All language subtitles for F.S01E01.1080p.WEB.h264-NOMA_track3_[ind]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Tak banyak pekerjaan di sini.

Hanya harus dibersihkan debunya.

Pemiliknya di mana?

Waktumu tiga hari...

Untuk bersihkan rumah ini.

Ibu percayakan kunci ini kepadaku?

Tak ada yang bisa dicuri di sini.

Tak ada elektronik atau perhiasan.

Sebaiknya kau mulai sekarang.

Aku pergi dulu.

Kau punya nomorku, 'kan?

Kalau-kalau terjadi sesuatu.

Jody?

Jody?

Jody.

Apa yang kau lakukan, Nak?

Tidak ada.

Ibu harus kerja.

Jika kau mau bantu Ibu, boleh.

Kalau kau ingin main pun boleh.

Jody?

Bagaimana bersih-bersihnya?

Hei, Pak. Ada apa?

Tak bisa kau kuusir...

Maka kukunci saja rumah ini.

Jangan begitu, Pak.

Anak saya bagaimana?

Gila kau.

Ini rumah...

Belum kau bayar enam bulan.

Aku dan keluargaku butuh makan juga.

Aku sudah dapat kerja.

Kubayar tiga hari lagi.

Tiap bulan kau katakan itu.

Aku muak dengan alasanmu.

Ambil motorku sebagai pembayaran.

Rongsokan ini? Siapa mau?

Pak, kau orang beragama...

Apa kau tega?

Tiga hari.

Ibu tak apa-apa?

Tak perlu kau khawatir.

Bantu ibu berkemas.

Kita mau kabur?

Ya.

Lantas di mana kita tinggal?

Jangan banyak bertanya.

Ambil barang-barangmu.

Bau!

Tutup hidungmu.

Syukur bukan milik kita.

Kita menginap di sini?

Pemiliknya pasti tak keberatan.

Yang jelas, aku tidak.

Kalau begitu tak masalah.

Hei, jangan dinyalakan.

Nanti tetangga tahu.

Ibu juga bawa lampu.

Mau mi instan?

Kompor di sini menyala?

Kalau tidak, rendam saja di air.

Mi instan dingin? Jijik!

Lebih baik mi instan dingin...

Atau baju kotormu?

Jody, kompornya menyala.

Bagus pula kompor ini.

Jody? Jangan berisik di atas.

Di atas mana?

Mungkin tikus.

Ibu?

Aku lelah.

Lelah?

Kapan kita tak harus terus pindah?

Aku ingin punya teman.

Ada Ibu sebagai temanmu.

Tak sayang lagi kau dengan Ibu?

Tentu aku sayang.

Tapi aku ingin teman seusiaku.

Aku pun ingin sekolah.

Tahu tidak? Waktu sekolah...

Ibu peringkat satu.

Apa pun kau mau bisa Ibu ajari.

Tapi aku ingin belajar di sekolah.

Aku pun mau jadi peringkat satu.

Kau sudah peringkat satu...

Di hati Ibu.

Jody, bangun! Kita harus pergi.

Ayo!

Tolong!

Tolong! Tolong!

Tempat ini bau sekali.

Astaga.

Jadi, kau penjaga rumah ini?

Dia hanya petugas kebersihan.

Akulah penjaga rumah ini.

Kau masih bekerja selarut ini?

Aku juga bertanya-tanya soal itu.

Kami diusir oleh pemilik kontrakan.

"Kami"?

Putraku dan aku.

Aku punya kunci rumah ini...

Jadi aku berpikir tinggal di sini...

Sampai mendapat tempat tinggal baru.

Ada banyak kotoran manusia di atas.

Itu bukan kotoran.

Itu makanan kami.

Makanan kalian?

Bolehkah aku memelihara kucing?

Aku ingin punya kucing.

Kucing?

Harga makanan kucing mahal.

Memangnya mau diberi makan rumput?

Bagaimana kalau kelinci?

Ibu akan memikirkannya.

Jangan berpikir terlalu lama.

Apa aku boleh menonton TV?

Tentu. TV memang untuk ditonton.

Ibu, Ibu ada di TV!

Anak-anak kesulitan mengingat...

Apa yang terjadi.

Namun pihak kepolisian...

Kenapa Ibu menutupi wajah?

Karena Ibu tidak ingin terkenal.

Kenapa kau tidak menonton kartun?

Aku menontonnya tadi.

Tapi salurannya berganti sendiri.

Ini pasti gara-gara antenanya.

Aku ingin buang air kecil.

Ibu?

Ibu?

Sepertinya ada tikus di kamarku...

Atau mungkin musang.

Kau tidak boleh tidur di sini.

Tapi aku tidak berani tidur sendiri.

Kau sudah besar sekarang.

Ibu akan mengantarmu tidur.

Kau seharusnya bersyukur...

Bisa punya kamar sendiri.

Tapi aku tidak suka kamar ini.

Kamar ini terlalu suram.

Begini saja.

Kalau Ibu sudah punya uang...

Kita bisa membeli cat.

Lalu kita akan mengecat kamar ini...

Dengan warna kesukaanmu.

Kau juga bisa menghiasnya sesukamu.

Mengerti?

Jody, Ibu akan marah padamu.

Bau.

Aku...

โ€” Baca. โ€” Ingin...

โ€” Badak. -Main...

โ€” Balon. โ€” Di luar.

Nanti, setelah selesai belajar.

Kenapa?

Usiamu 7 tahun tapi tak bisa baca!

Itu karena aku tidak sekolah.

Siapa bilang? Ibu bisa mengajarimu.

Tapi kau tidak mau memperhatikan.

Apa Ibu bisa mengajari hal lain?

โ€” Seperti matematika? โ€” Bisa!

Kalau sudah bisa membaca...

Kau baru bisa belajar apa pun.

Aku ingin belajar di sekolah.

Ibu sudah bilang padamu.

Ibu belum punya uang.

Tahun depan mungkin.

Bermain di luar saja tidak boleh.

Siapa bilang?

Asal Ibu ikut bermain.

โ€” Ayo. โ€” Nanti.

Setelah belajar.

Aku merindukan Ayah.

Sudahi saja ini, pergi ke kamarmu.

Kenapa?

Karena kau membuat Ibu kesal.

Aku hanya ingin bermain di luar...

Seperti anak-anak lainnya.

Anak-anak itu menuruti Ibu mereka.

Ibu mereka baik, berbeda dengan Ibu.

Kemari!

Diam di sini sampai minta maaf!

Jody?

Jody?

Jody?

Jody?

Kenapa Ibu meninggalkanku?

Ibu minta maaf, Sayang.

Tidak apa-apa, Ibu.

Aku juga minta maaf.

Sebenarnya Ibu ingin...

Mengizinkanmu bermain di luar...

Dan bersekolah agar banyak teman.

Tapi Ibu sangat khawatir...

Ayahmu akan membawamu pergi lagi.

Mereka tidak ingin Ibu bersamamu.

Kau mengerti itu, 'kan?

Iya, Ibu.

Apa kau ingin itu terjadi?

Tidak. Aku ingin bersama Ibu.

Maka dari itu...

Tidak ada yang boleh tahu...

Kalau kita tinggal di sini sekarang.

Paham?

Kau mengerti, 'kan?

Jangan terlalu banyak kecap.

Baik.

Enak sekali!

Ini dia.

Tiga dolar.

Ini, Pak.

Terima kasih. Jangan terlalu jauh!

Kau berbicara dengan siapa?

Anakku.

โ€” Ayo. โ€” Ibu.

Apa aku boleh beli mainan?

Mainan yang mana?

Robot ini.

Itu hanya robot plastik.

Ibu akan membelikanmu robot asli.

Kapan?

Kalau Ibu mendapat pekerjaan baru.

Ayo.

Kenapa?

Kecapnya terlalu banyak.

Ini.

Apa lagi?

Sekarang rasanya hambar.

Tambah bumbu kecapnya sendiri. Ini.

Masih soal "anak-anak loteng"...

TV-nya memang kadang begitu.

Di Jakarta Selatan.

Saat ini, paranormal terkenal...

Pak Rohmat Setiadi...

Akan angkat bicara soal kasus ini.

Aku yakin anak-anak itu diculik...

Oleh makhluk yang disebut "Wewe".

Wewe adalah roh...

Seorang ibu yang bunuh diri...

Karena tidak bisa punya anak.

Ada apa denganmu?

Kemari!

Kenapa kau melakukan ini?

Bukan aku, Ibu.

Jangan bohong!

Aku tidak bohong.

Kenapa kau bertingkah seperti ini?

Bukan aku pelakunya, Bu.

Lalu siapa?

Aku tidak tahu.

Ibu tidak punya uang...

Dan kau buang-buang makanan.

Ibu sangat kecewa padamu.

Jangan dimakan. Sudah kotor.

Letakkan.

Telah hadir Aimee Saras.

Salah satu penyanyi favoritku!

Apa kabar?

Aku baik.

Anda dikenal sebagai panutan.

Tidak hanya karena karier...

Tapi karena Anda seorang Ibu.

Bagaimana Anda...

Menginspirasi wanita Indonesia?

Aku selalu punya tujuan hidup.

Secara jangka pendek...

Dan jangka panjang.

Keduanya membuatku fokus...

Untuk gapai cita-citaku.

Itu caraku konsisten dalam kerja.

Bagaimana dengan tantangannya?

Tentu, ada tantangannya.

Beberapa tahun lalu...

Aku punya seorang anak...

Yang menjadi penghambatku.

Jadi aku singkirkan dia.

Maksud Anda?

Di satu malam, aku menyelinap...

Ke kamarnya dengan pisau.

Dan aku tikam dia sampai mati.

Sulitkah bagi Anda?

Kupikir itu yang terbaik...

Karena tak tahu masa depannya.

Jika kau membunuh anak...

Yang tak berdosa...

Dia akan masuk surga, 'kan?

Luar biasa!

Jody.

Jody.

Maafkan Ibu, ya?

Untuk apa, Bu?

Karena Ibu sudah memarahi Jody tadi.

Maaf kecapnya terlalu banyak kecap.

Tidak apa-apa, Bu.

Aku sudah nakal.

Maaf kau belum bisa sekolah.

Ibu janji akan memperbaikinya.

Butuh waktu lama...

Tapi Ibu akan memperbaikinya.

Ibu sudah tawarkan jasa cuci baju...

Pada semua tetangga kita.

Kita bisa dapat uang...

Lalu ditabung untuk sekolahmu.

Bagaimana?

Baiklah, Bu.

Kau mau tidur di kamar Ibu?

Tidak, Bu. Aku tidur di sini saja.

Kau memang pemberani.

Aku sayang Ibu.

Ibu juga sayang Jody.

Tidurlah.

Polisi belum bisa menetapkan...

Pelaku penculikan anak-anak ini.

Polisi masih memproses...

Keterangan dari seorang anak.

Aku diculik oleh seorang ibu...

Saat aku sedang bermain.

Dia membawaku...

Dari satu pohon ke pohon lainnya.

Lalu dia membawaku ke rumah itu.

Apa ciri-ciri ibu ini?

Dia berbadan tinggi dan besar.

Dia bergelantungan di pohon?

Tidak, kami terbang.

Terbang?

Bagaimana caranya?

Dia seperti punya sayap.

Dia membawaku dengan memelukku.

Jody.

Jody, kemarilah.

Bukankah Ibu bilang hati-hati...

Saat kau bermain?

Aku memang berhati-hati, Bu.

Lalu ini apa?

Bukan aku pelakunya, Bu.

Apa yang harus kulakukan padamu?

Tapi bukan aku, Bu.

Berhentilah berbohong!

Aku tidak berbohong...

Aku tidak bohong, Bu.

Bukan aku pelakunya.

Bukan aku pelakunya, Bu.

Aku janji akan mencuci semua ini.

Ibu. Lihatlah, Bu.

Katakan sesuatu, Bu.

Aku akan mencuci semuanya, Bu.

Bu!

Lihat, Bu!

Aku bantu mencucinya lagi.

Bu? Katakan sesuatu, Bu.

Ibu?

Bu, katakanlah sesuatu.

Bu.

Bu... Katakan sesuatu, Bu.

Ibu?

Bu?

Bu...

Wewe adalah iblis...

Yang suka menculik anak-anak.

Dia menculik anak-anak...

Dari rumahnya atau tempat lain.

Lalu disembunyikan di rumah kosong.

Bu...

Ibu?

Wewe sangat suka anak-anak.

Karena Wewe tidak beri makan...

Anak-anak makan kotoran...

Atau dedaunan yang dibawa Wewe.

Akhirnya, mereka mati kelaparan.

Bu?

Bu?

Di mana kau, Bu?

Bu?

Mengapa tak ada mayat anak-anak?

Karena Wewe yang memakannya.

Bu?

Bu, itu kau?

Aku takut.

Wewe menculik anak mana pun?

Tidak.

Wewe menculik anak-anak...

Yang dibuang orang tua mereka.

Dia hanya menculik anak-anak...

Yang bersedia diculik olehnya.

Jody.

Bu?

Aku takut.

Ibu. Aku takut, Bu.

Jody!

Jody?

Jody... Jody?

Wanita yang menemukan...

Anak-anak di loteng rumah...

Adalah pembantu yang diusir...

Dari rumah kontrakannya.

Dia hidup sendiri...

Sejak kecelakaan mobil...

Yang menewaskan suami...

Dan anak usia 7 tahun, Jody.

Aku tidak bisa mengusirmu.

Karena itu rumah ini aku gembok.

Bagaimana dengan anakku?

Kau gila.

Jangan jauh-jauh!

Kau bicara kepada siapa?

Anakku.

Tolong.

Tolong.

Tolong!

Tolong.

Bagaimana kabar hari ini, Bu?

Aku baik-baik saja.

Jody.

Jody.

Jody.

Apa orang itu pasien di sini?

Dia mengaku sebagai paranormal.

Dia bukan pasien.

Itu ayah dokter itu.

Kadang suka berkunjung ke sini.

Pak? Permisi, Pak.

Pak?

Aku pernah melihatmu di TV.

Aku tahu kau siapa.

Kau tahu aku pasien di sini?

Aku pernah melihatmu di berita.

Jadi, kau kalah dari dia.

Apa maksudmu?

Kau sudah mengambil anaknya.

Dia pasti ingin balas dendam.

Maksudnya balas dendam?

Anak dibayar anak.

Dia bisa membuat orang...

Melihat macam-macam.

Dan mendengar macam-macam.

Membuat orang...

Mau meninggalkan anak mereka.

Aku tidak bisa mengusirmu.

Karena itu rumah ini aku gembok.

Jangan seperti itu, Pak.

Bagaimana dengan anakku?

Kau gila.

Jangan jauh-jauh!

Kau bicara kepada siapa?

Anakku.

Aku sayang Ibu.

Ibu juga sayang Jody.

โ€” Pak. โ€” Ya?

Aku ingin keluar dari sini.

Kau ke sini atas kemauan sendiri.

Jadi, bisa keluar kapan saja.

Terima kasih.

Jody!

Jody?

Kemari, Jody.

Kemarilah, Jody.

Kemarilah. Ini Ibu.

Jody, lihat Ibu. Ibu di sini.

Ibu sayang sekali pada Jody.

Ibu sayang sekali padamu.

Kemarilah.

Kemarilah.

Jody?

Ayolah, Jody.

Ayo, Nak.

Jody, Sayang.

Jody, Sayang.

Maafkan Ibu.

Ibu tak akan meninggalkanmu lagi.

Bu.

Kemarilah.

Jody.

Aku tidak takut denganmu!

Aku sayang anakku.

Aku tidak bisa hidup tanpa dia.

Kau tahu rasanya kehilangan anak.

Kau dahulu juga seorang ibu.

Aku mengerti perasaanmu.

Terserah kau mau apakan kami.

Aku tidak akan tinggalkan anakku.

Jody...

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.