All language subtitles for All.About.My.Wife.2012 Mbaro

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese) Download
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

IDFL๏ฟฝ Subs Crew http://idfl.us

IDFL๏ฟฝ Subs Crew http://idfl.us

IDFL๏ฟฝ Subs Crew http://idfl.us

IDFL๏ฟฝ Subs Crew http://idfl.us

NAGOYA, JAPAN

Tampaknya enak.

Aku sedang sibuk, nanti kutelpon lagi, bu./ Hei...

Dan jangan menelpon aku.

Aku tak menggunakan bahasa korea disini/ Tunggu...

Aku heran kenapa temanku tak pernah menelpon.

Panggilan internasional tidak mahal./ Dengarkan ibu.

Mereka hanya mengirimku SMS.

"Semoga harimu menyenankan."

Apa itu?

Dengan begitu aku mulai ragu untuk membalas SMS mereka.

Sudah dulu./ Aku tidak banyak bicara, jadi ibu jangan menelpon.

Dah.

Penerjemah : Sue Valentino & Robandit

Ibu!

Astaga! Ibu!

Ibu, aku takut!

Tenanglah.

Ibu!

Kau orang Korea?

Ya./ Gempanya akan segera berhenti. Jangan takut.

Terima kasih.

Tenangkan dirimu.

Tatap mataku.

Mataku.

Disini.

Tidak mudah untuk tidak cemas saat gempa, kan?

Aku tahu tempat teraman di Jepang. Kau mau ikut denganku?

Kujamin kau akan aman disana.

Aku kembali.

Selamat datang.

Uenogiri.

Sebuah desain arsitek Jepang anti gempa yang sangat aku kagumi.

Dia membangun rumah ini untuk istrinya...

...jadi ini adalah tempat teraman di seluruh bumi.

Kau tak perlu cemas sekarang.

Sungguh.

Aku mempelajari bidang ini, jadi aku tahu.

Mahasiswa internasional?

Kau tidak bisa bahasa Korea?

Apa kau keturunan Jepang-Korea?

Aku berjanji pada diriku sendiri aku hanya bicara bahasa Jepang selama disini.

Kau memegang janjimu bahkan saaat gempa.

Luar biasa.

Mohon bicara lebih lambat sedikit.

Aku tidak terlalu lancar bahasa Jepang.

Apa kau seorang pelajar?

Aku datang kemari untuk belajar cara memasak.

Aku sudah bosan.

Lalu, kau pasti juru masak yang hebat.

Silahkan diminum.

Tidak terjadi apa-apa.

Sungguh, tidak terjadi apa-apa.

Oh.

Ponselmu yang bergetar, bukan terjadi gempa.

Hei.

Aku belikan kau makan siang.

Sungguh kehormatan bertemu wanita cantik sepertimu.

Kau suka gyudon?

Sayang? Kekasih! - BABY? BOO!

Kenapa berhenti?:-( / Cium dia!

Kota Tokyo - 100 Hari

Sudah 100 Hari./ Mari kita rayakan...

NAGOYA

Apa aku cantik?/ Sangat cantik sekali

SUNSHINE SAKAE

Aku ingin dirimu/ Kau sudah memilikiku!

200 Hari - PACHINKO

Aku hebat!/ Aku hebat dalam hal lain...

SEOUL

Saat Ini

Sulit melakukannya dalam mobil:-( / Punggungku!

Tidak pengertian!/ Sewa kamar!

Kita ke tempat yang lebih tenang./ Kau membaca pikiranku

Aku mencintaimu./ Aku lebih mencintaimu.

Kau mau makan apa?/ Kau!

Di depan rumahnya

Aku ingin bangun di sampingmu!/ Jadikan aku milikmu!

Kau milikku selamanya!/ Mari kita punya tiga anak!

Tujuh tahun kemudian

Tidak menerima koran lagi!

Permisi, pak!

Disini tertera, "Tidak menerima koran lagi".

Aku tidak melihatnya./ Ini sudah dipasang selama seminggu.

Berikan alasan yang lebih masuk akal./ Tapi masa langganan anda...

Aku mencoba bersikap sopan...

...makanya aku menulis "Tolong".

Aku tidak menulis kata kasar karena kukira kau akan mengerti.

Hadiah itu datang karena berlangganan.../ Barang ini?

Remnya rusak setelah dua kali pakai.

Bagaimana kalau jalan turunan?

Aku bisa ditabrak mobil dan meninggal,

"Harusnya aku tak menerima koran itu".

Bu, mungkin itu gara-gara.../ Apa? Bu?

Jangan panggil aku "Bu" hanya karena aku tidak mau berlangganan!

Aku bisa menjadi "Ibu" galak!/ Ada apa dengan wanita ini?

Kau sudah bangun?

Mereka terus memberi kita koran.../ Masuklah.

Aku sedang bicara./ Jung-in.

Apa?

Masuklah. Tidak enak dilihat tetangga.

Ayolah.

Berhenti kirimi kami koran.

Kenapa kau menghentikanku seperti itu?

Dia anggap apa aku nanti?

Aku tidak butuh jus.

Kau tidak butuh atau kau tidak mau?

Tutup pitunya. Aku sedang BAB.

Minumlah.

Aku sedang BAB sekarang.

Tak ada salahnya minum jus sambil BAB.

Sama saja salahnya membaca puisi di toilet.

Baik.

Pahit.

Apa?

Kau menggemaskan.

Hei!

Pungut kaus kakimu./ Ambilkan celena pendek itu.

Untuk apa?/ Aku sedang mengenakannya lagi!

Dan berhenti memotong pembicaranku di depan orang lain.

Mereka pikir aku membuatmu malu.

Aku tidak mengatakan hal yang salah.

Kenapa begitu sulit bagimu untuk mengeluh?

Itu tidak sehat.

Kau tidak bisa bersikap baik setiap saat.

Kita putus saja.

Apa?

Aku cuma bercanda.

Kau pikir itu lucu?

Kenapa kau mengatakan itu?/ Itu cuma bercanda.

Dan saat aku telanjang, kau pikir itu lucu!/ Aku tidak berpikir jernih.

Makanlah dan pergi kerja./ Sayang, makanan ini sangat enak!

Jangan taruh rokok dalam kulkas./ Jangan bawel.

Rokoknya ada di samping makanan./ Aku suka rokok dingin!

Ini masih pagi. Keluarlah./ Pagi, lalu kenapa?

Tidak ada pemantik yang berfungsi.

Ada satu disana.

Jangan terus mengeluh.

Kenapa kau tidak bisa membiarkan aku makan?

Kenapa kau melakuan ini padaku?

Aku merasa seperti boneka tua yang kusam.

Seolah kau tidak menginginkanku, tapi kau tidak bisa membuangku.

Apa maksudmu?/ Jangan bercanda seperti itu lagi.

Aku mengerti. Maafkan aku.

Aku terus memikirkannya.

Aku sedang telanjang./ Maafkan aku.

Kepalaku sakit./ Kenapa?

Kenapa menurutmu?

Aku hanya menggunakan asbak pagi ini...

...tak adil aku harus mencuci semua piring.

Maafkan aku.

Pulang lebih awal. Kita harus bicara./ Baik.

Aku tutup duluan./ Baik.

Kuhitung sampai tiga lalu kau tutup.

Satu...

Galak

Ada apa sayang?/ Remote TV rusak.

Mungkin baterainya habis./ Salurannya tidak berubah.

Aku sedang mengemudi.../ Jadi aku harus tutup?

Baik!/ Bukan begitu maksudku...

Aku harus bercerai.

Tolong ijinkan aku bercerai.

Hati-hati mengemudi.

Enam stadion baru sedang dibangun.

Karena masalah gempa di Jepang...

...kita butuh tim anti gempa untuk mengawasi pembangunan.

Jadi, jika kalian bergabung dengan tim kami di Pyeongchang...

...kalian akan terjebak di Propinsi Kangwon...

...minimal satu tahun...

Aku! Aku akan pergi, pak./ Aku akan mengambil posisi itu, Direktur NA.

Aku akan pergi.

Aku tidak tahu alasan kalian berdua begitu ingin pergi...

...tapi perusahaan mau Tn. LEE. Terima kasih.

Aku akan melakukan yang terbaik.

Terima kasih, pak./ Aku sudah bercerai, pak.

Tidak ada yang tersisa dalam hidupku.

Aku butuh waktu lama.../ Kau punya pacar.

Kau selingkuh?/ Dia memergokiku.

Bodoh.

Biaya tunjangan membuatku miskin.

Aku tinggal di...

...studio kecil yang disewakan!

Sungguh malang.../ Kau menangis?

Terima kasih, pak./ Selamat malam.

Kau pulang telat dan tidak membalas sms-ku.

Kwang-shik diceraikan, jadi aku traktir dia minum.

Tidak heran./ Dia bukan pria jahat.

Aku bertemu sepupuku hari ini./ Aku sedang bicara.

Dia bertemu dengan seorang pria lewat biro jodoh.

Bagaimana itu bisa menjadi sebuah takdir?

Dia terus mengatakan mereka punya ramalan bintang yang sama.

Dia bicara takdir dan cinta selama dua jam...

...bahkan dia sedang hamil dua bulan.

Itu bagus./ Aku mengucapkan selamat.

Lalu dia menyindirku tentang kapan kita akan punya anak.

Dia mengguruiku dan mengatakan aku harus berusaha lebih keras!

Sebelum aku terlalu tua!/ Jangan dipikirkan.

Siapa peduli dengan pemikiran orang?

Kau hanya terlalu memikirkannya./ Berikan aku rokok.

Aku akan berhenti merokok!/ Aku tidak mengatakan apa-apa!

Kau menatapku sinis!/ Apa?

Apa yang kulakukan?

Hei!

Kau pikir kau tidak punya-apa, tapi kau salah!

Karena kau bebas. Dunia ini milikmu!

Tapi aku terjebak dalam penjara ini setiap hari!

Istrimu suka mengatur./ Aku tidak mengatasi hal itu.

Dia memalukan.

Dia tak berhenti bicara.

Bercerailah!/ Aku juga mau bercerai!

Tapi aku tidak tahu caranya!

Dia akan mengajukan sejuta pertanyaan jika aku membahasnya.

Kau mau mati? Kau sanggup membayar tunjangan?

Aku butuh banyak uang, kau tahu!/ Aku bahkan tak sempat menjawab pertanyaannya....

Lalu, dia mulai mengomeli tentang jawabanku!

Aku tidak tahan lagi!

Hei.

Bagaimana dengan ini?

Buat dia yang menceraikanmu.

Bagaimana?

Lakukan segala hal yang dia benci./ Contohnya?

Rubah rutinitas kalian./ Jelaskan lebih rinci.

Apa yang kaulakukan saat sampai dirumah?/ Berganti pakaian.

Jangan.

Mandi./ Jangan mandi!

Lalu duduk untuk makan malam.

Jangan berganti pakaian atau mandi, dan jangan makan!

Bagaimana di tempat kerja?

Bawang sangat mahal sekarang.

Ganti pakaianmu lalu bersiap untuk makan malam.

Aku tidak mau ganti baju./ Apa?

Apa kau tuli? Aku tidak akan ganti baju.

Ada apa denganmu? Kau baik-baik saja?

Kau sakit?/ Tidak.

Cepat mandi.

Tidak! Aku tidak lapar!/ Aku membuat spageti!

Jung-in, kita harus...

Ini makanan kesukaanmu!

Apa rasanya tidak enak?

Tidak, ini sangat enak!

Direktur NA...

Kwang-shik!

Setidaknya dia pintar masak./ Itu lebih menakutkan.

Aku harus makan saat tidur, pak.

Bahkan di toilet.

Dan bahkan saat kami bercinta./ Astaga.

Kau sudah pernah mencobanya? Kami memakai yogurt sekali.

Bagaimana kalau kau biarkan kami berdua pergi bersama?

Kemana? Keluar angkasa?/ Tolong, pak!

Bereskan sendiri masalahmu.

Direktur NA!/ Kwang-shik!

Kumohon.

Aku tidak bisa menolak. Mereka sangat membutuhkanku.

Tapi aku bisa berkunjung sekali seminggu./ Tidak...

Mungkin sekali sebulan?

Tapi apa gunanya bekerja begitu keras...

...saat kau harus mengorbankan kebahagiaan?

Aku melakukannya demi kebahagian kita, sayang.

Jung-in.

Aku tulang punggung keluarga.

Pencari nafkah.

Ada tanggung jawab yang harus kupikul.

Aku minta maaf sudah mengeluh./ Tidak, aku mengerti. Minumlah.

Astaga! Api!

Mundur atau kau bisa terluka!

Tunggu...

Terima kasih...

Lalu, kapan kita akan bicara?

Kapan?

Kita keluar dulu dari sini.

Ranjangnya jauh sekali, sayang.

Ayolah.

Apa yang kaulakukan?

Jangan malu-malu./ Apa?

Anggap aku sebagai makanan penutup./ Aku tidak terluka suka makanan penutup.

Kalau begitu hidangan utama./ Aku sudah kenyang.

Haruskah aku pergi denganmu?/

Aku akan kesepian.

Sayang!

Aku akan melayanimu malam ini untuk masa sebulan.

Sebulan?/ Tunggu, tidak!

Aku akan melayanimu sekali sebulan seumur hidup.

Dimana kau menginginkanya? Pinggul?

Sial!/ Ada apa?

Bercinta denganku seperti membayar tagihan bulanan bagimu?

Lupakan saja.

Jung-in!

Tapi sudah lama...

Aku tidak peduli!

Kalau begitu jangan pergi! Kita akan berpisah jauh!

Sayang.

Aku mencintaimu.

Sungguh? Seberapa cinta?

Aku suka melakukanya di atas meja!/ Berhenti!

Ya!

Aku bebas!

Olimpiade Musim Dingin PYEONGCHANG 2018 !

SD ini baru mempekerjakan guru bahasa inggris baru.

Ingat itu.

Beginilah siang hari di Gangneung.

Lagu terakhir untuk hari ini.

Favorit Studio.

"Kita sudahi sampai disini".

Kenapa kau menguap setiap kali kita mengudara?

Tak mudah mengajak pendengar berkomentar setiap hari.

Tak ada yang menulis komentar untuk kita hari ini?/ Hanya empat iklan tentang acai buah beri.

Semua ditulis oleh oleh satu orang.

Semuanya tampak segar!

Kau makan ini setiap hari?

Kenapa kau senang sekali terjebak disini?

Aku suka pedesaan.

Aku merasasakan semua secara alami./ Kau banyak bicara sekarang.

Itu akibat istriku.

Kau terdengar seperti pria tua.

Mejelek-jelakkan istrimu ke orang lain itu tidak baik.

Kau tidak pernah menikah?

Baguslah kau datang.

Aku merasa bosan disini sendirian.

Sendirian dan membosankan itu menyenangkan!

Benarkah?

Aku bahkan tak akan membeli perabotan apapun.

Aku akan menjaga diriku tetap bebas dari segalanya.

Hanya aku di rumah yang tenang.

Keluar dan bicara denganku.

Aku mau melihatmu untuk terakhir kali.

Buka pintunya, sayang!

Sudah berakhir!

Kau sudah pulang!

Apa aku mengejutkanmu?

Kau belum makan, kan?

Mandilah.

Satu untukmu dan satu untukku.

Kenapa kau tidak makan?

Bagaimana kau bisa datang? Jadi kau...

Kau akan tinggal disini, kan?/ Tentu saja!

Apa?

Pedesaan tidak terlalu cocok bagiku,

tapi kita harus berjuang bersama.

Akan lebih bagus mulai dari awal disini. Seperti bulang madu.

Aku mengatur semuanya jadi aku bisa mengejutkanmu.

Aku senang.../ Bukankah itu bagus?

Tapi rumah kita butuh perhatian dan perawatan rutin.

Kau tahu susah payah aku membeli rumah kita.

Doo-hyun.

Ini bukan masalah rumah, tapi keluarga.

Kau benar.

Sebuah rumah penuh dengan orang, musik, makanan enak, dan kebahagian.

Tapi kau cuma memikirkan rumah.

...dan tidak ada di dalamnya.

Ayolah!

Kau tak bisa memperbaiki kebiasan itu!

Sial.

Sudah kubilang tidak bisa membersihkan meja dengan deterjen.

Cuma bisa dilap, tapi kau menjatuhkan makananmu!

Itu sangat tidak sehat!

Ada apa?

Perutku sakit. Aku mau ke kamar mandi.

Apa yang kaulakukan?

Aku akan terus menemanimu.

Tidak! Jangan ikuti aku!

Kembali ke Seoul! Kembalilah!

Pergilah!

Ini.

Ini.

Cobalah!

Kau suka?

Kenapa kau menatapku?

Tidak. Dimana kamar mandi?

Tukang foto anak itu sangat kasar!

Memaksa anak kecil untuk tersenyum dan berpose...

Lihatlah wajah bayi-bayi itu!

Itu kekejaman hanya untuk hiburan orang dewasa.

Apa menurutmu itu tidak kejam?

Bukankah ini bagus?

Tidak ada pesta penyambutan.

...tapi kita ada pesta kebun berpasangan pekan ini.

Jika kau tak punya pasangan, cari pasangan gadungan.

Mengerti?/ Baik, pak!

Direktur NA.

Istriku demam.

Dia disini?/ Ya...

Kalau begitu kau harus membawanya!/ Tapi dia demam.

Tapi dia tidak di gips, kan?

Aku harus membawa Kwang-shik./ Pak!

Berikan aku nomornya./ Tidak, aku pasti akan membawanya

Dia akan merasa lebih baik setelah berpesta./ Itu lebih baik.

Brengsek...

Apa yang kaulihat?

Kuharap aku bisa membunuhnya.

Sung-ki!

Sung-ki!

Aku melewati khatulistiwa demi ulang tahunmu!

Kau memukulku?

Kau memukulku lebih dulu, jadi aku membalasya.

Kau bohong! Kau menghancurkan hidupku!

Tidak. Kau sendiri yang menyerah dalam hidupmu.

Sudah kuberitahu sejak awal, aku hanya seorang Casanova!

Kukira itu cinta!

Cinta terakhir hidupku!

Sudah kukatakan, aku tidak tahu cinta itu apa.

Pergilah./ Aku meninggalkan keluargaku demi kau.

Dia milikku!

Siapa kau?/ Menyingkir dari priaku!

Aku membawa buah kesukaanmu!

Jangan lakukan ini padaku, sayang!

Aku menceraikan suamiku demi kau!

Aku meninggalkan suami dan anak-anakku! Kenapa kau begitu kejam?

Aku tak punya uang untuk kembali ke Cina!

Aku memberitahu dia bahwa kau sakit.

Tapi dia akan menelponmu./ Aku tidak mau pergi.

Aku tidak suka pesta kantor.

Semua istri mereka memperlakukanku seperti pembantu.

Jadi kau tidak bisa pergi, kan?

Tapi aku harus pergi untuk mendukungmu.

Apa yang terjadi?

Kau memecahkan piring?

Cuma piring kecil./ Piring yang mana?

Cuma piring kecil./ Kita tak punya piring kecil!

Sayang!

Dia benar-benar ingin datang./ Tidak apa.

Kakinya harus di gips.

Astaga.

Sayang!

Apa kakimu tidak apa-apa?

Sosok istri yang menawan!/ Senang bertemu denganmu.

Aku Direktur NA.

Kau bisa memanggilku Noah./ Baik.

Aku merasa lebih ramah hari ini./ Kau selalu ramah, pak.

Aku akan kedalam, sayang.

Senang bertemu denganmu.

Seharusnya kau di rumah jika merasa tidak sehat.

Halo.

Kau lebih tua dari Doo-hyun?

Pasti menyenangkan hidup dengan suami lebih muda.

Aku lebih muda tiga tahun dari dia.

Benarkah?

Aku keliru karena riasanmu yang tebal.

Berat menjadi ibu rumah tangga, kan?

Kau punya berapa anak?/ Tidak ada.

Sungguh?

Jadi kau wanita karir?

Itu pasti pekerjaan penting.

Aku ibu rumah tangga./ Lalu, harusnya kau memilik anak.

Kami suka begini, hanya kami berdua.

Kau terlalu muda untuk tahu.

Lihat aku.

Anakku merubah hidupku.

Dan anak keduaku sedang masa pertumbuhan.

Pasti bayi yang menggemaskan!

Dia sudah mulai bicara dan lancar BAB!

Tak ada yang lebih baik dibandingkan dengan anak lancar BAB!

Dimataku sama seperti selai kacang!

Aku tidak seperti para istri bos biasanya.

Beberapa wanita membantu para istri bos,

tapi karyawan bukan budak.

Bagaimana mungkin aku memerintah keluarga mereka?

Kau akan tahu bahwa aku nyaris terlalu sopan.

Tak ada yang perlu kau khawatirkan./ Aku tak memikirkan hal semacam itu.

Para istri pergi bermain golf setiap minggu.

Kau harus datang dan.../ Aku tidak suka olahraga.

Pasti ada yang kau sukai!/ Tidak ada.

Aku tidak suka apapun.

Apa harus ada sesuatu yang kusukai?

Tidak pernah!/ Aku juga.

Hei! Siapa bilang kau bisa berteriak?

Dimana ibumu?

Katakan "Maafkan aku"!/ Maafkan aku!

"Maafkan aku!"/ Sayang!

Istrimu agak keterlaluan./ Maaf?

Aku tak tahu kenapa kau harus dia.

Selama aku sopan, kenapa aku harus diam?

Orang yang tak dapat berbicara membuat mereka tertekan.

Membuat orang merasa canggung, itu tidak sopan.

Dia anak tunggal, jadi dia agak lantang.

Kenapa memangnya kalau aku anak tunggal?/ Sayang.

Jangan menilai orang dari lingkungan keluarganya.

Bukan hanya aku anak tunggal disini.

Ada anak tunggal disini?

Boleh angkat tangan kalian?

Ayo pergi.

Apa yang kaulakukan?/ Jung-in.

Ini merupakan masalah penting.

Penilaian semacam itu akan mengucilkan anak tunggal dalam masyarakat.

Silahkan angkat tangan kalian!

Astaga!

Sayang!

Aku tersenyum sopan.

Mereka yang terus mencoba untuk bertengkar denganku.

- Ayolah. - Mereka sekelompok orang biadab!

Kembalinnya.../ Aku akan minta maaf...

...tapi kenapa aku harus minta maaf pada mereka?

Sejak kapan masyarakat kita menjadi begitu hirarkis?

Tidak masuk akal!

Ini kembalianmu.

Pak.

Kau tidak menghentikan tagihan meter itu setelah kita berhenti.

Apa yang kaubicarakan?

Kau pikir aku berbuat curang demi kembalian?/ Pak.

Kau pikir hidupmu berat dan kau ingin aku mengabaikan ini?

Bagaimana kau tahu kalau hidupku tidak lebih buruk?

Kau tidak ingin aku kasihan padamu, kan?

Aku juga tidak ingin kasihan padamu, jadi beri aku uang pas!

Apa kau mencoba untuk bunuh diri?

Apa maumu?

Apa yang kaulakukan?/ Turun darisana.

Kau tak akan bunuh diri jika aku ada disini./ Maaf...

Halo? Aku mau melaporkan sesuatu./ Permisi!

Percobaan pembunuhan.

Permisi, Tn. JANG Sung-ki?

Tak ada yang ingin kukatakan.

Aku mau pergi./ Bunuh diri lagi?

Bunuh diri juga merupakan pembunuhan. Kau harus menangkapnya.

Ini satu-satunya kebebasan yang dapat dimiliki pria.

Jadi pembunuhan bagi pembunuh, pencurian bagi pencuri,

dan bunuh diri adalah kebebasanmu?

Aku ingin pulang, Pak Polisi./

Astaga!

Kau perlu wali supaya kami bisa membaskanmu.

Aku tidak punya wali.

Hanya jiwaku yang bisa menjagaku.

Jadi jiwamu mencoba untuk membunuhmu? Kau seorang pembunuh?

Kenapa kau mencoba membuat aku menjadi seorang kriminal?

Kau melanggar hukum!/ Apa yang terjadi?

Jika kau melompat, itu termasuk membuang sampah sembarangan!

Ada saksi! Merusak moralitas publik!

Kau akan merusak reputasi keluargamu! Itu fitnah!

Kau tidak boleh bertengkar disini.

Apa kartu ponselmu sudah habis masa berlakunya?

Setidaknya kau harus tetap hidup sampai habis masa berlakunya.

Layanan mereka tidak gratis!/ Seharusnya kau mencoba menghiburku.

Tenanglah!/ Bagaimana aku bisa menghibur orang asing?

Kau mau hiburan murahan?

Apa hidupmu begitu tidak berharga dengan kuhibur bisa menyelamatkannya?

Baik!

Hidupmu sangat berharga!

Ayo melihat pertunjukan./ Apa yang terjadi?

Dia menyenangkan buat ditonton./ Aku bisa mendengarmu!

Jika kau tidak menginginkannya, maka kau harus sopan!

Aku disini bukan untuk untuk kau pelototi.

Kupikir aku cukup tenang.

Jung-in!/ Apa?

Jangan berteriak padaku!

Permisi, pak.

Akan lebih bijaksana jika kau pindah atau awasi istrimu.

Maaf?

Puluhan wanita mengejarnya setiap hari.

Ini sangat rahasia, tapi dia bagai selebritis.

Mengejar dia?/ Dia seorang Casanova nyata.

Beruntung sekali.

Aku tidak bisa memahaminya.

Wanita bersuami menyeretnya ke pengadilan.

Dia tak pernah ditangkap, tapi dia punya satu catatan kriminal.

Dia sudah lelah dengan semua dan berniat datang kemari untuk pensiun.

Pokoknya, ada sesuatu tentang dirinya./ Apa?

Bagaimana aku bisa tahu?

Ada saja sesuatu tentang dirinya.

Wanita selalu terpesona padanya.

Jadi awasi istrimu.

Sayang!

Taksinya datang!

Aku datang./ Kupringatkan kau!

Tolong Selamatkan Aku! Aku Menunggu Telpon Darimu!

Apa kau Casanova?

Ada urusan apa?

Apa kau sungguh berbakat? Kau tidak terlihat seperti itu.

Aku tidak terlihat seperti itu?

Aku tidak tahu apa yang kaudengar,

tapi aku tidak melakukan apapun terhadap istrimu.

Tolong rayu istriku.

Tolong rayu dia dan buat dia agar meninggalkanku!

Apa aku tampak seperti orang tolol bagimu?

Apa kau sedang bercanda?

Aku serius.

Aku ingin bercerai, tapi rasanya sulit sekali!

Aku tidak tahan lagi!

Kau lihat sendiri! Dia bukan wanita biasa!

Dia seperti benalu!

Tak ada yang tersisa dalam hidupku.

Aku tidak bisa melakukannya.

Silahkan pergi.

Jika kau tidak membantuku, maka aku akan bunuh diri sekarang.

Pergilah!

Tolong aku!

Kembali!

Kau tidak apa?/ Tolong aku.

Air sangat menakutkan.

Aku tak pernah belajar cara berenang.

Kau mengancamku dengan nyawamu!

Aku benci itu! Banyak wanita melakukan itu.

Tapi tidak ada diantara mereka yang mati!

Aku sangat putus asa!

Dia tenang awalnya.

Pemalu.

Senyum yang indah.

Tapi itu karena dia sedang belajar bahasa Jepang saat itu!

Aku tak pernah mengira dia seperti itu. Aku korban!

Kau suka laut?/ Apa?

Aku tidak suka laut.

Disana aku kehilangan Poppy-ku./ Poppy?

Aku tak sanggup mencintai.

Aku akan menghancurkan hati istrimu.

Itu yang kau mau?

Dia bisa mengatasinya.

Dia wanita yang kuat.

Pertama bawa dia keluar dari rumah.

Berikan dia pekerjaan./ Pekerjaan?

Dia tidak suka hal semacam itu.

Aku perlu mengetahui tentang dia.

Berikan mereka suatu kebetulan setiap waktu.

Kebetulan?

Istriku tidak percaya hal semacam itu.

Hanya ada dua jenis wanita.

Wanita yang percaya pada takdir, dan wanita yang berpura-pura tidak percaya.

Kau bersedia melakukannya, kan?

Aku harus memanggilmu apa, pak?

Aku memang tidak sibuk.

Suamiku mengucapkan salam, tapi menjadi tamu di sebuah acara radio?

Aku bukan selebriti.

Kenapa aku?

Itu...

Bintang tamu untuk musim lalu hanya seorang nenek penduduk lokal.

Itulah pesona radio lokal./ Benar.

Kita seperti keluarga./ Keluarga.

Aku bukan penduduk lokal.

Jadi kau akan memberi kami perspektif baru!

Aku tidak suka struktur standar.

Membaca surat dan memutar lagu permintaan./ Benar.

Aku benci DJ yang menawarkan nasihat murahan.

Apa lagi?/ Maaf?

Masih ada yang tidak kau suka?

Banyak sekali, tentu saja./ Contohnya?

Ada banyak sekali...

Aku benci orang yang percaya pada takdir atau nasib.

Mereka selalu memaksakan mengaitkan dalam segala hal./ Itu benar.

Pria yang mengejek drama TV. Wanita yang tidak suka berita.

Aku benci orang yang memaksa bangun pagi.

Burung bangun lebih awal menangkap cacing? Cacing juga bangun lebih awal.

Tempat suamiku bekerja.

Acara olahraga tak akan mempererat hubungan karyawan,

dan kau harus membiarkan atasanmu menang!

Apa kau pernah tersandung saat lomba?/ Astaga!

Mereka akan mempermalukanmu.

Baik!

Mari kita lakukan ini.

Membicarakan hal yang kau benci, seperti yang kaulakukan tadi.

Kau tahu bayarannya 1 juta won.

Aku tidak tahu.

Bagaimana?/ Bayarannya...

Dia ingin tiga kali lipat./ Apa?

Dia agak kurang pengertian.

Bersikap tegas dan katakan padanya itu mustahil./ Dia bilang, maka dia tidak akan melakukannya.

Aku akan membayar 2 juta dan kalian menutupi sisanya.

Kau bilang dia akan menjadi tamu yang bagus/ Doo-hyun.

Cari orang lain. Kurasa kami tak bisa melakukannya.

Aku menghabiskan uang membeli minuman untuk PD CHOI!

Sial.

Aku bicara dengan atasan dan mereka bersedia melipatgandakanya.

Wow!

Itu lebih banyak dari orang yang pernah dapatkan sebelumnya!

Mungkin dengan rating yang lebih tinggi./ Kalau begitu aku tak akan melakukannya.

Baik. Tiga juta.

Sejak kapan orang begitu suka kopi?

Kau harus belajar memesan sesuatu.

Aku pesan kopi pahit.

Apa yang kaulihat?

Seseorang yang kau kenal?

Tidak. Aku akan pesan.

Kau mau pesan apa?

Pesan dua Americano.

Apa yang kupikirkan?

Kau bersama mereka, kan?

Pak. Pesananmu.

Dimana aku mengambil minumnnya?/ Disana.

Siang hari di Gangneung.

Kami punya segmen baru yang disebut "Penyusup di sore hari".

Berikut tamu kami, YEON Jung-in.

Apa kabar, Jung-in?/ Tidak baik.

Kenapa? Ada apa?

Aku baru-baru ini menyadari bahwa aku benci hal optimis.

Kenapa orang bisa bersikap optimis setiap saat?

Itu jelas kebohongan besar.

Aku bertemu teman beberapa waktu lalu yang mengalami kecelakaan mobil.

Dia memakai gips mulai dari pinggul hingga kakinya.

Dia terus mengatakan dia beruntung.

Bagaimana itu sebuah keberuntungan?

Tak ada keberuntungan karena kecelakaan mobil!

Jung-in.../ Dunia tidak semua bagus.

Bukankah ini jawaban yang lebih masuk akal?

"Sial. Dasar sial."

Aku suka orang yang mengeluh setiap saat.

Berarti mereka jujur.

Kenapa dia begitu menyebalkan?

Selamat buat orang yang mudah marah!/ Aku kasihan pada suaminya.

Selamat untuk Jung-in!/ Dia menyusahkan setiap hidup pria.

Bukan begitu?

Kita ganti salurannya.

Kami beruntung kau hadir dalam acara kami.

Tapi ini tetap optimis, bukan?

Tidak.

Itu kejujuran.

Terima kasih./ Omong kosong....

Akan kami lanjutkan setelah beberapa lagu.

Kau akan mulai melanjutkan rencana, kan?

Dimana kau?

Dia bukan wanita biasa./ Aku sudah memberi pekerjaan untuknya.

Jangan mendesakku./ Aku tak bermaksud begitu.

Aku sudah mendaki banyak pegunungan.

Menaklukan semua pegunungan.

Pak! Aku disini!

Puncak gunung masih menjadi minatku!

Aku akan membutuhkan biaya lagi.

Dua kali lipat.

Apa?

Bisakah aku membayar bulanan?

Akan kubayar kontan.

Kau tak perlu keluar.

Selamat pagi./ Pagi.

Ayo sayang.

Jangan bicara dengannya./ Kenapa?

Dia menyeramkan./ Kenapa?

Aku hanya merasa dia aneh.

Memakai kaos kutang di musim dingin?/ Dia tampak bugar.

Aku saja./ Astaga!

Aku bisa melakukannya. Aku ingin melakukannya.

Bagaimana kau bisa disini?

Akan kumulai besok./ Terima kasih.

Kau harus berhasil kali ini?

Tapi dia tak terlalu cuek.

Sekali rasa bencinya berubah menjadi gairah, dia akan berpikir itu takdir.

Tak ada wanita yang dapat menolak emosi ini.

Ekstra kecil dan 32A, kan?

Kau membuatku merasa tidak nyaman.

Jawab saja. 32A?

Apa yang kaulakukan?

Jadi kau tidak termasuk dalam perbudakan.

Kaum fanatik bereaksi sebaliknya.

Cubit aku.

Ya./ Maafkan aku, tapi...

Bisa kau melakukannya tanpa bersentuhan?

Platonik?/ Ya.

Aku tahu itu munafik, tapi aku belum siap...

Platonik.

Suatu interaksi intelektual dan seni.

Komunikasi di tingkat lebih tinggi, sekitar di atas pinggang.

Hal itu bisa menyenangkan./ Ya, jadi nikmati dan lanjutkan...

Tapi aku suka menjamah dia di ranjang./ Maaf?

Aku yakin dia akan puas.

Ranjang tak bisa memuaskannya dan dia suka yang memimpin.

Kau bilang suka platonik, dan kini kau sedang bicara kotor.

Kaulah yang kotor.

Bukankah itu pernikahan tanpa hubungan seks? Apa barangmu bisa berdiri?

Dia depresi dan sering menangis?

Ya! Dan dia sangat rewel.

10 hari pertama menstruasi./ Kurasa begitu.

Tapi ia menggunakan parfum Chanel hanya selama tiga hari.

Itu terlalu singkat.

Gerakan ringan akan menimbulkan histeria./ Aku mengerti.

Kau tahu dia mengalami sembelit?

Benarkah?

Berkulit putih dan pendek berarti memiliki organ tubuh kurang sehat.

Bagaimana kau bisa tahu?/ Aku sudah tiga kali melihatnya.

Kau kira aku membuang-buang waktu?/ Tidak.

Bagaimana dengan keluarganya?/ Mereka tidak begitu akrab.

Karena pernikahan?/ Ayahnya sangat membenciku.

Jadi dia kabur dari rumah?/ Dia membakar rumahnya.

Hanya sedikit.

Lawan yang tangguh.

Apa dia pernah selingkuh?/ Tidak.

Kau hanya tidak tahu.

Dia bukan wanita seperti itu./ Kau yakin?

Tampaknya aku lebih mengenal dia./ Dia tidak seperti itu!

Kita lihat saja./ Lewat sini.

Kirimkan aku daftarnya.

Segala sesuatu yang kau ketahui tentang istrimu./ Kenapa?

Yang Dia Sukai

Kau mau operasi ini sukses?/ Tentu saja!

Berapa banyak pil tidur?

Ketika dia tidur, bangun, apa yang dia makan.

Warna kotorannya. Berapa kali dia mandi.

Warna celana dalamnya, berenda atau sutra.

Jika ia mastrubasi. Posisi favoritnya.

Pandangan terhadap politik.

Olahraga favorit, penyanyi, aktor, hobi, dll.

Seks Yang Diharapkan

Tulis semua!

Film apa yang sering dia tonton?

Buka apa yang dia suka? Tulis semua!

Semua yang kau tahu tentang istrimu!

Tuliskan semuanya, jika kau ingin kebebasan.

Apa kau membuangnya?

Kenapa? Tidak bisa?

Harusnya tidak kau buang.

Itu barang sangat mahal.

Itu edisi terbatas dari porselen Haviland.

Kau akan melaporkanku karena piring bekas?

Suatu kejahatan membuang sesuatu yang bukan sampah.

Bagiku ini sampah, biarkan saja!

Tunggu!

Kenapa?

Kenapa kau terus menghalangiku...

...setiap kali aku mencoba melupakannya?

Kenapa?

Kau mau minum teh?

Aku ./ Ya.

Aku tak pernah ingin menjadi Casanova...

Aku ingin berhenti./ Ya.

Kau mau menyimpannya?

Aku sangat ingin mengoleksinya, tapi aku tak memakai barang bekas.

Tampaknya ada cerita di balik itu.

Aku akan mencuci piring./ Tidak usah.

Sampai jumpa.

Kenapa ia tak membuka pintu?

Akan kubuat segelas lagi./ Tidak usah.

Sebenarnya aku tidak suka kopi.

Pertanian Kolumbia milikku ditutup setelah FTA./ Benarkah?

Itulah sebabnya...

Aku selalu mencucinya seperti ini./ Kau harusnya memberitahuku.

Itu tata krama.

Aku tidak diam, tapi aku mencoba untuk sopan.

Silahkan duduk.

Irisan apel akan membuatnya terasa lebih enak.

Piringmu sangat banyak untuk seukuran pria lajang.

Aku membuatnya buat seseorang, tapi kini aku menggunakannya sendirian.

Kurasa dia suka peralatan makan./ Dia sangat menyukai mereka.

Dan saat-saat kami bersama, saat makan bersama.

Sedikit gin bagus untuk insomnia.

Silahkan cuci cangkirnya setelah selesai.

Apa ini Tn. JANG Sung-ki?/ Ya?

Aku dari Bank Woori./ Kurasa bukan.

Informasi bank anda telah bocor./ Kau tak bisa menipu orang dengan suara seperti itu.

Berapa nomor rekeningny?/ Kau harusnya belajar bahasa korea yang benar dulu.

Berikan nomor rekeningnya!/ Jangan terlalu berusaha.

Sial./ Kau belum cukup berusaha!

Kau tidak paham bahasa korea?/ "Mimpi Korea" tidak mudah, paham?

Dasar bule gila.../ Diam Julia.

Jangan buat aku marah!

Bodoh...

Kau lancar bahasa Perancis.

Aku tinggal disana sekitar 5 tahun.

Karena aku suka Edith Piaf. Aku masih muda dan ceroboh.

Pindah ke Paris karena lagu-lagu Perancis.

Aku juga suka lagu Perancis.

Dan novel Perancis.

Kau tak tampak seperti tipe Werber.

Lebih mirip Alain de Botton atau Guillaume Musso.

Mungkin Anna Gavalda di hari hujan?

Kedengaran masuk akal.

Kau sangat cantik saat tersenyum.

Tapi kau pasti sudah tahu.

Pria tak menganggapku menarik.

Pria tak suka wanita yang terus terang.

Aku popular hanya saat semester pertama.

Pada akhir tahun, aku bertengkar dengan semua anak laki-laki.

Julukanku "Dua Bulan".

Siapa namamu?

Aku tak mencoba untuk menggoda./ Aku YEON Jung-in.

Lagipula kau takkan menyukaiku./ Tentu saja.

Itulah maksudku.

Itulah sebabnya aku nyaman bersamamu.

Karena aku tahu kau takkan jatuh hati padaku.

Dan itulah sebabnya aku dapat mengatakan bahwa kau sangat cantik.

Terutama bagian kaki.

Pria sebelah...

Apa?/ Tidak ada.

Ada apa?

Dia lumayan./ Benarkah?

Kurasa aku salah menilainya.

Jadi begitu.

Siapa yang SMS selarut ini?

Cuma spam.

TETANGGA SEBELAH, KAU AKAN JOMBLO DALAM DUA BULAN!

Aku pergi ke acara barbekyu baru-baru ini.

HARI GANGNEUNG

Dan aku sangat terkejut!/ Kenapa?

Ada babi wanita merah muda di papan iklan toko mereka...

...mengenakan celemek putih dan menari di atas panggangan.

Aku juga melihatnya./ Ya!

Dia menari di atas panggangan dan memegang sepiring daging babi.

Aku bukan vegetarian dan aku suka daging...

...tapi setidaknya babi dihargai, kan?

Apa ia benar-benar menari di panggangan panas itu...

...memegang piring penuh dengan daging babi sementara temannya sedang dimasak?

Kenapa kau tidak makan?

Papan iklan itu membuat kita tidak manusiawi./ Ada apa?

Kenapa kita mengabaikan hal seperti ini?

Kita sudah terbiasa mengabaika hal seperti itu sejak kita masih kecil.

"Apa aku makan kepala lebih dulu atau kaki?"

Kita sedang memegang boneka beruang saat kita memikirkan hal itu.

Ini tidak sehat.

Kita hidup dalam kegilaan, dunia menjijikan,

dan aku muak akan itu!

Jadi, selamat tinggal!/ Selamat tinggal semuanya!

Transisi yang sangat bagus, Jung-in.

Aku semakin baik dalam hal ini./ Kau hebat!

Jung-in!/ Astaga!

Ya, CHOI?/ Ayolah!

Sedang musim salju, ayo kita pergi minum./ Benarkah?

Beri aku waktu satu jam./ Lupakan saja.

Aku benci menunggu./ Jung-in!

Apa yang kaulakukan disini?/ Aku akan mengantarmu pulang.

Sampai besok, CHOI.

Tapi aku tahu tempat yang bagus./ Dah!

Besok?

Sial.

Aku ingin minum.

Berhubung sedang turun salju, ayo kita jalan-jalan.

Itu bukan ide yang bagus.

Kenapa kau tertawa?/ Aku heran kenapa aku begitu menyukaimu.

Aku mendengar acaramu hari ini.

Kau tahu aku sudah menikah.

Bukan kejahatan untuk menyukai seseorang.

Bisa aku memeras susu untukmu?

Lucu sekali!

Kurasa sapi perlu dihargai, jadi aku bisa mendapatkan susuku sendiri.

Kau sangat ahli melakukannya.

Aku tidak bisa apa-apa./ Kau suka balet?

Menontonnya.

Aku menari balet selama 20 tahun.

Balet jari./ Oh.

Kau mau lihat?

Kelenturan jarinya sangat menganggumkan...

Jung-in./ Ya?

Aku akan salah paham jika kau terus menatapku seperti itu.

Kau tahu, aku sudah menikah./ Hal seperti itu tak dapat menghentikanku.

Aku bukan tipe pria yang peduli hal semacam itu.

Kau mau memeras susunya?/ Aku?

Seperti ini?/ Tarik ke bawah.

Kau punya bakat alami./ Berhasil!

Aku hanyalah srigala jantan kesepian.

Jika aku menemukan wanita yang kusuka, tak ada yang bisa menghentikanku.

Semua aturan, etika, dan moral dibuat oleh manusia...

Tapi ujung-ujungnya mereka tak pernah peduli.

Biarkan mereka hidup dengan cara mereka dan aku dengan caraku sendiri.

Apa itu egois?

Tentu saja./ Gunakan kedua tangan.

Aku hanya mengikuti naluriku.

Begitulah aku.

Aku tak berniat melakukannya padamu, jadi jangan merasa tidak nyaman.

Lagipula kau tidak tertarik padaku.

Kau punya bakat alami.

Mustahil.

Dia menceritakan segalanya?/ Ya.

Dia bilang kau ahli memeras susu sapi.

Jika ia tertarik padamu, ia tak mungkin menceritakannya segalanya padaku, kan?

Jangan khawatir.

Dia bilang kau terus meniru adegan dari "Ghost",

dan itu membuatnya merasa sedikit bersalah.

Kau anggap aku apa?

Jangan khawatir!

Apa kau melakukan seperti yang kusuruh?/ Tentu saja!

Aku langsung blak-blakan tanpa menyingungg dirinya.

Kena!

Kena!

Kena.

Kau akan meluluhkan hati istriku, kan?/ Tentu!

Masalahnya adalah...

Dia tampak seperti wanita yang kuat./ Maaf.

Baik dan lembut.

Aku mengunjungi peternakan domba baru-baru ini.

Daegwallyeong?

Aku menikmati memberi makan domba.

Kau tak akan percaya yang kutemukan!

Apa ini daging domba?/ Ya. Mau berapa banyak?

Mereka menjual sate domba!

Disamping itu ada boneka domba dan topi domba...

Tepat di sebelah kandang domba!

Hanya manusia yang munafik.

Kau harusnya memilih salah satu!

Harimau makan domba. Domba tak memberi mereka makan.

Tn. LEE!

Bukankah ini istrimu?

Kita bersikap baik, penuh kasih, dan ramah.

Tapi ketika jiwa kemanusiaan kita dipertanyakan,

kita menjawab kita juga binatang.

Itulah sebabnya aku tak percaya pada orang yang bersikap baik.

Sudah selesai.

Ini semua adalah ide Jung-in.

Kita hanya berpura-pura.

Berapa banyak yang tulus dan sungguh-sungguh?

Benarkah?

Apa sulit mendapatkan seseorang yang menarik atau kaya?

Tak bisakah kau mencintai uang seseorang seperti kau mencintai kepribadian mereka?

Orang-orang tertarik pada hal yang berbeda.

Uang membuatmu hebat, tapi orang yang membuatmu terpikat.

Maka itu adalah cinta yang tak bermoral?

Bayangkan pecundang itu orang kaya.

Uang bisa mengubah caramu dalam memandang dirinya, kan?

Maka dia tampak tidak begitu buruk.

Tetapi jika kau tetap tinggal hanya demi uang...

...itu berarti hanya tidak menghormati si pecundang,

dan membuat dirimu menjadi pecundang yang lebih buruk.

Lalu apa yang membuatmu tertarik dengan suamimu?

Suamiku berhak mendapatkan privasinya,

jadi aku tidak akan membahasnya.

Privasi?

Dia tidak pernah peduli tentang privasiku sebelumnya.

Istrimu sangat menawan./ Cobalah kau hidup bersamanya.

Ayolah.

Kalian menyukai acara ini?/ Ini acara yang terbaik sekarang.

Cukup menarik, bukan?/ Tentu saja!

Jung-in!

Komentar sebanyak 15 halaman hari ini.

Benarkah?

Ratingnya sangat tinggi!

Setengah dari komentar berupa penghinaan. Terlalu dini untuk merayakannya.

Oh, begitu.

Aku yang mentraktir minum hari ini.

Lain kali.

Kenapa?

Aku ada janji./ Aku tidak ada kegiatan.

Siapa yang terus kau temui?/ Tidak ada.

Sampai jumpa besok./ Dah.

Di papan iklan itu dulunya terpasang babi menari,

tapi mereka mengubahnya baru-baru ini.

Ya./ Kau tahu kenapa?

Itu karena acaramu, Jung-in.

Kau mengubah dunia.

Jangan tertawa.

Seperti inilah bagaimana perubahan terjadi, bersama seseorang pada suatu waktu.

Kau menelponku untuk memperlihatkan itu padaku?/ Untuk memberimu semangat.

Jadi kau akan terus mengubah dunia menjadi lebih baik.

Aku yang traktir hari ini. Apa yang kau inginkan?

- Kimbap! - Kimbap?

Tapi tanpa acar lobak.

Kenapa?

Aku benci acar lobak.

Bagaimana bisa makanan memiliki warna yang berpendar?

Acar lobak dan terong, warna mereka tidak alami.

Warna pink pada capit kepiting juga terkesan mewah.

Si kepiting terkesan mencoba terlalu keras untuk terlihat menggugah selera.

Aku benci itu./ Begitu juga aku.

Aku merasa sepertinya aku harus sakit jika aku mau makan bubur.

Tiram mentah terlihat seperti dahak./ Ya!

Aku benci kerang./ Kenapa?

Mereka itu cuma serangga dari laut.

Mereka tidak ada bedanya dengan kecoak.

Tapi orang yang makan serangga adalah biadab?/ Siapa bilang kau tidak boleh makan serangga?

Itulah yang aku maksud!

Setelah aku berhasil mengatasi prasangka itu, mereka tidaklah begitu buruk.

Rasa kimbap paling enak saat berada di taman hiburan.

Ini seperti mengingat kembali masa kecilmu.

Lebih enak karena tamannya sepi seperti ini.

Seperti berada di dalam masa lalu yang membeku.

Menemukan kotak tua yang sudah kau lupakan.

Aku akan membuka kotak itu untukmu.

Jantungku berdetak kencang karena dirimu./ Apa?

Kau membuatku gila.

Tidak, aku sudah gila./ Tunggu.

Aku bahkan akan menyerahkan hidupku,

Jika aku bisa memasukimu!

Lirik dari chanson yang sedang diputar sekarang.

Oh, begitu.

Jung-in!

Apa yang kaupikirkan tadi?/ Tidak ada.

Bukankah menyenangkan berada di tempat seperti ini?

Langsung dari sebuah opera sabun.

Astaga!

Tunggu di sini, Jung-in./ Maaf?

Aku akan segera kembali.

Kau meninggalkanku di sini?/ Tidak.

Jika kita tidak bisa saling menemukan, tunggu aku di pintu gerbang.

Sial!

Hai!

Kebetulan sekali bertemu denganmu di sini!/ Mengapa kau ada di sini?

Kebetulan sekali!/ Aku tahu!

Kau sering datang ke sini?/ Sangat sering.

Tuan./ Ayo masuk.

Apakah kau mengikutiku?

Kau mau mati?/ Tidak.

Aku hanya ingin tahu bagaimana perkembangannya.

Kau tidak percaya padaku?

Percayalah padaku./ Tentu saja aku percaya padamu!

Kau membiarkan rasa ingin tahumu merusak harga diriku?

Sial!/ Sakit!

Aku hampir mendapatkannya./ Kau yakin?

Jika dia mulai bersikap baik, abaikan dia./ Baik.

Semakin baik sikapnya...

...semakin besar dia menginginkanku./ Benarkah?

Aku memiliki sendi yang rapuh! Kau bisa membuat tanganku lepas!

Maafkan aku.

Kalian tak boleh berhubungan seks, mengerti?/ Kami tidak melakukannya...

Jangan terus bertanya padanya di mana dia berada sepanjang hari.

Dan tidak boleh ada SMS!/ Ayolah!

Pokoknya, jangan sentuh aku!

Kau ikut fitnes?/ Sedikit.

Jangan membuat dirinya merasa bersalah./ Baik!

Ingat kata-kataku, oke?/ Baiklah.

Ingat kata-kataku!

Apa-apaan?

Hei!

Mengapa kau lama sekali?

Rupanya di nomor dua.

Seseorang tolong aku!

Siapa di sana?/ Astaga!

Kau tidak boleh berada di sini!

Kembali ke sini!

Tolong aku!

Apa yang kau lakukan?/ Bekerja.

Kenapa kau tersenyum?

Rasanya aneh untuk mengatakan kalau aku sedang mengerjakan sesuatu.

Bagaimana dengan makan malam?

Oh, maaf.

Kena kau!

Duduklah. Aku hanya perlu memanaskannya.

Ini memalukan.

Kau ingin menunjukkan padaku sebelumnya./ Aku menganggap serius acara ini sekarang,

Dan itu membuatku merasa malu.

Aku ingin menunjukkannya padamu kalau sudah selesai.

Kau terlihat senang sekali.

Aku memang merasa senang!/ Tentang apa?

Tentang pekerjaan. Aku menyukainya.

Apa yang kau lakukan hari ini?

Aku melakukan siaran. Bersiap-siap untuk acara besok.

Jalan-jalan./ Hanya itu?

Mengapa kau bersenandung sekarang?

Ayo kita mendengarkan musik./ Jawab pertanyaanku dulu.

Ceritakan apa yang kau lakukan hari ini.

Ayolah.

Apakah kau ingat saat kita pertama kali bertemu?

Saat kita berkencan di Jepang.

Mengapa kau bertanya?

Aku terus memikirkan hari-hari itu belakangan ini.

Aku terlihat cantik saat itu,

dan kau begitu menawan,

dan kita begitu indah bersama.

Aku terus memikirkan hari-hari itu.

Benarkah?

Hei.

Apakah aku masih cantik?

Ya.

Lalu maukah kau menciumku?

Maukah kau menciumku?

Tunggu./ Apa?

Seseorang menelepon./ Jangan dijawab.

Maaf, Sayang.

Jung-in!

Sayang!

Jangan dijawab, Jung-in.

Aku minta maaf. Aku harus pergi keluar.

Kau mau pergi ke mana?

Ada masalah dengan acara besok./ Apa?

Jangan menungguku pulang.

Hei!

Ayolah!

Bagaimana kau tega membohongiku?

Kau tidak merasa senang?

Kau tidak terlihat senang.

Aku akan ada di radio publik?

Kau dan aku, kita akan pergi ke Seoul!

Mereka akan mendengarkanku secara nasional?/ Bahkan di Dokdo!

Sayang!/ Selamat.

Sekarang aku ditinggal sendirian./ Apa yang kau bicarakan?

Berkemaslah.

Benarkah?

Kau pimpinan penulis naskah kami!

Aku khawatir aku akan mati di sini, perawan tua yang sendirian.

Apakah tidak apa-apa kalau aku pergi?

Tentu saja!

Tidak boleh?/ Tentu.

Sepertinya tak ada gunanya kau memasang tiraiku.

Mengapa kau tidak memberitahuku?

Oh, dia.

Itu sudah lama sekali.

Kau bahkan memasang tirai untuknya?/ Itu bukan apa-apa.

Tentu saja bukan.

Aku sudah bilang padamu untuk berhenti melakukan itu.

Tidak mampu menolak tidak membuatmu menjadi orang yang baik.

Orang akan merasa terbiasa dengannya.

Mereka akan mulai meminta permintaan yang konyol padamu.

Jadi aku membantunya! Mengapa tidak boleh?

Kau membenci semua orang yang kukenal.

Keluargaku, teman-temanku, bahkan rekan kerjaku.

Kau ingin aku menutup diri dari dunia seperti dirimu?

Kau pikir kau begitu jujur?

Mengapa kau menjadi marah?/ Aku suamimu, kenapa aku tak boleh marah?

Mengapa kau boleh melakukan apa saja dan aku tak boleh melakukan satu hal pun?

Kau sudah muak dan bosan denganku, kan?

Apa yang kau inginkan? Sebuah perceraian atau sesuatu?

Aku akan langsung ke Seoul.

Apa salahnya dengan cara hidupku?

Aku tak pernah berpikir akan semudah ini./ Tidak.

Masih terlalu dini untuk memastikan.

Tidak akan berakhir sampai disitu.

Dia akan menyesal dan segera kembali padamu.

Kau tak boleh menerimanya kembali.

Dia berusaha untuk menyangkal perasaannya. Ini adalah fase yang berbahaya.

Aku tidak melihat ada alasan bagimu untuk mengejarnya.

Aku akan segera tinggal sendirian, sehingga kau mungkin bisa menghentikannya sekarang.

Dan sejujurnya aku mulai kehabisan uang sekarang.

Berubah pikiran?/ Maaf?

Jadi, kau menginginkanya kembali sekarang?/ Tidak, bukan begitu.

Kenapa aku menginginkannya?/ Baiklah.

Kau tidak perlu membayarku.

Aku harus menyelesaikan apa yang kumulai. Reputasiku yang dipertaruhkan.

Ini rayuan terakhirku.

Kau tidak sedang memikirkan sesuatu yang aneh, kan?

Semuanya akan segera berakhir./ Secepat itu?

Berhasil atau tidak sama sekali.

Dia akan menetap denganmu untuk sementara, atau menyerahkan dirinya padaku.

Apapun yang terjadi...

...kau akan segera mendapatkan kebebasanmu.

Cuma ada satu hal, tuan.

Bisakah kau mencoba untuk berbicara sedikit lebih sopan padaku?

Terdengar agak kasar dengan mengatakan dia "menetap" denganku.

Apakah aku mengatakan itu?

Maaf.

Aku lupa kalau kau orang yang sensitif.

Aku minta maaf.

Sung-ki!

~ ~ ~ Robandit~ ~ ~ http://bandit-iseng.blogspot.com

Aku sendirian!

Sendirian.

Busungkan dadamu.

Kencangkan pangkal pahamu.

Bukalah dadamu.

Regangkan lagi kakimu.

- Tangannya bergerak naik! - Tunggu... dan lakukan!

YEON Jung-in untuk acara Penyergapan Pagi!

Permisi?

Aku di sini berbicara bagi orang-orang tak bisa berbicara untuk diri mereka sendiri.

Kau adalah pelanggan pertamaku, Profesor.

Identitasmu akan dirahasiakan,

dan suaramu akan diubah.

Aku akan pergi setelah aku mengucapkan beberapa patah kata.

Kau sudah siap?

Mengapa kau melakukan ini padaku?/ Tidak masalah jika kau belum siap.

Siswa-siswamu belum siap ketika kau membelai bokong mereka.

Diam!

Dan bahkan di bagian pribadi mereka!/ Astaga!

Dimana KIM?/ Yang kau maksud asistenmu itu?

Asisten priamu sangat tampan!

Kau memilihnya karena penampilannya?/ Astaga!

Seniman melakukan segala hal yang aneh dan mengemasnya menjadi seni...

...tapi apa yang membuat mereka begitu istimewa dan patut dipuji?

KIM!/ Tunjukkan padaku mengapa kau begitu istimewa, Bu!

KIM!

Entah itu pria, wanita, seorang imam atau presiden menganiayamu,

kau masih saja ingin membunuh mereka!

Istrimu menjadi seorang selebriti!

Omong kosong.

Tidak ada yang mendengarkan radio.

Mengapa dia tak bisa menyatakan pendapatnya?

Karena!

Profesor itu bisa saja menghancurkan karir masa depannya.

Nikmatilah waktumu menganiaya siswa dan membuat seni yang kotor selagi bisa.

SALJU TURUN BEGITU LEBAT DI SINI.

ACARA HARI INI.

Semoga sukses untukmu.

Tuan LEE!/ Ya, pak.

Bagaimana dengan persiapan tesnya?/ Persiapannya berjalan dengan baik.

Beritahu istrimu kalau aku adalah penggemar acaranya.

JUNG-IN

KECANTIKAN YANG MENAWAN

Wanita yang hebat! "Kecantikan yang Menawan!"

Apa itu, pak?

Apa yang kau lakukan di sini? Mobil siapa ini?

Aku membelinya. Kupikir itu akan menjadi perubahan yang bagus.

Tapi seorang pengemudi pemula berkendara di malam hari sendirian?

Sudahkah kau memasang tanda "pengemudi pemula"?

Belum.

Mengapa kaca spion sampingmu terlipat?

Kau seharusnya memberitahuku dulu sebelum sebelum membeli mobil bekas!

Aku hanya memilih mobil yang mampu aku beli.

Tapi itu agak menakutkan.

Aku hampir mati belasan kali dalam perjalanan ke sini.

Ini ada sedikit makanan.

Aku bisa mengambil apa pun yang ada di lemari es.

Doo-hyun.

Aku minta maaf tentang masalah pada hari itu.

Setelah kupikirkan dan...

...menurutku aku punya banyak masalah.

Tapi sama seperti saat aku mulai mengemudi lagi,

Aku akan mulai menghadapi masalahku.

Menghadapi impian dan harapanku. Meneguhkan keberanian.

Lalu aku bisa menjadi istri cukup pantas, kan?

Tunggu sebentar.

Ayo masuk./ Aku harus kembali untuk siaran.

Ini masih gelap. Pergilah di saat pagi.

Aku ingin membuat pengakuan.

Aku tidur dengan seseorang./ Apa?

Di dalam mimpiku.

Sial.

Dengan siapa?

Aku tidak tahu. Aku tak melihat wajahnya./ Jadi? Apakah kau menikmatinya?

Aku tidak ingat.

Hanya saja...

Ini pertama kalinya sejak kita menikah./ Selamat.

Selamat malam.

Aku harus pergi sekarang.

Pergilah di pagi hari. Berbahaya di saat malam hari!

Jangan mengebut!

Aku menemukan beberapa masalah yang bisa kau laporkan.

Bagaimana menurutmu?

Anggap aku sebagai seorang pelacur.

Maaf?

Kejadiannya sudah lama sekali.

Itu baris pertama dari novel yang kutulis.

Entah bagaimana bisa menang di kontes sastra.

Aku menunjukkannya pada ayahku, tetapi dia melemparkannya ke tong sampah.

Oh tidak./ Dia bilang seperti itulah nasib seorang penulis.

Dia bermaksud aku harus berhenti./ Oh begitu.

Waktu itu aku masih muda dan emosional, jadi aku membakar naskahnya.

Tapi kemudian benar-benar terjadi kebakaran.

Dan dia pikir itu adalah kesalahannya.../ Maaf?

Bukan apa-apa.

Lalu kau menghentikan semuanya dan menikah?

Kupikir aku akan cukup bahagia hanya dengan hidup bersamanya.

Tapi kemudian aku tidak bisa hamil./ Astaga.

Aku selalu gagal setiap kali aku berusaha dalam melakukan sesuatu.

Aku memutuskan untuk berhenti mencoba, daripada harus selalu gagal.

Kemudian tujuh tahun berlalu.

Tujuh tahun.

Hal terburuk apa yang pernah kau lakukan?

Yang benar-benar terburuk.

Poppy.

Aku kehilangan Poppy.

Aku kehilangan dirinya di laut.

Sung-ki.

Sung-ki?

TETANGGA SEBELAH

Nomor yang anda tuju berada di luar jangkauan.

Silakan periksa nomor dan coba lagi.

Dia sudah gila!

Dia sudah gila.

Du-hyun.

Kau bahkan tidak suka minum, sehingga kau pasti merasa kesepian.

Seperti apa rasanya rumah tanpa aku?

Aku sudah lama ingin mengatakan sesuatu.

Maukah kau mendengarkanku?

Kita telah berjuang sekian lama dan...

Apa yang ingin aku katakan adalah...

Ayo kita pergi ke rumah sakit lagi.

Jangan merasa takut lagi.

Aku sudah siap untuk menghadapinya sekarang.

Aku ingin kita dan bayi kita untuk mengisi rumah yang kau bangun.

Kita akan membuat rumah ini menjadi rumah yang paling bahagia di dunia.

Kita sudah sampai.

Kukira kau akan masuk ke dalam dan kita akan berpisah.

Tapi maukah mau mengingat saat ini untukku?

Daya ingatku tidak begitu tajam belakangan ini./ Baiklah.

Jam berapa sekarang?/ Sekarang jam...

Sebelas lewat tiga menit.

Apakah kau mendengar jamnya berdetak?

Tik, tok. Kau mendengarnya?

Ya.

Pada tanggal 15 Januari 2012.

Jam sebelas lewat tiga menit.

Aku telah menghabiskan menit ini bersamamu.

Aku akan mengingat menit yang berharga ini. Aku tidak pernah bisa menyangkalnya.

Menit itu sudah menjadi masa lalu.

Setiap jam sebelas lewat tiga menit malam,

kau akan memikirkanku.

"Hari-hari Saat Menjadi Liar".

Kau pandai berdansa juga.

Sepertinya kau selalu tahu apa yang kusuka./ Karena kita memiliki sebuah hubungan.

Kau tahu?

Kita tidur bersama di dalam mimpiku.

Aku merasa malu.

Kenapa? Itu cuma mimpi.

Itu buruk!

Ini tidak benar. Kau harus melupakannya.

Tapi aku merasa lebih dekat denganmu sekarang.

Tapi kau tetap harus melupakannya. Ini tidak masuk akal.

Astaga.

Selamat malam.

Apakah kau baik-baik saja?

Ini seperti film-film klasik.

Aku merasa seperti melompat ke dalam salah satu film lama.

Pada saat klimaks dari film itu,

tokoh utama wanita meminum anggur di jalan.

Berdiri tepat di sini,

dan dia akan merayu si aktris dengan musik.

Walau dia merasa malu, dia mengatakan hal ini karena dia merasa nyaman.

"Mengapa tidak?"

Baiklah.

Izinkan aku bertanya sesuatu dulu.

Tidak ada yang namanya kebetulan atau takdir, kan?

Tapi rasanya seperti semua kebetulan adalah takdir.

Jadi dia akan menghapus nomor teleponnya dan menghapus kenangan tentang dirinya,

sebelum ia semakin jatuh cinta padanya.

Setiap hari bersamamu, berbaring di matahari pagi.

Setiap hari bersamamu, bangun dari tidur di sampingmu.

Setiap hari bersamamu, hanya aku dan dirimu.

Setiap hari bersamamu, berbagi rahasia berdua.

Dini hari di jalan-jalan saat hujan turun

Di bawah sinar matahari terbenam yang membelah langit

Segalanya mengelilingi kita berdua

Aku ingin memberikannya padamu.

Setiap hari bersama...

Apa yang kau lakukan?

Kau mencoba membunuhku!

Aku hanya merasa seperti ingin membunuhmu./ Apa?

Tolong lupakan apa yang kuminta padamu.

Aku tidak ingin kehilangan istriku.

Aku benar-benar minta maaf.

Dia mulai berubah, berkat kau.

Dia ceria lagi, sekarang dia bekerja.

Dia menjadi seperti orang yang baru.

Aku jatuh cinta lagi seperti ketika kami pertama kali bertemu.

Kami ditakdirkan untuk bersama.

Tolong mengertilah.

Tidak, kaulah yang telah berubah.

Dia seorang wanita yang bisa mengubah masyarakat dan dunia.

Jadi kau mengerti?

Aku benar-benar minta maaf.

Hei, ada apa?

Apa apa?

Tuan?

Ada apa?

Hah?

Aku telah jatuh cinta./ Apa?

Dengan siapa?

Dengan istrimu.

Hatiku... terasa sangat menyakitkan.

Tapi kau bilang kau tidak bisa jatuh cinta!/ Aku telah jatuh cinta.

Aku...

Casanova yang terkenal telah jatuh cinta!

Kau akan pergi, kan?/ Tidak.

Aku tidak bisa./ Apa?

Aku harus memilikinya./ Kau sudah gila?

Dia itu istriku!

Istri yang kau coba singkirkan! Kau tidak punya hak!

Menurut hukum!

Hukum mengatakan dia masih istri saya!/ Silahkan. Bawa ke pengadilan.

Akhirnya aku menemukan cinta lagi. Kau pikir aku akan melepaskannya?

Jika kau menghalangiku, aku juga harus bermain kotor.

Akan kutunjukkan padamu betapa kotornya seorang pria yang sedang jatuh cinta!

Tapi pertama-tama, aku akan bilang padanya kalau kau mengupahku untuk merayunya!

Ya, aku benar-benar gila.

Dan mulai sekarang aku akan melakukan apa saja.

Jangan mendekat!

Aku takkan melepaskannya pada bajingan sepertimu!/ Melepaskannya? Dia itu istriku!

Kau takut, kan?

Kau memang seharusnya takut.

Sial...

Sialan.

Bajingan sialan.

Platonic?

Masa bodoh!

Aku adalah serigala!

Kau lihat saja!

Sialan! Jangan mendekat!

Apa yang kau lakukan di sini?

Aku merindukanmu.

Kembalilah denganku. Apa yang kau katakan?

Mengapa, secara tiba-tiba?

Astaga, kepalaku.

Kau minum alkohol?

Kau menicum bau alkohol?/ Ya, itu buruk.

Maafkan aku.

Aku harus memberitahumu sesuatu, Jung-in.

Bukankah rumah ini bergoncang tadi?

Tidak bergoncang?/ Mau aku masuk bersamamu?

Kenapa?/ Kau bilang akan kesepian di dalam.

Tidak usah.

Hei, Jung-in.

Itu tadi gempa bumi, kan?

Gempa melanda Sichuan, Cina. Bagaimana dengan di sana?

Aku di Seoul sekarang.

Kalau begitu cepatlah ke kantor. Di sini kacau sekali.

Kwang-shik, Aku sekarang sedang...

Jika ini meledak, maka seluruh wilayah ini berada dalam bahaya!

Tapi itu tak akan terjadi di Korea, kan?

Aku sudah memikirkannya dan aku ingin membantumu.

Membantu apa?

Kau bisa mendapatkan jabatanku di Gangneung.

Aku akan rujukan lagi./ Dengan perempuan itu?

Kau gila? Aku kembali dengan istriku.

Itu bagus.

Jadi kalian bisa menghabiskan bulan madu kalian yang kedua di sana.

Kau tahu dia bekerja di Seoul./ Buat dia menetap di sana.

Aku tidak bisa merampas mimpinya.

Aku tidak akan mengacau kali ini. Aku ingin mendukungnya.

Sialan./ Ada apa denganmu?

Apa karena gempa bumi?/ Bukan, tapi si bajingan gila itu.

Dan aku bahkan tidak tahu di mana dia!

Setiap hari bersamamu.

Berbaring di matahari pagi

Ya, ingat aku?

Aku menelepon hanya untuk...

Untuk melaporkan seseorang yang hilang.

Namanya JANG Sung-ki.

Ya, Casanova itu.

Aku tidak bisa menghubunginya. Mungkin kau bisa melacak lokasinya?

Buka!

Buka pintunya!

Buka atau aku akan membunuhmu!

Buka pintunya!

Sayang, aku hamil!/ Permisi.

Aku bisa melihatmu!

Aku tidak sanggup lagi!/ Permisi!

Orang itu sudah pindah.

Dia tidak tinggal di sini lagi.

Buang-buang waktu saja.

Sial./ Hei.

Apa kau tahu di mana dia tinggal?/ Kenapa?

Aku punya paket untuknya, tapi aku tidak punya alamatnya.

Tentu saja aku tahu. Kami tak terpisahkan.

Hei.

Apa kau ingin membalas dendam?/ Apa?

Penthouse?

Jadi ada orang yang benar-benar tinggal di tempat-tempat seperti ini?

Tapi dia pantas dihukum karena melukai hati wanita.

Hajar dia, Jung-in.

YEON Jung-in untuk Penyergapan Pagi!

Kami sedang dalam misi kami yang ke-27 hari ini!

Jangan khawatir. Identitasmu dirahasiakan,

dan suaramu akan diubah.

Aku akan pergi setelah aku mengucapkan beberapa patah kata.

Berikutnya adalah tim desain seismik dari Pyeongchang.

Oke!

Kau keluar dari sini!

Kau siap?/ Ya.

Aku suka kata-kata kasarmu.

Kau mengatakan pada wanita kalau kau mencintai mereka, lalu berkata kalau kau tidak mampu...

Aku tidak pernah mengatakan pada wanita manapun kalau aku mencintainya.

Kau tidak harus mengatakannya dengan kata-kata.

Kau bisa mengatakannya dengan mata dan tanganmu.

Kau membuat mereka jatuh cinta padamu dan.../ Tolong katakan padanya aku minta maaf.

Dan aku tidak bisa melihatnya lagi, karena aku telah menemukan cinta sejatiku.

Cinta bukan sebuah lelucon./ Aku dulu meyakini kalau cinta adalah lelucon.

Tapi ketika aku kehilangan cinta pertamaku di laut, aku menyadari sesuatu.

Cinta adalah sebuah penjara.

Sebuah hukuman seumur hidup.

Cinta tidak berguna.

Aku ingin menghancurkan semua wanita yang menganggap cinta itu berarti.

Itu juga menjadi tidak berguna, jadi aku bermaksud untuk mengakhiri hidupku.

Aku tidak mengerti. Aku tidak tahu apa itu cinta.

Namun kemudian, seseorang mengajarkanku apa arti semua itu.

Dia membuatku terpesona dan aku langsung jatuh cinta padanya.

Aku mengikutinya kembali ke Seoul, tapi aku tahu aku tidak pantas untuknya.

Aku menahan perasaanku dengan seluruh kemampuanku.

tapi karena takdir, kami bertemu kembali.

Hatiku berteriak bahwa aku tidak bisa kehilangan dia lagi.

Bahwa aku tidak akan kehilangan dia lagi.

Apa yang kau katakan?

Dia sangat kaya dan menawan. Siapa dia?

Kau yakin itu dia?/ Tentu saja.

Dia mengingatkanku tentang Casanova. Ada sesuatu tentang dirinya.

Bagaimana dengan Jung-in?/ Dia menjadi serba salah, tentu saja.

Apa?

Lebih baik kita tidak melakukan segmen ini./ Apa?

Aku bersyukur kepada Tuhan.

Karena memberiku cinta ini.

RY

Kau bajingan!

Siapa kau?

Mengapa kau melakukan ini padanya?/ Apa yang kau lakukan?

Jangan lihat dia, brengsek!/ Ada apa denganmu?

HARI BERSAMAMU

Jangan lihat!

Tapi kau memasang tiraiku!

Aku tidak punya uang tunai sekarang.

Aku akan membayar dendanya. Maafkan aku!

Berhenti!

Jangan menyalakan lampu.

Kita sudah terpisah setelah berhari-hari dan hanya itu yang aku dapatkan?

Maafkan aku. Suasana hatiku sedang buruk.

Aku membawa kue dan anggur. Ayo kita...

Aku mungkin akan kembali ke Gangneung./ Benarkah?

Kapan? Ayo kita kembali.

Tidak. Kita bicarakan saja besok.

Ada apa?/ Jangan bertanya. Aku tak bisa menjelaskannya.

Aku merasa seperti aku telah merusak segalanya.

Ada apa? Kau bisa memberitahuku.

Apa yang terjadi?

Kepalaku rasanya mau meledak.

Aku tidak tahu lagi.

Tinggalkan aku sendiri sebentar.

Apakah karena dia?

Bagaimana kau tahu?/ Dia mendatangimu?

Siapa yang bilang begitu?/ Apakah itu penting?

Maafkan aku.

Jadi, kau sedang mempertimbangkannya?/ Tidak!

Kau menjadi gelisah karenanya./ Tidak, aku hanya stres

Jadi kau sudah tidur dengannya?

Kita sudahi saja. Aku yang menyuruhnya./ Apa?

Aku menyuruhnya untuk merayumu.

Semua yang dia katakan adalah dusta!

Dia hanya seorang Casanova yang tidak tahu malu!

Kau menyuruhnya untuk merayuku?/ Tidak, aku...

Aku pikir...

Itu mungkin membantu hubungan kita, karena kau hanya mengutup diri.

Jadi kau sudah bosan denganku?

Kau ingin aku berselingkuh,

Sehingga kau bisa berpisah denganku?/ Tidak, bukan itu.

Jangan berbohong padaku!

Sialan.

Oke, aku hanya tidak bisa berpikir jernih.

Aku dulunya tidak tahu bagaimana menghadapimu.

Tapi sekarang sudah berubah, dan sekaranglah yang penting!

Sekarang?

Lihat dirimu sendiri sekarang!

Lihat saja apa yang terjadi pada kita!

Jung-in.

Maksudku itu sudah menjadi masa lalu.

PD CHOI melihat tetangga kita, memberitahuku bagaimana perasaannya dan marah-marah.

Aku bekerja dengan CHOI setiap hari.

Aku khawatir bahwa aku mungkin harus berhenti.

Kepalaku berdenyut-denyut.

Aku pasti terlihat murahan dimatanya, jadi aku menyalahkan diriku sendiri!

Tunggu, kalau begitu...

Bukan karena dia?

Astaga.

Jujur, aku memang sedikit terguncang karena dia.

Dia tahu semua yang kusuka.

Dia mendengarkan apa yang kukatakan,

dan aku menyukai cara dia mendukungku.

Semua yang kalian miliki bersama adalah palsu!

Aku mengerti!

Terima kasih karena memberitahuku.

Aku merasa dicintai untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun.

Tapi itu semua bohong.

Terima kasih karena menjelaskannya padaku!

Aku sangat bersyukur.

Selama ini, tidak ada yang mencintaiku!

Jung-in, bukan begitu.

Maafkan aku.

Kita akan pergi ke rumah sakit seperti yang kau katakan dan punya bayi.

Bayi?

Memangnya aku ini harus dikasihani?

Mengapa kau mengungkitnya?/ Tidak, bukan begitu.

Mengatakan itu sekarang merupakan hal terendah yang bisa kau lakukan!

Apakah begini tipe pria yang telah hidup bersamaku selama tujuh tahun?

Kau membuat dirimu semakin bersedih!

Jangan menyentuhku!

Ini gempa bumi!

Aku pergi.

Di sini adalah tempat yang paling aman!

Kau pikir aku aman di sini?

Kita percaya kita aman, tapi sebenarnya tidak.

Jalan-jalan di Seoul terguncang tadi malam akibat gempa dengan kekuatan 4,9.

Kalian sedang mendengarkan Penyergapan Pagi.

Aku punya kabar buruk hari ini.

Kudengar hari ini adalah hari terakhirmu.

Benar.

Aku tahu banyak dari kalian yang terguncang kemarin.

Saat-saat seperti ini memerlukan hiburan, bukan kritikan.

Terima kasih untuk semuanya.

Jadi siapa orang terakhir yang akan kau kritik?

Hari ini...

Aku punya beberapa kata untuk semua pecundang yang ketakutan luar sana

yang tak bisa mengatakan apa yang ada dalam pikiran mereka dan bersikap seperti pengecut.

Aku pernah bertemu dengan seorang pengecut dan kau takkan percaya apa yang dia lakukan.

Dia membayar seseorang untuk merayu istrinya sehingga dia bisa berpisah dengannya!

Tindakan yang sangat terpuji, bukan?

Jika kalian terjebak dalam hubungan tanpa cinta dan tidak bisa berpisah dengan mereka...

...dan jika kalian merencanakan hal-hal tercela seperti ini...

...jangan berani-berani menunjukkan wajah kalian di depanku.

Aku akan membunuh kalian.

Wow.

Orang mengatakan kalau aku terlalu banyak bicara, dan selalu berpikiran negatif.

Mereka benar.

Tapi bukankah itu lebih baik daripada tidak mengatakan apa-apa?

Jika kalian hidup bersama seseorang setelah sekian lama, semakin sedikit kalian bicara.

Kalian pikir kalian sudah saling memahami, sehingga tidak banyak yang perlu dibicarakan.

Tapi itu membawa pada kesalahpahaman.

Tidak ada seorangpun yang benar-benar memahami orang lain.

Jadi teruslah berbicara dengan mereka.

Atau hidupkan blender, vakum, atau mencuci pakaian.

Jangan biarkan lingkungan kalian tenggelam dalam keheningan.

Sebuah rumah yang hidup pasti akan terisi dengan suara.

Orang-orang menyebutnya energi.

Terbiasa dengan keheningan adalah hal yang menakutkan...

...tapi jangan pernah mengatakan hal-hal negatif seperti diriku.

Orang lain bisa muak denganmu.

Kami menikmati semua yang kau katakan, Jung-in.

Aku akan bercerai.

Apa?

Ini menarik sekali!

Aku akan sendirian lagi.

Tapi aku akan terus bicara. Aku tak akan melupakan siapa diriku.

Jika ada orang di luar sana yang sepertiku, jangan menyembunyikan diri dalam keheningan.

Teruslah berbicara.

Akan ada seseorang yang menjawabmu.

Itu hal yang kupelajari dari acara ini.

Terima kasih.

YEON Jung-in menghilang sekarang?/ Ya, tolong lacak keberadaannya.

Terakhir kali itu JANG Sung-ki.../ Kali ini sungguh-sungguh.

Chief, istriku mungkin akan mati jika aku tidak menemukannya!

JANG Sung-ki!

JANG Sung-ki!

JANG Sung-ki!

Aku serius dengan perkataanku.

Aku memang tertarik padamu.

Sung-ki.

Kau tahu mengapa kau tidak bisa mencintai seseorang?

Sudah saatnya untuk merelakan Poppy pergi.

Disana.

Ada apa denganmu?

Mengapa kau mematikan ponselmu? Aku khawatir!

Aku datang hanya untuk mengambil barang-barangku.

Aku menyewa sebuah apartemen dengan uang tabungan kita.

Hanya itu saja yang kuperlukan./ Tapi kau berhenti siaran.

Aku mendapat banyak tawaran untuk mengajar...

...dan aku bisa mengurus diriku sendiri.

Jung-in.

Apakah kau harus melakukan ini?

Ini semua salahku. Ayo kita bicarakan.

Kau tidak suka berbicara denganku.

Hei!

Apa yang kau tertawakan?

Kenapa kau tertawa?

Hentikan! Oh, Sung-ki!

Kau masih tidak mengerti?

Semua yang kulakukan adalah memperlakukan istrimu sebagai seorang wanita lagi...

...dan kau hanya seorang pengecut yang lemah dan tidak kompeten.

Tapi dia masih mencintaiku.

Ini masih membingungkanku.

Apa yang kau lakukan ketika gempa menghancurkan semuanya?

Kau membangun ulang dari awal.

Tapi kali ini lebih kokoh, bukan begitu?

Tidak usah buru-buru. Masih banyak waktu.

Tidak, aku harus pergi hari ini.

Maafkan aku! Aku harusnya membungkusnya lebih baik.

Hei, pak!/ Permisi!

Kau tidak bisa melihat tandanya? Sudah berbulan-bulan.

Maafkan aku, kupikir kau orang baru pindah.

Tunggu.

Beri aku alasan yang lebih baik.

Aku sudah tinggal di sini selama tujuh tahun./ Aku tak pernah melihatmu sebelumnya.

Tak masalah jika kau memasang tanda yang sopan atau tidak.

Jika kau berlangganan dan mengambil hadiah gratisnya...

...maka aku harus memberikannya padamu./ Tapi...

Aku harus mengantar ke seluruh jalan dan sekarang aku terlambat!

Mengapa kau tidak mau mendengarkanku?

Bukankah ini ilegal, sayang?

Dan istriku hampir celaka gara-gara sepeda itu!

Ini bukan salahku kalau ibu itu ceroboh!

Kami memberimu sepeda! Lakukan apa yang kau inginkan dengannya!

Jangan bicara seperti itu pada istriku!/ Mengapa kau memukulku?

Lepaskan aku!/ Kau bajingan!

Kembali ke sini!

Hei!

Jangan sentuh.

Kurasa aku harus membuangnya.

Mungkin aku akan menghabiskan satu malam terakhir di sini.

SEBULAN KEMUDIAN

Kau sudah datang.

Bisa kita masuk?

Mau permen karet?

Tidak apa-apa.

Aku gugup.

Aku ingin menanyakan sesuatu padamu.

Apa?

Mengapa kau tersenyum pada bunga pemberiannya?

Bunga?/ Saat di warung kopi.

Ketika dia pertama kali bertemu denganmu dan memberimu bunga.

"Suatu kehormatan bisa bertemu wanita secantik dirimu", hal itu membuatmu tersenyum.

Karena aku teringat padamu./ Apa?

Itulah kata-kata pertama yang kau katakan padaku.

Waktu kita di Jepang, di bawah meja itu.

Aku tersenyum karena dia mengingatkanku padamu.

Kita akan lanjutkan setelah makan siang.

Permisi!

Kau seharusnya memberitahu kami sebelumnya, bukannya membuat kami menunggu!

Tidak apa-apa.

Kau sudah makan?

SERBA SERBI MIE

Ya?

Kau duluan.

Pesan Udon Kimchi./ Tidak ada.

Bagaimana dengan mie pedas?/ Juga tidak ada.

Lalu ada makanan apa?/ Semuanya selain mie.

Bukankah nama restoran ini adalah SERBA SERBI MIE.

Apa lagi yang harus kami makan di rumah makan mie?

Ayo kita pergi ke tempat lain./ Ceritanya panjang.

Pengiriman kami terlambat dan.../ Lalu ada makanan apa?

Permisi?

Kau mengacuhkan kami sekarang?

Apa-apaan ini?

Pesan dua dari apa saja yang kau punya./ Apa saja? Apa?

Pokoknya apa saja!

Apa kau tidak tahu arti dari "apa saja"?

Apakah kau sengaja mencari masalah denganku?

Maafkan aku. Aku menjadi emosi.

Kenapa kau berteriak padanya?/ Aku tidak bermaksud seperti itu.

Itu bukan salahnya.

Mereka hanya dibayar 40 ribu per jam.

Aku membacanya di pintu.

Bayarannya akan dinaikkan menjadi 50 ribu setelah tiga bulan.

Kita semua mencoba bertahan di dunia yang menyedihkan ini.

Kau seharusnya tidak mempermasalahkan hal kecil seperti itu.

Tidak mempermasalahkan sesuatu tidaklah mudah. Benar-benar membutuhkan kerja keras.

Kenapa kau tertawa?

Aku sangat merindukannya.

Kritikanmu.

Suaramu.

Aku biasa menjadi sangat malu dengan keluhanmu.

Tapi aku...

Aku tidak tahu kalau kau kesepian.

Aku baru menyadarinya setelah aku menjadi kesepian.

Berhenti!

Kau mempermalukanku tadi.

Aku bisa melihatmu tersenyum./ Aku tidak tersenyum.

Kau baru saja tersenyum./ Aku tidak tersenyum.

Maafkan aku. Aku tidak memperhatikan.

Gempanya sudah lama berlalu.

Aku tidak salah mengira.

Sama sekali tidak.

Kau konyol sekali.

Hei.

Suatu kehormatan bisa bertemu wanita cantik dirimu.

Biarkan aku mentraktirmu makan siang.

YEON Jung-in dan LEE Doo-hyun!

YEON Jung-in dan LEE Doo-hyun?

YEON Jung-in dan LEE Doo-hyun!

Hujan sedang turun di luar.

Jatuh menyirami hal yang baik dan buruk sama banyaknya.

Bagi mereka yang tak layak mendapatkan cinta, mereka yang tidak menghargai cinta.

Cinta juga menghujani semua orang. Lalu mengapa menghindarinya?

Jika kau merasa tersiksa dari godaan cinta...

...satu-satunya cara untuk menghentikannya adalah dengan menerimanya.

Berikutnya ada pendengar lain.

Seorang ibu rumah tangga yang jatuh cinta dengan seorang pemuda./ Astaga.

Pokrati Takara dari Afrika Selatan.

Apakah dia ada di telepon?/ Ya.

Penerjemah sudah siapp./ Aku tahu sedikit bahasa Afrika.

Kau mendengarkan suara pacarku yang sedang mencium Tn. JANG.

Aku bukan pencium yang baik.

Tapi aku melihat kalau Tn. JANG sangat terampil dalam hal itu.

Dan sekarang, mereka sedang berhubungan seks.

Tuan Jang dan...

Kau keparat!

Hei!

Mati saja kau bajingan!

Hei!

Seseorang hubungi polisi!

Dasar kau bajingan.

IDFL๏ฟฝ Subs Crew http://idfl.us

Penerjemah : Sue Valentino & Robandit

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.