Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
SEMUA TOKOH, ORGANISASI, TEMPAT, DAN KEJADIAN ADALAH FIKSI.
KEKUATAN REGIONAL DI BAWAH HUKUM MILITER
Ada kemungkinan militer memakai kekuatan,
di bawah pimpinan Jenderal Eun Hui-jeong, Menteri Oh Yeong-seok,
dan Deputi Direktur NIS Ji Yun-bae.
Dengan kata lain, ada tanda upaya kudeta.
Waktu pelaksanaannya pukul 23.00.
Pasukan dekat area metropolitan berkumpul di Komando Pertahanan Ibu Kota.
Kita perlu menunjuk orang yang bisa dipercaya di militer
untuk menumpas pasukan pemberontak
sebelum pukul 23.00.
Adakah orang militer yang bisa diandalkan
yang akan mendengarkan Gedung Biru?
Seseorang yang kita tahu berpihak pada Presiden.
Ada satu orang
yang dapat melawan Jenderal Eun.
Namun aku tak yakin dia memihakku.
Jenderal Lee Gwan-muk
adalah pilihan berisiko, Pak.
Jenderal Eun
memanfaatkan pemecatan dan penahanan Jenderal Lee
sebagai alasan untuk kudeta ini.
Itulah alasanku.
Jika Jenderal Lee memutuskan bergabung dengan kita,
mereka akan kehilangan alasan untuk angkat senjata,
dan upaya kudeta hilang momentum.
Jenderal Lee Gwan-muk...
Anda yakin dia akan bergabung bersama kita?
Dia tak memercayai Gedung Biru.
Dia bisa saja sudah berkolusi dengan Jenderal Eun.
- Maka... - Maka,
Jenderal Lee akan dituntut atas pemberontakan di depan semua orang
sesuai dengan UU Tindak Pidana Militer.
Ini keputusan yang kuambil sebagai panglima tertinggi,
Pak Han.
Saat ini,
tidak ada petinggi militer yang bisa dipercaya memihak Presiden Park.
Jika Jenderal Lee mungkin mau, kita harus mencobanya.
Jenderal Lee adalah anggota AD yang paling elite.
Presiden Park menyakiti harga dirinya
dengan sangat memalukan.
Pikirmu dia mau?
Bagaimana kalau kutolak?
Apa yang akan Anda lakukan
jika aku bergabung dengan Jenderal Eun?
Kalau begitu, tawaran ini
pada dasarnya adalah bunuh diri bagi Anda.
Anda tidak tahu apa-apa tentang militer
untuk disebut panglima tertinggi.
Kau bilang di mana kita akan bertemu?
Jenderal Lee baru saja tiba.
POLISI MILITER
Selamat datang, Pak.
Kami menunggu Anda.
Jenderal Lee tiba
di Komando Pertahanan Ibu Kota.
Kurasa dia bergabung dengan Jenderal Eun.
KEKUATAN REGIONAL DI BAWAH HUKUM MILITER
Pak.
Anda ingin memerintahkannya sekarang?
Pesawat Tempur ke-10 bersiaga sesuai permintaan Anda.
Satuan Tugas Khusus di Komando Pertahanan Ibu Kota
menunggu perintah Anda, Pak.
Jika Jenderal Lee bergabung,
semua pasukan yang berkumpul di sana akan segera bergerak.
Kita harus bergerak menumpas mereka sebelumnya
untuk meminimalkan korban.
Pak.
Aku sudah...
memberikan perintahku.
Atas perintah Presiden Park, komandan tertinggi militer,
Jenderal Eun Hui-jeong ditangkap
karena merencanakan kudeta militer sesuai dengan Pasal Delapan
dari UU Tindak Pidana Militer.
Apa maksudmu?
Kenapa kau melakukan ini?
- Mestinya dia sudah tiba. - Baik.
Ayo.
Angkat tangan!
Siapa kalian?
Presiden Park mempermalukanmu.
Bukan sekali, dua kali!
Kenapa?
Karena kehormatan militer Korea lebih penting
daripada kehormatanku.
Saat paling memalukan dalam sejarah militer kita
adalah saat kita menodongkan senapan kepada rakyat kita sendiri.
Kau pikir
aku akan mengulanginya?
Aku perlu jawaban Anda, Pak.
Anda pikir aku akan langsung bergabung
jika Anda menawarkan pemulihan jabatanku?
Karena itu Anda kemari?
Di depan semua jenderal bawahanku, Anda mencabut wewenangku
dan meragukan patriotismeku.
Kehormatanku sebagai tentara paling penting bagiku,
dan Anda mempermalukanku.
Apa Anda begitu naif sehingga percaya aku akan membantu?
Langkahmu kuperhitungkan.
Dengan cerdik.
Kau pikir aku dua kali mempermalukanmu,
kau tak memberontak
atau mengangkat senjata.
Dari sana aku menyimpulkan hukum dan ketertiban
lebih penting bagimu daripada kehormatan pribadimu.
Karenanya,
aku percaya
kau ingin militer kita dikenang sebagai institusi terhormat
oleh anak cucu kita.
Aku tidak tahu tentang militer.
Akan tetapi,
aku merasa aku bisa mengetahui orang macam apa dirimu.
Apa aku...
salah tentangmu?
Pak Presiden.
Jenderal Lee sudah tiba di ruang situasi NSC.
Pada pukul 22.05
tanggal 31 Maret 2019,
Polisi Militer dan Kejaksaan berhasil melaksanakan
penumpasan upaya kudeta militer
yang dipimpin oleh KASAD Eun Hui-jeong.
Semua personel terkait telah dibawa ke DSSC.
Dengan ini aku melaporkan kepada Anda, panglima tertinggi militer kami.
Laporan selesai.
HARI KE-32: JEBAKAN EPISODE 15
EUN HUI-JEONG
Jenderal Eun Hui-jeong.
Saat kami mengetahui bahwa kaulah pengkhianat
yang membocorkan OP 5015-18,
kau merencanakan kudeta militer.
Itu karena kau takut diminta bertanggung jawab
atas pengeboman itu sendiri.
Kami tak dapat memaafkan ketidakadilan seperti itu.
Sekarang katakan.
OP 5015-18.
Kepada siapa kau berikan itu?
VIP.
Aku tanya siapa orang dalam Gedung Biru yang membagikan rencana serangan
kepadamu.
Apa maksudmu "VIP"?
Benar.
Kami semua
hanya mengikuti instruksi yang diberikan oleh VIP.
Seorang mantan kepala biro pemerintahan tidak boleh mengatakan itu.
Jadi, kau hanya mengikuti instruksi VIP
dan mengebom Gedung Majelis Nasional...
Siapa dia?
VIP ini.
Entahlah. Aku tidak tahu.
Kami tidak tahu rupanya, namanya, atau siapa dia.
Kami
tak pernah bertemu VIP.
Orang ini komplotan dalam serangan besar itu,
dan kau tak pernah menemuinya?
Pak Kim.
Aku selalu bertemu
dengan Pak Kim,
perwakilan VIP.
Dia menyampaikan instruksi VIP kepada kami
dan menginformasikannya akan permintaan kami.
Dia perantara yang setia.
Siapa Pak Kim ini?
Itu biasa.
Saat VIP bisa kehilangan terlalu banyak hal
dengan menampakkan dirinya,
tangan kanannya bekerja untuk dia.
Pak Kim
sekarang ada di mana?
Itu Pak Kim.
Dia tertangkap kamera di dekat tokonya.
Ji-won, kau sudah mendapatkan namanya?
Aku melihat semua rekaman CCTV untuk menemukan wajahnya,
sejak tiba di sini, bahkan tidak sempat ke toilet
berkat kalian berdua, mentor-mentorku yang luar biasa.
Baiklah, jadi...
Kau bisa menemukan informasi tentang dia, bukan?
Ada yang bilang dia mata-mata kita di Utara.
Sebagian saksi juga mengatakan dia mantan staf legal
di Perencanaan dan Koordinasi Grup Nadong.
Mantan mata-mata Korea Selatan
dan tim legal Grup Nadong sepertinya tidak terkait sama sekali.
Ada kesamaannya.
Mereka berdua perantara yang dapat melakukan apa saja.
Agaknya Pak Kim bisa melakukan apa saja.
Dari urusan personel sampai uang,
mereka tak perlu mengulangi permintaan mereka, apa pun itu,
karena dia selalu membereskannya secara efektif
dengan kekuasaan VIP.
Maksudmu,
karena itu mereka dapat memercayai Pak Kim
tanpa nama atau identitasnya,
dan berkonspirasi dengannya untuk melakukan kejahatan keji
bersama-sama?
Seluruh Korea dikejutkan dengan berita
bahwa Menteri Pertahanan Nasional, Oh Yeong-seok, tewas ditembak
pada tadi malam oleh staf Kementerian Pertahanan Nasional.
Menurut keterangan polisi, Menteri Oh dan staf tersebut...
Ini aku, Pak Kim.
Maaf baru telepon.
Aku sedang memikirkan
siapa yang paling dirugikan
jika aku muncul sekarang.
Mereka tiba di dekat Namhyeon-dong.
Menurut saksi, staf...
Anda mungkin sudah tahu,
tadi malam,
Menteri Oh tewas ditembak,
dan itu sungguh tragis.
Karena dendam pribadi?
Karena konflik pencalonannya?
Kami telah menerbitkan embargo pers,
tetapi aku ingin bagikan ini pada kalian
karena sudah kuanggap mitra.
Tadi malam,
ada konspirasi untuk pemberontakan militer
yang dipimpin Jenderal Eun Hui-jeong.
Menteri Oh dalam perjalanan untuk ikut dalam konspirasi itu.
Tunggu.
Konspirasi pemberontakan?
Maksud Anda
kudeta?
Jenderal Lee Gwan-muk dan jaksa militer
menangkap mereka di lokasi.
Mereka dibawa ke DSSC,
dan situasinya sudah diamankan.
Kenapa tidak disampaikan ke media?
Saat publik tahu aksi cepat Anda untuk menumpas kudeta,
Anda akan mendapatkan keuntungan lebih besar di survei.
Mereka yang merencanakan kudeta
juga terlibat dalam pengeboman Gedung Majelis Nasional.
Menteri Oh,
Jenderal Eun Hui-jeong, bahkan Direktur Ji Yun-bae.
Astaga.
Ya ampun.
Ketika Satgas Terorisme NIS hampir mengungkap faktanya,
mereka yakin keterlibatan mereka akan segera terungkap.
Makanya mereka merencanakan kudeta.
Saat ini, kami belum mengungkap pelaku pengeboman yang sebenarnya.
Jika kabar kudeta ini tersebar,
itu hanya akan memicu keresahan publik.
Kami yakin dia salah satu aktor utama dari pengeboman dan kudeta.
Kalian bukan hanya perwakilan dari partai oposisi dan mayoritas,
tetapi calon presiden unggulan.
Karena itulah
aku memohon dengan tulus.
Tolong jangan jadikan perkara ini diubah jadi masalah politik
atau memanfaatkannya untuk kampanye.
Maukah kalian
tetap merahasiakan ini?
Menurut Anda, kenapa Menteri Oh mengambil keputusan itu?
Dia terlibat pengeboman,
bahkan memutuskan ikut dalam kudeta militer.
Mungkin dia putus asa
dan percaya bahwa tanpa tindakan ekstrem,
tak ada harapan bagi negara ini sejak Pertempuran Baengnyeong.
Bisa dibilang akulah dalang pengeboman itu.
Politik praktis yang hanya membuatnya lebih berkecil hati
adalah apa yang selalu kupromosikan.
Di Pertempuran Baengnyeong,
kau di mana?
Saat para korban selamat
menderita karena luka
dan pengabaian masyarakat,
kau di mana?
- Pak Oh... - Kau mantan anggota
Komite Pertahanan Nasional.
Namun, saat kami meminta bantuanmu,
kau tak pernah ada.
Tidak sekali pun.
Hidup di Korea Selatan...
hanya berakhir dengan dua cara.
Entah kau menjadi korban...
atau keluarga korban.
Karena latar belakang etnis,
disabilitas, kebangsaan, afiliasi, ras, agama,
bahkan kepercayaan...
Dalam segala cara,
masyarakat mencari cara untuk mendiskriminasi.
Itu cara agar seseorang bisa unggul di dunia yang kejam ini.
Di balik topeng, kita makhluk egois
pendukung diskriminasi, penolak kesetaraan.
Itulah wajah buruk
dari kekuasaan
yang membuat dunia berputar.
SURVEI PEMILIHAN PRESIDEN
Kukira akan ada fluktuasi besar dalam survei
setelah Menteri Oh yang tadinya unggul dikeluarkan.
Aku senang Presiden Park memimpin,
meski hanya menang tipis.
Kita tak boleh puas dengan angka ini.
Begitu pendukung partai-partai besar berkumpul,
sebagai calon independen, Presiden Park akan bertarung
dengan satu lengan terikat melawan Wali Kota Kang dan Bu Yun.
Dia tetap telah mencapai sesuatu yang tak bisa disangkal.
Sebulan sejak pengeboman,
dia menyelesaikan magang pemerintahan.
Mengingat situasi ini, dia lulus.
Baiklah.
Masa jabatannya
berakhir dalam empat hari. Termasuk hari ini.
Aku memohon bantuanmu
menangani reporter dan media dengan baik hingga saat itu
agar dia dapat menyelesaikan tugasnya
dan sukses mengakhiri masa jabatannya. Aku mengandalkanmu.
Pak Cha yang sopan
bukanlah orang berengsek, tetapi dia juga tidak asyik.
Jangan cemas.
Bukan cuma kau yang mendukung Presiden Park.
Apa yang dia inginkan dariku?
Aku lihat survei terakhir.
Anda membuat perkembangan.
Bukankah kau sudah berjanji ke Pak Cha akan ikut kampanye
jika aku memimpin hasil survei?
Kau tak perlu menepati janji itu.
Ikutlah kampanyeku saat Anda menganggapku calon presiden
yang dapat menang.
Aku mendengar keyakinan di suara Anda?
Anda tepat memilih Jenderal Lee Gwan-muk.
Di pertemuan pertama,
aku meminta Anda mencegah kudeta militer,
dan Anda menepatinya.
Terima kasih, Presiden Park.
CHA YEONG-JIN
Hubungi Pak Kim.
Mereka akan segera menghubungimu
karena butuh bantuanmu.
Maksudmu,
Bu Yun terlibat dengan pengebom itu?
Foto-foto ini mengindikasikan kemungkinan.
Siapa pengirimnya?
Ini dialamatkan ke Sekretariat,
tetapi tidak ada alamat pengirimnya.
Pasti mereka punya agenda.
Entah untuk membongkar korupsinya demi kepentingan publik,
atau serangan politik yang dirancang untuk membuat Gedung Biru
mencurigai Bu Yun.
Ada seseorang yang bisa menjawabnya.
Pria di foto ini adalah Pak Kim, salah seorang dalang pengeboman.
Selama investigasi internalmu,
apa Bu Yun termasuk orang yang dicurigai?
Belum.
Akan tetapi, aku percaya kita tak boleh asal menyimpulkan
atau berbicara tentang Pak Kim ini.
Kita tidak tahu apa pun tentang dia, termasuk nama dan identitasnya.
Namun, Jenderal Eun, Direktur Ji,
dan bahkan Menteri Oh
percaya penuh kepadanya dan menurutinya
karena dibutakan oleh harta dan kekuasaan yang dapat VIP berikan.
Kalau begitu,
menurut opinimu...
Anggota Majelis Yun Chan-gyeong
juga seseorang yang membutuhkan harta dan kekuasaan yang bisa VIP berikan.
Kurasa kita tidak boleh mencoret kemungkinan itu.
Aku ingin minta tolong.
Sampai kau selesai menginvestigasi Bu Yun,
aku mau foto-foto ini
dan pengetahuan kita tentang Pak Kim dirahasiakan.
Spekulasi
tentang calon presiden berkolusi dengan pengebom
akan menimbulkan kerugian tak terpulihkan meski terbukti tidak benar.
Akan kuusahakan, Pak.
Mereka bertemu di sebuah restoran Korea di Gangnam,
dan pertemuan mereka berlangsung pada 21 Februari, pukul 17.00.
Hanya itu informasi yang bisa kudapatkan dari foto-foto ini.
Kita harus cari tahu apa orang di lingkaran mereka
ada yang memiliki koneksi dengan Pak Kim.
Na-gyeong.
Mungkinkah Anggota Majelis Yun
adalah yang disebut VIP ini?
Coba pikirkan.
Dia meninggalkan Gedung Majelis Nasional
persis sebelum ledakan itu karena boikot dadakan
dan terhindar dari bahaya.
Siapa yang mampu dan berkuasa mengendalikan arena politik
selain dia?
Pak Kim, ini aku.
Terima kasih atas foto-fotonya.
Aku tidak akan berbasa-basi lagi.
Ini caramu mengatakan akan mengeksposku?
Sekarang?
Saat ini,
foto-foto itu mungkin sudah ada di tangan Presiden Park juga.
Aku mempertimbangkan untuk mengirimkannya ke semua perusahaan media
sebagai langkah berikutnya.
Kau bisa mengatasinya?
Dia pasti sudah mengirimkan foto-foto ini kepada Presiden Park juga.
Apa?
- Kalau begitu... - Aku hanya punya
satu pilihan.
Bu Yun...
- Pak Han. - Ya?
Media melaporkan berita terkini.
Tadi malam, sebuah konspirasi kudeta yang dipimpin KASAD Eun Hui-jeong
ditumpas oleh pasukan gabungan
dari jaksa militer, DSSC, dan polisi militer
di bawah komando Ketua Kepala Staf Gabungan Lee Gwan-muk.
Pasukan-pasukan divisi di dekat area metropolitan
akan berkumpul di Komando Pertahanan Ibu Kota
bersama Operasi Khusus dan Komando Angkatan Udara.
Mereka berencana menempatkan divisi infanteri mesin,
- brigade lapis baja, dan tank... - Pak.
Pelakunya antara Wali Kota Kang atau Anggota Majelis Yun.
Anda harus panggil mereka sekarang.
Harus ada yang bertanggung jawab.
Sentimen publik penting.
Menumpas kudeta bisa membantu citra Anda
serta citra pemerintahan ini.
Presiden Park dan Gedung Biru,
terlepas dari kudeta ini
membawa ancaman serius terhadap keamanan nasional,
mengabaikan hak masyarakat untuk tahu
dan hanya menutupi kebenaran.
Dapat disimpulkan bahwa pemerintahan saat ini
hanya fokus pada dampak untuk meningkatkan elektabilitas beliau.
- Dia disalahkan alih-alih dipuji. - Bagaimana reaksi publik...
Pers akan menyerbu kembali.
- Di sini! - Di sini!
- Di sini! - Pak Kim!
Kenapa konspirasi kudeta ini ditutupi?
Apa pemerintah khawatir ini dikaitkan
dengan kompetensi Presiden Park?
Apa karena Presiden Park mencalonkan diri sebagai presiden?
Siapa tahu memengaruhi survei?
Gedung Biru lebih mengkhawatirkan posisi seorang calon
di survei daripada hak publik untuk tahu?
Mohon dijawab.
- Pak Kim! - Di sini!
- Di sini! - Pak Kim!
Tolong jawab pertanyaannya.
- Pak Kim! - Apa jawabannya?
Sejak pengeboman,
Gedung Biru konsisten mengikuti satu prinsip.
Keamanan nasional
sering kali lebih utama daripada hak publik untuk tahu.
Karena itu, pemerintah juga tak dapat
menyampaikan kepada publik tentang konspirasi pemberontakan militer.
Anda ingin mengatakan
bahwa pemerintah menyembunyikan hal-hal lain juga?
Presiden Park yang memutuskan merahasiakan ini dari publik?
- Katakan. - Tolong jawab pertanyaannya!
- Pak Kim! - Apa ini benar?
- Tolong jawab kami. - Pak Kim, apa jawabannya?
Tidak pulang?
Mau. Ayo.
Nona Woo.
Apa mereka tak menyembunyikan
lebih dari konspirasi kudeta?
- Kalian bekerja dengan baik. - Firasatku kuat.
Entahlah.
Kalau tahu sesuatu, bagikan.
Permisi.
- Aku tunggu. - Bagus.
Nona Woo, sebentar.
Apa kau tahu
siapa sumbernya?
Maksudku...
ini terkait keamanan nasional.
Aku percaya
publik harus diberi tahu
tentang kudeta begitu selesai ditumpas.
Pihak berwenang belum tahu siapa dalang kudeta itu.
Itu akan menimbulkan spekulasi tak penting.
Itu akan mengguncang stabilitas negara
yang sedang kami pulihkan.
Ya, tetapi media dan publik
dapat membedakan rumor dan fakta seiring dengan waktu.
Mungkin itu berisik dan kacau, tetapi itulah proses demokrasi.
Bukannya aku tidak memahami
posisi Gedung Biru.
Kau tak boleh menanyakan siapa sumber kami.
Bagiku, kau seolah-olah ingin berusaha mengendalikan media.
Kenapa omonganmu begitu seram?
Kapan aku begitu?
Terimalah apa pun pendapat orang.
Itu cara menerima tanggung jawab.
Sebaiknya kau pergi.
"Alasannya selalu keamanan nasional. Mereka tak peduli pada publik?
Sekarang mereka menutupi kudeta.
Di mana kebenaran?"
"Menutupi kudeta dan menindas hak publik.
Pemerintahan Presiden Park gagal total."
Bukan main.
Ini seperti menangkap maling yang masuk ke rumah
tetapi dikecam karena tak melaporkannya ke polisi.
Media cukup baik memberi kita panduan.
Mereka mengatakan pemerintahan ini
mengabaikan hak-hak masyarakat dan menyimpan terlalu banyak rahasia.
Presiden Park mundur dalam empat hari.
Seperti tentara sebelum bebas tugas,
dia harus berhati-hati di tiap tindakannya.
Sial sekali dia.
Ini mungkin akan memengaruhi survei pilpres,
bukan begitu?
Bu Min,
kau mencemaskan Presiden Park?
Kau mencemaskan posisi calon independen,
Presiden Park, dalam survei?
Kau yang cemas lebih dahulu,
jadi, kukira itulah trennya.
Begini.
Aku sangat peduli dalam hal tren.
Baiklah. Terserah.
Ini hasil survei calon presiden
setelah pers melaporkan kudeta itu.
SURVEI PEMILIHAN PRESIDEN
Bu Yun mengungguli Anda dan memimpin hasil survei.
Sekarang jelas
siapa yang beri tahu pers
dan kenapa dia mengambil risiko.
Maksudmu, Bu Yun memberi tahu pers
untuk mengalahkan Presiden?
Jangan asal menyimpulkan.
Kita tidak punya waktu.
Ada tiga hari sebelum Presiden mundur,
dan kita harus memperbaiki ini dalam waktu itu.
Jadi, apa alternatif yang kau sarankan?
Kusarankan investigasi internal tentang Bu Yun kita jadikan
investigasi terbuka.
Kau mau menjadikannya investigasi terbuka?
Jika kita melakukan itu,
pers akan sibuk membicarakan Bu Yun.
Dugaan pengeboman.
Suara yang tadinya dia peroleh
akan Anda dapatkan, Pak.
Selain itu, tak seorang pun akan menyalahkan kita
atas serangan politik kita kepadanya.
Kita punya alasan.
Kita merespons permintaan publik untuk pemerintahan transparan.
Salah. Ini adalah serangan politik.
Kau mau mendapatkan suara dengan memakai dugaan tak terbukti
terhadap calon yang unggul.
Jangan mengkhianati prinsip kita.
- Aku menentang, Pak. - Tetapi...
Kalian berdua.
Bisa tinggalkan kami sebentar?
Pak Han tidak boleh
mengusir kita di tengah diskusi...
Jelas dia membuat kesalahan.
Tadi itu hanya dua staf kepresidenan
yang berargumen.
- Bukan bertengkar... - Bukan bertengkar...
Apa rencanamu setelah ini?
Tidak ada rencana tertentu.
Kenapa? Kau mau lanjut?
Tidak.
Ada sesuatu di ruanganku yang tak dapat kuselesaikan sendiri.
Apa itu?
Ramyeon.
Kau mau?
Tidak.
Sulitkah memutuskan
membuka investigasi terhadap Bu Yun atau tidak?
Aku yang memohon kepadanya dan Wali Kota Kang
agar tak menjadikan ini isu politik pada pagi tadi.
Cuma karena elektabilitas,
aku tak bisa mengkhianati prinsip yang kutetapkan sendiri.
Para atlet Olimpiade tak bertanding
untuk menaati peraturan yang ada.
Mereka berupaya keras demi mendapatkan medali.
Meski kalah dalam pemilihan,
akankah Anda bangga
karena sudah menaati peraturan?
Aku dengar...
Anda bilang
akan mengesahkan RUU Diskriminasi setelah jadi presiden.
Apa janji itu...
lebih rendah daripada prinsip Anda?
Bisa panggilkan Anggota Majelis Yun Chan-gyeong?
Anda sudah memutuskan?
Entah ini akan cukup untuk menjelas foto-foto itu atau tidak,
tetapi itu cuma pertemuan dengan para pendukungku,
dan itu wajar di musim pemilu.
Sebagian disebut broker pemilu,
sebagian lagi disebut politikus bebas.
Jika Anda menyalahkanku karena kurang hati-hati, aku terima.
Tetapi klaim aku dalang pengeboman itu konyol.
Meski tanpa pengeboman itu,
aku pasti berhasil mengubah pemerintahan melalui pemilihan umum.
Anda mencurigaiku, bukan?
Makanya Anda memanggilku?
Satgas Terorisme NIS sedang melakukan investigasi internal terhadapmu.
Aku berniat meminta mereka menjadikannya
pemeriksaan terbuka.
Tiap media akan menyebarkan foto-foto ini.
Mereka akan terus menanyakan apa yang kau lakukan
setelah pengeboman itu.
Kredibilitasmu sebagai calon presiden
akan mencapai titik yang takkan pernah dapat dipulihkan.
Kenapa Anda memberitahuku?
Anda tak perlu izinku untuk itu.
Anda tetaplah...
mitra dalam pemerintahan ini.
Lakukanlah. Buka investigasi itu.
Meski Anda melakukannya, mereka takkan menemukan apa pun
karena aku tak bersalah.
Menjadikan ini investigasi terbuka hanya akan menunjukkan
bahwa Anda mengakui
ingin menjatuhkan Yun Chan-gyeong, lebih dari investigasi jujur.
Aku mengirimkan foto-foto yang sama
kepada Presiden Park dan Bu Yun sesuai perintahmu.
Aku tak sabar melihat
keputusan apa yang akan mereka ambil.
Pak Cha.
Ya.
Investigasi Yun Chan-gyeong akan kita buka besok.
Akan kusampaikan.
DELEGASI PARTAI SEONJIN
Hubungi Pak Kim.
Bu Yun.
Aku harus membuatnya pergi dari negara ini malam ini.
MEMBUNUH MYUNG HAE-JUN, MENCULIK HAN NA-GYEONG
- Aku menemukannya. - Apa?
Aku mengidentifikasi Pak Kim.
Itu bukan kebohongan.
Pak Kim dahulu bagian dari Komando Intelijen Militer,
dan mantan mata-mata anti-Korut.
Kau yakin?
Awalnya, kukira pengebom itu menggertak,
tetapi aku mempertimbangkannya, dan mencari seluruh jaringannya.
Lalu, aku menemukannya. Pak Kim.
Usia 38 tahun. Nama, Kim Su-hyeon.
Apa prestasinya?
Di 2010, dia terpilih untuk proyek mata-mata anti-Korut.
Kinerjanya yang terbaik di angkatannya dalam semua keterampilan.
Untuk proyek anti-Korut, orang-orang berbadan besar tak dipilih.
Dia tepat untuk itu.
Tahun 2010. 2010 artinya...
Relasi inter-Korea yang tegang dari pengeboman Pelabuhan Asan,
tiba-tiba membaik dengan signifikan tepat sebelum pemilu.
Benar.
Saat itu,
pemerintah menyangkal keberadaan mata-mata anti-Korut, dan...
KIM SU-HYEON
Pak Kim sudah ditugaskan ke Korut.
Dia ditinggalkan oleh pemerintah kita
saat dalam situasi berbahaya.
LEE GYEONG-PYO
KIM SU-HYEON
Orang-orang ini
memiliki satu kesamaan.
Mereka mengabdikan diri pada Korea di peran mereka masing-masing,
tetapi...
mereka ditinggalkan.
Menurutmu, mereka ingin membalas dendam pada Korea?
Kita harus menanyakannya langsung.
Pak Kim akan melakukan apa pun demi mendapat bantuan VIP.
Aku permisi, Bu.
Jangan buat kesalahan.
Karier politikku dipertaruhkan.
Baik.
Aku sudah tiba.
Kau di mana, Pak Kim?
Aku akan menemanimu.
Periksa dia.
Kejar dia.
Pak Presiden, kami berhasil menangkap Pak Kim.
Terima kasih.
Kami menangkap Pak Kim berkat kau.
Aku akan beri kesempatan
untuk membuktikanmu tak bersalah.
Jika kau tak bersalah,
maukah jadi jebakan untuk kami?
Jebakan untuk menangkap dalang pengeboman itu.
Itu tidak mudah.
Sejak awal Anda percaya aku tak bersalah?
Sejak kau meloloskan diri
dari jebakanku untuk investigasi terbuka.
Pertama-tama, saya meminta pengertian Anda.
Gedung Biru memiliki alasan
untuk tidak memberikan pernyataan tentang konspirasi kudeta militer
yang dipimpin oleh KASAD Eun Hui-jeong seperti diberitakan media kemarin.
Sebagian otak kudeta tersebut
adalah kaki tangan pengebom Gedung Majelis Nasional.
- Pak Kim. - Pak Kim.
- Pak Kim! - Saya ingin bertanya.
Jadi, orang-orang yang terlibat dalam kudeta itu
dalang pengeboman?
Militer terlibat dalam pengeboman itu?
Meski sejauh ini tidak ada yang mustahil,
ini juga waktu yang sensitif dan kita tidak boleh asal menyimpulkan.
Akan tetapi,
kami akan membagikan progres investigasinya hari ini.
Kim Su-hyeon, alias Pak Kim, yang diyakini sebagai salah satu dalang
di balik pengeboman itu
dicekal seketika sebelum melarikan diri ke luar negeri
oleh Satgas Terorisme NIS dan Tim Investigasi Gabungan.
Karena salah satu aktor utama di balik pengeboman sudah ditangkap,
kami yakin kami makin dekat dengan kebenaran tentang pengeboman itu.
Ini.
Tiap kali ada perkembangan dalam investigasi ini,
Gedung Biru akan membagikannya dengan cepat dan tepat
untuk memenuhi hak masyarakat untuk tahu,
sambil berusaha menciptakan pemerintahan transparan
yang berkomunikasi dengan rakyatnya.
Gedung Biru akan melakukan apa pun yang mungkin dilakukan
- untuk menyelesaikan kudeta... - Kini media
takkan bisa mengatakan Gedung Biru menutupi informasi, bukan?
Kita tak pernah tahu.
Berapa kali video ditonton lebih penting daripada jumlah pelanggan.
Sebagian akan mengecam bahwa pemerintah cuma pamer
saat merilis pernyataan padahal belum ada perkembangan
di investigasi sore ini.
Bagaimana kau bertahan di Gedung Biru lebih dari satu dekade?
Kau tak bisa bertahan di mana pun setelah terbiasa dengan medan perang ini.
Kau akan bosan.
Bosan?
Respek.
Hanya ini yang ada.
Ini enak.
Presiden Park benar-benar aneh.
Kenapa?
Bukankah dia yang kau cari? Orang yang tahu cara menang.
Benar.
Hingga saat ini,
kukira politik adalah tentang menang.
Bahwa pemenang dan pecundang itu jelas,
dan pemenang mendapatkan semuanya. Dunia yang dimonopoli pemenang.
Itu yang kuyakini dahulu.
Sekarang? Apa itu sudah berubah?
Politik Presiden Park...
berbeda.
Dia selalu menjadi pemenangnya, tetapi itu aneh.
Tak seorang pun kalah,
termasuk Pak An sebelumnya...
dan Anggota Majelis Yun.
Pak Han,
kau masih menganggap dia tak pantas menjadi presiden berikutnya?
Kita...
jangan bicarakan itu.
Jika dia Presiden Park,
bukankah itu mungkin?
Pemerintahan berbeda
dan Korea berbeda, yang kau
dan Presiden Yang
cita-citakan dahulu.
Dapatkah kita mengharapkannya lagi?
Haruskah aku, di usiaku ini,
memimpikan hal seperti itu lagi?
Keyakinan akan kemungkinan
untuk menciptakan dunia yang baik dengan orang baik.
Haruskah aku mempertaruhkan segalanya untuk menyiksa diri dengan harapan palsu
dan mengalami siksaan emosional itu lagi?
Aku sudah tahu dari pengalaman...
bahwa akhir kisah seperti dongeng tidak ada di dunia nyata.
Kau...
sangat kejam.
Aku berikan perintah eksekutif
untuk melaksanakan tugasku mempertahankan perintah yang ada.
Jika ingin memberikan perintah itu,
Anda harus memecatku.
Tunggu, Pak Han.
Tentukan pilihan Anda, Pak.
Sekretaris Cha,
adakan rapat Kabinet.
Agendanya penerbitan perintah eksekutif.
Mulai sekarang, Pak Han dipecat.
Kenapa aku?
Kenapa kau merekomendasikanku?
Kenapa kau membawaku padahal aku ingin kembali ke kampus?
Adakah yang terjadi?
Bukankah aku hanya perlu memenuhi kewajiban warga negara?
Lantas kenapa...
Kenapa aku ditempatkan di posisi bisa merenggut nyawa orang?
Kenapa? Kenapa aku harus melakukan ini karenamu?
Bukankah sidangnya
adalah proses verifikasi calon oleh Majelis Nasional?
Partai oposisi meminta verifikasi,
dan aku hanya memenuhinya.
Apa aku membuat kontroversi...
yang membuat kalian keberatan?
Hanya demi pujian publik,
haruskah aku mendorong putraku ke neraka?
Itukah politik?
Seseorang melakukan semua serangan ini...
dan orang lain berkorban untuk menghentikannya.
Apa arti Korea bagi mereka?
Apa mereka menganggapnya negara yang sama?
Negara macam apa Korea ini...
bagimu, Pak Han?
Ketika kau gagal,
aku berpikir...
kami sudah tidak punya harapan.
Katakan!
Apa aku salah?
Anda memintaku ikut kampanye Anda jika aku memutuskan
Anda berpeluang menang?
- Pak Han. - Aku sudah hidup terlalu lama
dan terlalu lama di politik
untuk cukup naif dan percaya keadaan akan berubah kali ini,
bahwa Anda berbeda.
Tempat ini
adalah neraka, di mana tidak ada yang berakhir
sebelum semua jadi monster.
Anda masih berniat
mencalonkan diri dan tetap di dunia politik?
Aku dapat seseorang di sini.
Kau belum berubah menjadi monster.
Kaulah yang mengajariku tentang kewajiban warga negara.
Kau mengajariku
cara memakai kekuasaan dan tidak ditekan
oleh posisiku.
Kau tak mau membantuku?
Agar aku tak menjadi monster itu.
Bantu aku
duduk di balik meja itu
dan memerintah negara ini sebagai warga sipil.
Setelah kampanye dimulai,
kita harus lakukan sesuatu
dengan warna dasi Anda.
Panjang celana Anda juga perlu diubah.
Anda harus tampil sekonservatif mungkin.
Apa itu berarti kau mau...
Mari kita lakukan.
Mungkin sudah terlambat,
tetapi mari kita coba lagi.
Nomor registrasi penduduk.
820517-109467.
Kim Su-hyeon.
Dipanggil "Pak Kim"
atau "Tailor Kim".
Kau luar biasa.
Semua orang, dari anggota majelis sampai kepala staf Angkatan Darat
mengikuti perintahmu dengan buta
tanpa tahu nama aslimu.
Kenapa?
Karena VIP yang mendukungmu.
Katakan.
Siapa VIP?
Siapa dalang serangan Gedung Majelis Nasional
dan bisa pergi-pulang Korea Utara untuk merekrut Myung Hae-jun?
Siapa orang yang sangat kaya dan berkuasa ini
dan dapat dengan mudah mengabulkan permintaan orang?
Orang suruhan siapa kau?
VIP...
itu siapa?
Park Mu-jin.
Presiden Park.
Bawa Presiden kemari.
Itu jika kau ingin aku mengatakan
siapa VIP itu.
Apa?
Sebelum itu,
aku tidak akan mengucapkan sepatah kata pun.
Pak Kim tahu betul
siapa yang harus dia pegang untuk bisa bertahan.
Takkan mudah membuatnya buka mulut.
KOMANDO INTELIJEN MILITER KIM SU-HYEON
Kupikir aku harus melaporkan ini.
Entah kenapa,
tetapi dia menuntut menemui Anda.
Apa yang dia inginkan
dari menemuiku?
Dia bersikeras mengungkapkan identitas VIP,
yang kami yakini adalah dalang serangan, di depan Anda.
Mempertimbangkan protokol dan situasi politik terkini,
aku paham ini bukan keputusan mudah
bagi Anda dan Gedung Biru.
Silakan diskusikan dan kabari aku.
Agen Han.
Besok
adalah hari terakhir sebelum aku mundur.
Hari terakhir sebagai presiden interim.
Mungkin kau sudah menyimpulkannya,
tetapi para staf Gedung Biru
kemungkinan besar menentang.
Spekulasi tak penting
takkan membantu kampanyeku.
Aku tak bisa berbuat apa-apa jika mereka menentang.
Ya, aku mengerti.
Makanya aku harus menemuinya sekarang.
Aku takkan membahas ini dengan stafku.
- Pak Presiden. - Pak Kang.
Pasal berapa lagi?
"Tak seorang pun dari Dinas Rahasia..."
Pasal sembilan.
"Yang boleh membocorkan informasi rahasia."
Kumohon, Pak Kang.
Kudengar kau ingin menemuiku.
Kenapa?
Kenapa kau bilang hanya akan mengungkapnya kepadaku?
Karena Anda memiliki kekuasaan,
dan aku butuh orang berkuasa.
Kalau begitu, tepati janjimu.
VIP.
Siapa dalang serangan itu?
VIP adalah...
VIP adalah...
aku.
Apa katanya?
VIP adalah aku.
Bukan orang lain.
Aku, orang yang duduk di depan Anda.
Kau mengatakan
kau sendiri yang merencanakan pengeboman itu
dan melaksanakannya?
Bagaimana mungkin?
Itu mungkin...
karena di awal dan akhir serangan itu,
Anda, Park Mu-jin,
terlibat di dalamnya.
Park Mu-jin.
Anda membantu menuntaskan serangan itu.
Apa maksudmu?
Bagaimana aku membantu menuntaskan serangan itu?
Orang itu menuntaskan serangan itu melalui Anda.
Siapa orang ini?
Perlukah kita meminta bantuan
polisi dan jaksa untuk investigasi terbuka?
Seandainya tak ditutupi,
pengebomannya mungkin takkan terjadi.
Kita bisa pakai metode coba-coba.
Bukankah semua itu
yang kita sebut sejarah?
Terjemahan subtitle oleh Christy Sugiarto
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.