Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
BADAN PERFILMAN, MEDIA PERS, RADIO & TV
BEIJING SHENG SHI HUA YING CULTURE COMMUNICATION
Pada 1 Maret tahun ke-17 pemerintahan dinasti Kangxi,
Wu Shangui mendirikan kerajaan bernama Zhou dan dia menjadi kaisarnya.
Di tahun yang sama, Wu menunjuk jenderal Mabao
untuk merebut lokasi strategis bersama 50 ribu pasukan tentara.
Lokasi itu bernama Yongxing.
Ada yang perlu hamba laporkan. / Cepat laporkan!
Apa?
Kaisar Wu meninggal dunia,
seluruh pasukan harus kembali untuk menghadiri upacara pemakamannya.
Pasukan dinasti Ying menyerang balik dengan kuat.
Para prajurit kami kini mulai putus asa.
Ampuni kami!
Untuk melindungi keturunan kami,
Mabao bersama menteri diam-diam membuat rencana.
Mereka mencari para pengawal negara terbaik untuk bisa selamat.
Mereka semua akan mempertaruhkan nyawa dan kemungkinan tak akan kembali.
ROMBONGAN PENGAWAL TERBERANI
terjemahan broth3rmax
Apa kamu mau mendapat uang?
Kenapa kau membentuk grup pengawal?
Dia orang yang amat waspada. Apa rencananya masuk akal?
Dia bukanlah orang lokal,
dan percaya dirinya selalu berlebihan.
Bisa-bisa dia akan menunjuk para pria yang tak berdaya untuk bertarung.
Itu pasti tak bisa dilaksanakan.
Dan lagi,
kau tak bisa mendapat uang banyak dengan membentuk grup pengawal.
Dan kamu akan berpotensi kehilangan nyawa.
Jika peta harta karun itu hilang,
andai itu hilang,
aku akan mengganti semua kerugiannya.
Tak mungkinlah.
Kurasa ya mungkin. / Kabar buruk!
Ada apa? / Sesuatu terjadi. / Katakan yang jelas.
Peta harta karunnya hilang. / Peta harta karun hilang!
Buka ini. Cepetan buka.
Andai kau tak mengencani wanita itu,
kau tak bisa pergi kemana-mana.
Aku tak punya mood berkencan selama kehilangan peta ini.
Betul. / Cepetan buka!
Hey Pincang, kapan-kapan akan kuajak si Gendeng.
Kamu ngikut saja. / Tak masalah.
Bagaimana, siapa tetua disini?
Tugasku jadi pengawas hari ini.
jadi dirimu rupanya.
Orang-orang kami telah melewati lokasimu,
dan mungkin mereka kurang sopan,
dan membuat kalian semua tersinggung.
Aku kesini untuk meminta maaf.
Karena kami telah mencuri peta itu,
kamu tak perlu meminta maaf.
Ini tipuan.
Kita telah berteman
selama bertahun-tahun.
Jika kau yang memimpin,
rombongan pengawal kami akan
terus berada di pihakmu.
Baiklah, aku memang suka berteman.
Silahkan!
Tetua Yang!
Jika kau tak bisa mengambil anggur dalam guci itu sebelum kayunya runtuh,
kau akan dihukum.
Hati-hati! / Pasti!
Bolehlah!
Habisi dia!
Betul!
Bopeng, bangun! Ayo bangun!
Tuan putri baru saja dibawa.
Mereka menarget si putri. / Maksudmu ini pemerasan.
Dugaanmu benar.
Memang begitu. / Penawarnya.
Salam Tetua!
Gendeng.
Ini aku.
Si Bopeng! / Ya!
Cepat sekali kau merubah penampilanmu.
Aku tak mengenalimu. / Ayo, tak usah bicara ngawur.
Selamat siang, Tetua. / Siang juga.
Selamat siang, Tetua. / Siang juga.
Jangan berkelahi!
Beraninya kau memukulku. Terus saja begini.
Jangan pukul aku!
Bunuh dia! / Siapa yang menyuruhmu mencuri peta?
Dia harus dihukum! Ayo berdiri!
Kalau begitu hajar terus dia! / Berhenti, aku si Bopeng!
Dia pura-pura.
Katakan dimana petanya?
Lepaskan aku!
Hentikan! Dia ini si Bopeng.
Lepaskan dia. / Sebaiknya jangan...
Kamu mau apa? / Tak ada apa-apa.
Jangan teriak sekarang.
Aku tak bermaksud jahat.
Mau membantumu. / Terima kasih!
Kamu berniat apa? / Aku berniat main-main denganmu.
Kamu bodoh sekali.
Tetua! / Siapa?
Kau disuruh ke aula.
Tunggu sampai aku kembali.
Aula.
Silahkan.
Sial!
Aku tak berniat... Apa kau mau semua orang desa tahu?
Terkutuk kau.
Ini aku, tahu!
Singkirkan gambar itu.
Kemari dengarkan petunjukku.
Ini aku.
Si Bopeng.
Tunggu sebentar! Aku terkejut si Pincang itu anggota timmu.
Pastilah.
Mendongaklah.
Tak bisa dipercaya.
Semuanya keluar.
Si Kuat.
Sialan.
Aku mengutukmu!
Tak bisa dipercaya.
Harusnya kau pertimbangkan jenis kelamin sebelum memilih kekasih.
Bodoh banget.
Maaf.
Bagus!
Taruh disini.
Kuakui kejujuranmu.
Aku janji
kami tak akan mencuri harta benda ini
jika ini diawasi oleh pihakmu. / Sekarang waktunya berangkat.
Silahkan lewat sini.
Segera setelah bendera digenggam,
para pahlawan berkumpul.
Kita rekan seperjuangan dan berjuang demi keadilan.
Hormat menteri dan jenderal. / Bagaimana menurutmu?
2/5 pengawal membuang peta dan melarikan diri.
Yang lain sedang mencari peta yang hilang.
Hanya satu romobongan mereka yang kembali.
Rombongan yang mana? / Rombongan Pegawal Qingping.
Bagaimana dengan kemampuan mereka?
Aku sudah berhubungan dengan mereka sebelumnya. Pimpinan tertinggi tetap tenang menghadapi bahaya.
Mereka tak ragu memerankan peran kunci.
Biar kupikirkan dulu.
Saya pergi sekarang.
Jenderal, demi keamanan,
setelah semuanya tercapai,
para pengawal tak perlu kembali.
Terima kasih dan aku pergi dulu.
Tn. Yang, aku ingin menunjuk rombonganmu untuk
mengurusi harta benda penting lagi.
Tolong bawalah ke tempat yang ditunjuk.
Jembatan Rantai Chong'an.
Gampang sekali mendapat uang di masa kacau begini.
Kau benar.
Kawan-kawan, setelah menyelesaikan tugas ini,
hidup kita akan lebih baik.
Bagus!
Bersulang.
Mari nikmati anggurnya. / Ayo minum.
Untuk melindungi seorang wanita,
apa baik menghabiskan uang banyak? Kedengarannya aneh.
Hati-hati, Nyonya. / Tentu.
Hati-hati.
broth3rmax
Segera setelah bendera digenggam,
para pahlawan berkumpul!
Kita rekan seperjuangan dan berjuang demi keadilan.
Mereka yang kenal baik wanita itu akan menyayanginya.
Mabao.
Jalan mana yang mau kita pilih? Menteri orang yang bijak,
sulit bagiku mengira-ngira.
Aku akan bantu keinginanmu.
Kau bantu aku mendapatkan peta itu.
Aku jug minta yang lain untuk menghindari kerugian.
Orang ini ingin jatuh cinta dengan si Puteri
dalam kereta-kuda demi cinta sejati.
Kau ingin peta demi kekayaan
tapi aku berencana menangkap Mabao demi kenaikan jabatan.
Tak ada konflik diantara kita.
Jika kau mau berbagi keuntungan, lebih setialah.
Hidupmu nanti pasti akan enak.
Aku bisa melakukannya sendiri.
Mabao tak bisa dikelabui.
Pincang, tolong beritahu
Puteri agar cari tempat menginap.
Baik.
Kamu mau apa? / Tak ada, aku...
Kami sudah jalan seharian, mau bongkar kudanya.
Biarkan Puteri istirahat di dalam.
Pemilik kuda dan kudanya sama-sama lelah.
Kuda tak bisa lari kencang bila kurang istirahat.
Tak perlu. / Pincang,
di tempat terpencil begini
tak ada makanan enak.
Tuan Puteri, jangan hiraukan.
Rasanya enak, atas nama Puteri aku berterima kasih.
Jenderal, kabarnya Puteri akan tinggal di tempat sunyi bersama peta harta karun.
Semua kekuatan berniat akan bertindak.
Tak mungkin mundur lagi.
Beritahu semua prajurit,
penggal semua kepala musuh.
Siap.
Lindungi sasaran!
Lindungi sasaran!
Ada apa? / Ada apa?
Apa kamu lagi tak sehat?
Kencingmu baunya pesing banget.
Makanlah pelan-pelan.
Kamu mau roti kukus?
โช kuku kuku...
Ibu. / Rakyat menderita setelah perang berkecamuk.
Tabib. / Ya sebentar.
Biar kuperiksa.
Kapan perang ini berakhir?
Maaf.
Ini menyedihkan. / Dia sekarat.
Sayang,
kamu jangan mati.
Sayang! / Istriku!
Pak, anda mau kemana?
Kami tak punya rumah dan tak tahu harus kemana,
kami harus menyesuaikan dengan keadaan.
Ini. / Terima kasih.
Istriku.
Pasukan tentara sebentar lagi tiba.
Kapanpun perang melanda,
selama para tentara saling tempur,
rakyat pasti sangat menderita.
Hiya!
Tetua! / Kamu rupanya.
Kenapa kau lukai dirimu?
Sekelompok pasukan tak jauh dari sini.
Lewati jalan pintas.
Ini ada obat pendarahan.
Setahuku, mereka sekarang di kota Weng.
Mustahil bagi mereka bisa tiba secepat itu.
Tentu. / Mungkin mereka para pengintai.
Mungkin kita akan lawan jika bertemu mereka.
Kita harus ganti rute. / Setuju.
Kau belum tidur?
Tetua!
Tadi aku sudah tidur sebentar.
Kau tidurlah.
Biar aku yang jaga.
Aku belum capek, kamu saja yang tidur.
Kondisinya memang tak nyaman.
Tahun belakangan ini aku mendapat uang sedikit.
Menurutku,
setelah kita menyelesaikan tugas ini,
kita bisa mulai buka bisnis. Kamu harus berpisah dari kami.
Aku tak mau.
Rombongan pengawalan kita baru menunjukkan perkembangan.
Kau mau mendepakku?
Kamu salah paham. Bukan begitu maksudku.
Lantas apa maksudmu?
Aku...
Mau kukatakan
aku akan bertugas di rombongan kita selamanya.
Bukan masalah jika petanya hilang.
Kita bisa ganti kerugiannya.
Aku pernah bertemu tuan Puteri sebelumnya.
Rasanya dia tak begitu cantik punya gigi tonggos,
juga tak tinggi,
wajahnya menawan.
Juga, penampilannya berubah jadi menarik.
Dia akan melahirkan seorang putra
berdasarkan bentuk tubuhnya.
Itu sesuai dengan standarku.
Aku mengidam-idamkannya.
Tolong jaga Tuan Puteri. / Baik.
Jangan dikejar!
Kakak. / Apa ada orang dalam kereta-kuda?
Tak ada orang di kereta-kuda itu. Sulit melawan mereka.
Sebaiknya kita mundur.
Tuan Puteri untukmu.
Penyebrangan tak jauh dari sini. Tetap waspada.
Tetap waspada! / Baik.
Kita tetap waspada.
Sudah mulai separoh jalan.
Kawan-kawan, ini kesempatan bagus.
Bersiaplah!
Apa kau melihat orang yang ikut mereka?
Belum.
Ini berbahaya.
Mundur.
Aku belum melihat Puteri secara langsung,
tapi aku yakin orang di dalam kereta-kuda bukanlah dia.
Ini berita palsu.
Jika kau mencintai seseorang,
kau harus simpan dia dalam jiwamu.
Setelah angin berhembus,
aroma wangi tubuhnya menyebar sejauh 10 mil.
Yang kutahu cuma bau tengik tubuhnya.
Yang kita lakukan hanya melindungi orang yang tak nyata.
broth3rmax
Jika ada yang menyerang perahu, serang dia secara langsung
dan mati sama-sama. / Aku tahu.
Aku sangat yakin dia tak ada di perahu.
Karena aku tak bisa mencium aroma tubuhnya.
Orang dalam kereta-kudanya Mabao tak sungguhan ada.
Mereka mungkin berada di rombogan pengawal Qingping.
Bagaimana kereta-kudanya?
Jika angin berhembus.
Apa kamu memang bisa merasakan aromanya?
Bagaimana aromanya?
Itu bukan dia.
Tangkap dia, jangan sampai lolos.
Lancang sekali kamu mencuri cawetnya tuan Puteri.
Hey Pincang, kita sudah jalan selama 5 hari,
mungkin sudah separoh jalan dari tujuan.
Kau benar. Kita akan sampai di Chong'an dalam 3 hari.
Apa kau sedang nulis surat?
Kau kangen putrimu ya?
Ya.
Aku tak mencapai apapun di usia paruh-bayaku.
Istriku mengeluh aku ini tak berguna.
Dia akan bawa putriku ke rumah orangtuanya.
Kenapa orang menyebutmu tabib yang tak cocok?
Aku ini rakus.
Aku tak mengobati pasien yang tak punya uang. Aku sembarangan mengobati yang uangnya sedikit.
Aku berusaha membuat pasien makin parah.
Kau memang tabib tak bermoral.
Makanya kau tak cocok jadi tabib.
Bukan begitu? / Perbuatanmu amat keji.
Jadilah dirimu sendiri
dan pakailah obat yang paling mahal.
Aku hanya fokus sama uangnya. Aku tak tuntas mengobati pasien, tapi mereka merasa baikan.
Pengobatan yang tak tepat pada waktunya cara terbaik mendapatkan uang.
Siapa yang akan mempercayaimu jika pasiennya mati?
Apa kamu yakin begitu?
Bopeng, jangan meniru ucapanku.
Tujuanku adalah uang, tapi kamu kecantikan.
Sebentar lagi kita sampai.
Ini 'kan warung gebetan lamamu, Bopeng.
Nyonya penginapan.
Tn. Wang.
Sudah lama kau tak kemari.
Kamu kemana saja?
Ngawur saja!
Kita ini tak nampak kayak teman lama karena cuma bertemu sekali.
Beruntung bisa bertemu kamu lagi
di masa bergolak begini. Syukurlah.
Andai suamiku tak kemari waktu itu,
aku pasti menemanimu.
Kita tak boleh terlalu akrab.
Kau tak khawatir ini bisa merusak ketenaranmu.
Anggap saja rumah sendiri.
Suamiku tak ada waktu itu,
dan sekarang dia juga tak ada.
Yang dia katakan benar.
Penginapan kami adalah rumah bagimu.
Tn. Wang.
Tn. Wang.
Jangan pegang-pegang. / Jangan malu begitu.
Tak masalah.
Ayo cicipi anggur buatanku.
Aku sedang bertugas jadi tak boleh minum anggur.
Arogan sekali kamu ini.
Aku tak mau melayanimu.
Di penginapan kami,
tak ada yang tak menghormatiku.
Kuingin bersulang denganmu atas nama Nyonya penginapan.
Kamu mesti keluar.
Aku ada ide.
Aku akan bersulang mewakili rombongan kami.
Apa kau berhak?
Tak usah sok romantis.
Kenapa kalian basah
dalam waktu singkat?
Nyonya penginapan, jangan hiraukan pertengkaran barusan.
Ijinkan aku mohon maaf, dan mengucap maaf padamu lebih dulu.
Mohon ijinkan kami pergi dari sini.
Aku akan berterima kasih padamu.
Jangan pura-pura bloon.
Kau tak boleh kemana-mana,
jika tak membolehkan Chen Yuanyuan ikut kami.
Chen Yuanyuan?
Maksud dia wanita yang paling cantik.
Puterinya kaisar Wu Sangui.
Kita adalah keluarga biasa.
Chen Yuanyuan tak boleh bersama kita.
Semua tetua, kalian harus jelaskan lagi faktanya.
Tetua yang terhormat, kita harus tetap pada kondisi saat ini.
Semua kekuatan sedang mencari Chen.
Selama Chen terlihat di depan kami,
kami akan jamin keselamatan rombonganmu.
Kami harus taati aturan kami sendiri,
mohon ijinkan kami pergi.
Bagaimana bisa kalian wanita lemah
menghadapi kami?
Bopeng, keluarkan bubuk tulang muda.
Ini tak berwarna dan tak berbau,
akan efektif jika dicampur air.
Begitulah, hujan tadi persiapan bagus bagi kami.
Kita akan sampai di tempat koneksi
dalam setengah hari.
Aku tak paham tentang kondisi tuan Puteri dan Mabao.
Tolong beritahu semua prajurit
setelah mereka menjemput Puteri dan Mabao,
hadang aliran sungai ini selama 3 hari.
Dan biar semua tahu Chen Yuanyuan membawa
peta harta karun.
Jika kau tak biarkan Chen keluar, rombonganmu akan menghadapi bahaya.
Karena kalian sudah mampir di penginapan,
namun kalian tak akan sampai ke Jembatan Rantai.
Jangan dorong keras-keras.
Atau kalian nanti menyesal.
Jangan bertingkah begitu.
Dasar kau ini!
Bagi rombongan pengawal, yang paling penting adalah kesetiaan.
Tak peduli apakah dia Chen atau bukan.
Kita harus berusaha melindungi peta itu.
Para pahlawan berkumpul.
Setelah bendera digenggam. / Kita rekan seperjuangan berjuang demi keadilan.
Jangan pikirkan perbedaan diantara kita.
Mari kita bebas pergi bergandengan tangan.
Yang kau perkirakan benar. Orang itu melakukan pencegahan sebelumnya.
Jadi benar kalau Chen Yuanyuan ada dalam rombongan pengawal.
Maobao, strategimu
biasa-biasa saja.
Saat kita sampai ke tempat yang ditunjuk besok,
pasukan menujulah ke timur.
Kau memimpin grup kecil agar tiba lebih dahulu,
lalu bersiaplah sepenuhnya.
Pastikan menteri, Puteri dan Masha ada dalam perahu yang sama.
Jangan biarkan semua hidup.
Makin sedikit orang tahu, makin baik bagi kita.
Apa orang kita akan terlibat dalam masalah ini?
Aku tak setuju. Mabao telah menjadi teman dekatku.
Ada satu hal yang ingin hamba tanyakan.
Apa ini bisa diselesaikan
dengan mengorbankan nyawa prajurit kita?
Apa kau berencana memberontak? / Hamba tak berani.
Hamba bekerja dengan paduka selama bertahun-tahun.
Paduka menganggap hamba sebagai saudara sendiri.
Hamba tahu
paduka akan mengambil tindakan yang diperlukan demi negara ini.
Sekarang ini situasi telah berubah.
Semoga paduka bisa memberi mereka kesempatan
untuk bisa selamat.
Angin bertiup!
Angin bertiup!
Angin bertiup! Awas banyak debu.
Berdirilah.
Semua prajurit
sebagai para punggawa
kita bersama dengan kaisar mengorbankan nyawa kita untuk bertempur.
Yang paduka katakan
adalah omong kosong!
Tak akan ada seorang kaisar tanpa ada negara.
Jenderal, selama paduka biarkan mereka tetap hidup
kami akan berpisah dari paduka selamanya.
Jangan paksa kami!
Jangan paksa kami!
Jangan paksa kami!
Serang!
Maju!
Lawan!
Lindungi peta.
Kejar!
Lebih cepat! / Kepung mereka lewat sini!
Jangan sampai Chen Yuanyuan lolos.
Si Kuat, cepat mundur. / Aku tak bisa menahan lagi, cepat pergi dari sini.
Lawan aku!
Cepat mundur!
Hentikan!
Tak usah cemaskan aku.
Hentikan!
Jenderal memperlakukan kami dengan baik.
Kami tak akan mengecewakan dia. Kami tak mau jadi prajurit tak setia.
Kesetiaan tak ada gunanya.
Kesetiaan tak ada gunanya.
Tak ada gunanya!
Si Kuat! / Perhatikan.
Sekarang saat melaksanakan rencana.
Pincang, pandu mereka menyebrangi sungai Yedong.
Dan pasukan kuda mereka tak akan ada gunanya.
Setelah itu, kita berkumpul di Air Terjun Baizhang.
Baik. / Pande-besi.
Aku paham.
Aduo, kau suruh beberapa orang melindungi Puteri.
Baik. / Masha, suruh dia untuk keluar.
Cepatlah.
Yang lain mengawasi bersamaku!
Baik. / Mulai! / Cepat.
Lewat sini. / Tuan Puteri, hati-hati.
Kakak tertua.
Ayo kemari, Mabiao.
Si Kuat!
Keretanya kosong.
Kejar mereka! Ayo!
Habisi!
Kawanku.
Pande-besi!
Si Kuat!
Aku mau mati, kamu cepatlah pergi.
Kamu harus yakin.
Jika kau mati, bilang apa nanti aku pada ibumu? / Dengarkan aku.
Mundur!
Mundur secepatnya! Pergi sekarang! Cepat!
Berdirilah. / Sebelah sini!
Serang!
Biar Pande-besi ikut denganmu.
Pergi!
Cepat! / Jangan biarkan mereka lolos!
Mulai. Terus.
Si Kuat! / Jangan hiraukan aku!
Si Kuat!
Cepat pergi!
Lepaskan aku.
Singkirkan tanganmu.
Cepat!
Pergilah sekarang.
Tetua!
Si Kuat!
Cepat! / Lepaskan aku!
Jangan cemaskan yang hilang selama kita masih hidup.
Si Kuat!
Si Kuat!
Jangan terus disini.
broth3rmax
Obati! / Obati!
Yakinlah.
Cepat beristirahatlah.
Baik.
Kuatkan dirimu. / Nampaknya dia tak bisa bertahan.
Tabib, tak usah kau obati.
Sulit menghentikan pendarahannya.
Susah menanganinya. / Pande-besi.
Pande-besi!
Siapa kau ini? Kenapa banyak sekali tentara menyerang kita?
Bagaimana dengan peta harta karun?
Apa maumu?
Minggir! Ayo katakan!
Kawan. / Aku memang tak terpelajar.
Tapi aku ingin tahu alasan untuk mati.
Kita bertugas sebagai pengawal hanya untuk mencari nafkah.
Kita harus tahu identitas kita dalam menghadapi kematian.
Kita merasa sedih,
jika ada yang kehilangan nyawa. Kita harus patuhi aturan pengawalan.
Kita harus sungguh-sungguh karena kita menerima tugas ini.
Rombongan kita juga telah menentukan.
Kita tak boleh melindungi penjahat.
In tugas yang berat.
Kita harus lebih berhati-hati.
Pande-besi!
Kawan! Bangun!
Aku sumbangkan uang
yang akan dipakai untuk beli peti mati ayahku.
Mari kita bersahabat selamanya.
Pande-besi!
Pande-besi! / Kawan!
Pande-besi!
...selamanya.
Kak, bawa satu orang kemari.
Itu bagus.
Cepat!
Kau orang yang paling bijak.
Kau terima keuntungan dengan bergantung pada orang lain.
Suruh satu tim prajurit kemari.
Menteri, ada sesuatu yang ingin hamba sampaikan. Timnya Yang Liu'an dan jenderal belum tiba.
Kita harus tetap pada rute yang diminta.
Kita sambut mereka sejauh 50 mil.
Mereka belum muncul juga. Mohon beri perintah.
Terus periksa sepanjang jalan.
Siap.
Aku merasa bersalah pada orang-orang pemberani rombongan Qingping.
Ini sebuah tugas yang berat.
Jika target ternyata adalah penjahat,
kita dan keluarga kita akan terancam mati.
Terutama aku rindu putriku.
Tetua,
maaf atas kepergianku.
Tabib!
Tabib! Tunggu dulu!
Bawalah ini untuk putrimu.
Aku tak bisa terima uang ini.
Jaga dirimu.
Mohon terimalah. / Terima kasih!
Tabib! / Tabib!
Tabib!
Tabib! / Tabib!
Tabib!
Tabib!
Tetua yang terhormat, kita harus sembunyikan identitas untuk banyak alasan.
Perang membuat rakyat amat menderita.
Alasan aku kembali ke Chong'an adalah untuk membujuk Mabao dan Raja Chu untuk mengutus
50 ribu ksatria pergi.
Rakyat akan hidup damai
saat perang berakhir.
Tetua.
Aku tahu kau merasa sedih
atas kematian si Kuat dan Pande-besi.
Sebagai pengawal pengiring,
kita membahayakan nyawa.
Meski kita terlahir di keluarga biasa
kredibilitas itu yang paling penting bagi kita.
Aku cukup paham.
Memang sulit menerka
apa yang akan terjadi nanti.
Bagaimanapun,
kami akan mengikutimu.
Aduo, apa pilihanmu?
Tetua,
apa kau ingat
mengapa aku bergabung dalam rombonganmu?
Aku tak sanggup menerima perlakuan ayahku,
hingga aku dijual sebagai gundik.
Sayangnya, orang itu mati
pada hari pernikahan.
Sejak itu, aku dipanggil janda.
Andai kau tak mengijinkanku ikut,
aku tak yakin
apakah aku masih hidup atau tidak.
Jika kita bisa lalui ini dengan lancar,
aku akan menikahimu dan mengadakan upacara pernikahan.
Kita harus sampai di kota Julian sebelum gelap.
Mungkin perbatasan dinasti Zhou.
Jika kalian ingin hidup, tolong cepat pergilah dari sini.
Ayo.
Pincang, awas tangga!
Kejar!
Aku datang!
Heita! Heita, aku datang menyelamatkanmu.
Kita pergi bersama.
Tabib, kenapa kau kembali?
Kita membahayakan nyawa demi mencari nafkah.
Bukankah tak ada tabib di rombongan kita?
Cepat bantu Tetua! / Nona, hati-hati.
Pergilah selamatkan Beauty.
Kamu pakai wajan yang keliru. Sia-sia.
Maaf.
Heita!
Bagaimana kondisimu?
Tuanku kedua. / Apa?
Aku bersamamu sejak aku muda.
Kau adalah tuanku.
Tuanku tertinggi menyuruhmu mengikutiku demi mencari nafkah.
Aku tak suka menjadi pengawal.
Aku cuma ingin melindungimu.
Kawanku!
Kawanku!
Kawanku!
Ada jalan menuju teater opera.
Tetap waspada. / Baik!
Ayo!
Ayo, lewat sini!
Sini.
Kawan.
Pak Tua.
Jangan lupa tulis surat buat ayahku.
Katakan padanya aku pergi bersama Tetua.
Kawan, tenanglah.
Nanti kukirimkan surat buat ayahmu.
Jangan menyerah!
Jangan menyerah!
Kawan!
Beauty!
Lihat yang telah kau perbuat.
Bagaimana bisa kubiarkan putriku menikah denganmu?
Sebagai pria sejati,
aku tak punya anak dan istri.
Lain kali jangan suruh aku berpakaian seperti wanita.
Kalian semua,
jika kalian mundur
dan menyerah sekarang,
aku tak akan melawan kalian.
Berapa yang dibayar Mabao buat kalian?
Akan kulipat gandakan.
Bagaimana, setuju?
Kita punya aturan sendiri.
Bisakah kita buat mereka semua mati?
Semua ksatria.
Tetua dan semuanya,
mereka mengejarku.
Aku hanya ingin cucuku
kembali ke Chong'an
dan menggantikan tempatku untuk menghadapi ini.
Aku akan berterima kasih.
Tuan Puteri, jangan berlutut begitu. / Mohon, berdirilah.
Mohon, berdirilah.
Suatu kehormatan bagiku
mengemban tugas ini.
Yang terpenting adalah
melindungi rakyat biasa.
Kuharap paduka bisa mengingat dengan baik
ucapan paduka.
Mohon jangan khawatir, kami tak akan menyerah.
Ayo bertempur dengan gagah berani!
Bunuh mereka!
Ya begitu! Geledah dengan teliti! / Siap!
Bagaimana situasinya?
Musuh telah sampai di sana.
Tetap pada rencana semula. Jenderal Ma akan tiba sebelum fajar.
Berhati-hatilah. / Baik.
Geledah yang di atas!
Maju! Ayo kejar!
Disini!
Dimana?
Naik!
Ayo naik! Cepat!
Bunuh!
Kita tak boleh membongkar identitas kita untuk jaga-jaga dalam kondisi darurat.
Tak perlu mengkhawatirkanku.
Semoga beruntung. / Ya, Puteri.
Jagalah tuan Puteri.
Siapa itu?
Cepat ke atas!
Aduo. / Aku tak apa-apa, lindungi tuan Puteri.
Aduo!
Aduo!
Aduo!
Aduo! Tabib!
Tabib!
Aku merasa bangga
menjadi tabib yang pantas.
Istriku. / Ayah! / Pergilah sekarang.
Bawalah pulang putri kita.
Tetua.
Aduo.
Kuharap kita bisa bertemu di keabadian.
Aku tak jadi menikah.
Jangan bercanda!
Kau akan selamat.
Akan kubawa kau pulang.
Aku akan segera menikahimu.
Kau akan selamat.
Kau harus berjanji padaku.
Aku akan bersamamu di keabadian.
Aduo!
Aduo!
Kau datang tepat waktu.
Mari sama-sama kita bunuh semua pengawal.
Kita akan kaya.
Kau benar.
Jika ada yang menyerahkan mereka,
akan kubunuh dia.
Terima kasih telah datang kemari.
Dimana ayahku? Kenapa tak bersamamu?
Keberuntungan kita ditentukan oleh dewa.
Aku akan membalas kebaikanmu
karena kau telah menyelamatkan nyawaku.
Tak perlu pedulikan
tentang Mabiao.
Tuan Puteri, keluarkan peta harta karunnya.
Hamba akan ampuni nyawa paduka.
Beraninya kau menyerangku diam-diam.
Aku seorang bandit.
Biar kukirim kau ke kematian.
Mana tuan Puteri?
Bandit. / Mengapa kau tahu julukanku?
Setelah kau pergi dari istana-mansion,
kabarnya ibumu kesepian dan tak terurus.
Agar tak menyakiti orang tak bersalah,
dia dibawa ke mansion,
dan mengurus cuci-baju.
Apa dia masih hidup? / Pergilah kunjungi dia.
Kita tak bisa tinggalkan tuan Puteri dalam bahaya.
Kumerasa tak berbakat saat masih muda.
Aku mulai percaya diri
sampai aku bertemu Tetua.
Dengan bantuannya, aku tampil
makin lebih baik dan selalu memegang bendera.
Dia bilang jika kita setia setiap saat,
kita akan menjadi tim yang terbaik
dan pengawal yang terbaik.
broth3rmax
Jenderal Ma, kuminta bantuanmu untuk satu hal.
Tolong katakan. / Semua prajurit hanya ingin
hidup damai.
Kita terus bertempur itu untuk perdamaian.
Biarkan mereka menjadi seperti yang mereka kehendaki.
Menjauhi perang adalah hal yang paling membahagiakan.
Aku hanya seorang ksatria.
Aku tak tertarik pada kekuasaan dan kekayaan.
Aku ingin kau ingat
janji yang telah kau buat
dan kehidupan damai yang rakyat butuhkan.
Jangan lupakan mereka yang gugur.
Tetua kami kembali!
Kita adalah pengawal terbaik.
Kita adalah rombongan pengawal yang paling luar biasa.
Rombongan pengawal yang paling luar biasa.
Mari kita kembali ke rumah.
Tuan Puteri, jangan sampai ada yang tahu tempat dirimu tinggal.
Tetua,
abaikan saja ucapan terima kasih dan balas dendam sebelumnya.
Sekarang waktunya berangkat.
3 TAHUN KEMUDIAN
KOTA XIASI
Cakar!
Cakar! / Patuk!
Ayo kejar!
Seruduk!
Kamu tak apa-apa?
Kerbau itu membuatku takut.
Ayo, disini!
Ayo!
Ayo!
Bagus!
Hebat!
Hebat! / Semua warga, percayalah padaku.
Jika aku ada disini,
akan terus kujaga keselamatan dan ketenangan
selamanya.
broth3rmax, 1 September 2018
NO RESYNC/RE-UPLOAD/DELETE-CREDIT broth3rmax, 1 September 2018
TAMAT
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.