Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
TEMPAT, KARAKTER, ORGANISASI, DAN INSIDEN DALAM DRAMA INI ADALAH FIKTIF.
MENYAMBUT ABAD KE-21 DENGAN PELABUHAN INCHEON
Tolong paspornya.
Tolong paspornya.
Terima kasih.
MICHAEL CHANG AMERIKA SERIKAT
Terima kasih.
Kau membuat hariku menyenangkan.
Harimu akan menyenangkan.
SEHARI YANG LALU, TOKYO
Halo, Pak Yamaguchi.
Hai!
Hai.
Aku di sini untuk Penyimpanan 3. Bisa minta kuncinya?
Aku pemilik Penyimpanan 3. Berikan kuncinya.
Bos...
Ada apa?
Ada yang datang.
Dia ingin bertemu denganmu.
Siapa?
Entahlah.
Seperti apa wajahnya?
Dia tersenyum.
NO WAY OUT: THE ROULETTE
20 MILIAR WON UNTUK PENJAHAT TERKENAL
TARGET PRIA BERTOPENG, KIM GUKHO
SIAPA PRIA TOPENG DALANG PEMBUNUHAN?
EP06. MR. SMILE
Lokasi.
Lihat Petanya.
Ambil semua perangkat penyimpanan
seperti ponsel pintar, laptop, dan kartu memori
untuk merekam.
Dimengerti.
Bawa dia hidup-hidup, mengerti?
Selama dia aman, bukan?
Jangan khawatir.
Dia setuju menerima setengah miliar won setelah selesai.
Itu setengah miliar won!
Kau suruh membawanya hidup-hidup?
Ya, Bu.
Kita hanya harus menunggu sekarang.
Dasar bodoh.
Kota Hosan, sadarlah!
- Sadarlah! - Sadarlah!
Apa nama kodenya tadi? "Mr. Smile"?
Ya, desas-desus mengatakan dia dari Filipina
atau Jepang.
Kebangsaan, nama, dan usianya tak diketahui.
Astaga. Jadi, kita akan bakar satu miliar won untuk desas-desus?
Dia tak mau memberi diskon.
Namun, kudengar pekerjaannya selalu tuntas, mari kita percayakan.
Setelah pembayaran dilakukan, dia menangani siapa saja,
baik dari Yakuza, Mafia, atau CIA.
Namun,
polisi dan wartawan berkemah di sana.
Bagaimana mengeluarkan Kim Gukho?
Sebagai pembunuh profesional,
dia akan mulai dengan menembak dari atap.
Dia akan membidik Kim Gukho
dan menembakkan peluru karet ke kepalanya. Dor!
Satu tembakan!
Itu akan membuatnya pingsan.
Lalu dia akan menembakkan pistol kait ke gedung seberang,
bertengger di tepian atap, dan bersiap untuk melompat!
Dia akan santai meluangkan waktu untuk menikmati pemandangan Kota Hosan.
Lalu dia akan meluncur dengan mulus.
Meluncur!
Tanpa ada yang tahu,
dia akan mendarat dengan lembut
di rumah Kim Gukho.
Lalu apa?
Lalu
dia menyelinap masuk seperti bayangan
lewat pintu belakang,
melihat Kim Gukho yang tidak sadar seperti anak kecil,
mengangkatnya dengan mudah,
dan berjalan menuju karabiner yang dia siapkan sebelumnya.
Dia akan penuh gaya memasang kabel ke karabiner
dan mengeluarkan Kim Gukho tanpa diketahui siapa pun.
Seolah dia adalah Superman... Tidak.
Seolah dia naik seperti naga.
Terbang!
Dia akan menyeberang ke gedung berikutnya dan kabur.
- Sempurna... - Hentikan!
Apa ini film?
Sialan!
Dasar bodoh.
Astaga.
Aku...
Aku membunuh Kim Gukho.
Aku melakukannya! Aku membunuh Kim Gukho!
Target 1 sudah mati.
Apa-apaan? Kau membunuhnya?
Seseorang membunuhnya.
Seseorang siapa?
Entahlah.
Baiklah, bagaimana dengan Target 2?
Entahlah.
Sial, kau tak tahu apa pun! Begitukah?
- Selesai. - Selesai? Hei, tunggu.
Sial!
JUHO
PETUGAS PARK
- Kau temukan lokasinya? - Ya, Letnan.
Ponsel putrimu baru menyala. Di jalur gunung di Seongjae-dong.
Namun, sekarang sudah mati lagi.
Sulit menemukan lokasi pastinya.
Seongjae-dong.
- Seongjae-dong. - Ya!
Seongjae-dong!
Hei! Kembali!
Dari mana kau?
- Kau tak menjawab! - Apa?
- Kau parkir di mana? - Kenapa?
Kim Gukho diserang. Ayo pergi.
- Apa dia mati? - Kita harus cari tahu.
Ayolah!
Ayo pergi sekarang!
Hei, kau lebih dulu.
Apa maksudmu? Mobilku...
Kita harus naik mobilmu!
Nyalakan mobilnya. Biar kuambil perlengkapanku.
Aku hanya menyalakan mobil. Cepat keluar!
- Halo? - Petugas Park.
Putriku diculik oleh Yoon Changjae.
Bajingan itu juga menyimpan ponselnya.
Diculik?
Jika dia belum pergi jauh,
Yoon Changjae pasti berada dalam radius 500 meter.
Jadi, pergilah dahulu.
Aku hampir lupa! Dengarkan aku baik-baik.
Baiklah.
Jangan sampai Yoon Changjae melihatmu.
Nanti putriku akan benar-benar dalam bahaya. Mengerti?
Baik, aku mengerti.
Aku segera ke sana.
RUTE LOKASI TERAKHIR: PEJAGALAN SUAN
AREA TERLARANG DILARANG MASUK KARENA KARANTINA
PEJAGALAN SUAN
DILARANG MASUK, TINDAKAN KARANTINA UNTUK PENYAKIT MENULAR TERNAK
Somi, kau di dalam?
Somi, aku polisi.
Sialan.
Sialan.
Sialan.
Aku di depan Pusat Medis Universitas Hosan tempat Kim Gukho dirawat.
Menurut sumber di dalam,
Kim Gukho ditikam berkali-kali oleh Seo, yang kini ditahan,
tapi lukanya tak mengancam jiwa.
Kim Gukho saat ini dalam pemulihan pascaoperasi.
Dia sudah bangun dari anestesi dan sadar.
Bagaimana kabar Kim Gukho?
- Apa lukanya tak mengancam jiwa? - Apa dia sadar?
- Tolong katakan sesuatu. - Baiklah.
Kim Gukho saat ini dalam kondisi kritis.
Semoga kalian semua mendoakan Kim Gukho
agar cepat pulih.
Aku pengacara Lee Sangbong.
- Terima kasih. - Setelah Kim Gukho pulih,
- dia akan pulang? - Sekian.
- Kita lakukan lain kali. - Berapa lama lagi
- kau akan mewakili Kim Gukho? - Pak Lee!
Apa lagi yang kau inginkan? Mau lebih?
Sialan.
Selamat siang.
- Kami harus menggeledahmu. - Lagi?
Kau punya profesionalisme yang kuat.
Tak ada pengecualian.
Berikan tasmu.
Angkat tanganmu.
Ini detektor logam yang sangat kau sukai.
SOJU
Kau punya profesionalisme yang kuat.
Kau boleh meminumnya. Kau bekerja sangat keras.
Tidak.
Profesional sejati itu bekerja.
Ya, Pak. Profesional sejati.
Kau bekerja keras.
Kau sudah bangun.
Lakukan sesuatu soal ini.
Para bajingan ini.
Mereka ingin imbalannya!
Mereka tak memberiku obat penghilang rasa sakit.
Hei, Petugas Park.
Di mana kau? Kau menemukannya?
Dasar pencuri sialan!
Dengar, Pak Baek.
Kenapa kau melakukan hal seperti ini?
Apa-apaan?
Hei.
Tunggu!
Tunggu.
Kenapa kau yang angkat ponselnya?
Tunggu.
- Sial. Kenapa kau kirim polisi? - Halo?
Tak ada rasa percaya dalam hubungan kita sekarang.
Tunggu.
Tunggu. Tidak.
- Akan kupotong jari Somi. - Somi.
- Somi. - Akan kubungkus dan kukirim.
Aku bersalah. Maafkan aku.
Aku bersalah.
Somi, beri salam. Ini ayahmu.
Aku akan memotongnya sekarang.
Bajingan!
Hei, Bajingan!
Akan kubunuh kau jika tertangkap!
Hanya satu jari sehari.
Jika kau lakukan ini sekali lagi, putrimu benar-benar mati.
Bawakan aku Kim Gukho.
Aku... akan cari cara.
Cuacanya bagus sekali.
Aku permisi.
Kau bajingan terbesar di dunia, Keparat.
Truk sampah akan keluar.
Semua termasuk tim malam bekerja keras sejak pembangunan kembali.
Bisa selesai dalam tenggat waktu.
Astaga... Baiklah.
Aku yakin kerjamu akan bagus.
Terima kasih banyak.
Kau lakukan dengan baik.
Kita akan selesai tanpa masalah.
Baik. Aku akan pastikan dana mengalir dengan lancar.
- Kuhargai itu. - Terima kasih!
- Terima kasih. - Baiklah.
PEMBANGUNAN BARU HOSAN NCT
KITA MULAI LAGI!
Aku melewatkan panggilanmu. Aku di situs konstruksi.
Hei, kudengar pembangunan NCT dimulai lagi.
Aku sangat berterima kasih.
Aku mengikat Ahn Myeongja
untuk pemimpin partai
dan bahkan mengamankan dua gedung untuk istrinya.
Suruh dia bergegas
memenuhi janji yang dia buat.
- Dua gedung? - Ya.
Bukankah kau harus traktir aku minum?
Baik, mari minum. Aku akan mentraktirmu.
Aku tahu. Sudah lama aku tak melihat putriku.
Tunggu sebentar.
Berapa nomor kamarnya?
Berapa nomor kamarnya?
- Apa? - Katakan.
Berapa nomor kamarnya?
Kamar 502.
- Kamar 502? - Ya.
Baiklah.
Perekam suara, fail rekaman,
laptop, kartu memori, dan ponsel pintar.
Masukkan ke dalam ini.
Jangan menyalin apa pun.
Mengerti?
- Mengerti? - Baik.
- Lakukan. - Ya.
Sial.
Maafkan aku.
Kerja bagus.
Bagus sekali.
Sudah?
Jangan khawatir.
Kau akan aman.
Mengerti?
PUSAT MEDIS UNIVERSITAS HOSAN
Kerja bagus, lanjutkan.
Hei.
Keluarlah dan makan sesuatu.
Ajak mereka juga.
Kami semua?
Kini sudah tenang, pergilah.
Itu...
Baik. Dia tidur setelah minum penghilang rasa sakit.
Dia akan diam untuk sesaat.
Baik, pergilah.
- Terima kasih. - Ya.
Ayo pergi.
- Apa yang kau lakukan? - Diamlah.
- Dasar kau... - Diamlah, Keparat.
Jangan bergerak.
Jangan bergerak, mengerti?
Kau siapa?
Sial.
Masuklah.
Kim Gukho diculik.
Amankan pintu masuknya!
Kita harus menangkapnya!
Hei, Joongsik!
Joongsik!
Kapan liftnya turun?
Ikuti aku! Ayo naik tangga!
Bukan ini!
Di sini!
Ayo jalan!
Apa yang terjadi?
Basemen... Tempat parkir! Kabari mereka!
Tempat parkir basemen!
- Sebelah sini! - Tempat parkir basemen!
- Mobil itu! - Di sana!
Juho, cepat!
- Apa itu? - Hei!
- Kenapa ini? - Apa?
Sialan!
Apa yang terjadi? Sialan!
Hei! Bukan itu!
Hei, sebelah sana!
Sial!
Di sebelah sana!
Sebelah sana!
Sial! Berhenti, Keparat!
Maksudku, karena itulah...
Itu sebabnya kau harus
temukan mobilnya, bukan pemilik mobil!
Orang bodoh mana yang menembakkan pistol di siang hari
dan mengendarai mobil sendiri, Berandal?
Berandal!
Sudah kubilang jangan sentuh itu!
Ya, keluarlah sekarang. Dari rumah sakit ke Balai Kota.
Ya.
Periksa rekaman keamanan pengendali lalu lintas, gedung, bank.
Begitu cara kita menemukan rutenya!
KANTOR POLISI HOSAN
Dia masuk, tapi tak keluar?
Ya, Pak.
Ada jalan keluar lain untuk kendaraan?
Tidak, Pak.
Area istirahat di sini.
Apa ada jalan keluar di sana?
Ada satu untuk pegawai yang pulang-pergi,
tapi itu jalan setapak.
Maksudmu tak ada rekaman
- dia pergi dari sana? - Ya, Pak.
Ayo pergi.
- Kenapa? - Ayolah.
Mari dengar dari TKP. Wartawan Hwang Jangmi?
Ya, insiden penembakan sekitar pukul 17.00 hari ini
menyerupai medan perang
dan kacau balau menurut para saksi.
Untungnya, area di sekitar rumah sakit sudah tenang di bawah kendali polisi.
Apa yang terjadi?
Joongsik, di sana.
Ini mobilnya, bukan?
Sialan!
Dia tak membunuh Kim Gukho.
Hanya membawanya, bukan?
Joongsik, ayo berpencar.
Akan kutangani di sini. Periksa daerah pinggiran dengan mobil.
Baiklah.
Sial.
Kau tahu,
itu cukup keras untuk mengiris pergelanganmu, jangan lakukan itu.
Hei!
Tolong jangan lakukan ini. Turunkan pistolnya, Bung!
Dia klien! Klien.
Terima kasih.
Kau sangat mengesankan.
Kau membawanya di tengah kekacauan?
Sangat mengesankan.
Siapa namamu lagi? Mr. Smile?
Kerja bagus! Sangat bagus!
Uang dahulu. Maaf.
Bajingan ini tangguh.
Baiklah.
Tentu, ini juga bisnis.
Byeongmin, periksa barangnya dan bayar dia.
Hei, kau membawanya?
Baiklah.
Kau akan menerima 200 juta won setiap tahun.
Total satu miliar won dalam lima tahun.
Itu akan menjadi uang yang tak terlacak. Jadi, jangan khawatirkan pajak.
Tak ada syarat lain.
Jangan mendekati Kota Hosan selama lima tahun.
Sudah kuperiksa.
Dasar bajingan tak bisa bersosialisasi. Kau sangat tidak sopan.
Seharusnya kau tahu diri.
Benar? Hei!
Orang kotor sepertimu seharusnya dihukum mati!
Menggunakan uang pembayar pajak untuk memenjarakanmu itu percuma!
Kasihan sekali. Kau tampak sangat ketakutan.
- Ya. - Seharusnya kau pilih
musuhmu dengan bijak, Berengsek.
- Ya, Bu. - Ada salinannya?
Tidak ada.
Itu semuanya.
Aku bersumpah, Wali Kota Ahn.
Aku bersumpah...
Aku juga menghapus semua pesan.
Ini semua karena bajingan gila yang tak bisa bersosialisasi ini.
Aku banyak menyulitkanmu, Wali Kota Ahn. Aku...
Sekarang! Suruh dia menembak!
Apa? Sekarang?
Tembak dia!
- Tembak! - Jangan tembak!
- Tembak dia! - Jangan!
Aku punya bukti!
Aku punya bukti! Aku punya.
Aku punya fail cadangan!
Kau akan membunuhku?
Jika begitu, semua akan terekspos ke dunia!
- Mengerti? - Tutup mulutmu!
Tembak dia!
Jangan! Hei! Jangan tembak!
Aku punya sepuluh juta. Mengerti?
- Akan kugandakan! - Tutup mulutmu!
- Apa yang dia berikan? - Tembak dia!
Jangan menembak...
Tunggu! Hentikan.
Berikan pistolnya.
Berikan pistolnya.
Paham? Berikan pistolnya.
Berikan pistolnya kepadaku. Aku yang akan menembaknya.
Paham? Ayolah.
Jika kau menembaknya...
Hei.
Terima kasih. Baik.
Astaga... Ini berat.
Ya.
Pak Kim Gukho.
Aku profesional.
Kau tahu itu, bukan?
Kau sendiri yang menyebabkan ini.
- Ini sangat efektif. - Wali Kota Ahn!
- Byeongmin, pembayaran kita aman. - Benar.
Bagaimanapun, kita tak yakin soal dia.
- Membiarkannya hidup tak ada gunanya. - Kau benar.
Kau tertawa?
Teruslah tertawa, Berengsek.
Ini hebat. Kau akan pergi dengan senyum di wajahmu!
Dasar berengsek!
Hei, kau yang tembak.
Apa? Tapi...
Kita tak bisa saling mengkritik jika sama-sama terlibat, bukan?
Mari kita saling percaya.
Sekarang! Tarik saja. Peluru akan keluar.
Tembaklah!
Tarik!
Tarik saja pelatuknya!
Tunggu! Sialan!
Hei. Tunggu sebentar!
Uang! Dua kali lipat!
Tak ada yang aneh di mobil.
- Baik, Pak. - Ya.
Di sini juga kosong.
Tim Pencari 2, masih mencari, ganti.
SUCHANG
- Ya? - Kami dapat laporan tembakan.
Akan kukirim alamatnya.
Aku akan pergi setelah selesai di sini. Kau pergi lebih dahulu.
Sialan!
Siapa itu?
Apa?
Apa yang dia lakukan?
Hei, jangan bergerak.
Apa-apaan?
Apa itu?
Apa dia parkir di sana?
Tidak mungkin.
Hai.
Diterjemahkan oleh Andrea Altini
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.