All language subtitles for Shrinking.S02E08.Last.Drink.1080p.ATVP.WEB-DL.DDP5.1.Atmos.H.264-FLUX

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
cs Czech
da Danish
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Kita harus beri tahu ayahku bahwa kita sudah mengobrol, Louis.

- Aku setuju. - Aku juga setuju.

Saat kita beri tahu Jimmy, jika dia menyerang kita,

aku akan melakukan apa yang seharusnya kita lakukan saat diserang beruang,

aku tak akan lari, dan membuat diriku tampak sangat besar

dan aku akan bertepuk tangan sangat keras.

Ya ampun.

Jaga jarak aman...

TIGA TAHUN LALU

Apa kisahnya?

Dia?

Dia dokter kandungan dan ginekologi yang paling dicari di Pasadena.

Baru-baru ini, cincin kawinnya hilang di dalam salah satu pasiennya.

Bukankah harusnya mereka memakai sarung tangan?

Katanya dia tak bisa merasakan apa-apa saat memakai sarung tangan.

Dia seniman sungguhan.

- Bagaimana dengan orang itu? Maaf. - Jangan menunjuk.

- Frankie, kau berengsek. - Dia pembunuh bayaran.

Dia menghubungi bosnya untuk bilang dia gagal membunuh targetnya.

Akan kubunuh kau!

Dia sangat marah karena tak bisa membunuh hari ini.

Apa menurutmu dia kesepian?

Tidak. Dia tinggal bersama ibunya.

Dan dia selalu bilang padanya,

"Ibu tak peduli berapa yang kau bunuh, selama kau berusaha sebaik mungkin."

Manis sekali.

Sangat manis.

Saat aku pindah untuk tinggal bersamamu, apa kita akan berhenti melakukan ini?

Apa? Membiarkanmu menunggu kereta sendirian?

Apa yang akan kau lakukan? Membaca?

Kau tahu aku tak bisa membaca.

Ya. Bagus.

Aku tak akan berhenti melakukan ini. Bagian terbaik dalam keseharianku.

Koboi! Seperti koboi sungguhan.

Selamat pagi.

Hai.

Maaf.

Itu koboi sungguhan.

Ya. Koboi sungguhan benar-benar akan membunuh kita.

Sial! Astaga! Tanganmu sangat dingin!

Aku hendak berinisiatif.

Baiklah. Aku ingin kau berinisiatif.

Kau bisa gunakan tubuhku untuk menghangatkan tanganmu.

Hore!

Aku tahu. Sangat dingin. Membeku.

Baiklah.

Kalian belum tidur?

Pengganggu.

Masuklah.

- Hai! - Hei.

Temanku mengirimkan lagu ini dan kalian harus mendengarnya.

Itu bagus. Pesta mendengar lagu.

- Baiklah. - Apakah teman ini anak yang sama

- dengan yang mengantarmu pulang latihan? - Ibu.

Maaf. Anak lelaki siapa?

- Bukan siapa-siapa. Ibu! - Bukan siapa-siapa?

Ayolah. Nama? Usia?

- Kalian ada kelas bersama? - Dylan dari sekolah lain.

Dylan.

Dylan dari sekolah lain?

- Seperti acara TV 90210. - Dyl-pickle.

- Apa kau mencintainya? - Ayah boleh ajak ayahnya minum bir?

- Astaga. Aku akan pergi. - Ajak dia kemari.

- Tidak, Sayang! Kami orang tua yang seru. - Kami menyenangkan! Ayolah.

Jangan menatap kami seperti itu.

- Dah! - Dah!

Sudah kuduga itu bisa membuatnya pergi.

Dia luar biasa.

Ya, dia sedang-sedang saja.

Berjanjilah kita tak akan mengacaukan itu.

Dia hal terbaik yang pernah kita lakukan.

Aku janji.

Astaga.

Bagaimana bisa tanganmu sudah dingin lagi?

Aku sudah melupakannya.

Paul memberi tahu anak emasnya, Jimmy, dia menderita Parkinson,

namun dia belum memberitahuku.

Terserah saja, dia yang rugi.

Aku sudah baca soal Parkinson, bisa membuat kulit kering dan dehidrasi.

Gadis kulit hitam paham soal itu. Aku bisa membantunya.

Bisa kita membahas masalah sungguhan sekarang?

Ingat orang yang kalian coba jodohkan denganku? Charlie? Aku tak tertarik.

Apa? Dia itu salah satu orang terseksi yang pernah kulihat.

Apa yang salah dengannya?

Dia menuduhku tak bertanya apa pun soal kehidupannya dan itu tak benar.

Aku menanyakan ceritaku yang mana yang menjadi favoritnya.

- Keren. - Dia juga tak tertarik padamu.

Sekarang dia harus menjadi milikku.

Akan kuajak dia berkencan lagi. Aku akan bertanya soal dirinya.

Tak begitu sulit. Aku bisa.

- Hei. - Hei, Brian.

- Kau Gaby, 'kan? - Ya.

Tia, aku hendak memberitahumu,

jika kau butuh tutor PSAT untuk Alice, aku punya rekomendasi. Connor suka dia.

- Baiklah. Terima kasih, Liz. - Ya.

- Dah. - Dah.

Sampai jumpa.

Dia sangat keibuan.

Diamlah.

Aku bertemu dengannya di pesta malam tahun barumu.

Dia suka menghakimi orang, seperti bicara dengan ratu drag tua.

Aku suka dia.

- Tentu saja. Kau ratu drag tua. - Ya, itu benar.

Apa nama drag-mu?

Erin Cockavich.

- Karena aku pengacara. - Ya. Kami tahu.

Kau membicarakannya setiap hari.

Selesai. Aku sudah pindah secara resmi.

Baguslah.

Pertanyaan singkat, apakah barang-barangku disimpan di bawah barangmu atau dibuang?

Sebenarnya dibuang selamanya.

Mau tahu bagian teranehnya?

Kau bahkan tak merindukannya.

Kau benar. Aku tak pernah peduli pada barang-barangku.

Bagus.

Sebenarnya ada satu hal.

Satu hal kecil.

Sebenarnya tak sekecil itu. Kurang lebih seukuran ini.

Jangan coba-coba menyentuh Sandy.

- Sandy. - Kau tak boleh memakai panggilan itu.

- Tunjukkan rasa hormatmu. - Aneh sekali melihat ada pria dewasa

menyukai film Miss Congeniality, dan aku menidurinya.

Kau tak paham karena kau cantik.

Kau tak pernah perlu melihat montase perubahan

untuk mengetahui bahwa selama ini kau cantik.

Yang bisa kudengar hanyalah kau bilang aku cantik.

Memang itu yang kubilang.

Jadi, bagaimana prosedurnya?

Jalani sesi mingguan, lalu kukirim pesan padamu jika terjadi sesuatu sebelum itu?

Sebenarnya aku lebih suka jika kita berurusan di dalam kantor saja.

Batasan adalah hal penting dalam hubungan terapeutik.

Aku tak suka auramu.

Tetapi aku tak tahu, mungkin ini bodoh.

Mungkin kau akan bilang aku bahkan tak perlu terapi.

Tidak, tidak.

Kau menulis banyak perilaku kompulsif di formulir pendaftaran.

Pengulangan. Pakaian luar-dalam?

- Ya. - Selalu menjaga daya ponselmu

tepat di 17%.

Tujuh belas adalah bilangan prima, jadi...

Begitu juga 97.

Sial!

Apakah sudah tak ada orang di negara ini yang bangga dengan pekerjaan mereka?

Apakah pagimu menyenangkan, Paul?

Bocah bernama Brayden ini mengacaukan pesanan bagelku.

Saat kuberi tahu dia bahwa dia memakai krim keju yang salah,

dia hanya bilang, "Salahku."

Apakah gaya bicaranya tak acuh? Atau lebih seperti, "Salahku"?

Yang kedua. Siapa peduli?

Aku punya anak remaja. Itu gaya meminta maaf paling tulus dari anak muda.

Apa kau serius?

Maka aku senang kita merusak planet ini untuk mereka.

Bagus sekali, Paul.

Selamat pagi.

- Hei. - Hai.

Tanganmu agak gemetar. Kau baik-baik saja?

Tidak, baik-baik saja. Aku...

Tidurku tak begitu nyenyak.

Baik. Pastikan kamarmu dingin dan jangan pegang ponsel sebelum tidur.

Kapan kau akan berhenti bersikap bodoh dan suruh dia agar beri tahu aku?

Aku berusaha, Gaby.

Apa kau tak melihatku memohon padanya dengan mataku?

Apakah itu yang kau lakukan?

Karena bagiku itu terlihat seperti kau terus berusaha menjilatnya.

Aku tidak menjilatnya, Gaby. Dia hanya memperlakukanku seperti itu.

Terima kasih untuk itu. Bagus sekali.

Itu sangat menyenangkan. Senang akhirnya kita melakukannya.

- Aku tahu. Senang bertemu denganmu. - Dan kalian bisa bertemu.

- Ya. - Aku tahu kalian akan akrab.

Akan kukirimkan padamu artikel tentang petani kacang mete itu.

- Kau akan suka itu. - Tentu saja.

- Dah! - Dah.

Aku meminum anggur terlalu banyak. Mari pesan Lyft saja.

Aku saja yang menyetir. Aku hanya minum dua kali dan yang ini hampir tak kuminum.

Tinggalkan saja mobilnya dan ambil besok pagi.

Aku harus kerja lebih cepat besok. Rumah kita tak begitu jauh.

- Apa kau mau mencuri itu? - Sangat lucu.

Ayo, ayo.

- Kalian harus segera menongkrong bersama. - Ya.

Jelas tak akan terjadi.

Hentikan.

Aku sungguh mencintaimu.

Kita akan bercinta malam ini.

Ayo pulang.

- Aku tak bilang padamu? - Tidak!

AMBULANS LAYANAN MEDIS DARURAT

Boleh aku minta selai kacang?

Tentu saja.

Kau akan mengambil semuanya?

- Ya. - Itu ukuran keluarga, tetapi tak masalah.

Hei.

Sedang apa kau di sini?

Ayah kira kau menginap di rumah Summer malam ini.

Itu tadi malam.

Apakah dia putrimu?

- Mau makan malam, Sayang? - Tidak, tak perlu.

Apa kau yakin? Danica bukan hanya pencuri,

tetapi dia juga menempuh pendidikan di sekolah kuliner, jadi...

Aku akan pikirkan sendiri.

Baiklah.

Dia baik.

Jangan cemaskan itu. Aku senang kau datang kemari.

Ini malam Taco.

Derek, jangan makan itu. Itu piring Alice.

Maafkan aku. Kukira ini piringku.

- Ya, bukan. Baiklah. - Ya.

Baik.

- Silakan. - Terima kasih.

Tentu saja.

Terima kasih.

Terima kasih.

Kami menyayangimu.

Hei, Alice, silakan minum soda yang sudah kubuka untukmu juga.

Tidak, abaikan dia.

- Apa? - Apa?

Jadi, aku baru bicara dengan pengacaramu soal kesepakatan pengakuan.

Meskipun setahun, bisa jadi sepuluh bulan jika berkelakuan baik.

Aku akan mengunjungimu setiap akhir pekan, dan aku bahkan akan datang setelah kerja.

Aku tak mau sendirian, jadi aku akan tinggal bersama orang tuaku.

Hanya untuk beberapa hari.

Ayah? Aku ada pertandingan sepak bola besok.

Ayah bisa mengantarku?

Seandainya Ayah bisa, ya.

Ayah banyak urusan pekerjaan, jadi...

Ayah akan minta tolong Liz untuk mengantarmu.

Aku tak mau kau mengunjungiku.

Aku tak mau kau kembali ke sini.

- Pergilah dan jalani hidupmu. - Apa?

Tidak. Hidupmu adalah hidupku.

Ayolah.

Kita bisa makan malam setelahnya,

roti lapis ayam panas

atau apa pun.

Kita bisa melalui masalah ini.

Tak bisa.

Sudah berakhir.

Aku membuat kesalahan terburuk dalam hidupku,

dan setiap aku melihatmu, hanya itu yang akan kupikirkan.

Lain kali. Segera.

Kesempatan berikutnya.

Tak ada yang bisa kau lakukan untuk mengubahnya.

Jika kau sungguh peduli padaku,

pergilah.

Ayah...

aku butuh Ayah.

Ayah tak bisa.

Baiklah.

Apakah ada yang menguping pembicaraan kami?

Karena aku butuh seseorang untuk ikut dengan kami

dan bersumpah bahwa kami bilang kami hendak memberi tahu dia semuanya.

Siapa pun?

Ini tidak seburuk yang kau lihat.

Apa-apaan, Brian?

Apa kau sungguh berpikir...

Apa itu? Apa yang kau lakukan?

Itu tepukan beruangku. Sulit dipercaya ternyata berhasil.

Ayah, jangan marah pada Brian. Ini salahku.

Setelah Ayah bilang Louis datang, aku tak bisa melupakannya.

Aku memata-matainya.

Lalu aku beri tahu Paul.

Dia membuatku berjanji untuk tak bicara dengannya, namun tetap kulakukan.

Ayah, awalnya memang aneh, tetapi sebenarnya baik-baik saja.

Baik-baik saja?

Brian, bagaimana kau bahkan bisa terlibat?

Baik. Kupikir aku masih bisa melakukannya.

Jadi dia pernah datang kemari,

dan aku berkata, "Jauhi keluarga ini. Enyahlah!"

Dan dia bilang, "Maaf."

Tetapi dia tampak terluka, jadi lebih seperti, "Maaf."

Aku bertanya, "Kau baik-baik saja?"

Dan dia bilang, "Ya." Namun aku yakin tidak.

Belakangan ini aku sangat berempati

karena Charlie dan aku memutuskan untuk punya anak.

Jika anaknya perempuan, akan kami namai Sutton Foster.

Dan jika lelaki, jelas, Foster Sutton.

Omong-omong, aku panik,

jadi aku pergi ke kedai kopi tempat dia bekerja.

Bukan untuk menemuinya, hanya ingin menanyakan kabarnya.

Bosnya terlihat seperti Tony Soprano, tetapi lebih menawan.

Kau tahu, tipe orang yang suka menyakitimu tetapi juga mahir berciuman.

Jauhi orang seperti itu.

Jadi, kutanya pada bosnya soal Louis, dan dia bilang, "Ya, dia sangat depresi.

Dia agak menyedihkan, tetapi tak bisa dipecat hanya karena tak menyenangkan.

Aku bisa kena boikot, 'kan?"

Lalu dia memanggil Louis dan kami mulai mengobrol.

Jimmy, kehidupannya kelam.

Sekelam film Requiem for a Dream.

Bukan bagian tengahnya saat mereka menikmati heroin.

Tetapi di akhir saat mereka berimpitan, dan kau sadar heroin itu tak menyenangkan.

Dia tak punya teman.

Tak bisa bicara dengan siapa pun.

Dia menderita.

Jadi, aku berjalan dengannya, dan kami mengobrol

karena aku tak akan bisa memaafkan diriku jika aku tak mencoba membantunya.

Itu saja.

Jadi, setelah kuberi tahu semua itu kepada Alice,

dia bilang, "Bawa aku menemuinya atau akan kuadukan kepada ayahku."

Kau tahu, cara remaja bicara.

Kami menemuinya, dan ternyata berjalan dengan lancar

karena dia bercerita padanya soal ibunya

dan soal topi Goofy itu, dan dia memaafkannya.

Dan soal yang kau lihat malam ini, ada wanita bernama Doris

yang bisa bersaksi bahwa kami hendak memberitahumu semuanya...

- Kau bisa berhenti sekarang. - Sulit berhenti setelah mulai bicara.

Baiklah.

Ayah butuh waktu

untuk mencerna

pertunjukan solo Brian.

Kau putri Ayah.

Jika kau butuh Ayah, Ayah ada di sini untukmu.

Kau bukan putriku. Aku tak di sini untukmu. Pergilah.

Ayah menyayangimu.

Persetan kau.

Aku paham.

Aku sungguh minta maaf.

Sampai jumpa. Baiklah.

Hei.

Kau memaafkannya?

Ya.

Kurasa Ayah juga harus memaafkannya.

Mungkin itu baik untuk kalian berdua.

AKU BISA MEMASAK

Hei, ini aku.

Hubungi aku jika kau mau.

Aku merindukanmu.

Baik, dah.

Apakah ini roti lapis telur D-Train yang terkenal?

Maaf. Ini memakai roti dari toko, tetapi aku lupa ragi alaminya.

Anggap saja ini ucapan terima kasih karena dibolehkan menumpang tidur.

Bung, tentu saja.

Kau tahu aku menyayangimu dan Liz. Aku mendukung kalian.

- Aku tahu. - Apa yang akan kau lakukan?

Kau akan menemui orang itu?

Dan lakukan apa?

Entahlah. Hadapi dia.

Tabrak dadanya dengan dadamu, mendekat,

embuskan udara panas ke mulut masing-masing.

- Itu kelakuan pria heteroseksual di film. - Baik, agar jelas saja,

kau menyarankan dia menemui orang yang mencium Liz, lalu bercinta dengannya?

Ya. Itu akan memberinya pelajaran.

- Ya. - D-Train, jangan dengarkan dia.

Ini kesempatan bagus bagimu untuk fokus pada perawatan diri.

Beberapa orang suka mandi.

Aku pribadi suka melelehkan satu pint es krim

dan kutusukkan sedotan, lalu kuminum seperti Capri-Sun.

Bagaimana denganmu?

Aku suka melihat foto-foto mobil tua, berpikir untuk memperbaikinya.

- Sama. - Menyenangkan.

Ya. Atau tidur siang. Aku suka tidur siang.

Akan kuambilkan selimut beratku.

Bisa membuatmu merasa seperti tertimpa batu besar,

tetapi dengan cara yang menenangkan. Itu luar biasa.

Terima kasih.

Enak?

Jadi...

Apakah menurutmu aku harus menghadapi orang ini?

Entahlah. Tergantung.

Apa kau bisa tidur nyenyak malam ini jika tidak kau hadapi?

Dah!

Baiklah.

Astaga. Di mana dia? Apa yang kau lakukan?

Tidak. Aku menyalahkanmu.

Kau meninggalkanku sendirian bersamanya.

Aku tak bisa tidur lagi tadi malam.

Selalu membuat tremorku memburuk.

Lucu sekali tremormu selalu berakhir dengan kau memegang payudaraku.

Itu bukan tremor. Itu adalah proposisi.

Aku hanya merasa aneh.

Mulai melupakan beberapa hal.

Jadi, apa rencanamu?

Kuhubungi dr. Sykes. Aku akan menemuinya hari ini.

Bagus.

Kau baik-baik saja atau merasa agak takut?

Entahlah. Aku tak pernah takut.

Tetapi kau tampak agak tegang. Mungkin kau harus ikut juga.

Astaga.

Apa? Kau bilang kau ingin aku terlihat lebih rentan.

Seperti inilah wujudnya.

Nikmati saja.

Aku suka itu,

tetapi kita sudah memutuskan aku tak akan ikut menemui doktermu.

Aku berharap ingatanmu juga buruk.

Kemarilah.

Kau anak pemberani dan aku bangga padamu.

Terima kasih.

Siapa pun namamu.

Aku tahu ini bukan jadwalku, jadi terima kasih sudah meluangkan waktu.

Jorge akan segera datang, dan aku tak mau membuat kesalahan.

Kupikir kalian bisa memberiku saran soal apa yang boleh dan tak boleh kulakukan.

Aku bisa beri tahu apa yang boleh dilakukan.

Jimmy lebih tahu soal apa yang tak boleh dilakukan.

Hati-hati, Paul. Aku marah padamu.

Kau terlambat.

Aku tahu dan aku minta maaf, tetapi...

Bagaimana bisa aku marah padamu dan malah aku yang meminta maaf?

Kau menemukan kekuatan superku.

Hei. Aku bersemangat untuk membahas soal Jorge,

tetapi apakah boleh aku menegur Paul sebentar?

Sepertinya akan seru.

Kenapa kau tak bilang padaku Alice menemui orang yang membunuh Tia?

Ya.

Sangat gawat.

Hentikan sikapmu itu.

Sikap apa?

- Sikap itu! - Baik. Masuk akal.

Alice itu pasienku.

Aku tak memberitahumu karena usianya 18 tahun.

Dia sudah dewasa.

Usianya 17 tahun, Paul. Ulang tahunnya beberapa minggu lagi.

Salahku.

Wah. Bisa kurasakan itu.

Dengar, kusuruh Alice agar tak bicara dengan orang itu dan dia membangkang.

Kita tahu itu bisa terjadi.

Kupikir kau tak marah padaku.

Kupikir kau bahkan tak semarah itu pada Alice.

Jadi, bagaimana jika kau cari tahu apa yang membuatmu marah?

Ya ampun. Keren.

Jangan bilang keren. Itu tidak keren.

Paul, jangan coba-coba menjatuhkan mikrofon khayalan itu.

Suasana hatiku sedang tak baik.

- Jatuhkan, jatuhkan. - Jangan, Paul. Jangan!

Kalian berdua tak perlu kemari. Aku baik-baik saja.

Berhenti bersikap sok tangguh.

Kita saudari bebatuan, atau apa pun sebutannya.

Yang benar Persekutuan Bebatuan.

Terserah. Kalian tahu saudari bebatuan lebih keren.

Liz, dengarlah, kita harus menjaga orang yang kita sayangi.

Aku harus pergi bekerja, jadi Alice akan lakukan sif pertama,

lalu aku akan mengirim bala bantuan.

Apa dia tahu apa yang kuperbuat?

Ya, tetapi aku bisa berpura-pura tak tahu.

Liz, aku viral karena meniduri pacar orang dan payudaraku dipukul.

Tak terbantahkan. Itu masalah wanita dewasa.

Baik, maafkan aku. Aku harus pergi. Alice, semoga beruntung.

- Apa kau lapar? - Tidak.

- Mau menonton film? - Terlalu sedih.

Bagaimana jika kita berpura-pura kau punya anak perempuan,

lalu kau mengepang rambutku dan memberiku nasihat hidup?

- Mungkin itu ide bagus. - Baiklah.

Baiklah.

Jangan bawa ponselmu ke kamar mandi, itu menjijikkan.

Banyak kuman. Nasihat bagus.

Kau harus memakai tabir surya bahkan di saat mendung.

- Baik. - Dan harus dipakai ulang

setiap dua jam atau kau akan terlihat tua sebelum kau benar-benar tua.

Baiklah.

Sudah kuduga kita akan bertemu.

Persetan kau.

Sepertinya itu benar. Mau bir?

Tidak.

Jaga-jaga saja.

Kau ingin menghajarku?

Entahlah.

Kau bersikap sangat ramah untuk ukuran seorang bajingan.

Kuusahakan.

Sial.

Aku hendak melemparnya ke wajahmu, tetapi ini enak.

Terima kasih.

Kukira akan bagus jika kupajang di tempat yang bisa dilihat orang.

Aku yakin dia suka itu.

Aku bahkan tak pernah melihat foto-fotonya.

Tahukah kau? Seharusnya kau menyombongkan diri.

Dia mencintaimu.

Tetap wanita terkeren yang pernah kutemui.

Dan aku tahu aku...

aku tak akan pernah memiliki orang seperti itu.

Ayolah. Masih ada waktu. Jangan menyerah.

Apa yang kulakukan?

Aku akan pergi.

- Apakah ini aprikot? - Sedikit campuran madu.

Ini luar biasa.

Aku akan habiskan ini.

Kau pergi.

Baiklah.

Teh hijau Gaby di siang hari Sangat enak karena ini hijau

Di situ kau. Bisa antar aku menemui dokter sarafku?

Maaf, aku ada pasien.

Mungkin Sean bisa memberiku tumpangan.

Lihatlah aku. Aku tak bisa menyetir.

Kita bisa naik Lyft bersama-sama.

- Apakah searah? - Ikut denganku dan mari cari tahu.

Apa yang terjadi?

Sean, dampak buruk ketika semua wanita dalam hidupmu

mendorongmu untuk lebih berkembang secara emosional,

adalah kini kau tahu kapan kau ingin ditemani menemui dokter,

tetapi karena kau sudah sangat tua, kau tak tahu cara meminta ditemani.

Kau malah membuat situasi menjadi aneh bagi semua orang.

Aku tak paham apa yang dia bicarakan.

Kau tahu, aku ingin mampir ke kantor doktermu.

Mari pergi bersama.

Hanya jika kau memang mau.

Dia mau. Pergilah.

Saat kubilang aku mau menemuimu di mana pun,

aku tak tahu kita akan pergi jauh mencari bebatuan.

Seharusnya kau tak bilang di mana pun.

Tunggu, biar kulihat... Beruntung.

- Baiklah. - Ini batu akik.

Lihat bagaimana tampilan luarnya kasar? Lalu ini lapisan lilin.

Terlihat mirip dengan sisi satunya lagi.

Tidak mirip!

Ini yang terbaik.

Lihat, ayahnya pasti ada di sekitar sini.

Ayahnya?

Ini tak nyata, 'kan? Mustahil kau melakukan ini.

Ini nyata. Sangat nyata.

Astaga.

Astaga, kupikir aku menemukan sesuatu!

Ternyata benar!

Liz, lihatlah ini berkilau dan bersinar di bawah sinar matahari.

Tidak.

Sekarang aku benci bebatuan.

Dengar, aku tahu Gaby menyuruhmu untuk mengecek keadaanku.

Ya, itu benar.

Tetapi bukan karena itu aku kemari.

Sebenarnya aku di sini karena aku marah padamu.

- Padaku? - Ya.

Liz, setiap kali seseorang dalam hidupmu terluka, kau langsung membantu.

Kau melakukannya padaku, Gaby, Paul, Sean, Alice...

Berhenti menyebut nama.

Saat giliran kami membantumu, kau tak membiarkan kami.

Cukup egois, 'kan?

Dia tak akan memaafkanku, Jimmy.

Mungkin.

Tetapi aku juga berpikir terkadang memaafkan seseorang

terasa mustahil.

Lalu kau sadar bahwa musuh dalam kisahmu

hanyalah seseorang yang membuat kesalahan besar.

Ya.

Omong-omong, pertanyaan untukmu, apakah suatu hari aku akan diberi batu?

Kau bilang kau benci bebatuan, dan mereka mendengarmu.

Apa kalian mendengarku, Batu Ke... Aku dapat satu!

Liz, aku menemukan satu lagi. Aku dapat satu lagi.

Yang ini lembut, seperti kau bilang. Seperti lilin.

Tidak.

Kau jahat.

Jadi, ini,

di sini tempatmu bekerja.

- Ya. - Ya.

Dengar, terapi bukan bagian dari hidupku saat aku tumbuh dewasa.

Hal yang paling mendekati adalah saat petugas kebersihan tua bilang padaku,

"Lelaki tak punya emosi." Lalu dia mencoba menciumku.

Aku senang kau ada di sini.

Tahukah kau apa yang gila?

Liz yang berbuat kesalahan.

Lalu, kenapa aku merasa...

aku yang berengsek?

Kau ingin Gaby sebagai terapis atau teman dulu?

- Teman. - Baiklah.

Derek, kau orang yang luar biasa.

Kau baik, setia, dan astaga, Bung,

perawatan apa yang kau lakukan pada rambutmu itu?

Sekarang aku akan berubah menjadi Gaby si terapis.

Banyak pasienku yang sudah menikah pernah berada di posisimu,

dan sejujurnya, masalah seperti ini tak pernah terjadi tiba-tiba.

Aku tahu dia sedang tertekan.

Tetapi kami sudah lama menikah.

Entah sudah berapa kali dia sedih karena hal-hal sepele,

seperti dicoret dari komite setelah dia menyinggung semua anggota komite.

- Dia bukan wanita komite. - Memang bukan.

Tapi tak peduli apa yang membuatnya sedih, dia selalu bisa bangkit.

- Apa kali ini dia meminta bantuan? - Sepertinya begitu.

Dia bilang dia merasa kewalahan.

Dan orang yang kewalahan biasanya...

Mencari hal-hal yang menarik?

Tidak.

Mereka terbenam.

Liz bilang padamu dia merasa terbenam dan apa yang kau katakan?

Kubilang dia harus membeli truk keju panggang.

Derek.

Astaga. Kenapa tiba-tiba ini menjadi salahku?

- Aku... - Bukan salahmu.

Asal kau tahu, kau dibenarkan memilih apa pun yang kau lakukan.

Tetapi, Derek, kalian sudah menikah selama 26 tahun, 'kan?

Ya, ya.

Kau pernah berbuat salah?

Tidak separah ini.

Tak pernah separah ini.

- Astaga, ini menyebalkan. - Ya. Memang menyebalkan.

Tetapi kau akan menemukan solusinya.

Aku yakin.

Kau dan rambut misteriusmu itu.

Ini berkat minyak zaitun dan lemon.

Apa? Sungguh? Aku memakai itu di seladaku.

Terima kasih.

Tentu saja.

Senang bertemu denganmu, Paul.

Dan...

- Temanku. - Sean.

Hei, Sean.

Sial. Beri aku waktu untuk mengambil dokumenmu.

Pertama Julie, sekarang dia?

Apakah semua dokter saraf cantik atau hanya doktermu saja?

Jangan rayu dia.

Aku tak dibolehkan. Kau juga tak boleh.

Astaga, Paul. Tenanglah.

- Kau yang tenang. - Baik.

Terakhir kali kau datang kemari karena merasa pusing.

Kita hampir mencapai dosis tertinggi untuk obat-obatanmu,

- jadi tak banyak celah. - Ya.

- Bagaimana efek pengobatanmu? - Sejauh ini baik-baik saja.

Tetapi belakangan ini tidurku tidak nyenyak.

Bisa jadi karena stres, bisa jadi karena makan sayap pedas tengah malam.

Entahlah, tetapi...

tetapi kau bilang untuk otakku, kurang tidur

berarti memperparah penyakitku.

Jadi, kurasa tak mengejutkan jika terjadi sedikit...

masalah ingatan juga.

Jadi kupikir sebaiknya aku menemuimu.

- Lakukan PLPP. - Apa?

Pemeriksaan dan Layanan Pemeliharaan Preventif.

Aku juga mantan militer.

Mustahil. Di cabang mana?

"Cabang mana?" Sudah kubilang jangan merayu.

Aku tak keberatan.

Kau bekerja di Navy SEAL? Kau tampak seperti anggota Navy SEAL.

- Sebenarnya, aku... - Baik. Giliranmu selesai.

Dengar, ada banyak hal dan orang di hidupku yang kusayangi.

Jadi, aku ingin menjaga ingatanku selama mungkin.

Jika ada sesuatu yang bisa kulakukan,

beri tahu aku, karena...

aku bersedia melakukan apa pun.

Terutama jika mempertimbangkan masalah tidurmu...

- Ya. - ...satu hal

yang harus kau lakukan adalah berhenti minum-minum.

Apa lagi?

Hei.

Apa kau ingin mengambil barang-barangmu atau kau...

Apa kau benar-benar pulang?

Karena aku sungguh ingin kau pulang. Maafkan aku.

Biarkan aku bicara.

Kau berbuat kesalahan.

Aku tahu.

Tetapi aku tak ada, dan harusnya aku ada untukmu.

Aku minta maaf untuk itu.

Yang bisa membuatku merasa semakin buruk adalah kau meminta maaf padaku.

Maka aku sudah melakukan tugasku.

Siapa lagi yang akan datang untuk makan malam?

Hanya beberapa orang bodoh yang kupikir ingin kau temui.

- Hei, Bu. - Hai. Kalian semua!

Hai. Hai!

Astaga.

Maaf, kami lupa Ibu berulang tahun.

Ini bukan ulang tahun Ibu.

- Terima kasih. - Ibu.

- Terima kasih. - Perjalanannya sepadan.

Selamat ulang tahun

Selamat ulang tahun

Cha-cha-cha!

Aku senang kau menghubungi. Masuklah.

Aku sungguh bersyukur kau datang.

- Itu film yang bagus. - Ya. Tetap bagus sampai sekarang.

- Benarkah? - Ya.

Sudah lama aku tak menontonnya.

Mau kuambilkan air atau teh atau...

Kau tak perlu melakukan apa pun.

Baiklah.

Dengar, aku memaafkanmu.

Aku ingin kau melanjutkan hidupmu dan aku ingin kau baik-baik saja.

Tetapi aku butuh kau melakukan sesuatu.

- Ya. Apa pun itu. - Bagus.

Aku tak mau melihatmu lagi.

Apa kau paham?

Aku tak mau kau menemui putriku lagi.

Aku tak mau kau menemui teman-temanku.

Aku butuh kau menghilang dari hidupku.

Paham? Bisa lakukan itu untukku?

Tentu saja.

Terima kasih.

Dia kembali.

Kita menunggunya bicara.

Dia akan segera bicara.

Brian, kurangi keanehanmu.

Bagaimana hasilnya?

Ayah memaafkannya.

Aku sangat senang.

Astaga. Sungguh melegakan.

Aku takut dia akan marah, dan aku mulai bicara

dan tak bisa berhenti...

- Wah. Itu sungguh mengerikan. - Ya, memang harusnya begitu.

Tunggu.

Apa aku harus percaya kau bercinta dengan dua wanita?

- Omong kosong. - Itu terjadi.

Tak ada gadis yang menyukaimu.

Kau hanya mengarang gadis bernama Summer.

- Summer. - Aku tidak... Baik, hentikan.

- Aku tak mengarang soal Summer. - Apakah dia seksi?

- Summer lucu. - Pasti Summer...

- Apakah Summer seperti musim panas? - Kalau namanya Winter dingin, 'kan?

Ya, kalau Winter pasti dingin.

Aku tahu siapa sebenarnya yang membuatku marah.

Bukan dia.

Aku tahu.

Aku orangnya.

Jangan bilang "aku tahu" lagi.

Aku ingin mengatakannya.

Kupikir semua orang berharap

mereka bisa diandalkan jika terjadi masalah.

Dan aku tidak begitu.

Alice sungguh membutuhkanku.

Aku membuatnya sangat kecewa.

Jadi, kupikir saat aku melihat orang itu...

aku dipaksa melihat betapa payahnya diriku sebagai ayah.

Dan aku melanggar janji terakhirku kepada istriku.

Bourbon ini telah melakukan perjalanan menaiki banyak kapal mengelilingi dunia,

menyerap udara laut asin dari seluruh penjuru Bumi.

Wiski laut.

Jangan menyebutnya begitu.

Baik.

Malam ini...

aku akan minum-minum untuk terakhir kalinya.

Dan kuputuskan untuk melakukannya bersamamu.

Paul...

Apakah menurutmu aku akan bisa memaafkan diriku?

Ya.

Ya, menurutku bisa.

Sungguh?

Semoga saja.

Aku pun berharap begitu.

Ini melelahkan.

Terjemahan subtitle oleh Dysan Aufar

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.