Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
SEMUA TOKOH, ORGANISASI, TEMPAT, DAN KEJADIAN ADALAH FIKSI.
Sekarang, silakan mengambil sumpah.
"Sumpah.
Sebagai calon pejabat pilihan rakyat,
saya menyatakan dan menegaskan bahwa perkataan saya benar,
seluruhnya benar, dan hanya kebenaran semata.
Tanggal 22 Maret 2019.
Calon Oh Yeong-seok."
Sidang untuk calon menteri
berjalan lancar.
Kabinet nonpartai adalah hasil
dari usaha gabungan antara partai penguasa dan oposisi.
Terlebih lagi, ini menunjukkan tekad kuat pemerintah
untuk memastikan pemilihan presiden yang mulus dan adil,
yang akan terjadi dalam 40 hari.
SIDANG BERLANGSUNG LANCAR
Saat perombakan kabinet selesai,
publik akan menyadari
Presiden Park ibarat pemain pengganti yang mengambil alih di saat krisis.
Pak Presiden
akan unggul jauh di atas para kandidat lain.
Pemain yang masuk sebelum pemanasan
berpeluang besar mengalami cedera.
Itu hanya akan mempersingkat kariernya.
Untuk mencalonkan diri,
dia harus mundur dari jabatannya
sekurangnya 30 hari sebelum pemilihan.
Dia tak bisa maju
sebagai calon kali ini.
Posisi presiden interim dapat diisi oleh menteri yang baru terpilih.
Apa Presiden Park setuju denganmu?
Sudahkah dia setuju
untuk mencalonkan diri
sebagai presiden?
Maukah Anda mencalonkan diri sebagai presiden?
Bukan sebagai presiden interim,
tapi Presiden Republik Korea berikutnya.
Menurutmu,
aku pantas untuk posisi itu?
Kurasa Anda bisa menang.
Setahuku, Andalah calon
yang paling mungkin menang pilpres.
Pak Presiden.
Si pengebom, Myung Hae-joon itu, di mana dia sekarang?
Aku tak dapat mengungkapkannya demi keamanan nasional.
Kau yakin dia masih hidup?
Apa?
Itu...
Apa rumor itu benar?
Ada yang bilang Myung Hae-joon, si pengebom itu, sudah mati.
- Apa? - Dia mati?
- Myung Hae-joon? - Masa?
Adakah yang terjadi?
Ada saksi yang melihat
jasadnya dipindahkan dari DSSC ke NFS.
- Apa? - Ke badan forensik?
Kami menerima bocoran bahwa satu dari empat jasad,
yang belum diambil oleh keluarga,
adalah Myung Hae-joon.
Benarkah itu?
Apa dia mati dalam interogasi?
Apa dia disiksa atau dianiaya?
- Tolong katakan. - Apa yang terjadi kepadanya?
- Katakan. - Apa dia mati?
- Katakan. - Minta komentarnya.
- Apa yang terjadi di interogasi? - Katakan.
Myung Hae-joon...
Dalam interogasinya,
Myung Hae-joon tak disiksa atau dianiaya sama sekali.
Jadi, dia masih hidup?
- Katakan. - Dia hidup?
- Di mana dia sekarang? - Dia hidup?
Memunculkan spekulasi tak berdasar tentang dia
bisa menjadi ancaman serius bagi keamanan nasional.
Saya tak bisa komentar.
- Dia hidup? - Dia tak disiksa sama sekali?
- Katakan. - Jawab pertanyaannya.
GEDUNG BIRU
NCND.
Tidak dikonfirmasi atau disangkal.
Strategi mereka adalah respons Glomar.
Kuakui, bocoran itu cukup detail.
Fakta mereka tak dapat menyangkal spekulasi itu dengan tegas
berarti itu benar, bukan?
Myung Hae-joon dibunuh?
Oleh siapa?
Kita harus mencari tahu.
Hei, Sin-yeong.
Kau sudah bukan anggota korps pers Gedung Biru.
Aku tak sabar dipanggil dan dikabari makan malam sudah siap.
Aku lapar,
dan sudah bisa mencium aroma masakan.
Reporter menciumnya,
jadi, akan ada banyak spekulasi mengenai Myung Hae-joon.
Ya, mungkin.
Aku selalu berpendapat
kebebasan pers dijamin di Korsel,
tak seperti di Korut, negaraku.
Namun, yang bisa kulakukan sekarang
adalah mengatakan kita belum bisa mengonfirmasinya
dengan ekspresi tegas di depan korps pers
yang bersikeras publik berhak tahu.
Aku staf komunikasi tak kompeten.
Sekretaris pers pengecut.
Jika kita katakan
yang sebenarnya,
akankah itu membantu menangkap dalang pembunuhan Myung?
Menyiarkan detail investigasi kita saat sedang berjalan
hanya akan membantu pengebom dalam melarikan diri. Apa salah?
Saat ini, keamanan nasional
lebih penting daripada hak publik untuk tahu.
Itu demi kebaikan publik.
Kau cepat menilai situasi,
dan cakap menangani krisis.
Siapa yang lebih baik
darimu?
Hei...
Aku harus mengakui bahwa kau lebih banyak mengeluh
daripada dugaan awalku.
Apa pendapatmu tentang pria yang suka mengeluh?
Masuklah.
Masalahnya bukan hanya reporter.
Partai oposisi akan meributkannya jika ini sampai tersebar.
Anda lihat perbuatan Bu Yun.
Dia takkan ragu memakzulkan Anda.
Dia akan melancarkan serangan politik.
Ini masalah keamanan nasional,
yang dianggap prioritas utama oleh Bu Yun dan partai oposisi.
Ini juga kartu favorit mereka
karena bisa membantu mengumpulkan pendukung.
Anda mau ikut serta atau tidak,
mereka bersiap untuk pemilihan.
Seperti lubang hitam.
Mereka akan menjadikan semua situasi bernuansa politik.
Di mata Bu Yun, Gedung Biru terlihat
seperti biro kampanye calon presiden.
Saingannya, yang harus dia kalahkan
dengan segala cara.
Kalau begitu, prioritas kita mencari pembunuh Myung.
Demi keamanan nasional,
juga memenangkan perang politik.
Aku segera menghubungi NIS
untuk mencari tahu petunjuk mengenai pembunuhnya.
Na-gyeong!
Aku menemukannya.
Ruang 119.
Aku menemukan rekaman CCTV dari kamera di depan
perlindungan serangan udara.
Kau melihatnya?
Sorot wajahnya.
Tatap mataku.
Aku menemukannya di rekaman CCTV yang dipulihkan
oleh Pusat Forensik Digital.
Berkat itu, kedua mataku merah.
Kau tidak lihat?
Dedikasi bukan kebajikan.
Itu kewajiban kita.
Astaga.
Kau ikut kelas atau apa?
Siapa yang mengajarimu bicara seperti orang tua?
Di sini.
Pukul 15.14.
Tepat sebelum ledakan itu.
Itu dia, bukan?
Oh Yeong-seok.
Pak Ketua
dan seluruh anggota Komite.
Hari ini saya datang
untuk membuktikan kepada Anda semua
bahwa kemampuan dan standar moral saya sesuai untuk jabatan
Menteri Pertahanan Nasional.
Kami menemukannya.
Bukti kuat bahwa pengebom menentukan Anggota Majelis Oh
sebagai penyintas sebelum serangan.
Anggota Majelis Oh tertangkap kamera di depan Ruang 119
pukul 15.14, tepat sebelum ledakan.
Kita harus laporkan ke Gedung Biru
sebelum sidangnya berakhir.
DSSC, yang sebagian bertanggung jawab atas kematian Myung,
ada di bawah Pertahanan Nasional.
Jika Oh Yeong-seok ditunjuk sebagai menterinya,
dia akan mengubur kasus ini.
Kami menunggumu, Agen Jeong.
Bagaimana investigasinya? Ada perkembangan?
Kami menemukan...
pembunuhnya, Pak.
Kau menemukan pembunuhnya?
Siapa? Di mana pembunuh itu sekarang?
Agen Jeong?
Siapa pembunuh Myung Hae-joon?
Aku, Pak.
Aku yang membunuh Myung Hae-joon.
Barusan...
kau bilang apa?
Aku yang membunuh Myung Hae-joon,
Pak Presiden.
HARI KE-42: KERAGUAN EPISODE 8
Sebutkan tim, nama, dan posisimu.
Aku kepala Satgas Kontraterorisme NIS,
Jeong Han-mo.
Kau bilang...
Agen Jeong dihormati di kalangan NIS, bukan?
Ya, aku yakin begitu.
Dari Satgas Kontraintelijen ke Pusat Kontraterorisme,
bisa dikatakan dia berada di jalur elite NIS.
Menurutmu, kenapa dia melakukan hal seceroboh itu?
Jika dia memikirkan kariernya
atau keluarganya...
Itu bukan keputusan yang mudah,
mengingat usia dan keluarga yang ditanggungnya.
Menurutmu, kenapa Agen Jeong membunuh Myung Hae-joon?
Dia pantas mati.
Presiden kita dan banyak warga sipil
kehilangan nyawa karena serangan itu,
tetapi dia tak menyesal
atau memohon ampun.
Aku...
Aku...
Aku telah melakukan
hal terbaik yang bisa kulakukan.
Ada yang tidak beres.
Kau tahu dia takkan melakukan itu.
Aku saksi dan alibinya, Pak.
Aku bersama Han-mo selama interogasi Myung Hae-joon
di gedung DSSC.
Jika itu benar, mustahil aku tak tahu.
Aku sama frustrasinya denganmu.
Mereka bilang dia mengakuinya!
Dia bukan disiksa atau dipaksa.
Dia pergi ke sana dan mengakui pembunuhan itu.
Mau bilang apa lagi?
Apa yang kalian lakukan?
Agen Han?
Mulai sekarang, semua data kasus Myung Hae-joon
akan dialihkan ke Biro Investigasi Negara.
Itu tak boleh dilakukan tanpa diskusi...
Kau diskors, Agen Han.
Bisa ikut kami ke kantor?
Menurut peraturan,
ada interogasi untuk mencari tahu apa kau komplotan Agen Jeong.
Komplotan?
Bekerjasamalah. Atau kami paksa.
Hei, jangan lupa ambil USB itu.
Kejar dia!
Kejar dia!
Agen Han!
Berhenti!
Berhenti di sana!
Hei! Han Na-gyeong!
Sial.
Han Na-gyeong!
Berhenti sekarang juga!
Berhenti!
Sial!
Berhenti, Han Na-gyeong!
Hei!
Hentikan dia!
Berhenti di sana!
Hei!
Hei! Berhenti!
Hentikan mobilnya!
Sial!
Kau tak perlu cemas dilacak untuk sementara.
Mobil curian ini sudah lama sekali ada di tempat parkir.
Ini salinan fail yang ingin dilaporkan Han-mo ke Gedung Biru.
Berhenti. Aku sendiri saja.
Jika pergi terlalu lama, kau bisa dicurigai juga.
Berjanjilah,
meski situasinya memburuk,
kau takkan menyebut namaku dalam interogasi.
Apa?
Aku tak memercayaimu.
Dengar. Na-gyeong.
Kau bisa membuat ini berhasil.
Kau harus berhasil.
Jangan sampai tertangkap atau terluka.
Berhati-hatilah. Kumohon.
Ji-won.
Terima kasih.
Pak Oh Yeong-seok.
Kau mengalahkan tentara Korea Utara tujuh tahun lalu
di Pertempuran Baengnyeong, bukan?
Itu pertempuran pertama yang kita menangkan sejak Perang Korea.
Benar?
Kami mengalahkan tentara Korea Utara,
tetapi tak memenangkan Pertempuran Baengnyeong.
Empat belas anggota pasukanku
kehilangan nyawanya.
Sebagai komandan pertempuran,
aku memikirkan tanggung jawabku...
atas kekalahan itu setiap hari.
Agen Han?
Anda mau aku menghubungi saat yakin tentang pengebom itu.
Anggota Majelis Oh Yeong-seok
tak boleh jadi Menteri Pertahanan Nasional.
Maksudmu, dia tak memenuhi syarat?
Apa ini terkait cetak biru Gedung Majelis Nasional?
Kita bahas detailnya empat mata.
Aku dalam perjalanan ke sidangnya.
Pak Oh.
- Ini pertanyaan berikutnya. - Pak.
Boleh saya mengusulkan rehat sejenak?
Sebelum kami mengonfirmasi laporan sidang Pak Oh,
ada yang ingin saya diskusikan dengan anggota partai kami.
Saya mohon, Pak.
Atas saran Bu Yun, kita rehat sejenak.
Sudah terlalu lama.
Waktunya hampir habis.
Menurutmu informasi ini bisa diandalkan?
Aku memberinya kesepakatan dengan cetak biru itu.
Biasanya, orang akan setuju meski tidak serius.
Tidak ada ruginya.
Dia dapat tawaran dari oposisi
saat rezim akan berganti.
Namun, Agen Han menolak tawaran itu.
Aku memercayainya.
AGEN HAN NA-GYEONG
Mohon menjauh. Ada kecelakaan di sini.
- Ada kecelakaan. - Mohon menjauh.
Permisi.
Bu.
Ada kabar dari informan itu?
Sudah satu jam berlalu.
Kami harus menyelesaikannya hari ini, Bu.
Dia bilang Oh tidak memenuhi syarat sebagai Menteri Pertahanan Nasional.
Keamanan sangat diutamakan sekarang.
Ini tentang menunjuk...
Menteri Pertahanan Nasional.
Tolong percayalah kepadaku, beri aku waktu.
Aku percaya kepadamu.
Apa anggota lain akan memercayaimu juga?
Kau gagal merekrut Anggota Majelis Oh,
dan semua orang di sini tahu itu.
Kau juga sempat menentang kabinet nonpartai.
Jika pemeriksaan ini ditunda lebih lama,
mereka akan mengatakan
kau mengacaukan sidang dan mempermalukannya atas alasan pribadi.
Bu, bisa dengar aku?
Bu.
Bu, tolong tetap berada...
di posisi Anda.
Bagus.
Terima kasih.
Selamat.
Terima kasih.
Sampai jumpa.
Selamat, Pak Oh.
Kerja keras Anda juga diakui.
Kau berhasil selamat dari medan perang, juga dari pengeboman.
Keberuntungan semacam itu tak pernah terjadi satu kali,
tetapi denganmu...
itu terjadi dua kali.
Keberuntungan?
Kau yakin akan selalu seberuntung ini?
Setidaknya hari ini,
tampaknya Dewi Fortuna memihakku,
bukan Anda.
Permisi.
Sidang Anggota Majelis Oh
baru saja berakhir, Pak.
Penunjukannya diterima tanpa gangguan berarti.
SURAT PENUNJUKAN
Apa ini terlalu malam untuk menemui Anggota Majelis Oh?
Ada masalah apa?
Pada hari itu, dia ada di sini.
DATA PRIBADI JEONG HAN-MO
Di hari Agen Jeong datang melaporkan interogasi itu.
Ada yang janggal dengannya.
Agen Jeong?
Ya.
Sebelumnya dia mengatakan ada petunjuk dalam kasus Myung,
tetapi dia langsung berubah.
Seolah-olah dia menjadi orang lain.
Aku ingin tahu
apa Pak Oh berpikiran sama.
Kenapa harus penasaran?
Jawabannya jelas.
Saksi yang memegang kunci investigasi
tiba-tiba mengubah keterangannya?
Itu hanya terjadi bila orang yang tak boleh mendengarnya hadir.
Siapa yang bersamamu saat itu?
Sudah ada petunjuk?
Ya, aku yakin begitu.
- Silakan. - Baik.
Aku senang mendengarnya.
Sungguh melegakan.
Aku tidak tahu kau juga di sini.
SALURAN BERITA TERKINI
BAGAIMANA PENYINTAS OH YEONG-SEOK MENJADI PAHLAWAN NASIONAL?
Ya, di sini.
Pastikan sejajar.
Bagus.
- Bu Kim. - Ya?
Kau takkan diberi medali
karena menghemat plester untuk Gedung Biru.
Kau tidak tahu ini pengalaman pertama Presiden Park
di acara seperti ini?
Lihat yang kau tandai, misalnya.
Baik. Satu, dua, tiga.
Titik ini...
Kulihat kau menandai titik yang tepat.
Pak Cha, kau memanggilku?
Astaga, lihat debu di jasmu.
Kau siapa?
- Apa? - Aku tanya kalian.
Angkat tangan jika kalian dengar aku memanggilnya.
Tidak?
Bu Kim, pekerjaanmu bagus.
SURAT PENUNJUKAN OH YEONG-SEOK
PRESIDEN INTERIM PARK MU-JIN
SURAT PENUNJUKAN OH YEONG-SEOK
Tingkat kepuasan Calon Menteri Oh meroket.
Dengan angka 19,8 persen,
dia mengungguli Yun Chan-gyeong dalam pencalonan presiden.
Dia nomor dua, persis setelah Presiden Park.
Dia pasti
memenangkan publik di sidangnya kemarin.
Peringkatnya diukur sejak pidatonya di upacara memorial,
dan terus meningkat.
Menurutku itu lucu.
Dua orang dengan tingkat kepuasan tertinggi
adalah sama-sama penyintas dari serangan itu.
Itu menunjukkan betapa kuatnya
pengaruh teror itu kepada publik.
Ketakutan membuat mereka menjadikan penyintas pahlawan.
Memasukkan Pak Oh ke kabinet nonpartai adalah satu langkah besar.
Aku yakin itu akan sangat membantu pencalonan Presiden Park.
Bagus.
Aku dapat bocoran
bahwa Anggota Majelis Oh tak pantas menjadi menteri.
Bocoran dari Agen Han Na-gyeong, Satgas Terorisme NIS.
Silakan duduk.
Apa yang mendiskualifikasi penunjukannya?
Apa bocorannya?
Aku belum tahu.
Dia meneleponku di perjalanan dan minta aku menunda persidangannya.
Hingga saat ini, aku belum dengar kabar darinya.
Kira-kira di waktu sama,
suatu kecelakaan besar terjadi di dekat tempat sidang.
Ganjil, bukan?
Namun, tak seorang pun dengan luka kecelakaan
diterima oleh rumah sakit di dekat tempat kejadian.
Menurut Anda, korban kecelakaan itu adalah Agen Han?
Menurutku, itu bukan kecelakaan.
Agen Han memberitahuku
bahwa dia memiliki bukti kuat pengeboman Gedung Majelis Nasional.
Dia bahkan bersikeras Pak Oh tak pantas menjadi menteri.
Namun, dia menghilang tanpa jejak.
Anda mencurigai Anggota Majelis Oh?
Dan Anda mencurigaiku.
Pak Oh
mengabdikan hidupnya untuk negara ini.
Anda pikir aku memasuki wilayah berbahaya dengan menuduhnya.
Lagi pula, aku datang tanpa bukti.
Anda pasti berpikir ini untuk menodai kabinet nonpartai Anda.
Sebenarnya, aku tak berharap Anda mudah setuju.
Kenapa tidak?
Anda mungkin takut karena bisa saja aku benar.
Bahkan akan lebih menakutkan untuk mengakui
bahwa Anda salah menunjuknya sebagai menteri.
Benar?
Tolong bereskan. Terima kasih.
Sebenarnya
kau lebih kompeten daripada dugaanku.
Presiden Park sudah jadi politikus sejati.
Pak Cha, hubungi NIS.
Aku harus memastikan sesuatu.
Kudengar, Agen Han menemukan bukti kuat terkait
pengeboman Gedung Majelis Nasional. Benarkah?
Maaf?
Apa maksud Anda bukti kuat?
Aku harus minta maaf, Pak.
Pak Jeong dan Agen Han diminta melaporkan langsung kepada Anda,
- jadi, aku tak tahu temuan... - Agen Han.
Dia sekarang di mana?
Agen Han Na-gyeong dalam masalah.
Biro Investigasi Negara memberitahunya
bahwa mereka menyelidikinya sebagai komplotan Agen Jeong.
Dia pasti takut karena dia menghilang.
Saat ini,
agensi berusaha keras melacaknya.
Tolong laporkan kepadaku begitu kalian menemukannya.
Aku harus bicara empat mata.
Baik, Pak Presiden.
Kau sudah bangun.
Minum ini.
Apa yang terjadi?
Bagaimana aku bisa di sini?
Aku juga ingin tahu.
Aku menerima panggilan.
Dia bilang kau kecelakaan dan meminta alamatku.
Panggilan?
Dari siapa?
Mari kita cek identitas peneleponnya.
Berapa nomornya?
Dari telepon umum
di dekat Dewan Metropolitan Seoul.
Telepon umum?
Siapa gerangan?
Bel berbunyi, jadi aku buka pintu.
Cuma kau yang ada di luar. Kau tidak ingat?
Kau ingat siapa dia?
Tidak.
BU YUN CHAN-GYEONG
Kenapa tak dijawab?
Orang yang tahu aku pergi ke sidang
hanya Bu Yun.
Jadi, kecelakaan itu terencana.
DAFTAR PANGGILAN
MATIKAN
Ji-won, saat ini
kita hanya bisa percaya satu sama lain.
Lalu sidangnya?
Apa penunjukan Pak Oh disetujui?
Selamat.
Aku dengar
penunjukanmu disetujui dengan suara bulat.
Terima kasih.
Sepertinya Anda belum dengar kabar itu.
Ketua komite sidang memberitahuku
bahwa Agen Han dari NIS memberi bocoran kepada Bu Yun
bahwa ada alasan untuk diskualifikasi.
Ternyata itu bukan apa-apa.
Menurutmu, kenapa Agen Han bilang begitu?
Dia tak berhak membuat tuduhan palsu seperti itu.
Agen Han
kehilangan orang terkasih
di serangan itu.
Kudengar dia kehilangan tunangannya
di pengeboman Gedung Majelis Nasional.
Dia tewas
sedangkan aku hidup.
Dia sudah mencurigai kesintasan aku
sejak awal.
Berapa kali pun dijelaskan,
walau itu yang sebenarnya,
akan sulit untuk dia terima.
Aku pernah mengalaminya.
Setelah Pertempuran Baengnyeong?
Hidup di Korea Selatan
hanya berakhir dengan dua cara.
Entah kau menjadi korban
atau keluarga korban.
Hari itu di laut...
aku bertanya pada diriku berulang kali,
kenapa para pemuda itu harus mati.
Aku tak bisa menerima kebenaran.
Aku tak bisa memercayainya.
Namun,
tak seorang pun memberiku jawaban.
Konservatif yang memakai isu keamanan demi dapat suara
memanfaatkan kami,
dan progresif yang menyerukan damai
menutup mata dari kami.
Itu alasan
kau terjun ke politik?
Aku memilih jalan yang bisa memberiku jawaban.
Agen Han
adalah salah satu orang
yang kuharap
bisa kuwakili.
Pukul berapa pelantikan menteri baru?
Pukul 14.00, Bu.
Akankah Presiden Park melantik Pak Oh sebagai menteri?
Entahlah,
tetapi aku merasa dievaluasi.
Maaf?
Jika dia memercayaiku sebagai politikus,
dia akan mempertimbangkannya.
Jika dia melantik Pak Oh,
bukankah itu berarti dia tak memercayaiku?
Aku penasaran
apa pilihan yang akan diambil oleh Presiden Park.
Aku memilih jalan yang bisa memberiku jawaban.
Saatnya berangkat, Pak.
Pelantikan akan segera dimulai.
Baik.
Anda ingin menunda pelantikan?
Jika Anda melakukannya sekarang,
bukankah media akan memunculkan berbagai spekulasi liar?
Rumor kesehatan Anda, konflik di Gedung Biru,
permainan kekuasaan Gedung Biru...
Akan ada berbagai rumor. Tolong bantu aku di sini.
Pak Kim.
Aku butuh waktu...
memverifikasi calon.
Aku serahkan...
media kepadamu.
Anda berencana menarik
pencalonan Pak Oh?
Anda tak boleh melakukannya, Pak.
Pak Oh
adalah anggota simbolis dari kabinet nonpartai.
Menariknya tanpa alasan
berarti Gedung Biru gagal dalam verifikasi pegawai.
Partai oposisi akan menjadikan ini alasan
untuk membatalkan kabinet nonpartai
dan mengatakan ini pemerintahan buruk.
Anda ancaman terbesar bagi Bu Yun
sebagai calon presiden.
Selain klaim Bu Yun,
saat ini tak ada bukti
atas kecurigaan terhadap Pak Oh, Pak.
Bu Yun
baru mencoba memakzulkan Anda beberapa hari lalu.
Dia ahli politik.
Dia mungkin punya niat lain, Pak.
Aku harus bagaimana?
Haruskah aku menghubungi aula seremoni?
Ini belum terlambat.
Aku tanya satu hal.
Bukankah sidangnya
adalah proses verifikasi calon
oleh Majelis Nasional?
Partai oposisi
meminta verifikasi,
dan aku hanya memenuhinya.
Apa aku membuat kontroversi
yang membuat kalian keberatan?
Kalau begitu,
saat Anda menemui Pak Oh,
apa Anda mendapatinya mencurigakan?
Sebaliknya.
Lantas, kenapa Anda mengambil risiko sebesar ini?
Anda tidak melihat apa yang Bu Yun inginkan?
Pak Oh adalah orang yang...
Aku tak tahu apa yang Bu Yun inginkan
atau orang macam apa Pak Oh itu.
Aku mau memercayai mereka, tapi tak bisa. Saat ini, aku tak tahu
mereka itu kawan atau lawan.
Jadi, aku tidak memilih mereka berdua.
- Pak Presiden. - Aku percaya...
dalam prinsip-prinsip dan sistem pemerintahan kita.
Itu mengendalikan negara sejauh ini.
Sebelum Pak Oh diverifikasi...
aku takkan melantiknya sebagai menteri.
Kabinet nonpartai...
adalah ujian untuk memverifikasi kemampuan pemerintahan Anda.
Jika Anda menunda pelantikan
dan menarik pencalonannya,
itu jelas-jelas akan menjadi
kesalahan dan pemerintahan buruk oleh Anda.
Tingkat kepuasan Anda akan anjlok.
Anda tidak keberatan?
Kau mau aku jadi calon presiden?
Ya.
Aku tak bisa menjadi calon yang berpeluang menang besar
seperti yang kau inginkan.
Itu jawabanku.
Ya, Pak.
Pelantikan kutunda...
sesuai permintaan Anda, Pak.
Apa kata mereka?
Dia hanya belum terbiasa dengan ini.
Mengambil risiko dalam berpolitik
atau pun Gedung Biru.
Dia belum terbiasa?
Presiden tidak cukup putus asa.
Aku...
setiap hari berpikir
bahwa di pemerintahan lalu, kami harus pakai kekuasaan
untuk bertarung dan menang
melawan partai oposisi atau siapa pun lawan kami
dengan segala cara.
Jika kita tak memberikan dalih
atau alasan terkecil sekali pun untuk diserang,
jika kita mendorong lebih kuat, jika aku memaksa Presiden...
dengan lebih kuat...
Dengan demikian...
dia tidak akan...
dipermalukan...
di sepanjang masa jabatannya,
atau...
dia tidak akan tercatat dalam sejarah dengan begitu menyedihkan.
Presiden Yang Jin-man...
adalah orang paling baik yang pernah kukenal.
Karena itulah kami gagal.
Aku sungguh tidak mengerti.
Kenapa Han-mo mengaku dia membunuh Myung Hae-joon?
Aku harus bertanya
untuk tahu apa yang terjadi kepadanya.
Kau tak boleh seceroboh itu. Tidakkah kau mengerti?
Kita masuk dalam perangkap.
Han-mo ke Gedung Biru
untuk melaporkan Pak Oh ke pejabat lebih tinggi
dan dikurung sebagai pembunuh.
Kau hampir mati di perjalanan menuju persidangan.
Aku mengikuti perintahmu,
dan sekarang aku diskors...
tanpa batas waktu dan gaji.
Aku bahkan belum melunasi mobilku.
Kau mau membuatku merasa bersalah?
Tidak.
Aku mengatakan dedikasi seorang agen bukanlah kebajikan,
tetapi kewajiban.
Itu yang kau katakan.
Kalimat klise seperti ini harus diukir di batu untuk NIS.
Siapa yang mengatakan itu padamu?
Agen yang melatihku.
Kim Jun-o, Tim Spionase Dua.
Ini pembunuh Myung Hae-joon.
Dia yang menyerangmu kemarin?
Benar.
Tae-ik.
Kau berolahraga?
Berat badanku turun.
Golf bukan olahraga.
Aku tidak bisa menurunkan skorku.
Selalu di atas 80.
Mungkin berat badanku turun karena aku terlalu cemas.
Dua anak buahku...
Pak Kim, aku sangat sedih.
Pastikan aku tak perlu cemas.
Aku minta orangku di Biro Investigasi untuk menemukan Na-gyeong.
Gedung Biru tak melakukan apa-apa.
Kali ini, kau mau memakai manset?
Kau harus menemukannya lebih dahulu.
Jangan suruh orang lain, cari dia sendiri.
Alih daya menimbulkan masalah. Bukan begitu, Pak Kim?
Kau harus belajar menunggu setelah memberi perintah
agar orangmu berkembang.
Itu yang VIP ajarkan kepadamu?
Dia terlalu percaya kepadamu.
Orang-orang yang menangani urusan negara bahkan tidak bertemu.
Kami tak kenal nama atau wajah.
Bagaimana kami menyelesaikan apa pun tanpa terhubung?
Bukankah lebih baik bagi semua orang...
jika tidak tahu?
Aku membuatmu menunggu?
Mereka jadi cerewet seiring usia.
Direktur Ji...
sepertinya berharap kau menemuinya.
Dia bekerja dalam bayangan, tapi mau disorot cahaya?
Komitmen diam.
Aku penasaran kenapa orang mengukirnya di batu nisan...
padahal tak bisa dihidupi.
Sepertinya Presiden Park mencari Agen Han.
Direktur Ji akan membereskannya, agar pelantikan
Menteri Pertahanan Nasional berjalan lancar.
Apa pelantikan itu begitu penting?
Kurasa kita sudah dapat semua yang dibutuhkan
dalam sidang itu.
Aku melihat
tingkat kepuasanmu melambung setelah persidangan itu,
dan kau bersaing dengan Presiden Park.
Kini, semua orang bergerak dengan memikirkan pilpres,
termasuk Bu Yun dan Gedung Biru.
Orang-orang itu...
Apa hebatnya dunia yang ingin mereka buat?
Jika kita bisa mengubah dunia dengan pemilu,
umat manusia...
akan melakukan apa pun untuk menyingkirkan pemilu.
Serta sudah lama dilakukan.
Bukan begitu?
Karena itulah pemilu diibaratkan Sinterklas bagi orang dewasa.
Itu kebohongan yang ingin kita percaya.
Apa kau tidak berpikir kau bisa memberikan rakyat hadiah mereka?
Presiden Park takkan terdaftar...
sebagai calon presiden.
Apa yang harus disampaikan kepada pers mengenai penundaan itu?
Katakan ini masalah prosedur administrasi.
Ini yang pertama bagi presiden interim.
Kau memikirkan siapa?
Pendaftaran calon presiden sepuluh hari lagi.
Presiden Park menolakmu.
Namun...
Aku yakin ada orang baru
yang muncul sebagai calon presiden.
Semoga sukses!
Tidak ada rahasia di gedung ini, begitu pula dengan embargo.
- Benarkah? - Tolong jawab kami!
Ada apa?
Siapa gerangan?
Kenapa harus sekarang?
Ini skandal menteri Presiden Yang Jin-man.
Kenapa mereka merilis skandal orang yang sudah mati?
Siapa yang membocorkannya ke pers?
Bagaimana respons pers?
Jadi, maksudnya bocoran yang sama diberikan ke Harian Joongang,
televisi publik, dan saluran berita?
Itu dokumen internal dengan cap Gedung Biru.
Apa ada pelapor? Siapa dia?
Kau juga tidak tahu?
Bahkan Jang-hyun, kepala Gedung Biru, tidak tahu apa-apa.
Dari bocoran itu,
aku yakin dia ini pelapor.
Bocorannya...
KETERLIBATAN KORUPSI JANG GUN-HO
Tak bisa kupercaya.
"Keterlibatan Mantan Menteri Pertahanan, Jang Gun-ho,
dalam Korupsi.
Investasi Mantan Menteri Pembangunan dan Transportasi
dalam Real Estat.
Skandal seks suami mantan menteri
Kesetaraan Gender dan Keluarga."
Juga, "Mantan..."
Kepala Staf Sipil sudah tahu?
Memantau pejabat publik
adalah kewajiban kita.
Sekarang kita tahu itu bukan hoaks.
Jadi, sekarang kita harus tahu siapa yang membocorkannya ke pers.
Ini informasi rahasia yang hanya diketahui oleh Kepala Staf Sipil.
Jadi, kau menuduhku?
Katakan terus terang kalau kau mencurigaiku.
Jangan basa-basi.
Rasanya menyakitkan.
Itu kesimpulan logis. Kau pernah melakukan ini.
Jika demikian,
kau juga bukan tidak bersalah.
Ingat video Myung Hae-joon?
Demi kemenangan politik,
kau rela melakukan apa saja.
Maaf mengganggu perdebatan panas kalian,
tetapi ini janggal.
Bocoran ini berisi isu besar dan kecil
terkait orang-orang Yang Jin-man.
Kenapa tidak ada apa-apa tentang Presiden Park?
Tidak satu pun.
Pelapor anonim ini mengeklaim
mereka juga memiliki skandal terkait Presiden Interim Park Mu-jin.
Mereka bukan mengincar kabinet Yang Jin-man.
Targetnya Presiden Park.
Kenapa mereka membongkar skandal terkait kabinet?
Mereka semua sudah meninggal.
Karena skandal itu terbukti benar.
Mereka memperingatkan kita semua
bahwa skandal Presiden Park
juga benar.
Mereka juga memiliki skandal terkait Presiden Interim Park Mu-jin.
Jika informasinya terbukti benar,
ini akan menimbulkan kehebohan.
Pak.
Ada sesuatu
yang terpikir oleh Anda?
Terkait pekerjaan
atau kehidupan pribadi Anda.
Informasi macam apa yang dipegang pelapor?
Dia dievaluasi dalam pemeriksaan,
dan reputasinya paling baik di Sejong.
Karena dia selalu di kampus, tidak mungkin serius, bukan?
Jika menyangkut kampus, bisa saja tesis, posisi, atau dana riset.
Jika kementerian, kolusi dengan pemerintah lokal?
- Ayolah. - Ayolah.
Apa? Lebih baik memprediksikan hal seperti itu sebelum terjadi.
Sebaiknya dicegah.
"Kolusi dengan pemerintah lokal"?
Kenapa kau menulisnya?
Jika Anda beri tahu kami, itu lebih baik.
Jika kita bergerak lebih dahulu,
kita bisa mencegah masalah ini meledak.
Sebagai tambahan, pelapor ini mengatakan akan merilis skandal
terkait Presiden Park besok.
Pak.
Bisa beri tahu kami?
Kehebohan publik terkait skandal Presiden Park
akan memengaruhi negara ini.
Orang yang mengeklaim tahu tentang skandalnya muncul.
Ini konyol.
Apa ini benar?
Agen Han bukan tipe orang yang akan melakukan kejahatan itu.
Haruskah aku mendorong mereka
ke pintu neraka agar aku bisa dihukum?
Aku ingin tahu reaksi Park Mu-jin
setelah tahu dia adalah bagian dari pengeboman itu.
Terjemahan subtitle oleh Christy Sugiarto
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.