Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Timing and Subtitles by the Babel's Minions team @Viki
Cha Woo Hyeok... sekarang dia di mana?
[Episode Sebelumnya]
Kenapa?
Kenapa?
Kau kelihatan lebih baik dari yang kuduga.
Ibu./ Sebaiknya kau juga menepati janji. Seperti ibu. Ibu takkan menunggu lama.
Jaksa Cha, aku harus bagaimana terhadapnya?
Ceritakan kejadian pada hari itu.
Maaf./ Apa artinya diriku bagimu?
Han Jeong Won. Selidiki yang dilakukannya pada hari kejadian.
Dunia ini sangat kejam.
Kau bilang dia keluarga...
Kau pikir Jeong Won membunuh adikmu?
Kau tak ingin tahu perkembangan kasus Min Ho?
Suruh Min Ho datang. Cepat panggil Min Ho.
Panggil Min Ho?
Min Ho sudah mati./ Apa?
Bocah sial arogan itu...
sudah mati sudah lenyap!
Omong kosong apa itu?
Kuharap kau takkan terluka.
Bila terlalu berat, tak apa melepaskanku.
Jeong Won.
Kau baik saja?
Ya.
Kurasa aku harus pergi.
Kuantar kau pulang.
Aku ingin berjalan kaki.
Lupakan saja. Meski tak mudah.
Asal kau menepati janji, maka takkan ada masalah.
Aku pergi dulu.
Aku harus memberitahunya.
Kau, apa tujuanmu?
Kita pernah bertemu.
Kenapa kau... Kenapa bertemu Han Jeong Won?
Apa alasannya?
Aneh.
Kau boleh tapi aku tak boleh?
Apa alasanmu bertemu dengannya?
Pertanyaanmu salah.
Kalau aku jadi kau, harusnya tanya kenapa aku menculik Ricky...
dan yang terpenting, atas perintah siapa.
Bukan begitu?
Bajingan!
Kau takut?
Yang kau bayangkan ternyata benar?
Kalau tak sanggup,
mungkin sebaiknya kau tutup mata.
[Nyonya]
Ya, nyonya.
Yang kalian bicarakan, apa aku boleh tahu?
Manajer Woo...
Jangan khawatir. Kami tak membahas konsekuensi.
Jaksa Cha Woo Hyeok...
sepertinya dia sangat memedulikanmu.
Gara-gara orang itu...
kau takkan ingkar janji, kan?
Ya. Jangan khawatir.
[PERPECAHAN]
[ B a b e l ]
.: Episode 8 :.
[Kepala Jaksa]
Gagasan yang baik.
Tapi kau mencari Jaksa Cha.
Daripada bicara dengannya, kebih baik kau bicara denganku.
Hubungi dia.
Jaksa Cha sedang diskors.
Rencananya kugunakan kesempatan ini untuk mendukung Geosan kedepannya.
Panggil Cha Woo Hyeok. Aku hanya akan bicara dengannya!
Presdir...
Dasar bodoh. Panggil Cha Woo Hyeok!
Panggil Cha Woo Hyeok!
Noona!
Noona! Noona!
Noona! Noona!
Noona.
Saat ini Soo Ho... Soo Ho...
Soo Ho kenapa? Katakan yang jelas!
Dia akan mengaku pada Cha Woo Hyeok!
Jaksa Cha.
Ada perlu apa ke sini?
Kau sudah kembali bertugas?
Terima kasih atas perhatianmu.
Kau ke sini bukan urusan pekerjaan, kan?
Soo Ho kondisinya belum memungkinkan untuk diinterogasi.
Yang kudengar berbeda./ Benarkah?
Walau begitu, harus didampingi pengacaranya.
Tae Soo Ho menolak bertemu siapa pun.
Siapapun dilarang masuk./ Baik.
Kenapa aku?
Entahlah.... Perhatian yang menyimpang?
Atau mungkin tak terlalu memalukan di hadapanmu...
harga diriku yang tak penting?
Apa begitu?
Apa aku merasa kau akan memahamiku?
Terserah apa yang kau pikirkan.
Apa yang terjadi pada malam kematian Presdir Tae Min Ho?
Kau akan jujur padaku mengenai kejadian hari itu?
Hari itu, aku dan Min Ho bertengkar gara-gara obat-obatan.
Obat?
Maksudmu narkotika?
Aku marah karena kehabisan dan dia tak mau memberiku.
Presdir Tae Min Ho menyuplai narkotika untukmu?
Kedengarannya gila, tapi benar.
[Dua jam sebelum kematian Tae Min Ho]
Apa yang akan terjadi? Selanjutnya apa?
Kau cukup bersedih.
Aku harus tahu yang akan terjadi!
Untuk menentukan tersenyum atau menangis.
Kau akan segera tahu.
Semuanya.
Kau bawa itu, kan?
Akan kuberikan lain kali.
Aku butuh sekali, aku gemetar terus!
Tahan saja.
Berikan sekarang! Sekarang!
Min Ho, Min Ho, rasanya seperti mau mati.
Sadarlah!
Kau tak apa?
Saat aku merasa kecewa dan perjalanan pulang, ada telepon masuk.
Aku diminta ke kantor ayah.
Bangsat! Toh akan diberikan...
[MASUK]
Min Ho!
Min Ho! Min Ho!
Min Ho! Min Ho! Min Ho!
Ini... Siapa? Mustahil...
Min Ho! Tidak!
Min Ho, apa yang terjadi?
Tadi tertutup.
Bau apa ini?/ Bau anyir?
Sebentar...
Siapa?
Aku tak percaya. Min Ho segalanya bagiku.
Bohong.
Tae Min Ho yang seumur hidup kau benci adalah segalanya bagimu?
Kau tak tahu. Kau tak tahu apa-apa.
Hanya Min Ho yang memahamiku.
Sampai Min Ho datang,
aku cuma boneka.
Ibuku selalu menjadi akar ketidakmampuanku.
Ibu.
Gambarku bagus, kan? Bu guru memujiku.
Katanya aku berbakat.
Ibu.
Bakat?
Soo Ho, kau tak butuh hal semacam itu.
Karena sejak kau lahir,
kau ditakdirkan mewarisi Geosan.
Itu bakat dan takdirmu.
Kau tak butuh hal semacam itu.
Mengerti?
Aku ingin menunjukkan betapa putus asanya aku pada ibuku.
Hari itu datang lebih cepat dari dugaanku.
Da Mi.
Enak? Mau lagi?
Yang membunuh anjing itu bukan Min Ho tapi aku.
Aku takut sekaligus ingin tahu bagaimana reaksi ibuku.
Aku penasaran, meski ibuku tahu aku pelakunya...
kenapa memukul Min Ho.
Dia membayangkan Min Ho adalah aku?
Hal itu membuatnya menikmatinya?
Tapi, yang membuatku semakin penasaran...
bukan ibu tapi Min Ho.
Meski dipukul sampai dagingnya koyak,
kenapa dia diam saja?
Waktu dia tahu aku pelakunya,
dia tetap diam.
Hyung.
Hiduplah dengan baik, hyung. Selamat tinggal.
Min Ho sampai akhir tetap bungkam, demi aku.
Pilih salah satu. Ibu...
suka dia.
Apa aku harus menikah dengan wanita pilihan ibu?
Menurutku tak terlalu buruk.
Tae Min Ho!
Kalau dia putri Harian Myeongshin, dia akan banyak membantumu.
Benarkah?/ Kau tak memercayaiku?
Belum waktunya menunjukkan taringmu pada ibu.
Semua ini demi kebaikanmu.
Tak ada yang tahu.
Meski kami terpisah jauh,
tapi kami justru semakin dekat.
Apa karena merasa terkhianati?
Karena adik yang kau andalkan menggoda istrimu,
maka kau membunuhnya?
Aku tak pernah mencintai siapapun sampai rela membunuh.
Kalau Min Ho menginginkan Yeong Eun atau siapapun, akan kuberikan semua padanya!
Apa kau manusia?
Kenapa, kenapa sampai sejauh itu?
Karena semua yang diperbuat Min Ho adalah untukku.
Itu yang kupercaya.
Kalau dia minta kutahan, akan kutahan. Kalau dia minta aku marah, aku akan marah.
Bahkan saat dia memberiku narkotika, saat dia menggoda Yeong Eun.
Karena aku yakin itu semua demi kebaikanku.
Hanya Min Ho yang kupunya.
Satu-satunya yang memahamiku.
Dia satu-satunya harapanku untuk lari dari keluarga ini dan memberiku kebebasan.
Aku...
tak membunuh Min Ho.
Kau katakan itu semua agar aku memercayaimu?
Aku tak peduli kalau kau tak percaya.
Karena hanya itu kebenaran yang dapat kukatakan.
Kebenaran?
Kenapa baru sekarang mengungkapnya?
Ketika aku lompat dari gedung Kejaksaan,
timbul keraguan.
Apa Min Ho benar-benar...
melakukan semua demi kebahagiaanku?
Dia bilang apa?
Dia pembunuhnya, kan?
Dia katakan alasannya membunuh Tae Min Ho?
Dia bilang bukan pembunuhnya.
Berengsek, omong apa dia setelah membunuh saudaranya?
Meski kesaksiannya sepihak, menurutku ada beberapa yang perlu dipertimbangkan.
Kau, apa yang kau lakukan?
Jaksa harus memercayai bukti. Kau percaya ucapannya?
Jangan punya pikiran lain.
Terus kejar dia, jangan beri ruang gerak.
Baik.
Makanlah. Waktu bingung, perut harus kenyang.
Kau makanlah juga.
Aku lahap makannya.
Gula darahku turun kalau melewatkan jam makan.
Jadi, kau percaya ucapan Tae Soo Ho?
Aku tak ingin percaya.
Bilang tak ingin percaya...
toh kau memercayainya, kan?
Kalau begitu, kita cari tersangka lain?
Misalnya, Han Jeong Won atau lainnya...
Ayo minum.
Makanlah.
Yang kalian bicarakan, apa aku boleh tahu?
Jangan khawatir. Kami tak membahas konsekuensi.
Jaksa Cha Woo Hyeok... sepertinya dia sangat memedulikanmu.
Kau tak apa?
Jeong Won.
Sakit sekali.
Seperti orang bodoh, aku menangis gara-gara ini...
Maaf.
Untuk apa minta maaf?
Menangislah. Menangis sepuas hatimu.
[Informasi Biografi: Jang Bae Yoon]
[Informasi Biografi: Lee Gi]
Bingo! [SMA Jaemoolpo Angkatan Ke-34]
[Kami takkan melupakan Anda]
Ketua tim!
Kau Lee Gi. Benar, kan?/ Kau siapa?
SMA Jaemoolpo angkatan ke-34.
Kau tak tahu aku? Angkatan ke-32, Kwon Seong Chan.
Ya, ya. Angkatan ke-32?
Benar, angkatan ke-32. Kau tak ingat? Lama tak jumpa.
Aku tak membunuh Min Ho.
Kalau begitu, kita cari tersangka lain?
Ceritakan kejadian pada hari itu.
Kau hanya akan menghindar?
Maaf.
[Jae Il]
Ya, ini aku./ Hyung, apa benar?
Apa?/ Ketua Tae sudah sadar!
Kau ini bicara apa?
Aku dengar rumornya. Kau tak tahu?
[Rumah Sakit Geosan]
Kau tak boleh masuk.
[Ruang VIP]
Pergi! Untuk apa di sini?!
Ketua./ Lepaskan.
Tolong tenang./ Lepaskan.
Tolong tenang./ Jangan!
Tolong tenang.
Aku akan bunuh kalian semua.
Hentikan.
Semuanya keluar.
Min Ho. Panggil Min Ho.
Ketua.
Soal itu, aku tak bisa melakukannya.
Aku akan tanya istrimu.
Omong kosong macam apa itu? Kenapa aku butuh izin orang lain?
Kalian gila? Aku Tae Byeong Chan.
Noona, kita lanjutkan rencana kita?
Sudah beredar rumor kalau kakak ipar sudah sadar.
Para direktur juga menemuiku meminta informasi.
Terutama Direktur Eksekutif Go, orang kurang ajar itu...
Ingin kau atasi bagaimana?
Aku bukan tanya harus bagaimana, aku cuma khawatir.
Sudah kupikirkan.
Resolusi terbaik bila dia menerima kematian Min Ho dan menyerahkan semua pada Soo Ho.
Melihat temperamennya, apa dia mau melakukannya?
Kalau dia mulai menyelidiki kecelakaan helikopter lalu bagaimana?
Itu mungkin juga.
Santai saja.
Ada banyak kasus dimana pasien sadar dari koma tapi tak lama kemudian mati.
Noona.
Pertama kali sulit, tapi apa kedua kalinya sulit?
Astaga. Tapi melakukan hal itu...
Aku masih belum memutuskan.
.: Baalthazar :. IDFLโข SubsCrew
Kapten. Kapten!
Halo?
Cepat lari. Kejaksaan sudah tahu. Tak ada waktu lagi.
Aku jaksa Kejaksaan Wilayah Barat, Cha Woo Hyeok.
Kau ingat padaku?
Jaksa Cha?
Kau bersama Hyeon Sook? Kau membuat rencana bersamanya?
Tidak.
Min Ho...
sudah mati?
Dia masih hidup, kan? Benar, kan?
Tae Min Ho ditemukan tewas di kantor ketua.
Min Ho!
Bagaimana? Kenapa?
Apa Hyeon Sook?
Masih dalam penyelidikan.
Kau harus temukan siapapun yang membunuh Min Ho.
Siapapun dia, akan kusiksa hidup-hidup. Aku akan membunuhnya!
Ayah.
Ayah tidur?
Ayah, buka mata.
Bunuh?
Siapapun?
Siapa memberimu hak melakukannya?
Kau, apa maksudmu?
Maka kau bunuh dia? Cha Seong Hoon juga?
Kau... Presdir Cha...?
Kenapa?
Kenapa?!
Ada apa ini?
Masuk. Masuk!
Cepat seret dia.
Jalan./ Lepaskan aku!
Selamat datang kembali di dunia ini, ketua.
Min Ho...
Di mana Min Ho? Hyeon Sook, di mana Min Ho?
Seong Hoon. Kenapa kau bisa ke sini?
Kau sudah mati.
Sayang. Ada apa ini...
Maaf, Seong Hoon.
Gara-gara aku takut. Aku sangat takut.
Maaf. Maafkan aku.
[Delirium adalah keadaan dimana penderita mengalami disorientasi dan tak mampu berfikir secara jernih]
Delirium? Seperti berhalusinasi? Apa bisa sembuh?
Aku sempat berbicara dengan dokter.
Otaknya mengalami kerusakan jadi tak bisa pulih.
Apa hukuman dari Tuhan?
Setelah kembali sadar, dia takkan bisa berbuat lagi.
Dia mengira aku ayahku.
Kau?
Dia bisa bilang apalagi? Pikirannya tak waras.
Kau masih bisa berbuat apa?
Ayah.
Sungguh disayangkan, tapi anggap sebagai berkat untuk Geosan.
Ibu.
Kita cari rumah sakit lain.
Apa ada yang lebih baik dari rumah sakit Geosan?
Kita hanya akan duduk diam? Tak sebaiknya mencari cara lain?
Soo Ho.
Semua akan baik saja. Jangan sedih.
Kau tak bisa begini pada ibu.
Hentikan.
Soo Ho.
Hentikan.
Siapa yang mencelakai ayah? Ibu tahu, kan?
Soo Ho!
Min Ho juga. Ibu melakukan itu juga.
Kau tak tahu ibu melakukannya untuk siapa?
Walau orang lain tak tahu, kau tak bisa begini pada ibu.
Minggir. Minggir.
Pembela menyerahkan banyak dokumen yang mendukung penyelidikan tanpa penahanan.
Tolong fokus pada masalah itu.
Ada dua alasan utama terdakwa, Tae Soo Ho ditetapkan sebagai tersangka.
Terdakwa berada di lokasi kejadian dan ditemukan noda darah korban pada terdakwa.
Tak ada bukti langsung atau tak langsung dalam kesaksian atau bukti material,
dan tentu saja, tak ada senjata pembunuh yang mengarah terdakwa membunuh korban.
Ketika jaksa hanya memiliki dua alasan lemah untuk menetapkan terdakwa sebagai tersangka,
entah kenapa jaksa tak mempertimbangkan tersangka lain.
Tersangka lain?
Itu foto petugas keamanan yang menyaksikan lokasi pembunuhan.
Seperti terdakwa, mereka juga berada di lokasi pembunuhan pada waktu pembunuhan dan...
seperti terdakwa, di baju dan sepatu mereka ditemukan noda darah korban.
Aku ingin bertanya pada jaksa penuntut.
Kenapa terdakwa menjadi satu-satunya tersangka? Itu saja.
Jaksa, apa ada argumen balasan?
Aku...
tak membunuh Min Ho.
Kau katakan itu semua agar aku memercayaimu?
Aku tak peduli kalau kau tak percaya.
Karena hanya itu kebenaran yang dapat kukatakan.
Berikut hasil pemeriksaan keabsahan penahanan dalam kasus terdakwa Tae Soo Ho...
yang diajukan pembela Tae Yoo Ra, Kwon Seong Chan, Lee Ju Yeong, Kim Bo Hyeong.
Putusannya, mosi yang diajukan pembela dikabulkan.
Selamat.
Kenapa tak kau bantah?
Kau temukan tersangka lain?
[Ketua Tae Byeong Chan]
Patut disyukuri, kan? Soo Ho dibebaskan.
Ya.
Perjalanannya panjang tapi dia sudah kembali.
Akhirnya, dia menemukan posisinya yang sah.
Kakak ipar tak apa dibiarkan? Dia masih mungkin berbuat sesuatu.
Kenapa?
Tidak.
Minggir!
Lepaskan aku!
Kau tak apa? Kau tak apa?
[Geosan Group]
Bisa kita mulai?
Kini saatnya memberikan yang terbaik untuk mendukung suksesi Geosan Group.
Ya.
Apa kau sudah dengar rumor bahwa Ketua sudah sadar?
Lalu kenapa?
Apa benar?
Ya, benar. Dia sudah sadar.
Kalau itu benar, apa maksudnya suksesi? Bukan begitu?
Benar./ Apapun pendapat orang, Geosan milik ketua.
Bila orang dengan motif yang salah mencoba melakukan sesuatu,
aku takkan mentolerirnya.
Dengar! Kau ini bicara apa?
Dengar? Kau?
Direktur Shin. Aku direktur eksekutif, Direktur Eksekutif Go.
Kau tak sadar posisimu?!
Apa? Apa jabatanmu mencakup semuanya?
Jabatanmu mencakup semuanya?
Sebaiknya kau lepaskan!
Ayo pukul aku!
Apa?
Semuanya silakan duduk.
Nyalakan.
Sudah terhubung.
Fokuskan kamera pada ketua.
Tolong fokuskan kamera pada ketua./ Baik.
Ketua, mari.
Ketua.
Ketua?
Sebentar. Ketua.
Menurut dokter tak bisa sembuh.
Itu yang terjadi pada ketua. Malang bagi kita semua.
Untuk menyingkirkan masa depan yang tak pasti dan menyelamatkan Geosan,
proses suksesi harus diselesaikan secepat mungkin.
Menurutku keputusan bijakmu akan menyelamatkan Geosan.
Kau mengagumkan.
Kau lihat wajah mereka?
Hyeon Cheol.
Jangan lengah. Kau takkan tahu kapan mereka menghunuskan pedangnya padamu.
Dasar jahat.
Ke rumah.
Kau mau apa?/ Pak sopir!
Pak sopir! Pak sopir! Pak sopir!
Berhenti!
Berhenti! Noona!
Lama tak jumpa, nyonya. Sulit sekali menemuimu. Maaf.
Kau siapa?
Aku Sopir Kim. Kau tak ingat?
Sopir Kim...
Sopir Kim, apa yang kau lakukan?
Sebelum menghubungi polisi kau bisa lihat ini dulu?
Bukti kuat apa yang dapat menangkap Ketua Tae?
Aku yang mengajukan pertanyaan. Uangnya bagaimana?
Sudah siap./ Baik.
Apa? Bukti untuk menangkap Ketua Tae?
Gara-gara itu, kau membawaku ke sini? Benar begitu?
Sepertinya aku memegang semua kartu.
Aku dapat memberimu uang sebanyak keinginanmu. Apa buktinya?
Dalam mimpi.
Ada orang yang ingin kutemui. Kau bisa membawanya?
Kalau tak mau buka mulut, tak masalah. Aku akan mencari tahu sendiri.
Aku tak berurusan dengan anjing. Aku tak tahu siapa majikanmu.
Tapi kalau dia ingin tahu sesuatu, suruh dia berhadapan denganku.
Lama tak jumpa.
Kau ingat padaku?
Mana mungkin aku lupa, tuan muda?
Mari selesaikan perbincangan kita.
Kau...
Kenapa kau di sini?
Bagaimana kau bisa masih hidup?
Kenapa? Mengecewakan?
Ini bukan pertama kalinya aku bangkit dari kematian.
Kenapa terkejut sekali?
Kau...
Aku punya hadiah.
Mau lihat?
Pasti akan sangat menarik.
Bagaimana kau...
Yang memberikan ini pada Min Ho...
adalah kau?
Kita bahas pelan-pelan sambil menikmati secangkir kopi.
Kenapa kau memiliki ini?
Karena pada hari itu aku di sana, tiga puluh tahun lalu.
Benarkah?
Bila bukan karena kecelakaan itu, tawaran ketua pasti yang termahal.
Ceritanya panjang, tapi aku akan langsung pada intinya.
Tuan muda Min Ho menawarnya sampai sepuluh digit,
kau akan membayar berapa?
Kenapa aku harus membelinya?
Kau bisa menjualnya pada Min Ho, sesuai rencanamu.
Astaga. Karena gelisah aku jadi tak sopan.
Hatimu pasti sangat pedih karena tuan muda Min Ho berakhir seperti itu.
Aku tulus turut berduka cita.
Lucu.
Maka kuanggap kau tak tertarik menawar.
Kalau aku terus berusaha menjualnya, maka pemiliknya akan muncul.
Karena tuan muda Min Ho berakhir seperti itu, maka tentu saja tuan muda Soo Ho...
akan mewarisi Geosan Group.
Dua kali lipat.
Tapi...
harus kau rahasiakan selamanya.
Dengar./ Ya.
Gara-gara kau sunbae, suasana hatiku hari ini sangat baik.
Minum yang banyak.
Mari bersulang.
Angkat gelas.
Habiskan!
Sunbae, kau di mana?
Kau menugaskan Han Jeong Won padaku karena kau sudah tahu?
[Geosan Group]
Min Ho berbuat begitu pada Jeong Won?
Kau yakin?
Baiklah.
Kenapa kau...
Kenapa bertemu Han Jeong Won?
Apa alasannya?
Aneh.
Kau boleh tapi aku tak boleh?
Apa alasanmu bertemu dengannya?
Pertanyaanmu salah.
Kalau aku jadi kau, harusnya tanya kenapa aku menculik Ricky...
dan yang terpenting, atas perintah siapa.
Bukan begitu?
Kau takut?
Yang kau bayangkan ternyata benar?
Kalau tak sanggup,
mungkin sebaiknya kau tutup mata.
Kau belum makan malam, kan?
Ya.
Cemaskan apa? Aku hanya mengajakmu makan.
Bagaimana? Cocok dengan seleramu?
Enak.
Syukurlah.
Aku memesannya karena kudengar dulu kau menyukainya.
Aku?
Min Ho dulu datang dan berkata padaku.
Dia bertemu wanita luar biasa,
tapi bingung harus mengajak makan di mana.
Aku memberitahunya tempat ini.
Begitu.
Karena sudah lama, jadi kau tak ingat?
Tidak. Aku ingat.
Benarkah?
Aku juga ingat.
Betapa bahagianya dia sepulang kencan,
masih jelas di ingatanku.
Aku masih tak percaya...
Min Ho tewas seperti itu.
Unni. Kalau ada yang ingin kau katakan...
Ayo makan. Kita bicara selesai makan.
Seharusnya kau katakan padaku.
Apa?
Kudengar hubunganmu dengan Min Ho tak harmonis.
Pada malam kematiannya, kudengar dia memukulmu.
Mungkin itu bukan pertama kalinya.
Unni...
Ini catatan panggilanmu pada hari kematian Min Ho.
[Catatan Panggilan]
Kau berada di kantor Geosan Group. Dan di sana...
jasad Min Ho ditemukan.
Kau akan mengatakan aku yang melakukannya?
Aku tak pernah mengatakannya.
Kalau begitu, aku permisi dulu.
Sebelum ke kantor pusat Geosan, kau lama berada di suatu tempat.
Kau tak ingat?
Apa harus kukatakan?
Kau minta jawaban apa?
Kau ingin membunuh Min Ho dan menyelamatkan dirimu?
Itu sebabnya kau mendekati Jaksa Cha?
Aku tak pernah begitu.
Lalu kenapa kau bersembunyi di belakang Woo Hyeok?
Karena kau ingin menghancurkan kehidupannya juga?
Pergilah.
Kalau kau menghilang, maka aku takkan menyelidiki lagi. Kalau tidak...
maka aku juga tak tahu apa yang akan kulakukan.
Tentulah pilihanmu.
.: Baalthazar :. IDFLโข SubsCrew
[ B a b e l ]
Dia sangat ramah dan suami yang baik.
Agar bertemu di kehidupan berikutnya sebagai saudaramu.
Apa hakmu?!
Kau membuat Min Ho seperti ini?/ Sayang.
Ini...
Biasanya orang tak keluar masuk klinik kandungan seperti itu.
Kau, itu anak siapa?
Apa yang terjadi? Apa yang terjadi?
Dia menghilang.
Perbuatanmu?
Bagaimana kalau Jo Sang Hee cuma pesuruh dan orang lain mengendalikan?
Orang lain terlibat dalam kecelakaan pesawat?
Sampai kapan kau akan seperti anak kecil? Ibu lakukan semua ini demi dirimu!
Demi aku...
Saat ini aku bukan minta bantuan.
Kau juga mempertanyakan ketua seperti itu?
Aku akan coba menjadi pemilik Geosan?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.