Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
SEMUA TOKOH, ORGANISASI, TEMPAT, DAN KEJADIAN ADALAH FIKSI.
Permisi.
Pak.
Evakuasi secepatnya bersama Pak Presiden.
Aku akan menjelaskannya setiba di sana.
Jangan membuang waktu, Pak.
Tolong bergegas.
Percayalah kepadaku soal ini, Pak.
Ini aku. Aku tak bisa datang hari ini.
- Aku tak bisa pulang untuk sementara. - Ini halte Majelis Nasional.
Aku kecewa.
Aku ingin melihatmu mengenakan gaun itu.
PIDATO DI GEDUNG MAJELIS NASIONAL
Jangan ribut.
Seorang ASN harus mengikuti etiket publik.
Apa-apaan ini!
Apa yang terjadi?
MAJELIS NASIONAL
Sialan.
MAJELIS NASIONAL
Jika dia hidup selama ini,
kenapa tak muncul kepadamu?
Semua barangnya ditemukan di lokasi ledakan.
Kau sendiri yang bilang.
Kau bilang ponsel Agen Kim Jun-o ditemukan di lokasi.
Jika di lokasi ledakan
ditemukan ponsel dan barang-barangku yang lain,
kukira mereka akan berhenti melacakku
karena berasumsi aku sudah mati.
Jadi, selama ini
kau berpura-pura mati untuk melapor kepadaku?
Kali ini,
aku memenuhi kewajiban
yang gagal kupenuhi sebelumnya.
Aku tidak sadar sebelumnya,
tetapi dia berusaha mengirimkan sinyal
dari tempat yang dekat.
Kau tak ingin mengetahui cara Oh Yeong-seok
selamat?
TELEPON
Cari Ruang 119 di cetak biru
Gedung Majelis Nasional.
Setelah itu kau akan tahu bagaimana cara Oh Yeong-seok
berhasil bertahan hidup.
Menurutmu, Agen Kim yang meneleponmu?
Bagaimana kau bisa yakin?
Karena dia...
Karena Agen Kim sudah tahu.
Tahu apa?
Dia sudah tahu tentang ledakan di Gedung Majelis Nasional
sebelum itu terjadi.
Ini simulasi video ledakan di Gedung Majelis Nasional.
Dibuat setahun lalu, Pak.
Siapa pembuat fail ini?
Presiden Yang Jin-man, Pak.
Pelapor itu mengirimkan sebuah surel ke seluruh media barusan.
Ini detail skandalnya? Terkait keluarga Presiden Park?
Coba kulihat.
Pelapor memutuskan tak mengungkapnya.
Surel itu berisi bahwa dia memutuskan
untuk menghormati Presiden demi stabilitas nasional.
Sepertinya ini surel sopan untuk mengakhiri kegilaan ini.
Bisakah kita memercayai surel ini?
Kenapa dia tiba-tiba berubah? Aku bingung.
Begini,
wajar jika tujuan awal mereka bukan membongkar skandal.
Jika dia memang mengincar hal lain.
Tahun lalu,
saat diskusi pakta perdamaian dengan Korea Utara dimulai,
Presiden Yang mengatakan
kami harus siap untuk serangan dan provokasi yang bisa timbul.
Jadi, ini dibuat?
Langkah pencegahan keamanan nasional?
Ini proyek rahasia tingkat tinggi
yang dipimpin komite khusus di bawah NSC.
Aku ditempatkan di Gedung Biru saat itu,
jadi, aku turut mengenkripsi video ini. Setelah itu,
saat kembali ke NIS
di Februari, aku dapat laporan dari HUMINT.
Informasi pembelian ilegal peledak Semtex oleh suatu perusahaan.
Dari investigasiku,
ternyata perusahaan itu
adalah firma jaringan komunikasi
yang memasang kabel di Gedung Majelis.
Perusahaan kabel jaringan
membeli peledak Semtex?
Aku langsung tahu
seseorang berencana mengebom Gedung Majelis Nasional,
dengan cara yang sama persis dengan video ini.
Jika kau sudah tahu, kenapa...
Laporanku dengan peringatan potensi serangan
secara sistematis ditimbun,
baik di NIS dan Gedung Biru.
Kalau begitu,
yang menyerahkan fail rahasia tingkat tinggi ini
kepada perencana serangan itu
adalah orang dalam di Pemerintahan Yang?
Anggota NSC yang berpartisipasi dalam proyek ini
adalah Presiden Yang, Menteri Pertahanan Nasional saat itu,
Direktur NIS,
dan Komandan DSSC.
Mereka semua
tewas dalam serangan itu.
Tidak.
Satu dari mereka hidup.
Siapa
orang itu?
Komandan DSSC saat itu,
Jenderal Lee Gwan-muk.
LEE GWAN-MUK LAHIR TAHUN 1961 DI SEOUL
KOMANDAN DSSC TAHUN 2017-2018
HARI KE-40: KOMPLOTAN EPISODE 10
Kudengar
pelapor itu
memutuskan tak mengungkap detail skandal Presiden.
Syukurlah, itu usai sebelum terjadi.
Benar.
Jika kita tak bisa menghentikan Nona Woo dari menggarap beritanya,
aku bertaruh semua media lain
akan melancarkan tuduhan sengit kepada Presiden sekarang.
Kami berutang padamu, Pak Cha.
Terima kasih.
Aku sudah melakukan apa yang kau ingin kulakukan.
Jadi, kau akan memujiku atau apa?
- Tidak, aku... - Lantas?
Aku Kepala Staf Kepresidenan.
Apa kau mengevaluasi kinerjaku padahal kau staf biasa?
Karena hanya kau orang kepercayaan Presiden?
Kau tidak tahu artinya terima kasih?
Apa masalahnya?
Kau tidak mengerti karena tak ada subjek atau objeknya?
Kubilang aku berterima kasih kepadamu atas bantuanmu.
Terima kasih sudah mengajariku bahwa politik pun ditangani manusia.
Aku pun sangat bersyukur mengetahui kau lebih baik dari dugaanku.
Itu bukan pujian atau evaluasi. Mengerti?
Kenapa kau bersyukur mengetahui aku ini orang baik?
Maksudku,
jika itu bukan pujian
atau evaluasi...
Berarti...
Kau...
menyatakan perasaan kepadaku?
Sekarang?
Di sini?
Pub di dekat Gwanghwamun mungkin akan buka besok.
Jawablah dengan bijak. Tak ada kali ketiga.
Bagaimana kalau hari ini?
Jawablah
dengan bijak,
sebelum itu berubah.
Aku bisa
hari ini.
Aku tak mau kau berubah pikiran.
Bukankah itu bagus?
Kalian di sini rupanya.
Frappuccino tanpa krim kocok, ukuran sedang. Benar?
Biar kusampaikan Pak Han bahwa masalah pelapor itu
sudah diselesaikan.
- Baik. - Ambil ini...
Itu...
Jika kukatakan
aku merasa sudah kalah
sebelum bertanding,
mungkin aku terlalu peka, bukan?
Tidak, kurasa instingmu bagus.
Apa?
Apa?
Kau bilang kau taat peraturan?
Aku tak pernah membeberkan informasi yang kudapat saat bertugas.
Anda tak perlu cemas, Pak.
Soal Agen Kim...
Lindungi dia di rumah aman untuk sementara.
Sampai kita pastikan kabar itu
dan memastikan identitas komplotan di Gedung Biru.
Aku akan kerahkan agen keamanan yang bisa dipercaya.
Ini talium yang ditemukan dalam penggeledahan
di rumah Agen Han.
Ini bahan kimia yang sama
untuk meracuni Myung Hae-jun.
Investigasi internal kami mengungkap
Agen Han berkolusi dengan Agen Jeong
untuk meracuni Myung.
Kami berspekulasi
dia kabur saat kami tahu.
Kenapa agen NIS mau membunuhnya?
Apa dia punya motif?
NAMA: HAN NA-GYEONG
Tunangannya tewas dalam pengeboman.
Aku yakin
sikap kurang ajar Myung Hae-jun selama interogasi
membuatnya mengambil keputusan ceroboh.
Pak, laporan Agen Han tentang Pak Oh
harus didiskualifikasi...
Apa masih bisa dipercaya dalam situasi ini?
Kita berurusan dengan Bu Yun, ketua partai oposisi.
Kurasa Agen Han takkan memberikan informasi palsu.
Apa mereka menemukan hal lain
dalam investigasi internal?
Apa kita tahu kecurigaan Agen Han terhadap Pak Oh?
Kami mengirimkan materi investigasinya
ke Biro Investigasi Negara dan mengulasnya,
tetapi tidak ada tentang Pak Oh.
Meski kami menemukan sesuatu,
kabar itu tak dapat dipercaya, Pak.
Lagi pula, dia sudah bukan seorang agen.
Agen Han tak lebih dari tersangka kasus pembunuhan.
NIS telah menetapkanmu komplotan dalam pembunuhan Myung Hae-jun.
Pasti ada yang menaruh bukti.
Kudengar, orang-orang SBI
menemukan talium di rumahmu.
Jadi, mereka menggali lubang untuk memerangkap Han-mo
dan menaruh bukti untuk menjeratku?
Kini, kita tahu pasti,
orang yang berkolusi dengan pengembom
adalah orang dalam NIS.
Kau pikir cuma NIS yang punya motif?
Kalau begitu...
Kini aku mengerti...
kenapa Agen Kim harus pura-pura mati sejak hari itu.
Baik NIS atau pejabat tinggi,
dia tak bisa memercayai siapa pun.
Karena orang yang berkolusi dengan pengebom?
Yang membuatku takut
bukanlah fakta aku dijebak.
Lebih dari 250 orang tewas
di tengah ibu kota negara ini,
tetapi kita belum tahu
siapa pelaku dan apa alasannya.
Kita bahkan belum dapat mengukur ruang lingkupnya.
Pembelot Korea Utara, Myung Hae-jun,
berkeras dia merencanakan dan melakukan serangan itu,
tetapi dia hanya boneka.
Pengebom itu membuat Oh Yeong-seok sebagai pahlawan nasional,
dan jika tak ada masalah besar,
dia akan dijadikan Menteri Pertahanan, dan jadi anggota kabinet inti.
Lalu bagaimana?
Menurutmu, apa yang mereka inginkan?
Bisakah kau membayangkannya?
Lanjutkan dengan itu.
Baik, Pak.
Pelantikan menteri-menteri baru
yang selama ini kita tunda, harus dilaksanakan, Pak.
Kita mengumumkan kabinet nonpartai untuk pemilihan presiden.
Bu Yun sudah mengumumkan pencalonan dirinya,
dan Wali Kota Kang juga akan segera mengumumkan pencalonannya.
Menundanya lebih lama akan memperlambat situasi secara politik,
dan secara administrasi.
Kita tak punya alasan atau dalih menundanya lebih lama.
Soal kecurigaan terhadap Pak Oh,
sudah dikonfirmasi bahwa itu tidak kredibel.
Penyintasan Pak Oh sudah direncanakan sejak awal.
Maksudmu, dia ada kaitannya dengan para pengebom?
Semua orang yang berusaha mengungkap kebenaran masuk perangkap
atau ada dalam bahaya.
Makanya aku tak punya pilihan selain bicara langsung dengan Anda.
Siapa pun itu,
jangan pernah percaya siapa pun, Pak.
Karena itu, bagaimana kalau pelantikannya
di Gedung Majelis Nasional alih-alih Gedung Biru?
Maksudmu, pelantikan diadakan
di Gedung Majelis Nasional besok?
Ya.
Kita bisa aktif mempromosikannya lewat media sosial kita.
Acaranya harus terbuka untuk umum agar publik bisa hadir.
Kita akan membuka barikade dan tunjukkan
bahwa kita merekonstruksi gedungnya setelah insiden tragis itu.
Kurasa itu ide bagus.
Mengundang publik ke pelantikan
akan mengirimkan pesan bahwa mereka bagian dari pemerintahan.
Kita juga dapat melihat reaksi langsung mereka.
Aku juga suka idenya. Aku mencemaskan minat mereka
karena pelantikannya sudah ditunda.
Kita mengirimkan pesan harapan bahwa kabinet nonpartai ini
adalah awal yang baru.
Lumayan,
walau itu akan cukup merepotkan dalam hal keamanan.
Pak Presiden?
Mari kita...
lakukan itu.
Kita punya waktu 40 hari
sebelum hari pemilihan presiden.
Para pejabat pemerintahan yang akan mengumumkan pencalonannya
harus mundur dari posisi saat ini 30 hari sebelum pemilihan.
Artinya sepuluh hari lagi.
Kapan aku bisa mendapatkan jawaban Anda, Pak?
Pak.
Pak Cha, kita lanjutkan lain kali.
Baik.
Agen Kim mengatakan yang sebenarnya.
April lalu, saat Presiden Yang mulai berbicara dengan Korut,
dia membentuk Komite Khusus NSC
untuk membuat draf potensi serangan terhadap Gedung Biru,
Gedung Majelis Nasional, dan berbagai PLTN.
Komplotannya
mungkin bukan petinggi pemerintahan.
Bisakah siapa pun yang membuat draf itu,
termasuk orang yang membantu merancang dan membuat model mengaksesnya?
Yang terlibat dalam pemeliharaan kabel Gedung Majelis
sudah ditemukan tewas
entah karena kecelakaan atau penyakit.
Dari semua yang tahu soal fail ini,
hanya satu orang
yang masih ada.
DEWAN KETAHANAN NASIONAL
Ada apa, Presiden Park?
Korea Utara akhirnya memprovokasi kita?
Kenapa aku sendirian di sini?
Kukira kita dalam krisis karena Anda memanggil
jenderal tua yang Anda pecat.
Jenderal Lee, ada sesuatu yang harus kuverifikasi.
Ini reka ulang pengeboman Gedung Majelis Nasional?
Apa yang perlu diverifikasi?
Aku yakin kau tahu apa ini.
Ini simulasi serangan
yang dibuat oleh Komite Khusus NSC.
Kode operasi...
OP 5015-18, fail rahasia tingkat tinggi terkait keamanan nasional.
Saat ini, beberapa pekan setelah serangan itu,
hanya kau
korban selamat yang tahu soal fail ini.
Tidak, Anda salah.
Hanya aku juga yang belum melihat fail ini.
Aku tak diberi izin.
Pada hari fail ini selesai,
Menteri Pertahanan Nasional
mencabut izin keamananku.
Benarkah?
Aku ingin menanyakan itu kepadanya.
Dia berani mencabut izin keamanan
dari Komandan DSSC?
Aku yakin itu tak pernah terjadi.
Makanya aku masih ingat dengan jelas.
OP 5015-18.
Jika itu belum pernah dilakukan,
kenapa menteri itu melakukannya?
Aku tak mau menjelekkan orang mati,
tetapi aku ragu seorang tentara yang sudah terlalu lama di balik meja
memiliki keyakinan
atau wewenang
untuk melakukannya.
Sebagai mantan menteri, Anda tahu
betapa berkuasanya telepon dari Gedung Biru.
Dari yang kudengar,
Menteri Pertahanan Nasional ditelepon.
Apakah perintah
untuk mencabut izin keamananmu
adalah dari Gedung Biru?
Dalam hal pandangan tentang Korut dan keamanan nasional,
aku selalu berbeda.
Maksudmu,
seorang komplotan pengebom yang membocorkan rencana ini
adalah orang dalam?
Masih belum terlambat
untuk memulihkan jabatanku.
Ini saatnya militer dan badan intelijen
bekerja sama menemukan pengkhianat itu.
Situasi yang lebih berbahaya dari pengeboman bisa terjadi.
Dapatkah Anda mengatasinya, Presiden Park?
Sebelum ucapanmu
berhasil kami verifikasi,
kau akan jadi tahanan rumah...
demi keamanan nasional.
Aku mau Chunchugwan membahas penerbitan artikel
yang berfokus pada rekonstruksi gedung, kabinet baru,
dan respons publik terhadapnya.
- Baik. - Bagus.
Baiklah.
Kukira masih ada perintah untukku
mengingat kau datang
ke tempat berisik ini, alih-alih tetap di ruanganmu.
Presiden menelepon.
Aku tidak ditelepon.
Mungkin karena pelantikan besok.
Sebaiknya aku pergi.
Aku...
segera...
ada pertemuan dengan para calon menteri.
Untuk geladi resik acaranya.
Tidak akan terlalu lama.
Pertemuanku juga tidak akan lama.
Baiklah.
Bagaimana kalau nanti kita menikmati ayam dan bir?
- Tidak. - Tidak.
Aku tak mau Presiden menunggu.
Aku akan terlambat. Sial.
Aku hanya menyarankan kita membantu pemilik usaha kecil,
tetapi mereka tak mau bekerja sama.
Aku saja yang mereka benci, atau ayam dan bir?
BAHAN PELEDAK
LEDAKAN UTAMA
Komplotan yang memberi dokumen
ke para penyerang
berarti ada di Gedung Biru?
Anggota Majelis Oh terlibat dalam pengeboman ini,
tetapi Agen Han yang bisa membuktikannya
jadi tersangka pembunuhan.
Sementara pelantikannya...
sudah besok.
Aku butuh bantuanmu
karena hanya kita berdua
yang tak bekerja di Gedung Biru di saat pengeboman itu.
Apa yang bisa kulakukan?
Ada seseorang
yang mencabut
izin keamanan Jenderal Lee Gwan-muk.
Kita harus menemukan personel Gedung Biru
yang memerintahkan itu.
Aku akan memeriksa riwayat panggilan dan melaporkannya.
Pak Presiden,
adakah seseorang
yang Anda curigai?
Orang yang bisa mengatur
Menteri Pertahanan Nasional dengan satu panggilan.
Orang yang memiliki akses tak terbatas
ke fail rahasia tingkat tinggi di pemerintahan.
Jadi, dia seseorang
yang dekat dengan Presiden Yang.
Menteri Strategi dan Keuangan, Pertahanan Nasional,
Dalam Negeri dan Keamanan.
Surat penunjukan akan dibagikan sesuai urutan itu.
Kurasa cukup sekian.
Terima kasih atas kehadirannya, sampai besok.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Tolong cek kursi kalian.
- Baik. - Ya.
- Bagus. - Astaga.
Aku perlu berterima kasih.
Tidak perlu, Pak.
Sampai jumpa besok.
Apa Presiden Park
akhirnya tak mencurigaiku lagi?
Staf Kepresidenan Urusan Sipil sudah selesai memeriksamu,
dan Agen Han yang mengungkit hal ini sudah tak dapat dipercaya.
Sampai besok.
Aku dengar...
kau yang memajukan pelantikannya menjadi besok.
Kau juga menyarankan lokasinya
di lokasi rekonstruksi.
Kita hanya melakukan pekerjaan sesuai dengan tempat kita,
bukan begitu, Pak Oh?
SURAT PENUNJUKAN OH YEONG-SEOK
Pak.
Kami menemukan sesuatu saat menyelidiki Agen Kim Jun-o.
Mengenai tunangan Agen Han yang disebut Deputi Direktur Ji dari NIS.
Aku ingat.
Dia korban pengeboman.
Ya, tetapi ternyata tunangan Agen Han
adalah Agen Kim.
Aku orang mati. Bagi dunia ini.
Pada hari itu,
aku ada di tempat kejadian.
Tunangannya tewas dalam pengeboman.
Aku yakin
sikap kurang ajar Myung Hae-jun selama interogasi
membuatnya mengambil keputusan ceroboh.
Sebelum pelantikan,
aku bisa menemukan cara untuk menarik penunjukan Pak Oh.
Kontak Agen Kim.
Tanyakan keberadaan Agen Han.
Baik, Pak.
KIRIM
SUREL TERKIRIM
Bagaimana Agen Han?
Benar.
Tak banyak yang terjadi.
Dia tidak meninggalkan rumah sekali pun.
Namun, ada yang datang memeriksa meteran gas.
Meteran gas?
Apa itu pemeriksaan gedung rutin?
Tunggu.
Sepertinya tidak.
Mungkin ada kebocoran.
Agen Kim menyelinap dan meninggalkan rumah aman, Pak.
Kenapa?
Ke mana dia semalam ini?
Keluar dari sana sekarang.
Kau tak boleh di sana, jadi pergilah!
Siapa ini?
Identifikasi dirimu. Siapa kau?
Jun-o, ini kau?
Ini aku.
Kau di mana sekarang?
Cepat!
Apa yang terjadi?
Astaga!
Ya ampun.
Bagaimana mungkin? Bagaimana kau bisa tahu?
Bagaimana kau tahu?
Astaga.
Ya ampun.
Panggil ambulans.
Tidak...
Tidak...
Tidak...
Tidak...
Tolong jangan mati.
Ada masalah.
Orang tuaku memelihara ayam di desa,
dan tikus sawah selalu mengganggu.
Aku minta mereka pasang perangkap,
dan yang tertangkap luak.
Ini butuh dipermak.
Apa pendapatmu?
Orang mengatakan
bahwa aku...
yang paling diuntungkan dari pengeboman itu.
Bahwa aku penyintas ajaib...
dan akan menjadi menteri.
Media mungkin memercayainya.
Dari anggota nonpartisan, kau jadi anggota majelis
hingga calon presiden unggulan.
Bukankan Presiden Park
yang paling diuntungkan?
Setelah pengeboman itu,
dia mendapatkan kekuasaan tertinggi di Korea.
Setelah pelantikan besok,
kau akan jadi orang paling diuntungkan.
VIP juga meyakini hal tersebut.
Bisa katakan departemen mana
yang sekitar 20 Juni tahun lalu menelepon Kementerian Pertahanan Nasional?
Kementerian Pertahanan Nasional
adalah 748, jadi...
Ini dia.
Ini riwayat panggilan
dari dan ke Gedung Biru pada 20 Juni tahun lalu.
Cuma satu panggilan yang dibuat ke Kementerian Pertahanan Nasional
dari Gedung Biru di hari itu.
Dari kantor Sekretariat?
Pak Presiden,
saat itu,
Pak Han dan Pak Cha
berbagi nomor yang sama.
Pak Han dan Pak Cha
bekerja lebih keras daripada siapa pun sejak pengeboman itu.
Bagaimana mungkin?
Anda percaya, Pak?
Bu Jeong meminta riwayat panggilan.
Apa aku membuat kesalahan?
Bu Jeong meminta riwayat panggilan
untuk tanggal berapa?
Tanggal 20 Juni tahun lalu.
Baik, terima kasih.
MAKAN SIANG, TEKEN MOU, KUNJUNGAN ASOSIASI KOREA, OP 5015-18
Hei.
Sudah selesai?
Butuh waktu berapa lama? Ambil barangmu. Kita pergi.
Kurasa sebaiknya jangan hari ini.
Kau masih ada pekerjaan?
Selesaikan. Aku tunggu.
Tidak, jangan tunggu. Kau boleh pergi. Aku lelah.
Maksudku,
kau akan lelah
dengan pelantikan besok.
Maaf.
Kau ingat?
Aku bilang tak ada kali ketiga.
Sebaiknya kau yang mengajakku menikmati ayam dan bir
di lain kali.
Baiklah.
Kalau begitu, sampai besok.
Agen Kim
telah tewas.
Menurut tim keamanan yang mengejarnya,
sebuah mobil kabur
setelah ada suara tembakan.
Kami menanyai orang
dan mengetahui bahwa orang yang mirip Agen Han ada di sana.
Saat agen kita tiba,
dia sudah menghilang.
Maaf.
Aku tak membiarkanmu berpamitan.
Agen Kim tak mau kau membahayakan dirimu.
Kau lapar?
Aku akan belikan kudapan.
Ini, untuk jaga-jaga.
Segera hubungi aku jika ada apa-apa.
SUREL BARU
KOTAK MASUK
DARI KIM JUN-O KEPADA NA-GYEONG
Maaf, Na-gyeong.
Aku yakin kau mengerti alasan aku mengambil keputusan gegabah
dan alasan aku harus menjauhimu.
Tiap hari aku menyesali
diriku yang menempatkanmu dalam bahaya.
Aku tak bisa menyalahkan orang,
selain aku.
Apa yang paling kusesali
adalah saat aku menjadi penyeliamu.
Aku tak bisa lagi.
Aku payah dalam hal ini.
Agen Han Na-gyeong, 122937.
Ya.
Ya?
Mulai sekarang, kau bisa melakukan apa saja
sebagai agen NIS.
Dengan cara atau jalan apa pun,
di luar batasan hukum dan sistem,
kau bisa lakukan apa pun demi negara ini.
Namun,
ada satu yang tak bisa
dan tak boleh kau lakukan.
Itu adalah...
berkata "aku tak bisa".
Sekali lagi.
Semua agen sama, bukan?
Satu hal yang tak boleh dikatakan NIS.
"Aku tak bisa."
Kalau begitu, kau juga pasti sama.
Tentu saja.
Maukah kau menikahiku?
Lupakan semua yang kukatakan.
Aku tak bisa melihatmu dalam bahaya lagi.
Mulai sekarang, aku akan berusaha
menangkap pengebom itu
sampai mencari komplotan di tempat kita.
Kau cukup beristirahat
dan menungguku.
Na-gyeong,
mari...
kita berusaha
untuk bahagia.
Sudah hubungi keluarga Agen Kim?
Secara hukum,
kematiannya sudah didaftarkan.
Agen Kim berkorban besar
untuk memenuhi tanggung jawabnya.
Kendati demikian,
aku tak bisa mengirimkan belasungkawa atau bunga
untuk keluarganya.
Omong-omong.
Mestinya aku bilang lebih awal.
Kau membahayakan nyawamu
untuk tanggung jawabmu.
Terima kasih.
Dedikasi
bukan kebajikan seorang agen.
Itu kewajiban kami, Pak.
Bisakah kau mencari cara...
agar perkabungannya diadakan
seformal mungkin?
Baik.
Apa kau selalu
pulang semalam ini?
Apa yang membawa Anda kemari semalam ini?
Kau pulang tengah malam,
tetapi aku harus mengganggu.
Aku menyesalinya.
Mestinya aku mengadakan pelantikan di Gedung Biru.
Kudengar tempat acaranya sudah siap.
Apa yang menjadi masalah?
Orang di balik pengeboman itu masih belum diketahui.
Kita bahkan belum memulai
menyelidiki alasan pengeboman itu.
Serangannya...
masih berlangsung,
tetapi besok aku akan berdiri di sana
mengatakan itu lokasi rekonstruksi
dengan wajah tersenyum.
Kelinci meninggalkan hatinya
saat mengunjungi kerajaan bawah laut.
Anda tahu apa yang politikus tinggalkan
saat mereka ke Yeouido?
Rasa malu.
Pak,
Anda masih jauh...
dari politikus.
Menurutmu, siapa dalang pengeboman itu?
Kenapa dia merencanakannya?
Untuk apa?
Bisa kau bayangkan
orang merencanakannya?
Apa ada masalah, Pak?
Seseorang melakukan semua serangan ini,
dan orang lain berkorban
untuk menghentikannya.
Apa arti Korea...
bagi mereka?
Apa mereka menganggapnya negara yang sama?
Negara macam apa Korea ini...
bagimu, Pak Han?
Aku percaya Anda yang wajib
menjawab pertanyaan itu, bukan aku.
Orang dengan kekuasaan dan perintah tertinggi
di negara ini...
adalah Anda, Pak.
Apa arti Korea...
bagi Anda, Pak?
Aku menyuruhmu tidur.
Kau tak mendengarkan, ya?
Kau tidak tidur semalaman.
Tahu berapa lama kau terjaga?
Na-gyeong.
Aku menemukannya.
Pembunuh yang kemarin.
Aku menemukannya.
Ini video CCTV yang kudapatkan dari bagian keamanan gedung.
Orang itu datang mengecek gas...
Dia menyamar sebagai polisi
di kecelakaan pada hari pemeriksaan.
Orang yang sama.
Dia pasti mitra Tae-ik.
Pembunuh Kim Jun-o...
Kita bisa menangkapnya
jika menemukan Tae-ik.
Jika aku tahu siapa Tae-ik,
aku bisa menangkapnya sendiri.
Benar, Ji-won?
Aku tidak salah bicara.
Kau lihat sendiri kemarin. Mereka sanggup melakukan apa pun.
Kita berdua tidak cukup.
Kita harus minta bantuan NIS atau menghubungi polisi.
Meminta bantuan NIS yang menjebakku sebagai pembunuh?
Kita harus bilang apa ke polisi?
Dia sudah dilaporkan mati.
Ada orang yang bisa membantu kita di NIS.
Kau pun sudah muak kepadaku, Ji-won.
Siapa yang bisa kupercaya?
Aku khawatir kau terluka!
Dia mati di depan mataku.
Karena aku.
Kau pikir keadaanku bisa lebih buruk?
Tidak!
Agen Kim bukan mati karena kau.
Dia mati karena kita menggali tentang pengeboman.
Ya, itu benar.
Jadi, mau Tae-ik atau orang lain,
aku akan menemukannya.
Aku akan...
menangkap pengebom itu dan menyeretnya ke pengadilan.
Aku mau melihat sendiri bahwa negara tempat dia mengabdi
tidak sebobrok itu. Aku mau menunjukkannya ke masyarakat.
Dengan begitu, kematiannya tidak sia-sia.
Tunjukkan padaku juga.
Mari kita cari tahu apa negara ini...
tidak sebobrok itu.
Masuklah.
- Halo? - Tolong aku.
Tolong bantu Jae-min.
Tolong selamatkan dia.
Apa ini ibu Jae-min?
Jika Han-mo menyerahkan diri,
mereka janji akan memulangkan Jae-min.
Pak.
Keluargaku...
Izinkan aku menghubungi mereka.
Aku hanya ingin tahu kondisi anakku.
Aku cemas.
Namun...
mereka belum memulangkan anakku.
Bagaimana ini? Aku mencemaskannya.
Kapan terakhir kau mendapat kabar dari Jae-min?
Dua hari yang lalu.
Mereka mengirimkan video Jae-min.
Bahwa dia baik-baik saja.
Aku suka es krim.
Boleh minta lagi?
- Sepertinya dia baik-baik saja. - Kereta api!
Tunggu.
Ada apa? Kau menemukan sesuatu?
Ini Tae-ik.
Panggilan di Gedung Biru?
Kenapa tiba-tiba bertanya?
Aku penasaran apa panggilan telepon oleh Presiden Park juga direkam
dan dikirimkan ke Staf Pencatatan
seperti presiden lainnya.
Tentu saja.
Bagaimana dengan panggilan telepon antarsekretaris dan departemen?
Direkam dan disimpan juga?
Aku baru bekerja di Gedung Biru, jadi...
Tentu saja semua direkam dan disimpan, itu penting demi alasan keamanan.
Kami menyimpan semuanya
termasuk panggilan teleponmu, Bu Jeong.
Apa? Failnya rusak?
Ya. Saat Gedung Biru diretas tempo hari, tembok apinya hancur,
dan fail-fail suara rusak.
Bisa dipulihkan?
Tim pemrosesan data akan mengerjakannya,
tetapi itu butuh waktu.
Tolong bantu aku. Ini sangat penting.
Lebih cepat, lebih baik.
Setelah dipulihkan, aku akan mengontakmu.
KANTOR PEMROSESAN DATA
Kenapa ke Kantor Pemrosesan Data?
Bu Jeong.
Bukan masalah penting.
Di Gedung Biru,
ada sesuatu yang aku, Kepala Staf, tidak ketahui.
Staf Pribadi bahkan menolak melaporkan fakta itu.
Menurutmu, ada yang lebih serius dari ini?
Apa Presiden secara pribadi menugaskan sesuatu kepadamu?
Kita akan membicarakannya
setelah pelantikan.
Ini tidak bisa dibiarkan.
Bu Jeong.
Kau membuat kesalahan.
Sebagai pegawai...
dan manusia.
Aku suka es krim.
- Toko es krim ini... - Boleh minta lagi?
ada di sini.
Kereta api!
Persimpangan dengan rel keretanya...
Ada di sana. Kau lihat?
PENGGILINGAN YONGSHIN
Tidak banyak penggilingan di dekat rel kereta di 2019,
jadi, tak sulit menemukannya.
Ini tempatnya, bukan?
PENGGILINGAN YONGSHIN
PENGGILINGAN YONGSHIN
Na-gyeong...
Sial.
Berhentilah menangis. Kau membuatku kesal.
Hei.
Pernah lihat anak ini?
Entahlah. Banyak anak ke toko kami.
Aku berharap kita menemukan petunjuk komplotan itu sebelum pelantikan.
Bolehkah Pak Oh menjadi Menteri Pertahanan Nasional?
Level keamanan untuk semua informasi rahasia
terkait keamanan nasional baru diubah,
jadi, Menteri Pertahanan tak bisa asal mengaksesnya.
Tolong temukan Agen Han
sebelum NIS dan Propam.
Hanya itu cara menjatuhkan Pak Oh.
Baik.
Tidak perlu khawatir.
Selama aku, Panglima Tertinggi, berada di sini,
Pak Oh tidak bisa berbuat sesuka hatinya.
Aku tak pernah membayangkan hari ini akan tiba.
Letnan Komandan Oh.
Maksudku...
Menteri Oh, kau adalah kebanggaan bagiku dan kameradku.
Tolong wujudkan Korea baru
yang kamerad kita impikan.
Pelantikan Menteri kabinet nonpartai yang lama dinantikan
akan dilangsungkan hari ini di Gedung Majelis Nasional.
Masyarakat mengharapkan kabinet nonpartai yang dibentuk kedua partai
menjadi batu penjuru rekonstruksi pemerintahan.
Departemen Urusan Sipil di Gedung Biru
telah mengonfirmasikan bahwa kecurigaan terhadap Pak Oh tidak kredibel.
Menarik.
Mereka mengadakan
pelantikan anggota kabinet di depan legislatif.
Kabinet nonpartai dibentuk oleh kedua partai.
Menurutmu, Presiden Park ingin menekankan hal itu?
Aku yakin Pak Cha yang merencanakannya.
Sama seperti lokasi serangan yang direkonstruksi,
dia ingin menyampaikan pesan bahwa kepemimpinan Presiden Park diperlukan
untuk membangun kembali negara ini.
Benar.
Bukankah ini seperti
berkampanye sebelum waktunya?
PELANTIKAN MENTERI KOREA
Warga Korea yang terhormat, senang sekali melihat Anda sekalian.
Aku presiden interim, Park Mu-jin.
Ini kunci pintu.
Gedung Eunsan di Yeouido memakai ini.
Di lantai 13. Unit 1306.
- Menurutmu, ini persembunyian Tae-ik? - Yeouido? Di bagian mana?
Di dekat Gedung Majelis Nasional.
Jaraknya sekitar 450 meter.
Pelantikan menterinya hari ini.
Mereka bilang di lokasi rekonstruksi?
Cari tahu arah jendela 1306.
Gedung Majelis Nasional atau Sungai Han?
Gedung Majelis Nasional.
Bagi penembak jitu, jarak 450 meter
sudah cukup.
SMART BMC PERUSAHAAN MANAJEMEN GEDUNG
GEDUNG EUNSAN
PELANTIKAN MENTERI KOREA
Selamat.
Ini Jeong Su-jeong.
Ini Kantor Pemrosesan Data.
Riwayat panggilan sudah dipulihkan.
Bisa kirimkan kepadaku sekarang?
Tanggal 20 Juni 2018,
antara Kantor Kepala Staf dan Kementerian Pertahanan, 'kan?
Baru saja kukirimkan.
Terima kasih.
KANTOR PEMROSESAN DATA GEDUNG BIRU
Kau Menteri Pertahanan Nasional?
Ini Cha Yeong-jin dari Sekretariat.
Tolong cabut izin keamanan Jenderal Lee Gwan-muk
untuk fail berjudul OP 5015-18.
SURAT PENUNJUKAN OH YEONG-SEOK
Bekerjalah sebaik-baiknya di posisimu.
Aku akan berusaha.
Kami melihat orang mencurigakan.
Dia bawa pistol!
Sial!
Terjemahan subtitle oleh Christy Sugiarto
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.