All language subtitles for Designated.Survivor.60.Days.E09.2019.720p.NF.WEB-DL.x264-KangMus_track4_[ind]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

SEMUA TOKOH, ORGANISASI, TEMPAT, DAN KEJADIAN ADALAH FIKSI.

Pelapor anonim ini mengeklaim

mereka juga memiliki skandal

terkait Presiden Interim Park Mu-jin.

Mereka bukan mengincar kabinet Yang Jin-man.

Targetnya Presiden Park.

Pak.

Ada sesuatu

yang terpikir oleh Anda?

Terkait pekerjaan

atau kehidupan pribadi Anda.

Jika Anda beri tahu kami, itu lebih baik.

Jika kita bergerak lebih dulu,

kita bisa mencegah masalah ini meledak.

Sebagai tambahan, pelapor ini mengatakan akan merilis skandal

terkait Presiden Park besok.

Pak.

Bisa beri tahu kami?

Maaf.

Saat ini,

belum ada yang terpikirkan.

Tak ada yang perlu dijelaskan.

Tidak ada.

Maka pihak sekretariat

akan mengandalkan itu.

Sebentar.

Bu Jeong, kau juga tidak ada ide?

Spekulasi? Ada yang terpikir olehmu?

Kecuali kau berencana menyelesaikan ini sendiri

untuk menyelamatkan wajah Presiden dan kehormatannya,

menurutku itu sangat konyol,

sebaiknya kau bicara.

Dia menghabiskan waktunya di kampus.

Entah apa yang pelapor itu miliki,

tetapi ini takkan jadi skandal politikus yang biasa kau hadapi.

Aku takkan cemas jika dia politikus macam itu.

Kau tahu apa tindakan mereka?

Meskipun putra tunggal mereka patah kaki,

mereka akan mengirim petisi untuk pendaftaran militer.

Mereka memaksa anak yang cedera masuk militer?

Demi mengurangi peluang diserang?

Di Korea, tak ada yang lebih merugikan selain menghindari militer.

Itu tindakan politikus berpengalaman.

Untunglah...

- keluargaku tidak begitu. - Apa?

Dengan politikus hijau seperti Presiden Park,

kita tak tahu ke depannya,

betapa pun baiknya perilaku mereka.

Kau tidak tahu?

Aku hanya ingin melindunginya. Itu saja.

Aku yakin yang ingin kau lindungi

adalah tingkat kepuasan calon presiden Park Mu-jin.

Kau belum menyerah mempertahankan partai berkuasa

atau Pak Presiden, dalam hal itu.

Pak.

Ini dari Pasal 9 UU Pengamanan Presiden.

"Tak seorang pun dari Dinas Rahasia

yang boleh membocorkan informasi rahasia."

Aku taat peraturan.

Aku sangat ingin Anda mengetahuinya, Pak.

Terima kasih.

Permisi.

Pak Kang.

Ya, Pak.

Kehebohan publik terkait skandal Presiden Park

akan memengaruhi negara ini.

Gedung Biru belum memberikan keterangan...

Sudah ada kabar dari Sekretariat?

Belum ada.

Ada yang ingin kau sampaikan kepada mereka?

Si-wan, kau pulang lebih awal.

Kau lapar?

Ibu berganti pakaian dahulu.

Ibu.

Ibu tahu sesuatu, 'kan?

Kak, coba lihat ini!

- Aku... - Si-jin, ayo main di kamar.

Ayo.

Adakah yang perlu

Ibu sampaikan?

Presiden Park berhati-hati

karena tak menganggap kita orangnya?

Meski begitu,

dia perlu memberitahumu.

Maksudku, kau kepala staf kepresidenan.

Aku paham alasannya tak percaya kita.

Staf Gedung Biru.

Pelapor itu pasti salah satu investigator internal Urusan Sipil.

Tolong temukan pelapor itu secepat mungkin.

Kita harus bertindak sebelum media melaporkannya.

Orang yang mengeklaim tahu tentang skandalnya muncul.

- Masa? - Dia ingin bicara denganmu.

- Pak Cha. - Baik.

Ayo.

Ada apa, Nona Woo?

Skandal Presiden Park.

Informasinya akan dirilis besok.

AKTA PERKAWINAN

Masalahnya, rencana pelapor itu takkan berhasil

karena aku akan menampilkan berita eksklusif sebelumnya.

AKTA PERKAWINAN

Foto ini.

Aku juga di sana, bukan?

Bersama Ibu.

- Apa? - Skandal Ayah di berita itu.

Tentang aku, 'kan?

Bukan, Si-wan.

Foto ini

tak terkait denganmu.

Ini masalah orang dewasa.

Apa yang kau pikirkan?

Aku...

bukan anak kecil.

Apa aku...

anak kandung...

Ayah?

Tentu saja.

Jangan berkhayal macam-macam dan asal menyimpulkan

seperti ayahmu.

Siapa lagi ayahmu?

Ayah dan anak sama saja.

Kemarilah.

Hanya kau

putra ibu dan Ayah.

Pernahkah ibu membohongimu?

Ya.

Halo, Pak Cha.

Baik, kita bertemu di sana.

Pak.

- Apa ini... - Pak...

Sial.

Ini...

Apa ini benar?

Ini adalah...

akta kelahiran Si-wan, dan menunjukkan...

semua detail tentang pernikahan dan perceraian

antara Bu Choe dan mantan suaminya.

Menurut dokumen-dokumen ini,

Bu Choe,

yang sudah menikah, hamil Si-wan dengan Anda,

yang saat itu lajang.

Benarkah dia anak di luar nikah?

Apa alasan perceraiannya...

Maksudku, apa pernikahannya hancur

karena Anda?

Ini konyol.

Apa ini benar?

Pak.

Itu...

benar.

HARI KE-41: SKANDAL EPISODE 9

Ponselmu bisa saja dilacak.

Satu lagi.

DAFTARKAN KENDARAAN BERSAMA BARU

SINKRON KUNCI DIGITAL

Sudah kubilang.

Mobil ini belum lunas, jadi tolong...

Berhati-hati kali ini.

Tolong jangan membuat kejutan.

Aku takkan mengucapkan terima kasih lagi.

Kenapa tidak? Itu gratis.

Kau harus terus membantuku untuk sementara ini.

Aku tak bisa menjadi seniormu.

Kata-kata saja tak cukup.

Coba cari rekaman CCTV di TKP.

Kita harus melihat wajahnya dan memastikan sama dengan sketsa.

Baiklah.

Kau bilang akan ke rumah Han-mo, bukan?

- Ya. - Sebentar.

Aku mengirim foto keluarganya. Siapa tahu perlu.

Dia pasti punya alasan tiba-tiba mengaku membunuh Myung.

Kau mogok makan?

Kenapa kau menolak makan?

Matikan kameranya sebentar.

Jangan rekam atau pantau kami.

Sepuluh menit saja.

Han-mo.

Kini, hanya ada kita di ruangan ini.

Tatap aku.

Kau tahu apa ini, bukan?

Talium.

Ini dipakai meracuni Myung Hae-joon.

Orang-orang di SBI menemukan ini.

Di rumah Na-gyeong.

Ini akan menjadi bukti kuat bahwa kalian bersekongkol.

Apa...

Apa maksudmu?

Aku melakukannya sendiri.

Seorang diri, aku.

Kapan? Bagaimana caranya?

Dengar, Kawan.

Di DSSC, kalian selalu bersama.

Na-gyeong pun mengakuinya.

Pak, kau kenal siapa Na-gyeong. Dia adalah...

Agen Han bukan tipe orang

yang akan melakukan kejahatan itu.

Semua bukti tak langsung,

tapi ini membuktikan sebaliknya.

Tidak, ini... Ada yang tak beres. Ini berarti...

Kami korban rencana seseorang. Aku yakin itu, Pak.

Benar.

Na-gyeong mengatakan hal yang sama.

Kau takkan melakukannya, ini perangkap.

Jika benar kalian sudah masuk ke perangkap seseorang,

hanya aku yang bisa membantu kalian, Bodoh.

Kau lupa sifat Na-gyeong?

Dia akan membuktikan kau benar, itu hanya merugikannya.

Orang yang menjebakmu takkan membiarkannya.

Lebih aman jika kami melindungi kalian.

Menurutmu

di mana Na-gyeong sekarang?

Coba pikirkan.

Tak ada yang lebih tahu keberadaannya sejak pengeboman itu darimu.

Coba pikirkan,

dan jangan ragu mencariku jika butuh bantuan.

Aku...

mentormu, kau tahu.

Di sana.

PRIA

Di mana anakku?

Bukan itu yang kau janjikan.

Ayolah... Kumohon pulangkan Jae-min.

Dia mengidap beberapa alergi.

Dia bisa saja sesak napas

jika memakan produk susu atau roti tertentu.

Aku mohon.

Aku mohon.

Pulangkan Jae-min...

Halo?

Halo?

Karena anak kalian.

Makanya Han-mo menyerahkan diri.

Aku Agen Han dari Satgas Terorisme.

Siapa orang yang menculik anakmu?

Aku tak tahu maksudmu.

Mohon kerja samanya, Bu.

Aku mau membantu menemukan anakmu

dan membuktikan Han-mo benar.

Kapan anakmu diculik?

- Kau tahu dari... - Aku tak tahu apa-apa!

Aku hanya ingin

keluarga kami hidup normal seperti dahulu.

Han Na-gyeong di sana.

Han Na-gyeong.

Berhenti.

Ji-won, kita butuh video CCTV di dekat rumah Han-mo.

Aku harus tahu apa yang terjadi dengan anaknya.

Ini tentang putranya, bukan?

Kau tahu sesuatu, 'kan? Kau di sana.

Kau bilang tahu soal skandal itu.

Tanya Pak Han, jangan aku.

Orang putus asa itu?

Kau jahat sekali.

Coba pikirkan. Pembocor itu bilang akan merilis besok,

dan Woo Sin-yeong terus mencari berita besar berikutnya.

Karena itulah...

Aku tidak tahu.

Aku yang akan dikerubungi wartawan.

Memangnya aku BTS?

Aku perlu tahu sesuatu

agar siap

atau mati terhormat.

Mengerti?

Bagus.

Pak Kim.

Kau tahu, bukan?

Apa kata Nona Woo soal skandal itu?

Pak Cha mengatakan

kita perlu mencari pelapor itu sebelum kabarnya dirilis ke pers.

Kau tahu,

masalah berbeda ditangani oleh kewenangan berbeda.

Jika tahu apa skandalnya,

kita dapat menemukan pelapor itu jauh lebih cepat.

Bukan begitu?

Jangan menyimpan rahasia dariku.

Berarti pastikan kau merahasiakannya.

Selamat siang.

Kurasa sebaiknya kau tahu soal ini.

Sekretariat dapat menghentikan pers, 'kan?

Pak?

Itu...

Itu takkan mudah.

Apa?

Meskipun Presiden Park tak berpengalaman politik,

dia menjadi calon terkuat. Kau tahu kenapa?

Karena...

dia cukup mampu menstabilkan negara setelah serangan itu.

Moralitas.

Itu yang selalu dicari rakyat kita dari para politikus,

tetapi tak seorang pun memberikannya.

Mereka menemukannya di Presiden Park.

Dia begitu berintegritas dan jujur

hingga mengaku bahwa dia dipecat.

Selain itu,

dia politikus baru.

Sebenarnya, netizen menjulukinya "orang dengan cerita baik".

Berarti hanya ada cerita baik tentangnya.

Skandal Presiden Park, orang dengan cerita baik.

Pers akan sangat senang.

Kurasa ini jauh lebih fatal baginya dibanding politikus lain.

Karena itu moralitas bagai pedang bermata dua bagi politikus.

Presiden Park terlalu

meninggikan ekspektasi rakyat.

Jadi, suamiku...

Maksudku, Presiden Interim...

Bu Kim, bagaimana aku harus menyebutnya

dalam hal ini?

Anda bisa memakai nama apa saja.

Baiklah.

Jadi...

dia mengakui semuanya?

Ya.

Dia mengakui segalanya, termasuk fakta

dia berhubungan dengan Anda, wanita bersuami,

dan Si-wan lahir di luar pernikahan,

juga merusak suatu keluarga dengan membuat Anda bercerai.

Maaf jika aku membuat Anda sedih.

Boleh aku...

menemuinya sekarang?

Aku...

tak tahu Anda akan menemuiku.

- Silakan duduk. - Bu Kim memberitahuku...

bahwa Kepala Staf Kepresidenen melindungi Presiden Interim...

seperti...

staf keamanan dalam hal politik.

Kenapa Anda kemari?

Itu tidak benar.

Apa yang kalian ketahui...

tidaklah...

benar.

Itu tidak benar.

MUSIM SEMI TAHUN 2006

Sulit menyatakan penyakit yang diidap

pegawai Naseong Electronics terkait langsung

dengan bahan kimia dari pabrik semikonduktor.

Kau yang mana?

Maaf?

Apa Naseong menawarkan pembiayaan risetmu?

Atau mereka menawarimu pekerjaan?

Itu bukan pendapatku. Itu menurut data.

Jika ada pertanyaan lagi, tanya sendiri.

ANALISIS KUANTITATIF

SURVEI DERMATITIS PEKERJAAN

Tolong bantu mereka.

Agar ini bisa dianggap kecelakaan industri.

Kau bisa membuat mereka bicara.

Kau memintaku mengubah hasil tesnya

dan membalikkan data ini?

Kau sadar ucapanmu? Astaga.

Kau berbahaya.

Pada akhirnya, ini demi kebaikan.

Eksperimen yang dilakukan dengan tidak benar

tidak lebih dari kegagalan.

Tujuan akhir tak boleh menghalalkan segala cara.

Orang tidak bilang kau kaku?

Orang tidak bilang

kau kurang ajar?

Lima tahun terakhir,

ada seratus orang mengaku mengidap kanker paru, ginjal,

lupus, leukimia karena kecelakaan industri.

Enam puluh persen...

telah kehilangan nyawa.

Namun kau bilang tak ada korelasinya.

Kau mau aku percaya itu?

Aku kurang ajar?

Pihak yang bersalah sudah jelas,

tetapi kau bersembunyi di balik data.

Aku yang kurang ajar?

Kau tak perlu membantuku.

Aku takkan menyerah.

Orang tidak bilang kau tak sabaran?

Aku tak menyuruhmu menyerah.

Bukankah kau menang saat orang sakit menerima kompensasi

jika itu diakui sebagai kecelakaan industri?

Gunakan Layanan Kompensasi dan Kesejahteraan Buruh Korea

dalam UU Asuransi Kompensasi Kecelakaan Industri.

Naseong memperburuk gejala penyakit,

tetapi pemerintah tak mengakuinya sebagai kecelakaan industri.

ENAM BULAN KEMUDIAN

Menurut UU Asuransi Kompensasi Kecelakaan Industri,

jika penyebab cedera atau penyakit dapat dibuktikan

bukan dari perspektif medis dan biologis saja,

tetapi juga dari perspektif legal dan normatif,

ini dapat diakui sebagai kecelakaan industri.

- Astaga. - Ya ampun.

- Terima kasih. - Terima kasih banyak.

- Terima kasih sekali. - Terima kasih.

Terima kasih banyak.

- Terima kasih. - Terima kasih.

- Terima kasih. - Bu.

Terima kasih, Pengacara Choe.

Kenapa wajahmu murung?

Orang akan mengira kau kalah.

Kau menang, Pengacara Choe.

Kau bekerja keras, bahkan memenangkan banding.

Mun Hyo-jeong mengidap sklerosis sistemis.

Dia tak bisa menggendong putrinya setelah melahirkannya.

Kita bisa menang sidang,

tetapi tak bisa membantunya menggendong putrinya.

Jadi, bagaimana...

itu disebut menang?

Tetap saja,

bagiku itu kemenangan.

Fakta mereka tidak sendirian

telah dipaparkan kepada Naseong, juga seluruh dunia.

Terima kasih.

Aku bisa sampai sejauh ini berkat bantuanmu.

Kurasa aku pun tak sendiri.

Kau mau makan sesuatu?

Jika untuk merayakan kemenangan ini, ya.

Satu syaratku. Aku yang traktir.

Pentingkah sebuah alasan untuk makan bersama?

Bagiku, ya.

Maaf.

Permisi.

Hai, Nak!

Si-wan, ini ibu.

Ya, ibu dalam perjalanan sekarang.

Baik.

Terima kasih.

Baik.

Jadi, kau punya...

seorang anak.

Aku tak tahu kau sudah menikah.

Aku juga sudah bercerai.

Sekarang kau tahu...

kenapa alasan makan bersama penting bagiku.

Kalau begitu...

bagaimana kalau berkencan, alih-alih makan bersama?

Mari berkencan.

Pak Presiden.

Si pelapor ataupun Nona Woo takkan menulis berita Anda.

Gedung Biru akan memberikan pernyataan sebelum mereka.

Kita akan mendahului media dalam hal ini dan menyampaikan yang sebenarnya.

Yang sebenarnya?

Ibu Negara datang menemuiku.

Kenapa...

Kenapa Anda tak menceritakan yang sebenarnya, Pak?

Baiklah.

Begini.

Si-wan, memang faktanya,

anak yang Anda kandung dari hati.

Ibu Negara dan Si-wan diperlakukan buruk oleh mantan suaminya,

tetapi mereka bertemu Anda.

Anda belum menikah saat itu,

dan terlepas dari tentangan keluarga serta prasangka masyarakat,

- Anda sayang mereka... - Pak Cha.

Pak.

Riwayat keluarga Anda bukan skandal.

Itu menunjukkan kebaikan.

Sebaiknya aku memberitahumu.

Bagiku, kau sudah seperti

Kepala Staf Kepresidenanku.

Setelah tiba di Gedung Biru,

aku dihubungi mantan suamiku untuk kali pertama sejak bercerai.

Jika aku tak menyelesaikan masalah keuangannya,

dia mengancam...

mengekspos Si-wan...

sebagai anak yang kukandung

dari suatu perselingkuhan.

Kita hanya membutuhkan hasil uji DNA Si-wan.

Itu akan menuntaskan keraguan

yang media rekayasa tentang Anda dan keluarga.

Kau mau putraku menjalani tes DNA?

Hubungan nonbiologis kalian

akan membuktikan Anda tak berselingkuh.

Ini cara paling cepat dan pasti agar cerita ini menguntungkan kita.

Pak, ini risiko yang harus kita ambil.

Ini akan menaikkan tingkat kepuasan Anda yang belum lama ini turun.

Aku tak setuju denganmu.

Maaf, Anda tak bisa menghentikan Nona Woo atau si pelapor

dari membeberkan riwayat keluarga Anda ke publik.

Kita hanya punya dua pilihan.

Skandal atau kebaikan.

Jika kebenarannya tak diungkap,

presiden negara ini akan dicitrakan

sebagai pria yang memiliki anak haram.

Biar saja.

Aku takkan...

memanfaatkan putraku untuk membuktikan dunia

bahwa dia bukan anak kandung.

Pak, pikirkan politiknya, bukan keluarga Anda saja.

Riwayat dan urusan keluargaku

tak menghalangi kemampuanku

untuk mengabdi sebagai presiden interim. Kau setuju?

Media dan partai oposisi akan selalu meragukan moralitas Anda.

Itu akan lebih mudah, dan mereka punya alasan baik

untuk menyerang Anda di sana.

Anda pikir rakyat akan mendukung dan memercayai

presiden yang etikanya diragukan?

Jadi, menurutmu lebih etis mengeksploitasi anak tak berdosa

demi kepentingan politik?

Aku...

mungkin mengambil keputusan dalam menerima posisi ini,

tetapi putraku tidak. Sejak awal.

Keputusan Anda sudah bulat?

Si-wan...

punya ayah yang baik.

Anda benar, Pak.

Sepertinya Anda takkan pernah

menjadi calon presiden yang berpotensi menang.

Kursi yang Anda duduki sekarang bukan untuk orang baik.

KANTOR SEKRETARIS KEPALA

Presiden Park setuju?

Untuk mendahului Nona Woo,

kita harus merilis pernyataan sore ini.

Aku hubungi Chunchugwan.

Tak perlu.

Apa?

Presiden Park menolak.

Apa yang kau pikirkan?

Aku akan menerimanya.

Apa ini berarti...

kau menyerah dengan Presiden Park?

Ini tak masuk akal.

Pak Cha menyerah,

dan kau memutuskan menunggu media menyerang dahulu?

Makanya aku melapor kepadamu.

Kau.

Ya?

Bu Jeong.

Apa yang Sekretariat Gedung Biru harus lakukan

bukan menyampaikan laporan.

Di mana Presiden Park?

Anda ingin menguasai buku-buku ini

dan melawan pers seorang diri?

Atau Anda

menghindari masalah tak terpecahkan

dengan bersembunyi di tempat yang nyaman bagi Anda?

Waktu kita tidak banyak.

Besok pagi,

pilihan itu tidak lagi

tersedia bagi kita.

Kau tahu...

sejak aku menginjak tempat ini,

aku selalu harus memilih di antara dua pilihan.

Pilihan yang tidak dapat kuterima

atau yang dapat kuterima hanya setelah melangkahi mayatku.

Memilih hal buruk terbaik

adalah seni politik.

Aku percaya

Anda mengambil keputusan tepat sejauh ini.

Kenapa harus menyusahkan diri Anda sendiri?

Si-wan.

- Si-wan, ayolah. - Ibu.

Ibu di sana.

Kenapa tak mau melihatku?

- Ibu! - Si-wan, ayolah.

Biar kugendong.

Jangan menangis, ibu di sini.

Maafkan ibu.

Kelakuan Si-wan...

bukanlah kesalahanmu.

Itu karena ayahnya.

Bagi Si-wan,

kau orang paling menakutkan di dunia

hanya karena kau lelaki dewasa.

Aku...

pernah berjanji

bahwa aku takkan pernah

menyakiti Si-wan lagi.

Ya, Gang-yeon. Pengasuhnya baru pergi.

Kau dalam perjalanan?

Maaf.

Aku masih belum siap untuk sidang,

jadi, baru berangkat 30 menit lagi.

Kau tidak apa-apa?

Jangan cemaskan Si-wan, santai saja.

Kau akan baik-baik saja.

Maaf.

Jangan takut.

Dokter!

- Ada apa? - Kelopak matanya!

- Teriris. - Pasti sakit.

Hai. Boleh kulihat?

Astaga.

Itu cuma luka kecil.

- Apa? - Dia cuma perlu

- dijahit. - Cepat.

Astaga.

Bisa berbaring di sini?

- Ayo berbaring. - Si-wan, ayo.

Ayo.

Sepertinya ayahnya harus menggendongnya.

Apa?

Gendong anak Anda.

Baik, coba kita lihat. Sakit?

Boleh aku lihat?

Aduh. Sakit sekali, ya?

Kau tidak apa-apa.

Ibu!

Sudah selesai.

Mu-jin?

Gang-yeon?

Kau pasti khawatir.

Astaga.

Kau bilang pernah berjanji pada Si-wan

kau takkan menyakitinya lagi.

Bersediakah kau...

mengizinkanku menepatinya juga?

Aku berjanji kepadanya

takkan menyakiti Si-wan lagi.

Dia sedang di usia sensitif,

seluruh dunianya jungkir balik.

Hanya demi pujian publik,

haruskah aku

mendorong putraku ke pintu neraka?

Itukah politik?

Di sini, Bu!

Bagus.

Bu, bisa lihat kemari?

- Bagus. - Bu, satu lagi.

Baik. Selamat menikmati.

Terima kasih.

- Kau suka sosis? - Ya.

Selamat menikmati.

Selamat menikmati.

Kau harus makan yang banyak agar tumbuh lebih tinggi.

Siang ini,

kita merencanakan siaran langsung

di media sosial dan situs streaming

untuk mengumumkan pencalonan dirimu.

Jangan pilih-pilih makanan, nikmati semua yang di piringmu.

Publik memprediksikan

tingkat kepuasanmu akan melampaui Presiden Park

pada esok hari.

Itu hanya sementara

karena pencalonanku.

Namun Bu,

tingkat kepuasan Presiden Park turun untuk kali pertama.

Penundaan penunjukan menteri

pasti sangat merugikannya.

Mari tutup jalannya

agar dia takkan pernah bermimpi untuk menjabat lagi.

Aku sudah mendengar skandalnya

dari sumberku di Gedung Biru.

Kau mau aku mengumumkan pencalonan

dan menyerang Presiden Park dengan perzinaan

yang sudah bukan tindak pidana di Korea?

Bagi wanita di rentang usia 20 sampai 40 tahun,

skandal ini dianggap besar.

Tingkat kepuasannya paling tinggi di kelompok demografis itu.

Mereka juga...

pemilih utamamu.

Pak Min, sudah berapa kali kau ke sekolah anakmu?

- Maaf? - Hari olahraga,

upacara masuk, upacara kelulusan,

acara Hari Anak, dan lainnya.

Aku tak pernah menghadirinya.

Aku punya terlalu banyak kegiatan

untuk menghadirinya.

Benar.

Kita menghabiskan waktu memuji anak-anak lain

sampai membuat anak-anak kita kesepian.

Itu kebijakan kita sejauh ini.

Jadi...

kenapa mau membuat

negara ini peduli dengan urusan rumah tangga orang?

Itu bukan Korea yang ingin kupimpin sebagai presiden.

PARTAI REPUBLIK SEONJIN AKAN MENJAGA ANAK-ANAK ANDA

Kudengar Bu Yun

akan mengumumkan pencalonannya dalam pemilihan presiden.

Dari tingkat kepuasan dan pengalaman,

dia calon yang kuat.

Kurasa ini berarti peralihan kekuasaan politik.

Siapa yang tahu. Calon presiden yang paling populer

tetaplah Presiden Park.

Dia takkan berpeluang.

Dia bukan politikus terlatih,

seperti katamu,

dia calon independen.

Sup hari ini terlalu asin.

Jika Bu Yun menjadi presiden,

dia akan mengetatkan kebijakan Korea Utara, bukan?

Berarti pakta perdamaian yang begitu diinginkan Yang Jin-man

menjadi sia-sia, bukan?

Selamat makan.

Ada apa denganmu hari ini, Bu Jeong?

Kau tak membiarkannya makan.

Aku hanya melaksanakan pekerjaanku sebagai staf kepresidenan.

Apa?

Aku tahu...

harus melakukan apa untuk membuat Pak Cha bergerak.

Kau harus menemui Wali Kota Kang.

Kenapa?

- Dia dekat dengan Pak Kim dari TBN. - Lalu?

Kurasa dari sana dia tahu tentang skandal Presiden.

Bukan.

Kali ini bukan aku, sungguh.

Tidak penting.

Besok seluruh dunia akan tahu.

Kau tidak keberatan dengan itu?

Saat Wali Kota Kang mengumumkan pencalonan dirinya,

dia mau ajukan mosi tak percaya

terhadap Presiden Park.

Selamat datang.

Gedung Biru dan Balai Kota sangat dekat sekaligus sangat jauh.

Jika skandal Presiden

kau gunakan untuk memulai kampanyemu,

jarak itu akan makin jauh.

Kau tahu pendukung partai kita benci konflik rumah tangga.

WALI KOTA KANG SANG-GU

Wali kota tiga kali?

Aku hanya politikus untuk distrik ini.

Jika ingin ke skala nasional, pilihanku hanya

menyerang Presiden Park yang punya tingkat kepuasan tertinggi.

Karena itu kau mengecamnya di media sosial

atas penundaan pelantikan menteri?

"Tak cakap memerintah,

teroris pemerintahan Presiden Park."

Komentar-komentarnnya makin pedas

- seiring waktu. - Komentar pedas?

Tidak.

Melontarkan komentar yang tak diberikan oleh orang lain adalah sifatku.

Itu adalah bagian dari diriku.

Apa konten lain yang kau miliki selain mengecam Presiden Park?

Bagaimana kalau kau bekerja denganku?

Pak An memberitahuku

kau yang bertanggung jawab

atas tingkat kepuasan Presiden Park.

Saat aku resmi mengumumkan pencalonanku,

aku ingin kau di pihakku.

Penerus Presiden Yang Jin-man.

Itu akan tampak bagus.

Kau bilang komentar pedas itu konten dan strategimu?

Kau tak mempertimbangkan

bahwa komentar pedas itu

cuma mempromosikan bahwa...

politik itu berisik, jahat, dan berfokus kekuasaan?

Sehingga menambah kebencian terhadap politik?

Ini bukan strategi menang.

Semua akan jadi korban.

Jangan membakar jembatanmu, Pak Cha.

Jika keadaan tak sesuai harapanmu,

kau mungkin harus menyeberanginya.

Pendaftaran calon tersisa sepuluh hari lagi,

Presiden Park, yang tak lebih dari penyintas,

akan dipertanyakan etikanya besok

karena skandal itu.

Kau tak punya pilihan...

selain kembali kepadaku.

- Yun Chan-gyeong. - Yun Chan-gyeong.

- Yun Chan-gyeong. - Yun Chan-gyeong.

- Yun Chan-gyeong. - Yun Chan-gyeong.

- Yun Chan-gyeong. - Yun Chan-gyeong.

Di sini, di depan Memorial Perang,

aku mengumumkan pencalonanku

untuk pemilihan presiden ke-21 di Republik Korea.

WANITA ADALAH MASA DEPAN NEGARA INI!

- Yun Chan-gyeong. - Yun Chan-gyeong.

Kini kita menyadari

setelah mengalami suatu tragedi mengerikan

bahwa perdamaian tak dapat dibeli

melalui kolusi atau kesepakatan partai.

Aku tak pernah membayangkan

dia mengumumkan pencalonannya di Memorial Perang Korea.

Itu untuk menebus kegagalannya merekrut Anggota Majelis Oh.

Dia langsung menghadapi prasangka bahwa posisinya lemah

dalam keamanan nasional.

Partai Republik Seonjin

takkan mengemis perdamaian.

Yun Chan-gyeong

takkan mempertaruhkan keamanan nasional demi kesepakatan.

Gedung Biru menunda pelantikan menteri.

Menurutmu, manajemen krisis dan pemerintahan

dari Presiden Park telah mencapai batasnya?

Tidak, justru sebaliknya.

Tidak ada manusia sempurna.

Sama halnya dengan pemerintahan dan kepalanya.

Bisa saja ada masalah dalam memilih personel.

Namun,

tidak semua orang berani

untuk mengakuinya.

Presiden Park memiliki keberanian itu.

Benar, Presiden Park Mu-jin adalah saingan terberatku.

Sejak pengeboman itu,

dia menstabilkan negara ini lebih cepat dari dugaanku.

Dalam masa sulit ini,

Presiden Park sudah bekerja keras,

dan aku ingin memujinya dengan dorongan dan dukungan.

Sudah saatnya kita memberinya suatu hadiah.

Izinkan dia kembali ke kampus dan menikmati sore hari

setelah masa jabatannya usai.

Ini akan dimungkinkan

karena kalian memiliki Presiden Yun Chan-gyeong.

Dia tidak serius, bukan?

Dia mau memakzulkan Presiden.

- Yun Chan-gyeong jadi Presiden! - Astaga.

Bangunkan aku dari hipnosis ini.

Bagiku, dia mengatakan yang sebenarnya.

- Yun Chan-gyeong jadi Presiden! - Yun Chan-gyeong jadi Presiden!

Bisa cari orang

untuk melawannya dalam sepuluh hari?

Kau sudah menyerah dengan Presiden Park,

dan sepertinya kau juga menyerah dalam perubahan di pemerintahan.

Kau bilang aku harus...

memainkan peran staf untuk staf...

sepertinya tak cocok untukku.

Besok,

Presiden Park akan menghadapi skandal itu,

dan perubahan di pemerintahan yang diimpikan Pak Cha...

Akan jadi mustahil.

Aku sudah tahu.

Jadi, sekretariat...

menginginkan tes DNA Si-wan?

Apa ini perlu...

untukmu?

Aku akan mengurusnya.

Kau tidak perlu turun tangan.

Aku tak bisa berpangku tangan melihatmu

mendapatkan kecaman yang tak pantas kau terima...

karena kami.

Apa aku bukan...

bagian dari itu?

Kau pikir aku akan menerima saran Pak Cha?

Makanya kau bertanya?

Si-wan tak boleh...

hidup sebagai anak orang seperti itu...

walau sehari pun.

Dia putraku.

Selain itu,

aku tak biarkan Si-wan gelisah untuk hal yang bukan salahnya

dan cemas seluruh dunia memikirkannya

hanya karena posisiku.

Seperti kepadamu.

Presiden Park ada?

- Pak Presiden! - Indahnya.

Pak Presiden,

Ibu Negara ada di berita dan...

Nyalakan TV. Astaga.

Pak Park.

- Pak Park. - Ya.

Kau bisa melapor di ruanganku.

Anda harus menontonnya sekarang...

Si-wan, makan sarapanmu.

Tidak perlu ditonton sekarang.

Aku akan melapor di ruangan Anda.

Pak Presiden.

Berita ini meliput Ibu Negara...

Itu Ibu.

Ibu... Tunggu, "Ibu"?

Si-jin.

Busana istri Presiden Park Mu-jin

dan ibu Negara Choe Gang-yeon menimbulkan sensasi.

Ini kali pertama

seorang ibu pekerja menjadi ibu negara.

Wanita pekerja di usia 30 dan 40-an

suka gaya busananya yang alami dan nyaman sambil menunjukkan minat.

Apa?

Dari mana semua foto itu?

Gaya busana Anda adalah pesan politik.

Ini bisa lebih buruk dari skandal.

Katakan apa yang Ayah pikirkan.

Si-wan.

Kau memakai obat pemberian ayah?

Ayah sudah bilang, penampilan itu penting bagi pria.

Itu sudah lama. Lukaku sudah sembuh.

Lihat?

Sudah jelas aku ini tampan.

Aku...

putra Ayah.

Kau menghentikan berita skandal Presiden Park?

Tentu tidak.

Apa?

Cuma ada satu orang di Gedung Biru

yang bisa menghentikan wanita ulet itu.

Apa?

Sepertinya orang itu

belum menyerah dengan Presiden Park.

Tolong katakan...

apa yang harus kulakukan.

Aku tak punya calon

yang bisa melawan Bu Yun...

selain Presiden Park.

Sudah kubilang.

Aku menentang...

Presiden Park.

Pak Han.

Pak Han.

Pak Han!

Seandainya jadi kau...

aku akan fokus memenangkan calon...

alih-alih tingkat kepuasan.

Itu kulakukan, jika yakin dengan calonku.

Menurutmu...

kau bisa mengatasinya?

Apa kau yakin...

tentang Presiden Park?

Hasil uji tingkat polusi udara yang disediakan EPA...

Ada kesalahan dalam angkanya.

Dari perhitunganku...

Mulai saat ini,

masa jabatan Anda sudah dimulai,

Presiden Park.

Bukankah negara wajib

menyelamatkan nyawa warganya?

Hari ini, kami gagal melakukannya.

Namun, peluangmu masih ada.

Aku akan menerbitkan...

perintah eksekutif.

Dalam perintah yang mengikatku sebagai Presiden Interim,

kebijakan diskriminasi itu tidak ada.

Tolong jawab, Pak Presiden.

Benarkah itu?

Itu benar.

Aku percaya...

dalam prinsip-prinsip dan sistem pemerintahan kita.

Itu mengendalikan negara sejauh ini.

Kau mau aku jadi calon presiden?

Ya.

Aku tak bisa menjadi calon yang berpeluang menang besar

seperti yang kau inginkan.

Pak Cha,

- Berita Nona Woo... - Bisa Anda pertimbangkan ulang?

Kumohon, jadilah presiden Korea...

yang ke-21.

Pemilik kursi ini.

Meski kau pernah memberitahuku

aku tidak pantas untuk ini.

Aku ingin melihat sekali saja...

orang baik menang.

Bagaimana menurutmu?

Apa Presiden Park akan mencalonkan diri?

Entahlah.

Aku lebih penasaran dengan hal lain.

Aku ingin tahu

reaksi Park Mu-jin

setelah tahu

dia adalah bagian dari pengeboman itu.

PAS PERS

Pasti sangat sulit melepaskan berita eksklusif itu.

Terima kasih, Nona Woo.

Beri aku berita yang pantas...

seperti wawancara eksklusif

dengan Presiden Park mengumumkan pencalonannya.

- Penuhi janjimu. - Baik.

Sekarang katakan.

Siapa yang melaporkan skandal itu?

Siapa pelapor ini?

Kami harus menghentikan orang itu

agar artikel beritamu tidak kacau.

Apa maksudmu?

Sumberku bukan si pelapor.

Mantan suami Choe Gang-yeon.

Dia sendiri yang memberiku berita eksklusif itu.

Kalian belum menemukan pelapor itu?

Pak Cha.

Ya.

Kami menemukannya.

Kami menemukan staf dari tim investigasi pidana khusus

yang menyiapkan dokumen verifikasi untuk Menteri Park.

DOKUMEN VERIFIKASI: BUTUH VERIFIKASI PERSONALIA

MENTERI LINGKUNGAN HIDUP PARK MU-JIN

Maksudmu, staf inilah

yang menjadi pelapornya?

Dia dikirim ke Gedung Biru dari NIS.

Begitu.

Namun, dia tewas dalam pengeboman itu.

Apa?

Siapa pelapor ini?

Kalian sudah temukan pelapor itu?

Siapa dia?

Ada hal yang lebih penting saat ini, Pak.

Atas permintaan Anda,

Biro Urusan Sipil diam-diam menginvestigasi

agar masalah Si-wan dan keluarga Anda tidak akan terungkap.

Dengan bantuan agen sekuriti Gedung Biru,

kami melacak alamat IP

dan menemukan pelapor itu.

Pelapor itu ingin menemui Anda empat mata.

Dia menjadikan skandal itu umpan

agar Anda tak punya pilihan selain mencarinya.

Aku menemukannya!

Aku menemukan video CCTV kecelakaanmu.

Bukankah ini Tae-ik?

Lihat ini.

Kurasa ini orang yang membantumu.

Ji-won, perbesar gambarnya.

Kenapa?

Kau mengenalinya?

Si pelapor ingin menemui Anda di tempat

yang tak diketahui staf Gedung Biru,

jadi, Anda kubawa ke rumah aman.

Presiden sudah tiba.

Itu dia.

Aku dari Tim Spionase Dua NIS.

Namaku Kim Jun-o.

Itu Kim Jun-o?

Ini orangnya?

Dia masih hidup.

Dia masih hidup.

Aku orang mati.

Bagi dunia ini.

Apa maksudmu?

Pada hari itu,

aku ada di tempat kejadian.

Aku mau langsung melaporkan konspirasi di balik serangan itu kepada Presiden.

Karena...

orang Gedung Biru tak mau mengungkapnya.

Jangan percaya siapa pun, Pak.

Komplotan pengeboman itu

ada di Gedung Biru.

Jika dia hidup selama ini,

kenapa tak muncul kepadamu?

Agen Han tidak lebih dari tersangka kasus pembunuhan.

Komplotan yang memberi dokumen ke para penyerang

berarti ada di Gedung Biru?

Situasi yang lebih berbahaya dari pengeboman bisa terjadi.

Dapatkah Anda mengatasinya, Presiden Park?

Kita punya waktu 40 hari sebelum hari pemilihan presiden.

Siapa pun itu, jangan pernah percaya siapa pun, Pak.

Terjemahan subtitle oleh Christy Sugiarto

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.