Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
500 tael emas untuk kematian Chen Kuo-Wei
Sobat
Berhentilah, jangan buang tenagamu
Kamu pasti Si Lengan Besi, juara Tinju Empat Penjuru
Chen Kuo-Wei?
Matamu jeli, lalu kamu siapa?
Aku Yen Tieh-hsin.
Jadi kau Si Kaki Halilintar
Yang terkenal di dunia persilatan dan belum terkalahkan
Begitulah
Dengar, aku dibayar datang ke sini untuk membunuhmu
Kita tak ada silang sengketa, siapa yang menyuruhmu?
Kubayar dua kali lipat untuk membunuhnya
Bisa saja, tapi membunuh itu ada aturan mainnya
Aku sudah dibayar duluan, jadi kubunuh kau lebih dulu
Kau harus mati / Jangan sombong
Aku juara Tinju Empat Penjuru, juga belum terkalahkan
Persetan dengan gelarmu
Bersiaplah ke neraka
้ๆณ PENDEKAR MABUK
Perguruan Wong Kei-Ying
Kai Hsien!
Ada apa, Guru? / Aku mau keluar, awasi mereka
Serahkan padaku
Berhenti!
Kita tidak berlatih jurus itu hari ini
Mari kita berlatih 5 jurus hewan, yang sudah kuajarkan sebelumnya
Dia mengacau lagi
Kucing kaki tiga. / Tikus mata empat.
Bersiaplah
Harimau Naga
Harimau Kembar, Ular Mengintai
Macan Melihat Api
Bangau Putih Merentang Sayap
Tahan
Tanganmu terlalu lemah, kau harus lebih giat berlatih, paham?
Apa kau pikir ini lucu? mempermainkan gurumu
Baiklah, rasakan ini!
Bukan aku! / Siapa? katakan
Siapa?
Wong Fei-Hung. / Apa?
Wong Fei-Hung.
Meskipun Guru Wong Kei Ying itu ayahmu
Kau tidak seharusnya berulah di sini
Ini karena Kungfu yang kau ajarkan tidak berguna
Maksudmu Kungfu-ku buruk?
Tidak terlalu buruk, tapi lumayan buruk
Tunjukkan apanya yang salah dari jurusku
Lihatlah Macan Melihat Api-mu
Apanya yang salah?
Pertahananmu terlalu terbuka sangat mudah diserang lawan
Dan kuda-kudamu itu, hanya dengan sekali sapuan
Kau pun jatuh, benarkan kataku?
Diam! apa yang kalian tertawakan?
Jadi kau ingin menguji kungfu ku?
Kita bisa saling belajar, kalau kau berani?
Perbuatanmu tadi sudah keterlaluan, baiklah ini tidak bisa didiamkan
Pertahananmu terbuka lagi, Kau tahu itu?
Topimu!
Ini dia!
Gendut, tutup mulutmu!
Lihat! kaki kanan! Ular Mengintai!
Bajingan!
Wong Fei-Hung, kau sudah memberi Hsien pelajaran
Kami semua sangat senang
Dia terlalu sombong, aku tidak suka
Kau benar-benar sudah mengerjainya
Mantap sekali
Makanlah lebih banyak!
Bukan, maksudku gadis itu.
Tubuh yang sempurna, sangat aduhai
Berapa? / 30 sen.
Lumayan!
Aku rela berdagang 10 tahun demi dicium olehnya
Dicium itu gampang, aku bisa membuatnya memeluk dan menciumku
Tidak mungkin!
Berani taruhan? yang kalah traktir makan malam.
Setuju.
Dia cantik rupawan, dia takkan melirikmu sedikit pun
Baik, lihat saja nanti.
Perhatikan.
Dia mencari masalah
Yang ini cantik, coba dipakai dulu!
Maaf! / Mataku perih.
Ada yang bisa kubantu?
Ada yang masuk di mataku, tolong keluarkan nona, cepat!
Lebih keras.
Dia berhasil! / Kau lihat?
Terima kasih. Ular!
Jangan takut, akan kubunuh, jangan takut.
Cara yang jitu
Sebaiknya aku coba pada adikmu.
Apa katamu? adikku?
Berani-beraninya kau menyentuh putriku?
Menyentuhnya? dia yang memelukku duluan, dasar jalang.
Ibu!
Kau juga coba merayu putriku
Merayunya? siapa sudi merayu cewek jelek sepertinya.
Kau pikir dirimu tampan? saatnya memberimu pelajaran
Jadi kau mau berkelahi? rasakan ini!
Nenek tua itu hebat juga
Bantu aku kawan-kawan!
Kalian tidak berguna.
Kau hanya seorang nenek tua, jadi kubiarkan kau menang!
Aku pergi!
Matamu dimana?
Jalan seperti tukang mabuk
Batu giok antik
Tuan, mau beli?
Ini asli?
Tentu saja
Ini warisan keluarga, sebanding dengan harganya
Berapa? / 10 tael
Mahal sekali!
Memang segitu harganya
Hanya 10 sen?! tuan!
Tuan, giok itu harganya tidak murah. tolong kembalikan, hanya itu hartaku
Aku tidak menjual itu seharga 10 sen
Kalau begitu kembalikan uangku
Kembalikan giok-ku.
Tuan, kau pecahkan giok-ku! Tolong ganti!
Ganti? Terima ini!
Ayah...
Tolong ganti seikhlasnya / Tidak!
Ada apa?
Dia memecahkan giok-ku tapi menolak menggantinya.
Anjing, enyahlah.
Anjing, siapa maksudmu?
Kamu yang anjing!
Bayar bapak itu cepat!
Bayar? aku tidak tahu cara membayar
Sayang sekali kita bertemu di sini
Aku juga sedang mencari pelampiasan kekesalanku hari ini
Jadi aku akan mengajarimu cara membayar!
Bangun!
Mau membunuhku?
Kau nyaris membunuhku!
Jari-jariku nyaris terpotong
Ini uangmu, pergilah! / Terima kasih.
Mampus, mampuslah aku
Jangan takut, ini hanya sisi tumpulnya
Aku tidak berniat membunuhmu.
Belum saatnya!
Jangan...!
Ini nyaris saja.
Perhatikan kakimu.
Jatuh!
Tinju tak ada mata, pedang tak ada hati, kadang aku pun bisa meleset
Potong.. potong.. potong seperti daging!
Iris.. iris.. iris seperti timun!
Tumbuk.. tumbuk.. tumbuk seperti bawang
Untung aku bertemu denganmu, lega hatiku.
Kakak, lama tak jumpa kau masih terlihat bugar
Abangmu ini sudah tua
Keponakanku ini cantik sekali
Dia masih anak-anak, sedikit bodoh.
Fei-Hung dimana?
Dia pergi
Anak nakal itu selalu pergi dengan temannya, dia sudah besar
Kau takkan mengenalinya
Kali ini menginaplah lebih lama.
Fei-Hung, jangan pergi.
Temui bibi dan sepupumu
Kemarilah
Baik
Mati aku!
Sapa bibimu.
Bibi, sepupu.
Sepupu. / Fei-Hung.
kenapa lehermu?
Aku salah tidur
Salah tidur? sini aku bantu.
Tidak usah bibi / Ayo lemaskan saja
Bibi.
Ibu!
Sudah enakan?
Sudah.
Kakak
Fei-Hung nampak sangat pintar.
Dia memang panjang akal dan cerdik
Kakak, anda betul-betul ayah yang baik
Ya, aku sangat keras padanya
Pantas saja orang-orang memuji Fei-Hung begitu aku tiba di sini.
Benarkah? apa mereka bilang?
Putra Wong Kei-Ying sangat pintar.
Dia juga orang yang adil
Aku sangat bangga padanya. Kemari Nak.
Duduk.
Tapi banyak hidung belang di sini.
Benar.
Bahkan satu dari mereka melecehkan keponakanmu
Saat aku coba membantu, aku pun diserang.
Maksudmu kalian berdua diserang di kotaku sendiri
Kau masih mengenalinya?
Takkan bisa kulupa, tentu aku ingat
Bagus, mari kita cari dia
Akan kuajari dia sopan santun, Fei-Hung ikut aku.
Paman! tidak usah dicari.
Kenapa?
Orang itu ada di sini, di ruangan ini.
Siapa? dimana?
Dia tepat di sebelahmu, putramu Wong Fei-Hung
Kau
Kau
Kurang ajar!
Berlutut!
Ayah..
Bajingan!
Kau membuatku malu
Wong Kei-Ying!
Mati aku.
Wong Kei-Ying.
Guru Li, ada apa?
Aku mencari putramu
Kenapa?
Karena dia sangat biadab
Dia menyerang putraku tanpa sebab, mematahkan kaki, lengan dan kepalanya.
Dia benar-benar hancur, seperti telur busuk
Wong Kei-Ying! aku minta keadilan!
Biadab, kubunuh kau / Jangan ayah.
Kakak, itu tidak perlu
Ya!
Harus kubunuh, dia aib keluarga ini
Tidak baik seorang guru sepertimu, memukul putramu hingga mati.
Guru Li kesini bukan untuk melihatmu menghukum putramu.
Jika dia harus dihukum, Guru Li yang pantas menghukumnya
Hentikan dia.
Aku bertanggung jawab
Biar dia yang menghukumku
Pegang ini
Aku janji takkan melawan
Kau pikir itu lucu?
Wong Kei-Ying, apa pendapatmu?
Aku Wong Kei-Ying, mulai saat ini tidak mengakuinya
Dia bukan putraku lagi, lakukan apa yang kamu suka padanya.
Guru Li, aku ada usul
Biarkan Fei-hung diserang 10 jurus tanpa perlawanan.
10 jurus seharusnya cukup, bagaimana Guru Li, anda setuju?
Tidak perlu 10 jurus, 3 jurus pun cukup untuk mengalahkannya
Tuan Muda, aku akan membuatnya babak belur.
Tn. Chao, pastikan dia babak belur sepertiku.
Jurus 8 Dewa
Jurus itu sungguh mengagumkan
Ini baru permulaan!
Aku belum kalah!
Mau membuatku mandul?
Cukup!
Itu sudah 10 jurus, Tn. Chow.
Kau bilang 3 jurus bisa mengalahkanku
Gabungkan jurus bangau dan ular
Serang titik-titik lemahnya
Coba lagi Jurus 8 Dewa-mu
Bangau mencari ikan
Mengotori bajuku saja. Pegang ini!
Kau tidak menyesal tak membayar giok itu?
Ini aku! / Kau memukul tuanmu
Tuan muda, kau tidak apa-apa? / Tuan muda, kau baik-baik saja?
Tuan, kini aku babak belur sepertimu
Wong Kei-Ying,
Kali ini kau boleh saja menang tapi aku akan kembali.
Ayo pulang!
Awas kau!
Hati-hati, lekas
Urusan kita belum usai! / Jangan balik lagi!
Hati-hati
Datang dengan seorang cacat, pulang dengan 2 orang cacat.
Kau hebat dalam bertarung, kuberi jempol
Tapi kau tetap kuhukum! / Kakak.
Percuma memukuli dia hukum saja dengan berlatih Kungfu
Aku sudah lelah mengajarinya
Baik!
Mulai sekarang, kau dilarang keluar rumah.
Kita mulai dengan 5 jam latihan kuda-kuda.
Jangan bergerak.
Ini air yang baru saja mendidih
Sudah merasa nyaman sekarang?
Apa kakimu gemetar, atau keram? aku hanya kasihan denganmu.
Ayam kecil yang malang!
Kau merasa gatal? sini aku bantu
Hentikan! jangan menggelitikku
Aku hanya menuruti perintah. Ini ide ayahmu.
Beliau bilang, setiap mangkuk yang pecah hukumanmu ditambah 1 jam
Rasakan!
Guru, kau sudah kembali!
Kuda-kudanya terlihat sangat kokoh
Apa dia pernah istirahat? / Tidak, mataku selalu mengawasinya.
Sungguh?
Akhirnya ada kemajuan
Ya, tapi aku lelah sekali
Kau benar-benar lelah? / Ya.
Tapi kau menggunakan bangku 'kan? / Ya
Apa? bangku? coba kulihat! benar, ada bangku...
Keterlaluan, sempat-sempatnya kau menipuku
Lelah aku mengajarimu
Besok, akan kuminta pamanmu datang mengajarimu
Siapa?
Pengemis So.
To Tao, tolong aku!
Cepat!
Berlatih kung-fu terbalik ya?!
Aku sekarat! / Ini kubawakan bakpao
Aku ambilkan minum dulu.
Leherku!
Turunkan aku dulu, cepat
Ayo berdiri.
Kau turunkan aku cepat sekali.
Lepaskan talinya!
Makan ini.
Benarkah Pengemis So yang akan melatihmu?
Benar. / Kabar buruk untukmu.
Kenapa?
Kau tidak kenal siapa Pengemis So?
Katanya dia sangat kejam
Semua murid-muridnya lengan dan kakinya patah
Benarkah?
Benar sekali.
Nui adalah bekas muridnya, kau tahu apa yang terjadi padanya?
Apa?
Dia kehilangan giginya, rambutnya, dan hidungnya bengkok.
Sampai ayahnya tidak mengenalinya
Bajingan itu gemar menyiksa, dia benar-benar sadis
Aku harus bagaimana? / Pikir saja sendiri.
Kau harus membantuku, aku tidak tahu mau berbuat apa!
Lari! jalan satu-satunya! / Lari! jalan satu-satunya!
Matamu dimana?!
Kau harus lebih hati-hati!
Lekas pergi / Aku pergi dulu
"Rumah Makan Yue He"
Tuan, disini ada aneka kue.
Silakan duduk dulu.
Permisi, boleh aku duduk di sini?
Silakan saja
Kebetulan aku tidak suka makan sendiri
Makanan disini enak-enak
Semuanya terlihat gurih dan nikmat
Aroma yang sedap
Pesan apa tuan?
Kenapa sendiri? dimana Si Tua Shang?
Siapa itu? / Teruskan saja makanmu
Mau pesan apa pak?
Semangkuk sirip hiu sebagai pembuka
Maaf itu tidak ada / Sayang sekali
Ganti kaki kiri angsa panggang, ayam dan ikan kerapu rebus.
Maaf tidak ada ikan kerapu / Ikan lain saja
Juga kerang rebus dan mie udang, cepat
Dan anggur Shaoxing, cepat!
Anggur Shaoxing!
Selera makanmu besar sekali.
Makan banyak itu perlu agar tubuhku kuat!
Ini kaki kiri angsa, ayam
1 kendi anggur. / Terima kasih
Minumlah tidak perlu sungkan
Ini cobalah sedikit.
Makanlah!
Ayo makan tidak usah malu-malu.
Makanlah, tidak perlu sungkan
Bersulang
Silakan.
Ya.
Minum.
Kau pasti lapar sekali!
Maknyuss.
Kokinya pandai memasak, makanannya enak-enak, aku permisi dulu
Hari ini biar aku yang bayar, kau tidak usah menolak
Besok kamu yang bayar, aku pulang, hari ini aku yang bayar.
Selesaikan dulu makanmu, ya?
Sampai besok ya!
Hati-hati, sampai besok
Semuanya $ 1.05.
Aku dibayarkan.
Oya? siapa?
Orang tua di sana.
Kau kenal dia?
Dia ayahku.
Ayahmu?
Berapa banyak ayahmu?
Dia pemilik rumah makan ini, dan aku putranya.
Apa kau anak haramnya?
Kau hanya mau makan dan kabur? Lihat disana.
"BAYAR ATAU MATI!"
Aku hanya lupa membawa uang
Besok aku kembali dan melunasinya
"BAYAR ATAU MATI!"
Gorilla, hajar dia!
Cakar Harimau
Hentikan, mari kita bicara.
Hentikan.
Hajar terus sampai muntah.
Keluarkan semua makanan tadi.
Hajar!
Kaki angsa panggang, kaki kiri
dan ikan rebus.
Cukup.
Anggur Shaoxing juga.
Sekarang perutku kosong, aku lapar lagi
Hei cukup, apa kalian mau membunuh bocah ini?
Ini belum cukup, dia juga harus membersihkan jamban
Kau mau membunuhnya?
Terima kasih pak tua
Pak tua lancang kau ikut campur!
Lihat saja seberapa keras ototku
Tangkap!
Sekarang rasakan itu!
Ini kubersihkan wajahmu
Hajar!
Berhenti makan!
Kita teman 'kan? / Teman gundulmu.
Otot besi tapi otak dangkal.
Hentikan, ayo pergi!
Lewat sini
Pak tua
Aku penasaran dengan usiamu, se-tua ini, tapi kau masih kuat.
Itu harus
Aku harus kuat untuk bertahan hidup di usia ini.
Tapi lihat dirimu Kau lemah dan tak bertenaga
Hari ini aku sedang sial saja
Kalau aku tidak jatuh dan tertangkap
Aku bisa kalahkan mereka
Cari alasan saja
Oya aku lupa, Kenapa tidak kau bayar makananmu?
Panjang ceritanya. Oya Pak tua siapa namamu?
Namaku So.
Hei, namamu sama dengan orang yang mengacaukan hidupku.
Ini semua gara-gara dia!
Siapa? / Orang yang bernama Pengemis So.
Ayahku meminta dia untuk melatihku
Kau takut dengan dia?
Takut? tentu saja tidak!
Katanya dia itu licik, kasar dan kejam
Tapi aku tidak takut dengannya!
Jika bertemu dengannya, akan kuhajar dia
Jadi kau berani ya?
Oya asalmu dari mana?
Aku tidur dimana pun aku mau.
Jadi kamu gelandangan? / Orang-orang memanggilku pengemis.
Ternyata kamu pengemis?
Pengemis So?
Itu Julukanku.
Hampir saja, Untung lariku cepat
Kau tidak cukup cepat untuk lari dariku!
Aku menerima upah dari ayahmu, melatihmu adalah tugasku.
Berapa lama?
Satu hari? / Satu tahun
Mending aku mati!
Bagaimana jika aku membayarmu?
Tidak usah, aku suka melatih orang
Tua bangka keparat!
Leherku tercekik
Dasar tua bangka tolol
Kau hanya pengemis tua yang bertingkah seperti harimau
Kutunjukan padamu harimau sebenarnya
Itu jurus harimau apa?
Cakar harimau!
Aku masih disini!
Kung-fu mu lemah seperti menari
Jurus Bangau!
Paruh Bangau. Bangau Marah
Bangau memangsa Udang
Bangau terbang / Kenapa kepalamu?
Jarimu lebih kuat dari gigiku
Aku datang!
Kau mengagetkanku!
Kau memanjat untuk kabur?
Ini Jurus Monyet, bersiaplah
Siap untuk berlatih?
Jawab!
Hentikan, aku mau berlatih.
Baiklah tapi jangan terlalu keras melatihku
Turunkan aku! Aku belum mau mati
Pak Tua ini bukan berlatih kung-fu
Tapi kau hendak membunuhku
Semua yang berlatih kung-fu, harus berlatih caranya jatuh
Ini pelajaran pertamamu
Mau kabur?
Aku hanya mau pipis
Pipislah disana!
Dari kanan ke kiri
Dari belakang ke kanan
Dari belakang ke depan
Dari kiri ke kanan
Dari kanan ke depan
Kiri ke kanan, Kanan ke kiri.
Mana bisa selesai!
Kerjakan saja!
Ini penyiksaan. Baik!
Fei-Hung! Fei-Hung!
Selamat mandi, Tua bangka keparat!
Anak muda enyahlah
Apa kau tidak dengar? kau tuli?
Kau buta ya? aku sedang sibuk
Jangan main-main denganku, menyingkirlah!
Menyingkir? tempat ini milikmu? Bagaimana kalau aku menolak?
Sudah keras kepala, banyak omong pula
Kau harus kuajari sopan santun
Rasakan ini
Bagaimana rasanya?
Jangan senang dulu! aku belum siap. sekarang rasakan ini!
Ayo
Kung-Fu macam apa ini? siapa yang mengajarimu?
Siapa gurumu?
Ayahku yang mengajariku!
Berarti ayahmu bukan pendekar yang tangguh
Dia belum pantas menjadi lawanku
Sebaiknya kau berdua ayahmu melawanku
Lawan aku saja!
Duduk!
Bangun! Duduk!
Semua anjing harus patuh padaku.
Turun!
Pegang kasutku.
Oh
Aku bahkan tidak menggunakan tangan
Gunakan saja, aku tidak takut!
Sudah cukup?
Aku takkan berhenti sebelum menghabisimu!
Jangan kesini!
Sembunyi?
Rupanya kau sudah jadi pengecut
Aku bisa saja membunuhmu
Berlatih kung-fu di sisa umurmu pun kau takkan bisa untuk menandingiku
Membunuh orang kecil sepertimu
Hanya akan merusak nama besarku
merangkak di antara dua kakiku.
Lalu pulanglah ke kandangmu
Merangkak!
Tunggu!
Bukankah ini celanamu?
Berarti ayahmu bukan pendekar yang tangguh
Dia belum pantas menjadi lawanku
Aku bisa saja membunuhmu
Berlatih kung-fu di sisa umurmu pun kau takkan bisa untuk menandingiku
Membunuh orang kecil sepertimu
Hanya akan merusak nama besarku
merangkak di antara dua kakiku. lalu pulang ke kandangmu.
Merangkak!
Bodoh, anggur ini sangat mahal
Aromanya nikmat!
Guru nikmati saja anggurmu, biar kukeringkan jubahmu
Kenapa kau telanjang?
Jubahnya terbakar... / Terbakar!
Astaga, kau membakar jubah terbaikku
Punggungku!
Pergelanganku! / Pergelanganmu belum cukup kuat.
Makan sayuran lagi dan teh dingin.
Diam dan makan
Guru, kepalaku sakit
Makan makananmu
Kenapa?
Kau bahkan tak bisa menggunakan sumpit
Guru, aku sudah selesai
Cepat sekali.
Sekarang kosongkan dengan cangkir ini
Cepat.
Andai aku tahu akan dikosongkan lagi.
Mati aku
A Hung / Ya?
Pecahkan kenari ini untukku
Pecahkan seperti ini.
Sekarang cobalah.
Guru bukankah latihannya sudah cukup?
Guru ayo kita jalan-jalan?
Baiklah
Dibuka sekarang
Guru, kau hebat! / Tentu saja
Perhatikan baik-baik, dan pasang taruhanmu
Pak tua sebaiknya kau pergi
Pergi?
Bagaimana membeli anggur dengan uang sedikit?
Aku masih punya uang untuk bertaruh
Ayo pasang, percaya padaku pasang di sini
Ayo dibuka!
Lekas!
Lekas!
Buka!
Diam semua!
Kau hebat Guru, Kau menang lagi.
Hebat.
Pasang taruhan kalian, kita kaya dengan mudah
Kalian hanya beruntung.
Aku akan main denganmu
Satu putaran!
Satu putaran? Ini hari keberuntunganku
Ayo.
Pilih / Baik
Bukalah
Tidak ada di sini.
Kau pikir tanganmu lebih cepat? mataku lebih cepat.
Kau mau menipuku ya? / Jadi kau ini penipu.
Ada pamong praja, lekas kabur!
Dasar maling, Kembalikan dulu uangku!
Uangmu takkan kembali! Kau tidak kenal siapa aku?
Aku tidak peduli!
Kuberitahu siapa aku, aku adalah Si Kepala Besi
Kutunjukan kehebatanku
Hebat sekali!
Takut?
Botak!
Kembalikan uangku!
Tidak peduli siapa kamu! Kuhajar kau.
Aku peringatkan kamu, aku bisa menguburmu hari ini
Kau belum ingin mati 'kan?
Rasakan kepala besiku!
Guru, kepalanya keras sekali!
Gunakan otakmu!
Kau tidak bisa menahan kepala besiku!
Ini menyenangkan!
Bagus, sangat bagus
Kau pasti tidak menyangka tersangkut dalam celana
Palu besi melawan kepala besi?
Bagaimana rasanya?
Sakit sekali!
Guru, tanganku sakit
Dasar pemalas! / Tidak.
Tanganku rasanya mau patah
Anggurku habis, lekas kau beli di kota
Baik
KEDAI RU YI
Pelayan!
Mau pesan apa?
Anggur / Mau aku isi penuh?
Tidak, 3 gelas saja cukup
Tiga gelas?
Cepatlah, jangan berdiri saja.
Sialan, kemana perginya anak itu?
Sialan!
Itu dia!
Pak tua, kamu siapa?
Kau sendiri siapa?
Pak tua, pernah dengar Si Raja Tongkat?
Ya pernah, apa kau pernah mendengar Pengemis So?
Pengemis So?
Itu aku!
Ayo pulang!
Tunggu dulu, dia bukan Pengemis So
Apa? / Lihat.
Tangannya gemetar, dia pasti bukan Pengemis So yang asli
Kau pikir lucu? Aku tidak mudah ditipu
Aku tidak bohong, aku Pengemis So!
Guru.
Berikan anggurnya!
Ini air!
Bodoh ini akibat dari ulahmu
Guru!
Mereka beruntung! kalau bertemu lagi,
Kubunuh mereka, ayo pulang!
Jangan murung saja, makanlah!
Guru, semua salahku hingga kau dikalahkan
Nasib sial sedang menghampiriku
Aku sudah kenyang asam garam persilatan, tapi hari ini..
Aku belum pernah terhina seperti ini
Dia tidak lebih hebat darimu, kau hanya lemah tanpa anggur
Sekarang kau bicara begitu
Kalau saja kau mengajariku lebih baik, pasti kukalahkan orang itu
Maksudmu aku tidak mengajarimu dengan baik?
Kau hanya menyuruh ini itu dan mengajariku cara dipukuli.
Ayahmu Wong Kei-Ying adalah pendekar yang disegani
Kung Fu-nya adalah salah satu yang terbaik
Lalu kenapa beliau memintaku untuk mengajarimu?
Dia hanya ingin kau menyiksaku
Beliau memintaku karena dia tahu aku punya jurus rahasia
Apa itu?
Jurus 8 Dewa Mabuk
Apa hebatnya? aku sudah belajar Jurus Mabuk sejak dulu
Banyak orang yang bermohon untuk diajari jurus itu, tapi aku menolak
Jangan tertipu dengan langkah gontaiku ada kekuatan mematikan di dalamnya
Seperti lemah tetapi tidak, berpura-pura membuat lawan lengah.
Hebat bukan?
Kenapa tidak mengajariku sejak awal?
Tidakkah ayahmu mengajarimu bahwa latihan dasar itu penting?
Aku mengajarimu begini agar kau benar-benar siap
Kurasa kau sudah siap sekarang.
Sungguh?
Untuk mempelajari jurus ini sebaiknya kau minum dulu
Minumlah.
Sekali lagi.
Fei-Hung, apa kau belajar puisi?
Aku mempelajarinya di sekolah.
"Mari bersulang"
Jangan turunkan cangkirmu / Aku akan bernyanyi untukmu
Aku uji pendengaranmu
Harta dan tahta tiada guna, aku hanya ingin mabuk
Nak, cukup cukup
Orang arif dan bijaksana sudah terlupakan sejak berabad-abad
Hanya peminum hebat yang diingat
Hanya peminum hebat yang diingat
Shing Fung pembuat anggur terbaik
Prajurit Shien-Yang yang selalu muda
Raja pun tidak bisa menghentikan minumku
Mari bersulang untuk kapal kita yang karam
Dengan cangkir terangkat menyapa rembulan
Mengapa pandanganku berbayangan?
Anggur dituang di cangkir kaca
Letakkan cangkir itu, kuda-kuda perang menunggu
Kalah dalam perang, siapa yang akan mengingatku?
Siapa yang akan mengingatku?
Siapa yang akan mengingatku?
Dewa Lu, Pemabuk dengan tenaga dalam
Dewa Li, Pemabuk sakti berkaki pincang
Dewa Jun, Pemabuk dengan guci di tangan
Dewa Lan, Pemabuk dengan serangan kilat
Dewa Chan, Pemabuk dengan tendangan cepat
Dewa Tso, Pemabuk dengan kuncian leher
Dewa Han, Pemabuk dengan seruling sakti
Dewi Ho, pesolek dengan lenggok gemulai
Jangan bercanda, ini serius
Bukankah ini jurus untuk wanita?
Dia memang wanita tapi kuat, lihat aku!
Ikuti aku!
Terus berlatih!
Baik aku akan berlatih.
Latih lebih giat!
Ini untuk banci, aku tidak sudi
Wong Kei-Ying!
Kenapa kau hasut warga desa untuk tidak menjual tanahnya padaku
Apa maksudmu?
Apa karena masalahku dengan putramu?
Ini persoalan pribadi
Bereskan ini secepatnya
Aku tidak bertanggung jawab. apa maumu?
Apa mauku?
Tn. Li, kenapa kau membeli bukit itu?
Asal kau tahu saja
Kuburan tua di bukit itu menghantui kami sejak lama, sangat mengganggu.
Warga akan mendapat 20 tael per depa, itu harga yang besar
Lalu kau mengacaukannya
Maksudmu kau ingin membeli kuburan
Kau tidak percaya? ada kutukan yang menaungiku!
Dan itu harus dimusnahkan, aku punya 3 istri tanpa anak!
Aku sudah meminum banyak ramuan, tapi mereka tidak memberiku keturunan
Mungkin kamu yang sudah lemah syahwat
Kau tidak bisa membohongiku, Tn. Li.
Apa maksudmu?
Li Wan-Hao, kau hanya ingin mengeruk yang ada di bukit itu.
Apa itu?
Batubara / Batubara?
Bukit itu punya kandungan batubara
Kau diam-diam berserikat dengan perusahaan untuk meraih keuntungan
Kau bisa membodohi warga desa, tapi tidak denganku!
Karena kau sudah tahu, baiklah aku akui
Asal kau tidak ikut campur, kuberi kau 20% dari keuntungan
20%? kau mau menyogokku?
Li Wan-hao, bukit itu milik warga desa
Siapa pun tidak bisa merebutnya, Pergi dari sini!
Wong Kei-Ying, Kau berani melawanku
Sehebat apapun Kung Fu-mu, kau akan terima akibatnya!
1000 tael emas untuk kematian Wong Kei-Ying dari Fushan
Wong Kei-Ying?
Ulang Tahun Guru Hsu
Guru
Semuanya sudah siap? / Ya
Cepatlah, banyak tamu malam ini
Hei Guru Hsu.
Acara pemakaman ya?
Kau sudah gila ya? datang ke sini untuk dihajar?
Tempo hari belum cukup?
Aku kemari hanya untuk makan dan melemaskan jari.
Baik, kusiapkan untukmu / Guru, apa itu?
Rebung dan babi
Ambilkan tongkatku / Baik.
Babi?
Aku coba dulu
Benar, rasanya enak!
Guru.
Bersulang.
Wah gigimu tajam sekali menggigit mangkuk
Bagaimana?
Hati-hati, kawan. Pelan-pelan
Sudah kubilang pelan-pelan
Duduk yang manis!
Kentut untuk Raja Tongkat
Ini nama Anjing lapar makan tai
Tidak kena!
Enak ya?
Dia mabuk!
Guru pasti sangat senang
Guru, Raja Tongkat memberi kita anggur, cuma-cuma.
Guru
Guru
Guru
Guru
Fei-Hong, satu tahun telah berlalu
Ini saatnya bagi kita untuk berpisah
Aku sudah mengajarimu semua jurus-jurus kung fu
Perdalamlah sendiri, kuasai setiap jurusnya
Jadikan jurus 8 Dewa Mabuk sebagai dirimu
Alam adalah rumahku, tidak usah merindukan aku
Pulanglah
Ingat, aku akan ada saat kau membutuhkanku... Pengemis So
Guru
Guru!
Lebih tinggi!
Lebih tinggi! / Guru Wong!
Guru Wong... / Ada apa?
Guru Wong, Li dan anak buahnya menggali Bukit Kepala Banteng!
Benarkah?
Beritahu yang lain aku ke sana, lekas!
Lewat sini! cepat!
Wong Kei-Ying,
Keahlian Kung fu-mu sangat terkenal, aku memujimu
Siapa kamu? aku tidak mengenalmu Mengapa kamu menyerangku?
Aku Yen Tieh-hsin. Aku membunuh demi uang.
Bertemu lawan sebanding sepertimu aku tidak harus bersikap hormat.
Jadi kau pembunuh berdarah dingin yang menjual saudaranya sendiri
Benar.
Membunuh Wong Kei-Ying tidak semudah itu
Untuk itu tunjukkanlah kehebatanmu
Tangan adalah pintu, Kaki untuk menyerang.
30% tangan, sisanya serangan kaki
Wong Kei-Ying bersiaplah untuk mati
Guru.
Ayah, kau tidak apa-apa?
Anak setan, kau sudah kembali?
Ayah jangan khawatir, aku di sini
Orang yang kurang ajar denganmu, Akan berhadapan denganku!
Kau lagi?
Bagus, kau bisa membantu menguburkan ayahmu
Guru Wong, sayangnya kau memiliki putra yang tak bisa diharapkan
Jaga mulutmu atau kusumbat mulutmu!
Anak baik pergilah dari sini atau kau juga akan mati.
Omong kosong kau yang akan mati!
Baik, aku berbaik hati hari ini membunuh 2 orang untuk 1 harga
terserah!
Tunggu... tunggu aku.
Guru, kenapa kau ke sini?
Bagaimana mungkin Pengemis So melewatkan pertarungan hebat ini?
Pengemis So, ini bukan urusanmu, Enyah dari sini!
Kau salah, jelas ini urusanku
Tapi jangan takut, aku tidak akan melawanmu
Dia sudah cukup untuk melawanmu
Ayo minumlah dulu.
Guru, ini keras sekali. anggur apa ini?
Anggur San Pien.
Aku mabuk!
Aku Dewa Lu, pembauk dengan tenaga dalam.
Dewa Li!
Pemabuk berkaki pincang.
Dewa Lan!
Pemabuk dengan serangan kilat, Dewa Jun
Pemabuk dengan guci di tangan, Dewa Han!
Bagus, Jurus 8 Dewa Mabuk
Tenang, kau belum lihat semuanya
Dewa Han.
Pemabuk dengan seruling sakti
Boleh juga!
Serulingmu patah
Dewa Tso,
Pemabuk dengan kuncian... / Leher.
Kuhabisi kau lebih cepat
Tangan Tanpa Bayangan
Matamu jeli
Dewa Chan!
Dewa Chan-mu tidak berguna
Kemana jurus Dewi Ho?
Dewi Ho... Ho...
Tunggu!
Guru, aku tidak bisa / Apa?
Aku tidak mempelajarinya
Bisa kau ajar aku sekarang? / Terlambat!
Fei-Hung!
Yang tidak terlihat bisa dilihat, perhatikan bayangannya
Gabungkan 7 jurus mabuk, dan ciptakan Dewi Ho mu sendiri.
Ho? kau mau Dewi Ho? tentu
Ini namanya Janda Mencari Cinta
Janda Duduk di atas Jamban
Kau meleset!
Putri Berhias
Gadis Cantik Memandang Cermin
Ini jurus 8 Dewa Mabuk?
Kau pikir kau satu-satunya pendekar di sini.
Setiap orang punya gayanya sendiri meskipun belajar dari guru yang sama
Dewi Ho ingin minum. Ayo!
Diterjemahkan oleh : Fathir Agry & Agoesinema Kendari, 21 April 2019
FATHIR AGRY & AGOESINEMA Jackie Chan Collections
FATHIR AGRY & AGOESINEMA Jackie Chan Collections
FATHIR AGRY & AGOESINEMA Jackie Chan Collections
FATHIR AGRY & AGOESINEMA Jackie Chan Collections
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.