Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
TEMPAT, KARAKTER, ORGANISASI, DAN INSIDEN DALAM DRAMA INI ADALAH FIKTIF.
YOON CHANGJAE
Yoon Changjae.
Changjae.
SATU MILIAR WON
Kuberikan setengahnya.
Tidak.
Kita bagi 60/40.
POTONG TELINGA
Kau ambil 60 dan aku 40.
Berengsek, kau sudah gila.
Dasar berengsek!
Sialan.
Hei!
Tunggu, Changjae!
PEMBEKU
Changjae!
Changjae!
Dasar berengsek.
Sial.
Changjae!
Dasar kau...
Hentikan saja.
Hei.
Meski kita menjagal babi seumur hidup,
kita tak akan bisa dapat uang sebanyak itu.
Siapa yang mau memberimu satu miliar won, Berengsek?
Semua itu bohong!
Kau tak akan mati karena kehilangan telinga.
Aku akan cepat. Jangan bergerak.
Aku tak mau.
Dasar kau...
Itu 600 juta won.
Akan kuberikan 600 juta won!
Sumpah demi ibuku.
YOON CHANGJAE
SATU MILIAR WON
POTONG TELINGA
NO WAY OUT: THE ROULETTE
20 MILIAR WON UNTUK PENJAHAT TERKENAL
TARGET PRIA BERTOPENG, KIM GUKHO
SIAPA PRIA BERTOPENG DALANG PEMBUNUHAN?
Pergi ke mana bajingan itu?
Astaga, ini gila.
EP01. NO WAY OUT
Kau tak bisa duduk di tempat lain?
Apa?
Kau!
- Kau mengenalku, bukan? - Apa?
Siapa dia?
Kau direktur di sini.
Kau memberiku kartu nama.
Aku bukan direktur.
Kau terlibat dengan penipu itu?
- Direktur? - Pak?
- Jawab dia. - Diamlah.
Biarkan aku berpikir, sialan!
INVESTASI KONTRAK BERJANGKA LUAR NEGERI
Apa-apaan?
- Kau mau pergi? - Tidak kita hentikan?
Kau mau ke mana?
Itulah maksudku.
Dengarkan!
Kau bilang tak tahu sekali lagi,
akan kudeportasikan keluarga dan teman-temanmu.
"Teman sebangsa"?
Ya, teman sebangsa berengsek.
Apa teman sebangsa akan mencuri uangku?
Kau hanya penipu!
Sialan.
Sialan.
Akan kutangkap bajingan ini.
Kau mengejutkanku.
- Sedang apa kau di sini? - Bos Jang.
Aku tahu segalanya. Buka pintunya.
Akan kubukakan jika kau menekan ini.
Kenapa kau mencoba menerobos masuk?
Kenapa?
Kau merusaknya!
Diamlah.
Di mana Yanggyeong?
Dia tidak di sini.
Berhenti. Dia tidak di sini.
Ayolah.
Dia tidak di sini!
Kenapa kau tak percaya kepadaku?
Bagaimana detektif bisa melakukan ini?
Siapa bajingan ini?
Kau siapa?
Cukup!
Aku menjalankan bisnis di sini!
Kau tak punya tempat lain?
Cari dia sepuasmu.
Dia kabur dari negara ini.
Si bodoh itu sudah lama pergi.
Dia kabur? Ke mana?
Kudengar dia pergi ke Vietnam.
Ada yang bilang Malaysia.
Begitukah?
Kau pikir aku akan percaya dan pergi?
Bagaimanapun,
jika aku menemukannya sebelum kau,
akan kuhancurkan Tempat Mahyong ini
dan semua milikmu, mengerti?
Astaga.
Kami juga melakukan semua sesuai aturan! Bahkan membayar pajak!
Kenapa kau mengusikku?
Bos Jang, dengar.
Manajemen pertukaran asing, pemadam kebakaran, sanitasi makanan.
Mau kubacakan jargon hukum sulit
dan lihat akibatnya?
Atau mau kuperiksa semua visa bajingan di sini?
Haruskah aku mulai bekerja keras?
- Bagaimana, Bajingan? - Ayolah!
- Kenapa denganmu? - Lepaskan!
Apa masalahnya?
Kau yang akan dirugikan jika aku bekerja dengan benar.
Itu akan membuat kalian kesulitan. Mengerti?
Aku juga kehilangan lebih dari 200 juta won.
Untuk apa aku menyembunyikannya?
Apa pun alasannya,
jika kau ingin terus mencari uang di negara ini,
bawa bajingan itu kepadaku sekarang.
Tunggu.
Bagaimana dengan pintunya?
Bagaimana dengan kameranya?
Hei, Sayang.
Aku sedang bekerja.
Apa?
Tunggu.
Kenapa kau menjual selonya?
Bagaimana dia akan sekolah?
Aku menjualnya selagi masih bisa. Kau tak mengerti?
Kita tak punya apa-apa selain itu.
Rumah kita akan dilelang jika kita gagal bayar.
Kau tahu itu.
Kita harus menyelesaikan masalah darurat dahulu!
Bank yang mana itu?
Akan kucoba perbaiki. Tunggulah.
Bagaimana kau memperbaikinya?
- Itu... - Bagaimana? Katakan.
Bagaimana kau memperbaiki ini?
Kau bukan investor.
Aku tahu ada yang salah saat kau membahasnya.
Kau tak tahu apa-apa soal investasi.
Kenapa menginvestasikan uang sebanyak itu?
Dasar bodoh!
- Sungguh... - Aku tahu.
Itu tak penting.
Akan kulakukan sebisaku.
- Tunggulah. - Beri tahu aku!
Apa yang akan kau lakukan?
- Sayang... - Beri tahu aku!
Bisa sambung nanti? Aku harus kerja.
- Akan kutelepon kembali. - Tidak...
Hei! Halo?
Jangan... Dia menutupnya!
Dia menutupnya.
Kenapa dia menjual selonya? Sial.
- Tidak mungkin? - Tidak, Pak.
Aku polisi. Pejabat publik.
KONSELING PINJAMAN
Aku bahkan punya rekening gaji di sini. Apa maksudmu tidak mungkin?
Kau sudah memaksimalkan pinjaman hipotekmu.
- Ada sejarah gagal bayar... - Ya, aku tahu itu.
Tapi tak ada negara di mana pejabat pemerintahan tak dapat pinjaman, bukan?
Bukan kami, tapi negara yang mencegah pinjaman.
Kami ingin memberimu pinjaman.
Kalau begitu, berikanlah.
Halo, selamat siang.
Ini Letnan Baek Joongsik dari Tim 2.
- Ya? - Halo.
Aku ingin memeriksa catatan imigrasi.
Atas nama siapa?
Namanya...
Lim Yanggyeong.
Nama belakangnya Lim.
Dia dalam Daftar Dilarang Terbang?
Mungkin tidak.
Astaga.
Malaysia?
Kapan?
Baik, aku mengerti. Terima kasih.
Ya, baik. Terima kasih.
Apa yang kau lakukan?
Apa?
Apa yang kau lakukan seharian?
Aku menyelidiki dan pergi ke bank.
Aku bekerja di sana-sini.
Kenapa polisi tidak bisa dapat pinjaman di negara ini?
Menyelidiki?
Apa yang kau selidiki?
Apa? Mari kita dengar.
Kau tahu itu rahasia.
Hei! Kau tak lihat semua orang bekerja keras
- di TKP? - Pak, aku...
Bisa pinjami aku lima juta won? Kumohon?
Atau bisa kau ambil pinjaman untukku?
Aku tak punya uang.
Aku tak bisa ambil pinjaman.
Kau menyombong?
Joongsik.
Kau minta Tim 1 meminjamkan uang juga?
Ada yang terjadi di rumah?
Tidak ada apa-apa.
Kau bisa beri tahu aku.
Aku perlu tahu untuk meminjamimu uang.
Kau bilang tak punya uang. Bahkan tak bisa dapat pinjaman.
Benar.
Kenapa aku tak bisa dapat pinjaman?
Kau ini benar-benar...
Terima kasih sudah menghubungi Kantor Polisi Hosan.
Ini Letnan Baek Joongsik.
Ini laporan dari Rumah Sakit Hosan Jeil.
- Rumah Sakit Hosan Jeil? - Ya.
- Apa ini darurat? - Ya.
Ini Park Eunjeong dari Polsek 2.
- Petugas Park Eunjeong. - Ya.
Ya, aku mengerti. Baik.
Joongsik.
Aku hanya mencemaskanmu.
Katakan jika ada masalah dan biarkan aku membantumu.
Bagaimana jika kau bermasalah?
Bagaimana bisa melindungimu jika aku tak tahu?
Aku harus keluar.
Kau mau ke mana?
Itu panggilan darurat.
Selamat siang.
Akan kubayar kembali. Aku janji.
- Aku hanya butuh lima juta won. - Biar kupikirkan.
Ya, aku yakin kau harus berpikir.
Cobalah berpikir positif...
Ini konyol.
PENGINGAT PEMBAYARAN TERTUNGGAK
Terserahlah.
Apa-apaan?
Apa?
Apa kau Letnan Baek Joongsik?
Petugas Park Eunjeong?
Ya!
Ayo berangkat.
Baik, Pak!
Omong-omong,
jangan mengejutkanku begitu.
Serambi kiri jantungku membesar dan lemah.
RUMAH SAKIT HOSAN JEIL
Aku juga mengalami aritmia saat muda.
Dokter bilang aku perlu dioperasi.
Tapi nenekku bilang itu terlalu berbahaya.
Dia membuatkanku jus tomat kale
dan kuminum dua kali sehari.
Sulit sekali mendapatkan kale saat itu,
jadi, kami menanamnya sendiri di halaman.
Rasanya tidak enak,
tapi sangat efektif.
Aku masih hati-hati dengan jantungku,
tapi hasil pemeriksaan medisku mengatakan tak ada masalah,
jadi, kurasa itu sangat efektif!
Tapi, untuk jaga-jaga, aku meminumnya sekali sehari sekarang.
Jadi, Petugas Park,
kau mudah bergaul, ya?
Benar! Ibuku punya tujuh saudara.
Jadi, selama beberapa generasi, ibuku...
- Apa kita sudah sampai? - Dia... Apa?
Kamar yang mana? Tunjukkan.
Ya. Baik, Pak! Sebelah sini!
Anestesi seharusnya hilang dalam satu jam,
tapi dia kehilangan banyak darah, jadi, mungkin lebih lama.
Selain kehilangan telinga, dia baik-baik saja, bukan?
Seorang pria menggendongnya kemari.
Katanya dia berlumuran darah.
Tapi dia pergi tanpa membuat laporan?
Ya, kami melakukan perawatan darurat karena dia banyak berdarah.
Tapi luka potongnya tampak tidak normal.
Bagaimana bisa?
Jika itu kecelakaan, biasanya itu akan sobek
atau robek karena tertindih benda berat.
Tapi kasus pasien ini berbeda.
Kurasa itu sengaja dipotong.
Seolah dipotong oleh tukang daging.
Potongannya bersih.
Memotong daging?
Ini.
Mari kita lihat.
Stop!
Apa itu?
Di sana!
Di sana! Ada sesuatu di tangannya.
Bisa kau perbesar itu?
Tidak bisa.
Kau tak bisa memperbesar rekaman keamanan.
Bisa.
Bisa?
Ternyata bisa.
Itu telinga!
Mari kita lihat.
Petugas Park.
Pria yang memotong telinganya
menggendong korban ke sini, membongkar kedoknya.
Apa itu masuk akal bagimu?
Lalu satu lagi.
Seharusnya ditinggalkan untuk dijahit. Kenapa dia mengambilnya?
Benar, bukan? Bukankah menurutmu juga aneh?
Apa kau punya kamera keamanan di tempat parkir?
Ya, ada.
Sudah cukup.
- Tunggu sebentar. - Hentikan.
- Itu! - Ini dia.
Itu dia. Letnan, lihat!
Maksudku, apa gunanya pergi ke sana?
Kau tahu meski kita mengajukan laporan,
penyerangan hanya akan berakhir dengan denda.
Itu sudah dilaporkan,
jadi, cari tahu apa yang terjadi.
Kau sudah periksa detail kendaraannya. Apa maksudmu?
Tunggu, siapa yang periksa kendaraannya? Aku di TKP. Siapa yang mengajukan laporan?
Di sini tertulis...
Polsek 2 Daeju.
- Aku yang melapor! - Daeju... Apa-apaan?
Kau mengejutkanku.
- Lalu apa? - Sudah cukup. Tangani itu!
- Kau juga sudah di sana. - Baik, Pak!
Akan kuusahakan yang terbaik.
Apa lagi sekarang?
Bukankah aku ikut?
Baiklah. Dengar.
Korban tidak sadar, bukan?
Tapi bagaimana jika dia bangun?
Kita harus selidiki. Siapa yang bisa?
Itu misimu.
Baik, Pak!
PENGGILINGAN
NAMA PELANGGAN: LEEM JIHONG
Pak Leem Jihong?
Pak Leem Jihong?
Pak Leem Jihong?
Pak Leem Jihong?
Pak Leem Jihong?
Apa itu?
Sialan.
Pak Leem Jihong?
Apa dia tak di rumah?
UNTUK PAK STEIK SANCAN
Sial.
Apa ini?
Sial.
Apa ini?
Siapa itu?
Pak Leem Jihong?
Aku polisi.
Pak Leem Jihong!
Hei!
Dasar berengsek!
Hei!
Dasar berengsek! Kenapa dia lari?
Hei, kenapa kau lari? Kenapa?
Kenapa kau lari? Sial!
Hei!
Dasar bodoh.
Habislah kau.
Kemarilah!
Hei!
Sial!
Dasar bodoh.
Itu tinggi sekali. Dasar bajingan!
Tunggu, hei!
Kenapa...
Kenapa kau lari?
Pergi ke mana dia?
Di mana dia?
Sialan! Pak!
Sial.
Kenapa?
Apa kau melakukan kesalahan?
Sial.
Sialan.
Berengsek!
Ayolah.
Kenapa kau lari? Dasar berengsek.
Dasar berengsek!
Hei.
Berhenti, Bajingan.
Hei, ini bukit. Dasar berengsek.
Kenapa?
Kenapa kau lari? Kenapa?
Dasar berengsek...
Hei, berhenti.
- Hei. - Sial. Kau gigih.
Lihat si bodoh itu.
Jadi, kenapa...
Kenapa kau harus lari?
Aku hanya ingin bicara.
Sialan.
Apa-apaan?
Pak?
Pak...
Sialan.
Pak!
Sial. Bagaimana ini?
Astaga, aku harus...
Apa ini panggilan darurat?
Ada orang pingsan di sini. Ya.
Cepatlah datang.
Ya.
Alamatnya...
Orang gila itu memotong telinga orang.
Kenapa dia kabur?
Dengar.
Dia melihatku.
Kubilang, "Aku polisi."
Lalu dia lari.
Ya, jadi, kenapa?
Apa maksudmu?
Jadi, kau mengejarnya?
Tentu saja, bukan?
Lalu?
Apa?
Bagaimana itu bisa terjadi kepadanya?
Aku tak tahu! Bagaimana aku tahu?
Kau mengejarnya.
Maksudku, dia kabur
dan menjatuhkan ini.
Jadi, aku mengambilnya.
Kau tak melihatnya jatuh?
Saat aku berbelok dan melihat tangga,
dia sudah di bawah sana
dengan leher yang patah. Bagaimana aku...
Saat itulah aku meneleponmu.
Tentu. Dia bisa jatuh sendiri.
Kau meragukanku sekarang? Kau mencurigaiku?
Kau gila. Sungguh.
Lihat semua rekaman keamanan.
Serta periksa laporan autopsi.
Kau gila.
Aku tak meragukanmu, hanya bertanya.
Kau menjadi lebih mudah marah.
Aku tak mau melakukan ini lagi.
- Aku pergi. - Bagaimana dengan laporanmu?
Kulakukan besok pagi. Kirim berkasnya.
Ada yang meninggal.
Jantungku masih berdebar.
Kau tahu serambi kiri jantungku membesar.
Itu lagi.
Barang bukti.
Kenapa memperlakukan barang bukti seperti itu?
Jaga dirimu.
Baik.
Hati-hati mengemudi.
Galak sekali dia.
Hei, ayo kita pergi!
Sial.
Tunggu.
Sial, tempat ini dipenuhi kamera.
Ada kamera di sini?
Apa?
Baiklah.
DILARANG MASUK
Apa-apaan?
Sial.
Ini sepuluh juta... Tidak, 100 juta won.
Tunggu, 200 juta...
Satu miliar... Satu miliar won!
Satu miliar won.
UNTUK PAK STEIK SANCAN
Apa?
Sialan.
Joongsik. Bangun!
Ayo nyalakan pemanasnya.
Dari mana kau dapat ini?
Kenapa kau memeriksa barang-barangku?
Apa ini?
Apa menurutmu?
Sudah kubilang akan kutangani.
Kau menangkapnya?
Ya, aku menemukannya.
Dia juga punya alasan.
Lalu bagaimana dengan uangnya?
Hanya ini? Kau memberinya 400 juta.
Akan kuambil sisanya, ditambah bunga.
Jadi, pakai itu untuk membayar bunga dahulu.
Astaga.
Sudah kuduga.
Dia bukan tipe yang akan melakukan itu.
Sudah kubilang dia tampak seperti orang baik saat pertama bertemu.
- Aku tahu itu. - Apa itu, Ayah?
- Itu uang? - Astaga.
Putriku!
Jadi, seloku aman?
Tentu saja, simpan selomu.
Lalu aku tak perlu kerja paruh waktu?
- Aku tak perlu pindah? - Apa?
Kau sangat dramatis.
- Sungguh. - Bukan begitu.
Somi, ibumu hanya dramatis.
Kita hampir menjadi tunawisma karenamu!
Lupakanlah. Ayah belikan selo baru.
Pak Baek yang terbaik!
Keren sekali!
Aku bisa mengandalkan Ayah!
- Tentu saja. - Astaga!
Pak Yoon Changjae?
Permisi! Di mana pasien kamar 4113?
Kamar 4113?
Ya! Telinganya terpotong. Dia tidak di kamarnya!
Apa?
- Dia seharusnya di sana. - Apa?
LAPORAN PENUTUPAN KASUS
Ditutup?
Ya. Ada apa?
Bukankah kita harus bicara dengan korban dahulu?
Tapi pelakunya sudah mati.
Tidak ada alasan untuk menuntut.
Lagi pula, kita tak mau mengganggunya
saat anak itu terbaring di ranjang rumah sakit, bukan?
Ya, kau benar.
Tapi ada prosedurnya.
Benar, bukan? Apa ini kali pertamamu?
Setidaknya tambahkan satu atau dua pernyataan di sini.
Baik, Pak.
Apa kau mendapatkan uang?
Apa?
Seharian kau meminta pinjaman uang.
Aku kagum melihatmu tiba-tiba bekerja.
Jangan berlebihan.
Aku rajin bekerja.
Kapan kau rajin bekerja?
Jangan bohong!
Menjawab panggilan saat berbincang...
Ya.
Ini Park Eunjeong dari Polsek 2 Daeju.
Hei, Petugas Park.
Yoon Changjae menghilang.
Tunggu sebentar.
Halo. Apa katamu?
Dia pergi tanpa izin.
Perawat tidak tahu.
Haruskah kulaporkan dia menghilang?
Atau haruskah kupasang di DPO?
Dipasang di DPO?
Atas kejahatan apa?
Lalu bagaimana? Pelakunya tewas
- dan korbannya kabur. - Jadi...
Petugas Park, dengarkan aku.
Kenapa korbannya kabur?
Dia tidak memotong telinga.
- Dia korbannya. - Apa?
Dia pergi karena baik-baik saja.
Dia akan telepon polisi jika merasa dirugikan, bukan?
- Ya, bukan? - Tetap saja.
Aku tahu kau bekerja keras,
tapi tak ada alasan untuk menuntut. Biar kutangani.
Selain itu, jangan beri laporan atas insiden yang belum dikonfirmasi.
Itu melelahkan, mengerti?
Dia tetap seorang korban.
Akan kuperiksa sendiri.
Ya, lakukanlah sendiri jika harus menyelidiki. Semoga berhasil.
KANTOR POLISI HOSAN HARAP MENGHADIRI RAPAT DARURAT
Ada apa sekarang?
- Kau tahu prosedurnya. - Aku muak dengan ini.
Apa yang terjadi?
Entahlah.
Mereka memanggil semua detektif.
Kurasa kita semua dalam masalah.
Kenapa?
Tak perlu ada alasan, bukan?
Ada yang terasa aneh.
- Siapa? - Pak Kepala.
Kita tidak dalam masalah.
Mereka hanya berlebihan lagi.
- Ayo berangkat. - Kau tak percaya lagi.
- Ayo. - Jangan ikut campur hari ini!
Baiklah.
Hei, angkat tinggi. Yang di belakang tak bisa lihat.
Baik, Pak!
Dia hanya mengulur waktu.
Lihat itu.
KASUS PRIA BERTOPENG KECENDERUNGAN DAN RESPONS
- Apa itu? - Bukankah itu rolet?
- Apa yang tertulis? - Itu rolet.
SATU MILIAR WON
Satu miliar won!
Apa kalian di sini untuk bersenang-senang?
POTONG TELINGA
Hei, Semuanya! Ini aku.
Kuberikan satu miliar won jika kalian potong telinga Changjae. Mudah, bukan?
Taruhannya kecil, jadi, mari kita percepat.
Aku yakin kalian tahu aturannya,
tapi jika Yoon Changjae memotong telinganya sendiri,
itu tidak sah.
Mengerti?
Kurasa itu sengaja dipotong.
Seolah dipotong oleh tukang daging.
Potongannya bersih.
Satu miliar... Satu miliar won!
Silakan beralih ke halaman enam.
Target dipilih dan roda rolet diputar.
Itu menentukan tindakan dan hadiahnya.
Satu miliar won untuk satu telinga? Kau yakin?
Ya, Pak.
Ada berita palsu di mana-mana. Bagaimana kita bisa percaya internet?
Bagaimanapun juga,
kita tak bisa berbuat apa-apa setelah tahu.
Hei, Baek Joongsik.
- Apa ada satu miliar won di TKP? - Apa?
Kau ada di TKP.
Apa ada uang di rumah pria itu?
Tidak ada.
Dia bilang tidak ada.
Bagaimana jika ada kemungkinan itu terkait?
Kau percaya internet, tapi tidak kolegamu?
Mari tanyakan Yoon Changjae
kenapa Leem Jihong menyerangnya.
Mereka berteman. Kita akan dapat sesuatu.
Di mana Yoon Changjae kini?
Hei.
Jemput dia dari rumah sakit.
Masalahnya,
- dia menghilang. - Apa?
Apa maksudmu?
Kapan?
Pagi ini sekitar pukul 04.00.
Petugas di rumah sakit baru saja memberitahuku.
- Dasar kau... - Maafkan aku.
Lihat. Aku yakin ada sesuatu di sini.
Lalu untuk apa lagi korban kabur?
Selain itu,
video baru diunggah hari ini.
Ini aku.
Aku membaca semua komentar kalian.
Orang menuduhku tidak membayar,
mengatakan itu pemasaran bising yang agresif dan aku berbohong.
Aku paham jika kalian bilang aku cerewet,
tapi meragukan ketulusanku itu berlebihan, bukan?
Sial. Kenapa ada banyak orang yang tak percaya di luar sana?
Aku kesal dan berpikir untuk berhenti.
Tapi sebaliknya, aku malah menyiapkan kejutan untuk kalian.
Akan kuberikan tepat satu miliar won.
Hosan NC Park, tanggal 15, pukul 17.00.
Kalian akan tahu lebih lanjut di sana.
Akan kuberikan waktu untuk pulang kerja.
Jadi, percayalah saat orang mengatakan sesuatu.
- Pukul berapa ini? - Pukul 15.00.
Waktu kita dua jam lagi.
Bagaimana menurutmu, Jeong?
Kau tahu yang kupikirkan.
Dia orang gila bicara omong kosong.
Ya, dia benar.
Orang seperti dia ada banyak di internet.
- Kita tak bisa merespons... - Tidak!
Bagaimana jika warga terluka?
Orang yang bertugas akan dipecat jika kita diam dan sesuatu terjadi!
Kau mau bertanggung jawab?
Hei!
Angkat tangan jika menurut kalian harus direspons.
Hei, apa yang kau lakukan?
Kita harus menangkapnya.
POLISI
- Masuk. - Terus bergerak.
Berbaris.
GERBANG 1, UTAMA
Masuk.
- Gwangil, atur mereka. - Baik, Pak.
- Baik, Pak. - Kau juga.
Masuk formasi.
Apa yang sedang kita lakukan?
Ada apa? Orang-orang berkumpul.
Astaga.
Astaga.
Pak! Jangan mendorong! Kau akan terluka.
Apa?
Sial.
Kenapa denganmu?
Apa aku mengejutkanmu?
Ayolah.
Kenapa kau sangat gugup?
Dia berbohong.
Juho, jawablah.
Ada sesuatu di sana?
Tentu saja tidak.
Tidak ada apa-apa di sini.
Pak, dingin!
Aku juga kedinginan.
Turunlah. Ayo kita makan.
Baik, Pak.
- Pukul berapa ini? - Pukul 16.58.
Waktu berjalan sangat lambat!
Apa dia akan datang? Kurasa tidak.
- Sulit. - Waktu habis.
- Halo! - Dia akan memberikan uang.
Sudah hampir waktunya.
Apa yang terjadi?
Satu menit lagi!
Satu miliar won, ayo!
Ada banyak orang di sini.
Mereka tak punya kegiatan lain.
Pukul 16.59 dan 35 detik. Waspada.
Ini konyol. Mereka semua sama.
Semuanya! Kita mulai hitung mundur!
- Mulai! Sepuluh! - Sepuluh!
Sembilan, delapan,
tujuh, enam,
lima, empat,
tiga, dua, satu!
Di mana?
Tidak ada apa-apa.
- Apa yang terjadi? - Apa?
Sudah kuduga.
Apa ini?
Siapa yang memberikan satu miliar won?
Sudah kubilang itu bohong!
- Buang-buang waktu. - Ayo pergi.
Semuanya, apa ini?
Dia menipu orang-orang.
Jangan seperti itu. Ayo tunggu.
Semuanya, sudah kubilang!
Dia sangat agresif!
- Dia penuh kebohongan! - Hei.
Ada tempat tteokbokki enak di sini.
Ayo kita makan.
- Tteokbokki? - Ayolah. Tidak!
Hei, aku yang traktir.
GERBANG 4, SISI DALAM BASE KE-3
Tidak. Ibu, balonku.
Dia penuh kebohongan!
Dia berengsek!
Apa itu? Lihat!
- Apa itu? - Itu drone!
Sudah datang!
- Lihat! - Sebelah sana!
Itu drone!
- Itu drone! - Tunggu...
Sudah datang!
Ada apa?
Apa itu?
- Joongsik. Apa? - Apa itu?
Ke mana tujuannya?
Lihat.
- Itukah? - Apa itu?
Hei, ayo masuk!
- Ayo masuk! - Apa?
Hei, itu akan meletus di dalam!
- Tunggu, hentikan! - Ayo!
Hentikan mereka.
- Tangkap mereka! - Hei!
Bu, orang-orang menerobos masuk.
Kerahkan semua personel yang ada!
Apa-apaan...
Mereka menembus Gerbang 4!
Hei, jangan mendorong!
Mereka masuk!
Kirim pasukan ke lapangan!
Mereka menembus Gerbang 1!
Cepat datang!
Hei, Gerbang 4 runtuh! Cepat datang!
Semuanya, ini aku. Kalian mendengarku?
Aku sangat kecewa. Kuharap lebih banyak yang datang.
Bagaimanapun, aku menepati janji.
Pak, ayo! Lari!
Cepat lari! Uang kalian datang!
Lari!
Lari!
Apa yang kalian lakukan?
Di sini kacau!
Berapa lama lagi?
Semuanya.
Jika kalian tak bekerja sama,
kita tak akan bisa selesai hari ini.
Siapkan kartu identitas kalian.
Jika kalian terluka dan berdarah parah,
tak bisa berjalan,
atau sakit kronis,
- datanglah ke lantai satu... - Pak.
Ya?
Apa sangat sakit?
Bukan itu.
Apa kata sandi Wi-Fi di sini?
Aku harus menonton sesuatu,
tapi semua jaringan diamankan. Sial.
Yang ini.
Tunggu...
Kenapa dengannya? Dia pergi tanpa memberitahuku.
Bahuku sakit sekali.
Biarkan kami pulang.
Aku harus pulang dan membuat makan malam.
Kita sudah selesai? Boleh aku pergi?
- Aku tak mengambil uangnya! - Tunggu saja!
Kalian sudah selesai.
Tanda tangan di sini. Ya.
Aku hanya menyiarkan.
- Ya. - Aku tak ambil uangnya.
Kau boleh pergi.
- Aku boleh pergi? - Ya.
Sampai jumpa.
Berapa lama lagi?
Aku tak bisa tinggal.
Aku tidak bisa.
Joongsik, ada video lain!
Sudah keluar!
Sudah keluar!
- Dia menyiarkan! - Ada apa kali ini?
- Besarkan. - Besarkan volumenya!
Tunggu sebentar.
Astaga.
Semuanya.
- Ini aku. - Permisi.
Menurut berita, itu seratus juta won.
Mereka yang melihatnya langsung pasti tahu.
Aku memberikan tepat satu miliar won.
Untuk semua orang bodoh yang berkomentar bodoh,
kuharap kalian berhenti.
Sekarang, kita main babak berikutnya?
KIM GUKHO
Kim Gukho?
Apa? Dia sudah dibebaskan?
Itu dia. Target berikutnya adalah Kim Gukho, 49 tahun.
Aku yakin semua orang tahu.
Anak-anak yang lebih muda bisa mencarinya.
Dia saat ini di penjara.
Dia dijadwalkan dibebaskan dalam tiga hari.
Lalu apa taruhannya?
20 MILIAR WON
Dua puluh miliar won!
Dua puluh miliar won?
Sungguh? Kau bercanda?
Apa? Lalu apa satu miliar won masuk akal?
Tunggu, kalian semua berdebat tentang aku akan membayar atau tidak?
Sial, terserah mau percaya atau tidak.
Sekarang, ayo lanjutkan!
PATAH LENGAN, POTONG TUMIT
TENGGELAM DALAM AIR
PUTAR ROLET! OBROLAN SIARAN
POTONG PERGELANGAN KAKI, POTONG LIDAH, POTONG TELINGA
"Bunuh".
Itu dia. Bunuh Kim Gukho dan aku akan memberikan 20 miliar won.
Aku tak peduli cara kalian membunuhnya, tapi kuharap dilakukan dengan gaya.
Akan kuberikan uangnya meski kalian tertangkap. Jangan khawatir.
Untuk berjaga-jaga,
suruh dia jangan bunuh diri.
Jika Kim Gukho bunuh diri,
akan kugandakan di babak berikutnya.
Mengerti?
KIM GUKHO
20 MILIAR WON
BUNUH
Diterjemahkan oleh Andrea Altini
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.