Afrikaans
Akan
Albanian
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Diterjemahkan oleh: kawulo Dari subtitle Sinhala: Chichaka Indunil Mohon maaf bila banyak kesalahan penerjemahan Selamat Menyaksikan
Ini jatah di waktu tugasmu. Keluhan apa ini?
Kenapa kalian begitu bahagia?
Tertawa cerita apa?
Ini lelucon besar, Pak.
Apa itu? katakan.
Tunggu, tunggu, aku akan memberitahumu, Pegang ini.
Ini...rumah warga hilang.
Apa?
Serta Ibu dan Ayah juga menghilang.
Siapa yang mengajukan keluhan ini?
Adakah yang mencuri rumahmu?
Hei, berhentilah tertawa.
Pergi ke tempat kalian.
Pergi, masuk.
Hei, anak ini kah? Mengapa kamu tertawa?
1/4/143, Venetswewa, Devinagar, 501222
Aku tidak lupa alamatnya.
Rumahku benar-benar hilang.
- Baiklah. Antar dia pulang. - Baik, pak.
- 401, kamu antar dia pulang. - Ok, baik.
Eh..
- 403. - Ya Pak.
- Kamu yang antar anak itu. - Aku?
Iya, kamu.
Kamu tak ada kerjaan di sini, cepat.
Siap, pak.
Temukan rumahmu, cari milikmu. Ayo
Kemarin tim Kriket di Pakistan mengalahkan Pakistan,
India memenangkan kejuaraan.
Selesaikan misteri ini, waktumu 30 detik.
Oke?
Wow, bagus sekali, Nikel.
Lanjut.
Selesaikan ini dalam 30 detik.
Game apa tuh, belum kelar?
Ayo pergi, ayo.
Ayah isilah.
Ah, kenapa mulai di sini?
Jangan bermain, lihat depan.
Tidak apa-apa,
Katakan padaku jawabannya.
Ashok.
Kalian baik-baik saja?
Maaf.
Sudah, minggirlah.
Skakmat
Skakmat
Skakmat
Skakmat
Skakmat
Ini disebut Pion.
Ini Benteng.
Iki Jaran.
Iki Ploncor.
Ini raja.
Dan sang Ratu...?
Ini untukmu, ini aku.
Aku?
Ya, jika sesuatu terjadi pada raja, Sesuatu terjadi pada ratu.
Nikhil.
Ayahmu menyuruh pulang.
Baiklah, aku pergi.
Dia diundang untuk bersamamu.
Semuanya baik-baik saja?
Sip, Pak.
Anak-anak tidak ada masalah kan?
- Tidak masalah. Semuanya baik-baik saja. - Bagus
Pengeluaran bulanan, kuberi cek.
Jika ada yang lain beritahu aku.
- Ya, Pak. - Oke.
Ya, Pak, aku akan menerimanya.
Apa?
Sudah antar bocah itu?
Kamu masih di sini.
Tidak pak.
Alamatnya benar.
Lalu mengapa tidak mengantarnya?
Ada apa?
Tidak mengetuk rumah?
Sebentar, Pak.
Pagi-pagi mau nyampah?
Melucu?
Tidak, aku mengatakan yang sebenarnya.
Benar kata dia, rumahnya hilang, Pak.
Ada rumah 142, ada 144.
Tapi tidak ada 143 di tengah, Berarti menghilang, Pak.
Apakah ini terlihat seperti orang idiot?
Karena kamu bertanya kepada aku. Jadi berpikir serba salah.
Dari tetangga disekitar, apa yang mereka katakan?
Dari kantor polisi.
- Aku ingin tanya beberapa hal. - Katakan pak.
Sini.
- Kamu kenal anak ini? - Anak ini?
Kenapa tidak kenal? kami tetangga sebelah. Apakah dia membuat masalah?
Tidak, rumahnya sebelah mana, kamu tahu?
Bercanda ya? Sebelah ini adalah rumahnya.
Itu bukan rumahnya.
Itu nomor 144.
- Apa? - Ya. Rumah itu bukan miliknya.
- Itu nomor 142. - Benarkah?
Aku tidak tahu apa yang terjadi.
Jal takon maneh, Pak.
- Kemarin sore aku ngobrol dengan ibunya. - Kamu ngobrol dengan ibunya?
Ya, Pak.
Rumah tidak ada?
Apapun katamu, percaya atau tidak, lihat sendiri.
Benar tidak yang kamu katakan, aku akan datang, Aku tidak percaya.
Ajaib ini.
Ajaib?
Hei, jika benar, bukankah ajaib?
Lebih baik melihat dengan kedua mata, kan?
- Kita pergi? - Ayo, Pak.
Lihat? Percaya sekarang, Pak?
Jangan yakin dulu pada mata telanjang. Berpikirlah seperti seorang polisi.
Ketika aku diberitahu ada rumah menghilang, kupikir tanah ikut hilang.
Benar, Pak. Aneh.
Kemana perginya?
Apakah pada malam hari mahluk asing angkasa datang mengambil rumah?
Itu mungkin.
Atau ditelan Bumi, ambles dan menguburnya di dalam?
- Atau lihat sisi itu... - Diam.
Pesawat Mumbai-Kolombo, hilang di perjalanan.
Apa yang terjadi? Bagaimana bisa hilang? Tidak ada informasi lebih jauh.
Tapi semua penumpang di sana.
halo
Tarik dalam-dalam.
- Pak. - Ya.
Ada telepon.
Tinggalkan pesan saja, aku sibuk.
Ini mendesak, Pak.
Hello.
Apa yang kamu katakan? Bagaimana kabarnya?
Bagaimana bisa terjadi?
Dari panti asuhan mereka berdua ke pasar. Tapi hanya satu yang kembali.
Yang lain tidak kembali.
Tidak kembali?
Lalu aku ke pasar, mencari ke semua tempat.
Tapi...
Baik, siapa yang hilang?
Ini...ini....
Kenapa? Katakan.
...Nandini.
Nandini.
Bukankah bisa suruh anak-anak yang besar ke pasar? Kenapa anak kecil?
Aku lakukan, Pak.
Dia memaksa ingin mencari hadiah, aku tidak menyangka.
Anak-anak ini.
Baik.
Mari kita pergi ke polisi dan mengajukan keluhan.
Polisi?
Panti asuhan akan dapat masalah,
Kenapa? Haruskah aku melupakan bocah itu?
Jika kita kehilangan anak kita, maukah kamu relakan?
Oke, jika kamu tidak mau, aku akan pergi, Lakukan yang terbaik.
Pak.
aku ikut.
Ayo pergi.
kamu tahu berita ini,
Kalian telah dengar berita ini,
Ya, sudah dilaporkan...
...dari Kolombo ke Mumbai, pesawat...
...tadi malam
..telah menghilang.
Menurut informasi yang kami terima,
Pesawat telah diujicoba di suatu tempat, Mereka berpikir sudah aman.
Tapi saat mendarat dilokasi berikutnya? Tidak tahu dimana berada.
Dengan ini, Pemerintah Sri Lanka..
Angkatan udara..
Memulai operasi gabungan.
Misi dipimpin Laksamana kita Sri Karen Singh
Pada saat bersamaan,
Apa yang terjadi dalam kasus ini? Investigasi dilakukan.
Oleh, Mr. Deepak Reddy,
Kepala Investigasi.
Kami tahu di dalam pesawat,
Ada selbriti, VIP, dan tim Kriket,
Kami adalah politisi, kami akan berpikir.
Kamu tidak perlu khawatir.
Aku berjanji.
Pada waktu tertentu, tidak disebutkan.
Secepat kami bisa dapatkan mereka kembali.
Kami akan segera dapatkan dengan aman.
Kami akan melakukan semua yang kami bisa.
Harap mengerti, kami memohon kepadamu.
Ceritakan apa yang terjadi.
Jai Sri Ram!
Jai Sri Ram!
Aku tidak melihatnya di malam hari.
Itu yang terjadi.
Kita sering dengar uang hilang.
Berita barang hilang.
Juga orang hilang,
Bagaimana rumah hilang? Bagi aku, ini hal baru.
Baik, sendainya dia pulang, lalu mana Ayah Ibunya?
Itu rumahnya tentu saja ibu dan ayah ada disana.
Atau bisa saja tersesat.
Itu berarti menemukan rumah, bukan orang tuanya?
Tidak, Parvomay. Pulanglah pasti ketemu.
Rumah hilang, orang tua hilang. Rumah ketemu, menemukan mereka.
Gini lho.
Berisik!
Ini masalah besar, Kenapa kita harus tangani?
Serahkan saja ke Tim Khusus CID.
Nuwunsewu Pak. Ndasku mumet tenan. Berpikir saja ku tak bisa,
Sabar, sabar Pak.
Apakah kamu tidak punya otak?
Kita akan menangani kasus ini. Kita akan dapat Penghargaan Oscar.
Oscar tidak diberikan pada kita.
- Bukan begitu? - Ini untuk bidang film.
Itu maksudku.
Sontoloyo.
Apapun yang kamu katakan, aku akan selalu ada untukmu.
Aku siap.
- Sekarang, Pak, bisakah kamu menelepon CID? - Nah.
Bahkan jika kamu berdiri di atas kepalamu. Kasus ini yang kita cari.
Berpikir sperti itu..
Begini, 403, 401. Pergi ke lokasi.
Cari info tentang orang tuanya, rumah, dll.
- 40...
- Pergi. - Baik, Pak. Ayo.
402
Pergi ke departmen, cari info berapa jumlah rumah yang ada disana?
Dapatkan informasi selengkapnya.
Baik, Pak.
Nak, kamu ikut aku.
Ya ok.
halo
Beri kami sedikit waktu, Kami sedang berusaha.
Otoritas Penerbangan Sipil - Sri Lanka.
Inilah yang kamu minta. Daftar nama mereka yang ada di pesawat.
Kemana perginya?
142, 144.
Bagaimana?
Dengarkan aku.
Kamu melihat rumah di sini?
Jika seseorang menikam, aku akan mengutuk? Kamu pikir begitu? Terlihat gila?
Benar-benar payah.
- Aku tidak, - Baik.
Apakah kamu melihat rumah di sana?
Apa yang mengacaukan otak?
Semua rumah ada di sana, Kenapa tanya melihat rumah?
Sial.
Apakah dia tidak mengerti?
- Tunggu sebentar. - Ah.
- Ada rumah di sini? - Ya
- Ada rumah di sini? - Ya
Di tengah dua rumah apakah kamu melihatnya?
Ditanya malah nyengir.
Ayah, tentang Nandini, menemukan sesuatu?
Belum Nak.
Apa kata polisi?
Apa yang harus kukatakan? Semprul, tak berperasaan.
- Tidak satu orang pun. - Apa yang terjadi? Kenapa kamu menyalahkan?
- Maaf - Ya.
- Apakah SI? - Bukan, ada apa? Barusan keluar.
Berharap aku CI. Temui saja dia.
Pak CI?
Bukan, Tapi dia tahu tentang kasus.
Mari, silahkan.
Hmm, mari kita lakukan,
Ini Pak Dokter. Yang komplain anak hilang.
Oh, silahkan.
- Pergi dapatkan dua teh. - Baik, Pak.
- Oke, kita bicara nanti. - Baiklah.
- Baiklah, - Aku akan kembali.
Katakan pak.
Tadi malam, seorang anak hilang. Aduan telah dibuat, aku datang untuk dapat info.
Tahukah?
- Dia mengerti. - Ditemukan?
Bagus, di mana anak itu?
Di sana.
Dimana pak?
Kamu tidak lihat? Duduk di sebelah kursimu.
Bercanda Pak?
Atau yang lainnya
Malam hari mengajukan pengaduan dan harus siap di pagi hari? Apakah ia selebriti?
- Cuma anak yatim. - Pak, tolong.
- Bicara dengan baik. - Memang kenapa?
Apa yang kamu lakukan terhadap anakmu, bunuh? Lalu komplain pada kami.
- Kamu bohong, kan? - Apa yang kamu katakan.
Jika kami mengadu bahwa anak hilang, Itu adalah adalah benar,
Apakah kamu mencurigai kami?
Lakukan tugasmu dengan benar. Atau katakan kamu tidak bisa melakukannya.
Salahkan diri sendiri untuk itu.
Hilang 1 tumbuh seribu,
Kamu di sini marah untuknya.
Ada ratusan ribu bocah di jalanan. Mengapa tidak mengurusnya?
Cukup.
Aku tahu urusanku.
Itu bukan pekerjaanmu.
Bagaimana kabarnya? Kami tahu betul.
Dan ini bukan pekerjaanmu.
Kami sedang cari anak itu aku akan kabari kamu.
Jangan ganggu kami, oke? Pergi sekarang
Mana tehnya?
Pak, tehnya.
Pak.
Pak, tunggu sebentar.
Apa yang terjadi? Apa yang dia katakan?
Tidak apa-apa.
Aku tahu, sebenarnya belum mulai.
Apa?
Sebenarnya mereka belum mencari.
Tapi jangan khawatir, Kasus ini segera diselesaikan,
Aku kenal seseorang.
PI?
Detektif swasta.
Pergi dan bertemu dengannya.
Ini demi panti asuhan. Bisakah kamu hubungi dia?
- Tentu saja, akan kulakukan. - Terima kasih.
Semua mereka yang hilang bersama pesawat. Semoga kembali dengan selamat,
Masyarakat berjalan kaki,
Orang membawa lilin Berjalan di jalanan,
Yang lain berdoa di bait suci masjid, kuil, dan gereja.
Ketika pengorbanan seperti berdoa,
Semua penumpang di Pesawat penerbangan
Untuk kembali dengan aman, Seperti harapan masyarakat.
Ayah, sudah kubilang, aku tidak akan menikah.
Jangan desak aku, biarkan aku pergi, sampai jumpa.
Bagaimana, ada info baru?
Eh, mengapa kalian ngoceh sendiri2?
Bicara satu-satu.
Pertamax, aku akan memberitahu.
Aku dulu, aku akan memberi tahumu.
Cukup.
403, kamu dulu.
Setiap orang yang kutemui. Ketika ditanya tentang rumah..
Beberapa terlihat serius. Di sana, ada yang datang.
Kamu sudah selidiki teliti?
Ya, Pak.
401,
Bertanya pada sekitarnya. Mereka tidak tahu.
Pada malam perayaan suci. Semua orang pergi ke sana.
Tidak tahu harus berkata apa.
402,
Sesuai perintah, aku pergi ke departemen pemerintah.
Ada 825 rumah di area itu,
Lalu aku pergi ke lokasi.
Setiap rumah ada di sana. Kecuali rumah 143.
- Selamat pagi pak - Selamat pagi.
- Dia ada di dalam? - Menunggumu di ruang kantor.
Aku terlambat. Maaf, aku Dokter Ashok.
Aku...
- Kamu? - Ya.
Itu yang kukatakan. Akulah penyelidik rahasia.
Itu saja.
Ini adalah waktu penuh.
Kamu telah kuasai tugas ini?
Aku akan lakukan. Tidak ada yang tahu.
Kamu tangani kasus berapa banyak?
Ini yang pertama.
Apa?
Ya, serahkan kasus ini padaku. Kasus pertamaku sebagai detektif.
Berarti kamu tidak memiliki pengalaman. Apa alasannya aku menyerahkan kasus ini?
Karena aku tahu tentang kasus ini. Tidak ada yang tahu.
Apa yang kamu tahu?
Kantor polisi kami bukan hanya terima kasus ini.
Selama tiga bulan terakhir, ada lima kasus.
Semua polisi di kota sibuk dari satu tempat ke tempat lain.
Lebih dari 50 kasus telah ditemukan di sini.
Yang mengejutkan adalah, orang hilang.
Lebih mengejutkan lagi mereka anak gadis.
Semua orang yang hilang memiliki kasus sendiri, Lalu berapa banyak kasus yang belum terdaftar.
Terjadi juga, saat orang-orang ke pasar.
Ini tentang hal yang sama yang terjadi semua keluhan telah dibuat ke polisi.
Ini bukan ulah seseorang. Mungkin sebuah tim geng.
Apakah informasi ini cukup? Atau ingin tahu yang lain?
Tidak ada lagi.
Btw, berapa nomormu?
Ada seribu kata untuk dibicarakan.
Tapi bukan berarti hanya ribuan.
- Tapi lakhs, - Lakhs?
Kemahalan, ambil 10 ribu.
90 ribu
25 ribu
80 ribu
30 ribu
- 70.000. - 40.000.
60.000.
Ahiri 50.000.
Oke, aku setuju.
Sekarang, ceritakan tentang anak yang hilang ini pada saat di pasar.
Ah, detailnya akan kuberitahu nanti. Aku mau ke rumah sakit, oke?
Semoga berhasil.
Bagaimana ban mendapatkan becak? Ini hal yang sama.
Apa pun juga, rumah hilang adalah hal yang aneh.
Sejauh ini, aku juga terkejut.
- Pak - Ya.
Aku keliling kompleks. Mencari rumah Nomor 143 tidak ditemukan.
Kamu tahu, Pak?
Rumah 143, kan?
Kemana perginya? kamu lihat?
Aku tidak ada.
Cari rumah 143 perlu apa?
Apa lagi tugas tukang pos? Mengantar surat.
Surat? Mana?
Apa?
Alamatnya tidak ada dalam surat,
- Dia pasti lupa menulis alamatnya. - Kita bisa lupa alamat..
Tapi saat menulis surat bisakah kita lupa?
Pak, ini adalah kekacauan besar,
Tanda-tanda.
- Pesta misteri, pasti banyak twist di belakang, - Idem.
Pertama, cari tahu asalnya.
Tanpa alamat bagaimana cara menemukannya, Siapa yang menulisnya.
Hei bodoh.
Di kantor pos dapat ditemukan.
- Bisakah kamu melakukan, Pak? - Bisa.
- Lihat saja nanti - Baik pak.
Ayo pergi.
Dia yang satunya.
Pertama, kami ke beli sayuran.
Setelah itu, kami ke warung kelontong.
Lalu, dia cari hadiah-kado?
Sedangkan aku cari es krim.
Sampai habis Es krim beberapa buah. Tetapi dia tidak kembali.
Lalu aku mencarinya kesana kemari.
Tentang pesawat yang hilang Ada berita?
Tidak ada.
Tim pencarian masih mencari.
Tidak ada citra satelit, tidak ada.
Tidak ada hasil, ini berita buruk.
Lakukan ini, sebelum terlambat, Adakan konferensi pers.
Tanpa hasil, apa yang harus dikatakan?
Katakan apa saja.
Kamu belum mendengar masalah ini?
Apa?
Dengar, Reeddy. Pesawat hilang..
dan tidak kembali, kita semua tahu.
Secara bersamaan publik tahu.
Karena ini manusia, aku kira..
Orang-orang bisa emosional dan ada keributan,
Katakan yang sebenarnya sebelum terlambat.
Kita tidak bisa simpan hal ini.
Jadi, malam ini, konferensi pers Untuk meningkatkan kesadaran.
Mengapa aku?
Seluruh tanggung jawab operasi padamu.
Jadi, ceritakan tentang berita ini, Siapa lagi yang lebih baik darimu?
Semoga berhasil.
Hello.
halo
Siapa ini?
Perlu apa?
Tentang anak yang hilang. Aku tahu ada seorang polisi menyelidiki.
Jangan teruskan, hentikan. Lupakan anak itu.
Jadilah dokter yang baik, merawat kesehatan.
Pikirkan keluargamu.
Siapa yang bicara di telpon?
Tidak ada apa-apa, dari rumah sakit. Panggilan darurat.
- Pergilah tidur, aku segera kembali. - Hmm.
Hello.
Apa?
Pernyataan Ketua Menteri, Pak.
Um
Aku mengerti
Berharap para penumpang kembali,
Betapa kita sangat menantikan.
Aku mengerti
Berapa banyak dari mereka yang kembali? Doa dan pengorbanan.
Aku mengerti
Memikirkan bagaimana mereka sekali lagi,
Seberapa yakin untuk berharap
Karena kita menantikan mereka siapa dari mereka yang hidup.
Kami akan mengembalikannya Seberapa yakin kamu,
Tetep usaha saora-orane. Mugi-mugi diijabah marang Gusti Maha Agung.
Jadi sekarang kita harus memecah kesunyian hari ini.
Hari ini kita perlu mengerti.
Kita harus paham.
Hal-hal seperti ini Seperti yang lainnya,
Semua orang ingin yang terbaik.
Segala sesuatu yang diharapkan belum terjadi.
Kita adalah segalanya.
Apa pun batasnya.
Bahkan jika itu terjadi padaku,
Hasil investigasi.
Terus menanti.
Kita menunggu dan menunggu,
Tidak sebentar,
Tidak sebentar,
Bukan jam,
Selama beberapa hari,
Pesawat tidak kembali.
Mereka mungkin tidak akan pernah kembali. Katakan, dengan berat hati.
Pak, sudah waktunya, mereka menunggumu.
Haruskah?
aku tahu
Darurat. Sampai jumpa lagi.
Siap?
- Halo. - Halo.
Dengarkan baik-baik yang kukatakan.
Kamu pikir pesawatnya hilang, tidak, tidak jatuh,
- Kami bajak. - Bajak?
- Apa buktinya? - Lihat ponselmu.
Cukup bukti?
- Cek kebenaran foto ini. - Fotonya asli, lihatlah.
Jangan buang waktu,
Siapa kamu dan apa maumu?
Aku Veera Bhoga Vasantha Rayalu.
Lalu, apa yang kuingin?
Untuk hal ini aku tidak akan berbicara padamu, Panggillah inspektur Nelima.
Berita hangat
Kita berpikir pesawat hilang atau jatuh.
Telah dibajak orang.
Siapa dia? Belum ada informasi
Saat ditanya Pihak Kepolisian..
Dia tidak akan memberitahu mereka,
Dan ingin bicara dengan Inspektur Nelima.
Siapa Inspektur Nelima? Dimana dia?
Itu dia? Apa yang kamu ketahui tentangnya?
Sebelum memberitahu orang-orang tentangnya.
Pertama, cari tahu siapa dia.
Kau tidak tahu apa-apa tentangnya?
Emboh, ra reti.
Tetapi jika kamu tahu siapa orang itu, Aku bisa memberitahumu.
Ada clue? Atau dia mengatakan sesuatu?
Namanya adalah...
Veera...Apa itu?
Veera Bhoga Vasantha Rayalu
Apa?
Apa? Itu namanya.
Apa yang kamu ketahui tentang dia?
Selamat pagi Bu.
- Apakah ada bukti? - Ya, lihat, Bu.
Nama: Kampret Kejahatan: Gondol bojone wong, bencoleng wasu.
Ana maning?
Apa yang terjadi
Siapa dia? Kenapa dia melakukan ini?
Tidak ada informasi yang dapat ditemukan.
Apa yang kalian lakukan.
Ini pak,
Jangan alasan. Aku beri waktu dua hari.
Apapun yang kamu lakukan padanya aku tidak peduli.
Tetapi pada hari ketiga aku tidak ingin mendengar tentang kejahatannya.
Jancok.
Hello!
- Hai sayang! Piye kabare? - Sayang? Kowe sopo?
Aku sudah berusia 100 tahun,
- Apa? - Gini..
Seseorang bicara tentang kita Sementara kita bicara tentangnya,
Aku sedang berbicara tentangmu Tapi kamu sedang berbicara tentangku.
"Aku sudah berusia 100 tahun, katanya." Mudeng gak?
Berarti kamu...
Ya, akulah Pangeran impianmu.
Itu dia.
Siapa kamu?
Kenapa kamu melakukan ini?
Tentu, aku akan mengatakan siapa diriku. Katakan apa yang aku lakukan?
Apa?
Apa yang telah aku lakukan?
Pembunuhan berantai.
Siapa yang ku bunuh?
Apa?
Siapa yang aku bunuh?
Penjahat.
Kenapa ini? Apa yang harus aku lakukan.
Kamu yang dapat gaji dan bekerja, tanpa memberi selamat kepadaku atas hasil gratis.
Malah ingin menangkapku?
Oke, cukup beritahu alamatmu. Aku akan berikan ucapan selamat langsung.
Hal-hal semacam itu adalah tugas aparat negara.
Kamu seorang penjahat.
Sangaar!
Dengar, Bu, karena membunuh seseorang, ia disebut kriminalitas.
Di sisi lain untuk kebaikan. Membunuh penjahat, dia hebat.
Apalagi 100.000 penjahat, dia disebut dewa.
Jadi, aku ingin membunuh jutaan penjahat.
- Disebut apa ya? - Sableng.
Pembunuh sableng.
Jangan esmosi, Bu.
Jangan berpikiran sempit.
Pada suatu waktu dunia ini diisi orang-orang cantik, Mereka cantik dengan pikiran indah.
Tetapi lihat saat ini begitu buruk.
Buruk, koyo telek.
Jika buruk, mengapa kamu hidup di dunia ini?
Ah, kamu seharusnya mati saja. Dunia ini sudah diberkati.
Gimana sih Ibu? Ini dunia kita, Mereka adalah rakyat kita.
Ketika mereka salah jalan, hentikan mereka, Kita memiliki tanggung jawab untuk membawa mereka ke jalan benar.
Jika kamu tidak menyukainya,
Selama dunia ini indah, aku tidak akan menghentikan.
Memang siapa kamu? Tuhan? Malaikat?
Aku malaikat.
Apa?
Ya, ketika kejahatan dunia meningkat, Dewa Siwa dan lainnya..
Akan mengirim seseorang untuk hentikan perbuatan dosa,
Merujuk pada Brahma Swamy, Carlstaynam aku adalah Veera Bhoga Vasantha Rayalu.
Apa?
Aseem...Musim hujan sering mati listrik.
Sudahkah dapat lokasi panggilan?
Tidak, Bu.
- Mengapa? Dari tadi bicara panjang lebar. - Dia menggunakan telepon satelit.
Jadi apa masalahnya?
Jika berbicara dengan satelit kita, mudah didapat. Tapi dia pakai satelit China, jadi...
Sial!
Orang China ini...mengacaukan kita.
Kaya Pakistan,
Pada akhirnya, dalam hal ini ...
Rasanya ingin kutembak.
Mengapa marah-marah Bu?
Dia akan menyebut namanya sendiri.
Itu berarti menelepon lagi. Apakah dia pacarku, gitu?
- Bisakah kamu lakukan sendiri? - Nomornya tidak dikenal.
Coba sekali? aku akan coba.
Itu bekerja.
Hai, sayang.
Apa kamu suka nonton film-film Hollywood,
Aku berpikir melakukan hal-hal ini.
Ah, tapi kamu adalah Tuhan,
Kegilaanmu sangat tinggi.
Namun, kamu menginginkannya. Tidak ada dunia yang indah.
Doktor yang baik.
Ini yang aku bicarakan.
aku di sini bukan Tuhan.
Tuhan tidak mengatakan apa-apa Kamu tidak percaya padaku.
Dia berkehendak.
Begitulah dunia terbentuk.
Baiklah, katakan saja,
Berapa banyak penjahat yang akan kamu bunuh?
10, 20, 100,
Penjahat terburuk di kota ini. Semuanya bisa.
Lalu kamu akan keluar dari sini? Penjahat negara lain. Kamu tahu berapa banyak mereka?
Bisakah mereka semua kamu bunuh?
Katakan, bisakah mereka semua dibunuh?
Kemudian aku mendengar tentangnya hari ini.
Pria yang berhenti di sana,
Kenapa melakukan ini lagi?
Apa niatnya?
Salah satu hal yang jadi pertanyaan adalah...
...bagaimana menghubunginya dan melakukannya?
Panggil nomor nya.
Ya, panggil nomor itu.
halo
Hello!
Hello.
Hai sayang, apa kabar?
Kukira kau akan berhenti di sana, tapi aku tidak menyangka akan lebih buruk.
Apa yang lebih buruk? aku melakukan yang kamu katakan.
- Apa yang aku katakan? - Ya.
Terakhir kali kamu berkata,
Setiap penjahat di negara ini bisakah aku bunuh.
Awalnya aku kesal. Lalu aku berpikir yang kamu katakan.
Ya benar, aku tidak bisa membunuh semua penjahat di negara ini.
Itu sebabnya aku harus memanggil tim ku.
- Apa? - Ya.
Kamu mendapat gaji dari negara untuk bersihkan penjahat.
Bergabunglah denganku. Bagaimana?
Apa maksudnya?
Bergabung, jika kamu lakukan apa yang aku katakan.
Hei, kamu penjahat. Mengapa kita harus bergabung?
Kamu akan bergabung, Pak. Dengarkan aku.
Katakan.
Pemerintah kita menggunakan uang hasil korupsi di negara ini,
Bertindak seperti para teroris.
Apakah ini baik untuk negara?
Kemudian tinggal di negara ini, bagaimana?
Apa yang ingin kamu katakan?
Langsung ke intinya,
Sekarang negara kita terkenal karena 300 sandera penumpang pesawat.
Tetapi ada banyak penjahat di negara ini.
Beberapa dari mereka telah dihukum karena kesalahan.
Kita tidak keberatan dengan mereka.
Tetapi kebanyakan bersembunyi dari hukum,
Atau, menggunakan hukum untuk melakukan kesalahan, Masalahku ada disitu.
Mereka banyak orang, Tidak sedikit dari mereka.
Pelecehan manusia.
Yaitu, mengincar anak kecil, pemerkosaan, membunuh.
Psikososial yang terluka.
Untuk tujuan mereka. Menghianati negara sendiri.
Daftar 300 orang telah dibuat. Para penjahat yang terburuk.
Aku akan mengirimkannya kepadamu sekarang.
Dari sana, bunuh semua dalam satu hari.
Aku akan memantau.
Setelah bunuh 300 dari daftar.
Aku akan lepaskan 300 sandera.
Inilah proses pemusnahan.
300 hari, Jika kamu mengosongkan hari libur minggu, Dibutuhkan satu tahun,
Saat ini, aku harus bekerja sama denganmu.
Dalam kisah, aku seorang protagonis, jadi..
Apa hubungannya dengan ini. Aku punya rencana khusus.
Kamu harus membunuh 300 sekaligus,
Aku akan lepaskan 300 sekaligus.
Apa?
Apa, 300? Ini masalah HAM.
Dengar, itu bukan satu-satunya masalah HAM.
Di lain tempat terjadi banyak kasus.
Mati dalam berbagai hal. Tidak ada yang mempertanyakan tentang HAM.
Apakah tahu siapa yang mati?
Bagaimana kejadiannya? Adakah yang peduli?
Sekarang aku tawarkan. Pilihan ada di tanganmu.
Putuskan telepon. Mari kita mulai.
- Kemana pak? - Rumah Janda, ikut?
- Pak... - Kenapa?
Aku tidak bisa membuat keputusan sendiri. Bicaralah dengan otoritas atas.
Aku mau istirahat.
Boleh aku pergi?
Katakan 403.
Pak, surat itu masuk kantor pos.
- Benarkan? Dari mana asalnya? - Timur kampus sebelah Barat pendopo kabupaten.
Oh area yang berlawanan.
Ya, Pak, aku sekarang berada di sana.
Aneh, mengapa mengirim surat kosong, Ada sesuatu yang tidak beres.
Pak, firasatku ini masalah besar.
Mungkin di belakangnya ada sebuah jaringan.
Bisa jadi.
403, berapa banyak kotak surat di sana?
Sebentar, Pak.
Berapa kotak pos di area ini?
- Ada tiga, Pak. - Oke.
- Katanya ada tiga kotak surat, Pak. - Sekarang, kamu bersama siapa?
- 401 Pak. - Apa itu?
Ok, Pergilah ke tiga kotak surat.
Pak, sudah sampai.
Teliti apakah ada sesuatu pada kotak surat yang bisa jadi bukti.
Cek ke dalam, luar, di bawah.
Tidak temukan apa-apa, Pak.
Pecahkan kalau perlu.
- Temukan sesuatu? - Tidak ada, Pak.
Yowes.
Tidak ada apa-apa di sini, Pak.
Tidak ada apapun. Jadi, apa sebenarnya?
Pak, masih banyak area lain dengan kotak surat.
Apa?
Gini Pak, mungkin akan temukan di area lain.
403, bagaimana kamu ini? Bukankah sudah aku katakan sebelumnya?
Setiap kantor pos di dekatnya ada kotak surat?
- Oh, kamu tidak tahu ya, Pak? - Aku tahu. Baik, pergilah ke sana
Siap pak.
- Tidak ada apa-apa? - Tidak ada, Pak.
Di kedua sisi juga tak ada.
Tidak ada apapun di dalam.
Jal...
Sebentar, Pak.
Pak, ada sesuatu di sini.
Apa itu?
Seperti permen karet.
Ambil dan makanlah.
Ogah ah.
Tidak apa-apa, makanlah.
- Jijik, Pak. - Ambil!
Baiklah.
Tunggu sebentar, periksa permen karet.
- Pak, ada sesuatu. - Apa itu?
Sebentar, Pak.
- Pak, ada kunci. - Apa?
Kamu tahu Key.
- Kunci. - Hebat, hebat, hebat.
Pak. halo.
Maaf maaf
Kenapa, Pak?
- Tidak ada apa-apa. - Baiklah.
Sekarang, apa yang harus kulakukan, Pak? Kunci itu pasti pernah masuk ke lubang kunci.
Lalu, Pak?
Panggil tim kita.
Apa yang akan kamu lakukan, Pak?
Ada kunci di sana. Sesuatu yang tidak pada tempatnya. Itu pasti milik sebuah rumah. Kita akan cari.
Jadi inilah tugas kita.
Perintahkan orang-orang kita untuk berpencar.
Pasti akan menemukan orangnya.
- Paham? - Oke, Pak.
Ah, satu hal lagi.
- Kalian harus berpakaian sipil. - Oke, Pak.
Ada kabar tentang anak itu?
Belum, Pak.
Aku sudah periksa pasar.
Apa yang kita lakukan sekarang?
Aku punya rencana. Kemungkinan akan lebih baik.
Rencana apa?
- Umpan. - Apa?
Umpan.
Umpan penculikan.
Setiap penculikan di pasar susah sekali di perkirakan.
Jadi, jika kita pancing kemungkinan akan mudah.
Kita tidak bisa mengambil resiko.
Jika tidak dilakukan, ia akan hilang selamanya. Itu satu-satunya kesempatan.
Apa?
Kamu ingin mengorbankan seseorang dalam bahaya?
Tidak, aku tidak akan.
Pak, segala sesuatu perlu risiko untuk berhasil.
Tetapi jika kita yakin bisa melewatinya.
Jangan hanya berpikir tentang risikonya, Pikirkan hasilnya.
Jika tidak lakukan maka akan menyusul penculikan berikutnya.
Kita harus menangkapnya, agar anak-anak kita terbebas dari penculikan.
Jika tidak, di masa depan kamu tidak akan bisa menghentikannya.
Anak yang diculik sudah seperti milikmu.
Apakah kamu tidak mau mengambil risiko ini?
Seseorang menculik anakmu, apa kamu rela?
Oke, kita lakukan. Namun, dengan satu syarat.
Bagaimana, Pak?
Pak, mereka tidak setuju, bukan?
Tidak.
- Mereka setuju. - Apa?
Ya.
Mereka memberi kita kewenangan ini.
Sudah cukup.
Ayo kembali bekerja sekarang.
Kumpulkan semua orang.
Berikan daftarnya. Siapa, sedang apa, ada di mana.
Bereskan semua.
Satu lagi.
Ini operasi rahasia. Lakukan dengan hati-hati, mengerti?
Siap, Pak.
Kawan-kawan, semua siap, kan?
Aja klalen nggawa bedil.
403, ini kunci kita.
Jika kita menemukan rumah itu, mungkin kita bisa menyibak misteri rumah dia.
Awasi dengan seksama target.
Milik siapapun rumah tersebut kita tidak peduli.
Saat ia datang segera tangkap.
Hal lain,
Mungkin ia punya senjata, granat, dll.
Untuk menangkap penculik, keselamatan umpan adalah yang terpenting.
Tidak ada yang bisa melewatkannya.
Jadi, pasang mata setiap saat.
Berhati-hatilah.
Nama misi,
Mission Go Lost
Mission Go Lost, aku mulai berhitung.
10,
songo
wolu
pitu
Kawan, seseorang menghampirinya. Aku curiga ia penculiknya.
6
5
papat
Kawan, tebakanku benar.
Dia penculiknya. Aku akan mengikutinya.
telu
loro
Berhenti.
Ada apa?
Ada telepon dari tim pencarian.
Pesawat yang di bajak ditemukan jatuh di sekitar Samudra Hindia.
- Apa yang terjadi, Pak? - Apa yang terjadi?
Kuncinya tidak berfungsi.
Mengapa kunci tidak berfungsi, Pak? Mana sini, biar aku yang coba
Anjir.
Pak, lihat ini.
Sip, aku tidak tersesat.
Berarti dia tidak di pesawat, Apakah dia berbohong kepada kita soal pembajakan?
Selain itu,
Pesawat menghilang, masuk berita menjadi peluangnya.
Pembajakan membuat kita konyol.
Bagaimana dengan foto?
Apa itu pak?
Saat Pesawat menghilang, semua media, TV, dll menyiarkan.
Mengambil tampilan luar pesawat bukan tampilan di dalam.
Jadi, ketika melihatnya, dia menyusun rencana.
- Ok, bagaimana dengan penumpang? - Itu lebih sederhana,
Jangankan 300 penumpang, 300 lebih pun bisa sediakan.
Ya, ia bisa sediakan orang. Bagaimana dengan wajah mereka?
- Bisa pakai topeng. - Topeng?
Banyak topeng,
Siapa dia?
Apa yang ia lakukan.
halo
- Ya. - Pak, aku dapatkan penculiknya.
Benarkah? Bagus.
Apakah kamu mencari tahu di mana anak itu berada?
Pak.
Hei, lepaskan mereka.
Panggil ambulans, cepat.
Tidak, tidak, aku akan kesana.
Bukankah aku bilang jangan selidiki?
Kamu tidak bisa.
Detektif kami akan menanganimu.
Kamu pikir rencanamu akan berhasil?
Istrimu..
Kamu punya anak kecil, kan? Mana dia?
Oh, tidak ada. Ada pesan terahir?
Tahukah kamu dia polisi.
Jika kamu membunuhnya, departemen kepolisian akan memburumu.
Polisi ada di belakangku.
Kamu tidak tahu yang sebenarnya.
Keluhanmu salah alamat.
Kematianmu tidak akan jadi berita.
Karma akan tiba, kamu tidak akan bisa lepas. Kematian akan menjemputmu.
Mari kita lihat.
Dasar licik, datang untuk main-main? Kita dibodohi begitu saja.
Pak.
Kita tidak usah turuti maunya.
Kenapa?
Satu hal lagi, 300 oarang yang masih bersamanya. Keuntungan masih di sisinya.
Bicaralah padanya.
- Pak, ada suara telepon di dalam. - Hei, kamu tetap waspada.
Oke pak,
Bung.
Dia bisa datang kapan saja, kamu harus siap.
Baik, Pak.
Pak, ada yang keluar dari van?
Ada topeng ditangannya.
Mencurigakan.
Jangan bertindak sekarang. Biarkan dia mendekat.
- Tidak ada jawaban, Pak. - Coba lagi.
Jangan bertindak bodoh.
Kamu seorang diri. Llihat kami?
Sekali serang kamu akan mampus.
Letakkan pistol ke bawah.
Hello!
Hello!
Hai, sayang.
Pripun mbakyu?
Pekerjaan selesai. Lepaskan sandera.
- Serius nih? - Tentu saja.
Apakah aku terlihat bodoh di mata kalian?
Apakah kamu mengawasi kami?
Mengubah peluang menjadi keuntungan permainanmu?
Bukan permainan, bos.
- Aku memberimu harapan. - Harapan?
Ya.
Mereka yang harusnya mati masih hidup.
Orang-orang di negara ini percaya..
Pada harapan yang kuberikan padamu, kan?
Jika kamu berani lihat wajahnya.
Akupun begitu,
Apakah kamu sadar, keuntungan masih milikku.
Apa yang kamu inginkan?
Kamu pasti paham.
"Aku orang dengan selera sederhana"
Apa yang aku tidak suka, seperti yang terlihat. Di mana kamu meninggalkan misi.
Mulai lagi, seperti yang kita sepakati aku akan bebaskan para sandera.
Apa? Jalankan misinya?
Ora sudi.
Tidak,
Pemerintah pusat, tidak setuju.
Mengapa? Mengapa mereka tidak setuju?
Karena sandera orang biasa, bukan selebriti atau VIP?
Apakah mereka tidak layak hidup?
Pemerintah Pusat memutuskan cepat?
Sebenarnya..
Jangan katakan, selesaikan saja misinya, lalu beri tahu mereka.
Ini tidak benar, ini salah.
Apa yang salah?
Aku adalah pelayan sejati negara. Apakah kamu pernah membunuh penjahat?
Aku membunuh para penjahat.
Dan pemerintah macam apa memberi penjahatnya kekuatan?
Tidak ada yang memberi kewenangan itu.
Dan untuk 300 kalangan atas mereka akan buru-buru membantu.
Dedikasi mereka sirna.
Sialan.
Terserah.
Kami tidak bisa melakukan ini.
Kamu mencoba menghentikan aku? Apakah petugasmu juga tak setuju?
Berapa petugasmu?
Biar kutebak.
10
- Hmm - 20
- 30. - Bukan. - 40
40 ya.
Kamu perintahkan petugasmu.
Kata-katamu akan didengar.
Penjahat dengan senang hati melakukannya.
Mereka melakukan ini tanpa belas kasih.
Karena angkara mereka.
Ya.
Kamu benar penjahat juga manusia.
Mereka memiliki keluarga.
Tapi mereka menyebabkan masalah.
Tidak bisa berhenti.
Aku mengatakan ini agar kamu mengerti.
Entah kamu mengerti atau tidak, kamu harus lakukan.
Atau aku akan bunuh semua sandera.
Negara, masyarakat, semua akan mengatakan..
Kenapa membunuh orang yang tidak bersalah.
Sudah suratan takdir.
Meski tujuanku semula menghabisi penjahat.
Bukan orang yang tidak bersalah.
Itu tanggung jawabmu.
Tanggung jawabmu hanya makan tidur.
Baiklah, sudah tidak ada waktu.
Cepat putuskan.
Di sini kamu bisa lakukan sesukamu.
Bisa makan sesukamu.
Bisa bermain sesukamu.
Bisa tidur kapan pun kamu ingin.
Bangun kapan saja.
Menenangkan hati, bisa sekolah,
Atau menonton film,
Hobi mu, tidak ada yang melarang
Pak,
Apa yang terjadi, Pak?
Ruwet.
Jika masih hidup, mereka mungkin pulang. Dan bertemu orang tuanya.
Jangan meninggal.
Tragis.
Pak, ada info lain?
Anak-anak gadis? Tahu apa. Mereka hanya sandera.
Bisa kamu tanyai?
Atau kita selidiki lagi tempat lain.
Baiklah, ayo.
Dia mengatakan keinginannya.
Siapa yang tidak setuju?
Baiklah,
Aku tanya lagi.
Siapa yang setuju, demi lepasnya sandera?
Artinya, semuanya setuju membunuh penjahat.
Ternyata semua orang ingin melakukan itu.
Aku mengerti sekarang,
Jika berita ini keluar,
Pemerintah akan menjadi lelucon media.
Oke.
Semuanya sudah setuju.
Kumpulkan tim.
Bagaimana keadaan para gadis, Dokter?
Lebih baik, Pak.
Pendarahan internal untuk dua pasien lain.
Ini semua telah disalahgunakan.
Mereka ingin bertahan.
- Perawat. - Bu.
Bagaimana kondisi mereka? Lihatlah.
Oke, Bu.
Bu.
Apa yang terjadi?
Apa?
Mulailah.
10, 9, 8, 7
6, 5, 4, 3,
2, 1.
Bergerak.
Tidak berguna.
Apa saja kerjamu.
Tidak becus berjaga?
Ampun pak.
Lihatlah, semua meninggal.
Sungguh Pak, kami tidak kemana-mana. Tidak ada siapapun yang datang.
Tidak ada yang datang. Siapa yang membunuh, kamu?
Pak
Apakah ada kamera CCTV di sini?
Sudah kubilang kan Pak, tidak ada yang masuk.
Jika tidak ada yang datang, lalu siapa?
Berhenti.
Siapa dia?
Santa Claus, Pak.
Sebenarnya, Pak. Dia yang lihat.
Ya Pak, ini Santa Claus. Aku diberi cokelat.
Cokelat apa?
Feu, Pak.
Bukankah itu untuk wanita?
Lanjut.
Berhenti.
Masuk dan keluar, cek berapa lama.
5 menit, 31 detik, Pak.
Dia orangnya.
Kecuali frame ini, ada yang lain?
Kamera ke pintu masuk.
Putar.
Dapatkan plat nomornya.
Tidak bisa lebih dari ini, Pak.
Coba zoom supirnya. Lihat wajahnya.
Sial.
Pak, dia datang.
Tidak diragukan lagi, itu dia.
- Aku butuh detail bajaj ini segera. - Baik, Pak.
Ayo
Hei, Kamal.
Pak.
Jangan mengganggunya. Biarkan dia sendirian.
Aku ingin bicara dengannya. Tapi dia tidak membuka pintu.
Jadi aku kembali.
Sudahlah, main sana.
Baiklah, kalian sedang bermain.
Berbagai insiden terjadi hari ini..
Sebagian besar tewas..
Dalam sehari banyak yang mati...
Apa pemicu sebenarnya..
300 orang mati mengenaskan.
Diidentifikasi mereka adalah para penjahat..
Disamping itu, dari saksi yang hidup pihak berwenang telah melakukan tindakan ini.
Informasi tersebut diyakini dan diandalkan.
Berita hangat lainnya..
Bagian pesawat telah ditemukan di Samudera Hindia.
Ya, kita mengira Pesawat dibajak.
Ternyata jatuh di Samudera Hindia.
Tim kami berada di atas Samudra Hindia untuk mengurus bagian pesawat.
Beberapa mayat telah ditemukan, yang lain sedang dalam pencarian.
Nah, kita bisa lihat langsung dengan mata kita.
Seseorang yang mengaku membajak pesawat jatuh..
Jika tuntutannya terpenuhi, mereka akan dibebaskan,
Seluruh departemen kepolisian dan pemerintah telah tertipu.
Bagaimana tanggapan pemerintah?
Dengar? mereka pikir kita gila.
Selain itu, kita semua telah membunuh penjahat di jalanan.
Pergi tangkap dia...
Apa status kita sekarang?
Aku tidak mengerti.
Pak, ada pesan masuk.
halo
Ayah
Mantan DSP Mr. Srinivas, hari ini ditemukan bunuh diri menembak dirinya sendiri dengan pistol.
Informasi penyebab bunuh dirinya belum diketahui.
Polisi mengatakan tidak ada petunjuk lain.
SI tiba,
Alasan kematian ayahnya, mungkin dia tahu.
Pak, pak, ayah Anda meninggal. Bisakah kamu memberitahu apa kira-kira alasannya?
Ada berita buruk.
Aku mencoba, tetapi gagal. Aku di skors.
Apa yang terjadi?
Tidak ada yang bicara?
Aku tanya.
Kenapa diam?
Apakah dia melepaskan sandera?
Nelima, dia lepaskan sandera?
Tidak.
Tidak?
Kamu bicara apa?
- Aku menelepon. - Apa yang dia katakan?
Hai, sayang.
Kamu ingin bicara padaku, kangen ya?
Misi selesai, beres. Lepaskan mereka.
Apakah kamu benar-benar membunuh mereka?
Ya, kami membunuh mereka.
Kerja bagus.
Kami tidak butuh ucapan selamat. Lepaskan sandera segera.
Aku bisa lepaskan. Tetapi tidak akan melakukannya.
Mengapa? Apa yang salah?
Karepku.
Kamu sudah berjanji.
Kamu menyebutku penjahat. Bagaimana kamu percaya padaku?
Kami tidak punya solusi lain.
Kamu akan membebaskan mereka?
Akan bebas, jika kamu berikan sesuatu yang lain,
Hal lain, apa itu?
Aku dulu pernah katakan. "Aku orang dengan selera sederhana"
Ini bukan masalah besar, kamu harus bunuh 300 penjahat lagi.
Lalu kubebaskan.
Apa?
Lambemu mencla-mencle.
Membunuh 300 orang lagi. Pemerintah akan menghabisi kami.
Membunuh untuk negara, mati pun aku siap.
Ini tugas mulia kita.
Kamu orang bebas, sedang kami adalah petugas.
Kami tidak bisa lakukan.
Apakah kamu akan membebaskan?
Aku tidak akan bebaskan, tidak.
Kamu harus membunuh 300 penjahat,
Kemudian 300 orang lagi,
Lalu 300 orang lagi,
Sampai kubebaskan.
Sandera ini ditanganku, aku mau 600, 900 atau lebih tumbal belum berahir.
Apa yang kamu coba mainkan?
Sambungkan ke IP mu. Ayo, lihat.
Bu, ini LIVE.
Siapa polisi yang baik?
Ya kamu, benar.
Ini LIVE.
Kenapa tunjukkan ini?
Selamat datang!
Aku Veera Bhoga Vasantha Rayalu.
Baca daftar kebijakan.
Oh, maaf, tangan Anda diikat.
Baiklah, itu saja. Izinkan aku jelaskan kepadamu.
Tolong dengarkan dengan penuh perhatian.
Untuk menggunakan sabuk pengaman masukan logam kunci.
Untuk melepas sabuk pengaman lepaskan kunci.
Selalu gunakan sabuk saat duduk.
Ketika terjadi tekanan di interior,
Pipa oksigen penutup wajah akan otomatis jatuh.
Pikir oksigen?
Tidak, ini gas.
Apa yang kamu coba lakukan?
Mereka adalah orang yang tidak bersalah.
Aku membunuh demi negara Siap mati demi negara.
Jika rakyat baik, negara menjadi lebih baik.
Rakyat yang baik bukanlah yang merusak.
Untuk menghabisi penjahat, aku harus menjadi penjahat.
Tidak akan ada yang selamat dariku.
Di negara ini, uang segalanya.
Hingga orang keberatan untuk mati.
Katakan.
Tolong. Aku katakan.
Mereka tidak bersalah, mereka tidak tahu apa-apa. Biarkan mereka pergi.
Pintu keluar darurat pesawat Ada 10 jalan.
Ada 2 di belakang, 2 disamping dan 2 belakang.
Ada 4 diatas.
Tapi Anda tidak dapat menggunakannya.
Tolong jangan lakukan apa pun pada mereka.
Biarkan aku katakan.
Aku akan berbicara dengan Pemerintah pusat.
Lakukan sesuatu tentang penjahat.
Aku tahu, kamu pasti melakukan sesuatu.
Siapakah kita saat ini? Itu tidak bisa diselesaikan.
Semuanya akan baik-baik saja.
Tunggu, jangan lakukan apa pun pada mereka, tolong.
Biarkan mereka pergi.
Mereka adalah orang yang tidak bersalah.
Pengorbanan untuk negara. Beritahu mereka bahwa ini bukan kesalahan.
Apa?
Ucapkan.
Aku akan.
Katakan.
"Hidup untuk negara. Tidak ada kesalahan dalam berkorban."
Jai Hind!
Apa?
Ucapkan Jai Hind,
Aku tidak bisa melakukan ini.
Cepat ucapkan.
Sebentar.
Jai Hind!
Lebih keras.
Jai Hind!
Lebih keras lagi.
Jai Hind!
Hei dimana pun kamu..
Entah dimana.
Akan ku balas.
Tidak sekali, 300 kali aku akan membunuhmu.
Karepmu.
Ya, Pak.
Dari makan malam hingga sarapan dia tidak muncul.
Ayo kita buka. Aku hawatir, Pak.
Nikil.
Buka pintunya.
Apakah kamu akan membuka pintu? Atau aku paksa masuk?
Aku akan masuk.
Aku tidak menyangka ayahmu akan bunuh diri, Pak.
Aku tidak mengerti.
Bunuh diri. Apa masalahnya?
Hentikan mobil.
Ada apa, Pak?
Hentikan.
- Mundur. - Oke, Pak.
Berhenti.
- 402. - Pak.
- Berapa banyak rumah di sini? - 825 Pak.
Apakah ada lagi?
Tidak ada.
- Berapa nomor rumah terakhir? - 1/5/825 Pak,
Di sana, Pak.
Jika itu 1/5/825, ini apa?
- Oh, ini aneh Pak. - Apakah ini, Pak?
Apa, Pak?
Apa yang terjadi, Pak?
Seseorang mengubah nomormya. Dan membuat kita bodoh.
Ah apa?
Tapi kelihatan nyata setiap rumah di area ini.
Orang ini mempermainkan kita.
- Dan No. 143? - Itu tidak hilang.
144 di rumah No. 143.
Kenapa, Pak. Karena pintunya.
Oh. Kami ikut menari.
Kamu tidak bisa menari dengan benar,
Kamu yang tidak bisa.
Pak..
Pak, aku tidak sengaja.
Pak, terima kasih.
Ada apa, Pak?
Ada apa, Pak?
Lihatlah lantai.
Pak.
Ada apa, Pak?
Formalin.
Formalin?
Mayat tidak cepat membusuk.
Pembunuhan ini telah direncana.
Mereka?
Bagaimana kamu bisa tahu?
Bekas peluru. Lihat lubangnya.
Ditembak dari dekat.
Seseorang yang dikenal.
Mungkin orang-orang sekitarnya.
Lalu mengapa dia meninggalkan bocah itu?
Dia tidak menyerah, mungkin mencari di kuil.
Kuil?
Kamu mengatakannya.
Hari perayaan Jadi Kovil.
Semua orang ada di sana.
Untuk apa mereka pergi?
Lihatlah pakaian mereka.
Mereka seperti pergi ke suatu tempat.
Lalu, sidik jari, apakah bisa ditemukan?
Tidak, tidak ada.
Anjing-anjing polisi pun tidak bisa. Sarung tangan telah digunakan untuk menghilangkan jejak.
Tidak meninggalkan jejak. Bener-bener drencanakan.
Dia tidak waras.
Bukan orang biasa, sudah pasti.
Atau dibantu seseorang.
Seseorang telah membantu, Bagaimana kamu bisa mengatakan itu?
Sesaat setelah pemilik rumah pulang.
Ini bukan hal dilakukan oleh satu orang, Pasti sebuah komplotan.
Siapa kira-kira?
Sebelum kita selidiki, kita cari tahu dulu siapa Santa Clause.
Ada info tentangnya?
Belum, Pak.
- Siapa kamu? - Tim forensik, Pak.
Maaf, jika dapat bukti penting kabari aku.
Baik, Pak.
Apa?
Lihat ini.
Apakah mereka juga penjahat?
Ya, Pak.
Itu berarti dia sudah kembali.
Dia telah punya penjahat, lalu minta dari kita.
Kemudian membunuhnya.
Dia tidak bisa seenaknya.
Seberapa jauh dia pergi?
Apakah semua mati?
Tidak.
Satu terbakar setengah mati.
Dia melihatnya.
Orang-orang kita memburunya.
Kemana perginya?
8 kilometer utara kota Dev Nagar.
Ada yang melihatnya,
Ia kabur ke rusun.
Ayo pergi ke Dev Nagar.
Pak, surat untukmu?
Ini rincian kontak ayahmu.
- Ada yang mencurigakan? - Ada hal yang...
Katakan saja.
Dia memiliki panggilan terakhir darimu.
Coba jelaskan.
Sebelumnya ia mengirim SMS padamu.
Aku sudah memberitahumu.
Tetapi ada yang tidak kamu katakan, 5 menit sebelumnya kamu mengirim MMS.
MMS, ponselku? tidak mungkin.
Ponselku tidak ada file video. Bagaimana aku mengirim MMS?
Lihat ini.
Jika bukan ponselmu, orang lain telah mengirimnya.
Mungkin itu penyebab kematian ayahmu.
Misteri kematian ayahmu akan terungkap.
Pak.
Tim forensik melapor. Mereka temukan bukti.
- 403. - Pak.
Temui tim forensik, lalu cek TKP.
Baik, Pak.
Aku ke ruang bukti ayahku. Aku akan cek apakah ada MMS di ponselnya.
Baik, Pak.
401, selidiki surat sini, Kantor pos mana yang mengirim.
Kotak surat adalah bukti, pergi dan sita.
- Ayo pergi. - Baik, Pak.
Bu, sketsanya.
- Informasi lain? - Tidak ada, Pak.
Tentang basis data informasi, tidak ada.
Kirim ke semua kantor polisi?
Ya, sudah.
Kita harus segera menemukannya.
Orang-orang kita terus bergerak.
Suatu hari aku pernah melihatnya, Bu.
Di mana?
Sebentar, kuingat-ingat.
Halo, permios.
Mengapa mereka berlarian?
Ada pembunuhan.
Pembunuhan?
Ya, saat terjadi pembunuhan.
- Kamu yakin? - 100% yakin Bu, dia orangnya.
Bu, temukan lokasi.
Kamera CCTV menangkapnya.
Tempat ini dekat.
Dapatkan detailnya, kita bergerak, bawa senjatamu.
Oke.
Baik, Pak.
Pak.
- Ada yang ingin bertemu denganmu? - Aku? Bagaimana tahu aku di sini?
Aku mau pergi, banyak pekerjaan. Katakan padanya temui besok.
- Ada hal penting untuk dikatakan. - Suruh besok saja.
Dia mengenal penjahat itu.
Pak, telepon.
Ini pakailah, main game atau apa, sana.
Pak, ada SMS.
Apakah dia melakukan sesuatu?
Katakan 403.
Apa?
Hello!
Nandini.
Nandini.
Nandini.
Nandini.
Nandini.
Nandini.
Nandini.
Nandini.
Nandini.
Katakan 403.
Ini semua ulah bocah itu.
Aku juga berpikir demikian. Tapi mengapa membunuh orang-tuanya?
Mereka bukan orang tuanya.
- Apa? - Ya, Pak.
Dia bukan anaknya.
Mengadopsi dari panti asuhan. Saat ini aku di sana.
Anak ini.
Ada banyak anak di sana, mengapa kamu menginginkannya?
Pak, ketika aku melihatnya, aku merasa seperti mengenalnya sebelumnya.
Meski mereka bukan orangtuanya, haruskah membunuhnya?
Apakah dia sudah gila sejak kecil?
Di depan matanya, orang-tuanya dibunuh secara sadis.
Ibu, bangun, Bu.
Ibu, Ibu...
Ayah, bangun....
Ayah...ayah ...
Siapa yang membunuh?
Pak, kutemukan kartu memori di kotak surat.
- Masukkan ke komputer. - Baik, Pak.
Mereka bertiga. Ada seseorang yang jadi pemimpin tim.
Tidak tahu siapa dia.
Aku tahu siapa dia.
Siapa?
Dia CI.
Pada saat itu dia seorang DSP, Srinivas Rao yang meninggal bunuh diri.
Itu ayahmu, Pak?
Ya, ayahku.
Maksudmu ketiganya satu?
Kamu tahu banyak tentang semua ini. Kenapa tidak memberitahu seseorang?
Aku pikir dia baik-baik saja.
Mengapa?
Memikirkan itu memalukan.
Kami sudah mengepung.
Keluar dan menyerah.
Nikel, aku DSP Vie.
Menyerah lah, aku pastikan tidak ada apa-apa.
Kamu keluar? Atau kami masuk?
Ayo masuk.
Diterjemahkan oleh: kawulo Dari subtitle Sinhala: Chichaka Indunil Mohon maaf bila banyak kesalahan penerjemahan Selamat Menyaksikan
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.