Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Ampunilah aku, Peddamma.
Tolong jangan sakiti aku. Aku tidak akan kabur lagi.
Aku akan di sini sampai aku mati.
Ketahuilah kebenarannya, Shankara.
Begitu kau menginjakkan kaki di Bhairavakona, tidak bisa pergi lagi!
Bawa dia pergi!
Aku tidak akan pergi kemana pun.
Lepaskan aku!
Lepaskan aku! Aku akan tetap di sini!
Jangan sakiti aku.
Aku tidak akan pergi ke mana pun. Aku akan tetap di sini!
Lepaskan aku!
A L I H B A H A S A K U D A L U M P I N G
Pak, kenapa kau tidak memberi kami sekilas gambar-gambar itu?
Dasar bodoh! Ini bukan majalah mesum yang kau beli diam-diam di toko paan.
Ini bahasa suci. Bahasa Inggris!
Bahasa suci?
Halo.
- Kantor polisi? - Ya.
Pak, aku bicara dari Sri Krishnapuram. Mereka akan membunuh orang di sini.
Apa?!
Kapan?
Kenapa?
Seorang pencuri tertangkap sedang mencuri perhiasan di tempat pernikahan.
Saat orang-orang memojokkannya, dia mengunci diri di dalam kamar.
Sepertinya orang-orang akan membunuhnya, Pak.
Tolong datang cepat, Pak.
Kenapa kau khawatir pada nyawa pencuri itu?
Kalian kebetulan partner?
Aku bukan partnernya, Pak. Aku pengantinnya.
Sebagai seorang pengantin, kenapa kau berusaha menyelamatkan pencuri itu?
Setiap nyawa itu berharga, Pak. Tolong cepat.
Ayo, kawan-kawan! Dia tidak bisa lolos!
Pukuli bajingan itu sampai mati.
Aku akan menangani masalah hukumnya.
Halo. 1..2..3.. test.
Perhatian, semuanya!
Aku mau menyajikan keju cottage untuk kalian di pesta pernikahan saudaraku.
Tapi pencuri berdarah itu membuat air mata di matanya.
Barangsiapa memberiku lengannya...
akan memenangkan kepemilikan ladang tebuku di Sarvepally.
Wah! Ladang tebu! Ayo, kawan-kawan!
Keluarlah kau, bajingan!
Ayah, suruh mereka berhenti. Kita serahkan dia ke polisi.
Kumohon.
Itu perhiasan yang dibuat ayah untuk putrinya dengan penuh cinta.
Bagaimana aku bisa membiarkan dia pergi begitu saja?
Tiap DP Langsung Bonus 5% Main Di Sini Jamin Wede WinJos Pasti Win. Jos Wede-nya Kunjungi https://super.winjos.today
- Kalian pergi ke arah sana! - Oke, saudara!
- Kau jalan ke arah sini! - Oke, saudara!
Hei! Angkat dudukannya.
Terima kasih, Pak.
Lihat itu? Polisi harus jeli.
Aku memindainya.
Memindai.
Dia licik sekali, Pak. Dia merendam dalam minyak tanah untuk kabur.
Pak, ada bekas ban di sini.
Yang berarti dia mengganti pakaiannya dan meninggalkan tempat kejadian dengan motor.
Pak, orang yang kau teriaki agar menarik dudukan itu pencurinya.
- Apa pendapatmu? - Diamlah!
Maaf Pak.
- Pak... Pak... Pak... - Halo. Halo. Halo.
- Halo. - Pak, SI sedang menelepon.
Halo.
- Halo. - Halo, Pak.
Ada pencuri datang, mengenakan kemeja abu-abu dan kartu identitas.
- Jangan biarkan dia lolos. - Plat nomor, Pak?
TS...
Motor pulsar hitam dan merah.
- Plat nomornya TS 09 EJ 3642. - Oke, Pak.
Kau memperhatikan dudukannya.
Aku memindai plat nomor itu.
Pindai. Pindai.
- Pak John... - Ya?
Apa yang kau lihat?
Aku sudah berencana melakukan perjalanan sejak pagi ini, Pak.
Jika kau mengizinkan, aku akan memberitahumu.
Kita lurus dari sini dan belok kiri.
Ada pusat nugget ayam di sana.
Kita harus makan nugget ayam dan melanjutkan perjalanan.
Lalu kita belok kanan dan lurus.
Setelah sekitar 230 kilometer,
kau akan menemukan Punjabi Dhaba di sebelah kanan.
Lolipop ayam mereka adalah...
terbaik dari dunia!
- Boleh aku minta petanya, Pak John? - Itu peta aslinya, Pak. Hati-hati.
Pak John, peta pelarian dimaksudkan untuk memeriksa pos pemeriksaan polisi.
Silakan, Pak John.
- Halo, Basava. - Ya, ada apa.
Kau di mana sih? Kenapa tidak angkat teleponku?
- Ada apa? - Ada film Mahesh Babu.
Mereka mencari pemain untuk aksi api. Bayarannya 50.000 rupee.
- Pemandu akrobat baru menelepon. - Aku sibuk. Nanti kutelepon lagi.
Kau masih mengejar perempuan itu?
Kapan kau akan belajar?
Bagaimana aku bisa membuatmu mengerti?
Lupakan saja. Kau akan baik-baik saja dalam hidup.
Biar kuberitahu sesuatu padamu.
Jika kau mau hidupmu lebih baik, kau harus berhenti memikirkan Bhumi...
dan fokus pada masa depanmu.
Katakan apa pun tentangku. Tapi jangan libatkan Bhumi dalam hal ini.
Cut! Cut! Cut!
- Guru... - Basava, berapa kali harus kukatakan?
Jangan sampai wajahmu terlihat saat aksi. Kau aktor pengganti.
Orang-orang datang ke teater untuk melihat sang pahlawan, bukan kau.
Panggil pahlawannya.
- Tidak ada gula dalam jusnya. - Itu air kelapa, Pak.
Terserah. Payung itu bukan untukmu. Itu untukku.
Suting sudah siap. Ayo mulai!
Sang pemeran pengganti sungguh bertingkah!
Kita harus melakukan ini sekarang?
Dengarkan aku. Ayo kita kembali ke pamanmu di desa.
Tinggal bersama paman berarti uang, bir, biryani, dan lain sebagainya.
Ada semuanya!
Ingat siapa yang mengambil foto saat kita bekerja dengan paman?
Polisi.
- Siapa yang mengenali dan mengambil foto kita sekarang? - Penggemar.
Foto memang biasa, Pak John. Tapi profesi ini memberi kita rasa hormat.
Jangan cengeng, Pak John.
Dipukul sekali-sekali juga dihitung sebagai kepahlawanan.
Basava, Guru menyuruhmu menaruh tempat tidur ini di unit penyimpanan.
Sebentar.
Ayo! Ayo! Ayo!
- Hei! Matamu di mana? - Enyahlah!
Hei!
Dia mencuri tasku. Ikuti dia.
Minggir! Kubilang minggir!
Kau lagi lihat apa? Lihat ke sana.
Ayo!
Berkendara cepat!
Berkendara cepat. Tidak bisakah kau lebih cepat lagi?
- Berapa banyak uang di dalam tas? - Tidak ada uang sih.
- Kalau begitu, perhiasan? - Tidak. Sesuatu yang lebih penting.
Jangan berhenti di lampu merah. Teruslah melaju.
Lompati sinyalnya! Ayo!
Kubilang jangan berhenti! Dia akan lolos!
Hei, berhenti!
- Kau sudah buta? - Maaf, saudara.
Kenapa kau minta maaf?
Mobilmu rusak? Tidak, kan?
Aku akan mematahkan tulangmu, sialan!
Hei, berhenti!
Lurus.
Dia belok kiri. Ikuti dia di sebelahnya.
Hei! Hei!
- Kembalikan tasku! - Teruskan!
Kembalikan tasku!
Hei, lepaskan!
Berhenti atau aku akan membunuhmu!
Ya, benar!
- Kembalikan! - Teruslah, Bung!
Ini milikku.
- Teruskan! - Hei!
Nona, kau tegang sekali. Apa kau punya kokain di tasmu?
- Ayo, potong di tikungan! - Berhenti!
Hei!
Apa yang kau lihat? Ayo!
Halo.
Halo.
Apa yang kau lihat? Ayo!
Masuk ke jalur. Ayo, cepat!
Ayo! Ayo!
- Hei! Jangan pergi sendirian. Tidak aman. - Pelan-pelan. Awas. Jalan! Jalan!
Pindahkan kendaraanmu! Ayo!
Sudah sore. Pindahkan kendaraan sekarang!
Halo!
Ayo!
Hei!
Ayo cepat!
Hei, kau bajingan!
Berhenti! Ayo. Sampai jumpa. Ayo! Ayo!
Kenapa dia mengejarku, sialan?
Hei!
Kukasih 500 rupee untuk tasnya. Dia bakal nangis, nih.
- Ayo ambil uangmu. - Pak...
2008 batch. 2000+ pencurian.
Tapi aku belum pernah melihat yang seperti ini.
Jika kau sudah mengenalnya sebelumnya, lepaskan aku.
Kalau tidak, singkirkan saja dia. Dia akan memakanmu hidup-hidup!
Hei!
Terima kasih banyak.
Oh, aku lupa aku harus membayar.
Biar kuambilkan.
Basava, kau mulai bekerja dengan nama-nama besar dan melupakanku.
Jika kau tetap bersamaku, kau pasti sudah mencapai puncak sekarang.
Sekarang kau dihajar habis-habisan oleh para pahlawan.
Aku punya tugas kecil untukmu. Anak buah saudaramu ada di penjara.
- Aku tidak akan melakukannya, Pak. - Hei... Hei... Dengarkan!
Aku memberimu semangat saat kau minta teh, dan biryani saat kau minta roti.
- Skuter saat kau meminta motor. - Kau pernah memberi apa yang kubutuhkan?
- Aku membawamu dari jalanan dan membesarkanmu. - Hei, hentikan!
Diam!
- Seberapa besar masalah yang kau hadapi? - Masalah yang amat besar.
Tolong bantu aku ini.
Ada perempuan di bagasi.
Jaga dia tetap aman malam ini.
Orang-orang kita akan datang dan membawanya besok.
Tolong selesaikan pekerjaannya.
Biar aku bicara, bro. Aku saja.
Biarkan aku bicara.
Dia dibius.
Dia tidak akan bangun sampai 2 jam ke depan.
Dia seharusnya masih hidup sampai pekerjaanku selesai. Hati-hati.
Basava... Basava, lihat ke sana.
Itu perempuan?
Perempuan?
Dia masih hidup, John. Kita harus segera ke rumah sakit.
Saat ini, kita tidak dalam posisi yang tepat membantu orang lain.
Kita tidak mampu melakukan ini. Ayo.
Diam dan bantu aku.
Ini pencurian keempat dalam pola ini, Pak.
Aku punya perasaan orang yang sama mencuri 3,5 crores.
Kukira tidak.
Sepertinya terjadi kecelakaan. Hentikan kendaraannya.
Kendaraannya sudah ada, tapi tubuhnya tidak ada. Periksa!
Kukira dia kehilangan banyak darah.
- O darah positif. - Pak? Bagaimana, Pak?
Aku bisa menghitung tulang rusukmu jika kau menguap.
Tidak bisakah aku mengendus dan mengetahui golongan darahnya?
Pak, lihat botol ini. Ini darah ayam.
Kenapa kau tertawa? Bukankah ayam punya golongan darah?
Maaf, Pak. Maaf.
Pak, motor ini bahkan tidak punya mesin.
- Itu perbuatannya. - Siapa, Pak?
Geetha.
Agraharam Geetha.
Sangat berbakat.
Pencuri jalan raya.
Pak, kita di sini untuk menangkap pencurinya. Kau harus mempercepat.
Aku tidak perlu mempercepat.
Aku harus pintar.
Bau apa itu?
Pak, aku punya ide.
- Pak. - Kau tidak seharusnya memeriksa SIM dan RC.
- Lalu? - Periksa baunya. Baunya.
Maksudmu bau?
Dia merendam tubuhnya dalam minyak untuk melarikan diri.
Bau minyak tanah tidak mudah hilang.
Cium lengan semua orang dan lepaskan jika tidak tercium bau minyak tanah.
Kalau baunya minyak tanah, itu dia!
Oke, Pak.
- Hei! Periksa bau minyak tanah. - Pak.
Aku dan saudaraku baru menyelamatkan nyawa seorang perempuan. Senang sekali!
- Pak John, miringkan sudutnya sedikit. - Ke arah sini?
Kenapa semua swafoto itu? Hapus saja!
Itulah serunya mencuri 60 lakhs.
Tunjukkan tangan lainnya.
Oke. Oke. Selanjutnya!
Pak, ada pasien di dalam. Kita harus segera ke rumah sakit.
Oke. Tapi tunjukkan tanganmu dulu.
- Pak! Ada pasien... - Angkat tanganmu!
Pak!
Ramaswamy, kemari dan cium baunya.
Aku pilek. Aku tidak bisa mencium bau apa pun.
Kau tidak butuh Ramaswamy, Pak. Biarkan aku menciumnya.
- Baunya seperti minyak tanah. Apa masalahnya? - Pak!
Pak! Bau! Bau minyak tanah! Tangkap dia! Tangkap dia!
Kejar. Mereka pergi.
Sepertinya kita akan ketahuan.
Sebaiknya kita bermalam di sini.
Kau lupa ada seorang perempuan di dalam mobil?
Kita cukup kesulitan. Apa kita butuh ini sekarang?
Polisi sudah mengendus tangan kita.
Aku paham.
Jika mereka melihatnya bersama kita secara tidak sengaja.
Kasus penculikan.
Bagaimana kalau keberuntungan kita buruk dan dia mati?
Kasus pembunuhan, Pak John.
Aku sangat curiga dia sudah mati.
Apa yang kau lihat?
Caramu mengemudi membuatku mual, tapi dia sama sekali tidak gentar.
Ayo kita menguburnya di semak-semak di suatu tempat dan bermain aman.
Pak John.
Masuk ke dalam kendaraan, Pak John.
Kuharap kau sedikit lebih pintar.
- Basava... - Pak John...
Aku melihat jalan di sana.
Kita sangat beruntung hari ini!
Saat kau berusaha menolong sesama, alam semesta akan menyediakan jalan.
Siapa kau? Minggir!
Orang luar dilarang memasuki desa.
Kenapa? Ini bukan Pakistan atau Afghanistan.
Ini jauh lebih berbahaya.
- Persetan dengan dia! - Manjunadha...
Ada perempuan di belakang. Silakan masuk.
Aku mau dia!
Aku mau dia!
Tak ada lampu yang terlihat. Semuanya lentera api.
'Hormati Ibumu sebagai Dewa'
'Hormatilah Ayahmu sebagai Dewa'
'Hormati Gurumu sebagai Dewa'
'Segala puji bagi Dewa Wisnu'
Ini adalah Garuda Purana.
Ini teks ke-18 yang diceritakan Dewa Wisnu pada Garutmanthudu.
Kita punya delapan belas teks suci.
Garuda Puranam salah satunya.
Sementara teks-teks lainnya menggambarkan persepsi manusia,
Garuda Puranam bicara tentang pentingnya jiwa.
Dewa Wisnu menjelaskan secara rinci bagaimana jiwa mengembara di Bumi.
Itulah yang akan kusampaikan hari ini. Perhatikan baik-baik.
Dewa Wisnu adalah Dewa Alam Semesta.
Dia tidak berawal dan tidak berakhir.
Dari dialah alam semesta lahir dan ke dalam dialah alam semesta kembali.
Segala puji bagi-Nya!
Mereka memukul terlalu keras. Dia bisa mati.
- Mereka membuat kesalahan. - Lalu kenapa? Mereka membunuh mereka?
Kau baru di desa ini?
Mundurlah. Jangan ganggu mereka.
Permisi, ada dokter di desa ini?
Jalan lurus terus, nanti ada sungai. Dia tinggal di dekat sungai itu.
Basava, ayo.
- Ayo kita cari tahu apa masalahnya. - Basava, ayo.
Pak, kami di sini untuk Dr. Narappa.
Apa aku terlihat bodoh bagimu? Akulah Dr. Narappa.
Pak, ada kecelakaan. Mohon segera periksa.
Kau harus membayar dengan cepat.
- Di mana yang terluka? - Di jalan.
Aku tahu kau paling cerdas di antara kalian.
Terima kasih.
Maksudku lokasi cederanya.
- Persimpangan Mamidipally. - John!
Tolong jangan pernah berpikir untuk punya anak.
Kecerdasanmu harus berakhir pada dirimu sendiri.
Pak, lukanya ada di kepala dan terjadi pendarahan hebat.
Di mana pasiennya?
Itu perempuan?! Astaga!
Pak, kami tidak tahu ada apa. Kami berusaha keras membangunkannya.
Kau sudah mencoba?
Tunggu sebentar.
Tak ada gunanya sekalipun kau menerima ini dan membenturkan kepalanya dua kali.
Dia tidak akan pernah bangun.
Kuburkan jasadnya di pemakaman terdekat.
Apa yang kau katakan, Pak? Dia hanya terluka.
Tidak mengerti? Aku hanya menangani pasien lelaki, Pak.
Aku lebih suka merawat jiwa dan hewan, tapi perempuan, tidak!
Perempuan itu seperti serigala, Pak.
Tuhan menciptakan mereka untuk menghancurkan kehidupan manusia.
Kau bisa melihatnya dan bilang dia pasti sudah menghancurkan banyak kehidupan.
Kau akan berbuat baik pada ras lelaki dengan membunuhnya. Lakukan saja, Pak!
Kenapa kau membenci perempuan, Pak?
Hidupku hancur karena perempuan seperti itu.
- Ada dokter lain di desa ini? - Bahkan tidak ada seorang perawat pun.
Jika aku menusukmu dari belakang sekarang,
kau akan melakukan operasi dan merawat lukanya?
John dan aku akan merokok lalu kembali.
Jika dia belum bangun...
Mulai bekerja.
Hei! Jangan berani-berani bilang begitu. Pergi sana!
Oke.
Apa yang terjadi, bro?
Apa itu?
Desa ini tampaknya agak mencurigakan, Pak John.
Apa kita menghabiskan malam di lubang cacing ini?
Kita bisa pergi ke kantor polisi sebagai gantinya.
- Tidak. Tidak. Kita tetap di sini saja. - Pilihan yang buruk, kan?
Halo.
Singa...
Singaiah, bisa kau mendengarku?
Halo. Aku di sini.
Halo.
Kau mendengarku?
Oke, Pak.
Kenapa kau menangis, Nona?
Kenapa kau peduli?
Kau akan merasa lebih baik jika membagikannya.
Kalau begitu, aku mau memelukmu erat-erat dan menangis.
Bolehkah aku memelukmu?
Kenapa tidak? Silakan.
Silakan.
Kau tidak memberitahuku siapa namamu.
Baby.
Kau menghiburku tanpa tahu siapa aku.
Hatimu yang baik membuatku mau menciummu.
Bolehkah aku menciummu?
Sebenarnya banyak sekali yang menawarkan sampai sekarang.
Tapi aku tidak pernah bilang ya pada satu pun dari pertanyaan itu.
Kau bilang kau kesakitan.
Aku tidak mau bilang tidak. Jadi, silakan saja.
Baby!
Baby!
Baby!
Kau menghapus riasan?
- Bukankah itu darah? - Ini memang darah.
Tapi bukan darahku.
- Ini darah ayam. - Darah ayam?
Aku jadi penasaran, telur mana yang melahirkannya.
Dasar tukang selingkuh! Semua perempuan sama saja!
Aku tidak akan membiarkanmu keluar dari sini hidup-hidup.
Aku akan mengganti namaku jika aku tidak bilang ini padamu.
Ayah!
Kenapa kau berteriak 'Ayah' bukannya 'Ibu' saat terluka?
Karena ibu juga perempuan.
Aku tidak tumbuh dengan meminum susu ibu.
Aku tumbuh dengan minum teh.
Ayah!
Baby!
Baby!
Baby!
Basava, aku tak bisa menemukan Baby.
Sosok yang sangat kooperatif. Dia tiba-tiba menghilang.
Hanya Baby yang hilang, Pak John?
Berbaliklah dan katakan lagi.
Kau punya satu pekerjaan, Pak John.
Pekerjaan apa itu?
- Kau menyuruhku mengawasi kendaraan itu. - Di mana kendaraannya?
Di mana kendaraannya, John?
Maaf. Maaf. Maaf.
Kuharap kau tidak terluka.
Hati-hati!
Ke mana dia pergi?
Dia bukan perempuan normal.
Hei! Apa yang kau lakukan di sini?
- Apa yang kukatakan? - Dengarkan aku. Ambil tongkat itu.
Apa yang kau lakukan pada perempuan itu? Dia bukan perempuan. Dia Lady Billa.
Dia tidak mengalami kecelakaan.
Bagaimana dengan darahnya?
- Kau pikir itu darahnya? - Ya.
- Itu darah ayam. - Darah ayam?
Ya. Dia penjahat kodi.
Kau akan dikhianati kalau percaya perempuan. Itu fakta.
Tapi jika kau memercayai perempuan yang pakai riasan, makin lebih buruk.
John!
Kita bicara tentang perhiasan di depannya karena kita tidak mengetahui sifatnya.
Jika kau mendukungku, aku akan membunuhnya dan menguburnya di sini.
Dia seorang penyihir. Dia seorang penyihir.
Aktor yang hebat!
Sobat, kuberi kau waktu setengah jam.
Ambil informasi yang kau perlukan dan serahkan padaku.
Aku tidak bisa membiarkan lelaki lain hancur karenanya.
- Nanti kucari tahu. - Hei! Mobilnya di mana?
Mobil? Mobil apa?
Jangan ada drama lagi! Mana perhiasannya?
Kau sehat. Apa kau tidak malu mencuri?
Apa yang kalian lakukan?
Kau bertani? Kau juga pencuri, kan?
Hei!
- Mana mobilnya? - Bunuh dia. Nanti kucari tahu kebenarannya.
Saat aku melarikan diri dengan tas perhiasan,
sekelompok orang mengikutiku dengan motor.
Mereka mengepungku, menyemprot kloroform dan mobil...
Mobil...
Sobat, dia lagi ngarang cerita lagi.
Kloroform, dengkulmu!
Lebih baik percaya Taliban Afghanistan.
Tapi jangan mempercayai perempuan.
Hei!
Ibumu perempuan. Kakakmu perempuan.
Aku tahu. Kedua nenekku perempuan.
Sebenarnya, pembantuku, Manga, juga perempuan. Dan dia perempuan seksi.
Perempuan adalah orang yang bermain dengan lelaki.
- Apa-apaan ini! - Ya, apa-apaan ini!
Paman, kau melihat kendaraan yang kami pakai saat datang ke sini?
Ini Bhairavakona.
Begitu kau memasuki suatu tempat, kau tidak bisa keluar lagi.
Persetan dengan mereka dan ketinggian mereka.
Aku yakin mereka mencuri kendaraan kita. Perhiasan dan kendaraan kita ada di sana.
Ada yang mencurinya. Dokter akan membantu kita menemukan pelakunya.
- Sulit. - Kenapa?
Apa di desamu tidak ada pencuri? Atau, kau tidak kenal mereka?
Kukira kau tidak tahu sejarah tempat ini.
Ini tidak seperti desa lainnya.
Ayo pergi.
Pak, sejauh mana?
Lompat dari sana. Kau akan dekat.
Dasar bodoh!
Jalur di sana adalah jalur para pembunuh.
Semua pembunuh tinggal di sana.
Jalan itu adalah jalur pencuri.
Kau tahu Geng Undies, kan? Sebagian dari mereka baru pindah ke sana.
Rumah yang dengan pakaian dalam yang dijemur di luar...
itulah tempat nongkrong mereka.
Ini desa atau penjara Charlapally?
Kau tidak akan mengerti seperti ini. Kau pasti butuh lagu.
Saat kau kehilangan mobil di desa yang berbahaya, kau tidak perlu mencarinya.
Kalian akan kehilangan nyawa kalian.
Saat ini, Gypsy lebih berharga daripada hidupku.
Jika aku tidak punya perhiasan itu besok pagi,
percuma saja meskipun bisa keluar hidup-hidup.
Ada cara lain jika kau mau mempertaruhkan segalanya.
Apa itu?
Ada perempuan yang menjaga desa ini seperti sipir penjara.
- Namanya Peddamma. - Dia bibimu?
Kenapa kau peduli, bodoh?
Ayo kita temui dia.
Peddamma...
Peddamma...
Peddamma...
Peddamma...
- Kukira Peddamma pergi menemui Chinnamma. - Awas saja kau kalau kau sarkastis.
Jika dia keluar sepanjang malam seperti ini, pasti itu masalah besar.
Geng itu makin bertambah besar dari hari ke hari.
Tentu saja.
Tidak ada daya tarik yang lebih besar daripada kebencian di dunia modern.
Di sini.
Jawaban untuk semua pertanyaanmu.
Sentuh itu.
Ayo.
Pegang tangan ini.
Ayo.
Maju ke depan.
Apa yang kau lakukan pada murid-muridku?
Aku datang ke sini mencarimu, Rajappa.
Jangan, Rajappa.
Jangan marah.
Kemarahan itu seperti api.
Ia berpura-pura membuatmu hangat dan akhirnya membakarmu hidup-hidup.
Biarkan saja.
Sampai aku memenggal kepala orang yang mengkhianatiku,
api dalam diriku tak kunjung padam.
Jika kau mau hatimu tenang,
aku bisa menunjukkan cara lainnya.
Apa itu?
Pegang tangan ini.
Hanya kematiannya yang bisa memberiku kepuasan.
Ular yang membakar dengan dendam hanya akan menggigit.
Ia tidak menunjukkan belas kasihan.
Di situlah kau, Basavalingam.
Bagaimana kau tahu namaku?
Aku tahu namamu.
Aku juga tahu tentang cintamu.
Kau berjuang keras demi Bhumi, kan?
Bukankah mencuri itu dosa, Basava?
Jika kau berbuat dosa dan bersumpah menggunakannya untuk perbuatan baik,
apa tindakan itu berubah menjadi perbuatan suci?
Atau tetap menjadi dosa?
Menghapus dosa-dosamu tidaklah semudah itu...
seperti mencuci darah di tanganmu, Basava.
- Hei, Guru! - Basava!
Ada adegan pembunuhan Rao Ramesh dalam film Pavan Kalyan.
Menurutmu, siapa yang paling jago melakukannya?
Kau meneleponku dan bertanya siapa yang paling jago melakukannya, Guru?
Kenapa aku harus terpaku pada penangkapan dan penculikan saja?
Bukankah Basava cukup bagus untuk pembunuhan?
Oke. Kau boleh membunuhnya. Sampai jumpa jam 2 besok.
Tentu, Guru.
Hei! Hei!
- Oh, itu kau. - Kau sopir mobil, kan?
Kau pikir aku tidak mengenalimu? Apa itu? Kloroform?
Seolah-olah itu bisa.
Coba tongkatnya.
Pegang ini.
Pegang ini.
Berikan padaku.
Ayo.
Semua yang ada di sini adalah boneka.
Kecuali untuk ini.
Minumlah. Silakan.
Oke, katakan padaku, nona.
Tulang apa yang ada di dalam tas itu? Dan apa yang kau lakukan dengannya?
Kau tidak tahu siapa? Apa bosmu tidak memberi tahu?
Pertama jawab pertanyaanku.
Jadi kau tipe orang yang melakukan hal-hal seperti itu demi uang.
Aku punya usul. Aku akan memberimu uang lebih banyak daripada dia.
Lepaskan aku, oke?
Hei! Hei!
Siapa kau, Pak?
Kenapa kau mendatangiku?
Siapa yang memberimu semua ini?
- Siapa namamu? - Siddha...
Hei! Mundur dulu. Sekarang.
Dia pahlawan yang datang untuk menyelamatkanmu?
Namamu Siddha, kan? Kenapa kau tidak memberitahuku sebelumnya?
- Jawab aku. - Dia tidak bisa bicara.
Lepaskan dia.
Baiklah. Dia tidak bisa bicara.
Tapi kau bicara, kan?
Tulang siapa yang ada di dalam tas itu? Dan apa yang kau lakukan dengannya?
Itu milik Peddaiah kami.
Dia adalah Kepala desa kami.
Namanya Jangaiah Dora.
Sudah 100 tahun sejak kematiannya.
Apa yang kau lakukan dengan tulang berusia 100 tahun?
Aku berasal dari Pachagudem.
Kesuburan bukan hanya sekadar nama.
Seluruh desa kami hijau subur.
Bumi ini bukan hanya milik kami.
Tapi milik semua makhluk hidup yang pernah bernapas di tanah kami.
Itu sebabnya kami tidak mengklaim tanah kami.
Kami yakin kami adalah anak negeri.
Kami tidak percaya tanah kami harus didaftarkan secara sah.
Seorang lelaki mengetahui itu dan mendaftarkan tanah kami atas namanya.
Dia menyuruh kami meninggalkan desa.
Kau bukan yatim piatu, jika kau tidak punya orang tua.
Kau yatim piatu meski kau tinggal jauh dari tanah kelahiran.
Untuk mencari nafkah,
kami harus mengirim anak-anak untuk bekerja sebagai pekerja anak.
Pengacara kami meminta uang untuk mengajukan kasusnya di pengadilan.
Ini sumbanganku.
Apa ini, nak?
Ini kontribusi kami. Mulai hari ini, kami hanya akan makan satu kali sehari.
Sudah 2 tahun kami menginjakkan kaki di tanah air.
Tolong lakukan sesuatu dan kembalikan desa kami, Pak.
- Kumohon, Pak. - Kau bicara seperti mereka sekarang.
Bersabarlah.
Sampai kapan, Pak?
Kenapa hidup kami harus hancur karena kesalahan orang lain?
Aku sudah memberitahumu 100 kali.
Keempat pejabat pemerintah yang seharusnya
bersaksi di pengadilan juga menjual jiwa mereka.
Bagaimana kau bisa membuktikan desa itu milikmu?
Kau punya dokumentasi untuk rumah dan ladangmu?
Bisa kau setidaknya menunjukkan kuil atau sekolah yang pernah kau bangun?
- Kakek... Kakek... - Saudara, apa yang terjadi?
Pergi ambil air.
Apa yang terjadi, kakek?
Berikan aku janji, nak.
Jika aku mati, aku mau kau menguburkanku di desa kita.
Saat itulah aku memikirkan solusinya.
Menurut tradisi desa kami,
saat seseorang mati, kami menguburkannya di sebelah utara desa.
Aku datang menyerahkan abu Jengaiah Dora
yang berusia 100 tahun di laboratorium forensik.
Saat itulah kau melihatku.
Jika aku menyerahkan laporan forensik di pengadilan besok,
mereka akan memberikan izin untuk penyelidikan lebih lanjut.
Anak buah Damodar menculikku untuk menghentikan itu terjadi.
Sekarang setelah kau mengetahui, bisa kau melakukan sesuatu?
Untuk apa kau membantu?
Kau juga salah satu anak buahnya.
Lepaskan Siddha.
Apa yang terjadi?
Aku merasakan ada sesuatu yang salah, John.
Semenjak kita menginjakkan kaki di desa ini, semua orang bertingkah aneh.
Perempuan tua di sana bicara seakan-akan dia
menempuh pendidikan doktoral tentang hidupku.
- Apa yang dia katakan? - Dia menyebut Bhumi.
Bos, tiuplah peluit itu.
Kurasa mereka ada di sekitar sini.
Aku mau orang yang mencuri mobilku maju ke depan...
dan dengan baik mengembalikan kuncinya.
Kawan-kawan, kita ceritakan tentang dia pada Rajappa.
Hei!
Tiap DP Langsung Bonus 5% Main Di Sini Jamin Wede WinJos Pasti Win. Jos Wede-nya Kunjungi https://super.winjos.today
Ada apa dengan semua rambut ini? Apa ini persembahan untuk Dewa?
Di mana mobilku?
Pak, perhiasan itu milikku.
Orang-orangmu mencurinya dariku.
Aku capek sekali. Aku sedang tidak mood ribut. Kembalikan perhiasanku.
Aku menamaimu Katyayini karena kau lahir di bintang Pushyami.
Aku pergi ke Kanchipuram dan melakukan ritual perdamaian.
Aku menyumbangkan 10 sapi pada para Brahmana.
Tapi kemudian...
Aku tidak pernah membayangkan dalam mimpiku yang terliar, kau akan meninggalkanku.
Pak John, menurutmu merek apa yang disukainya?
Apa yang sedang kita bicarakan dan apa yang kau katakan?
Apa yang kita lakukan dengan informasi ziarahnya?
Karena ini perhiasan yang kubuat untuk putriku tercinta, Katyayini.
Kita mencurinya dari seseorang. Kenapa dia mengklaimnya sekarang?
Kalung mutiara, gelang berhiaskan batu rubi,
rantai pinggang bertahtakan 9 batu mulia,
cincin berlian untuk pertunangan putriku, kalung zamrud, gelang kaki mahal,
aksesori rambut, anting, gelang, cincin hidung,
Untuk menangkal mata jahat yang tertuju padanya
karena dia lahir di bintang Pushyami,
Aku punya zamrud berharga yang tertanam di cincin hidungku, dasar bajingan!
Dari mana kau mencuri semua ini?
Jawab aku!
Kawan-kawan, bunuh dia!
Kenapa kau mengadakan pertunjukan?
Orang tua itu ngomong sembarangan karena dia mabuk. Ada apa dengan kalian?
Kau berencana membunuhku?
Dengarkan, perhiasan itu milikku.
Kalau kau macam-macam denganku, aku akan menggorok lehermu.
Dia yang hidup takut pada kematian.
Tapi dia yang mati tidak punya rasa takut.
Dia sudah mati selama 10 tahun sekarang.
Hey, Guna...
Kau mau emas, nak?
Jika kau mau memasuki bentengku dan melawanku,
kau butuh bukan hanya satu, tapi dua kali lipat keberanian.
Darah tidak seharusnya mengalir di pembuluh darahmu.
Lava... Lava seharusnya.
Lari!
Coba kulihat apa yang kau punya.
'Hitung 1 sampai 10 tanpa mengintip'
'Tikus bersembunyi dan kucing mencari'
'Semua pencuri, jangan berderit'
'Ssst! Ssst! Sembunyi di balik pepohonan yang rimbun!'
Ayo, kawan.
Jangan kejar perhiasannya. Ayo lari!
Dengarkan aku, sialan!
Ayo!
Ayo! Cepat!
Lewat sini.
Aku tidak bersalah. Aku tidak tahu apa-apa.
Aku tidak ada hubungannya dengan dia.
John... John...
Aku takut! Aku takut!
Aku takut!
Aku sangat menghormati perempuan, Bu.
Aku sangat mengagumi, terutama hantu perempuan sepertimu.
Basava, awas!
Basava, ayo!
Ayo, kawan!
Kau baik-baik saja, John? Ayo!
John, lewat sini!
John!
Lihat ke sana.
Di mana mobilnya?
Ayo cepat!
Basava, rute itu diblokir.
- Tidak ada manusia di desa ini? - Tidak.
- Mereka semua hantu. - Bagaimana kau bisa bertahan hidup di sini?
Karena...
Aku juga hantu.
Bukankah satu hantu saja cukup menakutkan?
Siapa yang meminta seluruh desa berhantu?
Hei, Basava! Awas!
Kita menghabiskan sepanjang malam dengan hantu?
Bahkan dokternya pun hantu.
Kita beruntung dan berhasil lolos.
- Ayo keluar dari sini. - John!
Tunggu.
Apa yang masih kau pikirkan?
Bagaimana sebuah desa menghilang di pagi hari?
Sebuah desa yang penuh hantu?
Kenapa kita datang ke sini?
Kenapa hantu menginginkan perhiasan itu?
Kita butuh perhiasan itu, bung.
Aku perlu tahu kebenaran tentang desa ini.
Hei, lihat ke sana.
John, ayo.
Selamat datang.
Aku sudah menunggumu.
Dia bisa jadi hantu juga, Basava.
Aku merasa ada sesuatu yang mencurigakan.
Jika kau berdoa di kuil di sini, aku yakin kau tahu sejarahnya.
Bagaimana Bhairavakona menghilang di pagi hari?
Jawaban atas semua pertanyaanmu terletak pada Garuda Puranam.
Pada masa pemerintahan Sri Krishnadevarayalu,
Garuda Puranam menjadi teks referensi umum.
Bhairavakona dibahas di dalamnya.
Gerbang Bhairavakona dibuka setiap 'shukla paksham' di bulan November/Desember...
Mereka menghilang pada saat 'krishna paksham' dimulai.
Sedikit peminat yang mengikuti Garuda Puranam...
menemukan Bhairavakona, memasuki desa dan tidak pernah kembali.
Sang Raja mengetahui itu dan mengantisipasi bahaya di masa mendatang.
Dia mengeluarkan 4 halaman terakhir...
Dia kemudian mulai menggunakan Garuda Puranam.
Jadi, semua orang yang mati datang ke Bhairavakona?
Orang-orang yang mengalami kematian damai dan kehidupan yang memuaskan...
jangan datang ke Bhairavakona.
Hanya jiwa-jiwa yang dipenuhi amarah, kebencian, dan dendam...
datang ke Bhairavakona.
Jiwa-jiwa itu terjebak di sini selamanya?
Saat kau menghapus kemarahan di hatimu,
dan melupakan pembalasan dendam, kau dapat kesempatan untuk bereinkarnasi.
Tolong jelaskan dalam bahasa Telugu, Pak. Aku tidak mengerti.
Seperti halnya di Bumi ada penjara untuk penebusan dosa manusia,
ini adalah penjara bagi jiwa-jiwa yang dipicu oleh amarah.
Jiwa-jiwa yang ditangkap tidak punya kekuatan.
Tapi kebencian dan dendam mereka cukup...
untuk menciptakan pertumpahan darah di sini.
Delapan penjuru dan setan kegelapan menjaga tempat ini.
Mereka yang mencoba melarikan diri...
dimasukkan ke dalam kurungan bersama burung jahat dan disiksa.
Siapa perempuan tua itu?
Dia juga seorang yang berjiwa dendam?
Peddamma. Kepala Bhairavakona.
Untuk menghapus emosi balas dendam dalam jiwa Bhairavakona,
dia menawarkan rasa takut pada Dewa Siwa
dan cinta pada Dewi Parvati pada jiwa-jiwa...
dan mencoba mengubah hati mereka.
Tongkat di tangannya adalah senjata untuk mengendalikan jiwa-jiwa di sini.
Ada banyak orang tak bersalah sepertimu yang menjadi mangsa kemarahan mereka.
Hari ini, gerbang Bhairavakona ditutup sampai waktu berikutnya.
Tidak akan buka lagi sampai tahun depan.
Kau akan beruntung jika bisa keluar dari sini hidup-hidup.
Jangan kembali dan jatuh ke dalam perangkap mereka.
Pergilah!
Jangan tinggal di area itu.
Kau menginginkan jawaban dan di situlah hilangnya kejelasan yang sangat dibutuhkan.
Sangat berbahaya tetap di sini. Ayo.
Kau akan pergi ke mana?
Bagaimana kita mendapatkan uangnya?
Perhiasan itu adalah satu-satunya pilihan bertahan hidup kita.
Bagaimana cara kita mendapatkan kembali perhiasan itu sekarang?
Malam ini, gerbang Bhairavakona akan muncul kembali.
Jiwa-jiwa akan bangkit kembali. Termasuk Rajappa.
Kita harus mencari perhiasan kita di tempat kita kehilangannya, John.
Kita akan mendapatkan kembali perhiasan dari Rajappa dengan cara apa pun.
Kita tidak menggadaikan perhiasan di Manappuram
untuk mendapatkannya kembali dengan mudah.
Kita tidak bisa memukulnya karena dia tidak merasakan sakit.
Kita juga tidak bisa membunuhnya karena dia sudah mati bertahun-tahun.
Bagaimana lagi kita bisa mendapatkan kembali perhiasan?
Ayo kita tipu Pak John.
- Apa? - Ayo kita tipu Pak John.
- Kau mau menipu hantu? - Iya. Mereka juga pernah jadi manusia.
Tidak bisakah hantu ditipu?
Wow!
Bagaimana kau akan menipu mereka?
Pak John,
untuk siapa Rajappa membuat perhiasan itu?
Putrinya.
Bagaimana jika dia muncul dan memintanya?
Dia pasti akan memberinya perhiasan itu, kan?
- Tapi di mana kita bisa menemukan putrinya? - Pak John!
Rajappa sudah mati selama 20 tahun.
Bagaimana dia tahu seperti apa rupa putrinya sekarang?
Kita akan menampilkan seseorang sebagai putrinya. Begitulah cara curang bekerja.
Orang bodoh mana yang akan setuju berperan sebagai putri hantu?
Ya.
Aku?
Sialan! Kenapa aku harus jadi kambing hitam demi keuntungan pribadimu?
Temukan orang lain.
- Tidak mungkin aku melakukannya. - Tolong bantu kami kali ini.
Begitu kami keluar dari sini, kau bisa datang untuk meminta bantuan.
Kau siap membantu. Tapi aku tidak akan hidup memintanya.
Geetha, kami keluar dari desa ini hidup-hidup tadi malam.
Tolong percayalah.
Aku akan memastikanmu tidak terluka.
Kumohon.
Baiklah. Aku akan melakukannya.
Tapi, katakan sesuatu.
Untuk apa kau mempertaruhkan semua itu?
Jawab aku.
Namanya Bhumi.
Perempuan yang kucintai.
Dia datang ke dalam hidupku yang tanpa harapan...
seperti layang-layang yang indah.
Itu karena kesalahanku...
Aku kehilangan dia, Geetha.
Jika aku melakukan ini untuknya,
dia akan bahagia di mana pun dia berada.
Kumohon, Geetha.
Ada yang harus melewatiku untuk bisa menghubungimu.
Seorang perempuan meninggalkanmu...
dan kau melakukan banyak hal untuknya?
Aku juga jatuh cinta pada seorang lelaki.
Dia biasa mengejarku seperti anjing.
Aku punya sedikit masalah dan boom, dia menghilang.
Dasar idiot!
Aku menjadi jengkel memikirkannya.
Lelaki yang membela kekasihnya saat dia dalam masalah adalah kekasih sejati.
Kau seorang kekasih sejati.
Ayo.
Ayo kita ambil kembali perhiasan itu dari ayahku.
Kita menipu hantu di desa yang penuh hantu.
Pak John,
kita harus membuat profil lengkap tentang Rajappa dan putrinya.
Bagaimana kita mengetahuinya?
Rajappa bilang dia sendiri yang membuat perhiasan itu.
Jadi kita perlu kembali ke tempat kita mencuri perhiasan itu.
Apa perkembangan terbaru kasus ini?
Keempat orang itu ada di pihak kita, kan?
Ya, Pak. Mereka siap bersaksi untuk kita di pengadilan lusa.
Hai...
- Hai... - Hai...
Halo, sayang.
Aku akan menghancurkan tenggorokanmu jika kau berteriak.
Katakan yang sebenarnya. Kau mencuri perhiasan dari Rajappa, kan?
Itu perhiasan hasil jerih payah pamanku, Pak.
Kau akan membiarkanku menyelesaikannya?
Sulit sekali mencuri dari Rajappa, Pak.
Bicaralah.
Rajappa berasal dari Chilukuru.
Dia perampok.
Dia mencintai putrinya Katyayini.
Pamanku dulu bekerja di bawahnya.
Rajappa dapat perhiasan yang terbuat dari sebagian emas yang dirampoknya.
Pamanku menjadi serakah pada perhiasan itu.
Dia mau melaporkan Rajappa ke polisi dan melarikan diri dengan perhiasannya.
Hei, apa ini?
Tidak apa-apa.
Ini perhiasan yang kubuat untuk putriku.
- Mau dibawa ke mana? - Lepaskan! Lepaskan!
Rajappa terjatuh ke dalam panci emas panas yang membara dan mati.
Pamanku memulai bisnis besar dengan perhiasan yang dicurinya.
Ia menjadi pengusaha sukses dan menarik perhiasannya dari hipotek.
Ini rahasia keluarga kami.
- Bagaimana kau mengetahuinya? - Rajappa yang menceritakannya.
Rajappa?
Kau pikir aku bodoh karena percaya seorang lelaki
yang mati 25 tahun lalu dan bilang itu padamu?
Bergabunglah dengan kami malam ini.
Kau akan mengetahuinya.
Kami sedang menulis buku tentang pertemuan Rajappa, Pak.
Kau CI yang melakukannya? CI Rajagopal?
Geetha, catat.
Ini foto-fotonya.
Lihat.
Dia agak tuli. Dia tidak mau banyak bicara dengan siapa pun.
Meskipun begitu, dia siswi yang cerdas.
Terima kasih.
Peddamma...
Mereka lolos dari kematian dengan selisih tipis.
Kupikir mereka beruntung.
Tapi mereka kembali mencari kematian.
Tak seorang pun bisa mengubah nasibnya kali ini.
Tidak bisakah kita hentikan ini, Peddamma?
Di alam semesta ini, hukum karma berada di luar perintah Dewa.
Takdir akan berjalan sesuai jalannya.
Ayo lakukan apa pun yang kita bisa.
Mulailah ritualnya.
Jiwa-jiwa akan secara otomatis menutup gerbang
saat kita mencoba melarikan diri, kan?
Aku menutupnya lebih dulu dan menyelamatkan mereka dari kesulitan.
Kami tahu kalian hantu.
Kenapa kau membuang-buang waktu dan tenagamu?
Beranikah muncul lagi?
- Pak John, letakkan tanganmu di dadaku. - Pak.
- Di sisi manakah jantungnya? - Maaf, Pak.
- Kau merasakan seberapa cepat detaknya? - Ya, Pak.
Merupakan hal yang umum bagi orang untuk takut pada hantu.
Tapi mereka tidak boleh tahu kita takut.
Kau melihatnya di wajahku?
Kau juga harus mencobanya.
Jadi kau mau aku mengikuti jejakmu?
- Pak John... - Pak.
- Hai. - Halo.
Sudah berapa lama kau mati?
- Dua setengah tahun. - Oh, tidak.
- Beristirahatlah dengan tenang. - Senang bertemu denganmu.
- Bisa kami bertemu Pak Rajappa? - Dia sedang bicara dengan ayahnya. Mohon tunggu.
Terima kasih.
Kurasa dia resepsionis waktu masih hidup. Dia sangat fasih bicara.
Kau memperhatikan bagaimana hantu perempuan suka ras lelaki?
Pak John...
Bagaimanapun juga, itu hantu. Dia akan memakanmu hidup-hidup.
Tidak di situ.
Jika pengaturan Rajappa begitu mewah,
Aku jadi penasaran, betapa mewahnya ayahnya.
Sejak aku melihat perhiasan ini,
Aku merindukan putriku, ayah.
Dia tidak punya ayah atau ibu.
Aku penasaran bagaimana kabarnya.
Aku mau sekali bertemu Kathyayini, Ayah.
Aku tak percaya dia adalah ayah Rajappa.
Dr. Narappa meninggal dunia lebih cepat.
Putranya Rajappa hidup lebih lama darinya.
Bhairavakona.
Kau tidak bisa bertemu dengannya kecuali dia juga mati muda seperti yang kita alami.
Dia harus hidup panjang dan bahagia selama 100 tahun, ayah.
Kau tidak bisa punya segalanya dalam hidup, oke?
- Berani sekali kau menginjakkan kaki di bentengku lagi? - Dengarkan aku.
John!
Apa ini, Pak? Kami membawakan hadiah.
Hadiah?
Katyayini, kemari.
Sialan!
- Ayah... - Diamlah!
Jangan ganggu kami.
Persetan dengan dia!
Raju, dia sama sekali tidak mirip kau.
Jangan menjadi emosional hanya karena dia mengaku putrimu.
- Milikilah akal sehat. - Kenapa?
Kalian punya kesamaan?
Kami meyakinkan diri bahwa kau ayahnya, kan?
Jangan melihat semua dari sudut pandang iblismu, dokter.
- Siapa ini? - Kakekmu.
Berkatilah aku, kakek!
Cukup sudah aktingmu sebagai 'perempuan
yang dalam kesulitan', dasar aktris menyedihkan!
Rajappa, tiga dari mereka mencoba membodohimu.
Katyayini, tunjukkan buktinya.
Ini hasil tes darah? Anakku tidak ada darahnya.
Foto kita yang diambil di karnaval, ayah.
Kau masih memilikinya?
Bodoh sekali!
- Itu bukan foto. - Itu Photoshop?
Itulah hidupku.
Hei... Hei... Tolong kendalikan emosimu.
Jangan emosional. Aku punya beberapa pertanyaan.
Jika kau sungguh putrinya, jawablah dengan benar, aku akan mempercayaimu.
Bagaimana kau tahu tentang cucu perempuanmu?
Kau sudah mati saat itu.
Kalian terlalu sering menyebut kami mati.
Tunjukkan rasa hormat yang besar pada orang yang sudah mati.
Pertanyaan pertama.
- Siapa namamu? - Katyayini.
- Nama lengkap? - Veera Venkata Naga Satya Katyayini Devi.
Kari kesukaan ayahmu?
Katakan kaldu ayam, sayang.
Katakan juga padanya betapa kau suka menjilati dengan bawang dan lemon di sampingnya.
Biarkan dia yang menjawab. Kenapa kau membocorkan jawabannya?
- Pertanyaan berikutnya. - Ayah, hentikan.
Katyayini, ingat mainan yang kubelikan di karnaval?
Ya, aku ingat.
Saat mainan itu rusak, kau menangis dan menahan lapar selama 2 hari.
Benar?
Ya, Ayah. Aku ingat.
Katakan mainan apa itu dan buktikan pada kakekmu kau adalah Katyayini.
Jawab aku.
Pak, bagaimana dia bisa ingat mainan yang dimilikinya saat kecil?
Tapi dia bilang dia ingat.
Beritahu kami mainan apa itu, sayang.
Bicaralah, Katyayini.
Bicaralah, Katyayini. Tenang saja.
Jawab aku, sayang.
Jawab ayahmu, Katyayini.
Muncul dengan setengah saree tidak membuktikan kau putrinya.
Itu adalah gajah mainan.
Gajah, dengalmu!
Ayah...
Katyayini...
Kalian tos?
- Itu nyamuk. - Terlalu banyak.
Nyamuk.
Dia layak mendapatkannya.
Katyayini...
Kupikir aku tidak akan pernah bisa menemuimu lagi.
Aku senang bisa bertemu denganmu sekarang.
Maukah aku menunjukkanmu sedikit keajaiban?
- Sihir? - Ya.
Itu aku.
Dan perempuan kecil itu kau.
Ayah!
Lihat. Lihat. Lihat.
Wow!
Jantung hatiku!
Oke, katakan.
Sepertinya dia percaya. Kira-kira dia bakal balikin perhiasannya tidak ya?
Dia begitu berlebihan sehingga dia mungkin memberi kita perhiasan di tubuhnya juga.
Kau benar.
Akhirnya aku bisa bertemu putriku setelah sekian lama.
Aku meninggalkan dunia ini saat kau berusia 10 tahun.
Sepertinya aku akan pergi lagi tanpa menemuimu.
Ayah...
Aku harus bertemu denganmu, bicara denganmu.
Hidupku terpenuhi.
Semoga Tuhan memberkatimu.
Selamat tinggal sayang.
Jaga dia.
Putrimu juga emas, Pak. Persis seperti kata-katamu.
50 kilo emas dalam wujud perempuan.
Tapi, dia tidak dihiasi emas.
Dia tumbuh tanpa ayah, yatim piatu.
Tidak apa-apa, Katyayini. Ayo.
Jaga dirimu, Ayah.
Tenang saja, sayang. Kasih sayang Ayah akan membuatmu kuat. Ayo.
- Selamat tinggal, Ayah. - Jaga dirimu, sayangku.
Tunggu sebentar.
Aku lupa sesuatu.
- Sarabha, ambilkan aku tas perhiasan itu. - Oke, saudara.
Ini untukmu, sayang.
Kau tidak harus melakukan itu, ayah.
Apa masalahmu, nona?
Ayahmu memberimu perhiasan. Kau akan segera menikah.
Kau harus menerimanya dan kembali ke rumah.
Maaf Pak.
Tak apa. Ambil saja, sayang.
Ini untukmu, sayang.
- Selamat tinggal, Ayah. - Jaga dirimu, sayang.
Ada sesuatu di sakumu. Kurasa itu milik putrimu.
Mau memberikannya padanya?
Pak John, kapan kau belajar pelajaranmu?
Kau perlu menunjukkan kedewasaan setidaknya sekali dalam hidupmu.
Aku tidak mau kita kehilangan gelang kaki itu.
Ini adalah hal paling istimewa yang pernah kulakukan.
Ada tanda lahir seukuran tahi lalat di kaki kirimu.
Tahi lalat?!
Aku membuatnya khusus untuk menutupinya.
Biar aku mengikatkannya di pergelangan kakimu.
Ayah...
Ayo, sayang.
Katyayini, dia lebih tua darimu.
Senang sekali bisa membuatnya menyentuh kakimu. Ayo kita mulai.
Kemari, sayangku..
Biarkan saja, Ayah.
Pak, aku akan melakukannya. Jangan repot-repot. Serahkan saja padaku.
- Kemari, sayangku. - Tidak, ayah.
Tunjukkan pergelangan kakimu.
- Di mana tanda lahirnya, sayang? - Kau serius menanyakan itu, dasar bodoh?
Sudah kubilang, dia bukan putrimu.
Dia berpura-pura mencuri perhiasan itu.
Ada begitu banyak pertanyaan di dunia dan kau memilih bertanya tentang mainan.
Mainan gajah terlihat jelas dalam foto ini.
Jadi, bukankah kau putriku, Katyayini.
Dia aktris yang layak mendapat Oscar.
- Geetha, masuk ke mobil. - Ayo!
Kau akan berakhir kembali di sini setelah kau mati.
Lihat.
Minggirlah, Peddamma.
Orang tidak datang ke Bhairavakona tanpa alasan, Basava.
Takdir.
Takdirlah yang menempatkanmu di jalur ini.
Seorang perempuan sedang menunggumu di sini.
Dia perempuan yang dicintainya.
Apa?!
Perempuan yang dicintainya sudah mati?!
Hmm.
Kenapa kau membunuhku?
Bicaralah! Kenapa kau membunuhku?
Tidak semua yang kau lihat benar, Bhumi.
Dengarkan aku sekali ini.
Kau akan bilang kau tidak membunuhku?
Ya! Aku membunuhmu!
Aku membunuhmu dengan tangan kosong.
Tapi aku mati saat itu juga.
Dia sedang menceritakan kisah Sapi dan Harimau, sayang.
Tapi dia bukan sapi.
Dia serigala yang menipu orang yang memercayainya.
Aku tidak membencimu karena membunuhku.
Tapi karenamu, bangsaku tidak punya rumah saat ini.
Tidak ada hukuman yang bisa membenarkan kesalahan yang sudah kau lakukan.
Apa pun yang kulakukan sekarang untuk desamu dan rakyatmu, Bhumi.
Berapa kali kau akan bohong?
Dia seharusnya tidak keluar dari Bhairavakona.
Kau merenggut nyawa seorang perempuan.
Kau menipu seorang ayah.
Aku akan meremas jantungmu saat kau masih hidup.
Aku bersumpah demi dewa desamu, Sangameshwar.
Kubilang yang sebenarnya, Bhumi.
Kau harus pergi, sayang.
Aku akan menghukumnya atas dosanya.
Kau pikir kami bodoh datang ke sini padahal tahu desa ini penuh hantu?
Dia menyelesaikan apa yang kau mulai.
Basava!
Dia bohong, kan?
Dia mencoba menipuku lagi.
Aku benar?
Dialah yang mengakhiri hidupmu.
Kenapa kau peduli padanya?
Kau mau menyaksikan kematiannya, kan?
Itulah sebabnya kami memanggil Basava ke Bhairavakona.
Kenapa kau terganggu sekarang? Coba lihat.
Aku mau tahu yang sebenarnya.
Cari saja sendiri.
Apa yang ada di tangan ini yang membuat semua orang takut?
Benarkah itu?
Amarah percaya pada kebohongan.
Kebencian percaya pada kebenaran.
Cobalah untuk memaafkannya sekali saja.
Kau akan menyadari kebenarannya.
Basava...
Orang yang tidak bisa memaafkan,
tidak punya hak untuk mencintai.
Orang yang tidak bisa mencintai,
tidak punya hak untuk menuntut kebenaran.
Kau hanya melihat Ravana di Basava yang menculikmu.
Empat halaman yang hilang dari Garuda Puranam...
akan mengungkapkan kebenaran padamu.
Ikutilah jalan yang mereka tunjukkan.
Kau akan menemukan Ram yang awalnya kau cintai.
- Halo. - Ya?
Kemasi tasmu dan naik bus ke suatu tempat dengan segera.
- Kenapa? - Karena kalau tidak, Shankar akan membunuhmu.
Kenapa dia akan membunuhku?
Perempuan yang Shankar minta kita jaga, aku memutuskan untuk menyelamatkannya.
Kalau dia tahu, dia akan membunuhmu. Pergi dari sana segera.
Halo, Basava...
Di mana saudara Shankar?
Orang kita sudah kembali dari penjara. Jadi dia langsung membunuhnya.
Hai... Hai, Siddha...
Dengarkan aku, bung.
Hey, Siddha!
Dengarkan aku! Kubilang kemari!
Kemari.
Bhumi!
Dengarkan aku.
Bhumi, dengarkan aku sekali ini!
Aku mencoba membantumu.
Bhumi!
Dengarkan aku, Bhumi! Kumohon!
Kumohon!
Jangan pergi keluar sendirian.
Siddha, jangan ikuti aku. Pergi ke arah lain saja.
Bhumi!
Lari!
Lagipula, kau perempuan.
Dari mana semua kesombongan itu datang?
Aku pernah melihat orang yang mengumpulkan saksi dan mengancamku.
Tapi kau membuatku stres hanya dengan tulang belulang orang mati.
Ini sertifikat DNA yang akan kau tunjukkan di pengadilan?
Aku mengampuni nyawamu sampai sekarang untuk ini.
Ini bukan hanya abu Jangaiah Dora.
Ini adalah abu semua leluhurmu.
Kami tak menyisakan tulang sedikit pun di kuburanmu.
Aku tidak mengerti kenapa kau begitu putus asa
menyelamatkan desa yang bahkan tidak punya 30 rumah.
Jika kami membiarkanmu pergi, kau akan memperburuk situasi.
Ada apa dengan jarumnya? Kau mau menjahit kancing bajuku?
Racun kalajengking merah.
Ia akan menyerbu darahmu bagai ular kobra hitam.
Bahkan tidak memberimu waktu untuk mengakui di mana aset dan utangmu.
Jangan meremehkan perempuan.
Para perempuanlah yang membunuh setan-setan mematikan seperti Narakasura dan Mahishasura.
Jangan biarkan dia pergi.
Bunuh dia!
Hei!
Jika kau mendekat, kau akan mati!
Hei! Hei!
Berhenti! Berhenti!
Pak, kebenaran yang akan kau katakan akan menentukan nasib semua penduduk.
Dia memberiku 50 lakh. Apa yang bisa kau tawarkan?
Uang kecil?
Pak, tolong jangan katakan itu.
Dia tidak mengerti, kawan-kawan. Tarik dia masuk.
Ayo.
Aku akan memberimu satu crore, Pak.
Satu crore masing-masing.
Satu crore!
- Untuk mengatakan kebenaran? - Ya, setidaknya katakan demi uang.
Oke. Siapkan uangnya sebelum sidang berikutnya.
3 crores bukanlah lelucon.
Bagaimana rencanamu mengatur uangnya? Dengan merampok seseorang?
Aku akan merampok orang-orang yang menyeret mereka ke jalan.
Kau akan kehilangan nyawamu jika keadaannya memburuk. Apa kau waras?
Aku tidak peduli, kawan.
Perempuan yang kucintai mati di tanganku.
Dia sudah mati, Bung. Berhenti bilang kau mencintainya.
Jadi bagaimana kalau dia sudah mati?
Apa cintaku akan memudar?
Bagaimana cintaku bisa memudar begitu saja?
Jika bisa, itu bukan cinta sejati.
Tolong selamatkan dia.
Tidak! Tidak! Jangan kirim aku ke neraka.
Aku tidak akan pergi tanpa membunuh lelaki yang sudah membunuhku
dan membuat putriku menjadi yatim piatu.
Jika dia mati, putrimu akan menjadi yatim piatu lagi.
Dia menyadari kesalahannya dan membesarkan putrimu seperti putrinya sendiri.
Ayah, suruh mereka berhenti. Kita serahkan mereka ke polisi.
Bagaimana mungkin aku bisa begitu saja melepaskan
perhiasan yang kubuat untuk pernikahan putriku?
Kami menemukan kebenaran saat kami mencari putrimu.
Katyayini tinggal di bawah naungan Murali.
Haruskah kukatakan saja kalau dia bukan ayahnya
dan membunuhnya sambil bilang dia pembunuh ayahmu?
Kau hanya punya dua pilihan sekarang.
Bunuh dia untuk balas dendam. Atau pikirkan putrimu dan kubur dendammu.
Aku tidak percaya padamu. Kau bohong terang-terangan.
Tidak, itu benar.
Peddamma menunjukkan padaku...
apa yang sebenarnya terjadi.
Kau kehilangan cintamu sebelum sempat mekar.
Kau sungguh akan mati untuk itu?
Basava, dia akan pergi sebentar lagi.
Bukan hanya dia. Putraku, Rajappa, juga akan pergi.
Dan dia tidak akan pernah kembali.
Hanya orang yang marah dan benci yang punya tempat di sini.
Tiap DP Langsung Bonus 5% Main Di Sini Jamin Wede WinJos Pasti Win. Jos Wede-nya Kunjungi https://super.winjos.today
Apa ini, Pak?
Cucu perempuanku sekarang punya keluarga yang baik yang merawatnya.
Harap simpan ini untuk menyelamatkan desa.
Selamat tinggal.
Jadi kau tidak akan kembali bersama kami?
Emosi tidak cocok dengan wajahmu.
Aku tidak akan pergi kemana pun.
Selama aku membenci perempuan,
Bhairavakona adalah alamat pos dan fisikku.
Kenapa kau begitu membenci perempuan, Pak? Apa yang sebenarnya terjadi?
Pada suatu saat,
- saat aku bukan hantu, - Oke...
Kita tidak punya waktu sekarang.
Temui aku saat 'Sukla Paksham' berikutnya.
Aku akan menceritakan kisah itu sambil minum teh hijau.
Aku mau melihatmu mati selama ini.
Tapi setelah menyadari siapa dirimu sebenarnya,
kuharap aku bisa hidup kembali..
Aku sudah mati bersamamu, Bhumi.
Cintamulah yang membawaku sampai di sini.
Dan cintamulah yang akan membuatku terus maju.
Tapi cintaku mengikatmu.
- Kau harus mencari orang lain. - Bhumi!
Aku selalu mau memberitahumu sesuatu.
Bisa aku mengatakannya sekarang?
Aku minta maaf.
Aku mencintaimu.
Oh, sial! Sudah siang.
Diterjemahkan oleh Kuda Lumping 02 Agustus 2025
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.