All language subtitles for Dabangg 3 2019

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian Download
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Halo.

Saya Kalpana Chawla menyambut penonton saya dari Tundla.

Persiapan pernikahan yang anda lihat di belakang saya...

...adalah untuk putri dari pria terkaya Chironjee Lal, Kusum Kali.

Ya...

Dia menyewa tukang masak terbaik di sekitar Uttar Pradesh...

...dia juga mendatangkan Ariana Grande dan juga mengundang Madhuri Dixit.

Madhuri Dixit juga favorit saya.

Saya juga mendengar bahwa gaun pengantinnya seharga 10 juta.

Hei, Tuan...

Anda siapa?

Gullu...

...pasti pada tahu namaku.

Pak, anda?

Aku rampok spesialis pernikahan dan pesta.

Ini hari keberuntungan bagi kalian.

Rampas kameranya.

Tidak, jangan. Tolong dengarkan...

Ini pernikahan terbesar di Tundla hingga saat ini.

Tanpa jeritan dan tanpa tangisan.

Lucuti semua emas Kalian dan taruh di dalam tas.

Perlu diingat bahwa aku bukan hanya pembunuh...

...tapi juga yang terkejam.

Kalian hanya punya waktu 10 - 12 menit.

Cepat!

Lepaskan semuanya. Lepas kataku!

Hei, Paman!

Kemari.

Kemari kataku!

Berdiri di depan!

–Ada apa dalam kantongmu? –Bukan apa apa, Nak.

Angkat tanganmu.

–Tapi nak... –Aku bilang angkat tanganmu!

Kenapa bawa manisan?

Sakunya robek, Nak.

Pergilah!

Enyah sana!

Ambilkan cairan asam untuk mencuci tanganku!

Polisi?

–Bos, ada jalan keluar lewat sini. –Itu Gang Gullu, Pak.

Kalian berdua, terus awasi.

Cepat!

Afzal, kami mau kabur.

Sesuai rencana, temu aku di belakang kuil Hanuman.

Dari situ kita langsung ke stasiun.

Bos sudah sampai?

Lagi di jalan.

Lampu Aladdin.

–Chotu, sedang apa? –Biar jin-nya muncul.

Nanti kusuruh menggandakan emas ini.

Ok, lanjutkan.

Ada apa ini?

–Pasti Jin-nya mau muncul. –Lanjutkan lanjutkan!

Apa yang terjadi?

Gendrolelek@gmail.com Selamat Menonton, Jepara 23 Februari 2020

Selamat siang.

Namaku Chulbul Pandey.

Aka Robin Hood Pandey.

Sambutlah aku.

Turunkan aku.

–Bos... –Ya...

Tangkap!

Ambil ambil!

Ambil jarahan itu.

"Chulbul sang pemberani..."

"Chulbul sang pemberani..."

Angkat tangan!

Disunat!

Pergilah.

Lumayan ukurannya!

Pak Gullo.

Apa tidak baca peringatan?

Rokok dan tembakau merugikan kesehatan.

–Sambutlah! –SP yang baru Chulbul Pandey!

–Sambutlah! –SP yang baru Chulbul Pandey!

–Hidup! –SP yang baru Chulbul Pandey!

–Tiwari, dan Chaubey. –Ya, pak.

–Dan juga Pichkari. –Ya, Pak.

Tanya riwayat kriminalnya!

Gullu, apa aksimu sebelum jadi rampok dan begal?

Dulunya maling ayam, Pak.

Dia pernah kerja halal tidak?

Pak, tidak ada yang terlahir jadi penjahat.

Dulunya saya anggota band untuk acara pernikahan.

–Band... –Sumpah, Pak.

–Itu lagu kita, Pak. –Ya...

"Aku punya sumpah..."

"...dan jalanku sendiri"

"Aku punya sumpah..."

"...dan jalanku sendiri"

"Aku punya gaya..."

"...dan prinsipku sendiri"

"Aku punya sisi gelap..."

"...dan kisahku sendiri"

"Aku pria bebas..."

"...penganut Tuhanku"

"Aku pemberani...pemberani...pemberani..."

"Aku pemberani...pemberani...pemberani..."

"Sang pemberani..."

"Sang pemberani..."

"Sang pemberani..."

"Aku pemberani...pemberani...pemberani..."

Jujur, Pak.

Tidak keren sama sekali.

Benarkah?

Lihat ini.

"Teman sejati bagi kawannya"

"Pedang yang menebas musuhnya"

"Singa tidak berkedip saat mangsa di depan mata"

"Ketika Tuhan jadi pelindungku, dunia berada dibawah kaki-Nya"

"Aku punya pantai..."

"...dan ombakku sendiri"

"Aku pria bebas..."

"...penganut Tuhanku"

"Aku pemberani...pemberani...pemberani..."

"Aku pemberani...pemberani...pemberani..."

"Sang pemberani..."

"Sang pemberani..."

"Sang pemberani..."

"Aku pemberani...pemberani...pemberani..."

Tidak lihat airnya luber, dimana akalmu?

Tanpa air, manusia akan punah dan pepohonan mati.

Tanpa pepohonan, oksigen tidak ada.

Tanpa oksigen, H2O [air] tidak ada.

Bisa pecah perang dunia 3.

Apa tidak baca berita?

Hei...

Kalian ingin dihajar juga?

Maju sini.

Dia benar.

Anda benar, kakak ipar.

"Api membara dalam hatinya"

"Dia pahlawan tanpa tanda jasa"

"Semua orang teriakkan namanya ketika dia masuki medan laga"

"Siapa yang menantangnya, tidak hidup untuk menceritakan kisahnya"

"Aku punya tempat tinggal..."

"...dan musim semiku sendiri"

"Aku pria bebas..."

"...penganut Tuhanku"

"Aku pemberani...pemberani...pemberani..."

"Chulbul sang pemberani..."

"Chulbul sang pemberani..."

"Chulbul sang pemberani..."

"Chulbul sang pemberani..."

"Mata memikatmu..."

"...hentikan denyut jantungku"

"Melepaskan kutukan hatiku"

"Mata memikatmu..."

"...hentikan denyut jantungku"

"Mata memikatmu..."

"...hentikan denyut jantungku"

–Pencuri. Pencuri. –Kamu pasti kalah.

–Bittu. –Pencuri. Pencuri. Pencuri.

Ada apa?

–Kenapa? –Tidak apa-apa.

Tenang saja, kumisku masih aman.

Pak Pandey, jangan lebay.

Pak Pandey...

Anak kita lagi main polisi dan pencuri.

Mau aku ajari sesuatu?

Di usia ini?

Belajar tidak ada hubungannya dengan umur.

Oh seperti itu?

Hei Ram...

"Aku ingin jalwa"

Dengan tumbuhnya bunga matahari di kepalamu...

...dan pemanasan global sekarang ini, kenapa kamu mengintip...

...suami istri lagi mesra-mesraan?

Saya ikut belajar, Pak.

Nanti aku coba dirumah.

Kamu sudah buat istriku tersadar dari jeratan nafsu.

–Minggat sana. –Pak...

Baik, Pak.

–Bagaimana menurutmu? –Enak, Pak.

Pak Pandey, aku sedang sibuk.

Mau siapin Bittu pergi sekolah.

Makhi dimana?

Makhi dimana?

Jangan khawatir, aku pakai celana pendek.

–Pencuri. Pencuri. –Waktu habis.

–...enam puluh empat. –Kamu tertangkap.

Aku harus pergi, ada urusan penting.

...enam puluh lima...

Ayolah, Makhi.

...enam puluh enam...

Putraku.

–Papa, lepaskan. –...enam puluh tujuh...

Lanjutkan.

...enam puluh delapan...

Lima puluh sembilan...

...lima puluh sembilan.

–Enam puluh.. –...Enam puluh...

Chulbul, jangan ganggu dia.

Jangan khawatir Papa, aku merasa jadi abang jika di dekatnya.

Abang, kamu buat aku bingung.

...enam puluh satu...

Anda lihat papa, bagaimana Makhan Singh Pandey jaga kebugarannya?

Terimakasih, Abang.

Aku latihan keras.

Kacang Almond-ku.

...enam puluh tiga.

–Aku merasa malu lihat... –...enam puluh empat.

...latihan kerasmu.

–Tapi buat apa coba? –...enam puluh lima...

Biar bugar.

Susuku.

Gerakan kebugaran India.

Buat apa ingin bugar?

Biar tambah pede.

Kurmaku...

Paman Makhi, kesini cepat!

Makhi, ada panggilan tugas.

Di dalam rumah.

Pergilah.

Paman, ambilkan selang dan bersihkan.

Aku habis berak.

Kamu sudah 7 tahun.

Kenapa tidak cebok sendiri?

Aku bisa...

Terus kenapa nyuruh aku?

Karena aku suka kumismu.

Kalau senang kumisku...

...harusnya kasih kerjaan pantas.

Jadi aku bisa gunakan waktuku untuk nangkap penjahat.

Pergilah.

Aku mau berak juga.

Aku perlu nunggu terus nyebokin?

Atau paman bisa sendiri?

Enyah sana!

Mama...

Keluar keluar!

Dasar sialan!

Bau busuk apa ini?

Rajjo.

Sikat gigiku mana?

Kamu gunakan sikat gigiku untuk pasang kolor di rok siapa?

Siapa?

Punyaku.

Kenapa kamu gunakan sikat gigiku untuk memasang kolor di rok istriku?

Cobalah mengingat dimana Chhedi Singh dan Bacha Singh sembunyikan uangnya.

Chhedi? Baccha?

Siapa mereka?

Kalau tidak, aku akan buat banyak lubang...

Aah...Aku nggak mau ada lubang di rokku.

–Aku bakal buat banyak... –Aah...

Ikut aku dan bawa juga roknya.

Pak Chulbul Pandey memasang kolor di rok istrinya.

Papa, aku juga pernah lihat anda mencuci rok ibu...

...dan memakainya.

Romantis sekali, Papa.

Rajjo.

Rajjo.

Menakjubkan.

Petugas...petugasnya dimana?

Disana.

Lezat.

Pak...

...beberapa orang telah menculik kami...

...untuk dijual...tolong kami, Pak.

Pak...

Ya...

Jangan takut.

Sekarang ceritakan kejadiannya.

Pak, beberapa orang telah menculik kami dari berbagai tempat untuk dijual.

–Turun cepat! –Biarkan kami pulang.

Mereka menyiksa kami.

Akan aku perlihatkan...

...dia jadi penurut.

Pak, tolong segera lakukan sesuatu...

...atau mereka akan dibawa pergi.

Hidup mereka akan hancur. Tolong, Pak.

Aku tidak akan biarkan.

Aku disini.

Ikut aku, ayo.

Hei...

Hentikan apapun yang kalian lakukan disini.

Kalian tidak akan bisa membawa seorang gadispun dari sini.

Jika kalian tidak ingin mati...

...maka menyerahlah sekarang.

Banyak sekali.

Sialan!

Abang, kedua badut itu bagianku.

Jangan, Makhi.

Abang, aku lagi pede.

Baiklah.

Kenapa kamu...

Abang!

Kamu sedang apa?

Nanti bisa pusing.

Kalian mau apa?

Abang...

Bunuh dia.

Ayo cepat.

Ayo.

Lepaskan aku.

Cukup! Hentikan sandiwara ini!

Semua gadisku tidak akan kemana-mana.

Namaku Chinti Walia, seluruh kota mengenalku dengan nama itu.

–Namaku Chinti Walia. –Ayo...

Berani sekali menyentuhku!

Akan aku copot seragam ini darimu.

Bagus.

Apanya yang bagus?

Bahkan aku dikenal karena kerasnya tanganku.

Sayangnya karena norma budaya...

...aku tidak memukul wanita.

Jadi...

Kenapa kamu memukulku?

Kenapa memukulku? Katamu tidak memukul wanita.

Ketika perempuan tidak menghargai perempuan lain...

...dan menyerahkan mereka ke tangan-tangan jahat untuk keuntungan pribadi...

...memaksa mereka ke dalam pelacuran bukannya untuk tujuan baik...

...dalam pendapatku...

Pendapatku?

Aku siapa?

...bukanlah seorang wanita.

Aku bukan seorang wanita.

Apa aku tidak nampak seperti wanita?

Jika punya nyali, coba pukul aku lagi!

Pukul aku!

Kamu punya nyali, Bang.

Makhi bilang...

...aku punya nyali.

Kamu akan masuk penjara.

Dan meskipun nanti bisa keluar dengan jaminan...

...jika aku menangkapmu lagi karena hal yang sama.

Aku akan membuat tubuh seberat 150 kg ini jadi 100 gram dan menaruhya di cangkir...

...lalu membuangnya ke selokan.

Paham?

Makhi.

Ayo, Makhan Chand Pandey akan jelaskan tentang pemberdayaan perempuan.

Lihat saja kalian nanti!

Ada polisi...

...dan pelanggar hukum.

Aku polisi pelanggar hukum.

Aku punya kabar bagus untuk kalian.

Kabar bagus ini mengakhiri kabar buruk kalian.

Kalian boleh pulang tanpa dimintai keterangan.

Terima kasih, Pak.

Terimakasih banyak, Pak.

Tuhan memberkatimu.

Ayo pergi.

–Terimakasih banyak, Pak. –Terimakasih banyak, Pak.

Tapi Pak, jika mereka pulang...

...kasusnya bagaimana?

Bagaimana dengan promosi kami?

Oh tidak...

–Promosi? –Ya, Pak.

Ada lagi yang berpikiran sama?

Tidak, Pak! Mimpi pun tidak berani, Pak!

–Saya mencintaimu, Pak. –Saya mencintaimu juga.

Saya mencintaimu juga, Pak.

Bawa Tiwari ke rumah sakit...

–Ya, Pak. –...dan catat pernyataannya.

Beberapa begal telah menembaknya.

Siap, Pak.

Chaubey, cepatlah.

Mengharap promosi.

"Ini malam jumat..."

Abang.

Abang.

Beberapa orang kemari untuk menjamin mereka.

Orang-orangku kemari untuk menjaminku. Mau apa kalian sekarang?

Kalian bisa apa sekarang? Aku bebas aku bebas!

Hentikan.

Ini surat jaminannya.

Sekarang, lepaskan mereka.

Dan mereka juga.

Mereka?

Mereka siapa?

Para gadis itu.

Para gadis?

Barangnya!

Barang?

Kamu bodoh ya?

Telfon terus untuk hal sepele.

Belajar tangani sendiri.

Petugas ini mau pamer kekuatan

Situasi menjadi gawat.

Lihat...

Berikan ponselnya ke bajingan itu.

Baik, Bos.

Hei...

Jangan buat aku kesana dan menunjukkan siapa bosnya.

Wajahmu tampan, kenapa tidak main film saja?

Penjilat ya?

Aku bisa lihat dengan jelas.

Jelas sekali kamu hanya jongos atau kacung.

Tunggu...tahan dulu.

–Halo, Bos. –Pergilah.

Akan aku tunjukkan siapa bosnya.

Tunggu saja. Dalam 2 menit kamu akan tahu.

Hei...

Ya...

Bos...

Bos...

Petugas di Papadgan telah menahan gadis kita.

Bos, dia SP yang baru.

Anda bicaralah sendiri dengannya.

Dhakad Chand Pandey.

Kita akan bertemu.

Diterjemahkan oleh: Gendrol89 https://subscene.com/u/1278503

Chulbul...

Dia gadis yang baik.

Dia ingin menjadi dokter.

Dan dia akan jadi menantu yang baik.

Aku akan minta mas kawin yang besar.

Aku bingung.

–Aku merasa seperti dia itu kakakku. –Kamu gila, Makhi.

Seperti Kakak...

Biar kulihat kenapa dia seperti kakakmu.

Halo.

Aku akan katakan...

...kenapa dia seperti kakak bagimu, Makhi.

Karena dia kelihatan seperti istri bagiku.

Kita harus temukan seseorang untuk Makhi.

Kamu bisa saja kabur sama seseorang lalu menikahinya dan hidup bahagia.

Itu kenapa aku bicara, Mama.

Aku sedang jatuh cinta.

Kamu ingin menikah?

Kamu pengangguran, tidak punya reputasi bahkan tidak punya uang.

Aku punya uang.

Berapa?

83.350.

Mama...

Kenapa harus bilang? Aku kumpukan dengan kerja keras.

Kamu juga tidak sopan dengan ayahmu.

Dan tidak tahu tata krama juga.

Kamu punya apa?

Aku punya Ibu.

Makhi malah punya ayah dan ibu.

Ayahnya punya pabrik.

Dan pabrik menghasilkan uang.

Uang menghasilkan kehormatan, dan kehormatan hasilkan reputasi.

Bocah tengik, dia jauh lebih baik darimu.

Papa, biarkan abang menikah dulu.

–Makhi. –Pergi sana.

Setelah menikah, kondisi mentalnya akan stabil.

Ayo cepat.

Tidak akan menyambut kami?

Apa ini hantaran?

Hantaran?

Kami keluarga Pandey.

Ingin membicarakan pernikahan putraku.

Pernikahan?

Pernikahan...

Abang...katakan pada mereka.

Ya...

Khushi bukan putri kami tapi dia keponakan kami.

Aku pamannya dan dia bibinya.

Kami kakak beradik sama-sama membesarkan dia.

Ceritakan tentang anak kalian.

Halo?

Ayo pulang saja.

Ada aku, jangan khawatir.

Nama Dhakad sesuai dengan kepribadiannya.

Dia bocah pemberani.

Dia pemarah dan juga periang.

Tidak segan menampar orang saat marah.

Mengorbankan keinginannya demi kepentingan orang lain.

Mencuci piring, numbuk padi, nyetrika, bisa betulin motor dan mobil.

Bahkan memijit kaki ibunya.

Dia punya semua kemampuan itu.

Dan sekarang sangat sulit menemukan pria dengan karakter semacam itu.

Tapi kami tidak mencari orang seperti dia.

Ayo pergi saja!

Maaf...

Beri kami waktu untuk berpikir.

Ya, tentu saja.

Tapi sebelum anda pertimbangkan...

...anda harus tentukan mas kawinnya.

–Mas kawin. –Lihat wajahnya.

Siapa yang mau memberimu mas kawin?

Sebentar lagi usia putrimu 18 tahun.

Dia bercita-cita menjadi dokter.

Setidaknya butuh lima tahun kuliah.

Butuh biaya 5 - 6 juta rupee.

Siapa yang akan menanggungnya?

Kalian atau kami?

Tuan, kami pikir anda datang ke tempat yang salah.

–Ayo pergi. –Mama...

Tolong duduklah.

Kami sudah di tempat yang benar.

Kalian salah paham.

Kami yang berikan mas kawinnya.

Kalian yang beri?

Kalian kenapa?

Saya sudah menerima putrimu.

Itu sudah kewajibanku.

Dia akan kuliah lima tahun.

Hingga saat itu...

...setidaknya aku butuh waktu yang sama untuk kumpulkan uang sebanyak itu.

Segera setelah dia wisuda,

aku akan menikahinya.

Sampai saat itu...

...aku akan menjaganya.

Benar.

Selamat, Nak.

Bagaimana sekarang?

Dia mengenakan hatinya di kerah bajunya.

Benar sekali.

Aku sangat menyukai putramu.

Ya.

Khushi.

Kamu senang main catur?

Tentu saja, itu semua piala yang aku menangkan.

Kamu main juga?

Aku...

Aku main ular tangga.

Aku sering menang juga.

Enam.

Khushi, apapun yang terjadi nanti. Aku harap kamu terlibat dalam memutuskan.

DDLJ.

Jadi, selain aku...

...apalagi yang kamu suka?

Selain kamu, aku suka Paman...Bibi...

...dan temanku Rajeshwari.

Dan?

Dan?

Dan...

...bersepeda saat hujan, ramlila di Gandhi Maidan, Polisi, Dokter...

...dan kerbau.

Kerbau?

Ya...kerbau.

Dia pekerja keras di ladang.

Di sawah, penggilingan...

Apa pekerjaanmu?

Aku...

Aku belum melakukan hal yang pasti sekarang.

Tapi mulai sekarang aku akan...

...menjagamu.

Dhakad, kamu mau pindah dengannya...

...atau pulang bersama kita?

Dhakad?

Itu namaku.

Kenapa? Kamu tidak suka?

Ya.

Tidak cocok untuk karaktermu.

Terus yang sesuai apa?

Shobha?

Jangan lah!

Kamu sangat aneh.

Jadi harus aneh juga...

Chulbul saja bagaimana?

Chulbul?

Aku benci saat Mama memanggilku dengan nama itu.

Dan sekarang... Chulbul.

Chulbul...

Tidak masalah?

Bagus kok.

Senang bertemu denganmu.

Saya Chulbul Pandey.

Chulbul.

"Pertama kali...Aku jatuh cinta."

Untuk pertanda baik, makan cokelatnya.

"Tanpamu, dunia tak ada artinya"

"Dirimu alasan aku ada"

"Sang Nabi berdoa pada Tuhan"

"Kekasihku berwajah tak berdosa"

"Aku tidak tahu norma atau adat istiadat"

"Aku naif"

"Hati malangku selalu mencarimu"

"Pengembaraan hatiku selalu mencarimu "

"Tidak hanya untuk berhari-hari maupun bertahun-tahun..."

"...kamu adalah milikku selamanya"

"Semua doa dan cintaku hanya untukmu kekasihku"

"Ketika aku berdoa..."

"...hanya dirimu yang kuminta"

"Cintaku padamu tidak akan pernah habis"

"Pengembaraan hatiku selalu mencarimu"

Aku tidak suka kekerasan...

...tapi sayangnya, harus dilakukan.

Khushi, tinggalkan dia.

- Dia berdarah. - Itu kasus polisi.

Kenapa ini?

Tuan, Tuan!

Khushi, tinggalkan dia. Kita bisa dapat masalah.

Orang malang ini bisa mati.

Dia bisa mati.

Panggil ambulan.

Kami pergi.

Kamu nanti bisa menyusul.

Apa yang terjadi?

Dengar...

Tuan...

Dengar...

Tuan...

Tuan, buka matamu.

Anda akan baik-baik saja.

Abang, keinginanmu tinggi sekali.

Darimana kamu akan dapatkan uang sebanyak itu?

Makhi, Tuhan akan menolong niat baik.

Hei, minggir kalian!

Minggir! Jangan halangi jalan!

Abang, apa semua baik-baik saja?

Aku masih bisa jadi paman, bukan?

Ya, aku akan jadikan kamu paman dan beri mereka pelajaran.

Bantu aku berdiri.

Makhi, lihat itu.

Taruh motornya di garasi lalu kemblilah kesini.

Akan kuhajar mereka dulu.

Hei...

Siapa disana?

Dhakad Chand Chulbul Pandey.

Chulbul Pandey.

Keluar dari sini!

Atau aku akan melubangi tubuhmu hingga kamu bingung...

...yang mana untuk bernafas dan yang mana untuk kentut.

Leluconmu nendang banget.

Aku putuskan nanti kentut dari lubang mana.

Tapi setelah menghajarmu.

Ada saudara-saudaraku dari ibu yang lain.

Mereka bahkan bersedia mati untukku.

Mereka bisa menembakmu.

Aku akan beri pelajaran bagi orang yang menggonggong.

Abang, dia menganggapmu anjing.

Anjing?

Kapan?

Gigit dia! Maksudku bunuh dia!

Kembalikan!

kamu bisa apakan aku dengan itu?

Bisa lakukan ini!

Suruh orang-orangmu duduk.

Lakukan apa katanya.

Ayo kita duduk.

Dhakad...Chand...Chulbul Pandey.

Tn. Dhakad Chand Chulbul Pandey.

Mereka dengar, bukan?

Rambur kribo dan rambut pendek.

Maju ke depan.

Tarik celana dalam si rambut kribo sampai atas kepalanya.

Maafkan aku.

Membungkuk cepat.

Sekarang angkat dia dan taruh di sana.

Kalian berdua, bangun!

Tetap di tempat kalian dan saling pukul.

Kamu, berdiri!

Jangan kekerasan, Pak.

Saya akan hibur anda dengan cara lain.

Caranya?

"Si Jantung hati...tidak mendengar"

"Si Jantung hati tidak pernah mendengar"

"Cinta itu tidak mudah..."

"...tapi hati tidak sependapat"

"Si Jantung hati...tidak mendengar"

Sekarang...saling bunuh!

Lari!

Dia bukan saudara kami.

Ayo.

Perbuatan siapa?

Dhakad Chand Chulbul Pandey.

10 juta...

Seperti kataku...

...tuhan akan menolong niat yang baik.

Ayo pergi.

Wow...

Persiapan yang mewah.

Hanya dapat dilihat di acara pernikahan.

Apa tuan Baali akan menikah?

Apa keluarga pengantin tahu?

Jika Baali sudah mencintai seseorang...

...artinya 90% sudah.

Ya, Tuhan.

100%

Selamat atas pernikahannya.

Halo.

Salam.

Saya Dhakad.

Boleh bicara dengan Khushi?

Dia menengok bibinya, Nak.

Anda bisa beri saya nomernya?

Wow...

Lihat Mama, sepertinya Khushi cepat belajar.

Itu hal yang bagus.

Sebentar lagi dia harus belajar mengurus rumahnya sendiri.

Masih beberapa tahun lagi, Bibi.

Sampai kuliahku selesai.

Suamimu orangnya baik.

Dia izinkan kamu kuliah dan membiayai...

...kamu menjadi dokter.

Kenyataannya malah dia yang memberikan mas kawin.

Sulit temukan pria semacam itu sekarang.

Aku harap nanti bisa ketemu pria seperti dia.

Tentu saja.

Dengar!

Temukan pria seperti itu untuk putriku.

Kamu tidak perlu ulangi kata-katamu.

Tunggu saja, kita akan temukan pria seperti itu untuk Rajjo.

Sebentar ya.

Sabar sabar.

Halo.

Halo.

Saya Dhakad Chand Pandey.

Wow...Dhakad.

Kamu akan panjang umur.

Kami baru saja membicarakanmu.

Terimakasih.

Khushi nya ada?

Kami tidak tahu kemana.

Khushi.

Ini loh dia mencarimu.

Halo.

Pak Chulbul.

Pak Chulbul...

Khushi...

Apa?

Kabar bagusnya adalah...

...aku telah kumpulkan uang kuliahmu.

Sekarang kamu bisa kuliah dan menjadi dokter.

Setelah itu kita akan menikah.

Jika kamu tidak ingin merubah nama keluarga setelah menikah...

...itu tidak jadi masalah.

Baik...

Baiklah, aku tutup sekarang.

Lihat...

"Dia sampaikan perasaannya..."

"...melalui genit matanya"

"Saat dia menatap langsung padaku..."

"...dengan senyuman di wajahnya"

"Aku diam terpaku"

"Ketika mataku bertemu matanya..."

"...aku tidak bisa berpaling"

"...aku tidak bisa berpaling"

"...aku tidak bisa berpaling"

"...aku tidak bisa berpaling"

"...aku tidak bisa berpaling"

"...aku tidak bisa berpaling"

"...aku tidak bisa berpaling"

"...aku tidak bisa berpaling"

"...aku tidak bisa berpaling"

Selamat.

Persyaratannya sudah beres.

Dia hari ini bisa mulai kuliah.

Dan Anda dapat mengambil tanda terimanya di kantor.

–Semoga kamu berhasil. –Terimakasih.

Dhakad, lihatlah!

Dhakad, namaku Baali Singh.

Aku mencintai Khushi.

Datanglah!

Datanglah dan lihat sendiri jika cinta berubah jadi kebencian.

Chulbul.

Bibi.

Kumohon...

Jangan!

Apa masalahnya?

Huh...?

Aku mencintainya tapi dia mencintaimu.

Bahkan jika kamu pergi, dia tidak berhenti mencintaimu.

Itu masalahnya.

Aku tidak mau cinta ini.

Akan aku korbankan cintaku,

selamatkan cintamu jika mampu.

Aku kira diriku pemberani...

Tepat di depan mataku...

Aku berada disana...

...dan aku tidak berdaya.

Aku gagal menyelamatkan seorangpun.

Pak Pandey, semu yang terjadi...

...kenapa tidak kamu ceritakan pada kami?

Aku tidak tahu kalau bibi Seema itu ibumu.

Aku bisa berbagi kebahagiaan...

...tapi kesedihanku hanya untuk diriku sendiri.

Kenapa aku harus membuat sedih orang lain?

Setelah itu aku ditahan.

Baali Singh membuatku di sidang.

Dhakad tidak mau bertemu siapapun.

Hidup memang tidak terduga.

Baru saja kehilangan segalanya, lalu suatu hari...

Aku biasa berhadapan dengan penjahat.

Aku bisa katakan hal yang baik dari hal yang buruk.

Semua tahu Baali Singh menjebakmu.

Dia orang berpengaruh.

Pertama, kamu harus dapat jaminan untuk kasus ini...

...dan aku akan membantumu.

Beberapa anak buah Baali singh telah ditangkap...

...dan mereka disiapkan untuk bersaksi melawannya.

Sekarang, kamu akan menapaki jalan yang baru.

Dan jalan itu yang akan membawamu ke tujuanmu.

Mengingat tidak cukup adanya bukti...

...pengadilan membebaskan Dhakad Chand Pandey.

1 Tahun Kemudian...

Dimana putraku?

Tidak ada yang mau menjawab.

Dia telah dibebaskan, tapi belum kembali ke rumah.

Saya ibunya.

Setidaknya beritahu yang sebenarnya.

Putra anda bersikeras agar aku tidak beritahu siapapun.

Dia telah memilih jalan hidupnya sendiri.

"Sang pemberani..."

"Sang pemberani..."

"Sang pemberani..."

"Sang pemberani..."

Putra kalian bukan lagi Chulbul Pandey.

Dia Inspektur Chulbul Pandey!

Putraku? seorang polisi?

"Chulbul sang pemberani..."

"Chulbul sang pemberani..."

"Chulbul sang pemberani..."

"Chulbul sang pemberani..."

Dimana dia sekarang?

Dia sedang di medan laga.

Setelah menumpas musuhnya, dia akan pulang dengan kemenangan.

Aku mengira telah menutup riwayat Baali Singh.

Tapi dia telah kembali.

Sekarang bagaimana?

Apalagi, Papa?

Ini masalah pribadi.

Aku akan balas dendam.

Pergilah.

Pergilah dan balaskan dendammu.

Kamu tidak rugi apa-apa.

Tapi dia punya segalanya.

Pergilah dan balaskan dendammu.

Apa katamu?

Apalagi yang harus kukatakan?

Aku sudah kehilangan banyak dalam hidup.

Ayah, ibu, kerabat, teman.

Aku tidak mau kehilangan keluarga ini.

Demi Bittu dan aku berjanjilah...

...kamu akan jauhi kekerasan dan dendam.

Aku berjanji.

Aku ada untuk berbagi kesedihanmu.

"Mata tercinta..."

Coba 'Bhang' kami, tuan.

Besar, Sedang, Kecil, ukuran bayi, super seksi.

Anda suka yang mana?

Berikan yang sesuai karakter kami.

Ukuran bayi untukku, dan untuk dia...

...super seksi.

"Menipu..."

"Diam-diam dia dengar apa kata hatiku"

"Dan akhirnya mencuri semua malamku"

"Kamu menarikku..."

"Kau menarikku berpura-pura mencintaiku"

"Mata tercinta..."

"...ternyata menipu."

"Menipu..."

"Menipu..."

"Matamu berkonspirasi..."

"...dan mencuri hatiku"

"Percaya padaku..."

"...Tuhanpun tahu..."

"...kamulah pemilik hatiku"

"Kamu menipu, dan akupun sama..."

"Jangan terlalu mencintaiku..."

"...hingga aku takut dengan kehidupan"

"Kamu menarikku..."

"Kau menarikku berpura-pura mencintaiku"

"Mata tercinta..."

"...ternyata menipu"

"Menipu..."

"Menipu..."

Menteri S. S. Sharma.

Baali Singh memastikan hubungannya dengan Partai Lok Satta.

Selamat datang, Makhanchand.

Selamat datang.

–Halo, Pak Menteri. –Halo.

Terimakasih telah bebaskan orang-orangku.

Aku bisa keluarkan mereka karena abangku sedang tidak di Kantor.

Semua baik Chinti Walia?

Semua baik.

Chinti Walia aman jika di dekat anda.

Apa?

Bisa kita pesan teh?

Pesan tiga cangkir teh.

Makkhanchand, abangmu Chulbul Pandey orang yang sulit.

Tiga cangkir teh.

Maksudku... apa kekerasan menghasilkan sesuatu?

Dia berkepala panas. Dia cepat marah.

Ada apa lagi?

Aku bagaimana?

Pesan satu untukmu.

Baiklah.

Makhanchand, kamu berguna bagi kami.

–Kamu harusnya... –Empat cangkir teh.

–Maksudku... –Setengah cangkir untukku.

Seperempat cangkir susu, dengan daun teh ekstra..

–Bali Singh ... –Pakai gula batu.

Gunakan cangkir bunga.

Dua biskuit di piring khususku.

Mengerti?

Anda harus bertemu mitraku, Baali Singh.

Tentu saja.

Kita akan bekerjasama.

Apa sekarang?

Sendok di samping atau di dalam cangkir?

Sendok...

Sendok apa?

Anda mengomel tentang sendok?

Di samping, di dalam cangkir, apa bedanya?

Diamlah.

Dasar penjilat!

Penjilat bodoh!

Maaf atas perilaku bodohnya.

Tidak apa-apa.

Kasihan sekali.

Seperti kataku, Bali Singh akan sangat senang bertemu denganmu.

Setelah akrab, kamu tidak perlu khawatir.

Dia menangani semuanya...Ya...

Aku sudah berhubungan lama dengannya.

Dan aku ingin kamu punya hubungan baik dengannya juga.

"Cinta cinta cinta..."

"Untukku...Untukku...Untukku..."

"Cintaku...cinta...cinta..."

"...untukmu...untukmu...untukmu..."

"Kamulah satu-satunya..."

–"...itu yang mengatur hatiku" –Nanti saya hubungi lagi.

–Sangat romantis. –"Cintamu...telah menjadi hidupku."

"Hatimu milikku sekarang"

–"Tidak ada lagi yang kuinginkan" –Matilah!

Aku di sini karena mengerti rasa sakitmu.

Aku tidak mengerti.

Dia melatihmu dengan cara yang tidak pernah kamu mengerti.

Siapa yang membuatmu takut dengan tali di lehermu sampai saat ini?

Anda ingin menjadi pemenang...

...tapi siapa yang melatihmu menjadi pecundang?

Chulbul Pandey.

Abangmu.

Bisakah seorang abang melakukan ini?

Ya, dia bisa.

Abang tiri.

Tapi sekarang gantian talinya ada di lehernya

Caranya?

Karena inti permainan adalah kekuatan.

Jika bergabung denganku, aku akan memberimu kekuatan itu.

Sekarang pikirkan...

...lebih suka menjadi temanku dan menjadi kuat...

...atau menjadi anjing abangmu...

...dan menjadi musuhku?

Selamat ulang tahun.

Setelah kematian seorang siswa dalam ledakan...

...di kota Tundla, Uttar Pradesh, orang-orang turun ke jalan.

Koresponden kami berbicara dengan SP Satyendra Singh dari daerah Tundla.

Tolong...Saya baru diangkat sebagai Inspektur Polisi kota Tundla.

Pelaku yang bertanggung jawab akan ditangani dengan seksama...

Halte bus Bada Chowraha.

...dan situasinya akan dikendalikan.

–Itu berada di bawah yurisdiksimu. –Sebentar lagi situasinya akan terkendali.

Nak, kita kerja untuk makan.

Kita bisa makan jika bekerja.

Jangan memberiku pandangan itu sepanjang waktu.

Aku akan tepati janjiku.

Jaga rumah.

Ada ketegangan di kota.

Berikan teleponnya ke Ashok Singh.

Dia telah dipindahkan.

Berikan ke Nadeem.

Dia dipindahkan juga, Pak.

Ada siapa disana?

Ravindra Yadav, Pak.

Ranjan, Pak.

Berikan teleponnya.

Pak, dia belum tiba.

–Ada siapa lagi? –Pak Deepak

Berikan teleponnya ke dia.

Pak, Chulbul Pandey menelepon.

Dia orang gila.

Suruh dia ke neraka.

Aku tidak disini.

Chulbul.

Jangan khawatir.

Orang-orang malang ini saling bertarung seperti anjing lalu mati.

Biarkan saja mati, apa masalahmu?

Aku memang menantikan hal menjijikkan dari wajah kalian yang juga menjijikkan.

Apa?

Kalian beruntung aku sudah berjanji pada istriku tidak melakukan kekerasan.

Apa?

Berjanji pada istrinya.

Tanpa kekerasan.

Seorang suami berjanji pada istrinya...

...tapi bukan sebagai polisi.

Kita pelayan masyarakat, bajingan!

Gaji kita berasal dari pajak yang mereka bayar.

Aku bergabung dengan kepolisian untuk menurunkan kejahatan...

...bukan untuk menambahnya.

Papa, ada dimana? Kenapa belum pulang?

Masih di pasar, sebentar lagi pulang.

Aku sudah simpan makanan di meja, cepatlah pulang.

Makhi belum pulang?

Ponsel Makhi juga dimatikan.

–Chulbul, dimana? –Aku coba hubungi dia...

Bittu.

Tidurlah.

Kamu besok ke sekolah.

Siapa itu?

Tidak apa-apa.

Papa...

Paman, sakit sekali.

Kamu akan baik-baik saja, Nak.

–Periksa suhu badannya. –Ini, Pak.

Baiklah.

Aku akan periksa.

Mama...

Mama...

Mama...

Mama...

Hei...

Tidak apa-apa, Bittu. Tidak apa-apa.

Dobrak pintunya, dobrak!

Itu dia!

–Dia kabur. –Tangkap dia.

- Kemana perginya? - Temukan dia.

Pintu belakang terbuka.

Pasti dia kabur lewat sini.

–Periksa, cepat! –Mama...

–Lari, Bittu. –Jangan biarkan dia kabur.

Tidak...

–Mama... –Arah sana.

–Bittu, lari. –Kemana perginya?

Periksa kesini, cepat!

Kemana perginya?

Lihat disana!

Mama...

Bittu.

Papa...

Bangun, kenapa menangis?

Bagiku, mereka semua dari keluarga yang sama.

Bayangkan betapa romantis kedua orang tuanya.

Kamu harusnya belajar dari mereka.

Tidak bisa dipercaya, Rajjo.

Kamu menikah dengan polisi.

Haruskah kutepati janjiku atau lakukan tugasku?

Jangan bicara ngawur.

Kalau tidak, aku akan remuk.

Ayolah, Rajjo.

Aku senang mendengar namaku bersatu dengan namamu.

Majulah, lakukan tugasmu.

Bagus.

Duduklah di jip...

...dan lihatlah sisi pemberani suamimu.

Aku tidak marah karena kalian menerobos masuk rumahku.

Aku marah karena kalian menerobos masuk saat aku tidak ada.

Pergi!

Aku mungkin telah mengampuni kalian jika bawa botol dingin sebagai gantinya.

Sialan!

Senang bertemu denganmu.

Aku Chulbul Pandey.

Saudaramu merusak rumahku.

Aku akan pecahkan kepalamu!

Apa?

Terus?

Bittu, kemari.

Kamu ingin pintu, bukan?

Apa kamu senang?

Aku janji tidak akan bicara ngawur lagi...

Itu menyadarkan aku.

Aku tidak akan pernah menyuruhmu berjanji tentang hal bodoh lagi.

Jadi kita baikan?

Itu gaya bocah.

Aku mau yang lain.

"Mengenakan sarimu..."

"...menutupi blus mu"

"Mengenakan sarimu..."

"...menutupi blus mu"

"Dia melangkah dengan penuh kehormatan seperti ini..."

"Seperti ini..."

"Seperti ini..."

"Dia melangkah dengan penuh kehormatan seperti ini..."

"Seperti ini..."

"Seperti ini..."

"Kekasihku sangat berbeda"

"bahkan amarahnya membuatku jatuh cinta"

"Pandanganmu menghujam jantungku"

"Dan kecantikanmu yang mencuri tidurku"

"Memamerkan pusarmu..."

"...dan sembunyikan wajahnya di belakang tangannya"

"Dia lewat dengan malu-malu seperti ini..."

"Seperti ini..."

"Seperti ini..."

"Dia lewat dengan malu-malu seperti ini..."

"Seperti ini..."

"Seperti ini..."

"Melihatku dengan senyuman..."

"...sambil mengunyah permen karet"

"Dia bicara denganku seperti ini..."

"Seperti ini..."

"Seperti ini..."

Pak Pandey.

Kamu menipuku.

Menipu?

Kamu bukanlah Robin Hood ataupun Chulbul Pandey.

Terus aku siapa?

Kamu adalah Karu Pandey.

Karu Pandey.

Karu Pandey.

Surya.

Sampaikan terimakasihku ke Pak Baali.

Dia membuat impianku terwujud.

Aku akan wujudkan impiannya juga.

Jai Hind, Pak.

Santai.

Dan akan kubuktikan nilaiku padanya.

Makhi.

Apa kamu mau pergi ke kompetisi kostum dengan mengenakan seragam ASP?

Halo...tidak ada Makhi lagi.

Panggil dia ASP Makkhan Chand Prajapati Pandey.

Sekarang dia selevel denganmu.

Dia akan menangani penyidikan di sini dan kamu bertugas di lapangan.

Mengerti?

Dan dengar, jangan berlagak sok pintar.

Mengerti?

Pulanglah, nikmati masakan istrimu dan latihan.

Pergi sana!

Aku tahu kamu ingin menguburku hidup-hidup.

Tapi sekarang kamu tahu rasanya dipermalukan...

...saat kamu ditampar di depan umum!

Harusnya kamu lakukan ini sebelumnya.

Kamu akan menjadi sangat besar suatu hari nanti.

Tidak ada tempat untukmu di rumah ini maupun di hatiku.

Keluar!

Rumah dan saudara barumu sedang menunggumu.

Silahkan duduk.

Halo.

Diterjemahkan oleh: Gendrol89 https://subscene.com/u/1278503

Dia selamat.

Bahkan tanpa lecet.

Dia tidur nyenyak.

Bayangkan jika dia tahu bahwa hidupnya menuju kekacauan...

...bisakah dia tidur nyenyak?

Baali Singh, jika sesuatu terjadi pada keluargaku...

Jika terjadi sesuatu pada keluargaku maka kamu tidak akan mengampuniku, dan sebagainya...dan sebagainya.

Tapi apa pentingnya, Chulbul?

Toh keluargamu akan tetap mati juga.

Ada dua jenis permusuhan, Chulbul.

Profesional dan Pribadi.

Dan permusuhan pribadi...

...selalu berakibat fatal bagi orang yang dicintai.

Kamu sudah mengalami hal itu dan juga rasa sakitnya.

Polisi bengal Robin Hood Chulbul Pandey, ada yang ingin dikatakan?

Membisu dan tanpa perlawanan.

Dia juga tidak bisa memohon, meratap ...

...atau menunjukkan sikap.

Dia hanya bisa menanti...

...dan melihat keluarganya mati.

Satu saran sebelum aku pergi.

Kamu pasti pernah dengar bahwa dalam pertempuran kebaikan vs kejahatan...

...kebenaran selalu menang.

Kamu salah dengar.

Kejahatan yang menang.

Karena orang baik tidak akan pernah bisa serendah kejahatan.

Daftar macam apa ini?

Aku menangkan pemilihan terakhir kali.

Tapi kali ini namaku dihapus dan nama Baali Singh dimasukkan sebagai gantinya.

–Dia penjahat. –Duduklah.

Dengarkan, Baali Singh tidak pernah memiliki tuduhan apapun.

Riwayatnya bersih.

Saat ini, dia warga negara yang terhormat.

Bukan! Dia itu preman!

Tn. Chandan, kemarahanmu tidak bisa dibenarkan.

–Kita akan bahas ini. –Tidak sudi!

Kita bahas nanti.

–Santai saja. –Tidak!

Ayo kita berpesta saja.

–Anda tahu reputasi keluargaku. –Tenang, akan kuperbaiki semuanya.

Saya ingin daftar ini diubah besok.

Ini...

Tn. Sharma.

Tn. Sharma.

Tn. Sharma!

Tn. Sharma!

Siapa disana?

Baali Singh?

Baali Singh, tolong ampuni aku.

Dia dapat apa yang pantas baginya.

Dia merekah menjadi bunga.

Sudah waktunya kalian bertujuh tahu alasan dipindahkan ke kantor yang sekarang.

Truk penuh uang untuk pemilu akan berangkat dari Bhopal besok.

Sebelum masuki wilayahku...

...pertama-tama akan melewati Kantor Polisi Chitraipur.

Pak.

Lalu Devkheda.

Pak.

–Lalu Dadoli. –Pak.

Dhirpur.

Anantpur.

Lalu Amavara.

Dan langsung ke tempat rahasiaku.

Truk itu...

...akan masuki wilayah kalian besok.

Mama, Khushi...Paman Khushi.

Sekarang aku.

Siapa selanjutnya?

Bittu?

Papa?

Kamu?

Kalian berdua adalah orang terpenting dalam hidupku.

Aku akan minta dipindahkan dari sini.

Tidak...

Aku sudah bilang tidak akan memaksa kamu mengatakan janji bodoh lagi.

Baali Singh harus dihentikan.

Kamu harus akhiri riwayatnya.

Sekarang kamu bicara seperti Ny. Chulbul Pandey.

Bajingan ini telah memaksaku untuk menunjukkan sisi burukku.

Sekarang tunggu dan perhatikan bagaimana suamimu Karu Pandey hancurkan mereka.

Dia bajingan sialan!

Ngeri banget!

Aku janji!

Aku janji!

Aku cipok jarak jauh saja.

Ini menyenangkan.

Lega rasanya.

Truknya datang.

Shambu, buka gerbangnya.

Berhenti.

Suraj, ini Deepak dari Chitraipur.

Truk yang mengangkut uang telah dibajak seseorang.

Bersiaplah.

Kami telah menyiapkan barikade dan menunggu truknya datang.

"Mata tercinta..."

Pak Pandey, aku menunggu.

Sebentar.

Chulbul.

Dasar orang korup.

Ada 70 milyar rupee di truk ini.

Aku akan beri penawaran sekali...

...seumur hidup.

Ini bukan asuransi jiwa yang akan diberikan pada keluarga setelah kalian meninggal.

Ini asuransi yang kalian terima tunai dalam penawaran kali ini.

Tapi dengan satu syarat,

kalian harus putus hubungan dengan bajingan Baali Singh itu.

Loyalitas sangat berarti bagiku.

Jika bekerja denganku, maka kalian akan mendapat posisi yang sama...

...serta imbal balik dan kesempatan yang sama.

Mari kita lihat, kalian pintar atau bodoh.

"Pak Pandey tersesat cinta, dia jadi gila"

"jadi gila..."

"jadi gila..."

"Kamu ingin melayang, sayang..."

"...tapi kubawa semesta di kakimu"

"Pak Pandey berdiri di sini dengan kacamata..."

"...mengunyah daun sirih favoritnya"

"Bravo..."

"Seisi kota dan semua orang menonton dengan kagum"

"Seseorang menangkal mata jahat darinya"

"Pak Pandey berdiri disini..."

"Dengarkan ini..."

"Saya tidak bersalah, begitu kata semua orang"

"Tapi kamu memanjakanku, sayang"

"Sayang..."

"Saya tidak bersalah, begitu kata semua orang"

"Tapi kamu memanjakanku, sayang"

"Kumis melengkung dan deodoran di ketiakku..."

"Kacamata di wajahku dan gel di rambutku..."

"...semua yang kulakukan hanya untukmu, kekasihku"

"Munna menjadi tenggelam..."

"Munna menjadi tenggelam demi dirimu sayang"

"Munna menjadi tenggelam demi dirimu sayang"

"Munna menjadi tenggelam..."

Nakal...

"Kata mereka..."

"Kacamata tergantung di kerah baju..."

"...memelintir kumisku..."

"...aku telah mengejarmu dengan gel di rambutku"

"Aku telah mengikutimu kemanapun kamu pergi..."

"...dan menampar begitu banyak demi dirimu"

"Anak-anak di kampungmu hafal plat nomor motorku..."

"...keluargaku mengira anaknya tersesat"

"Tubuh seperti model namun bekerja sebagai polisi"

"...bekerja sebagai polisi"

"Dia patahkan tulang tapi lebih tertarik menyanyi"

"...lebih tertarik menyanyi"

"Orang-orang membicarakanku dari pagi hingga malam"

"Sulit mengendalikan hati seseorang..."

"...saat kamu ada"

"Aku tertarik padamu, itu pesonamu"

"Lagunya diputar ulang..."

"Munna menjadi tenggelam demi dirimu sayang"

"Munna menjadi tenggelam demi dirimu sayang"

"Munna menjadi tenggelam..."

"Mogambo...terhibur"

"Terlalu banyak korban...demi kamu sayang"

"Munna menjadi tenggelam demi dirimu sayang"

"Terlalu banyak korban...demi kamu sayang"

"Hatiku...hanya untukmu sayang"

"Salman Khan...untuk dirimu sayang"

9445437216.

Salman Khan?

Antarkan Munna pulang.

Bukan seperti itu.

Dengan matamu.

Dengan mataku?

Tarian bagus, pak...luar biasa.

Abang, senyum!

Halo.

Aku hanya harus ambil gambar.

Aku sudah tua.

Halo.

Baali.

Semua inspekturmu berada dalam tahananku.

Kamu punya 70 milyarku dan aku punya 14 orangmu.

Kirimkan padaku besok!

Jika tidak, kamu akan mulai kehilangan orangmu satu per satu.

Dan kamu yang bertanggung jawab.

Jangan terlambat, Chulbul.

Baali Singh juga naikkan tekanan darahku.

Abang!

Kita harus ke bungalo untuk perayaan Durga Puja.

–Halo. –Daboo...

Bicaralah...

Sampaikan ke Menteri, semua berjalan sesuai rencana dan jangan beri pernyataan apapun.

Uang pemilu akan kembali.

Dan yang terpenting jauhilah Chulbul.

Ini pesan penting. Jangan lupa sampaikan.

Ya, mengerti.

Daboo.

Sampai nanti, Pak.

Ya...

Kenapa tidak beritahu kalau kemarin dia kemari?

–Kakak ipar... –Ceritakan soal panggilan hari ini.

Dia sangat pelupa.

Panggilan pertama pada jam 9:40 pagi.

Kita harus membayar 1155 rupee.

Untuk sambungan tivi kabel.

Kamu bisa lakukan sendiri.

Selanjutnya...

Andai dia bukan adik istriku...

selesai.

Kakak ipar, perintahmu titah bagiku.

Bagus.

Selanjutnya...

–Makhan Chand Pandey menelepon. –Bawa Menteri keluar.

Dari mana asal batu itu?

Siapa yang melempar?

–Periksa siapa yang melempar. –Lupakan mereka.

Pergilah.

Makhan Chand Pandey...

Cukup tentang Makhan Chand.

Hidupku dalam bahaya.

Siapa itu?

Hentikan.

–Kakak ipar... –Berhenti melempar batu.

Siapa orang bodoh itu?

–Sudah ingat semuanya? –Tidak.

Teruslah teriak!

Bawa Menteri keluar.

Bawa Menteri keluar.

Panggil polisi. Panggil polisi.

–Ini kenapa Makhan Chand... –Apa Makhan!

Chulbul.

Chulbul, kamu panjang umur.

Lihat yang mereka lakukan. Lihatlah di luar.

Akan aku lihat.

Jangan tinggalkan aku.

Pak, duduk dan tenanglah.

Akan kuselesaikan ini dengan cinta.

Jangan!

Nanti. Nanti

Tolong keluarkan aku dulu.

Dalam hal ini...

Ayo pergi!

Mobil dinas diparkir diluar.

Ayo silahkan.

Kamu tadi mau sampaikan apa? Katakan sekarang.

Makhan Chand Pandey menelepon.

Semuanya sesuai rencana.

Jangan beri pernyataan pada siapapun. Jangan ada pertemuan apapun.

Dan yang terpenting, jauhilah Chulbul.

–Chulbul di sini, Pak. –Ya, Chulbul?

Pak menteri diculik.

Pak menteri diculik?

–Ini Vishambar. –Ada apa?

Ulangi apa yang baru saja aku katakan.

Tapi kamu belum bicara apapun.

Itu berarti anda menyimak.

Katakan ada apa.

Aku mengirim sms ke Anda.

Periksalah.

Sudah anda periksa, Pak?

Baru saja aku mau lihat, kamunya keburu telfon lagi.

Maaf, tapi tidak masalah.

Pak...Saya mengirim pesan Whatsapp.

Lebih aman.

Silahkan periksa.

Baik.

Sudah anda periksa, Pak?

Hentikan kegilaan ini atau kubunuh kamu, paham!

Katakan ada apa?

Kita melakukan pertemuan rahasia.

Tidak boleh ada yang tahu.

Pak...

Chulbul telah menculik Pak menteri.

Mereka ingin menjebakmu.

Berhati-hatilah.

"Keluar ganti"

Siapa itu?

Siapa itu?

Jangan dorong! Dimana sopan santunmu?

Ada ungkapan...

–Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. –Ya pak.

Terdengar menyiksa, Pelayan rakyat!

Ya, Pak.

Aku mau selfie dulu.

Kalian mau nangis apa senyum?

Senyum, Pak.

Senyumlah.

Biarkan kami lewat.

Tn. Baali Singh.

Kami dari Cabang kejahatan.

Kami mau geledah rumahmu.

Kami punya surat perintahnya.

Kami temukan bahwa anda telah sembunyikan kejahatan di rumah.

Dan kami juga punya buktinya.

Kami punya perintah pengadilan.

Cepat cepat! Gali lebih dalam!

Kosong, Pak.

Kami tidak temukan apapun, Pak.

Disini kosong, Pak.

Kosong juga, Pak!

–Kami tidak temukan apapun, Pak. –Disini tidak ada, Pak.

Kami tidak temukan apapun, Pak.

Tidak ada mayat, Pak.

Informasinya salah, Pak.

Aku penasaran dengan rencananya.

Apa yang dia inginkan dari kita?

Hanya Tuhan yang tahu isi pikirannya.

Mana ada yang tahu?

Kami berhasil selamatkan petugas, pak.

Sayangnya kami tidak bisa selamatkan Pak menteri.

Sumber kami mengungkapkan bahwa...

...Baali Singh ingin membunuh Pak menteri.

Baik, Pak.

Hei!

Omong kosong apa ini?

Bicara apa kamu?

Sebelum mati dengan pelurumu, aku mati kena stroke dulu.

Bagaimana dia bisa membunuhku ketika aku bersamamu?

Lanjutkan.

Aku harus ceritakan semua kejahatan Baali Singh...

...agar aku tetap hidup?

Siap?

Action!

Baali Singh penjahat berbahaya.

Dia memasok perempuan untuk orang-orang berpengaruh.

Dan bahkan untukku.

Saya sama-sama terlibat dalam bisnis ilegal Baali Singh.

Dia bahkan memiliki bisnis pertambangan ilegal.

Dia kirim premannya untuk membantuku.

Selama pemilihan,

Dia telah lakukan banyak pembunuhan.

Dia tembak mati banyak orang di depanku.

Dia kubur orang hidup-hidup dan membuat kebun di atasnya.

Dia mengaku bahwa dia yang memiliki Hukum ...

...dan pemerintah adalah bonekanya.

Aku tahu tempat itu.

Itu tempat abangku nongkrong.

Baali...temanku!

Selamatkan aku!

Bajingan Chulbul Pandey itu memaksaku mengaku di bawah todongan senjata.

Tapi jangan khawatir...

Kakak ipar.

Baali Singh...sebentar.

Diterjemahkan oleh: Gendrol89 https://subscene.com/u/1278503

Ram.

–Ayo! –Kemana kalian membawaku?

Ayo.

Duduk tenang!

–Jangan berisik. –Bittu.

–Papa... –Mama.

Kakek...

Mama...

Mama...

Chulbul.

Aku tahu kemana mereka membawanya, Papa.

Anda yang masak makan malam.

Kita akan makan bersama.

Pak Pandey sudah tiba.

Dengan kacamata.

Apa kalian tidak menyambutnya?

Bagaimana mereka bisa memilih tempat ini untuk jadi kuburan mereka sendiri?

Bahkan Vasco Da Gama tidak mungkin bisa temukan tempat ini.

Kamu pasti pernah dengar pepatah...

"Akhirnya kamu bertemu pasanganmu"

Jika kamu sangat menyukai pepatah, maka pasti pernah mendengar...

"ketika nasib buruk tersenyum padamu, Chihuahua akan menggigitmu"

Yang kecil...Saya suka itu.

Tapi Pak Pandey, aku ingin tahu seberapa jauh pandanganmu.

Lihatlah.

Sekarang kamu membuatku marah.

Aku penasaran...

...kenapa bajingan seperti Chedi, Bacha, dan sekarang kamu...

kenapa kalian semua punya kesamaan?

Pada akhirnya, kalian selalu menyandera istriku.

Dan sekarang kamu menggantungnya?

Kamu sudah dengar dari kecil bahwa kamu akan digantung, kamu akan digantung...

...tapi tidak ada yang pernah lakukan.

Apa yang...

Kamu harusnya hargai apa yang sudah kulakukan, Pandey.

Kalian punya rencana bagus.

Tapi adikmu ceroboh, Pak Pandey.

Sekedar informasi, aku ingin tahu...

...siapa yang akan kamu selamatkan dulu?

Kamu pasti pernah dengar...

...penyelamat selalu lebih hebat daripada si pembunuh.

Artinya...aku keduanya.

Artinya...aku akan membunuhmu dan selamatkan mereka.

Tapi kamu tidak akan melihatnya.

Karena arwahmu...

...tidak akan bisa lakukan apa-apa.

Jangan tunda tugasmu untuk besok.

Sekarang...

Kamu bicara tentang saat ini.

Tapi sudah kulakukan di masa lalu.

Maksudku semalam.

Mengapa kamu tidak berpikir, kenapa aku berdiri di atas peti mangga ini...

...sementara istri dan adikku tergantung disana.

Kamu pikir aku mau pamer?

Idiot!

Biar aku tunjukkan...

...bagaimana aku akan...

...meledakkan kalian!

Aku membunuh Khushi karena kamu.

Aku hidup dalam kesendirian!

Tapi kamu menikah dan punya anak.

Seorang anak.

Kamu menyebut ini cinta?

"Chulbul sang pemberani..."

"Chulbul sang pemberani..."

"Chulbul sang pemberani..."

"Chulbul sang pemberani..."

"Chulbul sang pemberani..."

Kamu benar sekali.

Kejahatan selalu menang.

Karena bagimu tidak ada yang lebih buruk dariku.

Jika kamu mencintai seseorang...

...dan dia tidak membalasnya...

...lalu kamu memperkosanya...

...menyiram air keras ke wajahnya...

...membakarnya...

...membunuhnya?

Aku belum pernah perkosa siapapun, tapi...

...aku membunuh, membakar dan menyiram air keras.

Tapi sekarang...

...aku akan memperkosa!

Aku akan memperkosa!

Kamu merebut Khushi dariku.

Impoten seperti kamu tidak berhak di atas bumi tapi terkubur di bawahnya.

Kamu bisa mendengarku?

Sebelum kamu pergi, dengarkan satu hal terakhir.

Saat menabur, kamu juga akan menuai.

Apa yang terjadi maka terjadilah.

Kamu punya kebiasaan provokasi orang lain ...

–Itu sebabnya ... –Pak Pandey, apa kamu akan bicara terus?

Cepat selamatkan kita.

Kenapa kamu takut?

Ketika Tuhan jadi pelindungku...

...tidak ada yang bisa menyentuhku, meski Baali maupun Bahubali.

Bisa kasih tahu?

Seperti apa diriku jika dilihat dari atas?

Fantastis?

Mama, siapa dia?

Dia Khushi, temanku. Sudah seperti saudari bagiku.

Jika dia ada maka aku tidak ada.

Dan jika aku tidak ada maka kamu juga tidak ada.

Kamu tetap akan ada.

Dan siapa dia?

Dia ayahnya ayahmu.

Jika dia ada, maka kakekmu tidak ada.

Dan aku juga tidak ada.

Jangan rusak otakmu.

Kamu akan pahan saat besar nanti.

Keluarga Pandey itu sangat rumit.

Sekarang katakan...kalimat apa yang sering kamu ucapkan.

Aku tidak takut ditampar, tapi cinta yang membuatku takut.

Dari siapa kamu mencurinya?

Diamlah.

Nenek buyutku sering mengatakannya. Khushi juga sering mengatakannya.

Tapi sekarang aku takut ditampar juga takut dengan cinta.

Kenapa takut?

Jangan takut, selama Karu Pandey ada.

Papa, Aasma menelepon.

Dia bilang bahwa dia akan menikah.

Jangan khawatir, Papa.

Kami akan temukan orang lain untukmu.

Saudara!

Kurasa ingatannya telah kembali.

Akhirnya aku ingat semuanya.

Lihat!

Chedi Singh... dan ini uang Baccha Singh.

Lembaran 500 dan 1000 rupee.

Memang kenapa?

Setelah demonetisasi? [Tidak laku]

Apa yang akan kulakukan dengan uang ini?

Apa yang akan kamu lakukan, Chulbul?

Papa, dengan izinmu.

Aku berpikir untuk berhenti dari Kepolisian.

Dan terjun ke dunia Politik.

Hah?

Kenapa?

Tidak boleh?

Pikirkan tentang itu.

Aku juga akan pikirkan.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.