Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Ini cerita fiktif. Semua tokoh dan peristiwa tidak berhubungan dengan dunia nyata]
[Adegan yang melibatkan anak-anak dan hewan direkam secara aman]
[dengan pengawasan ahli sesuai pedoman]
[Bala Keselamatan, Kotak Derma Merah]
Selamat Hari Natal!
Selamat Hari Natal!
Apa-apaan itu?
Ji Ah, ini hadiah untukmu.
Wah! Boneka beruang!
Terima kasih, Ayah!
Sudah tujuh tahun aku tidak melihat wajahmu.
Selama itu, aku rindu sekali padamu.
Maafkan aku karena sudah meninggalkanmu sendirian.
Aku menyalahkan diriku sendiri setiap harinya.
Waktu itu...
seharusnya aku tidak melakukannya.
Sepertinya ada sesuatu di dalamnya. Aku akan membuatkan yang baru untukmu.
Kau tumbuh dengan sangat baik, putriku.
Kalau dilihat-lihat, kau mirip sekali dengan mendiang ibumu.
Selama tujuh tahun berada di penjara,
aku menatap langit-langit dengan penuh penyesalan setiap malam.
Waktu itu...
aku seharusnya membunuhmu juga.
- Lepaskan aku! - Dasar anak tidak tahu diuntung!
Setelah semua pengorbananku, kau malah melaporkan ayahmu sendiri?
Apa kau tahu sudah berapa lama aku menantikan hari ini?
Dasar...
Bajingan.
Kau mau kabur ke mana?
Akan kuselesaikan apa yang seharusnya kulakukan waktu itu.
Dasar bajingan kecil.
Kemari. Kemari kau!
Jangan bergerak, Bajingan.
Semakin kau memberontak, kau akan semakin menderita.
Santai saja...
Ini saatnya kau menyusuli ibumu.
[Dicuci Menggunakan Mesin]
[Selamat Hari Natal]
Apa kau mau hadiah Natal?
Kalau mau, berhenti menangis.
Kau harus menjadi anak yang baik.
Katanya, Santa sangat tegas soal mana yang benar dan salah.
Siapa kau?
Saat kau pulang nanti, buka sedikit jendela di ruang tamu.
Lampunya juga biarkan saja tetap menyala.
Sampai jumpa.
[Lima Belas Tahun Kemudian, Saat Ini]
Ibu, ayo bangun.
Yul, sudah bangun?
Ayah juga bangunlah!
Lima menit, lima menit saja...
Tidak boleh, Ayah harus pergi bekerja!
Yul mirip sekali denganmu, sama sekali tidak diragukan.
Astaga, dia sedang mendengarkan.
Yul Sayang, kau begitu pintar karena mirip ayahmu.
Kau sudah bangun?
Sungguh?
Apa kau begitu pintar karena mirip denganku, Yul?
Yul, ayo kemarilah!
Ayah, ayo cepat bangun.
Oh, sayangku yang kecil. Kemarilah.
Yul, apa tidurmu nyenyak?
Sepertinya kita terlalu cepat menidurkannya.
Memangnya siapa yang bersikeras menidurkannya begitu cepat?
Memangnya aku?
Lalu, sayangku yang besar juga...
Aku mau ke toilet.
- Toilet... - Ayo kita ke toilet.
Ayo. Ayo kita ke toilet.
Ayo! Ayo kita ke toilet.
[Episode 1]
Monsternya mengejarmu! Aku akan menangkapmu!
Ayo! Yul! Ayo!
[Kwon Yul, Ayah, Ibu]
Selesai! Ayo!
Ayah! Mau ayunan!
Ayunan!
Enak, 'kan?
Anak berusia empat tahun sudah bisa makan sendiri, 'kan?
Bisa.
Baiklah, Yul. Coba makan sendiri.
Ini waktunya untuk keputusan yang penting.
Penampilan baru yang terlihat egois, dibeli sembunyi-sembunyi dari istriku.
Atau penampilan acara malam yang nakal, berbohong soal lembur dan pergi ke klub.
Pilih yang mana?
Penampilan nakal untuk hari ini?
Oh. Sungguh?
Wah, istriku baik sekali.
Kapan terakhir kalinya aku pergi ke klub?
Yul, kau memakan semuanya sendiri?
Luar biasa! Kau sudah bisa makan sendiri!
Ayah! Yul menghabiskan makanannya.
Benarkah? Kau menghabiskannya sendiri?
Putriku hebat!
Sudah jam berapa ini? Oh, waktunya mengganti pakaian.
Ayo!
Ayo, ayo! Ayo kita mengganti pakaian.
Sayang, seragam olahraganya di sana.
Yul, apa hari ini ada pelajaran olahraga?
- Ya. - Bagus.
- Sekarang jam berapa? - Baiklah, kalau begitu,
berdiri menggunakan satu kaki selama lima detik.
Mulai!
Satu, dua, tiga, empat, lima!
Berhasil!
- Berhasil! - Berhasil!
- Satu, dua, tiga! - Satu, dua, tiga!
- Satu, dua, tiga! - Sekali lagi. Satu, dua, tiga!
Bersenang-senanglah dengan temanmu. Sampai jumpa nanti malam!
- Baiklah! Sampai jumpa! - Sampai jumpa!
Ini.
Apa?
Aku merasa seperti punya alasan penting untuk pulang kerja lebih cepat hari ini.
Kenapa begitu?
Aku serius, kenapa bisa begitu?
Entahlah, kira-kira apa, ya?
Kau tidak tertipu, ya?
Aku akan pulang lebih cepat hari ini. Demi hari besar sayangku besok.
Oh, hentikan.
Namun, kalau kau sampai lupa, kau akan mendapat masalah besar.
Aku sangat menghindari itu.
Baiklah.
Bu Yoo Bo Na, semoga harimu menyenangkan. Sampai jumpa sore nanti.
Baiklah.
Bagaimana dengan hal yang tidak kita lakukan tadi?
Sekarang!
Aku pergi dulu. Sampai jumpa.
- Sampai jumpa! - Aku juga!
Ciuman untuk Yul juga!
Ciuman untuk Yul juga! Sampai jumpa!
Sampai jumpa!
- Sampai nanti. - Semoga harimu menyenangkan!
- Aku pergi dulu. - Yul, aku akan tutup pintunya.
♪ Bayi hiu, doo, doo, doo, doo ♪
♪ Yul hiu, doo, doo, doo, doo ♪
♪ Ibu hiu, doo, doo, doo, doo ♪
♪ Ayah hiu, doo, doo, doo, doo ♪
♪ Nenek ♪
♪ Doo, doo, doo, doo ♪
Yul, bagaimana kalau kita menyanyikan lagu itu lagi?
♪ Ayah hiu, doo, doo, doo, doo ♪
Ya, ya. Jangan berlari! Pelan-pelan!
- Sampai jumpa! - Ya, ya.
Hati-hati.
Seo Jun!
Ayo.
Tolong jaga dia hari ini, ya.
Dengarkan gurumu, oke?
- Aku pergi dulu. - Baik, semoga harimu menyenangkan, Bu.
- Halo! - Halo!
Halo.
Halo!
- Halo. - Halo!
Dia selalu terlihat tenang. Menyenangkan sekali.
- Yul, kau sudah datang! - Halo.
Bu, hari ini aku menghabiskan sarapan sendiri.
Oh, benarkah? Kau hebat sekali.
Yul, ayo sapa gurumu dulu.
- Ayo membungkuk yang sopan. - Selamat pagi.
Tolong jaga dia hari ini, ya.
Tenang saja. Kelihatannya, Yul sudah bisa beradaptasi.
Tidak seperti awalnya, sekarang dia sudah bisa bermain dengan nyaman.
Itu berkatmu. Terima kasih.
Yul, ayo berpamitan dengan Ibu.
Oke. Yul Sayang.
- Akurlah dengan teman-teman... - Akurlah dengan teman-teman...
- hari ini! - hari ini!
- Semoga harimu menyenangkan! - Yul, ayo.
Semoga harimu menyenangkan, Bu. Sampai jumpa.
- Oke. - Ibu Yul!
Bagaimana kalau sekali-kali kita minum kopi di pagi hari?
Ide bagus.
Oh, ibu Ye Geon, apa tidurmu tidak nyenyak tadi malam?
Anakku tidur siang sebentar di sore hari, lalu terbangun,
dan kemudian tidak bisa tidur sampai larut malam.
- Oh, astaga, benarkah? - Lihat, 'kan?
Sudah kubilang, bukan?
Itu sebabnya kau harus memiliki rutinitas harian.
Kalau tidak begitu, kau akan sangat kelelahan.
Lihat saja aku. Selelah apa pun aku, aku tidak pernah biarkan anakku tidur siang.
Iya, tidur siang...
Omong-omong, bukankah ibu Seo Jun luar biasa?
Tadi sepertinya dia lupa kalau hari ini ada pelajaran olahraga.
Aku tidak paham bagaimana dia bisa bekerja sambil membesarkan anak.
Aku... Aku saja yang ambil. Kau di sini saja.
Bagaimana bisa kau bilang begitu setelah melihat anak malang itu tadi?
Jika tak bisa menangani keduanya, kau harus fokus pada satu hal saja.
Astaga.
Aku merasa kasihan padanya.
Oh, sudahlah.
Terima kasih!
Latte-nya...
Meskipun begitu, terkadang aku iri pada ibu Seo Jun.
Keadaannya memang sulit, tetapi setidaknya dia bisa tetap bekerja.
Aku berencana beristirahat sejenak, tetapi kadang aku menyesal memilih di rumah.
Aku juga begitu.
Setelah seharian mengurus anakku, terkadang aku juga rindu bekerja di luar.
Siapa yang tidak ingin tetap bekerja?
Memangnya siapa di sini yang tidak ingin bekerja?
Itu sebabnya aku menyebutnya serakah.
Anak-anak butuh banyak perhatian di usia mereka sekarang.
Bagaimana bisa kau meninggalkan mereka dan malah bekerja?
Apa itu benar-benar tidak mungkin terjadi?
Apa benar-benar sesulit itu bekerja sambil membesarkan anak?
Bagaimana ini?
Ada apa?
Besok aku sudah kembali bekerja.
Astaga.
Masa cuti melahirkanku berakhir hari ini, jadi besok aku mulai bekerja lagi...
Tunggu, ternyata kau ibu yang bekerja?
Kenapa kami tidak tahu soal itu?
Apa, jadi kau hanya sedang beristirahat dari pekerjaanmu?
Sudah berapa lama kau cuti bekerja?
- Satu tahun? - Tiga tahun.
Awalnya aku ingin menunggu sampai anakku sedikit lebih besar sebelum kembali...
Tiga tahun? Apa kau seorang pegawai negeri?
Atau kau bekerja di perusahaan besar?
Tidak, aku hanya bekerja di sebuah perusahaan kecil.
Perusahaan kecil.
Kecil...
Senang sekali bisa minum kopi pagi bersama seperti ini
dan belajar tips mengasuh anak dari kalian semua.
Kopi di sini lezat sekali, bukan?
Hari ini Hari-H. Klub Malam Soryong, Musan.
Hari ini? Kenapa harus hari ini?
Tidak bisa. Ini masalah besar.
Aku benar-benar dalam masalah sekarang. Ya ampun.
Sayang, maafkan aku. Sungguh. Namun, Hari-H ini sudah duluan dijadwalkan...
Aku benar-benar akan menebusnya.
[Ibu]
Ibu? Ya.
Ya, tidak apa-apa. Silakan bicara.
Itu pasti perusahaan yang besar.
Mengambil cuti melahirkan selama tiga tahun penuh itu tidak mudah.
Atau jangan-jangan dia memang sangat mahir?
Yah, dia sudah cuti selama tiga tahun. Untuk apa kembali bekerja...
Aku sudah tahu!
Apa itu?
Kurasa, suaminya mengalami kesulitan finansial.
- Oh, tidak. - Dia pasti kesulitan.
Dia tidak pernah menceritakannya ke kita.
Yah, sepertinya dia harus mencari uang sendiri.
Lebih dari separuh kasus narkoba yang diungkap polisi beberapa bulan ini
melibatkan orang-orang dalam rentang usia 20 hingga 30-an.
Jenis narkoba baru, termasuk mariyuana cair, ketamin, dan fentanil,
dilaporkan telah menyebar
di antara para pekerja kantoran dan pelajar melalui klub dan kampus swasta.
Ibu, aku datang! Halo, Kakak Ipar.
Oh, astaga. Kau datang. Kenapa kau kemari?
Aku membuat asinan lobak yang Tae Seong sukai.
Oh, asinan lobak?
Biar aku saja yang ambil, Ibu. Biar aku saja.
Wah, dari tampilannya saja sudah sangat menggugah selera.
Ibuku memang punya banyak alasan untuk menyuruh menantunya datang.
Apa anakku bisa makan dengan benar mulai besok?
Tenang saja, Ibu. Aku akan pastikan dia makan dengan baik.
Pantas saja kau memperlakukannya seperti anak tunggalmu yang berharga.
Dia pasti akan merawatnya dengan baik.
Zaman sekarang, para menantu keberatan saat mertua mereka ikut campur.
Benarkah?
Tidak, Ibu. Aku sangat berterima kasih.
Terima kasih, Ibu. Kami akan menikmatinya.
Sesibuk apa pun aku, aku tidak pernah memberi keluargaku makan makanan instan.
Aku akan mengingatnya, Ibu.
Omong-omong, apa Ibu bisa memasak
kepiting kecap, salad ubur-ubur, dan acar daun perila
yang Ibu buat terakhir kali itu lagi?
- Apa? - Tae Seong suka sekali makan itu.
Kami menghabiskannya dalam waktu kurang dari tiga hari.
Oh, tentu saja, aku akan memasaknya lagi.
Benarkah? Terima kasih.
Ada yang bisa kubantu, Ibu?
Oh, tidak, sana cepat pergi. Pasti banyak yang harus kau persiapkan.
- Tidak apa-apa. - Ya ampun.
Kenapa hari ini bahuku sakit sekali?
- Kapan semua ini akan selesai... - Ibu, tinggalkan saja.
- Biar aku yang melakukannya. Biar aku saja. - Ibu!
Baiklah, mari kita lakukan ini.
Oh, Ibu, yang benar saja...
Apa kau benar-benar harus menyuruhnya bekerja pada hari terakhir cutinya?
Aku tidak menyuruhnya melakukan apa-apa. Dia sendiri yang menawarkan.
Astaga.
- Apa? - Oh, halo.
Apa benar menantumu akan kembali bekerja besok?
Dia akan kembali bekerja atau semacamnya.
Oh! Itu bagus.
Akhir-akhir ini menderita sekali kalau mengandalkan satu sumber penghasilan.
Putraku selama ini bekerja keras menghidupi keluarganya sendirian.
Jadi, apa dia hanya bermalas-malasan saja selama ini?
Yah, aku yakin gajinya pasti tidak seberapa.
Dia sudah bersikap begitu sombong.
Ibu!
Kapan dia pernah bersikap begitu?
Bukannya kau bilang menantumu bekerja di perusahaan besar?
Kalau tidak salah, tempat yang menjual kulkas dan TV, bukan?
Kau bicara omong kosong.
Yang itu. Dia bekerja di perusahaan kipas angin itu.
Kipas anginku sudah harus diganti.
Apa kau bisa mendapat diskon karyawan atau semacamnya?
Mereka mungkin tidak menghasilkan banyak uang dari hasil menjual itu.
Omong-omong, kenapa kau kemari?
- Apa kalian sudah mendengarnya? - Mendengar apa?
Restoran Tiongkok di area pertokoan depan mau tutup.
Apa? Bukannya antrean di sana ramai sekali?
Kenapa tiba-tiba mau tutup?
Ternyata pemilik gedungnya menaikkan sewa sebesar tiga kali lipat.
- Ya ampun. - Bukankah sudah jelas apa maksudnya?
Mereka mengusirnya.
Wah, kejam sekali.
Karena bisnisnya lancar, mereka berencana membuka restoran sendiri di sana.
[Kedai Ayam Tae Seong]
[Diskon Besar Hari Hni: Diskon 30% Untuk Produk Industri Tertentu]
[Diskon 50% Untuk Semua Produk Pertanian] Oh, sedang ada diskon.
Setidaknya, tuan tanahku baik.
Harga sewa untuk semua toko di sekitar sini naik setiap tahunnya,
tetapi harga sewaku tidak berubah selama lima tahun.
Kali ini juga pasti tetap sama, bukan?
Sepertinya begitu.
Oh! Astaga! Kau terlalu naif.
Kenapa kau bisa begitu yakin tentang niat seseorang?
Setelah lima tahun harganya tetap sama, bisa saja mereka sekaligus menaikkannya.
Oh, mustahil!
Akhir-akhir ini, bisnis bahkan sedang tidak bagus.
Kalau kau benar-benar khawatir,
kau harus duluan menemui tuan tanahnya dan menunjukkan rasa syukurmu.
Siapa yang tidak akan luluh kalau kau tersenyum?
Sun Il, ayo kita pergi hadiah.
Tuan tanah pasti banyak uang. Memangnya kau mau membelikannya apa?
Benar juga.
Kalau begitu, kita harus membelikannya apa?
Tanya menantumu.
Ibu-ibu muda biasanya lebih paham soal ini.
Lebih paham apanya? Omong kosong.
Saat pertama kali datang menemui calon mertuanya,
dia datang dengan tangan kosong.
Suatu kali, aku memintanya membelikan ginseng merah sebagai hadiah,
dan yang dia bawa adalah akar ginseng segar yang utuh.
Ayolah, itu mustahil!
Iparku memang agak aneh.
Terkadang dia tidak tahu hal-hal yang diketahui orang lain.
Benarkah?
Yah, mungkin karena dia seorang yatim piatu.
Tidak ada orang tua yang mengajarinya hal-hal itu.
Sampai jumpa.
Oh, apanya yang disebut membantu?
Dia bahkan tidak betah dan langsung pergi...
Kapan dia memotong semua ini?
Lihat betapa simetrisnya ini.
Bagaimana bisa...
Aku takut sekali.
- Apa ini? - Apa yang terjadi?
[Kacang Hitam]
Kacang hitam...
[Khusus Hari Ini: Harganya Tidak Tertandingi, Diskon 50% Untuk Semua Produk Pertanian]
- Bawangnya bagus dan besar. - Harganya sangat murah.
- Labu musim gugurnya juga murah. - Astaga.
Di sana juga sedang promosi. Ayo kita lihat.
Bu Kim!
Apa rencanamu setelah pulang kerja?
Aku bertanya apa rencanamu setelah pulang.
Kenapa kau bersikap seperti ini?
Ayolah, sebentar saja. Kau menyukainya, bukan?
Tolong jangan begini.
Aku pergi dulu.
Siapa itu?
Bu Kim!
Oh, punggungku!
[Pengharum Tempat Sampah] Ulah siapa ini?
Siapa itu?
Astaga.
Hanya untuk 30 menit ke depan,
kami menawarkan promo beli satu gratis satu
untuk sup ayam ginseng penambah stamina musiman kami.
Aku akan beli sup ayam ginsengnya!
[Sayangku yang Besar]
Sayang, aku mencintaimu! Aku pasti akan menebusnya.
Wah, istriku benar-benar sudah memprediksinya.
[Klub Malam Soryong Musan]
Tunggu, keluar. Keluar.
Kemarilah. Aku akan menyeka kakimu.
Tidak, tidak mau!
Yul, kemarilah! Kau harus menyeka kakimu dulu.
Nanti kau bisa masuk angin. Ayo cepat.
Baiklah. Kalau begitu, diam di situ.
Sayang, aku sedang berada di Musan.
Ada perjalanan bisnis dadakan, jadi aku mungkin akan pulang larut malam.
Aku seharusnya lebih cepat pulang dan membantumu... Aku minta maaf.
Aku akan pulang naik bus terakhir meskipun terlambat.
Aku mencintaimu, Bo Na.
Kau tahu aku sangat mencintaimu, 'kan?
Oh, pria ini, yang benar saja...
Tunggu saja sampai kau pulang. Tidak akan kubiarkan begitu saja.
Tidak ada pilihan lain. Tidak masalah.
Urus saja dulu pekerjaanmu dan jangan khawatir.
Berhenti mengirimkan emoji menangis begitu.
Yul, ayo kita pakai baju dulu!
- Ayo, kemari. - Tidak, tidak mau.
Ayo, kemari!
- Ayo cepat. - Tidak mau!
Ayo cepat kemari.
Ayo kemarilah! Kemarilah!
Bos, aku ke kamar mandi sebentar.
Berengsek!
Maafkan aku.
Berikan padaku!
[Taksi Kosong] Tolong ikuti mobil hitam yang itu.
Ayo kita tidur.
Aku mau tidur dengan Ayah. Kapan Ayah akan pulang?
Ibu sudah bilang, Ayah sedang sibuk bekerja dan akan pulang larut malam ini.
Tidur dengan Ibu saja, ya?
Tidak, aku akan tidur setelah Ayah pulang.
Ayah ke mana?
Pekerjaan Ayah belum selesai.
Bagaimana kalau Ibu nyanyikan lagu untukmu?
Pekerjaan apa?
Ayah sedang melakukan sesuatu yang sangat penting.
Dia pria yang sangat baik yang melakukan hal-hal luar biasa untuk orang lain.
Orang yang baik?
Ya. Orang yang sangat baik yang membuat dunia menjadi lebih cerah.
Ya, Sayang.
Sayang, apa kau sedang dalam perjalanan?
Ya, aku sedang dalam perjalanan.
Aku sudah menyiapkan daging panggang, tetapi aku belum memilih anggurnya.
Daging panggang dengan anggur?
Tentu saja, Napa Cabernet.
Napa Cabernet? Baiklah, aku akan membeli yang itu.
Kau masih berapa lama lagi?
Dia mau pergi sejauh apa?
Pak, aku hampir kehabisan waktu untuk menaiki kereta terakhir.
Apa Stasiun Musan masih jauh dari sini? Butuh berapa lama lagi?
Apa? Stasiun Musan?
Astaga, ada apa ini?
Ambulans...
- Telepon ambulans. Sekarang juga! - Baik.
Ya, halo. Ada kendaraan yang meledak di sini.
Beristirahatlah dengan tenang.
Aku tidak bisa mendoakanmu agar terlahir kembali.
Yul, kita sudah terlambat! Yul, ayo keluar!
Yul, Ibu bilang hari ini hari apa?
- Ini hari pertama Ibu kembali bekerja! - Iya, 'kan?
Lalu, siapa yang Ibu bilang akan menjemputmu dari tempat penitipan hari ini?
Bu Hee Seon!
Yul Sayang! Kenapa kau pintar sekali?
Ayo. Ayo cepat.
Halo, Bu!
Astaga, Yul sedikit terlambat hari ini.
Kau mulai bekerja hari ini, bukan?
Benar, akan ada seseorang yang membantu menjemput Yul mulai hari ini.
Namun, ini pertama kalinya bagi aku dan Yul, jadi...
Oh, jangan terlalu khawatir.
Aku akan mengawasi Yul,
dan akan segera menghubungimu kalau sesuatu terjadi.
Terima kasih.
Yul. Yul Sayang.
- Akurlah... - Akurlah dengan teman-teman...
Hari ini!
Sampai jumpa.
Semoga harimu menyenangkan, Bu. Ayo kita masuk.
Sampai jumpa, Ibu!
[Ada Anak Kecil di Dalam Mobil]
Baiklah, ayo berangkat.
Tadi malam, sebuah kendaraan meledak saat sedang melintasi pinggiran Musan.
Pengemudinya yang berusia 40-an, Pak Bae, meninggal di tempat.
Polisi telah meminta Tim Forensik untuk menganalisis kendaraan yang hancur itu
dan melakukan otopsi untuk mengungkap detail dari kasus yang kejam tersebut.
Berita lainnya,
Hwang, yang dipenjara atas dugaan pembunuhan istrinya yang sedang hamil,
dibebaskan setelah tiga tahun dan memicu kontroversi.
Tiga tahun lalu, Hwang menyebabkan kecelakaan saat mengemudi dalam keadaan mabuk
dan ditahan karena telah membunuh istrinya yang sedang hamil di kursi penumpang.
Sekarang sudah jam berapa?
Sayang, aku tidak sempat menaiki kereta terakhir.
Ada laporan tambahan yang harus kulakukan, sepertinya aku perlu menginap satu hari lagi.
Maafkan aku.
Tunggu saja saat kau sampai rumah, Kwon Tae Seong.
Bagus sekali.
[Durumi Electronics]
[Yoo Bo Na]
[Durumi Electronics]
Permisi...
Kau sedang apa? Tidak masuk?
Oh, ini sudah terlalu lama.
Permisi...
Aku membukanya sementara hanya untuk sehari.
Ambillah kartu identitas barumu nanti.
Kau lumayan baik.
Lama tidak berjumpa, Ki Yeong Do.
Sekarang aku Asisten Manajer Ki.
- Apa? - Aku sudah lama naik jabatan.
Kau sudah naik jabatan? Selamat, Asisten Manajer Ki.
Penampilanmu bagus.
Kau juga sama sekali tidak berubah.
Benarkah? Aku tidak bisa tidur tadi malam.
Kenapa begitu?
- Karena mendengar kabar kau akan kembali. - Ini dia.
Ayo!
Selamat datang kembali!
[Selamat Bekerja Kembali, Direktur Yoo Bo Na]
Akhirnya kau kembali juga.
Direktur Yoo Bo Na, yang hanya pernah kudengar namanya.
Terima kasih.
Ini Asisten Manajer Yang Ye Sol yang bergabung saat kau sedang cuti.
Dia yang menggantikan Jeong In Joo.
Aku sudah mendengar banyak soal dirimu.
Katanya, kau dulu yang terbaik dalam tim.
Aku sudah menunggu lama sekali untuk bisa bertemu denganmu.
Bukan karena kinerjamu atau semacamya.
Pokoknya, aku senang sekali akhirnya bisa bertemu denganmu.
Aku juga senang bisa bertemu denganmu.
Manajer Go, kau juga baik-baik saja, 'kan?
Oh, iya.
Kau akhirnya kembali juga, Direktur Yoo.
Aku akan ke mejaku dulu.
Apa Ketua Tim belum datang?
Oh, dia sedang ada perjalanan bisnis ke Musan kemarin.
Dia baru pulang pagi-pagi tadi, jadi dia akan sedikit terlambat.
Musan?
Begitu, ya.
Apa dia masih seperti dulu?
Masih.
Kau sudah datang?
- Kau sudah datang? - Hai! Selamat pagi!
Kau pergi ke pasar lagi, ya?
Kali ini apa, Ketua Tim?
Selada. Lihat seladanya segar sekali.
Bu Yoo Bo Na sudah datang.
Apa?
Direktur Yoo!
Wah, sudah berapa lama ini?
Kau akhirnya kembali juga! Andalan tim ini.
Bagaimana kabarmu?
Kau masih seperti dulu, Ketua Tim.
Wah, setelah Direktur Yoo kembali, kantor terasa ramai dan penuh semangat.
Kehadiran seseorang memang berpengaruh.
Oh, ya. Kita lanjutkan obrolannya saat kita sudah punya waktu dan uangnya.
Namun, pikiranku sedang dipenuhi sesuatu yang mendesak hari ini.
Selamat datang kembali.
Baiklah, ayo kembali bekerja!
[Kantor Polisi Kota Musan]
[Lautan Harapan yang Aman dan Bersih]
Permisi, permisi!
Katanya kau berada di tempat kejadian. Boleh kutanya namamu?
Oh, ya. Sebentar.
Namaku Kwon Tae Seong, aku wartawan dari Digging Deep News, Not Today.
[Wartawan Not Today, Kwon Tae Seong] Siapa namamu, Pak?
Untuk apa seorang wartawan investigasi datang jauh-jauh dari Seoul ke Musan?
Apa identitas korbannya sudah dikonfirmasi?
Sebenarnya apa yang terjadi di sini?
Sepertinya itu hal yang seharusnya kutanyakan padamu.
Apa sebenarnya yang terjadi di sini?
Apa?
Yah, sopir taksinya bilang,
kau keluar dari klub dan langsung memintanya mengikuti mobil ini.
Jadi, kenapa itu terjadi?
Yah, memangnya apa yang wartawan lakukan? Aku sedang meliput berita.
Seperti sekarang ini.
Berita? Berita yang seperti apa?
Kami mendapat kabar bahwa narkoba jenis baru telah menyusup ke klub sekitar Musan.
Jadi, hari ini aku menemui seorang informan untuk wawancara, saat...
Oh, kalau begitu, bagaimana dengan mobilnya?
Kenapa kau mengikutinya?
Aku ini sebagai saksi? Atau orang yang dicurigai?
Atau sebagai tersangka?
Tidak, bukan begitu. Ceritakan saja apa yang terjadi...
Informannya bilang, pria itu seorang kurir narkoba.
- Kurir narkoba? - Aku mengikutinya
untuk memergokinya kalau dia mengedarkan narkoba ke klub-klub lain.
Laporan-laporan terkait narkoba
cenderung hanya berfokus pada pengguna biasa yang mengonsumsi narkobanya.
Namun, aku ingin berfokus pada pemasoknya
dan mengungkap bagaimana narkoba ini diedarkan.
Menurutku, informasi itu bisa meningkatkan kesadaran publik,
membantu kalian dalam penyelidikan dan penangkapan agar warga bisa lebih aman.
Apa itu cukup menjawab pertanyaanmu?
Oh, ya. Itu sangat mengagumkan.
Namun, kalau dia kurir narkoba, bukankah dia hanya pesuruh yang mengantarkan narkoba?
Astaga, Pak Wartawan, sepertinya kau salah paham.
- Apa? - Pulanglah dulu.
Kami akan menghubungimu untuk wawancara sebagai saksi,
jadi tolong perhatikan hal itu.
Seperti yang kau lihat, tempat kejadiannya sedang kacau. Aku pergi dulu.
Tolong pastikan kau mengambil foto tempat kejadian yang menyeluruh.
[Son Seok Gu]
- Halo... - Kenapa kau terus meneleponku?
Kau membuatku berada di posisi yang sulit.
Aku meneleponmu dari tadi. Kenapa kau tidak menjawabnya?
Aku harus bertemu denganmu sekarang. Kau sedang berada di mana?
Bertemu? Untuk apa? Di sini sedang kacau karena kejadian itu.
Jangan hubungi aku lagi. Aku akan mengganti nomorku.
Sebentar! Izinkan aku menanyakan satu hal.
Apa yang terjadi dengan kurir narkoba kemarin?
Kenapa kau menanyakannya?
Dia kembali tidak lama setelah kau pergi kemarin.
- Kalau begitu... - Aku tutup dulu.
Halo...
Pria gigih itu benar-benar datang.
Aku sudah beberapa kali mengatakan lewat telepon bahwa itu mustahil.
Siapa korban dalam kejadian tadi malam?
Astaga, wartawan macam apa yang pemaksa seperti ini...
Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri di tempat kejadian. Lihat aku.
Aku masih merasa mual karenanya.
Yah, kalau kau merasa sakit, kau bisa pergi ke apotek dan membeli obat.
Aku bahkan sudah mengkhianati istriku.
Aku seharusnya pulang kemarin apa pun yang terjadi.
Kalau begitu, cepat pulanglah.
Ayolah, ini sudah terlambat.
Hari ini adalah hari pertama istriku kembali bekerja.
Pak, apa kau sudah menikah? Putriku berumur empat tahun.
Untuk apa kau memberitahuku putrimu berumur empat tahun?
Maksudku, itu tidak ada hubungannya...
Omong-omong, Pak Bae yang menjadi korban adalah raja narkoba, Bae Doo Hyuk, bukan?
Yah, itu benar, tetapi...
Ayolah.
Apa ini hanya kecelakaan? Atau... Apa mungkin ini sebuah pembunuhan?
Keluarlah.
- Benarkah? - Keluarlah!
Tolong beri tahu aku sekali saja.
Aku bilang keluar. Keluarlah.
- Jadi, Direktur Yoo. - Ya?
Aku merasa tidak enak meminta ini pada hari pertamamu kembali bekerja,
tetapi apa kau bisa melakukan pertemuan klien hari ini?
Hari ini langsung?
Ya, hari ini.
Aku tahu aku tidak seharusnya meminta ini di hari pertamamu kembali.
Aku juga tahu kau bukan seseorang yang bekerja setengah-setengah.
Namun, kliennya bilang mereka hanya bisa hari ini saja.
Asisten Manajer Ki sudah mempersiapkan semuanya.
Kau hanya perlu menangani pertemuannya.
[Laporan Klien]
Kau menyiapkan semuanya dengan sangat baik.
Aku mempelajarinya darimu.
Lakukan pada siang hari saja.
Siang saja? Kenapa?
Setelah mempertimbangkan tentang lokasi pertemuan dan jadwal klien
secara mendetail,
apa menurut strategimu lebih baik dilakukan pada siang hari, Direktur Yoo?
Aku harus menjemput anakku dulu.
Suamiku akan pulang malam hari ini.
Lakukan pada siang hari saja.
[Informasi Klien]
Mau itu kecelakaan atau pembunuhan, kita akan tahu dari hasil Tim Forensik.
Bukan aku yang memberitahumu nama korbannya, oke?
[Lautan Harapan yang Aman dan Bersih]
Tolong antarkan aku ke Institut Ilmu Forensik Musan.
Aku suka lokasi pertemuannya.
Kliennya sudah sampai satu jam yang lalu dan sedang menunggu di dalam.
Kau bisa langsung masuk saja.
Baiklah, mari kita lihat kemampuanmu.
Aku?
Oh, yang benar saja. Tentu saja, aku...
Bukan kau, tetapi aku.
Apa kau merasa gugup?
Yah, kurasa karena sudah lama.
Itu berlaku untukmu.
Berhenti menggoyangkan kakimu.
Kau juga, Ketua Tim. Kendurkan genggamanmu.
[Dengarkan Doa Kami]
Apa kau pernah berdoa?
Tentu saja tidak pernah. Bagaimana denganmu?
Terkadang, tanpa kusadari, di saat-saat yang benar-benar mengejutkanku.
Kau juga punya momen seperti itu? Kapan?
Saat anak itu mengunyah sesuatu dan menelannya.
Bukannya bagus kalau anak itu makan dengan baik?
Masalahnya, aku tidak pernah memberi anak itu makanan apa pun.
Tidak ada yang pernah membuatku lebih takut dari momen itu.
Di sudut kananmu seharusnya ada sebuah bangku panjang.
Ya, aku melihatnya.
Kau tahu kapan waktu tersulit menenangkan anak berusia empat tahun yang menangis?
- Kapan itu? - Saat temannya terluka di tempat penitipan.
Oh, karena dia merasa sedih?
Bukan, rasa bersalah. Dia pikir itu salahnya dan dia menangis selama satu jam.
Ayolah, memangnya anak berusia empat tahun tahu apa?
Mereka mengetahuinya. Bahkan anak berusia empat tahun sekali pun.
Apa?
Mereka tahu bahwa mereka tidak boleh menyakiti seseorang, bahkan tanpa sengaja.
Oke, ayo mulai.
Sekarang waktu yang tepat.
Tim Penjualan 3, Yoo Bo Na, memulai pertemuan klien.
Pertemuan selesai.
Dia masih saja lihai.
Beristirahatlah dengan tenang.
Aku tidak bisa mendoakanmu agar terlahir kembali.
Yoo Bo Na sudah kembali.
- Yul. - Ibu!
Yul!
- Chae Won, halo. - Halo.
Apa kau bersenang-senang dengan Chae Won hari ini?
Ya, aku membuat ini bersamanya.
Ibu, ini hadiah untuk Ibu!
Apa ini? Apa ini bunga mawar?
Iya.
Namun, hari ini bukan hari ulang tahunku.
Aku bilang padanya hari pertamamu bekerja itu cukup sulit, jadi dia membuatkan ini.
Oh, begitukah, Yul?
Ibu suka bunga.
Ya, benar sekali! Kau yang terbaik, Yul.
Yul Sayang yang terbaik! Terima kasih.
Coba lihat, Yul. Ini persis sepertimu.
Oh, kau menggemaskan sekali.
Terima kasih!
Ayo kita pulang.
Konsep apa ini sebenarnya?
Ini gambaran wajah seseorang yang tidak tahu malu.
Itu sama sekali tidak lucu. Hentikan.
Sayang, maafkan aku...
Aku tidak akan makan sup selama sebulan. Kurasa aku bisa menahannya.
Apa itu sudah cukup?
Apa tidak cukup?
Aku benar-benar menyesal.
Sebenarnya kau meminta maaf untuk apa?
Maksudku, aku benar-benar berniat pulang meskipun terlambat, tetapi...
Oh, hanya itu yang ingin kau katakan?
Aku berencana untuk pulang, tidak peduli selarut apa pun itu.
Aku bahkan sudah memesan tiket kereta terakhir.
Kenapa kau tega melakukan ini padaku?
Dunia liputan memang seperti itu.
Begitu muncul sebuah berita,
satu hal mengarah ke hal lain, dan terus meluas...
Kenapa kau tega membelikannya untuk Yul saja?
Apa?
Yul, kau hanya boleh makan dua. Tidak boleh lebih, ya?
Kenapa kau tega hanya membeli kue kenari rasa krim?
Kau suka isi kacang merah, 'kan?
Aku suka sekali.
Sejak kita pertama kali bertemu sekitar tujuh tahun lalu,
sepertinya aku hanya makan roti kacang merah, bubur kacang merah, dan mi kacang merah...
Apa kau sudah lupa soal itu?
Aku mengingatnya.
Namun, kenapa kau tega...
Yul, letakkan itu. Kau tidak boleh makan lebih dari dua.
Kau boleh memakannya lagi setelah makan malam.
Baiklah.
Namun, kenapa kau tega...
Ini mulut yang tidak memiliki alasan.
- Kau tertawa! - Tidak, aku tidak tertawa.
Hah? Tadi kau tertawa.
Kau tertawa! Ini sudah berakhir kalau kau tersenyum.
Yul, Ibu tertawa!
Aku hanya membiarkannya karena Yul, tahu?
Aku melepaskannya karena Yul sudah sangat membantuku.
Ya.
Yul membantumu? Apa kau membantu Ibu demi Ayah?
Astaga, kau menggemaskan sekali!
Cuci tanganmu dulu sebelum menyentuhnya. Yul sudah mandi.
Aku tidak akan menyentuhnya. Aku hanya akan memeluknya.
Kau harta berhargaku.
Oh, iya. Bagaimana hari pertamamu kembali bekerja?
Setelah sekian lama...
Yul, makan ini lagi setelah makan malam.
- Nanti Ibu bisa marah. - Yah, semua orang membantuku.
Namun, aku sudah melakukannya sejak lama, jadi kebiasaannya cepat kembali.
Sudah kuduga kau melakukannya dengan baik. Sudah kubilang, bukan?
Kau akan cepat kembali ke kebiasaan semulamu.
Sayang, ayo cepat mandi. Kita harus makan.
Tidak, kau sudah lelah. Kita makan ini saja untuk hari ini.
Ya sudah, kalau itu maumu. Namun, aku memasak sup ayam ginseng.
Sup ayam ginseng?
Yul, Ibu bilang sup ayam ginseng.
Ayah akan mandi dengan cepat, oke?
Penyewa dari Kedai Ayam Tae Seong di lantai satu
ingin menemuimu secara pribadi, tetapi aku menolaknya atas namamu.
Namun, mereka ingin mengirimimu hadiah. Aku harus bagaimana?
Sayang, boleh tolong ambilkan aku handuk?
Ya, sebentar!
Tolak dia dengan sopan.
Aku tidak akan menaikkan harga sewa untuk bulan depan juga.
- Terima kasih atas makanannya! - Makan yang banyak.
Yul, coba ini.
- Enak? - Enak.
Ini sangat enak!
Sangat enak?
Namun, Yul, apa kau tidak merindukan Ayah?
- Aku merindukan Ayah! - Seberapa rindu?
Sebanyak ini!
Kau merindukan Ayah sebanyak ini?
Menarilah sebanyak kau menikmati makanannya!
[Toko Bunga Ok]
Kau datang lebih cepat! Apa kau mengubah jadwalmu?
Benar. Kau harus pergi bekerja sekarang.
Kenapa buka sepagi ini? Matahari saja belum terbit.
Aku harus menggaet pembeli yang berangkat kerja. Cari uang itu sulit.
Kukira kau akhirnya punya waktu luang setelah mengantar anakmu ke tempat penitipan.
Bagaimana rasanya kembali bekerja?
Sebentar lagi, hidupku akan menjadi jauh lebih sibuk.
Dunia juga akan menjadi semakin berisik, ya?
Bunga apa ini? Bunga kosmos?
Ini bunga marguerite.
Oh, marguerite.
Makna bunganya adalah 'mengungkapkan rahasia' dan 'cinta sejati'.
Kalau dipikir-pikir, bunga yang satu ini mengandung 'rahasia' sekaligus 'kebenaran'.
"Orang yang jujur tidak punya rahasia."
"Cinta sejati berarti mengungkap rahasiamu." Apa begitu maknanya?
Yah, aku tidak terlalu menyukai makna itu.
Terkadang kau menyimpan rahasia karena kau terlalu mencintai seseorang.
Apa kau tidak khawatir
suatu saat suamimu mengetahuinya?
Yah, pada malam sebelum aku kembali bekerja,
suamiku berjanji akan pulang lebih cepat,
tetapi dia tiba-tiba harus pergi ke luar kota.
Dia bilang akan pulang meskipun terlambat, tetapi ternyata dia tidak menepatinya.
Astaga.
Aku tahu itu karena liputannya, tetapi aku tetap saja merasa sakit hati.
Aku sedang sibuk bersiap-siap, tetapi entah kenapa aku merasa kesal.
"Tunggu saja saat kau sampai rumah, Kwon Tae Seong."
Awalnya aku memang kesal, tetapi kemudian aku malah tertawa.
Aku merasa aku sangat aneh dan menakjubkan.
Aku masih tidak percaya momen-momen seperti itu benar-benar terjadi.
Aku menyukainya.
Jadi, aku tidak khawatir.
Karena hari itu tidak akan pernah terjadi.
Dia adalah seseorang yang hidup dalam cahaya.
Karena dia berbeda denganku.
Karena kalau dia tahu betapa berbedanya kita, kita tidak bisa bersama.
Kau tidak tahu banyak tentang aku, bukan?
Aku memang tidak tahu banyak tentangmu, Bo Na.
Aku tahu namamu, tetapi...
Aku bahkan tidak tahu itu nama aslimu atau bukan.
Di mana tempat lahirmu, bagaimana masa kecilmu...
Seperti apa keluargamu, atau apa pekerjaanmu...
Apa alasanmu berdiri di sana
- pada hari pertama kita bertemu? - Sebentar!
- Turunlah sekarang juga! - Aku juga tidak tahu tentang hal-hal itu.
Oh, pelan-pelan!
Namun, aku tahu beberapa sisi dirimu, Bo Na.
Mungkin cinta dimulai...
saat kau menyadari bahwa dirimu tertarik
pada hanya satu sisi dari seseorang di antara sekian banyak sisi yang mereka miliki.
Aku sudah jatuh cinta.
Namaku Yoo Bo Na. Itu nama asliku.
Tolong jaga aku. Ini pertama kalinya aku jatuh cinta.
Aku tidak khawatir. Karena hari itu tidak akan pernah terjadi.
Karena hari di mana dia melihat sisi lain dari diriku tidak akan pernah terjadi.
Berita terkini.
Sebuah aksi penembakan senapan runduk baru saja terjadi di pusat Seoul.
Ada yang menduga Kingfisher, pembunuh berantai kejam bersenjata api,
[Berita Terkini: Kingfisher Kembali?] yang telah menghilang empat tahun terakhir
[Aksi Pembunuhan dengan Penembakan di Seoul] kemungkinan telah kembali.
Kejadian itu terjadi di sebuah hotel di kawasan Jeonjak-dong, Seoul.
Korban, seorang pria 30-an tahun yang diketahui berinisial Pak Hwang,
tewas akibat tembakan peluru dari arah luar bangunan.
Untuk detailnya, kami akan segera menyambungkan siaran langsung ke wartawan
untuk kabar terbaru terkait investigasi polisi di tempat kejadian...
Aksi pembunuhan dengan senjata api di Korea Selatan?
Sepertinya bajingan itu sudah kembali.
Mulai sekarang, kau akan memburu Kingfisher, bukan?
Kali ini aku akan benar-benar berjuang sekuat tenaga.
Apakah benar-benar Kingfisher?
[Ledakan Mobil Sang Raja Narkoba Musan] Kau meliput cerita Kingfisher, bukan?
Kau menemukan sesuatu di lokasi penembakan.
Apa kau datang ke mari karena kau mengetahui sesuatu?
Hei, siapa yang tahu? Bagaimana kalau itu petunjuk sebenarnya?
[Aku ingin memberi petunjuk soal Kingfisher] Namun terkadang,
[Peringatan Keamanan] rasanya hari itu mungkin akan terjadi.
Dia mungkin saja menemukanku.
Mau aku jadwalkan pertemuan?
Apa kau tidak merasa ada yang aneh?
[Yoo Bo Na, Suami, Perusahaan] Sejujurnya, sama sekali tidak mengejutkan
kalau pria sepertinya ditembak mati oleh Kingfisher.
Apa yang akan kau lakukan jika kehilangan hal yang paling berharga bagimu?
Di mana Kwon Tae Seong?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.