Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
When Time Stopped (Saat Waktu Berhenti)
When Time Stopped (Saat Waktu Berhenti)
Episode 7
Kau tahu yang kau lakukan itu ilegal kan?
Invasi rumah.
Tuhan sedang...
mencarimu.
Apa kau menemukan yang kau perlukan?
Haruskah aku dengar laporanmu?
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Tidak ada yang di luar normal.
Kau akan terus bersikap seperti ini? Hah?
Kenapa tidak beritahu aku?! Kenapa?!
Kirim pesan ini pada para pencabut nyawa.
Umumkan ini pada setiap pencabut nyawa!
Pertama, Pencabut Nyawa Myeong Woon dikeluarkan dari posisinya.
Sampai aku mengeluarkan perintah, dia dalam posisi siaga tanpa batas.
Kedua, seorang penghenti waktu sudah muncul.
Dia dianggap sebagai manusia yang cukup berbahaya.
Sampai aku memberi perintah, jangan ada yang sembarangan ikut campur dengannya.
Itu saja.
Recker Hoon's Chicken Recker Hoon's Inha Cabang 032)255-0505
Alarm: jam 6 malam ruang bawah tanah
Bos, bukankah aku sudah beritahu aku ada janji penting yang harus kutepati meskipun aku mati hari ini?
Aku pergi dulu.
Tunggu sebentar! Aku harus memeriksa bisnya.
Maafkan aku, aku sangat terlambat.
Tidak, 35 menit; 35 menit itu tidak terlambat.
Maafkan aku, Ruang Bawah Tanah. Aku akan traktir kau dua piring hari ini.
Tapi kenapa kau menunggu di sini?
Hah?
Makgeolli (anggur beras Korea), Soju, Beer Kaki Ayam Pedas, tulang lunak yang digoreng
Kau menunggu 35 menit tapi kenapa tidak berpikir untuk menunggu dalam antrian?
Maaf.
Maafkan saya. Bahan-bahannya sudah habis.
'Habis' Kami minta maaf ㅠ.ㅠ
Maaf aku sangat terlambat.
Ya, kau harusnya sangat menyesal.
Ya, aku sangat menyesal.
Ikuti aku.
Mau duduk di sana?
Mungkin karena aku, kau sangat marah pada...
Itu terdengar sangat jujur.
Roti Lapis Segar
Kau tidak marah, Ruang Bawah Tanah?
Aku sama sekali tidak marah.
Lalu kenapa dari tadi kau sangat diam sekali dan terlihat serius?
Maaf, aku tidak pandai menunjukkan sisi itu dariku.
Tidak apa-apa, aku memang sangat terlambat.
Sayang sekali, kudengar makanan mereka enak. Aku mau makan di sana.
Lain kali, aku akan mengantri dan menunggumu.
Lain kali...
Lain kali kapan?
Permisi, aku harus terima telepon ini.
Ya, Soo Gyeong...
Perjamuan! Perjamuan lima puluh orang perjamuan. Jika kamu datang sekarang, aku akan membayar dua kali lipat.
Dua kali lipat?
Kau harus pergi?
Tidak,
Aku tak bisa; maaf, temanku.
Aku bahkan tidak mentraktir Ruang Bawah Tanah. Masa aku mau pergi.
Aku tidak apa-apa.
Empat kali lipat!
Aku sungguh tidak apa-apa.
Aku juga tidak apa-apa.
Tapi,
kau benar tidak apa-apa, Ruang Bawah Tanah?
Apa?
Di mana perjamuan besarnya?
Tidak jadi. Mereka bilang tidak jadi datang.
Tidak jadi?
Lalu bagaimana dengan uang 4 kali lipatnya?
Maaf.
Kau boleh pergi sekarang kalau mau.
Ini tidak benar.
Apa kau tahu apa yang kutinggalkan untuk datang kemari!
'Jadi, dalam waktu yang berhenti.'
'peran utama pria yang muncul tiba-tiba, di depan peran utama wanita.'
'Wanita itu memandang dengan penasaran pada pria itu,'
'Oh, apa yang membawamu kemari?'
'Dia bertanya pada wanita itu.'
'Aku menunggumu.'
Ini luar biasa.
Bagaimana? Ini yang terbaik yang pernah kutulis kan?
Katakan sejujurnya, kau punya pria yang kau kencani?
Ah, pria apa?
Lalu kenapa pakaianmu seperti ini?
Ada apa dengan pakaianku?
Memakai gaun itu tidak sepertimu.
Aneh juga bahwa setelah aku bilang akan bayar kau 2 kali lipat, kau masih tidak mau datang.
Sudah jelas hari ini itu karena seorang pria. Lebih lagi, aku yakin kau bersama pria yang kau sukai.
Dan tulisan ini adalah bukti kau punya pria.
Kau tak bisa menaruh emosi dalam tulisanmu
karena kau selamanya sendirian.
Benar-benar wanita yang cerdik.
Ruang Bawah Tanah?
Aku merinding! Wow! Bagaimana kau sampai tahu itu juga?
Kau naif sekali.
Selama beberapa hari, kau membicarakan Ruang Bawah Tanah tanpa henti denganku.
Kau tidak sejelas ini juga di depan dia, kan?
Hei, aku tidak jelas.
Aku menunggumu.
Dia bilang, 'menunggumu'.
Jantungmu hangat dan berdetak serperti ini...
Kau siapa lagi kalau bukan manusia?
Kurasa begitu.
Sepertinya aku sangat kelihatan jelas. Bagaimana ini?
Tidak apa-apa, kau sudah melunasi hutangmu.
Kau melewati masa-masa yang sangat sulit. Kau pantas mencari cinta dan dicintai sebesar yang kau inginkan.
Bagaimanapun kau sudah bayar hutang-hutangmu, jadi kenapa masih bekerja tambahan?
Kau harusnya konsentrasi menulis dari sekarang.
Kau tuan tanah sungguhan sekarang.
Aku tak yakin.
Ini seperti kebiasaan yang sulit dilepaskan. Tubuhku menyuruhku bekerja duluan.
Masih ada sedikit lagi hutang tersisa dalam hidupku.
Dan juga,
Aku belum menyelesaikan masalah yang sangat penting.
Keluar, keluar sekarang!
Kenapa aku harus keluar dari sini?
Aku sudah membayar semua hutangku jadi pergilah.
Kalau tak mau pergi, bayar sewamu.
Tidak. Aku tak bisa.
Uang yang kau bayar, menghilang tepat setelah kau pergi.
Sudah jelas kau melakukan sesuatu pada uang itu.
Kenapa kau salahkan aku karena kehilangan uang itu? Aku tak tahu apa-apa.
Keluar dari gedung ini sekarang juga, kau kotoran anjing!
Apa, kotoran anjing? Kau baru saja mengutukiku?
Kau pikir aku ini candaan, kan? Kau tak tahu betapa menyeramkannya aku.
Aku sudah beritahu kau,
kalau kau ribut-ribut sekali lagi, aku benar-benar akan membelah perutmu.
Apa yang harus kulakukan dengannya, tuan tanah?
Apa boleh aku membelah perutnya?
Aku berjanji padamu, Ayah, bahwa aku pasti akan melindungi gedung ini.
Mulai sekarang aku akan hidup di sini dengan bahagia.
Aku merindukanmu, Ayah.
Aku bahkan tidak tahu apa yang sedang dialami sang pemilik.
Kalau aku tahu apa yang terjadi,
meskipun aku harus memotong lehernya,
aku harusnya usir dia lebih cepat.
Tapi kau tidak lupa.
Hah?
Janji bahwa kau akan membantuku jika aku membantumu mengurus masalah ini.
Ah ya.
Bukan yang itu.
Kenapa tidak yang ini?
Ini yang secara pribadi kukoleksi untuk diriku sendiri.
Ah baik.
Pada awalnya aku hanya kumpulkan mainan apa saja.
Saat aku mengoleksinya, perlahan-lahan tumbuh keserakahan pribadi.
Jadi,
ini adalah milikku.
Kau terlihat senang.
Jadi kita hanya perlu memberikan ini?
Ya, benar. Dan juga bantu cucikan seratus selimut juga.
Cuci 100 selimut?
Ya, jika kita berdua mencuci bersama...
Kita berdua mencuci 100 selimut?
Ini akan cepat. Sebelumnya selesai sebelum jam 1 pagi.
Jam 1 pagi?
Jam 1, tidak mungkin; tak mungkin begini!
In Seob, kau mau kemana?
Mini market. Kenapa?
Bisakah kau memberikan perhatianmu sedikit, Teman?
Ada apa ini? Kenapa?
In Seob, maukah kau ikut denganku untuk bertemu beberapa jiwa yang sangat murni?
Mmm... Aku tak mau.
Jadi sukarelawan untuk mencuci selimut-selimut di panti asuhan denganku--
Enyah...lah.
Tidak apa. Jika kita cepat, bisa selesai sebelum 12.30 pagi.
Kubilang aku tidak baik-baik saja!
Aigoo. Kita berdua harusnya cukup.
Sungguh?
Hah?
Kalau ada orang yang punya ketrampilan seperti nyonya di 202,
kurasa akan bagus.
Lima bulan.
Tidak. Dua bulan.
Empat bulan.
Ah, sungguh? Dua bulan!
Tiga bulan. Aku tak mau di bawah itu.
Tiga bulan. Setuju!
Kenapa kau bilang 'setuju' sesukamu!
Kau kira mudah membebaskan biaya perawatan selama 3 bulan?
Aku hanya berpikir jumlah itu terdengar adil.
Ayo pergi bersama, Ibu.
Ibu?
Ya, Ibu.
Sejak kapan aku punya anak sebanyak ini?
Baiklah, karena kau melakukan perbuatan baik, aku akan bekerja sama.
Kau masuklah dan istirahat.
Dia tidak ikut bersama kita?
Dia sedang sakit!
Ah, dia sakit...
Soo Na, cepat masuk.
Aku juga mau ikut.
Aku juga mau pergi dan mengistirahatkan pikiranku.
Kau mau? Kau baik-baik saja?
Akan baik-baik saja, Ibu. Ayo pergi bersama.
S-Soo Na juga.
Kalau kita berempat, maka dengan cepat...
Tidak juga... mencuci 100 selimut...
Kurasa akan bagus kalau kau ikut dengan kami.
Ya, kalau kau tidak ada pekerjaan hari ini.
Akan bagus kalau kita pergi bersama, dengan semua penghuni.
Tapi, aku agak tidak enak badan.
Haruskah kita berikan semua bonekanya?
Ya. ♪ Jika aku melewati jalan ini, ♪
♪ akankah kamu berdiri di sana lagi? ♪
♪ Untuk beberapa alasan ♪
Kau tadi suruh aku enyah.
Ah, enyahlah.
'Ah, enyahlah.'
Kau akan datang juga.
♪ Di ujung langit yang mempesona itu. ♪
♪ Berjalan berdampingan denganmu ♪
♪ Kau memegang tanganku dengan hati-hati ♪
♪ Suhu hangat mengingatkanku padamu ♪
♪ Oh sayang ♪ ♪ sebagai satu mimpi ♪
Wow! Boneka! Boleh minta satu?
Semuanya, hentikan gerakanmu!
♪ Sama seperti yang aku inginkan ♪
Baik, anak-anak... Berbaris.
♪ Mendekatlah tanpa ragu ♪
Ini.
Ini.
Tolong menggambarlah untuk kami.
♪ Sia-sia lagi ♪
♪ Aku berusaha untuk tidak terkejut ♪
♪ Seperti takdir yang tidak pernah ♪
♪ berpihak padaku ♪
♪ Menjadi kenangan yang berlalu ♪
♪ Meskipun aku tidak dapat bertahan ♪
♪ Oh hanya demi cintaku, aku berubah ♪
♪ Oh hanya untuk kekasihku, aku terlahir kembali ♪
Di antara pakaian yang tertiup angin... peran utama pria dan wanita memastikan ekspresi masing-masing.
Sang wanita, melihat wajah sang pria, menjadi yakin akan rasa cintanya pada pria itu.
♪ Aku memikirkanmu ♪
Apa yang kau tulis, sampai tidak sadar aku di sini?
Ah, kau menakutiku.
Ah ini...
Sejujurnya, impianku adalah menjadi seorang penulis.
Selama ini, karena berbagai situasi yang tak bisa dipercaya,
aku tak bisa mengikuti impianku.
Ah, begitu.
Tapi kau menulis apa?
Hah?
Ceritamu, tentang apa?
Oh... I-itu...
Rahasia. Saat selesai, aku akan tunjukkan padamu.
Baiklah. Tolong tunjukkan padaku.
Aku akan menunggu dan mendukungmu sampai saat itu.
Ah, apa itu? Mendukungku? Norak sekali...
Sejak kapan kau punya impian jadi penulis?
Aku tak pernah memikirkannya.
Hei, berikan padaku.
Hei, bolanya ke sana.
Ayo kita bertanding.
Hah?
Bagaimana menurutmu kalau kita putuskan siapa pemenangnya dalam satu permainan?
Yah, baiklah.
Ah, bagaimana ini, maafkan aku.
Ruang Bawah Tanah, kau akan kalah tanpa menyerang sekalipun?
Ini... belum berakhir.
Oke, kalau begitu ini yang terakhir.
Ruang Bawah Tanah...
Apa kau orang seperti ini?
Ah... I-itu...
I-itu... kenapa aku menjentikkan jariku?
In Seob, kau pasti senang karena menang.
Aku sangat pandai bermain membalikkan pion. "Pop!"
Oh, ruang bawah tanah, ini.
Ini, beginilah caranya.
Apa hebatnya? Mungkin untuk kalah.
Aku akan jaga rahasia kecuranganmu.
Lupakan saja dan makanlah.
(Kenapa dengan wajahmu?)
(Kau berkelahi dengan anak-anak lagi?)
Aku tak tahu! Biarkan aku makan dengan tenang.
(Terakhir kali, biarawati harus ke sekolah. Kenapa kau terus melakukan ini?)
Memangnya kenapa?!
(Ada apa denganmu akhir-akhir ini?)
Saat kita sendirian, bicara saja padaku dengan pikiranmu, bukan bahasa isyarat.
Bahasa isyarat itu membuatku kesal.
Aku sudah bilang kita harus hati-hati.
Kenapa sebenarnya kau seperti ini?
Sesuatu terjadi di sekolah?
Noona, sampai kapan kita harus tinggal di sini?
Ibu bilang dia akan segera kembali.
Ibu menyuruh kita menunggu.
Noona, dengan ibu...
kau bisa bicara dengan ibu.
Beritahu dia untuk cepat datang.
Pakai obatnya, lalu tidurlah.
Maaf, Seong Joon.
Karir Orang Tua
Pekerjaan ayahku adalah dokter.
Ayahku adalah ahli bedah yang melakukan operasi pada pasien yang terlibat kecelakaan...
Setelah melakukan operasi,
dia mengurus mereka dengan baik sampai sembuh.
Kau melakukan kerja bagus! Semuanya, tepuk tangan!
Berikutnya, Seong Joon.
Baiklah, sekarang, mari dengarkan presentasi Seong Joon.
Orang tuaku adalah~
Kau tidak punya! Karena itu kau tinggal di panti asuhan.
Diamlah.
Orangtuaku...
mereka menjalankan restoran kecil di pasar.
Pembohong!
Lee Jae Ho!
Guru! Kim Seong Joon sedang berbohong.
Kedua orang tuanya kabur dan dia tinggal di panti asuhan dengan kakaknya yang bisu dan terbelakang.
Guru, kau juga tahu itu!
Lee Jae Ho!
Ini tidak bisa! Pergi ke belakang dan berdiri di sana!
Ah, kenapa aku harus pergi?!
Apa? Apa aku mengatakan hal yang salah?
Kim Seong Joon!
Dia masih muda, jadi aku tahu di tak bisa ditahan.
Tapi, aku tak akan lepaskan dengan mudah.
Aku akan menuntut panti asuhanmu.
Dan aku akan membuat orang-orang sepertimu, yang tak punya apa-apa, tak bisa menginjakkan kaki di sini lagi.
Aku membiarkan kau tahu.
Maaf.
Ya, mari lihat ketulusanmu.
Aigo, kau pasti merasa sakit...
Kau masih berpikir kau tidak salah?
Ya! Aku tidak bersalah!
Kalau aku dalam situasi itu, aku masih akan memukul berandal itu!
Sungguh?
Kau masih harus belajar banyak.
Angkat lebih tinggi.
Kubilang... Sungguh aku bahkan tak bisa...
Kalau ada informasi, cari tahu dulu.
Kali ini, aku sungguh tak bisa membiarkannya.
Kau tak mau melakukannya, kan?
Kau ingin tahu apa yang kau lakukan di sini kan?
Ikuti aku.
Ayo bicara jujur.
Sedang apa? Minumlah.
Aku sedang bekerja sekarang, jadi...
Dan juga, aku sedang dalam penahanan.
Karena itulah kau tak akan pernah berhasil.
Beritahu aku.
Alasan sesungguhnya kau melakukannya.
Kau ingat sesuatu, seperti yang terakhir kali?
Ayah!
Kau sudah tiba? Jagoan kita!
Bagus sekali! Aku sangat menyukaimu! Kau bekerja bagus!
Apa?
Sesuatu terjadi?
Aku... melihat masa laluku.
Seperti waktu itu, kau ingat sesuatu?
Tidak, tuan.
Hanya saja... aku ingin menangkap manipulator waktu itu sendiri dan
ingin mengumpulkan poin lagi.
Kalau begitu, aku pergi dulu.
Unni Hwa Sook! Kaut tidak ingat aku?
Aku dulu di panti asuhan denganmu.
Tahun lalu, ibuku kembali untukku jadi aku keluar.
Unni, sesuatu yang buruk terjadi! Seong Joon dibawa pergi oleh beberapa anak SMA!
Kau bilang apa sekarang?
Ikuti saja aku.
Unni, ini dia kan?
Ya, benar.
Aku kakak dari anak yang kepalanya dibuat bocor oleh adikmu.
Kau lihat dia di rumah sakit kan?
Sebagai kakaknya, karena kepala adikku dilukai,
aku tak bisa diam saja.
Unni, apa yang harus kita lakukan pada adiknya?
Haruskah aku bawa dia?
Aku sudah menyuruh orang melakukannya.
Aku harus pecahkan juga kepalanya.
Hentikan!
Kumohon. Tinggalkan kami sendiri!
Kalau kau berani sentuh bahkan sehelai rambut adikku saja...
Aku takut!
♪ Sia-sia lagi ♪
♪ Aku berusaha untuk tidak terkejut ♪
♪ Seperti takdir yang tidak pernah ♪
♪ berpihak padaku ♪
♪ Menjadi kenangan yang berlalu ♪
♪ Meskipun aku tidak dapat bertahan ♪
Sesuatu terjadi?
Hari itu saat kita jadi relawan di panti asuhan,
dengan anehnya aku bisa dengar suara anak ini.
Kau berkelahi dengan anak-anak lagi?
Aku tak tahu! Biarkan aku makan dengan tenang!
Kenapa kau terus seperti ini?
Memangnya kenapa?!
Ada yang mengganggumu?
Hah?
Tidak, ayo makan.
Ada yang bisa kubantu?
Anak ini mirip denganku.
Berandal aneh ini sedang mengurus seorang anak aneh.
Apa yang aneh?
Punya kekuatan seperti itu, itu luar biasa.
Jadi jangan terintimidasi kemanapun kau pergi.
Terima kasih.
Pertama, mengenai kasus penyerangan anakmu,
aku dengan tulus minta maaf dan merasa menyesal soal itu.
Tetapi...
apa yang ingin kau lakukan?
Kau bilang mau menuntut panti asuhan.
Terima saja biaya penyelesaian dari pria baik dan polos ini.
Dan akhiri ini, dengan bersih.
Bukankah itu yang terbaik untuk masa depan putrimu?
Apa ini?
Enam dolar?
Hanya itu yang kau punya?
Kau bercanda?
Semuanya hentikan!
Murid-murid seperti kalian sudah mendapat uang begitu mudahnya,
itu tidak bagus!
Apa ini? Kalian sebagai grup mau menyerangku yang sendirian?
Bukankah itu tindakan pengecut, teman-teman?
Kalau mau lihat hal yang buruk, enyah sajalah.
Begitu?
Meskipun aku serang kau sendirian, seperti yang kau bilang, aku akan melihat hal yang buruk.
Tapi, aku bersama seorang teman...
Ah, teman-teman ini, membuat logatku keluar.
Jangan bersikap tangguh! Kita masih punya orang lagi.
Kemari, kemari. Kau mau aku ke sana?
Haruskah aku hajar mereka?
- Satu! - Uangku...
- Dua! - itu penting...
- Tiga! - Uang jajanku...
- Empat! - Dari ibuku...
Kau tidak mau melakukannya?! Lagi!
- Satu! - Uangku...
- Dua! - itu penting...
Lebih keras! Lagi!
Terima kasih banyak.
Terima kasih banyak.
Apa artinya itu?
Dia berterima kasih. Kakakku berterima kasih.
Apa?
Terima kasih.
Saat aku melihatnya,
mereka minta maaf dan saling berterima kasih habis-habisan.
Kau akan berbuat apa?
Apa?
Mereka berdua bukan orang biasa.
Kalau kita tidak hati-hati dan tidak bertindak, kita bisa bermasalah dengan Surga di atas.
Lalu apa saranmu?
Tidakkah kau pikir hanya ada satu pencabut nyawa yang bisa menangani kasus sebesar ini?
Saat Hwa Sook mengunjungi kita terakhir kali,
Sepertinya aku meninggalkan buku catatanku di ruang bawah tanah.
Bisa carikan untukku?
Alih bahasa dipersembahkan oleh Tim Time Stoppers@ Viki
Ruang Bawah Tanah!
Kau temukan bukuku?
♪ Kecanggungan tiba-tiba berubah menjadi senyuman. ♪
♪ Malam yang dipenuhi dengan bayanganmu yang lembut ♪
♪ Ketika aku terlihat sangat tertekan di masa lalu ♪
♪ Kuharap kau tidak tahu masa laluku yang gelap ♪
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Saat Waktu Berhenti
Epilogue ♪ Potongan-potongan yang tidak cocok dengan bentuk ♪
♪ Ketika aku semakin cemas ♪
Ahh! ♪ Bahagiakan aku dengan lembut, yang memiliki kepribadian yang sulit ♪
♪ Di depanmu, yang melindungi aku ♪
♪ Duniaku yang telah berhenti ♪
Untuk membuatmu melindungi gedung itu,
kau tahu berapa banyak uang kuhabiskan untukmu?
♪ Mempersiapkan hatiku ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.