All language subtitles for The.Mentalist.S02E05.Red.Scare.NF.WEB-DL.WEBRip

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Halo?

Ada apa ini?

Aku senang kalian mau tangani ini, Agen Lisbon.

Jarang ada pembunuhan di sini. Bahkan tak pernah.

- Aku ingin belajar darimu. - Tidak masalah, Deputi Fisher.

Jarang ada masalah di kota kecil ini.

- Sangat disayangkan. - Sungguh?

- Masalah adalah pekerjaanmu. - Benar sekali.

Korban bernama Alan Foster.

Usia 43 tahun. Menikah, tanpa anak. Arsitek.

Beli rumah ini beberapa bulan lalu, berencana untuk merenovasinya.

Sang istri bersamanya?

Dia di kota. Mereka punya rumah di San Fransisco.

Sudah kuutus seseorang untuk mengabarkannya.

- Ada orang lain bersamanya? - Sepertinya tidak.

Entah harus bilang apa. Rumah terkunci rapat saat aku tiba.

Butuh setengah jam untuk mematikan alarmnya.

Cho, periksa alarmnya.

Mungkin korban mengajak seseorang atau mereka menyelinap.

Kasihan sekali. Foster tampak seperti orang baik.

Bohong. Kau sama sekali tak menyukainya.

- Aku tak bilang begitu. - Tentu kau bilang.

Kau pikir dia kaya, sombong, ambisius. Suka ikut campur.

Dia memakai kacamata trendi ala arsitek itu.

Apa kau membunuhnya?

Apa aku...

Tidak.

Tidak.

Pertanyaan macam apa itu?

Dia memegang sesuatu di tangannya.

- Jane, pakai sarung tangan! - Baik.

Kancing kuningan berhuruf B?

Apa itu berarti sesuatu untukmu, Deputi?

Tidak.

- Dia kenapa? - Penjelasannya butuh waktu lama.

- Mari periksa ke dalam. - Lewat sini.

Adanya tanda perlawanan, mengesampingkan bunuh diri.

Dan biasanya pelaku bunuh diri buka jendela sebelum lompat.

- Kenapa gelisah, Fisher? - Tidak. Apa maksudmu?

Kancing itu membuatmu terbelalak dan sekarang pucat.

Kenapa kau jadi panik, Fisher?

Aku baru sadar, kancing itu mungkin milik Beckworth. Aku merinding.

Beckworth itu siapa?

Walter Beckworth. Dia pemilik asli rumah ini, pendirinya.

Meninggal sekitar 80-an tahun lalu.

Orang bilang dia menghantui tempat ini.

Aku sering dengar kisah ini. Tapi tak ada yang memercayainya.

Baiklah.

Orang dari perusahaan keamanan sudah periksa alarmnya.

Alarmnya aktif sejak pukul 18.00 sampai Deputi mematikan pagi ini.

Alarmnya tak berbunyi atau pun dilanggar.

Jadi, tak seorang pun keluar-masuk, kecuali korban.

Tapi itu mustahil, bukan?

Menyeramkan.

Jadi relawan memang tak lebih baik, tapi aku jadi merasa nyaman.

Aku lihat orang tersenyum karena tindakanku.

Ada suatu kegembiraan di dalamnya.

Memangnya berapa sering kita lihat orang tersenyum?

Tanpa menghitung orang gila, tak pernah.

Koroner telah bawa jasad Foster. Aku akan jemput istrinya dulu.

- Lisbon dan Jane ada di teras. - Terima kasih.

Dia jadi relawan di Dapur Tunawisma.

- Bagus. - Ada pria di sana. Dan dia...

Tidur dengan seorang tunawisma.

Bukan! Seorang relawan. Koki. Dia tidak...

Entahlah. Bisa saja. Mungkin. Aku rasa. Tak tahu. Tidak.

Bung, kau perlu konseling.

Entah bagaimana pelaku bisa masuk tanpa menyalakan alarm.

Jadi pelaku tak masuk dari pintu depan.

Mungkin dia tahu kelemahan alarmnya.

Periksa sekitar dan dalam rumah. Selidiki cara mereka masuk.

Akan kulakukan.

Grace, kau lebih spiritual. Kau percaya hantu?

Aku percaya jiwa itu abadi.

Dan arwah penasaran bisa saja bergentayangan.

- Tak mungkin ada hantu, 'kan? - Entahlah.

Jika kau lihat hantu, beri tahu aku.

Berapa lama suamimu tinggal di Puri Beckworth, Ny. Foster?

Pulang pergi selama 3 minggu, sejak kami membelinya.

Kenapa? Bukankah sudah rusak?

Untuk mengenal rumahnya, sebelum direnovasi.

Katanya, harus tinggal 1 bulan dulu sebelum merenovasi sebuah rumah.

Dia sangat berhati-hati soal itu.

Dulu berhati-hati seperti itu.

- Kita bisa rihat jika mau. - Tidak, lanjutkan saja.

Kau di rumah saat suamimu terbunuh?

Ya.

Ada yang bisa benarkan hal itu?

Tidak, aku sendirian.

Alan berada di Puri seminggu penuh.

Kalian sering terpisah selama itu?

Itu hal biasa jika dia mengerjakan proyek.

Dia tenggelam dalam pekerjaannya.

Siapa yang mungkin ingin menyakiti suamimu?

Aku tahu siapa yang marah padanya, Victoria Abner.

Siapa dia?

Wanita gila yang tinggal di kota. Dia merajut linen dan karpet.

Dulu dialah pemilik Beckworth.

Dia keturunan pendiri puri itu.

- Dia benci suamimu beli puri itu? - Awalnya tidak.

Ada masalah pajak soal puri itu. Kami pikir dia senang bisa bebas.

Sekitar seminggu setelah pembelian, dia marah.

Dia bilang Alan mencuri rumahnya. Kasar sekali.

Dia pernah mengancam suamimu?

Dia pernah kirim surel mengerikan.

Permisi.

- Apa? - Walter Beckworth tewas pada 1928.

Karena berebut wanita. Mau tahu bagaimana?

Tidak, aku tak peduli.

Dia dilempar dari jendela yang sama dengan Alan.

- Kebetulan? - Ya.

Semua ada di sini. Itu janda Foster?

Aku perlu bicara padanya.

Ny. Foster, aku Patrick Jane.

Suamimu pernah lihat atau dengar hal aneh di Puri?

Penglihatan atau pun suara aneh. Penampakan?

Alan memang pernah bilang beberapa hal aneh.

Hal macam apa?

Dalam seminggu terakhir, dia dengar rintihan saat malam.

Seperti ada yang memindahkan barang-barang.

Sedikit menyeramkan, tapi Alan tak terganggu. Dia suka rumah tua.

Apa hubungannya dengan kematiannya?

Victoria Abner tak pernah dipenjara.

3 tahun lalu tetangganya meminta perintah jaga jarak atas dirinya.

Perselisihan tentang anjing tetangganya.

Victoria tampak sangat membencinya.

Selidiki seberapa marahnya dia saat Foster beli puri itu.

Tanyakan juga soal hantu.

Jangan tanya soal hantu!

Menurutmu aku tak tahu perbuatanmu? Tak ada hantu.

Hantu itu ada hubungannya dengan kematian Foster.

Tak ada hubungannya, karena hantu itu tak ada.

Itu menurutmu.

Tapi jika kau percaya, maka hantu itu ada.

Temukan sesuatu?

Tak ada bekas cungkilan di jendela. Tak ada tapak di bawah jendela.

Aku tak lihat tanda bekas pendobrakan.

Mungkin benar hantu.

Hantu tak melempar orang dari jendela.

- Lalu apa kebiasaan hantu? - Entahlah.

Kita periksa sisi lainnya saja.

Kau akan tetap jadi relawan di Dapur Umum?

Pasti banyak teman baru.

Benar. Itulah hebatnya jadi relawan.

Kau akan bertemu banyak orang yang punya minat sama.

Lihat itu.

- Apa? - Gemboknya. Tampak baru.

Ada yang merusaknya.

Mereka belum mulai merenovasi rumahnya.

Semua perkakas listriknya hilang.

Apa itu di sana?

Apa hantu bisa merokok?

Bos, seseorang menyusup ke ruang penyimpanan...

Mencuri banyak perkakas dan perbekalan.

Mungkin juga masuk ke rumah.

Ada yang bisa kubantu?

Kulihat kau ahli dalam sejarah lokal.

- Tuan? - Philip Raimey.

Benar. Kau siapa?

Mencari informasi tentang Walter Beckworth.

Kau polisi?

- Sedang selidiki kematian Foster? - Ya.

Tapi jangan bilang siapa pun. Patrick Jane.

Tn. Jane, jika tertarik pada Beckworth...

Kau datang ke tempat yang tepat.

Terima kasih.

Agen Cho, tentu aku marah pada Foster.

Jika seseorang merampas rumahmu, apa kau tak akan marah?

- Dia membeli rumah itu, Ny. Abner. - Kau tak mengerti.

Rumah yang tak pernah kautinggali sejak kecil.

Bukan itu intinya.

Maaf, aku tak tahu ada tamu.

Ini keponakanku, Drew.

Agen Cho sedang menanyakan tentang Alan Foster.

Dia ingin tahu kenapa Bibi kesal pada pria perampas Puri Beckworth.

Ini masalah rumit.

- Tak serumit itu. - Banyak faktor harus dipikirkan...

Secara ekonomi dan emosional.

Dia seorang pengacara, jadi sangat bijaksana.

Bagus, karena aku tak begitu.

Tak ada yang harus dipertimbangkan. Foster pencuri dan pembohong.

Kau tak bisa menanggung pajak rumah itu.

Awalnya kau senang dia membelinya. Kenapa berubah pikiran?

- Auramu sangat bagus. - Terima kasih.

Merah tua itu warna bagus. Rendah hati, realistis.

Sedangkan warna aura Foster adalah merah muda pucat.

Itu lambang ketidakjujuran, ketidakberdayaan.

Saat datang padaku, dia bilang ingin lestarikan Beckworth.

Dia bohong padaku. Dia ingin menghancurkannya.

Rumah masa kecilku. Tak bisa kubiarkan.

Puri Beckworth adalah hal emosional bagi keluargaku.

Apa pun perasaan atau perkataannya, bibiku tak akan sakiti siapa pun.

Di mana kau semalam?

Aku di rumah. Sedang tidur. Tidak membunuh Alan Foster.

- Bagaimana denganmu? - Aku di sini.

Aku sering tinggal dengan bibiku sejak tempat itu dijual.

Dia membantuku dengan masalah hukum.

Aku tak bisa apa-apa tanpanya.

Hanya pajak gadai dan wasiat. Tak terlalu rumit.

Permisi.

- Ini Cho. - Cho.

- Sudah tanya tentang hantu? - Belum, kau dengar kata Lisbon.

Aku sudah bicara pada sejarawan lokal.

Ternyata Beckworth suka hal spiritual.

Suka menjelajahi dunia lain, memanggil roh dan hal lainnya.

Jadi, hantu itu relevan. Sangat penting.

Cho, jangan diam saja.

Kau tahu tentang hantu puri itu?

Tentu. Itu arwah kakekku, Walter Beckworth.

Dia sering datang saat aku kecil.

- Katanya ada hantu. - Terima kasih.

Aku tak terkejut.

- Madu cengkih? - Benar sekali.

- Jane? - Maaf.

Tn. Raimey bilang ada harta tersembunyi.

Kabarnya begitu. Itu hanya isu.

Isu soal harta.

Harta Beckworth yang disembunyikan. Apa Abner tahu tentang ini?

Harta Beckworth?

Semua anggota keluarga tahu ada harta misterius.

Kami sudah berhenti mencarinya. Itu hanya tipuan.

Jika bukan, apa aku mau tinggal di sini?

Katanya tak ada harta.

- Mengerti. Terima kasih. - Baik.

Tak ada harta karun.

Madu cengkih.

Terima kasih.

Jika ada yang bisa kubantu...

Ada satu hal lagi. Dari mana asal kekayaan Beckworth?

Dia seorang penyelundup yang sukses.

Tertulis di buku itu. Kedua dari bawah.

Baiklah, terima kasih.

Kau pernah bertemu dengan Foster?

Hanya satu atau dua kali. Dia tampak ramah.

Aku tak memerhatikan.

- Dasar orang tua licik. - Maaf?

Kau mendengarku.

- Tak ada apa pun di luar. - Kita periksa di dalam.

- Aneh. - Apa?

Kukira pintunya tertutup.

- Kau dengar itu? - Ya. Ada orang di atas.

Kukira semua sudah pergi.

Halo?

Suara itu berasal dari sana.

Mungkin karena kabelnya sudah tua.

Apa itu?

CBI, keluarlah!

Kami polisi! Siapa pun kau, keluarlah dengan tangan terangkat.

Grace, aku di sini.

Jane?

- Ke mana dia? - Bagaimana dia melakukannya?

Mudah. Akan kutunjukkan.

Kalian lihat? Ini hanya kumpulan tombol.

Ada sistem pipa yang menghantarkan suara.

Halo?

Semuanya palsu. Karena arwah itu hanyalah tipuan belaka.

Hantu itu? Bagaimana caranya?

Hal terbaiknya.

Coba berdiri di sana, Rigsby.

Grace, coba kau berdiri di depan pintu.

Pepper's Ghost. Ini trik sulap tua. Hanya ilusi optik sederhana.

Hanya butuh selembar kaca yang tersimpan di dinding.

Hanya pantulan?

Dan pencahayaan.

Tinggal dimatikan saja.

Beckworth membuat ini hanya untuk pemanggilan roh?

Agar bisa mengesankan dan takuti tamunya dengan sihir.

Dan ini baru digunakan. Seseorang telah bersihkan debunya.

Ada yang coba menakuti Foster. Kenapa?

Bagaimana cara masuknya? Alarmnya terus aktif.

Ikut aku.

Beckworth penyelundup miras saat masa Pelarangan alkohol.

Dia harus selundupkan minuman dan sembunyikan agar tak ditemukan.

Rumah ini penuh dengan jalan rahasia.

Termasuk yang menuju ke luar?

Lihatlah sendiri. Biar kuperiksa tembok luar.

Kita pasti bisa temukan jalan rahasianya.

- Silakan duluan. - Terima kasih.

- Jeb Haas? - Siapa kau?

- Agen Lisbon, CBI. - Gadis sepertimu?

Aku punya pertanyaan terkait pembunuhan Alan Foster.

Tak ada yang bisa kusampaikan.

Tampaknya ada pencurian perkakas saat pembunuhan terjadi.

Deputi Fisher bilang mungkin kau yang mencurinya.

Fisher mengutusmu? Dasar bajingan tengik.

Entah dia bilang apa.

Aku tak terlibat pembobolan atau pembunuhan.

Kalau begitu kau tak akan keberatan ikut ke kantorku.

- Bagaimana jika aku menolak? - Jangan buat ini jadi sulit.

- Kau baik-baik saja? - Ya. Kau?

Lihat itu, penyimpanan anggur.

- Apa masih ada yang enak? - Tak mungkin.

- Apa itu? - Mungkin tikus.

Aku benci tikus.

- Hanya hantu kalau begitu. - Kau tak percaya hantu.

Tapi kau percaya.

Tunggu saja di atas. Biar kuurus ini.

Terima kasih. Aku tak apa-apa.

Pada malam terbunuhnya Foster...

Kau memasuki rumahnya dan curi perkakas ribuan dolar.

Kami tahu itu, karena perkakasnya ditemukan dalam mobilmu.

Kami juga temukan rokok ini. Pasti ada DNA-mu.

Semua orang tahu rumah itu dipasangi alarm.

Aku tak membunuh siapa pun.

Aku tak bertemu Foster atau masuk ke rumahnya.

Andai saja kau bisa buktikan itu.

Memang tidak. Tapi aku punya info soal malam itu.

Informasi yang kauinginkan.

Baiklah.

Tidak sebelum aku dapat kesepakatan soal pencurian dan pembobolan.

- Kesepakatan yang bagus. - Kesepakatan? Boleh saja.

Kesepakatan atas pencurian dan pembobolan saja...

- Atau penghindaran pajak juga? - Apa?

Menurut IRS, kau tak bayar pajak sejak tahun 2002.

Kecuali kau menganggur 7 tahun...

Kau menghadapi tuntutan pengemplangan pajak serius.

Tahukah berapa lama masa hukumannya?

- Masa hukuman? - Lama, dengan denda tinggi.

Silakan renungkan dulu.

Saat mencuri dari rumah itu...

Aku lihat sebuah mobil di hutan. BMW hitam.

Ada yang duduk di kursi pengemudi. Istri Foster.

- Lilian Foster? - Aku pernah melihatnya.

Dia hanya duduk. Tak melihatku. Hanya menatap rumah.

Dia masih di sana saat kau pergi?

Ya.

Kau akan bantu soal pajakku, 'kan?

Jangan khawatir. Aku bohong tentang itu.

- Kenapa sentermu? - Entahlah, mungkin baterainya.

- Jangan dipukul. - Baik. Silakan perbaiki.

Pakai punyaku saja.

Ada apa?

Ada yang merayap di kakiku.

- Masih? - Tidak.

Mungkin itu hanya hantu.

- Grace? - Ya.

Aku...

Lupakan saja.

Sebaiknya kita lanjutkan.

Grace, aku mencintaimu. Sejak pertama melihatmu.

Persetan dengan peraturan dan CBI. Aku membutuhkanmu.

Aku...

Kecuali kau menghentikanku, aku akan menciummu sekarang.

Berhasil!

Aku menemukannya!

Kerja bagus. Kita berkumpul lagi setelah kami jemput Lilian Foster.

Kami ada di depan rumahnya.

Jane temukan jalan masuk lainnya.

Sudah kuduga ada jalan lainnya.

- Victoria Abner dan keponakannya? - Kenapa mereka kemari?

- Apa kalian tak punya malu? - Tenanglah, Ny. Foster.

Kau bagai burung pemakan bangkai!

Puri itu milikku. Milik keluargaku!

Aku akan membakarnya sebelum kauinjakkan kakimu di sana!

- Kau perlu psikiater. - Benarkah?

Hentikan!

Kenapa kau ini? Tak punya sopan santun!

Kaulah yang datang ke rumahku!

Kenapa aku ditahan? Hentikan!

Akulah yang gila!

Bagaimana perasaanmu, Ny. Foster?

Malu sekali.

Kenapa kau bertengkar dengan Ny. Abner?

Dia datang menanyakan apa bisa menyewa puri itu dariku.

Karena aku pasti tak mau tinggal di sana.

Dia katakan kenapa?

Aku malas dengar penjelasannya.

Dia selalu mengganggu kami dan sekarang ini?

Sayangnya aku tak bisa menahan diri.

Ada hal lain yang ingin kami bicarakan.

Kau tak berada di San Fransisco saat suamimu terbunuh.

Kau ada di puri itu.

Ternyata kau sudah tahu.

- Kenapa bohongi kami? - Aku malu.

- Atas apa? - Alasan kedatanganku.

- Kenapa memangnya? - Dia memata-matai suaminya.

Dia curiga suaminya selingkuh.

Ya. Bagaimana kau tahu?

Karena dia pernah berselingkuh sebelumnya?

Ya.

Dia pernah selingkuh sekitar setahun lalu.

Dia keluar kota, aku sibuk dengan pekerjaanku.

Lalu terjadilah.

- Kau sangat pengertian sekali. - Aku sangat marah.

Tapi kami bisa mengatasinya. Konseling dan sebagainya.

Kupikir aku sudah melupakannya. Tapi ternyata tidak.

Aku tak percaya padanya.

Saat Alan bilang akan berakhir pekan di puri...

Dan tak akan pulang ke rumah.

Kuputuskan datang ke sana untuk menangkap basah dia.

- Tapi tak seorang pun muncul. - Ya.

Aku menyesal, dan pergi tanpa pamit padanya.

- Pukul berapa kau pergi? - Sekitar pukul 22.00.

Apa ada yang bisa membuktikannya?

Aku membeli bensin saat pulang.

Pasti ada catatan dari perusahaan kartu kredit, 'kan?

Kami akan memeriksanya.

Aku selalu berpikir, seandainya aku tetap di sana...

Andai aku bicara pada Alan, dia pasti masih hidup.

Kemungkinan besar, kalian akan tewas.

Dari perasaanku sekarang, kurasa aku pilih mati saja.

Perasaan itu akan berlalu.

- Kau tahu apa tentang itu? - Cukup tahu.

- Bagaimana kabarmu, Drew? - Baik, terima kasih.

Bibimu harus tinggal lebih lama. Perkelahian ini harus diselesaikan.

Aku berusaha meredamnya. Karena itulah aku di sana.

Tapi aku terlalu remehkan permusuhan itu.

Terserah pada bibimu mau menuntut atau tidak.

Kau pengacara, pasti tahu peraturannya.

Aku bukan pengacara.

Bibiku suka melebih-lebihkan. Aku hanya asisten pengacara.

- Cho, bisa bicara sebentar? - Tentu.

Kami butuh pernyataanmu. Permisi sebentar.

Ada apa?

Sudah kunyatakan cintaku pada Grace.

- Selamat. Lalu apa yang terjadi? - Tak ada.

Jane mengganggu dan Grace belum bilang apa-apa.

- Kalau begitu, katakan lagi. - Baik, akan kulakukan.

Auramu mengagumkan, Tn. Jane. Begitu banyak warna.

Terima kasih.

Puri itu tak bisa ditinggali. Kenapa menginginkannya lagi?

Karena alasan sentimental.

Tidak, bukan itu alasannya.

Kau penuh rahasia. Kau menyembunyikan sesuatu.

Ada sesuatu dalam rumah itu yang tak boleh ditemukan orang.

Mungkin bukti rasa bersalahmu.

- Itu tak masuk akal. - Benar. Ini hal berbeda.

Harta karun itu.

Harta karun apa?

Harta karun Walter Beckworth yang disembunyikan di puri.

Aku ingin rumahku dikembalikan karena tak suka rencana Foster.

Dia ingin menghancurkannya.

Foster baru tinggal beberapa minggu.

Bagaimana kau bisa tahu rencananya?

Dalam pembicaraan, dia cerita padaku.

Jika ternyata kau bohong, kaulah tersangka utama kami.

Baiklah.

Apa kau ahli teka-teki?

Aku temukan petunjuk beberapa minggu lalu.

Saat beli beberapa surat-surat Beckworth di bazar.

Tertulis di surat untuk sepupunya, sesaat sebelum kematiannya.

Beckworth membual sudah sembunyikan hartanya...

Di tempat yang tak bisa ditemukan siapa pun.

Lalu dia berikan petunjuk ini...

"Jika kau sungguh mencari harta, maka carilah di tempat ini (HERE)."

- Hanya itu teka-tekinya? - Ya.

Menarik.

Aku langsung kabari Ny. Abner. Tapi rumahnya sudah dibeli Foster.

Kenapa tak bilang ini sebelumnya?

- Tampaknya tak relevan. - Ini motif. Sangat relevan.

Tn. Raimey dan Ny. Abner sepakat merahasiakannya...

Agar tak perlu membagi dengan orang lain, benar?

Tapi bukan berarti kami membunuh Foster.

Tentu. Siapa pun pembunuhnya hanya ingin menakuti Foster.

Bisa siapa pun yang mau hartanya. Bahkan Deputi Fisher.

- Benar, aku mau harta itu. - Sungguh?

- Tadi kau menyangkalnya. - Berhenti lakukan itu!

Aku perlu lihat petunjuk ini. Mana suratnya?

Terima kasih.

- Apa? - Baunya enak.

"Jika kau sungguh mencari harta, maka carilah di tempat...

"...mendengar (HEAR)."

Ini (HERE)? Ini tertulis H-E-A-R (=mendengar).

Aku menduga itu kesalahan.

Ini bukan kesalahan. Ayo.

Walter Beckworth tinggalkan kode berisi lokasi hartanya.

Kuajak kalian kemari untuk membantuku menemukannya.

Kata "mendengar" pada teka-teki ini dianggap salah tulis.

Kurasa itu bukan kesalahan.

Kurasa petunjuknya ada pada kata itu.

"Mendengar". H-E-A-R.

Apa yang terlintas di pikiran saat kubilang "mendengar"?

Keributan.

- Suara. - Telinga.

Bagus sekali. Apa lagi?

- Musik. Alat musik. - Suatu kemungkinan.

Cho?

Buka penutupnya.

Apa itu?

Apa itu?

Harta Beckworth.

- Tak ada isinya. - Kotak itu kosong.

Tunggu.

- Apa itu? - Teka-teki lain.

Apa isinya?

"Untuk mencari harta dan kekayaan seseorang tak perlu bantuan."

"Seseorang hanya perlu melihat dirinya sendiri."

- Apa artinya? - Entahlah, tapi ejaannya benar.

Artinya, kita buang-buang waktu.

- Ini tak masuk akal. - Jangan terburu-buru memutuskan.

Mungkin Beckworth menaruhnya sebagai lelucon.

Lelucon yang buruk.

Hartanya mungkin masih di sini.

- Aku butuh waktu menemukannya. - Kita tak akan buang waktu lagi.

Akan kuakhiri ini. Semua keluar.

Cho, amankan tempat ini dan nyalakan alarmnya.

Minta Rigsby dan Van Pelt mengawasi puri ini.

Kita berjaga setelah mereka.

Jangan ada yang masuk kemari, terutama Jane. Paham?

- Semua keluar. - Lisbon, ini...

Tutup mulutmu! Cukup untuk malam ini.

"Tutup mulutmu"?

- Terlalu berlebihan? - Sedikit.

Tapi berhasil. Tak apa-apa. Hanya sedikit berlebihan.

- Grace, apa kita bisa... - Ya?

- Bagaimana menanganinya? - Apa?

- Pengintaian. - Benar juga.

Dengar, tentang hal satunya. Ini...

Mungkin ini bukan waktu yang tepat.

Kita bisa keliling, berpatroli di tempat ini.

Atau salah satu tetap di sini, sementara yang lain patroli.

- Bergantian. - Ide bagus. Aku duluan.

- Tak perlu. Aku bisa. - Tak masalah.

Jika mau duluan, aku tak keberatan.

Tak usah.

"Melihat dirinya sendiri."

Tidak.

Tak ada di sana, Drew. Tak pernah ada.

- Kau merekayasa petunjuk kedua? - Benar sekali.

- Aku bukan pembunuh Foster. - Jangan konyol, kau pelakunya.

Hanya pelaku yang tahu cara masuk melalui jalan rahasia.

Kaubuktikan kau pelakunya hanya dengan masuk kemari.

Semua ini hanya demi uang?

Hanya demi uang?

Kuhabiskan hidupku dengarkan cerita soal keluarga Beckworth...

Dan semua harta mereka.

Aku tak mendapatkan semua itu. Tidak satu pun.

Lalu bibiku cerita tentang petunjuknya, maka kupikir...

Aku bisa mendapatkannya untuk diriku.

Aku bisa miliki apa yang pantas kudapatkan seumur hidupku.

Aku hanya perlu mengusir Foster dari rumah ini.

Jadi kau menghantui dia.

Sepupuku cerita soal alat buatan Beckworth itu.

Aku hanya ingin menakutinya.

Tapi Foster tetap bersikeras.

Jadi aku harus lakukan sesuatu.

Tidak...

Hei, Nak! Berhenti!

Aku tak bermaksud membunuhnya.

Aku bingung harus bagaimana.

Lalu aku ingat tentang Beckworth. Soal bagaimana dia terbunuh.

Soal arwahnya yang masih gentayangan.

Jadi kulempar dia keluar jendela, sama seperti Beckworth.

Ini bukan rumah Foster. Ini milik keluargaku.

Letakkan tanganmu di belakang. Sekarang!

Saat buka kotak di bawah piano, apa ada isinya?

Ini.

Kau membunuh Foster demi kunci tua.

- Aku penasaran ini kunci apa. - Aku tahu.

Apa?

Dia hanya menggodamu. Dia suka seperti itu. Ayo.

Tn. Jane. Aku baru dikabari oleh agenmu.

Kuharap mereka melakukannya secara profesional.

- Terima kasih atas segalanya. - Dengan senang hati.

Kau keberatan jika aku bertanya?

Tidak.

Aku bertanya tentangmu.

Apa yang terjadi pada keluargamu, aku turut berduka.

Kupikir itu berarti kau mengerti rasanya kehilangan seseorang.

Itu pertanyaanmu?

Menurutmu mereka tahu bagaimana perasaan kita?

Mereka yang telah meninggal, maksudku.

Penyesalan kita. Betapa kita berharap semua bisa berbeda.

Menurutmu mereka mengerti?

Tidak.

Maaf.

- Piza perayaan pemecahan kasus? - Ya.

Kalau Rigsby makan semua sosisnya, aku akan marah.

- Kau baik-baik saja? - Aku baik-baik saja.

Aku punya sesuatu yang cocok untuk ini.

- Anggur? - Untuk rayakan hal istimewa.

- Pemisi, aku butuh gelas. Maaf. - Tentu.

Aku pulang sebentar lagi. Tunggu 5 menit, lalu susul aku.

Sedikit saja.

Silakan.

- Tn. Rigsby. - Tentu.

- Kasus terpecahkan. - Kasus terpecahkan.

- Rasanya enak. - Syukurlah kau suka.

Kunci apa itu, Jane? Yang kautemukan dalam kotak.

Kunci? Harta Beckworth.

Sudahlah.

Hanya karena hartanya bukan emas atau uang, bukan berarti tak ada.

Jadi apa?

Beckworth seorang kolektor. Dia banyak mengoleksi ini.

Yang terbaik dan terlangka di dunia senilai puluhan juta dolar.

Jadi apa itu? Apa?

Baunya enak.

Bersulang.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.