Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
LINDA LIDDLE
MASA DEPAN DITENTUKAN TINDAKANMU HARI INI
YAKINLAH KAMU BISA, MAKA SETENGAH JALAN TERLAMPAUI ~THEODORE ROOSEVELT~
OPTIMISME ADALAH KEYAKINAN MENUJU KEBERHASILAN ~HELLEN KELLER~
Halo Linda?
Oh.
Masih mengerjakan laporan perusahaan?
Sudah aku selesaikan pekan lalu.
Aku hanya sedang mengerjakan
proyeksi untuk bulan depan.
Data tahun lalu sudah masuk?
Semua indeks dan estimasi kuartal depan sudah ada.
Kamu luar biasa.
Oh.
Aku sering kesulitan mengerjakan hal ini.
Baiklah.
Mereka semua sudah menunggu.
Waktunya tampil.
Aku segera menyusulmu.
Oh.
Oh.
Pesertanya dibatasi menjadi grup kecil.
Aku hanya akan menyerahkannya.
Aku yang menyusun datanya.
Katanya aku harus ikut rapat jika ada pertanyaan.
Pertanyaan?
Ya, aku juga kurang tahu.
Kamu tahu sendiri kondisi kantor saat ini, Linda.
Semuanya masih belum pasti.
Ya.
Tapi jangan khawatir.
Mereka tahu siapa yang bekerja paling keras.
Namamu tertulis paling atas.
LINDA LIDDLE
Baiklah.
Terima kasih.
Semoga berhasil di dalam.
Sepertinya tangga sukses rusak lagi, ya?
Apa?
Maksudku, um,
kita harus berjuang melewati tangga.
Selangkah demi selangkah.
Hore!
Hei!
Apa kabar?
Apa kabar?
Kami akan pergi minum setelah pulang kerja.
Aku ikut.
Itu tempat karaoke terbaik di kota.
Ya, benar. Aku butuh lagu dan minuman malam ini.
Lagu andalanku adalah One Way or Another.
Tidak tahu? Blondie? Debbie Harry?
Astaga. Baiklah.
Aku akan menangkapmu, menangkapmu...
Hei!
Kamu harus cari tahu tentang dia.
Kamu punya lagu andalan?
Ini tinjauan perusahaan yang aku siapkan.
Aku kurang tidur demi menyusun laporan ini.
Tiada istirahat bagi yang rajin. Benar, kan?
RUANG EKSEKUTIF
CARA BERTAHAN HIDUP 101
Dengarkan ini.
Setelah semua kerja keras itu, aku tidak masuk rapat.
Sumpah, Sayang, kadang kesal.
Ya, aku masih duduk bersama asisten.
Tapi semua akan berubah
saat Bradley resmi menggantikan posisi ayahnya.
Ya.
Ayahnya bilang aku adalah calon Wakil Presiden.
Dia tahu nilaiku bagi perusahaan ini.
Dia juga tampan,
lajang, mempesona, dan sebagainya.
Sudah aku bilang dia sangat ramah saat pesta Natal.
Wah!
Tapi itu tidak ada hubungannya.
Kita harus fokus pada kantor dan jabatan baru.
Mungkin apartemen yang lebih besar.
Kita akan mulai mengembangkan diri.
Ini belum berakhir bagi kita.
Hal terbaik akan segera datang.
Tepat sekali.
Kita layak mendapatkannya.
Kamu layak mendapatkannya.
Ayo coba, Ayo
Kita layak mendapatkannya.
Mmm!
Waktunya tiba. Baiklah.
Siapa yang mampu bertahan?
Aku akan bertahan sampai akhir.
Inilah Acara Survivor.
Sumpah, jika Keyshawn kembali padaku.
Itu yang aku katakan.
Hadirin sekalian, mohon perhatiannya.
Inilah presiden baru kalian,
Bradley Preston.
Marshal IT.
Baik, silakan duduk kembali.
Semuanya kembali bekerja.
Bisa bicara di ruanganku? Ya, Tentu.
Pak Preston! Halo.
Panggil Bradley. Senang bertemu.
Oh, Linda Liddle. Kita bicara di pesta Natal kemarin.
Oh, benar juga. Ya, tentu saja.
Senang bertemu kamu lagi. Ya, aku juga.
Aku turut berduka atas ayahmu. Terima kasih.
Beliau orang yang sangat hebat.
Beliau sangat membimbingku. Ya, aku juga.
Aku antusias membantu visi strategismu memimpin perusahaan ini ke era...
Um... Ah, era kesuksesan.
Tepat sekali. Aku harap bisa mewujudkannya.
Banyak pekerjaan yang menanti. Tanggung jawab besar, kan?
Kalian butuh semua bantuanku.
Aku sudah siap melangkah.
Maksudnya?
Aku sebut ini sepatu petarungku.
Sudah lama aku pakai kerja keras.
Bisa menanggung beban apa pun yang kamu berikan.
Ya. Aku harus lanjut kerja. Baiklah.
Astaga, lihat sepatumu. Sepatu itu sangat mewah.
Jangan sampai terkena kotoran, ya?
Maaf, aku tidak dengar?
Jangan sampai kotor.
Aku akan berhati-hati. Baiklah.
Bagus. Kembali bekerja.
Baik, Semuanya. Ayo kita bereskan semuanya.
Barbara, senang bertemu. Sambungkan teleponku.
Semua berjalan lancar.
Ikuti saja saran firma konsultan itu.
Lucu juga, ya?
Firma konsultan menyewa konsultan.
Bau apa ini? Apa?
Ini. Aku tidak tahu.
Cium saja. Tidak mau. Ayo.
Coba cium.
Bau ikan tuna.
Wanita menjijikkan itu.
Yang menggangguku dengan sepatu murah.
Linda Liddle.
Ayahmu menjanjikannya promosi.
Dari manajer ke wakil presiden.
Benarkah?
Kenaikan jabatan dan gaji besar.
Ya. Dia sudah menantikannya.
Benar. Donovan yang akan menjabat.
Ayahmu mengandalkan Linda.
Pekerja keras. Aku serahkan semua padanya.
Apa aku terlihat peduli?
Tentu tidak, kan? Karena memang tidak.
Ayahku sudah tiada. Jabatan itu milik Donovan.
Lagi pula, aku sudah janji. Pindahkan dia.
Ke kantor cabang, mungkin. Ke tempat yang jauh.
Hal ini membuatku mual.
Proyek Bangkok sudah dekat.
Kita bahkan belum menyentuh Lampiran D.
Donovan akan kewalahan sendiri.
Semua bisa kacau tanpanya.
Baiklah. Terserah.
Bawa dia.
Dia yang akan melatih Donovan.
Setelah itu, kita pindahkan dia.
Baiklah.
Bisa kembali bekerja?
Baik. Kembali bekerja.
Mereka terlihat sangat akrab.
Ya, dia dipromosikan menjadi Wakil Presiden.
Maaf, apa?
Aku sedang mengetik pengumuman surelnya sekarang.
Katakan kamu bercanda.
Aku tidak tahu.
Aku melihat profil LinkedIn-nya, mereka satu kampus.
Mereka sering main golf bersama. Sudahlah, pergi sana.
DONOVAN MURPHY KONSULTAN PEMASARAN
Linda, ada apa?
Pertanyaanku, seberapa besar pengorbananmu untukku?
Ya.
Pak Preston?
Aku sedang rapat.
Maafkan aku. Aku butuh waktumu sebentar.
Baiklah, aku... Tolonglah.
Tolong.
Tentu.
Kami akan menghubungimu.
Terima kasih sudah datang.
Permisi.
Maaf menyela seperti ini.
Tidak apa. Pintuku terbuka.
Ada apa?
Aku baru mendengar kabar itu.
Kamu kecewa tidak dapat promosi.
Benar.
Ya. Baiklah.
Ya. Dengan segala hormat.
Donovan baru bekerja 6 bulan, sedangkan aku sudah 7 tahun...
Aku mengerti.
Mari kita bicarakan.
Silakan. Tutup pintunya.
Ayo kita bahas.
Silakan duduk.
Aku akan jujur padamu, jika tidak keberatan.
Aku tahu kamu ahli dalam data.
Semacam jenius angka, kan?
Ya, aku memang ahli angka.
Aku sudah meninjau pekerjaanmu dan itu mengagumkan.
Itu nilai positifnya.
Terima kasih.
Tapi, aku belum melihatmu siap untuk jabatan eksekutif sekarang.
Mengapa?
Sebagai VP, aku butuh orang yang lebih pandai bersosialisasi.
Seseorang yang disukai banyak orang untuk mendampingiku.
Yang bisa memikat suasana.
Yang jago bernegosiasi. Seseorang yang luwes.
Bisa dipahami?
Kamu bercanda?
Tidak. Oh, di sini.
Di bagian...
Ya, ada sedikit kotoran. Di sana.
Sudah hilang?
Lihat, itu maksud ucapanku tadi.
Ya.
Aku rasa kamu tidak berbakat.
Bicara jujur saja.
Tapi harus aku akui, kedatanganmu ke sini...
Bukan sesuatu yang aku duga darimu.
Sangat berani.
Oh ya.
Aku punya ide.
Ya. Begini rencanaku.
Kamu tahu akan ada merger di Bangkok, kan?
Ya.
Benar. Jadi...
Aku ingin kamu ikut.
Masih ada masalah pelik dengan Mnxt.
Cobalah tangani. Selesaikan.
Buktikan aku salah.
Itu terdengar adil bagiku.
Bagus.
Senang kita bicara seperti ini.
Boom.
Oh. Halo.
Halo. Sayang. Wah.
Apa aku mengganggu?
Tidak. Kami baru saja selesai.
Ya Tuhan, gaun ini bagus. Terima kasih.
Uh, Linda, ini tunanganku, Zuri.
Senang bertemu kamu.
Tunangan yang bahagia.
Uh, ya. Benar. Terima kasih.
Linda adalah salah satu karyawan terbaik kami.
Terima kasih sudah mampir.
Senang bertemu kamu. Ya.
Oh, Linda, sebelum kamu pergi.
Aku lupa bilang, aku
menerima beberapa keluhan tentangmu.
Keluhan? Ya.
Bau yang menyengat.
Istilahnya begitu. Uh, ikan tuna?
Ingat sesuatu? Di meja kerjamu.
Kebijakan kantor, makan siang hanya di ruang istirahat.
Ini tempat kerja. Orang-orang mencoba fokus.
Baunya bisa sangat mengganggu.
Mm-hmm.
Kamu mengerti?
Dimengerti.
Jangan menangis.
Linda.
Dengarkan aku. Kamu pasti bisa.
Karena kamu hebat.
Apa adanya dirimu.
Kamu hebat.
Apa adanya dirimu.
Sialan.
Selamat pagi, Jen.
Wah, lihat!
Siapa lagi yang siap terbang tinggi?
Aku siap.
Pak Preston, aku mengerjakan Lampiran D semalam.
Aku rasa ada celah yang bisa mengatasi masalah kita.
Aku akan jelaskan setelah semua siap.
Apa? Ayo jalan, kawan.
Ayo berangkat.
Santai saja, Linda.
Kamu terlalu rajin.
PRESTON MEMORANDUM RAHASIA Lampiran D
Tunggu sampai kalian melihat Klub Golf Cyan Country.
Lubang ke-18, menanjak lurus, belok kiri tajam.
Aku tahu temanku pasti suka.
Aku harus menunjukkan sesuatu.
Kamu pasti suka.
Lihat ini.
REKAMAN AUDISI NOMOR 578 LINDA LIDDLE
Apa-apaan ini?
Sialan!
Aku Linda Liddle.
Mustahil.
Aku ingin jadi... SURVIVOR berikutnya!
Ya Tuhan!
SURVIVOR BERIKUTNYA
Aku suka membaca.
Tapi aku juga gila dengan alam bebas!
Aku bisa bertahan hidup dengan mata tertutup.
IV. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Aku bisa membuat api dengan tiga cara.
Dan aku menguasai ketiganya.
Aku ahli strategi, jadi aku selalu sepuluh langkah di depan.
Saat keadaan sulit, aku tidak menyerah!
Linda itu tangguh.
Aku tidak hanya penuh percaya diri.
Aku juga lucu.
Dan... aku selalu berpikir positif.
Aku berikan saran terbaik.
MEMORANDUM RAHASIA Lampiran D
SIMPAN PERUBAHAN DOKUMEN? SIMPAN -- JANGAN -- BATAL
Ungguli
JANGAN SIMPAN โ
Jadi bagaimana, Jeff?
Apa aku layak jadi pemenang?
Beri aku petunjuk.
Oh, wah!
Apa-apaan itu tadi?
Hadirin sekalian,
mohon lipat meja Anda dan silakan duduk.
Pastikan sabuk pengaman terpasang erat.
Ya, Tuan-tuan. Silakan duduk.
Kamu benar-benar penakut.
Dasar pengecut...
Ya Tuhan, tolonglah
Ya Tuhan
Tolong aku
Apa? Beri aku tempat
Tolong aku!
Ya Tuhan
Jangan lepaskan
Apa yang kamu lakukan?
Berikan sabukmu!
Ya Tuhan.
Linda?
Tolong!
Lakukan sesuatu!
Linda!
Sial.
Hah!
Hei!
Apa kamu...
Harus kamu, ya?
Sial.
Oh...
Ya.
Oh.
Oh...
Oh.
Baik...
Oh... Lihat siapa yang baru saja sadar.
Bagus!
Yang lain?
Apa ada orang lain?
Dono.
Berapa lama?
Kamu pingsan?
Satu setengah hari.
Kamu membuatku takut tadi.
Tapi kamu terlihat lebih baik sekarang.
Aku akan ambil lagi.
Hei.
Terima kasih.
Ayo.
Ouh.
Ouh.
Oh. Ya!
Baik.
Ya. Berhasil.
Du, du, du, du.
Hore, hore.
Hore.
Baiklah.
Sedikit makanan.
Oh.
Ini!
Tidak, kamu harus pulihkan tenaga.
Hanya ini caranya.
Makan sedikit saja.
Satu gigitan kecil. Mm.
Mm.
Ini...
Mm.
Ayo...
Telanlah.
Oek....
Aku menemukan kerang.
Kerang besar.
Wah...
Aku punya kerang.
Aku punya kerang.
Ini kerang besar.
Biasanya orang menyebutnya kerang, tapi ini sebenarnya siput laut.
Dan... ini sejenis siput laut.
Pasti rasanya lezat.
Akan kubuka dan kupanggang.
Kapan kira-kira kita keluar dari sini?
Entahlah.
Kita harus temukan lokasi jatuhnya.
Lalu mencari penyintas lainnya.
Kita... di sekitar Teluk Thailand.
Sudah hanyut entah berapa jauh.
Banyak pulau kecil di sekitar sini.
Sudah mencoba membuat sinyal darurat?
Maksudmu?
Sinyal darurat, seperti meletakkan...
Batang bambu bertuliskan tolong.
Semacam itu.
Atau membuat api besar.
Asapnya akan terlihat jelas.
Itu bisa dicoba.
Maaf, itu belum terpikirkan.
Belum masuk prioritasku.
Aku sibuk menjaga kita tetap hidup.
Makan, minum, dan tempat berteduh.
Ya, benar juga.
Tapi bagaimana dengan GPS?
Atau peralatan pesawat
yang mungkin hanyut?
Sudahkah kamu mencarinya?
Harusnya itu fokus utamamu.
Tapi itu tidak membawa kita pulang.
Aku bukan pembantu rumah tangga di sini.
Asal tahu, kamu hampir mati tadi.
Sendirian di tepi pantai.
Benar, kan? Ya.
Menurutmu akan jadi apa nasibku, tanpamu
Apa maksudnya?
Kamu tahu maksudnya.
Baiklah, aku mengerti.
Sial! Apa yang kamu lakukan?
Mau berdiri? Ya.
Tenang, tidak patah.
Mari aku bantu.
Tidak usah.
Biarkan aku bantu.
Jangan sentuh aku!
Tanganmu lembut sekali.
Seperti baru keluar dari pabrik.
Apa ini lucu bagimu?
Apa-apaan ini?
Jaga bicaramu padaku.
Paham? Kamu bawahanku.
Apa katamu tadi? Kamu dengar sendiri.
Ada masalah dengan itu?
Jangan bersandar padaku.
Aku tidak...
Baguslah. Sepatu itu sudah bau.
Sepatu kotoran yang lengket.
Mau ke mana kamu?
Oh, jangan! Jangan siputnya!
Jangan!
Hei!
Aku bisa mati kelaparan!
Baiklah.
Baik.
Ini tidak benar.
Aku bisa begini seharian.
Waktuku banyak. Aku tidak buru-buru.
Aku tidak ke mana-mana.
Dia meninggalkanku!
Linda.....
Kita bukan di kantor lagi, Bradley.
Oke?
Itu kamu.
Aku sempat takut saat kamu pergi.
Ada jejak kaki.
Sepertinya babi hutan. Babi hutan?
Bukankah itu bahaya? Bisa menyelamatkan kita.
Bisa beberapa hari lagi sampai bantuan datang.
Itu rencanamu?
Bisa saja sampai seminggu.
Kita butuh makanan bergizi.
Kamu akan berburu babi?
Linda dari akuntansi?
Strategi dan perencanaan, tepatnya.
Terserahlah.
Tapi, tunggu.
Harusnya kamu tahu itu.
Sebab kamu sudah meninjau karyaku yang sangat mengagumkan itu.
Benar begitu?
Sebelum kamu menolak promosiku?
Ya. Dengar, aku harus ambil keputusan sulit.
Itulah risiko menjadi bos. Kamu pasti paham.
Simpan saja omong kosongmu.
Di mana kamu, babi kecil?
Oke.
Kamu pernah berburu?
Sepertinya aku menyukainya.
Ini daging terlezat yang pernah aku rasakan.
Luar biasa.
Apa?
Aku cuma berpikir.
Saat kamu hanya duduk diam di sini seperti batang kayu,
aku yang justru mencukupi kebutuhan kita.
Memang benar.
Kamu benar-benar melakukannya.
Babi ini.
Dahulu kamu tidak mau.
Sekarang babi ini berguna.
Oh.
Tolong!
Belum saatnya.
Hah.
Halo.
Oh, halo.
Ada yang aku lewatkan?
Tidak banyak.
Dari mana saja kamu? Menjelajah.
Menemukan sumber air baru.
Baguslah. Oh.
Ada air segar di sana?
Jauh lebih bersih. Segar sekali. Cobalah.
Tas yang bagus. Kamu membuatnya tadi?
Ya. Bagaimana menurutmu?
Bukankah cantik? Mmm.
Sangat cantik.
Oke. Ada apa sebenarnya?
Menurutmu ada apa?
Kita sudah di sini dua minggu, kan?
Mengapa mereka belum menemukan kita? Entahlah.
Aku yakin sebentar lagi.
Tahu hal terpenting untuk bertahan hidup? Hal nomor satu...
Sikap positif.
Kamu bercanda, ya?
Kita harus bertindak. Paham?
Aku serius. Aku muak dengan ini.
Kita harus berbuat sesuatu.
Kita harus membuat rakit.
Apa? Ya.
Aku pernah menonton berita.
Seseorang selamat dari kapal karam.
Dia lakukan tiga hal.
Hemat air, makanan, lalu ditemukan.
Kita harus ke jalur kapal.
Cari jalur pelayaran. Biar terlihat.
Membuat rakit. Aku rasa itu bukan ide bagus.
Rakit itu...
Itu pilihan terakhir bagi kita.
Tidak.
Kita harus tetap bertahan di sini.
Tetap pada rencana.
Lagi pula, jujur saja, apakah seburuk itu?
Kita ada makanan? Air? Teman?
Linda, maaf saja, ini tempat terakhir di dunia yang ingin aku datangi.
Waduh.
Bukankah aku merawatmu dengan baik?
Kamu merawatku?
Lihat wajahku.
Kamu pikir kulitku bisa pulih lagi?
Hah?
Lihat dirimu. Kamu tampak segar bugar.
Ini sudah menjadi hidupmu sekarang.
Ya.
Apa yang kamu lakukan?
Aku akan pergi dari sini.
Kakimu belum boleh menanggung beban itu!
Jangan atur aku!
Bagaimana kalau begitu?
Kamu tahu?
Kamu pikir kamu pintar?
Tahu sedang bicara dengan siapa?
CEO perusahaan generasi berikutnya, sayang.
Benar sekali.
Perusahaan yang ayahmu bangun.
Semoga jiwanya tenang.
Wah.
Wah. Kamu tahu? Urusanmu selesai.
Hah? Ya. Kamu dipecat.
Oh, ya?
Ya. Oh, tidak!
Mau ke mana? Ke mana pun semauku.
Buat kemah sendiri. Bagaimana caranya?
Mudah saja.
Lihat daun dan beberapa ranting.
Aku sudah sering melihatmu lakukan itu.
Baiklah, semoga beruntung.
Atau aku akan tunjukkan ke mana mengirim cek terakhirku.
Pohon kelapa kedua di kiri.
Sial.
Pohonmu. Pondasi.
Ini akan menjadi rumahku.
Aku sedang memproses?
Aah.
Oh!
Hmm!
Hmm!
Hah.
Pagi!
Halo!
H E P L?
H E P L
Uh...
Huek...Beeh.
Huek...Huek.
Kamu kelelahan.
Halo.
Halo.
Tok, Tok.
Hei.
Linda?
Ini kamu?
Sepertinya kita bertemu di pesta Natal tahun lalu.
Oh, ya. Aku ingat kamu.
Ya, benar dugaanku. Pak Preston?
Betul. Apa kabar? Aku baik.
Oh, ada sesuatu di...
Hmm.
Astaga.
Ya.
Wah. Lihat hidangan ini.
Aku rela membayar mahal untuk sushi yang tidak sebagus ini.
Oh. Ya.
Berapa kamu mau membayar sekarang?
Aku mau apa pun di piring itu.
Lalu apa yang akan kamu lakukan besok?
Haha.
Benar juga.
Oh, dari mana mendapat pisau itu?
Aku menemukannya.
Luar biasa, barang-barang yang hanyut ke pantai.
Penyelamat nyawa.
Ada urusan apa ke kantorku hari ini?
Aku ingin minta maaf.
Apa? Atas sikapku sebelumnya.
Maaf di sini atau saat di kantor?
Keduanya.
Aku tarik semua kata-kataku.
Jadi aku tidak dipecat? Aset sepertimu?
Kamu bercanda?
Haha.
Kantor akan hancur tanpamu.
Lihat tempat ini. Melegakan sekali.
Ya. Intinya, aku senang.
Ini luar biasa. Kamu tampak hebat, jika aku boleh jujur.
Tentu saja boleh.
Berbeda dengan orang yang datang ke kantorku hari itu.
Jadi, kamu mengakui telah meremehkanku?
Ya.
Aku sangat meremehkanmu.
Tepat sekali. Aku salah.
Dan aku sangat ingin kembali ke kemahmu.
Belajar darimu. Jika kamu izinkan, tentu saja.
Sungguh?
Yah, rasa-rasanya bisa kita bicarakan.
Baik. Silakan duduk.
Dengan senang hati. Sebelum kamu pingsan?
Ya.
Aku tadi berpikir. Begini.
Aku ingin membantu semampuku.
Pelajaran yang berharga. Kamu membuat semua ini tampak mudah.
Cara terbaik adalah bekerja sama sebagai tim.
Itu adalah langkah yang cerdas.
Langkah cerdas. Benar.
Ya.
Benar-benar cerdik bagimu.
Linda.
Bagaimana menurutmu? Tentang apa?
Maafkan kekurangan sifatku.
Yang sangat banyak itu.
Dan.
Mungkin aku bisa makan siang bersamamu.
Hmm.
Apa aku bisa memercayaimu?
Baiklah.
Makanannya masih ada.
Linda, aku mohon.
Tolonglah.
Aku minta maaf.
Hanya itu saja?
Hanya itu tawaranmu?
Apa maumu dariku? Hah?
Itu tergantung.
Seberapa jauh kamu mau berkorban demi aku?
Aku cuma bercanda. Pakai bajumu.
Aku tidak akan melakukan itu.
Aku tidak sepertimu.
Cukup.
Makanlah.
Nikmati.
Terima kasih.
Ini sausnya.
Dan aku akan ambilkan air minum.
Kita masak di wajan.
Ya Tuhan.
Apa ini?
Enak sekali.
Hmm.
Hmm.
Hmm.
Sial, ini enak.
Luar biasa.
Uh.
Bagaimana jika kita jalan-jalan?
Tentu. Kaki ini sudah membaik.
Harus tetap dilatih.
Kita mau ke mana?
Kejutan.
Kau baik saja?
Baik, kita ke puncak.
Ini bagian yang sulit.
Kamu pasti bisa.
Pasti bisa.
Nah begitu.
Ya.
Seru, kan?
Tentu.
Berhari-hari tanpa hasil.
Itu kita di bawah sana.
Lewat sini.
Sedikit tips mencari makan.
Jangan pernah makan buah beri
yang kuning, hijau, atau putih.
Kalau ingin tahu itu beracun atau tidak,
perhatikan reaksi, seperti itu.
Ya, jangan coba dimakan di sarapanmu.
Mengerti.
Lucu. Baiklah.
Lihat batu di bawah yang mirip huruf X?
Ya.
Area itu penuh semak berduri dan tanaman beracun.
Tiga langkah ke sana, kulitmu akan gatal seminggu.
Jadi jangan pernah ke sana.
Baiklah.
Kita harus kembali. Ya.
Jangan ceroboh.
Aku akan istirahatkan kakiku sebentar.
Ya.
Santai saja.
Jalanannya curam. Aduhโฆ
Sini, sini!
Pegangan!
Pegang tanganku!
Ayo, pegang erat!
Kamu baik-baik saja?
Terima kasih.
Bagaimana rasanya?
Lihat apa yang kutemukan.
Pisang hijau?
Sebentar lagi matang.
Aku akan mempercepat proses alam.
Panas mengubah pati menjadi gula.
Coba satu.
Astaga. Luar biasa.
Tak percaya. Renyah dan lembut sekaligus.
Hentikan! Ini belum apa-apa.
Pernah dengar Pruno?
Pruno? Apa itu?
Minuman narapidana agar mabuk.
Kebanyakan fermentasi buah.
Juga dikenal sebagai โtoilet wineโ.
Toilet wine.
Jadi, kamu mau membuat minuman itu?
Sudah kubuat.
Aku sudah mengerjakannya beberapa hari.
Mau mabuk?
Tentu.
Baiklah.
Rasanya enak sekali.
Terima kasih, sayang.
Memanggilku โsayangโ?
Iya, tapiโฆ maaf. Itu nama burungku.
Oh, kamu punya burung.
Ya, aku merindukannya.
Ya, pasti.
Burung yang pintar.
Jadi kamu tinggal sendiri dengan burung.
Maaf.
Aku pernah menikah.
Sungguh? Wah.
Ya, bukan seperti itu. Aku tidak tahu.
Sepuluh tahun.
Jadi cerai, atauโฆ?
Tidak, dia meninggal.
Oh, maaf mendengarnya.
Jangan. Dia bukan orang baik.
Dia tidak tahu cara mencintai.
Ya.
Aku tahu rasanya.
Oh, ya?
Ya.
Orang tuaku pun sama.
Terhadap satu sama lain dan aku.
Ayahku benar-benar asing bagiku.
Aku tidak mengenalnya. Tak bisa menyebut satu hal pun tentangnya.
Aku dibesarkan ibu yang sangat kejam.
Seperti kekerasan. Secara emosional dan fisik.
Ya. Ayahnya pria yang sangat buruk.
Aku mencoba tidak menyalahkannya, tapi itu sulit dilakukan...
untuk tidak membencinya, paham?
Kamu pernah mendengar pepatah...
monster tidak dilahirkan, tapi diciptakan?
Haha.
Ya. Kamu menyebut aku monster.
Tentu, kamu memang monster.
Haha. Ya.
Ya, aku memang begitu.
Setidaknya sekarang kita tahu...
itu bukan sepenuhnya salahmu.
Pernah terpikir meninggalkannya? Suamimu?
Ya.
Setiap malam.
Selama bertahun-tahun.
Hanya terus berharap dia berubah...
dan kembali seperti saat awal mula.
Kamu tahu? Kita hanya membohongi diri.
Sebab tidak ingin sendirian.
Bagaimana dia meninggal?
Kecelakaan mobil.
Dia seorang pemabuk.
Dan, uh...
Aku selalu menyembunyikan kuncinya saat dia benar-benar mabuk.
Lalu suatu malam...
yah, malam itu...
kami bertengkar hebat.
Dia melakukan hal yang keterlaluan.
Hal yang mengerikan.
Bahkan bagi dirinya.
Dia sangat marah dan mengamuk.
Dia mencari kunci mobil itu.
Jadi aku ambil dari tasku.
Meletakkannya di meja.
Membiarkannya pergi.
Menuangkan minuman terakhir untuknya.
Aku tak percaya menceritakan ini.
Tidak apa-apa.
Belum pernah kuceritakan pada siapa pun.
Kamu tahu?
Rasanya kita tak perlu pergi dari sini.
Kamu paham maksudku?
Oh ya.
Oh.
Oh.
Ya Tuhan.
Aduh.
Oh.
Cepat, tutupi apinya!
Kita akan kehilangan segalanya.
Kamu baik saja? Ya. Kita harus pergi.
Ayo cepat!
Masuk ke sini!
Merunduk. Awas langkahmu!
Di sini sangat rendah, hati-hati.
Kita aman sampai badai reda.
Aku kedinginan. Lepas bajumu.
Lepaskan saja.
Hah. Oh.
Baik.
Ke sini.
Di sebelah sini.
Ya, itu cerdas. Oke.
Kamu baik? Ya, sudah mendingan.
Bradley?
Bradley?
Bradley?
Ya.
Kamu bangun pagi sekali.
Ya, aku tidak bisa tidur.
Aku ke kemah dan semua hancur, terseret arus.
Bodoh sekali aku membangun kemah begitu dekat pantai.
Tidak apa-apa. Bangun yang baru.
Ya. Kali ini di tempat yang lebih tinggi, kan?
Ya. Dan aku bisa membantu.
Maksudku, aku sudah makin kuat.
Kita kerjakan bersama.
Aku setuju.
Akan lebih mudah jika aku memakai pisau itu.
Ya.
Sebaiknya kamu belajar melakukannya tanpa alat itu.
Cobalah. Pecahkan sendiri.
Buktikan aku salah. Bukankah kamu pernah bilang begitu padaku?
Ah. Bagus sekali.
Baiklah.
Kakiku mulai kaku.
Aku akan berjalan-jalan sebentar.
Aku akan mencoba mencapai punggungan tinggi hari ini.
Jaraknya cukup jauh.
Ingat, hati-hati dengan sulur berbisa di sisi selatan. Ya.
Tahu tidak? Aku akan ikut.
Tentu.
Aku juga butuh olahraga.
Omong-omong, aku ingin berterima kasih.
Untuk apa?
Untuk semua yang telah kau ajarkan padaku di sini.
Kalau-kalau mereka menemukan kita segera atau semuanya berakhir.
Aku ingin kamu tahu waktuku di sini...
tidak sia-sia.
Ya. Aku pun merasakan hal yang sama.
Boleh aku membuatkan makan malam?
Besok malam?
Agar kamu bisa beristirahat dari dapur. Bagaimana menurutmu?
Itu akan menyenangkan.
Selamat malam, Nyonya. Terima kasih sudah bersantap bersama kami.
Astaga.
Lihat ini! Sebagai pembuka, kami punya salsa mangga...
dengan pelengkap buah gandaria yang baru dipetik.
Dan untuk hidangan utama, ikan putih yang lezat...
kakap asap dengan serai liar dan aroma jeruk.
Luar biasa.
Selamat makan.
Apa kamu sering memasak di rumah?
Tidak. Tidak pernah.
Kami biasanya memesan makanan atau makan di luar.
Sesekali kami memanggil koki pribadi jika ingin suasana mewah.
Itu kamu dan tunanganmu.
Zuri?
Ya, Zuri.
Kamu pasti merindukannya, ya?
Ya.
Kau baik-baik saja?
Aku merasa agak...
pusing, sebenarnya.
Mungkin sebaiknya berbaring.
Ya.
Ah!
Oh!
Aduh... Ah.
Uh.
Oh!
Oh!
Oh!
Apa?
Oohh.
Apa?
Tidaaaaaaaaaaaaak...
Ya! Bangsat kau, Linda!
Tidak, Tidak, Tidak.
Kiri, kanan.
Sialan!
Oh... sayang...
Hueeek....
Hueeek....
Oh... Hueeeek.
Hueek... Bueh.
Ehek..
Huh...
Aku hanya mencoba membuatmu pingsan.
Aku tidak bermaksud... aku bersumpah demi Tuhan.
Aku mencoba.... Cukup.
Aku hanya...
Tidak perlu mengatakannya. Aku percaya padamu.
Aku merasakan sesuatu yang pahit, tapi aku...
Aku tidak ingin berpikir kamu tega melakukan hal semacam itu.
Tapi...
Lagi pula.
Butuh banyak racun untuk membunuh manusia.
Sial.
Lain kali. Aku bisa saja salah.
Kamu mendengarku?
Sst... Sst.
Baiklah. Aku mengerti.
Ini, Ini, ini.
Ayo, pulihkan tenagamu, ya?
Lagi.
Baik.
Bagus.
Ya.
Sekarang, beberapa hal harus berubah.
Tentangmu.
Dan ini tidak akan mudah. Tentu saja.
Aku sudah berpikir...
Cara untuk membuatmu paham.
Kamu mau? Kamu belum makan?
Aku baik-baik saja. Terima kasih.
Kamu yakin? Ya.
Perutku masih terasa mual.
Baiklah.
Aku tahu ini berat bagimu.
Saat tidak memegang kendali.
Kamu tidak terbiasa...
Berada dalam posisi yang...
bisa kita sebut rendah ini.
Wajar jika kamu sulit menerima perintah
atau harus bergantung padaku
untuk bertahan hidup. Paham?
Itu wajar.
Kamu budak dari biologimu sendiri.
Oh!
Merasa aneh, bukan?
Tidak bisa bergerak?
Itu saraf dari gurita cincin biru.
Zat itu menghambat sarafmu.
Aku menangkapnya seminggu lalu.
Aku berharap tidak perlu menggunakannya.
Menyimpannya saja.
Untuk berjaga-jaga.
Rakit buatanmu hebat, aku akui itu.
Kamu memang cepat belajar.
Tapi jika ingin rakit itu kuat...
seharusnya kamu memakai ikatan ganda.
Tapi aku memang belum mengajarkannya.
Sekarang, tenangkan pikiranmu.
Oke?
Racun dari gurita ini tidak mematikan.
Aku berjanji efeknya akan hilang.
Namun kini kamu tak bisa merasa apa pun.
Percayalah padaku...
kamu akan lebih suka seperti ini.
Uh.
Sampai di mana tadi?
Dahulu aku punya seekor anjing.
Anjing yang nakal dan pembangkang.
Selalu saja melarikan diri.
Ayahku bilang... Ini bukan salahnya.
Dia hanya...
perlu "dibenahi".
Ini prosedur medis yang sederhana.
Dahulu budak Mesir pun menjalaninya.
Agar mereka menjadi lebih patuh.
Dan menurut.
Baiklah.
Tidak ada bantuan yang datang.
Inilah kenyataan sekarang.
Kamu harus menerimanya.
Kamu terjebak.
Tanpa kuasa.
Berada di kasta terendah.
Dengan atasan yang menyebalkan.
Sama sepertiku dahulu.
Meski aku yakin...
Aku atasan yang jauh lebih baik darimu.
Kecuali mungkin bagian ini.
Siap?
Baiklah.
Jangan cengeng. Kamu tak butuh ini lagi.
Uh.
Ada pendarahan. Darahnya banyak sekali.
Wah.
Oh.
Tidak apa-apa. Ini cuma tikus.
Lain kali bukan tikus korbannya.
Jangan pernah salah mengartikan... kebaikan atau kelemahanku.
Halo.
Bagaimana kabarmu?
Dua hari kamu diam saja... dasar pemurung.
Aku rela mati demi senyumanmu.
Nah, begitu.
Akan kubuat kamu ceria kembali.
Aku akan pergi mencari...
buah paling segar di pulau ini.
Lalu kubuatkan camilan untukmu.
Kita punya banyak makanan.
Aku siapkan api. Dia pasti kembali.
Halo!
Halo! Sial.
Linda. Ini aku.
Sial!
Ya Tuhan. Kita menemukannya. Aku berhasil. Tak kusangka.
Hai!
Hai. Jangan.
Aku berhasil. Sini!
Ya Tuhan!
Hai! Halo!
Apakah dia selamat? Dia di sini?
Dia di sini?
Ya, dia di sini.
Dia di sini. Dia selamat!
Meski pencarian dihentikan, aku tak pernah menyerah.
Aku tak sanggup menyerah! Kamu hebat sekali!
Aku menyewa kapal motor sendiri.
Dia baik-baik saja? Terluka? Dia baik-baik saja.
Dia sehat. Dia hebat!
Aku tak percaya ini nyata!
Aku tahu!
Tolong bawa aku menemuinya sekarang.
Aku harus menemuinya.
Dia di sini? Ya!
Dia di sini! Jangan ke sana!
Dia di sini!
Bradley, kamu di mana? Haruskah mengikutimu?
Lewat sini?
Haruskah mengikutimu?
Aku perlu mengambil barangku dulu.
Kamu tidak butuh itu lagi.
Maaf. Kamu suka mangga, kan?
Kami punya banyak makanan di kapal.
Oh, lezat!
Enak sekali!
Tinggalkan saja!
Jadi, cuma kalian berdua?
Atau ada tim penyelamat lain?
Cuma kami.
Banyak orang akan senang mengetahui kalian masih hidup.
Begitu kalian siap pulang.
Kamu akan segera kembali ke rumahmu.
Ada jalan pintas di depan sini.
Kamu pasti ingin segera kembali bekerja.
Menemui keluarga dan teman-temanmu.
Menyenangkan.
Kau duluan!
Baiklah.
Ikuti jalannya. Aku di belakangmu.
Zuri! Awas!
Ayo!
Zuri, Zuri.
Tolong, bantu aku!
Ayo. Pegang tanganku.
Linda, tolong kami!
Pegangan ! Bertahan
Tolong aku! Linda!
Tolong kami! Linda!
Makan malam?
Ya.
Ada jejak babi hutan tadi pagi.
Kita sudah lama tidak makan daging.
Setelah badai reda, kita harus berburu.
Aku sedang tidak enak badan.
Aku tak bisa berburu sendiri.
Linda?
Kamu mencoba membunuhku!
Tidak! Kenapa?
Kenapa kamu melakukannya?
Kenapa?
Kenapa kamu harus datang?
Akan kuceritakan semuanya pada Bradley.
Kamu seorang pembunuh. Bukan!
Kamu pembunuh! Bukan!
Sial.
Dari mana saja kamu?
Tidak dari mana-mana.
Masih merasa tidak enak badan?
Ada apa?
Kamu tahu apa yang terjadi.
Sebenarnya aku tidak tahu.
Benarkah?
Aku sungguh tidak tahu.
Apa kamu membunuhnya?
Siapa?
Dia terpeleset.
Aku mencoba membawanya menemuimu.
Lalu dia mendahuluiku.
Kenapa baru bicara? Karena aku sudah tahu.
Kenapa kamu bilang dia meninggalkanku?
Kamu tidak akan percaya padaku!
Kamu benar.
Aku tidak percaya.
Aku tidak percaya padamu.
Itu murni kecelakaan.
Aku bersumpah padamu.
Sama seperti kematian suamimu.
Lepaskan aku!
Kurang ajar kamu!
Tuhan!
Oh!
Sialan!
Punggungku!
Aah!
Aah!
Oh... Haha.
Persetan denganmu, Bradley!
Hei!
Persetan!
Sialan!
Enyahlah kau, Bradley!
Tolong!
Tolong!
Tolong!
Tolong!
Sial.
Apa ada yang lebih baik dari kulkas?
Ada kari beku yang lezat di dalam.
Kamu mencari pisau?
Ya. Sudah kubuang semuanya.
Kecuali satu.
Hai, kawan.
Beri tahu aku, Bradley, bagaimana pisau hanyut ke pantai?
Terkadang kamu lucu sekali.
Mau ke mana kamu?
Oh, itu kamu.
Tempat yang bagus, bukan?
Milik seorang miliarder Wall Street.
Aku langsung mematikan keamanannya.
Orang itu bahkan tidak menyadarinya.
Bradley, ada pengakuan yang kupikirkan.
Maaf harus mengatakan ini, tapi...
Kita bisa saja diselamatkan sejak lama.
Tapi aku belum ingin pergi.
Aku hanya butuh sedikit waktu lagi.
Setelah penjaga pergi, aku menyusup.
Itu sangat mudah.
5 ~ 2 ~ 7 ~ #
Lalu kita berdua sendirian lagi.
Sangat sempurna.
Hanya aku dan kekasih baruku.
Oh, untuk sementara waktu.
Banyak hal terus terjadi.
Bukan berarti aku merencanakannya.
Aku bersumpah padamu.
Aku tidak menginginkan semua ini.
Lepaskan!
Tak kubiarkan kau jatuh. Aku menangkapmu.
Zuri! Zuri! Aku menangkapmu.
Yang kuat Bertahanlah.
Aku memegangmu, Zuri. Sedikit lagi.
Aaah...
Tidaaaaak....
Bradley.
Tidakkah kau bertanya-tanya?
Hanya kita yang berhasil selamat.
Mungkin ini sudah takdir.
Maaf semua harus berakhir begini.
Padahal ini bisa jadi sangat indah.
Tunggu, tolong aku.
Kamu benar. Tolonglah.
Aku bajingan. Aku orang jahat.
Ya.
Aku...
Aku adalah monster.
Aku...... monster!
Sikapku pada semua orang.
Aku... hancur.
Kamu menghancurkanku.
Aku telah berubah.
Sungguh.
Aku bisa merasakannya.
Karena kamu.
Aku...
Aku tahu.
Kamu orang paling luar biasa yang pernah aku kenal.
Kamu merawatku.
Aku mencoba. Kamu berhasil.
Dan kamu mengajariku banyak hal.
Tak pernah ada yang mau mengajariku.
Kamu menyelamatkanku.
Cintamu membuatku merasa sangat luar biasa.
Kita bisa memperbaiki ini.
Apa? Ya.
Aku rasa tidak.
Ya.
Kamu benar. Kita bisa menetap.
Kamu membuktikan kita bisa bertahan.
Semua kebutuhan kita ada di sini.
Ya.
Itulah yang selama ini aku katakan.
Tak ada apa-apa kita di Kota.
Aku ingin bahagia.
Bersamamu di sini.
Hanya kita berdua.
Aku mengerti sekarang.
Bahagia yang sesungguhnya.
Bukan omong kosong belaka.
Kamu ingin kembali ke sana? Mustahil.
Untuk apa kita kembali?
Tak ada apa-apa.
Kita tinggal di sini.
Aku dan kamu.
Selamanya.
Terdengar seperti...
sebuah dongeng.
Aku sangat mencintaimu.
Kenapa kamu mempersulitnya?
Aku memang bodoh.
Maaf aku telah menikammu.
Maafkan aku.
Ya, kamu melakukannya.
Tuhan, aku mencintaimu.
Tidak!
Kenapa kamu gila begini?
Tidak!
Tidak!
Strategi dan perencanaan.
Boom.
Bersama Polly Prairie di Turnamen Golf Selebritas Tahunan ke-19.
Kami bersama penyintas favorit dunia,
Linda Liddle.
Anda tampak hebat hari ini.
Terima kasih, Polly.
Aku mulai menyukai permainan ini.
Linda, sudah hampir setahun sejak dunia mengagumi kisah Anda.
Saat Anda ditemukan terapung di rakit,
satu-satunya penyintas kecelakaan pesawat yang mengerikan itu.
Bagaimana Anda melaluinya?
Tentu itu tidak mudah.
Namun kenangan rekan yang telah tiada...
mendorongku maju untuk bertahan.
Buku terlaris Anda akan difilmkan.
Apa rencana Anda selanjutnya?
Aku pun tidak menyangka.
Aku menulis buku motivasi karena ingin masyarakat tahu satu hal.
Bantuan tidak akan datang.
Jadi, mulailah menyelamatkan dirimu sendiri.
Opensubtitles >> FreePalestina Subdl >> rawe
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.