All language subtitles for F.S01E04.1080p.WEB.h264-NOMA_track4_[ind]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Hai.

Halo.

Mobilmu beres sepekan lalu.

Mau diambil kapan?

Baik.

Berapa biayanya?

Tunggu sebentar.

Totalnya 5.623 baht.

Baik.

Akan segera kuambil.

Seberapa cepat?

Mungkin dalam dua pekan.

Terserah kau saja.

Baik, terima kasih.

Baik. Sampai jumpa.

Sampai jumpa.

Tn. Manop.

Kasir ingin aku mengingatkanmu...

Tagihanmu jatuh tempo 3 pekan lalu.

— Baik. — Begini...

Bisa kau bayar hari ini?

Maaf tentang ini.

— Ny. Wilailuk Sansakul? — Ya.

Totalnya 10.363 baht.

Sedang dalam perbaikan

Toilet terdekat di gedung OPD

Maaf atas ketidaknyamanannya

Kamar Mayat

Kamar Mayat

Halo?

Ini informasi yang ada sejauh ini.

Korban adalah pria Amerika.

Paul Conrad, umur 56 tahun.

Dia adalah pejabat atas...

Dari Firma Humas multinasional.

Tn. Conrad pindah ke Thailand...

Kurang dari dua pekan lalu.

— Baiklah. — Ya.

Ada tanda-tanda luka berat?

Kabarnya organ dalamnya hilang.

Kami belum bisa komentar soal itu.

Biarkan timku melakukan tugasnya.

Kamera keamanan merekam sesuatu?

Siapa...

Siapa kau?

Lihat aku.

Bagaimana menurutmu?

Kau hantu.

Bagus sekali.

Setidaknya kau menghormatiku.

Tidak seperti kulit putih bodoh itu.

Maksudmu Paul Conrad?

Jadi itu namanya?

Karena dia aku terjebak di sini.

Apa yang terjadi?

Apa yang kau lakukan di sini?

Aku ingin meliput pembunuhannya.

Jadi, kau reporter.

Kau ingin tahu apa yang terjadi?

Ya.

Silakan duduk.

Kenapa kau tidak duduk juga?

Aku hantu.

Duduk membuatku tak menakutkan.

Boleh aku rekam pembicaraan kita?

Terserah kau.

Omong-omong...

Kau dari surat kabar mana?

Gerai berita daring.

Aku seorang narablog.

Apa itu narablog?

Narablog adalah...

Orang yang menulis di Internet.

Hai.

Conrad. Paul Conrad.

Apa kabarmu?

Kau sangat pucat...

Dan kurus.

Apa kau lapar?

Baiklah...

Ayo, ikut aku ke dapur.

Aku akan buatkan makanan untukmu.

Kau tak tahu dia tinggal di sana?

Aku ada di sini sejak lama.

Keluarga China dulu tinggal di sini.

Saat itu aku tidak bisa masuk.

Mereka punya patung Buddha.

Pria ini baru pindah dua pekan lalu.

Pantas rumahnya tampak kosong.

Dan pria kulit putih itu...

Tidak tahu kau hantu?

Dia sama sekali tidak takut.

Aku tak bisa jelaskan ini padanya.

Bahasa Inggrisku kacau.

Silakan masuk.

Silakan duduk, anggap rumah sendiri.

Kita lihat ada apa di sini.

Baiklah...

Ini, makanlah keju...

Dan aku akan buatkan roti lapis.

Aku baru pindah dua pekan lalu.

Annie dan anakku masih di Atlanta.

Mereka datang begitu aku lebih siap.

Aku sangat sibuk sejak pertama tiba.

Kantor Bangkok sangat kurang staf.

Maka aku melakukan rapat...

Wawancara dan rapat lagi.

Dan aku harus menyelesaikan...

Banyak masalah di sana juga.

Jadi...

Aku belum sempat keluar...

Dan bersenang-senang.

Tapi jangan khawatir, mungkin nanti.

Kudengar kehidupan malam di sini...

Sangat bebas dan gila.

Bersulang.

Maka kuminta Annie dan anak-anak...

Jangan datang dulu.

Jadi, kau sudah menikah?

Aku sudah menikah tiga kali.

Satu kali bercerai...

Dan salah satu istriku meninggal.

Dorothy.

Kematiannya juga aneh.

Dorothy suka ke salon rambut...

Dan ada salon rambut Korea...

Dekat rumah kami di Atlanta.

Pengelolanya wanita bernama Ny. Kim.

Aku masih mengingatnya.

Rambut hitam pekat panjang...

Kulit putih yang indah...

Dan bertubuh kecil.

Bagaimanapun juga...

Dorothy suka pergi ke sana...

Dan dia sering ke sana.

Alasan dia pergi ke sana...

Karena dia suka manikur.

Dan Tn. Kim bilang padanya...

Bahwa semua peralatannya dari Korea.

Dorothy berpikir itu sangat eksotik.

Sepertinya bakteri berkumpul...

Di bawah kukunya beberapa tahun.

Akhirnya, itu menjalar ke otaknya.

Berubah jadi kanker...

Dan menjalar ke seluruh tubuhnya.

Dorothy wafat kurang dari 3 bulan...

Setelah manikur terakhir itu.

Ny. Kim dan aku berkencan...

Untuk waktu cukup lama setelah itu.

Tapi tak berjalan lancar.

Karena tiap melihatnya manikur...

Aku teringat Dorothy.

Ketidaktahuan adalah anugerah.

Dia sama sekali tak takut padamu.

Hal yang paling gila adalah...

Aku mulai takut padanya.

Dia membuat berbagai asumsi...

Dan bicara seolah tahu segalanya.

Pria yang menyebalkan.

Tidak heran...

Seluruh dunia benci Amerika.

Apa kau takut orang kulit putih...

Saat kau masih hidup?

Tentu.

Aku tidak bisa bicara pada mereka.

Aku tak pernah menduga memiliki...

Masalah yang sama saat sudah mati.

Ini aku.

Dan ini aku saat masih kecil.

Dan ini Dorothy.

Aku tahu yang kau pikirkan, Sobat.

Kau pikir dia perokok, 'kan?

Dan karena dia perokok...

Dia meninggal akibat kanker.

Bukan karena manikur Ny. Kim.

Kau salah, Sobat.

Aku punya teman yang menyelidikinya.

Dia spesialis kanker.

Dan dia sepakat manikur itu...

Penyebab kankernya bukan rokok.

Jika mereka bisa buktikan...

Rokok yang menyebabkan kanker...

Perusahaan asuransi...

Tidak akan mengganti rugi.

Tapi mereka bayar penuh.

Ini pamanku, John.

Saat itu dia di Vietnam.

Dia menikahi wanita Vietnam.

Rambut hitam gelap yang panjang.

Kulitnya lembut dan bertubuh mungil.

Itu masalahnya.

Lembut dan pendiam.

Wanita kami kasar.

Mereka berisik dan agresif.

Mereka bilang, "Hei, ini makananmu!"

Makan ini. Makan itu.

"Memang kau yang berkuasa?"

"Aku berkuasa! Aku juga bekerja."

"Bukan hanya kau yang cari nafkah."

Ini hak wanita. Kekuatan wanita.

Kebebasan wanita. Kau tahu apa itu?

Kau tahu soal kebebasan wanita?

Jika kukatakan di AS, aku bisa mati.

Sudahlah.

Ini Annie, istriku yang sekarang.

Ini Harry dan Sally.

Aku tahu lagi yang kau pikirkan.

Harry dan Sally.

Film When Harry Met Sally.

Kau benar.

Kami memberi nama anak kami...

Dari nama karakter di film.

Kami sangat suka film itu.

Saat menemukan sesuatu yang bagus...

Jangan diubah.

Film itu membuat kami tertawa...

Membuat kami menangis. Indah sekali.

Apa kau punya anak?

Tak apa. Aku paham. Kau malu.

Itu yang aku suka dari orang Asia.

Kalian menghargai diam.

Orang Amerika benci diam.

Diam saja tak akan bisa maju.

Orang harus lantang.

Harus berani.

Harus agresif.

Terkadang itu melelahkan.

Itulah saat aku bepergian...

Aku harus terus mengingatkan diri...

Untuk menutup mulutku.

Aku tak mau terdengar seperti...

Orang Amerika yang menjengkelkan.

Kau hantu.

Kenapa tidak menghilang saja?

Saat itu aku belum lama jadi hantu.

Aku tidak bisa menghilang.

Menakuti anak kecil saja tidak bisa.

Dan mentega itu berbau busuk.

Itu bukan mentega tapi keju.

Aku tidak peduli benda apa itu.

Casper!

Casper! Diam!

Casper!

Permisi.

Kurasa kita kedatangan tamu.

Aku pergi saja.

Sial!

Sial!

Halo? Ya, Dokter Somporn.

Ya, ini Paul Conrad.

Ya, aku diserang...

Diserang di rumahku.

Ya, di rumahku.

Ya, dua pria berusaha masuk.

Mereka ingin merampok.

Ya, aku melihat mereka...

Dan kami akhirnya berkelahi.

Mereka berusaha mengambil TV.

Ya, aku tahu itu bodoh...

Tapi aku besar dan mereka kecil.

Dan aku punya tongkat bisbol.

Baiklah, dengar.

Aku kehilangan banyak darah.

Ya.

Tidak.

Mereka sudah pergi. Dikejar Casper.

Dia mengejar mereka.

Tidak. Pria itu membawa pisau...

Dan dia melukai tanganku.

Tidak, dia tak memutus tanganku!

Dia hanya menusuknya sangat dalam.

Tidak. Dengar.

Aku tak punya kotak P3K di sini.

Dan aku tidak punya mobil...

Jadi aku tidak bisa ke rumah sakit.

Somboon bawa mobilku ke bengkel.

Jika kau bisa segera ke sini...

Aku akan sangat menghargainya.

Lukanya dalam, aku kehilangan darah.

Mereka tidak dapat TV-nya!

Mereka menjatuhkannya di halaman.

Ya, jika kau bisa segera ke sini...

Aku akan sangat menghargainya.

Tidak...

Aku bersama seseorang di sini.

Aku bersama seorang teman di sini.

Apa? Tunggu sebentar.

Dia ingin tahu apa kau punya mobil.

Entahlah, dia tidak bilang apa-apa.

Dia diam saja sejak tiba di sini.

Dia sangat pemalu.

Kurasa dia tidak punya mobil.

Omong-omong, ayolah.

Jika kau bisa segera datang...

Aku akan sangat menghargainya.

Baiklah, terima kasih.

Ya, aku kehilangan banyak darah.

Ya, baiklah. Aku tunggu.

Aku tunggu di sini. Terima kasih.

Menyebalkan sekali.

Apa semua ini benar?

Tentu saja.

Saat dokter tiba, dia diperiksa.

Dan menyuruhnya ke rumah sakit.

Tapi dia kehilangan banyak darah.

Dia membutuhkan transfusi darah.

Di mobil?

Ya.

Di mobil, saat menuju rumah sakit.

Jadi dokter memintaku menyetir.

Tunggu, dokternya orang Thailand?

Dia tidak tahu bahwa kau hantu?

Saat itu, aura hantuku menghilang.

Lalu tanpa kusadari...

Aku mengantar mereka ke rumah sakit.

Dasar bodoh.

Ya, benar.

Permisi, siapa namamu?

Mena.

Apa kau lahir bulan Maret (Mena)?

Ya.

Ke rumah sakit. Temanku sakit!

Ayo!

Berangkat sekarang!

Tunggu apa lagi? Cepat!

Lebih cepat, temanku sekarat!

Bertahanlah, Bung.

Bisakah kau menyalakan musik?

Terima kasih.

Apa kau lahir bulan Maret (Mena)?

Ya.

Di depan belok kanan.

Hei, aku bilang belok kanan!

Belok kanan.

Bagus.

Sekarang belok kiri ke tempat gelap.

Menepilah.

Keluar.

Aku bilang keluar!

Berikan semua uangmu.

Dan jam tanganmu.

Dan jimatmu.

Aku juga akan ambil mobilmu.

Kenapa kau lakukan itu?

Itu kecelakaan.

Kecelakaan apanya!

Kau baik-baik saja, Mena? Ada apa?

Mena, apa kau baik-baik saja?

Hal itu menghantuiku.

Sudah berapa lama itu?

Entahlah.

Konsep waktuku berbeda darimu.

Hari, bulan, tahun, jam, menit...

Itu adalah buatan manusia.

Dibuat ada.

Jauh lebih sederhana bagi hantu.

Ketika terang, aku tidur.

Ketika gelap, aku mencari makan.

Benar juga.

Apa yang terjadi setelah itu?

Jangan bilang kau mati lagi.

Aku sudah mati. Tak bisa mati lagi.

Itu hanya kecelakaan kecil.

Dokternya terluka di kepala...

Dan lehernya sakit.

Orang Amerika itu tangannya dijahit.

Lalu mereka membawaku ke UGD.

Aku tak bisa dengar detak jantungmu.

Memang sudah lama tak berdetak.

Biar kuperiksa denyut nadimu.

Tidak ada denyut nadi juga.

Aku seorang Pob.

Pob, maksudmu hantu penasaran?

Ya, Dokter.

Terima kasih banyak, Dokter.

Semoga kau cepat sembuh.

Baiklah. Sama-sama.

Semoga kau juga cepat sembuh.

Biasanya, akan kuminta kau mampir.

Tapi ini sudah hampir pukul 05.00.

Jadi aku pikir...

Kau pasti ingin pulang istirahat.

Kau benar. Lain kali saja.

— Baik, selamat malam. — Malam.

Kambing.

Hei, kukira kau sudah pergi.

Silakan masuk dan duduk.

Kau ingin bir lagi?

Kambing.

Kambing?

Itu kamusku.

Apa yang kau lakukan dengan kamusku?

Kambing!

Kambing.

Phee. (Bahasa Thailand "hantu")

Kambing.

Mayat, jenazah, arwah, hantu...

Celaka!

Begitu.

Jadi kau sembunyi sampai malam.

Ya.

Apa menurutmu aku bisa...

Mengambil fotomu dengan ini?

Mana kutahu?

Mari kita coba.

Aku harus bergaya seperti apa?

Biasa saja. Ini bukan foto fesyen.

Kenapa kau tak menyerangku...

Saat aku datang?

Aku kenyang.

Kau lihat ukuran tubuh pria itu?

Aku kenyang berhari-hari.

Tapi isi perutnya agak hambar.

Aku mengerti maksudmu.

Makanan Barat menurutku hambar.

Bagus.

Tadi katamu kau narablog?

Ya.

Ceritaku pasti viral di internet.

Pob.

Boleh aku jujur?

Ceritamu hanya omong kosong.

Apa? Menurutmu aku pembohong?

Aku pasti gila kalau percaya padamu.

Semua ceritamu tak masuk akal.

Kalau cerita ini kutulis...

Aku pasti dihabisi warganet.

Kau tahu kejamnya media sosial...

Saat berbalik menyerangmu?

Kurang ajar!

Aku cerita panjang lebar padamu...

Tapi kau tak akan menulisnya?

Tidak bisa.

Mengaku mewawancarai Pob saja...

Aku pasti jadi bulan-bulanan.

Tapi ceritamu menarik.

Akan kuhabisi kau sekarang juga!

Aku memakai jimat.

Hei.

Tn. Pob?

Ayo buat kesepakatan.

Beri aku nomor lotere yang jitu...

Nanti kutulis ceritamu. Setuju?

Baiklah.

Kutulis ceritamu kalau tembus.

Kau mau menyicil?

Langsung kubayar lunas.

—Benarkah? —Ya

Kau habis menang lotere, ya?

Ini kuncinya. Terima kasih.

Terima kasih.

Hati-hati di jalan.

Tn. Manop?

Dokter ingin bicara padamu.

Rusak

Kamar mandi terdekat di gedung OPD

Maaf atas ketidaknyamanannya

Dokter bilang apa?

Tentang apa?

Ibumu.

Dokter menyarankan operasi.

Agar dia bisa bertahan setahun lagi.

Jika tidak, dia tak akan bertahan...

Melewati bulan ini.

Tapi operasi memiliki risiko.

Apa kau izinkan dia dioperasi?

Entahlah.

Masih kupikir-pikir.

Kalau kau izinkan dia dioperasi...

Dia akan selamanya di sini.

Operasi saja tak akan cukup.

Dia akan dipasangi selang, jarum.

Semakin banyak prosedur.

Semakin banyak omong kosong.

Terima kasih sudah menulis ceritaku.

Sekarang aku terkenal.

Pob, apakah itu kau?

Sebentar lagi aku terlahir kembali.

Mereka memberiku jatah.

Selamat.

Aku serius tentang ibumu.

Tak ada yang ingin mati di RS.

Sangat menyiksa.

Di mana ibuku?

Ibumu mengalami syok.

Kami membawanya ke ICU.

Bolehkah aku menjenguknya?

Penjenguk tak boleh memasuki ICU.

Aku bukan orang lain. Aku putranya.

Hanya dokter dan petugas medis...

Yang diizinkan memasuki ICU.

Aku tahu, tapi...

Dia ibuku.

Aku tahu, silakan menunggu.

Bagaimana keadaannya sekarang?

Silakan menunggu.

Hei, Pob.

Kalau ibuku selamat...

Kau boleh memakanku.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.