Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
SEMUA KARAKTER, TEMPAT, ORGANISASI, AGAMA, DAN KEJADIAN
DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI
EPISODE 16
Kapan dia akan pulang? Astaga.
Ayah, aku mengintai malam ini. Lokasinya cukup jauh.
Astaga.
Tangkap penjahat itu, dan jangan lupa makan.
Ayah baik-baik saja.
Akan kuhubungi lagi nanti, Ayah.
POLISI
Jalan.
KERAJAAN COREA, 1994 MALAM PENGKHIANATAN
Katakan yang harus kulakukan. Aku akan jalan di depan.
Para pengkhianat tiba di sini 20 menit lagi.
Yeong, kau harus menghalangi jalan kabur Lee Lim.
Bunuh semuanya jika kau lihat mereka.
Lantas, kau akan masuk ke Cheonjongo sendiri?
Jika aku gagal di Cheonjongo,
setidaknya kau harus membunuh Lee Lim.
Baginda, apa yang kau rencanakan?
Baginda...
Tidak boleh.
Ini perintah terakhirku.
Maafkan aku, Baginda.
Aku harus pergi ke Cheonjongo.
Aku...
harus melindungi rajaku.
Itu tugasku.
Jangan.
Yeong.
Ini kesempatan terakhir kita.
Begitu juga untukku.
Ini kesempatan terakhirku
untuk melindungimu.
Aku berharap semuanya berjalan sama dengan malam itu.
Berhati-hatilah, Baginda.
Mulai bagian mana akan berbeda?
PEDANG EMPAT HARIMAU
Persamaan yang indah selalu sederhana.
Karena tak semua orang bisa menjadi berani,
aku putuskan untuk memberanikan diri.
- Kapten Jo! - Kapten Jo!
Aku saja. Aku hanya perlu pergi dengannya?
Malam ini,
aku tak sendiri.
PEDANG EMPAT HARIMAU
Kami hanya
belum sampai di tujuan.
Jadi,
bagaimana rencanamu sekarang?
Kita harus tunggu.
Hingga Lee Gon menghentikanmu di masa lalu
dan mengembalikan semuanya.
Jika Lee Gon gagal,
aku yang akan menghentikanmu.
Jika keponakanku mengembalikan segalanya,
semua ingatanmu tentang Lee Gon akan hilang.
Itu sebabnya
hatiku sangat sakit.
Semua ingatan indahku
hanya tersisa di hatiku.
Kau tak bisa menembak di sini.
- Tak ada yang bergerak di sini. - Tak ada yang tahu.
Tak ada seorang pun yang pernah coba menembak di sini.
Kau bisa menusukku dengan itu?
Akan kucoba!
Aku siap.
Bunuh dia.
Situasi darurat di Chenjongo. Memanggil semua Pengawal Istana.
Pengawal Istana segera berkumpul.
Kenapa Manpasikjeok itu...
Ternyata aku
mendapatkan itu.
Akhirnya aku
mendapatkan Manpasikjeok seutuhnya.
Jika punyaku hilang,
punya keponakanku juga pasti hilang.
Bagaimana ini?
Lee Gon tak bisa kembali selamanya.
Dan kau akan selamanya terkurung di sini denganku.
Baginda!
- Baginda. - Yang Mulia.
- Baginda! - Yang Mulia!
- Di mana Baginda? - Yang Mulia!
- Baginda. - Baginda.
- Baginda, kau di mana? - Kau tak apa-apa?
- Yang Mulia! - Yang Mulia!
- Yang Mulia! - Kau di mana?
- Baginda! - Yang Mulia!
Yang Mulia!
- Baginda! - Baginda.
- Yang Mulia! - Baginda...
- Baginda. - Baginda.
- Baginda! - Baginda!
- Baginda. - Kau baik-baik saja?
Bawa Baginda dan Yang Mulia ke rumah sakit sekarang.
- Baginda! - Baginda!
Mulai sekarang, kau adalah Pedang Abadi.
Ibu,
dengarkan perkataanku baik-baik.
Ini cerita yang sangat panjang.
Astaga. Anakku.
Ayah
- menyembunyikan sesuatu. - Kau sudah besar.
Lebih tepatnya,
tentang anakmu, Kang Sin-jae.
Astaga, anakku.
Astaga, maafkan ibu.
Sin-jae.
Ibu tak tahu apa-apa.
Sejak kapan
kau tahu ini?
Anakku, Sin-jae yang begini.
Sejak kapan kau sembunyikan ini?
Bagaimana dengan anakku?
Bagaimana dengan Sin-jae?
Kau bisa berbuat apa? Apa yang akan kau lakukan?
Bagaimana dengan anakku?
Kasihan sekali anakku.
Sin-jae!
Sin-jae!
Ibu...
Maafkan ibu.
Seharusnya ibu memelukmu.
Kau juga anak ibu.
Ini bahkan bukan salahmu.
Harusnya ibu memelukmu dulu.
Ibu...
sungguh minta maaf.
Maafkan ibu.
Ibu.
Aku benar.
Aku memang benar.
Ternyata ini gerbang menuju dunia lain.
Pengkhianat Lee Lim.
Siapa kau sebenarnya?
Kenapa kau mengejarku?
Bagaimana Pedang Empat Harimau bisa ada di tanganmu?
Aku Raja Kerajaan Corea,
pemilik sah Pedang Empat Harimau,
dan orang yang akan menghukum perbuatanmu.
Raja?
Raja baru saja mati di tanganku.
Bagaimana kau bisa seorang Raja?
Sepertinya keponakanku gagal.
Aku masih baik-baik saja.
Kau tak baik-baik saja.
Terlebih jika Lee Gon gagal.
Sangat menarik melihat harapan bodohmu itu.
Tapi aku tak mau melihatnya lagi.
TAEKWONDO
"Langit menganugerahi kita hati,
dan tanah membantu arwah."
"Matahari dan bulan terbentuk,
gunung dan sungai terbentuk,
lalu petir menyambar."
Kau pasti Putra Mahkota.
Ternyata ini kekuatan Manpasikjeok.
Ternyata kau
adalah Lee Gon.
"Orang bijak tergerak mengalahkan kejahatan di gunung dan sungai."
"Peganglah dengan bijak
dan lakukan hal yang benar."
Pengkhianat Lee Lim
akan dipenggal.
Aku pikir talinya akan putus.
Ternyata malah tumbuh tunas.
Gerbangnya akan tertutup, dan hanya ingatan yang akan tersisa.
- Kau ini kenapa? - Ya, 'kan?
- Aku sudah senang jika tak gagal. - Yang benar saja.
Kau.
Maafkan aku.
Haruskah aku putuskan,
atau aku biarkan?
Ternyata dia berhasil.
Berarti
kau tak akan kembali.
Jika kedua dunia berjalan dengan berbeda,
jika begitu,
aku jadi tak bisa mengingatmu.
Aku akan hidup tanpa tahu keberadaanmu.
DIVISI KEJAHATAN KEKERASAN SKUAD TIGA
REPUBLIK KOREA, 1994
Mungkin Tuhan benar-benar ada.
Suamiku baru saja tewas.
Tiap hari aku berdoa agar dia mati.
Aku selalu berpikir,
di rumah ini aku yang mati atau aku yang membunuh.
Hanya antara dua itu.
Tapi...
seseorang membunuh dia
mewakili aku.
Sekarang aku dan Ji-hun
tak punya tempat untuk pergi, Seong-jae.
Karena itu,
aku mohon kau pergi.
Jangan khawatir.
Aku tak berbuat sama dengan suamiku.
Aku tak bisa merawatmu di rumah karena harus bekerja.
Aku akan datang sebulan sekali dengan Ji-hun.
Paman, aku mencintaimu. Dari Ji-hun.
Ayo mati dengan ibu.
- Ayo mati bersama. - Aku tak mau.
- Hyeon-min. - Ibu!
- Ayo mati bersama. - Jangan.
- Ibu! - Hyeon-min.
- Ibu! - Maafkan ibu.
Ini tak akan lama, Hyeon-min.
- Maafkan ibu. - Hentikan...
- Maaf. - Berhenti.
Jangan ikut campur, pergi saja.
- Ibu, jangan... - Apa yang kau lakukan?
- Ibu! - Kemari.
Sudah.
Kalian semua mundur. Mereka kaget karena kalian.
Ibu.
Nak, ayo pakai sepatu dulu.
Tunggu sebentar.
Sudah.
Pangeran Buyeong?
Ya, benar.
Siapa namamu?
Namaku Kang Hyeon-min.
"Hyeon" berarti bersinar, dan "Min" berarti permata.
Arti namamu adalah orang yang bersinar seperti permata.
Kenapa Keluarga Kerajaan menolong kami?
Bukan sebagai Keluarga Kerajaan,
tapi sebagai sesama orang tua.
Satu-satunya hal yang tak bisa dipilih
dalam takdir seseorang adalah orang tua.
Jadi, ubahlah pilihanmu.
Karena pilihanmu adalah takdir dari anak ini.
Bagaimana jika kita minum teh bersama?
Ini saranku sebagai seorang dokter.
KERAJAAN COREA, 1999
- Ini uangnya. - Ya.
- Terima kasih. - Ya. Hati-hati di jalan.
KOO SEO-RYEONG
Lihat dirimu.
Beraninya pencuri sepertimu menatapku begitu.
Berapa umurmu? Siapa namamu?
Dia tak punya nama.
Tak ada toko di pasar ini yang belum dia curi.
Aku punya nama. Namaku Luna.
Namamu cantik sekali.
Tenaga putriku sangat kuat, ya?
Aku mau minta maaf karena itu.
Kau mau makan dulu?
Harusnya ibu lapor polisi. Kenapa beri dia makan?
Memangnya ibu pegawai dinas sosial?
Tak apa-apa. Ayo ikut aku.
Makan dulu,
lalu bawa uang ini.
Tak bisa kuberikan semua.
Hari ini aku belum jual banyak.
Kenapa? Terlalu sedikit?
Untuk bayar makananku.
Begitu?
Kau membayar terlalu banyak.
Jadi, kau harus makan lebih banyak.
Kau tak apa-apa? Mau aku bantu?
- Itu pistol? - Itu darah!
Kenapa dia? Dia berdarah!
Astaga. Haruskah kita lapor?
- Kita harus pergi. - Di mana ini?
Apa ini Republik Korea?
Hari ini tanggal berapa?
Ya, Republik Korea.
Tanggal 25 April 2020.
Aku polisi. Boleh aku pinjam ponselmu?
Kepala Park!
Kepala Park.
Ini aku. Jeong Tae-eul.
Bagaimana dengan Jangmi? Detektif Shim dan Sin-jae?
Untukku, waktu hanya berlalu sekitar satu pekan.
POLISI BAIK SELALU MEMIHAK RAKYAT
- Itu dia. - Dia keluar!
- Kenapa kau bunuh teman aktrismu? - Benar karena peran?
- Ada komentar? - Bagaimana perasaanmu?
- Ada yang mau kau katakan? - Tolong komentarnya!
- Apa motifmu? - Kau akui kejahatanmu?
Dunia tampak tak berubah, tapi beberapa hal
ada yang berbeda.
Apa?
Aku masih seorang letnan,
Kegiatan amal?
masih seorang anak baik setiap sekali sebulan,
dan aku masih mengingat semua waktu
ketika dirinya datang kepadaku.
Aku sedang berusaha menjalani hari-hari dan kehidupanku
tanpa dirinya, juga Sin-jae.
Bukan kau, 'kan?
- Apa? - Orang yang terus
mengajak suamiku keluar.
Itu aku.
Memang benar aku.
- Pergilah. - Ya.
CIRCLE MART, CABANG KOTA ILSAN RANSEL, SEPATU 110.000 WON
Sepertinya tahun depan orang yang memanggil suamiku akan masuk sekolah.
Bo-gyeong!
Kau...
Hee-ju.
Jika salju ini menumpuk, atap itu bisa rubuh.
Ada seorang anak berumur 16 tahun
yang merasa dibebani oleh salju itu.
Jadi, itu kesendirianmu?
Ya.
Bisa dibilang begitu.
Kau ingat seorang adik kelas Seong-min?
- Ya. - Itu nenek dan adiknya.
Seperti yang kau lihat, neneknya sedang sakit.
Karena anak itu tak punya biaya rumah sakit,
dia mencuri isi brankas tempatnya kerja paruh waktu.
- Lalu? - Lalu...
sebelum ditangkap dia minta tolong kepadaku.
Dia memintaku membelikan sebungkus bakpao untuk adiknya,
dan dia juga minta aku
membersihkan salju di atas atap.
Karena itu aku mulai datang ke sini, dan berlanjut sampai sekarang.
Dia bisa hidup jika punya harapan, 'kan?
Aku tak tahu kau akan datang.
Astaga.
Pergi sana. Kau bilang kau datang untuk bersihkan salju.
Sayang, haruskah kita berpegangan tangan?
Atau mau aku buatkan boneka salju?
LEE JI-HUN
Jika gerbang itu menutup,
aku akan membuka semua gerbang di semesta.
Lalu
aku akan pergi kepadamu.
Kau berkata akan datang.
Kau siapa?
Kau ada perlu apa?
Aku sedang mencari seseorang,
tapi sepertinya dia tak di dunia ini.
Baiklah.
Ada perlu apa?
Ternyata kau
juga melindungi seseorang di sini.
JEONG EUN-KYEONG ANGKATAN DARAT REPUBLIK KOREA
- Tae-ra, kita sudah sampai. - Baik.
Gaunmu terinjak. Hati-hati.
Hati-hati.
Hyeong-taek.
Di mana pialaku?
Piala Terbaik.
Ada di mobil bos.
- Besok akan aku berikan kepadamu. - Piala Terbaik,
Jeong Tae-ra.
Sekali lagi, aku ingin berterima kasih kepada Hyeong-taek, Yeong-han, Eun-gi,
dan Hye-yeon. Ini untuk kalian.
Siapa pria tampan itu?
Apa kau anggota Tae-ra Byte?
Aku bisa terima bunga itu, tapi tak bisa berfoto.
Sepertinya kau
sudah mendapat bunga.
Ini
bukan bunga untukmu.
Tak bisa dipercaya.
Kenapa bukan bungaku?
Aku Jeong Tae-ra, pemenang Piala Terbaik.
Aku mendapat Piala Terbaik hari ini.
Siapa kau?
Hyo-jin!
Ibu. Kenapa beli sebanyak ini? Pasti berat.
- Harusnya pergi denganku. - Tak apa-apa.
Tapi siapa dia?
Kau datang untuk menemui Hyo-jin?
Ibu, bukan begitu.
Maaf, tapi kau mencari siapa?
Ternyata di dunia ini,
kau bersama ibumu.
Syukurlah.
REPUBLIK KOREA, 2021
Ya, Na-ri.
Tae-eul. Dengar dan jangan kaget.
Sepertinya ayahmu membeli kuda.
- Kuda? - Ya.
Ada seorang pria datang menunggangi kuda putih di halaman.
Mungkin untuk menjual kuda.
Tapi sepertinya bukan orang biasa.
Na-ri. Matikan dulu teleponnya.
Ternyata kau
ada di setiap dunia di semesta.
Dan kau tetap tak mengenaliku.
Kenapa
kau menangis?
Di tempat lain kau terlihat bahagia,
dan aku senang karena itu.
Tapi kau...
Kenapa sepertinya kau mengenalku?
Kenapa sepertinya
kau mengingatku?
JEONG TAE-EUL BADAN KEPOLISIAN NASIONAL
Apa benar ini kau?
Jeong Tae-eul?
Ini sungguh dirimu?
Kau datang?
Kau benar-benar
datang untukku?
Akhirnya
kau tiba.
Akhirnya.
Akhirnya aku menemukanmu,
Letnan Jeong Tae-eul.
Kenapa kau lama sekali?
Aku selalu menunggumu.
Setiap hari
aku menunggumu.
Setelah membunuh pengkhianat,
aku harus kembali dan membawa Yeong.
13 DESEMBER 1994, ALARM DARURAT BERBUNYI DI CHEONJONGO PUKUL 23.15
KERAJAAN COREA, 2021
14 DESEMBER 1994, MAYAT LEE LIM DITEMUKAN DI HUTAN BAMBU
Aku harus mencari jalan lagi.
Aku terlambat karena membuka
seluruh gerbang di semesta.
Aku pikir kau tak akan mengingatku jika aku menemukanmu.
Walaupun begitu,
kau tetap mencariku?
Walaupun mungkin kau lupa aku,
aku tetap merindukanmu.
Jika kau lupa, aku mau memberitahumu lagi.
Aku Raja Kerajaan Corea,
dan namaku yang tak boleh dipanggil
adalah Lee Gon.
Tapi bagaimana
kau tetap ingat aku walau dunia ini berjalan berbeda?
Lewati itu dulu.
Banyak hal juga yang terjadi kepadaku.
Sekarang seperti ini.
Kau
masih tak suka bunga?
Aku suka.
Terlebih bunga ini.
Aku juga belum berkata ini kepadamu.
Aku mencintaimu.
Aku
benar-benar sangat mencintaimu.
Ternyata begini
semuanya menjadi utuh.
Aku juga mencintaimu.
Aku juga
sangat mencintaimu.
KERAJAAN COREA, 2022
Si kembar tumbuh dengan baik?
Aku hampir mati merawat mereka.
Ini semua karena ayah dan ibuku kembali bersama.
Siapa nama mereka?
Mereka dipanggil dengan panggilan.
Eun-bi dan Kka-bi.
Kau tak rindu mereka?
Aku tak apa-apa.
Jo Eun-sup juga tak akan mengenaliku.
Ini hal yang kau suruh aku cari.
BERKAS PERSONEL KANG HYEON-MIN, KANTOR POLISI HAEUNDAE
TOKO BUKU HAESONG
Aku di sini.
Hei.
Jangan panggil aku begitu.
Seniormu memanggilmu, tapi kau tak datang berlari?
Aku libur hari ini.
Tadinya aku tak mau bilang,
tapi hari ini ulang tahunku.
- Aku tahu. - Sungguh? Bagaimana?
Terpaksa.
Ini datang lagi.
Pak Kepala menyuruhku menangkapmu.
Tidak semua pelanggar berada di tempat parkir.
Bisa saja di jalan, atau di ladang.
Kau panggil aku yang libur untuk ini?
Bukan. Untuk membelikanmu hadiah.
Jangan tarik perkataanmu. Aku akan pilih hadiahku.
Aku Kang Hyeon-Min, Skuad Tiga Divisi Kejahatan Kekerasan.
TOKO BUKU HAESONG
27 MEI 2022
- Sudah makan? - Sudah.
- Bagaimana tidurmu? - Nyenyak.
Hei! Maksudku tentang aku, bukan kau.
Seharusnya kau yang tanya kepadaku
apa aku makan dan tidur dengan baik.
Makanku, tidurku, dan pengadilan bandingku.
Kau tak peduli?
Waktu Polisi Kerajaan Corea tak seluang itu.
Jika mau makan dan tidur dengan baik,
seharusnya kau
tak menjadi anggota dewan yang makan uang rakyat.
- Kau! - Apa?
Hukum yang berlaku aneh.
Bukannya anggota dewan harus diberikan kekebalan hukum?
Seharusnya aku memang menjadi PM.
5827!
Tolong tenang di ruangan ini.
Bagaimana Ibu?
Jika kau punya waktu ke sini, urus saja Ibu.
Berbakti itu urusan masing-masing.
Kau keluar dan berbaktilah.
Aku pun mau begitu...
Cepat ganti pengacaraku!
- Cari yang mahal. - 5827! Tolong tenang.
Astaga.
Bisa carikan sipir baru untukku?
Aku tak tahu kenapa, tapi aku sangat tak suka jika dia memerintahku.
Kunjunganku sudah selesai.
- Semangat! - Hei!
Koo Seo-gyeong!
- Anak baru. - Ya.
Tim Forensik telepon dan berkata ponselmu tertinggal.
Benarkah? Aku baru beli kemarin.
Astaga.
Apa kau bisa dipercaya selesaikan hal penting ini?
Apa itu kasus?
Jika kau tak bisa, akan jadi kasus.
Taruh kertas ini ke mesin penghancur kertas.
Pisahkan botol dengan tutup dan labelnya,
- lalu daur ulang. Lakukan. - Lakukan.
Tapi kau ke mana setiap akhir pekan?
Kenapa kau mau tahu?
Pak Kepala berkata aku harus cari tahu.
Dasar orang itu. Dia yang mencurigakan dengan kesepian itu.
Aku bepergian. Selamat bekerja.
Selamat berjalan-jalan.
Astaga, itu barang mahal.
Sebanyak itu...
Kenapa kau selalu jual semuanya?
Sebenarnya kau ke mana setiap akhir pekan?
Kenapa kau selalu kembali saat subuh?
Di mana pun itu, kau sebut saja "ruang bekerja".
Akan kucoba hemat kancingku pekan ini.
Aduh, kepalaku.
Aduh, jantungku.
Walaupun kau jual kancingnya,
jual yang di lengan dulu.
Jangan sampai
badanmu terkena angin.
Kau makin mahir soal ini.
Cepat masukkan lagi.
Mau bagaimana lagi?
Aku harus melakukan ini agar bisa tidur tenang.
Masukkan lagi.
Baiklah.
Mungkin ancaman Jeong Tae-eul berfungsi.
Karena itu, kami bisa melakukan hal yang selama ini kami lewatkan.
Kami juga menjadi tahu beberapa cara.
Pertama, mencari tahu tahun tempat kami tiba,
dan berusaha tak bertemu orang yang mirip kami.
Teleponnya dengan diputar, bukan tombol.
Berarti sebelum tahun 1981. Aman.
Ayo pergi.
Ini model telepon awal tahun 90-an.
Sepertinya aman.
Ini membingungkan.
Tahun berapa sekarang?
Tunggu, di situ ada koran.
Rasanya masih enak.
Baginda!
Kau boleh pergi.
Orang tadi kenal aku.
Ya, kita harus segera pergi.
Di sini ada kau. Tapi raja yang lalim.
Apa?
Ini dunia paralel lain.
Sepertinya Lee Gon di sini tak tumbuh dengan baik.
Mungkin Kepala Wanita Istana Noh, paman,
dan kartu identitas seseorang tak ada di sini.
Dia pasti tumbuh dengan ketakutan dan kesepiaan.
Ayo cepat pergi. Tempat ini berbahaya.
Baiklah.
Seperti itu, kami melakukan perjalanan bersama.
Tentunya, perjalanan yang tidak biasa.
MILENIUM BARU, AWAL BARU
PERAGAAN BUSANA MILENIUM
"Milenium baru"? Artinya ini tahun 2000.
Sepertinya aman.
Waktu itu semua heboh karena pikir kiamat akan datang.
Ini sekitar Universitas Corea.
Ikuti aku.
Ada seseorang yang mau bertemu
dengan wanita yang percaya bumi itu datar.
Omong-omong, siapa yang ingin bertemu denganku?
Permisi. Apa ini punyamu?
Ya, terima kasih.
Semoga harimu baik.
Terima kasih.
Apa
orang yang mau bertemu denganku...
Ya.
Dia sudah melihatmu barusan.
Dia paman yang membesarkanku.
Tapi
sekarang aku sudah tak percaya bumi itu datar.
Sekarang bumiku sudah bulat.
Benarkah?
Karena aku?
Tentu tidak. Karena gravitasi.
Apel terjatuh karena gravitasi.
Apa lagi?
Gravitasi juga menyebabkan pasang dan surut.
- Apa lagi? - Aku mencintaimu.
Kau mengagetkan aku.
Kenapa aku selalu kaget karena kata itu?
Aku juga.
Tapi lain kali aku mau ke zaman dinasti Joseon
atau akhir zaman Joseon.
Kenapa begitu?
Aku sudah lihat, ternyata sudah sampai zaman Joseon.
Di mana hanbok-ku?
Kenapa kau ingin sekali ke sini?
Aku mau bertemu kakek buyutku dan menyuruhnya
membeli kebun pir di Apgujeong-dong saat dia dewasa.
Di mana jepit rambutnya?
Apa ini?
Kenapa kau bawa daun?
Karena kita tak tahu akan ke mana dan kapan.
Berdasarkan pengalaman kita selama ini, tak ada jaminan
kita takkan tiba di zaman itu.
Walau peluangnya sangat sedikit, persiapan harus...
Persiapan harus dilakukan.
- Ini sangat penting. - Carikan jepit rambutku.
Kenapa kau masukkan lagi?
HALTE BUS SIMPANG PYEONGCHANG MUNHWA
Sial.
Bolamu di sini.
Tunggu di situ.
Aku akan lempar kepadamu.
Terima kasih.
KANG SIN-JAE
PYEONGCHANG-DONG REPUBLIK OF KOREA, 1994
Tunggu.
Kau mau ke mana? Aku akan beri tahu jalannya.
Ada kecelakaan.
Aku pergi duluan. Aku harus lapor polisi.
- Hei. - Aku sudah tukar tokennya.
Kenapa? Ada masalah?
Sepertinya aku tahu alasan kita
sampai di sini hari ini.
REPUBLIK KOREA, 2022
Tunggu sebentar.
- Lihat ini. - Aku penasaran.
- Ini Eun-bi, ini Kka-bi. - Begitu.
- Mereka sudah masuk SD. - Sungguh?
- Imut sekali. - Mirip sekali denganmu.
- Mereka mirip? - Apa mirip?
Ini momen yang bahagia. Apa kami mirip?
- Ya... - Tidak juga.
Kenapa dia terus melihatku?
Tunggu sebentar.
Maaf, apa aku mengenalmu?
Apa kabar?
Kau bekerja di sini? Divisi apa?
Kau sudah dapat SIM?
Ya, SIM Kelas 1-Spesial.
Kenapa hanya aku yang menjawab?
Aku tanya, siapa kau?
JO EUN-SUP BADAN INTELIJEN NASIONAL
Kau terlihat keren.
Percaya diri dan berwibawa.
Senang bertemu denganmu.
Kau akan selalu menjadi Pedang Abadiku.
Apa?
"Pedang Abadi"?
NA-RI NA-RI MYEONG NA-RI
Sayang.
Ya, aku sudah makan. Kau?
Kau sedang diet?
Yang benar saja. Kau tak perlu diet.
Perlu?
Harusnya kau beri tahu aku.
Tiap lihat kau, aku bingung kau itu manusia atau peri.
Baiklah. Aku akan pulang cepat.
Orang gila.
Tunggu.
Kenapa? Ini di mana?
Itu adalah cahaya senter 1.200 lumen
yang dipakai Pengawal Istana.
Ini zaman yang sama di Kerajaan Corea.
Aku barusan saja keluar.
Pasti Yeong sedang mencariku.
Apa?
Baginda.
Semua mundur 10 langkah.
Kau juga, Yeong.
Aku terlalu kaget.
Aku akan mampir ke istana dulu.
Lewat jalan laut agar tak ada yang tahu.
- Baginda. - Ya, Yeong.
Keadaan waktu itu.
Napasku hampir habis.
Siapa lagi setelah Jo Yeong?
Waktu itu bagaimana urutannya?
- Kepala Wanita Istana? - Kepala Wanita Istana.
Baginda.
Sepertinya jimatmu berfungsi.
Aku izinkan dia memakai barangku.
Kau paham hubungan kami, 'kan?
Aku berpikir
kapan akan dapat keturunan kerajaan...
Apa mungkin tahun depan?
Silakan diminum. Semuanya.
Baiklah.
Kau hanya pakai ini sendiri?
Tentu saja. Tapi kau boleh pakai.
Apa yang kau lakukan?
Sidik jariku tak boleh ada di sini.
Di sini ada Luna.
Di duniaku barang ini sangat terkenal.
Tapi bagaimana dengan CCTV?
Aku pasti sudah terekam.
Aku akan kosongkan ruang kendali.
Astaga, keamanannya sangat ketat.
Bagaimana mematikannya?
Bukankah itu Jo Yeong?
Dia memang pemarah.
Apa yang dia katakan?
Karena kau polisi, kau pasti bisa membaca gerakan mulut.
Tentu.
Coba kita lihat.
Lee.
Gon...
Anj...
Kita memang datang terlalu tiba-tiba.
Ya, 'kan?
Aku juga sebal jika Kepala Park memberi pekerjaan
waktu aku mau pulang.
Lalu apa lagi?
Dia sebut aku anjing? Menggonggong?
Yeong yang selalu di sampingku sejak empat tahun?
Pengawal Istana rata-rata lulusan sains dan teknik,
tapi kalah dalam permainan.
Yeong tak mungkin begitu.
Dia juga tak punya rahasia kepadaku.
Astaga.
Situasi apa ini?
Dia punya rahasia.
Genre apa ini?
Romantik komedi? Agen rahasia?
Pengganggu cinta datang.
Aku suka film ini.
Sangat bagus.
Sangat menarik. Ini thriller. Gila.
Kalau ini genre romantis.
Kami menonton film kami berdua,
Aku tak mau pergi.
Aku pergi.
Hanya begitu?
Aku sudah terlambat. Aku harus berlari.
- Sampai akhir pekan. - Tunggu.
Kenapa akhir pekan? Pekan ini libur panjang dari Rabu.
Di sana libur panjang? Kami tidak.
Kenapa libur panjang?
Ulang tahun Raja.
Pergilah.
Hati-hati di jalan.
Sampai bertemu, Lee Gon.
Sampai bertemu, Jeong Tae-eul.
Dan kami kembali hari-hari biasa
setelah saling mengantar ke obelisk,
bukan rumah masing-masing.
Berhenti di situ!
Sial.
Sial.
Aku orang yang menghargai keinginan seseorang untuk mengubah masa depan,
tapi akan lebih nyaman jika kalian ditangkap di sini
jika masih mau ke kantor polisi dengan kaki sendiri.
Jangan bercanda.
Panjat dindingnya, mulai dari anggota paling belakang.
- Ayo. - Ayo cepat!
Apa ini? Siapa dia?
- Siapa dia? - Hai.
Skuad 3 Divisi Kejahatan Kekerasan Kepolisian Jongno,
Jang Michael.
- Sial. - Si Brengsek ini.
Astaga.
Jangmi, pelan-pelan saja.
Kita jadi harus membantu mereka. Borgol dia.
Aku Letnan Jeong Tae-eul dari Kepolisian Jongno.
Kau ditangkap karena melanggar hukum
tentang kepemilikan narkoba.
Aku menerima permintaan rakyat,
dan mengizinkan susunan kabinet ini.
Aku akan berusaha sebaik mungkin, Baginda. Percayalah kepadaku.
Aku selalu begitu.
Aku akan selalu mendukung dan berkomunikasi denganmu.
Aku akan menjadi PM yang memberikan laporan secara tertulis.
Aku mau menerimanya secara langsung setiap pekan.
Kau tak mungkin berharap dapat laporan tiap pekan secara langsung...
Kalau begitu, setengah-setengah.
Ibu, apa yang kau lakukan? Menerima penghargaan?
Aduh.
Hari ini tak ada yang menjaga anakku. Jadi, kami datang bersama.
Paman, kau siapa?
Perkenalkan.
Aku Raja Kerajaan Corea,
dan namaku Lee Gon.
- Koran! Beli koranmu di sini! - Silakan lihat.
- Silakan lihat! - Beli koranmu di sini!
Koran!
Beli koranmu di sini!
Silakan lihat!
BAREFOOTED YOUTH
PERTUNJUKAN HARI INI
Semasa hidup, walau bermacam gerbang terbuka di hadapan kami...
Walau waktu yang kami jalani bersama
terkadang menjadi menyedihkan,
- kuharap bisa mencintai tanpa lelah. - Kuharap bisa mencintai tanpa lelah.
Dengan itu kami
memutuskan untuk mencintai takdir
yang memilih kami.
Hanya hari ini.
Hanya hari ini.
Selamanya.
Terjemahan subtitle oleh Deaz Putri
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.