All language subtitles for In.Flames.2023.WEBRip.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American) Download
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Terima kasih.

Sudah kehendak Allah.

Ayahmu orang baik.

Semoga dia beristirahat dengan tenang.

Amin.

- Selalu doakan dia. - Ya.

Sampai jumpa, Nak.

Sampai jumpa.

Petugas pemakaman akan mampir nanti.

Suruh dia mengemasi seprai dan piring-piringnya.

Beritahu adikmu agar mengambil roti untuk makan malam.

Pamanmu akan bergabung dengan kita setelah pemakaman.

Dia belum ambil rotinya?

Mungkin dia lupa, ingatkan saja.

Apa alien benar-benar ada?

Namaku Teetoo.

Petugas birokrat Galaktika.

Kau baru saja menyelamatkan nyawaku.

Itu makanan untuk para tamu.

Lantas kenapa? Hampir semua tamu sudah pergi ke pemakaman.

Bukankah seharusnya kau ikut dengan Paman Nasir?

Ibu bilang aku tak perlu ikut.

Sekarang kau kepala rumah tangga.

Kau harus pergi ke acara-acara seperti itu.

Apa itu artinya aku bisa memiliki televisi kakek?

- Kenapa? - Berdiri.

Ayo bantu aku bersih-bersih.

Cepatlah. Kau tak ingin Paman Nasir memergokimu sedang menonton TV.

Cepat!

Aku bicara dengan Iftikhar saat di pemakaman.

Dia meminta uangnya.

Kau sudah dengar kabar darinya?

Tidak. Semuanya terjadi begitu cepat.

Kau tahu bagaimana itu.

Lumpur di kuburan belum kering.

Namun, burung-burung bangkai sudah berputar-putar di atasnya.

Usman juga memanggilku.

Apa dia meneleponmu?

Tidak.

Dia orang yang baik.

Lebih baik dari si berengsek Iftikhar itu.

Kau berutang pada Usman tagihan listrik selama enam bulan.

Dia tidak pernah mengusikmu tentang hal itu.

Tapi keadaannya sudah berubah.

Kesabarannya sudah habis.

Dulu ayah yang selalu mengurus semua masalah ini.

Tiba-tiba dia jatuh sakit.

Aku akan menyelesaikannya.

Kakakku selalu ketat dalam urusan uang.

Aku selalu berpikir, jika dia tidak menjadi polisi...

...dia akan menjadi seorang rentenir yang hebat.

Fariha.

Aku ingin membantumu dalam semua urusan ini.

Itu akan membuatku senang...

...jika kau izinkan aku mengurus semua biaya ini.

Tidak, itu terlalu banyak.

- Kami bisa mengatasinya sendiri. - Kenapa tidak?

Sekarang ini menjadi tanggung jawabku.

Aku ingin semua masalah ini diselesaikan dengan baik.

Agar tidak jadi masalah di kemudian hari.

Aku harus pergi sekarang.

Terima kasih sudah datang.

Tak masalah.

Berhenti!

Berhenti sekarang juga!

Pelacur!

Berhenti!

Mariam, apa yang terjadi?

Aku sedang menyetir ketika seorang pria...

Dia muncul entah dari mana.

Dia melempar batu bata ke jendela mobilku.

Dia mengejarku.

- Aku masih tidak mengerti. - Rabiya, apa yang terjadi?

Mariam, ini sepupuku, Asad.

Dia baru saja pulang dari Kanada.

Apa kau baik-baik saja?

Kita tak bisa biarkan siapapun melakukan itu padamu.

Apa kau ingat tempat kejadiannya? Kami akan ke sana denganmu.

Baiklah.

Kau yakin ingin membuat laporan polisi?

Kau tahu seperti apa ibumu.

Jika dia tahu kejadiannya...

...kau takkan diizinkan lagi membawa mobil atau ke perpustakaan.

Mari kita cari solusi lainnya.

Bilang saja ada orang mabuk.

Dan dia ingin mencuri sesuatu.

Atau ada anak-anak yang bermain kriket.

Ya, itu bisa. Anak-anak itu memecahkan jendela mobil.

Apa gunanya melibatkan polisi?

Kenapa kau menanyai kami?

Kami tak tahu apa-apa.

Pergi dari sini.

Dia boleh melakukan apa saja atau memakai baju sesuka dia.

Memangnya kapan kami melakukan sesuatu yang merugikan dia?

Asad, ayo kita pergi. Asad, ayo. Asad...

Apa kalian tak punya ibu atau saudara perempuan?

Wanita-wanita kami tidak berkeliaran di jalanan seperti wanita kalian.

Mariam, ayo kita pergi dari sini.

Aku ingin membuat laporan polisi.

Memang ada bedanya?

Jelas ada.

Rabiya, jika kau tak mau ikut, akan kuantar kembali ke perpustakaan.

Itu bukan masalah.

Kau tahu berapa banyak kecelakaan yang terjadi setiap hari di Karachi?

Kau bahkan tak mendapatkan plat nomornya.

Ini bukan kecelakaan. Dia diserang.

Tapi kau bilang mobilnya rusak.

Mobilnya rusak karena serangan itu.

Aku ingin bicara dengan Sub-Inspektur Iqbal.

Bu, kau pikir kau siapa?

Sub-Inspektur tidak masuk hari ini.

Aku cucu dari Komisaris Distrik.

Kau harus menghubungi Sub-Inspektur.

Bilang padanya aku menunggu untuk bicara dengannya. Mengerti?

Baik, Bu.

Dulu kakekku jadi pemimpin di sini.

Jika kau ingin kita bertemu...

Kita bertemu besok di perpustakaan, ya?

Ya, tentu.

Kalau begitu, sampai jumpa besok.

Sampai jumpa besok.

Baiklah.

Baiklah.

Aku...

Kau?

Aku harus pergi.

Baiklah.

Maaf. Tentu saja.

Jangan beritahu ibu. Duduklah di belakang.

Paman Nasir tadi menelepon.

Apa yang dia mau?

Dia punya kabar baik.

Bahwa dia akan bayar semua hutang kita.

Itu adalah anugerah Allah.

Tagihan listrik, uang sekolah Bilal, dan biaya rumah sakit.

Semua itu terlalu banyak. Ini berita bagus, bukan?

Jika ada yang ingin membantu kita, siapa kita untuk menolaknya?

Aku sudah selesaikan semuanya dengan Paman Nasir.

Dia hanya minta agar kutandatangani beberapa dokumen terlebih dulu.

Jangan tandatangani apapun.

Kenapa? Kenapa tidak boleh?

Dia tak pernah menunjukkan ketertarikan pada kita sebelumnya.

Ketika kakek masih hidup, dia tak pernah datang ke rumah ini.

Tak ada yang memberikan sesuatu secara cuma-cuma...

Diam.

Kumohon, diamlah.

Kau tidak mengerti.

Aku tak mengerti?

Siapa yang dulu mengemis pada pemilik toko agar diberi pinjaman?

Siapa yang pergi ke rumah sakit sendirian...

...untuk meyakinkan dokter, agar bisa mendapatkan potongan biaya?

Apa yang tak kupahami?

Aku ibu di rumah ini. Aku yang membuat keputusan.

Bukan kau.

Cukup.

ASAD ABBAS TERIMA/TOLAK

Apa sudah ada perkembangan dari polisi?

Tidak, belum.

Sudah kubilang jangan sia-siakan waktumu.

Kau bilang apa pada ibumu?

Ada orang yang ingin masuk ke dalam mobil kami di malam hari.

Dia tidak akan bisa menerima kenyataan sebenarnya.

- Bagaimana kabarnya akhir-akhir ini? - Lebih baik.

Tapi kau tahu seperti apa dia.

Dia membuat segalanya menjadi tidak proporsional.

Jika kukatakan padanya soal kejadian sebenarnya...

...dia takkan pernah mengizinkanku ikut ujian.

Kadang aku bertanya-tanya kapan ujian ini akan berakhir.

- Dan kita jadi dokter sungguhan. - Selamat pagi.

Selamat pagi.

Kami sedang belajar di sini.

Ada waktu sebentar untuk mengobrol?

Tentu.

Jadi, bagaimana kuliahmu?

Lumayan. Insya Allah, aku akan ikut ujian bulan depan.

Apa kau kuliah untuk kualifikasi medismu juga?

Tidak, untuk masuk Fakultas Kedokteran.

Kau belum...

Aku sudah mendapatkan gelar pra sarjanaku di Kanada.

Tapi kuliah kedokteran di sana sangat sulit.

Jadi menurutmu lebih mudah di Pakistan?

Tidak, bukan itu maksudku.

Aku bercanda.

Ya, benar.

Ya. Bagus.

Apa semuanya baik-baik saja?

Ya, tapi...

Apakah kita baik-baik saja?

Tentu saja, kenapa?

Maksudku, aku mengirimimu permintaan pertemanan.

Kau tak harus menerimanya atau apapun.

Tapi kurasa kita punya hubungan yang baik.

Bukan seperti itu.

Tapi itu karena kuliahku. Dan banyak masalah di rumah.

Aku tak ada waktu untuk pertemanan baru.

Tak apa-apa.

Kau harus punya prioritas.

Sebaiknya aku pulang sekarang. Rabiya mungkin sudah menungguku.

Baiklah.

Sampai jumpa.

ASAD ABBAS TERIMA

- Mau ke mana kau? - Ganti baju.

Cepat.

Halo?

Apa kau tak ada kerjaan lain?

Baru sejam yang lalu kita mengobrol.

Aku sedang memikirkan dirimu. Kau sibuk?

Tidak juga. Aku harus membantu ibu menyiapkan makan malam.

Kau masak apa?

Sayur pare. Atau labu. Aku masih bingung.

Kari pare adalah kesukaanku.

Kenapa kau lama sekali?

Asad, nanti kutelepon lagi.

Mariam... Mariam...

Mariam...

Istirahat minum teh?

Situs Pasti Gacor Bonus Di Depan 50% Main di WINJOS Pasti WIN & JOS Wedenya Kunjungi vip.kingjos.shop

Kau tak menyerah juga, ya?

Sejam saja tanpa dirimu terasa berat. Kau sibuk?

Tidak, listriknya baru menyala lagi.

Paman Nasir baru saja pergi, dan aku sedang bersih-bersih.

Paman Nasirmu yang berengsek itu, andai aku bisa bicara dengannya.

Sungguh?

Jika kau mau, akan kubereskan dia.

Aku punya paman yang juga sama seperti dia.

Sekarang dia tak pernah mengganggu kami lagi.

Bagaimana persiapan ujianmu?

Baik. Sampai jumpa.

Setelah ibuku meninggal...

...saudara-saudaranya berusaha menyita semua propertinya.

Ayahku menghubungi pengacaranya dan meminta agar menyelesaikannya.

Kau ingin nomor pengacaranya?

Ya.

Aku akan bicara dengannya dan beritahu bahwa kau akan menelepon.

Kau bisa berikan referensiku.

Baiklah. Berapa biayanya?

Tidak terlalu mahal. Kurasa...

Duduk yang benar.

Ini bukan film Bollywood.

Dasar berengsek.

Kau yakin tak bisa pergi ke pantai?

Tidak, sebaiknya jangan.

Maksudmu bisa?

Diam.

FM 87.60

Aku sudah bilang paman bahwa kau akan ikut.

Aku tahu, Bu. Tapi tanpa sesi ini, aku bisa tak lulus ujian.

Tunggu sebentar.

Halo?

Baiklah. Ya, tak masalah.

Bilal, cepat, mereka hampir sampai.

Kau sudah selesai membuat roti isinya?

Ya, aku juga membawa saus tomat.

Andai saja kau memberitahuku lebih awal.

Aku akan beritahu lebih awal jika aku tahu.

Pemberitahuannya di menit-menit terakhir.

Lalu aku harus bilang apa pada mereka?

Mereka akan mengira kau menghindari mereka.

Katakan saja yang sebenarnya. Aku harus belajar.

- Jika mereka minta tandatanganmu... - Apa kau serius?

Menurutmu mereka berencana menyenangkan kita, lalu menipu kita?

Bu...

Baiklah, jika kau tidak ikut. Pegang terus ponselmu.

Bilal, ayo berangkat. Kunci pintu di belakangmu.

Terima kasih, Bu.

Jangan terlalu dramatis, Mariam.

- Tapi, bagaimana jika... - Jangan ada pengandaian.

Kami pernah ke gubuk itu beberapa kali.

Itu milik teman masa kecil Asad.

Santai saja.

- Ya, tapi bagaimana jika seseorang... - Takkan ada yang mengetahuinya.

Asad itu memang agak aneh, tapi dia sangat sopan.

Halo? Mariam?

Baiklah, sebentar.

Pakai ini.

Kau terlihat sangat cantik.

Warna itu cocok untukmu.

- Kau juga terlihat tampan. - Terima kasih.

Aku membeli baju baru. Cuacanya sempurna.

Sempurna untuk ke pantai.

Ayo.

Hati-hati.

- Kau sudah siap? - Ya.

Itu gubuk temanku.

Kuncinya pasti ada di bawah jerigen solar.

Apa dia tahu kita akan datang?

Ya.

Ya ampun.

Teknikmu salah.

Lalu kenapa tak kau tunjukkan padaku, Nona Tahu Segalanya.

Kau harus tambahkan lebih banyak air.

Sepertinya kau tahu cara melakukan segalanya.

Bahkan cara berenang dengan memakai syal ini.

Itu cocok untukmu.

Bahkan bisa sambil tidur.

Sungguh?

Aku bercanda.

Saat berumur sepuluh tahun, aku terluka di leherku.

Untuk menyembunyikan bekas luka, ibuku memberiku syal.

Awalnya itu adalah kebiasaan, lalu menjadi tugasku.

Tapi bukankah bekas lukanya sudah sembuh sekarang?

Ada bekas luka yang tak pernah sembuh.

Kau hanya perlu hidup bersamanya.

Aku punya sesuatu untukmu.

Apa? Kau tak perlu...

Aku terbayang dirimu ketika melihatnya.

Dasar bodoh.

Boleh aku memakaikannya padamu?

Ini tidak hanya dimaksudkan sebagai lelucon.

Aku tahu kau tak bisa memakai sesuatu yang terlalu romantis.

Orang akan banyak bertanya.

Memakai gelang yang bertuliskan "Gila" itu tidak aneh?

Tak ada yang akan bertanya-tanya kenapa aku memakainya?

Kenapa harus melakukannya?

Apa yang kau...

Tunggu sebentar, perempuan gila.

- Tidak, tidak, tidak. - Tidak?

Lihatlah betapa bagusnya hasil fotonya.

Itu bagus. Dengar, pakai helmmu dengan benar.

Asad.

Asad?

Asad?

Asad?

Asad?

Asad! Asad. Asad...

Bangun.

Asad, bangun...

Asad, bangun. Asad, bangun.

Asad, tolong bangun. Asad?

Asad! Asad, bangun. Asad.

Tidak.

Pak...

Bisa antar aku ke Johar?

Silakan duduk, Nyonya.

Nyonya...

Kau tak perlu membayar.

aku senang bisa mengantarmu pulang dengan selamat.

Sangat berbahaya di luar sana. Jaga diri kau baik-baik.

Terima kasih.

Akhirnya kau bangun.

Kupikir kau takkan pergi ke perpustakaan hari ini.

Semua orang menanyakanmu.

Sebelum kau bertanya...

Paman Nasir tak pernah menyebutkan soal dokumen atau tanda tangan.

Cuacanya sempurna. Bilal, beritahu saudarimu.

Ya.

Tapi kami terjebak macet dalam perjalanan pulang.

Saat itu jam 1 pagi saat kami tiba. Kau sudah tidur.

Perjalanan panjang itu sangat buruk untuk punggungku.

Bilal, ambilkan dua butir obat penghilang rasa sakit dari kamarku.

Pakailah sepatumu, kita harus pergi.

Mereka akan memecatku jika terlambat lagi.

Bu, aku akan belajar dari rumah hari ini.

Bilal, ayo pergi. Ayo cepat.

Apa Ibu tahu di mana ponsel kakek?

Apa?

Ya, itu ada di laci, kenapa?

- Ponselku rusak. - Lagi?

Aku tak sanggup jika harus selalu memperbaiki barang-barangmu.

Kau harus lebih berhati-hati. Bilal, ayo pergi.

Jika kau tetap di rumah, masak makan malam.

Buatlah kari miju-miju, aku akan membawakan nasinya. Ayo pergi.

8 PESAN BARU

APA KAU BAIK-BAIK SAJA? HUBUNGI AKU SEGERA

Ada apa?

- Pria itu. - Pria apa?

Di bawah.

Aku sedang di balkon, dan dia...

- Bilal, ayolah. - Apa yang telah terjadi?

- Aku akan bicara dengan penjaga. - Dan katakan apa padanya?

Tidak bisakah kau lakukan ini nanti? Pamanmu sedang menuju ke sini.

- Ayolah, Bilal. - Mariam? Mariam!

Saat kau menonton kriket, pria-pria aneh menerobos masuk ke kompleks kita.

- Nyonya, aku minta maaf. - Haruskah aku memecatmu?

- Jangan khawatir. - Jangan khawatir?

Seorang pria melakukan masturbasi di luar jendelaku...

...dan aku tidak perlu khawatir?

- Aku akan pergi dan memeriksanya. - Ayo pergi, Bilal.

Nyonya, biar aku saja yang membereskannya. Nyonya?

Tidak banyak, hanya teh.

Salam, Paman.

Salam, Anak-anak.

Kemari dan kita nikmati ini.

Bilal, aku belikan ini khusus untukmu.

Begitulah dia.

Dia selalu melakukan segalanya sesuai aturan.

Selagi orang lain sibuk cari uang,...

...ayahmu hanya peduli tentang reputasinya.

Rekan-rekannya sibuk membangun rumah yang besar.

Tapi kakakku hanya mendapatkan apartemen kecil ini.

Dia hampir tidak meninggalkan apapun.

Biar kulihat siapa itu.

Ada apa?

Nona, kami sudah menangkap remaja yang mengganggumu itu.

Jika bisa, harap ikut untuk mengkonfirmasi identitasnya,...

...lalu kami akan menyerahkannya kepada polisi.

- Jangan sekarang. - Nona, ini hanya butuh waktu sebentar.

Apa yang hanya butuh waktu sebentar?

Apa masalahnya?

Tuan, Nona ini melaporkan tentang seorang pria.

Kami sudah menangkapnya, tapi kami butuh dia...

...untuk mengkonfirmasi identitasnya.

- Seorang pria? - Bukan seperti itu.

Ayo.

Kenapa kau lakukan ini?

Pria seperti ini hanya bisa diproses dengan kekerasan.

Sekarang dia takkan melakukannya kepada wanita manapun lagi.

Nak, balikkan dia.

Jadi? Ini orangnya, 'kan?

Nona? Nona!

Bilal, jaga kakakmu.

- Mariam? - Kakak?

Anakku...

Bu, kakak sudah bangun.

Bagaimana perasaanmu?

Apa yang telah terjadi?

Kau pingsan.

Mungkin itu serangan asma.

Syukurlah Paman Nasir ada di sini. Bilal dan dia yang membawamu pulang.

Fariha, bisa aku bicara?

Ya?

Syukurlah dia sudah membaik.

Kurasa dia stres karena akan ujian.

Sebaiknya jangan terlalu menjadi beban bagi anak-anak kita.

Kita harus ingat...

...bahwa dia baru saja kehilangan kakeknya yang amat dia sayangi.

Istriku juga pernah mengalami hal yang sama.

Kami kenal seorang ahli spiritual yang sangat dihormati.

- Ya. - Dia akan sangat membantu.

Akan kuberikan nomor teleponnya, dan kau harus membawa Mariam.

Terima kasih, akan kulakukan itu.

Ada satu hal lagi.

Pengacara telah selesai menyusun dokumennya.

Dia akan mengirimkannya besok.

Jika menurutmu itu yang terbaik.

Kalau begitu, aku pamit dulu.

Baiklah.

Apa yang Paman katakan?

Tidak ada.

Apakah dia menyebutkan soal dokumen-dokumen itu?

Kau baru saja bangun.

Dan sudah penuh dengan kecurigaan.

Mariam, tak semua orang di dunia ini tak bisa dipercaya.

Jika tidak ada Paman Nasir, aku tak bisa mengatasi semua ini.

Dia yang menyediakan semua obatmu dan alat bantu nafas itu.

Jika tidak, kita terpaksa harus membawamu ke rumah sakit.

Bu...

Mungkin ini salahku. Terlalu memberi kebebasan padamu.

Tapi tidak lagi. Mulai sekarang, kau akan belajar di rumah.

- Kau tahu aku tak bisa fokus di rumah. - Aku ibumu, 'kan?

Beri kesempatan padaku untuk jadi ibumu.

Situs Pasti Gacor Bonus Di Depan 50% Main di WINJOS Pasti WIN & JOS Wedenya Kunjungi vip.kingjos.shop

Tarik napas, Mariam. Ada apa? Katakan padaku.

Ayo, cobalah untuk bernapas. Bernapaslah. Pelan-pelan.

Bernapas. Pelan-pelan.

Tarik napas lebih dalam. Tarik napas, Mariam. Ayo, Mariam.

Mariam, sayangku...

Mariam...

- Salam, Nyonya. - Salam.

Kami dari firma hukum Anwar & Hasan Associates.

Ada dokumen yang harus ditandatangani oleh Ny. Fariha Rizvi.

Ya, itu aku. Apa Paman Nasir yang mengirimmu?

Ya, bisa tunjukkan kartu identitasmu?

Baiklah.

Ini.

Terima kasih.

Kami butuh tandatangan dan parafmu.

- Di halaman ini? - Ya, benar.

Bu, aku tidak enak badan.

Sebentar.

- Halaman ini juga? - Ya.

Dia belum pulih benar dalam beberapa hari terakhir ini.

Dan tadi malam, dia tak bisa bernapas.

Mungkin karena serangan asma. Dia biasa mengalaminya saat kecil.

Tapi tak pernah separah ini.

Bisa juga karena stres akibat ujiannya.

Karena khawatir akan dirinya, aku terjaga sepanjang malam.

Tolong, beri kami saran dan doamu.

Tentu, siapa nama gadis itu?

Mariam Rizvi.

- Umur? - 25 tahun.

- Apa dia sudah menikah? - Belum.

Kenapa belum?

Aku ingin menunggu hingga dia menyelesaikan studinya lebih dulu.

Oh, begitu.

Suruh dia ulurkan tangannya untuk diberkahi.

Baiklah.

Baik. Mariam?

Kemarilah.

Apa kau menjalankan ibadah dengan rutin?

Setiap ibadah akan mendapatkan ampunan dari Allah.

Dengan sholat, puasa, sedekah dan istikomah dalam kebajikan,...

...kau bisa menjaga imanmu tetap kuat dan tubuhmu sehat.

Terutama bagi para wanita agar terjaga kesucian mereka.

Setiap insan harus ingat untuk tetap berada di jalan yang lurus.

Dan tetap menjaga kesuciannya.

Aku sudah berikan anak ini herbal spiritual.

Sebaiknya diminum dua kali sehari dengan air putih.

Dengan izin Allah, dia akan segera sembuh.

Terima kasih banyak, Tuan.

Bilal, ayo kita pergi.

Sungguh hari yang melelahkan.

- Salam. - Salam, Nyonya.

Kau mungkin tak ingat padaku, tapi dulu aku bekerja pada ayahmu.

- Ya, siapa namamu? - Afzal.

- Afzal, bagaimana kabarmu? - Nona, aku baik-baik saja.

Apa yang membuatmu datang ke sini?

Aku datang untuk menyampaikan beberapa berita penting.

Apa semuanya baik-baik saja?

Aku datang untuk memperingatkanmu.

Tentang apa?

Adik ayahmu membuat laporan ke kantor polisi.

Apa?

Dia menyatakan bahwa kalian tinggal di sini secara ilegal.

Bagaimana bisa begitu?

Aku bisa menahan berkasnya selama beberapa hari, tapi...

Setelah itu aku tak bisa apa-apa.

Akan lebih baik jika kau tinggalkan apartemen ini sesegera mungkin.

- Aku tidak mengerti. - Permisi, aku harus kembali.

Bedebah itu.

Dia tak mau menjawab teleponku.

Bu...

Aku tahu apa yang telah terjadi.

Kau tak perlu mengingatkanku pada kebodohanku.

Aku hanya ingin bilang temanku punya kenalan pengacara.

Mungkin bisa membantu.

Baiklah.

Berikan nomer teleponnya.

Mariam?

Cepat.

Kita harus segera ke kantor pengacara itu.

Kasus-kasus properti selalu jadi tantangan.

Bisa memakan waktu hingga sepuluh tahun untuk menyelesaikannya.

Tapi ini rumahku.

Ayahku berniat mewariskan rumah itu padaku.

Aku mengerti, tapi karena sistem hukum dan budaya kita,...

...tidak memungkinkan properti diwariskan ke anak perempuan.

Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk membantumu.

Tapi ada juga masalah biaya untuk jasaku.

Apa kau sudah mencoba berunding dengan Pak Nasir?

Dia tak mau mengangkat panggilan teleponku.

Dia tak mau bertemu kami lagi. Dia bahkan mengambil mobil kami.

Sejak itu kami harus naik bis dan becak ke mana-mana.

Aku tak pernah membayangkan akan menjadi seburuk ini.

Tolong bantu kami.

Mobil itu juga atas nama ayahmu?

Ya.

Aku akan berusaha yang terbaik untuk membantu.

Kebanyakan wanita takut pergi ke pengadilan.

Sepertinya kau akan dimanfaatkan untuk alasan ini.

Aku akan berusaha sebaik mungkin.

Tapi kita masih harus membahas soal biayanya.

Saat ini kami kesulitan dalam masalah pembayaran.

Tapi aku janji kami akan bayar.

Bu...

Sepertinya gelangku tertinggal di becak.

Aku akan memeriksanya.

Apa?

Becak itu pasti sudah pergi sekarang.

Aku akan bergegas.

Apa maumu?

Nona, aku sedang di area ini.

Dan ingin menengokmu. Setelah pertemuan malam itu,...

...aku selalu memikirkanmu.

Semua baik-baik saja saat ini.

- Terima kasih atas bantuanmu. - Tak perlu berterimakasih.

Sudah kehendak Allah aku di sana untuk membantumu.

Namaku Saleem. Jika butuh becak, hubungi saja aku.

Terima kasih, sampai bertemu lagi.

Nona...

Aku dengar tentang kecelakaan yang kau alami.

Apa kau dengar tentang yang lainnya?

Tidak, aku tak dengar apapun.

Tapi aku kenal pekerja ambulans di daerah itu.

Aku bisa membawamu ke sana dan bicara...

Tidak, aku tak bisa sekarang.

Bagaimana kalau besok?

- Ya, mungkin. - Aku bisa datang jam 9 pagi.

Baiklah. Tak apa.

Sampai jumpa besok.

Jika datang sebagai perorangan, tunjukkan KTP dan kartu rumah sakit.

Tidak, aku ingin menanyakan tentang pasien.

Namanya Asad Abbas. Usianya 25 tahun.

- Dia mengalami kecelakaan... - Bu, aku butuh nomor kamarnya.

- Apa kau kerabatnya? - Kejadiannya Rabu malam lalu.

Dia mengalami pendarahan hebat di kepalanya.

Mungkin dia akan membutuhkan transfusi darah.

Bisakah kau periksa bangsal penyakit syaraf?

- Apa kau seorang dokter? - Bukan.

Aku masih kuliah untuk menjadi dokter. Aku bersamanya saat kecelakaan itu.

Bisa kau periksa?

Sebentar.

Bu, kau harus bicara pada perawat yang sedang bertugas.

Apa kau ingat jam berapa dia masuk?

Rabu. Tanggal 3 Juli.

Antara pukul enam sore dan 12 malam.

Yasir Mateen yang bertugas pada hari itu.

Dia libur hari ini, besok masuk, bisakah kau kembali lagi besok?

Aku tak bisa datang besok, bisa tolong hubungi dia?

Kakakku tertembak. Tolong bantu.

Kami akan mengurusmu. Nyonya datanglah besok.

Cepat! Dia kehabisan darah.

Tidak perlu seperti ini.

Dengan senang hati. Kupikir mungkin kau suka menikmati hidangan penutup.

Ny. Rizvi, seperti yang sudah kukatakan...

Jika kau tak bisa mengumpulkan uangnya, aku tak bisa menerima kasusmu.

Aku paham ini waktu yang sulit bagimu.

Tapi beginilah caraku mencari nafkah.

Itu sebabnya aku ingin bicara lebih lanjut denganmu.

Suamiku orang yang sulit.

Setelah kematiannya, dan sekarang kematian ayahku,...

...aku harus belajar bagaimana mengurus diriku sendiri.

Andai saja...

...ada seseorang yang bisa mengurusku.

Dan aku bisa mengurus mereka. Hidup akan jadi lebih mudah.

Sebaiknya aku pergi.

Sebentar. Tunggu...

Nanti dulu, kumohon...

- Aku harus bicara denganmu. - Jangan sekarang.

Ya, sekarang.

Baiklah.

- Apa kau sudah gila? - Apa yang terjadi?

"Apa yang terjadi?" Kau bercanda?

Aku berusaha menelepon dan mengirim pesan padamu.

Jika aku tak tanya ibumu, pasti kupikir kau sudah meninggal.

- Aku sakit. - Kau tahu apa yang terjadi?

Keluarganya sangat terpukul.

Mereka tanya apa aku tahu sesuatu, dan apa yang bisa kukatakan?

Aku sudah ke rumah sakit.

Mereka menyuruhku kembali lagi besok, mungkin...

Mariam...

Saat itu ramai sekali, aku hampir tak bisa bicara pada perawatnya.

Kau tahu, aku suka bermimpi.

Asad seperti berusaha mengatakan sesuatu padaku.

Dia menungguku di pondok pantai.

Aku masih bisa menyelamatkannya.

- Dia ingin bicara padaku. - Mariam...

Pemakamannya minggu lalu.

Aku turut berduka. Tak bisa kubayangkan apa yang kau alami.

Aku sangat mengkhawatirkanmu.

Kupikir aku kehilangan kalian berdua dalam kecelakaan itu.

Semua orang berpikiran begitu.

Jika kau butuh sesuatu, aku selalu siap membantumu.

Mariam?

Apa kau lihat itu?

Apa?

Ada apa?

Tidak ada.

Bilal mana?

Dia turun untuk bermain.

Tadi kau tak ada di perpustakaan.

Ketika aku menjemputmu, penjaga bilang kau sudah pergi.

Bu, Rabiya mengantarku pulang.

Baterai ponselku mati, jadi aku tidak bisa menelepon.

Maaf.

Kemari dan duduklah denganku.

Setelah ayahmu meninggal, aku tidak bisa tidur.

Aku menunggu matahari pagi sepanjang malam.

Jika berhasil tidur, aku akan dapatkan mimpi buruk yang sangat mengerikan...

...hingga aku berjanji pada diriku untuk tidak pernah tidur lagi.

Kau masih kecil.

Dan aku masih mengandung Bilal.

Ayahku kenal seorang ahli spiritual yang sangat dihormati.

Kami pergi menemuinya.

Atas perintahnya, kusingkirkan semua barang milik ayahmu.

Surat-surat, foto-foto, buku catatan.

Kusembunyikan semuanya.

Itu malam pertama selama beberapa bulan dimana aku bisa tidur.

Aku pergi menemui ahli spiritual itu sekali lagi.

Dia memperingatkanku jika aku menemui ayahmu lagi...

Maksudku, memimpikan ayahmu...

...itu berarti bahwa putriku sedang mengulangi kesalahanku.

Mariam...

Apapun yang terjadi padamu, kau bisa ceritakan padaku.

Aku janji akan memperbaiki semuanya.

Apa Bilal mengisi tangki air?

Apa?

Kurasa begitu.

Bagus.

Aku ingin mandi.

Kurasa tak ada yang perlu kukhawatirkan.

Kita akan segera bersatu kembali, Mariam.

Ibumu yang menghalangi kita.

Bukankah aku sudah menjagamu?

Jangan takut.

Mariam...

Mariam. Lepaskan dia. Lepaskan.

Itu adikmu. Lepaskan dia.

Bilal. Jangan sentuh dia.

- Bilal... - Bilal?

Apa yang kau lakukan padanya?

Bilal?

Bu...

- Bu... - Tidak apa-apa.

Tarik napas, tarik napas...

Ibu sedang apa?

Aku sedang sholat Istikharah.

Kau tahu apa itu Istikharah?

Jika menghadapi keputusan besar, kau meminta petunjuk dari Allah.

Ini adalah ibadah khusus yang disebut Istikharah.

Jadi, apa keputusan ibu?

Jangan pikirkan itu. Jaga saja saudarimu.

Kau tahu dia sangat menyayangimu.

Ya, Bu.

Anakku yang pemberani.

Sekarang mari kita berdoa lalu tidur.

Ya.

Dia akan dimasukkan ke dalam api yang menyala.

Begitu pula istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).

Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.

Ponselku akan berbunyi dengan keras jika kau membutuhkanku.

Aku juga sudah membelikan pulsa untukmu.

Jika kau perlu sesuatu, telepon saja.

Tetangga kita, Saleema, akan datang dan memeriksamu.

Aku akan pulang jam dua siang.

Apa kau bisa memasak?

Atau sebaiknya kuminta pada Saleema untuk membawakanmu makanan?

Aku akan minta pada Saleema agar membawakanmu makan siang.

Ayo pergi, Bilal.

Ashok.

Ashok, ada kadal di dindingku.

Ashok.

Mariam.

Apa yang telah terjadi?

- Nyonya, kau baik-baik saja? - Mariam...

Apa?

Mariam tidak baik-baik saja. Dia membutuhkanku.

Afreen, bolehkah aku meminjam mobilmu?

- Apa semuanya baik-baik saja? - Izinkan aku memakai mobilmu.

- Nyonya, aku bisa mengantarmu. - Tidak, aku pergi sendiri saja.

Mariam-ku...

Hubungi aku saat kau tiba di rumah.

Nyonya, kau tampak cantik hari ini.

Kau berpakaian seperti ini untuk pergi ke rumah sakit?

Tidak, kita harus pergi ke tempat lain.

Ke mana pun yang kau mau, Nyonya, aku siap melayanimu.

Mariam, namanya Mariam.

Setiap hari dia datang ke sini selama bertahun-tahun.

Sungguh tak berguna.

Afreen, aku terlambat.

-Bibi? - Aku akan membawakan mobilmu.

Bisakah kau jemput Bilal dari sekolah?

Ya, tolong jemput dia. Aku akan kembali sebelum itu.

Bibi, ini aku, Rabiya. Teman Mariam.

Apakah kau melihatnya?

Tidak, dia tidak ada di perpustakaan hari ini.

Aku tahu. Dia juga tak ada di rumah.

Dia tidak mengangkat teleponnya. Tetangga tak tahu di mana dia.

Aku pikir, mungkin...

Jika kau tahu di mana dia, tolong beritahu aku.

Bibi, kurasa aku tahu di mana dia.

Kita harus pulang.

Nyonya, cuacanya sangat indah.

Kenapa kita tak tinggal untuk melihat matahari terbenam?

Ibuku sebentar lagi akan pulang.

Aku akan membersihkan diri, lalu kita harus pergi.

Baik, Nyonya.

Nyonya, bukankah ini yang kau inginkan?

- Siramkan ke gubuk. - Bu?

Kerjakan saja apa yang kukatakan.

Mariam...

Asad?

Asad.

Kenapa kau lakukan ini, Mariam?

Bukan kemauanku.

Kau sudah meninggalkanku hingga mati, bukankah itu cukup?

Mariam...

Mariam!

Tidak.

Mariam!

Mariam...

Situs Pasti Gacor Bonus Di Depan 50% Main di WINJOS Pasti WIN & JOS Wedenya Kunjungi vip.kingjos.shop

Apa kabar, anakku?

Assalamualaikum.

Bagaimana kabarmu?

Kupikir kau meneleponku untuk memberikan kunci rumah.

Tapi sepertinya kau bahkan tak berkemas sama sekali.

Meski begitu, kurasa perabotan di sini adalah milik kakakku.

Kakakmu, ayahku, adalah pria dengan prinsip-prinsip yang hebat.

Lalu kenapa kau bisa menjadi bedebah seperti ini?

- Apa? - Seorang bedebah dan pengecut.

Hanya ada satu cara untuk menghadapi pria seperti itu.

Aku sudah bicara dengan pengacara mengenai kasus ini.

Sampaikan salamku untuk istrimu.

Mariam.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.