Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
SEMUA TOKOH, ORGANISASI, TEMPAT, DAN KEJADIAN ADALAH FIKSI.
Kalau begitu, tepati janjimu.
VIP.
Siapa dalang serangan itu?
VIP adalah...
VIP adalah...
aku.
Apa katanya?
VIP adalah aku.
Bukan orang lain.
Aku, orang yang duduk di depan Anda.
Kau mengatakan kau sendiri yang merencanakan pengeboman itu
dan melaksanakannya?
Aku menentang kebijakan Presiden Yang terhadap Korut dan merencanakannya.
Aku tak menyetujui kebijakan ekonominya dan mendanainya.
Aku membencinya karena berkompromi dengan kenyataan
dan ikut dalam pengeboman.
Pemerintahan Presiden Yang
tidak disambut di mana pun.
Selain itu,
negara ini menciptakan banyak orang yang ingin membalas dendam.
Orang-orang itu bersedia
mewujudkan rencanaku.
Akan tetapi,
rencana itu mungkin terjadi...
karena di awal dan akhir serangan itu,
Anda, Park Mu-jin,
terlibat di dalamnya.
Park Mu-jin.
Anda membantu menuntaskan serangan itu.
Konferensi pers Presiden Park besok pukul 14..00, bukan?
Ya.
Masa jabatannya akan usai sehari lagi, persisnya 24 jam.
Konferensi pers besok mungkin membahas pengunduran dirinya,
tetapi sebenarnya untuk mengumumkan
pencalonan dirinya.
Dia menumpas kudeta
dan berhasil menangkap tersangka utama pengeboman.
Untung dia bisa memberikan hasil nyata di akhir masa jabatannya.
Semoga elektabilitasnya terdampak.
Pak Cha.
Kita sudah menerima elektabilitas para calon presiden
untuk hari ini.
Bagaimana elektabilitas Presiden Park?
Sebelas persen.
Itu...
Tidak masalah.
Kita bisa bekerja lebih keras di masa kampanye resmi.
Mau bekerja lebih keras bagaimana lagi?
Presiden Park mengungguli Bu Yun dengan 11 persen,
sekali lagi menjadi calon terpopuler.
Saat publik tahu mereka bekerja sama,
sepertinya elektabilitas dia langsung naik.
Astaga.
Kukira elektabilitasnya 11 persen.
Pak Cha,
kelihatannya kau tak terkejut sama sekali.
Kau bahkan tidak tersentak. Apa kau manusia?
Kalian harus menyewa pengacara.
Aku akan menuntut kalian
atas usaha pembunuhan akibat kelalaian.
Aku hampir kena serangan jantung.
Sekarang dia seperti manusia.
Presiden sudah melihat hasilnya?
Belum.
Dia belum kembali.
Dia pergi?
Kukira jadwalnya sore ini kosong.
Apa maksudmu?
Bagaimana aku membantu menuntaskan serangan itu?
Sepertinya Anda tak menduga ini,
padahal Anda yang paling diuntungkan dari pengeboman.
Kau mengaku sebagai VIP.
Kalau begitu,
maksudmu kau memanfaatkanku untuk menuntaskan rencanamu?
Aku
tak pernah bertemu denganmu.
Pengeboman itu tak terjadi
karena orang yang merencanakannya saja.
Seseorang yang tahu itu akan terjadi,
tetapi mengabaikannya, juga bertanggung jawab.
Orang itu...
menuntaskan serangannya melalui Anda.
Siapa orang ini?
Grasi.
Aku mau Anda menjanjikan grasi kepadaku.
Setelah itu, akan kuberi tahu.
Aku akan memberitahukan
siapa yang menuntaskan pengeboman melalui Anda.
HARI KE-31: PILIHAN TERAKHIR EPISODE 16
Dia bisa kuberi grasi?
Ya, berdasarkan Amandemen ke-79, kita bisa klaim
kurangnya hak mendakwa.
Tetapi, masalahnya adalah
hanya presiden yang berwenang untuk memberikan grasi.
Waktu Anda satu hari,
dan ini bulan pemilihan.
Meski kini Anda memimpin dalam pencalonan...
Janjiku
bisa tak berarti sekarang.
Meski memungkinkan secara hukum, apa ini pilihan tepat?
Pengeboman itu menelan 300 korban.
Publik menderita luar biasa.
Bagaimana bisa dia minta grasi?
Dia takkan bisa diampuni.
Kurasa kita bisa memberinya grasi
jika bisa mengetahui kebenaran pengeboman itu.
Kita harus meninggalkan catatan sejarah yang jelas
tentang pelaku dan alasannya.
Aku setuju.
Jika Anda dapat mengetahui kisah di balik serangan itu,
berikan dia grasi.
Jika Pak Kim mulai bicara hari ini,
Anda akan tahu kebenaran
di balik serangan itu dalam masa jabatan Anda, Pak.
Aku yakin itu akan membantu dalam pemilihan.
Bagaimana menurutmu, Pak Han?
Aku menentangnya.
Sentimen nasional akan menentang pemberian grasi ini.
Dengan pemilihan di depan mata,
mengambil keputusan yang bertentangan dengan sentimen nasional itu bahaya.
Terlebih lagi, Wali Kota Kang dan Bu Yun
akan menyinggung grasi itu untuk kampanye mereka.
Mereka akan menyebutnya
penyalahgunaan kekuasaan.
Mereka akan membuat kontroversi selama pemilihan.
Janganlah mengharapkan grasi,
pemilihan sudah dekat.
Calon yang memimpin,
seperti kau ketahui,
takkan mengambil keputusan yang memengaruhi elektabilitas.
Masa jabatan Presiden Park tersisa satu hari saja,
dan kau terkurung di sini.
Presiden Park tak punya alasan untuk buru-buru memberimu grasi.
Jadi, mulai sekarang, mau mengaku atau membuat kesepakatan,
kau harus bicara denganku.
Jika tidak secara legal,
bisakah kuselesaikan secara politik?
Apa yang Presiden Park rencanakan?
Dia mau menemuiku sebagai calon, bukan wali kota Seoul.
Dia bilang ingin menemui kita sebagai calon presiden,
bukan sebagai presiden juga.
Pasti ada alasannya.
Anda ingin kami mempertimbangkan grasi?
Hanya presiden yang berhak memberi grasi.
Melalui pemilihan presiden bulan depan,
salah satu dari kita
mungkin jadi presiden.
Siapa pun dia,
jika Pak Kim dijanjikan grasi,
dia akan mengungkap kebenaran di balik serangan.
Anda mau dia bicara,
tetapi melarang kami bicara.
Karena ketiga calon presiden setuju,
Anda tak mau kami memanfaatkannya di kampanye kami.
Akankah kalian setuju?
Tunggu.
Ini memberikan beban berat untuk diemban secara politis.
Ini bukan amnesti untuk tahanan politik.
Dia pengebom kejam.
Kenapa kita harus beri dia kesepakatan
atas nama kita?
Karena serangan ini
tidak dimulai dari satu orang jahat.
Hal yang lebih penting selain menghukumnya adalah
membongkar kebenaran di balik pengeboman.
Bukankah...
kita bertanggung jawab mencari tahu?
PERJANJIAN
Ini akan membuat Pak Kim bicara.
Aku akan buat dia bicara
karena ada perjanjian ini.
Kuharap begitu.
Jawab aku.
Apa maksudmu berkata Presiden Park menuntaskan serangan itu?
Kenapa? Ada apa?
Kau kenapa?
Sial.
Lekas hubungi ambulans!
- Aku menemaninya. - Baik.
Kami juga pergi. Ikuti kami.
Ayo.
Mungkinkah Pak Kim mengidap penyakit jantung kronis?
Kenapa dia tiba-tiba gagal jantung?
Aneh.
Dia akan segera sadar.
Apa yang terjadi?
Putar balik!
Ji-won? Kami kehilangan jejak ambulans itu.
Cari tahu keberadaannya.
Ya, kami di lampu merah di persimpangan.
Tunggu.
Astaga. Kau tahu mengemudi?
Ambulans itu...
Minggir.
Minggir!
Aku tak bisa melacaknya.
- Aku tak melihatnya. - Cepat pinggirkan mobilmu.
Helikopter akan segera tiba.
Angkat tangan! Jangan bergerak!
Ada lokasi yang Pak Kim gunakan untuk pertemuan di dekat situ.
Di sana dia menemui Oh Yeong-seok.
Di mana?
Pak Kim!
Dia mati.
PARK MU-JIN, KIM SANG-GU, YUN CHAN-GYEONG
PERJANJIAN PEMBERIAN GRASI
Pak Kim adalah petunjuk utama kita tentang dalang serangan itu.
Seseorang membungkamnya.
Kaki tangan di Gedung Biru
pasti terlibat di pemerintahan lebih dalam dari dugaan kita.
Siapa dia tidak penting.
Yang penting
adalah kita menemukan petunjuk pembunuh Pak Kim
sebelum konferensi pers.
Menangkap Pak Kim
adalah pencapaian terbesar di masa jabatan Anda.
Pak Kang.
Ya?
Minta agen NIS
melapor ke Gedung Biru
setelah ada petunjuk.
Dia masih tutup mulut?
Pak Kim diberi obat untuk serangan jantung
agar dapat dikeluarkan.
Fail rahasia agen itu menunjukkan
bahwa dia mata-mata yang dikirim ke Korut bersamaan dengan Pak Kim.
Kenapa dia menyalahgunakan keterampilan kerjanya?
Jadi, dia berusaha membantu Pak Kim melarikan diri,
karena mereka pernah melalui situasi hidup dan mati?
Ini rekaman CCTV
di dekat lokasi penembakan Pak Kim.
Wajah itu.
Tae-ik.
Lee Gyeong-pyo.
Apa Lee Gyeong-pyo mengkhianati Pak Kim,
si VIP?
Kenapa?
Seseorang ingin Pak Kim melarikan diri
dari NIS,
dan seseorang ingin membungkamnya selamanya.
Apa hubungan Pak Kim dengan mereka?
Pengeboman itu tak terjadi
karena orang yang merencanakannya saja.
Seseorang yang tahu itu akan terjadi,
tetapi mengabaikannya, juga bertanggung jawab.
Orang itu...
menuntaskan serangan itu melalui Anda.
PERJANJIAN PEMBERIAN GRASI
Laporanku dengan peringatan potensi serangan
secara sistematis ditimbun, baik di NIS serta di Gedung Biru.
Kalau begitu,
yang menyerahkan fail rahasia ini kepada perencana serangan itu
adalah orang dalam di Pemerintahan Yang?
Hingga kini,
kita hanya berpikiran kaki tangan di Gedung Biru
adalah orang yang menyerahkan fail itu kepada pengebom.
Benar.
Jika seseorang mengabaikan serangan itu padahal tahu,
dan menutupi peringatan terhadap serangan itu,
bukankah dia kaki tangan di Gedung Biru?
Pak, apa itu berarti...
Jika kau Agen Kim Jun-o
dan tahu tentang serangan itu, kepada siapa di Gedung Biru
kau akan melapor?
Ini Kang Dae-han dari tim keamanan.
Boleh minta daftar nomor yang menghubungi tim keamanan
selama satu pekan sebelum pengeboman?
PIDATO PRESIDEN
Coba lihat ini.
Ini video yang dibuat dengan menyunting saran
yang diunggah di forum petisi.
Aku butuh rumah untuk bisa menikah.
Aku ingin menyewa rumah di Seoul atau Provinsi Gyeonggi...
tetapi aku butuh pinjaman,
dan syarat-syaratnya sangat ketat.
Kalau terus begini, aku takkan bisa menikah.
Sudah tiga tahun aku menikah,
aku tak bisa membayangkan punya anak.
Aku dan suamiku harus bekerja.
Aku sungguh berharap sistem peringkat disabilitas dihapus.
Katanya akan dihapus, tetapi tidak.
Namun, ada pemotongan anggaran.
Aku berharap pemerintah bisa lebih peka.
Aku dari daerah lain
dan sedih melihat hanya Seoul yang punya sistem keamanan untuk wanita.
Aku mau sistem pengantaran aman untuk wanita
atau yang membawa kami pulang dengan selamat.
Aku sungguh berharap Korea dapat menjadi suatu negara
di mana pensiunan bisa dapat pekerjaan baru.
Terpikir olehku untuk menambahkan ini
di akhir konferensi pers.
Ini saran-saran yang diberikan setelah pengeboman.
Ini ekspektasi, harapan, dan visi mereka untuk Presiden Park.
Aku memikirkan
apa yang harus Presiden katakan di akhir konferensi pers besok.
Ya?
Aku sudah memikirkannya.
Bagaimana kalau dia mengatakan sesuatu yang dapat kita gunakan juga
sebagai slogan kampanye kepresidennya?
Coba utarakan.
Baiklah.
Baik.
Ini adalah slogan
dengan visi untuk negara sejahtera di abad ke-21.
Mari kita mengusahakan
negara yang bahagia.
Kira-kira begitu.
Bukan main.
Aku tahu retro sedang tren, tetapi...
Aku juga tidak terlalu suka.
Berikutnya.
Yang ini...
untuk menunjukkan tekadnya
membangun kembali negeri ini seusai pengeboman itu.
Ini dia.
Pemandangan baru
di Republik Korea kita.
Itu bukan sloganmu, betul?
Tidak mungkin. Betul? Semoga bukan.
Tidak apa-apa.
Mempekerjakan pakar di waktu yang tepat
juga kemampuan yang perlu dimiliki oleh kepala staf presiden.
Bagaimana kalau...
dialihdayakan?
Astaga, Pak Han.
Ini
yang terakhir.
Aku merasa...
bahwa publik
harus bangga
dapat melalui serangan itu.
Akhirnya,
kebanggaan kita,
Republik Korea.
Aku suka.
Bagus.
Baiklah.
Aku suka.
- Itu bagus. - Sungguh?
- Bisa pakai yang pertama? - Tidak.
Itu lelucon.
Kedengarannya bukan lelucon.
Kau terdengar sangat serius tadi.
Aku baru memikirkannya.
Tentu saja.
Pak, Anda ingin masuk sejenak?
Kurasa mereka menyiapkan konferensi pers.
Aku akan mengganggu mereka. Ayo.
Kau suka?
Apa ini?
Cobalah, untuk tahu suka atau tidak.
Aku...
masih belum tahu.
Jika kau...
sungguh bisa menjadi presiden seperti kata orang,
atau apa aku bisa tahan di sini
jika kita kembali kemari.
Akan tetapi,
ada satu yang kuketahui.
Ini adalah keputusanmu,
jadi, tidak akan salah.
Kau akan selalu benar.
Ini hari ulang tahunku?
Kau memberiku hadiah, dan kata-kata bijak yang manis.
Hari ini aku beruntung.
Kau...
selalu mencari jawaban terbaik pada saat itu tidak ada.
Kau tak pernah menyerah.
Aku takkan banyak membantu,
tetapi dalam apa pun
yang kau lalui,
aku selalu di sisimu,
khususnya saat tak seorang pun memujimu.
Ingat itu.
Selain itu, hari ini
bukan hari ulang tahunmu.
Ulang tahun pernikahan.
Sayang. Tunggu sebentar. Dengarkan aku.
Presiden Park Mu-jin akan mengakhiri masa jabatannya sebagai presiden interim
selama 30 hari terakhir dengan konferensi pers siang ini.
Saat ini, beliau calon presiden unggulan.
Apa yang akan kau lakukan?
Anggaplah kau calon presiden unggulan.
Seorang yang kau kenal,
tetapi tidak tahu dia dalang serangan itu.
Itu kata pelakunya, tetapi masih belum diverifikasi.
Kalau itu benar?
Bisakah dia mengungkap kebenaran
saat semua kekuasaan itu praktis ada di tangannya?
PRESIDEN PARK RESMI MENCALONKAN DIRI
Na-gyeong,
tahu apa yang kuketahui?
Ji-won, kau harus menghilangkan kebiasaanmu itu.
Jangan membuka laporanmu dengan pertanyaan.
Duduklah.
Mau kubuka dengan pertanyaan atau pernyataan,
fokuslah pada apa yang akan kukatakan.
Pak Kim dan mata-mana anti-Korut lainnya
mengajukan tuntutan ganti rugi terhadap negara di 2011.
Lalu? Mereka menang?
Mereka kalah.
Seorang pengacara HAM yang terkemuka mewakili mereka,
dan pengacara itu
adalah kenalan kita.
Siapa pengacara itu?
Halo, Pak Kang.
Apa...
Pada 4 Maret, di pagi pengeboman itu, Agen Kim Jun-o
menghubungi Deputi Tim Keamanan.
Maksudmu...
dia kaki tangan di Gedung Biru
yang menutupi laporan Agen Kim?
Tebakanku adalah
setelah menerima panggilan Agen Kim,
dia bahas dengan orang lain di Gedung Biru.
Dengan pikiran yang tenang,
dia menemani Presiden keluar.
Melalui kamera, aku melacak langkahnya
sebelum dia berangkat ke Gedung Majelis Nasional hari itu.
Ini.
Ini Deputi Kim Jong-min
dari Tim Keamanan yang tewas di pengeboman itu.
Jika orang yang menerima laporannya
tidak mengabaikan peringatan itu,
seandainya tak ditutupi,
pengebomannya...
mungkin takkan terjadi.
MATA-MATA ANTI-KORUT KALAH MELAWAN NEGARA DI PENGADILAN
Pengacara kasus ini
sama dengan yang saat ini di Gedung Biru,
bukan?
Mantan kepala staf presiden,
Han Ju-seung.
PENGACARA HAN JU-SEUNG
Pengacara kasus itu
orang yang menyuruhmu membantu Pak Kim kabur.
Pengacara itu.
Apakah Pak Han Ju-seung
adalah dalangnya?
Bisa kau percaya?
Itu konyol.
Ini terlalu berisik.
Serius.
Harapan itu baik.
Ia menutupi kesusahan
dan memberikan kekuatan untuk memulai kembali.
Ia juga memberikan keberanian
untuk menjalani hidup baru.
Bagi mereka,
Anda harapan terbesar mereka.
Sekarang aku mengerti.
Bukan main.
Astaga.
Ini harapan yang sama yang kurasakan
saat bertemu Presiden Yang ketika masih menjadi jaksa.
Sekarang,
aku merasakan harapan yang sama
dengan Anda.
Bisa minta waktumu sebentar?
Ada yang ingin kubicarakan.
Di hari pengeboman itu,
Tim Keamanan Gedung Biru menerima laporan serangan potensial.
Laporan itu diberikan
oleh Agen Kim Jun-o dari NIS.
Agen Kim Jun-o melaporkan kepada Deputi Tim Keamanan
bahwa fail rahasia tingkat tinggi dengan kode OP 5015-18
ada di tangan orang yang dapat berbuat jahat,
dan mereka merencanakan serangan di Gedung Majelis Nasional
sesuai yang didemonstrasikan di fail itu.
Meski Deputi Kim diinformasikan
tentang serangan ini,
dia tetap menemani Presiden Yang ke Gedung Majelis Nasional.
Menurutmu, kenapa dia melakukannya?
Itu karena...
seseorang bilang bahwa laporan itu hoaks
dan menenangkannya.
Hari itu,
setelah Deputi Kim menerima panggilan Agen Kim,
dia menemui seseorang sebelum berangkat
ke Gedung Majelis.
Aku orangnya.
Kau tahu Pak Han ke mana?
Barusan di sini.
Tadi dia berbincang dengan Presiden Park.
Mungkin mereka pergi.
Pak Cha, kau tak tahu?
Barusan aku melihat mereka bersama, akan tetapi...
Astaga.
Apa ada masalah?
Kenapa?
Apa alasanmu?
Kau tahu tentang serangan itu.
Presiden Yang adalah teman dan sekutu politikmu...
Negara ini
tidak pantas untuk presiden seperti dia.
Tidak sabaran, egois,
dan serakah.
Masyarakat negara ini tidak tahu cara bersabar.
Bagi mereka,
Presiden Yang dan perspektif demokrasinya
lebih dari yang pantas mereka terima.
Tingkat kepuasan Presiden Yang
di masa jabatannya membuktikan itu.
Aku dan Presiden Yang...
gagal.
Aku mengabdikan hidupku
dan percaya pada masyarakat negara ini.
Mereka yang lebih dahulu
mengkhianati kami.
Jadi...
Apa meledakkan Gedung Majelis Nasional
adalah caramu membalas dendam kepada masyarakat?
Aku memutuskan
gaya memerintah yang tepat untuk negara ini.
Bentuk kekuasaan terdahsyat
adalah ketakutan dan teror.
Masyarakat
takut dan menaati mereka
yang berkuasa atau memerintah atas mereka.
Makanya aku belajar
dari kegagalan kami.
Dengan memilih orang seperti Menteri Oh
untuk memerintah negara ini?
Hingga pada saat
dia memenangkan masyarakat dan menjadi presiden terpilih,
kau butuh seseorang untuk menjabat.
Karena itu, kau butuh boneka yang buta politik.
Kau memanfaatkanku
untuk menuntaskan
serangan besarmu
dengan bergabung bersama orang-orang yang telah kau lawan
seumur hidupmu.
Tak satu pun dari mereka
tersisa di dunia ini sekarang.
Mulai sekarang,
rencanaku adalah Anda mengisi kursi ini
sebagai presiden Korea.
Anda ingin diingat
sebagai orang yang menuntaskan pengeboman ini
atau...
Anda ingin diingat sebagai
presiden mengagumkan yang memulihkan bangsa ini?
Itu pilihan Anda.
Presiden Park harus berlatih untuk konferensi persnya.
Percakapannya dengan Pak Han lama.
Aku penasaran tentang apa.
Kau tahu sesuatu?
Berapa lama waktu kita?
Kita mungkin harus membatalkan latihannya.
Apa Anda gugup
karena konferensi pers?
Sepertinya sudah waktunya.
Apa karena...
kaki tangan di Gedung Biru itu?
Anda tak perlu mencemaskannya, Pak.
Tidak ada yang lebih baik
selain NIS mengungkapkan kaki tangan itu sebelum konferensi pers Anda.
Itu adalah hadiah terbaik yang pernah ada.
Akan tetapi, jika bukan itu,
semua tetap baik-baik saja.
Kami sudah menyiapkan acara khusus lainnya.
Aku mencari pekerjaan sembari bekerja sambilan.
Aku putus asa tiap memikirkan
melanjutkan hidup ini.
Inilah harapan masyarakat.
Aku marah tiap kali anakku diejek di sekolah.
Aku menginginkan sebuah negara
yang menjadikan sekolah aman bagi anak seperti anakku.
Aku mencemaskan usiaku.
Mendidik anak dan menafkahi orang tua
akan membuatku
tidak memiliki apa pun di usia tua.
Tiap kali orang dewasa menyuruhku masuk universitas unggulan,
aku menjadi sangat terpojok.
Kenapa masuk kampus bagus akan menentukan sisa hidup kami?
Sepertinya...
banyak yang harus kita kerjakan
di masa mendatang.
Pak?
Agen Han Na-gyeong menunggu di ruangan Anda.
MATA-MATA ANTI-KORUT KALAH MELAWAN NEGARA DI PENGADILAN
MANTAN MATA-MATA ANTI-KORUT, KIM SU-HYEON
PENGACARA HAN JU-SEUNG
Menurut investigasi kami,
kaki tangan di Gedung Biru
ternyata mantan kepala staf presiden, Pak Han Ju-seung.
Perlukah meminta bantuan
polisi dan jaksa untuk investigasi terbuka?
Berapa orang
yang tahu temuan ini?
Saat ini, hanya kami bertiga di Satgas Terorisme NIS.
Sampai aku memerintahkan hal lain,
tolong rahasiakan temuan ini di antara kalian.
Baik, Pak.
MATA-MATA ANTI-KORUT KALAH MELAWAN NEGARA DI PENGADILAN
Mulai sekarang,
rencanaku adalah Anda mengisi kursi ini
sebagai presiden Korea.
Jangan-jangan
Anda ingin mengaku kepada dunia
bahwa aku turut dalam pengeboman itu
dan bahwa Anda adalah bagian dari teka-teki besarnya juga.
Masyarakat meyakini mereka melalui tragedi ini bersama Anda.
Anda ingin
menginjak-injak harapan itu?
Mereka akan merasa lebih dikhianati daripada setelah pengeboman itu.
Pikirkan semua staf Anda.
Mereka memimpikan kesempatan membangun Korea baru bersama Anda.
Anda akan memilih mengecewakan mereka?
Mereka...
tak pantas menerimanya.
Terlebih lagi, Anda tipe orang
yang ingin dikenang sebagai orang yang terhormat.
Pak Han...
Kau monster.
Aku akan terus menjadi monster.
Anda cukup duduk di sana
dan eksekusi perspektif Anda.
Jadilah wajah masyarakat yang Anda inginkan.
Generasi mendatang
akan bertarung di arena lebih baik
dengan lawan yang lebih baik dan lebih pantas.
Bagiku,
itulah patriotisme sejati
yang takkan membuat semua pengorbanan itu sia-sia.
Kau membunuh terlalu banyak
atas nama patriotisme.
Tanpa pengorbanan,
takkan ada revolusi.
Hukum aku jika Anda mau.
Aku takkan melawan semua tuntutan Anda.
Aku tidak takut apa pun.
Akan tetapi,
aku akan mengizinkan Anda hanya setelah pemilihan usai.
Anda tidak penasaran
dengan Korea baru yang Anda, aku, dan para staf muda
akan bangun?
NIS
Pak Park.
Ya?
Sampaikan kepada Pak Kim bahwa aku sudah tiba.
Baik.
Kulihat Anda sudah memutuskan.
Anda sudah memilih?
Aku tidak ingin diingat
sebagai kepingan teka-tekimu.
Bisa tunggu aku di ruanganku?
Pak?
Sudah waktunya.
Rakyat Korea terhormat,
selamat siang.
Saya presiden interim Korea,
Park Mu-jin.
Hari ini,
saya berdiri di hadapan Anda sekalian untuk mengumumkan pengunduran diri.
Ini untuk...
secara resmi mengumumkan pencalonan saya
di pemilihan presiden ke-21.
PRESIDEN PARK MENGUMUMKAN PENCALONAN
Rakyat Korea,
akan tetapi, saya...
tidak akan mencalonkan diri
untuk presiden Korea.
Apa?
Ini bukan pidato yang kutulis.
NIS
GEDUNG BIRU
PIDATO PENGUNDURAN DIRI
PIDATO PENGUNDURAN DIRI
Kaki tangan
yang memainkan peranan
di pengeboman Gedung Majelis Nasional
saat ini menjabat sebagai anggota Sekretariat Presiden.
Sebagai anggota pemerintahan ini,
saya harus bertanggung jawab
atas tindakannya juga.
Saya yakin kita dapat melalui penderitaan dan kesulitan dari pengeboman itu.
Seperti sebelumnya,
kita punya tugas lain.
Tugas untuk memilih presiden berikutnya.
Pemilihan ini
tidak akan menjadi tangga menuju surga.
Mustahil menjadikan Korea sebuah surga
yang bebas dari penderitaan, ketidakadilan, dan penyimpangan.
Akan tetapi, kita tak dapat menyangkal
bahwa pemilihan umum adalah standar pokok demokrasi.
Agar pemilihan presiden mendatang bisa adil dan transparan,
saya akan sepenuhnya melaksanakan tanggung jawab presiden interim
hingga masa jabatan saya selesai.
Di tiap momen kehidupan kita,
Republik Korea
harus
menjadi negara
yang kita semua banggakan.
PRESIDEN PARK MENGUMUMKAN PENCALONAN
Jika Presiden Park mencalonkan diri,
aku akan kesulitan untuk menang.
PRESIDEN PARK MENGUMUMKAN PENCALONAN
Dia lawan yang tak bisa dikalahkan.
Perlukah aku memintanya bergabung denganku?
Tentu setelah masa jabatannya usai.
Aku selalu merekrut bakat, ingat?
Sekali lagi,
Anda memilih menjadi orang baik di dalam skenario ini.
Aku tidak mendasarkan keputusan ini pada niat baikku.
Hukum dan regulasi yang mengatur negara inilah
yang aku pilih.
Anda pikir aku gagal karena tidak secermat Anda?
Anda pikir
aku gagal karena kurang mencintai negara ini seperti Anda?
Dunia ini
takkan pernah berubah.
Ya, kau benar.
Dunia takkan pernah berubah.
Karena itulah
aku pun takkan berubah.
Pak Kang.
Tolong bawa
Pak Han.
Agen Han dan agen-agen NIS sedang menunggu.
Anda juga akan gagal.
Seperti Presiden Yang.
Presiden Yang tak mengecewakan rakyat.
Aku juga
tak berniat melakukannya.
Kita bisa pakai metode coba dan gagal.
Bukankah semua itu
yang kita sebut sejarah?
Pak Han...
Bisa-bisanya Anda memutuskan ini sendiri?
Kenapa?
Anda pikir aku akan menentangnya?
- Karena itu... - Aku...
malu dengan...
Pak Han yang melaksanakan rencana ini
dan generasi kami.
Aku minta maaf
kepadamu dan staf-staf lain.
Meski kau memutuskan pergi dari kantor ini...
Anda sudah lupa, Pak?
Aku...
di sini untuk melindungi Anda.
Bukan hanya Anda,
tetapi bahkan pandangan
dan keyakinan Anda.
Sin-yeong, mari kita buat kolom
tentang Bu Yun dan Wali Kota Kang, dan menyiarkannya malam ini.
Baiklah.
Serius?
Apa pendapatmu?
Siapa yang akan memenangkan pemilihan?
Elektabilitas Bu Yun mungkin lebih baik,
tetapi entah apa yang akan terjadi
antara sekarang dan bulan depan.
Kedua calon unggulan, Presiden Park dan Menteri Oh,
keluar dari pencalonan secara beruntun.
Kita tak bisa mengatakan Presiden Park sepenuhnya tersingkir.
Presiden Park
mungkin memenangkan hati masyarakat.
Pemilihan berikut ini bukanlah yang terakhir, betul?
Ya, aku akan meninggalkan negara ini.
Apa yang terjadi kepada Pak Kim
akan dianggap sebagai aksi pengkhianatanku.
Ya.
Aku akan ke Vladivostok
dan menunggu instruksi berikutnya.
VIP itu...
Benarkah dia Pak Kim?
Aku masih tak percaya
dia membuat rencana besar ini.
Seperti katanya.
Banyak orang diuntungkan dari serangan ini.
Bisa dikatakan mereka semua VIP.
Na-gyeong, apa pendapatmu?
Pengebom itu ingin membuat hubungan inter-Korea tegang
dan menciptakan Perang Dingin baru.
VIP bisa jadi siapa saja
yang tak menginginkan perdamaian di Semenanjung Korea.
Aku hampir yakin dia ikut kursus.
Orang tak bisa sefasih itu tanpa dilatih.
JANJI UNTUK BANGSA
Kau menunaikan tugasmu dengan baik,
Agen Kim Jun-o.
Beristirahatlah.
Aku berjanji
untuk bahagia.
Aku akan berusaha.
HARI KE-29
Calon nomor satu, Kang Sang-gu.
Calon nomor satu, Kang Sang-gu.
Halo.
Untuk Korea yang kuat, pilih nomor dua,
Yun Chan-gyeong.
Korea yang lebih baik...
BANGUN KEMBALI KOREA BERSAMA KANG SANG-GU
YUN CHAN-GYEONG UNTUK NEGARA YANG AMAN
HARI KE-14
Sepertinya begitu.
- Kau setuju? - Ya, Pak.
HARI KE-14
HARI KE-8
JENDERAL EUN HUI-JEONG DIADILI ATAS PERENCANAAN KUDETA
HARI KE-8
HARI KE-5
HARI KE-5
PRESIDEN INTERIM PARK MU-JIN
HARI KE-2
HARI KE-1
KOTAK SUARA
Saat ini, 75 persen suara telah dihitung.
Kita akan segera mengetahui presiden Korea yang berikutnya.
Hasil akhir pemilihan presiden telah diserahkan.
Selamat kepada presiden ke-21 Korea.
- Bagus. - Bagus.
Kami akan mengakhiri siaran
untuk pelantikan presiden ke-21 Korea.
Terima kasih atas perhatian Anda.
Terima kasih.
Bagus.
Anda bekerja keras, Pak.
Bagus.
Terima kasih, Pak.
Bagus.
Terima kasih, Pak.
Terima kasih, Pak.
Terima kasih.
Terima kasih, Pak.
Bagus.
Terima kasih, Pak.
Aku ingin buat pengakuan.
Lagi?
Jangan bilang
kau dipecat dari kampus.
Bukan itu.
Kita dalam perjalanan berkemah.
Kau tiba-tiba mengatakan harus membuat pengakuan,
apa aku tidak kaget?
Jadi, apa pengakuanmu?
Aku memastikan membawa semuanya.
Aku bawa kompor, perlengkapan api unggun, dan kantong tidur.
Aku bahkan membawa proyektor agar kau dan anak-anak bisa menonton film.
Bu, aku mau menonton Frozen.
Tidak bosan? Menontonnya tiap hari takkan mengubahmu menjadi Elsa.
Kau mirip Olaf.
Bu, Kakak bilang...
Si-jin, kalau kau menangis, ibu tak mengizinkanmu menontonnya.
Si-wan, jika terus menggodanya,
ibu memotong 30 menit waktu gimmu.
Kau, lanjutkan omonganmu.
Aku lupa
membawa tendanya.
Apa?
- Ayah! - Ayah!
ANSAN, BUMI PERKEMAHAN MOBIL
Bisa bawa ini masuk?
Di sana.
Kita bisa menaruh ini di sini.
Mereka meminjami kita tenda. Bagus sekali.
Lain kali, jangan bawa apa-apa.
Ini.
Kurasa sudah selesai.
Mau jalan-jalan?
Hei.
Ada pengakuan lain, bukan?
Mana mungkin orang seteliti kau lupa membawa tenda?
Sepertinya belakangan ini kau banyak pikiran.
Karena itu kau mau berkemah meski ada sidang penting pekan depan?
Sebesar inilah perhatianku kepadamu.
Sejujurnya,
Stanford menghubungiku. Mereka mau aku menggantikan Prof. Jeong.
Mereka mengundangku jadi anggota
Komunitas Polusi Udara mereka.
Stanford?
Apa yang akan kau lakukan?
Kudengar ada laut dekat sini.
Jangan melewatkannya, kita sudah datang.
Mereka menggemaskan.
Tak biasanya kau begini.
Itu kampus terbaik
dalam ilmu lingkungan.
Persyaratannya bagus, 'kan?
Ada apa?
Apa yang mengusikmu?
Jika aku pergi,
aku tinggal sekurangnya lima tahun.
Bagaimana kau bisa menangani pekerjaan dengan mereka?
Selain itu,
adakah hal lain yang menahanmu?
Senang rasanya bisa menghirup udara segar.
Matahari terbenamnya juga indah.
Aku banyak mendengar tentangmu.
Kudengar kau yang terbaik di Korea dalam hal teknologi politik.
Terima kasih sudah memanggilku.
- Duduklah. - Baik.
Kudengar kau mendukung mendiang Presiden Yang Jin-man
dan Presiden Interim Park Mu-jin.
Ya, aku melayani mereka.
Kau punya rencana untuk membantuku
menjadi presiden setelah dua tahun?
Aku dari TK.
Aku bersekolah di Busan, Provinsi Gyeongsang Selatan.
Mertuaku dari Honam.
Orang tua dan saudaraku mengelola pertanian besar di Chungcheong.
Bagus.
Aku beragama Kristen, agama terbesar di dunia.
Istriku menganut Buddhisme.
Di partaiku
mayoritas faksi mendukung aku.
Kurasa, bisa dikatakan mereka aset politikku.
Sepertinya kau hidup nyaman hingga saat ini.
Kau tak perlu berkorban.
Maaf, aku tak bisa membantumu.
Kau kecewa kepadaku?
Aku mencari keuntungan dan kepraktisan lebih dari tanggung jawab moral.
Ini abad ke-21. Politik harus berubah.
Cobalah menghitung peluang kemenangan kita.
Dengan cara teknologi politik.
Ada kunci utama
bila menyangkut
teknologi politik.
Pengorbanan.
Para pendukung merasa berutang kepadamu.
Mereka pikir, "Setidaknya, kita harus memilih orang bodoh itu."
Itu investasi dengan imbal besar.
Dalam politik,
menurutku, setia pada suatu alasan
adalah pilihan paling praktis dan pragmatis.
Makanya aku...
Secara politik,
kau tak berpeluang menang.
Aku tidak bertarung untuk kalah.
Ada orang lain yang kau pikirkan?
Kami mengumpulkan tanda tangan untuk UU Diskriminasi.
Boleh kujelaskan?
Bisa lihat ini?
Tidak, terima kasih. Permisi.
Kau mau melihat ini?
- Aku sibuk. - Tolong dibaca.
Kami mengumpulkan tanda tangan.
Semuanya, hukum ini menentang diskriminasi apa pun
berdasarkan rekam medis, penampilan,
kampung, dan ras di Korea.
Kerja sama kalian akan dihargai.
"Kampanye tanda tangan untuk pengesahan UU Diskriminasi."
Satu kelompok minoritas berkampanye
untuk membuat hukum bagi kaum minoritas.
Kau tak bisa membuat hukum seperti ini.
Lupakan tanda tangannya.
Kita ajukan RUU ini.
UU Diskriminasi.
Di Gedung Biru yang baru.
Terima kasih, Pak.
Pak, nanti ada pidato Pak Wang tentang strategi bisnis
terkait pertumbuhan ekonomi tahun depan
di pertemuan kepresidenan siang ini.
Dokumen kemarin...
Baik.
Pak Park, tahukah kau
kenapa aku mempertahankanmu meski gajimu tinggi?
Maaf?
Kepala Staf Protokol Kepresidenan
melayaniku sebagai pelayanku.
Pemandangan indah, bukan?
Berhentilah berbicara,
dan fokus melayaniku.
Janji Anda berikutnya...
Baik. Aku segera menghubunginya.
Pak.
Baik, terima kasih.
Tolong bereskan.
Pak.
Ini bukan protokol.
Ini disebut penindasan.
Selain itu,
aku tidak mau
menjadi pegawaimu
lagi.
Ayo cepat pergi.
Sebelum mereka melihatku gemetar.
PERJALANAN DENGAN MEMBACA, MASA MUDA
Hai.
Terima kasih banyak sudah menghadiri ceramah hari ini.
Di masa mudaku,
aku mengunjungi lebih dari 200 negara
dan bertemu banyak orang.
Pak.
Jumlah negara yang menerima paspor Korea saat ini
adalah 166.
Nona Jeong ini wanita pintar, ya?
Sebentar. Ikut aku.
Kau mempermalukanku di depan pers.
Kau mau mencari perhatian?
Belajar apa kau di Gedung Biru?
- Ya, ini Jeong Su-jeong. - Hai.
Ceramah Anda bagus.
- Terima kasih. - Baik. Aku mengerti.
- Bisa lihat kemari? - Pak.
Ini yang kupelajari di Gedung Biru.
Hal terpenting dalam berkomunikasi dengan orang dan pers adalah
kejujuran dan kepercayaan.
Itu hal mendasar dalam politik.
Ya, kami di halte bus di depan pintu masuk.
Ya. Hei.
- Sudah lama menunggu? - Tidak.
Ayo. Ada yang menunggu.
Aku belikan kopi.
Mereka berdua kenapa? Ada yang sedang atau sudah terjadi?
Kenapa tidak tanya sendiri? Mereka bukan orang asing.
Aku tidak bisa menanyai mereka karena mereka bukan orang asing.
Lama tak jumpa, Pak Kim Nam-wook.
Kalian berpacaran? Betul?
Apa?
Ya.
Kabarmu baik?
Ya, kau sendiri?
CERAMAH PENGURANGAN DEBU HALUS
Emisi domestik berdampak besar
pada kadar debu halus Korea,
begitu juga dengan emisi di luar Korea.
Itu telah dibuktikan dengan banyak bukti ilmiah.
Demi mengurangi kadar debu halus Korea,
dan untuk mendesak kerja sama
dengan negara-negara tetangga kita
untuk pengurangan debu halus,
kita harus mengurangi penyebab emisi domestik.
Di Korea, ada dua faktor utama yang perlu dikurangi.
Pertama, di area metropolitan,
emisi dari kendaraan diesel lama
adalah penyebab utama peningkatan konsentrasi debu halus.
Kita harus mengurangi produksi kendaraan diesel,
mengembangkan kendaraan ramah lingkungan misalnya kendaraan listrik,
kendaraan hidrogen, dan kendaraan hibrida.
Di skala nasional, emisi ilegal manufaktur adalah faktor terbesar.
Kita harus terus mengawasi mereka
agar korporasi memenuhi tanggung jawab lingkungan mereka
dan melindungi hak masyarakat untuk kesehatan.
Aku ingin bertanya.
Kurasa perhitungannya salah.
Kau sungguh meyakininya?
Sudah lama
kami tak dapat melihat langit biru di musim semi karena debu halus.
Hanya dengan mengubah kendaraan diesel
jadi kendaraan ramah lingkungan dan kebijakan pengurangan,
kau pikir kita dapat mengurangi debu halus?
Kau sungguh percaya
bahwa kebijakan dan politik
dapat menyelesaikan masalah itu?
Jika politik tidak bisa,
apa lagi yang bisa?
Politik
adalah upaya tanpa akhir manusia
untuk menemukan jawaban atas penderitaan dari Yang Mahakuasa.
Kudengar Stanford menawarimu posisi akademik.
Kau akan menerimanya?
Kurasa itu akan sangat membantu riset debu halusku.
Kukira kau barusan mengatakan politik harus memecahkan masalah itu.
Kau selalu menentangku.
Kau masih sama, Pak Cha.
Ada hal-hal yang sudah berubah.
Biasanya, aku tak membuat tawaran lebih dari tiga kali.
Kau adalah pengecualian.
Maukah kau mencalonkan diri untuk pemilihan presiden berikutnya?
Kami...
akan bersamamu.
Aku juga ingin melihatnya.
Dunia di mana orang baik menang. Tunggu, bukan.
Dunia di mana orang menang karena mereka baik.
Aku ingin bersama orang
yang pantas
menerima pengabdianku.
Bisakah kau
memberi kami jawaban?
TERIMA KASIH TELAH MENONTON DESIGNATED SURVIVOR: 60 DAYS
Terjemahan subtitle oleh Christy Sugiarto
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.