Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"Film ini diangkat dari kisah cinta sejati."
"Beberapa karakter masih menjalani pernikahannya di kehidupan nyata."
"Demi keselamatan mereka..."
"semua nama di film ini sepenuhnya dibuat-buat."
"Maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi."
"Kin"
- Bicaralah. - Kau masih di rumah?
- Kita mau ke mana? - Pernikahan Beruang Grizzly.
Jadi, hanya dia yang harus ada di sana.
Kau pendamping pengantin prianya!
Tidak apa-apa. Aku akan datang lain kali.
Bangun, Bodoh!
Baik, aku segera ke sana!
Kau sangat terlambat!
Kenapa rapi sekali?
Namanya menghargai diri...
dan kau tak punya itu. Lihat saja dirimu!
Aturan pakaian di undangannya adalah formal dan kasual!
Di mana bagian formalnya? Aku hanya melihat kasualnya!
Kurasa definisi formal dan kasual kita...
berbeda!
Lihat pengantin prianya!
Selamat pagi!
Kau akan menikah hari ini?
Aku tahu. Aku mengacau.
Di mana angpaunya?
- Sudah beres. Tidak dibutuhkan. - Benarkah?
Berikan angpau untuk masuk!
Kau bilang sudah beres?
Benar.
Dan mereka masih meminta angpau!
Bilang saja kita tidak bawa.
Bagaimana caranya?
Kau saja yang beri tahu mereka!
Itu pemerasan, bukan?
Kau tahu? Aku tidak main-main...
Mereka bisa mendengarmu, tahu?
Bukankah kita sudah membahas ini?
Tak ada lelucon pengantin pria, tak ada angpau.
Lelucon dan angpau...
adalah dua kata berbeda...
dan dua hal yang sangat berbeda!
Baik, Kawan-Kawan. Kurasa aku membuat kesalahan.
Ayo, Kawan-Kawan. Kita pasti bisa.
- Patungan! - Ayo!
Apa? Lima ribu delapan ratus dolar untukku?
Itu baru saudaraku.
Itu berlebihan!
Dan kau?
Tentu aku punya hal istimewa untuk saudaraku selama bertahun-tahun.
Apa?
Delapan ratus dolar? Apa aku lelucon bagimu?
Teman-Teman, kita sudah lama berteman baik.
Kau tak bisa mengukur persahabatan dengan uang!
Perkataanmu ada benarnya. Baik, ambil dan masuk.
Kau pikir akan bagaimana? Aku dewa alasan.
Diam.
Berapa yang kau punya?
Kita lihat saja. Ambil ini.
Tidak mungkin!
Dua puluh dolar di hari pernikahanmu?
Aku tak menduga ini!
Itu angka sial. Kalau begitu, kita jadikan 6.800 dolar.
Ini! Ambil!
Memang kita di acara pemakaman? Sekalian saja tambahkan permen buah.
Baiklah, aku akan memberi tambahan 200 dolar!
Bagaimana dengan satu dolar ini?
Simpan untuk hipotekmu, Bodoh!
Terima kasih.
Istriku, aku di sini.
Dahulu, aku sering mengeluh...
tentang hidupku yang menyedihkan.
Sekarang, aku mengerti.
Aku menghabiskan semua keberuntungan dalam hidupku...
untuk menemukanmu.
Kini, aku merasa lengkap.
Mulai sekarang, aku berjanji akan berkomitmen...
dan menjadi pendamping hidupmu...
juga menyayangimu, Jenny.
- Aku sangat terharu. - Aku tidak.
Kau tahu apa soal cinta?
Walau kau memanfaatkan atau menganiayaku, aku tak menyesal.
Aku tak pernah bisa memahami...
pidato-pidato konyol ini.
Benar!
Semuanya omong kosong.
Bahkan tata bahasanya buruk.
Aku penasaran orang bodoh seperti apa yang menulis ini.
Orang bodoh itu aku.
Hei! Kenapa kau berkata begitu?
Kau tak punya rasa hormat?
Maaf, temanku bodoh!
- Semoga kau tak keberatan! - Bukan begitu.
Aku akan menemui teman di sana. Permisi.
Jangan tinggalkan aku di sini!
Aku tahu ini terdengar murahan...
tapi aku menyukainya. Mengandung rasa lokal.
Seperti di film-film Hong Kong, dan itu pantas mendapat dukungan.
Lupakan saja. Kau tak bisa menarik ucapannya.
Maaf, maksudku bukan begitu.
Sebenarnya, aku menemukannya di Google.
Semua pernikahan sama saja.
Semua hanya untuk pamer.
Kau butuh bantuan?
Hai, namaku Kin.
Kau teman Jenny?
Kurasa hanya teman yang bisa menjadi pendamping, bukan?
Tidak juga. Aku kemari untuk Beruang Grizzly...
tapi kami tidak benar-benar berteman.
Kau lucu, ya?
Banyak orang berkata begitu...
tapi sebenarnya aku cukup pemalu.
Seperti sekarang. Ada banyak hal yang ingin kukatakan kepadamu...
tapi aku tidak tahu cara mengatakannya.
Bagaimana jika kau menuliskannya? Aku tidak terburu-buru.
Ada satu.
Kau memakai Chanel No. 5?
Aku bisa menuntutmu atas pelecehan seksual.
Dasar egois!
Maksudku, parfummu tidak cocok untukmu.
Jadi, parfum mana yang cocok denganku?
Yang ini!
Minyak gosok?
- Ayah, minumlah teh ini. - Ayah siapa?
Kita belum menyelesaikan ini!
Hati-hati.
Tampaknya ayahnya tak menyukai Beruang Grizzly.
Aku bisa memahaminya.
Setelah bertahun-tahun...
aku masih tidak menyukainya...
dan beliau adalah ayah mertuanya.
Namun, menuangkan teh memiliki banyak makna.
Mungkin dia ayah tiri Jenny.
Benarkah?
Namun, selama bertahun-tahun mengenal Jenny...
aku tidak pernah tahu ayahnya sudah meninggal.
Kau tahu semuanya?
Mungkin dia tidak pernah memberitahumu.
Maksudku, aku pasti beri tahu dia. Kami sudah lama berteman.
Bagaimana jika Jenny tidak pernah memperlakukanmu sebagai temannya?
Pantas saja dia sangat galak.
Masa lalunya cukup berat.
Beruang Grizzly harus memperlakukan dia dengan baik mulai sekarang.
Kita harus ucapkan simpati...
Maksudku, selamat.
Apa kau punya pacar?
Memang kenapa jika aku punya dan kenapa jika tidak punya?
Bukan apa-apa. Aku hanya ingin tahu apa kau mau punya pacar.
Bagaimana jika sudah punya?
Kalau begitu, aku ingin tahu apa kau mau satu lagi.
- Aku Guy. - Aku Ho-yee.
- Kau senang? - Tentu.
Lebih ke kiri...
Baik, bersiaplah.
Satu, dua, tiga!
Selamat hari jadi!
Hei, kenapa kita tidak ke sini lebih awal?
Aku tidak tahu akan butuh waktu selama ini.
Berapa lama lagi?
Tak lama. Beberapa tiket lagi.
Nomor 60, silakan.
"Nomor 260"
Selamat hari jadi!
Selamat hari jadi.
Aku akan membiarkannya kali ini!
Selamat hari jadi.
"Semua Aku Yang Putuskan"
"Menonton Pertandingan Liverpool di Stadion Anfield"
Aku sangat lapar. Bisa kita makan sekarang?
Ini dia. Bersabarlah.
Selamat hari jadi.
"Liverpool Vs Manchester United"
"Studio Guy"
"Guy dan Yee"
- Selamat hari jadi. - Selamat hari jadi.
Selamat hari jadi!
Kau memang hebat, Guy.
Kau bahkan mengundang kami untuk merayakan hari jadi kalian!
Kau saudara sejati!
Kau juga punya perayaan,
dia akan melahirkan lagi.
Jenny memang hebat.
Hanya lima bulan setelah melahirkan, lihat betapa bugarnya dia!
Seolah-olah dia tidak mengeluarkan seseorang.
Hei, jaga mulut kotormu.
Apa maksudmu kotor?
Seolah-olah dia tidak mengeluarkan seseorang?
Kau membayangkan apa?
Hanya basa-basi. Ya?
Kita tak bisa berkata dia gemuk dan kendur...
setelah melahirkan, bukan?
Dengar dirimu. Kau hanya mencoba membuat Guy terkena masalah!
Kau sangat hina.
Kau menyiratkan bahwa istriku gemuk, bukan?
Hei! Kalian sebaiknya berhenti!
Kau tahu bukan itu maksudku.
Aku tahu siapa yang tulus dan siapa yang hanya menghasut.
Bukankah begitu?
Jenny marah sekarang. Hentikan.
Hei, jaga mulutmu. Jenny tak marah.
Dia hanya mengingat semuanya dengan perasaan benci.
Hentikan. Tutup mulut kalian.
Hei, tutup mulutmu yang kotor dan makan saja!
Bukankah kau menderita artritis? Dan kau makan udang?
Bukan, ini untukmu.
Letakkan ponselmu saat makan malam. Kau sungguh tidak sopan.
Kenapa kau terobsesi denganku?
Aku hanya sedang membaca berita ini.
Rumah seorang pria terbakar...
dia malah selamatkan figur Gundam alih-alih uang tunai 100.000 dolar.
Lihat ini!
Dia lebih memilih menyimpan mainan dan membiarkan uangnya terbakar!
Ini semacam persahabatan pria yang asyik. Kau tak akan mengerti.
Benarkah? Jadi, kau setuju dengannya?
Tidak mungkin.
Aku tidak tertarik dengan mainan.
Saat mendengar dia, aku merasa pusing dan mual.
Ayolah.
Aku mau tanya pada kalian. Rumah kalian terbakar...
dan kalian hanya bisa membawa satu hal.
Apa itu?
Komputerku, di dalamnya ada semua koleksiku.
Beberapa di antaranya klasik!
Maksudku, ada merah muda...
- Minumlah. - Baiklah.
Bagaimana denganmu?
Ponsel dan pengisi dayaku...
atau aku akan kehilangan semua kontak Tinder dan CMB.
Keren. Aku juga pakai aplikasi itu.
Hanya untuk mencari teman bermain. Mau berpesta kapan-kapan?
Walau hanya kau pria yang tersisa di dunia ini...
aku tetap tidak akan memilihmu.
Jika aku satu-satunya pria yang tersisa...
mari kita lihat apakah aku bahkan harus memilihmu.
Hei, Sayang.
Apa yang akan kau pilih?
Aku?
Aku akan mengambil dompetku...
paspor, kunci brankas...
akta kelahiran anak-anak, dan tali pusat mereka.
Bagaimana dengan anak-anak?
Mereka akan bersamamu, bukan?
Tentu saja mereka bersamaku. Benar, bukan?
Istriku ingin aku menjaga anak, dan itu yang akan kulakukan.
Aku akan mengambil fotoku. Itu berharga bagiku.
Kurasa kenangan harus dijaga, bukan?
Benar. Berarti, aku hanya punya satu pilihan.
Aku hanya perlu bilang, "Aku akan membawa dia."
Jadi, kau memang yang paling hebat!
Hebat, Guy!
Kau bisa sedikit lebih dramatis.
Semuanya dapat dibuang karena mereka hanya barang...
selama kau aman.
Jawaban terbaik...
dan tekadmu untuk hidup sangat kuat.
Kau bisa mengatakannya dengan sedikit lebih halus.
Istriku, sudah jelas dia tidak serius.
Bagaimana kau bisa bilang begitu? Kau kerasukan?
Aku tidak mau bicara denganmu.
Aku butuh udara segar.
Ayo.
Ada orang baru di Universal. Nomor 88.
Bilang Pak Kwan yang menyuruhmu, dan kau akan dapat diskon 20 persen.
- Pak Kwan itu siapa? - Aku.
Sejak kapan kau menjadi Pak Kwan?
Saat aku bersenang-senang.
Tak ada yang pakai nama asli di panti pijat, bukan?
Namun, aku hanya menjadi Pak Kwan di Universal.
Aku adalah Pak Cheung di Oasis. Kalian harus ingat itu!
Kau sudah menikah, Sobat. Jangan pergi ke sana.
Koreksi.
Dia mulai pergi ke sana setelah menikah.
Kau tak apa-apa, Beruang Grizzly?
Aku mengkhawatirkan Vincent. Dia akan menikah.
Vincent? Vincent yang suka pesta seks?
Kukira dia tak bisa berkomitmen. Ada apa dengannya?
Kudengar pacarnya hamil.
Dasar bodoh. Itu jelas pantangan.
Kurasa dia juga tak mengharapkan itu.
Benar. Beruang Grizzly pasti tahu rasanya.
Terima kasih!
- Hei, dia yang mulai, bukan aku. - Maafkan aku...
- Dia tidak bermaksud begitu. - Baiklah!
Kau melihat dirimu sendiri tadi...
- saat Guy memilihmu? - Kau sungguh terangsang.
Tidak!
Dia hanya berakting, tapi kau memercayai omong kosong itu.
Sejujurnya, aku cukup bisa memercayainya.
Lihat pasanganku.
Pasanganku selalu berakting.
Aku tak tahu apa yang nyata.
Dia tidak perlu tahu itu sungguhan atau tidak!
Ini kesempatan terakhirnya untuk menjalin hubungan...
apa lagi yang dia inginkan? Hidupku juga?
Kau bilang dirimu mencintainya saat menikah...
dan tidak bisa hidup tanpanya.
Kau baru bicara sekarang?
Kalian sudah menduganya. Seharusnya peringatkan aku!
Kau bilang ingin cinta yang keras seolah tak ada hari esok.
Jadi, kami pikir kau sudah menemukannya!
Sekarang, aku tak pernah tidur dan berpikir akan ada hari esok!
Relakan saja, Kawan.
Sepertinya kau harus menerima bahwa kau terlalu patuh!
Kurasa Jenny membuatmu tetap terkendali.
Itu cinta sejati.
Tunggu sebentar.
Itu bukan hanya omongan manis.
Dia serius denganku.
Serius denganmu? Apa dia pernah membicarakan pernikahan?
Ya, kami sudah mendiskusikannya.
Kami ingin membangun karier lebih dahulu.
Itu bukan diskusi. Itu namanya ditipu.
Membangun karier lebih dahulu?
Akan lebih cepat tercapai jika kau meminta perdamaian dunia!
Kau harus menunggu sampai kapan?
Kalau begitu, tunggu saja!
Kau tak bisa memiliki dua hal baik...
- di saat yang bersamaan. - Benar.
Aku yakin Ho-yee orangnya.
Aku merasa aman dengannya.
Aku ingin menghabiskan hidupku bersamanya.
Kawan, kehidupan dan kegiatan liar...
adalah dua hal yang sangat berbeda.
Kenapa harus ada dalam segala hal?
Tidak ada kegiatan liar, berarti tidak ada gairah dalam hidup.
Kalau begitu, kenapa kalian bersama?
Itu artinya kalian hanya teman sekamar!
Apa dia membayar tagihan?
Hei, ada apa dengan kalian?
Tak ada WiFi gratis. Harganya mahal.
Jangan tertawa! Kami serius!
Ya, bagaimana kau bisa mengatakan hal seperti ini?
Biar kuberi tahu sesuatu. Wanita itu seperti kokaina.
Pada awalnya, dia membuatmu teler.
Namun, dia akan menjerumuskanmu mengubahmu setelah beberapa saat...
tapi kau akan makin menginginkannya.
Sampai suatu hari, saat kau bercermin...
kau tidak akan...
mengenali dirimu lagi.
Namun, kenapa aku...
Tenang.
Apa aku tegang tadi?
Sedikit.
Biar kuberi tahu, Guy.
Tunda pernikahan itu selama mungkin, ya?
Baiklah, aku tahu.
Lebih keras!
Aku tahu!
Baik!
Jangan khawatir.
Aku punya batasan.
Aku selalu memberi tahu dia...
utntuk tidak memperbaiki sesuatu yang tidak rusak...
atau kau akan merusaknya.
Maksudku, jika suatu hubungan berhasil...
kenapa harus diperbaiki?
Aku kenal banyak gadis sepertimu.
Mereka berkencan bertahun-tahun.
Si pria tak melakukan apa-apa, sementara si gadis diam saja.
Entah bagaimana, mereka terbiasa.
Lalu mereka putus.
Aku tidak akan putus dengannya.
Kami sudah bertahun-tahun berpacaran.
Dia tidak akan bisa menerimanya.
Minumlah.
Sebenarnya, semua pria sama.
Aku tahu. Mereka suka bibir kita.
Apa? Apa aku salah?
Semua pria yang kukenal...
Makin tua seorang pria, mereka makin tak tahu apa keinginannya!
Itu sebabnya di momen penting ini...
mereka butuh para wanita untuk memberi tahu mereka...
soal apa yang mereka butuhkan dan lakukan.
Sebelum kau memutuskan...
bertanyalah pada dirimu sendiri.
Apa dia benar-benar cinta sejatimu?
Kita punya keranjang cucian.
Selamat datang di Old Trafford.
Ini Derbi Manchester ke-179.
Manchester United melawan Manchester City...
Mari...
Sekarang?
Namun, pertandingannya akan dimulai.
Bagaimana kalau setelah paruh waktu?
Tidak. Aku mau sekarang.
Kau tidak bisa menunggu 45 menit saja, ya?
Itulah aku.
Baiklah. Kau yang meminta.
Kau gadis yang sangat nakal...
dan kau harus dihukum.
Katakan!
Apa maumu?
Ini takdir!
Kalau tidak ada kondom, tidak boleh lanjut.
- Kau boleh melakukannya tanpa itu. - Tidak akan.
Sekali saja? Aku beri keringanan.
- Aku tidak keberatan. - Namun, aku keberatan.
Datanglah ke kelas biologi, Muttchester!
Berhentilah menggodaku. Ini Manchester.
Kenapa kau khawatir?
Wasitnya adalah pilihanmu...
dan asisten wasit videonya juga memihakmu.
Itu kemenangan yang pasti, bukan?
Bagaimana kalau kita mulai kelas biologinya?
Aku tahu itu benar.
Namun, lihat.
Hari ini ada Lingard. Ada sesuatu.
Hei, kembalikan!
Ini Derbi Manchester ke-179! Kembalikan!
Lebih penting aku atau pertandingan itu?
Lebih penting aku atau kelas biologi ini?
Pertanyaanmu tak masuk akal.
Sama seperti pertanyaanmu.
Jadi, ini salahku?
Jangan coba-coba!
Tidak ada benar atau salah.
Kau tidak stabil sekarang.
Tenangkan dirimu dan aku akan pikirkan apa yang baru saja terjadi.
Sampai jumpa 90 menit lagi! Sampai jumpa!
Semoga kau kalah, Muttchester!
Tutup mulutmu.
Ini waktu tidur kerajaan.
Pengambilan sudutnya sudah cukup banyak.
Aku bisa menemukan lebih banyak.
Aku yakin...
Derbi Manchester memiliki lebih banyak sudut, bukan?
Ayolah, Cerewet.
Aku sudah memaafkanmu, Sayang.
Namun, aku tidak bisa melupakannya begitu saja.
Jangan cemaskan sarapan. Ikutlah denganku.
Kenapa?
- Ayolah. - Ada apa?
Ikut saja.
Duduklah.
Duduk saja.
Selamat hari jadi.
Apa ini?
Kita sudah merayakannya bersama teman-teman kami kemarin.
Jika kau tidak mendapat hadiah hari ini...
aku tidak bisa memaafkan diriku.
Lampu?
Ya.
Ada maksudnya ini?
Ini bukan lampu biasa.
Penjualannya bilang tidak peduli seberapa jauh jaraknya...
bahkan jika ada di ujung dunia...
keduanya akan tetap terhubung.
Sama seperti kita.
Sejauh apa pun jaraknya dan apa pun situasinya...
hati kita terhubung.
Lihat, Kin.
Jika punyaku menyala, punyamu juga.
Jika punyamu menyala, punyaku juga.
Benar.
Namun, harganya mahal...
jadi, jika aku tak bisa nyalakan, dia yang akan menyalakanku.
Jadi, kau menyukainya?
Cukup bagus.
Apa aku akan dapat senyuman?
Kau melakukan ini setiap kali aku kesal.
Kau menjadikannya lelucon!
Kalau begitu, aku tidak akan membuat lelucon lain kali.
Aku hanya akan membuatmu kesal, ya?
Coba saja!
Sungguh? Aku tidak sabar.
Aku belum pernah mencobanya.
Aku siap sekarang!
Kau gila.
Ayo!
Bau apa itu?
Sarapanku!
Haver dan daging spam? Ini baru.
Tidak suka? Tak apa kalau mau kelaparan.
Hei, bukan itu maksudku. Ini sangat sehat.
Enak sekali!
Cobalah! Terima kasih!
Bagaimana caramu membuatnya? Ajari aku.
Ini hadiahmu.
Ada hadiah juga? Kau yang terbaik.
Dari mana kau mendapatkan ini?
Aku memohon kepada seorang kolektor Jepang...
lama sekali demi ini.
Kenapa? Kau tidak menyukainya?
Kenapa kau berpikir begitu?
Kau hebat. Aku menyukainya.
Terima kasih.
Saat ini, sedang ada diskon untuk kursus mengemudi.
Kenapa tiba-tiba membahas ini?
Mobil pribadi berbeda dengan motor.
Aku tahu keduanya berbeda.
Satu punya empat roda, satu lagi punya dua roda.
Benar sekali!
Benar. Jadi, untuk apa mobil pribadi itu?
Kau tidak mengerti?
Apa yang harus dimengerti jika kau tidak mengatakan apa pun?
Lupakan saja. Aku mau bersiap untuk bekerja.
Hei, Guy! Cepatlah!
Kenapa kau meneleponku? Apa yang kau butuhkan?
Jaga Elise untukku, ya?
Aku ada rapat di Makau.
Kau tak punya janji rapat. Kau hanya ingin berfoya-foya!
Kau memang saudara sejati.
Hentikan semua omong kosong itu.
Namun, kau baru saja ke Makau pekan lalu.
Aku tahu.
Selama sepekan penuh...
aku belum pernah berhasil sekali pun.
Ada apa denganmu?
Kau lebih suka melakukannya sendiri daripada dengan Jenny?
Dan membiarkan dia bersenang-senang?
Kau tak akan mengerti. Kau belum menikah.
Aku tak paham. Kenapa kau ingin pergi ke Makau sekarang...
dengan sisa waktu kurang dari satu jam?
- Kamar bertema cinta. - Kamar bertema cinta?
Pramugari, perawat, sekretaris, bahkan pencuci mobil!
Pencuci mobil?
- Bagaimana caranya? - Kau jadi mobil yang dicuci.
Ayolah.
Aku akan naik helikopter, lalu kembali sebelum makan malam.
Kau pasti bercanda.
Ini berlebihan, Beruang Grizzly.
Kau benar.
Selalu terasa berlebiihan jika dibandingkan dengan Jenny.
Benar.
Jangan lama-lama, ya?
Terima kasih, Guy.
Elise, jangan nakal, ya?
Ayah akan segera kembali. Jangan mengamuk. Ya?
Bersikaplah dengan cerdas.
Elise yang malang.
Ayahmu lebih suka bersenang-senang daripada bersamamu.
Itu motorku!
Beraninya kau, Gray Bersen!
Nenek ahli sihir.
Kalian bertanya kenapa Beruang Grizzly sangat patuh?
Semuanya karena ramuan khusus Nenek.
- Itu gila! - Luar biasa!
Aku sudah mengenalnya selama 30 tahun.
Aku pasti tahu.
Hanya kalian berdua yang memercayainya.
Anak yang tak tahu terima kasih. Jangan mengejek jika tidak percaya.
Penyihir dan tanaman itu penting, tapi kau tak bisa memahaminya.
Ini. Pagi dan malam. Masing-masing satu dosis.
Aku paham.
Nenek, air apa ini?
Teh obat. Mengeluarkan nafsu dari tubuh pria...
dan dia akan menjadi domba agar tidak berkeliaran.
Ini. Terima kasih, Nenek.
Sayang, kau dan Guy sedang punya masalah?
Apa yang Nenek lakukan?
- Bagaimana Nenek bisa tahu? - Benar, bukan?
Karena Jenny memberi tahu Nenek.
Dia menghadiahkan...
formulir pendaftaran kursus mengemudi untuk Guy...
tapi dia benar-benar tak memahaminya.
Apa maksudnya? Aku tidak mengerti.
Motor untuk dua orang, mobil pribadi untuk keluarga!
Mobil pribadi juga bisa dinaiki dua orang, bukan?
Namun, jelas sepeda motor jelas tidak bisa menampung lebih dari itu!
Namun, Guy hanya memikirkan dirinya sendiri.
Tadi pagi, saat di sepeda motor dia bilang...
- aku membuatnya lambat. - Bisa-bisanya.
Guy bercita-cita tinggi, tapi gajinya kecil.
Sejujurnya, dia juga agak murahan.
Setidaknya dia tampan.
Indah untuk dilihat.
Nenek seharusnya membelaku.
Nenek membela akal sehat.
Nenek, apa itu ada dalam ramalan?
Apa mereka akan menikah?
Kapan terakhir kali kalian bercinta?
Bukankah itu agak blak-blakan, Nenek?
Baiklah, Nenek akan memperhalus kata-katanya.
Kapan kali terakhir kali kalian...
melakukan perbuatan itu?
Tepat setelah kami mengunjungi Nenek saat Tahun Baru Imlek.
Sekarang sudah akhir tahun, Sayang.
Bagaimana kau bisa tahan?
Pernikahan akan segera tiba...
jika kau yang mengambil kendali.
Jika tidak, tak akan terjadi.
Nenek membuat sup. Kalian harus makan malam di sini.
- Terima kasih, Nek. - Tentu saja, Nek.
Nenek hanya mendengar omong kosong.
Nenek tak bisa menakutiku.
Jika tidak percaya takdir, setidaknya tubuhmu jujur.
Jika tidak memercayai nenekmu, kau bisa memercayai dirimu sendiri.
Mungkin hanya karena ada pertandingan semalam.
Akan kucoba beberapa hari lagi.
Kau bisa kalah dari Netflix dan PS4.
Bangunlah, Nona.
Kau tidak menyadarinya?
Kau harus membuat hubunganmu tetap terasa baru.
Benar. Seperti permen karet baru.
Rasanya manis dan berair dalam beberapa gigitan pertama.
Namun, jika rasanya mulai hilang...
kau akan memuntahkannya.
Analoginya sudah cukup.
Beri aku sesuatu yang bisa kugunakan!
Dasar tidak berguna. Aku harus selalu mengurusimu.
Ini bukan sepenuhnya salahku.
Di sana, tertulis, "Dilarang Parkir."
Namun, kau tetap parkir.
Salahmu sendiri.
Itu tidak akan pernah terjadi...
jika kau bisa menahan nafsumu!
Tenang, Kawan.
Lebih berhati-hatilah lain kali.
Katakan itu kepada dirimu sendiri.
Jika Jenny tahu, tamatlah kau.
Dia tak akan tahu.
Jika tahu aturannya, kau akan bermain seumur hidup.
Lihat. Aku mengantar Elise untuk disuntik...
lalu membelikan camilan favorit Jenny.
Poinnya besar, Bung!
Bagus. Genius.
Aku takjub dengan alasanmu.
Aku dewa alasan.
Terserah, Bung.
Hei, istriku dalam perjalanan pulang.
Aku harus kembali sebelum dia.
Ayo, Elise.
Hei, Guy. Kita bicara lagi nanti.
Ayo, Elise.
Poinnya besar, Bung!
Elise, kita harus segera pulang, ya?
Ibu datang. Ayo.
Ayah!
Ayah!
Hei, Sayang. Kau bersenang-senang?
Ya!
Bagus. Sekarang, bersenang-senang lagi saja.
Baik!
- Kapan kau datang? - Belum lama.
Kau cukup berkeringat, bukan?
Aku senang kau kembali, Sayang.
Seberapa senang?
Aku ingin mengadakan kelas biologi sekarang.
Kau akan ikut denganku, Nona Jenny?
"Toko Roti Gwong"
Enak? Kau suka?
Seperti yang kuingat.
Tentu saja. Langsung dari Makau.
Kau pergi ke Makau?
Makau? Tidak.
Kau bilang ini langsung dari Makau.
Ya. Aku ke Makau hari ini.
Kau baru saja bilang tidak.
Aku berjanji kepada Guy tak akan mengatakan apa pun...
tapi dia sedang punya masalah dengan Ho-yee.
Jadi, aku pergi ke kasino di Makau bersamanya.
Maksudku, Ho-yee adalah sahabatmu.
Jadi, aku ingin menghiburnya.
Benarkah? Ho-yee tak bilang apa-apa.
Tentu saja.
Sayang, tidak semua orang semanis kita.
Rahasiakan ini, ya? Jangan beri tahu Ho-yee.
Baiklah.
Aku akan mandi sekarang.
Kembali ke sini.
Ada apa, Sayang?
Kau naik feri apa? Jawab aku sekarang.
Feri pukul 17.30.
- Kasino mana? - Lisboa.
- Di sana selama? - Dua jam.
- Menang atau kalah? - Menang 500 dolar!
- Telepon Guy. - Tentu saja!
Ada apa lagi? Hari ini belum cukup?
Halo, Guy-guy!
Aku sudah memikirkan bahwa dari kita bertiga...
aku yang paling lemah.
Kita butuh Kode Pria.
Jika ini diaktifkan...
maka aku dalam bahaya besar.
- Guy-guy? - Ya!
Ya, kau suka saat kupanggil dengan nama ini, bukan?
Ya, Beruang!
Apa yang ingin kau katakan?
Beri tahu aku pelan-pelan, ya? Ingatanku sangat buruk.
Tidak masalah. Aku hanya ingin bertanya...
apa kau suka bakso ikan bumbu kari yang kubelikan kemarin?
Bakso ikan bumbu kari?
Apa?
"Bakso Ikan Bumbu Kari Berarti Kasino Lisboa"
Bakso ikan bumbu kari? Tentu saja.
Aku senang sekali!
Kita pergi ke mana hari ini?
Kasino Lisboa. Kita pergi untuk bermain sebanyak satu atau dua kali.
Benar!
Waktunya.
Pukul berapa kita pergi?
Kita makan roti nanas sebelum pergi, bukan?
"Roti Nanas Artinya Pukul 17.30"
Kau mengantar Elise untuk disuntik pukul 15.30...
lalu aku bergabung sepulang kerja dan naik feri pukul 17.30 ke Makau.
Lima bintang!
Dermaga mana?
Kita kembali dari dermaga mana?
Yang menjualslushie kacang merah.
Hei!
Saudaraku, ada apa?
Ada apa, Saudaraku?
Slushie kacang merah yang kau belikan untukku tidak enak.
Ada apa dengan slushie kacang merahmu?
- Pudar. - Pudar?
Ada minuman lain untukku?
Hanya itu yang kupunya!
Tunggu!
Koneksinya sangat buruk. Panggilannya tertunda.
Halo, ada apa?
Kin, kita dalam masalah besar!
Beruang Grizzly disandera Jenny!
Dia di saluran lain!
Dia mengaktifkan Kode Pria! Kau harus membantuku memecahkannya!
Tunggu sebentar! Aku harus pergi sekarang!
Aku bertanya soal dermaga. Apa maksudslushie itu?
Kau dengar aku. Aku bertanya padanya...
Dia bahkan tidak bisa memberitahumu detailnya.
- Kau bilang kalian pergi bersama! - Bukannya dia tidak bisa!
Dia hanya belum mengatakannya, Sayang!
Kenapa kau berbasa-basi untuk sesuatu yang memang terjadi?
Tentu saja. Itu lebih wajar daripada dugaanmu.
Contohnya?
Seperti, "Kau mencintaiku, Sayang?"
Ada apa denganmu?
Jawab aku, Sayang!
Omong kosong.
Lihat. Kau mencintaiku, tapi juga tak bisa menjawabku.
Jika Guy tak bisa jawab, kau dalam masalah besar.
Guy, aku menemukannya.
Aku tahu artinya.
Beruang, kau masih di sana?
Hei.
Kau mengantar Elise untuk disuntik pukul 15.30.
Aku pulang kerja pukul 17.30, lalu naik feri ke Makau denganmu.
Setelah itu, kau berjudi di Lisboa Casino selama dua jam...
serta memenangkan 500 dolar.
Jadi, kita naik feri pukul 20.00...
dari Dermaga Taipa untuk kembali ke Hong Kong.
Kau benar!
Tentu saja, karena semua yang kukatakan benar.
Beruang sangat beruntung...
memiliki saudara yang hebat sepertimu, Guy-guy.
Guy-guy juga berpikir begitu.
Namun, mulai sekarang, tolong jangan pernah menghubungiku lagi...
untuk hal seperti ini.
Aku tahu.
Dan aku tak akan lagi melakukannya.
Terima kasih atas waktumu.
- Selamat malam dan mimpi indah. - Sampai jumpa.
Maafkan aku!
Muttchester!
Kau sudah selesai?
Namun, itu lucu sekali.
Tari tiang? Lalu tiangnya jatuh.
Hei, jaga ucapanmu. Dia pacarku.
Pria ini bisa merasa malu.
Namun, kau membiarkannya jatuh...
dasar bodoh.
Tiangnya langsung jatuh ke arahku.
Aku hanya punya setengah detik untuk bereaksi.
Ho-yee akan melupakannya.
Aku akan membelikan sup...
dan mi favoritnya...
dan camilan kesukaannya juga!
Ini akan menjadi malam yang penuh permintaan maaf.
Tidak. Jangan asal meminta maaf.
Deja-vu.
Semua ini deja-vu.
Istriku juga pernah melakukan tari tiang.
Awalnya, kupikir aku pria paling beruntung di dunia.
Ternyata, aku bodoh. Itu semua tipuan.
Aku menidurinya. Kini, aku tak bisa diharapkan.
Kau bercanda? Kau memang bodoh.
Aku baru saja bilang bahwa aku bodoh. Tak perlu diulangi.
Itu tidak sama.
Saat kau bilang dirimu bodoh, kau yang mengatakannya.
Namun, saat kubilang kau bodoh, aku yang mengatakannya!
- Apa bedanya? - Itu sangat jelas.
Saat kau bilang dirimu bodoh, kau mungkin tidak bodoh.
Namun, saat kami bilang kau bodoh, maka itu benar.
- Begitu, ya? - Tentu saja.
Bukan hanya kau yang ada di dunia ini.
Kau tidak bisa menyatakan bahwa kau bodoh.
Kau harus dinyatakan bodoh oleh orang lain.
Baiklah, aku akan membiarkanmu kali ini.
Apa maksudmu kau akan membiarkanku?
Aku dewa alasan. Seperti biasanya.
"Kota Persahabatan"
"Dari Jenny"
"Sayang, jangan pulang terlalu larut."
"Beruang Grizzly Mengetik"
"Tentu saja, Gadis Bodoh!"
Apa?
Kenapa kau memanggil istrimu dengan sebutan bodoh?
Hei! Bagaimana kalian tahu aku sedang memikirkan itu?
Karena yang kau pikirkan baru saja kau tulis.
Hei!
Aku tidak... Maksudku gadis konyol!
Koreksi otomatis yang buruk!
Aku yakin tadi mengetik "gadis konyol".
Koreksi otomatisnya buruk!
Habislah aku sekarang! Selamatkan aku!
Kau dalam masalah besar! Tertulis, "Jenny mengetik!"
Kau harus membalas sebelum Jenny...
atau kau akan menjadi mayat beruang!
- Tidak. - Tulislah!
Ya!
"Maaf, maksudku konyol."
- Bukan itu. - Ayo.
Kirim!
"Benarkah?"
"Maaf, maksudku gadis konyol."
Semua akan baik-baik saja.
Baiklah! Jenny bilang, "Baiklah!"
"Baiklah."
Tidak apa-apa!
- Aku mau pingsan. - Syukurlah!
- Sudah berakhir. - Astaga. Aku takut.
Omong-omong...
Maksudmu, aku berada dalam zona bahaya?
Baiklah, mari kita pikirkan ini. Aku punya ide.
Kau bisa mengunduh mantra Buddha.
Tak ada Alkitab...
yang dapat dipakai untuk orang seperti Guy.
Benar.
Namun, baru-baru ini, aku membaca buku tentang hipnosis.
- Kau harus membacanya. - Coba kulihat.
"Jangkar, Ditulis oleh Anselm Chan"
Hipnosis?
Ini buku kekinian, bukan?
Kau orang yang skeptis, ya? Biar kutunjukkan.
Aku tak suka itu.
Jangan ikut campur.
Ayolah.
Baiklah, tutup matamu dan fokus.
Lalu lemaskan tubuhmu.
Bagaimana aku bisa fokus dan santai?
Dengarkan saja kami jika kau meminta bantuan.
Kita mulai lagi.
Sekarang, pikirkan Ho-yee...
lalu pikirkan seseorang yang paling kau benci.
Ho-yee, lalu seseorang yang kau benci.
Ho-yee, lalu seseorang yang kau benci...
Ho-yee, lalu seseorang yang kau benci...
Ho-yee...
Sekarang, bangun.
- Itu saja? - Itu saja.
Luar biasa. Kau bahkan tak gelisah saat berbohong.
Kau tidak tahu apa-apa, ya?
Jika Ho-yee mencoba merayumu lagi...
tapi kau tidak mau tertipu...
teriakkan saja, "Bangun sekarang!"
Hipnosisnya akan memengaruhimu.
Baiklah. Bangun sekarang.
Itu tak berhasil.
Sudah kubilang ini berhasil.
- Semua orang bilang begitu. - Kenapa kau tidak memercayaiku?
Baiklah, sudah cukup. Jangan bilang begitu tentang yang lain.
Bangun sekarang!
Hai, Pak.
Ada apa denganmu?
Ini penerbangan bebas rokok. Dilarang merokok di sini.
Kenapa kau berpakaian seperti ini?
Berapa koper yang Anda bawa?
Aku tidak bawa apa-apa.
Bagaimana bisa Anda bepergian tanpa koper?
Baiklah.
Ini dia. Terima kasih.
Tentu saja!
Taruh di sana.
Hati-hati.
Baik, Pak.
Tersenyumlah. Ayo.
Aku mau pelantang telinga. Aku ingin main gim video.
Baiklah.
Pak.
- Aku mau pelantang telinga. - Kami tidak punya.
- Silakan makan lebih dahulu. - Aku tidak lapar.
Kalau begitu, minumlah.
Baiklah, apa yang kalian punya?
Kami punya kopi, teh.
- Atau Anda menginginkanku? - Aku pesan soda. Terima kasih.
Tidak ada.
Antara kopi, teh, atau aku!
Tidak, terima kasih.
Anda harus memilih satu.
Aku pesan sebotol air. Terima kasih.
Kenapa tak bilang dari tadi?
Air.
Ada turbulensi mendadak.
Apa yang kau lakukan?
Apa yang terjadi?
Maafkan aku, Pak!
Ini salahku!
Jangan khawatir. Mohon lepas celana Anda.
Aku bantu keringkan! Biar aku saja!
- Jangan! Menjauhlah dariku! - Kita harus keringkan celana Anda!
Bangun sekarang!
Ada apa?
Pak?
Bangun sekarang!
Orang-orang yang paling kubenci adalah kalian berdua!
- Anda menyukainya? - Anda puas?
- Ada apa, Pak? - Menjauhlah dariku!
Jangan kemari!
- Ada apa, Pak? - Kuperingatkan kau!
- Ini semua salahku! - Menjauhlah!
- Kita harus keringkan celana Anda! - Pergi dari sini!
Kubilang bangun!
Biar kubantu.
Tak akan kubiarkan!
Jangan seperti ini!
Kalau maju selangkah lagi, aku akan...
Lepaskan!
Diam dan jangan mendekat!
Lepaskan!
Aku bisa menghajar kalian!
Katakan apa maumu, Guy!
Ayo!
Biar kubantu.
Tenanglah!
- Hei, itu sakit! - Kasihan.
Ini tidak terlihat bagus.
Lain kali, tak perlu memanggil ambulans.
Panggil saja truk pembawa mayat.
Aku tidak percaya dia benci bermain peran.
Maksudku, aku berakting sebagai pramugari!
Pikirkanlah.
Bukankah itu impian setiap pria?
Benar, bukan?
Tunggu.
Kurasa mereka merencanakan sesuatu.
Beruang Grizzly, ya?
Pasti begitu.
Kau punya apa lagi?
Ini.
Itu licik.
Namun, aku menyukainya.
Kapan lagi kau haid?
Kurasa sepekan lagi.
Aku hanya tertarik mengikuti kelas biologi bersamanya...
bukan benar-benar membuat bayi.
Pikirkanlah. Kau kenal Guy.
Jika kau hamil, dia pasti akan menikahimu.
Benar!
Wanita tak suka pria yang bercinta tanpa kondom, lalu pergi.
Bagimu, artinya bercinta tanpa kondom dan menikah.
Benar!
Kita hanya perlu memanfaatkan itu.
- Benar, bukan? - Benar.
- Pada akhirnya, dia yang menang. - Benar.
Sepertinya harus dengan cara kasar.
Itu Beruang Grizzly?
Biar kutangani. Pulanglah.
Dia tidak akan bisa meninggalkan rumah ini.
Kena kau!
Sayang.
Jika aku menemukanmu, hidupmu akan tamat.
Sayang!
Kau di sini?
Aku akan masuk!
Para wanita punya pil. Aku tak bisa menemui kalian.
Guy-guy, hati-hati!
Kinny, kau harus menyelamatkan Guy-guy!
Aku dalam bahaya sekarang.
- Kena kau! - Namun, kau...
"Ditekan dan Dicambuk"
"Beruang Grizzly Telah Meninggalkan Percakapan"
"Kini, Kau Menjadi Administrator"
Memberi tahu mereka, ya?
Hari yang bahagia. Dasar kejam.
Aku tidak akan pernah menyerah!
Karma akan membalasmu!
Aku mungkin tidak tahu kapan karma akan mendatangiku...
tapi kiamatmu baru tiba.
Sayang! Aku mencintaimu!
Guy, Beruang Grizzly mengirimkan sebuah klip.
Aku sudah melihatnya.
- Kau tidak boleh pulang. - Tentu saja tidak bisa.
Karena aku sudah di rumah.
Masih menelepon?
Ayo, makan supnya selagi panas.
Jadi, bagaimana rasanya?
Enak sekali.
Tentu saja enak. Langsung dari kalengnya.
Banyak sekali makanannya. Ada perayaan apa?
Sesuatu yang istimewa.
Kau sibuk apa belakangan ini?
Sibuk sekali.
Ada proyek dengan kesepakatan yang bagus.
Tawaran yang tak bisa ditolak klien...
tapi dia tak bisa memutuskan dan terus jual mahal.
Mungkin itu bukan kesepakatan bagus.
Bukan soal itu.
Namun, dia klien jangka panjang yang membuatmu terikat.
Jadi, kami rapat hari ini untuk mencari solusi.
Silakan.
Kau mau kentang tumbuk?
Tidak, terima kasih.
Makanlah. Ini enak sekali.
Jadi, kesepakatannya sudah beres?
Belum, tapi akan segera beres.
Kenapa kau tidak makan?
Agak kering. Aku mau minum.
Aku sudah membawakan ini.
Minuman bersoda? Terlalu banyak gulanya.
Aku akan minum air saja.
Jika itu maumu.
Hei, Kinny. Aku tidak tahan lagi.
Di mana kau?
Apa maumu? Jangan coba-coba.
Aku tidak main-main denganmu sekarang.
Aku ingin membuat kesepakatan.
Aku tidak mau membuat kesepakatan!
Mari kita perjelas.
Jangan ganggu Guy malam ini...
dan aku akan melakukan apa pun yang kau inginkan.
Sungguh?
Aku tidak pernah bermain-main.
Lima tahun.
Aku sudah menunggu kesempatan ini selama lima tahun.
Guy.
Maafkan aku.
Sebenarnya, dia sudah cukup dewasa.
Sudah saatnya dia menjadi kepala keluarga.
Kau melakukan hal yang tepat.
Hei, berjanjilah...
kau tidak akan memukul wajahku, ya?
Jadi, aku boleh memukul apa?
Kau gadis nakal yang ingin duduk di barisan terpidana mati, ya?
Kalau begitu, aku bisa duduk di mana pun yang kau mau malam ini.
Hei, jangan pernah meremehkanku!
Kau yang memintanya...
dan kau dihukum karena nakal!
Kinny, tolong aku.
Aku sangat tegang.
Ada apa denganmu?
Ada apa di bawah sana?
Apa yang kau lakukan terhadap air dalam botol itu?
Kau memberinya obat!
Lalu kenapa?
Kau keterlaluan.
Katakan saja kau menginginkannya.
Aku di sini, Sayang.
Tidak!
Menyerahlah.
Jika ditahan lebih lama lagi, kau akan sakit.
Lebih baik aku meledak daripada menyerah!
Tidak akan pernah!
Benarkah?
Menjauhlah dariku!
Dengar.
Keluarkan saja saat masih bisa.
Ini kesempatan terakhirmu.
Tidak akan!
Tidak akan?
Kau jahat!
Tidak.
Tolong lepaskan aku. Kumohon.
Hei, kehabisan stok lagi!
Ini takdir.
Kita harus melakukannya tanpa itu.
Aku bisa memberimu segalanya...
tapi bisakah kau melepas masker lumpurmu...
dan memakai seragam pramugari lagi?
Tidak!
Aku memainkan semua peran itu...
tapi kau tidak mau.
Kau yang menyebabkan ini terjadi.
Tidak mungkin. Aku tidak...
Jangan. Tolong!
Aku tidur dengannya semalam.
Tak apa-apa, Guy.
Anggap saja kau kerasukan.
Semangat.
Aku tidak merasa kesal karena dia mendapatkan keinginannya.
Aku kesal karena tidak pakai pengaman...
dan rasanya enak.
Aku sangat marah pada diriku.
Kenapa aku sangat lemah?
Beraninya kau!
Menyebalkan. Kukira kau membantunya semalam.
Jangan menyimpang dari topik.
Saat ini, kita berada dalam masa keemasan selama 72 jam.
Ya!
Masa keemasan selama 72 jam?
Coba pikirkan. Bagaimana jika...
kau dapat jackpot semalam?
Mudah sekali. Seorang bayi akan lahir setelah 10 bulan!
Tidak juga.
Lihat dia.
Dia merokok, minum, dan bergadang semalaman.
Kondisi tubuhnya buruk, seharusnya aman.
Bagaimana kau tahu semua itu? Kau pernah mencobanya?
Dengar, pikirkan solusi terbaik untuk kemungkinan terburuk.
Kemungkinan terburuknya adalah kehamilan.
Jadi, apa solusinya?
Itu mudah.
Kita bunuh spermanya.
Kalian bertiga pasti punya niat buruk.
Kalian mau apa?
Temanku ingin pil kontrasepsi darurat untuk pacarnya.
Begini.
Temanku ini suka bermain-main, tapi tak suka memakai pengaman.
Dia juga tidak bertanggung jawab dan bodoh.
Jadi, kami datang untuk membeli pil itu.
Jadi, kalian menjualnya?
Kami hanya menjual pil itu kepada para wanita...
kecuali kalian punya resep.
Kalian tak punya? Kalau begitu, pergilah.
Biar aku saja.
Permisi, Nona.
Aku sebenarnya perempuan, dan yang dia cari...
Lupakan saja. Itu tidak akan berhasil.
- Lihat aku. - Baiklah.
Nona, tolong bantu aku.
Keluar!
Kita harus bagaimana sekarang?
Kita tidak bisa melakukan ini di siang bolong.
Kita harus menggunakan jasa dari Sisi Gelap.
Kau kenal seseorang?
Kau mendatangi orang yang tepat.
Sebagai Beruang Grizzly dari Alam Liar yang Tak Dikenal...
aku kenal semua orang.
Kalau begitu, sudah ditetapkan.
Kecuali mereka di Sisi Gelap.
Baiklah, Naga Api memilikinya.
Dia akan menemui kita di Dermaga Kwun Tong pukul 23.00 nanti.
Kau Naga Api?
Siapa bilang aku lelaki? Aku tak boleh menjadi wanita?
Tidak apa-apa. Aku hanya penasaran.
Rasa penasaran bisa membunuh. Mau atau tidak?
Pertama kalinya?
Ya.
Tak mau bersikap jantan, ya?
Ya.
Maksudku, bukan!
Ada kesalahpahaman. Aku tak seperti pria lain...
Sudahlah, kalian semua sama saja.
Itu juga benar.
Minum satu dosis dalam 24 jam setelah makan.
Lihat dia meminumnya. Percayai matamu sendiri, bukan kata-katanya.
Mengerti!
Ini saran untukmu.
Setelah diminum, kau bisa kembali bercinta tanpa kondom sekali lagi.
Namun, kenapa kau melakukan ini?
Kita harus manfaatkan pil itu, bukan?
Hei, Gadis. Kau kejam.
Sebaiknya kau berhati-hati terhadap karma!
Aku sudah kena karma. Tak perlu khawatir...
karena seseorang sudah lama mengajariku ini.
Dan itu adalah temanmu, Kinny.
Begitu rupanya. Dan aku minta maaf soal itu.
Omong-omong, bilang padanya jangan pernah meneleponku lagi.
Sampai jumpa!
Karena kita bukan orang asing, bisa antar aku ke sana?
Tentu.
Tunggu.
- Apa rasanya enak? - Sangat lezat.
Bagaimana kau bisa menemukan restoran ini?
Kau bilang ingin mencoba tempat ini. Aku ingat.
Kau mau camilan?
Mereka punya kue cokelat leleh. Katanya, rasanya lezat.
Baiklah. Bisa pesankan untukku?
Aku mau ke toilet.
Apa yang kau lakukan?
Sepertinya dadaku nyeri.
Jadi, aku butuh elektrolit.
Apa karena steiknya?
Steik penuh dengan energi hewan.
Kalau begitu, minumlah.
Sekarang terlalu bersoda.
Dan soda itu baik untukmu.
Ayo, teguk yang banyak.
Kemarilah. Ayo.
Cepat.
Cepat. Tegukan besar.
Minumlah.
Cepat.
- Apa kabar, Bung? - Kau masih hidup?
Hanya perutku yang sakit...
tapi masalahnya adalah dadaku.
Dadaku terasa lembut, sekaligus besar.
Rasanya aneh sekali.
Ini. Sentuhlah.
Kau benar.
Manis sekali. Sangat lembut.
- Sungguh? Biar kurasakan. - Ini.
Tidak mungkin. Kau seperti perempuan.
Ini luar biasa. Kau bisa meraba dirimu sendiri.
Bukan hanya itu. Kau bisa menghibur teman-temanmu.
- Tutup matamu. - Aku tidak keberatan. Itu cukup.
Cukup. Tunjukkan rasa hormat.
Aku juga punya perasaan.
Namun, kau meminta kami menyentuhmu...
Ya, kami hanya mengikutinya.
Jangan bermain-main jika tidak mau.
Ya, tutupi badanmu.
Maafkan aku.
Entah kenapa aku seperti ini. Aku merasa sangat kacau...
dan sangat cemas.
Tentu saja.
Pil kontrasepsi darurat menipu tubuh...
agar haid terjadi...
dan sperma tidak bisa membuahinya.
Kau serius? Jadi, aku akan haid?
Hei, omong-omong...
kau persis seperti istriku saat dia haid.
Dia jadi tidak masuk akal.
Jenny bersikap masuk akal saat tidak datang bulan?
Tentu saja...
karena alasan selalu ada di sisinya.
Hentikan omong kosongmu.
Baiklah, saudara untuk selamanya. Masing-masing minum satu.
Kita tidak sedekat itu!
Minum!
Baiklah. Saudara untuk selamanya.
Di kehidupan ini maupun selanjutnya!
Minumlah.
Telan.
Tiba-tiba...
aku ingin makanan manis.
Jika dipikir-pikir lagi, haid adalah penjahat.
Aku harus lebih perhatian terhadap Heidi mulai sekarang.
Lihat dirimu. Ada yang berubah pikiran.
Aku hanya berpikir...
mengesankan sekali wanita haid setiap bulan...
dan tidak melibatkan orang lain.
Namun, jika Ho-yee mengalami haid lagi karena pil itu...
dia harus kembali melalui semua ini.
Aku jahat sekali.
Namun, kau selalu jahat.
Bagaimana jika dia hamil?
Pikirkan itu.
Kalau itu terjadi, memang sudah ditakdirkan.
Maksudku, ini pesan dari langit. Kau harus menerimanya.
Selamat datang kembali.
Hei, ada apa?
Harimu melelahkan, bukan?
Meski di hari lain, aku juga bisa memasak untukmu.
Tidak mungkin. Apa yang kau lakukan?
Bukan apa-apa.
Aku melihat kerja kerasmu belakangan ini.
Jadi, kubuatkan makanan enak untuk malam kencan.
Apa yang kau lakukan? Sungguh.
Bukan apa-apa.
Kau pasti merencanakan sesuatu.
Kau bisa menanganinya?
Tentu saja.
Ganti pakaianmu dan pergilah dari sini.
Makan malam akan segera siap.
Jangan sampai terluka.
Sudah selesai? Makan malam sudah siap.
Aku harus membeli sesuatu di bawah.
Apa ini mendesak? Bisakah kau membelinya besok?
Ini mendesak. Urusan wanita.
Urusan wanita?
Kau sedang haid?
Ya.
Benarkah?
Kenapa kau senang sekali saat tahu aku haid?
Benarkah?
Kau menyeringai.
Benarkah? Aku selalu terlihat seperti ini.
Segeralah pergi jika diperlukan.
Aku akan memilih anggurnya.
Kenapa kita merayakan haidku?
Kita tidak merayakannya.
Lalu untuk apa anggur itu?
Jadi, kita tidak perlu minum anggur?
Bailah, ayo makan.
Ada apa?
Bisakah kau bersikap jantan? Kau jelas senang soal itu.
Kenapa aku senang?
Aku sangat mengenalmu, Guy.
Aku tahu apa yang membuatmu bahagia...
dan apa yang tidak.
Ayolah, aku memasak makan malam. Jangan memulai pertengkaran.
Aku memulai pertengkaran?
Kau pikir aku tak tahu apa yang kau lakukan?
Aku memaafkanmu dengan mudah.
Kau memaafkanku dengan mudah?
Jika itu yang kau inginkan, untuk apa kau melakukan semua hal itu?
Hal-hal apa?
Kau ingin hamil agar aku menikahimu.
Apakah menikahiku terasa seburuk itu?
Jangan putar balik kata-kataku. Aku tak bilang begitu.
Ayolah, Sayang. Jangan...
Ini bukan apa-apa. Ayo kita makan, ya?
Duduklah.
Jangan konyol.
"Dari Kin"
"Guy, masih punya pil kontrasepsi itu?"
"Anson juga menginginkannya!"
Apakah menikahiku terasa seburuk itu?
Tidak, bukan begitu.
Namun, kurasa waktunya belum tepat.
Kau selalu mengatakan itu.
Aku berpikir kau tak mau menikahiku sama sekali.
Tidak, aku mau melakukannya.
Kalau begitu, mari menikah sekarang.
Jangan memaksaku.
Aku memaksamu?
Begitu?
Aku tidak akan pernah memaksamu lagi.
Ho-yee...
Kau beruntung.
Croissant untuk sarapan besok.
Kau yakin?
Lihat aku.
Apa yang lucu?
Itu tidak lucu.
Apa yang lucu?
Bukan apa-apa.
- Diam di tempat! Jangan kabur! - Tidak! Maaf!
Rebusan sudah siap. Ayo.
Dengar, aku serius menjalani dietku kali ini.
Jangan ganggu aku.
Baiklah.
Lagi pula, kau akan cukup terganggu.
Rebusan di musim panas terasa sangat enak.
Daging sapi hari ini segar. Biar kucoba dahulu.
Dan teksturnya sempurna.
Hanya orang bodoh yang bersedia melewatkan ini.
Kau sedang melihat apa? Lanjutkan!
- Baik, Pak! - Lebih cepat! Berkeringatlah!
- Lagi! - Aku mulai!
Benar begitu.
Kenapa aku harus mendengarkanmu?
Apa yang kau lakukan? Kau sedang diet!
- Itu makananku! - Aku mau daging sapi!
Ini milikku! Aku tidak mau berbagi!
Lupakan dietnya!
Aku akan diet setelah ini! Percayalah!
Aku akan segera diet setelah gigitan terakhir!
Aku tidak percaya padamu!
- Aku mau itu! - Itu bukan untukmu!
Kertas!
Batu, kertas, gunting!
Cepat!
Ada apa?
Terima kekalahanmu, Muttchester.
Hei, itu kekalahanmu.
Itu curang, tahu?
Formasi 4424? Aku bisa melakukan hal yang sama.
Jangan panggil aku Muttchester mulai dari sekarang.
Aku tak peduli. Aku tetap menang.
Aku ingin menonton pertandingan di Stadion Anfield.
Bukan Anfield, tapi Old Trafford.
- Anfield. - Old Trafford.
Tampak luar biasa!
Tentu saja. Aku yang memotret.
Maksudku modelnya, bukan kau.
Bagaimana aku bisa terlihat sangat feminin seperti dia?
Kau juga bisa begitu.
Tergantung seberapa cepat hasilnya.
- Aku ingin yang cepat. - Bereinkarnasi saja.
Bagaimana jika pelan-pelan?
Reinkarnasi dua kali.
Tunggu! Jangan!
Kembalilah ke sini!
Apa yang kau lakukan, Bodoh?
- Kemarilah jika kau berani! - Jaga sikapmu!
- Jangan menangis nanti! - Kutantang kau!
Tamatlah riwayatmu jika aku menangkapmu.
Ya.
Ke samping.
Ya.
Di bawah. Tepat sekali!
Kembali ke sana!
Lagi!
Ada apa denganmu? Tangkap dia! Lebih cepat!
Tendang dia dan tarik bajunya!
Jangan khawatir. Kita akan bangkit kembali.
Kau tidak akan pernah berjalan sendirian.
"Ho-yee"
"Aku merindukanmu."
Nenek!
Kau sudah pulang?
Jadi, ada yang ingin Nenek katakan?
Apa?
Seharusnya Nenek menghibur cucu Nenek!
Aku baru putus, tapi Nenek diam saja?
Nenek tidak pernah mencemaskanmu saat kau tumbuh besar...
entah dalam hal sekolah maupun pekerjaan...
kau selalu bisa menanganinya sendiri.
Aku sudah berusaha semampuku.
Sekarang bagaimana?
Masalahnya, kau terlalu banyak berusaha.
Beberapa tahun terakhir, kau selalu mengutamakan Guy.
Kau selalu membuat dia bahagia lebih dahulu!
Namun, bagaimana dengan dirimu?
Saat dia bahagia, maka aku bahagia.
Jika itu benar, kau tidak akan seperti ini sekarang.
Kapan pun aku memberikan sesuatu...
tentu saja aku berharap menerima balasan.
Namun, itu tidak pernah sesuai dengan harapanku.
Tentu saja aku akan kecewa.
Namun, apa lagi yang bisa kulakukan?
Sayangku, hidup ini singkat.
Tempatkan ekspektasi itu pada dirimu sendiri...
bukan pada orang lain.
Jaga dirimu dan jangan terlalu keras pada dirimu.
Kau bukan dilahirkan...
untuk membahagiakan orang lain...
melainkan untuk membahagiakan dirimu sendiri.
Jika kau tidak bahagia...
bagaimana kau bisa membahagiakan orang lain?
Benar, bukan?
Tidak apa-apa, Sayang.
Nenek selalu berada di sisimu.
Jadi, bersemangatlah.
Tenanglah.
Berhentilah merasa murung.
Jika kau ingin melangkah maju...
cara terbaik adalah liburan yang liar!
Jangan libatkan aku. Aku sedang tidak ingin melakukan itu.
Benar, kau tak menyelesaikan akar masalahnya.
Aku mau bertanya.
Masalahmu dengan Ho-yee berasal dari "pernikahan".
Jadi, kau ingin menikahinya?
Mau.
Lalu kenapa kau tidak melakukannya??
Aku takut melakukannya.
- Takut? Dasar tidak berguna. - Sampah.
Bagaimana bisa aku tidak merasa takut? Lihat dirimu.
Lihat dirimu. Kau sangat keren saat lajang.
Namun, lihatlah. Sekarang, dia menjadi apa?
- Terintimidasi. - Benar.
Bukan hanya dibelenggu, kau juga kehilangan dirimu sendiri.
Hanya demi bermain-main...
kau memanfaatkan saudaramu, bahkan putrimu sendiri.
Aku tidak mau menikah dan menjadi seperti dia.
Maafkan aku.
Aku tidak tahu semua itu karena aku.
Jangan egois.
Jangan khawatir. Aku percaya padamu.
Sebenarnya...
pria serendah dia sulit ditemukan.
Yang paling kutakutkan adalah jika aku menikahi Ho-yee...
aku tak bisa membahagiakannya.
Namun, apa definisi kebahagiaan bagimu?
Setidaknya, aku harus menafkahi dia.
Jadi, menurutmu...
pria sepertiku tak bisa diharapankan?
Benar.
Kau dinafkahi istrimu...
bahkan mengambil uangnya untuk bermain-main.
Kau pantas mati mengenaskan.
Kenapa kau mengatakan itu?
Jadi, sekarang kau sudah tahu...
dan ini yang menghentikanmu?
Kau benar.
Contohnya aku.
Aku selalu takut istriku akan mengetahui kebohonganku...
tapi apa aku berhenti karena ini?
Tidak mungkin!
Jangan pedulikan dia.
Aku ingin menanyakan hal lain.
Menikahi Ho-yee, atau hidup tanpa Ho-yee?
Mana yang lebih buruk?
Hidup tanpa Ho-yee.
Aku tidak bisa hidup tanpanya.
Luar biasa. Tamat.
Ayo rayakan di Makau. Apa itu ide yang bagus?
Kau tidak mendengarkannya? Dia ingin pacarnya kembali.
Aku mendengarnya dan dia ingin pacarnya kembali.
Jadi, bukankah kita harus merayakannya?
Kau benar.
- Kebakaran! - Kebakaran? Kau dengar itu?
Waktu yang tepat. Biarkan petugas damkar bekerja.
Kita masih bisa naik feri pukul 17.30 jika pergi sekarang.
Hei, Guy. Kau...
Di mana Guy?
Lupakan itu! Ada kebakaran! Kita harus pergi!
- Ayo! - Sungguh?
Hei, di mana kebakarannya?
Lewat sini! Cepat!
- Lewat sini! Cepat! - Tunggu!
Ikuti saja kerumunan orang itu! Cepat!
- Aku menumpahkannya! - Aku datang!
Jangan tumpahkan sausku!
Tunggu aku!
Hei, Guy! Kenapa kau kembali?
Aku harus mengambil sesuatu!
Dia pasti kembali untuk mengambil dompet dan kartu identitasnya...
untuk pergi ke Makau.
- Hei, hati-hati! - Kami akan menunggu di bawah!
Kalian baik-baik saja?
Kau baik-baik saja? Kau menghirup asapnya?
Kau kembali demi itu?
Kau akan membawa itu ke Makau?
Bagaimana denganmu?
Dan kau?
Aku akan mencari tumpangan untuk kita.
Maafkan aku.
- Hei, awas! - Sudahlah.
"Kursus ini mendapat kualifikasi berdasarkan Kerangka Kualifikasi."
"Kedutaan Besar Inggris, Hong Kong"
"Tiket Musim Klub Sepak Bola Liverpool"
Aku tak pernah memahami...
kenapa Ho-yee meminta banyak hal dariku di masa lalu.
Namun, di balik semua hal yang dia inginkan dariku...
dia sudah berkorban lebih dahulu.
"Izin Berlibur Sambil Bekerja Anda telah disetujui..."
Aku mengerti sekarang.
Aku tahu harus bagaimana.
- Guy baru saja pergi. - Namun, mobilnya di sebelah sini.
"Izin Berlibur Sambil Bekerja 2020"
"Kepada Nona Tsang Ho-yee. Dengan senang hati, kami sampaikan..."
"bahwa Izin Berlibur Sambil Bekerja Anda telah disetujui."
Kuperingatkan kau.
Dia sudah agak tua.
Berhati-hatilah dengannya. Jangan terlalu keras saat mengerem.
Kau bisa mendengarku?
Berjanjilah, ya?
- Jangan langsung injak remnya. - Pergilah.
Pelan-pelan, ya?
Jangan lupa menidurkannya dengan selimut favoritnya!
"Pengemudi Pemula Dengan Instruksi"
Ho-yee!
Sedang apa kau di sini?
Aku sudah cukup lama memikirkannya.
Kau mengorbankan...
pengalaman bekerja dan berlibur yang datang sekali seumur hidup...
demi berkeluarga denganku...
tapi aku bahkan tak mau melewatkan derbi dua tahunan...
satu kali pun.
Aku bodoh.
Aku selalu berpikir kau lebih membutuhkanku daripada aku.
Namun, kini aku sadar.
Aku tidak bisa hidup tanpamu.
Aku tidak takut lagi pada pernikahan...
karena aku tahu perubahan apa pun...
atau pengorbanan apa pun yang terjadi...
akan kita hadapi bersama-sama.
Bahkan dalam ketakutan...
kita bisa menghadapinya bersama!
Aku menjual motorku.
Aku sedang kursus mengemudi.
Terima kasih.
Namun, sebaiknya kita tak kembali bersama sekarang.
Selama ini, aku juga berpikir keras.
Namun, pernikahan bukanlah tujuan dari semua ini.
Yang paling penting adalah...
apa yang ingin kita lakukan.
Kita selalu mendengarkan orang lain...
tapi melewatkan hal yang sangat kita inginkan.
Sudahkah kita pikirkan...
apa yang kita inginkan untuk diri kita sendiri?
Dua tahun akan berlalu dalam sekejap.
Mari kita manfaatkan waktu ini...
untuk memikirkan...
masa depan...
seolah kita menginginkan hal yang sama.
Jika kita memutuskan untuk melakukannya...
maka kita akan bicara soal kembali bersama.
Mengerti?
Jaga dirimu.
"Tontonlah Pertandingan Liverpool di Stadion Anfield"
Hai, Nona.
Berapa koper yang kau bawa?
Apa yang kau lakukan? Kau gila.
Aku memikirkan ucapanmu dan itu tidak masuk akal.
Menunggu dua tahun untuk melihat...
apakah kita akan sepaham?
Kau tahu kita tidak akan pernah sepaham, bukan?
Karena masa depanku adalah kau dan masa depanmu adalah aku.
Bagaimana bisa sama?
Jadi, aku sudah memutuskan.
Ke mana pun kau pergi, aku akan ikut.
Jika kau berlibur sambil bekerja, aku juga akan ikut.
Hei, Pak. Kau terlalu tua untuk itu.
Itu lebih baik.
Kau yang bekerja, dan aku yang berlibur.
Aku tahu kau sudah banyak berkorban untukku...
dan kau harus melakukan apa yang kau inginkan untuk dirimu.
Aku tidak boleh menghentikanmu.
Namun, jika butuh dua tahun, aku tidak bisa bersabar.
Aku akan melamarmu sekarang.
Ini penerbangan 16 jam...
dan melintasi banyak negara.
Mari adakan pernikahan baru di tiap destinasi yang kita lewati.
Kita adakan sepuluh pernikahan, atau kau tak boleh turun.
Kita harus bersiap. Tak bisa adakan pernikahan hanya dengan kata-kata.
Itu semua hanya untuk pamer.
Semua itu tak penting.
Yang penting hanya pasangannya.
"Tiket Musim Klub Sepak Bola Liverpool"
Menikahlah denganku.
"Menonton Pertandingan Liverpool di Stadion Anfield"
"Kepada Ho-yee"
"Film ini didedikasikan untuk pasangan yang akan menikah..."
"atau tidak akan menikah, dan yang dipaksa untuk menikah."
"Jangan pernah menyerah. Kami ada di sini bersamamu!"
"Teruslah bersikap berani!"
- Kindall, ya? - Panggil saja aku Kinny.
Baiklah, mari berbincang.
Baiklah. Teh di sini enak.
Pernahkah kau berpikir untuk menikahi putriku?
Pernah.
Apa kau pernah memikirkannya? Itu pasti sulit.
Dia manja. Itu bagus.
Apa maksud Ayah?
Ayah hanya mengatakan yang sebenarnya.
Jangan khawatir.
Aku akan menjaganya dan membuat dia bahagia.
Aku tak bisa menghentikanmu jika kau mau bunuh diri, Nak.
Ya.
Aku sangat menginginkan ini.
Kurasa kau harus mengkhawatirkan dirimu dahulu.
Ibu mencari Ayah.
Turunlah dan bantu aku membawa semua barang ini!
Aku lelah! Turunlah sekarang juga!
Kapan ini dikirim?
Tiga menit lalu.
Kau baru bilang sekarang? Teganya kau!
Pak Bersen.
Chanster.
Terima kasih sudah mentraktirku.
Tak masalah. Hal terpenting adalah bersenang-senang.
- Namun, kau tahu? - Ya.
Kau berutang kepadaku.
Jangan khawatir.
Sebagai sesama pria, aku mengerti.
Kami tak akan beri tahu Nyonya Bersen.
Aku sangat mengenal Makau...
sampai aku bisa menelusurinya dengan mata tertutup.
Aku tahu sauna terbaik di sini.
- Tetaplah bersamaku. - Benarkah?
Kalau begitu, aku tetap bersamamu.
Permisi, aku akan melakukan pemeriksaan.
Lakukan saja tugasmu.
Sayang, kau tidak naik?
Jika tidak mengambil surat...
bagaimana aku bisa tahu kau mengenal kehidupan malam Makau?
Aku berbohong.
Hanya orang naif yang memercayai itu.
Kau cantik dan cerdas. Kau tak bisa ditipu.
- Namun, aku tahu. - Luar biasa!
Sepertinya aku aktor yang hebat.
Sebenarnya, hanya aktingmu yang kupercayai darimu.
Biasa saja.
Sayang.
Masih ada yang harus kuambil. Aku akan pergi sekarang.
- Kembali! - Ya, Sayang.
Bagaimana istirahatmu?
Kau siap?
Aku siap.
Sayang.
Aku mencintaimu.
Ibu!
Bukankah ini keterampilan yang sudah lama hilang?
Panjatan Kadal?
Ayolah.
Jelas itu gerakan Mobil Salju.
Lumayan, Gadis Nakal.
Bagaimana jika kita mencobanya?
Pasti akan terasa sakit.
Jadi, kau mau mencobanya atau tidak?
Baiklah!
Guy.
Kau sudah menikah.
Kau juga akan menikah.
Jadi, aku membawa kalian ke inisiasi klub ini.
Paman.
Hei, Paman. Kau...
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.