Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
TEMPAT, KARAKTER, ORGANISASI, DAN INSIDEN DALAM DRAMA INI ADALAH FIKTIF.
Putusannya.
Mengenai sidang banding terkait kasus cedera pekerja
di Pusat Logistik Hosan,
satu, banding penggugat dibatalkan,
dua, penggugat harus menanggung biaya banding.
Tuntutan klaim dan banding dibatalkan,
serta putusan kasus pertama dibatalkan.
- Kerja bagus. - Sama-sama.
- Kerja bagus. - Kerjamu bagus.
- Kerja bagus. - Terima kasih.
Ayo pergi sekarang.
Keparat…
Kalau begitu, aku permisi.
Sial.
SAMPAH
- Terima kasih. - Ya.
- Kerja bagus. - Terima kasih.
- Siapa Sampah? - Berikan kepadaku.
Halo, Pak Lee! Kau sangat seksi hari ini. Di mana kau?
Apa? Masuklah sebentar.
Tetap saja, masuklah. Dirut lain ingin menyapa.
Hei, ayolah.
Di mana?
Terima kasih.
Ini, kutambahkan sedikit untukmu.
Sepertinya konstruksi NCT dihentikan sepenuhnya.
Itu tidak benar.
Bukankah kau menginvestasikan semua biaya hukum dan uangmu di NCT?
Kau akan baik-baik saja?
Apa maumu?
Partai Gukmin mencari calon wali kota Hosan,
tapi tak ada yang cocok.
Semua orang tahu mereka akan kalah dari Ahn Myeongja dalam pemilu.
Jadi, siapa yang akan mendaftar hanya untuk kalah?
Itu memalukan.
Partai Gukmin mencari orang untuk menghadapi Ahn Myeongja.
Lalu aku memikirkanmu.
Apa syaratnya?
Kenapa bertanya? Apa kau berminat?
Aku tak mau, Bajingan.
Yang benar saja…
NCT, UNTUK KOTA HOSAN YANG LEBIH MAJU
MELAKUKAN HAK RETENSI
Maaf, aku lupa meneleponmu lagi.
Aku sudah transfer utangku. Untuk delapan bulan.
Terima kasih.
Bagaimana Solbi?
Dia baik-baik saja.
Aku tahu keadaanmu sulit karena penundaan konstruksi,
tapi jangan terlambat lain kali.
Baiklah.
Konstruksinya hanya dihentikan sementara.
Uangnya akan segera mengalir masuk. Semua akan baik-baik saja.
Jadi, jangan khawatir.
Jangan cemaskan Solbi dan jaga dirimu.
Ya, aku akan meneleponmu lagi.
Sial.
PARTAI GUKMIN
- Halo. - Pak Lee.
Halo, Pak.
Hei.
Pak Lee!
Silakan masuk.
Masuklah.
Masuk.
- Duduklah. - Ya, Pak.
Halo.
Dia tak tahu diri.
Apa?
Maksudku Ahn Myeongja.
- Begitu rupanya. - Bagiku,
Ahn Myeongja seperti duri di sepatuku.
Dia tak seperti ini saat masih muda.
Tapi setelah makin tua,
dia pikir seluruh dunia berputar mengelilinginya.
- Ini. - Terima kasih.
Aku sangat ingin mencegahnya terpilih kembali.
Kopi ini tingkat keasamannya tinggi. Entah apa tak masalah bagimu.
- Ya, tidak apa-apa. - Bagus.
Jadi,
tentang NCT…
Apa?
Tentang konstruksi NCT.
Bisa minta izin penangguhan disetujui
dan bantu uang mengalir lagi, Pak?
Benar.
NCT!
Ya, aku mendengarnya.
Ukuran kompleksnya cukup besar, bukan?
Harga jualnya pasti luar biasa.
Ya.
Pak, jika kau butuh sesuatu…
Tidak, aku tak butuh apa-apa.
Tapi…
istriku bilang akan bagus punya beberapa.
Baik, Pak.
Aku mengerti.
Dia terlihat galak.
NO WAY OUT: THE ROULETTE
20 MILIAR WON UNTUK PENJAHAT TERKENAL
TARGET PRIA BERTOPENG, KIM GUKHO
SIAPA PRIA TOPENG DALANG PEMBUNUHAN?
EP03. PITCHER PENGGANTI
KANTOR HUKUM LEE SANGBONG
Serangan teroris terjadi menargetkan Kim Gukho
tak lama setelah dia dibebaskan dan kembali ke rumah.
Jeong Namhyeok di TKP.
Malam ini, Kim Gukho bersikeras keluar dari rumahnya,
yang menyebabkan kehebohan di dekat rumahnya.
Tak lama kemudian, berita serangan yang menargetkan Kim Gukho masuk.
Yoon, wanita berusia 70-an, yang menembakkan panah kepadanya
di toko dekat rumahnya,
ditangkap di tempat kejadian.
Wali Kota Ahn Myeongja dari Kota Hosan
meminta pemerintah mengalokasikan
semua sumber daya personel untuk meningkatkan keamanan Hosan.
"Itu akan dianggap terorisme dan dihukum berat."
Sebagai mantan hakim, bagaimana menurutmu, Bu Han?
Semuanya, ini aku.
Sial.
Hei, kalian lihat nenek itu?
Sial! Panah beracun itu luar biasa.
Ini baru permainan yang layak, bukan?
Meski polisi yang terluka tak akan mati,
dia menunjukkan tanda kelumpuhan.
Hei.
Siapa pun yang berikutnya, jangan menyakiti warga sipil tak bersalah.
Jika terjadi, apa yang akan orang katakan tentangku?
Lalu soal nenek itu,
dia ibu dari korban yang diperkosa dan dibunuh Kim Gukho 13 tahun lalu.
Jadi, aku mengiriminya satu miliar won.
Kuharap dia menyewa pengacara bagus dan membantu seluruh keluarganya.
Hei!
Bekerja lebih keras, Semuanya!
Kalian anak muda harus bekerja.
Ini 20 miliar won.
Ini 20 miliar won!
Kebebasan finansial!
Ini lebih dari cukup, bukan?
Kalian mau petunjuk?
Kim Gukho ada di rumahnya di Kota Hosan.
Kim Gukho…
Aku, Ahn Myeongja, wali kota Hosan,
terus meminta pemerintah untuk mengambil tindakan menyeluruh
untuk menenangkan penduduk Kota Hosan.
Namun, pemerintah tak menanggapi.
Aku akan terlibat langsung
demi Kota Hosan.
Halo, Pak.
Ini tentang Ahn Myeongja.
Dia sebenarnya memohon suara
dengan memanfaatkan Kim Gukho.
Kurasa ini bisa menguntungkan kita.
Dia terus membahas caranya melindungi Kota Hosan
dan kita berdiri di sisi berlawanan.
Aku tahu itu.
Bagaimanapun, tetap di sisinya sampai pemilu usai.
Pastikan kau mengguncangnya. Mengerti?
Jika kau lakukan itu, akan kupastikan semua dipulihkan untuk NCT. Setuju?
Aku mengerti.
Pak,
aku yakin kau sudah tahu, tapi tak ada harga pasti untuk Rh negatif.
Harganya layak. Setengah miliar won tidak mahal.
Kau mungkin tak dapat kesempatan lain.
Aku akan membayarmu pekan ini.
Jalan! Cepat!
- Ayo! Jalan! - Ayolah!
Sialan! Ayo jalan!
- Apa yang kau lakukan? - Sial.
Apa yang kau lakukan?
Apa yang terjadi?
Apa ini?
Ada apa ini?
Pindahkan mobilmu!
- Ayo jalan! - Pindahkan mobilmu!
Kenapa kau melakukan ini?
Permisi.
- Lanjutkan, kerja bagus. - Baik, Pak.
GUKHO, KAMI MENGAWASIMU
- Singkirkan para pelindung Kim Gukho! - Juho.
Hei.
- Ada yang terjadi? - Tidak.
Kudengar kau beli mobil listrik. Apakah itu bagus?
Sangat bagus. Tenang dan stabil sekali.
Kenapa? Kau berminat?
Mungkin aku akan beli jika suka setelah mencobanya beberapa hari.
Kau gila? Aku baru beli. Tidak boleh.
Aku baru tahu jika mengendarainya. Kau bisa perkenalkan aku ke dealermu.
Aku bahkan belum melepas plastiknya. Jangan konyol.
Tunjukkan kuncimu.
Punyaku seperti ini. Ini kulit… Kau beli sarung kulit?
Ayolah.
- Apa ada banyak tombol? - Lihat.
- Biar kulihat. - Keren, bukan?
- Bagus, bukan? - Ternyata seperti itu.
- Hei! - Hanya tiga hari.
Tidak akan kukotori.
Hei! Jangan makan apa pun di mobil!
Aku mengerti!
Bagian depan rumah Kim masih ramai dengan pengunjuk rasa.
Seperti yang terlihat di belakangku,
keamanan tampak lebih ketat
karena serangan semalam.
- Polisi sedang menyelidiki - Permisi.
untuk menentukan apakah akan mengeluarkan surat perintah…
Mereka yang melindungi Kim Gukho harus sadar!
- Sadar! - Sadar!
Kota Hosan melindungi Kim Gukho dan harus sadar!
- Sadar! - Sadar!
Lakukan pengebirian kimia untuk penjahat seks Kim Gukho!
- Lakukan! - Lakukan!
Pemerintah melindungi pemerkosa dan harus mundur!
- Mundur! - Mundur!
Kota Hosan melindungi Kim Gukho dan harus sadar!
- Sadar! - Sadar!
Lakukan pengebirian kimia untuk penjahat seks Kim Gukho!
- Lakukan! - Lakukan!
Pemerintah melindungi pemerkosa dan harus mundur!
- Mundur! - Mundur!
Kota Hosan melindungi Kim Gukho dan harus sadar!
- Sadar! - Sadar!
Pak Kim Gukho!
Aku Lee Sangbong, seorang pengacara!
Pak Kim Gukho!
- Apa-apaan? - Kau tak boleh di atas sana.
Hakmu dilanggar!
Semua warga
berhak mendapatkan bantuan penasihat!
Pak Kim Gukho!
Aku akan jadi pengacaramu!
Pak!
Hubungi aku!
Aku pengacara! Namaku Lee Sangbong!
Hubungi aku!
Apa yang kau lakukan? Hei!
Aku tak akan turun!
Hakmu dilanggar secara tidak adil!
Ketidakadilan ini…
Aku akan pergi sendiri.
- Lepaskan aku. - Turun.
Ke mana?
Kita akan turun dan bicara.
Hubungi aku!
- Turunlah. - Aku Lee Sangbong!
Hubungi aku, Pak Kim Gukho!
Turunkan dia sekarang!
Pak Kim Gukho!
Aku pengacara Lee Sangbong!
Hubungi aku, Pak Kim Gukho!
METIL NITRAT
Hei.
Tumblerku tertinggal di sini.
Begitu rupanya.
Kau siswa?
Bergadang lagi?
- Ya, Pak. - Pergilah sekarang.
ASAM KLORIDA BAHAYA
Semuanya, pulanglah.
Kami minta kalian bekerja sama.
Kau tak boleh mengambil foto.
Apa yang kau lakukan?
Aku akan mengajukan keluhan.
- Apa? - Aku akan mengajukan keluhan.
Apa masalahnya?
Semuanya, pulanglah.
Permisi.
Siapa penyelenggara himpunan ini?
Di mana penyelenggaranya?
- Tidak di sini, bukan? - Kenapa dia?
Sebenarnya,
aku sudah periksa pengadilan terkait
dan tak ada yang dilaporkan.
Berarti kalian semua saat ini
melanggar Undang-Undang Perhimpunan dan Demonstrasi!
Ya, selain itu!
Baik, diamlah!
Selain itu, kalian secara signifikan
melanggar hak dasar untuk bahagia yang dijamin oleh konstitusi!
Aku merekam kalian semua di kamera.
Jangan melarikan diri. Tunggu sebentar.
Sekarang,
Petugas!
Dari orang-orang di sini hingga yang di sana,
tolong tangkap mereka semua.
Petugas! Sebelah sini.
Semua petugas juga kurekam di kamera.
Jika tak menangkap mereka,
- akan kulaporkan atas kelalaian tugas! - Sudah cukup.
Semua orang di sini…
Sial. Sungguh, aku akan…
Sialan.
Kau layak atas itu!
Yang benar saja. Siapa yang lempar?
Siapa itu? Keluarlah.
Siapa?
Apa yang kau lakukan?
- Tangkap mereka semua! - Pak…
Apa yang kau lakukan? Hei!
- Apa yang kau lakukan? - Hei!
Apa yang kau lakukan? Tangkap dia! Keluarkan pria itu!
Aku merekammu di kamera!
Sudah cukup sekarang. Mengerti?
Apa yang terjadi?
Entahlah, dia pengacara.
- Berkata akan menuntut semua orang. - Pak!
Apa masalahmu?
Lepaskan aku! Lepaskan!
Ini kelalaian tugas!
Aku akan melaporkan kalian semua! Mengerti?
Dia mulai lagi dengan omong kosongnya.
Apa kau mengatakan "omong kosong"?
Kau bisa mendengarku, ganti?
Apa?
Detektif?
Apa?
Sambungkan dia.
- Siapa? - Pengacara itu.
Kenapa?
Sambungkan saja. Bicara dengannya tak ilegal.
Kenapa kau harus… Sial. Jawablah.
Halo, Pak Kim. Aku pengacara Lee Sangbong.
Ya, aku Kim Gukho.
Katamu kau bisa membantuku?
Ya, ini soal situasimu saat ini.
Hak asasimu
sedang dilanggar.
Aku tak peduli soal itu.
Aku ingin mengambil sesuatu dari seseorang.
Apa mungkin?
Aku akan membuatnya mungkin.
Apa yang bisa kubantu, Pak Kim?
Lanjutkan di dalam. Sambungkan ke detektif.
Baiklah.
- Suruh dia ke atas. - Apa maksudmu?
Astaga.
Kenapa membuat masalah? Kenapa?
Boleh aku masuk sekarang?
Pak, dengar.
Aku mengerti kenapa kau melakukan ini,
tapi pikirkan lagi. Ini berbahaya.
Bukan dia, tapi kau. Kau dalam bahaya.
Terima kasih atas perhatianmu.
Tapi aku akan jaga diriku sendiri.
- Jadi, kau harus masuk? - Ya.
Baik, tunjukkan KTP-mu.
Geledah dia.
Karena kita harus siap.
- Aku menggeledahmu. - KTP-mu.
Mari kita mematuhi hukum.
Dengan tepat.
Ikuti aku.
Sialan!
Kenapa membuat masalah yang tak perlu? Kenapa?
Hei.
Halo. Selamat datang.
Aku Lee Sangbong.
- Cepat masuk. - Tunggu.
Detektif, ini sudah cukup. Kau bisa pergi.
Apa…
Nyawamu tanggung jawabku.
Siapa yang tahu jika pria ini datang untuk membunuhmu?
Ayolah.
Apa kau…
datang untuk membunuhku?
Aku datang untuk menyelamatkanmu.
Baiklah.
Bukankah detektif itu lebih berbahaya?
- Apa? - Detektif tak bisa membunuh?
- Apa? - Selain itu,
dalam Undang-Undang Prosedur Pidana,
kau melanggar haknya atas perwakilan hukum saat ini.
Itu hak dasar, bukan?
- Pengacara bisa… - Baiklah.
Singkat saja. Mengerti?
Akhiri dengan cepat!
Aku suka semangatmu, Pak Lee.
Baiklah, ayo masuk.
Baik.
Sialan.
Hei, mari kita rapat nanti.
Dasar omong kosong.
Kita dalam masalah.
- Apa? - Kepala Keamanan
ingin menemuimu besok.
Kenapa?
Menurutmu kenapa?
Dia harus pergi ke toko sialan itu!
Hei, di mana itu?
Apa yang kau lakukan?
Kunciku. Aku harus pulang besok.
Mobil? Kenapa?
Kenapa kau sangat pelit?
- Aku selalu pelit. Berikan! - Baiklah.
- Aku harus pulang. - Baiklah.
- Pegang ini. - Apa itu?
- Akan kuberikan besok. - Kunciku!
Berikan kunciku, Berengsek!
Aku tak percaya bajingan itu.
Pergilah! Sial.
Apakah hobimu origami?
Anakku dahulu menyukai kebun binatang.
Begitu rupanya!
Apa pengacara juga minum kopi instan?
Tentu saja.
- Terima kasih. - Duduklah.
Baiklah.
Akan kuberi tahu dari awal.
Aku tak punya banyak.
Aku tak punya uang untuk membayarmu.
Aku tak butuh uang.
Katakan sekarang jika kau ingin sesuatu dariku.
Tidak, bukan seperti itu.
Kau datang karena ingin sesuatu.
Tak ada yang gratis di dunia.
Aku tak mau apa-apa sekarang.
Tidak sekarang?
Artinya kelak kau ada maunya.
Jika ada yang kubutuhkan,
akan kuberi tahu.
KUASA PENGACARA
Baiklah.
Aku juga tak suka barang gratis.
Tinjau dengan saksama dan hubungi aku.
DILARANG MASUK TANPA IZIN PROPERTI PRIBADI
KANTOR POLISI HOSAN
Dasar keparat!
Siapa bilang kau bisa membawanya keluar?
- Maafkan aku. - Persetan itu.
Maaf tak memperbaiki kekacauan yang kau buat.
Kami melakukannya sesuai aturan.
- Apa katamu? - Maksudku,
tak ada aturan dia tak bisa keluar.
Dasar keparat.
Seharusnya kau laporkan kepadaku!
Apa menurut hukum kau bisa lakukan sesukamu?
Lalu kau bisa datang ke TKP dan menjaganya sendiri, Bu Heo.
Kami mempertaruhkan nyawa di tempat kejadian.
Tapi kau hanya mengirim petugas.
Apa katamu?
Joongsik, diamlah.
Tapi itu benar.
- Aku tak mengatakan hal yang salah. - Keparat!
Diamlah.
Keluarlah.
Dia suka memaki.
Joongsik.
Kau tahu caranya.
Kenapa kau sangat sensitif?
Tapi aku benar.
Dia selalu mengeluh pada kita.
Dasar berandal.
Aku akan urus di sini.
Beristirahatlah.
Pergi dari sini sekarang.
Ya, ini Letnan Jang Jihyeok dari Tim 1.
Kau mau mengajukan laporan?
Apa ini?
Paket itu datang untukmu.
Dari mana?
Apa tak tertulis?
Lupakan. Mulai bekerja.
UNTUK DETEKTIF BAEK JOONGSIK
Sialan.
Sial. Apa ini?
NOMOR TAK DIKENAL
Halo?
Bukankah kualitas videonya luar biasa?
Hei, Bajingan. Apa yang kau coba lakukan?
Aku tak mencoba melakukan apa-apa.
Aku hanya penasaran.
Kenapa kau membunuh temanku?
Apa?
Aku berpikir
untuk mengirimnya ke semua stasiun TV dan koran di luar sana.
Seorang polisi membunuh warga sipil tak bersalah
dan mencuri satu miliar won dari TKP.
Pemburu berita akan menyukainya.
Hei, Bajingan. Itu bukan…
Aku tak membunuh temanmu, Berandal.
Ya, baiklah.
Anggap saja tidak.
Tapi apa teman polisimu akan memercayaimu?
Seseorang tewas, teganya kau mencuri dari rumahnya?
Aku tak mengerti. Di mana kemanusiaanmu?
Bawakan aku uangnya.
Kecuali kau ingin merusak kehidupan keluargamu.
Kau…
Hei, Bajingan!
Kau…
Habislah kau jika tertangkap, paham?
Kau punya mobil baru?
Dengan uangku?
Dasar bajingan. Di mana kau?
- Di mana kau? - Kau punya 48 jam.
Bawa semua uangku.
- Aku mengawasimu, jangan macam-macam. - Hei…
Hei, Petugas Park.
Tentang Yoon Changjae.
Bagaimana penyelidikannya?
PEMBERITAHUAN PELANGGARAN KEPADA YOON CHANGJAE
Sialan.
Sial. Tempat ini bau sekali.
Sial, apa-apaan?
Siapa itu?
Sial. Kenapa tidak bergerak?
Apa itu?
Apa itu?
Sial.
27E 1210
CETAK BIRU BOM PANCI TEKANAN
Kim Gukho hidup untuk melihat
hari lain dalam perlindungan polisi.
Apa kataku?
Para bajingan yang bilang akan membunuhnya bersembunyi seperti pengecut!
Mereka bilang 20 miliar won milik mereka dan bilang orang lain jangan bermimpi.
Para pencari perhatian itu!
Di mana mereka?
Di balik monitor mereka?
Keluarlah!
Kim Gukho masih hidup di rumahnya di Kota Hosan sambil memesan makanan!
- Apa itu untuk Sanga-dong? - Ya.
Tolong antar sebelum pukul 18.00.
Baiklah.
Aku memikirkannya beberapa hari ini.
Aku akan jujur.
Tak ada alasan aku membohongimu.
Jujurlah kepadaku juga.
Begitulah cara kita membangun kepercayaan.
Tentu saja.
Seperti yang mungkin kau tahu,
aku punya putra.
Aku ingin merebutnya dari istriku.
Aku juga butuh senjata.
Apa ada cara?
Begitu…
Cara… Senjata…
Ini belum gugatan, bukan?
Katanya dia akan menuntut jika aku tak tanda tangan.
Sialan.
Suaminya keluar setelah menderita di penjara
dan ucapan pertamanya adalah "tanda tangan".
Sialan.
Hidup yang buruk, bukan?
Ya, hidup yang buruk.
- Benarkah? - Ya.
Katamu kau tak punya uang.
Kau tak punya pekerjaan.
Punya catatan kriminal
bisa merusak pendidikan anak.
Begitulah pengadilan akan melihatnya.
Mari kita lihat…
Biasanya, dalam kasus seperti ini,
kau tak punya peluang menang jika ke pengadilan.
Tentu, kau akan kehilangan hak asuh
dan juga harus membayar tunjangan, biasanya.
Apa? Maka sudah berakhir.
Itu sebabnya kau harus menghindari pengadilan
dan mengulur waktu.
Tak perlu ikut pertarungan yang menjamin
- kekalahan. - Jadi, apa?
Aku tanda tangan atau tidak?
Maksudku kita harus cari waktu yang tepat untuk bertarung
agar menang.
- Waktu yang tepat? - Ya.
Kita harus mengulur waktu sebisanya
dan harus menemukan kelemahannya.
Kita harus menemukan sesuatu yang bisa digunakan untuk menang.
Apa kau sempat
bicara dengan pengacaranya?
Kau merekamnya?
Biar aku jelaskan.
Dalam kasus sipil,
ada tiga cara untuk menang.
Pertama adalah rekaman.
Kedua adalah rekaman.
Ketiga adalah rekaman.
Rekaman itu sangat penting.
Benar.
Aku tak merekam apa pun.
Ya.
Aku serius.
Saat aku datang lain kali,
akan kubawakan alat untukmu.
Secara alami, manusia adalah makhluk yang rentan salah.
Kita selalu membuat kesalahan.
Semua orang berbuat salah.
Tapi bagaimana jika tak ada kesalahan?
Kita harus membuatnya.
Membuatnya?
Pengacaraku…
sangat mengesankan.
Semua orang berhak mencintai anaknya, bukan?
"Cinta"?
Cara terbaik membuat bayi menangis
adalah mengambil mainan favorit mereka.
Aku tak bisa hidup saat mainanku diambil.
Itu juga tak pernah terjadi kepadaku.
Haruskah kita keluar?
Ke mana?
Tidak, maksudku…
Kau di penjara.
Kau tak merasa sesak?
Ayo kita keluar.
Kita bisa cari udara segar.
Kita juga bisa minum.
- Minum-minum? - Ya.
- Kau suka minum? - Ya, ayo.
Tunggu.
Kau bisa mendengarku, ganti?
Apa sekarang? Apa?
Kami akan keluar, kosongkan jalan.
Kau dilarang pergi. Perintah dari atas.
Apa aku harus mematuhi perintah atasanmu? Tidak.
- Kau dilarang pergi! - Biar aku saja.
Aku akan mengurusnya.
Dia gila.
Permisi.
Saat ini,
aku perwakilan hukum Pak Kim Gukho.
Aku Lee Sangbong.
Aku akan menanggapi dengan tegas siapa pun yang melanggar
hak hukum Kim Gukho
- sebagai warga negara. - Permisi.
Aku mau lewat.
Permisi.
Begini… Dengar.
Siapa yang baru menjawab di radio?
Aku. Apa? Kenapa?
Kau menahan dan memenjarakan klienku secara ilegal saat ini.
Pak Lee.
Kami melindunginya, bukan menahannya.
Ya, teruslah bekerja dengan baik.
Menurut Pasal 12 Konstitusi Korea,
"Semua warga negara memiliki kebebasan pribadi."
"Tak ada yang boleh ditangkap,
ditahan, digeledah,
disita atau diinterogasi, kecuali ditentukan oleh hukum!"
Haruskah kulanjutkan?
- Apa-apaan sialan ini? - "Sialan"?
Kau baru bilang "sialan"?
Beraninya kau memakiku?
Apa kau…
- Dengar! - Kau tak lihat
- keadaan sial kita? - "Sial"?
Kau memaki lagi?
Sial! Dasar kau…
- Apa yang kau lakukan? - Hei, hentikan!
Beraninya kau memakiku?
Apa-apaan, Bung?
Pengacara atau apa pun, ikuti aku!
POS PEMERIKSAAN
Berhenti!
- Apa itu? - Pengiriman.
Berputarlah. Kau tak bisa lewat sini.
Jangan sentuh aku!
Apa yang terjadi?
Dia terus menyentuh tubuhku!
Ya. Jadi, uang apa?
- Seratus juta won yang kuberikan. - Kupakai untuk bayar pinjaman.
Kau yang suruh.
Bahkan masih kurang.
Kau gunakan semuanya?
Ya.
Ada apa? Kau kena masalah lagi?
Tidak, masalah apa?
Bukan itu.
Joongsik, jujurlah kepadaku.
Bukan apa-apa. Aku harus pergi.
- Aku mengerti. - Hei!
Apa? Dia menutup teleponku lagi?
Sekarang!
Siapa nama dan departemenmu?
Memang kenapa jika kau pengacara? Kemarilah!
- Kau sebut dirimu polisi? - Kau mau apa?
Polisi macam apa ini?
Sialan.
- Sialan. - Apa-apaan?
Kenapa kau memakiku?
Hei, kau! Tunggu!
Hei, tunggu!
Ya?
Aku polisi. Apa ini?
- Pengiriman. - Pengiriman?
Kenapa kau tak menghentikannya?
Tak bisa dipercaya.
Tak ada satu hari pun yang mudah.
- Kau mau ke mana? - Sanga-dong 68…
Rumah ini? Apa isinya?
Buku-buku.
Buku? Boleh aku mengantarkannya?
Ya.
Ini sangat konyol.
- Hei. - Berhenti!
- Apa yang kau lakukan? - Apa?
Saat pengacara resmi mencoba masuk,
kau menggeledahku dan barang-barangku, bukan?
Kau tahu isi kotak itu? Kau tidak tahu.
Apa yang kalian lakukan?
Pergi dan bawa detektor logam.
Kau harus lakukan yang harus dilakukan!
Dengar.
Di mana aku bisa dapat detektor logam saat ini?
Lalu kenapa kau membawanya masuk?
- Siapa yang tahu apa yang ada di sana? - Katanya ini buku!
Kau sudah periksa apa isinya sungguh buku?
Kau yakin itu buku?
Bawa detektor logamnya!
Ayo kita cari tahu!
Hei! Bawa detektor logamnya! Sekarang!
Di mana aku bisa dapat detektor logam?
Bawa satu sekarang!
Kosongkan jalan!
Tolong kosongkan jalan!
Ya, beri jalan!
Itu dia. Pengacara sialan itu. Dia terus membuat masalah, bukan?
Sialan.
Di mana? Cepat bawa.
Akan kuperiksa untukmu.
Kenapa dia terus membuat masalah?
Sial. Apa yang terjadi? Hei.
Ada apa?
Kenapa kau di luar?
- Masuk ke dalam! - Hei.
- Kenapa kau terus membuat masalah? - Astaga…
- Ini gila. - Apa itu?
Dia dapat paket. Dia ingin memeriksanya dengan detektor logam.
Itu harus diperiksa!
Masuk ke dalam. Halangi.
Halangi di sini. Taruh kembali.
Cepat masuk ke dalam.
Berikan kepadaku.
Masuk ke dalam! Jangan buat masalah.
Cepat!
- Kenapa kau harus membuat masalah? - Kembali ke dalam.
Kenapa… Pengacara!
Pengacara!
Kenapa kau membuat masalah?
Masuk ke dalam sekarang!
Apa itu?
Apa itu?
Hei, kau baik-baik saja?
Hati-hati.
Itu berbahaya.
- Gwangil. - Apa?
- Itu berbahaya! - Gwangil!
Diterjemahkan oleh Andrea Altini
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.