All language subtitles for Straw.Dogs.1971.Criterion.UNRATE

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German Download
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian Download
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Manual Translation by chandler479 Instagram: @zulfikarr479 - Salam dari SMAN 12 Makassar -

ABC Pictures Corp. mempersembahkan

Dustin Hoffman

dalam film karya Sam Peckinpah

STRAW DOGS

sebuah produksi Daniel Melnick

dibintangi Susan George sebagai Amy

Peter Vaughan

T.P McKenna, Del Henney, Jim Norton, Donald Webster

dan memperkenalkan Ken Hutchison

Len Jones, Sally Thomsett, Robert Keegan,

Peter Arne, Cherina Schaer, dan Colin Welland

sinematografi oleh John Coquillon, B.S.C

konsultan desain produksi Julia Trevelyan Oman

musik oleh Jerry Fielding

naskah oleh David Zelag Goodman dan Sam Peckinpah

diproduseri oleh Daniel Melnick

disutradarai oleh Sam Peckinpah

- Apa itu untuk kita? - Ini untukmu.

- Apa itu? - Perangkap.

Berguna untuk menangkap pemburu liar.

Hello, Amy.

- Halo, Charlie. - Ini ditaruh dimana, Pak Sumner?

- Di sini di belakang. - Benda ini berat, Pak Sumner.

Aku terkejut kau masih mengingatku.

Dimana ditaruh, Amy?

Terserah kamu. Ini kado ulang tahunmu.

- Selamat ulang tahun. - Terima kasih.

- Jangan menggoresnya. - Kenapa kamu terkejut?

Sudah berapa lama, Charlie?

Tiga liburan musim panas dalam enam tahun.

David, ini teman lamaku, Charlie Venner.

Ini suamiku, David Sumner.

- Pak Venner. - Panggil saja Charlie.

- Kau bekerja di sekitar sini? - Kadang-kadang.

- Tolong bantu aku. - Oke.

- David seorang matematikawan. - Kau mau pergi ke mana?

- Ke tempat yang tenang dan damai. - Guru aritmetika rupanya.

- Yah, uh- Bukan.

Dia sedang menulis buku mengenai analisis komputer pada astronomi -

Usaha yang bagus. Taruh ini di bagasi, Amy.

- Aku saja. - Terima kasih.

Mungkin, um, Charlie bisa membantu di garasi kita, David.

Ya, itu ide yang bagus. Orang ini Norman, uh-

- Scutt. - Ya. Dia, uh, lama kerjanya.

Aku dan Bobby akan membantumu, Pak Sumner.

Aku dan sepupuku Bertie akan pergi besok. Kami akan membantumu.

Bisa? Dibayar berapa?

Seikhlasnya.

- Oke, terima kasih. Kami ada di- - Di belakang peternakan Trencher.

Kami akan datang, pak.

Bagus. Bagus.

Kamu mau ke mana?

David?

- Kamu mau ke mana? - Beli rokok.

Baiklah.

Tolong beberapa bungkus rokok buatan Amerika.

- Sudah waktunya, tuan-tuan.

Tolong habiskan minuman kalian. Berikan aku gelasnya.

Henry Niles.

Kupikir dia di rumah sakit jiwa.

Kami bisa menjaga semuanya disini. Biasanya begitu.

Ingat saat aku merawatmu, Amy?

Nyatanya tidak. Ingat?

Akan ada saatnya, Ny. Sumner

ketika kau akan memohon padaku.

Lepaskan tanganmu dariku.

Ayolah, tuan-tuan. Cepat habiskan. Tolong bawa kesini.

Buru-buru sekali, Harry.

Harry...

Kurasa aku masih mau segelas lagi.

Maafkan pamanku, Harry, tapi kurasa dia sedikit kecanduan minum.

Aku mohon maaf, Pak Harry Ware.

Biar aku yang bayar rokoknya.

Tidak, tidak apa-apa. Aku-

Tak apa. Biar aku saja, pak.

Garasi sudah dikerjakan?

Norman yang kerjakan, kan?

Ya.

Aku juga akan bayar minumnya.

Dan juga kutanggung pengobatan tanganmu.

Tapi kurasa aku masih mau minuman lagi supaya aku pulang.

Bar sudah tutup, Tom.

- Ayo, Tom.-

Iya, kan?

Coba saja!

- Tenanglah, paktua! - Paktua, katamu?

Baiklah, Tom. Kau sudah puas.

Sekarang bayar dia dan pergilah.

Maafkan aku, pak hakim.

Tapi inilah diriku.

Berapa kerusakannya, Harry?

Bayar saja satu pound, Tom.

Aku bayar, uh...

360 penny.

Sudah selesai, eh, Mayor?

Pulang saja, Tom,

agar kau bisa bangun dengan tubuh yang segar besok.

Ayo, anak-anak. Banyak yang harus diselesaikan.

- Sampai jumpa nanti malam, Harry. - Baiklah, Tom.

Sudah kuperlihatkan, eh, anak-anak?

Mereka sudah membayarnya, pak.

Kurasa begitu.

- Dasar goblok! - Enyalah!

Kenapa kau ini?

Siapa pria besar berjanggut itu?

Ada apa?

Apa dia punya hubungan dengan temanmu Charlie?

Ya.

Apa kamu kenal betul dengan si Venner ini?

Berhentilah nyinyir.

- Kamu pernah pacaran dengannya? - Hentikan.

- Lepaskan aku! Hentikan!

- Berhenti.

- Katakan saja padaku. - Akan kuhentikan mobilnya.

Aku cuma ingin tahu. Katakan saja.

Hentikan. Kukatakan padamu.

- Kamu yang memintanya. - Oke.

Baiklah, kendarai mobilnya - ooh!

- Ooh! Ooh!

Kau yang memintanya! Ayam!

- Dasar gila! - Kau mengerikan! Dasar terkutuk!

- Omong-omong – - Ya?

Venner memang beberapa kali menggodaku.

Ya? Jadi?

- Tak ada yang terjadi! - ♪ Ba-bum ♪

♪ Ba-ba-bah-bum Ba-ba, ba-bum ♪

Hai.

Kau akan dapat bantuan besok.

Charles Venner dan sepupunya akan membantu menyelesaikan garasinya.

Kita akan selesaikan garasi sebelum Chris mengusir tikus-tikus itu keluar.

- Halo, nona. - Chris?

Ya, Chris.

Oh, ya. Pak Cawsey. Pengusir tikus.

- Mau dibantu, pak? - Ya.

Ini sangat antik, pak.

- Langka, memang. - Istriku seorang kolektor.

Tapi akhirnya aku juga ikut-ikutan.

Kurasa ini terlalu besar untuk tikus ini, pak.

- Tak akan berhasil. - Belum tentu.

- Anda suka disini, pak? - Sangat suka.

Kudengar-dengar Amerika sekarang cukup beringas, pak.

Apa anda pernah melihat sesuatu seperti itu, pak?

Pengeboman, kerusuhan, perampokan, menembak para kulit hitam?

Katanya juga berbahaya untuk keluar malam, Norman.

Apa anda terlibat, pak? Maksudku, apa anda ambil bagian?

Pernah melihat seseorang yang ditikam?

Cuma saat jeda iklan.

Kau ingin menaruhya dibawah disitu?

Tidak, aku hanya senang tinggal disini karena ketenangan

dan kau bisa menghirup udara segar.

dan meminum air segar, tak perlu lewat botol.

Bukan air yang kuminum lewat botol, pak.

Mereka akan datang membantumu besok.

Kitty!

- Apa kau naksir dia, Norman? - Tidak.

Sepuluh bulan disini sudah cukup bagiku.

- Apa mereka punya barang bagus? - Tidak.

Kecuali, uh... ini.

- Dasar bodoh. - Ini bukan apa-apa.

Dia masih punya banyak di dalam.

Penuh parfum.

Kau suka rampasanku?

Rampasan ndasmu.

Aku cuma mau pemiliknya.

Aku juga bisa melakukannya, Normie.

Charlie Venner.

Dia sudah lama punya beberapa

ketika dia disini bersama ayahnya.

Venner itu pembohong,

dan kau juga begitu.

♪ Katakan kepadanya, cium dia, Kurung ke kamarnya ♪

Kitty, kitty. Dimanakah kau berada?

- Pergi? - Kitty.

Kitty, kitty.

Sini, kitty, kitty.

Kitty, kitty, kitty.

Mau minum?

Aku tak bisa menemukan kucing itu.

Juga tidak menjawab panggilanku.

Apakah aku saja?

Lebih baik begitu.

Kenapa kamu menyewa Charlie Venner?

Kamu yang menyewanya.

Kitty.

Jika kucing itu di ruang kerjaku, akan kubunuh dia.

Apa?

Nggak.

Itu kursi ayahmu?

Semua kursi milik ayahku.

Aku senang kita datang.

- Apa yang kamu lakukan? - Cium aku.

- Cium aku.

- Kau binatang. - Mm-mmm.

Kenapa kamu membawa keluar pemanasku dari ruang kerjaku?

Karena ingin kunaikkan ke atas.

Apa yang terjadi?

Itu tidak akan naik ke lantai atas.

Sangat dingin di sana.

Halo.

Kulihat kalian begitu bersemangat bekerja.

Apa dia belajar terus sepanjang hari di dalam?

Kau sebaiknya melakukan sesuatu.

- Suamiku akan mengira kalau semua orang Inggris itu pemalas. - Biarkan aku membantu.

Hei!

Ya, ayo ke sini. Lewat sini.

Perhatikan tanganmu, Chris.

Apa yang lucu dari mereka?

Mereka pikir kamu orangnya aneh.

Karena aku orang Amerika?

Mmm, tidak. Tidak.

Aneh saja.

Kamu pikir aku aneh?

Kadang-kadang.

Kamu bertingkah seperti bocah 14 tahun.

Memang begitu.

Mau coba umur 12?

Bagaimana kalau umur 8? Bakalan runyam kalau berumur 8 tahun.

- David? - Huh?

Maukah kamu mengambilkanku selada?

Oke.

dan perbaiki toaster itu.

Memangnya dia pikir aku cuma bermain-main di tempat ini?

Apaan ini, sekolah rakyat?

Astaga.

Kami akan pergi, Pak Sumner. Pak Riddaway memberi kami tumpangan.

Baiklah.

Aku cuma bilang ke istri anda

kalau lucunya, aku merasa lebih dekat pada tikus dibandingkan manusia.

Maksudku, meskipun aku membunuh mereka untuk cari makan. Kematian mereka adalah hidupku.

Mencium bau tikus, menangkap tikus, membunuh tikus. Itulah aku. Chris Cawsey.

Kurasa aku akan melarat tanpa mereka. Itu benar. Kukatakan dengan jelas.

Hal tercerdik yang pernah anda lihat di sekitar sini, adalah tikus.

Jayalah tikus!

Minggir dikit lah, gembrot sialan.

Gimana hari lo? Ngurusin ternak domba mulu lu, ya?

♪ Kau si manisku yang kucinta ♪

♪ Kau dengan mata coklat yang menawanmu ♪

David?

David!

Makan malam sudah siap!

Apa kamu mendengarku?

- Halo, Mayor. - Malam, Mayor.

- Malam. - Maukah kau mentraktirku minum, Mayor?

Jangan malam ini. Aku akan memesan untukku sendiri.

Kalau kutraktir, kita tak akan pernah keluar dari sini.

Kau sendiri tahu itu.

Ya, aku memang tahu.

Terima kasih, Harry.

Sempurna.

- John. - Malam, pak.

- Mau main? - Oke.

- Kesinilah. - Malam, Harry.

Malam, John.

John Niles, kemarilah ke sini.

- Kita akan membahas minuman, Tom? - Tidak, kita akan membahas kebenaran.

Saudaramu. Sedang bermain-main bersama para gadis lagi.

Kau sebaiknya mengawasinya lebih dekat, atau kami semua akan mengusirnya.

Tak apa, Ayah. Dia cuma main bola bersama para gadis.

Terlalu berlebihan buat si cacat itu.

Awasi mulutmu, Norman.

Aku tak mau mengawasi apapun, kecuali prinsip hidupku.

Kau awasi saudaramu, atau aku yang menanganinya.

Jika dia membuat kesalahan apapun lagi

Aku yang pertama akan menyingkirkannya.

David! Kamu sudah berjam-jam di situ!

Aah!

- Kau membuatku takut. - Kau mengawasinya, kan?

Perhatikan saja.

Apa kau menyukai dia?

Menurutku dia manis.

Mau sesuatu?

- Mau tomat? - Tidak, terima kasih.

Mau jeruk?

- Hei, hei. - Giliranmu.

Oke.

Mm-hmm. Mm-hmm.

Skak.

- Jangan, David. - Mm-hmm, mm-hmm, mm-hmm.

"Langkah ini sekarang

menempatkan sisi hitam dalam keadaan yang sulit

tanpa kemungkinan untuk menggerakkan bidaknya yang lain

Karena itu, dia memulai mengatur kembali bidaknya

untuk membuat kemajuan dalam situasi dengan cara apapun.

Dua pion keluar, sisi putih bisa dengan mudah –"

Hei, aku bertaruh bisa lepas pakaian, pemanasan sedikit, dan pergi ke tempat tidur

sebelum kamu membuat gerakanmu.

- Apa kita sepakat? - Lakukan saja.

- Jangan curang. - Aku tidak curang.

Shh, David.

Aha! Aku mengetahuinya.

Tidak, tidak, David, tunggu sebentar. Tunggu sebentar!

Kamu harusnya lompat tali 100 kali.

Sudah 100 kali. Aku menghitungnya memakai angka binari. Giliranmu.

- Ayo. - Nomor binari.

- Ayo giliranmu. - Tunggu dulu.

- Ayolah.

- Bagaimana kalau yang itu? - Tidak.

Ini sulit, bukan?

Sangat.

Sedikit lagi.

Kurasa aku mengetahuinya.

Um –

Ooh.

Itu skakmat.

- Astaga! - Apa yang kamu lakukan?

Aku mau melepas jam tangan. Dasar liar.

Ya ampun. Ayolah.

Aku hanya mengatur alarm.

Sudah selesai?

- Tunggu sebentar. - Apa lagi?

David.

David, apa yang kamu lakukan di situ?

- Mencari pion catur. - Apa yang kamu lakukan?

Lihat ini.

- Woah. Kamu menemukannya? - Bukan itu.

Tunggu. Biar ku bantu.

Ah!

David, jangan!

- Tunggu! Tunggu dulu! - Kamu menemukannya?

- Aku tidak menemukannya. - Kurasa itu bidak benteng.

Tidak! Ahh. Lepaskan!

Mmm! Aku mencintaimu!

Aku tak pernah curang.

Dengar, Amy, jangan main-main denganku.

Banyak yang kupikirkan.

Ini tidak adil. Aku cuma ingin membantu.

Kalau kamu mau membantu, suruh teman-temanmu untuk selesai.

Mau itu tukang garasi, mau itu pembasmi tikus, pokoknya suruh mereka cepat selesai!

Dan perbaiki toilet dan bersihkan dapur.

Itu semua akan sangat membantu!

Aku mencintaimu, Amy, tapi tolong tinggalkan aku sendiri.

Oke.

Aku akan meninggalkanmu bersama papan tulismu.

Jangan main-main denganku.

Jangan.

Jangan lakukan, Amy.

Mereka jelas-jelas memandang tubuhku.

Mereka siapa?

Venner dan Scutt.

Aku bersyukur atas selera mereka.

Pembasmi tikus sialan itu terus menatapku.

- Kenapa kamu tidak memakai bra? - Memangnya kenapa?

Kamu tidak memakai bra tapi berharap tidak mau ditatap.

Dengar, seandainya kau bisa memaku, Venner dan Scutt takkan berada di sana.

Dengar, Amy...

memperbaiki toaster dan membangun garasi

bukan alasanku tinggal di sini dari awal.

Kamu mau bilang kamu akan bahagia jika kita tidak pindah?

Kita pindah karena aku dapat tunjangan kerja

yang dimana aku belum punya waktu untuk melakukannya.

Kamu pindah karena

kamu tidak mau mengambil sikap, berkomitmen.

Komitmen untuk apa?

Huh?

Aku sedang terlibat pekerjaan.

Kamu ingin sesuatu dariku yang tak bisa kuberikan.

Aku ke sini bukan untuk itu.

Tapi aku tahu kenapa kau di sini.

Kenapa?

Apa karena tidak ada lagi tempat untuk bersembunyi?

Kita ke sini karena kamu pernah bilang...

kamu pikir kita akan bahagia di sini.

Ingat?

Maafkan aku.

Apa kamu cuma maaf atau beneran minta maaf?

- Sangat maaf. - Kesinilah.

Aku ingin mandi.

Kenapa? Kamu tak butuh mandi.

Kurasa aku memang butuh.

Hei.

Omong-omong, aku tak pernah bilang kalau aku termasuk salah satu yang "terlibat".

Jangan lupa untuk menutup tirai jendela!

- Halo. - Hai.

Banyak pikiran?

Mm-hmm.

- Kamu yakin tidak mau jalan-jalan? - Aku mau.

Kapan?

Tunggu sedikit.

Hei, hei, jangan. Jangan.

Halo.

Selamat malam.

Kitty! Kitty!

Kitty, kitty.

David, kucingnya tak ada!

Bisa kamu lupakan saja kucingnya dan biarkan aku bekerja!

Kitty!

Kitty, kitty, kitty.

Kitty!

Kitty!

Kitty? Kitty, kitty?

"Kitty, kitty. Kitty, kitty, kitty."

- Sial. - Sini, kitty, kitty.

Di sebelahnya, pak.

Tunggu sebentar. Tunggu.

- Tahan, tahan. - Tunggu dia sebentar.

♪ Di manakah gerangan burung hitam itu ♪

Hei, biarkan dia lewat! Kita lihat seberapa jagonya dia!

Whoo!

Dasar gila!

- Halo, Henry. - Halo, Janice.

Henry! Ke sini!

Dia baik-baik saja. Bukankah begitu, Henry?

Henry, sudah berapa kali aku harus memberitahumu, nak?

Kau tidak mendengarkan.

Ayo.

Ayo, Henry. Kita pulang.

Apa yang kau mau?

Kau akan tahu betul apa yang dia inginkan 20 tahun yang lalu, eh, Tom?

Sekarang, sekarang, pasti begitu.

- Mereka masih bermain di aula bingo? - Ya.

Katakan padanya aku bersenang-senang dulu. Nanti aku menyusul.

Bobby!

Pergilah sekarang.

- Halo, David. - Hai.

Bobby!

Jaga baik-baik adikmu, oke.

Baiklah, Ayah.

- Sampai jumpa, Pak Sumner. - Sampai jumpa.

Aku ingin satu Scotch, malt dobel, dengan es.

Bersulang.

- Malam, Mayor.

- Malam, Mayor. - Malam, Mayor.

- Pak Sumner? - Ya?

Saya baru saja ingin ke tempatmu untuk menyambut kalian kepada masyarakat kecil kami.

Aku baru saja disambut.

- Saya John Scott. - Halo.

Saya melihat mobilmu di luar. Kurasa kita bisa berkendara bersama.

Aku ingin Pendeta dan Ny. Hood

bicara denganmu untuk bergabung dengan kami pada gereja sosial Kamis mendatang.

Vikaris akan membawaku pulang.

Bisakah aku mentraktirmu, Mayor, sebelum kau pergi?

Tidak, terima kasih, Tom. Kami sedang buru-buru.

Kutraktir mereka.

- Selamat malam, Mayor. - Selamat malam, Mayor.

Hati-hati dengan domba!

Kau sudah pakai sepatu boot, Mayor?

♪ Now, some men goes for women ♪

♪ And some men goes for boys ♪

♪ But my love's warm and beautiful ♪

♪ And makes a baa-in' noise ♪

Amy, senang bertemu denganmu.

- Mayor, kenapa anda belum menemui kami sebelumnya? - Saat itu pencukuran domba. Permintaan maafku.

- Sepertinya anda mengantar pulang suamiku yang mabuk. - Ayo. Aku belum mabuk kok.

Jelas bukan salahku.

- Hai. Saya David Sumner. - Aku baru saja mengantarnya ke sini.

- Barney Hood. - Pak Pendeta.

- Istriku. - Ny. Hood.

- Halo. - Silakan duduk.

- Barney. Louise. - Halo, Major.

Apa yang anda minum, Pak pendeta?

Scotch.

Pak pendeta dan istrinya

mengundang kita ke pesta di gereja minggu depan, David.

Yah, ini pasti bukan hanya sekedar undangan, kan, pak pendeta?

Mayor, kau membocorkan rencana rahasia kita.

- Siapa yang bilang soal uang? - Aku pikir sekitaran lima-

Akan kuambil. Terima kasih banyak.

Dan kuharapkan kalian bisa datang di gereja sosial dan dalam gereja

jika anda punya waktu luang.

Waktu luang adalah salah satu yang sulit didapatkan sekarang ini. Begitu juga kucing.

Omong-omong, Amy, kamu sudah menemukan, uh, kitty, kitty, kitty?

Tidak.

Setidaknya jangan berikan kami harapan palsu soal datang ke gereja itu.

Ya. Lagipula, harapan adalah dasar bisnismu, kan, Barney?

Ya, dan juga iman.

Dan kedermawanan.

- Terima kasih. - Amy sudah cerita kenapa anda datang ke Wakely.

- Untuk menulis, berkonsentrasi. - Kalau anda kenapa datang ke sini?

Aku dipindahtugaskan.

- Yah, ceritakan pada kami pekerjaanmu. - Oke.

Aku seorang matematikawan astral.

Belum pernah kudengar.

Itu karena aku sendiri yang membuat istilah itu.

Biar aku tambah minumanmu.

Aku punya dana untuk mempelajari, uh,

struktur yang mungkin dari interior bintang

dan implikasi mengenai karakteristik radiasi mereka.

- Apa aku membuat kalian bosan? - Radiasi. Itu takdir yang tidak menguntungkan.

Itu pasti. Memang.

Selama tidak akan jadi bom.

Anda seorang ilmuwan. Bisakah anda menyangkal tanggungjawab itu?

Kalau anda?

Bagaimanapun, tak pernah ada kerajaan dengan banyaknya pertumpahan darah seperti yang terjadi pada Kristus.

- Dia Montesquieu, bukan? - Benarkah?

Siapa dia?

Seseorang yang layak dipelajari.

Sebaiknya kita tinggalkan orang-orang baik ini.

Ya, kau tak akan membiarkanku berjalan kaki, kan Barney?

Ny. Hood, anda sangat menawan.

- Akan kuambil mantelmu. - Apakah Tuhan membuatmu bosan, Amy?

Dalam area kebosananku, Ny. Hood, Tuhan bukanlah masalahku.

Istrimu sudah cerita kalau anda bermain catur dengan cara yang menarik.

Ya, kurasa begitu.

Kamu sedikit kasar kepada pendeta tadi.

Tidak, tidak, tidak, aku tidak begitu.

Dia tak apa. Aku menyukainya.

- Ya? - Ya.

Dan istrinya sangat menarik.

Ya, memang begitu, kan?

Ini, kurasa - Kurasa kamu butuh bantuan.

David.

Angka binari itu apa?

Nol atau satu...

tambah atau kurang.

Dalam urutan berpasangan.

Hei, itu memang betul.

Kamu gadis yang pintar.

Kamu tidak bodoh-bodoh amat.

Terkadang aku butuh bantuan.

Kapan?

Sekarang, mungkin.

Kau mendapatkannya.

Ada apa?

Scutt atau Cawsey.

Aku sudah mengunci semua pintu dan jendela di bawah.

Kita biarkan terkunci dulu mulai sekarang. Oke?

Bagus.

- Apa kamu mendengarku? - Apa?

Scutt atau Cawsey.

Kenapa?

Ku yakin kalau mereka bisa masuk ke kamar tidur kita.

Aku tidak percaya itu.

Siapa lagi selain mereka di sekitar sini?

Amy, kita tadi membiarkan pintu tidak terkunci.

Maksudku, bisa saja itu orang lain yang lewat.

"Orang lain yang lewat"?

David, orang asing datang ke rumah kita

dan memutuskan untuk mencekik kucing kita dan menggantungnya di lemari pakaian?

"Orang lain yang lewat"?

Cawsey atau Scutt.

Ini, Charlie. Ini cukup berat.

Cara yang buruk untuk cari nafkah, kan?

Apa kamu akan mengamati mereka sepanjang hari?

Apa kau akan merasa lebih baik jika aku keluar dan bicara pada mereka?

Belum tentu. Mungkin kita harus berkemas dan pergi dari sini.

Tak ada yang akan pergi.

Kenapa? Karena kita sudah sewa selama setahun?

Dengar, Amy, aku tidak akan...

keluar begitu saja dan secara terang-terangan menuduh mereka.

Kamu tak perlu menuduh mereka.

Kau bisa mulai dengan cerita kalau kucing kita telah dicekik dan lihat apa yang terjadi.

Kamu bisa percaya dengan kemungkinan yang ada, kan?

Oke. Oke.

Aku akan keluar dan akan cerita pada mereka jika kucing kita hilang

dan akan kutanya apa mereka pernah melihatnya.

Baiklah, kita lihat apa bagusnya itu.

- Kamu pikir itu belum cukup, ya? - Jauh dari cukup.

Mungkin kamu bisa menuliskan mereka catatan di papan tulismu.

Kurasa, dia mungkin menyukainya.

Dia mungkin menyukainya!

- Apa kabar kalian? - Baik-baik saja, terima kasih, pak.

- Bagaimana di atas sana? - Hampir selesai, pak.

- Kita akan selesai sehari lagi. - Mau rokok?

Aku suka aroma rokok Amerika itu, Pak Sumner.

Bisa kalian bantu aku dengan perangkap itu? Cuma taruh dalam rumah saja.

Tepat lewat sini.

Di sini dekat perapian.

Terima kasih.

Amy, dengar. Aku akan menangkap mereka.

Kapan?

Sekarang juga.

Terbuka atau tertutup, Pak Sumner?

Astaga, aku tak tahu.

Buka saja.

Jika kalian bisa.

Maaf, Charlie.

Cukup sakit, pak.

Kuhargai itu.

Hati-hati.

Awas tanganmu di per itu.

Benda yang berbahaya, pak.

- Ini gembok pengaman, pak. - Baik.

Ditaruh dimana, pak?

Letakkan di atas perapian situ.

Kalian suka bir?

- Sangat bagus. - Terima kasih.

Terima kasih.

Bersulang.

Bersulang, nona.

Bersulang.

- Pak Sumner. - Huh?

Apakah anda ingin berburu bersama kami suatu hari?

Aku, uh - aku tak terlalu sering berburu.

Tapi apakah anda pernah menembak, Sumner?

Hanya sekali dua kali, tapi itu-

Bukan masalah kalau begitu. Sebaiknya anda coba, pak.

Tinggal di Trencher, dengan area menembak di luar rumah. Norman?

Benar. Benar, pak.

Kapan?

Bagaimana kalau besok, pak?

Oke. Terima kasih.

Itu-Itu mungkin menyenangkan.

Aku akan suka. Terima kasih.

Bagaimana dengan garasinya?

Itu bisa menunggu.

Kita akan bertemu di Wakely pada setengah delapan pagi.

- Kau tau pub itu? -Yes, I do.

Kurasa kita sebaiknya kembali bekerja, pak.

Terima kasih sudah memasukkannya.

Tidak apa-apa, pak.

Aku, uh, aku tak punya senjata.

Tapi, uh –

apa ini bisa?

Akan ada senjata cadangan, pak.

Bagus.

- Terima kasih minumnya, pak. - Terima kasih.

- Sama-sama. - Terima kasih minumnya, pak.

Dengan senang hati.

Tunggu. Charlie, Charlie. Tunggu, tunggu, tunggu.

APA AKU MEMBUATMU LENGAH?

Patahkan, Mr. Sumner.

- Kenapa? Ini belum terisi. - Patahkan saja.

Begitu.

Disini anda berada, Pak Sumner.

Baiklah.

Ini karungnya.

Kita akan menangkap para bebek itu.

- Mereka kecil. - Ya.

Kami tidak ingin itu rusak karena tembakan kecuali jika anda harus melakukannya.

Tapi, jika kau tak bisa menangkap mereka,

tembak saja.

Mereka mungkin akan datang ke sini, pak.

Atau mereka juga bisa datang dari belakang, pak.

- Tapi aku tidak usah bergerak? - Tetaplah diam di tempat, pak.

Sekarang, kami akan berpencar. Jika anda butuh kami, panggil saja.

Lakukan itu.

Ini kantungmu, Norman.

Arahkan mereka padaku, Charlie.

Baiklah.

Semoga berhasil, pak.

Mungkin agak sedikit lama, pak.

Aku tetap di sini.

Siapa itu?

- David baik-baik saja? - Dia tak apa-apa. Sedang asyik sendiri.

Boleh aku masuk?

Baiklah.

- Apa kau mau minum? - Boleh.

Apa kau senang jika aku pergi? Kalau itu maumu, aku bisa.

Tidak.

Tinggal dan nikmati minumanmu. Aku ingin tahu pendapatmu tentang kucing.

Aku suka kucing kok.

Lepaskan aku.

Tidak.

Keluar!

Jangan menggodaku, Amy.

Kumohon.

Aah! Aah!

Tidak!

Aah!

Jangan. Kumohon, Charlie.

Amy.

Aku tak ingin untuk menggerayangimu, tapi akan kulakukan.

Tidak.

Jangan. Jangan.

Jangan! Jangan!

Jangan!

Jangan!

Jangan.

Jangan.

Amy!

Ti-tidak.

Pelan-pelan.

Maafkan aku, Amy. Maafkan aku.

Pegang aku.

Pegang aku. Pegang aku.

Tidak.

Jangan! Jangan! Jangan!

Kenapa kamu tidak membuka lemari?

Sudah tidak ada kucing di dalam situ.

Aku memecat Venner dan Scutt besok.

Hore kalau begitu.

Karena apa?

Karena mereka meninggalkanku di sawah tadi.

Mereka juga melayani yang tinggal di rumah dan menunggu.

Apa?

Tidak ada. Seandainya kamu sudah bicara jauh-jauh hari kepada mereka soal kucing,

- ini tidak akan pernah terjadi. - Tenanglah.

- Tak ada yang terjadi. - Tenang, tenang.

Aku tadinya akan mengatakan sesuatu sampai kamu mengeluarkan sikap bocahmu.

dan kehilangan kesempatanku untuk mencari tahu.

- David, aku tidak - - Aku belum selesai.

Kau menekanku, dan itu sama sekali tidak membantu.

Aku tidak begitu.

Kapan kamu bisa bersikap dewasa, huh?

Aku sedang mencobanya.

Yah, sudah terlambat.

Kenapa dari awal kamu bertanya saja pada mereka daripada membuatku terlihat seperti orang idiot dengan semangkuk susu itu?

Kau pengecut.

- Tidak. - Dan aku pengecut.

Polos dan dungu.

Aku tidak seperti itu.

Aku tak menyalahkanmu karena terus-terusan belajar.

Aku tidak-

Aku tidak ingin bersembunyi di sana bersamamu.

Aku - aku sudah tidak mau.

Oke. Hei.

Tenang, tenang, tenang.

Kalian dipecat, semuanya.

Maafkan kami, pak?

Aku sudah mencatat jam kerja kalian

dan aku memotong wa-waktu yang terbuang.

- Semua ada di sini. - Kenapa, pak? Kenapa semuanya dipecat?

Kami mungkin kelihatannya tidak bekerja seperti yang anda inginkan, pak–

- Dengarkan aku. - Pak, maksudku, kenapa bisa?

Kalian kupecat karena aku tak ingin kalian di sini. Kuminta kalian pergi. Sekarang juga.

- Apa sudah jelas? - Kami sudah bekerja sepanjang waktu, pak.

Sudah jelas, pak.

Yah, jika dia ingin tikus pergi, aku akan basmi mereka.

- Norman. - Huh?

Itu cara yang bagus untuk memperlakukan orang lain.

Kita akan tiba di gereja jam 8.

Dr. Allsopp, perkenalkan Amy dan David Sumner.

- Halo. Senang bertemu denganmu. Suamiku. - Halo, Pak Sumner.

Halo, Amy. Senang melihatmu di sini.

Akan kutunjukkan kursi kalian.

Halo, Pak Pendeta. Bagaimana kabar anda?

- Mungkin anda ingin duduk di sini. - Terima kasih.

- Kurasa kalian bisa melihat dengan jelas dari sini. - Tak apa-apa.

Apa kalian mau minum?

Ya, terima kasih.

Semoga kalian menikmati acaranya.

Terima kasih.

Beranilah.

Selamat malam, para hadirin.

Dan selamat datang ke ramah tamah sosial tahunan kita.

Sangat menyenangkan melihat wajah-wajah familiar lagi.

Dan juga wajah-yang-cukup-baru, ya.

Untuk memulai acara malam ini, sudah hadir Pendeta Barnard Hood.

Vikaris kalian, para hadirin.

Terima kasih banyak.

Dan sekarang, para hadirin, untuk trik sulap koranku yang terkenal.

Robekkan seperti tahun lalu, Barney!

Ya, dan mungkin juga tahun depan, Tom.

Ini dia, hadirin- trik yang sangat simpel.

Aku hanya merobek koran tepat di tengahnya.

Robek lagi. Lipat ke arahku.

Tolong, musiknya.

Buka dengan perlahan. Robek lagi.

Hampir selesai. Gulungkan ke arahku lagi.

- Anda menikmatinya, Ny. Johnson? - Ya, Pak Pendeta.

Trik yang bagus bukan? Kulakukan di depan cermin setiap malam.

Dan kita mulai untuk membukanya. Aku selalu menikmati ini.

Halo, David.

Ini memberiku kesempatan untuk mengejar ketertinggalanku.

- Hai. - Kita hampir sampai.

Satu kali lagi. Dan ini akhirnya.

Kamu mau rokok?

Dan kelihatannya seperti tidak pernah dirobek!

- Jangan. - Apa?

Jangan merokok di sini.

Dan kalian akan tahu jika yang itu juga seperti tak pernah dirobek!

Maaf soal itu, hadirin.

Tapi kurasa kalian akan tahu jika koran ini tak pernah dirobek dari awal.

- Halo, Henry. - Halo.

Aku ingin jalan-jalan.

- Maukah kamu menemaniku. - Dan sekarang, hadirin,

dan untuk pertunjukan utama,

Kuperlihatkan pada kalian gelas kosong.

Dan aku akan mengisi gelas ini dengan susu.

- Kalau diisi wiski, bisa, Pak Pendeta? - Tak ada yang lebih payah dari wiski.

- Ada kok. - Kau cuma pengangguran, Tom.

Sekarang, hadirin, akan kubuka tutup kaleng kokoa ku.

Dan dengan hati-hati, aku menaruh gelas

ke dalam kaleng dan mengganti tutupnya.

Aku mengangkat tongkatku dan kuucapkan kata-kata ajaib-

Dan kita dapatkan dalam kaleng

yaitu segelas susu penuh.

Barney si tua yang bijak!

Jika seandainya kau dapat hidayah, Tom, itu adalah keajaiban.

Terima kasih banyak. Terima kasih. Mayor.

Acara selanjutnya malam ini, para hadirin

- adalah seorang talenta, Miss Valerie Richards, - Kamu mau pergi?

Ya.

yang akan menyanyikan sajak "Cara Nome" dari opera Rigoletto.

Ayah? Janice.

Dia pergi ke halaman. Kemudian dia terlihat sedang jalan-jalan dengan Henry Niles.

Dia memegangnya, Ayah. Menyentuhnya.

John Niles.

Ada apa, Tom?

Ikutlah denganku.

Dia menyentuhnya. Di seluruh tubuhnya.

Tangannya menggerayangi tubuhnya.

Jangan takut, Henry.

- Akan kucari dia. - Tidak.

Biarkan para pria mencari Janice. Sisanya bisa menunggu, Tom.

Apa kau pernah mencium seseorang, Henry?

Belum.

Suruh teman-temanmu untuk mencarinya. Aku akan menunggu di pub. Cari mereka!

Apa kau ingin menciumku?

Ayo. Cari dia!

Tolong semuanya berdiri.

Saat cahaya-cahaya ini dipadamkan di hadapan kita

semoga mereka juga ditempatkan di hadirat Tuhan, Perawan yang Terberkati,

dan seluruh roh kudus.

Berikanlah kepada iblis sebuah hukuman dengan api abadi,

untuk selama-lamanya,

sampai dia bertobat.

- Janice? - Janice!

- Amin. - Amin.

- Aku harus pergi, Henry. - Jangan. Mereka bisa menyakitimu.

- Janice! - Kemari kesini!

- Dimana kau, Janice? - Henry!

- Janice! - Janice!

Kami tidak tahu di mana dia. Kami sudah mencari di seluruh kota!

- Cari terus. - Kabut akan segera datang.

Apa kau sudah mencari di truk dan semacamnya, mobil yang diparkir dekat gereja?

- Kalau begitu cari lagi! - Aku akan pergi dengannya, Ayah.

- Janice? - Janice!

Janice!

Kita hampir sampai.

Bisa kubantu?

David!

Astaga! Aku tidak fokus.

Ya Tuhan, David.

Tenanglah.

Baiklah. Ambil kuncinya.

Tenang, tenang, tenang.

David, kamu tahu kan ini Henry Niles?

Aku tak mau dia di sini.

Dia terluka.

Aku tak ingin dia di rumah ini.

Baiklah. Naiklah ke atas. Pergilah ke tempat tidur.

Mandilah. Dan pergi dari sini.

Dia tetap di sini sampai dokter datang.

Apa maksudmu, kau tak ingin dia di rumah ini?

- David, apa kamu sudah menghubungi orang lain? - Tidak!

Aku sudah coba dokter. Dia tak di rumah, dan konsul juga tertutup.

Tak ada yang menjawab. Akan kuhubungi pub.

- Pub Wakely Arms. - Halo, ini David Sumner.

Tidak. Dia tidak ada.

Kalau dia datang, bilang untuk menghubungi Peternakan Trencher. Henry Niles ada di sini.

Baiklah.

Itu si orang Amerika, mencari Allsopp.

Dia menabrak Henry Niles. Dia membawanya ke Trencher.

Botol.

Satu lagi.

Biarkan aku dan Norman masuk, Tom.

Kami kenal si Amerika itu.

- Aku hanya ingin tahu dimana Janice. - Kami akan mencari tahunya untukmu, Tom.

Riddaway akan menemanimu, Tom.

Baiklah.

- Ada Henry Niles bersama anda? - Tunggu dulu. Apa dokter datang bersama kalian?

- Kami ingin menemui Niles. - Kenapa? Ada apa?

Bangun!

- Bangun! - Jangan kau coba-coba menipu kami. Ayo bangun!

- Hei, tunggu sebentar. - Ayo! Ayo!

Dia terluka. Tulang rusuknya bisa patah.

Maaf, pak.

Dia akan semakin terluka jika dia tak katakan kepada kami di mana Janice Hedden.

- Kenapa dengan Janice Hedden? - Dia membawanya.

Apa yang sudah kau lakukan bersama Janice Hedden, dasar mesum sialan?

Lihat ini. Dia memainkan tipuan kotornya pada Janice Hedden.

Dia membawanya, dan tangannya terlihat memegang tubuhnya.

Dia lari, Niles mengejarnya, dan sekarang dia menghilang.

- Dengar, saya mengerti kekhawatiran anda– - Kau-

Jangan sakiti dia! Jangan lakukan itu.

Jangan kau coba-coba menyentuhku!

Ini bukan urusanmu, dan dari awal memang begitu.

Tidak apa-apa.

Tapi kau tak bisa menyakitinya begitu saja.

Dengar, Pak Sumner.

Kami datang untuk menangkap si cacat ini.

Dan kami akan melakukannya,

dengan atau tanpa kerjasamamu.

David, hentikan!

Hei, dengar.

Dengar, Henry, apa kau menemui Janice Hedden malam tadi?

Tentu saja dia menemuinya. Kau tidak mendengarku? Dia memainkan tipuan licik padanya.

Tenang saja. Henry, dengarkan aku.

Apa kau mengajak Janice Hedden keluar dari acara tadi? Huh?

Dengarkan aku. Kumohon.

Tuan-tuan, dia tidak berdaya. Lihat dia. Dia bahkan tak bisa melukai seekor lalat.

Lebih baik kalian mencari lagi Janice Hedden daripada terus berdiam diri di sini.

Kan?

Baiklah. Kami akan temukan Janice, kau carikanlah dokter.

- Aku tak ingin meninggalkannya di sini bersama istriku. - Kukira kau bilang dia tidak berdaya.

Ya. Kau tak akan meninggalkannya sendirian bersama istri atau anakmu, seandainya kau punya.

Itu berbeda, huh?

Dengar - dengar, kawan.

Dia tetap di sini bersamaku hingga dokter dan polisi tiba.

- Dia adalah tanggungjawabku. - Tanggungjawabmu?

Itu benar.

Kenapa?

Karena ini rumahku.

Oke, ayolah.

Ayo, ayo. Pergilah. Kumohon.

Polisi akan segera datang.

- Apa yang si brengsek itu katakan? - Dia tidak bicara.

Terus kenapa kalian tidak membuatnya bicara? Kalian ke sana untuk itu bukan?!

- David – - Kenapa kamu tidak membuat kopi saja?

Aku mau si Niles itu! Aku akan masuk.

- Tolong, David. Hentikan mereka. - Jangan khawatir.

Kokoh. Mereka tidak akan bisa masuk.

Aku tahu perasaan mereka.

Seandainya anakku yang menghilang, aku juga akan begitu.

Amy, tidurlah, huh? Ayo.

Aku bisa menanganinya.

Cepat berikan Niles!

Hei! Hei, hentikan itu!

Dengarkan aku. Jika kalian tidak berhenti, aku akan mengajukan tuntutan!

Oke, kalian sudah puas bersenang-senang.

Akan kuberi satu lagi kesempatan.

Dan jika kalian tidak pergi sekarang, akan ada masalah besar. Aku serius.

Ayo.

Chris!

Ayo. Mereka akan bekerjasama sekarang.

Naiklah ke atas. Jangan khawatir.

- Kamu mau ke mana? - Aku ingin memperbaiki jendelanya.

- Kau pikir kita bisa menyelesaikannya, Norman? - Kenapa?

Kita akan dapatkan Niles. Sudah kubilang kita akan menangkapnya.

Kalau begitu, kenapa berhenti?

Dia tak berhak untuk hidup, binatang seperti dia.

Tom, aku akan berputar, masuk ke jendela, dan mengeluarkan Niles secepat mungkin.

Yang lainnya, mengacaulah.

Hei!

Kenapa dengan kalian semua?

Kami hanya butuh si cacat itu, Pak Sumner.

- Kubilang tetaplah disitu! - Aku ingin ke WC.

Ayo.

Dengarkan ini, dasar Amrik idiot.

Serahkan Niles kepada kami atau seseorang akan terluka!

Ayo. Naiklah.

Aku tak ingin buang-buang waktu.

Kamu tak bisa meninggalkannya di sana.

Tapi aku sudah menggambar garis di tempat ini.

Tidak!

Aku ingin jawaban atau akan ada pertumpahan darah!

Kamu mau ke mana?

Serahkan saja Niles kepada mereka. Itu yang mereka inginkan.

Mereka hanya ingin dia.

Serahkan Niles, David!

Mereka akan menghabisinya.

Aku tidak peduli.

Keluarkan dia, atau rumahmu akan-

Keluarkan dia!

Kamu benar-benar tidak peduli, ya?

Sama sekali tidak.

Cawsey!

Kemarilah kesini!

- Masih ada wiski di truk! - Akan kuambil.

Tidak. Aku masih peduli.

Di sinilah aku tinggal.

Inilah aku.

Aku tak akan membiarkan adanya kekerasan di rumah ini.

Jangan khawatir.

Naik ke atas.

- Bagus! - Kumohon jangan tinggalkan aku.

Lakukan apa yang kuperintahkan,

Sialan! Keluar dari situ!

David? Ini aku, Mayor Scott.

- Masuklah. - Terima kasih.

Sepertinya anda melewati garis musuh.

Jangan khawatir soal itu. Kusuruh mereka semua pergi.

Maaf saya tidak ke sini dengan segera.

Ya, aku juga. Mereka memecahkan jendelaku.

David, Janice Hedden menghilang.

Tom sedang menggila bercampur kekhawatiran. Mereka semua mabuk di luar sana.

Aku tahu itu, tapi anda yang berkuasa di sini.

♪ Where can he be ♪

Aku tidak membunuh mereka, kau tahu. Malah aku membiakkannya.

Akan kuurus mereka.

- David! - Masih banyak lagi yang akan datang.

Tom, kau jadi sedikit bodoh.

Melempar batu dan hewan ke jendela orang lain. Kau harusnya lebih cerdas dari itu.

Katakan padanya aku mau Niles atau aku yang akan ke masuk!

Kau berikan senapan itu dan pergilah dari sini. Ini perintah.

Bagaimana dengan Janice? Itu bukan urusanmu.

- Dia mengambil Janice-ku. - Dengarlah, Tom.

Kita tak ingin ada masalah, bukan?

Tak bakalan ada masalah jika dari awal kalian serahkan Henry Niles.

Kau ingin menyingkirkan Emma-ku segera!

Sialan kau, Hedden. Berikan senapan itu.

Brengsek kau, Mayor. Lepaskan!

- David! - Bedebah!

Bangsat!

Bangsat kalian!

David, telepon! Telepon siapa saja!

Kumohon, telepon seseorang! David!

Telepon!

- Tak akan ada panggilan malam ini - Teleponnya mati.

Matikan lampunya. Lakukan.

Tak kusangka seseorang akan terbunuh, Norman.

Ya, ini cukup buruk. Kita semua kena.

- Kita kaki tangan. - Ini hukumnya.

Henry Niles!

David, serahkan Niles. Itu yang mereka mau.

Akan kusingkirkan mereka dari rumah ini.

Tolong! Dengarkan aku!

- Ayo! - Tutup mulutmu. Tutup.

Aku bisa menahan mereka. Jangan khawatir. Seseorang akan datang.

David!

Hentikan itu!

Seperti Mayor Scott?

David, bagaimana caramu menyingkirkan mereka?

- Aku bisa melakukannya. - Dengan cara apa? Ada lima pria di luar sana.

- Aku tahu itu. - Mereka punya senjata!

Aku tahu mereka punya itu.

- Sayang, aku tahu yang kulakukan. - Sialan kau, David!

- Jika kau tidak menyerahkannya, maka akan kulakukan sendiri! - Tidak, jangan lakukan.

Akan kami hancurkan jendelamu!

Ini urusanku. Lampunya.

Naiklah dan nyalakan semua lampu.

Mereka tidak akan bisa melihatku, tapi aku akan bisa melihat mereka. Lakukan.

Tidak.

Tidak, aku tidak mau.

Lakukan.

Sialan kau! Lakukan!

Lakukan!

Yee-hee-hee-hoo!

Dia menuju ke rumah kaca!

Norman!

Charlie! Di rumah kaca!

Apa yang ingin kau lakukan?

Apa kita punya tali? Huh?

Aku bicara padamu. Apa kita punya tali?

Tidak.

Kusarankan kau keluar lewat jendela.

Kurasankan juga untuk menyalakan semua lampu di lantai atas.

- Apa kita punya kabel? - Sudah kubilang, aku tak mau menolongmu.

Sudah kuduga.

Kenapa kau tidak hibur saja Niles?

Norman! Chris!

Siapa itu?

Dimana kau?

-Yaa-ha! -Aah!

Aku jatuh!

Dasar kau pembasmi tikus sialan!

Akan kulilit sepeda ini di lehermu!

- Sampai jumpa di bawah! - Yee!

Biarkan aku di depan pintu! Aku ingin Niles!

David, mereka di mana-mana. Apa yang akan kita lakukan?

David! Aah!

Amy.

Amy. Amy.

Buka pintunya, dan berikan Niles.

Tak akan kubiarkan mereka menyakitimu.

Kumohon, sayang.

Tunggu disitu. Aku akan datang, Charlie.

Tunggu. Tunggu, Tom.

No, David!

- Lepaskan! - Tenang, Tom.

Ayo, Tom! Tunggu sebentar!

Biarkan aku keluar, David!

David, aku sudah muak.

Jika kau tidak membiarkan mereka mendapatkan yang mereka inginkan, maka aku akan pergi.

Biarkan aku pergi.

Pergi. Pergilah.

Silakan.

Tidak! Ah!

Sekarang tetaplah di sini dan lakukan yang kuperintahkan.

Jika tidak, akan kupatahkan lehermu.

Masih banyak peluru, Tom. Cukup untuk mereka!

- Cukup Niles saja. - Dengar.

Dia tak bisa menembak lewat pintu itu.

Dasar kau bajingan bangsat!

Dengarkan aku.

Kau tahu apa yang akan terjadi jika mereka masuk? Mereka akan membunuh kita.

Mereka sudah tidak bisa mundur sekarang.

Kau mengerti itu?

Kita mati begitu mereka masuk.

Terima kasih, sayang. Tetaplah di sini.

Cawsey, kemari ke sini! - Dimana kau?

Cawsey, come here! - Where are ya?

- Kau bisa masuk? - Ya, kurasa begitu.

Mereka akan bersembunyi dari senapan itu. Masuklah lewat jendela dan buka pintunya.

Hei. Pastikan Tom tidak menembakku.

Dia tak akan melakukannya. Aku akan bersamanya.

Ny. Sumner, aku punya sesuatu untukmu. Lihat.

Aah!

Kau sudah melihatnya?

Keluar! Keluar!

Lepaskan.

Bergerak sedikit saja, dasar bajingan, dan akan kugorok lehermu.

Berikan tanganmu yang satunya.

Ayo.

Ini bukan perbuatanku, pak. Ini perbuatan Venner dan Hedden.

Yang mengincar istrimu.

Apa aku menyakitimu, Pak Scutt?

- Leherku di kaca jendela. - Bagus.

Kuharap lehermu tergorok.

Keluar ke sini!

Amy, ke sini.

Keluarkan aku dari sini!

Tom!

- Tunggu. Baiklah. - Perhatikan kepalaku.

Tahan sedikit. Itu dia.

Naik ke atas.

Sudah selesai.

David! David! Tidak!

Biarkan– David! Tidak!

Tidak! Aah!

David! Tidak! Aah!

Buka pintu loteng. Ayo.

Ayo.

Tom!

Buka pintunya, atau kalian akan hancur berkeping-keping!

- Kau bajingan. - Oke. Oke, tenanglah.

Dimana dia? Aku tak bisa melihatnya.

Buka pintunya!

Siram air lagi!

Norman, Tom! Kemari ke sini!

- Pintunya! Tak bisa terbuka! -Tom!

- Aku mendapatkannya! - Ini akan menahan mereka. Di mana tiangnya?

Ayo. Teriaklah jika kau melihat mereka datang dari depan.

Charlie! Kemarilah ke sini!

Cepat!

Ini dia!

Teruskan, Norman! Lakukan terus!

- Tom! - Sedikit ke kananmu.

- Perhatikan yang ini.

Dia memutar musik.

- Berikan senapannya, Tom. - Minggir dari situ. Aku akan masuk.

Tetap arahkan senapannya, maka dia tidak akan mendekatimu.

Aku memegangmu, Tom!

Ada apa, Tom?

Mati kau! Akan kuhabisi kau!

Jangan masuk. Jangan masuk ke sini.

Malam, Pak Sumner.

Ayo!

Ayo maju!

Tak ada pelurunya.

Sudah terisi.

Kenapa tidak kau tunjukkan saja padaku?

Aku punya banyak waktu, Pak Sumner.

David, tolong aku!

Charlie!

Tidak! Lepaskan!

Tidak! Aah!

Jangan! Jangan!

Bawa dia ke bawah, Charlie.

Buat dia tertidur.

Akan kupanggil jika sudah siap.

Lakukan saja, Charlie.

Tidak, Charlie!

Astaga.

Akhirnya selesai.

Amy? Ambil- Ambil senjatanya.

Amy.

Gunakan senjatanya, Amy.

Oke. Oke?

Kamu baik-baik saja?

Aku tidak tahu jalan pulang.

Tak apa-apa.

Aku juga tidak.

Manual Translation by chandler479 Instagram: @zulfikarr479 - Salam dari SMAN 12 Makassar -

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.