All language subtitles for Tigress.of.King.River.2002.WEB-DL.720p.FMZM

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

TAHUN 1786 MASA KEKUASAAN RAJA RAMA I

SUKU MIENWUN DAN MIENMEWUN YANG DIJAJAH

MELINTASI SUNGAI KING DI DEKAT JALUR TIGA PAGODA

- Bawa aku melintasi sungai. Cepat! - Maye. Cepatlah.

DESA BUDAK YODIA DI BURMA BEBERAPA BULAN SEBELUMNYA

Dengarkan ini, semua budak Yoda.

Raja Padung berencana menyerang Bangkok.

Semua pria yang sehat harus ikut berperang.

Pria tua tak berguna boleh tetap di sini.

Siapa pun yang tak mematuhi Perintah Raja ini...

...akan dibunuh beserta keluarganya.

Semua gajah, kuda, lembu, kerbau, dan gerobak...

...juga akan disita.

Jalan!

Untaian tasbih perak ini dari biksu di Yodia.

Ini adalah pemberian ayahku...

...pada masa Raja Boromakod.

Di mana Klom, Mayne?

Dia tertembak dan jatuh ke sungai. Gajahnya kabur ke hutan.

Klom!

Klom!

Klom!

Klom!

Klom!

Klom!

Klom!

Maye.

Maye.

Di mana Klom, Maye? Di mana dia?

Ayo. Kita harus menemukan Klom.

- Ada wanita! - Peri hutan!

Tak ada wanita yang berani menyusuri Sungai King...

Dasar bodoh. Peri hutan tak akan terlihat di siang hari.

- Ada wanita dan gajah. - Dia milikku.

- Itu gajah perang. - Itu milikku.

Jadi, wanita itu milik kami.

Wanita itu juga milikku.

Kalian tangkap gajahnya. Aku akan tangkap wanita itu.

Maye!

Tolong!

- Tidak! Lepaskan aku! - Dia milikku!

- Dia milikku! - Lepaskan aku!

Lepaskan aku!

Kau berani menusukku!

Dia milikku!

BANGKOK 100 TAHUN KEMUDIAN

Minggir!

Kau dari mana saja?

Hati-hati. Kuhabiskan banyak waktu untuk itu.

Ini, terimalah. Untuk makanan dan minuman yang kuambil.

Sialan!

Berpencar dan cari dia! Dasar bodoh!

Kau tak akan menemukannya di belakangku!

Hei! Dia di sana. Cepat!

Tangkap dia!

Lihat, Chink mendapatkannya!

Jangan ikut campur.

Mundur!

Bawa dia!

Ayo, bergerak!

Cepat.

Bawa dia ke atas sini.

- Hanya tersisa sedikit, Tuan. - Senjata macam apa...

...yang kau jual padaku, Kapten?

Bukankah kau bilang ini dari pasukan Inggris?

Apa pasukan Inggris memakai ini untuk melawan pasukan Burma?

Mereka bahkan tak akan bisa membunuh cicak di dindingku.

Sungguh. Semuanya milik pasukan Inggris.

Sungguh? Lalu kenapa tak berfungsi?

Kupikir kau hanya ingin hiasan dinding.

Kapten, aku penjual hewan liar.

Aku menjual gading gajah dan bagian tubuh hewan lain.

Jika aku ingin hiasan untuk dindingku,...

...itu adalah kepalamu!

Itu sangat jelas.

Ambil kembali semua senjata jelekmu.

Kembalikan semua uangku.

Semuanya! Sekarang juga!

Bisakah kita bicarakan soal ini?

Pemburuku akan membawamu ke pondok berburuku di hutan...

...di sebelah perbatasan Burma.

Gunakan senjatamu untuk menembak seekor harimau besar untukku,...

...dan aku akan melepaskanmu.

Awasi dia! Pastikan dia tidak kabur!

Baiklah.

Cepat jalan!

Hidup biksu memang sulit.

Tapi jika kau tak bisa setia,...

...ambillah dharma dan semua yang sudah kau pelajari,...

...dan biarkan semua itu membimbingmu selamanya.

Ini pasti takdirku. Karma untukku.

Dahulu aku sudah membunuh banyak nyawa.

Itu adalah belitan kebencian dan penderitaan.

Kuatkan keyakinanmu.

Fokuskan pikiranmu.

Aku akan doakan panjang umur untukmu.

Dari mana kau dapat tasbih itu, anak muda?

Mereka tampak sangat tua. Perak?

Perak, Tuan.

Tasbih ini tertinggal di kait gajah ini,...

...di Sungai King, entah sejak kapan.

Ada tulisan suci terukir di tiap butir tasbihnya.

Aku menemukannya saat meditasi di tepian sungai.

Jadi, kau adalah biarawan. Meditasi semua hal yang serius.

Kenapa kau meninggalkan jubahnya? Untuk seorang wanita?

- Kau ingin menjualnya? - Apa, Tuan?

Tasbih itu.

Aku hanya peduli soal tasbih itu.

Siapa yang dikirim Yong untuk menjemput kita?

- Dia akan datang sendirian? - Bagaimana dengan Westerner?

Tinggalkan dia di gerobak. Kita sudah tiba. Dia tak bisa pergi.

- Aku pergi. Semoga beruntung. - Semoga beruntung, Tuan.

Cepat! Tangkap dia.

Budak putih itu mencuri anggur beras.

Minuman itu untuk dijual. Kembalikan padaku.

Sial! Ayo!

Sudah cukup! Hentikan.

- Hia Yong. - Mereka anak buahku.

- Chao Sua mengirim mereka. - Ada apa, Paad?

Kenapa kau ingin membunuh dia?

Dia mencuri anggur beras kami.

Lalu dia menyerang kami.

Lihat dia.

Ini. Untuk minumannya. Ambillah.

Dia berasal dari mana?

Mereka bilang dia berasal dari Pasukan Inggris di Mandalay.

Si berengsek itu menjual senjata rusak pada Chao Sua.

Kini dia harus memburu harimau pakai senjata itu untuk bayar utang.

Kau akan terbunuh dengan mudah jika melakukan itu.

Aku sudah tak sabar. Sungguh.

Sungguh?

Dari mana wanita itu berasal?

Namanya Julia, putrinya Dokter John.

Seorang utusan yang tewas di Desa Klang Dong.

Dia datang mengambil persediaan, jadi, kami datang bersama.

Dia setengah Karemi.

Jadi, Dr. John bercinta dengan suku pegunungan, benar?

Ya, istrinya sudah meninggal,...

...jadi, dia punya keturunan wanita setengah Karemi.

Akhirnya, mereka berdua meninggal karena malaria.

Kini tugas utusan dijalankan oleh pria suku itu bernama Jonae.

Mereka bilang dia menikahi Julia.

Tapi aku tak percaya.

Baiklah. Ayo!

Saatnya pergi, Kapten. Jangan lupakan senjatamu.

Jika kau ingin cepat pulang, Kapten,...

...saat kami menemukan harimau besar,...

...kami akan berikan padamu untuk dibunuh.

Tapi jika kau tak bisa membunuhnya dengan senjatamu,...

...pukul saja kepalanya beberapa kali.

Harimau itu akhirnya akan mati.

Pukulan putih besar akan menakutinya hingga mati.

Mengikuti aliran sungai dengan rakit lebih mudah.

Ada rusa!

- Aku akan mengejarnya. - Aku akan menembaknya.

Lupakan saja. Kita tak bisa menambah lagi.

Masih banyak di dalam sana.

- Harimau! - Bagaimana sekarang?

- Cepat! Tangkap harimau itu! - Ayo!

- Ini tangkapanku. - Harimau itu milikku.

- Itu milikmu, hewan di pohon itu. - Ini milikku. Aku yang melihatnya.

Ini bagus untuk foto. Harimau pertama kita di hutan ini.

- Akan ada lebih banyak! - Jangan banyak bicara lagi!

Cepat kuliti.

Ulat memakannya hidup-hidup.

Kita akan bermalam di sini. Jika besok berangkat lebih awal,...

- ...kita tiba di desa siang hari. - Kenapa tidak pergi sekarang?

- Hanya membutuhkan setengah malam. - Hutan ini berbeda.

Jika bisa, hindari memasukinya di malam hari.

Kau mau minum, pria kulit putih?

Dia tak punya kesempatan!

Hutan akan memakannya hidup-hidup seperti yang kau katakan.

Ada apa dengan wanita itu? Dia Westerner atau suku pegunungan?

Lupakan itu, Erb. Wanita itu masalah.

Sial! Lihat gading itu!

Suaranya dari arah Julia. Mee, awasi barang kita!

Ada suara tembakan dan raungan harimau.

Mungkin saja seseorang dari desa kita.

Ayo!

Di sana!

Siapa kau? Kau datang dari mana?

Aku hanya melintas.

Aku mendengar suara gajah, harimau dan tembakan.

- Aku datang untuk memastikan. - Di mana harimaunya?

Sudah hilang. Pria ini tewas.

Anggota lainnya terluka dan kabur.

Tunggu! Aku tak memercayainya.

Kau tak pernah mendengar soal iblis harimau?

- Apa? Ada iblis harimau di sini? - Entahlah.

Aku mendengar suara harimau, tapi hanya ada dia. Aku curiga.

Nyalakan api untukku.

Apa yang mereka lakukan?

Memastikan dia bukan iblis harimau yang menyamar.

Apa?

- Tumeng! - Dia Tumeng, putra tetua desa.

Dari bekas gigitannya, harimaunya sangat besar, Mam.

Kita harus membawanya kembali ke desa bersama kita.

- Jasadnya? - Kau yakin, Mam?

Dia Tumeng, putra tunggal Ongseng.

Jika kita tinggalkan, harimau akan menghabiskannya saat malam.

Bagaimana jika harimau itu mengikuti baunya dan menyerang kita?

Kau tak takut saat mendengar suara tembakan hari ini.

Buat tandu, cepat. Kita bawa Tumeng bersama kita.

Wan, kau melihat gajah itu?

- Ya. - Kau tahu asal gajah itu?

Mereka tak nyata.

Harimau dan gajah apa yang bisa hidup begitu lama?

Beri tahu aku sejarahnya.

- Iblis harimau. - Apa pun itu...

- ...jika melihatnya, akan kutembak. - Tentu saja iblis harimau.

- Di mana putraku? - Di sana.

Tumeng!

- Kenapa kau mati begitu muda? - Ongseng.

Ada gajah perang yang aneh. Gajah itu menguasai tempat ini.

Saat mencari jejaknya, kami menemukan Tumeng.

Kau tahu asal gajah itu?

Legenda mengatakan bahwa gajah perang...

...dan iblis harimau berkeliaran di sepanjang Sungai King.

Bagi kami, itu seperti dongeng. Tak pernah ada yang melihatnya.

Tak seorang pun percaya mereka nyata.

Tapi kenapa mereka meninggalkan Sungai Raja dan datang kemari?

Jejak di mana Tumeng dibunuh masih sangat jelas.

Kau ingin mengikutinya, Ongseng?

Jika jejak harimau itu,...

...aku tak akan mencarinya.

Jika begitu, biar aku saja. Kami akan pergi awal besok pagi.

Siapa pun yang merasa takut, kembalilah ke desa.

Kau ikut bersama kami?

Ayolah, kau Kapten. Saatnya menembak harimau.

- Jejaknya ke arah sini, Mam. - Tunjukkan jalannya, Wan.

Jejaknya bergabung dengan jejak gajah.

Mereka berjalan bersama.

Mereka membawa kita ke arah Sungai King.

Kini tak tampak lagi seperti dongeng.

Sungai Raja memang dihantui. Mereka mengarahkan kita ke sana.

Jangan pergi, Mam. Sungai King penuh iblis.

- Kita tak akan pernah bisa kembali. - Omong kosong!

Tunjukkan jalannya, Wan. Kita temukan mereka sebelum malam.

Sungai King sudah dekat.

Jangan ke sana, Mam. Lebih baik kita kembali.

Hewan itu akan membunuh kita, Mam.

- Jangan pergi! Kembali! - Berhenti, dasar pecundang!

Sial!

Biar aku saja.

- Ternyata kau pria kuat, Kapten. - Siapa bilang dia pemabuk?

Ada apa, Wan?

Hutan Sungai King adalah bekas jalur perang.

Mereka berperang di sini selama ratusan tahun.

Ribuan orang tewas.

Banyak yang bilang arwah mereka gentayangan.

Beberapa bilang mereka merasuki hewan.

Dari waktu ke waktu, mereka datang lagi untuk perang.

Apa maksudmu?

Itulah kisah yang kudengar.

Jika kau hanya percaya hal nyata,...

...maka tak perlu ada yang ditakutkan.

Sial! Omong kosong apa yang dia katakan?

Kita harus pergi dari sini!

Ikut aku!

- Pria ini sudah tewas. - Begitu juga dia.

Bahkan tanpa bekas luka.

Sial! Bagaimana sekarang, Mam?

Tinggalkan mereka di sini.

Kita bawa mereka saat pulang. Ayo, Wan.

Inilah Sungai King.

Mengalir dari Naresuan Savanna ke Jalur Tiga Pagoda menuju Burma.

- Suara apa itu? - Semacam ikan.

Ikan itu hanya ada di Sungai King. Mereka menangis seperti bayi.

Dikatakan mereka adalah reinkarnasi para pejuang yang tewas.

Lihat. Di sana.

Hutan Sungai King sebenarnya berada di sisi satunya.

Apa yang terjadi? Semua ini tidak nyata?

- Gajah! Ada gajah! - Cepat! Ayo! Ikuti gajah itu!

- Jangan tembak! - Gajah itu tak akan berhenti...

...jika tidak ditembak. Kita harus melukainya.

Jangan tembak.

- Kird! - Tolong!

Awas, Kird!

Tembak!

Sial!

Dasar kulit putih berengsek!

- Jangan tembak gajah itu. - Apa kau tak dengar?

- Mam tak ingin gajah itu ditembak. - Dari mana saja kau?

- Aku mengejar harimau itu. - Di mana? Tadi harimau itu di sini!

Lepaskan. Kubilang jangan tembak. Kenapa kau tak patuh?

Jika tidak, bagaimana kita akan menangkapnya?

Menangkap gajah dengan tali? Kau bermimpi.

Aku tak peduli perkataanmu.

Jika kita ingin menangkap gajah itu,...

...semua harus patuh perintahku.

- Bagaimana kondisinya? - Cukup parah, Mam.

Dia tak akan bertahan. Bagaimana sekarang?

Jejak harimau itu sangat besar. Tak akan sulit untuk diikuti.

Lebih baik kau ambil ini. Setidaknya, kau bisa menembak.

Ini akan menyakitkan.

Hati-hati. Saat tiba di desa, cari Joane untuk merawatnya.

Kita akan mengikuti mereka lagi besok.

Jika kita tak bisa menemukannya, kita akan akan kembali.

Thom, mari mencari kayu bakar.

Kenapa kau berhenti berburu dan menjadi biksu?

Aku banyak membunuh, penuh dosa.

Semua pemburu pasti membunuh dan berdosa.

Tapi tak seorang pun pernah menembak harimau sepertiku.

Bagaimana bisa?

Mungkin bubuk mesiunya sudah terlalu lama.

Peluru besar tak bisa menghentikannya.

Aku mengikuti harimau terluka selama beberapa pekan.

Akhirnya aku menemukannya mati di dalam gua...

...dengan tiga anaknya, mati kelaparan.

Jadi, itulah alasanmu berhenti berburu.

Aku bersumpah tak akan pernah lagi membunuh harimau.

Lalu kenapa kau meninggalkan kuil?

Mungkin harimau itu.

Harimau itu selalu menggangguku. Selalu muncul di pikiranku.

Jadi, aku meninggalkan kuil untuk membayar utangku.

Kita harus membayar semua dosa kita...

- ...di dunia ini ataupun akhirat. - Kau sungguh percaya hal itu?

Lalu sampai kapan kau akan membayar dosamu?

Membayar utangmu di setiap reinkarnasi?

Pikirkanlah. Awalnya, dia bersama pria yang tewas.

Lalu saat harimau menerkam Kird, dia menghilang.

- Saat harimau hilang, dia muncul. - Tapi dia menyalakan api.

Siapa bilang iblis harimau tak bisa menyalakan api?

Peter, bangun!

- Di mana aku? - - Ini buruk, Wan.

- Kenapa gelap datang begitu cepat? - Apa yang terjadi?

Tenanglah, Mam. Apa yang kau lihat mungkin tak nyata.

Melihat apa?

Apa itu? Manusia atau hantu?

Puji Tuhan!

Ayo!

Ayo, Wan!

Puji Tuhan!

- Ayolah! - Cepat!

Kenapa mereka terus mengikuti?

Terus bergerak!

- Kenapa mereka begitu banyak? - Kapan mereka akan berhenti?

Ayo!

Ayo!

Astaga.

- Rasakan ini! - Jangan tembak!

Lari!

Cepat! Terus bergerak!

- Mam, lewat sini. - Ayo.

Cepat, Thom.

- Di mana Wan? - Entahlah. Aku tak melihatnya.

Para pemburu sudah kembali. Mereka kembali!

Anak buahmu dibunuh di hutan ini.

Aku akan tunjukkan jalan ke tempat jasad mereka.

Bagaimana dengan iblis harimau itu?

Tembakanku mengenai bahunya, tapi tak bisa menghentikannya.

Pelurumu tak bisa menghentikannya. Bahkan jika kau membunuhnya,...

...arwahnya akan merasuki harimau lainnya...

...dan kembali untuk membunuh!

Membunuh lebih banyak daripada sebelumnya.

Hanya peluru ajaib milik Jopu yang bisa menghentikannya.

Peluru itu akan mengirim mereka untuk reinkarnasi.

Bagaimana Kird, Jonae?

Masih hidup, tapi aku tak yakin dia mampu bertahan.

Lukanya terlalu dalam.

Bahkan jika dia hidup, perlu waktu sangat lama...

...sebelum dia cukup kuat untuk kembali berburu.

Kird!

Kupercayakan dia padamu.

Saat sudah cukup kuat, dia akan kami pulangkan ke Bangkok.

Ayo, Kapten. Aku sudah siapkan tempat untukmu.

Ini tempatmu menginap, Kapten.

Hutan itu punya kehidupan.

Kita bisa berburu di dalamnya, atau kita yang diburu.

- Ini adalah rumah Tuhan. - Aku keturunan Karemi.

Dan ayahku yang membangun rumah ini, bukan Tuhan.

Kau yakin dia setengah Karemi?

Julia? Tentu saja.

Dokter itu bercinta dengan Karen setelah istrinya meninggal...

...dan punya anak Julia. Kau menyukainya?

Tidak!

Sial! Hanya itu yang bisa kau tunjukkan?

Kau yakin tidak membuat kesalahan?

Tidak. Aku bersumpah demi nyawaku. Aku masih bisa melihatnya.

Banyak gading besar, kerbau dan hilang masakannya.

...yang bertumpuk seperti bukit. Dan juga tumpukan senjata kuno.

Beberapa belalai sudah tua dan menguning seolah digoreng.

Jika kau tak percaya, tanya pria kulit putih itu dan Mam.

Untuk apa?

Jangan biarkan mereka tahu bahwa kita memburu mereka.

Aku bisa membawamu besok.

Walaupun aku tak bisa mengingat pasti jalannya,...

...aku yakin bisa menemukannya.

Kau sudah memberi tahu Erb?

Kau yang pertama kuberi tahu.

Erb. Kita akan kaya.

Kita tak perlu lagi menggembala sapi untuk Chao Sua.

Maye.

Maye.

Jadi, itu tadi darahmu.

Kau berasal dari mana? Bagaimana kau dapat luka ini?

Biar aku memeriksanya.

Jangan takut. Aku tak akan menyakitimu.

Kau demam. Biar aku periksa.

Bagaimana bisa ada darah tanpa luka?

Atau mungkin luka dalam?

Ini luka tembakan. Siapa yang menembakmu?

Kenapa tatapanmu begitu ganas?

Aku akan keluarkan pelurunya.

Ada banyak herba pengobatan di sekitar sini.

Lukanya tak terlalu parah. Kau akan hidup.

Sekarang hentikan tatapanmu itu, mengerti?

Aku bukan seekor kuda.

Pergi.

- Bangun! - Tolong!

- Tolong. - Pergilah!

- Diam di sini, Berengsek. - Apa?

- Jika kau perlu alkohol, ambil ini. - Ayolah...

Ayo. Buka pintunya.

Wanita jalang!

Dasar berengsek!

Sialan!

Ini akan sedikit sakit.

Kau harus menemui dokter.

- Aku akan membawamu ke dokter. - Tidak!

Baiklah! Tak perlu marah.

Jika kau hentikan tatapan ganasmu itu,...

...kurasa tak ada siapa pun di sini yang secantik kau.

Sangat disayangkan kau berkeliaran di hutan sendirian.

Kau lapar? Aku akan carikan makanan.

Air.

Berikan aku air. Mulutku kering.

Aku haus. Dasar bodoh! Berikan aku air.

Sial. Dia bisa bilang padaku jika hendak pergi!

Maye.

Astaga!

Ternyata kau di sini. Kupikir harimau memakanmu!

Tampaknya harimau itu mengikutimu.

Hati-hati. Aku bisa merasakan kehadirannya.

Kau demam tinggi, 'kan? Kau harus beristirahat.

Kenapa berkeliaran di hutan seperti hewan?

Katakan sejujurnya.

Gading dan tanduk itu... Semuanya milikmu?

Jangan mendekat!

Mundur!

Klom.

Sial! Kupikir demamnya sudah hilang.

Bagaimana dia bisa pingsan? Kau perlu pengobatan.

Aku tak tahu kau milik siapa,...

...tapi pria besar, kini aku perlu bantuanmu.

Kenapa kau bisa begitu sangat berat?

Kau bisa mengingat lokasinya? Jangan membuang waktuku.

Kita akan tahu setelah melintasi Sungai.

Dia menaiki gajah perang!

Di mana Mam dan Kapten? Wanita ini perlu pengobatan.

- Dia itu manusia atau iblis? - Hentikan omong kosongmu.

- Apa mungkin dia harimau itu? - Dia lari! Sudah kuduga!

- Dia berteman dengan iblis. - Bagaimana sekarang?

Tembak si berengsek itu!

Aku yakin dia iblis harimau.

- Cepatlah, pria tua! - Tembak dia! Tembak!

Tembak dia!

Tolong!

Cepatlah! Hewan itu membawa Thom ke dalam hutan.

Kejar hewan itu. Cepat!

Ayo. Cepat!

Lewat sini!

Sial! Ke mana hewan itu pergi?

Ini iblis harimau yang kau cari! Jadi, tenang saja.

Lalu kita akan membunuhnya.

Dia menaiki gajah perang, lalu tiba-tiba iblis harimau itu...

- ...melompat dan menyerang kami. - Hewan itu menangkap Thom.

- Mungkin kini dia sudah jadi mayat. - Atau kotoran harimau.

- Apa ini benar, Pemburu? - Entahlah. Sulit untuk kujelaskan.

Tapi aku bukan salah satu dari hewan itu.

Dia salah satu dari mereka. Saat harimau itu hilang, dia muncul.

Saat harimau itu muncul, dia hilang.

Dan kali ini dia naik gajah itu bersama iblis harimau.

Jika dia bukan iblis, dia pasti salah satu dari mereka.

- Bunuh dia atau akan banyak korban. - Tidak. Jangan bunuh dia...

...selama dia jelas sebagai manusia.

Aku akan laporkan siapa pun yang menyakitinya.

Dia akan berubah menjadi harimau dan membunuh lagi.

Atau dia memanggil temannya dan membunuh kita.

Jika tak percaya, coba bunuh dia. Aku yakin jasadnya harimau.

Cobalah. Jika kau berani!

- Mam! - Kurung dia untuk sekarang.

Jika dia iblis harimau atau semacamnya,...

...kita akan segera tahu.

Baiklah. Kurung dia jika kau mau.

Tapi dia akan dikurung bersama dokter.

Aku belum melihat harimau di sekitar sini.

Siapa pun yang ingin masalah, bisa menghadapiku.

- Kini kau bisa pergi. - Apa yang terjadi sekarang?

Keluar!

Di sini.

Sudah cukup.

Ini peluru sakti itu, milik mendiang Jopu.

Kau berasal dari mana?

Dari mana kau dapat gading dan tanduk itu?

Semua milikku. Aku ingin menukarnya dengan beras dan garam.

Kami tak punya banyak beras dan garam.

- Tukarlah di tempat lain. - Boleh aku bermalam di sini?

Di sana. Rumah di sebelah jembatan.

Pemiliknya sudah meninggal. Rumah itu kosong.

Wanita itu ingin menukar gading dan tanduk untuk makanan.

Aku tak tahu apakah itu semua...

- ...dari tumpukan yang sama. - Di mana dia?

Di sana. Ongseng membiarkan dia menginap.

Kau ingin semua itu?

- Aku akan bicara padanya untukmu. - Jangan!

Jika berasal dari tumpukan yang sama...

...wanita itu mungkin saja salah satu dari mereka seperti Wan.

Atau mungkin dia adalah harimau itu!

Bagus. Dia harimau. Semua lebih baik.

Malam ini, kita akan membunuhnya. Aku masih punya banyak peluru.

Tapi ada yang yang harus kulakukan lebih dahulu.

Bangun, Bodoh! Bangun!

Kau harus menginap di sini untuk beberapa hari.

Penduduk desa masih ketakutan.

Minumlah! Agar kau ingat lokasi tumpukan gading itu.

Bawa kami ke sana, dan kau akan dapat bagianmu.

- Sudah ingat? - Iblis harimau!

- Iblis itu! - Kird!

- Dokter! Cepatlah! - Minggir!

- Iblis harimau! - Cepat, kita kejar dia.

- Ayo! - Tunggu!

Ini peluru sakti milik Jopu.

Ayo!

Wan...

Jaga dia.

Dia dalam pengaruh mantra iblis harimau.

- Hewan itu menjadikannya rekan. - Itu tak mungkin, Ongseng.

Iblis harimau tak pernah ada.

Kau akan menemui harimau itu, benar, 'kan?

Bisa aku ikut bersamamu?

- Biarkan aku... - Kemarilah.

Kemarilah. Kau ingin minuman? Ini minuman yang ingin kuberikan.

- Ayo. - Apa yang kau lakukan?

Ikut aku.

Ayo, minumlah. Minum hingga kau puas.

- Habiskan semuanya. - Lepaskan aku.

Lepaskan aku!

Tunggu!

- Maaf, aku tak sengaja... - Berengsek!

Kami menemukan jasad pemburu itu di perkebunan lama.

Kini kau percaya? Wan salah satu dari mereka.

Hewan itu tak memakan jasadnya.

Hewan itu pembunuh. Hewan itu hanya ingin membunuh!

Hewan itu pasti akan memakannya. Semua harimau perlu makan.

- Bagaimana kondisi Wan? - Dia tak akan lekas sembuh.

Jika legenda itu benar,...

...iblis harimau itu mencari kekasihnya dan balas dendam

Wan mungkin pasangannya di kehidupan sebelumnya.

Reinkarnasi hanya omong kosong. Itu tak pernah ada.

Mari potong beberapa bambu.

- Kita bawa Kird kembali ke desa. - Tunggu.

Ada apa lagi, Mam?

Pohon itu cukup bagus untuk tempat menembak.

Tempat menembak apa? Kau pikir harimau itu akan kembali untuk Kird?

- Itu tak akan terjadi. - Lupakan saja.

Hewan itu tak akan mendekat untuk kau tembak.

- Hewan ini bukan harimau biasa. - Semua harimau sama saja.

Aku akan di sini sendirian jika memang perlu.

Terserah saja.

Mereka benar!

Hewan itu tak mudah dipancing.

Tinggalkan beberapa orang untuk membantuku membangunnya.

- Di mana Mam? - Dia di pohon itu.

Berikan senjatamu.

Aku akan menemanimu.

Tanpa mabuk.

Apakah kehidupan Pasukan Inggris begitu buruk?

Tidak bagi mereka yang tak kehilangan pekerjaan.

- Apa kau sungguh seorang Kapten? - Bukan.

Jadi, kenapa kau berhenti?

Akan kuberi tahu nanti. Aku hanya tidak...

Ayo! Lari!

Terus bergerak.

Ikuti aku, Julia.

- Lewat sini. - Lewat sana. Ayo.

Kemarilah!

Ayo! Kita bisa sembunyi di sini.

Masuklah.

Cepatlah.

Tenanglah. Di sini aman.

Kurasa tidak.

Lari!

- Ayo, cepat! - Ikuti aku. Lewat sini.

Naik ke sana. Cepat.

Cepat!

- Ayolah. - Biar kubantu.

Hewan itu di belakangmu.

- Bantu aku. Tarik! - Ayolah!

Rasakan ini!

Bagus.

Kau menyelamatkanku.

Kita harus tetap di sini hingga situasi aman.

Mungkin kita harus di sini sepanjang malam.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Apa kau lupa?

Sesuatu yang kita lihat mungkin tidak nyata.

Gajah itu menyerang! Lari!

Hewan itu akan merusak rumah Ongseng.

Bagaimana kondisi Ongseng?

- Itu dia! - Ikuti hewan itu! Jangan tembak!

Senjata milik Wan.

Bubuk mesiu dan pelurunya ada di sini.

Bawalah. Untuk kali ini saja.

Ayo.

Aku sudah mencarimu selama 100 tahun.

Aku memimpikan tasbih perak yang jadi alasanmu berperang.

Aku membawa Maye untuk menjagamu.

Aku tak akan lagi membiarkanmu pergi.

Mulai kini, tak ada lagi perang.

Biarkan aku membalas dendam pada orang yang melukaiku.

Kita tak akan pernah berpisah lagi.

Tidurlah dengan tenang, Sayang.

Sial! Aku sudah lelah. Ke mana hewan itu pergi?

Hewan itu bisa memandu kita dengan cepat!

- Lebih baik kita kembali. - Paksa Mam membawa kita ke sana.

Lalu bunuh dia setelah kita selesai.

Di sana!

Ini hari keberuntungan kita. Ayo.

Berhati-hatilah. Kita sudah dekat.

Pasti berada di bawah sana.

Kenapa terburu-buru?

- Kau sudah pergi terlalu jauh, 'kan? - Lari!

Berdiri!

- Tangkap wanita itu. Dia milikku! - Pergilah. Mereka terlalu banyak.

Kau akan pergi ke mana, Mam?

Jadi, kau berada di sini, Wan.

- Begitu juga aku! - Pergilah. Dia milikku.

Perkosa lalu bunuh dia. Jangan biarkan kabur dan buka mulut.

Si berengsek ini akan mati.

- Bagaimana dengan dia? - Tinggalkan dia di sini.

Kini dia tak berbahaya lagi.

- Lepaskan aku! - Sudah lama aku bercinta denganmu.

- Seperti perkataan Thom. - Bagaimana kita membawa semua ini?

Kita kaya!

Biarkan Erb mengurus Mam lebih dahulu...

...lalu kita cari cara membawa semuanya.

Bagaimana jika iblis harimau datang?

Jika iblis itu datang, biar aku yang hadapi.

Ini. Peluru sakti. Dan ini senjatanya.

- Lepaskan aku! - Kau perlu bantuan?

Pergilah.

Wanita ini milikku!

Lepaskan aku!

Jangan melawan, maka kau tak akan terluka.

Cepatlah! Ada banyak yang harus kita bawa.

Sudah cukup. Dia pingsan.

- Sisakan untukku sedikit, Erb. - Kau mau bekas Erb, Yong?

- Kami akan biarkan kau lebih dulu. - Aku tak suka barang bekas.

Berengsek!

Erb!

Matilah kau!

Bangun, Wan! Bangun!

- Bangunkan dia, sekarang! - Bangun, Wan!

- Dia sudah tewas. - Pergilah dari sini!

Dasar berengsek!

Jangan lakukan itu! Jangan lakukan dosa lagi!

Aku sudah menjalani siksaan selama 100 tahun karena dia!

Balas dendam tak akan memberimu ketenangan.

Memelihara dendam di hatimu...

...hanya akan membawa siksaan abadi!

Percayalah.

Maafkanlah.

Berapa banyak pembunuhan itu akan terjadi?

Aku akan serahkan diriku untukmu,...

...agar kita bisa bersama di kehidupan selanjutnya.

Tak ada lagi penderitaan atas dosa kita.

Mari kita akhiri ini untuk selamanya.

Percayalah. Kumohon.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.