Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
YIHU MOVIE PRODUCTION
NEW STUDIOS MEDIA GROUP
HG ENTERTAINMENT
follow instagram @broth3rmax
Bidadari beterbangan di malam hujan
Menunggangi gelombang kabut Bimasakti
Para gadis mabuk dan bergejolak
Menari dan menyanyi tiada lelah
Bagus!
Hey, lihat. Bidadari Terbang!
Lihat itu!
Para tamu sekalian, lihat itu!
Bayar uangnya sekarang.
Bidadari Terbang!
Itu Bidadari Terbang!
Bidadari Terbang! Bidadari Terbang mau membunuhku!
Bidadari Terbang mau membunuhku!
DETEKTIF DI RENJIE
terjemahan broth3rmax
Tak ada racun.
Penyebab kematiannya tak diragukan.
Apa pria ini juga kerja pada Yungefang?
Dia adalah kepala pelatih Yungefang, Diao Sanye.
Yang kecebur Danau Kaca dan tenggelam 7 tahun lalu.
Penyebab kematiannya tak diragukan. / Ya.
Jangan dipegang.
Aku jadi penasaran. Kenapa mereka tersenyum
sebelum mati? / Bagaimana kutahu?
Aku cuma mengurus otopsi saja. Bukan ahlinya roh.
Serahkan ini sama atasanmu Tn. Jiang.
Penyebab kematian tak perlu dipertanyakan. Mati karena tiba-tiba terjatuh.
Semuanya
mari sini!
Berbulan-bulan lalu
suatu malam Bupati Wilayah Yan tiba-tiba bermimpi bidadari terbang.
Suatu pertanda baik.
Seperti yang diduga
untuk menghargai layanan militernya yang baik
sang Kaisar mengeluarkan maklumat untuk membangun kuil peringatan.
Bupati Wilayah Yan mengundang pelukis dengan bayaran mahal
untuk melukis Bidadari terbang.
Tak terasa
3 bulan telah berlalu
tapi lukisan dinding itu belum selesai.
Sampai suatu malam di tengah hujan 7 hari lalu
pada dinding Aula kuil itu
tiba-tiba muncul gambar Bidadari terbang.
Malam itu
ada yang menyaksikan
Diao Sanye, ketua pelatih Yungefang
menyenandungkan lagu di paviliun dekat danau.
Tiba-tiba mencebur ke danau.
Piaopiao-ku yang malang.
Sejak kecil kau telah berada di sampingku.
selama bertahun-tahun.
Kau telah tiada menanggung cobaan berat.
Kenapa kau mati begitu saja.
Bulan depan
Kuil Peringatan akan selesai.
Bupati Yan akan mengundangmu menari di perjamuannya.
Bagaimana caraku menjelaskan ini padanya?
Tuan
kau harus bantu kami.
Aku akan mati.
Qiuniang, bagaimana kau bisa yakin
pada gosip yang belum tentu benar?
Dasar anak ingusan
bicaramu ngawur saja!
Kukasih tahu kalian,
jika Yungefang ini ditutup
kalian semua akan mengalami kesusahan.
Permisi, nona.
Boleh aku tanya, siapa namamu?
Li Luoyu.
Kau juga gadis penari di Yungefang.
Bagaimana hubunganmu dengan Yun Piaopiao... / Hubungan kami kurang baik.
Jika ada seseorang di Yungefang
yang benci Yun Piaopiao
itu pastinya aku.
Karena sebelum dia jadi terkenal
bergantung pada musik Bidadari Terbang, aku sudah jadi penari paling terkenal di Yungefang.
Kau jujur?
Tuan, meski tak kuceritakan ini
tuan akan tahu sendiri bila lebih cermat.
Satu pertanyaan lagi.
Kalimat yang sampaikan pada Qiuniang
apa artinya?
Tuan
apa anda percaya
sikap dan perbuatan tiap orang
selalu diawasi oleh langit?
Ya, kurasa begitu. / Maksudmu...
kau juga percaya Bidadari Terbang bisa merenggut nyawa orang?
Terkadang sesuatu melebihi batas kemampuan manusia.
Langit bisa berbuat sebaliknya.
Siapa kau?
Tak sopan! Mau apa kau?
Kau Pengawal Kerajaan.
Nona, sini hangatkan dirimu.
Apa aku perlu menjauh sebentar?
Aku berlatih bela diri sejak umur 10 tahun.
Dan bergabung di Pengawal Kerajaan usia 16 tahun.
Mana ada yang tak pernah kualami.
Jadi,
ini masalah penting.
Sudah, baiklah.
Kuakui.
Kau memang
wanita yang luar biasa.
Tapi
kenapa kau menyerangku
tak ngomong apa-apa saat kita ketemu?
Kau sudah menerobos Aula Bidadari Terbang.
Aku tak kenal dirimu.
Tentu saja aku berniat membawamu ke Pengawal Kerajaan lebih dulu.
Aku diutus kemari untuk menyelidiki kasus Yungefang.
Penyelidikanku kemari amat tepat.
Tapi aku penasaran kenapa sebagai prajurit senior di Pengawal Kerajaan
juga peduli sama kasus pembunuhan rakyat?
Seorang gadis penari Yungefang tewas.
Biasanya itu bukan urusan kami.
Tapi kalau ada orang berniat menyebarkan gosip
dan memfitnah seorang petugas yang ditunjuk oleh istana
itu bisa jadi berbeda.
Aku pernah dengar itu.
Ada yang bilang Bupati Wilayah Yan
tak pantas di Kuil Peringatan.
Jadi, Sang Bidadari Terbang merenggut
nyawa korbannya. / Bupati Wilayah Yan telah memberikan pengabdian militer yang besar.
Kalau dia tak pantas, lalu siapa yang pantas?
Kalau aku tahu yang menyebarkan berita itu
tak akan kumaafkan dia dengan gampang. / Kau juga tak percaya kalau Bidadari Terbang merenggut nyawa?
Meski memang benar begitu
aku juga akan menangkap orang itu dan menanyainya.
Para petugas senior.
Kenapa tak minum semangkok sup jahe saja biar nggak kedinginan?
Apa kau pernah lihat Bidadari Terbang?
Ya.
Kau sengaja bikin bingung. Gosip itu pasti kau yang sebarkan.
Jangan takut. Jelaskan saja
yang kau ketahui.
Selama kau mengatakan jujur
kami tak akan membuatmu merasa serba salah. / 3 bulan lalu...
aku menerima surat undangan dari mansion Bupati Wilayah Yan.
Memintaku untuk menggambar mural Bidadari Terbang buat Kuil Peringatan.
Tapi, bagaimanapun kucoba
aku selalu gagal menyelesaikan mural itu.
Suatu malam, hujan lebat. Aku ke Aula Bidadari Terbang.
Tiba-tiba kulihat ada cahaya dari dalam.
Kukira ada pencuri yang masuk aula. Tapi setelah kudekati pintunya nutup dari dalam.
Keesokannya, kudengar Diao Sanye dari Yungefang
kecebur dalam Telaga Kaca dan tenggelam.
Jadi kau menyebarkan berita itu, kalau Bidadari Terbang yang membunuh Diao Sanye.
Aku tak menyebarkan berita itu.
Aku pergi ke Qiuniang.
Buat apa?
Karena 6 karakter muncul di dinding malam itu.
Siapapun yang menghina Bidadari Terbang akan tewas.
Karakter-karakter itu muncul begitu saja, aku melihatnya dengan jelas.
Lalu aku pergi untuk membujuk Qiuniang agar Yun Piopiao tidak tampil menari Bidadari Terbang.
Namun, aku kalah dan terpukul mundur olehnya. Akibatnya, kurang dari 10 hari
Bidadari Terbang membuatnya merasakan kekuatannya lagi.
Yun Piaopiao juga tewas.
Kalau ucapan He Ziwen dimanfaat oleh seseorang
itu bisa merusak reputasi Bupati Wilayah Yan.
Namun pada saat ini, kabar kalau Bidadari Terbang merenggut nyawa telah tersebar luas.
Jika kau memang peduli sama Bupati Wilayah Yan
kau harus selidiki kasus ini bersamaku sekaligus
meredakan kabar itu.
Menyelidiki bersamamu? / Ya. / Tak mungkinlah.
Kau cuma petugas bawahan
yang baru saja dipindahkan ke ibukota.
Apa kau tahu berapa gerbang
berapa istana, berapa rakyat di Chang'an?
Bisanya kau sesumbar menyelidiki kasus?
Lalu, Nona Xie
apa kau berani taruhan denganku? / Taruhan apa?
Kita lihat siapa yang bisa menyelesaikan
kasus ini dalam 10 hari. Kalau kau menang
nanti kau bisa menyingkirkanku.
Kalau aku yang menang
boleh juga kau serahkan pedangmu itu.
Baik, sepakat.
Jangan mengikuti aku lagi!
Apa yang kau lihat?
Nona, bisa tidak kau rubah kebiasaanmu
menghunus pedang ngajak berkelahi saat kita ketemu?
Bukankah sudah kubilang, jangan ikuti aku?
Kau salah sangka.
Aku yang tiba duluan.
Biar kutebak. Nona Xie
kau pasti ragu kalau Qiuniang uang menyebarkan berita itu
makanya kau berniat mau menanyai dia.
Tapi kau nanti akan kecewa.
Qiuniang itu pebisnis.
Kalau diintrogasi begitu tak baik buat dia.
Tapi kenapa kau kemari?
Karena aku ketemu seorang gadis di Yungefang di siang hari.
Dan aku penasaran sama dia.
Makanya, aku kemari mau tanya sama Qiuniang soal dia.
Oh.
Jangan salah paham. Maksudku...
Tak ada tanda trauma.
Pasti dia memang gantung diri sampai mati.
Apa Qiuniang sudah mengunci pintu dan jendela kamarnya saat siang?
Tuan, Qiuniang takut sinar manatahari.
Sekarang ini musim panas. Dia pasti membuka jendela loteng.
Nona Li
apa kau menyaksikan Qiuniang gantung diri?
Ya.
Aku mendatangi Qiuniang untuk membahas masalah yang sama.
Tapi saat aku masuk, aku melihat...
Aku tak tahu kenapa Qiuniang bertindak senekat itu.
Gawat,
pasti ulah Bidadari Terbang lagi.
Jangan ngomong ngawur, atau kau akan dibawa ke Pengawal Kerajaan.
Begitu berkuasanya dirimu, Komandan Xie.
Sekarang karena penyebab kematian sudah diketahui
aku harus pergi sekarang. Sampai jumpa.
Sampai jumpa, Tn. Meng.
Tak heran Nona Li ketakutan.
Terkurung di ruangan ini.
Semua pintu jendela terkunci rapat.
Jika Qiuniang tak gantung diri
nyawanya mungkin telah direnggut oleh Bidadari Terbang.
Di Renjie, kau pasti ingin merasakan cambuknya Pengawal Kerajaan.
Seperti yang dikatakan ahli koroner tadi
Qiuniang memang gantung diri.
Tak usah bahas Bidadari Terbang lagi.
Atau kalian akan ditangkap sekarang! / Tenanglah, Nona Xie.
Kematian Qiuniang
secara alami bukan disebabkan oleh Bidadari Terbang.
Namun
dia tidak gantung diri.
Seperti yang dikatakan Xiao Kui
jendela-jendela di ruangan ini awalnya terbuka.
Apakah Qiuniang memang berniat bunuh diri.
Coba pikirkan.
Apa orang akan bunuh diri
sempat untuk mengunci pintu dan jendela?
Selain itu jika nyawanya direnggut oleh Bidadari Terbang
itu lebih memungkinkan bagi dia untuk
kabur setelah mengunci pintu dan jendela.
Dalam kasus ini
hanya ada 1 penjelasan yang memungkinkan.
Si pembunuh dengan sengaja mengunci pintu dan jendelanya
agar kita percaya kalau Qiuniang gantung diri.
Pintar juga.
Tapi dia teramat pintar dengan melakukan begitu.
Karena itu menimbulkan keraguanku.
Tapi bagaimana caranya si pembunuh bisa keluar dari ruangan ini
pintu dan jendelanya 'kan dikunci? / Ini mirip
dengan kematian Diao Sanye dan Yun PiaoPiao.
Tapi saat ini
kita belum menemukan buktinya.
Nona Li.
Apa kau kenal He Ziwen? / Tidak.
Tn. Di.
Tn. Di, seharian ini kau sibuk sekali.
Aku masakkan semangkuk mie buatmu.
Bolehlah.
Terima kasih, Bu Hu. Makasih atas kebaikannya.
Sama-sama.
Aku telah bekerja di dapurnya Kantor Pusat Pengadilan selama puluhan tahun.
Ini pertama kalinya bagiku
bertemu petugas yang kerjanya teliti sepertimu.
Anda semua petugas
seteliti dirimu, rakyat pasti
hidupnya akan terasa tentram.
Aku hanya menjalankan tanggung jawab.
Nyawa rakyat juga penting
aku tak bisa biarkan kematian tak jelas terjadi.
Ya.
Kau benar.
Mau hujan. Aku harus mengentas jemuran sekarang.
Tuan, silahkan dinikmati mie-nya. / Baik.
Mau hujan lagi.
Kamu lagi! / Sepertinya...
kita memang jodoh.
Jodoh yang sial.
Pokoknya tetap jodoh.
Mengapa kau membuntuti Li Luoyu?
Mengapa kau kemari? / Aku cuma dengar
Li Luoyu akan menari di mansionnya Bupati Wilayah Yan
bukan si Yun PiaoPiao. / Jadi kau meragukan kalau kematian orang-orang Yungefang
ada hubungannya dengan dia?
Kalau tidak, mengapa kau kemari? / Dia sudah berbohong.
Katanya dia tak kenal He Ziwen.
Mereka pasti kongkalikong.
Hey!
Jangan memperkeruh suasana!
Ah!!
Bukan salahku...
Sungguh bukan salahku!
Yaohuan!
Yaohuan.
Sayang sekali, separuh barang taruhannya hilang.
Hanya ini barang peninggalan ayahku.
Biar kucoba, barangkali masih bisa diperbaiki.
Li Luoyu, mengapa kau hendak membunuh He Ziwen
dan juga orang-orang di Yungefang?
Mereka juga terbunuh. Katakan dengan jujur!
Bukan aku yang membunuh dia.
Sungguh.
Lalu buat apa kau ke Kuil Peringatan? Bagaimana He Ziwen
bisa terbunuh?
Dia bunuh diri.
Pagi tadi, He Ziwen mengimkan surat padaku.
Memintaku menemui dia di Kuil Peringatan saat petang.
Maka aku ke sana sendirian.
Dia menyuruhku agar tidak tampil menarikan "Bidadari Terbang".
Kalau tidak aku bisa terbunuh oleh Bidadari Terbang
seperti yang menimpa pada Yun PiaoPiao dan Qiuniang.
Kemudian...
kemudian dia kayak menggila
mengambil pisau dan menusuk perutnya sendiri.
Kau kira kami akan percaya ucapanmu?
Yang kukatakan itu benar!
Aku pernah tanya padamu, apakah kau mengenal He Ziwen.
Mengapa saat itu kau bohong?
Karena He Ziwen selalu menggangguku.
Aku tak bisa menyingkirkannya meski sudah berusaha.
Makanya
aku tak mau berhubungan dengan dia.
Lalu kenapa kau menemui dia? / Itu karena
dia bilang tahu bagaimana Qiuniang bisa terbunuh.
Jadi kau percaya,
kematian orang seperti Yun PiaoPiao di sebabkan oleh...
tarian Bidadari Terbang
yang artinya itu menghina Bidadari Terbang?
Makanya mereka dihukum.
Tapi mengapa kau berani menyepakati
untuk tampil menari di mansionnya Bupati Wilayah Yan?
Apa kau tak...
takut mati?
Diantara 5 perbuatan jahat dalam anutan Buddha, keserakahan adalah urutan pertama.
Nyawa mereka direnggut oleh Bidadari Terbang
karena mereka serakah!
Aku tak takut.
Karena tarian Bidadari Terbang awalnya adalah milikku.
Butuh waktu setengah tahun bagiku
meng-koreo tarian itu.
Dengan tarian itu aku berharap bisa menaikkan reputasiku.
Tak disangka direbut oleh Diao Sanye
dan ditawarkan sama Yun PiaoPiao.
Kenapa Diao Sanye melakukan hal itu?
Karena Yun PiaoPiao adalah anak haramnya
dengan prostitusi.
Itu sudah diketahui oleh semua orang di Yungefang.
Tuan, bila kau tak percaya ucapanku
kau bisa tanyakan orang lain.
Apa Qiuniang tahu soal ini? / Ya.
Tapi dia tak keberatan.
Karena yang dia pikirkan cuma uang.
Semua orang di Yungefang hanya sekedar alat untuk mencari uang baginya.
Bersama aku
ataupun Yun PiaoPiao
dia tak akan keberatan selama kami bisa menghasilkan uang.
Belum lama ini
aku minta menebus diriku padanya.
Beberapa hari kemudian, Yun PiaoPiao merebut tarian Bidadari Terbang dariku.
Apa kalian bisa percaya
kalau Qiuniang tak berkongkalikong dengan Diao Sanye?
Aku tahu Qiuniang sadar kalau aku tak akan tinggal diam.
Makanya dia ingin membuat Yun PiaoPiao populer secepat mungkin.
Agar dia bisa menghasilkan uang dari Yun PiaoPiao yang menggantikanku.
Kau kenal pria berbaju hitam yang telah menyerangmu?
Tidak.
Coba pikir.
Pria itu ingin membunuhmu.
Aku tak kenal dia.
Kau masih ngeyel juga. Makin mempersulit masalah saja.
Kalau tak mau bilang jujur...
Di Renjie, apa kamu sudah jatuh cinta padanya?
Nona Xie, dalam menangani sebuah kasus
aku bergantung sama bukti, bukan berdasar penyiksaan.
Kau mau kemana? / Aku mau berburu barang bukti.
Kau kenal pria berbaju hitam yang telah menyerangmu?
Tidak.
Nona Xie?
Mana orang itu?
Dia sudah kabur.
Untung saja
dia cuma pakai senjata racun biasa
kalau tidak akibatnya bisa lebih parah
dari tidur berjam-jam.
Aku berhutang budi padamu untuk kedua kalinya.
Apa kau selalu perhitungan sama semua orang?
Cuma padamu.
Baik.
Mari kita pergi.
Karena kau sudah siuman, kita kembali ke bisnis.
Kau jangan ke sini.
Aku harus mengeluarkanmu.
Ayo, kita pergi dari sini dulu.
Tak perlu.
Kami sudah saling kenal.
Sekarang, bagaimanapun kau berusaha
kau tak bisa kabur dari sini.
Maka tak usah melawan,
Meng Shaobai.
Bagaimana kau bisa mengenaliku? / Di hari saat kematian Qiuniang
apa kau ingat bila Li Luoyu
memanggil namamu? / Sampai jumpa, Tn. Meng.
Li Luoyu bukan pegawai di Kantor Pengadilan Pusat.
Kau juga tak pernah ke Yungefang.
Bagaimana dia bisa tahu nama panggilanmu?
Karena alasan inilah pada saat itu aku merasa
kalian sudah saling kenal sebelumnya.
Tapi, kau sengaja menyembunyikannya.
Setelah itu
saat aku menanyai Li Luoyu dia selalu memegang gelangnya dengan cemas.
Saat orang lagi cemas
biasanya dia berusaha pegang benda yang menenangkan dirinya.
Jadi kurasa
gelang itu pasti berasal
dari seseorang yang...
paling dia percaya.
Yang bisa kami gunakan untuk merawat cinta kami
hanya sepasang gelang di tanganku.
Memang benar.
Gelang ini memang tanda cinta dariku.
Itu sebabnya kau memindahkan semua penjaga hari ini
menungguku jatuh ke dalam perangkapmu.
Kau pria yang cerdas. Tapi kau tak bisa
menghindari kekacauan saat kau khawatir.
Mengapa kau bunuh Yun PiaoPiao dan orang lainnya?
Petugas-petugas senior, mereka aku bunuh sendiri.
Shaobai hanya ingin menolongku. Kumohon biarkanlah dia pergi.
Luoyu
masalah ini tak ada kaitan dengan dia.
Aku yang telah membunuh mereka semua. Kuakui aku bersalah.
Shaobai!
Jangan dikira kau bisa menggertak.
Kalian berdua bersekongkol.
Kalian berdua bersalah!
Di Renjie, meski kita belum kenal lama
aku tahu kau bisa bedakan yang benar dan yang salah.
Sebenarnya
Luoyu sakit hati terhadap keempat korban.
Namun kami sepakat
setelah punya cukup uang, aku akan menebus dia.
Dan kami akan pergi ke tempat yang jauh.
Masa lalu akan terlupakan bagai awan melintas. Tak perlu baginya untuk
membunuh mereka pada saat kritis begini.
Apa orang berbaju hitam
yang menyerang kami di Kuil Peringatan adalah dirimu?
Benar.
Memang aku. / Apa orang yang...
mau membunuh Nona Xie di hutan
juga dirimu? / Tidak!
Setelah kalian memasukkan Luoyu ke penjara
aku hanya berniat untuk menolongnya.
Aku tak ada niatan membunuh Nona Xie.
Dari ucapanmu
yang benar
dan yang salah
akan kuketahui secara alami.
Tapi untuk sekarang
kalian sama-sama ditahan.
Jika kau mempercayaiku, kau harus menunggu sampai kebenaran terungkap.
Sebelum itu jangan bertindak gegabah.
Setuju?
Kau menunjukkan kemajuan. Kali ini kau tak menghunus pedangmu.
Apa kau yakin mereka adalah biang keladinya?
Kau memang ada kemajuan.
Sekarang kau memakai otakmu.
Aku tak sepintar dirimu.
Juga tak pandai menangani kasus sepertimu.
Tapi aku juga tahu kalau mereka mengaku bersalah
hanya untuk saling melindungi.
Selain itu, orang berbaju hitam yang kulawan di hutan
sepertinya orang yang berbeda.
Kami bertemu di Kuil Peringatan malam itu. / Masih banyak teka-teki yang perlu dipecahkan dalam kasus ini.
Apa rencanamu?
Bila kita sampai di ujung jalan
mungkin kita, kembali ke awal.
Dan melalui jalan itu kembali.
Awal yang kau katakan merujuk pada mayat-mayat ini.
Kau ragu kalau Meng Shaobao sudah main-main
pada saat otopsi mayat. / Apa kau masih ingat senjata rahasia
yang dipakai orang berbaju hitam di hutan?
Aku penasaran
seandainya jarum itu masuk ke tubuh manusia
apa juga akan menghilang dengan cepat?
Jika orang berbaju hitam itu dalangnya
jarum itu pasti senjata.
Tak heran kita tak menemukan jejak lainnya dalam mayat-mayat ini.
Ketemu!
Tapi ini bukan gerbang-kehidupan.
Dengan jarum kecil ini
sepertinya itu tak bisa merenggut nyawa.
Aku ingat seluruh jarumnya diselimuti darah-merah.
Apa itu dicampuri racun?
Seperti yang lalu, tak ada tanda-tanda keracunan.
Apa Meng Shaobai
mau mengakali mayat-mayat ini?
Mengakali?
Sudah mengakali mayat-mayat ini.
Aneh sekali. / Lihat keempat mayat ini.
Mayat Diao Sanye
berada disini sudah hampir sebulan.
Tetap tak ada bedanya dari mayat He Ziwen.
Sekarang
adalah musim panas.
Meski ini didinginkan dengan es masih saja mustahil
mayat tak membusuk dalam waktu lama.
Awas!
Ketemu!
Ini sejenis racun yang dikenal dengan nama Senyum dengan Bunga.
Siapapun yang keracunan ini, mayatnya tetap segar tak membusuk berbulan-bulan.
Jika aku tak bisa menemani dirimu kelak
berjanjilah
kau tetap hiduplah bahagia.
Jangan cemas. Aku akan melindungimu.
Tn. Di.
Aku telah tahu penyebab sebenarnya kematian keempat korban itu.
Apa kau pernah dengar racun
yang bernama Senyum dengan Bunga?
Memang kenapa?
Kau menduga aku memakai racun?
Apa kau memakai racun? / Tidak.
Luoyu juga tidak.
Aku juga berharap begitu.
Catatan medisnya terbatas soal obatnya itu.
Aku tak bisa menemukan siapa yang telah memakai obat jenis itu.
Karena itu, aku akan pergi ke Lembah 5-Racun bersama Nona Xie
untuk belajar pada ahli racun di sana.
Tunggulah sampai aku kembali.
Kalau aku bisa membuktikan dirimu dan Nona Li tak bersalah
pada saat itu kau kubebaskan dari penjara ini.
Baiklah.
Aku akan menunggumu.
Bagaimana, kau puas?
jadi kau memanggilku kemari, cuma untuk memberikan ini?
Jujur saja
ini butuh usaha keras. Untungnya bisa diperbaiki tepat waktu.
Dalam perjalanan ke Lembah 5-Racun ini
kau harus membawa senjata.
Kebakaran!
Cepat, arah sini!
Cepat!
Air, air!
Cepat!
Jangan loyo, apa belum makan? / Tuan,
selain Meng Shaobai dan Li Luoyu
semua orang sudah diselamatkan.
Kau mau apa?
Aku akan ikut masuk bersamamu. / Jangan, tetaplah disini!
Aku juga ingin masuk. / Tidak, ini perintah.
Bagaimana kalau terjadi sesuatu denganmu?
Di Renjie!
Berhati-hatilah.
Xiao Bai!
Cepat! Ayo! / Selamatkan Luoyu.
Biar kugendong dia.
Cepat!
Xiao Bai!
Awas! / Pergilah, selamatkan Luoyu!
Xiao Bai! / Shao Bai.
Pergilah!
Pergilah!
Ayo!
Kau tak apa-apa? / Ya.
Xiao Bai masih di dalam.
Xiao Bai!
Xiao Bai!
Xiao Bai!
Tuan, ada mayat hangus ditemukan di lobi.
Mungkin ini mayat Meng Shaobai.
Shaobai...
Shaobai...
Shaobai...
Shaobai...
Shaobai...
Shaobai, maafkan aku.
Harusnya aku percaya padamu.
Tapi percayalah
pasti akan aku cari dalangnya
untuk membalaskan kematianmu.
LEMBAH LIMA RACUN
Tebas! Jangan bengong saja!
Kau tak apa-apa? / Tak apa.
Bunuh pimpinannya.
Sudah mati.
Siapa kalian?
Guru!
Guru!
Siapa kalian? Mengapa membunuh guruku?
Saudara, kau salah paham.
Kami kemari untuk menemui ahli racun. Tapi tak disangka
saat kami masuk, kami melihat tuan ini sudah terbaring disini.
Aku tahu.
Kalian kemari mau balas dendam sama guruku.
Apa dia ahli racun?
Siapapun kalian
sekarang telah memasuki Lembah dan membunuh guruku.
Kalian tak akan keluar hidup-hidup! / Kau sudah salah paham.
Dengarkan aku...
Dengar, bukan aku yang membunuh gurumu.
Jangan banyak omong!
Kau tak apa-apa?
Lekas!
Tahan pintunya.
Emas.
Kayu.
Air.
Api.
Tanah.
Ini urutan 5 elemen.
Besi mengikat kayu.
Air mengalir melawan arah.
Air mengikat.
Api mendorong tanah. Tanah mendorong emas.
Ketiga elemen ini mengikat elemen lain.
Ketiga elemen saling mendorong.
Posisi tanah di tengah.
Pasti itu gerbang kematian.
Tak kutemukan tuasnya.
Lihat.
Ini menatap ke arah mana?
Ranjang.
Berani taruhan denganku?
Kau baik-baik saja?
Jangan khawatir, aku tak akan mati.
Rumah Racun.
Katanya Rumah Racun adalah tempat
racun-racun kuno dikumpulkan.
Dan tempat dia menyuling racunnya.
Aku tak menyangka, itu berada di tempat ini.
Bagaimana kau bisa tahu tuasnya di pasang di ranjang?
Ruangan itu dan tempat ini
ditata menurut Urutan 5 Elemen.
Selama kita ikuti arah 8 gerbang
secara alami kita akan temukan
posisi gerbang-kehidupan.
Sini, duduklah.
Ini adalah Lembah Racun. Pasti ada penawar untuk bisa ular.
Tunggulah aku. Akan aku cari penawarnya.
Ketemu!
Cari mereka! / Ya!
Saat kau sedang pingsan, aku temukan ini.
Catatan racun Senyum dengan Bunga.
Senyum dengan Bunga adalah racun kuat yang diberikan oleh Guanzhong Cangmen
secara turun temurun tanpa diketahui.
Namun klan Cangmen dibinasakan
oleh musuh-musuhnya dalam semalam 20 tahun lalu.
Tak ada yang dari klan itu selamat.
Sejak saat itu, racun itu menghilang.
Bisa dianggap, petunjuknya hilang lagi.
Kita sudah berupaya keras
dan membahayakan nyawa kita.
Namun akhirnya tak menghasilkan apa-apa.
Belum tentu.
Tn. Di.
Dia pantas mendapat julukan penari No. 1 di kota ini.
Dia tak tertandingi
oleh Yun PiaoPiao.
Aku ingat Xiao Kui mengatakan
meski Yun Piao menerebut tarian Bidadari Terbang
tapi dia tak bisa menampilkan banyak gerakan.
Lihat.
Gerakan ini sama sekali tak bisa dilakukan oleh Yun PiaoPiao.
Apa sebenarnya yang ingin kau ungkapkan?
Salam, para petugas.
Kami baru kembali dari Lembah Racun, dan mampir kemari ingin menemuimu.
Apa kalian menemukan sesuatu?
Kami telah temukan... / Ahli racun itu tewas.
Kami hampir dituduh sebagai pelakunya.
Untung saja para muridnya
percaya pada tanda Kantor Pengadilan Pusat.
Aku berjanji pada mereka untuk menemukan pelakunya.
Maka mereka bersedia melepaskan kami.
Sayangnya...
kami belum mendapatkan informasi yang berguna.
Nona Li, apa kau sungguh ingin tampil di mansionnya Bupati Wilayah Yan?
Aku tahu yang kau khawatirkan.
Tapi aku yakin akan beruntung.
Selain itu, ratusan karyawan Yungefang
harus mendapatkan penghasilan.
Aku harus pergi. / Jangan khawatir.
Aku sudah janji pada Xiao Bai untuk melindungi keselamatanmu.
Terima kasih Tn. Di.
Tarianmu tadi
sungguh luar biasa.
Gerakan Bidadari Terbang memetik bintang
tak bisa dilakukan tanpa
latihan dasar puluhan tahun. / Tn. Di, kau memuji-mujiku.
Penampilanku cuma sekedar kemampuan kecil saja.
Tak pantas dipuji.
Baiklah.
Masih ada urusan yang harus kukerjakan. Aku pergi dulu.
Sampai jumpa, tuan.
TRAILER | SINOPSIS | SUB-UPDATE follow instagram @broth3rmax
Bidadari Terbang menunjukkan kehadirannya! Dia mau merenggut nyawa lagi!
Bidadari Terbang menunjukkan kehadirannya! Dia mau merenggut nyawa lagi!
Diao Sanye
mati tenggelam, apa kalian masih ingat?
Ya, ya.
Juga dia, sudah menjadi korban ke-4.
Katanya, Bidadari Terbang
setelah membunuh 4 korban berturut-turut
menunjukkan kehadirannya lagi tadi malam.
Kalian kira, kali ini...
Kayaknya tak ada yang aneh pada dirinya.
Mungkin dugaan kita salah.
Karena kemunculannya tidak ada yang aneh.
Maka itu lebih aneh lagi.
Bagaimana karyaku dibandingkan karyamu?
Kau memang pintar.
Kau mengelabui semua orang dengan cuma memakai mantel.
Sayangnya...
kekurangan-nya terlihat olehku.
Yang disebut dengan "kehadiran Bidadari Terbang"
itu sekedar lukisan Bidadari Terbang
yang digambar terlebih dahulu di dinding. Kemudian dilapisi dengan madu.
Saat diperlukan
kau cuma menaruh semut-semut di atasnya madu.
Setelah madunya dimakan semut lukisan Bidadari Terbang akan
muncul seketika.
Dan kau telah mencampurkan racun keras dalam madu.
Setelah memakan madu itu semut-semut itu akan mati.
Sebenarnya, ini cuma tipuan murahan.
Sekedar memanfaatkan ketakutan orang-orang.
Sehingga tipuan ini selalu tak bisa diungkap.
Sekarang, kuciptakan karyaku
dengan cara yang sama. Apa kau puas
Nona Li?
Rupanya memang dirimu.
Seharusnya aku tahu ini cuma perangkap.
Tapi aku...
Ini gampang karena kau terlalu percaya diri.
Kau tak percaya kalau tipuanmu ini bisa terungkap.
Makanya
setelah mendengar kemunculannya Bidadari Terbang terasa lagi
kau pasti datang dan memeriksanya.
Harus kubunuh kalian!
Siapa kau? / Sekarang karena kau telah mengenaliku
kenapa bertanya?
20 tahun lalu, saat klan Cangmen dibinasakan
kau berada dimana?
Malam itu Cangmen membara.
Teriakan menggema di udara.
Rakyat Cangmen berusaha melawan musuh
namun gagal.
Aku terluka parah dan pingsan. Makanya aku selamat dari malapetaka itu.
Saat tersadar
Cangmen telah binasa.
Kau memakai ini untuk membunuh Yun PiaoPiao dan korban lainnya?
Serakah itu menakutkan.
Aku telah bekerja di Yungefang selama bertahun-tahun.
Qiuniang berkolusi bersama Yun PiaoPiao dan Diao Sanye
untuk merebut tarianku.
Bukankah mereka pantas mati?
Tapi sekarang bila kau memutuskan meninggalkan Yungefang
mengapa kau repot-repot melakukannya?
Menebus diriku. Kenapa aku selalu saja tak pergi?
Setelah Qiuniang mendengarkan ideku soal menebus diriku sendiri
dia memberikan harga tinggi 1000 tael.
Tabunganku dan Shaobai masih jauh dari cukup.
Jadi dia biarkan Yun PiaoPiao merebut tarianku
agar aku tak pernah bisa
menebus diriku sendiri.
Sekarang karena mereka tak bisa memenuhi permintaanku
aku tak akan memaafkan mereka.
Jika orang serakah seperti mereka
tak dimusnahkan oleh Dewa, maka akan kutegakkan keadilan atas nama Dewa.
Diao Sanye itu jahat.
Dia terus mengganggu para gadis penari di siang hari.
Dengan alasan pelatihan.
Dia telah mencuri tarianku. Maka kubunuh dia lebih dulu.
Yun PiaoPiao, orang sembrono yang tergiur ketenaran dan kekayaan.
Dia amat menyukai tarian Bidadari Terbang.
Maka kuwujudkan impiannya.
Dan membiarkannya mati dalam keadaan yang paling indah.
Qiuniang harusnya tak mati.
Tapi dia lebih memilih menghina Bupati Wilayah Yan ketimbang menyuruhku menari menggantikan Yun PiaoPiao.
Mengingat kasih sayang kami bertahun-tahun
kutawarkan padanya kematian yang pantas.
Bagaimana dengan He Ziwen? Kenapa kau bunuh dia?
Karena dia juga
bagian dari perangkap perenggutan nyawa Bidadari Terbang.
He Ziwen cuma orang bodoh.
Yang tak tahu apa-apa selain melukis.
Karena agak kurayu
dia bersedia berkorban demi aku.
Kau suruh dia untuk
membuat kehadiran palsu Bidadari Terbang.
Awalnya semua tak ada masalah. Sayangnya dia sama serakahnya
dengan yang lain.
Dia bilang ingin menikahiku.
Dan ini kuanggap sebagai ancaman.
Aku tak punya pilihan lain selain membunuh dia untuk menghilangkan bukti.
Bagaimana dengan Meng Shaobai?
Kau mencintainya,
tapi kenapa kau juga membunuhnya?
Itu kecelakaan.
Pada saat aku mendengar perbincanganmu dengan Shaobai
mengetahui bila kau menemukan racun Senyum dengan Bunga.
Penundaan lama mungkin menyebabkan banyak masalah.
Maka kubakar penjara itu.
Agar kalian percaya dalang yang jadi kambing hitam itu yang membunuh kami.
Namun
aku tak menduga, Shaobai...
Jika Shaobai masih hidup
dan tahu kalau kau ini begitu kejam
dia pasti akan sangat sedih.
Dia telah jatuh cinta pada orang yang salah.
Tn. Di.
Aku sadar aku ini penuh dosa.
Tak ada yang kupedulikan di dunia ini.
Tapi Shaobai...
mohon sampaikan pada Shaobai
bila ada kehidupan selanjutnya
aku akan menemuinya sebagai orang yang polos.
Li Luoyu!
Shaobai
apa menurutmu kau mencintai gadis yang salah?
Tn. Di.
Kata Tn. Jiang, karena sekarang kasus Yungefang sudah selesai,
dia menyuruh kami mengembalikan mayat-mayat itu.
Siapa bilang kalau kasus ini sudah selesai?
Kalian boleh pergi sekarang, akan kujelaskan pada Tn. Jiang.
Tn. Jiang menyuruh kami membungkus dan mengubur mayat itu.
Mayat yang tenggelam di danau.
Tuan
mayat orang yang tenggelam itu tidak ada.
Tuan tahu dimana mayatnya? / Tak ada?
Mengapa mayat itu hilang?
Kapan kau melihat mayat itu
akhir-akhir ini? / Sepertinya
pada waktu kebakaran di penjara. Sejak itu kami memperhatikan mayat-mayat itu.
Li Luoyu, aku tahu siapa yang sedang kau lindungi.
Shaobai, jika Li Luoyu memang mencintaimu
kenapa dia biarkan makammu
dipenuhi rerumputan?
Apa, mereka tewas karena racun Senyum dengan Bunga?
Ayah juga pernah dengar soal racun itu?
Aku mendengarnya saat bertempur di ekspedisi.
Aku paling tidak menghargai orang yang pakai racun itu.
Jadi aku cuma mendengar kabar saja.
Pelaku yang membuat jarum racun dengan racun-darah dan es
Setelah jarum masuk ke tubuh
es meleleh.
Sehingga ahli koroner tak bisa menemukan
bekas luka dan tanda-tanda keracunan.
Itu kejam sekali.
Omong-omong.
Apa orang yang menggunakan racun itu sudah tewas?
Ya.
Dia bunuh diri di depanku dan Di Renjie.
Biarlah.
Orang kejam akan menimbulkan malapetaka bagi yang hidup.
Ayah
bisa ayah ceritakan lagi
bagaimana ayahku terbunuh?
Kenapa kau tanyakan ini lagi?
Aku masih kecil saat ayahku meninggal.
Sedang kematian ibuku, aku kurang tahu.
Akhir-akhir ini aku sering bermimpi tentang ayahku.
Maka aku tak tahan untuk menanyakannya.
Tahun itu ayahmu pergi ekspedisi bersamaku.
Dan masuk ke perangkap musuh.
Demi menyelamatkanku
dia tewas terkena panah.
Aku ingat itu saat ayahku tewas.
Pasukan menang dan
bersiap untuk kembali. / Ya.
Saat jalan menuju kembali
kami masuk perangkap musuh.
Akulah yang salah karena harga diri.
Yaohuan,
aku berhutang nyawa ayahmu.
Ayah, kau terlalu serius.
Aku yang salah, karena mengungkit-ungkit masa lalu.
Aku ada urusan di Pengawal Kerajaan. Aku pergi dulu.
Pergilah.
Orang itu mudah dikenali. Di tangan kanannya berjari enam.
Memang 6 jari.
Nona Xie. / Bu Hu.
Kapan Di Renjie kembali?
Aku tak tahu. Juga
Tn. Di tak memberitahuku saat dia pergi.
Nona, jangan cemas. Hari mulai malam.
Sebentar lagi dia pasti kembali.
Kau tak tahu
harus cari dia kemana.
Sekarang aku merebus sup ayam di dapur. Akan kuhidangkan semangkuk untukmu.
Minumlah selagi masih panas.
Sambil menunggu dia kembali.
Minumlah selagi masih panas. Tak enak kalau sudah dingin.
Terima kasih, Bu Hu. / Sama-sama.
Nona Xie pergi tadi pagi, dan belum juga kembali.
Setelah dia kembali
tolong sampaikan padanya, Di Renjie sudah kemari karena masalah penting.
Yaohuan tak ada di Pengawal Kerajaan.
Juga tak ada di Mansion Bupati Wilayah Yan.
Mungkin dia pergi ke tempatku.
Tn. Di.
Tuan, sudah larut malam.
Sudah kurebuskan segelas teh ginseng. Silahkan meminumnya.
Baik, terima kasih, Bu Hu. / Sama-sama.
Minumlah selagi panas.
Bentar, Bu Hu
apa Nona Xie hari ini kemari?
Aku selalu ada di dapur.
Aku tak melihat dia.
Baiklah.
Tuan, minumlah selagi panas, itu bagus untuk kesehatan perutmu.
Di Renjie, seberapapun pintarnya dirimu
pada akhirnya kau jatuh ke tanganku.
Siapa kau?
Kau tak perlu tahu.
Tapi jangan khawatir
aku tak akan merenggut nyawamu.
Selama kau tetap disini
duduk diam selama beberapa hari
aku akan melepaskanmu.
Tak semudah itu, benar 'kan?
Apa kau mau melepaskanku segampang itu
bila aku membongkar rencanamu soal Bidadari Terbang?
Aku salah menilai kemampuanmu.
Bila tebakanku tak salah
kaulah orang yang berniat membunuh Nona Xie waktu di hutan.
Mereka yang selamat
pada malapetaka yang menimpa klan Cangmen 20 tahun lalu
dan Yun PiaoPiao.
Semua korban kau bunuh dengan racun.
Li Luoyu
hanya kambing hitam bagimu.
Rupanya, aku harus membunuhmu!
Kenapa kau ini? Padahal aku tetap mendukungmu pada saat ini?
Aku telah memilih teman yang benar.
Xiao Bai, lama tak jumpa.
Aku tahu tak bisa merahasiakan ini darimu.
Pada saat kau kebakaran
Li Luoyu begitu sedih.
Kesedihannya saat itu memang tulus.
Namun berhari-hari kemudian
saat kulihat dia lagi, dia berusaha menyembunyikan air matanya.
Tapi, di matanya
tak ada kesedihan karena ditinggal kekasihnya.
Dia sangat mencintaimu.
Namun dia tak mempedulikan
rerumputan yang tumbuh di makammu.
Tidak sampai satu mayat
menghilang dari kamar mayat
menyadarkanku bahwa ini ada semacam penipuan.
Berbagai sikap Luoyu menunjukkan bahwa
dia tahu kalau kau belum mati.
Aku tak menyangka kau akan menyelidiki Luoyu.
Aku juga tak menyangka
kau akan mengetahui kematian Yun PiaoPiao dan korban lainnya.
Kebakaran itu dibuat
untuk menghapus tuduhan terhadapku dan Luoyu.
Tapi aku tak menduga dirimu
akan masuk dan menolongku dari kebakaran itu.
Itu karena
aku telah menganggapmu sebagai saudara.
Jadi aku tak akan membunuhmu.
Tapi tak akan kubiarkan kau membocorkan rencana kami.
Sebenarnya apa yang akan kau lakukan? / Shaobai.
Tak usah basa-basi sama dia.
Orang ini
harus dibunuh sekarang.
Ibu, kumohon.
Kita sudah membunuh banyak orang.
Kita ampuni saja dia. / Shaobai, pergilah.
Ibu! / Tak mungkin...
aku telah campurkan bubuk racun ke dalam tehnya.
Aku tak
meminum tehnya.
Kau bilang tak melihat Nona Xie. Namun aromanya tercium dari tanganmu.
Kau memang sudah tua, namun jarimu masih lembut.
Kulitmu mengkilat bagai krim.
Kau terlihat jauh lebih muda dari umurmu.
Maka aku pura-pura meminum tehnya
sekedar untuk tahu apa rencanamu.
Baiklah.
Kau memang Di Renjie,
tak heran, putraku Shaobai
berusaha melindungimu.
"Senyum dengan Bunga" sebenarnya racun ajaib di dunia.
Bisa membuat orang awet muda.
Lantas kenapa?
Meski waktu tak meninggalkan jejak hatiku hancur remuk redam.
Yang disalahkan adalah kau terlalu pintar.
Kau bukan tandinganku.
Ikutlah aku ke Kantor Pengadilan Pusat. Jangan membuat kesalahan lagi.
Tidak mungkin!
Apa yang kau tunggu? Kau ingin menyaksikan ibu dibunuh oleh dia?
Ibu!
Di Renjie... jika kau masih melawan
akan kubunuh dia!
Ibu!
Kumohon jangan membunuh lagi. Setelah diselesaikan balas dendam kita besok
kita akan kabur ke tempat lain. Mereka tak berdaya terhadap kita.
Banyak korban tewas.
Lantas kenapa?
Saat 107 orang di Cangmen terbunuh
mengapa tak seorangpun datang menolong kita?
Tapi mereka tak bersalah.
Jika ibu ingin membunuh orang lagi
bunuhlah aku juga.
Aku pernah mati sekali.
Kau ini...
Awasi mereka!
Xiao Bai, kau memegang lilin iblis.
Pikirkanlah Nona Li. Dia mati sebagai kambing hitamnya ibumu.
Andai kau tak terus menyelidiki kasus ini
bagaimana mungkin dia terlibat?
Memang salahku menyelidiki kasus ini dan mencari dalangnya.
Kau pasti tahu maksudnya.
Xiao Bai, betapapun besarnya
kebencian dan penderitaan yang kau dan ibumu rasakan
kau tak seharusnya mengorbankan orang tak bersalah.
Tak bersalah?
Tapi di dunia ini
siapa sih yang tak bersalah?
Saat seluruh keluarganya ibuku terbunuh
saat dia menyaksikan orangtuanya
dibunuh di depannya.
Luoyu menerima penghinaan di Yungefang.
Apa mereka tak bersalah?
Tapi dia tak berniat membunuh mereka.
Semua karena dirimu. / Xiao Bai.
Sebenarnya kau dan ibumu mau apa?
Apa kalian ingin membunuh Bupati Wilayah Yan?
Bagaimana kau tahu? / 20 tahun lalu, klan Cangmen dibinasakan.
Ketua yang bernama Xie Ling
dia...
dia adalah ayahku.
Aku selalu merahasiakan ini darimu. Di Rumah Racun
selain racun kuno
juga ditemukan kebenaran dibalik
malapetaka Cangmen 20 tahun lalu.
Saat itu Bupati Wilayah Yan hanya seorang Jenderal.
Ayahku adalah teman dekatnya.
Ayahku telah membinasakan Cangmen
atas perintah dari Bupati Wilayah Yan.
Kejam sekali!
Meng Shaobai.
Jika ibumu memang ingin membunuh Bupati Wilayah Yan
kau harus cegah dia.
Aku sudah bertahun-tahun bersama Bupati Wilayah Yan.
Ibumu bukanlah tandingannya.
Ibuku telah menanti hari ini selama 20 tahun.
Bagaimanapun kuatnya dia
dia tak bisa kabur dari ajalnya kali ini.
Ayo, pasang papan namanya.
Hidup raja agung kami!
Kalian semua tetap di luar Kuil Peringatan.
Aku akan memberi hormat disini. Berdoan untuk kaisar.
Kalian jangan ada yang menggangguku. / Ya!
Wen Zhi'an
apa kau ingat aku?
Siapa kau?
20 tahun telah berlalu.
Sekarang kau tak mengenali suaraku lagi?
Tidak, tak mungkin!
Mustahil kau masih hidup.
Memang aku tak harus hidup sampai sekarang.
Di malam 20 tahun lalu
harusnya aku sudah mati
di tangan suamiku!
Kau ingin membalas dendam? Ayo sini!
Sebagai penguasa wilayah ini, dengan pengabdian militer yang berjasa
aku telah membunuh banyak orang di medan tempur.
Bukan hanya ratusan nyawa Cangmen...
seski semua jiwa yang telah kubunuh
mendatangiku hari ini, aku tak akan takut!
Tahun itu karena menikahi Puteri dan naik jabatan ke lebih tinggi
kau cukup kejam mengirimkan para tentara untuk membunuh istri dan putramu.
Kau pasti tak menyangka
bila suatu hari kau akan menerima balasannya. / Apa salahku?
Semua orang punya kehidupan sendiri.
Mengapa kau tak menolak meninggalkan rumahku? Kau telah memaksaku!
20 tahun telah berlalu.
Ayah dan ibu
sekarang akhirnya aku bisa membalaskan dendamnya kalian.
Kau mau menyerangku dengan tipuan murahan ini?
Kau mengelabuiku.
Senyum dengan Bunga dari Cangmen telah muncul di Chang'an.
Kaukira tak akan ada pencegahannya?
Kusuruh semua tentara pergi
sekedar untuk membujukmu
20 tahun lalu, Xie Ling telah mengkhianatiku.
Jadi kau selamat hingga hari ini.
Itu karena dia punya hati nurani,
tak sekejam dirimu.
Demi jabatan dan kekayaan
kau bahkan berniat membunuh istri
dan putramu sendiri.
Bagaimana kau bisa menelan
makanan yang ditukar
dengan darah istri dan putramu?
Bagaimana kau bisa tidur nyenyak? / 20 tahun pelarianmu
kau pasti berniat mengacau selamanya!
Kau masih ingin membunuhku demi balas dendam.
Kau ingin cari mati?
Hari ini akan kuwujudkan keinginanmu.
Ibu!
Kau kenapa?
Dia memanggilmu siapa?
Kau pasti tak menyangka ya, bukan aku saja yang belum mati.
Putra kita juga masih hidup.
Kami masih hidup hingga hari ini,
untuk membunuhmu demi balas dendam!
Terima kasih dan kebencian antara kita
akan diselesaikan hari ini.
Tunggu!
Kau telah berniat membunuh istri dan putramu. Dan membunuh 107 nyawa klan Cangmen.
Hari ini ak akan menangkapmu untuk dibawa ke Kantor Pengadilan Pusat
dan menghukummu sesuai undang-undang.
Sebagai Bupati Wilayah Yan
lancang sekali kau berbuat begitu?
Seorang pejabat juga dihukum bila bertindak kejahatan.
Kau seorang Bupati, harusnya lebih mematuhi hukum.
Di Renjie! Kau tak apa-apa?
Ayah!
Ini bukan urusanmu. Menyingkirlah.
Ayah! / Yaohuan,
kau juga ingin mengkhianatiku?
Ayah, masih ingat yang pernah kutanyakan?
Bagaimana ayah kandungku terbunuh saat itu?
Dialah pelakunya.
Tahun itu ayahmu membinasakan klan Cangmen atas perintah dia.
Namun akhirnya dia cukup baik dengan melepaskan kami.
Tapi saat perjalanan kembali ke ibukota
ayahmu dibunuh oleh dia untuk menghilangkan bukti.
Benarkah itu?
Lantas kenapa?
Kau juga ingin membalaskan dendammu?
Ayah...
puluhan tahun kau telah merawatku. Aku menghormatimu.
Bahkan aku rela berkorban nyawa untukmu.
Aku terkejut...
pria yang bertahun-tahun ini aku hormati
ternyata yang telah membunuh ayah kandungku.
Aku telah menduga, akhirnya kau akan jadi pengkhianat.
Kau ingin mmbalaskan dendammu?
Baiklah.
Kalian semua kemarilah.
Pokoknya hari ini, tak satupun kalian bisa keluar hidup-hidup.
Xiao Bai!
Ibu!
Ibu!
Yaohuan.
Ibu.
Yaohuan.
Xiao Bai, ibumulah yang salah.
Maafkan ibu.
Harusnya ibu tidak
merusak hidupmu dengan kebencian.
Berjanjilah...
mulai sekarang
hanya lakukan yang kau inginkan.
Di Renjie...
aku yang telah membunuh semua orang-orang itu.
Xiao Bai...
tak membunuh siapapun.
Kumohon
padamu...
Jangan khawatir, nyonya. Akan kutangani tanpa memihak.
Ibu!
Xiao Bai...
Xiao Bai...
Ibu!
Ibu!
Yaohuan.
Di Renjie,
aku takut
berdandan sebagai gadis.
Hanya di depanmu
mu...
aku adalah seorang gadis.
Aku juga ingin
pergi ke danau
bersama yang kucintai. Menikmati rembulan.
Berjalan di salju.
Mencari bunga prem.
Yaohuan.
Sekarang Di Renjie dari Kantor Pengadilan Pusat
sudah sering menyelesaikan kasus. Menangani kasus tanpa memihak.
Memperbaiki kesalahan orang.
Meredakan kekhawatiran pengadilan kerajaan.
Dia adalah petugas yang baik. Mulai hari ini, dia akan di promosikan ke Shaoqing
dengan ini diumumkan
Wen Zhi'an, Bupati Wilayah Yan
telah berniat membunuh istri dan putranya. Memperdaya kaisar.
Kesalahannya tak bisa dimaafkan.
Mengingat jasanya di militer
dia diijinkan untuk melakukan bunuh diri.
Ibu, Luoyu.
Ini musik yang paling kalian suka saat masih hidup.
Meng Shaobai masa lalu
dia akan menemanimu di dunia fana.
Mulai sekarang
akan kulupakan masa lalu.
Memulai hidup baru.
Seperti yang kau harapkan.
Nona Xie telah terluka parah.
Pembuluh darahnya terbalik.
Terserah pada dewa...
kapan dia akan tersadar.
Yaohuan
aku telah menanam beberapa pohon prem merah
di halaman belakang. Kau harus bangun
sebelum salju turun.
Aku menunggu bisa berjalan di salju dan menikmati bunga prem
bersamamu.
broth3rmax, 28 Januari 2020
NO RESYNC/EDIT/RE-UPLOAD/DELETE-CREDIT broth3rmax, 28 Januari 2020
TRAILER | SINOPSIS | SUB-UPDATE follow instagram @broth3rmax
TAMAT
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.