Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
SEMUA TOKOH, ORGANISASI, TEMPAT, DAN KEJADIAN ADALAH FIKSI.
Ada bom! Aku menemukan peledak!
Evakuasi! Ada bom!
Mundur! Sebuah bom ditemukan!
- Evakuasi! - Evakuasi area ini!
- Lewat sini. - Evakuasi.
- Cepat. - Evakuasi semua orang di sini!
Kami khawatir ada ledakan kedua. Ya, Pak.
Berdasarkan Pasal 26, Ayat 1, UU Tata Acara Pemerintahan,
Anda dipercayakan
memangku kekuasaan dan tanggung jawab sebagai Presiden Republik Korea.
Apa?
Mulai saat ini, Anda menjadi Presiden Interim.
Masa jabatan Anda sudah dimulai, Presiden Park.
Itu claymore.
Apa? Kelihatannya seperti claymore standar dari luar,
tapi itu bukan claymore biasa.
Peledak jenis ini sering ditemukan di serangan teroris Aljazair dan Suriah.
Semua orang menunggu kedatangan Anda.
Tak ada waktu untuk membicarakan tindakan yang harus diambil sekarang!
Ini perang! Kau tidak tahu artinya?
STATUS TERKINI DI YEOUIDO
TEMPAT KEJADIAN
Kita tak boleh bereaksi emosional.
Cari tahu apa yang terjadi dahulu.
Terlalu dini menyatakan perang dan bertindak gegabah.
Siapa yang akan memutuskan itu?
Panglima Tertinggi tidak ada.
Aku akan menjinakkan peledak ini.
Ini Wantannas, Dewan Ketahanan Nasional.
Keputusan akhir masalah keamanan nasional,
unifikasi, dan diplomasi dibuat di sini.
Anda, Pak, Presiden Interim,
adalah kepala Wantannas saat ini.
Jika pecah perang di Semenanjung Korea, akan jadi Perang Dunia Ketiga!
Meski Perang Dunia Keempat, kita tetap harus bertindak!
- Itu tak bertanggung jawab! - Lalu diam saja?
- Jangan emosional... - Presiden Interim sudah tiba!
Kita harus memikirkan rakyat!
Bersikap bebal bukanlah solusi.
Siapa yang kau bilang bebal?
Pak.
Presiden Interim Park Mu-jin.
HARI KE-60: PANGLIMA TERTINGGI EPISODE 2
Bomnya sudah dijinakkan.
Kami yakin para pengebom memakai teknik peledakan eksplosif
untuk meledakkan Gedung Majelis Nasional.
- "Peledakan eksplosif"? - Benar.
Peledaknya diletakkan di pilar atau di tembok sejak awal.
Dengan memakai beban bangunan,
peledaknya meletus.
Dalam 5 sampai 15 detik, peledak ini bisa menghancurkan gedung besar.
Lebih penting lagi, jumlah peledak berjumlah kecil saja sudah cukup.
- Bisa saja sulit menemukan... - Berikutnya.
Karena itu, jumlah peledak yang dipakai...
Cukup dengan itu. Berikutnya.
Pak?
Katakan informasi paling pentingnya.
Kalian tak tahu yang mau kutahu?
Jadi, itu ulah Korea Utara atau bukan?
Kami belum pasti, Pak.
Jika benar, militer akan ambil alih.
Jika tidak, ini ditangani polisi.
Ini mestinya prioritas utama kalian, 'kan?
Deputi Komisaris Jenderal kita sangat berterus terang.
Kau benar-benar luar biasa.
Presiden, Perdana Menteri, para menteri, dan anggota majelis.
Lebih dari 100 pejabat tinggi pemerintahan
kehilangan nyawa sekaligus dalam satu serangan.
Apa ini waktu yang tepat membahas yurisdiksi?
Benar. Lebih dari 100 pejabat tinggi telah dibantai.
Di tengah Seoul, ibu kota negara.
Masyarakat mungkin akan mempertanyakan siapa pelakunya.
Mereka juga akan bertanya siapa yang akan bertanggung jawab atas ini.
Tahu kenapa? Karena mereka gelisah.
Komisaris Jenderal butuh sesuatu untuk menyelamatkan wajahnya di publik.
Kau. Katamu kau berasal dari Satgas Terorisme?
Apa pendapatmu?
Siapa pelakunya?
Siapa yang memasukkan peledak ini di Gedung Majelis Nasional?
Ini digunakan di serangan teroris sebelumnya.
Sama dengan peledak yang diekspor Korea Utara ke sekutunya.
Mereka pelakunya.
Mereka serius akan memicu perang?
Mereka ingin memicu perang!
Ini bukan serangan teroris! Ini pernyataan perang!
Ini serangan awal!
"Pernyataan perang"?
Dengar. Tak ada pergerakan yang tampak di kamp mereka.
Semua peluncur rudal mereka tidak bergerak.
Apa itu seperti menyiapkan perang?
Korea Utara telah membuat pengumuman.
Ini dia.
Sebuah bencana terjadi di Korea Selatan
dengan penghancuran Gedung Majelis Nasional.
Amerika Serikat dan pasukan keji
merencanakan suatu kejahatan
dengan menuduh Korea Utara.
Rencana itu...
Mereka tegas menyatakan tak ada hubungannya dengan ini.
Ini kali pertama mereka merespons cepat
terhadap sentimen publik Korea Selatan.
Mereka akan menjalin relasi diplomatik dengan kita.
Mereka bertekad untuk diakui sebagai negara normal.
Tidak dengar mereka?
Mereka menyiapkan pakta perdamaian.
Pikirkan ini dengan logis.
"Logis"? Logikaku mengatakan
seekor anjing gila harus dipukul
dan provokasi harus dihukum.
"Negara normal", katamu?
Korea Utara akhirnya menunjukkan belangnya.
Karena AS tak mendengar mereka,
kita dijadikan korban!
Mereka bilang, "Lihat! Kami bisa apa saja!"
Kita harus ambil keputusan!
Kita harus serang Istana Kumsusan
atau melintasi garis demarkasi!
Bahkan kita harus menghancurkan fasilitas nuklir mereka.
Dengan begitu, mereka takkan bisa memicu perang dengan kita
karena kita lebih kuat!
Bolehkah memutuskan itu?
Entah itu menyerang Istana Kumsusan atau melintasi garis demarkasi,
kita tidak punya kendali masa perang.
Negara kita dilindungi
karena bersekutu dengan AS.
Itu kebanggaan militer kita.
Jika tak menunjukkan tekad dan niat melawan secepatnya,
serta kekuatan militer kita, yang lebih kuat dari Korea Utara,
kita bisa mengalami serangan yang lebih besar.
Dalam serangan 9/11,
target kedua para teroris adalah Pentagon.
Kalian sudah lupa?
Minta Komandan Pasukan Gabungan Korea-AS mendeklarasikan DEFCON Tiga.
Kemudian, militer kita harus bersiap untuk perang.
Kau bersikeras berperang di Semenanjung Korea?
Sangat gegabah menyimpulkan
Korea Utara bertanggung jawab hanya dari bom saja!
Lantas siapa?
Kita negara yang terbagi.
Musuh utama kita ada di atas kita.
Jika bukan mereka, siapa?
Apa kau baru akan percaya
jika tertulis "Buatan Korea Utara"?
Korea Utara? Apa itu masuk akal?
Tunggu. Beraninya kau membela mereka dalam situasi seperti ini?
Pasti ada yang tak beres dengan Wantannas!
Apa? Kau sudah selesai?
- Bagaimana aku bisa memahami... - Sudahlah.
- reaksimu itu? - Lancang!
Apa aku salah bicara?
Kalau begitu, kita terima saja?
- Pikirkan rakyat! - Aku sudah jelaskan.
Kenapa kau begitu bebal?
- Takut apa? - Keamanan kita
dan nyawa rakyat terancam! Aku hanya minta kau lebih hati-hati!
Kau bisa mengunyah dengan gusi meskipun ompong,
ada Presiden Interim saat tak ada presiden,
tetapi jika tak ada tisu toilet,
kau dalam masalah.
Kau melalui banyak hal hari ini.
Mestinya kau senang.
Mulai besok, kita punya Presiden Interim.
Bukan cuma Gedung Majelis,
Gedung Biru juga kena serang.
Julukan Presiden Interim itu Cinderella. Jelas sekali.
Mungkin dia politikus penjilat yang diangkat karena nepotisme.
Hanya karena cukup beruntung selamat dari serangan,
dia menjadi pimpinan Korea.
Pengalaman politiknya cuma enam bulan,
dan hanya mengurus debu halus.
Bisa apa dia melawan Korea Utara?
Aku lebih takut dia berbuat sesuatu. Bukan begitu?
Orang-orang bilang Anda sangat beruntung.
Intinya, aku mau bilang
bahwa Anda sangat beruntung dalam karier.
Maaf, Pak.
Jujur, aku agak khawatir setelah membaca riwayat hidup Anda.
Maaf.
Tidak.
Kau hanya membuat penilaian cepat dengan data yang diberikan.
Itu naluri bertahan yang bisa dipahami.
Lagi pula, ini situasi darurat.
Aku menunggu panggilanmu.
Permisi.
Apa Kepala Staf Kepresidenan masih di dalam?
Bagaimana kalau aku mundur dari Presiden Interim?
Aku tidak memenuhi syarat.
Dengar.
Jika bicara soal kompetensi,
cuma satu orang yang memenuhi syarat.
Hari ini,
kita kehilangan dia.
Namun...
Aku yakin kau juga tahu.
Ini karena kejadian hari ini?
Pemecatanmu belum resmi secara hukum.
MENTERI PARK MU-JIN
Tak ada waktu memprosesnya.
Jika kau mengundurkan diri,
posisimu saat ini akan kosong.
Orang yang bisa meneruskannya
hanya menteri dan anggota kabinet.
Siapa sangka bencana begini bisa terjadi?
Kalau begitu,
bagaimana setelah aku mundur?
Kekuasaan
tak mengizinkan ada kekosongan.
Wewenang paling jelas dan nyata
akan mengambil kendali.
PARA PRESIDEN PENDAHULU
Apa kau membicarakan kudeta militer?
Kita pernah mengalaminya
beberapa kali di masa lalu.
Pak.
Ada masalah.
Itu Kapal Sawagiri.
Kapal Perusak Aegis Pasukan Bela Diri Jepang.
Sepertinya Jepang menyimpulkan perang sudah di depan mata.
Tetap saja.
Beraninya mereka masuk perairan tanpa memberi tahu kita?
Ini kesempatan baik bagi mereka.
Kepuasan Perdana Menteri Aso anjlok setelah skandal itu.
Masalah kita menguntungkan mereka.
Lebih baik jika pasukan mereka bisa mengintervensi.
Kepemimpinan di masa krisis nasional.
Kita pun pernah melakukannya.
Ini karena mereka tak menghormati militer kita.
Sudah jelas.
Jepang memprovokasi kita, tetapi kita diam saja.
Apa itu masuk akal?
Kita tak bisa mencegah perang,
kecuali kita siap bertempur.
Presiden Interim bahkan tak menyadari hal sesederhana itu.
Negara kita tak memiliki Panglima Tertinggi sekarang.
Takkan ada Panglima Tertinggi,
jika Anda mundur sekarang.
Pak.
Bicaralah dengan duta besar Jepang.
Jika masalah kapal ini tak tuntas sebelum pagi,
semua akan jadi lebih rumit.
Pasukan mereka sudah mengumumkan
bahwa perang di depan mata.
Besok pagi, bursa efek akan terguncang.
Warga negara asing di negara ini akan mencari tiket pulang.
Jika terjadi, kita tak bisa menenangkan rakyat.
Waktu kita tak banyak, Pak.
Anda masih menganggap
bahwa Anda tak memenuhi syarat?
Aku tak meminta Anda melaksanakan kekuasaan presiden.
Melainkan tanggung jawab warga negara.
Anda terpilih sebagai Presiden Interim
berdasarkan...
Konstitusi negara ini.
Anda tidak lelah?
Ini takkan lama.
Baik.
Silakan.
DUTA BESAR JEPANG UNTUK KOREA KENTO KIMURA
Perdana Menteri Aso menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya.
Sayangnya, Anda tidak datang
untuk menyampaikan belasungkawa.
Anda dipanggil karena Kapal Sawagiri
telah memasuki perairan Korea.
"Kami tidak memasuki perairan Korea.
Ini tindakan membela diri."
"Tindakan membela diri"?
KOMANDAN CFC BROWN BELL
Warga negara Korea yang terhormat,
Dokdo adalah wilayah kita.
Dokdo adalah wilayah historis yang pertama ditarik
oleh Jepang di masa penjarahan.
Ia ditaklukkan oleh Jepang
dalam Perang Rusia-Jepang...
"Pidato Kenegaraan."
"Pidato Darurat."
"Pidato."
PEMBUKAAN MASYARAKAT TERHORMAT
PIDATO PERTAMA DI GEDUNG BIRU
Untuk pidato kenegaraan pertama ini, menurutku sangat penting
meredam kegelisahan finansial mereka.
Namun, jika tidak dilakukan dengan benar,
aku malah menambah kegelisahan mereka.
Jadi, kupikir...
Hei, Kim Nam-wook!
- Ya, Pak. - Berani kau mendengkur
di depan presiden?
Ini caramu memprotes?
Kau mau mengatakan sudah muak dengan pak tua ini?
Tidak, Pak.
Pekerjaanku kemarin sangat banyak,
jadi, aku tak bisa mendengar hikmat...
- Apa katamu? - Hikmat...
- Maksudku, hikmat... - Katakan dengan jelas.
Perkataan hikmat Anda.
- Lagi. - Perkataan hikmat, Pak.
- Kau yakin? - Ya, Pak.
Astaga.
Tak masalah.
Baik. Aku akan reset kameranya.
- Baik. - Kita tidak mau itu terekam.
Astaga.
- Sulit, ya? - Tidak, Pak.
Maaf.
Aku...
- Ini. - Tak perlu.
Begini...
Kudengar kau menyiapkan pidato kenegaraan.
Sebagai penanggung jawab pidato, aku sendiri yang menulisnya.
Tak perlu cemas, Pak.
Baik.
Halo.
Pak Han memintaku memastikan Anda merasa nyaman.
Anda mau tidur? Perlu kusiapkan ranjang?
Tidak, terima kasih. Tak perlu.
Baiklah.
Terima kasih.
Aku dan staf Gedung Biru
akan mengurus segalanya.
Yang perlu Anda lakukan, Pak,
adalah duduk di sana.
Dengan begitu, setidaknya negara bisa melaksanakan perintah konstitusi.
Ini aku. Bagaimana Si-jin?
Apa kata dokter?
Ada pendarahan internal di otaknya,
tetapi mereka berhasil menghentikannya.
Sekarang,
kita menunggu Si-jin kembali siuman.
Aku menyimpan ikat rambut Si-jin.
Dia akan mencarinya saat siuman.
Katakan aku akan memberikannya saat dia menemuiku,
agar dia cepat siuman dan kemari.
Si-jin akan baik-baik saja.
Aku akan mencemaskannya.
Banyak hal lain yang harus kau cemaskan sekarang.
Kita tak bisa pulang untuk sementara.
Maaf aku membuatmu melalui ini.
Kau pikir aku keberatan?
Kau...
Kau bisa saja di sana saat kejadian itu.
Paling tidak...
kita masih bersama.
Benarkah
satu kapal selam Korea Utara menghilang?
SS KAPAL SELAM 1 KELAS ROMEO
Sebuah kapal selam kelas Romeo Korea Utara
yang meninggalkan Pangkalan Shinpo sembilan hari lalu
- masih belum kembali. - Kapal selam
kelas Romeo dari Shinpo belum kembali.
Kapal selam itu dibuat untuk membawa hulu ledak nuklir.
Mereka mengiklankan teknologi kelas atas mereka.
Pak Han, kapal selam yang hilang itu adalah pertanda jelas
bahwa ada peningkatan pasukan.
Ini jelas-jelas provokasi perang.
Sekarang kau mengerti
kenapa Jepang mengirim Aegis ke Laut Timur?
...kenapa Jepang mengirim Aegis ke Laut Timur?
Mestinya diskusikan dengan kami dahulu
jika Jepang adalah sekutu kami.
Kau mencemaskan Korea Passing?
Kau mencemaskan Korea Passing?
Korea Selatan gagal melindungi Presidennya sendiri.
Buat apa Jepang membahas
keamanan nasional dengan negara begitu?
Korea Selatan gagal melindungi Presidennya sendiri.
Buat apa Jepang membahas keamanan nasional dengan negara begitu?
Kau bercanda...
Kita harus menerapkan DEFCON dua...
- Permisi, Komandan. - Biarkan dia bicara.
Di seluruh Semenanjung Korea.
Ini membutuhkan perintah
dari Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Korea.
Maksudmu,
kau mau turut bersiap untuk perang?
Sejak Gedung Majelis Nasional kalian dihancurkan, Pak.
Aku yakin Semenanjung Korea sudah...
Pak.
Waktu serangan sudah berlalu.
Mana Presiden Park?
Haruskah kita umumkan DEFCON dua?
Jika benar kapal selam Korut ke selatan, ya.
Ini gila.
Ini yang diinginkan pihak garis keras Amerika.
Coba pikirkan.
Bagi Presiden Reynold, provokasi dari Korut adalah bencana.
Pemilu ulang sudah dekat.
Pasti dia memilih aksi militer paling agresif
untuk buktikan mereka tak kalah dari Korea Utara.
Lebih dari keinginan pihak garis keras.
DEFCON diumumkan hanya dua kali dalam sejarah Korea.
Insiden pembunuhan kapak Panmunjeom di 1978
dan pengeboman Yangon pada 1963.
Agar pasukan AS mengendalikan situasi
andai tentara Korea balas menyerang.
Di atas DEFCON Tiga,
wewenang operasi jatuh ke Komandan Pasukan Gabungan.
Sekarang sama.
AS ingin memiliki kendali atas Korea.
Terlalu berbahaya saat ada ketegangan antara Korut dan Korsel.
Sambungan langsungnya masih diam?
Tidak bisa dihubungi.
Juga tidak ada respons untuk faksimile yang kita kirim.
Sama halnya dengan saluran komunikasi militer.
Mereka tak mengirim atau menerima transmisi darat dan laut.
Mereka menolak bicara.
Mereka seperti remaja, mengunci pintu kamar saat ada sesuatu.
Jika benar kapal selam itu bergerak ke selatan,
maka bisa saja sudah ada di depan Pangkalan AL Jinhae.
Jangan asal menyimpulkan.
Dari sudut pandang Korut, penempatan Aegis Jepang
adalah provokasi Korea Selatan-AS-Jepang. Bagi Korut,
menolak komunikasi adalah opsi protes terkuat.
Juni tahun 1996, pembicaraan level menteri antara kedua Korea
dan...
perang pertama di Baengnyeong.
Juni tahun 2010, KTT Inter-Korea
dan ledakan Kapal Perang Asan.
Maret tahun 2012,
Perjanjian KTT Inter-Korea,
dan perang kedua di Baengnyeong pecah.
Hari ini,
tanggal 4 Maret 2019,
Gedung Majelis Nasional,
pembunuhan Presiden
dan pejabat pemerintahan.
Tidak paham juga?
Korea Utara selalu mengejek Kebijakan Sinar Matahari.
Selalu dengan metode sama.
Kalian masih mau percaya
- mereka bisa berkomunikasi? - Kami tak asal percaya.
Kami tahu.
Kami tahu mereka butuh beras
seperti kita butuh perdamaian.
Perdamaian tak bisa diminta dengan uang.
Ia harus dilindungi dengan darahmu.
Konsep keamanan amatir dan fantasi unifikasi kalian
mengorbankan bosmu.
Militer kehilangan
Panglima Tertinggi.
Tak ada waktu, Presiden Park.
Setujui pengumuman DEFCON dua.
DEFCON dua...
Kau yakin Korea Utara sedang bersiap untuk perang?
Anda pikir musuh akan memberi tahu dengan jelas?
Jika kita takut Korut,
itu bukan karena nuklir atau rudal mereka.
Itu berarti kita takkan pernah bisa mengenal mereka.
Seperti kapal selam itu.
Kau dapat informasi kapal selam itu, 'kan?
Apa faktanya? Benar ia ke selatan?
Apa itu provokasi, latihan, atau...
Apa pun itu tak ada bedanya.
Apa?
Kau tahu kenapa pemerintah kita jadi begini?
Itu...
Karena presiden yang sombong itu membuat militer kita
dan badan intelijenmu tak berdaya demi perdamaian.
Aku tak mau kembali ke masa-masa itu.
Bukan begitu?
Aku menentang ini.
Begitu Presiden Park setuju dengan DEFCON dua,
kepemimpinan negara ini jatuh ke militer dan intelijen
karena berarti kita dalam kuasi-perang.
Setelah itu mustahil memulihkan kekuasaan, Pak.
Kau masih muda.
Kau punya kekuatan untuk memikirkan masa depan.
Mestinya kau ke rumah sakit atau izin sakit.
Belum terlambat.
Kau pikir aku bisa ke rumah sakit?
Itu tak tahu malu.
Ini sangat tidak adil. Aku tak tahan.
Tiap langkah selama dua tahun ini untuk mencapai pakta damai
sangatlah sulit.
Kita cemas membuat AS marah
dan menenangkan Korut yang lancang.
Kita tak pernah makan dengan tenang bersama keluarga
atau berlibur.
Kita bekerja begitu keras untuk mencapai ini.
Bagaimana bisa semua jadi sia-sia begini?
Kita masih...
punya waktu.
Kita harus secepatnya mencari tahu situasi di Korut.
Entah memakai intelijen dari Tiongkok
atau negara ketiga.
Pak Ko.
Bisa hubungkan aku langsung
tanpa melalui NIS?
Baik.
Hubungi Chunchugwan dan terbitkan embargo pers.
Begitu masyarakat mulai panik,
kita mungkin tak punya pilihan lain.
Mari kita...
pikirkan satu hal sekarang.
Perdamaian Semenanjung Korea...
adalah pekerjaan Presiden yang belum tuntas.
Kapal selamnya, Pak.
Menurut Anda, Korea Utara bersiap untuk menyerang?
Ia tidak tertangkap radar atau citra satelit,
artinya ia di dalam air selama ini.
Mungkin ia mengincar Pangkalan AL Jinhae?
- Kalau begitu... - Sekarang,
paling tidak mereka sudah menaikkan periskopnya.
Jika pergi dari Shinpo pada 24 Februari
dengan kecepatan rata-rata 15 knot...
Sudah sembilan hari, jadi...
Bagaimana memasukkan oksigen ke kapal selam?
Mereka pasti punya oksigen cair yang mudah menguap, bukan?
Ya.
Jika ini mesin diesel, mereka memakai baterai litium.
Apa pendapatmu?
Itu...
Pak.
Ya?
Aku... kuliah ilmu budaya.
Begitu.
Apa itu begitu sulit dipahami?
Ini Korea Utara.
Meski kelaparan,
mereka akan suruh semua kapal nelayan
membuat kapal selam.
Kenapa membicarakan jurusan kuliah?
Apa katamu?
Aku bicara dengan Pak Park.
Bukan, kapal nelayan.
Kau bilang mereka suruh semua kapal nelayan.
Jelas. Lantas kenapa tak ada kapal nelayan
padahal ini musim ikan?
Kau yakin? Ada bukti?
Datamu bisa diandalkan?
Aku lahir dan besar di sana.
Di sana, meski orang baru menyebar abu ayahnya di laut,
dia harus mencari ikan esoknya karena itu nafkahnya.
Pak Kim adalah pembelot Korea Utara yang dipilih Presiden Yang
melalui rekrutmen khusus untuk jadi penulis pidato.
Bu Jeong.
Aku butuh bantuan.
Buka jalan.
Bagaimana perasaanmu?
Kau tak apa? Aku akan berusaha menolongmu.
Dokter, bagaimana dia?
Dia kehilangan banyak darah.
Kami akan berusaha menolongmu.
Maaf.
Bu Yun. Tentang wawancara pers,
kau ingin pemotretan atau diwawancarai dahulu?
Para wartawan menunggu.
Aku akan menyalakan ponselku saat pergi dari sini.
Jika aku melihat satu pun fotoku di sini
di TV, Internet, atau koran mana pun,
kau dipecat.
Tidak. Pasti sakit sekali...
Jangan buat mereka berdiri di sini.
Beri makan dan suruh mereka pulang.
- Bisa kubantu? - Bar kaki lima tak terima kartu kredit.
Kau baik-baik saja?
Astaga.
Ya.
Kau akan baik-baik saja.
Dia sudah berusaha.
Dia mau membuatmu lebih banyak diliput
dan membawa semua reporter dari Gedung Majelis Nasional.
Ada pengeboman saat pidato kenegaraan
di Gedung Majelis Nasional yang kuboikot.
Itu saja sudah menghalangiku terbebas dari tanggung jawab moral.
Korban luka ada di lobi
karena IGD penuh. Beraninya dia datang membawa kamera?
Kau pikir publik akan bersimpati?
Aku yakin dia hanya ingin menunjukkan
kau politikus pertama yang datang ke lokasi.
Bukan cuma stasiun TV yang punya kamera sekarang.
Kemarilah.
Tolong bantu.
Minggir!
Di mana yang paling sakit?
#YUN CHAN-GYEONG
Bertahanlah.
#KEPEMIMPINAN HEBAT ANGGOTA DEWAN PERTAMA YANG HADIR
Mana yang paling sakit?
Sepertinya kepalamu cedera parah.
Bisa tolong kemari?
Sebentar.
Kau tak apa?
Bisa panggilkan dokter?
- Cepat... - Halo?
Apa?
Ke Gedung Biru.
Baik.
Maaf lama menunggu.
Tak masalah. Kita dalam masa darurat.
Silakan duduk.
Jadi, duta besar Jepang sudah dipanggil?
Kudengar, Komandan Pasukan Gabungan juga tadi kemari.
Apa yang terjadi, Pak Han?
Kata siapa?
Reporter atau staf Gedung Biru?
Apa itu penting?
Aku takkan memanfaatkan ini untuk menyerang Presiden.
Lagi pula, pemerintahan Presiden Yang berakhir hari ini.
Kebijakan Sinar Matahari yang begitu kau puja
- juga ikut berakhir. - Bu Yun.
Korea tak ada presiden, perdana menteri,
atau Ketua Majelis Nasional sekarang.
Aku bukan hanya pemimpin partai oposisi.
Aku perwakilan
dari Majelis Nasional. Bukan, Rakyat.
Aku tak bisa dikecualikan
dalam situasi yang melibatkan keamanan nasional.
Aku akan berbagi tanggung jawab.
Aku menyarankan partai kita berkoalisi.
Sepertinya kau menyuruh kami menyerah.
Terima kasih karena cepat tangkap.
Meski Presiden telah tiada,
kita punya Presiden Interim,
dan sampai pemilihan berikut,
ini masih pemerintahan Yang Jin-man.
Kami bertanggung jawab atas keamanan negara ini.
Kami akan terus menjalankan tanggung jawab itu.
Ini bulan Maret.
Malam masih panjang.
Jika ternyata benar
kapal selam Korea Utara ke selatan,
aku yakin rakyat
tak mau menunggu 60 hari masa jabatan Presiden Interim.
Maukah mereka serahkan hidup dan harta mereka
kepada Presiden Interim yang tak punya riwayat karier politik
atau soal keamanan nasional selain wajib militernya?
Di situasi kuasi-perang seperti sekarang?
Malam ini
akan sangat panjang bagimu.
YEOMINGWAN 1
Ini data ekosistem laut di pantai timur.
EKOSISTEM LAUT DAN RACUN LITIUM
Kami menemukan ikan yang keracunan litium di Laut Timur.
Laporan ini diterima kementerian pada 2 Maret.
Itu setelah kapal selamnya hilang.
Litium.
Litium.
Litium.
Litium.
Baterai litium.
Itu sumber daya kapal selam Korea Utara.
Kapal nelayan hilang,
ikan keracunan litium, kapal selam dengan baterai litium.
Kau mengerti apa artinya?
Bu Jeong?
Permisi.
Bagaimana intelijen Tiongkok?
Ada pergantian massal baru-baru ini.
Jadi, akan agak sulit.
Berapa lama waktu kita?
Komandan Brown ingin kita umumkan DEFCON dua
sebelum fajar.
Kau berencana
menyetujui DEFCON dua?
Apa yang terjadi
jika kapal selam itu hanyut di luar wilayah kita?
Bagaimana jika kapal selam itu hanyut ke wilayah kita karena rusak?
Benarkah itu?
Apa sumber informasinya?
Itu masih...
sebuah teori. Aku harus mengecek beberapa hal.
Jadi,
kau akan membahayakan nyawa dan keselamatan rakyat
dengan suatu ketidakpastian yang belum dikonfirmasi?
Ia meninggalkan Shinpo pada 24 Februari.
Jika melaju dengan 15 knot per jam, karena ini sudah sembilan hari,
ia sudah ada di wilayah kita. Mungkin di sini.
Citra satelit terakhirnya di atas air
adalah 2 Maret.
Jadi, oksigen di kapal selam ini setelah 69 jam...
Hentikan.
Jika mau membicarakan
data dan etika ilmuwan, berhentilah.
Ini bukan kampus atau laboratorium
tempat kerja Anda sebelumnya.
Keluarga mereka menunggu.
Keluarga awak kapal selam ini
pasti menunggu mereka.
Tak satu pun dari mereka pernah membayangkan
hari mereka pergi adalah hari terakhir.
Waktu terbaik menyelamatkan mereka sudah hampir habis.
Mereka punya 69 jam untuk bernapas dengan oksigen di sana,
dan itu hampir habis.
Aku tanya satu hal.
Bagaimana kalau
kapal selamnya tak hanyut
dan memasuki wilayah kita?
Kalau begitu,
mereka hanya musuh kita yang dapat mengancam
keselamatan lima juta jiwa.
Apa aku salah?
Berikan persetujuan
untuk DEFCON dua.
- Pak Han... - Anda sudah janji
untuk membiarkanku dan staf Gedung Biru
menangani semua yang terjadi di sini.
Aku
tak mau mempertaruhkan
keamanan negara ini.
Apa Presiden Interim sudah tiba?
Anda akan melaksanakan permintaan Pak Han?
Aku tak punya pilihan.
Bukankah Anda berpikiran kapal selam itu hanyut?
Saat ini,
itu hanya hipotesis yang belum terbukti.
Itu bukan data.
Tidak. Aku saja.
Biasakan diri Anda.
Ini protokol.
Itu agak berlebihan.
Baik.
Terima kasih.
Aku diberi tahu
bahwa administrator protokol ibarat lampu lalu lintas.
"Republik Korea
masih baik-baik saja.
Jadi,
tak seorang pun bisa melecehkan kita."
Aku pasti ingin
menyampaikan sinyal itu melalui Anda, Pak Presiden.
Maafkan aku
jika Anda jadi tidak nyaman.
Itu ungkapan yang bagus,
bahwa administrator protokol ibarat lampu lalu lintas.
Kepala Protokol Kepresidenan
selalu mengatakan itu.
Apa aku sudah menemuinya?
Dia menemani Presiden Yang
di Gedung Majelis Nasional.
Dia pergi menggantikanku...
karena aku mau ke Panmunjom.
Hari ini,
kita berdiri di sini
karena kebetulan selamat.
Karena sudah tua.
Pak Choi.
- Tidak... - Tidak, kumohon.
Kenapa kau tega meninggalkan kami seperti ini?
HIDUPLAH KEMBALI
TOLONG TEMUKAN SAUDARAKU, DAE-HYUN
CEPAT PULANG!
Tolong kembalikan dia kepada kami.
Tidak. Tolong jangan pergi.
KAU PERGI TERLALU CEPAT. AKU CINTA KAU.
Ada orang di sana?
Ada yang dengar aku? Tolong jawab!
Ada yang selamat?
Ada?
Kau mendengarku?
Menurutmu, bagaimana peluangnya?
Untuk korban selamat di situasi ini. Apa kau punya statistik
atau sampel negara lain?
Aku tak mau percaya pada kemungkinan,
tapi pada mukjizat.
Kudengar, Direktur NIS masuk daftar korban jiwa.
Hidup sungguh tak terduga.
Jika pidato biasa oleh Presiden,
Direktur NIS tak perlu hadir.
Dia baru memutuskan hadir kemarin pagi
karena itu soal Pakta Perdamaian Inter-Korea.
Aku mau minta bantuan.
Itu bukan bantuan.
Itu tindakan ilegal.
Jadi, kau memintaku
mengunduh daftar orang yang ditemui dan dihubungi Agen Kim
sebelum ke Gedung Majelis Nasional
dan kegiatannya.
Kau tahu apa istilahnya dalam dua kata?
Pengamatan ilegal.
Kau hidup di abad berapa?
Aku tak melakukan apa pun yang kuno.
Kim Jun-o adalah agen di Tim Dua Spionase.
Dia tak punya alasan menghadiri pidato kenegaraan.
Namun, dia hadir waktu itu,
dan naik kereta, alih-alih mengemudi,
dan dia sendirian.
Aku hanya ingin tahu alasannya.
Aku juga ingin tahu alasannya.
Kenapa kau melaporkan langsung tanpa sepengetahuanku?
Na-gyeong, dalam urusan yang mendesak seperti ini,
lebih baik menyatukan saluran.
Jika kau melapor ke atasanku tanpa melalui aku...
Aku baru mau memberitahumu.
Begitu? Kalau begitu, silakan beri tahu aku.
Korea Utara bertingkah aneh.
Apa yang baru dari itu?
Kau mau bilang matahari terbit di timur?
Mereka selalu bertingkah aneh.
Lihat ini. Apa ini normal?
Terlalu tenang.
Mereka terlalu tenang
atas asumsi bahwa ini perbuatan Korea Utara.
Tak satu pun diplomat di negara lain meminta keluarga mereka
berlindung atau pulang ke negeri asal.
Keamanan di perbatasan Tiongkok tidak ditingkatkan,
juga tak ada aktivitas mencurigakan yang terdeteksi.
Kau sendiri yang bilang
bom di TKP adalah buatan Korea Utara.
Itu bom gagal.
Bagaimana kalau seseorang merancangnya untuk membuat kita...
mencurigai Korea Utara?
Siapa yang mau melakukannya?
Pak Presiden Interim,
Anda harus menyetujui DEFCON dua.
Apa Anda menyetujui DEFCON dua?
Apa yang terjadi setelahnya?
Ada serangan hidung berdarah. Itu perintah dari Washington.
Hidung berdarah. Keputusan Washington.
FASILITAS NUKLIR UTAMA KOREA UTARA
Ini disebut Strategi Hidung Berdarah.
Ini serangan awal terbatas dan presisi
untuk menunjukkan keunggulan kekuatan militer
dan mengintimidasi mereka.
SIMULASI PENGEBOMAN KOREA UTARA
Pak Presiden Interim.
Sebagai Panglima Tertinggi militer Republik Korea...
Sebagai Panglima Tertinggi militer Republik Korea...
SINUIJU, PYONGYANG, LOKASI PREDIKSI
- Pak? - Ini aneh.
Dia mengatakan ini aneh.
Kapal selamnya ke selatan,
alih-alih melindungi wilayah,
kita mau menyerang fasilitas nuklir Korea Utara?
Kita melumpuhkan fasilitas nuklir mereka,
agar Korea Utara tak memprovokasi lagi.
Ini hanya salah satu opsi.
Ini takkan memengaruhi Korsel.
Jika mereka bisa berpikir logis,
mereka takkan memicu perang berskala penuh
melawan Amerika Serikat.
Jadi, maksudmu,
ini hanya akan berhasil dengan asumsi
bahwa Korea Utara logis dan rasional.
Menurutmu Korea Utara seperti itu,
Jenderal Lee?
Entah Korea Utara logis atau tidak,
faktanya, ada kapal selam Korea Utara
di perairan Korea Selatan.
Anda harus menyetujui DEFCON dua.
Setujui peningkatan ke DEFCON dua.
Kapal selam Korut
mungkin tidak memasuki wilayah kita.
- Tunggu. - Kami tahu
ekosistem laut di sepanjang rutenya tercemar oleh litium.
Besar kemungkinan mereka hanyut karena kerusakan baterai.
Bisa Anda buktikan?
Bagaimana orang bisa membuktikannya?
Bagaimana bisa dibuktikan
bila tak tertangkap satelit atau sonar?
Kecuali Korut mengakuinya,
kita tak bisa membuktikannya.
Kalau begitu, kita tak punya pilihan.
Korea Utara yang harus memastikannya.
Tidak cara lain. Itu harus dipastikan oleh Korea Utara.
Tindakan Anda ini bertentangan langsung terhadap perintah Washington.
Ini melawan Washington.
Anda membahayakan persekutuan ini berdasarkan dugaan semata.
Anda membahayakan persekutuan Korea-AS karena dugaan.
Aku wajib memberi tahu Washington apa yang terjadi di sini.
Aku wajib melaporkan...
Lalu kami akan mengikuti apa pun perintah Presiden Reynold.
Kami akan menuruti Presiden Reynold.
Tunggu. Komandan.
Sampaikan ini.
Jangan ada satu kata pun yang luput.
Presiden Interim
melaksanakan tugasnya dengan baik sebagai Panglima Tertinggi Republik Korea.
Kami punya wewenang di masa damai.
Pak Presiden Interim memenuhi tugas
sebagai Panglima Tertinggi Republik Korea
dan mereka punya wewenang di masa damai.
Saat kau melewati pintu itu,
hanya kau yang meragukan
persekutuan Korea-AS.
Saat kau melewati pintu itu, Komandan,
hanya kau yang meragukan persekutuan Korea-AS.
Aku bisa beri waktu,
tetapi jika kau tak bisa buktikan kapal selam ini hanyut,
segera umumkan DEFCON dua,
dan sejak saat itu,
operasi militer masa perang
akan berada di tangan Komandan Pasukan Gabungan Korea-AS.
Pak.
Korea Utara menutup semua saluran komunikasi.
Anda tahu mereka tak merespons
baik di saluran komunikasi dan sambungan langsung.
Kenapa mereka matikan sambungan langsung
jika kapal selam mereka benar hanyut?
Mereka miskin, tetapi punya harga diri.
Korea Utara bisa bertahan selama ini
karena harga diri mereka di pertahanan nasional
seperti teknologi nuklir dan senjata perang.
Mereka mungkin tak mau seluruh dunia tahu
kapal selam yang paling mereka banggakan ternyata hanyut karena cacat,
khususnya oleh Korsel dan AS.
Kalau begitu, kita tak bisa apa-apa.
Korut takkan tiba-tiba membuang harga diri dan mengakuinya.
REPUBLIK RAKYAT DEMOKRATIK KOREA REPUBLIK KOREA, GEDUNG BIRU
Pak.
Bukankah Anda mengatakan ada cacat di kapal selam itu?
Kenapa Anda beri tahu Korea Utara kapal itu hanyut setelah menabrak karang?
Ada yang bilang...
bahwa mereka miskin,
tetapi bukan berarti tak punya harga diri.
Sekarang,
kita hanya perlu menunggu
balasan Korea Utara melalui sambungan langsung?
"Setelah komunikasi lewat faksimile atau telepon,
harus dibalas via panggilan langsung antarpimpinan dalam 10 menit."
Itu aturan operasional sambungan langsung antara kedua Korea.
Jika tak ada balasan dalam 10 menit,
kita bisa berasumsi Korea Utara tidak berniat
berkomunikasi dengan Korea Selatan.
Ini takkan berhasil. Kurasa kita butuh rencana lain.
Mana Pak Han?
Penyelamatan maritim?
Ya, Korea Utara meminta tim penyelamat dari Tiongkok dan Rusia,
tetapi tak berjalan lancar.
Begitu.
Berarti benar,
kapal selam itu hanyut.
Terima kasih.
Pak Presiden Interim.
Saatnya menepati janji Anda.
Ada yang perlu kusampaikan.
- Ya? - Kapal selam itu...
Pak Han!
Pak Han!
- Dia pingsan. - Penjaga!
Penjaga!
Pak Han.
Sadarlah.
- Sadarlah, Pak Han! - Darurat!
Angkat dia.
Pak Han.
Astaga.
Minggir.
Pak Han.
Waktu Anda habis.
Putuskan itu.
Aku...
menyetujuinya.
Aku menginisiasi...
DEFCON dua...
di Semenanjung Korea.
DEFCON dua diumumkan ke seluruh militer.
DEFCON dua diumumkan ke seluruh militer!
DEFCON telah diumumkan.
Semua pasukan siap berperang.
Berangkat!
Apa?
Pak Presiden.
Korea Utara memerintahkan Siaga Perang Level dua.
Aku tahu.
Siapkan mereka sekarang.
Baik.
Hubungi Washington
dan tingkatkan ke DEFCON satu.
Ke Washington, DEFCON satu.
Hidung Berdarah.
Saatnya memakai strategi itu.
Saatnya memakai Hidung Berdarah.
Setuju.
Ini Gedung Biru.
Pak Presiden harus menjawab.
Aku Presiden Interim,
Park Mu-jin.
Kau bilang punya koordinat lokasi kapal selam kami saat ini?
BATALKAN SIAGA PERANG LEVEL DUA
Bisakah kau membatalkan
Siaga Perang Level Dua?
Setelah itu, baru kuberi tahu.
Korsel lebih dahulu melanggar perjanjian gencatan senjata.
Kau memanggil Pasukan Jepang
dan bersiaga perang dengan AS.
Itu perbuatan Korsel, bukan kami.
Kenapa kami yang harus mencabut status siaga perang dahulu?
Apa karena AS?
Karena mereka punya wewenang masa perang, bukan Korsel?
TAK ADA NEGOSIASI TANPA JAWABAN
Itu karena...
kita bukan AS.
AS tak menginginkan perdamaian di Semenanjung Korea
seperti kita.
Awak kapal selam itu masih hidup,
tetapi peluangnya akan hilang jika kau menunggu.
Bukankah negara wajib menyelamatkan nyawa warganya?
Hari ini,
kami gagal melakukannya.
Namun, peluangmu masih ada.
Lihat!
Pesawat tempur Korea Utara bergerak!
Apa kubilang?
Mereka memakai percakapan ini untuk mencurangi kita.
Kita beri Korea Utara waktu untuk menyerang kita!
Tidak, itu tak benar.
Pesawat tempur itu terbang kembali.
Pesawat tempur yang mengarah ke Garis Demarkasi
berbalik arah dan pulang!
Baiklah, bagus. Korea Utara
sudah mencabut siaga perang.
Presiden Park... Tolong.
Baik, tentu saja.
Ini koordinat hanyutnya kapal selam itu.
Pak.
Tolong turunkan status kita ke DEFCON empat.
Kini situasi kita di DEFCON empat.
Saatnya menepati janji Anda.
"Turunkan ke DEFCON empat."
"Saatnya menepati janji Anda."
Bisa bawa Armada Sawagiri pergi dari perairan Korea?
"Tolong bawa Armada Sawagiri."
Ayo.
Ini hanya kram.
SINUIJU
PERDAMAIAN DAN KEMAKMURAN
Sudah dikirim ke NDFC?
Foto dan video ledakan bisa membantu,
tetapi aku ragu itu ada. Ya, kita tak pernah tahu.
Mereka bisa menemukan petunjuk di salah satu alat ini.
Entah apa saja yang bisa dipulihkan oleh Forensik.
Sudah ada persetujuan dari semua keluarga korban?
Beberapa orang hilang belum dipastikan tewas atau hidup.
Aku akan selesaikan di sini, dan mengirim bukti ke NDFC.
Kalian harus sarapan.
Kau yakin?
Ayo. Sampai jumpa.
MEMANGGIL JUN-O
NA-GYEONG
NA-GYEONG
Tunggu, 880717.
Selamat ulang tahun, Na-gyeong
Selamat ulang tahun
Kalau begitu, 121225.
Baiklah, 190330.
Lihat.
PERNIKAHAN KIM JUN-O HAN NA-GYEONG
Hei, 122937 Han Na-gyeong!
Benar, 122937.
NA-GYEONG
AKU MENUJU TKP. HUBUNGI AKU.
Benar.
Akhirnya kau masuk rumah sakit.
Benar.
Entah aku harus lega atau cemas,
tetapi kau dirawat tepat waktu,
dan mencegah infarktus otak.
Gunakan kesempatan ini untuk rehat beberapa hari.
Dokter bilang hindari kelelahan dan stres.
Itu tak mungkin di Gedung Biru.
Itu tak mungkin sebelum aku mati.
Kenapa? Apa lagi sekarang?
Pak Han.
Hubungi Presiden Park.
Aku harus menemuinya.
Untungnya, teori kapal selam tenggelam itu
terbukti benar.
Terima kasih.
Aku tak pernah menduga
kau memihakku di depan Komandan Bell.
Seorang yang masih hijau di politik yang sebagian besar bekerja
di kampus seumur hidupnya
akan membahayakan persekutuan Korea Selatan dan AS.
Aku tak bisa diam saja melihatnya.
Orang paling berbahaya di bungker hari ini
bukan Komandan Bell atau Jenderal Lee.
Park Mu-jin...
sang Presiden Interim.
Anda orangnya.
Bagaimana kalau
Korea Utara terus menolak menjawab sambungan langsung?
Apa yang akan Anda lakukan?
Pernahkah Anda memikirkan
apa yang bisa terjadi?
Presiden tak butuh orang yang akan jadi pahlawan
dan menyelamatkan dunia secara kebetulan.
Jangan berasumsi
Anda akan selalu beruntung.
Ini hari terakhir
keberuntungan memihak Anda.
KEPADA PRESIDEN INTERIM PARK MU-JIN
Republik Rakyat Demokratik Korea
telah berhasil menyelamatkan seluruh awak
dari kapal selam itu.
Awak dengan jumlah anggota 28 orang
telah pulang dengan selamat pada keluarga mereka.
Sebagai sesama kompatriot, aku menyampaikan belasungkawa terdalam
terhadap tragedi kelam kalian.
REPUBLIK RAKYAT DEMOKRATIK KOREA
Halo?
Si-jin sudah sadar!
Hasil tesnya juga aman.
Kau sudah tak perlu cemas.
Ayah.
Hei, ini Si-jin?
Ayah menyimpan ikat rambutku?
Ayah?
Kenapa diam saja?
Ya.
Ayah?
Aku merindukan Ayah.
Baik, Nak...
Pak?
Ini...
Benar.
Begitu lebih baik.
Tentu saja.
PRESIDEN REPUBLIK KOREA
Warga Korea yang terhormat, selamat siang.
Saya Presiden Interim,
Park Mu-jin.
Bukan tak menginginkan kekuasaan.
Presiden Park hanya tak pernah dapat kesempatan.
Masihkah Anda tetap sama bahkan setelah melihat
dunia menuruti Anda?
Kau bilang kekuasaan?
Itu tak ada hubungannya denganku.
Para pengebom itu
memicu ledakannya memakai jaringan kabel Internet gedung.
Ada aksi kekerasan di Distrik Bogil.
Aku berencana memenuhi tanggung jawab kewarganegaraanku
dan kembali menjadi akademisi setelah 60 hari.
Terjemahan subtitle oleh Christy Sugiarto
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.