All language subtitles for Designated.Survivor.60.Days.E03.2019.720p.NF.WEB-DL.x264-KangMus_track4_[ind]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

SEMUA TOKOH, ORGANISASI, TEMPAT, DAN KEJADIAN ADALAH FIKSI.

KORAN DONGIL, KORAN KOOKIL, HARIAN DONGBUK, KORAN MINSUNG,

KORAN MINSUNG, KORAN DONGIL, KORAN KOOKIL, HARIAN DONGBUK

KORAN MINSUNG, HARIAN DONGBUK

Mencari kebenaran di balik serangan

dan menstabilkan pemerintahan.

Park Mu-jin, sang Presiden Interim,

memiliki dua tugas penting.

Presiden Interim Park Mu-jin tak pernah menduduki jabatan terpilih.

Mengingat krisis nasional yang belum pernah terjadi,

banyak mencemaskan kemampuan beliau menunjukkan

kepemimpinan di depan pejabat pemerintahan

- dan Majelis Nasional. - Waktunya sepekan.

Jika dia dapat menjalankan pemerintahan tanpa masalah sepekan ini,

tajuk setiap koran akan berubah.

"Presiden Interim Park Mu-jin..."

PRESIDEN WAFAT

"...Menjadi Calon Kuat."

Setelah itu, publik akan memilihnya

sebagai calon berikutnya.

Sepertinya kau memilihnya

sebagai mitra politik berikutnya.

Tidak, Pak.

Dia orang baik.

Namun bagiku, aku puas melayani mendiang Presiden Yang.

Kau juga menyaksikan

dunia mengecam perbuatan baiknya.

Aku akan memilih pemenang.

Syukurlah.

Presiden Park

bahkan tak pernah jadi ketua kelas

saat masih bersekolah.

Di masa itu.

Meski siswa teladan.

Kau tahu apa artinya?

Dia tak memiliki

rasa haus kekuasaan. Dia tak cocok berpolitik.

Dia hanya tak pernah dapat kesempatan.

Kesempatan berkuasa.

Menurutmu dia tetap sama setelah melihat

negara ini menuruti perintahnya?

Pernahkah kau melihat seseorang sukarela melepas kekuasaan?

Ayah!

Bagus, Nak.

Ayah, aku naik kapal angkasa.

"Kapal angkasa"?

Maksudnya, mesin MRI.

Bagaimana hasilnya? Baik, bukan?

Dia menghitung sampai sepuluh. Dia juga kenal kita.

Apa masih kurang?

Ada seorang dokter di Gedung Biru.

Jangan cemas, Pak.

Terima kasih.

Coba lihat.

Astaga. Pasti sakit sekali.

Kakak! Aku naik kapal angkasa.

Kakak. Aku bilang, aku naik kapal angkasa.

Sungguh. Aku serius.

Si-wan, Si-jin sudah pulang. Kau mencemaskannya.

Kau tidak lapar, Si-wan?

Perlu disiapkan makanan?

Maaf. Dia anak remaja.

Kau tahu kelakuan mereka, bukan?

Ya. Kudengar mereka lebih seram dari diktator mana pun.

Tak perlu meminta maaf.

Konon Korea Utara pun tak berani menginvasi

karena mereka begitu menakutkan.

Maaf, Pak.

Lelucon itu tak pantas di waktu seperti ini.

Maaf atas perlakuan kasar anakku.

Benarkah?

Menurutmu kenapa dia tiba-tiba adu jotos?

Anak-anak tak ada kelas olahraga karena debu halus.

Salah satu anak itu bilang karena Menteri Lingkungan Hidup

tidak becus bekerja.

Ya...

anak itu juga remaja.

Ini juga sulit baginya.

Coba pikirkan.

Dia tak pernah membayangkan akan tinggal di Gedung Biru,

yang hanya dilihatnya di berita.

PRESIDEN KOREA, YANG JIN-MAN

Dia mungkin tidak tahu

cara menghadapi temannya lagi.

- Apa lagi sekarang? - Aku perlu mengajarinya tata krama.

Pubertas bukan keistimewaan.

Si-wan, kita perlu bicara.

Si-wan.

Kau sudah mengoles obat di sana?

Wajah pria adalah hidupnya.

Maaf. Semua ini salah ayah.

Kita harus di sini

untuk sementara.

Ada yang pernah bilang,

kau tidak digaji tiap bulan karena kerjamu baik.

Kau digaji agar bisa tersenyum saat dikecam.

Ayah digaji

dengan uang pajak rakyat.

Jangan cemaskan ayah.

Ini lebih sulit bagimu.

Itu mengusik hati ayah.

Jadi, Si-wan, ayah berharap kau bisa...

tetap tegar.

- Ayah. - Ya?

Apa kata sandi Wi-Fi?

- Aku sudah tes semua. - Terima kasih.

Kau hanya boleh makan setelah disetujui inspektur,

baik di Gedung Biru atau tempat lain.

Khususnya di masa seperti ini

di mana ada ancaman serangan,

inspeksi akan dilakukan lebih teliti.

Selain itu, Bu,

bisa konsultasikan jadwalmu dengan kami?

Kami perlu memastikan keselamatanmu.

Karena ini masa sensitif,

kita juga perlu mempertimbangkan aspek politiknya.

Kalau itu...

sepertinya aku tak bisa.

Aku seorang pengacara.

Aku wajib melaksanakan kerahasiaan pengacara-klien.

Selama 60 hari mendatang,

kau adalah Ibu Negara.

Halo.

Ada masalah?

Inikah yang kau rasakan juga?

Selama 15 tahun pernikahan kita, aku merasa bebas.

Kini dia mau mengekangku.

Dua bulan akan cepat berlalu.

Setelah 60 hari, kita bisa pulang.

Takkan ada yang berubah.

Selamat pagi, Pak!

Pagi.

Sesuai permintaan Anda,

Bu Jeong Su-jeong akan bekerja di Sekretariat Kepresidenan.

Dia akan resmi ditunjuk

setelah memenuhi syarat keamanan.

Mari.

Jadwal resmi Anda menanti, dimulai dengan pertemuan staf.

HARI KE-59: MEMPERTAHANKAN STATUS QUO EPISODE 3

Jo Yong-gu dari Saenal.

Serangan di Gedung Majelis Nasional. Apa itu ulah Korea Utara?

Untuk saat ini...

Min Ju-hong dari KBC. Sebesar apa kemungkinan itu Korea Utara?

SEKRETARIS PERS HONG SU-WON

- NIS... - Im Jae-suk dari OPS.

Jika bukan Korea Utara,

apa organisasi teroris ISIS yang mungkin bertanggung jawab?

Berikan mik itu.

Woo Sin-yeong dari TBN.

Kudengar, Pasukan Pertahanan Jepang

meluncurkan Aegis ke Laut Timur kemarin.

Nona Woo, itu diembargo...

Ini pertanyaanku.

Kudengar alasan mereka meluncurkan Aegis itu...

karena sebuah kapal selam Korea Utara memasuki wilayah perairan kita.

Jadi, benar.

Jadi, itu perbuatan Korea Utara?

- Korut menginvasi Korsel? - Apa perang tak terhindar?

- Kenapa Gedung Biru diam? - Tenang...

Kenapa kalian tak berterus terang?

Kita rehat sejenak.

- Tolong jawab kami. - Apa?

Ke mana dia?

- Apa-apaan ini? - Entah. Apa yang...

Maksudku, kau tak menyiapkan naskah untuk taklimat ini?

Kau takkan membereskannya?

Aku?

Sudah kusiapkan, tetapi...

Aku tak siap untuk situasi seperti ini.

Kita semua tidak siap untuk situasi begini.

Tak seorang pun di Gedung Biru.

Ya...

Sin-yeong, mau ke mana?

Kita sudah dapat tajuknya.

"Presiden Interim Park Mu-jin Memulai dengan Goyah."

"Gedung Biru yang Tak Kompeten Gagal sebagai Menara Pengawas."

Aku akan mulai dengan menjawab pertanyaan Nona Woo.

Aegis Jepang sudah ditarik dari Laut Timur.

Tidak ada provokasi dari Korea Utara, dan tidak ada perang.

Itu fakta yang bisa kupastikan saat ini.

Kau bilang Korea Utara bukan otak serangan ini?

Jika bukan, siapa?

NIS, DSSC,

dan pasukan militer kita

sedang menginvestigasi dengan saksama dan terbuka dengan segala kemungkinan.

- Setelah ada kesimpulan... - Setelah ada,

apa akan segera diumumkan kepada khalayak dan pers?

Penilaian kinerja Nona Woo tergantung pertanyaannya.

Penilaian kinerjaku tergantung kemampuan tutup mulut.

Semoga ini menjawab.

Sejak insiden kemarin, segala macam hoaks dan rumor

beredar di media sosial.

Jika pemerintah tidak transparan membagi informasi,

bara hoaks itu takkan pernah dipadamkan.

Selama pers tak memublikasikan spekulasi,

itu takkan menyebar seperti kebakaran hutan.

Keamanan negara ini dan penduduknya dipertaruhkan.

Kerja sama kalian sangat dihargai.

GEDUNG BIRU

Terima kasih. Aku...

Aku Sekretaris Pers Interim, Kim Nam-wook.

Totalnya, 37 jabatan kepala biro menjadi kosong setelah pengeboman.

Kita akan segera mengambil tindakan agar para wakil menteri

bisa menggantikan menteri.

Bisa ada serangan kedua di industri kunci, rel kereta,

kapal, dan pesawat.

Pemeriksaan di Kantor Imigrasi untuk sementara ditunda.

Kau tidak bisa memukul rata semua orang seperti itu.

Membuat investor asing gelisah adalah tindakan paling amatiran kita.

Gu Yong-wan, Kepala Urusan Ekonomi.

Prioritas utama kita menunda transaksi perbankan.

Banyaknya masyarakat yang coba menarik uang

telah melumpuhkan bank sejak pagi.

Tidak bisa, Pak.

Jika transaksi perbankan ditunda, banyak usaha kecil

akan jatuh seperti domino dalam 48 jam.

Jika tidak, bank yang akan jatuh.

Kemudian perekonomian kita mati sebelum kita mencoba memulihkannya.

Kita harus bereskan masalah personel dahulu.

Keamanan adalah prioritas utama.

- Perekonomian bisa hancur. - Dengar...

Bapak dan Ibu, silakan pergi.

Pertemuan hari ini sudah selesai.

Semua ini salahku.

Kukira staf sekretariat Gedung Biru bisa membantu Presiden Park.

Aku terlalu tinggi...

menilai kemampuan kalian.

Semua masalah ini akan disetujui

sesuai prioritas dan skala kepentingannya.

Ayo.

"Pada hari pertama, di pertemuan staf,

Sekretaris Han memarahi semua orang."

Ini dianggap tak terdengar,

jadi, tidak akan dicatat.

Kacau sekali.

Dia andropause?

Tak ada perlunya dia marah. Aneh sekali.

Itu pesan.

"Meski Presiden Interim tak tahu apa-apa, jangan coba mengaturnya.

Aku di belakangnya.

Aku pemilik Gedung Biru yang sebenarnya."

KEPALA URUSAN SIPIL AN SE-YOUNG

Ayolah. Pak Han tidak begitu.

Kenapa tidak?

Orang yang mampu menguasai keadaan darurat ini

hanya Pak Han.

Bu Min.

Perekaman ilegal akan menghancurkan seluruh keluargamu.

Pada dasarnya kita hanya punya satu agenda

di pertemuan hari ini.

Kegelisahan.

"Kita tidak bisa memercayai kepemimpinan Park Mu-jin."

Anda akan mengunjungi lokasi tragedi itu sore ini.

Gedung Majelis Nasional?

Karena rakyat juga tak bisa memercayai Anda, Pak Presiden.

Pak Presiden.

Buktikan pada mereka.

Bahwa Gedung Biru belum hancur.

Bahwa Republik Korea masih baik.

Anda harus melakukan itu demi kepentingan Anda juga.

Apa maksudnya?

Anda bukan presiden terpilih.

Tanpa kepercayaan dan dukungan staf Gedung Biru dan rakyat,

Anda tak bisa apa-apa

dari kursi itu 60 hari ke depan.

Kepercayaan dan dukungan.

Itulah kekuasaan dan wewenang.

Kau bilang "kekuasaan"?

Itu tak ada hubungannya denganku.

Aku berencana memenuhi tanggung jawab kewarganegaraanku

dan kembali ke akademi setelah 60 hari.

Bukan main,

bagaimana mereka menghindari pemeriksaan Gedung Majelis Nasional?

Pasti mereka menyamarkannya menjadi barang yang tak dicurigai.

Metode pemicu ledakannya

mensyaratkan fusi ditanam di seluruh gedung agar sukses.

Jadi?

Begitu kita menemukan fusinya, kita akan tahu

perencanaan ledakan ini.

Kenapa wajahmu?

Apa? Ini? Astaga, ini memalukan.

Korea memang negara paling terhubung. Kabel LAN ada di mana-mana.

Lihat ini. Mana mungkin aku tidak jatuh tersandung?

Orang takkan mencurigai instalasi kabel.

Itu cara mereka menghindari pemeriksaan.

Kau yakin?

Ada sesuatu!

Ya, ini fusi peledak.

Apa? Kau yakin?

Ya, aku yakin.

Intinya, kabel ini diisi bahan peledak.

- Perusahaan instalasi kabel? - Ya.

Aku mencari perusahaan yang memasang kabel di sini.

Untuk apa?

Para pengebom itu

memicu ledakannya memakai jaringan kabel Internet gedung.

Ada alasan khusus perusahaan ini dipakai?

Mungkin rekomendasi seseorang?

Ada proses tender terbuka.

Cuma ada satu alasan.

Harga kompetitif.

MANAJER KIM YONG-HUN

Pertama, kita temukan perusahaan instalasi kabel itu.

Tolong sampaikan ke para atasan.

Kontak kepolisian lokal untuk bantuan dan kerja sama.

UNIT 214

214, SPEED NET

SPEED NET

UNIT 214 SPEED NET

TIM PENJINAK BOM

PENJINAK BOM

Kejar dia!

Astaga!

- Berhenti! - Ada apa ini?

Sial! Minggir!

- Astaga! - Ya ampun...

Lepaskan!

- Sial. - Minggir, beri jalan.

Sial.

- Ke sana. - Siap.

Apa...

Sedang apa kau?

- Ada apa? - Kenapa ini?

- Kenapa mereka... - Hei!

- Baiklah! Selesaikan. - Kenapa...

- Jangan begini! - Minggir!

- Seret mereka! - Astaga.

Pak.

Jangan.

Jangan begini!

Tolong jangan.

Kenapa kalian melakukan ini...

KOMUNIS

KOMUNIS PULANG

PULANGKAN PEMBELOT KE UTARA

Apa ini?

SIAPA PENGEBOM GEDUNG MAJELIS?

Ada aksi kekerasan di Mohyeon dan Bogil.

Parahnya, mereka menyerang

para pembelot Korea Utara.

Kenapa tiba-tiba begitu? Apa alasannya?

Kurasa itu karena hoaks yang tersebar di media sosial.

"Hoaks"?

"Ada pembelot Korea Utara merancang ledakan

di Gedung Majelis Nasional atas perintah Korea Utara.

Mayoritas tinggal dan bekerja di Mohyeon dan Bogil."

Rekan-rekan, mereka mengumumkan perang dengan kita!

"Rumornya, Geng Baekdu di Bogil terlibat dalam insiden tragis ini.

Seorang VIP di Korea Utara membayar Baekdu untuk menyelundupkan bahan peledak.

Beginilah rencara Korea Utara menyerbu Selatan.

Mereka berkolusi dengan pembelot di Bogil dan Mohyeon

serta oknum-oknum pro-Utara yang tersisa di pemerintahan."

Pemerintahan ini...

"Mereka akan berusaha mengamandemen Konstitusi

untuk menjadikan Korea negara sosialis".

Jadi? Perlu kulanjutkan?

Apa cuma aku...

yang tak mengerti?

Buktinya tak cukup, dan itu terdengar tak akurat.

Selain itu, pemikiran ini kurang logis.

Kenapa orang percaya ini?

Karena mereka manusia.

Saat orang takut,

reaksi awal mereka bukan mencari sumbernya.

Mereka mencari musuh yang tampak.

Mereka butuh kambing hitam,

yang bisa mereka benci sesuka mereka.

Karena itu jauh lebih mudah.

Astaga.

Nam-wook.

Ya, Pak.

Kau harus menghindari ruang taklimat untuk sementara.

- Maaf? - Apa kau akan nyaman?

Karena kau dari... Astaga.

Ada banyak sekali artikel negatif tentang pembelot Korut.

Semua reporter akan menyerangmu.

"Benarkah itu?"

"Apa reaksimu?"

Tetaplah di mejamu

dan menulis pidato-pidato apik.

Jangan tertekan.

Terima kasih atas pertimbangannya.

Ya, aku tahu.

Harus kuakui, aku juga penasaran.

Apa mungkin pengebom itu salah satu pembelot Korut?

Maksudku...

Seperti pepatah, ada asap ada api.

- Pasti ada sesuatu... - Apa gerangan itu?

Pembelot Korut

mempertaruhkan nyawa kemari karena benci Korut.

Mereka melakukan serangan ini atas perintah Korut?

Apa itu logis bagimu?

Bukan begitu?

Haruskah aku menjawab sebagai pembelot atau administrator Gedung Biru?

Maksudku...

Ya...

Maaf. Mestinya aku lebih peka.

Maaf.

Mereka bilang tinju...

selalu mengarah ke bawah.

Mereka menyerang pembelot Korut

karena mereka tak berdaya, bukan karena berbahaya.

Ya. Kenapa?

Apa?

Pak.

Serangan di Mohyeon dan Bogil...

Polisi dan jaksa sudah bagikan rencana penanganannya?

Itu...

Sepertinya situasi ini berkembang dengan aneh.

PEMERIKSAAN TINDAK PIDANA KHUSUS

KOMUNIS PELAKUNYA

Yang terhormat sepuluh juta warga Seoul.

Kami menetapkan

area bertingkat kejahatan tinggi Mohyeon dan Bogil,

di mana terjadi insiden keji, sebagai Zona Investigasi Pidana Khusus.

Aku menyatakan perang terhadap kejahatan.

- Astaga! - Apa itu?

Wali Kota Kang, yang mendiskriminasi pembelot Korut, harus mundur!

- Astaga. Mengerikan. - Mundur!

Itu yang Wali Kota Kang inginkan.

Jika tidak, dia takkan mengadakan konferensi pers di sana,

sadar penuh bahwa para penduduk lokal akan protes.

Seorang korban kekerasan yang mengancam masyarakat.

Seorang pejuang yang melawan krisis yang menghampirinya.

- Dia perlu mengasah citra itu. - Wali Kota Kang

harus mundur!

- Dia harus mundur! - Kang Sang-gu mundur!

- Dia harus mundur! - Mundur!

Kang Sang-gu harus mundur!

- Mundur segera! - Lihat?

Barang siapa menantang pemerintah takkan diampuni,

siapa pun dia. Apa pun krisis yang menimpa kita,

aku, Kang Sang-gu,

takkan pernah mengalah atau menyerah.

Namun, keamanan nasional, stabilitas, ketertiban,

dan menjaga jarak dari Korea Utara...

adalah spesialisasi partai kita, bukan?

Wali Kota Kang adalah calon presiden unggulan

untuk partai mayoritas.

Suara para pendukungnya ibarat kelinci di sakunya.

Kini dia ingin berburu terwelu.

Karena itu dia mengincar pendukung kita?

Untuk mewujudkan itu,

aku akan berusaha mati-matian memastikan keamanan di Seoul.

Setelah kupikir, Wali Kota Kang tak mengincar

beberapa terwelu.

Dia mau mencuri kelinci kita.

Sangat disayangkan, bangsa kita

tak memiliki presiden saat ini.

Namun, Seoul memiliki Kang Sang-gu.

Selama aku menjabat,

tidak ada serangan atau aksi kekerasan

yang akan ditoleransi.

KOMUNIS PELAKUNYA

PULANG, PEMBELOT!

- Kang Sang-gu! - Kang Sang-gu!

Kami Polisi Yudisial Khusus.

DICARI PEMBANTU

Ini arloji palsu.

Kau tahu ini ilegal, 'kan?

Ini sudah melalui Pabean?

ADA PEMERIKSAAN KHUSUS

- Heo Jin-ju. - Ya.

Kau harus ikut kami.

Apa?

- Bawa dia. - Kenapa...

Namun...

Tunggu. Sebentar, Pak.

- Tolong... - Jangan begini.

Mereka membawa Jin-ju ke mana?

DEMI SEOUL YANG BEBAS KEJAHATAN

PENUMPASAN KEJAHATAN DI BOGIL DAN MOHYEON

Ke PYK?

Polisi Yudisial Khusus

ada di bawah Kota Seoul.

Wali Kota Kang berwenang penuh

atas semua investigasi mereka, bukan polisi atau kejaksaan.

WALI KOTA KANG MENGUMUMKAN PERANG ATAS KEJAHATAN

Wali Kota Kang ingin menunjukkan bahwa dia yakin bisa mempertahankan

keselamatan dan keamanan kota.

Dia tak berhak mengerahkan polisi atau jaksa,

tetapi Polisi Yudisial Khusus ada dalam yurisdiksi kota.

Secara teknis, tindakan Wali Kota Kang tidak ilegal.

Tidak ilegal,

tetapi cacat moral.

Dia mengeksploitasi ketakutan masyarakat

demi meningkatkan reputasinya.

Karena itu, para pembelot Korut,

yang sebenarnya adalah korban,

kini dipandang sebagai kelompok kriminal.

Maaf.

Kau pasti tahu,

tetapi ini situasi peka secara politis.

Jika masyarakat tahu kau terlibat,

Presiden Park bisa bermasalah.

Kalau begitu,

kau yang pilih.

Jika aku masuk diam-diam,

orang akan berpikir aku hanya pengacara.

Jika kau terus berdebat denganku di sini,

orang bisa tahu.

Kalau begitu, berjanjilah,

kau akan menurutiku di acara-acara resmi.

Ya, aku berjanji.

Jin-ju.

Jin-ju.

Ini aku, Choe Gang-yeon.

Tolong... Bantu aku.

Jin-ju.

Ya, mungkin dari sana. Gila, bukan?

Tolong panggil ambulans.

Heo Jin-ju sakit.

Dia harus ke dokter.

Baiklah. Berarti mereka semua sakit karena berhenti memakai bingdu.

Kau tahu "bingdu"? Istilah Korea Utara untuk ganja.

Demam ringan disertai menggigil dan muntah.

Dia mengalami gejala sakau.

Tidak, Jin-ju bukan pemadat.

Aku jamin sebagai pengacaranya.

Masih bisa menjamin?

Kami menyita semua bingdu di Bogil, di toko klienmu.

Itu tak bisa dijadikan bukti bahwa dia pemakai.

Lalu? Kau akan terus percaya klienmu?

Silakan saja.

Aku heran, dari semua orang, kenapa kau percaya komunis?

Dengar!

Itu... Bukankah itu kau?

ISTRI PRESIDEN INTERIM

PENGACARA HAM CHOE GANG-YEON

Haruskah istriku menemaniku?

Adakalanya satu gambar setara dengan seribu kata.

Rasa tanggung jawab, stabilitas, dan kredibilitas.

Satu foto saja dengannya akan menyampaikan

semua yang masyarakat inginkan dari Anda.

Pak Presiden.

Ya.

Tim Pengawal menekankan

Anda harus memakai ini.

Baik.

Kudengar para pembelot Korut protes di seluruh bagian kota

sejak Wali Kota Kang menurunkan Polisi Yudisial Khusus

ke Mohyeon dan Bogil.

Ada banyak orang di sana,

jadi, Tim Pengawal meningkatkan penjagaan.

Aku...

Boleh aku sendiri saja?

Kenapa? Apa ada alasan tertentu?

Istriku adalah warga sipil biasa yang berkarier.

Aku tak mau memaksanya

berdiri di depan publik hanya karena dia istriku.

Terlebih lagi,

dia tak akan mau ikut.

Aku tak menyangka kau akan ikut.

Apalagi berpakaian begitu.

Begini,

aku ikut bukan sebagai istri Presiden Interim,

tetapi pengacara.

Cabutlah penetapan Zona Investigasi Pidana Khusus

dari Mohyeon dan Bogil.

Demi ambisi politiknya, Wali Kota Kang

menindas dan mendiskriminasi

banyak pembelot tak berdosa.

Klienku adalah salah satu pembelot itu.

Kini aku tak bisa menemui klienku dengan pantas

karena posisiku.

Namun, kau...

Kau bisa

karena posisimu.

- Presiden tiba. - Tolong pindah.

Dia datang.

Mari, Pak.

Agen Han, tolonglah.

Bisakah kita bersikap lebih bijak dan logis?

Teknisi kabel itu

adalah petunjuk utama kita dalam pengeboman ini.

Dia mati saat melarikan diri demi menyembunyikan

bukti yang dipegangnya.

Mana bisa tidak dilaporkan?

Apa yang bisa kita laporkan ke Gedung Biru?

Tak ada petunjuk. Tak ada nama.

Dia seorang anonim yang tak tercatat di sistem.

Apa yang kita laporkan?

Bahwa dia punya mata dan telinga?

Na-gyeong.

Presiden tewas dan Gedung Majelis Nasional meledak.

Orang yang kita tunjuk sebagai pengebomnya

bisa memicu perang dunia atau perang sipil.

- Han-mo! - Cari bukti kuat.

Pasti akan kulaporkan.

KIM JUN-O

Apa mungkin kita punya bukti lain mengenai pengeboman itu?

Apa?

Mungkinkah seseorang sudah tahu,

atau ada bocoran?

Itu tak masuk akal.

Andai tahu, kita pasti mencegahnya.

Presiden Park datang.

Jangan bertingkah aneh dan membuat masalah.

Aku ingin terus bekerja denganmu di lapangan.

Terima kasih atas pengabdianmu.

Terima kasih.

Jeong Han-mo dari Satgas Terorisme NIS.

Ada petunjuk tentang pengebom itu?

Maaf, belum ada, Pak.

Han Na-gyeong, analis Satgas Terorisme NIS.

Terima kasih pengabdianmu.

Mari kukenalkan ke agen kami.

Baik.

Ini analis Kim Yong-wu.

Terima kasih.

Kami keluar.

Lewat sini.

LAYANAN BANTUAN DARURAT

Mari, Pak.

Pak?

Pak?

Apa...

Bu Jeong, kau tak melihatku.

Pak, Anda tak boleh...

Aku merasa

tak tahu malu.

Kami bergerak.

Presiden Park,

Anda harus tunjukkan.

Tunjukkan bahwa Gedung Biru masih kukuh.

Bahwa Republik Korea

masih berdiri di atas kakinya.

Aku Presiden Interim

Park Mu-jin.

Pertama-tama, aku menyampaikan belasungkawa

bagi kalian semua

yang kehilangan keluarga tercinta.

Gedung Majelis Nasional, yang hingga kemarin,

simbol demokrasi Korea

telah menjadi lokasi tragedi besar hari ini.

KETIKA HARAPAN TAK LAGI TERLIHAT, HARAPAN

Namun, ini juga tempat

regu penyelamat terus mencari korban selamat,

serta polisi, petugas damkar,

dan para relawan mengabdikan

waktu dan usaha mereka.

Itulah alasan kita dapat menemukan harapan

bahkan dalam akibat

serangan tragis.

Di sini!

Benarkah seorang pembelot Korut

melakukan serangan ini?

Anda setuju dengan kebijakan diskriminasi Wali Kota Kang

terhadap pembelot?

Apa maksudmu?

CARI KEBENARAN

Tolong katakan apa yang terjadi!

Tidak, tunggu...

Tiarap!

Apa yang terjadi?

Bekuk dia!

- Kami pergi. - Cepat!

Cepat. Bawa dia pergi.

- Tidak! - Astaga!

Ya ampun!

Apa sebenarnya yang terjadi?

Apa yang terjadi?

- Bukan senjata. - Dia tak berniat menyerang.

Astaga.

KAMI JUGA RAKYATMU!

Ya Tuhan.

"Gedung Biru yang Tak Siap Membuat Rakyat Kembali Bermimpi Buruk."

"Presiden Interim Labil Meningkatkan Kecemasan."

"Presiden Interim Park

Lari dari Lokasi, Malapetaka Besar."

Seandainya

dia memakai rompinya, pengawal tak perlu membawanya

dan memasukkannya ke mobil,

dan foto memalukan ini takkan ada.

Dia malu memakai rompi antipeluru

di depan orang banyak yang kehilangan orang terkasihnya.

Dia datang memberi belasungkawa.

Dia di sana

untuk alasan politik yang kuat.

Untuk menunjukkan bahwa Korea masih tertib,

tetapi kita gagal.

Ketulusan dan empati?

Perasaan manusiawi itu harus tinggal di kota Sejong yang tenang dan damai,

bukan di Gedung Biru!

Pelaku kekacauan di lokasi pengeboman itu

adalah pembelot Korut.

Dia mencoba mengeluarkan spanduk, bukan senjata.

Dia ingin bilang bahwa istrinya yang sakit

ditangkap oleh PYK.

Maaf karena timku...

berlebihan.

Andai...

aku memakai rompiku,

mereka tak akan panik.

Bukan salah Anda, Pak.

Timku...

gagal melindungi mendiang Presiden.

Kami hanya dak ingin mengulangi kesalahan yang sama.

Mengenai pembelot itu, Pak.

Kudengar istrinya adalah klien Ibu Negara.

Permisi.

Klienku mengidap penyakit bernama sindroma Cushing.

Namun, petugas yang menahannya berpikir dia pecandu

hanya karena dia pembelot Korut.

Zona Investigasi Pidana Khusus.

Bagaimana membatalkannya?

Ini tak kusangka.

Aku tak menyangka Anda akan terlibat aktif

dalam urusan negara.

Aku merasa menyedihkan.

Tak perlu mencemaskan foto-foto yang diambil di lokasi.

Mereka setuju menghapusnya.

Yang membuatku malu...

adalah aku tak tahu betapa takutnya

orang-orang itu.

Tidak sampai...

aku pergi dari lokasi untuk menyelamatkan diri.

Aku pasti berada...

di tempat yang lebih aman dari dugaanku.

Zona Investigasi Pidana Khusus dan Polisi Yudisial Khusus?

Kecuali Wali Kota Kang berubah pikiran...

kita tak bisa berbuat banyak.

Bagaimana kalau aku sendiri membujuknya?

Dia takkan mau menerima Anda...

jika tahu itu tujuannya.

Adakan pertemuan antarpartai

dan undang dia sebagai perwakilan partai.

Dia menginginkan citra nasional yang lebih kuat,

dia pasti akan datang.

Gedung Biru punya pasokan udara bersihnya.

Kadar debu halus hari ini sangat tinggi.

Selamat datang.

- Silakan duduk. - Baik.

Mayoritas perwakilan partai menjadi korban tragedi itu,

jadi, aku siap kapan saja.

Aku harus menawarkan bantuan, Pak.

Mengelola pemerintahan tak seperti mendapatkan SIM.

Duduk di balik kemudi tak secara ajaib memberikan keahlian,

dan kita tahu itu.

Wali Kota Kang.

Maukah Anda mencabut Zona Investigasi Pidana Khusus

dari Mohyeon dan Bogil?

Aku juga ingin PYK menghentikan investigasi tak adil mereka.

Investigasi tak adil?

Di Seoul?

Kami melaksanakan bagian hukum yang benar dan sah

demi melindungi penduduk Seoul dan aset-aset mereka.

Anda memfitnahnya tidak adil?

Kaki tangan...

pengeboman Gedung Majelis Nasional pasti ada di antaranya.

Belum ada yang pasti.

Itu yang diyakini sepuluh juta warga Seoul,

dan itu...

lebih penting bagiku.

Wali Kota Kang...

Aku tak mau bahas ini di sini.

Jika ingin membahas Seoul,

datang ke Balai Kota, Presiden Park.

Bukankah para pembelot itu juga warga Seoul

yang harus kau lindungi?

Kenapa?

Mereka seperti warga Korea biasa

yang datang ke Korsel mencari kehangatan dan kebebasan?

Mereka tak lebih dari pelarian

yang sulit beradaptasi dengan negaranya.

Mereka mempertaruhkan

nyawa mereka

untuk jadi warga Seoul.

Jika bicara kualifikasi, menurutmu, siapa lebih berkualifikasi?

Kita berdua

tak melakukan apa pun, selain terlahir di sini.

Aku yakin karena Anda di balik kemudi,

Anda ingin mengklakson dan tancap gas.

Namun, Presiden Park,

pengemudi yang tak terampil

harus menyerahkan kemudi ke orang yang lebih berpengalaman.

Anda tak bisa bersembunyi jika tabrakan.

Karena hanya minum teh di pertemuan antarpartai itu salah,

Anda mau saran?

Ada dua cara menangani Wali Kota Kang.

Bujuk atau taklukkan dia.

Anda gagal membujuknya,

jadi, pilihan Anda tinggal satu.

Kurasa Anda cukup menyukai Presiden Park

hingga memberinya saran menangani Wali Kota Kang.

Aku harus melindungi kelinci-kelinciku.

Perintah eksekutif?

Delegasi Yun Chan-gyeng menyarankannya?

Ya, apa itu memungkinkan?

Itu memungkinkan.

Berdasarkan Amandemen ke-75 Konstitusi,

dalam keadaan darurat,

Anda dapat membubarkan Polisi Yudisial Khusus Seoul

dan Zona Investigasi Pidana Khusus Mohyeon dan Bogil bisa dicabut.

- Syukurlah. - Hanya bisa...

oleh Presiden terpilih.

Amandemen ke-71 menetapkan

Presiden Interim dipercayakan memangku wewenang Presiden,

untuk mencapai ketertiban.

Anda hanya bisa memberi perintah untuk mempertahankan status quo.

Perintah eksekutif adalah perintah baru,

yang mengusik status quo.

Jadi, maksudnya aku tidak berwenang?

Konstitusi tak menyebutkan jelas bahwa Presiden Interim

tak dapat memberi perintah eksekutif.

Tolong bentuk dewan pertimbangan untuk memberi nasihat.

Baik.

Sepertinya Anda ingin menjatuhkan Wali Kota Kang, Pak Presiden.

Apa itu masalah?

Saat ini, Wali Kota Kang

adalah calon presiden terkuat dari partai mayoritas.

Dia tak boleh dijatuhkan begini.

Reputasinya bisa hancur.

Kukira kau menentang kebijakannya.

Anda...

adalah pihak independen.

Tolong pertimbangkan solusi politiknya, Pak.

Aku akan mengejarnya.

Jika bersikeras memberikan perintah eksekutif,

oposisi akan bilang penyalahgunaan kekuasaan.

Mereka akan usulkan pemakzulan

dan menguntungkan posisi mereka di pemilihan presiden.

Makanya Bu Yun menawarkan saran itu.

Dia ingin menghancurkan reputasi Wali Kota dan memakzulkan Anda.

Kau hanya menentang perintah eksekutif

karena Wali Kota Kang dari partai mayoritas?

Kau memihak. Apa itu boleh?

Ini Gedung Biru!

Apa salahnya memihak, Bu Jeong?

- Karena... - Bagi orang sepertimu di pemerintahan,

pergantian rezim adalah ibarat perebutan kekuasaan.

Bagi pegawai pemerintahan yang direkrut khusus sepertiku,

yang utama adalah suksesi kebijakan.

Desentralisasi kekuasaan adalah keinginan Presiden Yang.

Aku setuju Wali Kota Kang tak disukai.

Namun, dalam hal desentralisasi kekuasaan,

hanya dia politikus yang berbagi visi Presiden Yang.

MEMPROMOSIKAN DESENTRALISASI KEKUASAAN

Sejak pengeboman,

aku belum sempat menangis dan meratap

untuk bosku selama 20 tahun.

Karena aku meminta maaf,

marah,

murka atas ketidakadilan.

Ide-idenya tertuang di sini...

Aku harus...

memastikan semua terwujud.

Itu caraku meratapinya.

Tanpa bantuan staf kepresidenan,

tidak ada yang mudah, dari rapat Kabinet

hingga menantang oposisi.

Anda masih ingin mencoba perintah eksekutif?

Tak ada jalan lain.

Kalau begitu,

harap ingat ini.

Begitu Anda mengeluarkannya

dan menundukkan Wali Kota Kang,

Anda akan memulai

pemerintahan Park Mu-jin.

Dengan hilangnya semua tokoh penting partai mayoritas,

masyarakat mulai melihat Anda

sebagai calon presiden yang kuat.

Aku hanya ingin melakukan apa yang harus kulakukan di posisi ini.

Keinginan Anda tidak penting.

Masyarakat memiliki harapan atas kehendak sendiri,

lalu segera berpaling dari Anda.

Dengan verifikasi sebagai pembenaran, media akan mempertanyakan Anda.

Musuh-musuh politik Anda akan mencari tahu tentang Anda, keluarga, dan kawan

untuk mencari kelemahan yang dapat dimanfaatkan.

Ada kemungkinan

Anda tak bisa kembali ke kehidupan lama.

Sama dengan keluarga Anda.

Anda bisa menerimanya?

Kenapa...

kau mengatakan ini?

Menjadi Presiden Interim bukan pilihan Anda,

tapi Anda yang memilih kebijakan ini.

Pak Presiden,

aku telepon tentang dewan pertimbangan untuk perintah eksekutif.

- Pak? - Bu Jeong,

boleh kuhubungi kembali?

Kau belum tidur.

Ada masalah?

Klienku Jin-ju...

Dia meninggal

barusan.

Dia hanya perlu suntik hormon agar bisa sembuh,

tetapi aku tak bisa memberikannya.

Saat melintasi Sungai Tumen

dan melewati Kunming dan Laos untuk tiba di sini,

dia selamat dari situasi hampir mati.

Begitulah caranya tiba di Korea Selatan,

tetapi negara ini tak bisa memberinya satu suntikan

dan membuatnya mati.

Aku...

tak bisa apa-apa.

Aku pengacaranya,

tetapi aku mencemaskan penilaian orang,

dan aku takut

itu akan membahayakanmu.

- Gang-yeon. - Kenapa...

kau tak bisa apa-apa?

Apa yang kau takutkan?

Kita tidak melakukan apa-apa...

walau posisi kita memungkinkan.

Bagaimana ini, Pak Han?

Kita perlu pertemuan darurat dengan polisi dan jaksa.

Ada apa?

Para pembelot Korut mengamuk dengan tewasnya Heo Jin-ju

dan berkumpul di media sosial serta berbagai komunitas.

Tampaknya mereka merencanakan upacara akbar di Gwanghwamun hari Sabtu.

Masalahnya

ada organisasi lain yang dijadwalkan berkumpul di sana.

Jangan bilang...

Ekstremis yang menyerang para pembelot di Bogil

terjadwal berkumpul di sana.

Kita tak bisa membiarkannya. Jika mereka berkonflik...

Ketakutan kita akan terwujud.

Di mana Presiden Park?

Permisi.

Kau lihat Presiden Park?

Dia tak menjawab ponselnya.

Tidak.

Pak Presiden.

Bagus kau datang, Bu Jeong.

Aku mencari Anda ke mana-mana.

Ini.

Hak-hak asasi manusia duta besar,

klaim provisi aktif...

Apa artinya?

Apa?

Aku kuliah sains, jadi, kurang di ilmu sosial.

Anda mempelajari Konstitusi karena...

perintah eksekutif?

Aku kuliah sains, dan tak tahu banyak aksara Tionghoa.

KONSTITUSI REPUBLIK KOREA

Tadinya kukira jawabannya ada di Konstitusi,

ternyata tidak.

Kubaca berulang kali, tak kupahami.

Jadi, aku memutuskan ikut opini kalian.

Presiden Interim hanya bisa mempertahankan aturan yang sudah ada.

Itu yang ingin kulakukan.

Kulihat Anda sudah memutuskan.

Aku akan menerbitkan...

perintah eksekutif.

Perintah yang harus kuberikan sebagai Presiden Interim adalah

yang efektif pada 4 Maret, saat masa jabatanku dimulai.

Kebijakan diskriminasi

terhadap pembelot Korut dimulai esoknya.

Dengan kata lain,

dalam perintah yang mengikatku sebagai Presiden Interim,

kebijakan diskriminasi itu tak ada.

Aku berikan perintah eksekutif

untuk melaksanakan tugasku mempertahankan perintah yang ada.

- Ini berisiko. - Harap pertimbangkan ulang.

Aku...

Aku menentangnya, Pak.

Aku tak menduganya, Pak Han.

Aku Kepala Staf Kepresidenan dari Gedung Biru.

Anda akan kembali ke akademi dalam waktu 60 hari.

Kami di sini harus melaksanakan legitimasi mendiang presiden.

Aku akan membuat pilihan tepat untuk itu.

Selama aku menentang ini, tak seorang pun di Gedung Biru

akan memihak Anda.

Mereka orangku.

Jika ingin memberikan perintah itu,

Anda harus memecatku.

Tunggu, Pak Han.

Tentukan pilihan Anda, Pak.

Sekretaris Cha,

adakan rapat Kabinet.

Agendanya...

penerbitan perintah eksekutif.

Mulai sekarang,

Pak Han dipecat.

Pak Presiden.

Sekian...

rapat hari ini.

KONSTITUSI REPUBLIK KOREA

Jangan lupakan momen ini, Pak.

Begini cara memakai wewenang.

Anda masih berpikir tak menginginkan kekuasaan dan wewenang?

Kau bilang "kekuasaan"?

Itu tak ada hubungannya denganku.

Mestinya kau bicara dahulu padaku.

Kau mau menegaskan para staf kepresidenan

bahwa dia pemegang kekuasaan tertinggi

dan mereka harus setia kalau mau di sini?

Kau benar.

Bukan tak menginginkan kekuasaan.

Presiden Park hanya tak pernah dapat kesempatan.

Kalau begitu...

apa kau memilih Presiden Park

seperti kau memilih Presiden Yang 30 tahun lalu?

Kini kau harus memikul beban berat.

Kau harus mengurus Gedung Biru tanpaku.

Benarkah Presiden Park menerbitkan perintah eksekutif?

- Bukankah itu penyalahgunaan kekuasaan? - Bisa dimakzulkan?

Pilihlah salah satu. Kompeten,

atau mundur.

Tolong dijawab.

Tolong dijawab!

Tolong dijawab.

- Tolong dijawab. - Tunggu!

- Permisi. - Tunggu!

- Apa ini? - Tolong dijawab!

Apa yang terjadi?

Sudah selesai?

Tunggu!

Apa yang terjadi? Ke mana dia?

Kau akan membawakan taklimat sore, bukan?

Kenapa? Haruskah aku mengatakan aku meminta pembelot Korut

atau administrator Gedung Biru?

Ini perintah untuk Kim Nam-wook, pembelot dan administrator Gedung Biru.

Kau menyuruhku berdiri di depan kamera

jadi harapan dan mimpi para pembelot yang putus asa?

Silakan jika itu maumu,

tetapi "harapan dan mimpi"...

Itu yang dikatakan tentang Sejong Agung atau Laksamana Yi Sun-sin.

Kita tak punya Sekretaris Pers,

dan kau pilihan terbaik

di antara kami.

Betul?

Kau butuh alasan lain?

Dia suka pujian.

GEDUNG BIRU

Kita akan memulai taklimat sore 6 Maret.

Presiden Interim Park Mu-jin...

Pertama, aku ingin berbelasungkawa

atas wafatnya Heo Jin-ju

dalam investigasi Polisi Yudisial Khusus di Bogil.

Presiden Park...

Presiden Park menerbitkan perintah eksekutif untuk mencabut

penetapan Mohyeon dan Bogil

sebagai Zona Investigasi Pidana Khusus pada 6 Maret.

ZONA INVESTIGASI PIDANA KHUSUS

- Syukurlah sudah berakhir. - Ya.

KOMUNIS PULANG

PULANG

Bu Choe,

kau ingin membaca Koran Gazette?

KORAN GAZETTE

Investigasi Polisi Yudisial Khusus akan dialihkan

ke Kepolisian Metropolitan Seoul,

dan tak akan ada

prasangka atau diskriminasi dalam hal prinsip legalitas.

Ini dengan suami Heo Jin-ju?

Aku Presiden Interim, Park Mu-jin.

Anda akan ke kediaman?

KELUARGA KORBAN HILANG

Kita harus selesaikan ini. Ambil ini.

- Cek dokumen revisinya. - Siap, Pak.

Ayo bergerak cepat.

- Baik. - Baik.

Ada apa lagi?

Kenapa, Na-gyeong?

Siapa yang lebih malang?

Keluarga korban tewas...

atau...

KIM JUN-O

keluarga korban hilang?

Ada korban selamat di sini!

Korban selamat!

Katanya ada seseorang!

- Ada yang selamat? - Di mana? Astaga!

Kalian tak bisa masuk!

Ada korban selamat!

Bertahanlah. Kami menolongmu.

- Di hitungan ketiga. Satu, dua, tiga. - Cepat!

Buka!

- Cepat siapkan! - Ini dia.

Ini cukup menarik.

Seseorang menjadi suar harapan karena masih hidup.

Satu lagi mendapat kekuasaan tertinggi di Korea

karena masih hidup.

Aneh, bukan? Tak seorang pun selamat dari runtuhan.

Keberadaan Pak Kim di sana tak bisa dijelaskan.

Kau tak tahu karier politik dia tamat jika video itu bocor?

Ini keputusanku. Aku bertanggung jawab.

Ada apa?

Gedung Biru.

Kini tampaknya Gedung Biru menjadi target serangan.

Terjemahan subtitle oleh Christy Sugiarto

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.