASMI HANTU PERNAH KEMARI
Cepat.
Cepatlah.
Di sini.
Telingamu kenapa?
Bunda Buddha mengambilnya.
Apa maksudnya?
Aku dipilih oleh para dewa,
jadi, Bunda Buddha mengambil dagingku untuk memberkahi semua orang.
Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma.
Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma.
Sedang apa kalian?
Kalian tak tahu dilarang masuk ke sini?
- Satu, - Satu,
- dua, - dua,
- tiga! - tiga!
Luar biasa!
Hari ini ulang tahun Dodo.
Kenapa kau makin pendek?
Seorang putri kecil
Terbang di langit
Berhenti di awan putih
Kemudian terus terbang
Dia ada di kastel di langit
Hidup bahagia
Luar biasa!
Ibu, kemarilah.
Lihat.
Kau menyukainya?
Ini Guguk.
Guguk. Itu Guguk?
Guguk.
Guguk.
Lihat Guguk.
Kapan kita bisa membawa Guguk pulang?
Saat kau sudah besar
dan bisa merawatnya,
ya?
Ayo, cobalah.
Enak?
Lumayan.
Gadis kecil, kau merekam apa?
Video ulang tahun.
Mari...
Aku punya pertanyaan tentang rumah ini.
Baiklah. Dodo, tunggu di sini.
Ibu akan segera kembali.
Patung Buddha di lantai atas...
Kau masih menginginkannya?
Itu agak menakutkan.
Aku akan meminta seseorang untuk mengurusnya.
Karena beberapa pembeli mungkin keberatan...
Apa?
Di mana?
Ada apa?
Ya.
Di sini?
Lalu?
Baiklah.
Sekarang apa?
Di mana?
Ya.
Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma.
Dodo!
Chen Dodo, apa yang kau lakukan?
Bukankah sudah ibu bilang tetap di sana?
Kenapa kau tak menurut?
Dodo!
Dodo, ada apa?
Dodo!
INSTALASI GAWAT DARURAT
Dia baik-baik saja saat aku melihatnya beberapa hari lalu.
Maksud dokter adalah...
kelumpuhan Dodo mungkin disebabkan oleh otaknya.
Omong-omong...
Ini.
Ambillah.
Beberapa hari lalu,
Bu Hsia membelikan ini untuk Dodo dari kuil.
Nama Dodo ada di dalamnya.
Semoga ini akan menjaganya.
Aku tak mau.
Kau...
Kenapa kau memberiku ini?
Aku tak bilang menginginkannya.
Sekarang, sang guru menggunakan alat yang berbeda,
agar kita bisa mengubah bentuknya.
Sekarang, guru menggunakan metode menggali dan menguleni.
Untuk mengubah bentuknya,
bahan mentahnya harus sangat lembut.
Itu artinya suhunya harus sangat tinggi.
Jika suhunya turun, pekerjaannya akan sulit,
dan tak ada cara untuk membentuknya.
Dalam proses penciptaan, kalian juga harus memperhatikan
Apa? Namun, kita sudah di sini.
Tak masalah. Pulanglah besok pagi.
Paman Buyut, kami datang jauh-jauh kemari.
Sial, pintunya dikunci.
- Sial, sungguh? - Sungguh?
Hei!
Hei!
- Buka! - Kenapa pintunya dikunci?
Hei!
Kau punya sesuatu?
- Sial. - Ada yang bisa kau pakai?
Bisa?
Kurasa begitu.
Cobalah.
Pintunya terbuka.
Baiklah, ayo.
Aku tak percaya mereka mengurung kita.
Hei, Yuan.
Apa?
Lihat dia.
Kau baik-baik saja?
- Aku baik-baik saja. - Dia baik-baik saja.
Kau yakin?
Aku mencemaskan gadis kecil itu. Mari kita lihat.
Ya, mari kita lihat. Cepatlah.
Pemirsa.
Pembasmi Hantu
kini menuju ke "tempat terlarang".
Rekam jimat pelindungnya.
Ya, itu dia.
Lihat jimat pelindung ini.
Seram sekali. Menakutkan.
Ayo.
Ada apa?
Pemirsa.
Berikutnya,
kita akan memasuki
"terowongan terlarang" klan Chen.
Kau benar-benar hamil?
Apa itu membuatmu takut?
Tidak, aku tak takut.
Apa lagi?
Mari namai dia Chen Dodo.
- Apa? - Sial!
Kalian bermesraan lagi.
Tidak.
Lalu, sedang apa?
Dia tak enak badan.
- Cepatlah, Bodoh. - Baik!
Sial.
- Apa? - Ada apa?
- Matikan senternya. Matikan. - Ada apa?
Ikuti aku.
Matikan senternya, cepat.
Sudah mati.
- Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma. - Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma.
- Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma. - Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma.
- Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma. - Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma.
- Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma. - Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma.
- Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma. - Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma.
- Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma. - Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma.
- Hou-ho-xiu-yi, si-sei... - Hou-ho-xiu-yi, si-sei...
Aku pernah melihatnya.
Apa yang kau takutkan?
Takut tak dimaafkan?
Atau takut kau tak bisa memaafkan dirimu sendiri?
Satu, dua, tiga, jalan.
Tak apa-apa.
Kau takut dengan kutukan ini?
Atau takut akan menjadi gila lagi?
Jangan pikirkan apa pun, aku akan baik-baik saja.
Ya, aku hanya perlu melakukannya.
Jangan berpikir.
Jangan berpikir.
Beberapa orang melihat kursi terjatuh dan bilang
itu ulah hantu.
Apa-apaan ini?
Ibu bilang tak takut monster lagi.
Ibu sendiri yang bilang!
Namun, orang lainnya melihat kursi terjatuh dan bilang
itu keajaiban dari Tuhan.
Dodo.
Jangan takut.
Dunia itu sesuai dengan apa yang kau lihat.
Aku tak bisa memberimu jawaban.
Kepala kecil ini tampak sangat lezat.
Caramu memandang dunia
bisa membawa perubahan kecil.
Ada dokumen yang harus kau tanda tangani.
Tertulis bahwa pengadilan
telah mencabut hak asuhmu.
Tanda tangani saja di sini.
- Kami butuh kerja samamu. - Aku tak bisa.
Ini pemberitahuan dari pengadilan.
Bukan bertanya apakah kau mau.
Kau hanya diberi tahu.
Aku tak tahu
apakah hantu
atau dewa benar-benar ada.
Namun, aku yakin
kaulah yang memutuskan
bagaimana duniamu dibentuk.
Dodo.
Ibu akan naik untuk mengambil sesuatu.
Ibu akan segera kembali.
Kita mau ke mana?
Kau percaya pada ibu?
Bagus.
Dodo.
Hai, Dodo.
Buka jendela ini untukku.
Dodo.
Di mana ibumu?
Ibu ada di atas.
Ibumu ada di atas?
Apakah
ibumu bilang kalian mau ke mana?
Dodo.
Kau mau kembali ke tempatku?
Ya.
Ya? Kalau begitu, ayo pulang.
Ada apa?
Lalu, bagaimana dengan Ibu?
Buka pintunya. Cepat buka.
Buka...
Buka pintunya.
Buka.
Buka pintunya!
Masuk!
Dia di sana.
Itu dia.
- Tunggu, Nona! - Berhenti.
- Dia pergi. Dahului mobilnya. - Hentikan mobilnya.
- Hentikan mobilnya! Mau ke mana? - Berhenti!
Cepat. Di sebelah sini.
Ada apa?
- Sial, gadis kecil itu. - Apa ini?
- Gadis kecil. - Mari turunkan dia dahulu.
Gadis kecil.
- Gadis kecil, bangun. - Pemirsa.
Ini pasti "terowongan terlarang"
milik keluarga Chen.
HOU-HO-XIU-YI
Pasti ini.
Bagaimana keadaannya?
Kepala babi.
Seekor kambing.
Gadis kecil, kau mendengarku?
Ini dia. Ayo masuk.
- Yuan. Lupakan saja. - Apa?
Firasatku buruk.
- Berapa kali kau akan begini? - Mungkin...
- Kita harus membawanya ke dokter. - Sial.
Kau sudah gila?
- Berengsek. Kau selalu begini. - Hentikan, Ronan sedang sakit.
- Berengsek. - Yuan.
Chen Yuan!
Chen Yuan!
Kau dengar sesuatu?
Suara apa itu?
Apa itu tangisan bayi?
Yuan.
Kau yakin ingin masuk?
Namun...
bagaimana jika ada anak-anak lain di sana?
Ayo.
Apa?
Tetaplah di sini dan jaga dia.
- Aku akan masuk bersama Yuan. - Namun...
Ayo.
TEMPAT TERLARANG
Kau baik-baik saja?
Kau baik-baik saja?
Astaga...
Dom.
Kau mau ke mana?
Yuan!
Kau mau ke mana?
Chen Yuan!
Dom.
Aku harus bagaimana?
Jangan tanya.
Jangan tanya!
Yuan.
Yuan.
Yuan.
Jangan tanya!
Yuan.
Yuan.
Jangan tanya!
Yuan.
Jangan tanya.
Gatal sekali.
Gigiku.
Gigiku!
Yuan!
Jangan tanya!
Seberapa jauh lagi kuilnya?
Seharusnya sudah dekat. Aku sudah lama tak ke sana.
Apa itu?
Kau melihatnya?
Apa itu orang?
Mustahil.
Apa yang terjadi?
Mana mungkin terjadi?
Mana mungkin terjadi?
Ada apa?
Apa yang kau lakukan?
Tak ada apa-apa.
Ledakan gas mengejutkan di Rumah Sakit Jiwa Timur Baru.
Di toilet, petugas damkar menemukan...
mayat hangus yang tergantung.
Korban adalah penanggung jawab, Dokter Wu Yu-ching.
Penyebab kebakaran masih belum diketahui...
Ayolah!
Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma.
Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma.
- Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma. - Penjahat.
- Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma. - Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma.
- Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma. - Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma.
Tak apa-apa.
Yang datang akan datang.
Itu takdir.
Apa sebenarnya isi kamera itu?
Ingat.
Jangan biarkan anak itu makan apa pun selama tujuh hari berturut-turut.
Bagaimana bisa seorang anak tak makan begitu lama?
Master dan aku mempertaruhkan nyawa kami.
Jika kau tak sanggup,
kami akan berhenti dan mengakhirinya.
Kami harus menyiapkan altarnya.
Jangan biarkan dia makan.
Kembalilah dalam tujuh hari.
Bagaimana rasanya membesarkan anak?
Ini panti asuhan, jadi, anak-anak datang dan pergi.
Aku tak pernah membesarkan anak sampai menjadi orang dewasa, jadi...
Aku juga ingin tahu jawabannya.
Aku juga ingin tahu seperti apa rasanya.
Dodo.
Kau menyukai ibumu?
Ya.
Namun, bukankah dia sangat aneh?
Meski begitu, dia ibuku.
Ming, apa kau punya anak?
Mari lewati pertanyaan ini.
Mari bicarakan Dodo.
AKU MENGAMBIL KAMERA VIDEONYA, AKU AKAN CARI TAHU YANG SEBENARNYA
AKU INGIN TAHU BAGAIMANA RASANYA MENJADI AYAH SUNGGUHAN
Dodo.
Kau pernah menerbangkan layang-layang?
Belum.
Permisi.
Berapa harga layang-layang ini?
Itu tak dijual.
Seorang pelanggan memesannya.
Peniup gelembungnya juga bagus.
Dia bisa meniupnya sambil duduk.
- Tak usah, terima kasih. - Gelembung juga seru.
Tak apa-apa, terima kasih.
Ibu, kita tak boleh mencuri.
Kita kembalikan saja nanti.
Kuharap dia bahagia saat mengingat waktu kami bersama.
Dodo, ada apa?
Kau berkeringat.
Kau kepanasan?
Ayo.
- Kelinci. - Kelinci?
Kita hampir tiba di rumah sakit.
Bertahan sebentar lagi.
Ada orang?
KLINIK LAI HSIEN-CHUNG
Ada orang di sana?
Ayolah...
Tunggu...
Tolong periksa dia. Tak akan lama.
Jarum penurun panas tak bisa disuntikkan dalam keadaan perut kosong.
Beri dia makan, lalu kembali.
Namun, dia harus makan?
Jika tidak, dia tak bisa disuntik. Kau tak mengerti?
- Cepat! - Baiklah.
Aku akan menunggumu.
Baiklah.
BAGAIMANA CARA MEMBERIKAN INFUS?
CARA MEMBERIKAN INFUS DI RUMAH? METODE INFUS
Ini hari ketiga.
Kakinya menjadi keriput.
Kurasa kakinya menyusut.
Jika aku tak membawanya pulang,
dia tak akan seperti ini sekarang.
Aku lapar sekali.
Mari singkirkan ini, ya?
Ibu cabut.
Ulang tahunku...
Kuenya besar sekali.
Kau memberikannya untuk ibu?
Ya.
Kalau begitu, akan ibu makan.
Jangan menangis.
Pikirkan saja tiga hal favorit Ibu,
dan Ibu tak akan takut lagi.
Ambil kembaliannya.
Ini.
Ini manis sekali.
Aku tak tahu...
VIDEO TEROWONGAN
Kamera video ini tak rusak, tapi failnya rusak.
Aku menemukan perangkat lunak perbaikan fail di situs luar negeri.
PERBAIKAN VIDEO DIGITAL
Namun, perbaikan video terowongan ini terus terhenti.
Makin banyak video yang kutonton,
aku merasa makin tak sehat.
Apa ini kutukan?
Jadi,
gerakan tangan yang mereka lakukan
adalah versi modifikasi dari "Bafangtian" dalam Buddhisme Tantra.
Jadi,
gerakan "Bafangtian" berarti "mendapatkan berkah".
Namun, gerakan mereka berakhir ke arah yang berlawanan.
Apa artinya ini?
M...
Menyebar?
Dalam gambar yang tertangkap di video ini,
ada kuil serupa di sekelilingnya.
Ada kambing di atas kuil.
Aku bertanya kepada beberapa teman teologku.
Mereka bilang
itu seperti naskah Brahmik yang digunakan untuk mencatat kitab Buddha
di India kuno.
Lalu, aku mencari tahu di internet...
dan menemukan biksu pertapa Buddhisme Tantra di Yunnan.
Dia salah satu orang terakhir
yang bisa menerjemahkan kitab Buddha kuno.
Jadi,
jika aku bisa ke sana
dan menemukannya,
mungkin aku akan dapat jawaban.
Para penumpang, Anda telah tiba di Bandara Internasional Xishuangbanna Gasa.
Pasti ini tempatnya.
Dia ingin aku menunggu di sini?
Aku sudah mengirimkan video biksu Yunnan itu kepadamu.
Itu menjelaskan asal-usul para murid
dan arti mantranya.
Klip...
Klip video terowongannya sudah diperbaiki.
Namun, aku tak akan mengirimkannya kepadamu.
Maafkan aku.
Akulah yang melaporkanmu ke Dinas Sosial.
Karena aku tak memercayaimu.
Aku juga berpikir aku tak adil.
Maafkan aku.
Jika sesuatu terjadi kepadaku,
kuharap kau bisa memberi tahu Dodo,
bahwa meskipun
aku tak bisa punya anak secara biologis,
aku sangat bahagia
Dodo bersedia memanggilku Ayah.
Hsieh Ming.
Hsieh Ming.
Hsieh...
Hsieh Ming.
Hsieh Ming.
Hsieh Ming.
DARI MING LAMPIRAN: DI DALAM TEROWONGAN
Sakit...
Sakit sekali...
Apa yang sakit?
Tangan...
Tanganmu?
Coba ibu lihat.
Ayo.
Muntahkan nanasnya, ya?
Ayo.
Ayo.
Bagus sekali...
Sekali lagi...
Sekali lagi saja...
Satu, dua, tiga.
Master Ching!
Master Ching.
Bu Ching.
Master Ching...
Kau membiarkannya makan?
Bu Ching.
Nak.
Biar kuberi tahu.
Saat ibumu mengandung dirimu,
dia hendak menyerahkanmu kepada para dewa.
Dodo.
Dodo!
Dodo.
Dodo.
Dodo!
Apa kau...
Apa kau percaya pada berkah?
Namaku Li Ronan.
Enam tahun lalu, aku melanggar tabu yang mengerikan.
HOU-HO-XIU-YI, SI-SEI-WU-MA
Tolong aku.
Tolong bacakan ini bersamaku.
Dalam hati juga boleh.
HOU-HO-XIU-YI, SI-SEI-WU-MA
Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma.
Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma.
SALURAN 1, WAKTU REKAMAN
Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma.
Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma.
Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma adalah...
Biksu Yunnan berkata,
Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma
adalah berkah agama kuno.
Agama ini menyebar dari Asia Tenggara ke Yunnan,
lalu ke tempat keluarga Dom berada.
Dewa yang dipuja leluhur mereka disebut Bunda Buddha Dahei.
Itu dewa yang jahat.
Jadi,
selama beberapa generasi, mereka harus menanggung utang karma besar.
Mereka harus menggunakan mantra ini untuk menerima berkah.
Makin banyak orang yang merapalkannya,
makin kuat perlindungan bagi mereka yang merapalkannya.
Napas dan denyut nadi anak itu
sudah stabil untuk saat ini.
Namun, dia mengalami dehidrasi parah
dan menderita malnutrisi.
Infeksi bakteri telah menyebar ke seluruh tubuhnya.
Aku sudah mengatur agar dia diawasi di ICU.
Terima kasih, Dokter.
Namun, Bu Li, kondisinya tak baik.
Kau harus bersiap untuk yang terburuk.
DI DALAM TEROWONGAN.MOV
MULAI
SALURAN 1, WAKTU REKAMAN
SALURAN 1, WAKTU REKAMAN
SALURAN 1, WAKTU REKAMAN
SALURAN 1, WAKTU REKAMAN
SALURAN 1, WAKTU REKAMAN
SALURAN 1, WAKTU REKAMAN
SALURAN 1, WAKTU REKAMAN
Sekilas info. Seorang gadis telanjang sekitar usia SMP
ditemukan terbaring di tempat kosong di samping rumah sakit
dengan hanya memakai pakaian dalam.
Anehnya, tubuhnya ditemukan penuh dengan syair.
Dodo, ibu di sini. Bisa buka matamu?
Dodo.
Dia masih belum sadar.
Jadi, sekarang bagaimana?
Sekarang bagaimana?
Tenanglah.
Kondisinya tak baik,
tapi kami akan terus mengawasinya.
Bukankah dia mengatakan sesuatu tadi?
Semacam...
Kelinci nanas.
Kelinci nanas.
Mungkin boneka?
Ibu.
Apa Ibu membuangku
karena takut monster juga?
Ibu...
Ibu tak takut lagi.
Aku akan menunjukkan
video tabu yang kami langgar dari enam tahun lalu.
Lewat sini.
Hei, Yuan.
Lihat ini.
Jangan sentuh itu.
Hanya melihat.
BERKAH DAN KUTUKAN SALING BERGANTUNG
Suaranya berasal dari sana.
Ada cermin di sana.
Hati-hati melangkah.
Banyak cermin di sini.
Teruskan.
SI-SEI-WU-MA
Apa itu pintu?
Entahlah.
Apa?
Aku sedang melihat.
Kau dengar itu?
Mari singkirkan.
Ada cermin lain di baliknya.
Ayo.
Apa kita akan masuk?
Ini.
Aku merekam benda yang sama tadi.
Rambut.
Hei.
Jangan sentuh itu.
Ada satu lagi.
Sial, kemarilah.
Apa ini?
Gigi.
Tunggu.
Suara itu lagi.
Suaranya.
Cepat, di sana.
Hei.
Lupakan saja. Ayo kembali.
Jangan cemas.
Ada sesuatu?
Jika tak ada, ayo pergi.
Apa yang kau lakukan?
- Ada apa? - Suara itu.
Aku akan membukanya. Tolong pegang ini.
Cepat.
Dom?
Ada apa, Dom?
Siapa namaku?
Dom?
Chen Dom!
Apa yang kau lakukan?
Apa yang kau lakukan?
Chen Dom?
Cukup.
Apa yang kau lakukan? Jangan menakutiku!
Jangan menakutiku! Apa-apaan?
Ayo pergi dari sini! Ayo!
Jangan menakutiku! Cepat!
Dom!
Bangun, cepat.
Ayo.
Dom, ayo! Dom!
Ayo!
Dom!
Dom!
Dom.
Dom.
Di mana kau, Dom?
Dom.
Dom.
Dom, apa yang kau lakukan?
Dom?
Dom, apa yang kau lakukan?
Dom.
Dom.
Dom!
Tolong!
Orang bilang,
saat melihat anak kita,
kita akan langsung merasa seperti seorang ibu.
Namun, tidak bagiku.
Aku hanya takut.
Aku masih takut.
Entah apakah aku sangat egois.
Entah apakah aku ingin bersikap baik kepadamu
karena merasa bersalah.
Aku bahkan tak tahu bagaimana aku bisa jatuh cinta kepadamu.
SELAMAT DATANG
Apa aku jatuh cinta kepadamu saat melihatmu tidur?
Atau saat kau menangis?
Apa itu cinta?
Kau tak punya pilihan.
Kau bisa berada di tempat yang lebih baik.
Kau bisa saja baik-baik saja.
Maafkan aku.
Dodo.
Maafkan aku.
Aku tak akan menyakitimu lagi.
Jika kau bangun,
berjanjilah kepadaku.
Lupakan namamu.
Lupakan aku.
Mulai sekarang,
jika kau bahagia,
tertawalah dengan keras.
Saat kau berjalan, berjalanlah dengan langkah besar.
Jika ada makanan yang kau suka,
makanlah sampai kenyang.
Berjanjilah kepadaku.
Saat kau membuka matamu setiap hari,
berbahagialah sebisa mungkin.
PEMBASMI HANTU PERNAH KEMARI
Kau masih ingat mantranya?
Jika kau ingat,
tolong ucapkan bersamaku dalam hati lagi.
Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma.
Ini terjemahan lengkapnya dari biksu Yunnan.
Maafkan aku.
Aku membohongimu.
Jika kau tak mau terus menonton,
tolong pikirkan tiga hal favoritmu.
Sekarang,
tolong tutup matamu.
Sebenarnya, mantra "Hou-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma"
bukanlah berkah.
Itu kutukan "berbagi".
Membacanya berarti,
"Aku ingin berbagi kutukan ini dan menawarkan namaku."
Sedangkan untuk simbolnya,
itu mantra untuk menyebar kutukan Bunda Buddha kepada orang asing.
Makin banyak orang yang menanggung, kutukan itu makin ringan.
Makin dalam kau menatapnya, makin berat bebannya.
Wajah Bunda Buddha adalah jantung kutukan itu.
Itu sebabnya mereka menutupinya dan tak pernah melihatnya.
Bu Li,
maksud Master adalah...
Maaf.
Aku tahu beberapa hal tak boleh dilihat.
Namun, ini satu-satunya cara aku bisa menyelamatkannya.
Jika aku bisa membuat lebih banyak orang melihat ini dan simbol ini,
mungkin kutukannya bisa diringankan.
Jika memungkinkan,
aku sungguh berharap kau bukan anakku.
Karena aku bukan ibu yang baik.
Karena...
aku sungguh berharap
kau bisa membuka matamu setiap hari
dan berbahagia.
Siapa namamu?
Rumah kita sangat jauh.
Namun, kita bisa
naik bus.
Meski begitu, tak ada bus yang menuju kastel kita.
Kastel kita
hilang tertiup
oleh gelembung.
MENGENANG SI HIDUNG HITAM
Terjemahan subtitle oleh Vina Melinda
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.