Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Orang-orang jepang...
Makan dan tidur di atas tatami...
Sejak zaman dahulu.
Perasaan dan emosi...
Yang terjadi di dalam rumah...
Meninggalkan bekas di atas tatami.
Perlahan masuk ke lapisannya...
Selama waktu yang panjang.
Tidak hanya kebahagiaan...
Tapi dendam dan kebencian juga.
Terkutuk
Pembantaian Keluarga Shinomiya
Orang-orang Jepang...
Makan dan minum di atas tatami...
Apa rasa takut dan kebencian...
Yang keluarga Shinomiya rasakan...
Di saat mereka sekarat...
Masih ada di tatami mereka?
Shibata: Bagaimana artikelnya?
Aku akan mengirimnya...
Untuk diperiksa dan disunting...
Setelah aku selesai.
Shibata: Rapatnya hari Rabu.
Shibata: Bisa pukul 21.00 ini?
Maaf, bisakah kita undur?
Aku butuh lebih banyak waktu...
Untuk menulis artikel ini.
Shibata: Tak perlu begitu detail.
Ya, tapi aku ingin menulisnya...
Dengan benar.
Shibata: Tunggu, jangan bilang...
Kau mau bermalam di sana?
Rencananya begitu.
Shibata: Kenapa kau...
Amat terobsesi dengan artikel ini?
Kenapa orang-orang Jepang...
Kenapa aku begitu...
Di...
Sini.
Ibu
Ayahmu meninggal dunia
Makoto?
Terima kasih banyak atas bantuanmu.
Aku sangat berterima kasih.
Permisi. Boleh aku bicara kepadamu?
Ayo kita bicara di sana.
Aku mohon permisi.
(Kau sudah pulang.)
(Apa kau lapar?)
(Kau ingin makan sesuatu?)
(Tidak, aku baik-baik saja.)
Baiklah.
Bilang saja padaku bila kau lapar.
Direktur pemakaman butuh sebuah...
Foto ayahmu, untuk foto pemakaman.
Bisa kau ambilkan album keluarga?
Terima kasih.
Di foto, ayahmu terlihat galak.
Saat itu kau lucu sekali, Makoto.
Maukah kau tetap terjaga...
Menjaga jenazah ayahmu malam ini?
(Ingin kugantikan berjaga?)
(Kau harus beristirahat.)
Di sini.
Makoto.
Astaga.
Kau terluka.
Kasihan.
Pasti sakit sekali.
Berdarahnya banyak sekali.
Sudah kuduga hari ini akan datang.
Ibu tahu suatu hari...
Kau akan mengetahuinya.
Jujur saja.
Ibu tidak peduli dengan semua itu.
Antara rumah atau warisannya.
Tapi ayahmu tak bisa melepaskannya.
Jadi Ibu bilang padanya...
"Jika kakaknya tak mau memberi...
Ambil saja darinya."
Dan seperti inilah...
Cara kakaknya mati.
Noda di tatami.
Menyerah sajalah.
Kakak.
Aku tak suka lakukan ini padamu.
Kau adalah anak pertama.
Semua menyayangimu, hanya untuk itu.
Kau punya semuanya untuk sendiri.
Aku telah hidup...
Dengan ketidakadilan seumur hidupku.
Kakak.
Jadi boleh?
Turuti aku saja, aku mohon.
Astaga, maaf.
Baiklah, ayo tulis.
Hanya setengah, itu sudah cukup.
Ayo, tulis di sini.
Katakan padaku.
Kau mau apa...
Jika dapat setengah warisan?
Kau bahkan tak punya pewaris.
Kau menikahi wanita mandul...
Yang tidak berguna.
Teganya kau mengatakan itu!
Ayo tulis sekarang!
Kau harus tahu posisimu!
Aku kepala keluarga!
Aku adalah kepala...
Ayahmu tak pernah tersenyum lagi.
Tapi itu tidak apa-apa.
Karena...
Kau hadir dalam hidup Ibu.
Cepat, pakaikan itu di kepalanya.
Minggir.
Buka!
Buka pintunya!
Buka!
Buka pintunya!
Hentikan!
Hentikan!
Ibu!
Ibu!
Ibu!
Ibu!
Ibu!
Anak ini...
Milikku.
Dia anugerah dari Tuhan.
Anakku...
Ibu sudah begitu lama menantimu.
Ibu menanti begitu lama.
Anakku.
Ibu sangat senang...
Kau datang padaku, Makoto.
Ibu sangat menyayangimu!
Makoto, terima kasih banyak...
Karena telah datang padaku.
Tapi kurasa...
Ini saatnya mengembalikanmu.
Tidak perlu merasa takut.
Ibu akan ikut bersamamu.
Baiklah...
Ayo.
Di sini.
Bagus! Aku dapat kesepakatan...
Yang sangat bagus
Tidak, aku seharusnya menawar...
Lebih baik lagi
Ibu Tetangga, kenapa tidak keluar?
Tidak bisa, ada monster di luar
Sembunyikan wajahmu...
Dengan panci dan keluarlah
Tidak bisa, aku tak punya panci
Tutupi badanmu dengan selimut...
Dan keluarlah
Tidak bisa, selimutku sobek...
Dan compang-camping
Berikan anak itu padaku
Tidak, aku butuh anak itu
Kalau begitu, anak ini saja
Tidak, aku juga butuh anak ini
Ayo kita pilih bersama
Ya, ayo
Kaulah orangnya.
Tokoh, lokasi, kejadian, dan nama adalah fiktif.
Kesamaan yang ada tak disengaja.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.