All language subtitles for Life.on.Mars.E013x265.720p-WebRip

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

"Tayangan ini mungkin tidak terkait"

"Dengan kelompok, wilayah, agama, atau individu tertentu"

Kondisi vitalnya kritis karena syok.

Dia bertahan berkat pengobatan,

tapi menyuntik pengobatan lagi berbahaya untuknya.

Lalu bagaimana? Tidak ada yang bisa kita lakukan?

Kita harus bergegas menjalankan operasinya.

Tapi dengan kondisinya saat ini, belum tentu operasinya akan sukses.

Pak Tae Joo.

Kamu bisa mendengar suaraku, bukan?

Ini aku, Seo Hyun.

Pulanglah. Sampai kapan kamu berada terus di sana?

Seo Hyun.

Tae Joo, kembalilah.

Hei, kamu sudah bangun?

Hei, kamu sudah bangun?

Hei!

Kamu belum boleh bergerak.

- Inspektur. - Hei.

Kak Hyun Seok!

Jangan, Min Seok.

Kak Hyun Seok!

Kak Hyun Seok!

Kak Hyun Seok!

Kak Hyun Seok!

Kak Hyun Seok!

Kak Hyun Seok!

Apa aku bermimpi? Atau ku sudah gila?

Jika bukan keduanya, kenapa aku ada di sini?

"Life on Mars"

"Tersangka pembunuhannya ditembak mati saat ditangkap"

Kenapa kamu diam saja?

Hei.

Ada orang?

Bicaralah.

Hei.

"Salon Kecantikan"

"Tutup"

Semuanya pergi.

Tapi

kenapa aku masih di sini?

"Kepolisian Seobu"

"Laporan Data Pribadi"

"Kepala Keluarga, Diri sendiri"

Kenapa kamu mengejarku dan adikku?

Karena

orang yang menelepon

dari Seoul?

Siapa dia? Apa yang kamu ketahui?

Kamu akan segera mengetahuinya.

Karena orang itu

akan datang

dan menemukanmu.

"Riwayat Panggilan"

"Keamanan Telekomunikasi"

Anda baik-baik saja, Inspektur?

Inspektur Han.

Ya, aku baik-baik saja.

Anda bengong lagi?

Anda terlalu memaksakan diri belakangan,

apalagi Anda belum pulih benar.

Aku akan merapikan meja Anda, istirahatlah.

Tidak usah, aku saja.

Masih banyak dokumen yang harus kubaca juga.

Kasus sudah ditutup, apa lagi yang Anda cari?

Entah

apa yang perlu kutemukan.

Lalu aku menendangnya begitu saja.

Mereka mungkin akan melepas masa percobaan kami

setelah kita menutup kasus ini, bukan?

Tentu saja! Mereka tidak akan bisa menangkapnya tanpa kita!

Semuanya berkat kepala ini.

Kepala yang bagus dan kuat ini.

Jadi, kita akan makan bersama nanti malam?

Ada karaoke baru dibuka. Bagaimana jika kita pesan tempat?

Ide bagus. Ayo kita lemaskan suara kita.

"Tidak bisakah kamu"

"Menerima saja cintaku"

- "Kamu Mona Lisa" - Klik.

- "Kamu Mona Lisa" - Klik.

"Dan kamu membuatku begitu sedih"

Ya.

Selamat!

Anda berhasil!

Selamat.

Lihatlah, dia berpakaian rapi.

Kita memecahkan kasusnya dan dia berpakaian seperti akan pemilu.

Kitalah yang bersusah payah.

Tapi dialah yang berlagak.

Ya, dia juga yang memperoleh piagam penghargaan Kapolri.

Biarkan saja.

Selamat, Pak!

Ini bukan apa-apa. Terima kasih atas kerja kerasnya.

- Selamat! - Tentu.

Kamu pasti puas diri.

Kamu mendapat piagam perhargaan yang tidak pernah kulihat.

- Semuanya berkat kamu, Kapten. - Astaga.

Akhirnya kamu mengerti, Kepala Kim.

Bagaimana jika beri anggaran untuk departemen kami?

Aku ingin menjamu timku dengan makan malam.

Makan malam tim? Boleh saja.

Karena mungkin ini makan malam terakhir kalian.

Apa maksudmu?

Ini surat perintah resmi.

- Apa ini? - Aku sudah berusaha sebaik mungkin.

Ini upaya terbaikku.

Bekerja di kepolisian subsektor mungkin sulit,

tapi lebih baik daripada dipecat, bukan?

Benar?

Opsir Yoon Na Yeong, kupindahkan ke divisi yang lebih baik nanti.

Kudengar peranmu dalam kasus ini besar.

Ini tidak seberapa, tapi gunakanlah untuk makan malam.

Aku memakai uangku sendiri.

Tunggu, Bajingan.

Mau ke mana kamu?

Tim kami bekerja keras untuk kasus ini,

- tapi kamu malah memutasi kami? - Tenanglah.

Bukan aku yang memberi perintah.

Jujur saja, kalian juga sebaiknya pergi.

Ini kesempatan untuk menyingkirkan para pengacau.

Merekalah yang membuat kondisimu seperti saat ini.

- Jaga mulutmu, Bajingan. - Astaga.

Apa katamu? Menyingkirkan mereka?

Mereka bukan benda atau sampah!

- Sini kamu, Bajingan. - Hentikan, Kapten.

- Sini. - Lepaskan.

- Lepaskan. - Sini, Bajingan.

- Kamu sudah gila? - Hentikan, Kapten.

- Lepaskan aku! Sialan! - Tenang.

- Cepat lepaskan! - Kapten.

- Hentikan. - Sini kamu.

- Lepaskan, kataku! - Cukup, Kapten.

- Kemarilah. - Hentikan.

"Pusat Perbelanjaan Insung"

"Kepala Kim Gyeong Se menerima anugerah Polisi Terbaik Tahun Ini"

Dasar licik.

Teganya Kepala Kim melakukan ini kepada kita.

Setelah semua jerih payah kita?

Dia bukan kepala kita. Jangan panggil dia kepala

sementara dia merayakan hal yang menimpa kita.

Tenanglah.

Opsir Yoon.

Aku harus bagaimana jika tidak bisa melihatmu lagi?

Astaga. Kamu pembawa sial.

Anda tidak boleh mendapatkan pendisiplinan.

Hei.

Akan kujalani jika perlu.

Seharusnya aku membuat bedebah itu sekarat.

Sudah cukup.

Berikan botolnya.

Ayo pulang. Akan kuantar.

Hei. Lepaskan.

Aku bisa berjalan sendiri.

Kenapa memperlakukanku seperti orang mabuk? Kamu gila?

Apa-apaan kamu?

- Kembalikan. - Tidak, Anda mabuk.

Aku tidak mabuk. Kenapa pikirmu begitu?

Hei. Kembalikan. Kembalikan, kataku.

Dasar.

Unit 3 Kejahatan dan Kekerasan sungguh sukses.

Kita tidak sukses.

Karena kalianlah aku seperti ini.

Bukan aku yang menjalani pendisiplinan,

tapi kalian.

Kita harus tidur. Besok kita bekerja.

Aku harus berangkat kerja besok.

- Di sini? - Ya, di sini.

- Di sini? - Sebentar.

- Aku akan berhenti di sini. - Ya.

- Di sini? - Ya!

Apa tempatnya benar?

Astaga. Aku yakin tempatnya di sekitar sini.

Tempat apa maksudmu?

Apa lagi? Jelas rumah si licik itu.

Aku akan mencarinya dan membunuhnya hari ini.

- Kim Gyeong Se! - Masuklah ke mobil.

- Di mana kamu, Bedebah? - Kapten, masuklah.

Hei, Kim Gyeong Se! Keluar.

Di mana kamu?

- Kim Gyeong Se! - Kapten, tenanglah.

Minggir. Sial. Jangan menghalangiku.

- Hei. - Kapten.

- Keluarlah, Kim Gyeong Se. - Kapten.

Kim Gyeong Se.

Keluarlah.

- Halo. - Opsir Han Tae Joo.

- Siapa kamu? - Jangan dipikirkan.

- Waktunya telah tiba. - Aku tanya siapa kamu!

Kita akan segera bertemu.

Bersabarlah.

Apa?

Halo?

- Halo? - Hai.

- Ini aku. - Kapten, apa yang terjadi semalam?

Segeralah kemari.

Anda di mana?

Aku di rumah Kepala Kim.

Kurasa aku

sudah membuat masalah.

Ada apa? Kamu terluka?

Ini bukan darahku.

Apa yang terjadi?

Entahlah.

Saat bangun,

aku berada di atas sofa ini.

Lalu saat aku membuka pintu kamar mandi,

keadaannya

sudah seperti itu.

Astaga.

Panas sekali. Kenapa di sini panas?

Apa...

Bagaimana Anda bisa masuk ke sini?

Aku tidak ingat.

Ingatan terakhirku adalah minum-minum denganmu di bar.

Aku tidak mengerti kenapa aku di sini.

Anda ingin aku mengantar Anda agar bisa membunuhnya.

- Anda tidak ingat? - Aku tidak membunuhnya.

Anda yakin? Bukankah Anda tidak ingat?

Kapten.

Pikirkanlah baik-baik.

Aku sungguh tidak tahu.

Aku tidak ingat.

Kamu menghubungi mereka?

Tidak, aku tidak memberi tahu siapa pun.

Lalu kenapa mereka kemari?

Itu tidak penting.

Apa rencana Anda?

Anda akan ditangkap atas pembunuhan.

Polisi.

Kami menerima laporan.

- Ada orang? - Kenapa Anda meneleponku?

Jangan bergerak.

Karena aku butuh bantuanmu.

"Kepolisian Seobu"

Kapten.

Aku baik-baik saja.

Bos.

Kapten.

Jangan sampai

keluargaku tahu.

Baiklah.

Tetap di sini. Akan kuperiksa situasinya.

Inspektur.

- Apa yang terjadi? - Benarkah Kapten membunuhnya?

Diamlah. Jangan berbicara sembarangan.

Itu tidak masuk akal. Maksudmu Kapten adalah pembunuh?

Tidak, tapi bukan aku yang beranggapan itu benar.

Orang lain yakin dia pembunuhnya.

Semabuk apa pun dia,

dia bukan orang yang akan membunuh.

Bicaralah.

Kudengar kamu orang pertama yang tiba di TKP.

Bagaimana situasinya?

Aku belum tahu detailnya,

tapi yang aku tahu, posisi Kapten terpojok.

Aku yakin kita akan mengetahuinya setelah investigasi dimulai.

Aku akan menginterogasinya.

Kalian berdua, periksa TKP dan hubungi tim forensik.

- Opsir Yoon... - Orang yang berhubungan

dengan tersangka

tidak boleh terlibat dengan interogasi.

Apa urusan dia?

Letnan Han?

Ya?

Dahulu kamu bekerja di Kepolisian Metropolitan Seoul, bukan?

Aku mendengar banyak tentangmu. Aku juga dari sana.

Mohon bantuannya.

Aku Inspektur Ahn Min Sik, penanggung jawab investigasi.

Lama tidak berjumpa, Letnan Han.

Aku paham kamu kesulitan di sana.

Tapi kamu harus berhasil menuntaskan misimu.

Letnan Han.

Jangan dipikirkan.

Waktunya telah tiba.

Kita akan segera bertemu.

Bersabarlah.

Pasti nanti ada kesempatan resmi untuk beramah-tamah.

Di mana kantornya?

Di sebelah sana.

Terima kasih.

Kenapa tiba-tiba kita kedatangan polisi dari Seoul?

Katanya kalian dari kantor yang sama. Kamu tidak mengenalnya?

Tidak.

Aku tidak mengenalnya.

Tunggu.

Anda dari Kepolisian Metropolitan Seoul?

Ya.

Bagaimana Anda mengenalku?

Atas alasan apa Anda kemari?

Kamulah yang paling tahu alasannya.

Aku?

Jangan terburu-buru. Mari kita bereskan satu per satu.

Setelah menerima laporan kasus ini, baru 30 menit

sejak kedatanganku.

Aku butuh waktu untuk membiasakan diri.

Masuklah.

Detektif Kim.

Kosongkan mejanya.

Menurut laporan, kamu orang pertama yang tiba di TKP.

Bagaimana kamu bisa mengetahuinya?

Kapten menghubungiku, Pak.

Kenapa dia menghubungimu, Letnan Han?

Aku tidak tahu.

Menurutmu bagaimana?

Mungkinkah dia sanggup membunuh Kepala Kim?

Tanpa autopsi dan bukti medikolegal,

aku tidak dapat menilai.

Bagaimana kepribadian dia sebagai kolega?

Bukan sebagai polisi, tapi kolega.

Mungkinkah dia menjadi pembunuh?

Tidak.

Dia bukan orang yang sanggup membunuh.

Kita lihat saja

apakah penilaianmu benar.

Mari kita mulai, Kapten Kang.

Silakan.

Kepala Kim

meninggal akibat tengkorak retak oleh benda tumpul.

"Polisi Terbaik Tahun Ini"

Ini ditemukan di TKP pembunuhannya.

Ini pas dengan area di lukanya.

Sidik jarimu ditemukan di situ

dan darah di pakaianmu cocok dengan darah Kepala Kim.

"Darah di baju tersangka cocok dengan darah korban"

Darah itu mengenaiku saat aku terpeleset di kamar mandi.

Begitu.

Sekitar pukul 3.30,

beberapa tetangga mendapatimu ribut

di dekat rumah Kepala Kim.

Lalu, berdasarkan suhu tubuh korban,

waktu kematiannya diperkirakan sekitar pukul 4.00.

Apa maksudmu?

Setelah pergi dari Pusat Perbelanjaan Insung

hingga bangun di TKP pada pukul 7.30,

kamu mengaku tidak ingat apa-apa.

Apa itu masih berlaku?

Ya.

Benarkah?

Itu kebetulan sekali.

Bukan begitu?

Bagaimana keadaan Kapten?

Dia masih diinterogasi.

Pantaskah kita diam saja?

Bukankah seharusnya kita menolong?

Ada apa ini?

Ke mana Anda membawanya?

Kami akan memindahkannya ke rutan.

Terlalu banyak orang yang memantau kasus ini.

Itu pasti akan membuat Kapten Kang tidak nyaman.

Rutan? Apa maksud Anda?

Tahukah Anda kapten kami orang seperti apa?

Lepaskan dia.

Sialan. Lepaskan borgol itu.

Kudengar Detektif Lee dan Kopral Cho akan dimutasi.

Sebaiknya kalian mempersiapkan mutasi kalian.

Tindakan kalian ini tidak akan menolong Kapten Kang.

Yong Gi, Nam Sik. Aku baik-baik saja.

Riwayatku belum tamat. Seragam itu cocok dengan kalian.

Kapten.

Pak Polisi Seoul.

Bukan aku pembunuhnya. Berusahalah sebisamu.

Baik.

- Burung gereja mencicit. - Cit, cit.

- Bebek menguak. - Kwak, kwak.

- Anak ayam menciap-ciap. - Ciap, ciap.

Hai, Anak-anak.

Saat menyeberang jalan,

kalian harus memerhatikan sisi kanan dan sisi kiri.

Kalian paham?

- Ya. - Ya.

Kalau begitu, mari kita jalan. Satu, dua, tiga, empat.

- Dapat. - Peganglah.

Anak-anak, kalian tidak boleh melakukan itu.

Anak-anak, tolong lepaskan.

- Tidak. - Tidak mau.

Inspektur.

Kurasa ini bukan jabatan yang lebih baik.

Aku masih sanggup dan anak-anaknya menggemaskan.

Bagaimana keadaan Kapten Kang?

Hanya ada bukti yang memberatkan Kapten.

Aku tidak tahu

apa yang harus kupercaya.

Kapten paling mengandalkan Anda.

Sebaiknya Anda pun percaya kepadanya, bukan?

Andalah yang dihubungi olehnya setelah itu terjadi.

Saat ini, Kapten paling memercayai Anda.

Kapten yakin Anda akan memercayainya

dan dia bukanlah pembunuh Kepala Kim.

Tersangka lari saat akan dipindahkan.

Kapten Kang Dong Cheol dari Kepolisian Seobu Insung.

Dia lari dari mobil patroli dan sedang buron.

Nomor polisi mobil buronan adalah Inseong Ma 8891.

Kuulangi. Tersangka lari saat akan dipindahkan.

Apa yang terjadi?

Tanyakanlah kepadanya.

Kapten bilang ingin buang air kecil.

Jadi, aku menepi sejenak.

Aku tidak bisa buang air jika terikat. Lepaskan borgolnya.

Aku tidak bisa.

Kamu ingin aku mengompol?

Atau kamu mau memeganginya saat aku buang air?

Dasar.

Hei. Kamu pikir aku akan berusaha untuk kabur?

- Lekas. - Baiklah.

Baikah.

Bagus.

Maaf, Teman-teman.

Masukkan Kang Dong Cheol ke DPO.

Baik, Pak.

Ada kabar bahwa mobil yang Kapten kendarai

ditemukan di Unseondong.

Tunggu. Arah Unseondong berlawanan dari rumahnya.

Dia tidak ingin keluarganya mengetahui kejadian ini.

Mustahil dia pulang.

Kita tidak bisa membantunya lagi

jika dia ditangkap saat menjadi buron.

Kita berpencar dan cari dia ke tempat yang mungkin dia datangi.

- Baik. - Baik.

Hati-hati di jalan.

"Resepsionis"

"Penginapan Seonamjang"

"Kopi Cheonlim"

"Pusat Perbelanjaan Insung"

Opsir, kamu menemukan sesuatu di Bar Samgeori?

Tidak.

Aku mencari di setiap kafe di Unseondong,

tapi hasilnya nihil.

Bagaimana dengan polisi lainnya?

Untungnya, mereka juga belum menemukan petunjuk.

Kira-kira di mana dia?

Tapi kenapa dia melarikan diri?

Mungkinkah dia memang berbuat kesalahan?

Jaga ucapanmu. Dia tidak bersalah.

Maksudku, sejauh ini alat buktinya...

Jika tidak, tidak ada alasan baginya untuk kabur.

Kamu terlambat.

Kamu pasti kewalahan karena aku.

Pasti sulit mencariku.

Kapan Anda datang?

Sudah agak lama. Aku tidak punya tujuan lain.

Lokasi yang terdekat biasanya tidak disangka-sangka.

- Kamu sedang apa? - Menelepon polisi.

Menyebalkan.

Kenapa Anda melarikan diri?

Anda membunuh Kepala Kim?

Berapa kali harus kukatakan bahwa aku bukan pembunuhnya?

Kamu tidak percaya?

Mana bisa aku percaya orang yang tidak ingat?

Baiklah. Jika tidak percaya, laporkan saja.

Hubungi mereka.

Kenapa aku harus memercayai Anda?

Katakan alasannya.

Karena aku percaya kepadamu.

Karena itu,

percayalah kepadaku.

Apa rencana Anda sekarang?

Mana kutahu?

Kamu harus memutuskannya.

Kenapa Anda kabur tanpa rencana?

Kenapa Anda justru memperumit situasi?

Buktinya sangat meyakinkan.

Aku tidak mau ditangkap dan dipenjara.

Seolah-olah memang aku pembunuhnya.

Anda benar-benar tidak ingat kejadiannya

sama sekali?

Ada...

Ada orang lain

selain aku di rumah Kepala Kim malam itu.

Kenapa Anda baru mengatakannya?

Aku mulai ingat setelah mabukku hilang.

Hei.

Dasar berengsek.

Keluarlah.

Hei. Kamu belum mengunci pintu.

Siap. Istirahat di tempat.

Kemarilah, Berengsek.

Hei.

- Siapa dia? - Entahlah.

Tapi

dia jelas bukan Kepala Kim.

Aku harus memeriksa jasad Kepala Kim.

Apa Pak Park yang melakukan pemeriksaan?

Bukan, karena hubungannya dengan Kepala Kim,

Inspektur Ahn mengeluarkannya dari kasus ini.

Komisi Kepolisian yang memeriksanya.

Di mana jasadnya sekarang?

Di kamar mayat di pusat kesehatan.

Menurut laporan,

dia diserang dengan benda tumpul beberapa kali.

Karena tidak ada tanda-tanda perlawanan,

kejadiannya pasti berlangsung cepat.

Kurasa kamu benar.

Kapten.

Ada luka bakar.

Kulit yang melepuh ini luka bakar tingkat dua.

- Luka bakar? - Ya.

Air keran bak mandinya masih mengalir.

Aneh jika dia tetap berendam setelah kulitnya melepuh.

Jika tubuhnya direndam di air panas, waktu kematiannya bisa berubah.

Apa maksudnya?

Suhu tubuhnya pasti perlahan turun karena air.

Artinya, waktu kematiannya bukan pukul empat pagi.

Kepala Kim pasti dibunuh sebelum itu.

Apa maksudnya?

Dia sudah tewas saat aku tiba di rumahnya.

Benar.

Jadi, sosok yang kulihat di rumahnya...

Dia pasti pelakunya.

Akan kukabari Opsir Cho dan Opsir Lee.

Jangan.

Mereka dimutasi. Aku tidak mau memperburuk keadaan mereka.

Mereka mencemaskanmu, Kapten. Kita harus mengabari mereka.

Sebaiknya jangan memberi tahu sekarang.

Kita tidak akan mampu menyelidiki ini berdua.

Ada orang lain yang bisa menolong kita.

Siapa?

Apa kabar, Sayang?

Istriku.

Cukup, Kapten.

Bukan saatnya bermain-main.

Sudah kubilang berhenti.

Siapa ini? Ini istrimu?

Ya, dia kolega baruku.

Kenalkan, Detektif Shin Chul Hong dari Kepolisian Dongbu.

- Aku Inspektur Han Tae Joo. - Ya, senang bertemu.

Tapi detektif tidak boleh lamban.

Kamu baik-baik saja? Pasti tinjuku menyakitkan.

Yang benar saja. Tinjumu tidak menyakitkan.

Diamlah. Aku jauh lebih hebat darimu.

Aku masih bertenaga.

Beraninya kamu macam-macam, padahal bukan peraih medali emas?

Astaga.

Kamu pamer karena menang medali emas di tingkat nasional,

sedangkan aku meraih medali di Asian Games!

Tapi medaliku emas.

Medalimu perak.

Tapi skala pertandingannya jauh berbeda!

Tingkatnya jauh berbeda. Astaga. Jangan menyombong.

Apa rencanamu?

Aku harus menangkap pelaku sesungguhnya.

Kemungkinan orang yang kamu lihat di rumah itu pelakunya.

Akan kuselidiki orang yang datang ke rumah Kepala Kim

hari itu.

Tapi

apa kamu punya tempat bersembunyi?

Jangan cemas. Dia membantuku sekarang.

Hei, pegang tangan dia erat-erat saat pergi bersamanya.

Dia agak bodoh, jadi, dia sering terlibat masalah.

Ya, dia memang merepotkan.

- Bicara apa kamu? - Benar, bukan?

Astaga, dari siapa itu?

Halo? Ya.

Baik.

Aku akan keluar sebentar.

Ada seseorang yang melihatmu di Stasiun Insung.

Seluruh kepolisian gempar karena kamu.

Kamu sudah tidak muda lagi.

Jangan pakai itu lagi. Sampai kapan kamu akan mengenakannya?

Pikirkan usiamu.

Lututmu bisa cedera nanti.

Tapi aku harus mengejar penjahat. Begitulah tugas detektif sejati.

Pikirkanlah kesehatanmu. Sebentar lagi, kamu akan pensiun.

Walau gila saat tua nanti, aku tidak akan kalah darimu.

Kamu punya rencana setelah pensiun?

Aku membeli kembali gelanggang olahraga milikku.

Akan kusisakan satu loker untukmu sebagai kenang-kenangan.

Jadi, berhentilah menjadi detektif dan ikutlah denganku.

Kali ini, kamu harus mendapatkan medali emas.

Ada polisi yang berpatroli di dekat kamar ini.

Jadi, pergilah sejam lagi.

Sedikit yang bisa kubantu, tapi aku akan buktikan kamu tidak bersalah.

Jangan cemas.

Jangan lupa mengunci pintu sebelum pergi.

Baik, sampai nanti.

Bagaimana kalian bisa saling kenal?

Dia pelatihku saat aku menjadi petinju.

Saat aku istirahat sejenak dari tinju

karena pergelangan tanganku terkilir,

aku berjalan-jalan sebentar

dan dia menghajarku hingga babak belur.

Ternyata dia berhenti mengelola gelanggang dan menjadi detektif.

Aku bisa memantapkan pikiran untuk menjadi polisi

berkat dia.

Tanpanya,

mungkin aku akan menjadi pecundang yang bermalas-malasan.

Astaga.

Pak Tae Joo...

Ini...

Bagian atas...

Akan...

Apa ini?

Bukankah sebagai doktermu, aku yang harus memutuskan?

Pemulihan operasinya akan sulit.

Apa maksudmu? Pemulihannya sulit?

Apa maksudnya? Hei!

Hei.

Apa yang selalu kamu lakukan dengan televisi itu?

Kencani atau nikahi saja televisimu.

Bukan apa-apa.

Astaga, aku lelah.

Kenapa kamu bergerak-gerak saat tidur?

Seperti bermimpi buruk.

Aku tidak bisa tidur karena kamu berisik.

Yang benar saja. Tidurmu pulas sampai mendengkur.

Siapa? Aku?

Aku tidak mendengkur.

Tidurku sangat tenang seperti bayi.

Suara napasku sangat lembut.

Kenapa kamu memakai kaus kaki di sini?

Ini dasar-dasar menjadi detektif. Gesit.

Kita tidak tahu kapan kasus terjadi.

Jadi, kita harus mengenakan ini dan siap siaga.

Aku mau ke kantor. Tetap di sini dan jangan ribut.

Aku juga tidak punya tujuan.

Aku bisa bosan. Segeralah kembali.

Aku tidak mau sendirian.

Jika sendirian, aku berdebar-debar dan berpikiran macam-macam.

Belikan ayam bakar saat pulang.

Satu saja. Aku tidak lapar,

tapi menjadi buron itu

membuatku hampa dan lemah. Bahkan aku sulit tidur.

"Kepolisian Seobu"

Letnan Han.

Ada kabar dari Kapten Kang?

Tidak ada.

Sungguh?

Jika dia menghubungimu, segera minta dia menyerahkan diri.

Jika berlarut-larut, aku juga kerepotan.

Inspektur!

Ya, di sini.

"Laporan Data Pribadi"

Siapa ini?

Oh Young Tae, dia suka merampok di rumah kosong.

- Lalu? - Kemarin,

dia menggadaikan sesuatu, tapi kami dihubungi

karena kemungkinan itu barang curian.

Ini barangnya.

Ini hadiah kura-kura emas yang Kepala Kim terima.

Tulisannya kecil dan sulit terbaca.

Tapi ada tulisan, "Kepala Kepolisian Seobu Insung" di bawah.

Pada hari pembunuhan,

Oh Young Tae memberi tahu temannya bahwa dia menemukan target.

Jadi, dia akan beraksi.

Dia bekerja sebagai pengantar jeriken.

Lihat ini.

Dia pernah mengantarkan jeriken ke rumah Kepala Kim.

Dia mencari target perampokan dengan cara mengantarkan jeriken.

Kapten Kang melihat seseorang di rumah Kepala Kim.

Mungkin ini orangnya.

- Kamu tahu di mana dia? - Ya, tadi aku menelepon tokonya.

Dia pulang cepat karena kurang sehat.

- Jaga di sini. - Baik.

Detektif Lee.

- Itukah orangnya? - Ya.

Oh Young Tae, berhenti!

Kemari!

Berhenti!

Oh Young Tae!

Jangan lari!

Hei!

- Hei! - Berhenti!

Oh Young Tae!

Berhenti!

Tangkap dia!

Inspektur Han, aku akan menanganinya.

- Lenganku. - Berdiri.

Jangan berisik.

- Astaga, sakit. - Anda baik-baik saja?

- Aku tidak apa-apa. - Bagaimana Anda bisa kemari?

Dia pengantar jeriken.

Dia pernah dipidana atas kasus pencurian.

Aku memeriksa orang yang pernah ke rumah Kepala Kim

dan menemukan dia.

Jadi, aku kemari untuk memeriksanya.

Bagaimana denganmu?

Sepertinya dia mencuri sesuatu di rumah Kepala Kim.

Sungguh?

Ternyata firasatku benar.

Akan kubereskan penjahat itu.

Dengarlah.

Jawab pertanyaanku dengan ya atau tidak.

Jika jawabanmu lain,

entah apa yang akan kulakukan kepadamu. Paham?

Ya.

Kamu membunuh Kepala Kim Gyeong Se?

Apa? Tidak.

Untuk apa aku membunuhnya?

Saat tiba di rumahnya, dia sudah tewas.

Jangan bohong!

Aku serius.

Aku memang mencuri barangnya, tapi tidak membunuhnya.

Pukul berapa kamu ke rumahnya?

itu...

Setelah pukul 3.00.

Tidak ada orang di sana?

Jawablah.

Saat aku memasuki rumahnya,

aku melihat seseorang keluar.

Kamu melihat wajahnya?

Entahlah. Ruangannya terlalu gelap.

Kamu tidak buta. Pasti kamu melihat sesuatu.

- Hentikan. - Apa yang kamu lihat?

- Jawab! - Apa yang kamu lakukan?

Tolong gantikan sejenak.

Anda baik-baik saja?

Aku baik-baik saja.

Sepertinya aku minum terlalu banyak semalam.

Aku tidak enak badan.

Ini bukan masalah. Jangan cemas.

Tanganmu gemetar kemarin.

Jika sudah seusiaku, tubuhmu tidak akan berfungsi dengan baik.

Sepertinya aku harus mengurangi minum alkohol.

Itu analgesik narkotik.

Ini bukan karena alkohol.

Aku sakit kanker perut.

Stadium akhir.

Usiaku tinggal sembilan bulan.

Maksimal setahun.

Apa Kapten Kang mengetahuinya?

- Jangan memberitahunya. - Tapi sebaiknya...

Aku tidak ingin dia melihatku seperti ini.

Pura-pura tidak tahu saja.

Apa kata Oh Young Tae?

Dia melihat sesuatu?

Tidak. Katanya rumahnya terlalu gelap.

Baiklah.

Aku akan pulang.

Hubungi aku jika ada informasi baru.

- Istirahatlah. - Baik.

Kemarilah.

Inspektur Han.

Sebaiknya kita apakan dia?

Bawa dia ke tempat Kapten Kang.

- Apa? - Di mana dia sekarang?

"Aku hidup seperti orang bodoh"

Sudah beli ayamnya?

Kamu melihat seseorang di rumah Kepala Kim.

Inikah orangnya?

Tunggu.

Benar, ini dia. Dia pembunuhnya?

Kurasa bukan. Dia mengaku melihat orang lain.

Siapa?

Siapa yang dia lihat?

Tolong gantikan sebentar.

Tunggu.

Orang yang kulihat di rumah itu tempo hari

mengenakan sepatu tempur sepertinya.

Apa maksudmu?

Mana mungkin Chul Hong ke sana?

Kamu yakin dia tidak berbohong?

Kurasa dia tidak berbohong.

Detektif Shin membuatku curiga saat dia mencari Oh Young Tae.

Apa yang mencurigakan?

Di antara orang yang pernah ke rumah Kepala Kim,

dia memilih Oh Young Tae, lalu datang ke rumahnya

Chul Hong memang detektif dengan naluri tajam.

Apa yang mencurigakan?

Kapten Kang, dinginkan kepala Anda.

Detektif Shin datang ke rumah Oh Young Tae

untuk mencari tahu apakah dia melihat wajahnya.

Bahkan dia tidak bilang padaku bahwa dia ke rumah Kepala Kim.

Jangan melantur. Di mana dia?

Kapten Kang.

Kapten, Anda baik-baik saja?

Hei, tatap mataku.

Jika kamu berbohong,

- kubunuh kamu. Paham? - Baik.

- Paham? - Baik.

Kamu yakin

melihat Detektif Shin Chul Hong keluar dari rumah itu?

Ya, aku yakin melihatnya.

Kamu membunuh Kepala Kim dan berusaha memfitnahnya.

Jawablah lagi.

Aku serius. Aku memang melihat Detektif Shin.

Jangan melantur, Bodoh!

- Kapten. - Sini kamu!

Kemarilah!

Apa-apaan ini?

Dia mendedikasikan hidupnya untuk menangkap penjahat.

Beraninya kamu...

- Cukup, Kapten. - Kemarilah, Bodoh.

- Jawablah lagi. - Kapten.

Lepaskan!

Mau ke mana?

Jika benar Chul Hong berada di sana,

aku akan menanyakannya.

Dia tersangka utama. Jangan sampai dia tahu temuan kita.

Apa? Tersangka?

Jika menyebutnya seperti itu lagi,

kuremukkan rahangmu.

Baiklah. Jika itu maumu, mari kita tanyakan.

- Kapten. - Kapten Kang.

Kapten Kang!

Chul Hong.

Chul Hong!

- Kamu yakin dia sudah pulang? - Katanya dia akan pulang.

Ke mana dia?

- Akan kuhubungi Kepolisian Dongbu. - Baik.

Bunyi apa itu? Ada bunyi tembakan!

Sial.

Kami polisi.

Hei.

Chul Hong.

Chul Hong.

Chul Hong.

Shin Chul Hong.

Sial.

Teganya kamu mendahuluiku?

Shin Chul Hong, keterlaluan.

Chul Hong.

Tidak.

Kapten.

Jasad Detektif Shin dipindahkan ke pusat kesehatan.

Kami memberi tahu istrinya.

Entah istrinya akan datang atau tidak.

Aku akan keluar sebentar.

Mau ke mana?

Ke pusat kesehatan.

Tidak, pasti di sana penuh polisi.

- Bahaya. - Chul Hong sendirian di sana.

Setidaknya aku harus menemaninya.

Aku ikut.

Han Tae Joo.

Kami telah menemukan penyebab Anda koma.

Anda bisa segera kembali.

Aku bisa kembali?

Ada pecahan kecil tengkorak yang menekan saraf.

Anda akan segera siuman setelah kami mengangkatnya.

Ahn Min Sik, kepala departemen bedah saraf,

akan mengoperasi Anda.

Ahn Min Sik?

Halo?

Han Tae Joo, aku Ahn Min Sik.

Kenapa Anda menelepon?

Aku ingin menemuimu sekarang. Tidak apa-apa?

Ada yang ingin kusampaikan.

Baiklah.

Aku juga punya pertanyaan untuk Anda.

Baik, kutunggu di kantorku.

Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

"Life on Mars"

Mari kita pulang setelah kasus ini tuntas.

Kukira Inspektur kini menyukai kami.

Maaf, tapi aku tidak bisa berlama-lama di sini.

Kapten Kang terlibat dengan kematian keduanya.

Menurutmu itu kebetulan?

Hanya Kapten Kang dan Detektif Shin yang berada di TKP.

Dia tersangka utama.

Aku paham kamu ingin melindungi Kapten Kang.

Kamu ingin menyingkirkan Dong Cheol karena dia faktor risiko?

Semua itu delusi. Mereka seperti ilusi.

Inspektur.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.