Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
TEMPAT, KARAKTER, ORGANISASI, DAN INSIDEN DALAM DRAMA INI ADALAH FIKTIF.
Cuaca besok diperkirakan akan cerah.
13 TAHUN LALU
- Pada tanggal 10... - Ini dari...
Penjual makanan yang menggunakan
danmuji yang dibuang sebagai bahan pangsit tertangkap.
Tentu saja,
sejumlah besar bakteri penyebab keracunan makanan
terdeteksi dalam bahan mereka.
Ini...
Mereka yang main-main dengan makanan adalah bajingan paling tak bermoral
di dunia.
Para bajingan itu.
Itu benar.
Keluarga mereka juga bisa memakannya.
Anak mereka bisa memakannya.
Mereka berengsek, bukan?
Bukankah begitu, Minjin?
Jalang ini tak mau menjawabku.
KOTA HOSAN SILAKAN BERKUNJUNG KEMBALI
TAEKWONDO DONGHA
Minjin.
STAF LEE MINJIN
Dingin.
Sangat dingin.
Hei, Minjin. Ayo pulang.
Ayo pulang sekarang. Permisi.
Tunggu sebentar.
Ini dia.
Mari kita lihat. Teller bank...
Lee...
Lee...
Minjin?
Minjin?
Ayo pulang. Kau harus bekerja besok.
Hei.
Hei.
Sial, aku dalam masalah.
NO WAY OUT: THE ROULETTE
20 MILIAR WON UNTUK PENJAHAT TERKENAL
TARGET PRIA BERTOPENG, KIM GUKHO
SIAPA PRIA TOPENG DALANG PEMBUNUHAN?
EP02. HOMECOMING
Kami menemukannya!
Mereka menemukannya!
Mereka menemukannya!
Mereka menemukannya!
Dasar berengsek!
Kubunuh kau!
Kau...
Dasar bajingan.
Tak akan kubiarkan kau lolos dari ini.
Bajingan jahat.
Maafkan aku.
Persetan.
Kim Gukho adalah target terbaru dalam siaran Pria Bertopeng.
Dia saat ini menjalani hukuman 15 tahun di penjara.
Namun, dia diakui sebagai tahanan teladan
dan hukumannya dikurangi dua tahun.
Jadi, dia akan segera dibebaskan.
Tahanan teladan?
Kenapa dia dipenjara 15 tahun?
Ya, Pak.
Kim Gukho menargetkan wanita dalam profesi tertentu
untuk beberapa pemerkosaan di masa lalu,
tapi dia dihukum 15 tahun
atas pembunuhan dan pengabaian korban terakhirnya, Lee Minjin.
Ini adalah rekaman pemeragaan kejahatan saat itu.
Lihatlah.
REKAMAN PEMERAGAAN KEJAHATAN KIM GUKHO
KOMISARIS KIM JIHYEOK
Tunggu. Tahan.
Ya, Komisaris.
Ya, tidak apa-apa.
Saat ini kami melakukan pendekatan dari berbagai sudut.
Ya, aku akan melapor nanti.
Baik, Pak.
Maka hari ini, aku akan...
Baik, Pak. Maka sebelum makan siang...
Baik, Pak.
Dengan segala cara...
Baik, Pak.
Jadi, apa yang akan kita lakukan?
Ya, begini,
prioritas utama adalah mencegah warga sipil mendekati target dahulu.
Itu sudah pasti.
Kita perlu memantau sepanjang waktu
dan mengidentifikasi risiko yang dapat diduga sebelumnya.
Bukankah kita harus coba memblokir usaha itu?
- Bagaimana berandal itu? - Begini,
kami melacak IP ke Eropa Timur dan Pakistan.
Tampaknya sudah dialihkan.
Itu terus bergerak, mengubah setiap paket IP...
Jadi, kau menemukannya atau tidak?
Kami bisa melacaknya,
tapi negara-negara itu tak terlalu kooperatif.
Langsung ke intinya!
Kau bisa atau tidak?
Bukan, kami sudah minta kooperasi mereka,
tapi akan butuh waktu.
Sialan.
Saat alamat IP dialihkan seperti ini,
tak ada jaminan kita akan temukan lokasi persisnya.
Yang terpenting, itu tidak efisien.
- Jadi, kita... - Apa kalian
menyelidiki untuk efisiensi?
Mau dibayar secara efisien juga?
Kalian kurang merasa terdesak!
Sialan!
- Hei, Siber. - Ya, Pak.
Temukan dia dengan segala cara. Waktumu satu pekan.
Baik, Pak!
Jika tak bisa dalam sepekan,
timmu akan dipecat dengan efisien.
- Mengerti? - Ya, Pak.
- Keamanan. - Ya, Pak.
Bawa sisa pasukan dan kepung rumah bajingan itu.
Cari dan periksa semua orang.
- Termasuk tetangga. - Baik, Pak.
- Detektif. - Ya, Pak.
Awasi dia setelah dia dibebaskan dan pulang.
Aku tak peduli apa yang dilakukan bajingan itu di masa lalu.
Aku tak peduli berapa banyak yang kalian habiskan.
Aku tak peduli cara kalian melakukannya.
Di yurisdiksiku,
dia tak bisa membuat masalah
atau terbunuh. Mengerti?
Polisi Hosan akan mempertimbangkan
ancaman masa depan
atau upaya pembunuhan terkait permintaan anonim atas pembunuhan Kim
sebagai tindakan terorisme.
Demi kehormatan dan reputasi kami,
kami akan mendedikasikan semua upaya untuk merespons.
Terlepas dari kejahatan, keberhasilannya,
dan terlepas dari tingkat pelanggaran di bawah hukum,
kami akan menghukum semaksimal mungkin.
Kepolisian kami akan mengutamakan keselamatan dan kedamaian
warga Hosan dan mendedikasikan upaya terbaik kami
untuk menyelidiki masalah ini.
"Itu akan dianggap terorisme dan dihukum berat."
Sebagai mantan hakim, bagaimana menurutmu, Bu Han?
Polisi tampak gelisah.
Bukan begitu cara kerja hukum, bukan?
Bahkan jika mereka anggap itu tindakan terorisme,
apa jaksa akan berkata,
"Tentu, silakan"?
Bahkan jika mereka bicara dengan kejaksaan,
pengadilan bagaimana?
Apa para hakim akan memutuskan sesukanya?
Mari kita lihat.
Katakanlah departemen terkait,
kejaksaan dan pengadilan,
sudah membahas ini. Bukankah itu masalah yang lebih besar?
Negara kita jelas punya pemisahan kekuasaan.
Jadi, polisi menggertak?
Kepala kantor polisi
akan berkata seperti itu karena dua alasan.
Pertama, menanamkan rasa takut di depan umum
untuk mencegah upaya kejahatan.
Lalu yang kedua?
Mereka ingin tunjukkan kepada atasan
bahwa mereka mengusahakan yang terbaik.
LEMBAGA PEMASYARAKATAN
PENJARA HOSAN
Narapidana 4956, bersiaplah untuk dipulangkan.
Dia teladan dalam kegiatan keagamaan, bahkan melakukan pekerjaan sukarela.
Dia cukup ramah, jadi, dia akrab dengan staf penjara.
Karena sifat penjara kami,
ada banyak pelaku kekerasan dan masalah yang perlu dipertimbangkan.
Tapi narapidana seperti Kim Gukho...
Bagaimana mengatakannya? Dia kooperatif.
Dia tak memberi alasan untuk khawatir.
Dia memudahkan tugas kami.
Bukankah kau sedih kita tak bisa main baduk lagi?
Apa? Kau menangis?
Telepon aku saat kau keluar, ya?
Aku akan mentraktirmu minum.
PERINTAH PEMBEBASAN PENJARA
Tanda tangani.
Pak.
Ini caramu berpisah?
Kenapa semua orang dingin kepadaku?
Kau sedih, bukan?
Tanda tangani.
Baik, Pak.
TAEKWONDO DONGHA
Ayo pergi.
Kepala Sipir, halo.
Aku Detektif Jang Suchang.
Aku Kim Gukho.
Timku akan mengawalmu pulang, Pak Kim.
Aku yang memimpin.
Mengawalku?
Artinya kami akan membawamu pulang dengan aman.
Dengan aman?
Aku bisa sendiri. Terima kasih.
Turuti saja.
Kami akan jelaskan nanti.
Dengar.
Ada banyak orang di luar
yang datang untuk menemuimu. Kau tahu kenapa?
Mereka mau membunuhmu.
Jadi,
jangan main-main dan masuk ke mobil.
Dengan kepala menunduk. Mengerti?
Detektif.
Aku sudah dipenjara.
Itu tak menghilangkan kejahatanmu!
Dasar bodoh.
Jangan...
Jangan menyeringai, Berengsek.
Cukup!
Hei.
Pak.
Pakai ini.
Pakai topi ini.
Masker juga.
Pakai ini.
- Aku baik-baik saja. - Hei!
Pakai saja, Berengsek!
Apa yang terjadi?
- Kau di mana? - Maaf, aku di gerbang depan.
Ada terlalu banyak orang. Aku tak bisa masuk.
Dia tak bisa masuk karena orang-orang.
Sudahlah. Beri tahu kita datang.
Tunggu di sana, kami akan turun. Baik.
Hei.
Tundukkan kepalamu. Lihat tumitku dan ikuti aku.
Jangan bicara dengan orang lain.
GERBANG KENDARAAN
TUMPAS PENJAHAT SEKS
KIM GUKHO IBLIS KIRIM DIA KE NERAKA
Cepat!
Hei, Joongsik!
- Sialan! - Ayolah!
- Gwangil? - Ya?
- Nyalakan penyeka. - Sial.
- Aku tak bisa lihat apa-apa. - Kenapa mereka?
Pesta penyambutan yang hebat.
- Hei, ayo pergi. - Baik, Pak.
Kami menyaksikan adegan menegangkan saat Kim Gukho dibebaskan.
Warga menuntut agar dia dicegah memasuki masyarakat dan terisolasi.
Apa itu mungkin?
Saat ini, tak ada dasar hukum untuk menegakkannya.
Tindakan koersif lebih lanjut tak mungkin bahkan bagi penjahat
yang melakukan kejahatan keji setelah menjalani hukuman mereka.
Secara institusional, itu mengecewakan.
Pikirkan anak-anak kita harus hidup
di area yang sama dengan para penjahat ini.
Bu Han, kau bilang itu aspek yang mengecewakan?
Benar.
Masalahnya bukan hukum
atau sistem saat ini.
Tentu saja, warga diizinkan untuk bicara.
Tapi di sisi lain,
masalah yang lebih besar adalah mereka
yang menyewa pembunuh, menawarkan uang, dan permintaan
yang menyerupai ancaman pembunuhan di internet.
Apa kau tahu sebutan Kim Gukho di internet sekarang?
"Bonus berjalan"!
"Rekening bank 20 miliar won"!
Tak peduli seberapa terkenal penjahat ini,
bukankah kita harus
menghindari melegitimasi ancaman atas kehidupan seseorang
di luar hukuman yang sah?
Ya, itu...
Harap dipahami bahwa pendapat yang disampaikan
adalah pendapat masing-masing tamu dan tidak mencerminkan sikap resmi SBY.
Kim Gukho dibebaskan setelah menjalani 13 tahun penjara.
Ini ringkasannya.
Saat Kim muncul di depan lapas dengan perlindungan polisi,
protes warga terhadap pembebasannya
menjadi lebih intens.
Saat Kim mencoba mencapai kendaraan pengawal,
beberapa pengunjuk rasa mencoba menghalanginya
dan terlibat konfrontasi sengit dengan polisi.
Meski ada konferensi pers yang tidak biasa oleh kepala polisi,
upaya untuk membunuhnya terjadi saat Kim dibebaskan.
Kim saat ini dalam kendaraan pengawal khusus
- dan telah meninggalkan lokasi. - Berapa?
Totalnya 11.000 won.
Meski ada upaya penyerangan,
- Ini. - suasana di tempat kejadian
masih mencerminkan kemarahan yang kuat terhadap kembalinya Kim ke masyarakat.
Biar kuulangi lagi.
Kim Gukho dibebaskan sekitar pukul 10.00 pagi ini
dan dalam perjalanan ke rumahnya di Kota Hosan.
"Aku sangat merenungkan semua kejahatanku di masa lalu
saat menjalani hukuman di penjara."
"Aku sungguh minta maaf kepada warga Hosan
yang merasa gelisah dan cemas tentang pembebasanku."
Tapi siapa yang menulis ini?
Dia yang menulisnya, bukan?
Apa yang lucu, Berengsek?
Apa salahku?
Kenapa semua orang menyerangku?
Ada imbalan 20 miliar untuk kepalamu.
Kau tak mengerti?
Apa, 20 miliar?
Dua puluh miliar won?
Itu konyol. Berhenti main-main.
Ada apa?
Kenapa dengan suasana ini?
Itu pasti benar.
Itu sebabnya
pesta penyambutannya kacau?
Tapi kenapa? Siapa?
Apa sudah begitu lama hingga kau lupa?
Kau mau aku mengingatkanmu?
- Aku yakin kau payah saat sekolah. - Apa?
Ada hukum di masyarakat kita.
Pengadilan membuat keputusan
dan aku menjalani 13 tahun sesuai dengan itu.
Aku melakukan yang diperintahkan.
Apa salahku?
- Dasar berengsek. - Ayolah.
Jangan saling memaki.
Menurut hukum, aku orang bebas.
Polisi...
mungkin tak berhak membatasi kebebasanku.
Hak?
Apa aku tidak salah dengar?
Haruskah aku mencari hak-hak korban
yang kau perkosa dan bunuh?
Hei, tunggu! Hentikan!
- Sudah cukup! - Dasar kau...
- Joongsik. - Sialan.
Sungguh!
Pak Kim Gukho.
Berhenti mengeluh dan hafalkan itu.
Jangan salah satu kata pun.
Susyi!
Ayo makan susyi.
Aku tak ingat rasanya.
Ayo makan susyi untuk makan malam. Aku akan baca semua ini.
KIM GUKHO, ENYAHLAH!
Dia bukan penjahat! Dia iblis!
Kim Gukho mungkin akan membunuh lagi!
Kita tak mau dia ada di Hosan!
Bagaimana mereka bisa melepaskan iblis?
Apa yang kau lakukan?
Apa-apaan?
Singkirkan bulunya.
Kenapa ada banyak orang di sini
yang membuat keributan di lingkungan?
Kurasa kendaraan yang mengangkut Kim Gukho mendekat.
Aku akan terus melaporkan detail di tempat kejadian.
Bajingan jahat!
Sialan kau! Hei!
Kau sialan!
Kau bukan manusia!
Beraninya kau datang ke sini?
Kau tidak lebih baik dari binatang buas! Matilah!
Negara macam apa yang melindungi pemerkosa?
Usir dia dari lingkungan ini!
GUKHO, KAMI MENGAWASIMU
Eksekusi Kim Gukho!
Kim Gukho, bunuh dirimu!
Hei, tunggu...
KIRIM KIM GUKHO KE NERAKA
Hanya setelah berdiri di sini...
aku sadar tak pernah berkesempatan untuk meminta maaf seperti ini.
Andai aku mendapatkan
kesempatan ini lebih cepat.
Ya, terserah!
Aku tahu ini sudah terlambat,
tapi aku ingin...
minta maaf kepada para korban
dan keluarga mereka yang menderita
karena aku...
selama bertahun-tahun. Maafkan aku.
Aku diberi tahu...
bahwa orang tak bisa diperbaiki.
Aku tahu...
bahwa hanya 13 tahun tak bisa menghapus semua dosaku.
Entah berapa lama lagi waktuku,
tapi aku berjanji...
untuk menjalani sisa hidupku
di neraka menyakitkan ini!
Aku sungguh minta maaf!
Hei.
- Berdirilah. - Maafkan aku!
Maafkan aku!
- Maafkan aku. - Ayo pergi.
Menurut UU tentang Pemasangan Perangkat Elektronik,
mengubah, melepas, atau merusaknya akan dihukum sesuai ketentuan.
Lokasimu akan dilacak 24 jam setiap hari
dan personel akan menemanimu saat kau keluar.
Ini. Baca pemberitahuannya.
Aku memikirkannya,
tapi bukankah aku yang butuh perlindungan?
- Apa? - Pikirkanlah.
Jika ada imbalan 20 miliar won atas kepalaku,
bukankah aku dalam bahaya dibanding anak-anak itu?
Maksudku,
kenapa kau mengawasiku?
Kau seharusnya melindungiku. Benar, bukan?
Bagaimana?
Astaga.
Aku harus melakukan yang diperintahkan.
- Hanya menulis namaku? - Ya.
Tak ada yang akan terjadi selama kau bekerja sama dengan polisi.
Petugas akan siaga setiap saat.
Ada pasukan yang dikerahkan di sekitar area.
Bukankah polisi juga butuh uang?
Apa?
Aku hanya berpikir
polisi yang paling berbahaya.
- Sialan. - Terutama, dia.
- Kau lihat apa? - Hei.
Bagaimana kau bisa menelannya saat ini?
- Dasar berengsek. - Hei, ayo pergi. Jangan.
- Abaikan. - Bagaimana dia bisa makan?
Hei, ayo kita pergi.
Pak Kim Gukho.
Ya, aku mengerti.
Tapi jika kau tak percaya kami, kau akan lebih dalam bahaya.
Ini akan reda dalam beberapa bulan
atau bahkan dalam beberapa minggu.
Kau tahu itu.
Minat orang tak bertahan lama.
Tapi situasi ini...
Situasinya tak tampak bagus.
Berita berikutnya.
Pria bertopeng memilih target dan memutar roda rolet
untuk memilih aksi dan hadiah.
Dia meminta Kim Gukho dibunuh sebagai target berikutnya
di saluran siaran pribadinya.
Sementara itu, Kim Gukho telah dibebaskan dari penjara setelah 13 tahun.
Ada insiden yang melibatkan pengunjuk rasa dan penyerang
selama pengawalan polisi,
tapi Kim kembali ke rumahnya di Kota Hosan
dan saat ini memakai monitor pergelangan kaki elektronik.
Saat opini negatif publik tumbuh mengenai pembebasan awal Kim,
sekelompok pengunjuk rasa terus melakukan demonstrasi
dan tetap berdiam
di dekat rumah Kim.
Para pengunjuk rasa mengeklaim
bahwa polisi terlalu melindungi Kim.
Polisi Kota Hosan mengumumkan akan mempertimbangkan tindakan berbahaya
yang disebabkan oleh permintaan pembunuhan anonim terhadap Kim
sebagai tindakan terorisme dan menyatakan akan berupaya
merespons atas kehormatan mereka.
Mereka juga mengumumkan
akan meminta pasukan polisi menjaga kediaman Kim setiap saat
untuk melindungi keselamatan Kim dan mengutamakan keselamatan warga negara.
Menurut sumber internal, polisi Kota Hosan berusaha
untuk mencegah transmisi siaran pribadi
dan mengerahkan upaya penuh untuk menangkap tersangka
"DARI: KIM GUKHO"
sementara identitas Pria Bertopeng belum teridentifikasi.
OBAT 1 COKELAT 1
Kenapa kau tidak minum obatmu?
Sudah tadi.
Tidak, kau belum minum.
Masih ada di sini.
Akan kutaruh cokelat di samping pilmu.
Makan satu saja.
Setelah minum obat.
Jika aku...
tidak pulang,
kau harus menelepon pekerja sosial.
Mengerti?
Aku tak bodoh.
Tentu saja tidak.
Suamiku sangat cerdas.
Aku di luar pada hari yang dingin
karena Kim Gukho.
Ayolah, Semuanya. Aku bukan mau cari uang.
Kulakukan ini demi keadilan!
Apa? Mobil mahal ada di lingkungan ini?
Ayo pergi.
- Hai. - Kau yang menelepon pagi ini?
Ya, aku pengacara Seo Yeonju.
Ya, halo.
Agar aman, aku akan bersamamu. Ayo kita masuk.
Istri.
Sudah lama sekali.
- Ayo, biar aku memelukmu. - Pak Kim, itu tidak boleh.
- Kau siapa? - Aku pengacara Seo Yeonju.
Pengacara?
Siapa yang memberimu izin untuk datang ke rumahku?
Aku mengirimkan ini ke penjara, tapi tak ada balasan.
Sudah kutanyakan ke pihak penjara,
katanya kau menolak surat dan kunjungan.
Ya, itu terjadi begitu saja.
- Bagaimana dengan anak itu? - Ini surat cerai.
Tak ada tunjangan atau syarat lain, hanya hak asuh.
Ayahnya pulang setelah bertahun-tahun
dan dia bahkan tak datang. Tidak tahu terima kasih.
Kau tahu kau akan rugi
- jika berlanjut ke pengadilan. - Berengsek!
Orang dewasa sedang bicara sekarang!
Beraninya kau mengganggu! Berengsek!
- Hentikan. - Hei.
Kau pikir aku tak akan menusuk pengacara?
Kau antipeluru?
- Jangan lakukan itu. - Begitu?
Hati-hati dengan ucapanmu.
Bisa digunakan untuk melawanmu di pengadilan.
Apa?
Berengsek. Kau pikir aku tak akan melakukannya?
Kau mau aku membuktikannya?
- Beraninya kau? - Jangan khawatir.
- Sudah kuduga! - Kemarilah!
Kemari, Berengsek!
- Berengsek! Kemari! - Hentikan!
Lepaskan! Kenapa aku harus berhenti? Dasar berengsek!
Dia mabuk. Kembalilah nanti.
- Hentikan! - Ya, baiklah.
Dongha...
bilang dia tak butuh ayah.
Jadi, jangan mencarinya.
Aku datang memberitahumu.
- Kau... - Hei!
Hei, sudah cukup. Hentikan!
Baiklah.
Sial.
Apa kau hanya berpikir untuk kabur saat aku di penjara?
Apa kau bertemu pria lain dan membuka selangkanganmu untuknya?
Pasti menyenangkan.
Sialan.
Hei!
Kabur dengan anakku?
Persetan denganmu, Jalang.
Dasar jalang.
Sudah cukup sekarang.
Kemari dan minumlah.
POLISI
JASA MEMBERSIHKAN TELINGA OBROLAN PUTRI
CATATAN INVESTIGASI KRIMINAL
Pria ini menguntit?
Ya, benar.
Pembunuh itu.
Pembunuh?
Dia bunuh diri...
setelah perbuatan bajingan itu kepadanya.
Itu pembunuhan.
Aku bahkan mengajukan petisi.
Siapa itu?
Permisi. Apa yang kau lakukan?
Apa?
Aku di parkiran Gedung 103, cepat kemari!
Aku melihat seseorang bergerak...
Pak, ada apa?
Penghuni 502.
Di bawah bagasi mobilmu, seorang pria yang sangat tinggi...
Tunggu!
Hei.
Astaga.
KAMERA BAWAAN
GWANGIL
- Orang-orang... - Hei.
Jangan dorong! Hentikan!
- Berhenti! - Kenapa itu?
Dia berusaha keluar!
Dia mau pergi ke mana?
- Lepaskan! - Entahlah.
- Pastikan dia tidak pergi. - Hentikan.
- Tahan dia. - Dia pemabuk parah.
Dia mabuk dan memaki orang.
Kau tahu betapa cerobohnya dia.
- Sial. Sambungkan dia. - Pak Kim Gukho!
- Masukkan aku ke penjara! - Tunggu.
Pak Kim Gukho, jawab ponselnya!
- Apa? - Jawab ponselnya.
Akan kujawab di luar.
- Hei! - Akan kujawab di luar!
- Dasar berengsek. - Katanya dia akan
menjawabnya di luar.
Kalian semua di sana tak bisa menghentikannya?
- Aku akan segera ke sana. - Baiklah.
- Tahan dia sepuluh menit, mengerti? - Persetan kau.
Sialan.
POS PEMERIKSAAN
Halo.
Kau mau ke mana?
Untuk menemui putriku.
Rumah putriku.
Kau tahu alamatnya?
Aku tak tahu alamatnya.
Ada di atas sana.
Di dekat sini.
Kami akan memeriksa kendaraanmu.
Buka pintu kendaraanmu dan tunggu sebentar.
Tidak apa-apa.
Terima kasih atas kerja samanya.
Biarkan dia lewat.
Larang Kim Gukho!
- Sialan. - Semuanya, kalian dengar?
Dia ribut ingin keluar.
Dia gila!
Masuk ke dalam! Ayolah!
- Apa itu? - Hei, kau datang.
Apa yang terjadi?
Kenapa kau tak bisa mengendalikannya?
Dia terus bilang akan keluar. Dia mabuk.
Kau mau pergi ke mana? Ini sudah larut.
Aku ada urusan!
Urusan apa?
Apa aku harus beri tahu semuanya, Detektif?
Kau tak tahu soal privasi?
Tapi kau mabuk. Tidurlah. Jangan buat keributan.
- Sebelah sini! - Apa?
Wartawan!
Lihat ke sini!
- Sudah satu jam dia begini. - Polisi
- melanggar hakku! Dan... - Kalian merekam apa?
- Hentikan! - Mereka kasar!
- Lihat ini! - Hentikan itu!
Kami harus tahu tujuanmu untuk bersiap. Kau mau ke mana?
Ayo ke toko. Toko yang sering kudatangi.
Itu pasar global. Namanya Worlmart!
Maksudmu Walmart? Itu tak ada di sini.
Korea punya segalanya. Ayo ke sana!
Ya, baiklah.
Tuliskan itu.
Apa yang kau butuhkan? Akan kubelikan.
- Wartawan! - Ayolah!
- Sungguh! - Lihat ini!
Wartawan! Kalian lihat ini?
- Baiklah! - Ini!
Baiklah! Ayo!
- Pergi dan bersiap-siap. - Ya, Pak.
Tapi
waktumu tiga menit untuk berbelanja dan bayar, mengerti?
- Jangan bergerak. - Lima menit.
Jangan buat masalah dan kita pergi saja. Setuju.
Bu, halo.
- Ya? - Kami polisi.
- Maaf, tapi kami butuh pengendalian. - Apa?
- Kami hanya butuh lima menit kerja sama. - Kenapa?
Maaf, kami polisi. Kami harus mengendalikan area ini.
- Bisa pergi - Kenapa?
lima menit saja?
Kami meminta kerja samanya.
Letakkan itu dan kembali nanti.
Lindungi dia secara melebar.
- Jauhkan mereka. - Dia keluar!
Dia di luar!
Semuanya, Kim Gukho ada di luar!
Dia pergi ke suatu tempat. Aku akan mengikutinya.
Beraninya kau keluar? Masuk kembali!
Kau melindungi penjahat! Kau bukan polisi!
WORLD MART
Tolong menyingkir. Kosongkan jalan.
Menyingkir!
- Gwangil, tetaplah bersamanya. - Baik.
Jangan khawatir.
Bu, kau tak boleh masuk sekarang.
- Tiga menit lagi. - Tidak.
Aku menderita diabetes.
Gula darahku rendah. Aku butuh cokelat.
- Aku harus beli cokelat! - Beli dengan cepat!
Semuanya, polisi mengabaikan hak kita untuk tahu!
Bayar sebelum kau memakannya!
Pak!
Waktumu dua menit lagi.
Sial, kau sangat objektif.
Apa?
Apa ini baru?
Sial.
Pangsit Kampung Halaman.
Apa?
Apa-apaan itu? Hei!
Apa-apaan itu?
Bu?
Tangkap dia!
Apa-apaan itu?
Sial! Apa itu?
Jangan bergerak.
Kau siapa?
Apa ini?
Jangan bergerak. Nak, kau baik-baik saja?
Hanya tergores. Tidak apa-apa.
Persetan kau.
Hei, Petugas!
Sialan!
- Ya, Pak. - Bawa dia.
Ayo jalan.
Hei, pegang dia.
Kau pantas mati!
Bawa dia keluar dari sini!
Kumohon, matilah!
Astaga!
Hei!
Kenapa denganmu?
Apa... Kenapa denganmu?
Hei, Nak!
Kenapa denganmu?
Panggil ambulans! Sekarang!
Hei, lihat aku.
Tetap memandangku.
Panggil mereka sekarang!
Dia terluka?
Dia keluar!
Apa yang terjadi? Dia baik-baik saja.
Astaga. Kurasa seorang detektif terluka!
Nak, aku akan segera menyusul!
Beri tahu aku.
Apa ada sesuatu di panah itu?
Ayo, beri tahu aku.
Kenapa kau tak bilang apa-apa setelah itu? Anak itu terluka!
Hei!
Berhenti merekam!
Kalian pikir ini seru?
Dia keluarga korban Lee Minjin,
yang dibunuh oleh Kim Gukho 13 tahun lalu.
Sialan.
Dia dalam stadium akhir kanker hati.
Suaminya tumbang setelah kehilangan putrinya
dan sakit jiwa.
Maksudku...
Itu...
Tak ada kuburan tanpa cerita menyedihkan. Sial... Bicara apa aku?
Kita harus bagaimana?
Ayo kita masuk.
Bu.
Kami paham perasaanmu,
tapi apa yang bisa kami lakukan?
Hukum adalah hukum.
Petugas yang terluka...
Dia baik-baik saja?
Racun ikan buntalnya menyebar.
Dia masih tak sadar.
Dengar, Bu.
Apa yang akan suamimu lakukan tanpamu?
Kudengar dia sakit jiwa.
Yang hidup harus terus hidup.
Sayang, itu kau?
UNTUK BU YOON MIOK
Diterjemahkan oleh Andrea Altini
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.