All language subtitles for Elevation 2024 1080p WEB-DL.x264.6CH Pahe.in

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Lubang-lubang besar tiba-tiba terbentuk...

- di berbagai negara seluruh dunia. - Kekacauan melanda...

kota-kota besar di setiap negara.

Meletus dari dalam tanah.

Itu tiba-tiba meletus...

- dari dalam tanah. - Para ilmuwan menduga...

makhluk itu mungkin...

sudah tertidur ribuan tahun lamanya.

Senjata cuma memperlambat makhluk itu, tak mampu menghentikannya.

Militer dikerahkan di berbaga negara.

...ribuan mati, belum ada tanda-tanda berakhir.

Warga di pegunungan melaporkan...

Reaper berhenti di ketinggian 2.400m.

Di Nederland, Colorado.

Kota kami luluh lantak, tapi kawasan di atas 2.000m...

masih aman.

Harapan dunia kini berada di ketinggian 2.400m.

Pemerintah menghimbau warga...

bertahan di wilayah setinggi itu.

Batas aman ketinggian 2.400m.

Segeralah mencari tempat tinggi.

3 TAHUN KEMUDIAN

Pegunungan Rocky Colorado Ketinggian 2.359mm

79m di bawah Patok Garis

Tempat Perlindungan Lost Gulch 193 orang 1.969m

Hei, Hunter.

Semuanya baik saja?

Hunter?

Aku cuma ingin melihat orang lain.

Kau bilang monster-monster itu sudah tidur lagi.

Tiap malam kau pakai tabung oksigen.

Kalau paru-parumu sesak saat berlari?

Maaf, Ayah.

Ayah tak sanggup kehilanganmu.

Aku tak bisa.

Kumohon mengertilah.

- Yang ini berat. - Ya.

Bentar.

- Bisa? - Ya.

Tadi pagi ada apa?

Dia nekat melewati "Patok Garis" mau lihat permukiman...

Red Rock dari dekat.

Cuma dia anak di sini.

Dia kesepian.

Dia masih hidup.

Tidak semua puas dengan hanya itu, Will.

Gunung ini mungkin aman,

tapi baginya ini seperti penjara.

Tujuannya bukan hanya Red Rock.

Patok garis itu...

berada dekat Elba Fire Road.

Di situ dia terakhir melihat ibunya.

Dari Crow Nest Refuge,

5 orang ditugaskan melewati Garis...

untuk mencari kebutuhan pokok.

RAPAT WARGA KOTA HARI INI

Belum ada yang kembali,

tapi mereka masih berharap.

Kami diminta mengirim orang ke puncak...

untuk memastikan mereka masih ada.

Mereka lewat jalan mana?

Jalur Sugarloaf puncak lembah.

Aku tahu.

Kau percaya Nina, tapi ini misi bunuh diri.

Bukan tugasmu menyelamatkan dunia.

Oke, nak.

Ayah di sini.

Tenang.

Oke, tarik napas yang dalam.

Pelan-pelan. Tarik napas.

Tarik napas dalam-dalam.

Perlahan lahan.

Begitu.

Bagus.

Ayah menyayangimu.

Jadi agar hangat, kentang ditutup jerami saat tumbuh.

Saat dingin, tutupi tanahnya...

dengan jerami agar tetap hangat saat cuaca dingin.

Oke?

Sekarang hanya masalah waktu.

Saat dilbuang...

Lempar talinya saat yang pas.

Lempar talinya.

Begitu.

Hari ini ulang tahun Hunter.

Kau kotak terakhir makaroni dan kejuku?

Ini yang bisa kubarter.

Tidak banyak.

Cukup.

Tak mungkin!

- Dapat dimana? - Ayolah.

Aku punya kenalan.

Met ultah.

Ayah, kenapa tidak pakai radio lagi?

Kita pakai bendera jika perlu memberi sinyal.

Tapi tetap beda kalau berbicara langsung.

Sulit menyediakam listrik...

untuk kebutuhan penting,

seperti mesinmu.

Apalagi di musim dingin, saat siang lebih singkat.

Kau pergi, kan?

Filtermu sudah habis.

Kita butuh lagi.

Jika kau sakit lagi...

Aku tidak akan sakit.

Tidak bisa begitu.

Kapan?

Aku akan baik saja.

Filter ini dari Charlie.

Aku yakin dia mau meniduriku.

Usianya sudah 80.

Setelah tiga tahun di sini,

aku mulai berubah pikiran.

Mana Hunter?

Tidur.

Ini malam Jumat.

Benarkah?

Kalau ini dulu, apa yang biasanya kau lakukan?

Mungkin minum bersama mertuaku di klub golf.

Maaf, tapi kau sama sekali bukan tipe yang suka klub golf, Will.

Memang tidak.

Tapi keluarga Tara suka.

Aku benci.

Malah sekarang dirindukan.

Sialan.

Filternya habis, jadi harus kusuntik.

Halo, Nina.

Apa kabar?

Bagaimana minumannya?

Mencegahku bunuh diri.

Kalau kau?

Mencegahku membunuhmu.

Besok aku pergi.

Ke Boulder.

Sama sekali tak kuduga kau akan bilang begitu.

Aku tak punya pilihan.

Kau akan mati.

Mereka tak bisa dibunuh.

Kalau kau percaya, bendera bajak laut itu takkan ada di sini.

Kutemukan jalan aman.

Tidak ada yang aman.

Aku tahu semua peta.

Semua jalur. 2 hari perjalanan.

Mustahil selalu di atas Garis.

Mesin Hunter.

Filternya sudah habis.

Stoknya banyak di rumah sakit Boulder.

Jika aku tak pergi, Hunter mati.

Tempat itu pasti sudah dijarah.

Tak ada yang bisa menjarah.

Kau harus lewati patok Garis,

belasan kali.

Mustahil selamat dari makhluk sebanyak itu.

Kau selamat.

Keberuntungan.

Keberuntungan bukan strategi.

Itu tidak akan menolongmu.

Cuma kau yang selamat melawan mereka.

Kau sudah pelajari mereka selama ini.

- Itu pasti berguna. - Jadi gimana? "Tolong, Nina.

Ayo. Kita mati bersama."

Tahun lalu kau yakin bisa membunuh mereka...

jika bisa kembali ke lab lamamu.

Makanya Tara ikut.

Ada rute menuju Boulder.

Sudah dipetakan. Hanya dua kali ke bawah Patok Garis.

Dua kali?

Tidak mungkin.

Begitu.

Tambang Calway.

Itu melewati gunung.

Tambang?

Tambang, Will?

Itu rencanamu?

Itu jelas perangkap maut.

Perusahaanku pernah kerjakan proyek besar di sana.

Aku hapal semua jalannya.

Aku tahu terowongan itu.

Kau tidak tahu apa-apa.

Kau putus asa.

Orang putus asa mudah mati.

Jam 8 pagi.

Cathedral Point Overlook.

Siapa bilang aku ikut?

Semua yang kau kerjakan sejak tiba di sini membuktikannya.

Menembaki sisik Reaper setiap malam.

Yang kau mau membunuh makhluk itu,

tapi yang kau butuhkan itu ada di bawah sana.

Kau berutang padaku.

Demi Tara.

Will.

Boulder 2.000 kaki di bawah Patok Garis.

Meski berhasil tiba,

mereka pasti sudah menunggu.

Satu saja bisa menghabisimu.

Aku tahu.

Nina.

Nina, mahkluk itu sudah dekat.

Nina!

- Makhluk itu datang! - Di kanan!

Aku sudah tak bisa menahan napas.

Tembak!

- Tidak, kumohon. - Kita akan mati!

- Oh, Tuhan! - Kumohon.

Aku tak bisa...

- Makasih. - Santai saja.

Aku harus pergi besok.

Hunter punya waktu 4, paling lama 5 hari.

Aku temani dia di sini.

Aku ubah jadi 200m,

agar kau bisa tembak jarak lebih jauh.

Peluru tembus lapis baja.

Koleksi pribadiku.

Memperlambat mereka lebih baik daripada peluru kaliber 556.

Semoga berhasil.

Makasih.

Mau beritahu apa rencanamu?

Mau kabur dan mati...

sendiri sama seperti Tara?

Maaf, agak kasar.

Ya, memang.

- Tim? - Ya.

Peralatanku?

Katie, kau mau apa?

- Mau ikut. - Tak boleh.

Aku tak perlu izinmu, Will Jangan pergi sendirian.

Kau butuh teman untuk melindungimu.

Oke. Nina akan ikut.

Oh, sudah pasti aku ikut.

Kau sangat dibutuhkan di sini.

Aku harus tahu apa yang ada di bawah sana.

Kenapa? Untuk apa?

Kita seperti tikus di kapal karam, harus cari jalan keluar.

Tidak, kita bisa bertahan di sini selamanya.

Kecuali Hunter.

Aku tak mau hidup begini terus, Will.

Hunter pun tak ingin hidup begini.

Itu bukan keputusannya.

Dia baru 8 tahun.

Kita tak bisa menghindar selamanya, Will.

Barangkali ini harinya.

Kau tak perlu bantu.

Nina, kau tak butuh siapa pun, kan?

Makhluk itu pernah menyerangmu?

Dari dekat.

Bukan cuma cahaya kelap-kelip di kejauhan.

Cara mereka mencabik manusia.

Peluru terpental tanpa melukai.

Tembakan ke wajah,

hanya memperlambat mereka sebentar.

Kita akan mati di luar sana.

Tapi kau duluan.

Aku takkan lama.

Itu juga yang Ibu katakan. Itu yang Ibu bilang. Dulu Ibu bilang begitu.

Aku akan kembali.

Janji.

Kita bisa gunakan lift ski...

di Alta Vista nanti.

Listrik dari mana?

Ada generator cadangan.

992 hari tak dipakai, pasti sudah rusak.

Kalau baterainya masih bagus, aku bisa nyalakan.

Kenapa di Boulder, Nina?

Lab lamaku.

Kukira kau profesor di Caltech.

Peneliti.

Anak-anak tak bisa diajar. Terlalu dungu.

Mahasiswa Caltech itu terlalu bodoh?

Terus kami ini apa menurutmu?

Bukan mahasiswa Caltech, Katie.

Bisa sopan sedikit.

Setidaknya, cobalah.

Kenapa harus peduli?

Tahu dari mana tidak ada yang bersembunyi di sana?

Tak ada tanda-tanda.

Itu bukan kompas, kan?

Bukan.

Sudah tahu cara melacak mereka?

Bioelektromagnetisme.

Mereka punya medan magnet bawaan.

Lebih kuat dari medan kita.

Dan hewan mana pun di Bumi.

Saat mereka sejauh setengah mil,

jarumnya mengarah ke mereka.

JALAN ALBA FIRE 2.400 METER

Jadi, dua mil ke area ski?

Cuma se-mil, jika potong jalan lewat hutan.

Nina, kau ahlinya.

Tahu kenapa mereka tak bisa melewati 2.400m?

Semoga mereka tetap di bawah sana.

Ada sesuatu?

Sejauh ini aman.

Mungkin ada yang bisa berguna.

Oke, di pelacak masih aman.

Kalau jarum bergerak, beri tahu.

Ada amunisi.

Suar juga.

Beruntung.

Bisa pakai itu?

Dibuat untuk anak usia 18 tahun...

dari pelatihan militer.

Aku tahu memakainya.

Tidak usah.

- Sudah pernah coba? - Aku dari Texas, Will.

Aku dari Louisiana.

Ayahku tak pernah ajari cara pakai pelontar granat.

Nina! Bagaimana?

- Nina, bisa pergi? - Bisa diam kalian?

Ada sisik Reaper di sini.

Jika dia ingin tinggal, biarkan saja.

Tinggalkan saja. Lagian dia tak perlu bantu.

Kau salah. Tak seperti kalian, aku bukan beban.

Persetan kau, Nina.

Kita tahu siapa yang kau incar, Katie,

bukan aku.

Tapi suami sahabatmu.

Tahu tidak?

Siapa yang kau bunuh.

Masih ingat?

Hentikan.

Dasar jalang.

Aku tidak menyukaimu, Nina.

Tidak akan pernah.

Aku mengerti, Katie.

Aku baik-baik saja.

Kok bisa kuda itu ada di sini?

Tiga tahun tanpa kita.

Tunggu sebentar dulu.

Puncak gunung ini 2.400m.

Mendaki 10-15 menit, kita akan aman.

Atau kucoba nyalakan kereta gantung.

Kita harus lebih cepat dari itu.

Mereka datang.

Di sana.

Lari!

Kita tak akan sampai ke Patok Garis.

- Kita harus coba! - Terlalu jauh!

Coba kereta gantung saja.

Tapi kalau baterainya habis?

Dia benar!

- Lindungi aku! - Oke.

Cepat, Will.

Ayo, sayang. Cepat.

Sial. Ayolah.

Sialan.

Ayo, cepat.

Tekan tombolnya!

Tinggal 2.300m lagi.

Kau harus lompat!

Ayo, Katie!

Cepat! Lompat!

Ayo!

Sial, peluruku habis.

- Jangan lepaskan! - Kupegangi. Janji.

Sudah mau sampai.

Bertahanlah!

2.400m!

Kita berhasil.

Kita berhasil.

Lari!

Ayo, Katie!

Kalian tak apa?

- Ya. - Ya.

Penginapan Resort 2.500m

Whisky 18 tahun.

Granat tadi tidak ada gunanya.

Demi bertahan semalam lagi.

Ini lain dari biasanya.

Melihatnya dari dekat.

Kita memang tak ditakdirkan hidup berdampingan dengan mereka.

Bisa jadi yang percaya Yesus benar.

Mungkin Reapers adalah balasan atas dosa manusia.

Karena memetik buah Tuhan, lalu menghancurkan...

Taman Eden dengan ilmu yang diberikan.

Aku tak percaya itu.

Lalu apa?

Mereka predator tertinggi sekarang.

Kita hanya mangsanya.

Bagaimana merebut tempat kita kembali?

Mereka tiba-tiba datang bersamaan.

Belum ada yang sempat pelajari mereka.

Kalau dipelajari cukup lama,

pasti ada cara untuk membunuhnya.

Kalau kau tidak mati duluan.

Akan banyak yang tewas.

Tapi kelak, kita bisa menang.

Tiga tahun meneliti mereka tanpa henti.

Pasti ada sesuatu.

Apa yang mereka lakukan begitu keluar dari tanah.

Maksudnya?

Membantai 95% manusia dalam waktu sebulan.

Tidak makan, tidak tidur.

Hanya terus membunuh.

Aku tak mengerti.

Predator membunuh untuk makan.

Membunuh adalah naluri Reapers.

Dan mereka hanya membunuh kita.

Seolah tujuan mereka hanya untuk membasmi kita.

Sepertinya tidak ada rencana besar, Nina.

Seperti yang kau bilang.

Mereka predator, dan kita mangsa.

Aku tidak bilang begitu. Tapi Katie.

Apa maksudmu?

Tidak ada. Hanya ingin bertanya.

Tapi aku butuh jawaban.

Kalau Nina benar?

Kalau dia sudah tahu cara membunuh makhluk itu?

Aku tak mempercayainya.

- Kenapa? - Dia sangat menginginkannya.

- Maksudnya? - Kau tahu maksudku.

Kalau ada yang tahu caranya, pasti dia.

Dia fisikawan.

Seolah dia Juru Selamat.

Sayang, begitulah fisikawan. Mereka hidup...

dari mengungkap rahasia Tuhan.

Aku mengerti. Kau percaya padanya.

Tapi ini misi bunuh diri.

Bukan tugasmu menyelamatkan dunia.

- Apa tugasku? - Bertahan hidup.

Kau tidak akan bilang begitu saat kita pertama kali bertemu.

Itu sebelum kau hampir mati saat melahirkan,

dan bayi kita yang tak sampai sekilo beratnya berjuang hidup di NICU.

Ini demi Hunter.

Bukan.

Bukan untuk Nina.

Dia ingin jadi orang pertama yang menghabisi Reaper.

Dia rela mati.

Dia bukan orang nekat, Will.

Dia hanya ingin keabadian.

Kenapa kau tak paham juga?

Dia tak punya keluarga.

Dia tak pernah punya keluarga.

Tidak lama lagi filternya akan habis.

Setidaknya masih setahun lagi.

Reaper tetap ada di bawah sana.

Jadi apa bedanya?

Setahun lagi bersama.

Itu bedanya.

TAMBANG CALWAY 2466m

Kita akan keluar menjelang malam.

Jangan ke kota saat malam.

Ada pos penjaga di sebelah sana.

Kita nginap di sana sampai pagi.

Apa rencananya di dalam?

Ini lantai sembilan.

Kita turun lewat tangga ke lantai 8.

Jalur delapan melintasi gunung sejauh 3,5km.

Kita keluar di ketinggian 2.440m,

19km sebelah barat dari Boulder.

Di bawah lantai delapan adalah wilayah Garis.

Keluar di ketinggian 2.440m?

Itu benar.

Seberapa akurat?

Sangat akurat.

Dari mana kau tahu kalau terowongan ini lurus?

Kalau ada belokan di tengah terowongan ini?

Kita akan turun ke bawah Patok Garis.

Jangan-jangan kau tidak pikirkan itu?

- Bajingan. - Tenang.

Kita akan masuk ke bawah Garis, kan?

- Will? - Berapa jauh?

211m.

Apa?

Kedua ujung terowongan ada di atas 2.400m, jadi...

Jadi, sia-sia saja! Terowongan ini tidak kedap udara.

Darimana kau tahu tidak ada celah ke lantai bawah tambang?

Harusnya kau bilang sebelum kita pergi.

Hanya 211m.

Lagian, pelacakmu akan mendeteksi jika ada Reaper dalam jarak 800m.

- Tidak bisa di sini. - Tapi tadi terdeteksi.

Di atas permukaan.

Pelacaknya tak bisa di kedalaman ini.

45 detik. Kenapa kau takut?

Mereka tinggal di bawah tanah, Will.

Itu habitat mereka. Bukan kita.

Mereka bisa melihat dalam gelap.

Dan mendeteksi CO2 napas kita, yang akan cepat...

bertambah...

di dalam tambang.

Sialan.

Kau sering sekali bersumpah.

Persetan kau, Katie.

- Baguslah. - Ayo.

Ada apa?

Seperti yang kubilang,

pelacak tak berfungsi di bawah gunung.

Tidak.

Tidak.

Tertutup Runtuhan Gua

Tidak.

Tidak!

Pintu ini dilas?

Bagaimana sekarang?

Turun ke lantai tujuh.

Itu di bawah Patok Garis, Will.

- Ya. - Berapa jauh?

Sekitar 900m.

900 meter?

10 kali ukuran lapangan bola.

Tebing ini sebenarnya seterjal apa?

Tidak bisa dilewati.

Jadi kita turun, atau kita kembali.

Aku tak bakal kembali.

Ada yang takut ketinggian?

Cuma monster yang kutakuti.

Apa rencana kita sesampai di bawah?

- Langsung lari? - Kita tak bisa lari.

Kalau lari tenaga kita terkuras dan terlalu berisik.

Parahnya CO2 kita akan melonjak 4 kali lipat,

yang bisa mereka lacak sejauh 1km. Cahaya di tentakel itu pelacaknya.

Mereka melacak kita seperti nyamuk raksasa.

Bagus.

Jadi perlahan tapi pasti.

- Sudah siap? - Belum.

Sebentar mau renungkan kematian dulu.

Ternyata kau lucu juga

Makasih.

Kau juga ternyata pintar.

Jadi kau dimana saat mereka datang?

Malam sebelum Reapers muncul,

aku berantem dengan pacarku.

Dia memukulku sampai hidungku patah.

- Apa? - Ya.

Kau balas?

Kupukul dengan penggorengan,

mencuri mobilnya dan kabur ke Nederland.

Memang harus begitu.

Keesokan paginya,

kudengar semuanya di radio,

lalu kususuri jalan setapak...

dan menemukan tempat perlindungan.

- Hidup memang kadang kejam. - Ya.

Lalu serangga pembunuh raksasa muncul dari tanah,

dan kenangan lama langsung terasa.

Harusnya kau jadi motivator.

Kita bisa turun dari tangga ini?

Ke sini.

Hei.

Kurasa ada sesuatu di sana.

Aku tak lihat apa-apa.

Ada yang kudengar.

- Atau mungkin aku hanya gila. - Tunggu.

- Matikan sentermu. - Apa?

Kumohon matikan.

Apa...?

Lari!

Merunduk!

Ayo, cepat!

Oh sial.

Will! Masuk sini!

Buntu.

Pergi!

Will, ini jalan buntu. Sial.

Ke sini! Ayo!

Matikan senter kalian.

Kita masih bisa terlacak lewat CO2.

- Bagaimana ini? - Jangan bernapas.

- Ada jalan keluar! - Cepat!

Pergi!

Cepat!

Pergi!

Will!

Will, ayo.

Ayo.

- Ayo! - Ayo, lari!

Katie, tunggu! Katie!

Ada pintu keluar!

Katie!

Katie!

Katie, tidak!

Will!

Tidak.

Dia sudah mati.

Dia sudah mati.

Astaga.

Kita malah kembali ke terowongan yang tadi.

Apa yang dia pikirkan?

Makhluk itu kembali.

Apa itu?

Apa?

Astaga. Tangga.

Will, ayo!

Katie.

Kau masih percaya Tuhan?

Aku memang kepala batu.

Apa permohonanmu?

Balas dendam.

Kira-kira bisa nyala?

Jika akinya masih baru.

Bannya kurang bagus, tapi masih bisa.

Rasanya aku pernah buat ribuan kotak ini.

Tiap malam, Tara bertanya ke Hunter...

ingin makan malam apa, dan jawabannya selalu...

makaroni keju.

Karena kasein, protein susu dalam keju.

Ini seperti opioid, sama adiktifnya dengan morfin.

Maaf.

Aku sangat menyukai Tara.

Kayaknya dia orang terakhir yang kau sukai, Nina.

Aku mulai menyukai Katie.

Kurasa ini salahku dia mati.

Kesalahanku membawa kita ke tambang.

Akan lebih mudah mendaki gunung...

tanpa peralatan.

Mau kematiannya tidak sia-sia?

Jangan merasa bersalah.

Biarkan dirimu marah.

Aku sudah mati rasa.

Sayang sekali.

Amarah itu sayang jika dibiarkan sia-sia.

Kau pasti tahu.

Kau juga.

Aku tidak membencimu, Nina.

Kau benci.

Aku juga akan begitu.

Apa yang ada di lab lamamu?

Periklase.

Magnesium oksida bentuk kubik.

Oke.

Sisik Reapers tidak bisa ditembus.

Mungkin karena mereka bermuatan listrik.

Mungkin itu sistem pertahanan mereka.

Menurutmu?

Teorinya, proyektil, peluru...

berlapis periklase, akan mengenai mereka,

dan akan menghasilkan tegangan...

jutaan volt seketika lalu boom.

Ledakan pembakaran yang tak terkendali.

Peluru ajaib?

Jadi itu yang selama ini kau kerjakan?

Benar-benar peluru ajaib?

Itu bukan sihir. Tapi sains.

- Itu hanya tebakan. - Itu hipotesis.

Dibumbui harapan yang tak pasti.

Tara percaya padaku.

Demi Hunter, Tara akan percaya apa saja.

Kau sadar,

lalu menyuruhnya pergi hingga semuanya tewas.

Istriku, teman-teman kita.

Aku sudah melarangnya.

Kubilang mendengarkanmu sama saja bunuh diri.

Tapi kau ada di sini.

Berdiri di tepi jurang yang sama bersamaku.

Ayo mulai.

RUMAH SAKIT BOULDER

Astaga.

Lantai lima.

Lewat sini.

Jangan lihat.

Aku harus lihat.

GUDANG

Di mana itu?

Harusnya ada beberapa di sini.

- Itu...? - Tidak tahu.

Pelacak kosong.

Kalau bukan di sini, di mana lagi?

Ruang operasi.

Sudah pasti di situ.

Di sini.

- Will, cepatlah. - Aku tahu.

Sial, sudah dekat.

Aku lagi cari.

Ketemu!

Ayo cepat.

Cepat!

Oke.

Ayo.

Astaga!

Sialan!

Pergi.

Masuk sini!

- Kita terjebak. - Tidak terjebak.

Tangga.

- Apa yang kau lakukan? - Aku di belakangmu.

Kukira tadi kusuruh lari.

Tidak kudengarkan.

Sudah mati?

Tidak bergerak.

Ya, tapi...

Kita harus segera pergi.

Lab sudah dekat.

- Tak ada waktu lagi. - Aku harus ambil periklase.

- Magnesium oksida. - Aku harus selamatkan Hunter.

Ini bukan hanya tentang anakmu.

Tak ada yang lebih penting dari anakku.

Waktu tambahanmu berapa?

6 bulan? Setahun? Lalu kau ke sini lagi.

Atau kita buktikan mereka bisa dibunuh,

dan saat bendera itu berkibar di tempat perlindungan,

semua yang terjebak di puncak gunung akan tahu.

Dunia akan datang dan berjuang bersama kita.

Mungkin sulit, tapi aku setuju dengan Katie.

Kita tak bisa selamanya hidup begini.

Cepat atau lambat, kita harus lawan mereka.

Tapi bantu aku.

Aku tak bisa jika sendiri.

Sial.

Ayo.

Skala.

Sejauh ini pelacak masih aman.

Aku butuh lima menit.

Aku akan berjaga.

Syukurlah.

Aku tak tahu kau punya keluarga.

Dulu pernah.

Kau tak pernah cerita.

Tidak.

Tunggu kering, lalu lihat hasilnya. Hanya sebentar.

Mungkin kau butuh ini.

Aku di sini waktu itu.

Hari Sabtu itu,

timku hampir berhasil menemukan terobosan,

mengoptimalkan baterai dengan kobalt.

Tiga kali lebih hemat energi.

Itulah yang kupikirkan saat dunia ini runtuh.

Baterai.

Hari itu Billy, anakku usia tujuh tahun, bertanding sepak bola.

Pernah lihat anak-anak seusia itu main bola?

Kenapa mereka serempak mengejar bola?

Yang parahnya, aku tidak pergi ke pertandingan itu.

Suamiku baru pulang setelah....

dua minggu bepergian.

Aku...

Aku sudah lelah jadi ibu.

Semua itu di luar kendalimu.

Setidaknya aku bisa memeluknya untuk terakhir kali.

Pasti ada saat kau berpikir begitu tentang Tara.

Harusnya tak kusuruh dia ikut.

Aku terlalu percaya diri.

Mengira bisa menghentikan mereka,

tapi nyatanya salah.

Jika itu bisa menghiburmu, aku lebih benci diriku....

daripada kau membenciku.

Aku lebih mudah menyalahkanmu daripada menyalahkan diriku sendiri.

Aku tahu dia pasti pergi,

meski aku larang.

Dan itu salahku juga.

Jangan salahkan dirimu.

Kita berdua tidak bisa.

Apa gunanya?

Oke.

Kau sudah berusaha, Nina.

Kau berusaha semampumu.

Pulanglah, Will.

Selamatkan anakmu.

Waktunya hampir habis.

- Kalau kau? - Aku akan tinggal.

Masih ada yang bisa kucoba.

Aku tak bakal meninggalkanmu. Kita hadapi ini bersama.

Kau mengajakku ke sini.

Tapi belum berhasil, dan aku tetap di sini...

sampai berhasil atau mati duluan.

- Nina... - Dengar,

mobilku masih di luar.

Kalau berhasil, aku bisa pulang sendiri.

Nanti aku susul di jalan.

Jika aku gagal,

tak ada gunanya kau mati di sini bersamaku.

Pergi.

Pergilah bersama Hunter.

Oh sial!

Sial.

Oh sial.

Oh sial.

Bajingan.

Mereka mesin.

Memburu, tapi tidak memakan kita.

Mereka tak tidur, tidak bernapas.

Tak pernah naik di ketinggian lebih 2.400m.

Itu bukan makhluk hidup.

Tapi program.

Dibuat siapa?

Bagus sekali.

Makasih.

Kenapa 2.400m?

Aku tak tahu.

Mobilmu masih jalan?

Radiator bocor setengah mil yang lalu.

Tuhan, rasanya menyenangkan membunuh keparat ini.

Rasanya akan lebih memuaskan saat kau kibarkan bendera bajak laut...

dan dunia tahu kita bisa mengalahkan mereka.

Ayah!

Sudah kubilang aku akan kembali.

Aku rindu sekali.

Ayo.

Oh, lihat itu? Mereka berhasil!

Crowโ€™s Nest, ini Red Rock.

Lihat yang kami lihat?

Pandangan kami jelas...

Ya. Dikonfirmasi.

- Pandangan kami jelas. - Baiklah. Ini...

Ini Lost Gulch Refuge.

Tiga tahun lalu,

dunia ini runtuh dalam sekejap.

Kita kehilangan rumah,

masyarakat,

dan orang-orang tercinta.

Belum ada yang tahu kenapa kita hanya aman di atas 2.400m.

Tapi kita tak perlu lagi ikuti aturan itu.

Para Reaper berusaha merebut planet kita.

Mereka kira kita akan mati di pegunungan ini.

Tapi kita masih bertahan.

Mau tak mau, kita harus lawan mereka.

Sekaranglah waktunya.

Mohon donasinya seadanya teman-teman: https://trakteer.id/Sioux_Subber/tip

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.