All language subtitles for F.S01E05.1080p.WEB.h264-NOMA_track5_[ind]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Kita bisa lakukan bersama.

Jenguk aku, ya?

Kau juga jenguk dia.

Faiz masih bersekolah.

Ayahnya sangat berharap padanya.

Tapi dia tak pernah temui anak kami.

Aku tak mau kau ada di sekitar sini.

Jangan telepon di tengah malam.

Jangan pula berteriak dan menangis.

Entah apa yang telah kau lalui.

Dan kau tak mengenalku.

Ibu Dan Bayi

Hangus Terbakar Di Kebakaran Rumah

50% Bangunan Tinggi Tak Penuhi Standar Keselamatan Kebakaran

Ada apa?

Halo?

Polisi Evakuasi Korban Kebakaran

Aku mencium bau gas.

Tekan bel pintunya.

Ledakan sedahsyat itu...

Tubuh mereka masih bersama.

Itulah kasih sayang

Rohnya tak tenang.

Kali ini kita pasti berhasil.

Dia akan jadi tuyul yang kuat...

Yang sangat patuh kepadamu.

Maaf kita berjumpa seperti ini.

Takdir yang telah pertemukan kita.

Yang akan kami lakukan...

Tak bisa dimaafkan.

Inilah sumbangsih kami.

Kami memohon kepadamu...

Untuk berikan wanita ini...

Kekuatan dan kebebasan.

Kematian bukan suatu akhir.

Jagalah dan sayangi anak ini...

Layaknya putramu sendiri.

Masih belum ada petunjuk...

Penyebab kematian ikan-ikan...

Yang terjadi di desa nelayan...

Di Kampung Cham.

Di mana menangkap ikan...

Adalah sumber pendapatan penting.

Teori sabotase dimunculkan...

Saat para ahli menemukan...

Tak adanya pencemaran...

Atau pun penyebab lainnya...

Dari matinya ikan-ikan tersebut.

Ini sungguh aneh.

Entah bagaimana, hewan-hewan tahu.

Ingat bagaimana mereka kabur...

Sebelum tsunami terjadi?

Ingat 2004 saat ikan-ikan mati...

Tersapu ke pantai sebelum ada ombak?

Kurasa akan ada bencana besar.

Kita pasti sudah mati...

Sebelum kabarnya disiarkan.

Tidak. Pasti ada seseorang...

Yang buat orang lain kesal.

Terima kasih.

Terima kasih.

Apa yang mereka bicarakan?

Atau buat kesal "sesuatu".

Buat kesal seseorang?

Jangan gila.

Kau tak pernah tahu.

Putraku bermimpi...

Di malam sebelum...

Ikan-ikan mati itu ditemukan.

Dia bermimpi ada seseorang...

Menggedor-gedor pintu kami...

Menginginkan masuk rumah.

Putraku pun bermimpi hal yang sama.

Benarkah?

Dia buka pintunya...

Tapi tak ada siapa pun di luar.

Setelah itu dia jatuh sakit.

Desa ini dikutuk.

Banyak warga yang mulai sakit.

Apa kau baik-baik saja?

Assalamualaikum, YB.

Waalaikumsalam.

Kembali dari Mekah, semua baik?

Semuanya baik.

Lewat sini, mereka ada di sini.

Assalamualaikum.

Aku tidak tidur karena hal ini.

Ini prioritas kita.

Aku akan menggunakan semua sumber...

Untuk menyelesaikan ini.

Aku tidak suka teori konspirasi...

Yang sedang tersebar saat ini.

Tolong.

Tolong simpati...

Dengan keadaan buruk penduduk.

Hanya itu yang kuminta.

Untuk para politikus...

Yang mengecamku sejak hari awal...

Inilah yang ingin kukatakan.

Tuhan tidak menghukum siapa pun.

Jangan bersikap seolah kau Tuhan.

Apa kau punya rencana cadangan?

Kita masih dalam rencana pertama!

Kau tak serius soal ini, 'kan?

YB, pasti ada sesuatu di sini.

Ini tidak normal.

Ide siapa ini?

YB.

Itu layak dicoba, tidak akan rugi.

Kita tidak akan tahu...

Kecuali kita mencobanya, 'kan?

Aku tidak yakin.

Semua akan baik-baik saja...

Aku jamin itu.

Percayalah padaku.

Ada hal-hal di luar alam kita.

Kita butuh orang yang tepat...

Untuk pekerjaan ini.

Untuk menyelesaikannya dengan benar.

Itu maksudku.

Kau tahu, Zul.

Warisan yang ditinggalkan ayahku...

Tak ada satu pun yang kubanggakan.

Dia memeras dan meneror rakyat.

Semua orang melihatku...

Dan berpikir aku mudah dapatkan itu.

Kau tahu betapa sulitnya bagiku...

Untuk kabur dari bayang-bayangnya?

Kita tidak boleh lakukan kesalahan.

Aku berbeda dari ayahku, Zul.

Aku ingin melakukan hal yang benar.

Aku tahu itu, YB.

Aku yakin masyarakat juga tahu itu.

Tapi dengar...

Ini tidak akan melukai siapa pun.

Mari kita coba saja.

Selesaikan saja.

Anggap sebagai bentuk niat baik...

Pada rakyat.

Aku belum pernah melakukan hal ini.

Apakah ini berisiko?

Kukira kita melakukan ini...

Secara pribadi.

Siapa orang-orang ini?

Katanya memang begini caranya.

Orang-orang ini pengikutnya.

Siapa kau?

Apa yang dia lakukan?

Mengusir roh.

Siapa kau?

Setan atau Jin?

Tinggalkan pemuda ini!

Tinggalkan pemuda ini!

Hujan akan turun...

Selama 2 hari dan 2 malam.

Untuk membersihkan...

Dan memulihkan dunia.

Ikan yang mati semakin banyak.

Apa yang terjadi di sini?

Bukan kau yang hadapi mereka...

Di parlemen nanti.

Tamat riwayatku kali ini.

Silakan masuk!

Apakah kau tahu...

Dukun itu berani minta bayaran?

Jangan khawatir. Akan kubereskan.

Enigma Ikan Mati Yang Belum Terpecahkan

Semakin banyak pers membahasnya...

Aku akan terlihat semakin buruk.

Aku kasihan dengan rakyatku...

Yang terus menderita.

Kau tidak curiga dengan pria...

Yang kerasukan itu?

Dia adalah adik ipar dukun itu!

Tak kusangka kita melewatkannya.

Kita harus minta maaf pada publik.

Aku akan menyusun pernyataan pers.

Kau yang mengeceknya.

Niat baik, 'kan?

Apa kita pernah bertemu?

Apa aku tampak tidak asing?

Mungkin.

Maaf, biasanya aku tak seperti ini.

Kita pernah bertemu, 'kan?

Terserah kau saja.

Maafkan aku.

Kau punya masalah belakangan ini?

Kurasa kau salah orang, Nona.

Apa para dukun itu berpikir...

Aku menjalankan organisasi amal?

Mereka pikir mereka siapa?

Jika mereka mau mengurus negara...

Mereka harus ikut politik!

Apa yang kau tinggalkan di sakuku?

Apa ini?

Aku hanya ingin membantu.

Kau tahu apa soal putraku?

Apa ini lelucon?

Ini sudah 2 tahun.

Penyesalan tidak ada gunanya.

Putramu tidak akan hidup kembali.

Tapi aku tahu...

Cara menyelamatkan desa itu.

Bagaimana kau tahu soal putraku?

Aku hanya ingin membantu.

Kau yakin hanya sampai di sini?

Di sini sudah cukup.

Zul.

Apa yang Bos temukan di sakunya?

Mainan.

Almarhum putranya...

Meninggalkan itu di sakunya...

Ketika dia meninggal.

Tidak ada yang mengetahuinya.

Bahkan istrinya tidak tahu.

Jadi bagaimana dia tahu?

Baiklah.

Jadi itu sebabnya...

Bos begitu serius dengan wanita ini.

Zul.

Apa?

Apa kau dengar itu?

Dengar apa?

Anak kecil menangis.

Ini bukan ide yang bagus.

Kita dilarang mengganggunya.

Kita tidak akan mengganggunya.

Semoga tidak ada apa-apa.

Bos sangat percaya padanya.

Kau lihat cara dia menatapnya?

Aku hanya mau lihat apa rencananya.

Dia bicara dengan siapa?

Kau lihat itu?

Tikus?

Tikus apa.

Itu bukan tikus.

Terlalu besar untuk jadi tikus.

Ini gelap, bagaimana kau tahu?

Aku bisa merasakannya.

Ular atau tikus?

Aku pernah lihat tikus yang besar.

Mustahil itu tikus.

Kalian dari mana?

Aku tidak percaya. Mustahil.

Kenapa tidak?

Tidak ada yang namanya keajaiban.

Kau tidak pernah tahu.

Kudengar kali ini dukunnya wanita.

Pada ahli konspirasi di luar sana...

Tidak ada kontroversi bagi penduduk.

Aku juga dengar itu.

Dukun terakhir yang dipanggil...

Jelas adalah penipu.

Kali ini ada wanita dari Indonesia.

Kudengar dia sangat hebat.

Tidak ada yang meracuni kolamnya.

Aku jamin itu.

Aku tidak peduli siapa.

Yang penting, mereka mengatasinya.

Lalu yang ingin melihatku gagal...

Aku datang untuk membuktikan...

Aku kuat dan komitmen pada penduduk.

Aku tidak akan main-main dengannya.

Itu seperti kartu kredit.

Rasanya hebat untuk memakainya...

Tapi cepat lambat, harus dibayar.

Kau belum memberi tahu kami...

Bagaimana kau mengatasi isu ini.

Kupanggil dukun yang lebih hebat!

Tidak akan ada apa pun!

Bagaimana dengan riwayat pajak?

Atau riwayat keluarga?

Pasti ada sesuatu!

Apa maksudmu harus bayar lebih?

Ayolah.

Aku harus bayar berapa banyak lagi?

Baiklah.

Akan kuberikan padamu.

Assalamualaikum.

Waalaikumsalam.

Tenang.

Aku tak ingin meminta uangmu.

Terserah kau saja.

Tapi tolong jauhi dia.

Aku semakin suka tempat ini.

Bisakah kau pergi?

Pergi saja.

Kau mau berapa?

Mungkin...

Sebaiknya kau yang pergi.

Di mana kau?

Halo?

Lan, aku mau bicara pada YB.

Kami di panti asuhan...

Mengunjungi anak-anak. Ada apa?

Lan, berikan pada YB sekarang!

Katanya dia tak mau diganggu.

Itu semua ulahnya, Lan!

Ikan-ikan mati. Itu ulahnya!

Di mana?

Aku tak bisa mendengarmu.

Lan, bisa dengar aku? Lan!

Hei, kau di mana?

Sial!

Sial!

Hei!

Yang tertangkap tak dapat es krim!

Kalian jangan berisik!

Ayah terganggu di sini!

Dengarkan Ayah.

Halo.

Apa?

Di mana?

Baiklah.

Sampai nanti.

Zul tertabrak mobil.

Meninggal dalam perjalanan ke RS.

Aku ingat saat kami di kuliah.

Satu-satunya orang yang menantangku.

Aku suka sikapnya.

Kuambil dia dan melatihnya.

Membiayai sekolahnya.

Menjaganya.

Apa kau kesal denganku?

Tidak.

Tidak mungkin aku marah.

Kau hanya memberitahukanku...

Dia mengambil uang diam-diam.

Seharusnya aku beri tahu lebih awal?

Tidak apa-apa.

Semua akan baik-baik saja sekarang.

Mau apa kita di sini?

Tidak ada apa-apa di sini.

Orang-orang lupa berita buruknya...

Saat kuselesaikan sebuah masalah.

Sayang.

Kampung budi daya ikan itu...

Sangat berterima kasih padamu.

Banyak turis meramaikan tempat itu.

Ada alasannya aku dilantik lagi.

Jadi ini saatnya...

Kau menyuruhku menutup mata...

Untuk memasang kalung di leherku?

Kau tahu saja isi kepalaku.

Tutup matamu.

Sayang?

Baiklah, buka matamu.

Ada tiga penawar untuk tanah ini.

Coba tebak siapa yang dapat?

Sayang?

Semua ini milikmu.

Aku buatkan suratnya atas namamu.

Aku tak akan bisa sejauh ini...

Tanpamu, Sayang.

Semua akan berubah.

Semuanya.

Kau berjanji memberi nama anak kita.

Bagus!

Bos, kita akan memenangkan kasusnya.

Bagus!

Kau benar menyuruhku...

Untuk menuntut surat kabar itu.

Jika mereka memuat...

Kabar omong kosong tentangku...

Benar jika kudapat sesuatu darinya.

Itu berita bagus, 'kan?

Sayang.

Jangan lupa...

Masih ada yang belum kau selesaikan.

Selesai sudah, Datin.

Ayahmu akan kecewa dalam kuburnya.

Bahkan aku tak sudi meludahimu!

Itu tidak sepadan!

Begini...

Bahkan setelah 12 tahun...

Dia masih belum mengerti.

Aku tak mau jadi seperti ayahku.

Bisa kita lanjutkan?

YB, kau sadar...

Bahwa kau menandatangani banyak hal.

Kau mau pertimbangkan?

Tidak, aku sangat yakin.

Pasti kau sangat cinta istri barumu.

Hei! Kau tak akan tenang...

Di rumahku, Jalang!

Datin...

Keluar!

Maaf.

Lepaskan!

Jalang!

Aku sangat lapar.

Aku bisa makan seekor sapi.

Ibu tak akan memberi restu.

Ibu.

Duduk dulu.

Nanti Ibu akan tahu.

Sama seperti aku menikahi Siti.

Ibu tidak setuju.

Ibu tidak memberi restu.

Tadi Siti kemari.

Ibu tahu akan jadi seperti ini.

Ibu kecewa tak bisa mencegahmu.

Siti dan aku sudah berakhir.

Dia sudah bebas sekarang.

Dia bisa pergi ke mana pun dia mau.

Kau rela kehilangan akalmu...

Demi wanita itu?

Kau seperti ayahmu.

Selalu soal apa yang kau mau.

Meski ayahmu punya gadis simpanan...

Dia selalu pulang ke rumah.

Tidak pernah meninggalkan kita.

Aku tak mau jadi seperti Ayah.

Seberapa buruk perilaku Ayah...

Ibu tak pernah melawan balik.

Aku tak mau jadi seperti itu.

Aku mau memakai caraku sendiri.

Memakai caramu sendiri?

Nanti Ibu juga tahu.

Hanya kau yang Ibu punya.

Ibu tak bisa apa-apa lagi.

Kau masih sembahyang?

Hanya Tuhan yang menjagamu.

Gugatan pada APC Media Holdings...

Akan diselesaikan di pengadilan.

Firma itu dituntut sejuta ringgit.

Sehubungan dengan laporan...

Soal praktik bisnis Dato...

Yang tidak legal...

Dalam insidennya...

Di peternakan ikan Kampong Cham.

Bisa dilihat, aku bersyukur...

Pengadilan berada di pihakku.

Sabar, Anakku.

Semua akan segera selesai.

Ada apa, Sayang?

Aku tak bisa tidur nyenyak...

Sejak dia pindah dari rumah.

Aku bermimpi aneh setiap malam.

Terkadang aku memimpikanmu.

Tapi mengapa memimpikanmu...

Padahal aku denganmu setiap hari?

Dia pasti melakukan sesuatu...

Pada rumah ini.

Ada aura jahat.

Kau kira aku belum periksa rumahnya?

Bukan itu yang kumaksud.

Maksudnya aku takut...

Ada sesuatu yang tak bisa diatasi.

Aku bisa atasi semuanya, Sayang.

Tahu yang aneh dari mimpi-mimpiku?

Sayang, ingat saat pertama kali...

Kita bertemu dulu?

Aku bilang wajahmu tak asing.

Di mimpi-mimpiku...

Kita sudah kenal sangat lama.

Dan perasaan itu semakin kuat.

Aku haus. Terlalu banyak bicara.

Sayang?

Sayang, itu kau?

Sayang, ada orang di rumah!

Jangan!

Kau harus terbiasa.

Ada alasan kita sampai di sini.

Dengarkan kata-kataku.

Jangan menoleh ke belakang.

Dia bisa sangat cemburu.

Kemarilah, Sayang.

Sakit, bukan?

Ini bukan mimpi.

Tapi mimpi bisa menjadi nyata.

Ibuku hanya simpanan ayah.

Dia cantik.

Tapi tidak seperti istri ayah...

Yang selalu dapat perhatian...

Dari ayahku dan keluarganya.

Mereka kaya dan terkenal.

Semua kenal mereka.

Aku dan ibuku seolah tidak ada.

Aku ingin menjadi cantik.

Secantik ibuku.

Agar seluruh dunia melihatku.

Maafkan kami.

Kami lemah dan tidak berdaya.

Kami mohon...

Berikan wanita ini kuasa...

Dan bebaskan dia.

Kau sanggup melayani dan setia?

Aku sanggup.

Dan akan terus setia.

Sekarang ceritakan kisahmu.

Saat usiaku 16 tahun...

Aku mengandung.

Aku mengandung.

Aku ingin melahirkan bayi itu.

Aku tahu aku bodoh.

Ayah memaksaku menggugurkannya.

Walau dia tahu itu bayinya.

Setelah ibuku tahu...

Dia lantas berubah.

Aku yang merawatnya di RS jiwa.

Ayah hanya menjenguknya sekali.

Ayah memohon maaf dan menangis.

Tapi saat itu Ibu sudah wafat.

Dia sudah lama meninggal.

Aku ingin balas dendam pada Ayah.

Tapi tak sempat...

Karena dia sudah meninggal.

Ayah sudah meninggal.

Aku tidak sempat membalas Ayah.

Tapi aku tahu...

Keluarganya masih ada.

Seperti yang kau bilang.

Kita memang ada hubungan.

Sayangnya...

Ayahmu tak cerita soalku padamu.

Kakak.

Aku suka anak itu.

Tapi dia tahu harganya.

Sepuluh tahun itu sebentar.

Semoga Adam tidak menderita...

Ketika hari itu tiba.

Selamat, Datin!

Aku sudah dengar kabarnya.

Kau hebat, Datin!

Kau pasti akan menang.

Terima kasih.

Harusnya aku yang bilang begitu.

Beri salam untuk Ayah.

Mulutnya bergerak sedikit, Datin.

Itu perkembangan, bukan?

Kami tidak bisa menjamin...

Kesembuhan pasien strok.

Datin, gedung baru sudah jadi.

Kau mau melihat-lihat?

Aku senang bisa membantu.

Indahnya hari ini.

Apa aku terlihat tidak asing?

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.