Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Bisakah kau mengisi ulang? 10 euro.
- Nomornya? - 329...
022
8414.
Dan kartu gosok.
Prize atau Super Prize?
Apa bedanya?
Prize harganya lima euro dan kau bisa memenangkan 500.000 euro.
Super Prize harganya sepuluh euro dan kau bisa memenangkan satu juta euro.
Aku pilih Prize.
- Selamat tinggal. - Selamat tinggal. Terima kasih.
Cewek seksi.
Dapatkan Bonus 50% Auto Jadi Sultan LXWHITELABEL.COM
Monica?
- Eh? - Yang angkatan laut.
Yang itu kemarin ada di kursi.
Kau yang mencuci, bukan?
Kapan aku mencucinya?
- Entahlah, pada hari Sabtu. - Pada hari Sabtu...
- Bukankah ada di kursi? - Tidak.
Ada di lemari. Siapa yang menaruhnya di sana?
- Hai. - Hai.
Terima kasih.
Keluarkan buku latihanmu.
- Bagaimana hasil ujianmu? - Tidak terlalu bagus.
Kau? Enam. Itu tidak buruk, kan?
Berapa nilai yang kau dapat, Nadia?
Tujuh? Ace, aku dapat lima, aku buat banyak kesalahan.
- Aku akan ambil salah satunya. - Satu euro.
Hai.
Hai.
Kau mau apa?
Aku tidak tahu...
Es loli.
Pilihlah yang mana yang kau mau.
Bagaimana kalau kita jalan-jalan sambil makan?
- Oke. - Ayo.
Aku sudah pernah melihatmu. Kau tinggal di sini juga, bukan?
Kau selalu sendiri.
Kau tidak punya teman?
Tidak, mereka semua sombong.
Kau masih sekolah?
Ya, aku berada di tahun ketiga Hotel dan Katering.
Aku di sekolah yang sama.
Aku akan jual sepatu pelayanku jika kau membutuhkannya.
Kau bisa lulus setelah dua tahun, bukan?
Tidak, diploma butuh tiga tahun, lalu kau bisa memilih dua tahun lagi.
Aku keluar setelah tahun ke dua.
Semua sama, kau belajar semua, kan?
Apa pekerjaanmu sekarang?
Aku berganti pekerjaan setiap saat.
Pamanku bekerja di bengkel terdekat.
Aku kadang-kadang membantunya. Dan membayarku setiap hari.
Pamanku punya senjata, kau tahu.
Astra Cub.
Model lama, terapat ukiran pada logamnya.
Harganya mahal dan sulit ditemukan.
Kau ingin melihatnya?
- Hai paman. - Halo.
Bolehkah aku pinjam kunci rumahmu?
Halo.
Halo.
Brando...
Nyalakan pemanas di kamarku, agar hangat saat aku sampai di rumah.
Aku lupa menyalakannya.
Oke.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
- Ayo. - Giliranmu.
Kau memiliki pabrik kartu truf.
Mau air?
Ini air keran yang bagus.
Di tempatku juga begitu.
Jika kau ingin melakukan sesuatu, silakan saja. Atau kau ingin ke kamar mandi.
Aku tidak ingin apapun.
Celana jeans yang kau pakai itu sangat ketat...
Jadai sulit untuk berimajinasi.
Ini sudah lama, aku pun tidak ingat di mana dulu aku membelinya.
Oke...
Ayo, aku akan menunjukkan senjatanya.
Belum lama dibeli.
Paling lama dua atau tiga bulan.
Bagus, bukan?
Ini senjata terkecil di dunia.
Ya ini bagus.
Berapa harga kamar ini?
Jika kau menyewakannya.
Pamanku ingin menyewakannya.
Dia bilang dia bisa tidur di ruang tamu, dia bisa mendapat tambahan uang dengan kamar ini.
Menurutmu berapa?
Aku tidak tahu.
120, 150?
Ya, mungkin.
Jangan, kumohon.
Jangan malu, kau memiliki pantat yang kencang.
Ayo pergi sekarang.
Tidak...
Nanti saja.
Aku sudah mendapatkan kuncinya.
Ayo pergi...
Aku lebih suka.
Kita di sini sebentar?
- Kau ingin bercinta? - Tidak, aku tidak mau.
Kita sudah punya tempat untuk bercinta sebentar saja.
Sudah kubilang, aku tidak mau.
Tapi aku mau.
Kita sudah di sini sekarang.
Lakukan untukku kalau begitu.
Sudah kubilang, aku tidak mau.
Mengapa tidak?
Ini bukan pertama kalinya kau bercinta kan?
Aku yakin kau sering blowjob.
Kau itu pelacur, tidak ada salahnya.
- Apa yang kau inginkan? - Apa yang kau inginkan?
Aku akan memasukkan kontolku ke pantatmu jika aku mau, oke?
Kau lihat pistol itu?
Bukankah kau lebih suka kontolku?
Ayolah, aku sudah horny sepanjang hari ini.
- Kau gila! - Jangan lakukan ini padaku!
Kau di sini dan kau akan tetap di sini.
Sekarang lepaskan celana jins itu dan jangan main-main denganku...
atau aku akan membunuhmu.
Oke?
Kau suka menonton TV?
Ngomong-ngomong, kau punya ponsel?
Jika ada, lebih baik kau menyerahkannya.
Ayolah, aku tahu kau punya.
Tidak akan ada apa-apa, aku hanya menyimpannya.
Aku pun sudah punya, tapi tolong serahkan ponselmu.
Serahkan.
Lepaskan jeansmu.
Ya Tuhan, kau cantik sekali.
Kemarilah...
Kau bersih kan?
Kau tidak terlihat seperti dirimu. Kau baik-baik saja?
Tenang saja, aku sehat.
Sangat sulit jika kau tidak mempercayaiku, tapi aku benar-benar tidak terkena penyakit.
Angkat kakimu.
Kau memiliki rambut yang indah.
Berapa lama lagi kau akan ada di sana?
Tidak lama.
Ayolah, aku mau kencing.
Tapi luangkan saja waktumu.
Aku mengembalikan ponselmu,
Aku ingin kau membantuku, oke?
Aku akan memberitahumu langsung.
Jika kau memberitahu orang-orang tentangku, aku akan memukulmu.
Mengerti?
Kami semua akan menghajarmu, aku, pamanku dan teman-temannya.
Jika aku mendengar rumor, aku akan memberimu pelajaran.
Jadi jangan menyebarkan omong kosong.
Aku percaya padamu.
Ini terserah padamu.
Tunggu.
Kau suka sandwich?
Kau suka? Kita bisa membelinya.
Kau pulang.
Ini belum siap, kita akan makan nanti.
Roti ini tidak terlalu enak.
Itu bukan dari tukang roti yang biasanya.
Makanya jangan beli.
Kau bisa membeli roti lapis saja.
Ya.
Siapa itu?
Hai ibu.
Kau membawa kue?
- Aku punya kabar baik. - Apa itu?
Hai sayang!
Kejutan!
Aku seharusnya tidak datang, tapi aku mendapat panggilan telepon.
Panggilan apa?
- Ayo makan kuenya dulu. - Tidak bisakah kau memberi tahu kami beritanya?
Aku sudah menunggu jawaban selama dua minggu terakhir.
- Kau tidak menyukainya? - Aku tidak lapar.
Aku lihat mereka membuka klub di pusat,
aku menelepon mereka siapa tahu mencari staf.
Lalu..
Pemiliknya meneleponku pada jam 7 dan memberitahuku aku mendapatkan pekerjaannya.
Aku mulai kerja Selasa depan.
- Itu berita bagus. - Ya.
Di dunia kecilmu?
Apa yang kau pikirkan?
Sepatumu? Kau melupakannya?
Aku akan memeriksanya.
Mereka tidak akan membolehkanmu mengikuti pelajaran.
Aku rasa mereka akan mengizinkan, ini pertama kalinya.
Mulailah mengeluarkan kartu tempat.
Di mana sepatumu?
- Aku meninggalkannya. - Kalau begitu tidak ada pelajaran untukmu hari ini.
Selamat tinggal.
- Anak yang tempo hari itu? - Kau tahu dia, dia ada di sekolah kami.
- Di tahun ke empat? - Dia selalu mengabaikanku.
- Benar. - Dia malah mengejar si jalang itu!
- Dia sudah tak tahan lagi! - Sampai suatu hari.
- Mengapa? - Tahu tempat parkir mobil di dekat rumah sakit?
- Ya. - Dia membawaku ke sana dengan mobilnya.
- Mobilnya? - Dia menyalakan musik...
Lalu dia menggenggam tanganku dan menciumku.
Dan kau tidak mengatakan apa-apa?
Aku melihat kontolnya tegang melalui celananya sambil menggesek-geseknya.
- Dia membuka ikat pinggang dan kancingnya. - Benarkah?
- Ya. - Kau tidak malu?
Sedikit, itu pertama kalinya bagiku.
- Dia tahu apa yang harus dilakukan... - Begitu.
Setelah selesai, tutup jendelanya untuk menjaga aliran udaranya.
Mengapa kita di sini?
Kau biasanya lebih suka kafe lain.
Entahlah, aku tidak menyukainya lagi.
Apa ibu bertanya mengapa aku tidak sering mengunjungimu?
Dia tidak mengatakan apa-apa. Lagipula kau masih sering datang.
Mungkin kau belum menyadarinya.
Pada saat-saat awal setelah aku hidup sendiri,
Ibu dan Ayah selalu menelepon.
Mereka kesal denganku.
Mereka mengeluh aku tidak pernah menelepon dan tidak pernah menemui mereka.
Tapi kalau aku tidak menelepon, itu karena aku sedang sibuk kerja.
Meski hanya tempat kecil, itu memberiku banyak hal.
Aku tahu, Emanuela.
Aku harap tidak hujan, aku sudah mencuci mobilku pada hari Selasa.
Siapa itu, temanmu?
Kau tidak akan memakannya?
Aku harus pergi.
Kemana?
Aku harus pergi ke supermarket.
Aku harus beli map untuk buku catatan spiralku.
Kau punya uang?
Ya.
- Terima kasih atas sarannya. - Oke. Apa yang kau katakan tentang Marco?
Semuanya jadi jauh lebih baik.
Sulit dari sudut pandang organisasi, daripada...
- Ada yang bisa kubantu? - Tes kehamilan.
Sulit untuk mengetahui apa yang harus dilakukan, kapan, dan dokumen apa yang harus dikirim. Dia...
Bayar ke kasir.
Masukkan aku ke dalam daftar,
Aku harus ambil delapan eksemplar pengecualian.
- Di mana mereka menempatkanmu? - Di San Carlo.
Kau tidak bisa buang waktu membicarakan masalahmu di sini.
- Itu saja? - Ya.
Pembungkusnya?
Aku lelah, aku akan tidur.
Tontonlah, beritahu aku besok bagaimana akhir ceritanya.
- Selamat malam. - Selamat malam.
Dapatkan Bonus 50% Auto Jadi Sultan LXWHITELABEL.COM
Hai.
Hai.
Ada apa?
Tidak ada apa-apa...
Aku akan memberitahumu nanti, itu tidak penting.
Jangan khawatir, kita akan mengatasinya.
Kau baru berusia 16 tahun.
Aku hampir 17 tahun.
Kau mau kaos? Atau celana dalam?
Tidak, aku akan tidur dengan pakaianku.
Haruskah aku mematikannya?
Siapa dia?
Aku tidak tahu.
Sudahkah kau memberi tahu Caterina? Apa yang dia katakan?
Aku sudah lama tidak melihat Caterina.
Mengapa? Kalian bertengkar?
Tidak, dia punya hidupnya dan aku punya hidupku.
Kau punya teman yang lain?
Aku lebih suka sendirian.
Bagaimana kau bisa bertahan? Dia baru berusia 16 tahun.
- 17. - Kau masih kecil, berusia 17 tahun.
Apa yang kau lakukan di usia 17?
Aku tidak membelanya, aku juga kesal.
- Lalu kenapa kau tidak marah? - Apa gunanya?
Ya, apa gunanya? Tidakkah menurutmu dia juga bingung?
Tidak, dia tidak perlu khawatir, kita akan aborsi anak itu! Itu pasti.
Tapi jika tidak bisa bicara dengannya, apa yang harus kita lakukan?
- Memukul dia sampai mati? - Ya.
- Kau akan memukulinya sampai mati? - Itu solusimu untuk semuanya?
Kapan aku memukulmu, Emanuela? Ada cukup banyak kesempatan kalau aku mau.
Kau tidak memukul orang, kau berbicara semaumu.
Bicara dengan siapa? Anak malang itu mengunci dirinya di kamar mandi.
Apa yang sedang kita bicarakan? Siapa bajingan yang menghamilinya?
Kekasihnya, siapa dia?
Dia tidak tahu.
Bagaimana dia tidak tahu? Siapa yang menidurinya?
- Bukan seperti itu maksudku. - Dia bilang dia tidak tahu.
Kenapa dia tidak tahu?
Apa dia?
melacur?
Nadia, buka pintunya.
Jika kau tak membuka pintu, aku akan memukulmu!
Kau akan bertanggung jawab? Benar kah, Monica?
Ya, tentu saja.
Ada sebuah tempat di mana mereka bisa melakukannya.
Di rumah sakit pusat.
Masukkan dia ke dalam daftar.
Bahkan jika kita harus pergi ke sana.
Lakukan sesegera mungkin.
Secepat yang kau bisa.
Ya, tentu saja.
Jaman sekarang bisa lebih cepat prosesnya.
Dan jauh lebih mudah.
Kita akan memasukkannya ke dalam daftar.
Jangan menunggu terlalu lama.
Tentukan tanggal yang cocok, sebelum akhir minggu depan.
Aku akan menelepon Ettore jika perlu, dia kenal seseorang di San Carlo.
Jangan khawatir.
Aku akan meneleponnya besok,
Saat dia sedang tidak bertugas, kita akan atur tanggalnya.
- Aku akan meneleponnya besok pagi. - Oke.
Kita akan menyelesaikan ini,
tanpa air mata atau teriakan.
Kau masih anak-anak, kau tidak ingin seorang bayi.
Lagipula kau tidak tahu siapa ayahnya.
Kita akan mengatasinya.
masakan Trieste
dan simbol sejati kota.
- Kau tidak membuka bukumu? - Di halaman mana kita?
Kau tidak tahu halaman mana. 125!
Tapi itu juga ada di resep tradisional
Carso, Gorizia dan di seluruh wilayah kita,
dengan versi lokal.
Bahkan dalam masakan Friulian...
- Ya? - Aku harus ke toilet.
Kau baru saja dari sana.
Aku harus ke sana lagi.
Nadia, kapan aku bisa mengujimu? Aku belum menilaimu.
Kapan saja. Aku sudah belajar banyak, kau bisa mengujiku.
Nadia, kau hanya hadir satu hari dalam seminggu, kau melewatkan semua kurikulum.
Aku tidak tahu nilai apa yang harus kuberikan padamu.
Kalau begitu beri aku enam saja, lalu kau bisa mengujiku.
Beri tahu aku bab apa yang harus dipelajari.
Bab apa? Kau tahu apa yang sedang kita pelajari.
- Aku sudah punya semua catatan. - Benar...
Di Friuli dan Carnic Alps juga, mereka membuat sup musim dingin
dengan kacang, kentang, dan produk sayuran asam.
Jota sup musim dingin yang terbuat dari kacang-kacangan, kol, dan kentang.
Aku mau ke toilet.
Benar, apa yang kita katakan?
Keju tabor mirip dengan keju lateia Friuli...
yang berasal dari daerah Carso Triestino.
Secara eksklusif itu buatan sendiri
sampai tahun 1970-an.
Aku akan memberimu nilai buruk.
Mengapa?
Kau meninggalkan ruangan setengah jam yang lalu, kau makan seenaknya...
Teman sekelasmu harusnya bisa melakukan hal yang sama.
Dengar, aku punya banyak masalah daripada yang bisa kau pikirkan sekarang.
Apa kau lelah?
- Tidak. - Bagaimana perasaanmu hari ini?
Aku baik-baik saja.
- Aku mendapat nilai buruk lainnya. - Mengapa?
Karena aku terus ke toilet.
Makan sekarang atau akan dingin.
Aku harus segera keluar.
Sudahkah kau bicara dengan kakakmu hari ini?
Tidak.
Dia seperti ayahmu.
Selalu dalam suasana hati yang buruk.
Sedangkan kau sama sepertiku, menyimpan semuanya di dalam hati.
Hembuskan napas...
Tarik perineumnya,
seolah-olah sedang menahan kencing,
dorong udara keluar.
Rilekskan kepalamu...
dagumu, mulutmu...
Lalu bernapas melalui hidung,
Hembuskan napas...
Tarik napas
sisi lain.
Ikuti gerakan
dan kembali ke posisi tengah
dan sekarang ayo kita buat suara.
Tarik napas
Tolong konsentrasi.
Tarik napas
Kau ingin tumpangan? Kita semua bisa muat di bawah payung.
Kami akan menurunkanmu di halte bus.
Tidak, terima kasih, payungku ada di ransel. Dan aku sedang menunggu tumpangan.
- Oke sampai jumpa. - Sampai jumpa, terima kasih.
Lihat... lewati.
Bagaimana main mereka?
Buruk.
Mereka mengalami tahun yang buruk.
Tanpa harapan!
Lihat!
Hai!
Hai!
Hai.
Kau tidak mengenaliku?
Kau terlihat baik-baik saja...
Tapi sedikit gendut.
Baik?
Kau tahu itu laki-laki atau perempuan?
Dapatkah aku menyentuhnya?
Dia bisa menyentuhnya, dia seorang perempuan.
Aku pandai menebak.
pasti perempuan, aku tahu!
Siapa dia?
Hanya teman.
Semuanya baik-baik saja, Nadia.
Kau sehat...
kehamilannya berjalan lancar...
Bersiaplah untuk melahirkan.
Kau gugup? Kau ikut kelas antenatal?
Ya, aku ikut kelas antenatal.
Aku tidak gugup sama sekali.
Aku sudah berubah pikiran, aku ingin tahu perempuan atau laki-laki.
Laki-laki, Nadia, anak laki-laki kecil yang tampan.
Baiklah, kita sudah selesai.
Bersihkan dirimu.
- Kau mau tisu lagi? - Tidak, terima kasih.
Geser ke sisi lain.
Kau ok.
Terima kasih.
Sakit kah saat melahirkan?
Ya, saat Emanuela lahir.
Tapi kalau kau, jauh lebih cepat.
Aku pergi ke rumah sakit pagi hari dan kau lahir di sore hari.
Apa yang harus aku bawa?
Tidak banyak, hanya apa yang menurutmu mungkin kau butuhkan.
Pembalut, celana dalam, tisu, buku.
Tergantung siapa yang membawamu.
Siapa yang akan membawaku?
Kami. Memangnya siapa lagi?
- Kau dan Ayah? - Ya.
Mereka membiarkan aku melihat Livio, dia tampan!
Semua orang bilang begitu.
Kami akan membiarkanmu beristirahat.
- Hei... - Bagaimana kabarmu?
- Hai, Kakek. - Hai. semuanya baik-baik saja?
- Bagaimana si kecil kita? - Baik, dia sedang beristirahat. Dia baik-baik saja.
Ya.
Buka kancing bajumu.
Ya, ibumu ada di sini!
Ya.
Di situ.
Pegang dia.
Ya di situ. Hati-hati, ini dia.
Balikkan dia ke arahmu... itu benar.
Pegang dia. Wajah kecilnya di sini...
Itu saja.
Benar, seperti itu.
Di situ.
Itu benar.
Anak yang baik.
Sakit? tidak.
Halo.
Sampai jumpa!
Sampai jumpa besok.
Kau memerlukan tumpangan?
Tidak, aku akan naik perahu.
Alih Bahasa: Kuda_Lumping Medan, 20 Juni 2023
Lihat ini.
Ibumu pulang.
Halo, nak.
Apa kabarmu? kau baik-baik saja?
Dia makan semua dagingnya.
Dagingnya enak. Ibu akan makan daging juga.
Kau terlambat pulang.
Ya, kami punya pengiriman besar untuk diselesaikan.
Dia tidak nakal?
Ya.
Dia anak yang baik, jangan khawatir.
Ada yang bisa dimakan.
Aku harus memanaskannya?
Biarkan ibumu yang melakukannya.
- Kau tidak lelah, Bu? - Tidak.
Pekerjaanmu berat?
Jangan bercanda ayah.
Sangat berat.
Itu satu-satunya laundry di daerah ini, akan selalu banyak pekerjaan.
Kau bergaul dengan rekan kerjamu?
Ya, tapi mereka jauh lebih tua dariku.
Dan kami tidak punya banyak waktu untuk ngobrol.
Kau harus punya waktu untuk mengobrol? Tidak mungkin semuanya bekerja terus.
Ya, tapi mesinnya sangat berisik.
Mengerikan, kau sesekali harus mendengarnya.
Saat aku mendengar suara yang mengerikan, aku menutup telingaku.
Begitu juga aku, aku memakai headphone.
Kemarilah, biarkan ibumu makan.
- Mau daging? - Tidak.
Dia sudah makan dagingnya.
Dia sudah makan. Kau makan semuanya?
- Ya. - Anak baik.
Kita akan embeli es krim yang enak setelah ini?
Dan kita akan membelikan untuk Nenek dan Kakek.
Kau harus memakannya juga, Bu.
Baiklah.
Kau mau rasa apa, rasa apa yang kau mau?
Oke.
Tancapkan di sini.
Dapatkan Bonus 50% Auto Jadi Sultan LXWHITELABEL.COM
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.