All language subtitles for Kedarnath.2018.Hindi.All.HDRip.WEB-DL.WebRip.WEB-HD.by.Rafli_Khan

af Afrikaans
ak Akan
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional) Download
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Diterjemahkan oleh: Rafli_Khan subscene.com/u/1050542

Mei 2013

Puja Dewa!/ Puja Dewa!

'Puja Dewa Siwa!'

'Terus berjalan.'

'Awasi barang bawaan Anda.'

Datangi dia.

Dia siapa?

Mansoor!

Puja Dewa Siwa!

Tak bisakah orang Hindu saja yang bawa aku?

Aku tak mau pergi bersamanya!

Bu, kenapa kau marah?

Uang kita sedikit. Setelah bersusah payah kita dapatkan kuponnya.

Ayo...

Perkataanmu seperti napas keledai!

Dari semua orang di sini, kau pilih dia?

Aku tak mau duduk di keledai itu.

Dengarkan aku...

Keledai tidak sembahyang di kuil maupun membaca Quran.

Benar, 'kan?

Berdirilah!

Katanya, dia tidak menarik uang tambahan untuk barang kita.

Ayo, berdirilah. Ayo.

Apakah dia liar?

Dia tidak akan terjun dari gunung bersamaku, bukan?

Tidak! Dia baru sekali atau dua kali begitu.

Astaga.../ Baik, tak usah duduk di atas Rustom.

Aku saja yang membawamu. Oke?

Bagaimana?/ Tak masalah.

Mari kubantu duduk di sana./ Ayo, duduklah.

Kenapa tidak orang Hindu yang kau cari?

Kenapa inginkan yang tak kau punya...

...di saat kau bisa nikmati yang kau punya?

Hei! Si bodoh ini berbahasa Bhojpuri!

Nek, aku bisa semuanya. Gujarati, Punjabi, Bengali...

Aku telah membawa seluruh India ke kuil ini. Ayolah.

Puja Siwa, Sang Maha Pemurah!

Puja Siwa, Sang Maha Pemurah! Ayo, Nak!

Ayo./ "Awasi barang bawaan Anda."

Keledai ini takkan bawa kabur barang kami, bukan?

Tidak, Nek... Rustom dan barangmu akan berjalan di jalannya sendiri.

Jai Ho Jai Ho Shankara Puja puji untuk-Mu, Shankara

Aadi Deva Shankara Sang sulung Dewa Siwa

Tere Jaap Ke Bina Chale Ye Saans Kis Tarah Tanpa hadir-Mu, bagaimana ku bernapas

Mansoor./ Lebih kuat lagi! Delhi tak begitu jauh...

Mera Karm Tu Hi Jaane Engkau tahu seluruh perbuatanku

Kya Bura Hai Kya Bhalaa Yang benar atau salah

Tere Raaste Pe Main Toh Aankh Moond Ke Chalaa Ku berjalan di jalan-Mu dengan mata tertutup iman

Tere Naam Ki Jot Ne Saara Har Liya Tamas Mera... Keindahan nama-Mu telah halau seluruh kegelapanku

Namo Namo Ji Shankara, Bholenath Shankara Mari serukan nama Bholenath Shankar ji

Hey Triloknath Shambhu Hey Shivay Shankara

Namo Namo Ji Shankara, Bholenath Shankara Mari serukan nama Bholenath Shankar ji

Rudradev Hey Maheshvara

Pandawa telah melakukan penebusan dosa seusai perang Mahabarata.

Siwa dalam wujud sapi ketika Bima menangkapnya.

Kepalanya muncul di Nepal dan punuknya tetap di sini.

Srishti Ke Janam Se Bhi... Bahkan sebelum ada bumi ini...

Pehle Tera Vaas Tha... Engkau sudah ada...

Ye Jag Rahe Ya Naa Rahe... Entah zaman ini tetap ada atau tidak...

Jai, Sahab!/ Jai, Hind.

Hampir sampai, Nek. 7 km sudah. 7 km lagi.

Kau makan apa? Kau tak lelah?

Aku makan tanaman milik Siwa.

Dasar! Jangan lempar aku ke jurang ini...

Rahegi Teri Aastha... Imanku kepada-Mu tetap ada...

Kya Samay... Kya Parlay... Entah soal waktu atau penghancuran...

Dono Mein Teri Mahaanta... Mahaanta... Engkau capai kehebatan dalam keduanya...

Sudah kubilang, bukan...

Rustom bisa jalan sendiri.

Ayo, Boy.

Sekarang kau ke mana?

Nek, ini daerahku. Kita rehat sejenak di sini.

Kita berhenti dulu untuk sementara.

Ayo, Rustom.

Berhenti...

Nek, pelan-pelan...

Sebentar...

Tolong pegangi ini, Tuan...

Tunggu di sini sebentar...

Ini.

Aku mengenal pemilik warungnya...

Dia orangnya baik hati, takkan meminta uang.

Tak ada yang baik hati secara gratis.

Untuk manisan ini, pasti akan dimintai bayaran.

Pegang ini, pegang./ 'Ini salah, kau tak kirimi kami manisan.'

Cepat.

Ayo, ayo...

Bisa tolong aku?

Jai Shiv Shambhu!

Jai Bholenath!

Bu, sampai ketemu nanti malam.

Berbaik hatilah seraya membawa pulang uang.

Jangan dikasihkan semua ke peziarah.

Seepiyon Ki Ontt Main, Motiyon Ho Jis Tarah Di dalam cangkang kerang, ada mutiara

Mere Mann Mein Shankara, Tu Basa Hai Uss Tarah Seperti itulah, Shankara, di hatiku hanya ada Engkau

Mujhe Bharam Tha Jo Hai Mera Khayalan soal urusan keduniawian

Tha Nahi Kabhi Mera Tak pernah jadi milikku

Arth Kya Nirarth Kya Jo Bhi Hai Sabhi Tera Berarti atau tidak yang kupunya hanya milik-Mu

Nek, kita sudah sampai.

Ini dia...

Tere Saamne Hai Jhuka, Mere Sar Pe Haath Rakh Tera Di depan-Mu ku berlutut, sentuhlah dahiku dan berkahi aku

Namo Namo Ji Shankara Mari serukan nama Shankara

Bholenath Shankara, Hey Triloknath Shambhu Hey Shivay Shankara

Namo Namo Ji Shankara Puja puji untuk-Mu, Shankara

Bholenath Shankara, Rudradev Hey Maheshvara

Namo Namo Ji Shankara

Bholenath Shankara, Hey Triloknath Shambhu Hey Shivay Shankara

Namo Namo Ji Shankara

Bholenath Shankara, Rudradev Hey Maheshvara

Rudradev Hey Maheshvara

Rudradev Hey Maheshvara

Nek, sudah selesai?

Ya, ya. Tuhan memberkatimu!

Selfie?

Selfie?

Luar biasa!

Ayo.

Ayo. Senyum.

Katakan sesuatu, Bhai!

Maaf, aku tidak melihatmu.

Tidak melihatku?

Ini bukan malam tanpa bulan hingga kau tak dapat melihat.

Sekarang siang bolong...

Dia berjalan dan berak di depanku!

Dan katamu kau tidak melihatku?

Sudahlah, dia keledai.

Dia memang keledai, tapi kau?

Keledai tak bisa bilang...

"Bhai, antar aku ke kamar mandi!"

Sandal baruku...

Sudah ternodai oleh keledaimu!

Kini aku harus bagaimanakan ini?

Hidup Sang Maha Suci!

Sang Bijaksana... kau tak kelihatan 2 hari ini?

Tapi aku bisa melihatmu.

Mari minum racun dari lembah ini...

Mari kita gila-gilaan...

Mari bermain Shiva!

Bala... Musim turis sudah mulai.

Tapi atap bocormu belum beres juga.

Sudah 5 tahun atapnya bocor...

Biarkan saja itu...

Saat melihat yang terjadi di atas sana, hatiku jadi kecewa...

Tak ada bantuan untuk pengangkut peziarah, tapi turis selalu diberi keramahtamahan.

Aku sudah bicara dengan mereka...

Anggota Dewan berjanji mencari jalan keluarnya.

Tarif baru untuk pengangkut juga telah didiskusikan.

Sebelumnya, ada yang lebih penting lagi...

Kita harus memikirkannya...

Anggota Dewan ingin membuka hotel bintang 2 di Rambara...

dan perlahan kemudian wisma, penginapan...

Hidup Sang Maha Suci!

Puja Dewa!

Mulai rapat tanpa kami?

Terima kasih.

Bisa-bisanya mereka begitu?

Dilarang membangun hotel di daerah ini.

Tanpa izin kau tak bisa bangun apa pun di sini...

Ada tarif untuk sebuah izin. Bayar, dan kau dapat izinnya!

Keponakan Pendeta, Kullu, memimpin atas rencana hotel itu.

Kita harus bersiasat dan mengungkapkan permasalahan kita ke mereka secepatnya.

Membusuklah kau di neraka, bajingan!

Semoga tenggorokanmu terbakar hingga seperti daun kering!

Paman... Duduk di kasur itu lagi?

Sudah kubilang, kalau duduk di situ, bajingan itu mukul bola lebih keras.

Untuk India, tak bisakah di luar selama 2 menit saja?

Kalau ada pelanggan, aku boleh masuk?/ Paman!

Entah Pakistan mukul atau tidak,

kau pasti dapat pukulan dari ayahmu hari ini...

Mengusirku ke luar...

Memangnya India menang dengan membuatku masuk angin!

'India bermain cukup baik pada hari ini.'

'Masih ada beberapa bola tersisa. India bisa menangkan pertandingan ini.'

'Tak ada yang tak mungkin.'

'Dilemparkan sudah bola di udara... Kurasa ini...'

Bajingan! Dia dirasuki iblis!

Puja Dewa!/ Cukup sudah.

Percuma cuci mulut orang itu pakai air Gangga, Ma.

Cobalah pakai sabun atau detergen!

'Dia menampilkan permainan yang hebat.'

Dasar kon...

Apa katamu?

...tak!

Kontak batin.

Kurang ajar!

Selamat malam, Brijraj Ji.

Selamat malam.

Bhaisab, kenapa berdiri di sini? Kau bisa masuk angin.

Mari masuklah.

'Siapa yang akan membuka pertandingan hari ini?'

Puja Siwa Sang Maha Suci!

'Jika hari berjalan baik, maka...'

Mandakini, matikan benda ini.

'India mungkin kesulitan untuk membuat 20 run dalam situasi seperti ini.'

'Bagaimana menurutmu?/ Ya, tapi...'

Ya, Bhaisab...

Wahai Mahadewa...

Musim turis telah dimulai,

besok akan sibuk di atas sana.

Kali ini Bhaisab akan menangani semua urusan di bawah sini

dan kalian 2 gadis akan berada di penginapan Shankar.

Lata, aku tak bisa menemukan kunci-kunci tokoku.

Kuncinya sudah siap. Akan kuambilkan.

Dan Ayah, kali ini biar aku tangani urusan di sini

Aku muak dengan masak, bersih2 dan beres-beres di penginapan!

Masukkan dia ke roket dan kirim ke bulan!

Bukan manusia yang bisa memahami dia.

Dia buat akun FB di internet...

Kini dia mengembangkan sayap...

Dia unggah foto-foto dirinya...

Terus awasi dia atau dia akan terbang jauh.

Minggir, minggir!

'Situasi semakin memanas.'

'Dan ini satu lagi.'

'India menghadapi tekanan berat.'

Berdiri, kau pak tua...

Terakhir kali, kubuat India menang

saat duduk di sini. Aku bahkan tak ke kamar mandi.

Kau tahu betapa gregetannya aku?

'Dia memukul bolanya. Tapi...'

Ajmal! Matilah kau! Kaum Barbar!

Keluar? Siapa yang menangkapnya?

Lihatlah sendiri.

Tak bisa! Katakan saja siapa?

Azhar.

'Kekurangan poin ini bisa menyulitkan India.'

9 bola dan 17 run lagi...

Kini Junaid melempar, jadi yang terakhir melempar...

Saeed Ajmal.

'Sedikit bola lagi. India masih ada kesempatan menang.'

'Bola kembali dilempar. Apakah dapat poin?'

'Kali ini, ia gagal menangkap!'

Masuk! Masuk!

Masuk!

'Masuk. Luar biasa!'

Meskipun lemparannya pelan, pemukul kita malah lebih pelan!

Mereka seperti hanya mondar-mandir saja.

Itu gayamu atau kau bersumpah takkan menonton pertandingannya?

'Si pemukul hanya dapat poin tunggal.'

Apa yang terjadi?

Tidak ada... Tadi akan melewati batas tapi bajingan itu menghentikannya!

Entahlah makan apa mereka hari ini!

Kumohon, Siwa, menangkan kami hari ini...

Kalau kami menang, aku takkan berbohong selama sebulan.

1 run... Kembalilah kau...

Bangsat!

Tak apa... 2 bola lagi.

Akan kucuri Rs. 100 dari pendeta dan menyedekahkannya.

4 run saja dari bola ini, kumohon!

'Hanya 1 run dari bola ini.'

Cukup! Aku muak. Tak bisa kulihat India kalah...

Dengar... Mungkin dapat 6 run dari bola terakhir...

'India butuh 6 run supaya menang.'

Hari ini Siwa sedang tidak enak badan...

Dia akan keluar.

Kenapa tidak minta pada Allah-mu?

Seluruh Tuhan di atas, tolonglah kami!

'Itu dia 6 run!'

Tak tahu malu.

Ayo... Pulang sekarang juga!

Pemain terbaik... Ayo?

Papan nama dicuri lagi?

Jika lihat, beri tahu aku!

Orang hilang tak pernah kau cari,

bagaimana kau cari pencuri papan nama?

Itulah!

Seseorang mencuri papan nama dari kantor Hakim.

Jadi aku yang repot!

Tak bisakah mereka curi papan nama penjahit saja?

Ya, kau benar.

Mau teh? Berikan Tuan ini teh.

Pasti kau temukan.

Hari ini harus selesai.

Tambahkan pasokan kacang dan beras 10 kantung.

Jangan ada yang kurang.

Para peziarah wajib dilayani.

Mukkuji.../ Pendeta memintamu tanda tangani ini.

Itu saja? Tunggu sebentar.

Kenapa? Ada merak menari maka kuharus menunggu?

Puja Sang Maha Suci!/ Puja Sang Maha Suci!

Terima kasih, Bhaiyya.

Sempurna. Ayo.

Berapa kali kubilang, kalau mengantar sampai situ saja.

bisa juga kau antar di warung makan.

Aku bisa antar peziarah 2 km dari sini...

Aku kemari sendiri. Untuk bersyukur.

Kalian punya tempat bersyukur yang lain.

Tak perlu tempat untuk bersyukur.

Dari makam pun bisa.

Benar?

Salam.

'Puja Dewa Siwa!'/ Lurus.

Saat mengantar peziarah, ia bunyikan lonceng!

Dia polos.

Ayah Mertua.

Kullu!

Aku kenal dia. Dulu dia sering kemari bersama ayahnya.

Ayah Mertua, jika banteng tidak diikat dengan kuat...

kau harus berhadapan dengan tanduk.

Percayalah, itu tidak menyenangkan.

Ini, makanlah manisan.

Dan melaporlah padaku sore nanti...

Lata menanyakan tentang dirimu.

Aku pasti datang.

Puja Dewa Siwa./ Puja Dewa Siwa.

Hei, Mukku. Apa kabar?

Ke Rambara.

Kau tahu aku ini siapa?

Berangkat?

Berhenti sebentar.

Berhenti di sini.

Lelaki macam apa kau?

Ibumu tak ajarkan memuliakan wanita?

Ibuku mengajarkan untuk tidak mencuri.

Ya, aku mencuri papan nama...

Di mana pun ada tempat kosong, di sana mereka taruh!

Bukannya melihat pepohonan, lembah, pegunungan,

malah melihat papan nama jelek ini di lembah ini!

Aku bekerja keras sendirian.

Tanggung jawab seluruh lembah ada di pundakku.

Kau tahu, betapa gregetannya aku?

Ayo.

Dan ya, jika kau melapor,

aku bilang kau pencurinya dan membawaku kemari dengan paksa.

Akan ada masalah.

Aku yakin sekali kau akan membuatku berada dalam masalah besar.

Sampai jumpa.

Puja Dewa Krisna.

Puja Sang Maha Suci.

Kullu. Mari, Nak!

Aku telah mengirimi undangan atas namamu kepada Ketua...

Saat Menteri Dalam Negeri berkunjung kemari,

ia pasti akan disuguhi secangkir teh.

Bagus sekali.

Mukku, bawakan Kullu segelas susu dengan kacang almond!

Tidak perlu./ Kenapa tidak kubawakan sapi saja?

Dia bisa minum langsung dari sumbernya.

Mandakini Mishraji ada?

Ayahnya adalah...

Brijraaj Mishraji?

Ya, itu aku.

Salam./ Salam!

Aku Dev Prasad Notyal.../ Ya?

Mampuslah orang itu.

Diberkatilah kau.

Aku kemari untuk meminta restu menikahi Mandakini.

Apakah ada undangan untuk melamar tunanganku?

Ini kali kelima dalam 5 bulan!

Kullu.

Apa putrimu akan menikahi Pandawa seperti dalam cerita Mahabarata?

Aku Dev Prasad Natyal.

Kullu!

Kau tak dengar dia itu tunanganku?

Lalu kenapa kenalkan diri?

Apa kau mau restumu tercetak di wajahmu?

Kullu...

Mengapa ini harus kualami setiap hari?

Tidakkah kau tahu?

Ya, semuanya kutahu.

Tapi ingatlah selalu...

...ketika pernikahan telah diatur, bukan berarti kau harus mencintai.

Cintai bersemi setelah menikah, paham, Mukkuji?

Itu bukan cinta, itu dilema, Pak Pendeta.

Urus putri-putrimu ini!

Sekarang apa yang terjadi?

Bukan apa-apa.

Pendeta jadi tersinggung!

Tadi kau pasti katakan sesuatu...

...putus kuliah. Duduk di rumah cuma buat gerhana.

Ya, lalu kau sarjana dan pernah ke bulan, 'kan?

Kau di sini melayani Pendeta.

Kau mabuk?

Sekarang belum, rencananya nanti malam.

Kau dan suamimu mau coba?

Chotu bilang kau tak menerima ongkos penuh dari peziarah lagi sekarang?

Cuma kurang 50 saja, Bu.

Mansoorji... Saat kau miskin, setiap receh itu berharga.

Tak ada koin emas di istanamu!

Istana sungguhan tidak berbahan emas. Ayah pernah berkata...

Cukup! Aku tak mau dengar perkataan ayahmu.

Semua tagihan mahal ini karena ayahmu...

...malah aku yang menanggungnya!

Katanya ini adalah surga...

...lembah ini malah menelannya.

Ibu...

Ibu...

Dia yang mengajarkanmu untuk bunyikan lonceng kuil, 'kan?

Sudah berapa kali kubilang jangan?

Utamakan pekerjaanmu.

Itulah pekerjaanku, Ibu.

Sudah pekerjaanku untuk ke sana setiap hari.

Aku mendapat penghidupan, maka kutunjukkan rasa terima kasih.

Ayah pernah.../ Dengar.

Sebelum jadi ayahmu, ia adalah suamiku.

Ia sangat utamakan orang lain daripada dirinya sendiri.

Ia tenang di sana sementara aku di sini hancur!

Ia meninggal terjatuh dari gunung...

...saat coba ambilkan sepatu anak kecil yang tergelincir.

Jangan sampai kau jadi sepertinya.

Ia tinggalkan dunia saat usia muda...

Aku cinta dia, tapi rasa benciku lebih besar lagi!

Ia tinggalkan kita sendiri.

Ia egois./ Aku pun begitu.

Andai aku bersamanya, ia mungkin di sini bersama kita.

Hei... Hari ini perang makanan atau perang kerja?

Hari ini tentang ayahnya.

Sembunyi ke mana kau, Bhai?

Santailah, Bhai!

Lihat ini!

Afzar... Berikan dia daftar rencananya.

Lebih baik perang selanjutnya terjadi setelah pernikahan.

Mansoor Bhaiyya, siapkan kasur dan pemanasnya.

Besok malam seluruh kasur dan pemanas akan tiba di sana...

...Rustom dan aku juga akan di sana.

Kau mau bawa keledai itu ke sana?

Memang kenapa? Itu nikahan saudaranya Rustom.

Kupukul kau!

Sudah sampai?

Mari! Kau menunggang keledai atau digendong porter?

Porter.

Cuacanya cerah!

Sembahyang pagi ada di pukul 06:30.

Ini kunci kamarmu.

Kamarmu sebelah sini. Kamarmu sebelah sana.

Mukku.

Kau saja yang suguhi kue untuk Kullu.

Mukku, jangan buat heboh.

Cepat.

Aduh, aku ceroboh sekali.

Aku jadi tak bisa suguhi kuenya, 'kan?

Bodoh! Ya ampun!

Lagi...

...mulai lagi si Ratu Drama.

Kau pikir ini drama?

Usiamu 5 tahun saat kalian berdua tunangan.

Dia seperti saudara bagiku.

Pada saat terakhir, bukan kau malah aku yang nikahi dia?

Dan ayah kita merestuinya!

Jadi siapa yang buat heboh?

Suka sekali bagi-bagi hukuman?

Tak usah repot-repot!

Apa pun yang terjadi antara Kullu dan aku tak ada hubungannya denganmu.

Aku tidak menyalahkanmu.

Sungguh?

Ada proposal tentang pembangunan hotel bintang 2 di Rambara.

Sekarang kami menyetujui 4-5 toko dari pihak kami...

...dan 5 toko dari pihak porter.

Hotel akan dibangun di tengah.

Menurut survei, banyak turis akan singgah di sana.

Kedar hanya berjarak 7 km ke atas dari sana...

...lalu akan ada penginapan dan warung makanan.

Kami telah buat rencana detail...

...soal Progres, Keuntungan dan Peziarah.

Kau ingin membuat kami terjebak dalam masalah!

Apa yang membuat Anda berpikiran begitu, Durgeji?

Kubilang ribuan kali jangan pindahkan patung Dhara Devi dari Alaknanda.

Sungai mengalir itu karena rida-Nya.

Lalu di lembah sana akan ditambah hotel baru, warung baru?

Jika begitu maka kita akan sangat merugi.

Gagasannya itu kuno, tapi pakai smartphone, dasar Durgeji!

Bisa kau bahas promosiku juga?

Sabar, Ayah Mertua.

Jika hotel itu dibangun dan menguntungkan orang banyak, akan ada kemajuan.

Jika kita bekerja sama, semua akan nikmati hasilnya.

Jika 5 menit mereka tak datang, aku pergi saja.

Diamlah!

Mereka sekelompok 20 peziarah...

...jika kita pulang tanpa mereka, 20 tahun lagi mereka takkan terdengar lagi.

Kau tahu, di Amerika, Ayah akan dipenjara...

...karena telah memperkerjakan gadis manisnya sebanyak ini!

Bahkan, itu...

Mukkuji. Pernah bertemu temanku?

Tarang.

Salam!

Tarang adalah teman masa sekolahku...

...kini ia kerja dengan kita.

Tarang...

Adik iparmu sedikit nakal!

Setiap hari ada lamaran baru untuknya.

Ponsel baru lagi?

Ia bukan pacar yang bisa kau ganti cepat-cepat.

Si ponsel akan merasa sedih.

Aku tinggalkan kakakmu...

...karena itu kau marah?

Atau aku memilihmu...

...karena itu sikapmu begitu?

Brinda, berhenti menangis!

Malam ini ada pesanan atas grup 10 orang.

Dan Bhaisab sedang tidak sehat juga.

Jika begitu, bagaimana dia mengurus tokonya?

Istrinya sedang pergi ke kota.

Kirim gadis-gadis ini untuk menolongnya secara bergantian.

Oke.

Akan kulakukan.

Aku tak mau bolak-balik ke atas ke bawah! Kirim Brinda saja.

Ya! Macam aku tak punya kerja lain saja ya... Ratu!

Baik.

Aku akan pergi. Kau di sini saja.

Lah.

Percayailah aku juga...

Aku bukan tak berguna!

19 tahun ini aku mengurus diriku sendiri, maka toko akan kuurus juga.

Secepat itu berubah pikiran!

Jangan terpedaya... Sifatnya mirip iblis!

Puja Sang Maha Suci./ Puja Sang Maha Suci.

Kalau sudah swafotonya, mau antar penumpang?

Ke Rambara.

Anu... Aku mencari penumpang yang langsung ke Gaurikund.

Terus? Kau tidak terbang ke Gaurikund, 'kan?

Kau harus lewati Rambara terlebih dahulu.

Tapi, itu sulit./ Apa?

Menemukan penumpang dari Rambara ke Gaurikund itu sulit, jadi...

Biar kubayar ongkosnya sampai Gaurikund.

Antar aku ke Rambara, apa susahnya?

Ayo!

Nama?

Mansoor.

Nama dia...

Rustom..

Usia?

7 tahun...

Usiamu.

Di rumahmu ada siapa saja?

Rumahnya atau rumahku?

Begitu?

In Waadiyon Mein Takra Chuke Hain Di lembah indah ini, telah kujumpai

Humse Musafir Yun To Kayi Begitu banyak pengelana

Aku sudah beri tahu Ayah, ongkos minggu ini sudah ditetapkan.

Kenapa kasih aku diskon besar?

Dil Na Lagaya Humne Kisi Se Hatiku belum terkait oleh siapa pun

Kisse Sune Hain Yun To Kayi Aku hanya dengar cerita dari mereka

Katanya, mandi pagi dingin-dingin itu mencairkan otakmu.

Pernah coba?

Aise Tum Mile Ho (x2) Beginilah kau temui aku

Jaise Mile Rahi Ho Itr Se Hawa Seakan parfum bertemu udara

Kau tahu, nenekku pernah bilang...

...jika cinta sejati hadir...

...jiwa kita tercermin dalam mata kita.

Pernah dengar?

Nenekku sudah meninggal.

Ya, terus? Aku bahkan membacanya di FB.

Beliau ingin aku jadi pegulat.

Kalau mau aku bisa saja, tapi...

Qaafirana Sa Hai Yang terjadi ini sulit dipercaya

Ishq Hai Ya Kya Hai? Ini cinta atau apa?

Punya Facebook?

Aise Tum Mile Ho (x2) Beginilah kau temui aku

Kau punya? Dia menanyakanmu.

Tidak.

Jaise Mile Rahi Ho Itr Se Hawa Seakan parfum bertemu udara

Qaafirana Sa Hai Yang terjadi ini sulit dipercaya

Kau tak malu?

Seorang gadis melirikmu seperti itu, kau malah tidak lirik balik.

Terus terpaku pada ponsel itu seperti paku tembok.

Dasar sup mie!

Rustomji...

Rustomji...

Mending ngobrol denganmu saja...

Paling tidak, kau menjawabku...

Lihat... entah apa pun yang terjadi, bahkan bila ku ngobrol sampai mati...

...kita takkan dapat memahami apa-apa.

Ada apa dengan ponselmu itu hingga kau lupa bernapas, Mansoorji?

Facebook...

Rustom sarapan ponsel?

Sebentar...

Bisa turun sebentar? Pelan-pelan.

Ini milik peziarah...

...yang kuantar ke Kedarnath tadi pagi.

Akan kukembalikan dan segera kembali.

Apa maksudmu kau kembalikan?

Butuh 2 jam mendaki ke atas. Kita sudah turun 2 jam...

Aku tahu, aku biasa begini setiap hari.

Jika harinya baik, hanya butuh 1,5 jam.

Jadi, kini kita balik lagi ke atas?

Bukan kau. Kau dan Rustom tunggu di sini.

Aku akan kembali secepatnya.

Apa pentingnya? Itu ponsel, bukan anak.

Tapi di kala ia mengenang ziarah ini, akan ada sesuatu yang disesali...

..."semuanya sempurna, bila ponselku tak hilang!"

Jadi?

Jadi, dewa Siwa-nya takkan biarkan hal buruk terjadi padanya.

Sampai ketemu!

Khamoshiyon Mein Boli Tumhari Dalam kesunyian ini, suaramu itu

Kuch Iss Tarah Goonjti Hai Entah bagaimana, bergema

Kaanon Se Mere, Hote Hue Woh Melalui telingaku, suaramu itu

Dil Ka Pata Doondhti Hai Mencari jalan menuju hatiku

Beswadiyon Mein, Beswadiyon Mein Dalam kehambaran, dalam kehambaran

Jaise Mil Raha Ho Koi Zaayka Seakan suaramu temukan rasa

Rustom sedang tak sehat...

Qaafirana Sa Hai Yang terjadi ini sulit dipercaya

Ishq Hai Ya Kya Hai? Ini cinta atau apa?

Aise Tum Mile Ho (x2) Beginilah kau temui aku

Omong-omong, naik Rustom lebih enak daripada begini!

Qaafirana Sa Hai Yang terjadi ini sulit dipercaya

Ishq Hai Ya Kya Hai? Ini cinta atau apa?

Bila susu mengental...

...lalu kau cuci wajah dengan susu kental itu...

...lalu menatap bulan...

...maka siapa pun yang kau inginkan, akan jadi milikmu.

Apa yang selalu ada di kepalamu?

Fakta bahwa...

...aku mendaki naik-turun dengan muatan berat setiap hari...

...tapi aku tak pernah merasa sangat terbebani begini!

Biasakanlah.

Aneh.

Sandal, gelang, jepit rambut, sapu tanganku hilang semua...

...kuharap Rustom tidak memakan barangku? Sialan!

Andai aku punya sayap...

...yang pertama kubersihkan adalah wajah kotor gunung ini.

Zariye Tumhare Kutemukan jalan melalui dirimu

Dar Pe Khuda Ke Untuk menunduk

Mattha Bhi Hum Tekte Hain Kepada langkah Tuhan

Sab Ki Nigaahein Uspe Tiki Hai Semua orang mencarinya

Par Hum Tumhe Dekhte Hain Tapi mataku terpaku padamu

Tum Sikha Rahe Ho (x2) Kau mengajarkanku

Jism Ko Humaare Roohdaariyan Bahwa ragaku tarian jiwaku

Puja.../ Dewa Kedarnath.

Qaafirana Sa Hai Yang terjadi ini sulit dipercaya

Ishq Hai Ya Kya Hai? Ini cinta atau apa?

Aise Tum Mile Ho (x2) Beginilah kau temui aku

Jaise Mile Rahi Ho Itr Se Hawa Seakan parfum bertemu udara

Qaafirana Sa Hai Yang terjadi ini sulit dipercaya

Ishq Hai Ya Kya Hai? Ini cinta atau apa?

Rustom.

Kuda lain pelananya bagus-bagus.

Kenapa punyamu biasa saja?

Aku tidak suka!

Asal kau tahu... Penunggang bangsawan ini enggan duduk di pelana biasa.

Pakailah yang mewah, maka kita akan bicara!

Godi Mein Pahadiyon Ki Menghabiskan siang yang cerah

Ujli Dopehri Guzaarna Di alam pegunungan

Haaye Haaye Tere Saath Mein Achcha Lage Bersama dirimu, terasa menyenangkan

Godi Mein Pahadiyon Ki Menghabiskan siang yang cerah

Ujli Dopehri Guzaarna Di alam pegunungan

Haaye Haaye Tere Saath Mein, Achcha Lage Bersama dirimu, terasa menyenangkan

Sharmeeli Ankhiyon Se Tera Meri Nazrein Utaarna Dengan mata malu-malu, kau lindungi aku dari roh jahat

Haaye Haaye Har Baat Pe, Achcha Lage Dalam setiap pembicaraan, terasa menyenangkan

Kau berubah jadi mirip kekasih, Masoor Khan!

Dhalti Hui Shaam Ne Bataaya Hai Ke Mentari terbenam itu mengisyaratkan

Door Manzil Pe Raat Hai Bahwa di tujuan jauh ada malam

Mujhko Tasalli Hai Yeh Namun ku jadi tenang

Ke Hone Talak Raat Hum Dono Saath Hain Karena hingga malam menyingsing kita masih bersama

Sang Chal Rahe Hain (x2) Berjalan bersama berdampingan

Dhoop Ke Kinare Chhaon Ki Tarah Seakan bayangan di balik sinar mentari

Qaafirana Sa Hai Yang terjadi ini sulit dipercaya

Ishq Hai Ya Kya Hai? Ini cinta atau apa?

Kemarin kau menyebutku 'kekasih'.

Apa maksudnya?

Aku juga menyebutmu sup mie...

Kekasih itu artinya seseorang yang terdekat dengan hati.

Kekasih.

Pernah minum dari langit?

Pernah minum teh.

Langit.

Nenekku pernah bilang...

...tetes hujan itu menyatukan kita dengan langit biru.

Sungguh kata nenekmu atau kau baca dari Facebook?

Nenekku yang bilang.

Usiaku 10 tahun saat ia meninggal.

Ia suka hujan.

Hari saat ia pergi, turun hujan deras.

Rasanya seakan ia yang turun dari atas.

Oleh karena itu kau meminum hujan?

Bukan cuma hujan, langit pun dapat kulahap.

Pencuri!

Kau pencuri, Mansoorji...

Kau belum kembalikan barang-barangku.

Ya sudah... Biar kuberikan sesuatu lagi hari ini.

Secuil langit.

Apa kau akan selalu menerima, dan tidak memberi?

Waktu usiaku 10 tahun.

Aku peri ke kantor pos bersama ayahku...

...untuk mengirim surat ke Lataji.

Memberi tahu dia...

...bahwa saat ia menyanyi...

...seakan-akan seluruh lembah,...

...seluruh kehidupan kami jadi begitu indah.

Ketika Ayah bersenandung...

...rasanya seakan-akan...

...jiwanya tercermin di matanya.

Ibu tak pernah mendengar itu...

...namun bila aku mendengar bahkan ribuan kali pun,...

...rasanya masih kurang.

"Kini kita telah dilimpahkan momen-momen ini melalui takdir."

"Dengan segenap hatimu, pandanglah aku baik-baik, dari dekat."

"Siapa tahu takdir akan membawakan malam kepada kita seperti ini lagi."

"Aku ingin tahu apakah kita masih sempat bertemu atau tidak."

"Kurindu akan pelukanmu..."

Karena peningkatan jumlah peziarah...

...dan kebutuhan fasilitas, rencana ini telah disahkan.

5-6 toko akan dibangun juga.

Demi kesejahteraan rakyat di lembah, kami janjikan hal ini.

Anda dermawan sekali, Kulluji.

Dan siapa yang akan menjaga lembah?

Kami tak diizinkan membangun di sini karena...

...lembah tak dapat menahannya.

Siapa namamu tadi?

Aku Mansoor.

Dan... tokoku di daerah situ juga.

Mansoor.

Kau takkan memahami ibadat kami.

Gimana?

Kau takkan memahami ibadah untuk melayani dewa.

Peziarah datang kemari untuk menemui dewanya...

...menjaga mereka adalah kewajiban kami.

Tapi bagaimana kau akan tahu hal ini?

Kenapa aku takkan tahu?

Kami melayani juga, kami menolong peziarah, Kulluji!

Jadi aku harus apa?

Menghentikan ziarah?

Tidak!

Batasi.

Setiap tahun, batasi peziarah yang dapat kita tangani...

Lembah takkan terbebani, begitu pula rakyatnya.

Oh!

Jadi 'Mansoor' mau atur kapan dan bagaimana kita bertemu Tuhan kita.

Kami mendapat pekerjaan, Mansoor.

Mengapa kau menentangnya?

Ini tentang ziarah dan sarana-prasarananya.

Dewa pun ingin kita selalu bergerak maju!

Kemajuan dan keuntungan kita jalani semuanya.

Inilah keuntungan dari ziarah.

Jika lembah di mana dewa tinggal tidak dihargai, maka...

...ke mana Dia akan pergi?

Jika ada keuntungan dari ziarah ini...

...maka semuanya makmur.

Pandawa... datang kemari untuk penebusan dosanya.

Dan peziarah... untuk menemukan ketenangan.

Siapa pun yang ditakdirkan mewujukan hal itu di tempat suci ini,...

....Amarnath,...

...Kedarnath...

...ialah kehendak Siwa sendiri.

Dan saat Ia berkehendak, kita siapa menghentikannya?

Kapan pun hati kita mendesak, kita akan datang ke ziarah ini.

Dan seberapa pun jumlah mereka, akan kita siapkan semua perbekalannya.

Kau siapa ikut campur?

'Ikut campur'?

Kami selalu berada di sini.

Bersamamu...

Apa maksudmu 'ikut campur'?

Gua Amarnath kali pertama ditemukan oleh Buta Malik.

Bahkan hari ini, sesaji dikirim ke keluarganya.

Di sini kaumku telah melayani turun temurun.

Kami menjadi bagian dari ibadah mereka....

...kami membawa peziarah di pundak kami.

Berseru "Om Namah Shivay" sepanjang jalan.

Membisikkan nama Siwa di telinga peziarah hari demi hari.

Bagaimana bisa kau pisahkan kami?

Ziarah ini mengalir dalam nadi kami.

Ini bukan untuk kau dan aku. Ini semua untuk Kedarnath.

Siwa, Siwa, Siwa!

Puja Dewa Siwa!

Puja Sang Maha Kuasa!

Puja Sang Maha Kuasa!

Puja Sang Maha Suci!

Diterjemahkan oleh: Rafli_Khan subscene.com/u/1050542

Kudengar kau membuat pengaruh pada rapat itu...

Bila aku tak bicara, mereka akan bicara yang seperti ayahmu.

Keluarkan pendapatmu.

Dan saat aku bicara sesuatu...

...semua orang marah.

Entah bagaimana ayahku berurusan dengan semua ini.

Jadi, sejak kematian ayahmu,...

...kau belum nonton satu pun pertandingan di TV?

Mansoor!

Kuil tidak jauh...

Jangan hari ini. Hari ini India-Pakistan main.

Kita punya radio. Bisa kita dengar bersama.

Mendengarnya lewat radio lebih menyenangkan lagi.

Dia pergi untuk selamanya.

Dan kau juga akan pergi.

Kau mau kirim aku ke ayahmu?

Sebelum mati, aku mau menikah dulu.

Kau akan pergi dengan orang lain.

Ketika sudah waktunya.

Kemari.

Sekarang aku lengket padamu seperti lintah.

Tak ada garam yang bisa pisahkan kita.

Aku akan selalu mengisap darahmu, Mansoor Khan.

Kau tak bisa bersamaku.

Tak bisa menari bahagia, tak bisa menangis dalam duka bersamaku...

...maupun berada di sisiku.

Gadis ini bisa menari,...

...bisa menangis dan bisa mengguncang duniamu!

Katakan, aku harus jadi bagian dalam duka apa?

Aku siap untuk menangis.

Katakan waktu dan tempatnya.

Mau jadi bagian dalam kebahagiaanku?

Teman dekatku akan menikah, jadi kurasa...

...hanya memberi tahu saja...

...tanpa maksud.

Aku akan datang.

Kau harus ditangkap karena memberi harapan palsu, Mukkuji.

Dan jika aku benar datang...

...aku akan menangkapmu, Mansoor Khan.

Do Nain Sitare, Hain Chaand Sa Mukhda Mata bagai bintang, wajah bagai rembulan

Kya Kehna Uska Afreen Bagaimana si manis itu kugambarkan

Daawat Mein Jaise, Ho Shahi Tukda Bagai makanan lezat di pesta makan

Uske Jaisi Na Koi Nazneen Tak ada gadis secantik dia

Shahi Joda Pehen Ke Dia yang datang dengan

Aayi Jo Ban Than Ke Riasan dan busana megah

Wohi To Meri Sweetheart Hai Dialah kekasihku itu

Sharmayi Si Bagal Mein Dia yang duduk tersipu malu

Jo Baithi Hai Dulhan Ke Di samping mempelai

Wohi To Meri Sweetheart Hai Dialah kekasihku itu

Shahi Joda Pehen Ke Dia yang datang dengan

Aayi Jo Ban Than Ke Riasan dan busana megah

Wohi To Meri Sweetheart Hai Dialah kekasihku itu

Sharmayi Si Bagal Mein Dia yang duduk tersipu malu

Jo Baithi Hai Dulhan Ke Di samping mempelai

Wohi To Meri Sweetheart Hai Dialah kekasihku itu

Kaise Main Kahun Shukriya Bagaimana ku berterima kasih

Uska Mujhpe Ehsaan Hai Atas kebaikan dirinya terhadapku

Nacheezon Ki Basti Mein Woh Karena ia telah datang bertamu

Jo Banke Aayi Mehmaan Hai Di lingkungan tempat tinggalku

Kaise Main Kahun Shukriya Bagaimana ku berterima kasih

Uska Mujhpe Ehsaan Hai Atas kebaikan dirinya terhadapku

Nacheezon Ki Basti Mein Woh Karena ia telah datang bertamu

Jo Banke Aayi Mehmaan Hai Di lingkungan tempat tinggalku

Lagta Hai Shaadi Ghar Mein Tampaknya di rumah pernikahan ini

Uske Aane Se Jaise Atas kedatangannya

Chal Ke Aayi Hai Khushkimati Aura keberuntungan telah datang

Saari Mehfil Ki Woh Jaan Bani Hai Dialah nyawa dari rangkaian acara ini

Kya Kehna Uska Afreen Bagaimana si manis itu kugambarkan

Muflis Ke Dil Ka Armaan Bani Hai Dia menjadi hasrat hati pria malang ini

Uske Jaisi Na Koi Nazneen Tak ada gadis secantik dia

Shahi Joda Pehen Ke Dia yang datang dengan

Aayi Jo Ban Than Ke Riasan dan busana megah

Wohi To Meri Sweetheart Hai Dialah kekasihku itu

Sharmayi Si Bagal Mein Dia yang duduk tersipu malu

Jo Baithi Hai Dulhan Ke Di samping mempelai

Wohi To Meri Sweetheart Hai Dialah kekasihku itu

Shahi Joda Pehen Ke Dia yang datang dengan

Aayi Jo Ban Than Ke Riasan dan busana megah

Wohi To Meri Sweetheart Hai Dialah kekasihku itu

Sharmayi Si Bagal Mein Dia yang duduk tersipu malu

Jo Baithi Hai Dulhan Ke Di samping mempelai

Wohi To Meri Sweetheart Hai Dialah kekasihku itu

Wah Wah Ji Wah Wah Kya Baat Hai Wow! Ini sungguh luar biasa!

Wah Wah Ji Wah Wah Kya Baat Hai Wow! Ini sungguh luar biasa!

Apa kau Mansoor?

Kau yang tiap hari mengantar Mukku, 'kan?

Dia adik perempuanku.

Aku tahu seluk-beluknya.

Setiap bulan pemuda malang datang untuk melamarnya.

Bulan ini tak ada yang datang, jadi kupikir aku ingin melihatnya sendiri.

Siapa selanjutnya.

Dan memberi tahu dia.

Fokuslah pada pekerjaan dan menjaga toko.

Kau tidak ada urusan di sini.

Mengapa jadi syok, Mansoor Khan?

Bahkan keledaimu lebih tahu diri.

Dia itu anak dari Pendeta Hindu.

Mukku!

Lepaskan itu.

Bawa ini ke lantai atas.

Kecanduan baru lagi...

Selalu saja main ponsel... Klik-klik-klik-klik!

Jika mata air panasnya rusak...

...kenapa tidak sebut nama Siwa dan mandi di sungai Gangga?

Mereka mandi hanya jika Mukku bawakan air panas.

Ke mana api itu pergi?

Akhiri cerita Rambara ini. Paman sudah baikan.

Pikirkan saja urusanmu.

Besok jangan tunggu dia. Dia tidak akan datang.

Apa?

Mukkuji, jika kau bergerak seperti ular...

...kau pantas terjebak di dalam perangkap ular.

Kau suka permainan cinta ini?

Kau akan membayarnya.

Suatu hari kau jatuh tak ada yang menolong!

Kenapa kau bilang, "Jangan tunggu dia"?

Aku memberi tahu dia semua tentangmu dan kebiasaanmu.

Bahwa hobimu itu menjebak lelaki.

Dia takkan mau melihatmu besok.

Jika kau tidak tahu apa-apa, kenapa ikut campur?

Kau tidak, Mukku? Ikut campur dalam hidupku?

Oh! Kau telah semburkan bisa?

Kau tuduh aku?

Apa karena Kullu meninggalkanmu?

Ya. Kujebak Kullu, kujebak Mansoor. Kujebak semua orang!

Senang?

Babaji... Di mana Mansoor?

Babaji... Di mana Mansoor?

Kau sudah tahu.

Kalau aku tahu, kenapa aku tanya?

Kau tahu di mana dia.

Dan kau yang akan mengirim dia ke tempat seharusnya dia tuju.

Mansoor.

Mansoor!

Dengarkan aku.

Mansoor.

Tolong dengarkan dulu.

Aku tahu kakakku telah menyemburkan bisanya.

Kuakui, 2-3 pemuda baik-baik datang melamarku...

...tidak, 4...

...baik, 5!

Itu pun juga karena ada alasan lain.

Yaitu untuk membuat malu Ayah dan Kullu.

Dengarlah...

Mereka buat aku tunangan dengan Kullu, meski dia itu tunangan kakakku.

Aku mau memberitahumu...

Diam!

Bagimu semua ini permainan?

Kau bisa lakukan yang kau suka, katakan yang kau suka?

Kurang ajar, tidak sopan, egois. Aku tak bisa menyebutmu begitu.

Karena seluruh lembah ini milik kau dan ayahmu.

Dan ya... Mandakiniji...

Jika korbanmu selanjutnya adalah seagama denganmu,...

...itu lebih baik.

Na Maaregi Deewangi Meri Kegilaanku takkan membunuhku

Na Maaregi Aawargi Meri Kenakalanku takkan membunuhku

Ke Maaregi Zyada Mujhe Maut Se Naaraazgi Teri Yang pasti akan membunuhku adalah marahmu kepadaku

Kyun Itna Hua Hai Tu Khafa? Mengapa kau jadi begitu kecewa?

Hai Zid Ki Kis Baat Ki Teri Kau berkeras kepala soal apa?

Ke Maaregi Zyada Mujhe Maut Se Naaraazgi Teri Yang pasti akan membunuhku adalah marahmu kepadaku

India menang! India menang!

Jaan Nisaar Hai, Jaan Nisaar Ingin kukorbankan hidupku

Tere Pyaar Pe Mere Yaar Kukorbankan atas nama cintamu

Jaan Nisaar Hai Kukorbankan hidupku

Duniya Zamaane Se Rishte Mitaaye Hain Telah kuputus semua ikatan dengan dunia

Tujhse Hi Yaari Hai Humari Ek Baar To Aa Kuhanya berikatan denganmu, datanglah meski sekali

Di mana Mukku? Belum kelihatan dari pagi tadi.

Paman menelepon. Beliau butuh dia di toko.

Nanti sore dia kembali.

Maine Nibhaya Hai Karke Dikhaaya Hai Telah kupertahankan, telah kubuktikan cintaku

Le Teri Baari Ek Vaari Tu Bhi Pyaar Nibha Sekarang giliranmu, buktikan besarnya cintamu

Tu Bhi Pyaar Nibha Oh Yaara Buktikan besarnya cintamu, oh kasih

Kau percayai kebohongan orang lain terhadapku?

Apa kemarin dia di sana...

...bersama kita?

Apa kemarin dia di sana...

Apa dia juga... bersama kita?

Benarkah?

Bisa-bisanya kau percayai dia?

Tak ada yang mau menerima hubungan ini.

Apa kau mau?

Jaan Nisaar Hai, Jaan Nisaar Ingin kukorbankan hidupku

Tere Pyaar Pe Mere Yaar Kukorbankan atas nama cintamu

Jaan Nisaar Hai, Jaan Nisaar Ingin kukorbankan hidupku

Tere Pyaar Pe Mere Yaar Kukorbankan atas nama cintamu

Jaan Nisaar Hai Kukorbankan hidupku

Mansoor... Usir gadis itu dari sini.

Mansoor!

Mansoor...

Ibu, tolong maafkan aku soal ini.

Mansoor...

Apa yang kau lakukan, Mansoor?

Akan ada masalah.

Kau akan seret kita ke dalam masalah!

Mansoor, ini salah.../ Ya, semuanya salah...

Semuanya salah.

Dia orang buangan, cerdas, licik...

...tapi dia bisa lahap seluruh langit.

Masih panas.

Di mana Mukku?

Ada apa?

Kau tahu di mana dia?

Ya... dia di toko bawah bersama pamannya...

...lalu ke rumah temannya.

Brinda yang bilang...

Omong kosong!

Brinda?

Sejak kapan ini terjadi?

Kenapa?

Kau pikir hanya kau yang bisa bermain-main?

Di mana dia?

Dengan kekasihnya.

Dalam dekapannya.

Kau tahu orang itu siapa?

Apa yang terjadi?

Di mana Mukku?

Kau ingat porter itu...

...yang biasa bunyikan lonceng?

Mukku bersama dia...

...di rumahnya.

Berhenti bicara omong kosong.

Dia kekasihnya.

Kullu!

Kabar ini benar adanya dari para porter.

Kau kenapa, Panditji?

Dulu kau baik sekali memberi berkat.

Setelah memberinya lonceng...

...kau berikan pula putrimu.

Keluar, Mansoor!

Keluar!

Brijrajji...

Mandakini? Di mana dia?

Brijrajji, kendalikan emosi Anda...

Mana gadis itu?

Kulluji... ini masalah keluarga.

Ya, benar.

Dia putriku./ Dan tunanganku!

Kami akan usir kalian para porter dari sini.

Juga keluarga-keluargamu.

Apa kaitannya hal ini dengan para porter?

Ketika putra seorang porter Muslim...

...merampas putri seorang Pendeta Hindu,...

...kami harus berdoa bersama?

Akan kami usir kalian semua!

Tidak perlu semuanya...

Ameena telah bicara pada pemilik toko. Mereka akan pergi.

Mereka akan tinggalkan tempat ini!

Hentikan, Kullu.

Kullu.../ Kulluji!

Aku merasa hancur.

Lihatlah dia...

Dia jadi kaku.

Semalam, dia berubah menjadi batu.

Cukup!

Kau sudah kelewatan, Mukku.

Jangan jadikan tontonan orang banyak.

Pertunjukan baru saja dimulai.

Mansoor.

Mansoor.

Mansoor.

Mansoor.

Mansoor./ Cukup!

Diamlah...

Keinginan membangkang mungkin terdengar romantis...

...tapi banyak dari mereka yang hancur.

Lupakan semua ini, Mukku.

Lupakan.

Lagi, kata-kata itu lagi.

Kau tak pernah membelaku, setidaknya belalah dia?

Kau korbankan aku, setidaknya selamatkanlah dia.

Kumohon maafkan aku, jika aku berbuat salah...

Mukku dan aku...

Beraninya kau masuk rumahku?

Pandit--

Hajar dia!

Dia sudah tiba di sini!

Lakukan sesuatu, dia bisa mati!

Bila ia tak dapat menahan semua itu, bagaimana dengan yang akan ia hadapi kelak?

Mansoor! Mansoor!

Jangan ganggu dia... Hentikan! Kumohon... kumohon hentikan.

Jangan, Kulluji. Jangan pukuli dia.

Dia melakukan kesalahan! Tolong maafkan dia...

Kulluji, dia bisa mati...

Kulluji, kumohon maafkan kami...

Dia akan pergi selama-lamanya.

Lata...

...bersiaplah...

...besok adalah hari pernikahannya.

Kau telah membuatnya dipukuli orang banyak...

...beri dia waktu supaya sembuh.

Masihkah ada rasa malu di hatimu itu?

Kau lucuti semua rasa maluku saat kau mempertunangkan aku dengan Kullu.

Jika kunikahi Mansoor.../ Itu tidak akan terjadi!

Sekalipun dunia ini runtuh...

Maka aku akan berdoa siang-malam agar itu terjadi...

Besok pagi pukul 8 akad nikah...

...pukul 9-nya... perpisahan denganku...

...setelah itu jangan lagi perlihatkan wajah terkutuk itu!

Roy. Peringatan telah diumumkan.

Apa-apaan!

Pemandu bilang semuanya normal...

...kita bisa pergi ke atas.

2-3 situs mengeluarkan peringatan bahaya.

Tinggalkan Rambara dan toko di sini, bawalah Mansoor lalu pergilah.

Penjaga toko lain telah tanda tangan, semuanya setuju.

Jika kau tak pergi, mata pencarian semua orang akan terganggu.

Mereka akan membuat hidup kita sulit.

Sudah?

Kau akan dapatkan jawabannya segera.

Semua orang telah tinggalkan kita.

Mereka ingin kita pergi.

Sudah kubilang, 'kan?

Kau mengerti?

15 Juni 2013

Kita akan pergi jauh dari sini.

Kita akan tinggalkan lembah ini.

Kita akan pindah ke kota mana pun.

Mansoor?

Mansoor, kau mau ke mana?

Mansoor, kita berangkat hari ini./ Kita jangan ke mana-mana!

Aku sudah beri tahu Kailash Bhai, kita tidak tinggalkan rumah.

Aku takkan pergi tanpa Mukku.

Mansoor!

Mansoor!

Bakarlah aku...

...atau lupakanlah dia.

Para porter belum membalas....

...dan Mansoor menolak menyerahkan tokonya.

Danau Chorabari

Hujan semakin deras.

Duduklah. Aku tak mau kalah.

BMKG

Pak, aku boleh masuk?

Pak, sebuah gelombang puting beliung yang disebabkan oleh dataran rendah...

...di Teluk Bengal sedang menuju bagian barat.

Lihatlah, Pak, tekanan kian membesar.

Mukku!

Mukku!

Bu!

Mukku.

Mereka memasuki kuil kita...

...memasuki rumah kita...

...dan kita diam saja?

Wahai setiap anggota panitia di sini, ketahuilah hal ini.

Takkan kita biarkan satu porter pun bertahan di Rambara...

...kecuali jika syarat kita dipenuhi.

Puja Sang Maha Suci!

Puja Sang Maha Suci!/ Puja Sang Maha Suci!

Puja Sang Maha Suci!/ Puja Sang Maha Suci!

Puja Sang Maha Suci!/ Puja Sang Maha Suci!

Puja Sang Maha Suci!

Rubuhkan semua.../ Pergi kalian dari sini.

Hancurkan semuanya.

Enyahlah dari sini.

Ini salah...

Apa-apaan ini?

Sembunyi di mana Mansoor? Dia harus pergi sekarang!

Mari selesaikan dengan kepala dingin...

Mansoor, sudahlah.

Apakah luka sebab penolakan Mukku begitu perih...

...makanya kau ingin bakar tempat ini untuk menyembuhkannya?

Kau dan kaummu, semua akan dibasmi dari sini.

Bicara soal Mukku...

...dia telah menikah denganku.

Dia lebih baik mati ketimbang menikahimu.

Dia telah menikah denganku.

Sekarang dia akan mati pula...

...karena telah menyayat nadinya.

Kullu, tenanglah. Semua orang akan pergi.

Puja Sang Maha Suci!/ Puja Sang Maha Suci!

Oh! Aku mendengar tabuh genderang dewa Siwa... Sudah dimulai...

Suaranya bisa terdengar dari surga dan bumi...

Sebelum terlahir, kita telah tentukan maut kita.

Har Har Mahadev!

Ini bukan aku, ini Kau.

Ini bukan aku, ini Kau.

Apa yang kau lakukan?

Cepat sembuh agar kubisa membunuhmu...

Aku akan antar Maand dan kembali kepadamu.

Mereka menikahkan aku.

Jika ku hidup, kau akan melihatku bersamanya.

Aku tak peduli!

Di mana pun kau, ku akan datang dan mendapatkanmu.

Jangan mati di depanku.

Kali ini jika kau terlambat...

Bu?

Mukku, keluarlah./ Bu?

Cepat!

Mukku./ Ayo.

Ayo ke atas, Mukku.

Hati-hati.

Bu, cepatlah./ Mukku, ayo.

Bawa semua turis ke atas./ Cepat.

Cepatlah!

Pelan-pelan.

Hati-hati.

Ayo, ayo.

Ke atas, semuanya.

Mukku, bagi-bagikan ini semua.

Siapa lagi?

Ini.

Tidak.

Bala, Divesh, semuanya, segera ke hutan atas!

Segera ke hutan./ Afzar, jaga Ibu.

Ayo. Ayo. Cepat!

Bibi, tetaplah bersamaku.

Ayo, ikut aku.

Hati-hati.

Tenanglah.

Semua akan baik saja. Tak usah khawatir.

Mukku, duduk!

Awas!

Bu, apa yang terjadi?

Mukku! Duduk!

Ibu!

Bindu!

Bindu.

Mukku!

Bu, aku akan kembali.../ Tidak, Mansoor...

Kau tak bisa selamatkan semua orang!

Bu, jangan sekarang. Aku harus...

Berjanjilah kau harus selamat...

Aku janji, Bu...

Nak... kau bisa sampaikan doamu di sini juga.

Mukku?

Mukku...

Mansoor?

Mukku.../ Mansoor!

Mukku...

Mansoor!

Mansoor!

Mansoor!/ Mukku!

Mukku!

Tolong, tolong aku!

Tolong.

Ada orang?

Hati-hati.

Ayo, jalan.

Kau tidak apa, Nak?

Nak, hati-hati.

Hati-hati.

Ayo.

Naiklah.

Naiklah duluan.

Cepat naik./ Ayah!

Aku menyusul, duluanlah./ Ayah! Ibu!

Ayah!

Naiklah, Mukku.

Mundur!

Ayo.

Tenang saja, Mukku. Semua akan baik-baik saja.

Pegang yang kuat./ Mansoor!

Naiklah duluan.

Hati-hati, berikan pengamannya.

Di mana Ayah?

Kau duluan saja.

Apa?/ Kau duluan.

Cepat. Cepatlah naik./ Silakan kau duluan.

KELEBIHAN MUATAN

Hanya satu lagi!

Baik, Pak.

Dia bilang apa?/ Hanya satu lagi yang bisa naik.

Apa maksudnya itu?

Masih ada dua orang di sana!/ Tolong duduklah.

Duduklah kembali./ Apa maksudmu?

Tolong tetap tenang, hanya satu lagi yang bisa naik.

Mohon mengertilah.

Kita hanya bisa membawa satu orang lagi.

Kita masih bisa membawa dua.

Tolong tenanglah.

Ayah!

Mansoor!

Mansoor!/ Ayah!

Ayah!

Ayah, cepatlah naik.

Masuklah./ Cepatlah kemari.

Nak, tetap di dalam./ Ayah, cepatlah naik ke atas.

Ayah!

Tidak, Mansoor.

Mansoor, kumohon naiklah.

Kumohon, Mansoor.

Mansoor.

Mansoor!

Bu, Ayah akan naik.

Ayah!

Mansoor!

Mansoor!

'Kedarnath telah luluh lantak.'

'Kedarnath hancur diterjang banjir.'

4.300 jiwa meninggal dalam tragedi Uttarakhand

50.000 jiwa diselamatkan oleh Angkatan Udara India

70.000 jiwa dilaporkan menghilang

3 tahun kemudian

Puja.../ Sang Maha Suci.

Puja.../ Sang Maha Kuasa.

Puja.../ Dewa Siwa!

'Mengekspresikan cinta seumur hidup memang enaknya pagi-pagi.'

'Dan siapa yang tahu itu lebih baik dariku?'

'Lain pagi lain rekues.'

'Rekues spesial dari pendengar setia kami.'

'Sebuah lagu indah teruntuk kekasih mereka.'

'Dari Dharam untuk Pooja, dari Dhwani untuk Trilok,'

'dan dari Mukku untuk kekasihnya, Mansoor.'

'Film 'Woh Kaun Thi', musik Madan Mohan, Majrooh Sultanpuri lirik,'

'bersuarakan Lataji...'

Diterjemahkan oleh: Rafli_Khan subscene.com/u/1050542

Jai Ho Jai Ho Shankara Puja puji untuk-Mu, Shankara

Aadi Deva Shankara Sang sulung Dewa Siwa

Tere Jaap Ke Bina Tanpa hadir-Mu

Chale Ye Saans Kis Tarah Bagaimana ku bernapas

Mera Karm Tu Hi Jaane Engkau tahu seluruh perbuatanku

Kya Bura Hai Kya Bhalaa Yang benar atau salah

Tere Naam Ki Jot Ne Saara Har Liya Tamas Mera... Keindahan nama-Mu telah halau seluruh kegelapanku

Namo Namo Ji Shankara, Bholenath Shankara Mari serukan nama Bholenath Shankar ji

Hey Triloknath Shambhu Hey Shivay Shankara

Namo Namo Ji Shankara, Bholenath Shankara Mari serukan nama Bholenath Shankar ji

Rudradev Hey Maheshvara

Srishti Ke Janam Se Bhi... Bahkan sebelum ada bumi ini...

Pehle Tera Vaas Tha... Engkau sudah ada...

Ye Jag Rahe Ya Naa Rahe... Entah zaman ini tetap ada atau tidak...

Rahegi Teri Aastha... Imanku kepada-Mu tetap ada...

Kya Samay... Kya Parlay... Entah soal waktu atau penghancuran...

Dono Mein Teri Mahaanta... Mahaanta... Engkau hebat dalam keduanya...

Mahaanta... Mahaanta... Hebat dalam segalanya...

Bholenath Shankara Puja Sang Maha Kuasa

Ae Shivay Shankara Dewa Maha Pemurahku

Bholenath Shankara Puja Sang Maha Kuasa

Ae Shivay Shankara Dewa Maha Pemurahku

Seepiyon Ki Ontt Main Di dalam cangkang kerang

Motiyon Ho Jis Tarah Hanya ada mutiara

Mere Mann Mein Shankara Seperti itulah, Shankara

Tu Basa Hai Uss Tarah Di hatiku hanya ada engkau

Mujhe Bharam Tha Jo Hai Mera Khayalan akan urusan keduniawian

Tha Nahi Kabhi Mera Tak pernah jadi milikku

Arth Kya Nirarth Kya Jo Bhi Hai Sabhi Tera Berarti atau tidak yang kupunya hanya milik-Mu

Tere Saamne Hai Jhuka, Mere Sar Pe Haath Rakh Tera Di depan-Mu ku berlutut, sentuhlah dahiku dan berkahi aku

Namo Namo Ji Shankara, Bholenath Shankara Mari serukan nama Shankara, Sang Maha Kuasa

Hey Triloknath Shambhu Hey Shivay Shankara

Namo Namo Ji Shankara, Bholenath Shankara Mari serukan nama Shankara, Sang Maha Kuasa

Rudradev Hey Maheshvara

Namo Namo Ji Shankara, Bholenath Shankara Mari serukan nama Shankara, Sang Maha Kuasa

Hey Triloknath Shambhu Hey Shivay Shankara

Namo Namo Ji Shankara, Bholenath Shankara Mari serukan nama Shankara, Sang Maha Kuasa

Rudradev Hey Maheshvara

Rudradev Hey Maheshvara

Rudradev Hey Maheshvara

Do Nain Sitare, Hain Chaand Sa Mukhda Mata bagai bintang, wajah bagai rembulan

Kya Kehna Uska Afreen Bagaimana si manis itu kugambarkan

Daawat Mein Jaise, Ho Shahi Tukda Bagai makanan lezat di pesta makan

Uske Jaisi Na Koi Nazneen Tak ada gadis secantik dia

Shahi Joda Pehen Ke, Aayi Jo Ban Than Ke Dia yang datang dengan riasan dan busana megah

Wohi To Meri Sweetheart Hai Dialah kekasihku itu

Sharmayi Si Bagal Mein, Jo Baithi Hai Dulhan Ke Dia yang duduk tersipu malu di samping mempelai

Wohi To Meri Sweetheart Hai Dialah kekasihku itu

Shahi Joda Pehen Ke, Aayi Jo Ban Than Ke Dia yang datang dengan riasan dan busana megah

Wohi To Meri Sweetheart Hai Dialah kekasihku itu

Sharmayi Si Bagal Mein, Jo Baithi Hai Dulhan Ke Dia yang duduk tersipu malu di samping mempelai

Wohi To Meri Sweetheart Hai Dialah kekasihku itu

Kaise Main Kahun Shukriya Bagaimana ku berterima kasih

Uska Mujhpe Ehsaan Hai Atas kebaikan dirinya terhadapku

Nacheezon Ki Basti Mein Woh Karena ia telah datang bertamu

Jo Banke Aayi Mehmaan Hai Di lingkungan tempat tinggalku

Kaise Main Kahun Shukriya Bagaimana ku berterima kasih

Uska Mujhpe Ehsaan Hai Atas kebaikan dirinya terhadapku

Nacheezon Ki Basti Mein Woh Karena ia telah datang bertamu

Jo Banke Aayi Mehmaan Hai Di lingkungan tempat tinggalku

Lagta Hai Shaadi Ghar Mein Tampaknya di rumah pernikahan ini

Uske Aane Se Jaise Atas kedatangannya

Chal Ke Aayi Hai Khushkimati Aura keberuntungan telah datang

Saari Mehfil Ki Woh Jaan Bani Hai Dialah nyawa dari rangkaian acara ini

Kya Kehna Uska Afreen Bagaimana si manis itu kugambarkan

Muflis Ke Dil Ka Armaan Bani Hai Dia menjadi hasrat hati pria malang ini

Uske Jaisi Na Koi Nazneen Tak ada gadis secantik dia

Shahi Joda Pehen Ke, Aayi Jo Ban Than Ke Dia yang datang dengan riasan dan busana megah

Wohi To Meri Sweetheart Hai Dialah kekasihku itu

Sharmayi Si Bagal Mein, Jo Baithi Hai Dulhan Ke Dia yang duduk tersipu malu di samping mempelai

Wohi To Meri Sweetheart Hai Dialah kekasihku itu

Shahi Joda Pehen Ke, Aayi Jo Ban Than Ke Dia yang datang dengan riasan dan busana megah

Wohi To Meri Sweetheart Hai Dialah kekasihku itu

Sharmayi Si Bagal Mein, Jo Baithi Hai Dulhan Ke Dia yang duduk tersipu malu di samping mempelai

Wohi To Meri Sweetheart Hai Dialah kekasihku itu

Wah Wah Ji Wah Wah Kya Baat Hai Wow! Ini sungguh luar biasa!

Wah Wah Ji Wah Wah Kya Baat Hai Wow! Ini sungguh luar biasa!

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.