Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sudah punya pacar?
Belum punya. / Sudah.
Tidak ada.
Berharap. / Belum punya.
Itu soal pribadi. Tapi mungkin akan menyenangkan.
Saya sudah punya istri. / Saya itu...
Masih lajang.
Apa tipemu?
Tipeku? / Orang Eropa.
Ukuran C. / Campuran.
Sopan. / Chompoo Araya. / Playboy pasti menyenangkan.
Tak pernah pikir macam-macam. / Jangan yang bermata juling.
Anda pasti bertanya, siapa yang anggap saya menarik?
Jika bisa pilih siapapun di sini, siapa yang akan kau pilih?
Jika saya harus memilih seseorang di sini?
Apa Anda tanya soal ini ke semua orang?
Saya lebih baik sendiri.
Boleh saya pergi sekarang?
Benarkah?
Ya, pasti benar, Thip.
Kau jangan senaif itu.
Kalau mereka tidak pacaran, berarti tak bisa minum dalam sedotan yang sama.
Mereka pura-pura, padahal mereka sudah pacaran.
Serius. Di kafe itu, aku lihat dia memegang bokongnya.
Semuanya, mohon masuk ke ruang rapat.
ATM Er Rak Error
Sebelum kalian mulai bekerja di sini...
...kalian menandatangani kontrak kerja...
...dengan pasal "Tidak boleh ada hubungan khusus antar karyawan".
Berdasarkan stastisitik di Jepang...
...100% karyawan punya hubungan spesial dengan rekan kerja...
Aturan konyol. Kalau mereka memang ingin pacaran, kenapa dilarang?
Benar. Aturan bodoh.
...dan 46,7% lainnya, berkonspirasi untuk melakukan kejahatan...
Sekarang, di departemen kita...
...sudah ada yang melanggar aturan ini.
Nona Ning.
Sial. / Kau...
Pak Aek.
Ikut ke ruangan saya.
Brengsek. / Kau kenapa?
Aku bilang ke Aek untuk melihat payudaranya Ning setiap hari.
Baru saja aku minta dia untuk melihatnya.
Jauh-jauhlah dariku. Aku tidak akrab denganmu.
Oh, foto itu di ambil pada masa orientasi.
Yah, aku dan Ning sudah akrab sejak kuliah.
Benar. / Iya kan? / Akrab sekali.
Seperti kakak adik.
Kalian seakrab ini?
Oh, itu sesudah pesta.
Semprotan air, banyak yang begitu. / Ya, ya, bersenang-senang.
Sekedar mabuk. / Benar-benar mabuk.
Bagaimana dengan yang ini?!
Oh, itu cuma permainan.
Benar. / Itu cuma permainan.
Permainan apa?
Permainan mengoper semangka.
Benar. Cuma saling mengoper.
Ya, banyak yang memainkannya. Itu semangka, bukan lidah.
Kalau itu semangka...
...yang ini pasti hotdog.
Siapa yang pasang foto itu?
Aku tidak tahu.
Nona Jib. Itu tidak seperti yang terlihat...
Baiklah...
Kalau begitu, kau dan Aek harus putuskan siapa yang "tangannya bekerja."
Maksud Anda "siapa yang berhenti bekerja," ya?
Aku tak tahan lagi. / Hah?
Aku sudah tak tahan dan memecat orang-orang.
Kalau ada yang tahu tentang kita, aku harus lakukan apa? / Jib.
Jib, jangan paranoid. Takkan ada yang tahu tentang kita.
Apa ada yang mengikuti kita?
Tidak. / Aku kan sudah bilang, periksa, periksa!
Sudah!
Kalau begitu...
...bagaimana kalau kita bawa pasangan palsu ke kantor?
Pasangan palsu? / Ya, pasangan palsu.
Siapapun, sewa satu. Pembantu atau siapapun. / Astaga!
Jangan berdebat denganku.
Jib, hentikan.
Tidak perlu tahu siapa kita
Tidak perlu untuk berkata.
Ini adalah tekanan yang harus kuhadapi
Aku telah menyerahkan semua hatiku kepadamu
Mulai deh.
Ini semua salahmu.
Kau yang memulai duluan.
Kau yang duluan mulai.
Duluan? Kapan aku lakukan itu?
Nona, sudah sampai. Silahkan.
Panggil saja saya Jib. Kita kan seumuran.
Oke.
Aku akui itu.
Tapi kau juga merayuku.
UNTUK ANDA. DOKUMEN YANG SANGAT PENTING.
Apa ini?
Dokumen ini sangat rahasia.
Penting untuk perhatianmu.
Jangan terkejut, aku cuma mau bilang padamu...
Gadis ini... manis sekali.
Kau terlambat. Jangan harap aku akan bayar gajimu.
Kau boleh ambil uangku, tapi jangan melukai hatiku.
Ayo putus saja.
Apa?
Kau kenapa? Itu bukan solusi.
Kita ini pasangan atau selingkuhan? Kenapa kita harus sembunyi seperti ini!
Ini membuatku frustasi.
Kalau begitu ayo kita menikah.
PAKET PERNIKAHAN
Terima kasih.
Jadi pestanya tanggal 31 Oktober?
Pas hari Halloween?
Tolong dalam 2 minggu Anda lunasi uang mukanya 150.000 Baht.
Selamat ya.
Sekarang tersenyum? Senang ya? / Apa?
Sekarang sudah baikan?
Jadi kau sudah melamarku? Nanti tidak boleh gugup, oke?
Memangnya aku pernah ketakutan?
Halo, Nona Jib.
Jangan macam-macam di sini.
Kemarin waktu aku melamarmu, aku cuma bercanda.
Kau kelihatan stress. / Tak mungkin.
Usiaku sudah 27 tahun, aku tak akan melepaskanmu.
Ya ampun. Pemaksa sekali.
Aku juga sudah beritahu keluargaku. Orang tuaku senang sekali.
Kata mereka kau harus mengundurkan diri. Jadi kau dapat membantu di pabrik.
Tunggu.
Aku tidak bilang akan mengundurkan diri.
Kau duluan.
Kau duluan kan yang melamarku.
Ya. / Ya.
Aku memang melamar tapi aku tak bilang akan berhenti.
Jib, sebaiknya kau yang mengundurkan diri.
Aku akan menjagamu.
Dan mengapa bukan aku yang menjagamu? / Pria apa yang membolehkan hal itu?
Membolehkan? Sekarang kan sudah biasa.
Normal jika kau ini mucikari.
Tapi penghasilanku lebih banyak darimu. Kau berhenti! / Kamu yang berhenti, Jib!
Halo. / Halo. / Hai.
Nona Jib. Ini anak saya.
Baru dapat gelar master di Cornell. Dia yang akan beri pelatihan di sini.
Halo.
Nama saya Yo.
Kalau kalian tanya bagaimana perasaan saya ada di sini...
...saya akan beritahu kalian kalau saya sangat bersemangat.
Dan jika kalian berpikir apa yang saya rasakan...
Memang siapa yang tanya?
Iya.
Orang tuanya pasti menjatuhkan dia saat masih kecil.
Benar. Dan kepalanya terbentur tanah terlebih dahulu.
Saya...
...merasa sedikit tertekan.
Tapi jika kalian tanya apa saya takut?
Saya tidak takut.
Karena saya yakin itu.
Saya bergabung dengan team yang terdiri dari...
...orang-orang profesional.
Terima kasih banyak.
Jadi, semuanya, tolong ya.
Tidak perlu sungkan dengan saya.
Apapun yang kalian ingin...
Kau tahu aku bisa saja memecatmu.
Jangan terintimidasi.
Anggap dia sedang magang di sini...
...yang juga harus bekerja tepat waktu.
Kalau kau memecatku, aku akan lapor ke atasanmu!
Tidak ada pengecualian.
Jika dia melanggar...
...kalian bisa memberitahu saya.
Ayah. Soal aturan yang tak boleh berhubungan lebih dari teman...
...tidak berlaku untuk pegawai magang...
...seperti aku kan?
Tidak, tidak berlaku.
Itu melegakan.
Itu berarti...
...saya bisa mendekati...
Nona Jib.
Anda bergurau, kan?
Ini bukan gurauan.
Ini sungguhan.
Nona Jib.
Nona Jib. / Ya?
Bagaimana sistem perangkat lunak baru?
Kami sudah mulai menerapkannya di Chonburi.
Stadion sudah dipenuhi oleh fans Buriram.
Tapi mereka tak bisa meredam sorakan fans Chonburi.
Permainan baru saja dimulai, Chonburi yang mendapatkan tendangan pertama.
Piphop menendang bolanya ke samping kiri Therdsak...
...dan mengoper ke Nattapong.
Hei, cepat!
Hei!
Ada apa?
Kenapa ini dalam bahasa Jepang?
Coba kulihat.
Bagaimana mengubah ke bahasa Thailand?
Bagaimana aku tahu? Semuanya dalam bahasa Jepang.
Kau tidak bisa?
Brengsek!
Mungkin yang satu ini?
Lihat, keduanya di posisi yang sama.
Kau yakin?
Burirum mendominasi lapangan.
Sekarang satu lawan satu.
Ya… diselamatkan oleh Sintawee! Oh, padahal sudah dekat!
Kau yang memutuskan.
Aku yakin pasti ini.
Chonburi Chonburi.
Burirum!
Wasit ke 4 menambahkan 3 menit di paruh pertandingan pertama.
Total tarikan
Satu, dua, tiga, empat...
Sisa saldo = 17.500
Saldo tersedia = 17.500
Hore!
Ada apa, Pued!
Halo, Pad!
Datang ke ATM sekarang!
ATM-nya mengeluarkan uang gratis.
Apa? Aku tidak dapat mendengarmu.
Aku bilang ATM-nya mengeluarkan uang 2 kali lipat.
Apa? Gratis apa?
ATM-nya mengeluarkan 2 kali lipat uangmu!
Apa itu dua kali?
ATM-nya mengeluarkan 2 kali lipat uangmu!
Yang di depan kantor Asuransi Thailand.
Oke, sampai nanti.
Kenapa kau bicara dengan logat Utara?
Bukan.
Aku bilang ATM-nya mengeluarkan uang 2 kali lipat.
Hah! ATM-nya mengeluarkan uang gratis!
Sial! Mati Kita!
Direktur Departemen ATM
Bagaimana bisa ATM memberikan tambahan 130.000?
Orang IT kita sudah memeriksa sistemnya.
Ada kerusakan di peralatan sistem yang baru.
Kau sudah memeriksa CCTV-nya?
Gambarnya kenapa?
Kenapa kalian ceroboh membiarkan orang...
...menempel iklan pembasmi hama di situ?
Saya sudah telepon mereka untuk komplain.
CCTV yang di posisi atas...
...pasti merekam sesuatu kan?
Apa ini?
Teknisi yang memasang peralatan ini…
Mereka berusaha kembali untuk menyelesaikan masalah ini.
Tapi...
Cabut kabelnya.
Teknisinya bilang...
...semua orang yang terlibat, mengambil uang itu...
...saat istirahat sepak bola di babak pertama.
Jam berapa saat itu?
Periksa waktu yang tercantum dari ATM...
...kalian akan mendapatkan semua nama yang melakukan tarikan.
Seperti yang tadi sudah saya beritahukan...
...ada yang salah di peralatan itu.
Jadi semua nama yang ada di daftar itu...
...tidak tercantum jamnya.
Yang artinya...
Tidak ada cara untuk menyelusuri...
...siapa saja yang melakukan penarikan dengan uang tambahan?
Dari informasi yang sudah kita miliki...
...saya bisa bilang kalau kita tidak punya apapun.
Sudah berapa lama kau bekerja di sini?
Hampir 10 tahun.
Sebelum rapat Direksi Jumat depan...
...saya harus tahu siapa saja yang melakukan penarikan.
Kalau tidak berhasil...
Maka saya akan memotong bonus 10 tahun!
Kalian berdua!
Tapi itu kan cuma 130.000 bath.
Tidak sebanding dengan 10 tahun bonus kami.
Ini bukan soal uang.
Ini soal kepercayaan terhadap bank kita.
Nona Jib.
Nona Jib apa hatimu masih terbuka?
Hatiku masih terbuka.
Dan cukup untuk menyimpanmu di sana.
Apa kau mau mengubah nama belakangmu...
...dengan namaku?
Wow.
Ini kesempatanmu untuk mencobanya.
Yang aku takuti hanyalah kau akan menyukainya.
Sangat menyukai nama belakangku.
Ini bukan ancaman, tapi ini cuma seperti makanan pembuka. Berhentilah!
Kalau aku jadi Jib...
...dan ada seorang pria menyanyikan lagu seperti itu padaku...
...aku akan lompat dari jendela.
Jib mulai tergoda dengannya.
Aku dengar mereka akan ke luar kota bersama.
Oh ya?
Ya, luar kota.
Menginap.
Aku yakin kali ini Yo dan Jib...
...akan melakukannya dengan tuntas.
Iya kan?
Aku iri sekali dengan Yo.
Perhatikan baik-baik, payudara Jib lumayan besar.
Dadanya memantul saat dia jalan.
Bulu kudukku berdiri.
Argg! Argg!
Kau kenapa, hah?
Aduh, maafkan aku.
Aku terlalu kencang mengayuhkan tanganku.
Apakah merah?
Jika tidak diperhatikan, kau tidak akan melihatnya.
Kenapa kau keras sekali memukulnya?
Mataku hampir keluar. Aku tidak mau main lagi.
Baiklah, kau yang dapat nilainya. / Kau saja.
Kalian berdua saja?
Orang akan bilang kau wanita murahan.
Kenapa orang-orang harus berpikir sekotor itu?
Kami pergi bekerja.
Kalau begitu pergi denganku.
Aku tidak bisa.
Orang-orang akan membicarakannya.
Kalau begitu beritahu aku apa yang sedang kau kerjakan?
Aku yang akan melakukannya.
Ini di luar kemampuanmu.
Oh ya? Mereka mengirimmu untuk menghentikan banjir?
Bukan, ATM di Chonburi tidak sengaja mengeluarkan 130.000.
Pihak bank mau tahu siapa yang melakukan penarikan.
Aku harus mengembalikan uangnya.
Cuma begitu?
Gampang sekali.
Tidak segampang itu.
Kalau kau berhasil, aku akan mengundurkan diri.
Baik. Kau sendiri yang bilang ya.
Jika aku bisa melakukannya, kau akan berhenti.
Dan bagaimana jika kau tidak bisa?
Maka aku akan berhenti.
Aku akan ingat perkataanmu.
Aku senang pacarku tidak mengidap penyakit hilang ingatan.
CD player. Trek satu.
AUMMARA LAUNDRY
Untuk mencintai, harus mengambil resiko. Jam 1 siang di depan rumahmu.
Apa itu di tanganmu?
Permen karet.
Sini Ibu lihat!
Kenapa kau telan permen karetmu?
Kau mau menemui pecundang itu lagi kan?
Dengar ya, Gob.
Kau bisa bicara apapun kepada Ibu.
Ibu akan selalu...
Maaf, Bu.
Hei, Gob! Aku ini Ibumu.
Dasar kurang ajar! Brengsek.
Bank JNBC, cabang Chonburi
Nona Jib sudah lihat semua rekaman ini, kan?
Sudah.
Ini daftar orang yang melakukan penarikan pada hari itu.
Semua ini?
Benar.
Dan Nona Jib sudah melihat daftar ini, kan?
Benar.
Semakin bertumbuh, ya?
Sementara ditutup
825 orang, aku punya 7 hari.
Perhari meng-interview 100 orang.
Seharusnya tidak masalah.
Pasti bisa.
Sial! Tidak mungkin!
"Hole in one" (Langsung masuk lubang).
Bagaimana bisa jatuh ke dalam lubang kecil ini?!
Sial! Sial!
Seharusnya kau tak perlu menemaniku.
Tidak, aku harus.. karena...
...sudah gelap dan berbahaya di sekitar sini.
Kau tak pernah tahu ada orang gila keliaran di sekitar sini.
Bagaimana perkembangan kasus itu?
Belum ada kemajuan.
Tolong ditindak-lanjuti...
...dengan memeriksa Pak Sua juga.
Kenapa kita harus lakukan hal itu?
Aku sedang mengevaluasi kinerjanya.
Dan aku tak mau dia tahu.
Oh begitu.
Ya.
Kau benar-benar pekerja keras.
Oh, Nona Jib.
Kalau aku mau memberitahu sesuatu...
...apakah kau akan...
...merasa...
...tidak nyaman?
Yah...
Kau benar-benar luar biasa saat kerja.
Manis dan sangat bertanggung jawab.
Aku mau terus terang.
Kau itu tipeku.
Sebentar.
Halo, ada apa, wanita jalang!
Semalam aku mabuk sekali.
Aku harus berpegangan di toilet untuk muntah.
Benar kan, lalu?
Ya, Jalang, aku bahkan tak mau membual.
Sebentar.
Terima kasih telah mengantarku.
Sial rasanya.
Brengsek! Bau seperti muntah. Dasar jalang.
Dan rokok yang kau beli kemarin.
Bicara soal rokok, tenggorokanku jadi gatal.
Apakah ada tukang kunci di daerah sekitar sini?
Naiklah, aku akan mengantarkanmu.
Apakah kau berasal sekitar sini?
Bangkok.
Halo. / Ada yang bisa aku bantu, Pak Sua?
Tolong aturkan jadwal untuk bertemu dengan...
...orang-orang yang tercantum di daftar tersebut untuk besok?
Oh, tentu. / Aturkan sebanyak kau bisa.
Pak Sua, pertemuan ini untuk apa?
Aku rasa orang yang menarik uang tambahan tersebut ada di daftar itu.
Oh, begitu. Oke.
Oke, terima kasih.
Dan mengapa kau di sini?
Ada urusan pekerjaan yang harus diselesaikan.
Kau bekerja di bank?
Kau yakin ada tukang kunci di sekitar sini?
Hei! Hei! Hei! Hei!
Hei, mobilnya kenapa?
Padahal masih ada bensinnya. Ya Tuhan.
Apa?
Maaf.
Bisakah kau mendorong mobilku?
Benar-benar bukan hariku.
Sial.
Hei.
Kau mau kemana? Kembali!
Kau lupa sesuatu?
Aku! Hei!
Sial!
Sial!
Sial! Tidak heran dikunci rapat.
Hei! Apa yang kau lakukan di situ?
Tolong jangan tembak. Jangan tembak.
Hei! Hei!
Gob.
Pued, Pued. Ke sini!
Sebentar.
Gob.
Tolong dijaga baik-baik...
...hatiku. / Tentu saja.
Aku cuma punya satu...
...dan aku tak mudah memberikannya ke orang.
Iya.
Aku...
...cuma memberikannya ke orang yang benar-benar aku cintai.
Aku mencintaimu.
Peud, cukup sudah.
Lihat dia. Dia terlihat seperti orang yang kebelet pipis.
Imut sekali.
Sudah, hentikan. Kita harus pergi sekarang. Cepat.
Kita harus bagaimana?
Uangnya sudah kugunakan untuk membeli motor.
Kau masih beruntung.
Lihat aku. Mereka pasti akan mencabut gigiku. Aku harus apa?
Kita bakar dia!
Tetapi nanti ada asapnya.
Kalau begitu tenggelamkan saja.
Mayatnya akan mengapung. Pikir yang cerdas, Bodoh!
Kita umpankan ke ikan hiu?
Takkan ada tulang yang tersisa.
Takkan ada tulang yang tersisa.
Berapa jumlah uang yang kita ambil?
Jumlah kita berdua...
...sekitar 30.000-an.
30.000-an.
Dan kau mau bunuh orang karena itu?
Jadi apa yang harus kita lakukan?
Aku tidak tahu.
Yang aku tahu, aku kepanasan! Panas! Cepat buka jendelanya.
Terima kasih.
Maaf, semua yang akan diwawancara sudah di sini?
Hei... Kau.
Nona Jib. / Ya?
Apa yang kau lakukan di sini? / Untuk melihat kau, Pak Sua.
Manajer.
Nona Jib baru tiba. Dia pasti lelah. Mungkin secangkir kopi bisa membantu.
Tolong ambilkan dia.
Tentu. Tentu.
Bagus kau ada di sini...
Jadi kau bisa lihat seorang profesional menyelesaikan pekerjaannya.
Ya.
Kau benar-benar professioonal.
Tapi kenapa belum ada seorangpun datang? / Sebentar lagi.
Benarkah? / Ya.
Tuan Profesional.
Mau makan mie?
Mie sudah mulai basi.
Aku harus pergi.
Melihat profesional sepertimu, membuatku makin lelah.
Aku prihatin. Ada 100-an orang yang sudah menarik uang.
Bagaimana caranya kau tahu orang-orang tersebut?
Jadi... Jangan menyerah. Semangat!
Itu dia!
Pued, jariku terjepit.
Mari kutolong.
Ini pertolonganmu?
Jariku mau putus. / Maaf.
Pued, kau yang lihat, apa dia sudah pergi?
Dia mau menyeberang ke sini.
Tak apa. Pued. Pergilah dari sini.
Jangan khawatirkan aku.
Baiklah. / Tapi, Pued...
Aku kan cuma mengujimu.
Kau adalah teman sejatiku.
Hei kau!
Kenapa kemarin kau meninggalkanku?
Siapa yang meninggalkan? Kau yang kemana?
Aku pergi mencari toilet, dan kau menghilang.
Aku menyetir semalaman mencarimu.
Pad.
Bukankah dia ini...
...yang kau bilang datang untuk mengambil uang?
Itulah dia...
...yang mengambil uangnya.
Aku rasa tidak. / Benar.
Saudaramu meninggal bulan lalu.
Insiden ATM terjadi minggu ini. Dia bukan pelakunya.
Apa yang kalian lakukan di sini?
Apa kalian kerabat almarhum?
Benar. / Bagus.
Almarhum sudah membuat takut semua orang setiap malam.
Sangat menakutkan!
Kalian harus panggil arwahnya dan tuntun dia pulang.
Tunjukkan arah pulang dengan lengkap, ya.
Dari pintu masuk kuil, belok kiri ya.
Lewati jembatan. Di persimpangan, belok kanan.
Bila bertemu 7-Eleven...
...belok ke sana dan turun.
Hingga kau sampai di rumah nomor 114.
Itu kan rumahku?
Iya.
Astaga!
Nona Aummera Pornsuchart
Nona Aummera Pornsuchart
Halo Manajer.
Aku ingin minta tolong.
Ya, Nona Jib, apa yang bisa saya bantu?
Tapi kau tidak boleh memberitahu Bapak Sua.
Hei, berhenti. Berhenti di sini.
Hilang. Hilang! Mobilku diparkir di sini.
Mobilku hilang!
Dimana mobilku?
Saya tidak bohong, sungguh.
Kuncinya jatuh ke lubang selokan.
Saya tidak bilang Anda berbohong.
Tapi Anda tak bisa mengunci mobilmu seperti itu.
Begini saja...
Bawa kemari surat-surat mobilmu untuk verifikasi.
Nanti Anda bisa dapatkan lagi mobil ini.
Nak...
Punya pistol? / Tentu. Jenis apa?
Yang modifikasi atau standar?
Standar. / Pendek atau panjang?
Pendek juga boleh. / Gas atau angin?
Angin.
Revolver atau magazin. / Magazin.
Hitam biasa atau mengkilap? / Hitam biasa.
Tunggu sebentar. / Oke.
Habis.
Jadi apa yang kau punya? / Tidak ada. / Astaga.
Kalau begitu kenapa banyak tanya? Kau buang-buang waktuku saja.
Saya punya borgol.
Anda mau? / Mau.
Yang dari logam atau...
Logam atau apapun, ambil saja! Bawa semuanya ke sini, nanti aku pilih.
Minta air juga?
Air dingin atau...?
Bawa saja semua yang di kulkasmu! Air kristal juga!
Bagaimana kalau habis...? / Ya sudah, bawa apa saja.
Astaga!
Aummara Pornsuchart
Halo, Tharachonburi Hotel.
Ya, saya kirim fax, ya.
Silahkan.
Kau ditangkap!
Ditangkap? Dari mana Bapak dapat seragamnya?
Saatnya untuk penyelidikan. / Apa?!
Ayo kita tangkap kriminal.
Nona Jib - Kantor Pusat
Kau sudah mengirimkan saya faks?
Segera saya kirimkan.
Saya belum terima. Apa kau lupa?
Tidak, saya tidak lupa.
Maaf Pak Sua.
Istri saya butuh saya untuk bantu tugasnya.
Tidak apa-apa.
Saya bisa mengatasinya sendiri.
Kirim Faks
Permisi. Boleh saya pinjam mesin faks-nya?
Silakan, Letnan. / Terima kasih.
Hai! Apa Anda terima fax saya tadi?
Yang ditujukan ke Nona Jib?
Kamar 8005, kan?
Kamar 8005.
Ini hotel apa tadi?
Ini air.
Ini Tharachonburi Hotel.
Bisakah Anda periksa apa fax-nya sudah masuk semua?
Karena saat saya mengirimnya, ada yang salah.
Oh, mohon ditunggu.
Baik.
Ah.... ah... ah....
Sebentar.
Faxnya tidak ada masalah.
Dapatkah Anda baca sekali lagi? Apa isinya?
Tidak ada pesan di dalamnya.
Cuma fotocopy kartu identitas.
Hah?
Fotocopy kartu identitas?
Kartu identias siapa?
Bukankah Bapak yang mengirimkannya? Seharusnya kan Bapak tahu.
Oh, ya. Maaf.
Saya lupa. Terima kasih banyak.
Ah... Ah... Ah...
Pak, es batunya aneh? Tidak dingin sama sekali.
Gigi palsuku. / Apa?!
Hotel Tharachonburi
Halo?
Ada fax untuk Anda di meja resepsionis.
Oke.
Hei, kau! / Hei!
Geser.
Anda polisi? / Ya.
Ayo sekarang kita ke Tharachonburi.
Ya, Pak.
Hei, ikuti mobil itu, cepat!
Cepat!
Baik.
Jasa Binatu Aummara
Pak, kenapa wanita itu masuk ke toko Ibu Aum?
Dia berusaha mengambil kembali uang bank.
Kalian tidak berada di tim yang sama?
Ya, kami di tim yang sama.
Ibu Aummera, kan?
Ya, saya Aum.
Mau menitipkan cucian?
Tidak, saya dari Bank JNBC.
Oh, ada yang bisa saya bantu?
Anda menarik uang tunai dari ATM yang mengeluarkan uang 2x lipat, kan?
Tidak. Saya tidak tahu apa yang sedang Anda bicarakan.
Benarkah? Saya rasa Anda tahu.
Tarikan Anda...
...sangat tidak biasa.
Apa yang Anda maksud dengan tidak biasa?
Apa saya gunakan siku saya untuk menarik uang?
Bukan itu. Tidak biasa karena...
Pada tanggal 2 Oktober...
...Anda melakukan 6 kali penarikan beruntun.
Yang pertama 10.000 Baht.
Yang ke dua, 10.000 Baht.
Dan 3, 4, dan 5 lainnya, 20.000 Baht.
Dan yang terakhir 16.000 Baht.
Seluruhnya 76.000 Baht.
Biasanya untuk menarik 76.000 Baht...
...Anda menarik 20.000 Baht sebanyak 3 kali.
Dan 16.000 akhirnya.
Benar?
Lalu kenapa jika saya menarik uangnya dengan cara begitu?
Saya bebas menarik uang saya seperti yang saya mau kan?
Saya tidak bilang Anda tidak bisa. Tetapi sepertinya...
Setelah Anda tahu...
...kalau ATM-nya mengeluarkan uang tambahan...
...Anda melakukan 5 penarikan lagi.
Jadi, Anda dapat tambahan uang 2x lipat, kan?
Bukankah itu mesin cuci baru?
Tolong siapkan uangnya besok.
Saya akan datang untuk mengambil uangnya.
Apa yang selanjutnya kita lakukan?
Ikuti dia.
Saya butuh kamar. / Tipe apa?
Saya mau kamar 8004.
Jika kau terus bersikap seperti ini, aku takkan memberimu tanda "suka".
Mari kita berdua mengambil 1 langkah ke belakang.
1 langkah ke belakang.
Langkah ke belakang? Omong kosong!
Tidak mau.
Halo.
Apa kau sudah pulang? / Sudah, beberapa saat lalu.
Aku menyetir, bukan jalan. Ada apa?
Besok kau ada waktu?
Bisakah kau bertemu ibuku?
Dia mau menghitung berapa orang untuk makan buffet-nya.
Besok ya?
Tidak bisa, sibuk sekali.
Oh, tidak apa-apa. Aku saja.
Tentang berhenti bekerja... Siapkan dirimu. Aku yang akan menang.
Lihat, bulan sedang tersenyum ke kita sekarang.
Apa hubungannya bulan dengan ini semua?
Kau tidak masuk akal.
Kenapa kau ini? Bagaimana kalau aku kena serangan jantung?
Jika kau serius dengan taruhan kita...
...kau setidaknya bisa mengganti mobilmu.
Jika kau ingin curang, jangan tertangkap basah seperti ini.
Memalukan sekali!
Kau juga curang. Bergaya seperti polisi...
Kau seperti tukang pos!
Sejauh ini berhasil.
Sebaiknya kau siap-siap untuk mengundurkan diri.
Wanita dari toko binatu itu...
...sudah mengembalikan uangnya kepadaku.
Mana uangnya? Tunjukkan?
Di Bank!
Selama kita bersama 3 tahun...
...aku tahu kalau kau sedang berbohong.
Lubang hidungmu akan bergerak seperti itu.
Lihat!
Dasar juling! / Apa?
Dahi berbulu!
Mau kemana kau? Jangan lari! Dasar penakut!
Mata Juling!
Dasar genit!
Tunggu, kau bicara dengan siapa? Aku tidak bisa tahu dari matamu.
Hei, tunggu. Tunggu. Tisu? Itu tidak sakit.
Aduh.
Awww! / Upss.
Siap-siap kalah ya
Inilah wajah orang yang mengundurkan diri
Jib… sebaiknya gunakan waktumu untuk menjadi istriku… Sua.
Nona.
Apa Ibu Aummara ada?
Nona!
Apa Ibu Aummara ada?
Ibu sedang keluar.
Kemana dia?
Kau tidak akan tahu tempatnya. Mari aku antar.
Hei, biar saya saja yang bawa.
Bawa sepedanya?
Tentu saja!
Jangan, nanti Anda pura-pura mengerem mendadak.
Lebih baik aku saja.
Hei, jangan lupakan aku.
Bu. Ibu. / Ada apa?
Ada yang mencari Ibu.
Ya, pak petugas.
Dia bilang, ibu mengambil uang tambahan dari ATM...
...dan dia mau bertemu Ibu. Jadi aku bawa kemari.
Uang apa ya? Saya tidak mengerti apa yang Anda maksud.
Saya tidak mengambil uangnya.
Ibu memang tidak mengambil uangnya.
Tempo hari ada pelanggan lupa 20 Baht di kantongnya.
Dan Ibu mengembalikannya.
Putriku tersayang.
2 - 3 Baht-pun saya kembalikan.
Tapi jika kau tidak percaya, Ibu bisa bersumpah di depan Budha.
Bu!
Bu!
Bu!
Sial, pembalap "Tour de France".
Terima kasih.
Pak, bisa antar ke binatu Aummara?
Aku sedang tidak bertugas.
Itu bukan ruteku.
Cobalah mobil yang lain.
Tolong, pegang dulu ini.
Apa ini?
Itu Kodok!
Saya lagi di rumah sakit ya?
Bukan, Anda ada di bank.
Apa?! Bank?!
Bank?! Tolong aku.
Saya tidak mengambil uangnya. Saya tidak tahu apapun.
Saya tidak mengambil uang tambahannya.
Sumpah!
Wow, tampan sekali.
Tolong perhatikan ibumu.
Jangan biarkan dia berikan uangnya ke wanita yang dari bank itu.
Janji? / Tidak masalah. Aku akan mengurusnya.
Ya ampun, aku terperangkap dalam apa ini!
Mari kita bergaya! 1… 2… 3!
Kita serasi sekali ya?
Lihat yang ini. Manis sekali.
Lagu apa itu?
Lagu pernikahan yang biasa dinyanyikan di gereja.
Bukan, itu lagu untuk iklan ayam "5 Bintang".
Benarkah?
Gob!
Apa yang kau lakukan di sini dengan…
...dia?
Tidak apa-apa. Kami tak sengaja bertemu.
Apa yang di tanganmu itu?
Teganya kau foto pernikahan dengan dia?
Bagaimana denganku? Bagaimana aku?
Hey, kalian pacaran ya?
Iya. / Tidak.
Cuma berteman. / Teman?
Dulu kuakui kalau aku punya rasa padamu, Peud.
Tapi sekarang aku menyadari bahwa...
...bahwa dia orangnya.
Jangan salah sangka dulu, Peud.
Tidak ada yang terjadi di antara kami.
Jika ini membuatmu bahagia...
...maka aku akan pergi.
Bagaimanapun, ini adalah kesalahanku.
Hatiku jatuh terlalu cepat.
Hei, kenapa kau tidak jelaskan semuanya ke pacarmu?
Terima kasih jika kau sudah mengerti.
Sial. Kenapa tidak ada yang mendengarkanku?
Tunggu, Peud.
Kamu mau kemana?
Motor sial-mu ada di sana.
Kau bilang "sial" padaku?
Jika aku tak punya pasangan untuk mengendarainya...
...maka sepeda motor itu tidak ada gunanya.
Pasti orang kaya.
Patah hati begitu saja langsung membuang motornya.
Bukan begitu. Dia bilang baru saja menang undian untuk beli motornya.
Sampai nanti di lapangan sepak bola. Penuh penyesalan, Gob.
Halo Pak Sua.
Ada paket dari kantor pusat untuk Anda.
Oh, itu pasti kunci dan registrasi mobilku.
Buka saja paketnya.
Jika benar, bisakah kau mengambil mobilnya dari kantor polisi?
Baiklah. / Terima kasih ya.
Siap untuk pergi?
Nona Jib, apa Anda buru-buru?
Pak Sua memintaku untuk mengambil mobilnya di kantor polisi.
Bagus. Kita bisa pakai mobilnya dulu, untuk menangkap para pencuri. Ayo!
Apa yang kau harapkan dari seseorang yang hanya teman baik?
Sudah 3 bulan, dan kau tidak pernah melamarku?
Hei, apa-apa'an ini?
Aku miskin. Darimana aku mendapat uang?
Bagaimana dengan yang kau bilang kau menang undian?
Bukannya kau melamarku, tapi kau gunakan untuk beli motor, kan?
Iya.
Jadi, tentang ATM yang mengeluarkan uang tambahan, kau mengambilnya juga.
Benarkah? / Benar juga.
Bolehkah aku kembali menjadi wanita yang mengendarai sepeda motormu?
Ciaat!
Hei Gob, apa yang kau lakukan?
Jadi kau mengakuinya, Pued.
Kau mengambil uang tambahan dari ATM, kan?
Pilih? Mengembalikan uangnya atau menginap di penjara?
Saya tidak tahu apapun.
Sial.
Kau tidak mau bilang? Manajer. Lakukan.
Kau tidak mau bilang?
Manajer, masukkan ke dalam bajunya.
Jangan, jangan, jangan. Hentikan. Saya akan bicara sekarang.
Kau masih tidak mau bicara?
Baik, kirim seseorang sekarang.
Saya di lapangan sepakbola.
18.000 Baht.
Saya mengambil 14.000.
Dan keluar lagi uang sejumlah itu.
Jangan. Itu gatal sekali!
Saya mengambilnya bersama dengan Peud.
Kami berdua mendapat 2x lipat.
Pued?
Pad juga?
Okay.
Aumma 78.000.
78.000.
Ekalak Sae-Zium.
18.000.
Jarun Foocharerm.
14.000.
78.000.
Ditambah 18.000.
Ditambah 14.000.
110.000.
3 orang semuanya 110.000.
Masih kurang 20.000?
Pakorn.
Kulariboriboon.
Kenapa namanya terdengar tidak asing?
Nona Jib, Nona Jib, berhenti!
Nona Jib, Nona Jib.
Berhenti! Berhenti!
Hei, apa yang terjadi?
Jangan berlagak bodoh.
Pakorn Kulariboriboon
Pakorn… seperti kenal.
Manajer!
Akui, atau uang yang kau ambil habis buat operasi lututmu.
Aduh.
Saya mengaku.
Saya menarik uang.
Setelah teknisinya menarik kabel ATM-nya...
Menyala!
...sayalah yang menyambungkan kembali kabelnya.
Dan mencoba menarik uang, hanya untuk memeriksa apakah masih ada masalah.
Aduh! Nona Jib. Aduh!
Nona Jib, tolong hentikan!
Saya memerlukan uang. Jadi saya melakukan tarikan.
Tetapi ATM-nya sudah di-set ulang.
Jadi saya tidak dapat uang tambahan, bahkan tidak 1 Baht-pun.
Iblis!
Bapak Aumnuay Chartchua. 20.000.
Baiklah. Aku sekarang mempercayaimu.
Berikan kunci bank-nya sekarang.
Kenapa Anda butuh kuncinya?
Halo Pak Sua?
Manajer.
Saya sedang di rumahmu.
Istri dan anakmu ada di tanganku.
Ada apa lagi ini, Anda mau apa?
Jika ingin mereka selamat...
...maka kau harus mengakui dan mengembalikan uangnya ke bank.
Mengerti?
Anda ingin saya mengakui apa?
Saya tidak mengambil uangnya. Mengapa Anda tidak bertanya Nona Jib?
Kalau begitu aku ingin bicara dengan dia sekarang.
Dia sudah tidak di sini. Dia pergi ke bank.
Ke bank? / Iya.
Oh, kau.
Apa ini! Ini!
Kenapa tanganmu? Permen M&M?
Kali ini kau keterlaluan. Sakit.
Bagaimana denganmu yang menakutiku? Itu juga keterlaluan.
Kau sedang apa di sini?
Kenapa aku harus beritahu?
Kau sendiri?
Jib, kau tak apa-apa?
Maafkan aku.
Dasar kau ular!
Diam di sini dan jangan bergerak!
Atau kutembak matamu!
Silakan. Aku tantang kau!
Kau mau punya suami buta?
Aduh… Waduh… Waduh
Ahhh ... Aduh… Waduh
Jib!
Nama atau password salah
Maaf, Pak, anak saya diare. Malam ini saya tak bisa bantu mengakses komputer.
Saya sudah beritahu Nona Jib, saya akan datang besok.
Apa?
Bolehkah aku mandi di sini?
Dia mengira aku butuh mandi.
Inilah malamnya.
SM3. Identitas Amnuay jadi milikku.
Dan akhirnya akulah pemenangnya!
Yess! Yess!
Bolehkah aku mandi di sini?
Air panas di kamarku bermasalah.
Kau boleh tidur di sini malam ini. Aku takut hantu.
Dia akan berpikir aku takut hantu.
Berpakaian seperti polisi? Akan kuajari dia.
Kau keterlaluan!
SM3. Data Aumnuay akan jadi milikku!
Dan akhirnya akulah pemenangnya!
Ha … ha … ha … ha …!
Kau bisa tidur di sini. Aku takut hantu.
Hei Jib.
Hmm?
Toko sudah mengirim desain undangan pernikahan.
Kau bisa memesannya. Aku tidak masalah.
Itu susu kedelai buatmu.
Terima kasih.
Bantu aku. Aku tak bisa menghabiskannya.
Tidak, minumlah. Aku sudah minum.
Kenapa kau terlihat gugup?
Kau gila ya! Itu kan cuma susu kedelai.
Jangan paranoid.
Apa susunya mengandung obat? / Obat?
Dengan obat tidur. / Kau mengada-ada.
Ini hari yang melelahkan.
Sekarang sudah malam.
Baru jam 8 malam.
Sial.
Aduh perih sekali!
Ayo kita bersenang-senang.
Bersenang-senang seperti itu?
Sua!
Semangat!
Manajer, boleh aku pinjam komputermu?
Mencari SM3 - Amnuay
Hah?!
Mati Saya!
Halo.
Hei Nak. Pistolnya sudah ada sekarang?
Ada. Jenis apa?
Yang persis aslinya. Minta dua ya.
Black forest atau coklat putih?
Aku pesan pistol, bukan kue.
Jangan nakal, atau kupukul nanti!
Letakkan senjatamu!
Ini palsu. Sudah kujatuhkan. Cuma pistol mainan.
Tolong jangan tembak. Jangan tembak!
Saya mohon, jangan tembak saya.
Halo Jib? Kau sudah keluar kan?
Tolong tebus aku keluar. Aku ditangkap.
Oh, kasihan sekali.
Kau ditangkap?
Apa? Jib... kau yang lapor ke polisi itu?
Aku kira kau suka diikat. Maka aku mengaturnya untukmu.
Kau selalu keterlaluan. Aku hanya bermain-main saja.
Kau benar-benar memasukkanku ke penjara. Ini akan masuk dalam catatan.
Tolong tebus aku keluar.
Jib!
Jib, apa kau dengar?
Halo, Jib!
Ada apa dengan komputernya?
Saya juga tidak tahu.
Kenapa passwordnya tidak bisa?!
Apa Pak Sua meminjam komputermu? / Iya. Tadi pagi dia memakainya.
Password komputer...
...nanti aku akan mengeluarkanmu.
Tidak akan.
Harimau.
Bukan.
Coba, Suriya.
Suriya.
S.. U.. R.. I.. Y.. A..
Tidak bisa juga.
Suankularb. 17 Mei 1981.
Mie instant.
Bukan.
Aduuuh ...
Liverpool.
Dia pendukung Liverpool kah?
Chompoo.
Chompoo Arraya.
Chompoo tetap tidak bisa.
Mau coba selebriti lain? Misal bintang Hollywood.
Jennifer. / Aniston?
Kim. / Bintang bertaburan di malam hari
Ketik!
Gagal lagi.
Jennifer Kim tidak bisa juga.
Kau ular (U.. S.. N.. A.. K.. E.)
Kau ular?!
Kau Ular! Kau ular! Ya! Berhasil!
Kau ular... Nona Jib, kau ular!
Maaf. Aku tidak membutuhkanmu lagi.
Passsword-mu tidak berhasil menahan ular sepertiku juga.
Aku sedang dalam perjalanan menemui orang terakhir.
Hei tunggu! Jangan ke sana. Rumahnya ada buaya!
Buaya?
Mau menakutiku? Aku bukan anak kemarin sore?
Jib, aku serius. Bahaya sekali, Jib.
Jib, lupakan uangnya.
Halo Jib? Jib?
Ada apa, Pak?
Pacarku pergi mengambil uang dari pria yang mempunyai buaya.
Apa? Mantan suamiku juga mengambil uang?
Apa? Dia suamimu?
Hey, Peud.
Kau yakin kau mau membantunya? Dia mencuri pacarmu.
Kalau pacar dia mati, dia akan sendiri juga.
Cinta sejati tak akan ke mana. Aku yakin itu.
Kau tidak memberitahuku kau memiliki seseorang.
Menyakitkan sekali.
Memalukan.
Halo, Halo, Jib.
Tolong.
Jib. Jib, kau tak apa-apa? / Tolong… / Jib!
Tolong. / Halo, Jib. / Tolong.
Aku sampai.
Tidak usah repot-repot datang kemari.
Segera pulanglah ke Bangkok dan mengundurkan diri.
Hey, Jib. Jangan masuk ke gudang!
Berbahaya sekali. Halo, Jib!
Hey, Pad! Cepatlah! Pacarku sudah di sana! / Siap!
Hei!
Jib. Jib, kau tak apa-apa?
Apa kau terluka? / Aku baik-baik saja.
Hei, ada apa ini?
Hei, jangan tembak!
Hei…
Hey ...
Jack.
Jack.
Jack. Jack, kau tak apa-apa?
Maafkan saya. Saya tak sengaja. Saya akan bawa ke dokter.
Kenapa kalian diam saja! Bantu aku!
Minggir semua. Permisi.
Apa ini?
Siapkan obatnya ...
Hei, kau sudah gila atau apa?
Apa kau benar-benar bertujuan ingin menembak anak-anak itu?
Aku hanya ingin menakuti mereka.
Aku tidak bermaksud menembak.
Tetapi pistolnya meletus secara tidak sengaja.
Dokter, bagaimana dengan anakku, Jack? Jack. Sayangku.
Lihat ayahmu.
Ketika kau kecil dan kepalamu terbentur, Ayah meminta Ibu untuk menjahit sendiri.
Bahkan kau tidak dibawa ke rumah sakit.
Tidak heran aku bermasalah. Jiwaku suka terguncang.
Aku membutuhkan cinta dari pria.
Dokter. Dokter.
Apa anakku baik-baik saja?
Maafkan kami. Kami sudah berusaha semampu kami.
Tapi buaya Anda terlalu banyak mengeluarkan darah.
Oh, tidak!
Ini juga tersangkut di tenggorokannya.
Apa itu?
Itu punyaku.
11.700 Baht? Kenapa begitu mahal?
Biaya tindakannya 1.200 baht.
10.500-nya lagi atas kerusakan peralatan.
Darimana aku dapat uang sebanyak itu?
Saya yang bayar.
Jika bukan karena saya...
...semuanya tidak akan terjadi seperti ini.
Semua orang melewati banyak permasalahan.
Terima kasih buat semuanya...
...karena sudah membantuku.
Sebenarnya, uang tambahan yang kau ambil...
...kesalahan bank juga.
Bapak dapat tambahan 20.000 Baht, kan?
Iya. Aku ingin mengembalikannya.
Uangnya sudah kugunakan untuk membeli Jack.
Nama lengkapnya Jackpot.
Peramal memberitahuku jika aku punya hewan peliharaan bernama Jackpot...
...maka akan menaikkan keberuntunganku.
Bagaimana denganmu, Bu Aumara?
Aku membeli mesin cuci baru...
...dengan semua uang itu.
Kalau kalian berdua?
Untuk uang muka beli motor.
Aku kemarin ini kehilangan gigiku...
...dan aku merasa malu.
Jadi kupakai untuk gigi emas palsu ini.
Oke.
Nanti saya sampaikan ke pihak bank.
Saya tidak akan beritahu siapa saja yang sudah mengambil uangnya.
Bagaimana dengan kesepakatan kita?
Kita hutang nyawa pada orang-orang ini.
Peud.
Peud!
Peud, berhentilah!
Ayo berbaliklah.
Imut sekali.
Kau gila. Romantis sekali.
Woiiiii!
Kalian berdua ini kenapa!
Kalian tidak sedang jatuh cinta, jadi tak akan mengerti.
Kau pikir, kau itu imut?
Ya ampun.
Membuang waktuku saja menunggu kalian, pecundang!
Wanita di kamar ini menitipkannya untuk Anda.
Terima kasih. / Kembali.
Pasang kembali bannya... untukku.
Bagaimana denganmu, Bu Aummara?
Aku menggunakan uangnya untuk membeli mesin cuci.
Kalau kalian berdua?
Untuk uang muka beli motor.
Aku kemarin ini kehilangan gigiku. Jadi kupakai untuk gigi emas palsu ini.
Bukti rekaman suara. Kasus: Kerugian uang tunai dari ATM
Boss, rapat hari ini ditunda.
Oke. Terus update saya.
Boss, tolong tanda tangan di sini.
Pelajari sekali lagi.
Pihak hukum sudah mempelajarinya? / Sudah.
Kau bisa mulai proses hukumnya.
Kita harus menuntut sampai akhir.
Bagaimana denganmu, Bu Aummara?
Aku membeli mesin cuci baru.
Kalau kalian berdua?
Kerja yang bagus, Nona Jib.
Iya.
Halo.
Ya, ini Ekaluck.
Apa?
Benarkah?
Hah!?
Hah!? Benarkah ini?
Pak Sua.
Kukira pacarmu akan mengurus ini?
Tapi kenapa pihak Bank masih menelepon kami?
Mereka bilang mereka punya rekaman suara kami dan akan menuntut kami.
Semuanya 130.000 baht. Sesuai dengan jumlah yang mereka ambil.
Bagus sekali.
Ya? / Nona Jib.
Pak Sua sudah mendapatkan uangnya dan mengembalikannya ke bank.
Tolong beritahu pihak hukum untuk membatalkan prosesnya.
Baiklah.
Ya?
Pak Sua, tolong ke ruangan saya?
Darimana mereka dapatkan uangnya?
Dari pinjaman.
Oke.
Karena kau sudah berhasil mendapatkan uangnya...
...berarti saya yang kalah.
Aku akan bicara dengan atasanku dan berhenti.
Jib.
Mereka tidak mendapat pinjaman.
Itu uang pernikahan kita.
Apa?
Kau menggunakan uang pernikahan kita untuk membayar?
Kau yang membuatku begitu.
Teganya kau tuntut mereka setelah yang mereka lakukan untuk membantu?
Jangan alihkan pembicaraan.
Kau tahu apa yang kau lakukan?
Bagaimana denganmu, Jib?
Kau maunya menang, tak perduli hal lain. Egois sekali. Begitu perilakumu?
Kau tidak ingin menikah kan?
Kau tidak pernah ingin melamar kan?
Itu hal yang berbeda. Jangan dicampur adukkan.
Akui saja.
Kau tidak ingin melamar. / Aku hanya ingin mencari jalan keluar.
Kau tak perlu sembunyi dan pura-pura, jadi kau takkan jadi paranoid dan stres.
Itukah solusimu?
Tidak perlu bersembunyi.
Kita putus saja!
Kau bersungguh-sungguh?
Ya.
Serius?
Iya! / Oke, kita putus!
Pernikahan dibatalkan.
Maafkan aku. Tunggu.
Terima kasih.
Uang 1.200 apa ini?
Dari kami semua.
Kami akan cicil sedikit demi sedikit.
Ketika hujan selalu menyampaikan tanya yang sama
"Apakah hatimu sedang hampa?"
Setiap pagi "Bagaimana kabarmu hari ini?"
Aku mencintaimu, Sayangku, tidak perduli hari apa.
Aku akan selalu mengatakan "cinta".
Apa ini?
Sebaiknya gunakan waktumu untuk latihan menjadi ibu rumah tangga yang baik. Sua
Yo. / Ya.
Tolong panggil Sua. / Oke.
Jangan.
Saya akan mengundurkan diri.
Hei! Apa?
Kau hebat sekali.
Apa?
Jangan pura-pura.
Apa yang dia lihat di dirimu?
Dia mengorbankan karirnya demi kau.
Dia berhenti? / Ya.
Begini...
Tentang payudara Jib...
...aku tak pernah benar-benar memperhatikannya, oke!
Kau ingat ketika aku bilang...
...Jib mempunyai dada yang besar? Dan saat dia jalan memantul atas bawah.
Aku cuma bercanda.
Pikiran itu tak pernah terlintas dalam pikiranku. Sekalipun tak pernah.
Aaaah .... Hei ...
Apa?
Aku mau pergi.
Aku ingin dengar teriakan para wanita!
Malam ini para hantu yang masih lajang berdansa hingga sempoyongan!
Malam ini, seharusnya malam pesta pernikahan kita.
Tentu saja.
Jika seseorang tidak mengambil uangnya dan menggunakannya.
Jib. / Tapi kau sudah melakukan hal yang benar.
Semua karena kesalahanku.
Aku sangat ingin menang. Aku menimbulkan banyak permasalahan.
Tolong beritahu mereka aku minta maaf.
Kau tahu, aku sudah berhenti bekerja.
Apa?!
Kau sudah gila? Apa yang kau pikirkan?
Aku berhenti agar kau bisa mempertahankan pekerjaanmu.
Lalu kenapa kau keluar?
Apa maksudmu?
Karena aku hanya...
...bercanda saja, Jib!
Aku tidak berhenti.
Hei.
Tidak lucu sama sekali.
Apakah kau pernah mendengar kata-kata "pantas"?
Mana mungkin aku mengundurkan diri?
Jika itu kulakukan...
...siapa yang akan menjagamu, Jib?
Bagaimana jika aku melamarmu lagi? Kau akan jawab apa?
Bagaimana jika aku menolak? Kau akan bilang apa?
Jika sudah tidak ada yang dibicarakan lagi...
...aku mau masuk lagi ke dalam.
Bagaimana jika... Batu-kertas-gunting, untuk menentukan menikah atau tidak?
Bagimu semua hanya permainan ya?
Jika aku kalah...
...kau harus menikahiku.
Jika aku kalah kau harus menikahiku.
Satu...
Dua...
Tiga.
Jib.
Menikahlah denganku.
Kau satu-satunya wanita dalam hidupku, yang membuatku mau untuk kalah.
Aku sangat mencintaimu, Jib.
Menikahlah denganku?
Kau kalah.
Kenapa lama sekali?
Kau membuatnya terdengar sulit.
Aku tidak yakin...
Aku tidak yakin aku mengerti dirimu dengan benar.
Aku tahu kau tidak bodoh.
Bolehkah aku mencium tunanganku sekarang?
Terserah.
Tidak.
Dasar!
Semua yang sudah berpasangan, mana teriakan kalian?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.