All language subtitles for Drunken.Master.1978.Bluray-[drakor.in]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

500 tael emas untuk kematian Chen Kuo-Wei

Sobat

Berhentilah, jangan buang tenagamu

Kamu pasti Si Lengan Besi, juara Tinju Empat Penjuru

Chen Kuo-Wei?

Matamu jeli, lalu kamu siapa?

Aku Yen Tieh-hsin.

Jadi kau Si Kaki Halilintar

Yang terkenal di dunia persilatan dan belum terkalahkan

Begitulah

Dengar, aku dibayar datang ke sini untuk membunuhmu

Kita tak ada silang sengketa, siapa yang menyuruhmu?

Kubayar dua kali lipat untuk membunuhnya

Bisa saja, tapi membunuh itu ada aturan mainnya

Aku sudah dibayar duluan, jadi kubunuh kau lebih dulu

Kau harus mati / Jangan sombong

Aku juara Tinju Empat Penjuru, juga belum terkalahkan

Persetan dengan gelarmu

Bersiaplah ke neraka

้†‰ๆ‹ณ PENDEKAR MABUK

Perguruan Wong Kei-Ying

Kai Hsien!

Ada apa, Guru? / Aku mau keluar, awasi mereka

Serahkan padaku

Berhenti!

Kita tidak berlatih jurus itu hari ini

Mari kita berlatih 5 jurus hewan, yang sudah kuajarkan sebelumnya

Dia mengacau lagi

Kucing kaki tiga. / Tikus mata empat.

Bersiaplah

Harimau Naga

Harimau Kembar, Ular Mengintai

Macan Melihat Api

Bangau Putih Merentang Sayap

Tahan

Tanganmu terlalu lemah, kau harus lebih giat berlatih, paham?

Apa kau pikir ini lucu? mempermainkan gurumu

Baiklah, rasakan ini!

Bukan aku! / Siapa? katakan

Siapa?

Wong Fei-Hung. / Apa?

Wong Fei-Hung.

Meskipun Guru Wong Kei Ying itu ayahmu

Kau tidak seharusnya berulah di sini

Ini karena Kungfu yang kau ajarkan tidak berguna

Maksudmu Kungfu-ku buruk?

Tidak terlalu buruk, tapi lumayan buruk

Tunjukkan apanya yang salah dari jurusku

Lihatlah Macan Melihat Api-mu

Apanya yang salah?

Pertahananmu terlalu terbuka sangat mudah diserang lawan

Dan kuda-kudamu itu, hanya dengan sekali sapuan

Kau pun jatuh, benarkan kataku?

Diam! apa yang kalian tertawakan?

Jadi kau ingin menguji kungfu ku?

Kita bisa saling belajar, kalau kau berani?

Perbuatanmu tadi sudah keterlaluan, baiklah ini tidak bisa didiamkan

Pertahananmu terbuka lagi, Kau tahu itu?

Topimu!

Ini dia!

Gendut, tutup mulutmu!

Lihat! kaki kanan! Ular Mengintai!

Bajingan!

Wong Fei-Hung, kau sudah memberi Hsien pelajaran

Kami semua sangat senang

Dia terlalu sombong, aku tidak suka

Kau benar-benar sudah mengerjainya

Mantap sekali

Makanlah lebih banyak!

Bukan, maksudku gadis itu.

Tubuh yang sempurna, sangat aduhai

Berapa? / 30 sen.

Lumayan!

Aku rela berdagang 10 tahun demi dicium olehnya

Dicium itu gampang, aku bisa membuatnya memeluk dan menciumku

Tidak mungkin!

Berani taruhan? yang kalah traktir makan malam.

Setuju.

Dia cantik rupawan, dia takkan melirikmu sedikit pun

Baik, lihat saja nanti.

Perhatikan.

Dia mencari masalah

Yang ini cantik, coba dipakai dulu!

Maaf! / Mataku perih.

Ada yang bisa kubantu?

Ada yang masuk di mataku, tolong keluarkan nona, cepat!

Lebih keras.

Dia berhasil! / Kau lihat?

Terima kasih. Ular!

Jangan takut, akan kubunuh, jangan takut.

Cara yang jitu

Sebaiknya aku coba pada adikmu.

Apa katamu? adikku?

Berani-beraninya kau menyentuh putriku?

Menyentuhnya? dia yang memelukku duluan, dasar jalang.

Ibu!

Kau juga coba merayu putriku

Merayunya? siapa sudi merayu cewek jelek sepertinya.

Kau pikir dirimu tampan? saatnya memberimu pelajaran

Jadi kau mau berkelahi? rasakan ini!

Nenek tua itu hebat juga

Bantu aku kawan-kawan!

Kalian tidak berguna.

Kau hanya seorang nenek tua, jadi kubiarkan kau menang!

Aku pergi!

Matamu dimana?

Jalan seperti tukang mabuk

Batu giok antik

Tuan, mau beli?

Ini asli?

Tentu saja

Ini warisan keluarga, sebanding dengan harganya

Berapa? / 10 tael

Mahal sekali!

Memang segitu harganya

Hanya 10 sen?! tuan!

Tuan, giok itu harganya tidak murah. tolong kembalikan, hanya itu hartaku

Aku tidak menjual itu seharga 10 sen

Kalau begitu kembalikan uangku

Kembalikan giok-ku.

Tuan, kau pecahkan giok-ku! Tolong ganti!

Ganti? Terima ini!

Ayah...

Tolong ganti seikhlasnya / Tidak!

Ada apa?

Dia memecahkan giok-ku tapi menolak menggantinya.

Anjing, enyahlah.

Anjing, siapa maksudmu?

Kamu yang anjing!

Bayar bapak itu cepat!

Bayar? aku tidak tahu cara membayar

Sayang sekali kita bertemu di sini

Aku juga sedang mencari pelampiasan kekesalanku hari ini

Jadi aku akan mengajarimu cara membayar!

Bangun!

Mau membunuhku?

Kau nyaris membunuhku!

Jari-jariku nyaris terpotong

Ini uangmu, pergilah! / Terima kasih.

Mampus, mampuslah aku

Jangan takut, ini hanya sisi tumpulnya

Aku tidak berniat membunuhmu.

Belum saatnya!

Jangan...!

Ini nyaris saja.

Perhatikan kakimu.

Jatuh!

Tinju tak ada mata, pedang tak ada hati, kadang aku pun bisa meleset

Potong.. potong.. potong seperti daging!

Iris.. iris.. iris seperti timun!

Tumbuk.. tumbuk.. tumbuk seperti bawang

Untung aku bertemu denganmu, lega hatiku.

Kakak, lama tak jumpa kau masih terlihat bugar

Abangmu ini sudah tua

Keponakanku ini cantik sekali

Dia masih anak-anak, sedikit bodoh.

Fei-Hung dimana?

Dia pergi

Anak nakal itu selalu pergi dengan temannya, dia sudah besar

Kau takkan mengenalinya

Kali ini menginaplah lebih lama.

Fei-Hung, jangan pergi.

Temui bibi dan sepupumu

Kemarilah

Baik

Mati aku!

Sapa bibimu.

Bibi, sepupu.

Sepupu. / Fei-Hung.

kenapa lehermu?

Aku salah tidur

Salah tidur? sini aku bantu.

Tidak usah bibi / Ayo lemaskan saja

Bibi.

Ibu!

Sudah enakan?

Sudah.

Kakak

Fei-Hung nampak sangat pintar.

Dia memang panjang akal dan cerdik

Kakak, anda betul-betul ayah yang baik

Ya, aku sangat keras padanya

Pantas saja orang-orang memuji Fei-Hung begitu aku tiba di sini.

Benarkah? apa mereka bilang?

Putra Wong Kei-Ying sangat pintar.

Dia juga orang yang adil

Aku sangat bangga padanya. Kemari Nak.

Duduk.

Tapi banyak hidung belang di sini.

Benar.

Bahkan satu dari mereka melecehkan keponakanmu

Saat aku coba membantu, aku pun diserang.

Maksudmu kalian berdua diserang di kotaku sendiri

Kau masih mengenalinya?

Takkan bisa kulupa, tentu aku ingat

Bagus, mari kita cari dia

Akan kuajari dia sopan santun, Fei-Hung ikut aku.

Paman! tidak usah dicari.

Kenapa?

Orang itu ada di sini, di ruangan ini.

Siapa? dimana?

Dia tepat di sebelahmu, putramu Wong Fei-Hung

Kau

Kau

Kurang ajar!

Berlutut!

Ayah..

Bajingan!

Kau membuatku malu

Wong Kei-Ying!

Mati aku.

Wong Kei-Ying.

Guru Li, ada apa?

Aku mencari putramu

Kenapa?

Karena dia sangat biadab

Dia menyerang putraku tanpa sebab, mematahkan kaki, lengan dan kepalanya.

Dia benar-benar hancur, seperti telur busuk

Wong Kei-Ying! aku minta keadilan!

Biadab, kubunuh kau / Jangan ayah.

Kakak, itu tidak perlu

Ya!

Harus kubunuh, dia aib keluarga ini

Tidak baik seorang guru sepertimu, memukul putramu hingga mati.

Guru Li kesini bukan untuk melihatmu menghukum putramu.

Jika dia harus dihukum, Guru Li yang pantas menghukumnya

Hentikan dia.

Aku bertanggung jawab

Biar dia yang menghukumku

Pegang ini

Aku janji takkan melawan

Kau pikir itu lucu?

Wong Kei-Ying, apa pendapatmu?

Aku Wong Kei-Ying, mulai saat ini tidak mengakuinya

Dia bukan putraku lagi, lakukan apa yang kamu suka padanya.

Guru Li, aku ada usul

Biarkan Fei-hung diserang 10 jurus tanpa perlawanan.

10 jurus seharusnya cukup, bagaimana Guru Li, anda setuju?

Tidak perlu 10 jurus, 3 jurus pun cukup untuk mengalahkannya

Tuan Muda, aku akan membuatnya babak belur.

Tn. Chao, pastikan dia babak belur sepertiku.

Jurus 8 Dewa

Jurus itu sungguh mengagumkan

Ini baru permulaan!

Aku belum kalah!

Mau membuatku mandul?

Cukup!

Itu sudah 10 jurus, Tn. Chow.

Kau bilang 3 jurus bisa mengalahkanku

Gabungkan jurus bangau dan ular

Serang titik-titik lemahnya

Coba lagi Jurus 8 Dewa-mu

Bangau mencari ikan

Mengotori bajuku saja. Pegang ini!

Kau tidak menyesal tak membayar giok itu?

Ini aku! / Kau memukul tuanmu

Tuan muda, kau tidak apa-apa? / Tuan muda, kau baik-baik saja?

Tuan, kini aku babak belur sepertimu

Wong Kei-Ying,

Kali ini kau boleh saja menang tapi aku akan kembali.

Ayo pulang!

Awas kau!

Hati-hati, lekas

Urusan kita belum usai! / Jangan balik lagi!

Hati-hati

Datang dengan seorang cacat, pulang dengan 2 orang cacat.

Kau hebat dalam bertarung, kuberi jempol

Tapi kau tetap kuhukum! / Kakak.

Percuma memukuli dia hukum saja dengan berlatih Kungfu

Aku sudah lelah mengajarinya

Baik!

Mulai sekarang, kau dilarang keluar rumah.

Kita mulai dengan 5 jam latihan kuda-kuda.

Jangan bergerak.

Ini air yang baru saja mendidih

Sudah merasa nyaman sekarang?

Apa kakimu gemetar, atau keram? aku hanya kasihan denganmu.

Ayam kecil yang malang!

Kau merasa gatal? sini aku bantu

Hentikan! jangan menggelitikku

Aku hanya menuruti perintah. Ini ide ayahmu.

Beliau bilang, setiap mangkuk yang pecah hukumanmu ditambah 1 jam

Rasakan!

Guru, kau sudah kembali!

Kuda-kudanya terlihat sangat kokoh

Apa dia pernah istirahat? / Tidak, mataku selalu mengawasinya.

Sungguh?

Akhirnya ada kemajuan

Ya, tapi aku lelah sekali

Kau benar-benar lelah? / Ya.

Tapi kau menggunakan bangku 'kan? / Ya

Apa? bangku? coba kulihat! benar, ada bangku...

Keterlaluan, sempat-sempatnya kau menipuku

Lelah aku mengajarimu

Besok, akan kuminta pamanmu datang mengajarimu

Siapa?

Pengemis So.

To Tao, tolong aku!

Cepat!

Berlatih kung-fu terbalik ya?!

Aku sekarat! / Ini kubawakan bakpao

Aku ambilkan minum dulu.

Leherku!

Turunkan aku dulu, cepat

Ayo berdiri.

Kau turunkan aku cepat sekali.

Lepaskan talinya!

Makan ini.

Benarkah Pengemis So yang akan melatihmu?

Benar. / Kabar buruk untukmu.

Kenapa?

Kau tidak kenal siapa Pengemis So?

Katanya dia sangat kejam

Semua murid-muridnya lengan dan kakinya patah

Benarkah?

Benar sekali.

Nui adalah bekas muridnya, kau tahu apa yang terjadi padanya?

Apa?

Dia kehilangan giginya, rambutnya, dan hidungnya bengkok.

Sampai ayahnya tidak mengenalinya

Bajingan itu gemar menyiksa, dia benar-benar sadis

Aku harus bagaimana? / Pikir saja sendiri.

Kau harus membantuku, aku tidak tahu mau berbuat apa!

Lari! jalan satu-satunya! / Lari! jalan satu-satunya!

Matamu dimana?!

Kau harus lebih hati-hati!

Lekas pergi / Aku pergi dulu

"Rumah Makan Yue He"

Tuan, disini ada aneka kue.

Silakan duduk dulu.

Permisi, boleh aku duduk di sini?

Silakan saja

Kebetulan aku tidak suka makan sendiri

Makanan disini enak-enak

Semuanya terlihat gurih dan nikmat

Aroma yang sedap

Pesan apa tuan?

Kenapa sendiri? dimana Si Tua Shang?

Siapa itu? / Teruskan saja makanmu

Mau pesan apa pak?

Semangkuk sirip hiu sebagai pembuka

Maaf itu tidak ada / Sayang sekali

Ganti kaki kiri angsa panggang, ayam dan ikan kerapu rebus.

Maaf tidak ada ikan kerapu / Ikan lain saja

Juga kerang rebus dan mie udang, cepat

Dan anggur Shaoxing, cepat!

Anggur Shaoxing!

Selera makanmu besar sekali.

Makan banyak itu perlu agar tubuhku kuat!

Ini kaki kiri angsa, ayam

1 kendi anggur. / Terima kasih

Minumlah tidak perlu sungkan

Ini cobalah sedikit.

Makanlah!

Ayo makan tidak usah malu-malu.

Makanlah, tidak perlu sungkan

Bersulang

Silakan.

Ya.

Minum.

Kau pasti lapar sekali!

Maknyuss.

Kokinya pandai memasak, makanannya enak-enak, aku permisi dulu

Hari ini biar aku yang bayar, kau tidak usah menolak

Besok kamu yang bayar, aku pulang, hari ini aku yang bayar.

Selesaikan dulu makanmu, ya?

Sampai besok ya!

Hati-hati, sampai besok

Semuanya $ 1.05.

Aku dibayarkan.

Oya? siapa?

Orang tua di sana.

Kau kenal dia?

Dia ayahku.

Ayahmu?

Berapa banyak ayahmu?

Dia pemilik rumah makan ini, dan aku putranya.

Apa kau anak haramnya?

Kau hanya mau makan dan kabur? Lihat disana.

"BAYAR ATAU MATI!"

Aku hanya lupa membawa uang

Besok aku kembali dan melunasinya

"BAYAR ATAU MATI!"

Gorilla, hajar dia!

Cakar Harimau

Hentikan, mari kita bicara.

Hentikan.

Hajar terus sampai muntah.

Keluarkan semua makanan tadi.

Hajar!

Kaki angsa panggang, kaki kiri

dan ikan rebus.

Cukup.

Anggur Shaoxing juga.

Sekarang perutku kosong, aku lapar lagi

Hei cukup, apa kalian mau membunuh bocah ini?

Ini belum cukup, dia juga harus membersihkan jamban

Kau mau membunuhnya?

Terima kasih pak tua

Pak tua lancang kau ikut campur!

Lihat saja seberapa keras ototku

Tangkap!

Sekarang rasakan itu!

Ini kubersihkan wajahmu

Hajar!

Berhenti makan!

Kita teman 'kan? / Teman gundulmu.

Otot besi tapi otak dangkal.

Hentikan, ayo pergi!

Lewat sini

Pak tua

Aku penasaran dengan usiamu, se-tua ini, tapi kau masih kuat.

Itu harus

Aku harus kuat untuk bertahan hidup di usia ini.

Tapi lihat dirimu Kau lemah dan tak bertenaga

Hari ini aku sedang sial saja

Kalau aku tidak jatuh dan tertangkap

Aku bisa kalahkan mereka

Cari alasan saja

Oya aku lupa, Kenapa tidak kau bayar makananmu?

Panjang ceritanya. Oya Pak tua siapa namamu?

Namaku So.

Hei, namamu sama dengan orang yang mengacaukan hidupku.

Ini semua gara-gara dia!

Siapa? / Orang yang bernama Pengemis So.

Ayahku meminta dia untuk melatihku

Kau takut dengan dia?

Takut? tentu saja tidak!

Katanya dia itu licik, kasar dan kejam

Tapi aku tidak takut dengannya!

Jika bertemu dengannya, akan kuhajar dia

Jadi kau berani ya?

Oya asalmu dari mana?

Aku tidur dimana pun aku mau.

Jadi kamu gelandangan? / Orang-orang memanggilku pengemis.

Ternyata kamu pengemis?

Pengemis So?

Itu Julukanku.

Hampir saja, Untung lariku cepat

Kau tidak cukup cepat untuk lari dariku!

Aku menerima upah dari ayahmu, melatihmu adalah tugasku.

Berapa lama?

Satu hari? / Satu tahun

Mending aku mati!

Bagaimana jika aku membayarmu?

Tidak usah, aku suka melatih orang

Tua bangka keparat!

Leherku tercekik

Dasar tua bangka tolol

Kau hanya pengemis tua yang bertingkah seperti harimau

Kutunjukan padamu harimau sebenarnya

Itu jurus harimau apa?

Cakar harimau!

Aku masih disini!

Kung-fu mu lemah seperti menari

Jurus Bangau!

Paruh Bangau. Bangau Marah

Bangau memangsa Udang

Bangau terbang / Kenapa kepalamu?

Jarimu lebih kuat dari gigiku

Aku datang!

Kau mengagetkanku!

Kau memanjat untuk kabur?

Ini Jurus Monyet, bersiaplah

Siap untuk berlatih?

Jawab!

Hentikan, aku mau berlatih.

Baiklah tapi jangan terlalu keras melatihku

Turunkan aku! Aku belum mau mati

Pak Tua ini bukan berlatih kung-fu

Tapi kau hendak membunuhku

Semua yang berlatih kung-fu, harus berlatih caranya jatuh

Ini pelajaran pertamamu

Mau kabur?

Aku hanya mau pipis

Pipislah disana!

Dari kanan ke kiri

Dari belakang ke kanan

Dari belakang ke depan

Dari kiri ke kanan

Dari kanan ke depan

Kiri ke kanan, Kanan ke kiri.

Mana bisa selesai!

Kerjakan saja!

Ini penyiksaan. Baik!

Fei-Hung! Fei-Hung!

Selamat mandi, Tua bangka keparat!

Anak muda enyahlah

Apa kau tidak dengar? kau tuli?

Kau buta ya? aku sedang sibuk

Jangan main-main denganku, menyingkirlah!

Menyingkir? tempat ini milikmu? Bagaimana kalau aku menolak?

Sudah keras kepala, banyak omong pula

Kau harus kuajari sopan santun

Rasakan ini

Bagaimana rasanya?

Jangan senang dulu! aku belum siap. sekarang rasakan ini!

Ayo

Kung-Fu macam apa ini? siapa yang mengajarimu?

Siapa gurumu?

Ayahku yang mengajariku!

Berarti ayahmu bukan pendekar yang tangguh

Dia belum pantas menjadi lawanku

Sebaiknya kau berdua ayahmu melawanku

Lawan aku saja!

Duduk!

Bangun! Duduk!

Semua anjing harus patuh padaku.

Turun!

Pegang kasutku.

Oh

Aku bahkan tidak menggunakan tangan

Gunakan saja, aku tidak takut!

Sudah cukup?

Aku takkan berhenti sebelum menghabisimu!

Jangan kesini!

Sembunyi?

Rupanya kau sudah jadi pengecut

Aku bisa saja membunuhmu

Berlatih kung-fu di sisa umurmu pun kau takkan bisa untuk menandingiku

Membunuh orang kecil sepertimu

Hanya akan merusak nama besarku

merangkak di antara dua kakiku.

Lalu pulanglah ke kandangmu

Merangkak!

Tunggu!

Bukankah ini celanamu?

Berarti ayahmu bukan pendekar yang tangguh

Dia belum pantas menjadi lawanku

Aku bisa saja membunuhmu

Berlatih kung-fu di sisa umurmu pun kau takkan bisa untuk menandingiku

Membunuh orang kecil sepertimu

Hanya akan merusak nama besarku

merangkak di antara dua kakiku. lalu pulang ke kandangmu.

Merangkak!

Bodoh, anggur ini sangat mahal

Aromanya nikmat!

Guru nikmati saja anggurmu, biar kukeringkan jubahmu

Kenapa kau telanjang?

Jubahnya terbakar... / Terbakar!

Astaga, kau membakar jubah terbaikku

Punggungku!

Pergelanganku! / Pergelanganmu belum cukup kuat.

Makan sayuran lagi dan teh dingin.

Diam dan makan

Guru, kepalaku sakit

Makan makananmu

Kenapa?

Kau bahkan tak bisa menggunakan sumpit

Guru, aku sudah selesai

Cepat sekali.

Sekarang kosongkan dengan cangkir ini

Cepat.

Andai aku tahu akan dikosongkan lagi.

Mati aku

A Hung / Ya?

Pecahkan kenari ini untukku

Pecahkan seperti ini.

Sekarang cobalah.

Guru bukankah latihannya sudah cukup?

Guru ayo kita jalan-jalan?

Baiklah

Dibuka sekarang

Guru, kau hebat! / Tentu saja

Perhatikan baik-baik, dan pasang taruhanmu

Pak tua sebaiknya kau pergi

Pergi?

Bagaimana membeli anggur dengan uang sedikit?

Aku masih punya uang untuk bertaruh

Ayo pasang, percaya padaku pasang di sini

Ayo dibuka!

Lekas!

Lekas!

Buka!

Diam semua!

Kau hebat Guru, Kau menang lagi.

Hebat.

Pasang taruhan kalian, kita kaya dengan mudah

Kalian hanya beruntung.

Aku akan main denganmu

Satu putaran!

Satu putaran? Ini hari keberuntunganku

Ayo.

Pilih / Baik

Bukalah

Tidak ada di sini.

Kau pikir tanganmu lebih cepat? mataku lebih cepat.

Kau mau menipuku ya? / Jadi kau ini penipu.

Ada pamong praja, lekas kabur!

Dasar maling, Kembalikan dulu uangku!

Uangmu takkan kembali! Kau tidak kenal siapa aku?

Aku tidak peduli!

Kuberitahu siapa aku, aku adalah Si Kepala Besi

Kutunjukan kehebatanku

Hebat sekali!

Takut?

Botak!

Kembalikan uangku!

Tidak peduli siapa kamu! Kuhajar kau.

Aku peringatkan kamu, aku bisa menguburmu hari ini

Kau belum ingin mati 'kan?

Rasakan kepala besiku!

Guru, kepalanya keras sekali!

Gunakan otakmu!

Kau tidak bisa menahan kepala besiku!

Ini menyenangkan!

Bagus, sangat bagus

Kau pasti tidak menyangka tersangkut dalam celana

Palu besi melawan kepala besi?

Bagaimana rasanya?

Sakit sekali!

Guru, tanganku sakit

Dasar pemalas! / Tidak.

Tanganku rasanya mau patah

Anggurku habis, lekas kau beli di kota

Baik

KEDAI RU YI

Pelayan!

Mau pesan apa?

Anggur / Mau aku isi penuh?

Tidak, 3 gelas saja cukup

Tiga gelas?

Cepatlah, jangan berdiri saja.

Sialan, kemana perginya anak itu?

Sialan!

Itu dia!

Pak tua, kamu siapa?

Kau sendiri siapa?

Pak tua, pernah dengar Si Raja Tongkat?

Ya pernah, apa kau pernah mendengar Pengemis So?

Pengemis So?

Itu aku!

Ayo pulang!

Tunggu dulu, dia bukan Pengemis So

Apa? / Lihat.

Tangannya gemetar, dia pasti bukan Pengemis So yang asli

Kau pikir lucu? Aku tidak mudah ditipu

Aku tidak bohong, aku Pengemis So!

Guru.

Berikan anggurnya!

Ini air!

Bodoh ini akibat dari ulahmu

Guru!

Mereka beruntung! kalau bertemu lagi,

Kubunuh mereka, ayo pulang!

Jangan murung saja, makanlah!

Guru, semua salahku hingga kau dikalahkan

Nasib sial sedang menghampiriku

Aku sudah kenyang asam garam persilatan, tapi hari ini..

Aku belum pernah terhina seperti ini

Dia tidak lebih hebat darimu, kau hanya lemah tanpa anggur

Sekarang kau bicara begitu

Kalau saja kau mengajariku lebih baik, pasti kukalahkan orang itu

Maksudmu aku tidak mengajarimu dengan baik?

Kau hanya menyuruh ini itu dan mengajariku cara dipukuli.

Ayahmu Wong Kei-Ying adalah pendekar yang disegani

Kung Fu-nya adalah salah satu yang terbaik

Lalu kenapa beliau memintaku untuk mengajarimu?

Dia hanya ingin kau menyiksaku

Beliau memintaku karena dia tahu aku punya jurus rahasia

Apa itu?

Jurus 8 Dewa Mabuk

Apa hebatnya? aku sudah belajar Jurus Mabuk sejak dulu

Banyak orang yang bermohon untuk diajari jurus itu, tapi aku menolak

Jangan tertipu dengan langkah gontaiku ada kekuatan mematikan di dalamnya

Seperti lemah tetapi tidak, berpura-pura membuat lawan lengah.

Hebat bukan?

Kenapa tidak mengajariku sejak awal?

Tidakkah ayahmu mengajarimu bahwa latihan dasar itu penting?

Aku mengajarimu begini agar kau benar-benar siap

Kurasa kau sudah siap sekarang.

Sungguh?

Untuk mempelajari jurus ini sebaiknya kau minum dulu

Minumlah.

Sekali lagi.

Fei-Hung, apa kau belajar puisi?

Aku mempelajarinya di sekolah.

"Mari bersulang"

Jangan turunkan cangkirmu / Aku akan bernyanyi untukmu

Aku uji pendengaranmu

Harta dan tahta tiada guna, aku hanya ingin mabuk

Nak, cukup cukup

Orang arif dan bijaksana sudah terlupakan sejak berabad-abad

Hanya peminum hebat yang diingat

Hanya peminum hebat yang diingat

Shing Fung pembuat anggur terbaik

Prajurit Shien-Yang yang selalu muda

Raja pun tidak bisa menghentikan minumku

Mari bersulang untuk kapal kita yang karam

Dengan cangkir terangkat menyapa rembulan

Mengapa pandanganku berbayangan?

Anggur dituang di cangkir kaca

Letakkan cangkir itu, kuda-kuda perang menunggu

Kalah dalam perang, siapa yang akan mengingatku?

Siapa yang akan mengingatku?

Siapa yang akan mengingatku?

Dewa Lu, Pemabuk dengan tenaga dalam

Dewa Li, Pemabuk sakti berkaki pincang

Dewa Jun, Pemabuk dengan guci di tangan

Dewa Lan, Pemabuk dengan serangan kilat

Dewa Chan, Pemabuk dengan tendangan cepat

Dewa Tso, Pemabuk dengan kuncian leher

Dewa Han, Pemabuk dengan seruling sakti

Dewi Ho, pesolek dengan lenggok gemulai

Jangan bercanda, ini serius

Bukankah ini jurus untuk wanita?

Dia memang wanita tapi kuat, lihat aku!

Ikuti aku!

Terus berlatih!

Baik aku akan berlatih.

Latih lebih giat!

Ini untuk banci, aku tidak sudi

Wong Kei-Ying!

Kenapa kau hasut warga desa untuk tidak menjual tanahnya padaku

Apa maksudmu?

Apa karena masalahku dengan putramu?

Ini persoalan pribadi

Bereskan ini secepatnya

Aku tidak bertanggung jawab. apa maumu?

Apa mauku?

Tn. Li, kenapa kau membeli bukit itu?

Asal kau tahu saja

Kuburan tua di bukit itu menghantui kami sejak lama, sangat mengganggu.

Warga akan mendapat 20 tael per depa, itu harga yang besar

Lalu kau mengacaukannya

Maksudmu kau ingin membeli kuburan

Kau tidak percaya? ada kutukan yang menaungiku!

Dan itu harus dimusnahkan, aku punya 3 istri tanpa anak!

Aku sudah meminum banyak ramuan, tapi mereka tidak memberiku keturunan

Mungkin kamu yang sudah lemah syahwat

Kau tidak bisa membohongiku, Tn. Li.

Apa maksudmu?

Li Wan-Hao, kau hanya ingin mengeruk yang ada di bukit itu.

Apa itu?

Batubara / Batubara?

Bukit itu punya kandungan batubara

Kau diam-diam berserikat dengan perusahaan untuk meraih keuntungan

Kau bisa membodohi warga desa, tapi tidak denganku!

Karena kau sudah tahu, baiklah aku akui

Asal kau tidak ikut campur, kuberi kau 20% dari keuntungan

20%? kau mau menyogokku?

Li Wan-hao, bukit itu milik warga desa

Siapa pun tidak bisa merebutnya, Pergi dari sini!

Wong Kei-Ying, Kau berani melawanku

Sehebat apapun Kung Fu-mu, kau akan terima akibatnya!

1000 tael emas untuk kematian Wong Kei-Ying dari Fushan

Wong Kei-Ying?

Ulang Tahun Guru Hsu

Guru

Semuanya sudah siap? / Ya

Cepatlah, banyak tamu malam ini

Hei Guru Hsu.

Acara pemakaman ya?

Kau sudah gila ya? datang ke sini untuk dihajar?

Tempo hari belum cukup?

Aku kemari hanya untuk makan dan melemaskan jari.

Baik, kusiapkan untukmu / Guru, apa itu?

Rebung dan babi

Ambilkan tongkatku / Baik.

Babi?

Aku coba dulu

Benar, rasanya enak!

Guru.

Bersulang.

Wah gigimu tajam sekali menggigit mangkuk

Bagaimana?

Hati-hati, kawan. Pelan-pelan

Sudah kubilang pelan-pelan

Duduk yang manis!

Kentut untuk Raja Tongkat

Ini nama Anjing lapar makan tai

Tidak kena!

Enak ya?

Dia mabuk!

Guru pasti sangat senang

Guru, Raja Tongkat memberi kita anggur, cuma-cuma.

Guru

Guru

Guru

Guru

Fei-Hong, satu tahun telah berlalu

Ini saatnya bagi kita untuk berpisah

Aku sudah mengajarimu semua jurus-jurus kung fu

Perdalamlah sendiri, kuasai setiap jurusnya

Jadikan jurus 8 Dewa Mabuk sebagai dirimu

Alam adalah rumahku, tidak usah merindukan aku

Pulanglah

Ingat, aku akan ada saat kau membutuhkanku... Pengemis So

Guru

Guru!

Lebih tinggi!

Lebih tinggi! / Guru Wong!

Guru Wong... / Ada apa?

Guru Wong, Li dan anak buahnya menggali Bukit Kepala Banteng!

Benarkah?

Beritahu yang lain aku ke sana, lekas!

Lewat sini! cepat!

Wong Kei-Ying,

Keahlian Kung fu-mu sangat terkenal, aku memujimu

Siapa kamu? aku tidak mengenalmu Mengapa kamu menyerangku?

Aku Yen Tieh-hsin. Aku membunuh demi uang.

Bertemu lawan sebanding sepertimu aku tidak harus bersikap hormat.

Jadi kau pembunuh berdarah dingin yang menjual saudaranya sendiri

Benar.

Membunuh Wong Kei-Ying tidak semudah itu

Untuk itu tunjukkanlah kehebatanmu

Tangan adalah pintu, Kaki untuk menyerang.

30% tangan, sisanya serangan kaki

Wong Kei-Ying bersiaplah untuk mati

Guru.

Ayah, kau tidak apa-apa?

Anak setan, kau sudah kembali?

Ayah jangan khawatir, aku di sini

Orang yang kurang ajar denganmu, Akan berhadapan denganku!

Kau lagi?

Bagus, kau bisa membantu menguburkan ayahmu

Guru Wong, sayangnya kau memiliki putra yang tak bisa diharapkan

Jaga mulutmu atau kusumbat mulutmu!

Anak baik pergilah dari sini atau kau juga akan mati.

Omong kosong kau yang akan mati!

Baik, aku berbaik hati hari ini membunuh 2 orang untuk 1 harga

terserah!

Tunggu... tunggu aku.

Guru, kenapa kau ke sini?

Bagaimana mungkin Pengemis So melewatkan pertarungan hebat ini?

Pengemis So, ini bukan urusanmu, Enyah dari sini!

Kau salah, jelas ini urusanku

Tapi jangan takut, aku tidak akan melawanmu

Dia sudah cukup untuk melawanmu

Ayo minumlah dulu.

Guru, ini keras sekali. anggur apa ini?

Anggur San Pien.

Aku mabuk!

Aku Dewa Lu, pembauk dengan tenaga dalam.

Dewa Li!

Pemabuk berkaki pincang.

Dewa Lan!

Pemabuk dengan serangan kilat, Dewa Jun

Pemabuk dengan guci di tangan, Dewa Han!

Bagus, Jurus 8 Dewa Mabuk

Tenang, kau belum lihat semuanya

Dewa Han.

Pemabuk dengan seruling sakti

Boleh juga!

Serulingmu patah

Dewa Tso,

Pemabuk dengan kuncian... / Leher.

Kuhabisi kau lebih cepat

Tangan Tanpa Bayangan

Matamu jeli

Dewa Chan!

Dewa Chan-mu tidak berguna

Kemana jurus Dewi Ho?

Dewi Ho... Ho...

Tunggu!

Guru, aku tidak bisa / Apa?

Aku tidak mempelajarinya

Bisa kau ajar aku sekarang? / Terlambat!

Fei-Hung!

Yang tidak terlihat bisa dilihat, perhatikan bayangannya

Gabungkan 7 jurus mabuk, dan ciptakan Dewi Ho mu sendiri.

Ho? kau mau Dewi Ho? tentu

Ini namanya Janda Mencari Cinta

Janda Duduk di atas Jamban

Kau meleset!

Putri Berhias

Gadis Cantik Memandang Cermin

Ini jurus 8 Dewa Mabuk?

Kau pikir kau satu-satunya pendekar di sini.

Setiap orang punya gayanya sendiri meskipun belajar dari guru yang sama

Dewi Ho ingin minum. Ayo!

Diterjemahkan oleh : Fathir Agry & Agoesinema Kendari, 21 April 2019

FATHIR AGRY & AGOESINEMA Jackie Chan Collections

FATHIR AGRY & AGOESINEMA Jackie Chan Collections

FATHIR AGRY & AGOESINEMA Jackie Chan Collections

FATHIR AGRY & AGOESINEMA Jackie Chan Collections

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.