All language subtitles for No.Way.Out.The.Roulette.S01E02.KOREAN.DSNP.WEB-DL.H264.DDP5.1-ADWeb.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

TEMPAT, KARAKTER, ORGANISASI, DAN INSIDEN DALAM DRAMA INI ADALAH FIKTIF.

Cuaca besok diperkirakan akan cerah.

13 TAHUN LALU

- Pada tanggal 10... - Ini dari...

Penjual makanan yang menggunakan

danmuji yang dibuang sebagai bahan pangsit tertangkap.

Tentu saja,

sejumlah besar bakteri penyebab keracunan makanan

terdeteksi dalam bahan mereka.

Ini...

Mereka yang main-main dengan makanan adalah bajingan paling tak bermoral

di dunia.

Para bajingan itu.

Itu benar.

Keluarga mereka juga bisa memakannya.

Anak mereka bisa memakannya.

Mereka berengsek, bukan?

Bukankah begitu, Minjin?

Jalang ini tak mau menjawabku.

KOTA HOSAN SILAKAN BERKUNJUNG KEMBALI

TAEKWONDO DONGHA

Minjin.

STAF LEE MINJIN

Dingin.

Sangat dingin.

Hei, Minjin. Ayo pulang.

Ayo pulang sekarang. Permisi.

Tunggu sebentar.

Ini dia.

Mari kita lihat. Teller bank...

Lee...

Lee...

Minjin?

Minjin?

Ayo pulang. Kau harus bekerja besok.

Hei.

Hei.

Sial, aku dalam masalah.

NO WAY OUT: THE ROULETTE

20 MILIAR WON UNTUK PENJAHAT TERKENAL

TARGET PRIA BERTOPENG, KIM GUKHO

SIAPA PRIA TOPENG DALANG PEMBUNUHAN?

EP02. HOMECOMING

Kami menemukannya!

Mereka menemukannya!

Mereka menemukannya!

Mereka menemukannya!

Dasar berengsek!

Kubunuh kau!

Kau...

Dasar bajingan.

Tak akan kubiarkan kau lolos dari ini.

Bajingan jahat.

Maafkan aku.

Persetan.

Kim Gukho adalah target terbaru dalam siaran Pria Bertopeng.

Dia saat ini menjalani hukuman 15 tahun di penjara.

Namun, dia diakui sebagai tahanan teladan

dan hukumannya dikurangi dua tahun.

Jadi, dia akan segera dibebaskan.

Tahanan teladan?

Kenapa dia dipenjara 15 tahun?

Ya, Pak.

Kim Gukho menargetkan wanita dalam profesi tertentu

untuk beberapa pemerkosaan di masa lalu,

tapi dia dihukum 15 tahun

atas pembunuhan dan pengabaian korban terakhirnya, Lee Minjin.

Ini adalah rekaman pemeragaan kejahatan saat itu.

Lihatlah.

REKAMAN PEMERAGAAN KEJAHATAN KIM GUKHO

KOMISARIS KIM JIHYEOK

Tunggu. Tahan.

Ya, Komisaris.

Ya, tidak apa-apa.

Saat ini kami melakukan pendekatan dari berbagai sudut.

Ya, aku akan melapor nanti.

Baik, Pak.

Maka hari ini, aku akan...

Baik, Pak. Maka sebelum makan siang...

Baik, Pak.

Dengan segala cara...

Baik, Pak.

Jadi, apa yang akan kita lakukan?

Ya, begini,

prioritas utama adalah mencegah warga sipil mendekati target dahulu.

Itu sudah pasti.

Kita perlu memantau sepanjang waktu

dan mengidentifikasi risiko yang dapat diduga sebelumnya.

Bukankah kita harus coba memblokir usaha itu?

- Bagaimana berandal itu? - Begini,

kami melacak IP ke Eropa Timur dan Pakistan.

Tampaknya sudah dialihkan.

Itu terus bergerak, mengubah setiap paket IP...

Jadi, kau menemukannya atau tidak?

Kami bisa melacaknya,

tapi negara-negara itu tak terlalu kooperatif.

Langsung ke intinya!

Kau bisa atau tidak?

Bukan, kami sudah minta kooperasi mereka,

tapi akan butuh waktu.

Sialan.

Saat alamat IP dialihkan seperti ini,

tak ada jaminan kita akan temukan lokasi persisnya.

Yang terpenting, itu tidak efisien.

- Jadi, kita... - Apa kalian

menyelidiki untuk efisiensi?

Mau dibayar secara efisien juga?

Kalian kurang merasa terdesak!

Sialan!

- Hei, Siber. - Ya, Pak.

Temukan dia dengan segala cara. Waktumu satu pekan.

Baik, Pak!

Jika tak bisa dalam sepekan,

timmu akan dipecat dengan efisien.

- Mengerti? - Ya, Pak.

- Keamanan. - Ya, Pak.

Bawa sisa pasukan dan kepung rumah bajingan itu.

Cari dan periksa semua orang.

- Termasuk tetangga. - Baik, Pak.

- Detektif. - Ya, Pak.

Awasi dia setelah dia dibebaskan dan pulang.

Aku tak peduli apa yang dilakukan bajingan itu di masa lalu.

Aku tak peduli berapa banyak yang kalian habiskan.

Aku tak peduli cara kalian melakukannya.

Di yurisdiksiku,

dia tak bisa membuat masalah

atau terbunuh. Mengerti?

Polisi Hosan akan mempertimbangkan

ancaman masa depan

atau upaya pembunuhan terkait permintaan anonim atas pembunuhan Kim

sebagai tindakan terorisme.

Demi kehormatan dan reputasi kami,

kami akan mendedikasikan semua upaya untuk merespons.

Terlepas dari kejahatan, keberhasilannya,

dan terlepas dari tingkat pelanggaran di bawah hukum,

kami akan menghukum semaksimal mungkin.

Kepolisian kami akan mengutamakan keselamatan dan kedamaian

warga Hosan dan mendedikasikan upaya terbaik kami

untuk menyelidiki masalah ini.

"Itu akan dianggap terorisme dan dihukum berat."

Sebagai mantan hakim, bagaimana menurutmu, Bu Han?

Polisi tampak gelisah.

Bukan begitu cara kerja hukum, bukan?

Bahkan jika mereka anggap itu tindakan terorisme,

apa jaksa akan berkata,

"Tentu, silakan"?

Bahkan jika mereka bicara dengan kejaksaan,

pengadilan bagaimana?

Apa para hakim akan memutuskan sesukanya?

Mari kita lihat.

Katakanlah departemen terkait,

kejaksaan dan pengadilan,

sudah membahas ini. Bukankah itu masalah yang lebih besar?

Negara kita jelas punya pemisahan kekuasaan.

Jadi, polisi menggertak?

Kepala kantor polisi

akan berkata seperti itu karena dua alasan.

Pertama, menanamkan rasa takut di depan umum

untuk mencegah upaya kejahatan.

Lalu yang kedua?

Mereka ingin tunjukkan kepada atasan

bahwa mereka mengusahakan yang terbaik.

LEMBAGA PEMASYARAKATAN

PENJARA HOSAN

Narapidana 4956, bersiaplah untuk dipulangkan.

Dia teladan dalam kegiatan keagamaan, bahkan melakukan pekerjaan sukarela.

Dia cukup ramah, jadi, dia akrab dengan staf penjara.

Karena sifat penjara kami,

ada banyak pelaku kekerasan dan masalah yang perlu dipertimbangkan.

Tapi narapidana seperti Kim Gukho...

Bagaimana mengatakannya? Dia kooperatif.

Dia tak memberi alasan untuk khawatir.

Dia memudahkan tugas kami.

Bukankah kau sedih kita tak bisa main baduk lagi?

Apa? Kau menangis?

Telepon aku saat kau keluar, ya?

Aku akan mentraktirmu minum.

PERINTAH PEMBEBASAN PENJARA

Tanda tangani.

Pak.

Ini caramu berpisah?

Kenapa semua orang dingin kepadaku?

Kau sedih, bukan?

Tanda tangani.

Baik, Pak.

TAEKWONDO DONGHA

Ayo pergi.

Kepala Sipir, halo.

Aku Detektif Jang Suchang.

Aku Kim Gukho.

Timku akan mengawalmu pulang, Pak Kim.

Aku yang memimpin.

Mengawalku?

Artinya kami akan membawamu pulang dengan aman.

Dengan aman?

Aku bisa sendiri. Terima kasih.

Turuti saja.

Kami akan jelaskan nanti.

Dengar.

Ada banyak orang di luar

yang datang untuk menemuimu. Kau tahu kenapa?

Mereka mau membunuhmu.

Jadi,

jangan main-main dan masuk ke mobil.

Dengan kepala menunduk. Mengerti?

Detektif.

Aku sudah dipenjara.

Itu tak menghilangkan kejahatanmu!

Dasar bodoh.

Jangan...

Jangan menyeringai, Berengsek.

Cukup!

Hei.

Pak.

Pakai ini.

Pakai topi ini.

Masker juga.

Pakai ini.

- Aku baik-baik saja. - Hei!

Pakai saja, Berengsek!

Apa yang terjadi?

- Kau di mana? - Maaf, aku di gerbang depan.

Ada terlalu banyak orang. Aku tak bisa masuk.

Dia tak bisa masuk karena orang-orang.

Sudahlah. Beri tahu kita datang.

Tunggu di sana, kami akan turun. Baik.

Hei.

Tundukkan kepalamu. Lihat tumitku dan ikuti aku.

Jangan bicara dengan orang lain.

GERBANG KENDARAAN

TUMPAS PENJAHAT SEKS

KIM GUKHO IBLIS KIRIM DIA KE NERAKA

Cepat!

Hei, Joongsik!

- Sialan! - Ayolah!

- Gwangil? - Ya?

- Nyalakan penyeka. - Sial.

- Aku tak bisa lihat apa-apa. - Kenapa mereka?

Pesta penyambutan yang hebat.

- Hei, ayo pergi. - Baik, Pak.

Kami menyaksikan adegan menegangkan saat Kim Gukho dibebaskan.

Warga menuntut agar dia dicegah memasuki masyarakat dan terisolasi.

Apa itu mungkin?

Saat ini, tak ada dasar hukum untuk menegakkannya.

Tindakan koersif lebih lanjut tak mungkin bahkan bagi penjahat

yang melakukan kejahatan keji setelah menjalani hukuman mereka.

Secara institusional, itu mengecewakan.

Pikirkan anak-anak kita harus hidup

di area yang sama dengan para penjahat ini.

Bu Han, kau bilang itu aspek yang mengecewakan?

Benar.

Masalahnya bukan hukum

atau sistem saat ini.

Tentu saja, warga diizinkan untuk bicara.

Tapi di sisi lain,

masalah yang lebih besar adalah mereka

yang menyewa pembunuh, menawarkan uang, dan permintaan

yang menyerupai ancaman pembunuhan di internet.

Apa kau tahu sebutan Kim Gukho di internet sekarang?

"Bonus berjalan"!

"Rekening bank 20 miliar won"!

Tak peduli seberapa terkenal penjahat ini,

bukankah kita harus

menghindari melegitimasi ancaman atas kehidupan seseorang

di luar hukuman yang sah?

Ya, itu...

Harap dipahami bahwa pendapat yang disampaikan

adalah pendapat masing-masing tamu dan tidak mencerminkan sikap resmi SBY.

Kim Gukho dibebaskan setelah menjalani 13 tahun penjara.

Ini ringkasannya.

Saat Kim muncul di depan lapas dengan perlindungan polisi,

protes warga terhadap pembebasannya

menjadi lebih intens.

Saat Kim mencoba mencapai kendaraan pengawal,

beberapa pengunjuk rasa mencoba menghalanginya

dan terlibat konfrontasi sengit dengan polisi.

Meski ada konferensi pers yang tidak biasa oleh kepala polisi,

upaya untuk membunuhnya terjadi saat Kim dibebaskan.

Kim saat ini dalam kendaraan pengawal khusus

- dan telah meninggalkan lokasi. - Berapa?

Totalnya 11.000 won.

Meski ada upaya penyerangan,

- Ini. - suasana di tempat kejadian

masih mencerminkan kemarahan yang kuat terhadap kembalinya Kim ke masyarakat.

Biar kuulangi lagi.

Kim Gukho dibebaskan sekitar pukul 10.00 pagi ini

dan dalam perjalanan ke rumahnya di Kota Hosan.

"Aku sangat merenungkan semua kejahatanku di masa lalu

saat menjalani hukuman di penjara."

"Aku sungguh minta maaf kepada warga Hosan

yang merasa gelisah dan cemas tentang pembebasanku."

Tapi siapa yang menulis ini?

Dia yang menulisnya, bukan?

Apa yang lucu, Berengsek?

Apa salahku?

Kenapa semua orang menyerangku?

Ada imbalan 20 miliar untuk kepalamu.

Kau tak mengerti?

Apa, 20 miliar?

Dua puluh miliar won?

Itu konyol. Berhenti main-main.

Ada apa?

Kenapa dengan suasana ini?

Itu pasti benar.

Itu sebabnya

pesta penyambutannya kacau?

Tapi kenapa? Siapa?

Apa sudah begitu lama hingga kau lupa?

Kau mau aku mengingatkanmu?

- Aku yakin kau payah saat sekolah. - Apa?

Ada hukum di masyarakat kita.

Pengadilan membuat keputusan

dan aku menjalani 13 tahun sesuai dengan itu.

Aku melakukan yang diperintahkan.

Apa salahku?

- Dasar berengsek. - Ayolah.

Jangan saling memaki.

Menurut hukum, aku orang bebas.

Polisi...

mungkin tak berhak membatasi kebebasanku.

Hak?

Apa aku tidak salah dengar?

Haruskah aku mencari hak-hak korban

yang kau perkosa dan bunuh?

Hei, tunggu! Hentikan!

- Sudah cukup! - Dasar kau...

- Joongsik. - Sialan.

Sungguh!

Pak Kim Gukho.

Berhenti mengeluh dan hafalkan itu.

Jangan salah satu kata pun.

Susyi!

Ayo makan susyi.

Aku tak ingat rasanya.

Ayo makan susyi untuk makan malam. Aku akan baca semua ini.

KIM GUKHO, ENYAHLAH!

Dia bukan penjahat! Dia iblis!

Kim Gukho mungkin akan membunuh lagi!

Kita tak mau dia ada di Hosan!

Bagaimana mereka bisa melepaskan iblis?

Apa yang kau lakukan?

Apa-apaan?

Singkirkan bulunya.

Kenapa ada banyak orang di sini

yang membuat keributan di lingkungan?

Kurasa kendaraan yang mengangkut Kim Gukho mendekat.

Aku akan terus melaporkan detail di tempat kejadian.

Bajingan jahat!

Sialan kau! Hei!

Kau sialan!

Kau bukan manusia!

Beraninya kau datang ke sini?

Kau tidak lebih baik dari binatang buas! Matilah!

Negara macam apa yang melindungi pemerkosa?

Usir dia dari lingkungan ini!

GUKHO, KAMI MENGAWASIMU

Eksekusi Kim Gukho!

Kim Gukho, bunuh dirimu!

Hei, tunggu...

KIRIM KIM GUKHO KE NERAKA

Hanya setelah berdiri di sini...

aku sadar tak pernah berkesempatan untuk meminta maaf seperti ini.

Andai aku mendapatkan

kesempatan ini lebih cepat.

Ya, terserah!

Aku tahu ini sudah terlambat,

tapi aku ingin...

minta maaf kepada para korban

dan keluarga mereka yang menderita

karena aku...

selama bertahun-tahun. Maafkan aku.

Aku diberi tahu...

bahwa orang tak bisa diperbaiki.

Aku tahu...

bahwa hanya 13 tahun tak bisa menghapus semua dosaku.

Entah berapa lama lagi waktuku,

tapi aku berjanji...

untuk menjalani sisa hidupku

di neraka menyakitkan ini!

Aku sungguh minta maaf!

Hei.

- Berdirilah. - Maafkan aku!

Maafkan aku!

- Maafkan aku. - Ayo pergi.

Menurut UU tentang Pemasangan Perangkat Elektronik,

mengubah, melepas, atau merusaknya akan dihukum sesuai ketentuan.

Lokasimu akan dilacak 24 jam setiap hari

dan personel akan menemanimu saat kau keluar.

Ini. Baca pemberitahuannya.

Aku memikirkannya,

tapi bukankah aku yang butuh perlindungan?

- Apa? - Pikirkanlah.

Jika ada imbalan 20 miliar won atas kepalaku,

bukankah aku dalam bahaya dibanding anak-anak itu?

Maksudku,

kenapa kau mengawasiku?

Kau seharusnya melindungiku. Benar, bukan?

Bagaimana?

Astaga.

Aku harus melakukan yang diperintahkan.

- Hanya menulis namaku? - Ya.

Tak ada yang akan terjadi selama kau bekerja sama dengan polisi.

Petugas akan siaga setiap saat.

Ada pasukan yang dikerahkan di sekitar area.

Bukankah polisi juga butuh uang?

Apa?

Aku hanya berpikir

polisi yang paling berbahaya.

- Sialan. - Terutama, dia.

- Kau lihat apa? - Hei.

Bagaimana kau bisa menelannya saat ini?

- Dasar berengsek. - Hei, ayo pergi. Jangan.

- Abaikan. - Bagaimana dia bisa makan?

Hei, ayo kita pergi.

Pak Kim Gukho.

Ya, aku mengerti.

Tapi jika kau tak percaya kami, kau akan lebih dalam bahaya.

Ini akan reda dalam beberapa bulan

atau bahkan dalam beberapa minggu.

Kau tahu itu.

Minat orang tak bertahan lama.

Tapi situasi ini...

Situasinya tak tampak bagus.

Berita berikutnya.

Pria bertopeng memilih target dan memutar roda rolet

untuk memilih aksi dan hadiah.

Dia meminta Kim Gukho dibunuh sebagai target berikutnya

di saluran siaran pribadinya.

Sementara itu, Kim Gukho telah dibebaskan dari penjara setelah 13 tahun.

Ada insiden yang melibatkan pengunjuk rasa dan penyerang

selama pengawalan polisi,

tapi Kim kembali ke rumahnya di Kota Hosan

dan saat ini memakai monitor pergelangan kaki elektronik.

Saat opini negatif publik tumbuh mengenai pembebasan awal Kim,

sekelompok pengunjuk rasa terus melakukan demonstrasi

dan tetap berdiam

di dekat rumah Kim.

Para pengunjuk rasa mengeklaim

bahwa polisi terlalu melindungi Kim.

Polisi Kota Hosan mengumumkan akan mempertimbangkan tindakan berbahaya

yang disebabkan oleh permintaan pembunuhan anonim terhadap Kim

sebagai tindakan terorisme dan menyatakan akan berupaya

merespons atas kehormatan mereka.

Mereka juga mengumumkan

akan meminta pasukan polisi menjaga kediaman Kim setiap saat

untuk melindungi keselamatan Kim dan mengutamakan keselamatan warga negara.

Menurut sumber internal, polisi Kota Hosan berusaha

untuk mencegah transmisi siaran pribadi

dan mengerahkan upaya penuh untuk menangkap tersangka

"DARI: KIM GUKHO"

sementara identitas Pria Bertopeng belum teridentifikasi.

OBAT 1 COKELAT 1

Kenapa kau tidak minum obatmu?

Sudah tadi.

Tidak, kau belum minum.

Masih ada di sini.

Akan kutaruh cokelat di samping pilmu.

Makan satu saja.

Setelah minum obat.

Jika aku...

tidak pulang,

kau harus menelepon pekerja sosial.

Mengerti?

Aku tak bodoh.

Tentu saja tidak.

Suamiku sangat cerdas.

Aku di luar pada hari yang dingin

karena Kim Gukho.

Ayolah, Semuanya. Aku bukan mau cari uang.

Kulakukan ini demi keadilan!

Apa? Mobil mahal ada di lingkungan ini?

Ayo pergi.

- Hai. - Kau yang menelepon pagi ini?

Ya, aku pengacara Seo Yeonju.

Ya, halo.

Agar aman, aku akan bersamamu. Ayo kita masuk.

Istri.

Sudah lama sekali.

- Ayo, biar aku memelukmu. - Pak Kim, itu tidak boleh.

- Kau siapa? - Aku pengacara Seo Yeonju.

Pengacara?

Siapa yang memberimu izin untuk datang ke rumahku?

Aku mengirimkan ini ke penjara, tapi tak ada balasan.

Sudah kutanyakan ke pihak penjara,

katanya kau menolak surat dan kunjungan.

Ya, itu terjadi begitu saja.

- Bagaimana dengan anak itu? - Ini surat cerai.

Tak ada tunjangan atau syarat lain, hanya hak asuh.

Ayahnya pulang setelah bertahun-tahun

dan dia bahkan tak datang. Tidak tahu terima kasih.

Kau tahu kau akan rugi

- jika berlanjut ke pengadilan. - Berengsek!

Orang dewasa sedang bicara sekarang!

Beraninya kau mengganggu! Berengsek!

- Hentikan. - Hei.

Kau pikir aku tak akan menusuk pengacara?

Kau antipeluru?

- Jangan lakukan itu. - Begitu?

Hati-hati dengan ucapanmu.

Bisa digunakan untuk melawanmu di pengadilan.

Apa?

Berengsek. Kau pikir aku tak akan melakukannya?

Kau mau aku membuktikannya?

- Beraninya kau? - Jangan khawatir.

- Sudah kuduga! - Kemarilah!

Kemari, Berengsek!

- Berengsek! Kemari! - Hentikan!

Lepaskan! Kenapa aku harus berhenti? Dasar berengsek!

Dia mabuk. Kembalilah nanti.

- Hentikan! - Ya, baiklah.

Dongha...

bilang dia tak butuh ayah.

Jadi, jangan mencarinya.

Aku datang memberitahumu.

- Kau... - Hei!

Hei, sudah cukup. Hentikan!

Baiklah.

Sial.

Apa kau hanya berpikir untuk kabur saat aku di penjara?

Apa kau bertemu pria lain dan membuka selangkanganmu untuknya?

Pasti menyenangkan.

Sialan.

Hei!

Kabur dengan anakku?

Persetan denganmu, Jalang.

Dasar jalang.

Sudah cukup sekarang.

Kemari dan minumlah.

POLISI

JASA MEMBERSIHKAN TELINGA OBROLAN PUTRI

CATATAN INVESTIGASI KRIMINAL

Pria ini menguntit?

Ya, benar.

Pembunuh itu.

Pembunuh?

Dia bunuh diri...

setelah perbuatan bajingan itu kepadanya.

Itu pembunuhan.

Aku bahkan mengajukan petisi.

Siapa itu?

Permisi. Apa yang kau lakukan?

Apa?

Aku di parkiran Gedung 103, cepat kemari!

Aku melihat seseorang bergerak...

Pak, ada apa?

Penghuni 502.

Di bawah bagasi mobilmu, seorang pria yang sangat tinggi...

Tunggu!

Hei.

Astaga.

KAMERA BAWAAN

GWANGIL

- Orang-orang... - Hei.

Jangan dorong! Hentikan!

- Berhenti! - Kenapa itu?

Dia berusaha keluar!

Dia mau pergi ke mana?

- Lepaskan! - Entahlah.

- Pastikan dia tidak pergi. - Hentikan.

- Tahan dia. - Dia pemabuk parah.

Dia mabuk dan memaki orang.

Kau tahu betapa cerobohnya dia.

- Sial. Sambungkan dia. - Pak Kim Gukho!

- Masukkan aku ke penjara! - Tunggu.

Pak Kim Gukho, jawab ponselnya!

- Apa? - Jawab ponselnya.

Akan kujawab di luar.

- Hei! - Akan kujawab di luar!

- Dasar berengsek. - Katanya dia akan

menjawabnya di luar.

Kalian semua di sana tak bisa menghentikannya?

- Aku akan segera ke sana. - Baiklah.

- Tahan dia sepuluh menit, mengerti? - Persetan kau.

Sialan.

POS PEMERIKSAAN

Halo.

Kau mau ke mana?

Untuk menemui putriku.

Rumah putriku.

Kau tahu alamatnya?

Aku tak tahu alamatnya.

Ada di atas sana.

Di dekat sini.

Kami akan memeriksa kendaraanmu.

Buka pintu kendaraanmu dan tunggu sebentar.

Tidak apa-apa.

Terima kasih atas kerja samanya.

Biarkan dia lewat.

Larang Kim Gukho!

- Sialan. - Semuanya, kalian dengar?

Dia ribut ingin keluar.

Dia gila!

Masuk ke dalam! Ayolah!

- Apa itu? - Hei, kau datang.

Apa yang terjadi?

Kenapa kau tak bisa mengendalikannya?

Dia terus bilang akan keluar. Dia mabuk.

Kau mau pergi ke mana? Ini sudah larut.

Aku ada urusan!

Urusan apa?

Apa aku harus beri tahu semuanya, Detektif?

Kau tak tahu soal privasi?

Tapi kau mabuk. Tidurlah. Jangan buat keributan.

- Sebelah sini! - Apa?

Wartawan!

Lihat ke sini!

- Sudah satu jam dia begini. - Polisi

- melanggar hakku! Dan... - Kalian merekam apa?

- Hentikan! - Mereka kasar!

- Lihat ini! - Hentikan itu!

Kami harus tahu tujuanmu untuk bersiap. Kau mau ke mana?

Ayo ke toko. Toko yang sering kudatangi.

Itu pasar global. Namanya Worlmart!

Maksudmu Walmart? Itu tak ada di sini.

Korea punya segalanya. Ayo ke sana!

Ya, baiklah.

Tuliskan itu.

Apa yang kau butuhkan? Akan kubelikan.

- Wartawan! - Ayolah!

- Sungguh! - Lihat ini!

Wartawan! Kalian lihat ini?

- Baiklah! - Ini!

Baiklah! Ayo!

- Pergi dan bersiap-siap. - Ya, Pak.

Tapi

waktumu tiga menit untuk berbelanja dan bayar, mengerti?

- Jangan bergerak. - Lima menit.

Jangan buat masalah dan kita pergi saja. Setuju.

Bu, halo.

- Ya? - Kami polisi.

- Maaf, tapi kami butuh pengendalian. - Apa?

- Kami hanya butuh lima menit kerja sama. - Kenapa?

Maaf, kami polisi. Kami harus mengendalikan area ini.

- Bisa pergi - Kenapa?

lima menit saja?

Kami meminta kerja samanya.

Letakkan itu dan kembali nanti.

Lindungi dia secara melebar.

- Jauhkan mereka. - Dia keluar!

Dia di luar!

Semuanya, Kim Gukho ada di luar!

Dia pergi ke suatu tempat. Aku akan mengikutinya.

Beraninya kau keluar? Masuk kembali!

Kau melindungi penjahat! Kau bukan polisi!

WORLD MART

Tolong menyingkir. Kosongkan jalan.

Menyingkir!

- Gwangil, tetaplah bersamanya. - Baik.

Jangan khawatir.

Bu, kau tak boleh masuk sekarang.

- Tiga menit lagi. - Tidak.

Aku menderita diabetes.

Gula darahku rendah. Aku butuh cokelat.

- Aku harus beli cokelat! - Beli dengan cepat!

Semuanya, polisi mengabaikan hak kita untuk tahu!

Bayar sebelum kau memakannya!

Pak!

Waktumu dua menit lagi.

Sial, kau sangat objektif.

Apa?

Apa ini baru?

Sial.

Pangsit Kampung Halaman.

Apa?

Apa-apaan itu? Hei!

Apa-apaan itu?

Bu?

Tangkap dia!

Apa-apaan itu?

Sial! Apa itu?

Jangan bergerak.

Kau siapa?

Apa ini?

Jangan bergerak. Nak, kau baik-baik saja?

Hanya tergores. Tidak apa-apa.

Persetan kau.

Hei, Petugas!

Sialan!

- Ya, Pak. - Bawa dia.

Ayo jalan.

Hei, pegang dia.

Kau pantas mati!

Bawa dia keluar dari sini!

Kumohon, matilah!

Astaga!

Hei!

Kenapa denganmu?

Apa... Kenapa denganmu?

Hei, Nak!

Kenapa denganmu?

Panggil ambulans! Sekarang!

Hei, lihat aku.

Tetap memandangku.

Panggil mereka sekarang!

Dia terluka?

Dia keluar!

Apa yang terjadi? Dia baik-baik saja.

Astaga. Kurasa seorang detektif terluka!

Nak, aku akan segera menyusul!

Beri tahu aku.

Apa ada sesuatu di panah itu?

Ayo, beri tahu aku.

Kenapa kau tak bilang apa-apa setelah itu? Anak itu terluka!

Hei!

Berhenti merekam!

Kalian pikir ini seru?

Dia keluarga korban Lee Minjin,

yang dibunuh oleh Kim Gukho 13 tahun lalu.

Sialan.

Dia dalam stadium akhir kanker hati.

Suaminya tumbang setelah kehilangan putrinya

dan sakit jiwa.

Maksudku...

Itu...

Tak ada kuburan tanpa cerita menyedihkan. Sial... Bicara apa aku?

Kita harus bagaimana?

Ayo kita masuk.

Bu.

Kami paham perasaanmu,

tapi apa yang bisa kami lakukan?

Hukum adalah hukum.

Petugas yang terluka...

Dia baik-baik saja?

Racun ikan buntalnya menyebar.

Dia masih tak sadar.

Dengar, Bu.

Apa yang akan suamimu lakukan tanpamu?

Kudengar dia sakit jiwa.

Yang hidup harus terus hidup.

Sayang, itu kau?

UNTUK BU YOON MIOK

Diterjemahkan oleh Andrea Altini

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.