Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Translate : Pesulap Bertopeng Twitter & Instagram : @PesulapBrtopeng
- Tangkap dia! - Ayo!
Bunuh dia!
Mau dapatin uang ghoib ? Baca di twitter ini = @BosGhoib
Yezi, kau sudah 2 bulan belum membayar sewaan.
Bos bilang, jika kau masih belum bayar silakan keluar dari sini!
Jangan khawatir. Ayahku punya banyak toko di Amerika.
Hanya saja sekarang aku masih belum bisa menghubunginya.
Lagipula, 2 hari lagi aku sudah gajian.
Yang kau bicarakan itu, aku sudah sering mendengarnya.
Akan kuberikan kau waktu 2 hari lagi.
Jika masih belum bayar juga, silakan keluar dari sini!
Terima kasih, Kak He.
- Apa yang kau inginkan? - Jangan takut.
Aku hanya mau keramas rambut saja.
Keramas apaan? Kami sudah tutup! Keluar kau!
Kenapa kau selalu mengikutiku?!
Aku butuh bantuanmu.
Namaku Le Zijun.
Kau sangat mirip dengan keponakanku, Le Rong.
Pada hari aku melihatmu, aku sangat terkejut.
Terus ada apa jika kami terlihat mirip?
- Dia sudah meninggal. - Meninggal?
Sudah 1 tahun ia meninggal.
Ibuku sedang sakit parah hampir 2 minggu.
Le Rong adalah satu-satunya cucu perempuannya.
Ibuku sangat menyayanginya.
Kami sekeluarga merahasiakan kematiannya.
Mengatakan ke ibuku kalau ia sedang belajar ke luar negeri.
Terus apa hubungannya denganku?
Karena kau sangat mirip dengannya, tolong berpura-puralah menjadi Le Rong.
Apa?
Berpura-puralah jadi Le Rong, untuk hari-hari terakhir ibuku.
Hanya selama satu atau dua minggu saja kok.
Tentu saja kami akan membayarmu juga.
Hanya membantu orang tua, agar ia bisa beristirahat dengan tenang nanti.
Uh... Membantu orang itu adalah hal yang baik. Tapi...
Berpura-pura menjadi orang yang sudah meninggal itu tidak baik.
Apalagi aku harus bekerja juga. Kau juga tahu itu.
Aku tahu ini terlalu mendadak.
Silakan kau pertimbangkan dulu, nanti baru menghubungiku lagi.
Jumat nanti adalah hari ulang tahun ibuku yang ke-70.
Kuharap pada hari itu ibuku bisa melihatmu.
Ini adalah kartu namaku.
Apa yang terjadi?
Sia-sia tiap hari aku bekerja disini!
Bukankah ini adalah hari gajian kita?
Mimpi! Jangan dipikirin lagi! Bos sudah kabur! Ayo, kita pergi!
Translate : Pesulap Bertopeng Facebook : @Pesulap.Bertopeng.75
Kuberitahu. Aku membantumu, bukan karena uang ya. Kau tahu, kan?
Tentu saja.
Kau sudah mau membantuku, itu sudah membuktikan kau orang yang baik.
Ibuku pasti akan sangat bahagia ketika bertemu denganmu nanti.
- Biar kubantu kau. - Tidak perlu, terima kasih. Tidak perlu.
- Rumah kalian besar sekali! - Ya.
Keluargaku sangat baik dan ramah.
Ku yakin jika kau tinggal disini. Kau tidak akan mau pergi lagi.
- Berikan padaku. - Tidak apa-apa. Biar aku saja.
Terima kasih.
- Le Rong. - Ya, aku tahu.
Perkenalkan. Ini adalah Yezi.
Paman, Bibi. Dan ini adalah pacarku, Nana.
Salam kenal semuanya.
Mirip sekali!
Bonekamu lucu sekali. Bolehkah memberikannya untukku?
Tidak boleh ya? Tidak masalah. Aku hanya bercanda saja kok.
Apakah ini keponakanku?
Benar-benar mirip sekali.
Apakah benar aku bisa membohongi nenek?
Tidak masalah. Ibuku katarak.
Penglihatannya hanya tersisa 30% saja di mata kirinya.
Kamu tenang saja dan tinggal disini. Tidak masalah.
Eh, beritahu aku. Kau ingin makan apa?
Aku akan masakin. Dijamin kau akan suka.
Oh, ia... Apakah orang tuamu tahu tentang masalah ini? Mereka ada dimana?
Mereka adalah pebisnis. Mereka banyak uang kok.
Ayo, kita bertemu dengan nenek.
Bu, coba lihat siapa yang pulang ini?
Nenek. Aku sudah kembali.
Kau sudah kembali.
Le Rong. Akhirnya kau kembali.
Bagus sekali kau sudah kembali. Bagus sekali kau sudah kembali.
Bu, Le Rong sudah capek sekali setelah berjam-jam di pesawat.
Biarkan dia beristirahat dulu. Besok baru bicara lagi.
Baiklah... Jangan lupa makan. Jangan biarkan bayi kecilku ini kelelahan.
Baiklah, Nek. Kau juga beristirahatlah.
Aku baik-baik saja. Aku baik-baik saja.
Nenek.
Ini adalah kamar Le Rong. Sekarang kau akan tinggal disini.
Di kamar orang yang sudah meninggal?
Sebenarnya ini bagus juga. Rapi dan nyaman. Kalian sungguh baik.
Nenek selalu bilang, setiap hari kami harus selalu membersihkan kamarmu.
Sudah kuberitahu. Keluargaku itu orangnya baik-baik.
Istirahatlah dengan baik-baik disini dan biasakanlah dengan identitas barumu itu.
Besok ulang tahunnya nenek. Kita harus merayakannya.
Baiklah, aku akan melakukannya.
Aku juga tidak tahu apa yang kakakmu pikirkan.
Jangan banyak bicara lagi. Masak saja.
Aku percaya dengan kakakku.
Benarkah itu tidak masalah?
Hidupnya tinggal beberapa hari lagi.
Dia bilang, tidak akan pernah memberikan rumah ini untuk kita.
Sekarang tanah ini sudah sangat mahal.
Selama kita bisa menjualnya, semuanya akan baik-baik saja.
Kapan kau masuk kesini?
Aku... Aku hanya minum air saja.
Keluar.
Keluar!
Mau dapatin uang ghoib ? Baca di twitter ini = @BosGhoib
Sebelah sini...
Pelan-pelan, Bu.
- Sebelah sini. - Ya, ya...
- Apakah semua keluarga sudah berkumpul? - Sudah.
Bagus. Hari ini adalah ulang tahunku. Dan Le Rong sudah kembali juga.
Mari kita minum sedikit untuk merayakannya.
Bu, dengan kondisi kesehatanmu itu sebaiknya kau jangan minum.
Hari ini aku sangat bahagia. Aku ingin meminumnya sedikit.
Baiklah, hari ini adalah ulang tahunnya ibu. Kau begitu bahagia minumlah sedikit.
Nih.
Bu, sehat selalu!
Dan panjang umur!
Mari, bersulang!
- Baiklah, mari kita makan semuanya. - Ya.
- Le Rong, ambilkan sedikit lauk untuk nenekmu. - Baiklah.
- Nek, makanlah daging ini. - Baiklah.
- Nenek! - Ibu!
- Nenek, kau kenapa? - Apa yang kubilang?
- Nenek! - Kau tidak apa-apa, Bu?
- Nenek! - Bu! Kau tidak apa-apa?
Tolong bawa ibu kembali ke kamarnya.
Jangan kemari!
Siapa itu?
Paman, umurmu sudah berapa? Usil sekali.
Ada apa?
Tadi ketika aku mau pergi mandi. Kenapa kau menakutiku?
Aku...
Bagaimana bisa aku menakutimu? Aku daritadi ada disini.
Barusan kau masih berlari cukup cepat. Kenapa sekarang kau berpura-pura?
Kau bilang apa?
Aku berpura-pura?
Kau pikir ini juga berpura-purakah?
Apakah ini kelihatan seperti sedang berpura-pura?
Apakah kau mau dia memurunkan celananya untuk kau lihat kakinya?
Kalian sekeluarga sudah gila!
Bagaimana kondisi ibuku?
Ketika Zijun pergi, dia bilang baik-baik saja. Biarkan dia beristirahat dulu.
Kemarin aku...
Apakah pekerjaan Zijun sangat sibuk?
Akhir-akhir ini dia sering bekerja lembur di rumah sakit.
Jangan khawatir. Ketika dia tidak ada disini. Kami akan menjagamu dengan baik-baik juga.
jika butuh sesuatu, beri tahu aku.
Kau sangat mirip dengan Le Rong.
Saat Zijun pergi dia menyuruh kami untuk menjagamu dengan baik-baik.
Kami sekeluarga, sangat menyayangi Le Rong.
Nana.
Di keluarga ini, yang paling kakakku sayangi pasti adalah Le Rong.
Aku sudah kenyang. Kalian pelan-pelan saja.
Jangan coba merebut Zijun dariku.
Kenapa kau lakukan ini?
Bukan aku yang melakukannya.
Jelas-jelas aku melihatmu memegang pisau dan keluar dari kamarku.
- Kau masih tidak mau ngaku? - Bukan aku yang melakukannya.
Ada apa ini?
Lihat apa yang dilakukannya!
Sebelumnya aku tidak mau memberikan ini untuknya! Sekarang dia merusaknya seperti begini!
Jika ini yang kau lakukan, akui saja!
Maaf, ketika aku masuk untuk mengambil pisaunya. Aku tidak sengaja merusaknya.
- Tidak sengaja? Kenapa kau bisa begitu! - Aku tidak sengaja.
- Kenapa kau bisa begitu ceroboh? - Zijun, aku sungguh tidak sengaja melakukannya.
Aku... akan mengantikannya dengan yang baru, oke?
Terserah!
Apakah aku tidak boleh minum?
Sini, biar aku yang cuci.
- Aku tidak mau lagi. - Apa?
Aku tidak mau berpura-pura menjadi Le Rong lagi.
Jangan terlalu dimasukin ke hati soal boneka yang tadi. Kondisi nenek...
Bukan masalah itu.
- Sepertinya semalam aku... aku... - Apa?
- Sepertinya aku melihat hantu. - Melihat hantu?
Aku melihat seorang anak kecil, sepertinya kurang dari 10 tahun
mengenakan seragam sekolah keluar dari dalam lemari.
Kemudian di dalam lemarinya aku benar-benar melihat ada seragam sekolahnya.
Tempat ini ada di antah berantah.
Sangat mudah untuk berhalusinasi yang tidak-tidak.
Tapi aku benar-benar melihatnya!
Ada apa?
Semenjak nenek melihatmu dia sangat bahagia.
Kuharap kau bisa tinggal beberapa hari lagi.
Nenek bahagia. Tetapi, aku tidak bahagia.
Aku yang membawamu pulang. Aku akan menjagamu. Jangan khawatir.
Kau dengar juga?
Zijun, nenek batuknya parah sekali sampai memuntahkan banyak darah.
Bu, kau baik-baik saja? Apakah sudah merasa baikan?
Kebanyakan minum...
Apa? Dia tidak terlalu banyak meminumnya.
Bukankah kakakku sudah bilang, dia hanya kebanyakan cairan di tubuhnya saja?
Aku sudah memberinya obat, setelah beristirahat dia akan baik-baik saja.
Aku baik-baik saja. Kalian keluar dulu.
Aku ingin mengatakan sesuatu kepada Le Rong.
Hanya kalian berdua sajakah?
Apakah yang tadi kukatakan itu tidak jelas?
Bu... jangan marah. Kami akan segera keluar.
Ada apa nek?
Le Rong...
Le Rong, buka kotak ini dan keluarkanlah dokumen yang ada di dalamnya.
Ini dokumen apa, nek?
Ini adalah surat wasiatku.
Aku tahu, hidupku sudah tidak lama lagi.
Rumah ini sudah menjadi tempat tinggal kami selama 6 generasi.
Seharusnya ayahmu yang mewarisinya.
Tapi sekarang, dia sudah tidak bersama dengan kita lagi.
Jadi, aku mewariskannya untukmu.
Di dalam surat wasiat ini aku sudah menulisnya dengan sangat jelas.
Nenek.
Apakah kau tahu?
Di dunia ini, yang paling aku khawatirkan itu...
adalah kau.
Kau sudah pergi selama setahun. Sekarang kau sudah kembali.
Bagus sekali kau sudah kembali.
Lega sekali, akhirnya nenek sudah mengatakan semuanya padamu.
Setelah nenek meninggal nanti.
- Aku akan menjagamu dari atas sana. - Nenek.
Karena kau adalah orang yang paling aku sayangi.
Anak bodoh. Jangan nangis. Jangan menangis lagi.
Apa yang nenek katakan padamu?
Apakah ada memberikanmu sesuatu?
Dia hanya mengatakan beberapa hal saja.
Tidak memberikanku apapun.
Kau pikir dia akan memberikanku apa?
Sudah lama nenek tidak bertemu denganmu. Kupikir dia akan memberikanmu hadiah.
Indah sekali disini.
Ya, cantik sekali.
Jadi, aku telah memutuskan untuk tidak pergi.
Kenapa? Kau sudah berubah pikiran?
Nenek sangat bahagia bertemu dengan Le Rong lagi.
Lagipula aku juga dapat merasakan nenek sangat menyayangi Le Rong.
Aku tidak mau membuatnya sedih.
- Kau gadis yang baik hati. - Heh, Tentu saja.
Oh ia, bukankah kau bilang, Le Rong sudah meninggal satu tahun yang lalu?
Bagaimana dia meninggalnya?
Meninggal karena tenggelam.
Waktu itu dia sedang memancing di danau ini.
Lalu tiba-tiba ada badai. Dia terjatuh ke dalam air. Dan meninggal.
Bagaimana dengan kedua orang tuanya?
Mereka berdua sudah meninggal dalam sebuah kecelakaan.
Kasihan sekali.
Nih, ada beberapa obat disini.
setiap hari setelah makan kau harus meminum satu obat ini.
Setelah itu kau tidak akan berhalusinasi lagi.
Obat? Kenapa aku harus meminum obat?
Oh, itu hanya obat penenang yang aman saja kok.
Bukankah kau ingin menemani nenek beberapa hari lagi?
Tapi... apa yang saya alami semalam itu sungguh nyata.
Itu bukan halusinasi.
Aku telah bertemu dengan roh-nya Le Rong.
Sepertinya ada sesuatu yang ingin dia sampaikan padaku.
Kau berhalusinasi lagi?
Baiklah, akan kulupakan.
Nak... apa yang kau lakukan disitu?
Translate : Pesulap Bertopeng Facebook : @Pesulap.Bertopeng.75
Kedepannya bisa tidak kau jangan terlalu banyak bicara?
Siapa yang banyak bicara? Bukankah ini masalah keluarga kita juga?
Apakah kau pikir yang kukatakan itu tidak penting?
Sudah kubilang jangan bawa dia kesini! Kau malah bersikeras membawanya!
Bukankah aku melakukannya untuk kebahagian ibu? Demi mewujudkan keinginannya?
Kau hanya membuat masalah saja! Kau sudah lupa, terakhir kali apa yang terjadi?
Sudahlah, bagaimana dengan rumah kita?
Tenang saja. Bagaimanapun, aku akan tetap membeli rumah di kota.
Tidak mungkin selamanya, aku mau tinggal di rumah jelek ini.
Darimana uangnya?
Tanpa rumah ini, dimana kita bisa mendapatkan uangnya?
Bagaimana jika ibumu bingung dan memberikan tempat ini ke gadis itu?
Itu tidak mungkin!
Jika ibuku benar-benar memberikannya
aku tidak akan menyerah begitu saja. Jika kau tidak percaya lihat saja nanti!
Le Rong!
Le Rong!
Kau ada dimana?
Aku ketakutan.
Nenek! Kau kenapa, nek? Nenek! Nenek!
Apakah kau baik-baik saja? Nenek!
Aku ketakutan.
Kau kenapa?
Le Rong, apakah itu kau?
Nenek, barusan di dalam aku melihat... seorang anak kecil.
Anak kecil? Anak kecil apa? Disini tidak ada anak kecil.
Le Rong, kau terlalu banyak pikiran. Dengarkan nenek, tidak ada apapun di sana.
Ini adalah obat yang Zijun berikan untukmu.
Kau akan merasa baikan setelah meminumnya.
Zijun sudah bilang, kau hanya kelelahan saja.
Lain kali jangan lupa minum obatnya, ya?
Aku pulang dulu. Tidurlah lebih awal. Jangan terlalu banyak pikiran.
8 November 2012. Aku terkena penyakit yang sangat serius.
Selama lebih dari sebulan, aku mengalami demam tinggi.
Ketika tersadar, kedua orangtuaku sudah menghilang.
Adikku, juga menghilang.
Orang di keluargaku tidak mengatakan apapun yang terjadi.
Tapi... mereka sangat tidak baik padaku.
Aku sangat takut.
7 April 2013. Hari ini ketika aku mau menuruni tangga,
paman mendorongku dengan sangat keras sampai aku terjatuh ke bawah.
Aku tidak tahu mengapa mereka begitu membenciku.
Kau dimana?
- 8 Juli 2013. - Keluar kau!
Mereka semakin membenciku.
Sepertinya mereka berniat untuk membunuhku.
Jangan bersembunyi lagi!
5 Juni 2013. Nana merusak boneka kesayanganku lagi.
14 September 2013.
Aku tahu kesabaran mereka sudah habis. Hari ini mereka mau meracuniku.
20 Oktober 2013.
Tangkap dia! Jangan biarkan dia kabur!
Hari ini adalah ulang tahunku. Tapi, mereka masih tetap memukuliku.
Ini adalah nasibku!
Mereka telah membunuh Le Rong.
Di dalam keluarga ini, tidak ada satupun orang yang baik.
Demi mendapatkan rumah ini mereka membunuhnya.
Apa yang kau bilang?
Aku sudah melihat Le Rong. Kulihat...
mereka telah membunuhnya. Keluarga ini telah membunuhnya.
- Kau sudah melihat Le Rong? - Aku juga tidak tahu.
Mungkin aku telah bertemu dengan roh-nya Le Rong.
Terlihat dengan sangat jelas apa yang telah ia alami.
Dialah yang membiarkan aku melihatnya.
Berkomunikasi dengan roh? Bagaimana mungkin? Sudahlah, jangan terlalu banyak pikiran.
- Aku juga tidak tahu. Mungkin saja... - Mungkin saja apa?
Mungkin aku adalah Le Rong!
Bagaimana mungkin?
Eh, kau jangan takut. Sekarang aku lagi sibuk.
Besok aku akan kembali lebih awal. Tapi, kau harus ingat...
Kau ada dimana? Jangan takut. Aku akan segera kembali mencarimu.
Tidak! Aku tidak mau disini lagi! Aku mau pulang! Aku mau pulang!
Yezi, kau baik-baik saja?
Mengapa kau mau mencoba menabrakku seperti begitu?
Bagaimana mungkin? Kami seharian berada di dalam rumah kok.
Benar. Seharian ini kami menonton TV bersama kok.
Aku jelas-jelas melihatnya!
Tidak mungkin! Mungkin kau telah salah melihatnya.
Aku tidak salah melihatnya! Itu dia! Itu dia!
- Kau pasti salah melihatnya. - Benar, kau pasti salah melihatnya.
Mungkin aku salah melihatnya.
Aku sudah capek. Kalian keluar dululah.
Istirahatlah dengan baik.
- Kau baik-baik saja? - Jangan sentuh aku!
Le Rong.
Microblog-nya Le Rong.
Ini siapa?
Dia adalah Le Yang, adiknya Le Rong.
Sekarang dia ada di mana?
Sudah meninggal satu tahun yang lalu.
Bagaimana meninggalnya?
Katakan padaku.
Apakah kau tidak berani mengatakannya?
Kecelakaan.
Lagi-lagi kecelakaan?
Semuanya meninggal karena kecelakaan?
- Jangan bicara sembarangan! - Aku tidak bicara sembarangan!
Sebelumnya aku ingin pergi. Tetapi kau tidak membiarkanku.
Niat jahat apa yang ingin kau lakukan?
Aku tidak punya niat jahat. Semua ini demi kebaikanmu. Kenapa kau tidak percaya denganku?
Aku tidak percaya denganmu! Aku tidak percaya dengan siapapun!
Aku tahu Le Rong meninggal bukan karena kecelakaan.
Kalian sekeluarga telah membunuhnya!
Apa kau bilang?
Sekarang, biar aku yang putuskan mau tetap tinggal disini atau tidak.
Kau pergilah.
Masih ada sesuatu yang ingin kulakukan.
Mau dapatin uang ghoib ? Baca di twitter ini = @BosGhoib
Satu orang...
Dua orang...
Tiga orang.
Ayah... Ibu...
Apakah itu kalian?
Le Yang... Apakah itu kau?
Akhirnya kalian datang juga.
Jangan khawatir.
Aku akan balaskan dendam untuk kalian.
Aku sudah memikirkannya semalaman.
Yezi semakin tak terkendali.
Tidak bisa jika terus begini.
Aku yang membawanya pulang. Masalah ini akan kuurus.
Jangan biarkan ibu tahu hal ini.
Aku tahu.
Apa yang kalian bicarakan? Apakah menyembunyikan sesuatu dariku?
- Bu. - Tidak ada masalah. Tidak ada masalah.
Kalian jangan membohongiku. Walaupun aku sudah tua,
di dalam hatiku masih tahu dengan cukup jelas apa yang ingin kalian lakukan.
Sini, Bu.
Eh, kenapa Le Rong tidak ada?
Cepat suruh dia datang untuk sarapan.
Nenek, paman, bibi, paman Zijun, Nana
lama tidak bertemu.
Lama tidak bertemu? Apa... Apa maksudmu?
Apakah kalian masih ingat dengan biola ini?
Apakah suara yang terdengar semalam itu bagus?
Adikku paling suka mendengarkannya.
Apa yang kau inginkan?
Besok adalah ulang tahunku. Persiapkan semuanya dengan baik-baik untukku.
Akhir-akhir ini sibuk. Jadi, aku lupa.
Lihat kau! Bagaimana bisa kau lupa tentang hal ini?
Ulang tahun apa? Bicarakan lagi jika besok kau masih bisa hidup!
Dasar tua bangka! Jangan coba menakutiku!
Mari kita lihat siapa yang bisa hidup sampai besok!
Kau! Kau!
Translate : Pesulap Bertopeng Twitter & Instagram : @PesulapBrtopeng
- Kau tidak mau makan? - Aku sudah makan di rumah sakit.
Sudah seharian dia tidak keluar.
Aku khawatir bagaimana jika nenek sudah memberikan rumah ini untuk gadis itu?
Sudah kubilang aku akan mengurus masalah ini.
Ini semua salahmu!
Sudah kubilang jangan membawanya kembali! Sekarang kau lihat!
Sudah cukup belum bicaranya?
Kenapa? Aku masih belum bicara tentangmu!
- Terus kau ada saran apa?! - Berhenti bertengkar!
Le Rong...
Le Rong...
Aku nenekmu.
Aku... ne...
Kalian dengar itu?
Bu!
Apa yang telah kau lakukan?
Surat wasiat nenek ada di tanganku.
Di mana itu?
Lihat! Lihat!
Kau telah membawa malapetaka untuk kita!
Buat apa kau memegang biola?
Apakah kau tidak akan berhenti sampai kau membunuh kita semuanya?
Apakah sekarang sudah boleh mengusirnya?
Kematian nenek, ini baru awalnya saja.
Kau sudah melakukan apa yang ingin kau lakukan.
Kita tidak usah bertemu lagi.
Kau mau membawaku kemana? Hentikan mobil ini!
Cepat hentikan mobilnya! Aku mau turun!
Apa yang kau lakukan?
Kau mau membunuhku juga?
- Hentikan mobilnya! - Lepaskan!
Makanannya...
Dimana kau?
Kau membuatku terluka dengan sangat parah!
Akan kubunuh kau!
Saat aku ingin kau tinggal. Kau ingin pergi.
Saat aku ingin kau pergi. Kau ingin tinggal.
Buka pintunya! Buka pintunya!
Sudah cukup.
Sekarang semuanya sudah jelas.
Aku adalah dokter psikiatermu.
Dan aku adalah pamanmu juga.
Adiknya ayahmu, Le Zijun.
Apakah kau tidak ingat? Le Rong.
Kau bilang apa?
Psikiater apa?
Satu tahun yang lalu. Ketika kau jatuh sakit
kau mengira semua orang di keluarga ini mau membunuhmu.
Ketika tersadar, kedua orangtuaku sudah menghilang. Adikku, juga menghilang.
Tapi semua itu benar!
Aku lihat sendiri mereka yang telah membunuhnya!
Bukan kami yang membunuh adikmu.
Kau hanya tidak bisa menerimanya.
Kau tidak bisa mengenali orang.
Kau selalu berhalusinasi.
Kau berhalusinasi tentang paman dan bibi yang demi merebut rumah ini mau membunuh keluargamu.
Tidak mungkin! Tidak mungkin!
Mereka mau meracuniku.
Dan kau adalah kaki tangannya.
Apa yang kau lakukan?
Aku tidak mengira delusimu, akan berubah menjadi tindak kekerasan.
Yezi adalah Le Rong.
Kau adalah Le Rong.
Yezi itu siapa?
Aku bukan Le Rong.
Namaku Zihan, Lin Zihan.
Zihan,
Jangan percaya dengannya! Dia akan membunuhmu!
Lihatlah dengan jelas! Kau adalah Le Rong!
- Minggir! - Zijun.
Kalian siapa?
Le Rong, aku akan menyembuhkanmu.
Awalnya aku tidak mau kau kembali lagi.
Zijun-lah yang terlalu menyayangimu.
Tidak mau kau hidup susah di luar sana lagi.
Membawa kau pulang agar bisa hidup lebih nyaman disini.
Dan... dan pamanmu itu...
kau telah melumpuhkan kakinya!
Lukanya Nana juga karena ulahmu! Kau mau kami bagaimana lagi?
Tak seorang pun dari kalian yang orang baik.
Aku akan kembali untuk balas dendam lagi!
Kalian semuanya harus mati!
Kali ini aku tidak akan melepaskannya!
Kak!
Mau dapatin uang ghoib ? Baca di twitter ini = @BosGhoib
Aku tidak mau kau kembali lagi!
Jia... Jiajia!
Kak!
- Zijun! - Kau baik-baik saja?
- Bagaimana? - Kak, kau baik-baik saja?
Translate : Pesulap Bertopeng Twitter & Instagram : @PesulapBrtopeng
Kak, jangan menyalahkan dirimu sendiri.
Polisi telah mencarinya selama 3 hari, tetapi tidak menemukan apapun.
Mungkin dia hanyut terseret arus.
Sangat tipis peluangnya untuk bertahan hidup.
Mungkin, dia hanya menghilang kayak yang terakhir saja.
Cuma kali ini dia tidak akan kembali lagi.
Le Rong bukan hanya sebagai keponakanku saja.
Tetapi juga sebagai pasienku.
Kondisinya benar-benar menyedihkan.
Apakah ini adalah salahku?
Jangan terlalu banyak berpikir.
Le Rong.
Mau dapatin uang ghoib ? Baca di twitter ini = @BosGhoib
Translate : Pesulap Bertopeng Twitter & Instagram : @PesulapBrtopeng
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.