Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
TEMPAT, KARAKTER, ORGANISASI, DAN INSIDEN DALAM DRAMA INI ADALAH FIKTIF.
Kasus nomor 199, persidangan pertama 167.
Menurut Pasal 297 KUHP, terdakwa dituntut
hukuman penjara dua tahun enam bulan atas pemerkosaan dan kekerasan.
Terdakwa menunjukkan penyesalan mendalam atas tindakan kejahatannya,
telah mencari penyelesaian dengan korban,
dan sedang mabuk saat kejadian itu, sehingga dia tak mengingatnya.
Kami bermaksud mempertimbangkan baik-baik kondisi mental dan fisik tersangka.
Penyesalannya dan keinginan untuk berdamai
merupakan faktor penting dalam proses hukum
dan dipertimbangkan dalam putusan.
Dengan demikian, tersangka dijatuhi
hukuman penjara dua tahun enam bulan.
Pak Petugas.
Apa dua tahun enam bulan itu lama?
Ya, tentu. Itu sangat lama.
Saat itu,
kau sudah di kelas enam, Junu.
Apa hakim yang memutuskannya?
Ya, hakim yang memutuskannya.
Kenapa?
Kenapa?
Karena...
seperti itulah hukum bekerja.
Lalu bagaimana dengan ibuku?
- Apa? - Saat aku kelas enam,
apa ibuku akan membaik?
Seorang pastor yang memerkosa wanita
- dalam jemaatnya ditangkap. - Meski memiliki riwayat pemerkosaan,
- dia menjadi sopir taksi. - Dokter memerkosa dan merekam
- pasien yang sedang dibius. - Seorang pria didakwa
atas pemerkosaan berat dan dihukum penjara 21 tahun.
TRANSPORTASI DARURAT
Tunggu! Junu! Tidak! Jangan!
- Lepaskan aku! - Tidak!
- Pisaunya! - Lepaskan aku!
Itu tidak bisa untuk membunuh.
Pisau itu terlalu pendek.
Dia bunuh diri...
setelah perbuatan bajingan itu kepadanya.
Itu pembunuhan.
YOON CHANGJAE
SATU MILIAR WON
POTONG TELINGA
Ibu?
Berita berikutnya.
Pria bertopeng memilih target dan memutar roda rolet
untuk memilih aksi dan hadiah.
Dia meminta Kim Gukho dibunuh sebagai target berikutnya
di saluran siaran pribadinya.
Sementara itu, Kim Gukho telah dibebaskan dari penjara setelah 13 tahun.
20 MILIAR WON
BUNUH
Aku akan bunuh diri jika jadi dia.
Seseorang bunuh bajingan itu!
NO WAY OUT: THE ROULETTE
20 MILIAR WON UNTUK PENJAHAT TERKENAL
TARGET PRIA BERTOPENG, KIM GUKHO
SIAPA PRIA TOPENG DALANG PEMBUNUHAN?
Jemaat terkasih,
ada banyak hal
yang tak bisa dicapai dengan iman di dunia ini.
Terlalu banyak.
Orang tua mengalami kesulitan.
Namun, anak-anak juga, dalam tumbuh besar. Bukan hanya orang tua yang berjuang.
Tanyakan kesukaan anak-anak kalian.
Pergilah ke warung internet bersamanya.
Lihat gim yang mereka mainkan di sana. Tanyakan warung internet favoritnya.
Kudengar mereka menyajikan makanan enak.
Kalian bisa duduk di sampingnya dan makan.
Seperti itulah anak-anak tumbuh.
Pastor, lalu kapan kita berdoa?
Berdoa...
Ya, kita harus berdoa. Berdoalah,
tapi lakukan setengah hati.
Jemaat terkasih, berdoa itu
seperti jaring keamanan masyarakat.
Meski ada polisi, kejahatan muncul.
Meski ada UU lalu lintas, kecelakaan terjadi.
Meski ada rumah sakit, orang meninggal.
Meski begitu, bawa anak-anak kalian ke gereja di hari Minggu.
Seperti itulah gereja kita akan tumbuh.
Haleluya.
- Amin. - Amin.
GEREJA MIDIAN
- Terima kasih atas berkatmu. - Sama-sama.
Terima kasih.
- Terima kasih. - Ya.
Dia pemuda yang luar biasa.
Benar. Dia bahkan bukan keluarganya. Dia merawatnya bertahun-tahun.
Kebanyakan keluarga bahkan tak melakukannya.
Siapa yang begitu berbakti?
Pak Tua,
itu berbahaya.
Bagaimana jika kau mati?
Kau dulu banyak membicarakan tentang ingin masuk surga.
Kau hanya bisa masuk surga setelah membayar dosamu.
Tapi kau jauh dari selesai.
Memohonlah kepada Tuhan-mu
agar membiarkanmu mati.
Tak akan kubiarkan berakhir begitu saja.
Lampu hijau, lampu merah!
Lampu hijau,
lampu merah!
Lampu merah...
- Pastor! - Pastor!
- Pastor! - Pastor!
- Pastor! - Pastor!
Ayo makan camilan, Anak-anak!
Ayo! Piza!
Obatnya kurang efektif sekarang?
Kenapa dia bertingkah?
Pak Tua.
Bisa-bisanya kau lakukan itu
di depan orang lain?
Dongha.
Apa kau mau melihat ayahmu?
Pastor itu
seperti ayah juga bagiku.
Boleh kutanyakan sesuatu?
Kenapa kau
mencoba membunuh ayahmu?
Membunuh
bukan hal yang tepat untuk balas dendam.
Buat mereka merasakan derita yang melebihi kematian.
Buat mereka hidup dalam ketakutan dan rasa malu,
tanpa bisa mati.
Itulah balas dendam yang sebenarnya.
Itulah metode yang kupilih.
Aku sudah lelah.
Begitu juga ibuku.
Aku ingin itu berakhir sekarang.
Baiklah.
Anggap saja
kau dan ibumu telah menahannya seumur hidup.
Tapi jika dia mati begitu saja,
di mana penderitaannya?
Bukankah sangat tidak adil?
Kau tak akan bisa melupakan ini dan hidup di neraka selamanya.
Sampai saat ini,
aku sudah hidup di neraka.
Aku ingin bebas sekarang.
20 TAHUN LALU
Junu.
Ya?
Jaga ibumu.
Lalu ini nomor ponselku.
Hubungi aku jika terjadi sesuatu, ya?
Baik. Terima kasih.
Ya. Pergilah.
Ibu.
Ibu.
Ibu?
Pastor?
Pastor.
Junu.
Kau belum tidur?
Apa ibuku di sini?
Sebenarnya...
Ibumu sakit, jadi, aku merawatnya.
Jangan mengkhawatirkannya.
Pergilah tidur.
Sial.
Ibu.
Ibu.
Ibu baik-baik saja?
Junu.
Ibu...
Ibumu sakit. Kau pergi saja.
Ibu.
Junu.
Dengarkan aku, mengerti?
- Ayo. - Lepaskan aku!
Lihat perbuatanmu ini.
Sial.
Kau tak tahu berapa yang kuhabiskan untuk membeli ini?
Sudah pecah. Benar-benar hancur.
Aku tak melakukan kesalahan kepada ibunya.
Kenapa dia menggigit...
PIALA PENGHARGAAN PASTOR PARK MYEONGHWAN
Junu.
Sudah cukup.
Kumohon.
Ibu!
Ibu!
Kau bangun dari pengaruh obat dengan cepat.
Biasanya, sulit untuk bangun.
Senang melihatmu berusaha untuk bertahan hidup.
Bagaimana rasanya...
berpikir bahwa seseorang,
di suatu tempat, pada suatu titik...
mungkin membunuhmu?
Apakah menakutkan
mencoba kabur dan selamat dari dasar...
rantai makanan?
Astaga.
Tapi itu berakhir terlalu cepat.
Mengecewakan sekali. Tidak seru.
Benar, bukan?
Aku penasaran pilihan apa...
yang dipilih putramu?
TAMAN MIDIAN
LOKASI SAAT INI
Sial.
MEMBUNYIKAN ARLOJI
Jika kau menyuntik ini ke jantungnya,
semua pembuluh darahnya akan pecah.
Ini akan membakar menembus setiap serat otot.
Itu penderitaan yang dia rasakan.
Paling lama, penderitaannya berlangsung...
selama lima menit.
Kutanyakan sekali lagi.
Apa menurutmu
itu cukup untuk membayar kerugian hidupmu?
Hanya lima menit?
Namun,
semuanya harus adil, bukan?
YOUTV MENGUNDUH
Mereka menemukannya.
UNGGAHAN BARU KOORDINAT KIM GUKHO
Lokasi Kim Gukho muncul!
Kita harus ke sana sebelum orang berkumpul. Injak gas.
Dasar bajingan gila. Sialan.
Pak Kim Gukho.
Sebentar lagi akan seru.
Dongha.
Kau kehabisan waktu.
Ya, Pak.
- Bagaimana? - Seperti katamu,
responsnya luar biasa.
Semua orang tampak putus asa.
Bagaimana dengan pastor?
Dia sudah tiada.
Bagaimana dengan Dongha?
Dia akan gagal.
Kemungkinan besar.
Dongha...
Dongha!
Ayah...
Ayah minta maaf...
Ayah bersalah.
Dongha...
Dongha...
Apa kau sangat membenci Ayah?
Diamlah.
Ya, Ayah tahu.
Kau tidak bersalah.
Ayah yang salah.
Ayah minta maaf.
Ayah menyesalinya.
- Diamlah. - Dongha.
Pikirkan ibumu.
Kau harus hidup bahagia dengan ibumu sekarang, Dongha.
Benar, bukan?
Maafkan Ayah.
Ayah minta maaf.
Tak peduli sekacau apa dunia ini,
bagaimana bisa seorang anak mencoba membunuh ayahnya?
Dasar bajingan.
Dongha.
Ayah memberimu kesempatan, dasar bajingan.
Kenapa kau mencoba melakukan kejahatan?
Terima kasih atas segalanya.
Haleluya, Bajingan!
Hei.
Apa kau dalang dari semua ini?
Biar kutanyakan sesuatu.
Kenapa?
Kenapa aku?
Katakan. Kenapa harus aku?
Ada banyak orang jahat.
Dunia ini
dipenuhi bajingan yang lebih parah dariku!
Penuh dengan mereka!
Jadi, kenapa aku?
Jawab aku.
Aku sangat ingin tahu.
Aku sudah menebus kesalahanku, bukan?
Jadi, kenapa harus aku, Bajingan?
Menebus kesalahanmu?
Siapa yang memutuskannya?
Hukum!
Hukum negara ini!
Hukum negara ini yang memutuskan, Bajingan!
Dosamu...
Ya, kau menebusnya, mudah sekali.
Tapi apa itu cukup?
Kau pikir itu cocok denganmu?
Kau menikmati ini, bukan?
Benar, bukan?
Kau pikir seru bermain-main dengan nyawa orang?
Kau pikir kau tuhan?
Dasar berengsek!
Kau!
Kau lebih buruk dariku!
Setidaknya,
jangan pernah mengusik putraku, Bajingan!
Mengerti?
Siapa menurutmu yang paling ingin...
membunuhmu?
Berengsek.
Kubunuh kau, Bajingan!
Kim Dongha!
Sadarlah, Berandal!
Mengerti?
Kenapa kau begitu menyedihkan?
Karena aku putramu!
Kim Dongha!
Kim Dongha!
Dongha, letakkan itu.
Letakkan itu.
Letakkan itu.
Meski semua orang melakukannya, kau tak boleh.
Aku di sini. Kemarilah.
Letakkan itu, ya?
Aku mengerti perasaanmu.
Aku tahu bagaimana hidupmu.
Aku tahu betapa buruknya kehidupanmu. Aku memahaminya.
Ayo, lihatlah. Aku di sini sekarang.
Aku akan menanganinya sekarang. Biar aku saja.
Ya? Dongha, berikan kepadaku sekarang.
Tidak apa-apa.
Berikan kepadaku. Bagus.
Bagus. Kerja bagus.
Kerja bagus.
Kemarilah.
Kemarilah.
- Kerja bagus. - Sial.
Berdirilah.
Kim Gukho!
Jangan bergerak!
Kuperingatkan kau.
Jika kau tetap maju, akan kutembak.
Jangan bergerak!
Sialan! Tolong hentikan! Dasar keparat!
Saat memikirkan putriku, aku ingin membunuhnya melebihi kalian.
Aku ingin mengarahkan pistol ke kepalanya dan menarik pelatuknya.
Tapi aku tak bisa! Kenapa?
Karena!
Karena aku polisi!
Dasar berengsek!
Apa kalian akan menjadi binatang...
demi membunuh binatang itu?
Semuanya...
Tolong letakkan senjata.
Hei! Apa yang kau lakukan?
Nak!
Beri tahu mereka!
Apa yang terjadi jika Ayah suntikkan ini?
Apa yang kau lakukan?
Tembak dia!
Tembak! Tembak saja dia!
Bunuh saja dia!
Begitu banyak bajingan yang muncul.
Mereka bekerja keras.
Pastikan kau belajar giat.
Serta baik kepada ibumu.
Ini pasti akhir bagi Ayah.
Sialan, 20 miliar won-ku!
Uangku!
Uangku!
Mundurlah!
Tangkap mereka!
Menyingkir!
Dasar bajingan gila.
Kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
- Bawa dia. - Baiklah.
Ayo pergi.
Hei.
Hei, kau tak apa-apa?
Ya, aku tak apa-apa.
Pergi ke mana dia?
Siapa?
Joongsik!
Hei, Bung!
Dilaporkan bahwa Kim Gukho tewas dari luka tembak
di dadanya sekitar pukul 20.00 semalam di kapel pinggiran Kota Hosan,
hanya dua minggu setelah pembebasannya.
Kim Gukho sudah mati.
Gereja Midian telah mengelolanya sejak 1989.
Tak ada yang tak lazim.
Jadi, maksudmu
panti jompo dan panti asuhan itu
milik orang dalam kondisi vegetatif?
Ya.
Tapi dalam praktiknya, itu dijalankan oleh Seong Junu...
Kudengar dia bahkan bukan pastor.
Ya, dia tidak terdaftar dalam denominasi mana pun.
Pendidikan dan namanya palsu.
Di dalam basis data kita, tidak ada
yang cocok dengan registrasi kependudukan, riwayat finansial, atau DNA-nya.
Jadi, kita hanya tahu penampilannya?
Ya, untuk saat ini.
Apa itu mungkin di Korea?
Di abad ke-21?
Apa kata putra Gukho? Dia melihatnya.
Dia tetap diam.
Benar juga.
Joongsik juga di sana.
Apa dia tak melihatnya?
Benar. Kurasa dia tak lihat.
Ayah...
Ayah...
Sayang.
Apa kau dengar itu?
Dia bicara.
Apa?
Somi baru bicara.
Somi, Ibu dan Ayah di sini.
Somi.
Ibu...
Ya?
Ya, Somi.
Ya, Ibu di sini. Ibu ada di sini.
Katakanlah. Ada apa?
Ada apa?
Apa?
Apa?
Apa? Apa katanya?
Apa katanya?
Tangannya mati rasa.
Dia ingin kau melepasnya. Katanya mati rasa.
- Tanganmu mati rasa? - Ya.
- Anak kita sudah bangun. - Dia bangun.
Putri manis kita...
Putri kita sudah bangun.
Syukurlah.
- Terima kasih. - Terima kasih banyak.
Astaga.
TOTAL SALDO: 20 MILIAR WON KOREA
Hei, Semuanya. Ini aku.
Siap untuk babak berikutnya?
BEBERAPA BULAN KEMUDIAN
Kau siapa?
Di mana dia?
Kau siapa?
Aku tak akan bertanya lagi.
Di mana dia?
Aku tak tahu.
TEKAN ENTER
Kejutan!
Senang melihatmu lagi, Pak Baek Joongsik.
Ada sedikit darah di sini.
Apa aku benar? Baek Joongsik?
Maaf.
Abaikan bahasa Korea-ku. Bahasa Korea-ku buruk, jadi...
Aku punya berita untukmu.
Aku dapat klien baru.
Dia memintaku membunuh
pria bertopeng.
Aku tahu. Kau mengincarnya.
Benar?
Baiklah.
Mendekatlah.
Ini masalahnya.
Lebih baik kau berhenti...
sekarang.
Atau aku akan memburumu dan membunuh semua yang kau sayangi.
Aku tak bercanda.
Jadi, jangan menghalangiku.
Dia milikku.
Diterjemahkan oleh Andrea Altini
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.