All language subtitles for Help.I.Shrunk.the.Family.2014.WEB-DL.Ganool

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Hei, siapa itu?

Monster!

Monster!

Ayo, kita tangkap!

Monster!

Tidak, Fly.

Kau bukan monster.

Maaf.

Nella Della, ayahmu sudah pulang?

Menurutmu bagaimana?

Belum.

Beliau masih mengajar.

Hai, Emilia.

Halo, tetangga yang manis.

Hei.

Hei, Fly!

Hei.

Ada apa?

Bisa bantu aku?

Tak apa.

Tolong siapkan mejanya.

Kau dari mana tadi?

Aku berbelanja.

Sepanjang sore?

Kau mau makan atau tidak?

Tapi kata Ayah--

Kata Ayah, kau harus menurut padaku!

Siapkan mejanya.

Kira-kira Ayah di mana, ya?

Arthur. / Ini bencana.

Penerbitku tidak akan menerbitkan karyaku lagi!

Bukuku yang ke-147 tidak laku banyak.

Buku yang ke-146 laku?

Tidak juga,

tapi penerbit menerbitkan juga buku yang laris, kan?

Iya.

Bagaimana aku akan makan sekarang?

Anjing kecil yang baik.

Oh, ya.

Meskipun begitu, kulihat kau masih menulis.

Boleh kulihat?

Oh, tunggu. Blom, jangan!

Hei, Blom, jangan!

"Emmy, wanita paling cantik.

Bagaimana aku bisa mendapatkan kepercayaan dirimu?"

Jangan.

"Di mana aku mencari kunci...

... yang membuka hatimu?"

Kenapa tidak kau ajak dia minum kopi?

Aku?

Ya, tentu.

Hei.

Halo.

Apa yang Ayah bicarakan...

... dengan penyair aneh di sana?

Penyair aneh apa?

Arthur Hollidee adalah teman Ayah, Nella Della.

Dan teman saling meluangkan waktu satu sama lain.

Tidak, perhatikan.

Garpu di kiri, dan pisau di kanan, Johannes.

Kurasa aku akan jadi pengasuh balita ini...

... sepanjang hari besok.

Selama tidak mengharapkanku...

... membantunya mengerjakan tugas mengarang.

Jadi kita tinggal di rumah liburan Natal tahun ini,

tidak melakukan apa pun.

Tidak melakukan apa pun?

Ayah ada banyak kerjaan, Nella Della.

Johannes, waktunya mengerjakan tugas mengarangmu, oke?

Sudah 1 jam kau mengerjakan ini...

... dan bagian pengantar masih belum selesai.

Aku hanya tak tahu apa yang harus ditulis.

Sebuah pengantar harus membuat pembaca tertarik.

Kau harus membuat pembaca ingin terus membaca...

... akhir dari karangan.

Kenapa mitologi Yunani, Nak?

Karena Ayah menyuruhku?

Oh, Johannes.

Karena aku suka mitologi Yunani?

Suka?

Hanya suka?

Ayolah, Johannes,

kau harus benar-benar memercayainya.

Jika kau tidak memercayainya, siapa yang akan percaya?

Ini sama persis dengan penelitian Ayah...

... di Yunani dan Romawi Kuno.

Seolah-olah ada yang percaya akan hal itu.

Johannes,

aku bukan budakmu.

Ada apa?

Dia peri, di dalam lemari.

Tidak mungkin.

Lihat! / Tidak.

Tidak ada apa-apa di sana, mungkin tikus.

Kenapa kalian tidak pernah percaya padaku?

Karena kau anak yang aneh, itu sebabnya.

Nella Della.

Sungguh, Ayah, sumpah!

Aku melihat--

Johannes, berimajinasi sangat bagus, tapi peri itu tidak ada.

Tapi Ibu pernah mengatakannya, pada malam hari...

... saat semua orang tertidur, hal aneh terjadi.

Diam!

Mungkin itu hanya tikus.

Mungkin.

Ayo, segera tidur.

Sikat gigimu dulu.

Johannes?

Kau ingat yang pernah kukatakan?

Aku memintamu tidak membicarakan tentang Ibu.

Johannes, aku hanya tidak ingin kau jadi sedih.

Paham?

Fly.

Fly?

Tenang, aku takkan melukaimu.

Tak apa-apa.

Namaku Johannes.

Yo-hannes?

Nama yang lucu!

Namamu siapa?

Namaku Wiplala.

Wiplala?

Dan bukan peri.

Oke, maaf.

Bagaimana kau sampai di sini?

Aku merangkak,

merangkak dan merangkak melalui terowongan yang sangat panjang,

lalu aku melihat cahaya dan berakhir di sini.

Tapi kemudian ketika mencoba menyelinap ke luar,

aku diserang dengan ganas oleh monster berbulu itu.

Monster?

Tapi itu kucing kami, Fly.

Dia takkan menyakitimu.

Aku tahu, aku menyihirnya.

Kau apakan?

Menyihirnya.

Itu yang dilakukan para Wiplala.

Oh.

Baik, sekarang kau bisa mengembalikannya.

Apa?

Aku ingin kucingku kembali.

Oh, tentu.

Oke.

Apakah sudah kebureitahu bahwa terkadang aku bisa dan terkadang tidak bisa?

Tidak.

Maaf.

Apa kau nyaman?

Ya.

Sangat nyaman.

Kau pembuat kasur terbaik yang kukenal.

Selamat malam.

Selamat malam.

Ayah harus berangkat ke sekolah.

Ayah? / Ya?

Sekolah?

Ya.

Ayah tidak melupakan sesuatu?

Apa?

"Semoga harimu menyenangkan, Nella Della."

Ya.

Semoga harimu menyenangkan, Nella Della.

Ayah juga.

Bangun, pecundang!

Ayah baru saja berangkat kerja, jadi aku juga mau pergi.

Jadi...

Pergi?

Ya, aku janji bertemu Lise dan Punk.

Mereka pergi bermain ski dan kita seperti biasa harus diam di rumah.

Bagus sekali.

Wiplala?

Wiplala.

Bahan yang sangat lengket ini apa?

Sudah siap?

Senyum.

Tos?

Johannes?

Kau dari mana?

Di dalam kota.

Kebanyakan orang normal pergi berlibur besok.

Apa menu makan malamnya?

Ya ampun, Ayah bilang akan membuat makan malam hari ini!

Ini pizza terlezat di dunia.

Kami berpikir begitu.

Ayahku dan kakakku dan...

Ibumu?

Menurut ibuku juga begitu.

Cobalah, rasanya lezat!

Baunya enak.

Baunya enak?

Tidak mungkin aku memakannya.

Wow.

Bahan yang lengket.

Halo.

Anak pintar.

Kau bisa melakukannya.

Fly!

Fly!

Apakah Fly menghilang?

Ya, sejak kemarin.

Aku juga belum melihatnya.

Fly, kemarilah!

Fly!

Selamat pagi. / Fly!

Sampai nanti, Sayang.

Sampai nanti, Ayah.

Sampai nanti, tetangga.

Fly!

Fly, ayolah!

Fly!

Fly!

Fly!

Fly, ayolah!

Fly!

Fly!

Wiplala, waktunya bangun.

Sarapan pagi di kasur selama liburan Natal.

Liburan Natal?

Ya, liburan Natal.

Ayahku masih bekerja,

tapi Nella Della dan aku di rumah.

Fly!

Fly, ayolah!

Fly!

Fly!

Kau seharusnya mengembalikan Fly.

Fry?

Batalkan sihirnya.

Bukankah sudah kuberitahu bahwa terkadang aku bisa...

... dan terkadang tidak bisa?

Kau bisa melakukannya.

Ini, berlatih padanya.

Batalkan sihirnya.

Itu sedikit bermasalah.

Kau harus percaya pada diri sendiri.

Ayo, batalkan sihirnya!

Cobalah, ayo!

Sudah kubilang.

Johannes, kemarilah.

Jika kita tidak segera maka takkan ada pohon Natal yang tersisa.

Fly?

Fly?

Apa yang terjadi pada Fly yang malang?

Tidak ada.

Tidak ada?

Bagaimana mungkin?

Kau sekarang marah padaku?

Hai.

Itu salahku.

Maaf.

Peri.

Yang benar adalah Wiplala.

Wiplala bisa "betwinkle".

Semacam sihir.

Oke.

Gunakan sihirmu untuk mengembalikan dia.

Istilah yang tepat adalah betwinkle...

... dan sudah kusebutkan bahwa terkadang--

Ternyata dia hanya bisa menyihir,

tapi tidak,

tidak bisa kebalikannya.

Oh.

Ini laba-laba.

Cepatlah, pecundang.

Kenapa dia selalu begitu--

Apa, bodoh?

Dari tempat asalku kami menyebutnya...

... pemarah.

Nikmati pohonmu, sayang.

Ya, terima kasih.

Boleh kubantu?

Kenapa ini kecil sekali?

Karena 20 Euro tidak bisa beli yang besar, itu sebabnya.

Haruskah aku menyihir--

Tidak.

Kau jangan menyihir apa pun.

Jalan terus.

Ah, Nella Della, Johannes.

Aku sudah tak kuat lagi.

Ayolah, kau hampir sampai!

Ayo!

Cepat!

Apakah itu peri?

Aku bukan peri.

Jadi itu benar, mereka ada.

Jangan, Wiplala!

Kembalikan dia.

Terkadang aku bisa membatalkan sihirnya-- / Lakukan sekarang.

Dan terkadang aku tidak bisa. / Lakukan sekarang!

Tidak, Nella Della, jangan!

Wiplala!

Maaf.

Ayo, Nella Della, kita hias pohonnya.

Di mana Ayah?

Kita beritahu semuanya ketika Ayah pulang.

Tidak mungkin, Ayah tidak percaya pada peri.

Tapi aku bukan peri, aku--

Wiplala, ya, kami sudah tahu itu, terimakasih.

Wiplala adalah rahasia kita.

Jika kau memberitahukannya maka ada hal lain yang akan kukatakan pada Ayah.

Oh ya?

Ya.

Contohnya, kau tak pernah mengurusku.

Ya, benar sekali.

Arthur.

Kau tahu tentang ini, Blom?

Tidak.

Maksudku gesturnya bagus, tapi tepat di depan pintu kita.

Ini Arthur Hollidee, penyair terkenal.

Kau tahu hasil karyanya, kan?

Tentu.

Siapa yang tidak tahu?

Itu bahkan tidak mirip dia.

Di kehidupan nyata dia begitu...

... kuat.

Aku pengagum hasil karya Arthur,

tapi mungkin ini terlalu berlebihan.

Bagaimana itu bisa sampai ke sini?

Arthur.

Halo, saat ini aku tak bisa menjawab teleponmu.

Tapi silakan tinggalkan pesan setelah nada berikut...

... dan aku akan menghubungimu kembali secepatnya.

Terimakasih.

Arthur, aku sedang memandangi patung yang mirip dirimu,

tapi kenapa patungnya berada tepat di depan pintuku?

Kau tahu sesuatu tentang ini?

Arthur, tolong telepon balik aku kalau sempat.

Ayah punya kejutan, ini dari tempat kerja.

Hadiah Natal.

Bukan, ini lebih baik dari itu.

Apakah kita sudah sampai, Ayah?

Belum.

Apakah jauh?

Lebih dekat jalan kaki lewat sini, ayo.

Tolong beritahu aku kalau kau sudah mengurung peri itu.

Aku bukan peri.

Kau bilang apa?

Kubilang aku bukan peri.

Hanya keberuntungan kita, puisi membatu, kucing yang membatu.

Puisi itu cukup keren.

Tapi aku ingin Fly kembali.

Tetap bersama-sama, nak.

Ini dia, restoran sungguhan.

Apakah ini tidak terlalu mewah?

Ayah punya cek.

Bolehkah kami beli makanan cepat saji?

Ya, atau bahkan sushi.

Apakah ini tempat tinggal sang raja?

Bagaimana?

Sudah kalian putuskan mau pesan apa?

Aku ingin pesan kentang goreng. / Maaf?

Hot dogs, kumohon.

Aku juga.

Maaf kami tidak menyediakan kentang goreng...

... atau hot dogs di restoran ini.

Dan sushi?

Tidak, mereka tidak pesan itu.

Bolehkah aku menyarankan menu kejutan yang kami tawarkan.

Oh, tentu.

Dan menu apa itu?

Ini dia, menu spesial hari ini.

Sebuah pilihan yang bagus sekali.

Nikmati makanan kalian.

Bagus sekali.

Tiram.

Silakan dinikmati.

Ayolah, anak-anak, jangan bersikap kekanak-kanakan.

Aku sedang berusaha.

Oke.

Enak, bukan?

Johannes?

Nah begitu.

Aku bilang apa tadi?

Ibu, Ayah, mereka makan hot dogs! Aku juga mau itu!

Permisi.

Hah? / Dilarang membawa makanan dari luar.

Tapi aku bahkan tak yakin bagaimana ini--

Tuan, aku harus memintamu untuk pergi dari sini sekarang.

Tapi ini pasti ada sedikit kesalahan.

Aku tidak tahu--

Lepaskan kami!

Halo!

Kami tidak melakukan kesalahan, ayolah!

Kami orang yang jujur, lepaskan kami!

Kumohon lepaskan kami.

Ayah?

Apa?

Aku bisa menjelaskan semuanya.

Ayah, ini Wiplala.

Halo.

Ya, begitulah aku menyihir tiramnya.

Ini tak bisa dipercaya.

Ya, aku cukup hebat dalam makanan, aku akui.

Bagaimana bisa peri yang bertenggung jawab karena mengacaukan--

Ayah, dia bukan... dia bukan peri,

Lalu Orang kerdil...

... merusak reputasiku?

Aku tak pernah bisa lagi menampakkan wajahku di restoran itu.

Terus kenapa? Mereka bahkan tak punya kentang goreng.

Ayah akan punya catatan kriminal, dan akan dipecat dari pekerjaan,

dan bagaimana jika Ayah kehilangan hak asuh kalian?

Ayah, berhentilah bicara berlebihan.

Dan ini semua salahmu.

Ayah! / Hati-hati, dia bisa sihir, Ayah!

Hei, itu namanya "betwinkle", oke?

Pelanggan yang membawa makanan sendiri tidak diperbolehkan--

Betwinkle, sihir, apa pun namanya,

keluarkan kami dari sini!

Oh tidak.

Di sini--

Tidak ada orang.

Apa?

Pintunya terkunci, kan?

Ya, aku sendiri yang menguncinya.

Lalu ke mana mereka?

Masalahnya yaitu tidak mungkin menangkap orang yang tidak ada.

Ayo.

Tidak, tunggu dulu.

Mungkin mereka bersembunyi di suatu tempat.

Oh ya, di sana.

Di belakang selotip!

Oke, keluarlah!

Hei, tunggu Ayah.

Tolong Ayah!

Maaf.

Kita semua berhasil keluar dengan selamat.

Bagus, Wiplalala, la, la.

Terimakasih, kuucapkan sebanyak itu.

Baiklah, sekarang batalkan sihir pada kami.

Jangan, Ayah!

Jangan, kenapa?

Ayah ingin besar kembali, ayo. Batalkan sihirnya.

Jangan!

Tapi kenapa?

Batalkan sihirnya!

Batalkan sihirnya, ayo.

Kurasa tidak ada salahnya mencoba.

Mencoba?

Dia hanya bisa menyihir satu arah, Ayah.

Menyihir satu arah?

Ayolah.

Patung Arthur Hollidee.

Ya?

Ibu bukan patung.

Itu adalah...

Arthur Hollidee.

Teman Ayah.

Awas!

Dengar, Wiplala,

Aku lapar, kedinginan,

dan aku ingin pulang,

dan ukuran tubuhku normal kembali.

Apakah ada Wiplala lain lagi yang kaukenal?

Ya.

Dan, apa kau tahu apakah mereka bisa...

... membatalkan sihir pada orang?

Ya.

Jika mereka berpapasan dengan kita.

Lalu dapatkah mereka mungkin--

Kita akan pergi ke negeri Wiplala...

... di mana Wiplala lain bisa membatalkan sihir pada kami.

Tidak mungkin.

Semuanya serba sangat kecil di sana.

Ya, tapi kami juga kecil.

Kami seukuran denganmu.

Ya.

Bagaimana kalau kita coba mencari Wiplala yang lain?

Wiplala, kau membawa kita dalam masalah...

... dan sekarang kau harus membereskannya.

Katakan padaku,

di mana negeri Wiplala?

Wiplala!

Di ujung terowongan yang sangat panjang,

yang dimulai dari--

Lemari di dapur kami.

Ya.

Sudah cukup, ayo berangkat.

Ayo pulang, cepat.

Hei, kalian, tolong pelan sedikit.

Ayo, Ayah, sudah tidak jauh lagi.

Kita sudah hampir sampai, Ayah.

Benar, kan?

Aku lelah.

Tampaknya semakin kecil dirimu, semakin dingin yang terasa.

Kerupuk udang!

Biskuit! / Makanan!

Tenang, semuanya.

Tapi, Ayah, kami belum makan dan kami sangat lapar!

Kita tidak boleh mencuri, itu salah.

Salah.

Kau bilang kerupuk udang?

Wiplala?

Kenapa kau masih terbangun?

Kalian sekarang jadi kecil adalah salahku.

Aku agak menyukainya.

Ini keren.

Hei, besok kita pulang ke rumah.

Kau akan merangkak ke dalam terowongan dan membawa Wiplala lain...

... untuk membuat kami besar kembali.

Kau tidak ingin pulang?

Apakah kau kabur dari rumah?

Itu adalah malam tes besar...

... di mana kau harus menunjukkan...

... bahwa kau bisa sihir.

Tapi kadang aku bisa,

Dan kadang kau tidak bisa.

Apa aku sudah mengatakannya? / Ya, lebih dari sekali.

Aku benar-benar tidak bisa kembali ke negeri Wiplala.

Aku jujur.

Nenek, Nenek!

Lihatlah, banyak remah-remah di mana-mana.

Ada tikus,

โ™ช Nenek punya tikus โ™ช

โ™ช Ooh ooh โ™ช

Ming, hentikan dan bermain di luar!

Pergilah ke luar, sayang.

Oke.

Selamat pagi.

Kami menyela siaran kami untuk memberi kabar.

Haruskah aku terlibat?

Jangan, wiplala.

Aku sudah bilang apa?

Jangan lagi menyihir manusia.

Ini memang patung penyair...

... Arthur Hollidee, dan patung itu menyebabkan...

... masalah lalu lintas yang mustahil.

Tidak ada yang tahu dari mana datangnya.

Nenek, di mana baterainya?

Di laci, sayang.

Di laci tidak ada, sudah kuperiksa.

Bisakah Anda memberitahu bagaimana benda ini berada di sini?

Tiba-tiba saja patung itu ada di sana,

tiba-tiba seperti itu!

Tentu saja, aku mengenal penyair itu dengan cukup baik.

Dia biasa duduk di bangku itu di sana.

Dan ke mana tepatnya Arthur Hollidee pergi?

Itu tetap menjadi misteri yang belum terpecahkan,

Tapi satu hal yang pasti,

patungnya ada di sini.

Artis yang namanya tidak dikenal diminta untuk maju.

Artis yang namanya tidak dikenal?

Jika tidak, kota akan memaksa untuk memindahkan patung tersebut.

Tidak.

Aku harus pulang ke rumah.

Arthur butuh bantuanku!

Jangan, Ayah!

Hei!

Apa yang Ayah lakukan?

Ayah!

Hati-hati!

Tolong!

Tolong!

Bagaimana bisa? Ya Tuhan.

Oh, Ming!

Sudah Nenek bilang jangan main dengan mobil di dalam toko!

Tolong!

Tolong!

Johannes, apa yang akan kau--

Tunggu, Ayah!

Ayah!

Ayah baik-baik saja?

Ayah!

Ke sana!

Ayo kita gelindingkan Ayah.

Dorong!

Ayo, Ayah, ayo!

Jangan mengambil risiko seperti itu lagi, Ayah!

Ingin nasihat?

Orang kecil perlu lebih berhati-hati daripada--

Sungguh?

Ya?

Terima kasih banyak!

Racun tikus, jangan sentuh.

Sangat berbahaya di sini,

kita harus pergi.

Aah, Ming!

Nenek sudah menyuruhmu untuk bermain mobil di luar!

Maaf.

Yo!

Hei!

Hah?

Ciluk ba!

Ciluk ba!

Berhenti, Ming!

Hentikan!

Tidak, tapi aku mau pergi, Nenek.

Jika membeli yang ini akan kuberi ini secara gratis.

Nenek, aku kehilangan mobilku!

Mobilku, Nenek!

Oh, tolong diamlah, Ming.

Tapi, Nenek, ada pria kecil yang mengambil mobilku!

Maaf, terkadang dia sangat merepotkan.

Diam.

Aku akan kembali.

Oh Ming, ayolah, Nenek akan memberimu hadiah.

Aduh, Nenek memegang tanganku!

Lepaskan aku!

Ada seorang pria kecil dan dia kabur dan aku akan menangkapnya!

Tapi Nenek tidak percaya padaku, ya?

Aku tidak mau hadiah, Nenek!

Biarkan saja, Nenek akan memberimu hadiah!

Ayo, Sayang, kita akan menemukan mainanmu nanti.

Jadilah anak yang baik dan bermainlah di luar.

Ada yang bisa kubantu?

Ya, aku mau kerupuk udang.

Sekarang apa, Wiplala?

Aah, Ming!

Kita akan pulang, Wiplala!

Itu tadi Menajubkan!

Terima kasih, Nella Della,

tapi ini semua ide adikmu.

Bagus, adik kecil.

Dia manusia kecil terpandai yang kukenal.

Tentu saja, dia adikku.

Awas!

Awas!

Ayah, ayo pergi!

Yang ingin jadi penyihir itu tidak bisa menyetir!

Berikan itu padaku!

Tidak, Ayah, lepaskan!

Ayolah!

Hati-hati.

Wiplala, kau ke arah yang salah!

Wiplala!

Awas!

Ya, pasti.

Kita benar-benar harus bertemu...

... cepat atau lambat, ya.

Oh tidak!

Ya, aku sangat setuju denganmu.

Kupikir kita harus membicarakannya.

Bello, diamlah!

Tidak, aku bicara dengan anjing.

Oh tidak!

Bello.

Lepaskan.

Lepaskan, lepaskan!

Tolong lepaskan kami!

Apa yang kaulakukan dengan ini?

Tidak, mobil ini bukan milikmu.

Di sana!

Tolong!

Tolong!

Tidak.

Bello, jangan!

Tidak.

Ayo pergi!

Ayo, Ayah!

Lenganku!

Itu tidak terlihat bagus sama sekali,

kita harus membawanya ke rumah sakit!

Baik!

Apa tepatnya rumah sakit itu?

Perlahan.

Bagus.

Semua akan baik saja, Ayah.

Sakit sekali.

Babs? / Ya, Dr. Vink?

Pastikan Lotje makan sesuatu hari ini, kami mulai khawatir.

Lotje?

Ya, gadis kecil yang menginap di kamar 203.

Ya, dokter

Kita harus ke nomor kamar 203.

Kamar 203, kenapa begitu?

Ada seorang gadis kecil di ruangan itu.

Dia bisa membantu kita, Ayah!

Orang dewasa tidak mengerti ini, Ayah.

Oke, ikuti troli itu.

Oh tidak.

Ya, Ibu.

Ayo, cepat!

Hei.

Hai!

Menurut grafiknya semuanya baik saja.

Oh bagus!

Hei, Babs.

Hei!

Ya, Bu.

Ya, Bu.

Ya, Bu.

Makan siangku di sini.

Sampai nanti, Bu.

Kau harus pastikan piring ini kosong, oke?

Instruksi dari Dr. Vink.

Ya.

Hah?

Kami datang dengan damai.

Wiplala!

Kami tidak akan menyakitimu!

Kami berjanji.

Kami benar-benar ingin menanyakan sesuatu padamu.

Empat boneka kecil.

Empat boneka hidup kecil?

Kami bukan boneka kecil, kami orang normal.

Ya, atau setidaknya kami dulu orang normal,

sampai orang tertentu!

Dia bisa melakukan sihir.

Betwinkle.

Dan apa kalian harus tetap sekecil ini selama sisa hidup kalian?

Kuharap tidak.

Kuharap tidak.

Lenganku.

Kami dalam perjalanan pulang,

tapi kami harus mengobati lengannya dulu.

Aku senang kau memintaku ke sini, Lotje.

Dan aku bisa lihat kau menghabiskan semua makananmu.

Sangat bagus.

Aku merasa cukup sehat, dokter.

Dan apa yang ingin kau tanyakan padaku?

Ya.

Aku ingin memberitahumu sesuatu, tapi kau tidak bisa melakukan apa pun...

... atau memberitahu siapa pun tentang hal itu.

Itulah dokter.

Apa itu?

Apakah ada masalah di rumah, atau?

Kau janji?

Iya, aku janji.

Halo dokter!

Lenganku!

Hei tunggu!

Tapi tolong!

Tapi dokter, kau sudah janji!

Dr. Vink?

Ya, aku ingin kaca pembesar.

Sebuah kaca pembesar?

Ya, dan buatkan janji untuk x-ray.

Jangan ada alasan.

Hah.

Ini adalah fraktur kompleks terkecil yang pernah kulihat.

Sekarang apa, dokter?

Selamat malam.

Pihak berwenang Amsterdam masih belum mengetahui...

... tentang asal-usul patung penyair, Arthur Hollidee.

Hilangnya penyair dan kemunculan mendadak--

Baiklah, semuanya, makan dengan baik, lalu tidur,

dan besok saat matahari terbit--

Di kota kita yang indah.

Sementara itu, semua penjualan karya penyair telah melejit,

patung yang ditempatkan secara acak telah berubah menjadi...

... semacam tempat suci bagi penyair.

Orang-orang keluar berbondong-bondong...

... untuk menunjukkan apresiasi sejati mereka.

Di mana aku mencari kunci...

... yang membuka kunci hatimu?

Aku mengenali sepenuhnya dengan hasil karyanya.

Ini ditulis tentang diriku.

Saat penggemar sejati tidak bisa dihibur,

kekacauan lalu lintas yang disebabkan oleh peristiwa ini...

... membuat khawatir dewan kota.

Inilah Tn. Verslaggever, pejabat kota.

Ya, itu benar.

Halo

Seperti yang kau ketahui, sejak artis tak terkenal itu...

... telah gagal untuk datang,

kita terpaksa akan menghancurkan patung tersebut.

Dan besok, di sinilah tempatnya-

Arthur!

Aku telah membaca 147 bukumu...

... dan semuanya jelas bagiku sekarang!

Tolong kembalilah!

Itu mikrofonku!

Aku mengerti segalanya.

Oh, Arthur!

Kembalilah pada kami, kumohon!

Emilia yang malang.

Apa? Arthur yang malang maksudmu.

Dia akan dihancurkan!

Dan apa lagi yang bisa kita lakukan?

Ayah, ayo ke sana!

Wiplala bisa mencoba membatalkan--

Jangan penyihir palsu itu.

Dia sudah cukup menimbulkan masalah!

Tapi, Ayah, kita harus memberinya kesempatan.

Tidak, jangan sekarang, Johannes!

Besok pagi kita akan ke sana.

Terlalu berbahaya di malam hari.

Tapi kita akan terlambat.

Ayah bilang... ah!

Maaf

Tidak.

Maaf.

Tidak.

Hah?

Apa sekarang kau juga memikirkan Arthur Hollidee?

Ya.

Kita harus membantu dia sebelum terlambat.

Baik.

Aku pergi ke sana, dan kau ikut denganku.

Bagaimana dengan mereka?

Tidak, hanya kau dan aku.

Kau tidak ingin mencari Wiplala lain,

jadi kau harus membatalkan sihir pada Arthur, kau harus!

Ya.

Tapi bagaimana, bagaimana?

Kau suka makan pizza?

Cepat.

Mah begitu.

Cepat.

Bagaimana jika dia sudah ada di sana?

Aku tidak bisa lebih cepat!

Oke.

Tangan menempel di dinding...

... dan kemudian terus berjalan.

Satu dua,

satu, dua, satu, dua.

Ini pesananmu cantik.

Maaf?

Pizza margherita untuk wanita cantik di belakang meja kasir.

Aku tidak memesan apa pun.

Ini tanda terimanya.

Bisakah kau membacanya? Bisakah kau membacanya?

Apakah ini semacam lelucon?

Apa maksudmu? / Tidak.

Kau bayar pizzanya, sederhana saja. / Aku tak mau bayar.

Kau harus bayar.

Aku takkan pergi sampai kau membayarnya. / Tapi aku tidak pesan.

Ya, kau pesan. / Tidak.

Kau pesan! / Tidak, kubilang!

Bawa saja pizza itu bersamamu, oke?

Hei, apa kau memesan pizza?

Lotje!

Terserah.

Ini sama sekali tidak lucu, oke?

Nella Della.

Nella Della.

Mereka hilang.

Ayah!

Ayah!

Apa?

Johannes hilang!

Johannes?

Kurasa mereka memesan pizza ke rumah sakit.

Apa?

Kubilang tidak, ini sangat gelap!

Dan kami sangat kecil.

Tetap bersama.

Selalu tetap bersama.

Aku tidak mengerti.

Hei!

Hei, hei!

Lotje!

Halo?

Mereka bilang tidak memesan apa pun.

Ya baiklah.

Berhenti!

Pak, pak!

Tuan pengantar pizza!

Apa kau yang memesan pizza?

Ada di sini.

Ini.

Ya.

Sial.

Sial?

Pizza margherita maksudmu.

11 Euro.

Johannes!

Johannes.

Tapi ini bukan yang kupesan.

Itu yang kaupesan!

Periksa tanda terimanya.

Satu pizza, margherita.

Johannes.

Periksa tanda terimanya.

Apa yang sedang kaulakukan?

Cepat, lompat saja.

Ayah akan menangkapmu.

Ayolah!

Bayar, aku tak punya waktu semalaman. / Tunggu!

Tunggu sebentar.

Tolong, Johannes.

Kita bertiga harus tetap bersama...

... tak peduli apa pun yang terjadi.

Ayah berjanji pada ibumu.

Aku pergi dari sini.

Oh, anakku.

Ayah takkan membiarkanmu pergi lagi.

Ayah sangat takut.

Takut akan kehilanganmu juga.

Apa yang kau lakukan di sini?

Ini tengah malam.

Lotje.

Lotje!

Itu sama sekali tidak lucu, Lotje.

Ayo tidur.

Ayah!

Semuanya jadi salah!

Kami ingin,

dia tidak bisa melakukan ini sendirian.

Johannes.

Johannes, tenanglah.

Tapi itu semua salahku, Ayah.

Apa rencanamu?

Kami memesan pizza, Yah.

Dari toko pizzeria di jalan dekat rumah.

Untuk apa?

Itu cara tercepat untuk pulang.

Itu pintar.

Wiplala dan aku...

... ingin pulang secepat mungkin...

... untuk menyelamatkan Arthur Hollidee.

Hanya dia satu-satunya yang bisa melakukannya.

Baiklah,

Dia membuat masalah itu sejauh ini.

Tidak.

Dia membuat masalah.

Dia bisa melakukannya, tapi tidak jika semua orang terus mengatakan kalau dia tidak bisa.

Memang benar, hanya mengatakan apa yang dilakukan seseorang salah...

... akan menyakiti kepercayaan diri mereka.

Itulah yang Ayah lakukan terhadapku.

Omong kosong.

Benarkah?

Itu yang Ayah lakukan.

Johannes?

Kita akan tetap pada rencananya dan kembali ke rumah.

Jika kita mengikuti langkahnya, kau akan melihat Wiplala menunggu kita.

Dia adalah orang kecil yang sangat pintar.

Dan jika dia tidak di rumah maka-

Kita akan keluar dan mencarinya.

Tapi, Ayah,

kita tidak akan pernah bisa pulang.

Kita tidak akan pernah bisa tepat waktu.

Lari!

Taksi!

Keren!

Itu mengagumkan!

Luar biasa, Wiplala!

Kita akan berhasil pulang!

Lihat, Monumen of the Dam.

Baiklah, tidak, tidak, Wiplala!

Jangan ada lagi pemberhentian!

Kita masih harus terbang pulang,

masuk ke dalam lemari,

merangkak ke negeri Wiplala dan menemukan Wiplala lain...

... untuk membatalkan sihir pada Arthur Hollidee!

Ini bukan tempat kita tinggal.

Atlas.

Tempat di Bendungan.

Hei.

Ada apa, Wiplala?

Apakah ada tempat seperti negeri Wiplala?

Tidak.

Ya, ada.

Di negeriku...

... tidak ada siapa pun.

Apa?

Aku tidak tahan lagi.

Aku salah menyihir dalam ujian besar...

... dan semua Wiplala mengolok-olokku,

dan aku marah.

Kau mengubah mereka semua menjadi batu?

Kau tidak bisa membatalkan sihirnya?

Aku akan tinggal di sini.

Aku tidak akan pernah lagi menyihir.

Tunggu,

kita tidak bisa terus seukuran ini selamanya, Wiplala!

Hei, kembalilah ke sini!

Penggemar Arthur Hollidee yang terkasih,

terima kasih pada kalian dan dukungannya,

Hollidee sekarang lebih populer dari sebelumnya.

Seluruh koleksi buku puisi...

... telah menduduki daftar best seller...

... di seluruh negeri!

Harus tetap di sini.

Arthur harus tetap di sini.

Arthur harus tetap di sini.

Arthur harus tetap di sini, Arthur harus tetap di sini.

Arthur harus tetap di sini, Arthur harus tetap di sini.

Kau membuat teman baikku dan kucing jadi batu,

lalu mengecilkan kami,

dan kau tidak tahu bagaimana cara membatalkannya?

Sekarang kita berada di puncak gedung tertinggi di Amsterdam?

Oh, jangan berlebihan, ini bukan yang tertinggi, Ayah.

Bukan? Aku tidak bisa membesar-besarkan?

Sahabatku Arthur Hollidee akan segera dihancurkan...

... berkeping-keping, tapi oh, tidak!

Wiplala kita hanya fantastis!

Ayah, tolong jangan lakukan itu

Ayah, berhenti!

Menyingkir!

Pergi dari sini!

Merpati bodoh!

Geser ke arah sana.

Bola astronomi ini sangat berat.

Hei.

Manusia.

Kau Atlas, bukan?

Benar, temanku

Aku bertanya-tanya apakah kau bisa berbuat baik untuk...

Oh ya!

Di sana!

Oh ya, ya.

Ya, aah.

Ya, ya.

Aku mengalami gatal di sana selama 200 tahun terakhir.

Kau tahu apa yang kuanggap lucu?

Aku melihat kalian semua berjalan-jalan di sana...

... dan kupikir, wow, mereka sangat kecil,

tapi sekarang aku melihatmu dari dekat.

Biasanya kita jauh lebih tinggi.

Bung, itu lucu.

Bagaimanapun, bola ini sangat berat,

tapi seseorang harus melakukannya.

Bagaimana Anda mengaturnya, aku bingung?

Bisakah kau mengulanginya lagi?

Jangan berpikir, tapi lakukan.

Aku tidak percaya omong kosong ini.

Aku tidak kecil,

dan patung ini tidak hidup.

Aku pulang ke rumah.

Sekarang!

Hei, Ayah, tetap di sini!

Jangan berpikir, tapi lakukan.

Ayah! / Oh, Ayah!

Pegang Ayah, tolong!

Ayah, tunggu!

Tolong!

Hei!

Wiplala, tolong!

Oh, apa itu?

Ya Tuhan.

Kau lihat--

Kita kembali normal!

Aku kembali normal.

Wiplala, aku tahu kau bisa melakukannya.

Wiplala?

Jangan berpikir, tapi lakukan.

Lihat!

Raja!

Ya!

Raja!

Haruskah kita melambai?

Jangan terlalu cepat, nak!

Lepaskan aku!

Lepaskan aku!

Kumohon!

Tunggu!

Berhenti!

Itu Arthur Hollidee!

Dia bukan patung!

Anak konyol.

Percayalah padanya!

Ini beneran, itu Arthur Hollidee!

Oh, ya ampun, apa itu?

Anak ini berdiri di depan buldoser...

... dengan apa yang tampaknya...

... seperti semacam peri.

Oh!

Arthur?

Ciuman bisa menghidupkannya kembali, kurasa.

Hanya dalam dongeng saja.

Kau bisa mencobanya, bukan?

Oh, Arthur

Aku sangat merindukanmu.

Aku?

Ya, kau, Arthur.

Penulis puisi-puisi indah itu.

Terima kasih, kau baik sekali.

Bagus, bukan?

Ya!

Sudahkah kukatakan pada kalian bahwa,

bahwa,

bahwa kalian adalah anak-anak terbaik di seluruh dunia.

Wow.

Satu, dua, ke atas!

Selamat malam, semuanya.

Aku tahu bagaimana caranya sekarang,

betwinkle (menyihir).

Jika kau bisa kembali, kau harus kembali.

Terima kasih. Tanpamu, aku tak dapat melakukannya.

Itu tidak benar.

Kau harus percaya pada diri sendiri.

Kau juga.

Selamat tinggal, Nella Della.

Selamat tinggal, Ayah

Selamat tinggal, Nak.

Dia ingin pergi.

Pulang.

Ya, tentu saja.

Kita semua menginginkan itu.

Oh, ini sangat indah!

Dia sudah pulang ke rumah.

Hei!

Tiga, dua, satu, ya!

Diterjemahkan Oleh :

BlackSpiders IDFLโ„ข SubsCrew

Kunjungi kami di http://idfl.me

Movie, West-Series, K-Drama, Anime, Music, Software, Subtitle and Many More

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.