Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Bro, ada cerita gila tadi pagi.
- Ceritakan. - Oke.
Berita perampokan.
Info ini dari Dino.
Salut buat Dino.
Dino jagoanku.
Judulnya:
"Uang di truk lapis baja...
berserakan di jalan tol Texas, warga langsung rebutan."
Mantap.
Lanjutannya.
"Uang dari truk lapis baja...
berjatuhan di jalan tol Dallas Thornton,
menyebabkan kemacetan parah.
Banyak pengendara turun mengambil uang itu.
Kepolisian meminta uang itu dikembalikan...
atau akan dikenai sanksi pidana."
Kulihat itu di Tic-Tac.
Orang pada rebutan uang di jalan tol.
Aku pun pasti ikut ambil. Sambil merekam.
Pintar.
JALAN DI TUTUP
JALAN BUNTU
Ada pembaruan ramalan sungai...
dari Layanan...
Cuaca Nasional daerah Tallapoosa dan Alabama bawah.
Dick Duchie hadir dengan ramalan cuaca terbaru.
Bersiaplah...
Rasanya gagal jadi suami.
Gagal jadi ayah.
Selama ini kukira aku tak punya masalah,
tapi saat aku bangun di kamar putriku...
yang dindingnya banyak lubang,
aku baru sadar kalau kondisiku parah sekali.
Tapi itu tak masalah.
2 jam sebelum aku bangun, istriku sudah berkemas.
Aku benar-benar tak tahu mereka di mana.
Makasih sudah berbagi.
Itulah dampak minuman pada diri kita, kan?
Menjadi pembohong.
Juga menjadikan versi terburuk dirimu.
Yang paling sulit adalah...
menerima siapa dirimu sekarang.
Butuh waktu lama untuk bisa mengakuinya.
Jika bukan karena kelompok ini dan anakku,
aku pasti sudah terpuruk karena miras.
Sudah pasti.
Hei...
Maaf kalau tadi berlebihan.
Kesan pertama kurang baik.
Ayolah.
Awal pertemuan, aku cuma bisa...
meringkuk berjam-jam.
Makin membaik.
GEREJA METODIS SERIKAT
Itu aku.
Teruslah hadir.
Oke.
Ayolah.
Tenang.
Cuma memastikan kau dengar.
Biasanya pendengaran orang tua kurang jelas.
Dengar, jika kau terus nyolot,
bukan cuma klakson yang berisik.
Tenang, atau makan siangnya batal.
Ayo, cepat.
Ayo.
Jadi hari ini Sarah masak apa?
Selai kacang dan acar.
Sampai kapan kau bisa jalani diet ini?
Jujur, itu tak separah yang kau kira.
Tetap saja parah.
Terserah mau menilai apa,
tapi menurut buku, makin sering bersama,
makin terasa seperti sama-sama hamil.
Sepertinya itu...
ide bagus.
Oh iya,
Sarah bilang undangan baby shower belum kau balas.
Sudah dikirim seminggu lalu.
Aku bilang ke dia mungkin undangannya tidak sampai.
Jadi, suratnya nyasar?
Aku tidak tahu.
Ayah, semua baik-baik saja?
Ya.
Aku tahu.
Tadi malam aku kepikiran dia juga.
Sarah memilih-milih nama,
dan anak pertamanya ini cowok,
tapi berharap anak berikutnya cewek.
Ayah usulkan nama Trisha,
mungkin bisa dipertimbangkan nanti.
Aku takutnya kau salah tangkap.
Nama yang bagus.
Ya.
Hari ini genap 6 tahun bebas miras, hebat.
Ayolah.
Dia pasti bangga, Ayah.
59326.
Ya.
57291.
Sudah tahu rute hari ini cukup jauh, kan?
Dead 10 jadi rute kalian,
tapi terlambat lagi. Seperti biasa.
Harus dicek lagi semuanya?
Sudah aturan, Frank.
Aturannya, kembalikan barang ini ke truk agar aku bisa urus klienku, James.
Hari ini lebih semangat dari biasanya. Suasananya lebih ceria dari biasanya. Lagi lebih tenang dari biasanya.
20248.
49826.
Baik.
- Tarik. - Ya.
Panas sekali di sini.
Sial.
Padahal belum tengah hari.
Ini masih bagus?
Astaga.
- Apa yang dimuat orang itu? - Bukan urusan kita.
Oke.
Aku saja.
Kau tak apa?
Sialan.
- Kau tak apa? - Tidak.
Penaku jatuh.
- Sialan. - Pulpen apa?
Senter pulpen.
Sarah yang berikan, ada namaku,
karena aku sering teledor di truk.
Ayo.
Ayo.
Sialan.
Sialan, ayo.
Oke, tak apa.
Entah apa isinya, tapi kalau rusak, kita yang ganti.
- Aku mengerti. - Sudah mengerti?
Aku mengerti.
Jangan bilang ke Sarah soal ini,
nanti dia panik...
aku akan hilangkan pistolku,
dan masalahnya makin berabe.
Masalah sebenarnya apa?
Tidak ada. Aku cuma tak mau dia stres...
sebelum melahirkan.
Karena pulpen?
Ya, dia pasti stres.
Sedikit nasihat bijak.
Stres baru dimulai saat bayinya lahir.
- Mengerti? - Ayah, ayolah.
Baik.
Aku takkan bilang ke Sarah senter pulpen yang ada...
inisialmu hilang.
Ya.
Kalau mau kerja tanpa stres, bawalah truk uang...
ke pelosok sejauh 16km.
Indah sekali, meski di pelosok.
Ayah, baik-baik saja?
Ya.
Truk ini rasanya mau rontok.
Punya ciri khasnya sendiri.
Hei.
Harus kubujuk dulu, baru kau mau datang makan malam?
Ayah ada rapat malam ini, maaf.
Ayah tahu punya keluarga lain juga, kan?
Tapi bukan yang akan bawa truk masuk ruang tamu.
Belum ada sejauh ini.
Tawaran masih berlaku. Oke?
Datanglah kapan saja.
Kurasa bagus kalau sesekali menjauh...
dari kebiasaan buruk itu.
Case.
Mau kubawakan kue atau...
- Hati-hati dengan C4 itu? - Aku tahu,
- ini tidak stabil. - Semuanya memang tak stabil.
Itu menurutmu.
Kau telat.
Tidak, kami siap. Kau siap?
Oke.
Ayo mulai.
Memang benar.
Itu tak benar.
Itu benar.
Pertama kerja, si Case kecil ini...
pakai rompi Kevlar-nya.
Anaknya baru lahir, kartu ID baru,
masih baru dicetak,
bawa tas uang pertama kali.
Sekantong besar uang.
Dia gugup sekali, keringatnya bercucuran.
- Dia melebih-lebihkan. - Jejakmu...
di trotoar jelas terlihat.
Begini cerita sebenarnya.
Saking tegangnya, lalu ada yang...
menepuk bahunya cuma untuk tanya jam.
Dia refleks berbalik seperti Dirty Harry, hampir mengenai wajah...
nenek berumur 147 tahun.
Tenang.
Mungkin dia berusia 50-an.
Mungkin 128 tahun.
Dan aku menyesal mengundangmu ke sini.
Aku malah senang diundang.
Rindu masakan rumah.
Sama, aku butuh hiburan.
Bersulang untuk 30 hari kerja tim.
Bersulang.
Perjalanan hari ini lancar?
Ada nenek-nenek mau rampok truk?
Lucu sekali, sayang. Terima kasih.
Tidak ada nenek-nenek. Tak ada apa-apa.
Semuanya lancar.
Itu yang kami sukai, aku dan si kecil.
Entahlah.
Jujur, pengen sesuatu yang menantang.
Setidaknya satu orang nekat bersenjata...
agar aku bisa pakai taserku.
Yang terbaik adalah tanpa tantangan.
Percayalah.
Jeremy cukup emosional tadi?
Minggu pertama memang terberat.
Ya, kau yang lebih tahu.
Tetap semangat, bro.
Setahun berlalu, ujian baru akan datang.
Oke.
Makasih, Pete.
Lambat sekali kau hari ini.
Frank akan marah lagi.
Dia selalu begitu.
Apa menu hari ini?
Kalkun dan roti lembut.
Kalian telat lagi.
Barangnya harus sudah diangkut 10 menit lalu.
Macet, Frank.
Selalu begitu.
Ayolah, Brody, berhenti cari alasan.
Banyak yang menungguku di bank.
Kenapa ada 4 kotak?
Catatannya cuma tiga.
Apa?
Memangnya kenapa?
Bawa saja barangnya.
Ada aturan dan prosedur, Frank.
Dan kotak ini tidak ada di papan catatan.
Papan catatan?
Mau aku lapor ke bosmu...
kalau kau telat kerja...
gara-gara pertemuan AA?
Mungkin dia belum tahu kau dipecat...
di kepolisian karena mabuk.
Brody, maaf,
tapi kau bukan polisi lagi.
Kau hanya kurir bersenjata.
Antarkan saja barangnya.
Ayah?
Jangan pegang setirnya terlalu keras.
Tenang saja. Barang di belakang itu aman.
Kecuali kalau ada yang ditangkap.
Kita tidak tahu isi kotak itu.
Bisa apa saja isinya.
Bisa uang hasil pencucian, uang tak dilacak, atau barang selundupan.
Jika tidak ada di daftar, jangan diangkut.
Salahku.
Tanggung jawabku.
Harusnya kutolak bajingan itu.
Jadi maksudmu...
perjalanan ini akan ada masalah.
Usahakan tetap tenang.
Ayah?
Ayah?
Ayah, ada apa?
Tahan.
Sial!
Ada apa ini?
Sialan!
Mereka datang dari mana?
Case, laporkan segera.
Laporkan.
Pusat, ini Casey.
Kami mau dirampok di Lincoln Road,
butuh bantuan segera, kau dengar?
Kau dengar?
Tidak dijawab.
Coba saluran lain.
Sial!
Sialan!
Tunggu.
Sialan.
Masih tidak dijawab!
Halo.
Ini 432, Brody, 247, kami...
Halo?
- Apa yang terjadi? - Sinyalnya di bajak.
sinyalnya diblokir.
Dia di kanan!
Jalannya ditutup!
Apa yang mau dilakukan orang ini?
Ayah?
Ayo!
Kau tak apa?
Ya.
Ayo.
Pintu kiri terbuka.
Kau tak apa?
Ya.
Di atas, mereka bersenjata!
Dengarkan.
Hei.
Tarik napas, kau pasti bisa.
Tiga tembakan, bidik dengan akurat.
Kau ke bawah, ayah ke atas.
Tunggu mereka isi peluru.
Sekarang!
Sepertinya aku mengenainya.
Teman-teman, Viper!
Viper!
Bangsat!
Bangsat!
Maju!
Rasanya ada denyut aneh di kakiku.
Astaga, peluru tembus baja.
Pelurunya benar-benar tembus.
- Oke. - Jadi...
- aku akan mati? - Tidak jika kau tenang,
dan detak jantungmu akan stabil.
Bagus, tarik napas panjang, siap?
Ya.
Tarik napas dalam.
Bangsat!
Katamu ini kerjaan enteng.
Mestinya begitu.
- Tapi nyatanya aku malah tertembak. - Kau akan hidup.
Oke.
- Sakitnya. - Tenang.
Tekan.
Tekan, oke?
Pegang.
Hawk!
Hawk dan Viper tumbang.
- Sial. - Mereka mati.
Bajingan itu terkunci di truknya.
Sialan!
Tarik napas.
- Tarik napas. - Sialan.
Ini buat apa?
Tarik napas.
Begitu.
Tenanglah.
Tenang.
- Ledakkan pintunya saja. - Tidak boleh.
Kenapa?
- Mana Match? - Ada di jembatan.
Oke, tenang.
Oke.
Bertahanlah sampai mereka tiba.
Sampai tim bantuan tiba.
Bagaimana bisa? Tidak ada radio atau telepon.
Tidak ada sinyal.
Kok bisa? Ini bukan pelosok.
Mereka pakai pembajak sinyal.
Tekan, tekan saja.
Oke.
Mereka profesional.
Ayah.
Bagaimana ini?
Aku tidak tahu.
Aku tidak tahu.
Ada orang?
Inilah situasi di mana Hukum Murphy berlaku.
Tahu Hukum Murphy itu?
Kau pasti tahu apa itu Hukum Murphy, kan, James?
Kau tahu namaku?
Pencarian.
Casey, maaf kau terseret ke masalah ini.
Hukum Murphy itu begini:
kalau ada yang bisa salah, akan salah.
Diwaktu yang terburuk.
Seperti sekarang ini.
Jadi, kau tak sangka...
dua orangmu akan kuhabisi?
Benar.
Kau tahu namaku. Harus kupanggil apa?
Jadi ini permainan catur?
Kira-kira begitu.
Panggil aku Rook.
Lebih cocok kalau Pawn.
Jangan buang-buang waktu.
Keluar sekarang.
Itu bukan uangmu.
Putramu tertembak, berapa lama lagi?
Berapa lama, Casey? Empat jam?
Jangan bodoh.
Keluar sekarang, kami antar ke rumah sakit,
janji.
Jangan bodoh.
Jangan bohong, kita berdua tahu...
rencanamu bukan menyelamatkan dua saksi.
Kalau bisa ledakkan pintunya,
kau tak perlu repot negosiasi denganku.
Kurasa Rencana A sudah gagal bersama anak buahmu.
Keputusan yang salah.
Ayo.
Benarkah yang dia bilang?
Jika pintunya dibuka, kita mati.
Oke.
Kau benar.
Aku terima risikonya.
Katanya dia sudah menguntit kita, kan?
Dia tahu catatan kita.
Kita belum pernah bawa barang sebanyak ini.
Memang terasa janggal.
Peluru tembus baja, pengacau sinyal.
7 tim paramiliter berebut seratus ribu dolar...
Cuma 14 ribu per tim.
Sial.
Apa-apaan ini?
Jutaan dolar.
Emas sebanyak ini.
Punya siapa?
Jutaan.
Lambang ini?
Kartel.
Pernah kulihat sewaktu di kepolisian.
Sekarang kita sudah tahu.
Apa itu?
Gas air mata?
Tutup matamu.
Koper, Ayah.
Pakai busa di koper itu.
Pasang sekarang.
Tutup ventilasinya.
Gasnya masih merembes masuk.
Satpam itu hebat sekali, bisa tahan gas sebanyak itu.
Busa habis, Ayah.
Mungkin saja paru-paru mereka terbakar dan pingsan.
Rook. Cuma segitu?
Tenang. Cuma gas?
Bajingan ini pasti sudah tutup semua lubangnya.
Tuhan...
Ini kacau sekali.
Hei!
James, kira-kira apa jadinya jika kaleng baja ditambah panas bayou?
Dua polisi gadungan akan gosong sebelum senja!
Oh ya, emas itu sudah kutemukan.
Bajingan.
Apa jadinya kalau kau...
jual emas itu ke geng Meksiko...
dan tahu itu emas kartel?
Sudah dipikirkan?
James, dengar!
Jika kau sentuh isi koper itu,
aku janji kau dan putramu akan mati.
Kalau begitu, jangan tunda lagi.
Ambil bor.
Ambilkan bor!
Tutup mulutmu!
Kau ini kenapa?
Suaramu itu, Tex.
Jangan berisik.
Dunia ini sudah penuh masalah.
Hampir saja aku blunder, tahu akibatnya?
Berapa lama lagi?
Kata Ibu, mau selesaikan cepat...
- atau kerjakan dengan benar. - Ya?
Kalau truk itu tak segera dibuka, kuremukkan kau.
Sialan.
Brengsek.
Dulu aku sempat tampil di 44 Club.
Suka lagu apa, Warrant?
Marilyn Manson?
Sial.
Panas ini sudah memengaruhi pikirannya.
Sebentar lagi dia akan berbalik melawan kita.
- Dia akan baik-baik saja. - Omong kosong, Rook.
Dia bakal aman, tenanglah.
Bohong.
Dia hampir frustasi...
karena hasil jarahan sebelumnya tak begini.
Kau bilang ini cuma kerjaan mudah.
Pasang bom di pintu, lumpuhkan sopirnya,
lalu kabur ke Meksiko.
Jika kau tak sanggup,
sebaiknya pergilah sekarang.
Ayo!
Sarah pasti marah lihat luka ini.
Katanya luka itu keren, tapi ini terlalu gila.
Ayo kita temui Sarah sekarang.
Kita bersihkan dulu, nanti infeksi.
Ini.
Lukanya infeksi,
harus segera di obati.
Kita butuh alkohol.
Bukan mau menggoda, Ayah,
tapi aku mau moonshine sekarang.
Kalau vodka?
Bisa juga, tapi mana ada...
- vodka di sini. - Vodka ada ditermosku.
Tenanglah.
Tenang, oke?
- Ya? - Ya.
Baik.
Orang gila sialan.
Ayah, kau minum lagi.
Sebenarnya aku belum berhenti.
Aku...
Sudah kuusahakan, cuma...
Aku isi termosnya setiap hari,
dan menyuruh pecandu lain berhenti, tapi aku...
Selama ini kau cuma pura-pura?
Aku sudah berusaha.
Aku dan ibumu... kau tidak akan mengerti.
Jangan katakan itu...
Yang kuingat lebih dari kau tahu.
Memalukan sekali.
Apa?
Yang benar saja?
Orang-orang ini rela berkorban demi bisa...
berkemah di dekat sarang buaya.
Kaki kirimu.
- Sikumu. - Siku.
Istrimu.
Hei!
Jarang ada yang diantar pakai mobil polisi.
Malah kita tampak kayak penjahat.
Seru juga.
Serasa ikut operasi penggerebekan.
Case jagoanku.
Lihat? Menghargai pekerjaan ayahnya.
- Ada yang menghargainya di sini. - Ya.
Ibumu jelas tak peduli soal hukum.
Gelap sekali di sini.
Tidak ada lampu sama sekali.
Orang gila itu.
Kau tidak lagi bertugas.
Mereka bisa mencelakai orang.
- Ayah, ayolah. - Lihat dia.
Kau tidak lagi bertugas.
Aku akan bicara, dia tak boleh ngebut.
Tenang saja.
- Sayang. - Dua menit, ayolah.
Berikan pistolku?
- Kumohon. - Tidak.
- Serius? - Dia bisa lukai orang.
Oke, tunggu di mobil.
SIM dan STNK nya.
Kau tak tampak seperti polisi.
SIM dan STNK nya, nak.
Kecepatanmu 100 di zona 50, tahu 'kan?
- Ya, Pak. Tidak akan kuulang lagi. - Ya?
Tadinya aku senang mau...
berkemah dengan keluargaku tapi aku kesal...
saat kau ngebut melewati kami.
Jangan bikin marah lagi.
Pak Corey Marshon, kalau kulihat...
kau ngebut lagi di daerah sini,
kau akan kupenjarakan.
Mengerti?
- Mengerti, Pak. - Jangan ngebut.
Saatnya jalan.
Apa?
Kau janji tidak akan begini.
Sebentar saja tadi, sudah selesai.
Dia ngebut 100 mil/jam, bisa membahayakan nyawa orang.
Ayah, sungguh?
Oke.
Tidak ada lagi aksi polisi, janji.
Maaf.
Maaf.
Unit lima sudah tiba.
Petugas meminta evakuasi medis di lokasi.
Pak, kau tak apa?
Pak?
Kalian, turunlah kemari.
Bu, bisa dengar?
Kau arah sana.
Bu, kau tak apa?
Aku membencimu.
Harusnya kau yang mati.
Berharap itu kau, bukan dia.
Aku sangat marah.
Sudah 15 bantal yang jadi korban amarahku.
Kami sudah suruh, Ayah.
Kami sudah suruh jalan saja,
tapi malah bunyikan lampu sirine itu.
Kau tetap nekat nyalakan lampu itu.
Tapi bukan kau yang tabrakkan truk itu ke Ibu.
Berhentilah salahkan dirimu...
atas sesuatu yang bukan salahmu.
Ibu tak mau itu.
Memang menyakitkan...
mengakui dia mati karena kecelakaan bodoh.
Kita harus cepat dan ambil termonya.
Lalu cari cara membuka kaitnya.
Di sana.
Tidak, lihat ke sana.
Gas masih ada, hindari.
Oke.
Teruskan.
Lagi.
Oke.
Kelihatannya parah.
Ini lama sekali.
Dia tidak main-main.
Pintunya hampir terbuka.
Berapa pelurumu?
Pistolku tadi jatuh di jembatan, tinggal alat setrum ini.
Ini.
Taser ini akan berguna,
cukup buat dua orang.
Tinggal dua profesional bersenjata lengkap...
berpeluru tembus baja.
Tanpa senjata pun kita bisa melawannya.
Apa yang kau lakukan?
Kecuali...
Ada korek dan alkohol keras.
Ayo kita selesaikan ini.
Ayah, buat Molotov di sini sama saja bunuh diri.
Kakiku sudah kena cairan itu.
Satu kesalahan saja, habislah kita.
Ayo keluar.
Kau bisa?
- Ya. - Oke.
Ayo.
Dia akan menyerah sebentar lagi!
Sudah mau jebol!
Berhenti!
Kumohon!
Kumohon berhenti, aku sudah tak kuat lagi!
Hentikan.
Kau bilang apa?
Aku tak tahan lagi.
Aku akan keluar.
Aku akan keluar.
Aku mau ke rumah sakit.
Kumohon, antar aku ke rumah sakit.
Bocah itu cuma pura-pura.
Kumohon, berhenti.
Kumohon antar aku ke rumah sakit.
Oke.
Bagaimana ini?
Bocah itu cuma pura-pura.
Jangan jadi lembek.
Ini bukan tanggung jawabmu.
Sudah jelas?
Mau lepaskan dua keparat itu?
Jangan berhenti!
Sekarang!
Jika terjadi pembunuhan waktunya makin lama,
jadi manfaatkan setiap peluang.
Bekerja samalah.
Sudah selesai, James.
Cuma ada satu cara kalian bisa selamat.
Casey, buka pintunya dalam tiga detik.
Satu.
Dua.
Tiga!
Ambil C4 di van, cepat.
Astaga.
Ayo!
Jangan sia-siakan kesempatanmu ini.
Waktu hampir habis.
Ayolah, nak, jangan bodoh.
Kau masih bisa selamat,
buka pintunya saja.
Kalau ayahku?
Dia sudah gali kuburnya sendiri,
jangan ikut-ikutan.
Aku ingin percaya,
tapi jujur saja,
kalian semua pembohong payah.
Buka pintunya!
Kami pasti akan masuk,
apa pun caranya.
Bangsat, dasar amatiran!
Kau sudah gila?
Mereka berdua harus mati!
Kalau kau terus tembak,
kita yang kena tembak duluan!
Kau ini memang...
pembawa sial.
- Siapa yang intai? - Aku,
bajingan gila.
Kalau bukan aku, kau tak akan tahu ini!
Dan pekerjaan ini sudah jadi malapetaka!
Lebih baik mana,
uang atau mati ditembak.
Ahli peledak kita sudah habis di jembatan,
pengebor tewas, dan si kurus ini...
melarangku menghabisi dua petugas itu.
Cepat cari solusinya,
bajingan keparat.
Itu ancaman?
Sudah berapa lama kita kenal?
Belasan tahun?
Bukan ancaman, temanku.
Anggaplah peringatan.
- Kau tak apa? - Ya.
Ayo selesaikan ini.
Si brengsek ini.
Kena tembak?
Kurasa tidak.
Syukurlah orang itu penembak payah.
Semua baik-baik saja?
Situasinya makin genting.
Bisa dibilang kita dalam posisi buntu.
Sepakat?
Apa maumu?
Mauku?
Andai aku punya tim seperti kalian,
semuanya sudah beres dari tadi.
Cuma ada satu jalan keluar, Casey.
Jangan berlama lama.
Di sini makin panas.
Sejam lagi kita akan matang.
Minumlah.
Tidak usah.
Aku tidak minta.
Ayolah.
Kau percaya keajaiban?
Tidak.
Yang ada cuma keberuntungan baik dan buruk.
Akhiri saja.
Case.
Terima kasih.
Nanti juga tenang.
Radio masih mati.
Kira-kira berapa lama lagi begini?
Ini keajaiban sekali..
kita belum tertangkap.
Kita jalan.
Mau buat apa?
Jatuhkan truk itu ke jembatan.
- Ya. - Pintu itu...
gampang dijebol.
Mau buang emasnya ke sungai.
Tergantung kedalamannya.
Aku bisa berenang.
Bisa, Jinx?
Mereka sebentar lagi akan kehabisan napas.
Orang tua itu sudah mati kalau tembakanmu tak meleset.
Aku curiga kau ingin dia hidup.
Ini terakhir kalinya aku berurusan sama orang ini.
Ini terakhir kalinya.
Dulu semuanya lancar waktu cuma kita berdua.
Kita belum pernah incar uang sebanyak ini.
- Ya? - Ya.
Kita juga tak pernah kehilangan siapa-siapa.
Kita buang saja semuanya, ambil emasnya saja.
Jari kakimu bisa digerakkan?
Ya.
Bagus.
Case...
Maaf.
Kau benar.
Aku tak selalu ada buatmu,
dan itu....
salahku.
Kau selalu ada untukku, padahal kau bisa...
meninggalkanku kapan saja.
Ayah macam apa aku ini kalau sampai begitu?
Hei.
Kalau kita selamat, temani kami,
jadi kakek sebentar.
Selama enam tahun ini semuanya bohong, tapi...
6 bulan ke depan aku harus jadi orang jujur.
Bisa?
Ya.
Aku janji.
Apa lagi yang harus dilakukan agar mereka menyerah?
Tidak lama lagi menyerah. / Kapan?
Kalau kita sudah jadi buronan?
Ayolah, habisi bajingan ini sekarang.
Nanti.
Mau polisi mengejar kita sampai ke perbatasan?
Mungkin ada cara lain...
tanpa harus membunuh.
Kau ini memang bikin emosi.
Mau mundur sekarang?
Dan kau.
Temanku, sudah gila.
Rencana awalnya, mereka tak boleh mati.
Setelah semua ini.
Aku tak mau tambah masalah lagi, kau ini kenapa?
Kau sudah gila?
Akan kuambil emas itu, apapun yang terjadi.
Sekarang bagaimana?
Aku yang berkuasa sekarang.
Sesuai caraku.
Orang itu sudah gila.
Kita akan dibuang dari jembatan.
Jangan bergerak.
Tahan!
Berhenti!
Dengarkan aku.
Ayah sudah berusaha.
Kita akan mati jika ayah tetap di sini.
Pergilah.
Pergilah.
Kita akan mati, pergi.
Ayah, aku tak bisa.
Aku tak bisa, pergilah.
Ayah.
Ayo.
Tunggulah sebentar, lalu kita pulang.
Kuantar kau pulang.
Kuantar kau pulang.
Ayo.
Istirahat sebentar di situ.
- Duduk. - Kalian selamat.
Sekarang kau mau apa?
Apa yang akan kau lakukan?
Aku bukan pembunuh.
Bukan sifatku.
Aku sudah selesai.
Aku selesai.
Maksudnya?
Maksudnya sudah jelas, James.
Maksudmu apa?
Saat polisi tiba nanti, anggap saja aku tidak ada.
Kau tahu aku dulunya polisi, kan?
Tak ada manusia yang sempurna.
Kau setuju, Case?
Makasih.
Jalan.
Ayo.
Donasinya teman-teman dan para web streaming: https://trakteer.id/Sioux_Subber/tip
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.