All language subtitles for Battle.For.Saipan.2022.1080p.BluRay.x264.AAC5.1-[YTS.MX]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

DIMANA AJA BISA TARUHAN ONLINE AYO KUNJUNGI LXWHITELABEL.COM

MAIN DI LXWHITELABEL.COM PASTI PUAS & KETAGIHAN

Pada 15 juni 1944 Amerika serikat menyerbu pulau Saipan Jepang untuk menguasai pangkalan udara strategis guna luncurkan pembom B-29 jarak jauh langsung ke pulau Jepang.

Pada 7 Juli, Tentara Jepang membuat rencana untuk aksi bunuh diri terakhir dan menyerang di gasis depan Amerika, melibatkan Angkatan Darat Amerika Serikat dan unit angkatan laut.

Dengan dua batalyon nyaris habis selama serangan 15 jam, sisa Pasukan Amerika Serikat tanpa henti berjuang kembali semalaman.

Itu dikenal sebagai "Pacific D-Day".

Demikian pula halnya

dengan kebangkitan orang mati.

Ditaburkan dalam kebinasaan,

dibangkitkan dalam ketidakbinasaan.

Ditaburkan dalam kelemahan,

dibangkitkan dalam kekuatan.

Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan.

Yang ditaburkan tubuh alamiah, yang dibangkitkan tubuh rohaniah

Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.

Itu sebabnya aku menyukaimu, mayor.

Lima kilometer ke utara,

kita akan temukan rumah sakit divisi dua.

Waspada, mereka terhidrasi. Kita bukan di London lagi.

Ada pepohonan di sini, jadi hati-hati.

- Dimengerti. - Siap, Pak.

Tak ada istirahat, Mayor?

Tak ada istirahat, Prajurit.

Ingat ini menyisir dengan cepat.

Lima, enam hari,

kalian bisa pulang makan bubur jagung dengan nenek, para gadis.

Nenekku membuat bubur jagung terbaik di seluruh Texas.

Pulanglah dan beritahu nenek

dia punya cucu baru namanya Gustavo,

dan aku mau sedikit bubur jagung.

Aku tak terlalu peduli dengan bubur jagung nenekmu,

tapi aku mau bertemu adikmu.

Hei, kau terlalu muda untuk itu.

tapi mungkin saat kau lebih tua, anak muda.

Subtitle by RhainDesign 26 Februari 2023

Berlindung! Hati-hati!

Aku kehabisan peluru!

Kau pembunuh sadis, Pak.

Biar kuperiksa. Kau ditikam pedang, prajurit.

Tetap tekan itu, oke?

- Oke. - Tekan.

Baiklah. Mari kita periksa.

Hei, pastikan kau telepon ibuku. Dia akan marah.

Dia akan sangat marah.

Prajurit Shaw, dengar.

- Ya. - Kita harus bergerak diam-diam.

- Kau bisa? - Siap, Pak.

Ayo berdiri.

Vic. Hei, kau istirahat?

Kau terlihat berantakan.

Terima kasih.

Bisa kucoba berikan diphenhydramine jika mau.

Biasa kupakai untuk tidur

saat ibu mertuaku berkunjung.

Semoga saja tak sampai seperti itu.

Ada yang lain?

Kulihat sesuatu yang lain di peti.

Aku heran itu bisa dimuat di kapal kargo.

- Ya, apa? - Miras Bourbon.

Tidak. Aku harus menjaga pikiranku tetap jernih.

Mungkin lebih bagus. Lagipula tak ada obat Diphen di sini.

Kudengar kita siap untuk sfit ganda hari ini.

Tidak. Kudengar ada personel baru

yang datang dari Hawaii.

Kudengar juga begitu.

Sepertinya itu batal.

- Omong kosong. - Tanya temanmu.

Mungkin akan kutanya.

Kata sandi.

Ayolah, Jake, ini aku.

Semoga berhasil, Vik. Jendral lagi tidak mood.

- Bukankah sering begitu? - Lebih parah.

- Lebih parah? - Cuma memperingatkan.

Terima kasih untuk itu.

Kata sandi?

Aku belum tidur berhari-hari.

Bagaimana bisa kuingat kata sandinya?

Itu cukup mendekati.

Ini membuatku rindu rumah.

Menyimpan sedikit kenormalan dalam hidupku

di tengah semua kegilaan ini.

Merokok?

Terima kasih. Aku sudah berhenti.

Ini mengatasi pusingku.

Mereka sebut itu kecanduan.

Mereka sebut apa ini?

Bonus?

Aku akan minum untuk itu.

Apa yang bisa kubantu, Vic?

Aku baru saja dengar kita tak dikirimkan

- ahli bedah yang baru. - Kudengar juga begitu.

Itu kesalahan. Kita banyak pasien di sini.

Kau mau aku bagaimana?

Ajukan masalah kita.

Mereka tak akan mendengarkanku.

Mereka tempatkan aku di sini agar tak perlu dengarkan aku lagi.

Kita telat seminggu terima morfin.

Pasukan prioritas kita.

Ya, aku tak tidur.

Bukan cuma aku.

Semua orang kerja enam shift tanpa istirahat.

Sudah lebih sebulan, Jake.

Bagaimana tanganmu? Masih gemetar?

Sekarang tidak.

Kau mengikuti jadwal, tak cukup tidur,

itu akan lebih parah dan kau tak akan berguna bagi kita

sebagai ahli bedah, apalagi tentara,

jika harus angkat senjata.

Untungnya, sebagai ahli bedah,

kami tak perlu senjata selama pertempuran.

Vik,

akan kulakukan semampuku.

- Terima kasih, Jake. - Ya.

Kau harus mulai kurangi itu.

Aku bersiap-siap agar bisa bersulang untuk Tuhan

saat ajalku tiba.

Bukankah seharusnya anggur?

Siapa yang tahu?

Vik,

kau akan segera pulang.

Kuharap aku bisa bilang hal yang sama.

Amankan pasien! Bersiaplah untuk operasi.

Gulingkan dia. Bersiaplah untuk operasi.

Amankan pasien, amankan pasien.

Tahan kakinya. Tetap diam, Nak.

Astaga! Lenganku! Aku akan kehilangan lenganku!

Bernapaslah! Bertahan.

Aku akan kehilangan lenganku.

Kau akan baik-baik saja!

Bajingan itu melompat ke arahku!

Apa yang kau tangani di sini?

Tertembak lengan bawahnya, merobeknya cukup parah.

Kuberi lebih dari cukup morfin tapi dia tak mempan.

- Lengannya? - Hampir putus.

Perlu diamputasi.

- Siapa namamu, bung? - Adell.

Adell, itu nama depan atau nama belakang?

Depan. Nama belakang Dollins.

Dollins? Dari mana asalmu?

Paris, Texas.

Aku punya sepupu dari Greensville. Pernah kesana?

Ya.

Tahan dia. Amankan kakinya.

Disana ada kedai burger enak.

Benarkah?

- Ya, benar. - Ya, memang ada.

Dan gadis Texas itu?

Maksudku, primadona Selatan itu luar biasa.

Kekasihku dari Tennessee, tapi kau tahu,

Kau harus mendapatkan salah satunya, bukan?

Ya.

Gadis-gadis selatan di sana. Cantik.

Kerja bagus.

Kau tak apa.

Kau tak apa. Jangan dilihat.

Lenganku!

- Lenganku! - Masukkan. Masukkan kembali.

Astaga, apa yang akan kulakukan dengan satu tangan?

Bawa dia ke kamar

dan suruh seseorang menulis surat untuknya, oke?

Teman-teman, kau juga. Ayo.

Oke. Ayo berangkat, sayang.

Itu dia. Jalan terus.

Astaga!

Prajurit.

Bangun. Bangun, prajurit.

Ayo cepat!

Camilla, dia harus dioperasi, sekarang.

Ada luka tikam menganga di sini.

Mungkin bayonet, pendarahan hebat.

Apa, kau dan temanmu ingin hidup?

Kau pikir? Membosankan di wilayah terlupakan.

Gustavo akan melanjutkan perjalanan ke Los Angeles.

Mc Weber, Brooklyn. Ayo cepat!

- Kerja bagus. - Terima kasih.

Beri dia vodka kakekku.

Kau menyelundupkan miras, nona muda?

Kau belum coba vodka ini, kan?

Tidak.

Maaf.

Kau tak bangunkan aku.

Aku tak bisa tidur di wilayah yang telupakan.

Hei, bantu aku.

Rawat yang lebih parah dariku. Aku tak apa.

- Kau yakin? - Ya.

Insomnia masalah yang cukup umum di sini.

Asalmu dari mana?

Inggris Raya. Kau tak mengenali aksenku?

Aku tahu kau dari wilayah.

- Itu karena kau dari Brooklyn. - Ya.

Tapi kunilai dari kurangnya aksenmu,

kau sudah lama tak ke sana.

Aku ke California, lulus dari UCLA.

Itu pertanyaanku selanjutnya.

Tapi, hei, aku orang inggris kuno.

Saat aku bicara, Terdengar seperti marah.

- Sungguh? Aku tak mendengarnya. - Kau akan dengar.

Bagaimana Gustavo?

Telat 10 menit, dia mungkin tak selamat.

Leanne membuatnya tidur dengan baik.

Peluangnya cukup bagus.

Itu bagus.

Astaga! Apa yang kau berikan utuk sakitku Dok?

Tenanglah. Kau kehilangan banyak darah.

Lukanya dekat dari ginjalmu.

Ya. Luka yang sebaiknya

tembus, bukan?

Aku pernah melihat itu. Dan banyak lainnya.

Mereka cerita.

Ya. Semua dari pertempuran?

Tidak, Dok.

Perkelahian jalanan di bar Plaza dekat Carrington Avenue.

Kau tak pernah ke sana?

Tak pernah kudengar itu.

Kau jarang pergi ke wilayah yang terlupakan, bukan?

Ada tim liga kecil yang tak terlalu bagus.

Aku lupa apa namanya.

Staten Island Yankees.

Nama yang memalukan.

Hei tunggu. Hei, kuberi tahu, saat kita keluar dari sini,

temui aku di daerahku,

dan kita bertaruh.

- Setuju. - Oke. Kita sepakat.

Apa yang kau lakukan?

Tak apa.

Siapa petugas yang bertanggung jawab? Aku harus bicara dengannya.

Itu Jenderal Carroll.

Tofah tua itu?

Ya. Masuk akal.

Tak heran jahitan ini sakit.

Kulakukan semampuku.

Semoga kau tak gunakan tangan itu mengoperasiku.

- Bisa kukendalikan. - Bagaimana dengan itu?

Aku pakai tas yang berat.

Tas berat. Benarkah?

Kau dari Brooklyn.

Ya.

Begini, Dok,

Kau perlu mengantarku menemui Jenderal. Ini penting.

Pak, aku mau memperkenalkan...

Kau tak sebutkan kata sandinya.

Kata sandi?

Ini dia. Bagaimana dengan ini? Cocok untukmu?

Kulihat kau bawa barang bagus ke sini, Pak.

- Ini simpanan pribadiku. - Orang dengan selera bagus.

Kau melegenda.

Aku membutuhkan itu.

Aku sangat tak sopan

tak perkenalkan diri sebelum meminum minumanmu, Pak.

Mayor Porter.

Panggil saja aku Jack.

Aku mengenalmu. Terkenal di kalangan tertentu, Pak.

Ya, aku agak produktif waktu masih muda.

Ada yang bilang itu menjadikanku target.

Itulah intinya.

Bersulang untuk itu.

Apa yang bisa kulakukan untukmu, Mayor?

Aku mau bertemu dengan sang legenda dan memperingatkanmu, pak.

Peringatkan aku?

Aku dan anak buahku menyisir menuruni bukit

dan kami disergap. Sebagian dari kami tewas.

Tersisa aku dan Prajurit yang sekarat kehabisan darah.

Aku diam sembunyi beberapa jam, tapi kudengar

mereka mau menyerang fasilitas ini

dipimpin oleh Panglima tinggi Vukuda.

Bajingan jahat, asal kau tahu.

Aku tahu dia.

Kapan tepatnya serangan itu?

Aku tak tahu, Pak.

Aku disergap sebelum bisa dengar apa-apa lagi.

Dari situlah luka itu berasal.

Kau mau aku bagaimana dengan informasi ini?

Laporkan lewat radio, Pak?

Tentu bisa kucoba,

tapi mereka kurang peduli apa yang terjadi di sini.

Kalau begitu, siapkan pasukanmu.

Lihat sekelilingmu, Mayor.

Banyak tentara terluka.

Setengahnya hampir tak bisa jalan, apalagi bertempur.

Kau menempatkan 127.000 tentara AS di sini

dan kau bilang tak bisa kerahkan sebagian dari mereka?

Ada lagi, Mayor?

Kita bersulang di sini, Pak.

Tapi kita ada situasi dan ini yang akan kau lakukan

dengan informasi yang kau terima.

Kau boleh pergi kapan pun kau mau.

Kita akan kacau.

Dan sekarang waktu yang tepat.

Maka kau tak punya siapa-siapa, Pak.

Maaf, Pak. Aku...

Tak perlu minta maaf, Vic.

Itu saja.

Siap, Pak.

- Hei Porter. - Apa?

Informasi itu. Kapan akan terjadi?

Aku tak tahu.

Aku bisa kembali dan mencoba ajukan masalahmu pada Jenderal.

Ini bukan masalah, sobat.

Dia alami hari yang buruk dan mungkin agak mabuk.

Jangan minta maaf untuknya, oke?

Itu bukan tanggung jawabmu.

Jadi kita bagaimana?

Kau pernah melihat pertempuran?

Jangan bilang "Oh" padaku. Aku bertanya.

Kau pernah ikut pertempuran?

Atau kau sembunyi di balik pisau bedah

dan jarum suntikmu yang penuh dengan morfin seharian?

Aku ikut pelatihan dasar.

Bukan itu pertanyaanku. Kau pernah melihat pertempuran?

Tidak.

Mengobati anak-anak dari Missouri,

Sangat beda dengan menyaksikan cangkang kaliber 50

merobek dada orang,

dan beberapa dari orang itu adalah temanmu. Suaranya.

Getaran darah dan tulang yang memuakkan itu.

Waktu yang terasa sangat lama.

Lalu kau menunggu. kau hanya....

Kau menunggu peluru berikutnya mengenaimu

di belakang kepalamu dan mati,

dan terus begitu.

Aku membedah anak-anak ini hari demi hari.

Aku melihat apa yang terjadi berulang kali.

Oke.

Tapi kau belum tahu apa yang akan terjadi,

mungkin kau bisa mengerti kenapa aku sangat kesal pada Jenderal.

Orang ini dulunya pahlawan perang.

Sekarang, dia cuma bayangan dari reputasinya sendiri

saat kita membutuhkan dia.

Jadi kita bagaimana?

Kita mengungsi, Dok.

Ke mana?

Kami kekurangan staf dan kewalahan.

Beberapa dari mereka bahkan tak bisa berjalan.

Semua lakukan tugas masing-masing. Yang bisa bertempur, bertempur.

- Ini, ini, atau ini? - Ya.

- Kau yakin? - Tentu.

LCepat. Lakukan seperti hidupmu bergantung padanya.

Hei, cepat.

Kurang cepat, Sersan, cepat, Pak.

Hei, lima dolar jika kau menghajarnya.

Kau bisa? Kau bisa memukulnya?

Siapa yang membangunkan iblis?

Kau harus istirahat.

Aku tak bisa.

Ini ranjangku. Rasanya tak nyaman.

Kukira hanya itu.

Kurasa aku benar-benar mati di sini.

- Maaf? - Abaikan dia.

Dia terus mengoceh seperti itu sejak bangun.

Aku tak percaya apa yang kulihat.

Aku pasti sudah mati dan dikirim ke surga.

Tidak. Aku janji kau masih hidup.

Lalu kenapa saat aku melihat, yang kulihat cuma malaikat.

Itu karena kau ada di neraka.

Maaf. Jika aku menyinggung salah satu dari kalian.

Tak apa. Kebanyakan morfin.

Tak banyak.

Apa yang terjadi jika kupakai terlalu banyak?

Maka itu mimpi indah.

Setidaknya aku tak perlu angkat senjata lagi.

Hei, kau tak apa?

Kurasa begitu.

Kau bilang darimana asalmu?

Paris, Texas?

Ya. Itu benar. Lahir dan dibesarkan.

Prajurit bernama Pete, dia tinggi, rambut hitam.

Dia bilang ibunya orang Cherokee.

Kami di Pearl Harbor bersama.

Dia menyelamatkanku.

Dia dari Powderly.

Itu tepat di luar Paris, bukan?

Ya, aku pernah dengar soal Powderly.

- Ya. - Penduduknya, sekitar seratus.

Ya.

Dia bilang begitu.

Kau...

Saat pulang bertemu dia,

bilang padanya, Ava, berterima kasih.

Oke. Akan kusampaikan.

Akan kusampaikan.

Kau tak perlu menyembunyikannya dariku.

Ya, aku tahu.

Mayor benar-benar brengsek, bukan?

Begitulah cara mereka memproduksinya.

Mungkin kita harus memesan dari pabrik

Untungnya, bajingan ini cenderung berhasil.

Mungkin.

Bagaimana kabar anak itu?

Kau harus lebih spesifik jika mau jawaban.

Aku kurang paham maksudmu.

Bocah Selatan, yang diamputasi.

Dia. Big Tex..

Selain dari mencoba menerima kehilangan lengan,

Menurutku dia berusaha semampunya mengingat situasinya.

Morfin, benar-benar menghasilkan keajaiban dengan hambatannya.

Anak itu sudah mulai bergaul.

Dengan siapa?

Ikuti nalurimu.

Ya, Dia tak berdaya. Dia tak punya kesempatan.

Dia cukup menawan.

Kau harus mengawasinya sebelum dia pingsan lagi.

Dari morfin?

Salah satu perawat memberikannya.

Mayor, senjataku! Berikan senjataku!

Tak apa, Prajurit. Ambil napas. Santai.

Itu dia.

Sakit sekali

Aku tahu, tapi kau bisa mengatasinya.

Di mana kita?

Kita di rumah sakit.

Di luar wilayah kita. Kita baik-baik saja.

Mereka datang untuk kita?

Apa itu?

Tak ada istirahat.

Aku akan membawamu pulang, prajurit.

Aku akan mengantarmu pulang.

Aku tak menyangka menemukan kalian di sini tanpa senjata.

Kami tak mengeluarkan senjata.

Jangan ngomong begitu.

Kau tentara! Persenjatai dirimu!

Astaga. Mereka datang untuk kita.

Diam.

Kau bisa mendengarnya, bukan?

Diamlah.

McGovern, kita akan evakuasi!

Berlindung!

Menunduk!

Ingat latihanmu.

Itu baru gelombang pertama.

Akan ada lebih banyak, apakah kita siap atau tidak.

Dok, apa yang kau punya? Aku tak merasa begitu baik.

Aku mengerti.

Pak?

Pindahkan mereka ke tempat aman. Amankan.

Aku harus kembali ke kantorku

dan membakar semua dokumen sensitif.

Pak?

Ya. Lanjutkan, Tuan-tuan.

Siap, Pak.

Dia sudah kembali.

Jadi apa selanjutnya?

Kita lapor lewat radio untuk minta bantuan dan pergi dari sini.

Tak bisa. Tak memungkinkan.

- Kenapa tidak? - Itu tempat pertama yang diserang.

Radionya hancur.

- Bisa diperbaiki? - Kuragukan itu.

Sial. Oke. Kau punya ruang bawah tanah?

Mirip dengan itu.

Apa cukup besar untuk menampung semua orang?

- Tentu tidak. - Kita kerja dengan yang ada.

Kita bergerak berkelompok. Kita perlu menyisir tempat ini.

Periksa apa yang bisa kita temukan. Siapa yang paling tahu tempat ini?

- Mungkin kami bisa. - Ya.

Oke. Kalian membantu, menyisir.

Apa pun yang kalian bisa cari senjata,

palu, paku, silet, apa saja. Mengerti?

- Mengerti. - Mengerti.

- Ishak. Bersihkan ruang bawah tanah. - Dan berikan orangku senjata.

Terima kasih, Mayor.

Kau berutang sebotol wiski, Prajurit.

- Dua botol untuk menghormati. - Kedengarannya bagus.

Kau punya suar?

- Kami punya. - Oke.

Ayo bergerak.

- Ini? - Lanjutkan, ya.

Ayo, cepat. Ayo!

Oke.

Mia, sebelah ini, periksa. Inessa, di sini.

Apa pun yang bisa kita gunakan, obat,

perban, senjata. Apa saja.

Sempurna.

Inessa, sebelah ini.

Apa pun yang tajam, obat-obatan.

Ya.

Ayo, gadis-gadis, kita harus bergerak.

Ini bagus, bukan?

Oke. Ya.

Apa pun yang bisa kau bawa.

Itu dia.

- Apa itu? - Pereda stres, kan?

Omong-omong, pekerjaan luar biasa berada di luar daratan.

Itu karung kentang yang kutemukan di hutan.

- Isinya pasir, kan? - Ya.

Ya, baiklah, aku akan beri tahu.

Mungkin kau bisa membantuku memperbaikinya

dan memasangnya kembali sebelum kita pergi,

mungkin aku akan sedikit mengerjakannya.

Kurasa kau akan punya banyak kesempatan

untuk mengerjakan hal lain selain karung kentang.

Ini bekerja. Ayo bawa mereka ke sini.

Bergerak! Cepat! Ayo!

Dia tertembak!

Bertahanlah.

Ini dia.

- Lindungi aku. - Ayo!

Dia mati.

Morfin! Aku butuh morfin di sini!

- Aku datang! - Kau buang-buang waktu.

- Diam. - Bertahanlah. Ayo, bung.

Bertahanlah.

Bertahanlah. Sial!

Sudah kubilang, kau buang-buang waktu.

Pria itu punya istri dan putri.

Setiap orang punya istri dan putri.

Kau dengar?

Biarkan saja, Vik.

Dengarkan temanmu.

Akan ada gelombang lain datang ke sini.

Kita tak ingin berada di sini saat itu terjadi.

Dia benar. Kita perlu bergerak.

Oke.

Mari kita lihat apa kita bisa selamatkan benda itu.

- Mungkin berguna nanti, oke - Siap, Pak.

Lakukan.

Aku akan amankan ruangannya.

Sialan.

Di sini! Ayo cepat! Di sini, cepath! Di sini!

Ayo!

Ayo, Cepat!

Ini terlalu jauh.

Kita harus dekatkan mereka. Harus muat semua orang.

Kita harus punya ruang untuk semua orang, turunkan.

Lewat sini.

DIMANA AJA BISA TARUHAN ONLINE AYO KUNJUNGI LXWHITELABEL.COM

MAIN DI LXWHITELABEL.COM PASTI PUAS & KETAGIHAN

Pembunuhan pertama?

Ingatlah.

Jika bukan dia, itu aku.

Lalu kau. Mengerti?

Mengerti.

Terlalu banyak kafein?

Aku tak tahu apa itu.

Itu dimulai setelah kuterapkan, bisa kukendalikan.

Terima kasih sudah melindungiku.

Semoga bisa kubalas. Ayo bergerak.

Kurasa aku perlu suntikan morfin.

Kau pakai lebih,

dan tak akan ada lagi untuk kami semua.

- Sarafku. - Hei.

Menurutku...

Saraf tak akan ada gunanya bagimu di sini.

Suntikan morfin akan membuatku tenang.

Suntikan morfin akan membuatmu pingsan.

Aku mau kau sadar, karena seperti yang dibilang Mayor,

Aku mau kau melindungiku.

Setidaknya aku mati dengan damai.

Kau tak akan mati.

Kau tidak akan mati. Lihat aku, nak.

Siapa namamu?

Adell Dollin.

Adell Dollin. Aku suka namamu. Adell Dollin.

Ikuti aku Adell. Aku tak akan mati.

- Aku tak akan mati. - Lebih keras, Adell.

- Aku tak akan mati. - Aku tak akan mati.

- Aku tak akan mati! - Aku tak akan mati!

Aku tak akan mati!

Ya, Tuhan punya rencana.

Lihat apa yang kita dapatkan di sini.

Lumayan.

- Dari mana asalmu, nak? - California.

Kau seharusnya mendaftar tentara.

Bisa selalu menggunakan sepasang tangan sepertiku.

- Aku mencoba. - Apa maksudmu, kau mencoba?

Dan?

Astaga, itu sudah dekat.

Kalian siap?

Tahan.

Tidak!

Porter!

Kurasa itu aman. Kau tak apa?

Aku tahu, ayo.

- Dia tak apa? - Ya.

Kupapah, pria besar. Ayo bergerak.

Kalian mau apa?

Kau akan mati.

Ayo, turunkan aku.

- Kosong - Bahumu,

itu tak mematikan.

Aku keluar.

Jenderal punya senjata di kantornya.

Tunggu disini.

Bantu aku, ayo. Berdiri!

Teman-teman.

Dia ikut berperang.

Dia tewas sebagai pahlawan.

Ini kosong.

Sama.

Aku mau berbaring. Aku merasa kurang sehat.

Mereka mengambil semuanya.

Kau baik-baik saja?

Tidak.

Tidak.

Demikian pula halnya dengan kebangkitan orang mati.

Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan

Ditaburkan dalam kelemahan,

dibangkitkan dalam kekuatan

Yang ditaburkan tubuh alamiah,

yang dibangkitkan tubuh rohaniah.

Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.

Korintus.

Ayat itu membuatku melewati banyak malam yang panjang

sejak aku meninggalkan rumah.

Berapa lama kau disini?

Kau tahu.

Aku biasa menghitung hari.

Aku tak ingat hari waktu aku dikirim.

Hal baiknya aku tak terobsesi dengan waktu lagi. Aku hanya...

Aku cuma mau pulang suatu hari nanti.

Ya. Kita berdua.

Wilayah bersatu, ya?

Wilayah bersatu.

Lagipula kita tak begitu berbeda, kan?

Tidak, kita tak berbeda.

Bagaimana mereka di luar sana?

Kurasa mereka sama takutnya dengan kita, tentara.

Mengikuti perintah.

Aku sudah berhenti merokok.

Kenapa menahan diri, Dok?

Ini bisa jadi malam terakhirmu di bumi ini.

Wilayah yang terlupakan akhirnya jelas.

Hai.

Karena aku dari Jersey?

Kau tahu bagaimana kau bisa tahu seseorang dari Jersey?

Bagaimana?

Mereka tak pernah diam soal hal itu.

Kau tak dengar aku menyangkal yang satu itu.

Astaga. Rasanya enak sekarang.

Ini dia, lihat?

Siapa bilang orang dari Jersey tak punya selera bagus.

Jangan sampai istriku tahu.

Dia akan sangat marah.

Katanya aku memberikan contoh buruk untuk anakku.

Kau punya anak, Porter?

Aku? Tidak.

- Setahuku tidak. - Benarkah?

Sudah kubilang aku melakukan banyak perjalanan.

Aku tak akan kaget

jika ada beberapa anak berhidung besar berlarian,

di luar sana di suatu tempat yang mirip sepertiku.

Bagaimana denganmu?

Aku dan istriku, Jenny, Kami mau anak. Hanya saja...

belum dapat.

Kau tak mencoba sebelum kau pergi.

Itu tak terjadi begitu saja.

Saat itu terjadi,

lakukan yang terbaik untuk hindari situasi seperti ini.

Karena ini bukan tempat untuk anak kecil.

Itu yang bisa kita harapkan,

anak-anak lebih baik daripada kita.

Itulah yang kuharapkan pada putraku.

Anak yang pintar.

Jauh lebih pintar daripada aku di usianya. Kesalahan awal.

Sekarang, kau harus keluarkan dia dari Jersey.

Setidaknya untuk UCLA seperti bajingan sombong ini, di sini.

Itu dia.

Apa hal pertama yang akan kau lakukan saat pulang?

Dengan siapa kau bicara, aku atau dia?

Siapa pun yang menjawab lebih dulu.

Entahlah, dia temanmu. Bilang saja.

Hei, silahkan.

Kau malu? Kau sembunyikan sesuatu?

Aku akan cerita.

Ceritalah. Aku orang Irlandia.

Aku?

Aku tak pernah terlalu memikirkannya.

Kupikir mungkin permainan futbol.

Lemparan pertama musim ini.

Bau rerumputan hijau segar, bir gelas tinggi di tanganku,

kugandeng wanita cantik.

Hot dog stadion New York di mulutku.

Ya, sederhana.

Itu yang kunantikan.

Kedengarannya seperti hari yang sempurna menurutku.

Bagaimana denganmu?

Aku dari Jersey. Kau tak akan suka.

Ceritakan.

Mau membawa istri dan anakku pergi.

Mampir di setiap negara bagian.

Tunjukkan pada mereka.

Bepergian.

Tunjukkan pada putraku apa yang dilindungi ayahnya.

Tunjukkan alasannya.

Kedengarannya bagus.

Lewati saja sisa Jersey dan sebagian Connecticut.

Selain itu, itu sangat indah.

Kurasa begitu.

Aku tak dengar apa-apa.

Mungkin kita harus bersama yang lain.

Tunggu bantuan menemukan kita.

Itu kalau ada yang datang.

Mereka tak menyebut Purple Heart Ridge tanpa alasan.

Ayo pergi dari sini.

Apa yang kau rencanakan dengan itu?

Kau pernah lihat Babe memukul bola dari stadion Yankee?

Sering.

Kau baik?

Selama ada ranjang bayi yang bagus

dengan darah berlumuran di dalamnya menungguku,

aku siap untuk apa saja.

Kalau begitu lanjut. Ayo.

Sepertinya kau tak mengenal Jersey dengan baik.

Hai, Dok.

Williamson butuh 127 home run dalam lima tahun.

Menurutmu dia akan mengejar Babe?

Kurasa rekor Babe cukup aman.

Ayo lihat apa yang bisa kita lakukan.

Baiklah, kosongkan ruangannya!

Minggir, minggir, ayolah!

Ambil tasku. Minta seseorang membersihkannya, sekarang juga.

Ayo. Tidak, ayolah.

- Aku bisa menyelamatkanmu. - Tidak.

Ya. Aku bisa.

Tidak, kau tak bisa.

Tidak.

Dia menembak arteri femoralis.

Tak butuh waktu lama.

Lindungi mereka.

Tidak.

Vic, pastikan anakku dapatkan ini.

Dia belum cukup umur memahaminya...

tapi dia akan paham.

Dia orang baik.

Mereka akan berhasil kuasai ini. Kau tahu itu.

Cuma masalah waktu.

Kita akan terus berjuang.

Aku akan ke aula.

Akan kubunuh mereka sebanyak mungkin.

Siapa pun yang berhasil ke sini, itu tanggung jawabmu.

Aku ikut.

Jika aku tak berhasil kembali ke sini,

Aku mau kau tahu itu suatu kehormatan.

Aku juga.

Kau awasi dia.

Jangan khawatir.

Lindungi dia.

Kau bisa jaga benteng, Prajurit?

Ya, kita beruntung.

Karena kebetulan aku belajar dari yang terbaik.

Wiski yang enak.

Wiski enak, dua botol.

Kau harus kembali.

Ingat taruhan kita, kan?

Masih berpikir kau bisa menang?

Kau benar sekali.

Pecundang membeli tiket Dodger.

Tutup pintunya

Diam.

Tenang.

Sial.

Tenang.

Tenang.

Tenang.

Ini yang terakhir.

Buat ini berarti.

Aku kehabisan peluru!

Tembakan bagus, Nak.

Begitulah cara kami melakukannya di Paris, Texas.

Astaga!

Kumohon, tidak!

Jangan mati!

Ayo.

Jangan mati.

Kerja bagus.

Yang lainnya?

Cuma itu?

Sudah semuanya?

Aku yakin akan ada lagi yang datang.

Aku tak berpikir kita bisa atasi gelombang lain seperti itu.

Apa ini semua yang kita punya di gedung ini?

Setahu kami, ya.

Astaga.

Kita bisa pakai amunisi mereka, tapi tak akan bertahan semalaman.

Itu akan beri kita waktu,

tapi itu bukan solusinya.

Jadi bagaimana sekarang?

Kita cuma duduk di sini dan mati?

Mungkin kita tak perlu melakukannya.

Kurasa itu tak cukup.

Ini senjata suar.

Mungkin kita bisa dapat bala bantuan.

Kau yakin?

Aku kehabisan pilihan lain.

Di mana kau akan lakukan itu?

Atap?

Tidak, kupikir aku akan jadi target di sana.

Mungkin sekitar belakang.

Mungkin ada tempat terbuka.

Jadi kau akan tinggalkan kami begitu saja?

Kenapa tak tunggu sampai Porter kembali?

Menurutku Porter tak akan kembali.

Aku akan segera kembali.

Kau tahu apa yang ada di luar sana.

Ladang ranjau.

Jika aku tak kembali dalam 20 menit,

Bawa semua orang yang kau bisa.

Lari kencang sampai kau temukan seseorang yang ramah, oke?

Mudah-mudahan, tak sampai seperti itu.

Sudah berapa lama?

Sekitar dua menit.

Itu saja?

Waktu berjalan sangat lambat saat tak ada tembakan.

Jangan khawatir.

Dia tahu yang dia lakukan.

Dia bisa.

Dia membujukku melewati kehilangan lengan.

Dia bisa lewati ladang ranjau.

Pergi!

Pergi!

Pergi!

Tunggu, itu dia!

Dia berhasil.

Demikian pula halnya dengan kebangkitan orang mati

Ditaburkan dalam kebinasaan,

dibangkitkan dalam ketidakbinasaan.

Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan.

Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan.

Yang ditaburkan tubuh alamiah,

yang dibangkitkan tubuh rohaniah

Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.

DIMANA AJA BISA TARUHAN ONLINE AYO KUNJUNGI LXWHITELABEL.COM

MAIN DI LXWHITELABEL.COM PASTI PUAS & KETAGIHAN

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.