All language subtitles for Designated.Survivor.60.Days.E16.2019.720p.NF.WEB-DL.x264-KangMus_track4_[ind]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

SEMUA TOKOH, ORGANISASI, TEMPAT, DAN KEJADIAN ADALAH FIKSI.

Kalau begitu, tepati janjimu.

VIP.

Siapa dalang serangan itu?

VIP adalah...

VIP adalah...

aku.

Apa katanya?

VIP adalah aku.

Bukan orang lain.

Aku, orang yang duduk di depan Anda.

Kau mengatakan kau sendiri yang merencanakan pengeboman itu

dan melaksanakannya?

Aku menentang kebijakan Presiden Yang terhadap Korut dan merencanakannya.

Aku tak menyetujui kebijakan ekonominya dan mendanainya.

Aku membencinya karena berkompromi dengan kenyataan

dan ikut dalam pengeboman.

Pemerintahan Presiden Yang

tidak disambut di mana pun.

Selain itu,

negara ini menciptakan banyak orang yang ingin membalas dendam.

Orang-orang itu bersedia

mewujudkan rencanaku.

Akan tetapi,

rencana itu mungkin terjadi...

karena di awal dan akhir serangan itu,

Anda, Park Mu-jin,

terlibat di dalamnya.

Park Mu-jin.

Anda membantu menuntaskan serangan itu.

Konferensi pers Presiden Park besok pukul 14..00, bukan?

Ya.

Masa jabatannya akan usai sehari lagi, persisnya 24 jam.

Konferensi pers besok mungkin membahas pengunduran dirinya,

tetapi sebenarnya untuk mengumumkan

pencalonan dirinya.

Dia menumpas kudeta

dan berhasil menangkap tersangka utama pengeboman.

Untung dia bisa memberikan hasil nyata di akhir masa jabatannya.

Semoga elektabilitasnya terdampak.

Pak Cha.

Kita sudah menerima elektabilitas para calon presiden

untuk hari ini.

Bagaimana elektabilitas Presiden Park?

Sebelas persen.

Itu...

Tidak masalah.

Kita bisa bekerja lebih keras di masa kampanye resmi.

Mau bekerja lebih keras bagaimana lagi?

Presiden Park mengungguli Bu Yun dengan 11 persen,

sekali lagi menjadi calon terpopuler.

Saat publik tahu mereka bekerja sama,

sepertinya elektabilitas dia langsung naik.

Astaga.

Kukira elektabilitasnya 11 persen.

Pak Cha,

kelihatannya kau tak terkejut sama sekali.

Kau bahkan tidak tersentak. Apa kau manusia?

Kalian harus menyewa pengacara.

Aku akan menuntut kalian

atas usaha pembunuhan akibat kelalaian.

Aku hampir kena serangan jantung.

Sekarang dia seperti manusia.

Presiden sudah melihat hasilnya?

Belum.

Dia belum kembali.

Dia pergi?

Kukira jadwalnya sore ini kosong.

Apa maksudmu?

Bagaimana aku membantu menuntaskan serangan itu?

Sepertinya Anda tak menduga ini,

padahal Anda yang paling diuntungkan dari pengeboman.

Kau mengaku sebagai VIP.

Kalau begitu,

maksudmu kau memanfaatkanku untuk menuntaskan rencanamu?

Aku

tak pernah bertemu denganmu.

Pengeboman itu tak terjadi

karena orang yang merencanakannya saja.

Seseorang yang tahu itu akan terjadi,

tetapi mengabaikannya, juga bertanggung jawab.

Orang itu...

menuntaskan serangannya melalui Anda.

Siapa orang ini?

Grasi.

Aku mau Anda menjanjikan grasi kepadaku.

Setelah itu, akan kuberi tahu.

Aku akan memberitahukan

siapa yang menuntaskan pengeboman melalui Anda.

HARI KE-31: PILIHAN TERAKHIR EPISODE 16

Dia bisa kuberi grasi?

Ya, berdasarkan Amandemen ke-79, kita bisa klaim

kurangnya hak mendakwa.

Tetapi, masalahnya adalah

hanya presiden yang berwenang untuk memberikan grasi.

Waktu Anda satu hari,

dan ini bulan pemilihan.

Meski kini Anda memimpin dalam pencalonan...

Janjiku

bisa tak berarti sekarang.

Meski memungkinkan secara hukum, apa ini pilihan tepat?

Pengeboman itu menelan 300 korban.

Publik menderita luar biasa.

Bagaimana bisa dia minta grasi?

Dia takkan bisa diampuni.

Kurasa kita bisa memberinya grasi

jika bisa mengetahui kebenaran pengeboman itu.

Kita harus meninggalkan catatan sejarah yang jelas

tentang pelaku dan alasannya.

Aku setuju.

Jika Anda dapat mengetahui kisah di balik serangan itu,

berikan dia grasi.

Jika Pak Kim mulai bicara hari ini,

Anda akan tahu kebenaran

di balik serangan itu dalam masa jabatan Anda, Pak.

Aku yakin itu akan membantu dalam pemilihan.

Bagaimana menurutmu, Pak Han?

Aku menentangnya.

Sentimen nasional akan menentang pemberian grasi ini.

Dengan pemilihan di depan mata,

mengambil keputusan yang bertentangan dengan sentimen nasional itu bahaya.

Terlebih lagi, Wali Kota Kang dan Bu Yun

akan menyinggung grasi itu untuk kampanye mereka.

Mereka akan menyebutnya

penyalahgunaan kekuasaan.

Mereka akan membuat kontroversi selama pemilihan.

Janganlah mengharapkan grasi,

pemilihan sudah dekat.

Calon yang memimpin,

seperti kau ketahui,

takkan mengambil keputusan yang memengaruhi elektabilitas.

Masa jabatan Presiden Park tersisa satu hari saja,

dan kau terkurung di sini.

Presiden Park tak punya alasan untuk buru-buru memberimu grasi.

Jadi, mulai sekarang, mau mengaku atau membuat kesepakatan,

kau harus bicara denganku.

Jika tidak secara legal,

bisakah kuselesaikan secara politik?

Apa yang Presiden Park rencanakan?

Dia mau menemuiku sebagai calon, bukan wali kota Seoul.

Dia bilang ingin menemui kita sebagai calon presiden,

bukan sebagai presiden juga.

Pasti ada alasannya.

Anda ingin kami mempertimbangkan grasi?

Hanya presiden yang berhak memberi grasi.

Melalui pemilihan presiden bulan depan,

salah satu dari kita

mungkin jadi presiden.

Siapa pun dia,

jika Pak Kim dijanjikan grasi,

dia akan mengungkap kebenaran di balik serangan.

Anda mau dia bicara,

tetapi melarang kami bicara.

Karena ketiga calon presiden setuju,

Anda tak mau kami memanfaatkannya di kampanye kami.

Akankah kalian setuju?

Tunggu.

Ini memberikan beban berat untuk diemban secara politis.

Ini bukan amnesti untuk tahanan politik.

Dia pengebom kejam.

Kenapa kita harus beri dia kesepakatan

atas nama kita?

Karena serangan ini

tidak dimulai dari satu orang jahat.

Hal yang lebih penting selain menghukumnya adalah

membongkar kebenaran di balik pengeboman.

Bukankah...

kita bertanggung jawab mencari tahu?

PERJANJIAN

Ini akan membuat Pak Kim bicara.

Aku akan buat dia bicara

karena ada perjanjian ini.

Kuharap begitu.

Jawab aku.

Apa maksudmu berkata Presiden Park menuntaskan serangan itu?

Kenapa? Ada apa?

Kau kenapa?

Sial.

Lekas hubungi ambulans!

- Aku menemaninya. - Baik.

Kami juga pergi. Ikuti kami.

Ayo.

Mungkinkah Pak Kim mengidap penyakit jantung kronis?

Kenapa dia tiba-tiba gagal jantung?

Aneh.

Dia akan segera sadar.

Apa yang terjadi?

Putar balik!

Ji-won? Kami kehilangan jejak ambulans itu.

Cari tahu keberadaannya.

Ya, kami di lampu merah di persimpangan.

Tunggu.

Astaga. Kau tahu mengemudi?

Ambulans itu...

Minggir.

Minggir!

Aku tak bisa melacaknya.

- Aku tak melihatnya. - Cepat pinggirkan mobilmu.

Helikopter akan segera tiba.

Angkat tangan! Jangan bergerak!

Ada lokasi yang Pak Kim gunakan untuk pertemuan di dekat situ.

Di sana dia menemui Oh Yeong-seok.

Di mana?

Pak Kim!

Dia mati.

PARK MU-JIN, KIM SANG-GU, YUN CHAN-GYEONG

PERJANJIAN PEMBERIAN GRASI

Pak Kim adalah petunjuk utama kita tentang dalang serangan itu.

Seseorang membungkamnya.

Kaki tangan di Gedung Biru

pasti terlibat di pemerintahan lebih dalam dari dugaan kita.

Siapa dia tidak penting.

Yang penting

adalah kita menemukan petunjuk pembunuh Pak Kim

sebelum konferensi pers.

Menangkap Pak Kim

adalah pencapaian terbesar di masa jabatan Anda.

Pak Kang.

Ya?

Minta agen NIS

melapor ke Gedung Biru

setelah ada petunjuk.

Dia masih tutup mulut?

Pak Kim diberi obat untuk serangan jantung

agar dapat dikeluarkan.

Fail rahasia agen itu menunjukkan

bahwa dia mata-mata yang dikirim ke Korut bersamaan dengan Pak Kim.

Kenapa dia menyalahgunakan keterampilan kerjanya?

Jadi, dia berusaha membantu Pak Kim melarikan diri,

karena mereka pernah melalui situasi hidup dan mati?

Ini rekaman CCTV

di dekat lokasi penembakan Pak Kim.

Wajah itu.

Tae-ik.

Lee Gyeong-pyo.

Apa Lee Gyeong-pyo mengkhianati Pak Kim,

si VIP?

Kenapa?

Seseorang ingin Pak Kim melarikan diri

dari NIS,

dan seseorang ingin membungkamnya selamanya.

Apa hubungan Pak Kim dengan mereka?

Pengeboman itu tak terjadi

karena orang yang merencanakannya saja.

Seseorang yang tahu itu akan terjadi,

tetapi mengabaikannya, juga bertanggung jawab.

Orang itu...

menuntaskan serangan itu melalui Anda.

PERJANJIAN PEMBERIAN GRASI

Laporanku dengan peringatan potensi serangan

secara sistematis ditimbun, baik di NIS serta di Gedung Biru.

Kalau begitu,

yang menyerahkan fail rahasia ini kepada perencana serangan itu

adalah orang dalam di Pemerintahan Yang?

Hingga kini,

kita hanya berpikiran kaki tangan di Gedung Biru

adalah orang yang menyerahkan fail itu kepada pengebom.

Benar.

Jika seseorang mengabaikan serangan itu padahal tahu,

dan menutupi peringatan terhadap serangan itu,

bukankah dia kaki tangan di Gedung Biru?

Pak, apa itu berarti...

Jika kau Agen Kim Jun-o

dan tahu tentang serangan itu, kepada siapa di Gedung Biru

kau akan melapor?

Ini Kang Dae-han dari tim keamanan.

Boleh minta daftar nomor yang menghubungi tim keamanan

selama satu pekan sebelum pengeboman?

PIDATO PRESIDEN

Coba lihat ini.

Ini video yang dibuat dengan menyunting saran

yang diunggah di forum petisi.

Aku butuh rumah untuk bisa menikah.

Aku ingin menyewa rumah di Seoul atau Provinsi Gyeonggi...

tetapi aku butuh pinjaman,

dan syarat-syaratnya sangat ketat.

Kalau terus begini, aku takkan bisa menikah.

Sudah tiga tahun aku menikah,

aku tak bisa membayangkan punya anak.

Aku dan suamiku harus bekerja.

Aku sungguh berharap sistem peringkat disabilitas dihapus.

Katanya akan dihapus, tetapi tidak.

Namun, ada pemotongan anggaran.

Aku berharap pemerintah bisa lebih peka.

Aku dari daerah lain

dan sedih melihat hanya Seoul yang punya sistem keamanan untuk wanita.

Aku mau sistem pengantaran aman untuk wanita

atau yang membawa kami pulang dengan selamat.

Aku sungguh berharap Korea dapat menjadi suatu negara

di mana pensiunan bisa dapat pekerjaan baru.

Terpikir olehku untuk menambahkan ini

di akhir konferensi pers.

Ini saran-saran yang diberikan setelah pengeboman.

Ini ekspektasi, harapan, dan visi mereka untuk Presiden Park.

Aku memikirkan

apa yang harus Presiden katakan di akhir konferensi pers besok.

Ya?

Aku sudah memikirkannya.

Bagaimana kalau dia mengatakan sesuatu yang dapat kita gunakan juga

sebagai slogan kampanye kepresidennya?

Coba utarakan.

Baiklah.

Baik.

Ini adalah slogan

dengan visi untuk negara sejahtera di abad ke-21.

Mari kita mengusahakan

negara yang bahagia.

Kira-kira begitu.

Bukan main.

Aku tahu retro sedang tren, tetapi...

Aku juga tidak terlalu suka.

Berikutnya.

Yang ini...

untuk menunjukkan tekadnya

membangun kembali negeri ini seusai pengeboman itu.

Ini dia.

Pemandangan baru

di Republik Korea kita.

Itu bukan sloganmu, betul?

Tidak mungkin. Betul? Semoga bukan.

Tidak apa-apa.

Mempekerjakan pakar di waktu yang tepat

juga kemampuan yang perlu dimiliki oleh kepala staf presiden.

Bagaimana kalau...

dialihdayakan?

Astaga, Pak Han.

Ini

yang terakhir.

Aku merasa...

bahwa publik

harus bangga

dapat melalui serangan itu.

Akhirnya,

kebanggaan kita,

Republik Korea.

Aku suka.

Bagus.

Baiklah.

Aku suka.

- Itu bagus. - Sungguh?

- Bisa pakai yang pertama? - Tidak.

Itu lelucon.

Kedengarannya bukan lelucon.

Kau terdengar sangat serius tadi.

Aku baru memikirkannya.

Tentu saja.

Pak, Anda ingin masuk sejenak?

Kurasa mereka menyiapkan konferensi pers.

Aku akan mengganggu mereka. Ayo.

Kau suka?

Apa ini?

Cobalah, untuk tahu suka atau tidak.

Aku...

masih belum tahu.

Jika kau...

sungguh bisa menjadi presiden seperti kata orang,

atau apa aku bisa tahan di sini

jika kita kembali kemari.

Akan tetapi,

ada satu yang kuketahui.

Ini adalah keputusanmu,

jadi, tidak akan salah.

Kau akan selalu benar.

Ini hari ulang tahunku?

Kau memberiku hadiah, dan kata-kata bijak yang manis.

Hari ini aku beruntung.

Kau...

selalu mencari jawaban terbaik pada saat itu tidak ada.

Kau tak pernah menyerah.

Aku takkan banyak membantu,

tetapi dalam apa pun

yang kau lalui,

aku selalu di sisimu,

khususnya saat tak seorang pun memujimu.

Ingat itu.

Selain itu, hari ini

bukan hari ulang tahunmu.

Ulang tahun pernikahan.

Sayang. Tunggu sebentar. Dengarkan aku.

Presiden Park Mu-jin akan mengakhiri masa jabatannya sebagai presiden interim

selama 30 hari terakhir dengan konferensi pers siang ini.

Saat ini, beliau calon presiden unggulan.

Apa yang akan kau lakukan?

Anggaplah kau calon presiden unggulan.

Seorang yang kau kenal,

tetapi tidak tahu dia dalang serangan itu.

Itu kata pelakunya, tetapi masih belum diverifikasi.

Kalau itu benar?

Bisakah dia mengungkap kebenaran

saat semua kekuasaan itu praktis ada di tangannya?

PRESIDEN PARK RESMI MENCALONKAN DIRI

Na-gyeong,

tahu apa yang kuketahui?

Ji-won, kau harus menghilangkan kebiasaanmu itu.

Jangan membuka laporanmu dengan pertanyaan.

Duduklah.

Mau kubuka dengan pertanyaan atau pernyataan,

fokuslah pada apa yang akan kukatakan.

Pak Kim dan mata-mana anti-Korut lainnya

mengajukan tuntutan ganti rugi terhadap negara di 2011.

Lalu? Mereka menang?

Mereka kalah.

Seorang pengacara HAM yang terkemuka mewakili mereka,

dan pengacara itu

adalah kenalan kita.

Siapa pengacara itu?

Halo, Pak Kang.

Apa...

Pada 4 Maret, di pagi pengeboman itu, Agen Kim Jun-o

menghubungi Deputi Tim Keamanan.

Maksudmu...

dia kaki tangan di Gedung Biru

yang menutupi laporan Agen Kim?

Tebakanku adalah

setelah menerima panggilan Agen Kim,

dia bahas dengan orang lain di Gedung Biru.

Dengan pikiran yang tenang,

dia menemani Presiden keluar.

Melalui kamera, aku melacak langkahnya

sebelum dia berangkat ke Gedung Majelis Nasional hari itu.

Ini.

Ini Deputi Kim Jong-min

dari Tim Keamanan yang tewas di pengeboman itu.

Jika orang yang menerima laporannya

tidak mengabaikan peringatan itu,

seandainya tak ditutupi,

pengebomannya...

mungkin takkan terjadi.

MATA-MATA ANTI-KORUT KALAH MELAWAN NEGARA DI PENGADILAN

Pengacara kasus ini

sama dengan yang saat ini di Gedung Biru,

bukan?

Mantan kepala staf presiden,

Han Ju-seung.

PENGACARA HAN JU-SEUNG

Pengacara kasus itu

orang yang menyuruhmu membantu Pak Kim kabur.

Pengacara itu.

Apakah Pak Han Ju-seung

adalah dalangnya?

Bisa kau percaya?

Itu konyol.

Ini terlalu berisik.

Serius.

Harapan itu baik.

Ia menutupi kesusahan

dan memberikan kekuatan untuk memulai kembali.

Ia juga memberikan keberanian

untuk menjalani hidup baru.

Bagi mereka,

Anda harapan terbesar mereka.

Sekarang aku mengerti.

Bukan main.

Astaga.

Ini harapan yang sama yang kurasakan

saat bertemu Presiden Yang ketika masih menjadi jaksa.

Sekarang,

aku merasakan harapan yang sama

dengan Anda.

Bisa minta waktumu sebentar?

Ada yang ingin kubicarakan.

Di hari pengeboman itu,

Tim Keamanan Gedung Biru menerima laporan serangan potensial.

Laporan itu diberikan

oleh Agen Kim Jun-o dari NIS.

Agen Kim Jun-o melaporkan kepada Deputi Tim Keamanan

bahwa fail rahasia tingkat tinggi dengan kode OP 5015-18

ada di tangan orang yang dapat berbuat jahat,

dan mereka merencanakan serangan di Gedung Majelis Nasional

sesuai yang didemonstrasikan di fail itu.

Meski Deputi Kim diinformasikan

tentang serangan ini,

dia tetap menemani Presiden Yang ke Gedung Majelis Nasional.

Menurutmu, kenapa dia melakukannya?

Itu karena...

seseorang bilang bahwa laporan itu hoaks

dan menenangkannya.

Hari itu,

setelah Deputi Kim menerima panggilan Agen Kim,

dia menemui seseorang sebelum berangkat

ke Gedung Majelis.

Aku orangnya.

Kau tahu Pak Han ke mana?

Barusan di sini.

Tadi dia berbincang dengan Presiden Park.

Mungkin mereka pergi.

Pak Cha, kau tak tahu?

Barusan aku melihat mereka bersama, akan tetapi...

Astaga.

Apa ada masalah?

Kenapa?

Apa alasanmu?

Kau tahu tentang serangan itu.

Presiden Yang adalah teman dan sekutu politikmu...

Negara ini

tidak pantas untuk presiden seperti dia.

Tidak sabaran, egois,

dan serakah.

Masyarakat negara ini tidak tahu cara bersabar.

Bagi mereka,

Presiden Yang dan perspektif demokrasinya

lebih dari yang pantas mereka terima.

Tingkat kepuasan Presiden Yang

di masa jabatannya membuktikan itu.

Aku dan Presiden Yang...

gagal.

Aku mengabdikan hidupku

dan percaya pada masyarakat negara ini.

Mereka yang lebih dahulu

mengkhianati kami.

Jadi...

Apa meledakkan Gedung Majelis Nasional

adalah caramu membalas dendam kepada masyarakat?

Aku memutuskan

gaya memerintah yang tepat untuk negara ini.

Bentuk kekuasaan terdahsyat

adalah ketakutan dan teror.

Masyarakat

takut dan menaati mereka

yang berkuasa atau memerintah atas mereka.

Makanya aku belajar

dari kegagalan kami.

Dengan memilih orang seperti Menteri Oh

untuk memerintah negara ini?

Hingga pada saat

dia memenangkan masyarakat dan menjadi presiden terpilih,

kau butuh seseorang untuk menjabat.

Karena itu, kau butuh boneka yang buta politik.

Kau memanfaatkanku

untuk menuntaskan

serangan besarmu

dengan bergabung bersama orang-orang yang telah kau lawan

seumur hidupmu.

Tak satu pun dari mereka

tersisa di dunia ini sekarang.

Mulai sekarang,

rencanaku adalah Anda mengisi kursi ini

sebagai presiden Korea.

Anda ingin diingat

sebagai orang yang menuntaskan pengeboman ini

atau...

Anda ingin diingat sebagai

presiden mengagumkan yang memulihkan bangsa ini?

Itu pilihan Anda.

Presiden Park harus berlatih untuk konferensi persnya.

Percakapannya dengan Pak Han lama.

Aku penasaran tentang apa.

Kau tahu sesuatu?

Berapa lama waktu kita?

Kita mungkin harus membatalkan latihannya.

Apa Anda gugup

karena konferensi pers?

Sepertinya sudah waktunya.

Apa karena...

kaki tangan di Gedung Biru itu?

Anda tak perlu mencemaskannya, Pak.

Tidak ada yang lebih baik

selain NIS mengungkapkan kaki tangan itu sebelum konferensi pers Anda.

Itu adalah hadiah terbaik yang pernah ada.

Akan tetapi, jika bukan itu,

semua tetap baik-baik saja.

Kami sudah menyiapkan acara khusus lainnya.

Aku mencari pekerjaan sembari bekerja sambilan.

Aku putus asa tiap memikirkan

melanjutkan hidup ini.

Inilah harapan masyarakat.

Aku marah tiap kali anakku diejek di sekolah.

Aku menginginkan sebuah negara

yang menjadikan sekolah aman bagi anak seperti anakku.

Aku mencemaskan usiaku.

Mendidik anak dan menafkahi orang tua

akan membuatku

tidak memiliki apa pun di usia tua.

Tiap kali orang dewasa menyuruhku masuk universitas unggulan,

aku menjadi sangat terpojok.

Kenapa masuk kampus bagus akan menentukan sisa hidup kami?

Sepertinya...

banyak yang harus kita kerjakan

di masa mendatang.

Pak?

Agen Han Na-gyeong menunggu di ruangan Anda.

MATA-MATA ANTI-KORUT KALAH MELAWAN NEGARA DI PENGADILAN

MANTAN MATA-MATA ANTI-KORUT, KIM SU-HYEON

PENGACARA HAN JU-SEUNG

Menurut investigasi kami,

kaki tangan di Gedung Biru

ternyata mantan kepala staf presiden, Pak Han Ju-seung.

Perlukah meminta bantuan

polisi dan jaksa untuk investigasi terbuka?

Berapa orang

yang tahu temuan ini?

Saat ini, hanya kami bertiga di Satgas Terorisme NIS.

Sampai aku memerintahkan hal lain,

tolong rahasiakan temuan ini di antara kalian.

Baik, Pak.

MATA-MATA ANTI-KORUT KALAH MELAWAN NEGARA DI PENGADILAN

Mulai sekarang,

rencanaku adalah Anda mengisi kursi ini

sebagai presiden Korea.

Jangan-jangan

Anda ingin mengaku kepada dunia

bahwa aku turut dalam pengeboman itu

dan bahwa Anda adalah bagian dari teka-teki besarnya juga.

Masyarakat meyakini mereka melalui tragedi ini bersama Anda.

Anda ingin

menginjak-injak harapan itu?

Mereka akan merasa lebih dikhianati daripada setelah pengeboman itu.

Pikirkan semua staf Anda.

Mereka memimpikan kesempatan membangun Korea baru bersama Anda.

Anda akan memilih mengecewakan mereka?

Mereka...

tak pantas menerimanya.

Terlebih lagi, Anda tipe orang

yang ingin dikenang sebagai orang yang terhormat.

Pak Han...

Kau monster.

Aku akan terus menjadi monster.

Anda cukup duduk di sana

dan eksekusi perspektif Anda.

Jadilah wajah masyarakat yang Anda inginkan.

Generasi mendatang

akan bertarung di arena lebih baik

dengan lawan yang lebih baik dan lebih pantas.

Bagiku,

itulah patriotisme sejati

yang takkan membuat semua pengorbanan itu sia-sia.

Kau membunuh terlalu banyak

atas nama patriotisme.

Tanpa pengorbanan,

takkan ada revolusi.

Hukum aku jika Anda mau.

Aku takkan melawan semua tuntutan Anda.

Aku tidak takut apa pun.

Akan tetapi,

aku akan mengizinkan Anda hanya setelah pemilihan usai.

Anda tidak penasaran

dengan Korea baru yang Anda, aku, dan para staf muda

akan bangun?

NIS

Pak Park.

Ya?

Sampaikan kepada Pak Kim bahwa aku sudah tiba.

Baik.

Kulihat Anda sudah memutuskan.

Anda sudah memilih?

Aku tidak ingin diingat

sebagai kepingan teka-tekimu.

Bisa tunggu aku di ruanganku?

Pak?

Sudah waktunya.

Rakyat Korea terhormat,

selamat siang.

Saya presiden interim Korea,

Park Mu-jin.

Hari ini,

saya berdiri di hadapan Anda sekalian untuk mengumumkan pengunduran diri.

Ini untuk...

secara resmi mengumumkan pencalonan saya

di pemilihan presiden ke-21.

PRESIDEN PARK MENGUMUMKAN PENCALONAN

Rakyat Korea,

akan tetapi, saya...

tidak akan mencalonkan diri

untuk presiden Korea.

Apa?

Ini bukan pidato yang kutulis.

NIS

GEDUNG BIRU

PIDATO PENGUNDURAN DIRI

PIDATO PENGUNDURAN DIRI

Kaki tangan

yang memainkan peranan

di pengeboman Gedung Majelis Nasional

saat ini menjabat sebagai anggota Sekretariat Presiden.

Sebagai anggota pemerintahan ini,

saya harus bertanggung jawab

atas tindakannya juga.

Saya yakin kita dapat melalui penderitaan dan kesulitan dari pengeboman itu.

Seperti sebelumnya,

kita punya tugas lain.

Tugas untuk memilih presiden berikutnya.

Pemilihan ini

tidak akan menjadi tangga menuju surga.

Mustahil menjadikan Korea sebuah surga

yang bebas dari penderitaan, ketidakadilan, dan penyimpangan.

Akan tetapi, kita tak dapat menyangkal

bahwa pemilihan umum adalah standar pokok demokrasi.

Agar pemilihan presiden mendatang bisa adil dan transparan,

saya akan sepenuhnya melaksanakan tanggung jawab presiden interim

hingga masa jabatan saya selesai.

Di tiap momen kehidupan kita,

Republik Korea

harus

menjadi negara

yang kita semua banggakan.

PRESIDEN PARK MENGUMUMKAN PENCALONAN

Jika Presiden Park mencalonkan diri,

aku akan kesulitan untuk menang.

PRESIDEN PARK MENGUMUMKAN PENCALONAN

Dia lawan yang tak bisa dikalahkan.

Perlukah aku memintanya bergabung denganku?

Tentu setelah masa jabatannya usai.

Aku selalu merekrut bakat, ingat?

Sekali lagi,

Anda memilih menjadi orang baik di dalam skenario ini.

Aku tidak mendasarkan keputusan ini pada niat baikku.

Hukum dan regulasi yang mengatur negara inilah

yang aku pilih.

Anda pikir aku gagal karena tidak secermat Anda?

Anda pikir

aku gagal karena kurang mencintai negara ini seperti Anda?

Dunia ini

takkan pernah berubah.

Ya, kau benar.

Dunia takkan pernah berubah.

Karena itulah

aku pun takkan berubah.

Pak Kang.

Tolong bawa

Pak Han.

Agen Han dan agen-agen NIS sedang menunggu.

Anda juga akan gagal.

Seperti Presiden Yang.

Presiden Yang tak mengecewakan rakyat.

Aku juga

tak berniat melakukannya.

Kita bisa pakai metode coba dan gagal.

Bukankah semua itu

yang kita sebut sejarah?

Pak Han...

Bisa-bisanya Anda memutuskan ini sendiri?

Kenapa?

Anda pikir aku akan menentangnya?

- Karena itu... - Aku...

malu dengan...

Pak Han yang melaksanakan rencana ini

dan generasi kami.

Aku minta maaf

kepadamu dan staf-staf lain.

Meski kau memutuskan pergi dari kantor ini...

Anda sudah lupa, Pak?

Aku...

di sini untuk melindungi Anda.

Bukan hanya Anda,

tetapi bahkan pandangan

dan keyakinan Anda.

Sin-yeong, mari kita buat kolom

tentang Bu Yun dan Wali Kota Kang, dan menyiarkannya malam ini.

Baiklah.

Serius?

Apa pendapatmu?

Siapa yang akan memenangkan pemilihan?

Elektabilitas Bu Yun mungkin lebih baik,

tetapi entah apa yang akan terjadi

antara sekarang dan bulan depan.

Kedua calon unggulan, Presiden Park dan Menteri Oh,

keluar dari pencalonan secara beruntun.

Kita tak bisa mengatakan Presiden Park sepenuhnya tersingkir.

Presiden Park

mungkin memenangkan hati masyarakat.

Pemilihan berikut ini bukanlah yang terakhir, betul?

Ya, aku akan meninggalkan negara ini.

Apa yang terjadi kepada Pak Kim

akan dianggap sebagai aksi pengkhianatanku.

Ya.

Aku akan ke Vladivostok

dan menunggu instruksi berikutnya.

VIP itu...

Benarkah dia Pak Kim?

Aku masih tak percaya

dia membuat rencana besar ini.

Seperti katanya.

Banyak orang diuntungkan dari serangan ini.

Bisa dikatakan mereka semua VIP.

Na-gyeong, apa pendapatmu?

Pengebom itu ingin membuat hubungan inter-Korea tegang

dan menciptakan Perang Dingin baru.

VIP bisa jadi siapa saja

yang tak menginginkan perdamaian di Semenanjung Korea.

Aku hampir yakin dia ikut kursus.

Orang tak bisa sefasih itu tanpa dilatih.

JANJI UNTUK BANGSA

Kau menunaikan tugasmu dengan baik,

Agen Kim Jun-o.

Beristirahatlah.

Aku berjanji

untuk bahagia.

Aku akan berusaha.

HARI KE-29

Calon nomor satu, Kang Sang-gu.

Calon nomor satu, Kang Sang-gu.

Halo.

Untuk Korea yang kuat, pilih nomor dua,

Yun Chan-gyeong.

Korea yang lebih baik...

BANGUN KEMBALI KOREA BERSAMA KANG SANG-GU

YUN CHAN-GYEONG UNTUK NEGARA YANG AMAN

HARI KE-14

Sepertinya begitu.

- Kau setuju? - Ya, Pak.

HARI KE-14

HARI KE-8

JENDERAL EUN HUI-JEONG DIADILI ATAS PERENCANAAN KUDETA

HARI KE-8

HARI KE-5

HARI KE-5

PRESIDEN INTERIM PARK MU-JIN

HARI KE-2

HARI KE-1

KOTAK SUARA

Saat ini, 75 persen suara telah dihitung.

Kita akan segera mengetahui presiden Korea yang berikutnya.

Hasil akhir pemilihan presiden telah diserahkan.

Selamat kepada presiden ke-21 Korea.

- Bagus. - Bagus.

Kami akan mengakhiri siaran

untuk pelantikan presiden ke-21 Korea.

Terima kasih atas perhatian Anda.

Terima kasih.

Bagus.

Anda bekerja keras, Pak.

Bagus.

Terima kasih, Pak.

Bagus.

Terima kasih, Pak.

Terima kasih, Pak.

Terima kasih.

Terima kasih, Pak.

Bagus.

Terima kasih, Pak.

Aku ingin buat pengakuan.

Lagi?

Jangan bilang

kau dipecat dari kampus.

Bukan itu.

Kita dalam perjalanan berkemah.

Kau tiba-tiba mengatakan harus membuat pengakuan,

apa aku tidak kaget?

Jadi, apa pengakuanmu?

Aku memastikan membawa semuanya.

Aku bawa kompor, perlengkapan api unggun, dan kantong tidur.

Aku bahkan membawa proyektor agar kau dan anak-anak bisa menonton film.

Bu, aku mau menonton Frozen.

Tidak bosan? Menontonnya tiap hari takkan mengubahmu menjadi Elsa.

Kau mirip Olaf.

Bu, Kakak bilang...

Si-jin, kalau kau menangis, ibu tak mengizinkanmu menontonnya.

Si-wan, jika terus menggodanya,

ibu memotong 30 menit waktu gimmu.

Kau, lanjutkan omonganmu.

Aku lupa

membawa tendanya.

Apa?

- Ayah! - Ayah!

ANSAN, BUMI PERKEMAHAN MOBIL

Bisa bawa ini masuk?

Di sana.

Kita bisa menaruh ini di sini.

Mereka meminjami kita tenda. Bagus sekali.

Lain kali, jangan bawa apa-apa.

Ini.

Kurasa sudah selesai.

Mau jalan-jalan?

Hei.

Ada pengakuan lain, bukan?

Mana mungkin orang seteliti kau lupa membawa tenda?

Sepertinya belakangan ini kau banyak pikiran.

Karena itu kau mau berkemah meski ada sidang penting pekan depan?

Sebesar inilah perhatianku kepadamu.

Sejujurnya,

Stanford menghubungiku. Mereka mau aku menggantikan Prof. Jeong.

Mereka mengundangku jadi anggota

Komunitas Polusi Udara mereka.

Stanford?

Apa yang akan kau lakukan?

Kudengar ada laut dekat sini.

Jangan melewatkannya, kita sudah datang.

Mereka menggemaskan.

Tak biasanya kau begini.

Itu kampus terbaik

dalam ilmu lingkungan.

Persyaratannya bagus, 'kan?

Ada apa?

Apa yang mengusikmu?

Jika aku pergi,

aku tinggal sekurangnya lima tahun.

Bagaimana kau bisa menangani pekerjaan dengan mereka?

Selain itu,

adakah hal lain yang menahanmu?

Senang rasanya bisa menghirup udara segar.

Matahari terbenamnya juga indah.

Aku banyak mendengar tentangmu.

Kudengar kau yang terbaik di Korea dalam hal teknologi politik.

Terima kasih sudah memanggilku.

- Duduklah. - Baik.

Kudengar kau mendukung mendiang Presiden Yang Jin-man

dan Presiden Interim Park Mu-jin.

Ya, aku melayani mereka.

Kau punya rencana untuk membantuku

menjadi presiden setelah dua tahun?

Aku dari TK.

Aku bersekolah di Busan, Provinsi Gyeongsang Selatan.

Mertuaku dari Honam.

Orang tua dan saudaraku mengelola pertanian besar di Chungcheong.

Bagus.

Aku beragama Kristen, agama terbesar di dunia.

Istriku menganut Buddhisme.

Di partaiku

mayoritas faksi mendukung aku.

Kurasa, bisa dikatakan mereka aset politikku.

Sepertinya kau hidup nyaman hingga saat ini.

Kau tak perlu berkorban.

Maaf, aku tak bisa membantumu.

Kau kecewa kepadaku?

Aku mencari keuntungan dan kepraktisan lebih dari tanggung jawab moral.

Ini abad ke-21. Politik harus berubah.

Cobalah menghitung peluang kemenangan kita.

Dengan cara teknologi politik.

Ada kunci utama

bila menyangkut

teknologi politik.

Pengorbanan.

Para pendukung merasa berutang kepadamu.

Mereka pikir, "Setidaknya, kita harus memilih orang bodoh itu."

Itu investasi dengan imbal besar.

Dalam politik,

menurutku, setia pada suatu alasan

adalah pilihan paling praktis dan pragmatis.

Makanya aku...

Secara politik,

kau tak berpeluang menang.

Aku tidak bertarung untuk kalah.

Ada orang lain yang kau pikirkan?

Kami mengumpulkan tanda tangan untuk UU Diskriminasi.

Boleh kujelaskan?

Bisa lihat ini?

Tidak, terima kasih. Permisi.

Kau mau melihat ini?

- Aku sibuk. - Tolong dibaca.

Kami mengumpulkan tanda tangan.

Semuanya, hukum ini menentang diskriminasi apa pun

berdasarkan rekam medis, penampilan,

kampung, dan ras di Korea.

Kerja sama kalian akan dihargai.

"Kampanye tanda tangan untuk pengesahan UU Diskriminasi."

Satu kelompok minoritas berkampanye

untuk membuat hukum bagi kaum minoritas.

Kau tak bisa membuat hukum seperti ini.

Lupakan tanda tangannya.

Kita ajukan RUU ini.

UU Diskriminasi.

Di Gedung Biru yang baru.

Terima kasih, Pak.

Pak, nanti ada pidato Pak Wang tentang strategi bisnis

terkait pertumbuhan ekonomi tahun depan

di pertemuan kepresidenan siang ini.

Dokumen kemarin...

Baik.

Pak Park, tahukah kau

kenapa aku mempertahankanmu meski gajimu tinggi?

Maaf?

Kepala Staf Protokol Kepresidenan

melayaniku sebagai pelayanku.

Pemandangan indah, bukan?

Berhentilah berbicara,

dan fokus melayaniku.

Janji Anda berikutnya...

Baik. Aku segera menghubunginya.

Pak.

Baik, terima kasih.

Tolong bereskan.

Pak.

Ini bukan protokol.

Ini disebut penindasan.

Selain itu,

aku tidak mau

menjadi pegawaimu

lagi.

Ayo cepat pergi.

Sebelum mereka melihatku gemetar.

PERJALANAN DENGAN MEMBACA, MASA MUDA

Hai.

Terima kasih banyak sudah menghadiri ceramah hari ini.

Di masa mudaku,

aku mengunjungi lebih dari 200 negara

dan bertemu banyak orang.

Pak.

Jumlah negara yang menerima paspor Korea saat ini

adalah 166.

Nona Jeong ini wanita pintar, ya?

Sebentar. Ikut aku.

Kau mempermalukanku di depan pers.

Kau mau mencari perhatian?

Belajar apa kau di Gedung Biru?

- Ya, ini Jeong Su-jeong. - Hai.

Ceramah Anda bagus.

- Terima kasih. - Baik. Aku mengerti.

- Bisa lihat kemari? - Pak.

Ini yang kupelajari di Gedung Biru.

Hal terpenting dalam berkomunikasi dengan orang dan pers adalah

kejujuran dan kepercayaan.

Itu hal mendasar dalam politik.

Ya, kami di halte bus di depan pintu masuk.

Ya. Hei.

- Sudah lama menunggu? - Tidak.

Ayo. Ada yang menunggu.

Aku belikan kopi.

Mereka berdua kenapa? Ada yang sedang atau sudah terjadi?

Kenapa tidak tanya sendiri? Mereka bukan orang asing.

Aku tidak bisa menanyai mereka karena mereka bukan orang asing.

Lama tak jumpa, Pak Kim Nam-wook.

Kalian berpacaran? Betul?

Apa?

Ya.

Kabarmu baik?

Ya, kau sendiri?

CERAMAH PENGURANGAN DEBU HALUS

Emisi domestik berdampak besar

pada kadar debu halus Korea,

begitu juga dengan emisi di luar Korea.

Itu telah dibuktikan dengan banyak bukti ilmiah.

Demi mengurangi kadar debu halus Korea,

dan untuk mendesak kerja sama

dengan negara-negara tetangga kita

untuk pengurangan debu halus,

kita harus mengurangi penyebab emisi domestik.

Di Korea, ada dua faktor utama yang perlu dikurangi.

Pertama, di area metropolitan,

emisi dari kendaraan diesel lama

adalah penyebab utama peningkatan konsentrasi debu halus.

Kita harus mengurangi produksi kendaraan diesel,

mengembangkan kendaraan ramah lingkungan misalnya kendaraan listrik,

kendaraan hidrogen, dan kendaraan hibrida.

Di skala nasional, emisi ilegal manufaktur adalah faktor terbesar.

Kita harus terus mengawasi mereka

agar korporasi memenuhi tanggung jawab lingkungan mereka

dan melindungi hak masyarakat untuk kesehatan.

Aku ingin bertanya.

Kurasa perhitungannya salah.

Kau sungguh meyakininya?

Sudah lama

kami tak dapat melihat langit biru di musim semi karena debu halus.

Hanya dengan mengubah kendaraan diesel

jadi kendaraan ramah lingkungan dan kebijakan pengurangan,

kau pikir kita dapat mengurangi debu halus?

Kau sungguh percaya

bahwa kebijakan dan politik

dapat menyelesaikan masalah itu?

Jika politik tidak bisa,

apa lagi yang bisa?

Politik

adalah upaya tanpa akhir manusia

untuk menemukan jawaban atas penderitaan dari Yang Mahakuasa.

Kudengar Stanford menawarimu posisi akademik.

Kau akan menerimanya?

Kurasa itu akan sangat membantu riset debu halusku.

Kukira kau barusan mengatakan politik harus memecahkan masalah itu.

Kau selalu menentangku.

Kau masih sama, Pak Cha.

Ada hal-hal yang sudah berubah.

Biasanya, aku tak membuat tawaran lebih dari tiga kali.

Kau adalah pengecualian.

Maukah kau mencalonkan diri untuk pemilihan presiden berikutnya?

Kami...

akan bersamamu.

Aku juga ingin melihatnya.

Dunia di mana orang baik menang. Tunggu, bukan.

Dunia di mana orang menang karena mereka baik.

Aku ingin bersama orang

yang pantas

menerima pengabdianku.

Bisakah kau

memberi kami jawaban?

TERIMA KASIH TELAH MENONTON DESIGNATED SURVIVOR: 60 DAYS

Terjemahan subtitle oleh Christy Sugiarto

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.